Sempurna pada 3 Laga Awal, Hansi Flick Masih Kalah dari Joachim Loew

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Hansi Flick meneruskan kiprah apiknya sebagai pelatih timnas Jerman. Kamis (9/9/2021) dini hari WIB, Die Mannschaft menang 4-0 di kandang Islandia pada matchday VI Kualifikasi Piala Dunia 2022. Serge Gnabry, Antonio Ruediger, Leroy Sane, dan Timo Werner bergantian menjebol gawang tuan rumah.

Hasil laga di Reykjavik itu membuat Flick menorehkan hasil sempurna dalam 3 laga awalnya menangani Die Mannschaft. Joshua Kimmich cs. selalu menang dan tak kebobolan. Total, 12 gol dibuat Timo Werner dkk. Setengahnya saat lawan Armenia di Stuttgart.

Kemenangan 4-0 atas Islandia membuat timnas Jerman meraih hasil sempurna bersama Hansi Flick.
Getty Images

Menurut Opta, Flick adalah pelatih kedua yang mampu meraup hasil sempurna dan tak kebobolan pada tiga awal menangani timnas Jerman. Pelatih pertama yang melakukan hal itu adalah Joachim Loew setelah menggantikan Juergen Klinsmann pada 2006.

Lalu, siapa yang lebih baik di antara keduanya? Ternyata bukan Flick. Perbedaan terletak pada jumlah gol. Dalam tiga laga awalnya, Jogi Loew membuat Jerman mendulang 17 gol atau 5 gol lebih banyak dari tim asuhan Flick saat ini.

Tantangan untuk Hansi Flick

Pada tiga laga awalnya, Joachim Loew membawa timnas Jerman menang 3-0 atas Swedia, unggul 1-0 atas Rep. Irlandia, dan menggasak San Marino 13-0 di kandang lawan. Dari 17 gol, 8 di antaranya dicetak Lukaa Podolski dan Miroslav Klose.

Meskipun demikian, Hansi Flick masih berpeluang mencatatkan start lebih baik. Syaratnya, dia harus membawa Jerman menang dalam 6 laga awal dan tak kalah dalam 9 laga awal. Pasalnya, Loew merasakan hasil imbang pada laga ke-6 dan kalah pada laga ke-9.

Joachim Loew meraih hasil sempurna dan 17 gol dalam 3 laga awalnya menangani timnas Jerman.
Getty Images

Selain itu, Flick juga harus membawa Die Mannschaft tak kebobolan lebih dari 418 menit. Itu karena Jerman di bawah asuhan Loew baru kebobolan pada menit ke-58 melawan Slowakia yang merupakan laga kelimanya sebagai bundestrainer.

Terlepas dari hal itu, 3 clean sheet yang sudah dibukukan tim asuhan Hansi Flick saat ini punya arti tersendiri. Pasalnya, mereka sudah 4,5 tahun tak mampu melakukan itu. Kali terakhir Die Mannschaft tak kebobolan secara berutun dalam 7 laga dari Agustus 2016 hingga Maret 2017.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Ilkay Guendogan Tersiksa oleh Joachim Loew di EURO 2020

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Sebuah fakta mengejutkan diungkap Ilkay Guendogan. Gelandang Manchester City itu mengaku tersiksa di timnas Jerman saat dilatih Joachim Loew, terutama pada gelaran EURO 2020. Dia merasa tak nyaman dengan posisi dan peran yang diberikan sang bundestrainer.

Guendogan memang punya peran berbeda saat membela Manchester City dan timnas Jerman. Bersama The Cityzens, dia dipasang sebagai gelandang serang oleh Pep Guardiola. Sementara itu, bersama Die Mannschaft, dia lebih sering difungsikan sebagai gelandang bertahan oleh Joachim Loew.

Ilkay Guendogan jeblok di UERO 2020 karena bermain di posisi yang tak ditempatinya saat membela Manchester City.
bavarianfootballworks.com

“Aku merasa paling nyaman di posisi 8 yang lebih menyerang atau bahkan posisi 10,” ujar Ilkay Guendogan seperti dikutip Football5Star.com dari Sport1. “Sangat sulit bagiku main sebagai gelandang bertahan ketika sepanjang musim bermain di posisi lebih ofensif.”

Lebih lanjut, Guendogan mengungkapkan dua hal yang menjadi kesulitan utamanya saat membela timnas Jerman pada era Loew. “Aku tak bisa mengubah pola pikir (dari menyerang ke bertahan) dalam waktu singkat. Sudah begitu, aku pun tak punya kebebasan untuk maju (ke pertahanan lawan),” kata dia.

Ilkay Guendogan Bertahan karena Flick

Ketidaknyamanan itu membuat Ilkay Guendogan sempat mempertimbangkan kemungkinan pensiun dari timnas Jerman seperti yang dilakukan Toni Kroos selepas EURO 2020. Namun, niat itu diurungkan setelah Hansi Flick menghubunginya via telepon dan meminta bertahan.

“Itu sungguh pembicaraan yang menyenangkan. Aku merasakan apresiasi terhadap diriku. Dia menjelaskan sistem permainan yang diusungnya. Lalu, dia memintaku bertahan dengan memaparkan posisi dan peranku dalam skema permainannya. Aku tak berpikir lama untuk mengiyakan,” ujar Guendogan lagi.

Ilkay Guendogan yakin tetap membela timnas Jerman setelah berbicara langsung dengan Hansi Flick.
dfb.de

Di skuat timnas Jerman saat ini, Guendogan termasuk jajaran pemain dengan caps terbanyak. Andai nanti dimainkan pada laga Leictenstein vs Jerman, dia akan menjalani laga ke-50. Jumlah caps-nya itu hanya kalah dari Manuel Neuer, Thomas Mueller, dan Joshua Kimmich. Alhasil, dia akan jadi salah satu referensi bagi rekan-rekannya yang lebih muda.

Ilkay Guendogan menyadari betul hal tersebut. “Aku tentu saja punya tanggung jawab lebih besar dan jadi salah satu pemain paling berpengalaman. Para pemain yang bergabung kian muda saja dan itu normal. Aku akan coba membagikan pengalamanku kepada mereka,” ucap pemain berdarah Turki itu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Joachim Loew Ungkap Penyebab Jerman Melempem di Euro 2020

gamespool
Joachim Loew Ungkap Penyebab Jerman Melempem di Euro 2020 12

Football5star.com, Indonesia – Joachim Loew akhirnya mengakui bahwa timnas Jerman kekurangan pemain berpengalaman di Euro 2020. Menurut Loew, hal tersebut menjadi penyebab utama di balik melempemnya performa Die Mannschaft.

Jerman cuma mampu memetik satu kemenangan sepanjang Euro 2020. Kemenangan tunggal tersebut datang pada partai babak grup melawan Portugal, Sabtu (19/6) lalu.

Perjalanan Die Mannschaft diakhiri oleh Inggris di babak 16 besar. Mereka gagal mengamankan tiket melaju ke babak perempat final karena menelan kekalahan 2-0 atas The Three Lions pada Rabu (30/6) dinihari WIB.

Jerman - Euro 2020 - SB Nation
SB Nation

“Ada banyak pemain di dalam skuat kami yang tak memiliki pengalaman bermain di kompetisi internasional. Biasanya, setiap pemain butuh pengalaman bermain di dua atau tiga turnamen agar bisa menghadapi situasi dengan tekanan berat seperti Euro 2020,” ujar Joachim Loew dalam sesi jumpa pers, Selasa (30/6) malam WIB.

“Para pemain memang memiliki ambisi yang sangat besar dan menunjukkan perkembangan luar biasa. Tapi, kami memang kehilangan sosok senior yang bisa diandalkan di momen-momen penting dalam setiap pertandingan,” sambung Loew.

Kekalahan atas Inggris menjadi akhir perjalanan Loew bersama Die Mannschaft. Ia sudah resmi mengundurkan diri dan mengucapkan salam perpisahan kepada para penggawa Die Mannschaft.

Posisi Loew akan digantikan oleh mantan pelatih kepala Bayern Munich, Hansi Flick. Pria berumur 56 tahun itu akan mengangani Die Mannschaft selama tiga tahun ke depan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

5 Fakta Menarik Era Kepelatihan Joachim Loew di Timnas Jerman

Banner Gamespol Baru

Football5Star.com, Indonesia – Era kepelatihan Joachim Loew di timnas Jerman memang baru resmi berakhir pada 12 Juli 2021. Namun, secara de facto, era Loew usai setelah Die Mannschaft takluk 0-2 dari timnas Inggris pada babak 16 besar EURO 2020, Selasa (29/6/2021). Itu dipastikan jadi laga terakhirnya.

Kekalahan dari Inggris di Stadion Wembley itu jadi salah satu noktah hitam yang menodai akhir kiprah Loew di timnas Jerman. Meskipun demikian, bukan berarti pria berumur 61 tahun itu termasuk pelatih terburuk dalam sejarah Die Mannschaft. Sebaliknya, dia termasuk dalam deretan pelatih istimewa dan legendaris.

Berikut ini, Football5Star.com menyajikan 5 fakta menarik yang menjadi bukti kebesaran dan keistimewaan Loew sebagai pelatih timnas Jerman.

Pelatih Timnas Jerman dengan Laga Terbanyak

Joachim Loew menjalani laga ke-198 saat timnas Jerman menghadapi timnas Inggris asuhan Gareth Southgate pada EURO 2020.
newswwc.com

Sejak mengambil alih kursi pelatih dari Juergen Klinsmann pada 12 Juli 2006, Joachim Loew memang masih kalah dari Sepp Herberger dalam hal durasi. Dia hanya bertahan 15 tahun, sementara Herberger menangani Die Mannschaft selama hampir 28 tahun.

Meskipun demikian, soal jumlah laga, Loew adalah yang teratas. Selama 15 tahun menangani timnas Jerman, dia melakoni 198 pertandingan. Rinciannya, 125 kali menang, 39 kali seri, dan 34 kali kalah. Dia unggul lumayan jauh dari Herberger yang hanya melakoni 169 pertandingan dalam kurun 28 tahun masa kepelatihannya.

Joachim Loew Raih Dua Trofi

Timnas Jerman untuk kali pertama menjuarai Piala Konfederasi pada 2017.
eurosport.com

Sepanjang menangani timnas Jerman, kiprah Loew terbilang mengilap. Dalam 7 partisipasi di Piala Dunia dan Piala Eropa, 5 kali Die Mannschaft dibawa pelatih berumur 61 tahun itu setidaknya ke semifinal. Anomali hanya pada Piala Dunia 2018 yang tersisih pada fase grup dan EURO 2020 yang terhenti pada babak 16 besar.

Kilau Loew tentu saja dibuktikan raihan dua trofi, yakni Piala Dunia 2014 dan Piala Konfederasi 2017. Dia menyamai Helmut Schoen dalam soal koleksi gelar bersama Die Mannschaft. Bedanya, Schoen juara Piala Eropa 1972 dan Piala Dunia 1974. Terlepas dari hal itu, gelar juara Piala Konfederasi 2017 adalah yang pertama bagi Jerman.

Satu-satunya Peraih 100 Kemenangan

Joachim Loew meraih 125 kemenangan dari 198 laga bersama timnas Jerman.
squawka.com

Di antara deretan pelatih timnas Jerman sepanjang masa, Joachim Loew adalah pelatih keempat yang menjalani lebih dari 100 pertandingan. Tiga pelatih yang lebih dulu melakukan hal tersebut adalah Sepp Herberger, Helmut Schoen, dan Berti Vogts. Namun, Loew adalah satu-satunya pelatih yang membukukan 100 kemenangan. Pada 2010 hingga 2012, Jerman bahkan membukukan rekor 15 kemenangan beruntun pada laga resmi, bukan persahabatan.

Dari 198 pertandingan selama 15 tahun menangani Die Mannschaft, Loew meraih 125 kemenangan. Herberger yang menangani Die Mannschaft dalam 169 laga meraup 96 kemenangan. Sementara itu, Schoen cuma merebut 87 kemenangan dari 139 laga. Adapun Vogts 67 kali menang dari 102 laga.

Beri Debut kepada 113 Pemain

Jamal Musiala jadi pemain ke-113 yang diberi kesempatan debut di timnas Jerman oleh Joachim Loew.
bundesliga.com

Dalam 15 tahun kiprahnya sebagai pelatih Jerman, Loew memberikan kesempatan debut kepada 113 pemain. Di timnas Jerman, dia hanya kalah dari Sepp Herberger. Dalam hampir 28 tahun menangani Die Mannschaft, Herberger memberikan debut kepada 220 pemain.

Dua pemain pertama yang menjalani debut pada era Loew adalah Manuel Friedrich dan Malik Fathi pada 16 Agustus 2006 saat menang 3-0 atas Swedia. Adapun debutan terakhir adalah Jamal Musiala ketika menang 3-0 atas Islandia, 25 Maret 2021. Loew secara murni memakai pemain yang debut pada eranya dalam 54 pertandingan sejak Lukas Podolski pensiun pada 22 Maret 2017.

Pelatih Terbaik Dunia 2014

Joachim Loew jadi pelatih terbaik dunia 2014.
Getty Images

Pengakuan terhadap prestasi Joachim Loew diberikan FIFA pada 2014. Keberhasilan membawa Die mannschaft juara Piala Dunia 2014 membuat eks striker SC Freiburg itu ditahbiskan sebagai pelatih terbaik dunia. Dia mengungguli Carlo Ancelotti yang mempersembahkan La Decima bagi Real Madrid di Liga Champions.

Sejak ajang tersebut digelar pada 2010, tak banyak pelatih tim nasional yang mampu meraih titel pelatih terbaik dunia. Selain Loew, dua pelatih lain yang meraih gelar tersebut adalah Vicente Del Bosque saat timnas Spanyol juara Piala Eropa 2012 dan Didier Deschamps yang mengantar timnas Prancis juara Piala dunia 2018.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

5 Catatan Buruk Joachim Loew pada Akhir Kiprahnya di Timnas Jerman

Banner Gamespol Baru

Football5Star.com, Indonesia – Kiprah Joachim Loew sebagai pelatih timnas Jerman resmi berakhir. Kekalahan 0-2 dari timnas Inggris pada babak 16 besar EURO 2020, Selasa (29/6/2021), jadi pertandingan terakhirnya. Selepas Piala Eropa nanti, tempatnya akan diambil alih eks pelatih Bayer Munich, Hansi Flick.

Sempat membawa timnas Jerman berada di level tertinggi dunia dan meraih dua trofi, Piala Dunia 2014 dan Piala Konfederasi 2017, Joachim Loew menyudahi kiprahnya dengan pahit. Ada banyak catatan buruk yang ditorehkannya. Berikut ini, Football5Star.com menyajikan 5 catatan buruk Loew pada pengujung kiprahnya melatih Die Mannschaft.

Kalah dari Inggris di Wembley

Timnas Jerman asuhan Joachim Loew mengakhiri rekor tak kalah dalam 7 lawatan beruntun ke Stadion Wembley saat ditekuk Inggris 0-2.
marca.com

Kekalahan 0-2 dari timnas Inggris pada babak 16 besar EURO 2020 jadi catatan buruk bagi Joachim Loew. Pasalnya, itu mengakhiri rentetan hasil bagus Die Mannschaft saat melawan The Three Lions di Stadion Wembley. Sebelumnya, Jerman tak pernah kalah dalam 7 lawatan terakhir ke sana. Mereka meraup 5 kemenangan dan 2 kali imbang.

Kekalahan terakhir timnas Jerman di Stadion Wembley dialami pada 12 Maret 1975 saat ditangani Helmut Schoen. Kala itu, Franz Beckenbauer dkk. takluk 0-2 dalam laga persahabatan. Dua gol The Three Lions dijejalkan Colin Bell pada menit ke-25 dan Malcolm Macdonald saat laga memasuki menit ke-66.

Kalah pada Partai Awal Piala Eropa

Timnas Jerman untuk kali pertama kalah pada laga awal Piala Eropa saat melawan Prancis di EURO 2020.
news18.com

Sebuah catatan buruk ditorehkan Joachim Loew bersama timnas Jerman saat menghadapi timnas Prancis pada laga pertama Grup F EURO 2020, 15 Juni 2021. Partai yang digelar di Stadion Allianz Arena tersebut berakhir dengan kekalahan 0-1 gara-gara gol bunuh diri Mats Hummels pada menit ke-20.

Itu adalah kali pertama timnas Jerman menelan kekalahan saat menjalani laga awal pada pentas Piala Eropa. Sejak fase grup diterapkan pada EURO 1980, Die Mannschaft tercatat 5 kali meraih kemenangan dan 5 kali pula imbang pada partai pertama. Bahkan saat tersingkir pada fase grup EURO 2000 dan 2004, mereka juga tak kalah.

Ditaklukkan Makedonia Utara

Joachim Loew merasakan kekalahan perdana pada Kualifikasi Piala Dunia saat menjamu Makedonia Utara.
lullnews.com

Pil pahit ditelan timnas Jerman saat menjamu Makedonia Utara pada Kualifikasi Piala Dunia 2022, 31 Maret 2021. Tim asuhan Joachim Loew secara mengejutkan takluk 1-2. Padahal, sebelumnya, Manuel Neuer dkk. menang beruntun atas Islandia dan Rumania.

Itu memutus rangkaian 32 laga tak kalah yang dibukukan Loew bersama Die Mannschaft pada pentas Kualifikasi Piala Dunia. Dalam 32 laga itu, dia meraup 29 kemenangan dan 3 imbang. Bila ditarik lebih jauh, itu mengakhiri rentetan 35 laga tanpa kalah. Kekalahan terakhir dialami Jerman pada 1 September 2001. Di Munich, mereka dihajar Inggris 1-5.

Skuat Joachim Loew Dibantai Spanyol

Pada 17 November 2020, timnas Jerman menelan kekalahan telak 0-6 dari Spanyol di Sevilla dalam ajang UEFA Nations League. Kekalahan itu tercatat sebagai salah satu yang terbesar. Sebelumnya, Die Mannschaft pernah digasak 0-9 oleh Inggris pada 13 Maret 1909. Kalah 0-6 pun pernah dialami saat menghadapi Austria pada 24 Mei 1931.

Akan tetapi, kekalahan 0-6 dari timnas Spanyol jadi catatan buruk karena terjadi pada ajang resmi. Itu memecahkan rekor kekalahan 3-8 yang diderita saat menghadapi Hungaria pada fase grup Piala Dunia 1954. Dua kekalahan telak yang dialami dari Inggris pada 1909 dan Austria pada 1931 terjadi pada laga persahabatan.

Tersisih pada Fase Grup Piala Dunia

Timnas Jerman asuhan Joachim Loew tersisih pada fase grup Piala Dunia 2018 setelah kalah 0-2 dari Korea Selatan.
nytimes.com

Catatan buruk pada pengujung kiprah Loew sebagai pelatih timnas Jerman dimulai pada pentas Piala Dunia 2018. Datang dengan rekor 10 kemenangan pada babak kualifikasi, Die Mannschaft tersingkir pada fase grup setelah kalah dari Meksiko dan Korea Selatan serta hanya menang atas Swedia.

Itu adalah pencapaian terburuk timnas Jerman di Piala Dunia. Sebelumnya, Die Mannschaft selalu lolos dari fase grup dan setidaknya lolos ke perempat final. Bahkan, mereka mampu 8 kali menembus final dari 18 partisipasi sebelum Rusia 2018. Dari 8 final itu, 4 kali Die Mannschaft juara, yakni pada 1954, 1974, 1990, dan 2014.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Joachim Loew Tak Mau Buru-buru Cari Tim Baru

gamespool
Joachim Loew Tak Mau Buru-buru Cari Tim Baru 29

Football5star.com, Indonesia – Kekalahan atas Inggris dinihari tadi menjadi akhir perjalanan Joachim Loew bersama timnas Jerman. Posisi Loew akan digantikan oleh mantan pelatih kepala Bayern Munich, Hansi Flick.

Loew sendiri tak mau terlalu terburu-buru mencari tim baru. Ia mengaku akan beristirahat sejenak sembari memikirkan masa depannya.

“Setelah menangani sebuah tim selama 15 tahun dengan ekspektasi yang sangat besar setiap saatnya, mungkin ini adalah momen yang tepat untuk beristirahat sejenak,” ujar Joachim Loew dikutip football5star dari laman resmi UEFA.

Joachim Loew - Jerman - uefa. com
uefa.com

“Suatu hari nanti, saya pasti akan mendapatkan energi untuk menjalani kegiatan baru. Tapi, untuk saat ini saya masih belum memiliki rencana jelas,” sambung pria berumur 61 tahun itu.

Dalam tiga tahun terakhir, Loew memang gagal menunjukkan performa terbaiknya bersama timnas Jerman. Pada Piala Dunia 2018 lalu, Die Mannschaft tersingkir secara memalukan di babak grup. Kini, Jerman kembali gagal memenuhi ekspektasi karena tersingkir di babak 16 besar Euro 2020.

Meski tidak memiliki akhir yang baik, Loew tetap merasa optimistis dengan masa depan skuat Die Mannschaft. Ia yakin Kai Havertz cs akan menunjukkan performa menawan di Euro 2024.

“Beberapa pemain yang ada di skuat saat ini akan mencapai puncak performanya di ajang Euro 2024. Mereka akan tampil lebih dewasa karena memiliki pengalaman yang lebih banyak dan bakal bisa mengambil keputusan lebih baik,” tandas Loew.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Jerman Tersingkir, Michael Ballack Serang Joachim Loew

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Timnas Jerman tersingkir di babak 16 besar EURO 2020 setelah dikalahkan Inggris dengan skor 0-2 di Stadion Wembley, Rabu (30/6/2021). Tersingkirnya anak asuh Joachim Loew ini mendapat kritik tajam dari mantan penggawa Jerman, Michael Ballack.

Dikutip Football5star.com dari Sport1, Ballack mempertanyakan keterlambatan Loew melakukan perubahan di saat Jerman berada dalam tekanan hingga tertinggal satu gol terlebih dahulu oleh Raheem Sterling pada menit ke-75.

Joachim Loew membuat sejumlah catatan buruk pada pengujung kiprahnya melatih timnas Jerman.
Jerman Tersingkir, Michael Ballack Serang Joachim Loew 33

“Ini agak serius. Mereka seperti tidak berdaya. Saya tidak mengerti mengapa pelatih nasional menunggu begitu lama untuk melakukan perubahan,” kata Michael Ballack.

Ballack menyoroti soal pergantian pemain yang dilakukan Loew pada laga melawan Inggris. Pada laga ini, Loew melakukan pergantian pemain pertama pada menit ke-68. Loew memasukkan Serge Gnabry dan menarik keluar Timo Wermer.

Lalu, tiga pergantian ia lakukan saat Jerman sudah tertinggal dua gol. Matthias Ginter digantikan Emre Can, Leroy Sane gantikan Robin Gosens dan Jamal Musiala menggantikan Thomas Mueller di masa injury time.

“Tidak ada yang tahu, mengapa ia melakukan itu. Apakah, Anda menunggu sampai kami tertinggal?” ucap Michael Ballack.

Sementara itu, mantan pemain Jerman lain, Mehmet Scholl menyebut bahwa ada masalah cukup besar di sepak bola Jerman saat ini yakni soal mental. Menurut Scholl, banyak pemain hebat yang dalam keadaan tertekan malah menjadi anak mami.

“Banyak pemain berlatih cukup berhasil dan mencapai puncak. Tetapi ketika berada di keadaan tertekan, mereka tidak cukup baik dan kemudian malah berteriak mencari ibunya,” ucap Scholl kepada Bild.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Joachim Loew Prediksi Jerman vs Hongaria akan Membosankan

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Joachim Loew percaya diri jelang pertandingan Jerman vs Hongaria, Kamis (24/6/2021) dinihari WIB. di Allianz Arena tuan rumah harus menang untuk memastikan tiket 16 besar.

Jerman memang berada di urutan kedua klasemen Grup F. Tapi perolehan poin mereka sama dengan Portugal di peringkat ketiga. Maka dari itu Joachim Loew ingin anak asuhnya tampil menyerang demi meraih kemenangan.

Akan tetapi dia sadar hal itu tidak akan mudah. Sebab Hongaria akan tampil bertahan. Cara lawan ini diyakini sang nakhoda bisa membuat laga berlangsung membosankan.

joachim loew-jerman-DFB_Team_EN
@DFB_Team_EN

“Kami mengenal lawan dengan sangat baik. mereka bermain dengan konsistensi, bisa membuat lawan putus asa dengan cara bertahan mereka. Pemain mereka juga punya kualtias berlari yang hebat dan sangat terlatih dalam bertahan,” ungkap Loew seperti dilansir Sport1, Rabu (23/6/2021).

“Laga ini tidak akan seterbuka seperti melawan Portuga. Tidak akan banyak permainan di area gawang. Hongaria sangat fokus pada bertahan dan serangan balik. Mungkin kalian perlu kesabaran pada laga seperti ini,” ia menambahkan.

Di sisi lain, sang nakhoda dibuat lega oleh kondisi para pemainnya. Hanya Thomas Mueller yang belum bisa dipastikan tampil.

“Semua pemain seperti Mats Hummels, Ilkay Guendogan, dan Robin Gosens telah berlatih bersama dengan tim. Hanya Thomas Mueller yang belum. Kami masih menunggu karena dia masih akan menjalani tes lanjutan,” tutup Joachim Loew.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Joachim Loew Tak Kaget dengan Penampilan Robin Gosens

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Robin Gosens jadi pemain yang paling disorot di kemenangan Jerman 4-2 atas Portugal di match kedua grup F EURO 2020, Minggu (20/6/2021) dinihari WIB. Selain mencetak satu gol di laga tersebut, Gosens juga tampil sangat impresif sehingga menyulitkan para pemain Portugal.

Pelatih Jerman, Joachim Loew mengaku tak terlalu terkejut dengan penampilan gemilang Robin Gosens. Meski Loew tetap memberikan pujian untuk pemain 26 tahun tersebut.

Joachim Loew Tak Kaget dengan Penampilan Robin Gosens_

“Kami memantaunya beberapa tahun lalu dan dia berhasil beradaptasi dengan sangat cepat dan berintergrasi dengan sangat baik ke dalam tim,” kata Loew seperti dikutip Football5star.com dari Sky Sport.

“Setelah pertandingan pertama yang dia mainkan dengan kami, dia tidak punya masalah. Dia banyak berkomunikasi dengan semua pemain lain. Jadi jelas setelah pertandingan pertama dia akan bersama kami terus,” tambah Joachim Loew.

Menurut Joachim Loew, ada beberapa hal yang membuat Robin Gosens memang layak menjadi star of the match di laga melawan Portugal. Ia memiliki kedisplinan, dan kemampuan berkomunikasi yang baik dengan rekannya.

“Sebagai kepribadian, sebagai karakter, kami menilai dia sangat tinggi, karena dia sangat berpikiran terbuka, aktif dalam berkomunikasi. Dia memiliki hubungan yang baik dengan semua pemain,”

“Dia memiliki kepala yang jernih setiap akan tampil. Dia seperti bagaimana dia bermain di lapangan, sangat kuat, tanpa kompromi dan menunjukkan komitmen. Begitulah cara dia bertarung,” tutup Joachim Loew.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Joachim Loew Sebut Mats Hummels Hanya Kurang Beruntung

gamespool
Joachim Loew Sebut Mats Hummels Hanya Kurang Beruntung 43

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih timnas Jerman, Joachim Loew, tak mau menyalahkan Mats Hummels atas kesalahannya yang menyebabkan timnya kalah melawan Prancis. Loew menyebut bahwa itu gol bunuh diri Hummels hanyalah ketidak beruntungan.

Jerman harus kalah 1-0 melawan Prancis di laga pertama Grup F Euro 2020, (16/6/21) lewat gol bunuh diri Hummels. Loew menyebut Hummels kurang beruntung karena gagal mengantisipasi dengan sempurna umpan dari Lucas Hernandez.

“Anda tidak bisa menyalahkannya, itu kurang beruntung. Bola masuk dengan tajam. Kami bisa saja membersihkan lemparan ke dalam sebelumnya, sulit bagi Mats untuk membuang bola. Itu adalah pertandingan yang sangat intens, kami menimbang segalanya dan berjuang sampai akhir,” ucap Joachim Loew seperti dikutip Football5Star.com dari Bavarian Football Works.

Joachim Loew Mats Hummels Hanya Kurang Beruntung
CBS Sports

Loew melanjutkan, “Saya tidak bisa menyalahkan tim. Gol bunuh diri memutuskan pertandingan. Kami tidak memiliki dampak di sepertiga terakhir lapangan.”

Prancis sendiri sangat mengandalkan serangan balik dan mereka berhasil mencetak dua gol dengan cara itu walaupun harus dianulir karena offside.

“Kami tahu bahwa Prancis melakukan serangan balik dengan sangat baik. Kami tidak selalu bisa menghentikan semuanya. Mereka sangat cepat di depan. Kami tahu ketika kami harus mengambil banyak risiko bahwa Prancis akan bagus dalam serangan balik,” kata Loew.

Joachim Loew melanjutkan, “Secara defensif, (Joshua) Kimmich harus berhati-hati sejak awal karena mendapat kartu kuning dari rekan setimnya di Bayern, Lucas Hernandez, jadi Prancis berusaha secara sadar untuk menyerang dari kiri sebanyak yang mereka bisa, membuat serangan balik mereka semakin mengancam.”

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Prancis vs Jerman: Rasa Lapar Pemain Bikin Loew Percaya Diri

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Laga Grup F Euro 2020 langsung menghadirkan Prancis vs Jerman, Rabu (16/6/2021) dinihari WIB. Bisa dibilang ini jadi big match pertama pada turnamen antarnegara Eropa kali ini.

Jerman tidak panik kendati langsung menghadapi Prancis. Joachim Loew justru percaya diri dengan kemampuan para pemainnya.

Apalagi kegagalan di Piala Dunia 2018 membuat skuat Der Panzer merasa lapar untuk meraih kesuksesan.

prancis vs jerman - euro 2020
bavarianfootballworks

“Kami telah mempersiapkan diri dnegan sangat baik selama dua minggu terakhir dan membuat beberapa langkah ke arah yang benar. Ada atmosfer yang bagus dan juga banyak ambisi dan dorongan. Kami siap dan tak sabar untuk bertanding,” kata Loew, Selasa (15/6/2021).

“Anda bisa merasakan atsmofer positif di sini. Saya cukup tenang dan santai. Semnagat tim sangat brilian dan semua orang sangat lapar akan kesuksesan. Itu membuat saya percaya diri,” samvung sang nakhoda.

Akan tetapi, Jerman sepertinya tidak bisa menurunkan kekuatan terbaik. Kondisi Leon Goreztka masih diragukan tampil.

Joachim Loew mengakui kondisi bintang Bayern Munich sudah lebih membaik. Tapi dia tidak berani mengambil risiko untuk menurunkan Goretzka di stadion Allianz nanti.

“Secara keseluruhan Leon telah membuat kesan yang sangat baik dan cederanya telah hilang sepenuhnya. Dia tidak akan bermain kali ini, tapi kami akan berbicara lagi tentang apakah dia akan masuk skuat atau tidak,” tutup Loew.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

5 Fakta Menarik Sejarah Pertemuan Prancis vs Jerman

Banner Gamespol Baru

Football5Star.com, Indonesia – Big match Prancis vs Jerman akan tersaji pada lanjutan EURO 2020, Rabu (16/6/2021) dini hari WIB. Pertandingan di grup neraka ini sangat dinantikan oleh para pencinta sepak bola di berbagai penjuru dunia. Maklum saja, merekalah yang menjuarai dua edisi terakhir Piala Dunia.

Sepanjang sejarah, pertemuan Prancis vs Jerman di Stadion Allianz Arena nanti adalah yang ke-32. Tentu saja, ada banyak fakta menarik yang terhampar dalam 31 pertemuan sebelumnya. Berikut ini, Football5Star.com menyajikan 5 fakta menarik di antaranya.

Hanya Dua Kali Nirgol

Dari 31 edisi terdahulu, hanya 2 kali pertemuan Prancis vs Jerman tak berhias gol alias berakhir dengan skor 0-0. Artinya, kemungkinan terjadinya hasil tanpa gol dalam pertemuan kedua tim hanya sebesar 6,45 persen. Dalam 29 edisi lain, tercipta setidaknya 1 gol. Bahkan, tercipta lebih dari 1 gol dalam 23 pertemuan.

Hasil nirgol pertama terjadi pada 12 November 2005. Ketika itu, Les Bleus dan Die Mannschaft bersua pada laga persahabatan di Stade de France. Adapaun nirgol kedua terjadi pada 6 September 2018 dalam ajang UEFA Nations League A. Laga tersebut digelar di Stadion Allianz Arena.

Griezmann Setajam Fontaine

Antoine Griezmann sudah mencetak 4 gol dalam laga Prancis vs Jerman.
bleacherreport.com

Jika ada sosok yang patut diwaspadai timnas Jerman saat menghadapi timnas Prancis di Stadion Allianz Arena nanti, dialah Antoine Griezmann. Bukan apa-apa, bersama Just Fontaine, penyerang Barcelona tersebut saat ini tercatat sebagai pencetak gol terbanyak dalam pertemuan Prancis vs Jerman. Mereka sama-sama menceak 4 gol.

Griezmann membukukan 4 gol lewat dua kali brace yang dibuat pada semifinal EURO 2016 dan UEFA Nations League A. Sementara itu, Fontaine melesakkan 4 gol di gawang Jerman pada perebutan tempat ketiga Piala Dunia 1958. aga itu berakhir 6-3 bagi Les Bleus.

Prancis 6 Pertemuan Beruntun Tak Terkalahkan

Kemenangan 2-1 pada 2012, timnas Prancis tak kalah dalam 6 laga beruntun melawan timnas Jerman.
fanpop.com

Timnas Prancis terbilang superior atas timnas Jerman. Dari 31 edisi terdahulu pertemuan Prancis vs Jerman, Les Blues membukukan 14 kemenangan dan hanya 9 kali kalah. Mereka juga sempat tak terkalahkan dalam 6 pertemuan beruntun. Dari 28 Februari 1990 hingga 29 Februari 2012, mereka meraup 5 kemenangan dan 1 hasil imbang.

Les Bleus berpeluang menyamai rentetan 6 pertemuan tak terkalahkan itu pada laga di Stadion Allianz Arena nanti. Dalam lima laga beruntun sebelum pertemuan di EURO 2020, mereka meraup 3 kemenangan dan hanya 2 kali imbang melawan Die Mannschaft.

Dominasi Margin 1 Gol

Laga Prancis vs Jerman di Piala Dunia 2014 jadi salah satu yang berakhir dengan skor berselisih 1 gol.
scmp.com

Hasil akhir dengan margin 1 gol mendominasi pertemuan Prancis vs Jerman sejak 1931. Dari 31 pertemuan, 12 di antaranya berakhir dengan kemenangan salah satu tim dengan keunggulan 1 gol. Rinciannya, 6 kali berakhir 1-0 dan 6 kali pula berkesdudahan 2-1.

Lalu, siapa yang lebih sering menang dengan margin 1 gol ini? Ternyata Prancis. Les Bleus tercatat 7 kali menang dengan skor ini, sementara Jerman hanya 5 kali. Kemenangan dengan skor ini pula yang diraih Les Blues pada pertemuan terakhir dengan Die Mannschaft pada 16 Oktober 2018. Mereka kala itu menang 2-1.

Loew Paling Sering Lakoni Prancis vs Jerman

Joachim Loew sudah 8 kali meramaikan laga Prancis vs Jerman.
t-online.de

Di antara deretan pelatih yang terlibat dalam pertemuan Prancis vs Jerman sepanjang masa, Joachim Loew berada di urutan teratas. Dialah pelatih yang paling sering melakoni laga tersebut. Laga di Grup F EURO 2020 nanti adalah kesempatan ke-9 dirinya menghadapi Les Bleus.

Di belakang Loew ada Didier Deschamps. Laga Prancis vs Jerman nanti adalah yang ke-8 bagi pelatih Les Bleus tersebut. Tentu saja, semuanya menghadapi Loew. Andai terus bertahan di kursi pelatih timnas Prancis, Deschamps berpeluang menyamai rekor Loew yang dipastikan mundur selepas EURO 2020 nanti.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Loew Sebut Dua Pemain yang Bakal Jadi Kunci Kesuksesan Jerman di Euro 2020

gamespool
Loew Sebut Dua Pemain yang Bakal Jadi Kunci Kesuksesan Jerman di Euro 2020 56

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih timnas Jerman, Joachim Loew, sebut dua pemain yang akan menjadi kunci kesuksesan Die Mannschaft di Euro 2020. Dua pemain itu adalah Thomas Mueller dan Mats Hummels.

Jerman masuk ke dalam Grup F yang disebut-sebut sebagai grup neraka yang berisikan juara bertahan Euro, Portugal, juara bertahan Piala Dunia, Prancis dan Hungaria. Tapi, Loew optimistis timnya bisa sukses setelah kegagalan di Piala Dunia 2018.

Mats Hummels - Thomas Mueller - Joachim Loew - Jerman - @imiasanmia
@iMiaSanMia

“Saya sepenuhnya fokus pada Euro dan memastikan tim dipersiapkan sebaik mungkin. Saya menikmatinya dan saya bisa merasakan energinya. Saya tidak sabar menunggu turnamen dimulai. Saya sangat optimis. Pada 2018, suasananya berbeda. Ada beban pada tim, yang tidak saya rasakan sekarang,” ucap Joachim Loew seperti dikutip Football5Star.com dari laman resmi DFB.

Loew melanjutkan, “Kami mengenal Prancis dengan baik, dan mereka adalah salah satu tim paling bervariasi di dunia. Kami tahu bagaimana mereka bermain, namun mereka sulit untuk diprediksi. Portugal juga memiliki serangan yang sangat kuat, dan telah bersaing di level teratas secara konsisten sejak 2016. Keduanya adalah lawan yang akan menuntut banyak dari kami. Anda tidak bisa membiarkan diri Anda melakukan kesalahan.”

Loew memutuskan untuk memanggil kembali Thomas Mueller dan Mats Hummels yang sudah tak pernah bermain untuk Jerman sejak 2019. Dia mengatakan bahwa kedua pemain itu akan melakukan peran penting bagi tim.

“Thomas dan Mats memainkan peran penting, dan mereka harus menjadi pemimpin. Kami memiliki pemain sebelumnya seperti Neuer, Kimmich, Kroos, Gündogan atau Goretzka yang mengambil peran aktif. Sekarang, kami memiliki pengalaman tambahan untuk dipanggil, yang akan bagus untuk kami,” kata Joachim Loew.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Joachim Loew Kagumi Sikap Thomas Mueller dan Mats Hummels

gamespool
Joachim Loew Kagumi Sikap Thomas Mueller dan Mats Hummels 60

Football5star.com, Indonesia – Pelatih timnas Jerman, Joachim Loew, dibuat takjub dengan proses integrasi Thomas Mueller dan Mats Hummels. Loew mengatakan Mueller dan Hummels sama sekali tidak canggung dan menjalani proses integrasi dengan lancar.

Mueller dan Hummels merupakan dua nama senior yang dikembalikan Loew ke timnas Jerman untuk Euro 2020. Keduanya plus Manuel Neuer akan menjadi sosok pemimpin Die Mannschaft di ruang ganti.

“Proses integrasi Thomas Mueller dan Mats Hummels berjalan lancar. Mereka seperti tidak pernah meninggalkan timnas Jerman,” ujar Joachim Loew pada sesi jumpa pers, Sabtu (29/5) malam WIB.

Mats Hummels - Thomas Mueller - Joachim Loew - Jerman - @imiasanmia 2
twitter.com/imiasanmia

“Saya merasa Mueller dan Hummels merasa sangat bahagia karena bisa kembali memperkuat timnas Jerman. Keduanya merupakan sosok pemimpin di klubnya masing-masing. Tentu saya berharap mereka juga akan bisa menjadi pemimpin kami,” sambung Loew.

Lebih lanjut, Loew juga memastikan Mueller dan Hummels bakal menjadi komponen penting timnas Jerman di Euro 2020. Akan tetapi, ia ogah memberi garansi starter kepada kedua pemain senior itu.

“Mueller dan Hummels akan memegang peranan yang sangat penting di Euro 2020. Pengalaman serta kemampuan mereka tentu akan bisa meningkatkan performa kami di atas lapangan.”

“Tapi, saya belum memberikan garansi bermain kepada Mueller maupun Hummels. Di setiap turnamen bergengsi, saya hanya akan menentukan komposisi tim yang bisa memberikan manfaat serta keuntungan terbesar,” tandas Loew.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Olaf Thon: Zaman Dulu, Marco Reus Bisa Dihukum Tak Mau Bela Timnas

Banner Gamespol Baru

Football5Star.com, Indonesia – Langkah Marco Reus tak mau membela timnas Jerman di Piala Eropa 2020 mendapat banyak simpati. Padahal, menurut eks pemain Die Mannschaft, Olaf Thon, hal itu tabu pada masa lalu. Menurut dia, menolak tampil untuk timnas bisa berbuah hukuman.

Thon termasuk orang yang menghormati putusan Reus. Dia sangat memahami alasan kapten Borussia Dortmund itu untuk absen pada perhelatan Piala Eropa 2020. Namun, dia mengingatkan, hal tersebut pada zaman dulu sangatlah tabu.

“Dia dan pelatih timnas membuat putusan itu tentu saja karena kondisi saat ini. Dengan begitu banyak pertandingan dan catatan cedera yang panjang, saya dapat memahami dia memilih fit untuk musim baru bersama Dortmund,” urai Olaf Thon soal putusan Reus seperti dikutip Football5Star.com dari Sport1.

Lebih lanjut, Thon mengungkapkan, “Hal seperti ini tak akan pernah terjadi pada era sebelum ini. Pada 1970-an, pemain yang menolak tampil untuk timnas pasti dijatuhi hukuman. Namun, kita sekarang sudah jauh dari itu dan saya juga tak ingin menyudutkan dia.”

Musim ini, Reus adalah pemain yang paling sering tampil bagi Dortmund. Total, dia telah turun dalam 48 pertandingan di semua ajang. Itu satu pertandingan lebih banyak dari Mats Hummels. Namun, Reus hanya 12 kali tampil penuh.

Thon Duga Reus Tak Diandalkan Loew

Meskipun alasan yang diungkapkan bisa dipahami, putusan Marco Reus tetap saja disayangkan banyak pihak. Tak terkecuali pelatih timnas Jerman, Joachim Loew. Pasalnya, di tengah ketiadaan pencetak gol ulung, dia jadi salah satu yang bisa diandalkan. Torehan 10 gol dan 14 assist dalam 48 laga jadi rujukannya.

Akan tetapi, Olaf Thon menduga putusan Reus tak mau memperkuat timnas Jerman juga tak lepas dari pembicaraan dengan Loew. Dia menengarai, dalam pembicaraan itu, Reus mendapatkan simpulan dirinya tak akan termasuk jajaran pemain andalan di Piala Eropa nanti.

Olaf Thon menduga Marco Reus tak masuk jajaran pemain penting dalam daftar Joachim Loew.
bvbbuzz.com

“Mungkin saja pelatih timnas menjelaskan kepada dia bahwa dia tak masuk dalam 11 pemain utama,” ujar Thon yang jadi bagian timnas Jerman saat juara Piala Dunia 1990 di bawah asuhan Franz Beckenbauer.

Marco Reus menjalani debut bersama timnas Jerman pada 7 Oktober 2011 saat menghadapi Turki. Kala itu, dia hanya jadi cameo dengan menggantikan Mario Goetze pada menit terakhir. Satu dekade berlalu, dia baru mengoleksi 44 caps dengan torehan 13 gol. Penampilan terakhirnya adalah saat Die Mannschaft menang 3-0 atas Estonia pada 13 Oktober 2019.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Thomas Mueller: Saya Tak Bisa Tolak Tawaran Joachim Loew

gamespool
Thomas Mueller: Saya Tak Bisa Tolak Tawaran Joachim Loew 67

Football5star.com, Indonesia – Penyerang Bayern Munich, Thomas Mueller, merasa sangat bahagia karena bakal memperkuat timnas Jerman di Euro 2020. Pemain 31 tahun itu mengaku tak bisa menolak tawaran yang diberikan Joachim Loew.

Performa gemilang bersama Bayern dalam dua musim terakhir menjadi faktor utama Mueller kembali mendapat tempat di skuat timnas Jerman. Ia berhasil mencetak 29 gol dan 50 assist dari 95 penampilan di semua kompetisi.

“Saya sangat senang karena bisa kembali menjadi anggota timnas Jerman. Saya sudah melakukan diskusi secara mendalam dengan Joachim Loew sebelum skuat ini diumumkan,” ujar Thomas Mueller.

Thomas Mueller - Joachim Loew - euro 2020 - Jerman - stern. de - bayern
stern.de

“Tantangan memperkuat timnas Jerman di Euro 2020 dan kembali bermain bersama rekan-rekan merupakan sebuah tawaran menarik yang tidak bisa saya tolak,” kata Mueller menambahkan.

Mueller menjadi salah satu dari dua nama senior yang dikembalikan Loew ke skuat timnas Jerman jelang Euro 2020. Satu nama senior lainnya adalah Mats Hummels.

Loew mengungkapkan alasan kembali memanggil Mueller dan Hummels ke skuat timnas Jerman. Pelatih 61 tahun itu mengaku tak bisa mengabaikan performa Mueller dan Hummels di level klub dalam dua musim terakhir.

“Mueller dan Hummels tampil gemilang di klubnya masing-masing, jadi kami memutuskan untuk membawa mereka ke Euro 2020,” ujar Joachim Loew dalam sesi jumpa pers, Rabu (19/5) petang WIB.

“Mereka akan menjadi pemimpin di skuat ini. Selain itu, mereka juga sudah sangat mengetahui cara kami berpikir dan akan menjadi bagian penting,” kata Loew menambahkan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Joachim Loew Sayangkan Keputusan Marco Reus

gamespool
Joachim Loew Sayangkan Keputusan Marco Reus 71

Football5star.com, Indonesia – Pelatih timnas Jerman, Joachim Loew, sedikit gusar karena tak bisa membawa Marco Reus ke skuatnya untuk Euro 2020. Namun, Loew tetap menghargai keputusan Reus.

Reus merupakan salah satu pemain yang masuk rencana Loew untuk Euro 2020. Ia masuk rencana Loew berkat catatan 10 gol dan 14 assist dari 48 penampilan bersama Borussia Dortmund sepanjang musim 2020-21.

Akan tetapi, Reus memutuskan untuk tak memperkuat timnas Jerman di ajang Euro 2020. Pemain berusia 31 tahun itu akan menggunakan musim panas 2021 untuk beristirahat dan mempersiapkan diri agar bisa mengawali musim 2021-22 dengan fit.

Marco Reus - Joachim Loew - Jerman - Euro 2020 - Fichajes
Fichajes

“Sayangnya, Marco Reus merupakan salah satu pemain yang sangat rentan cedera. Berbagai cedera yang ia alami sudah meninggalkan bekas di tubuh Reus,” ujar Joachim Loew pada sesi jumpa pers, Rabu (19/5) petang WIB.

“Reus adalah pemain yang sangat hebat. Tentu saja setiap tim ingin memiliki pemain hebat sepertinya,” kata Loew menambahkan.

Lebih lanjut, Loew mengaku sangat menghargai kejujuran Reus. Pelatih berusia 61 tahun itu mengaku sudah dikabari Reus beberapa hari sebelum mengumumkan skuat yang akan berlaga di Piala Eropa 2020.

“Reus mengatakan dia sedang kelelahan dan butuh waktu istirahat. Menurutnya, ini adalah momen yang tepat untuk mengistirahatkan badannya.”

“Saya ingin berterima kasih kepada Reus karena sudah berkata dengan jujur. Dia adalah pemain hebat dan kami sebenarnya ingin membawa Reus ke Euro 2020,” tandas Loew.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Pelatih Timnas U-21 Jerman Tak Tertarik Gantikan Joachim Loew

gamespool
Pelatih Timnas U-21 Jerman Tak Tertarik Gantikan Joachim Loew 75

Football5star.com, Indonesia – Pelatih timnas U-21 Jerman, Stefan Kuntz, mengaku tak tertarik dengan kemungkinan ditunjuk sebagai suksesor Joachim Loew. Kuntz merasa pos tersebut seharusnya dimiliki oleh pelatih lain.

Seperti yang diketahui, Loew bakal mengundurkan diri dari timnas Jerman selepas Euro 2020. Media-media Jerman melaporkan bahwa Kuntz menjadi salah satu sosok yang dipertimbangkan sebagai suksesor Loew.

“Menggantikan Joachim Loew bukanlah salah satu opsi yang terbuka untuk saya. Menurut saya, posisi tersebut seharusnya dimiliki oleh sosok lain,” ujar Stefan Kuntz dikutip football5star dari Bulinews.

Jerman - Stefan Kuntz - Joachim Loew - sport. de
sport.de

Lebih lanjut, Kuntz juga mendukung wacana DFB yang ingin menunjuk Hansi Flick sebagai suksesor Loew. Pelatih berusia 58 tahun itu yakin Flick merupakan sosok terbaik untuk menggantikan posisi Loew.

“Menunjuk Hansi Flick adalah solusi yang sangat bagus. Flick sangat mengenal budaya dan para petinggi DFB secara personal. Para petinggi DFB juga sangat mengenal Flick,” tutur Kuntz.

Flick memang menjadi kandidat terkuat suksesor Loew di timnas Jerman. Pengunduran diri dari Bayern Munich semakin membuat rumor merapatnya Flick ke skuat Die Mannschaft dalam waktu dekat.

Flick sendiri bukanlah sosok yang asing buat timnas Jerman. Pria berumur 55 tahun itu merupakan bagian dari staf pelatih Die Mannschaft yang berhasil menjadi juara Piala Dunia 2014. Tak cuma menjadi asisten pelatih, Flick juga sempat memegang jabatan sebagai direktur olah raga Die Mannschaft pada periode 2014 hingga 2017.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Thomas Mueller Bakal Perkuat Timnas Jerman di Euro 2020

gamespool
Thomas Mueller Bakal Perkuat Timnas Jerman di Euro 2020 79

Football5star.com, Indonesia – Kegemilangan Thomas Mueller bersama Bayern Munich musim ini akhirnya berhasil meluluhkan hati pelatih timnas Jerman, Joachim Loew. Menurut laporan Bild, Loew bakal memasukkan nama Mueller ke dalam skuatnya yang bakal berlaga di Euro 2020.

Mueller menjadi salah satu dari tiga pemain senior yang dicoret Loew dari skuat timnas Jerman pada Maret 2019 lalu. Dua nama senior lain yang juga dicoret Loew adalah Mats Hummels dan Jerome Boateng.

Pencoretan Mueller, Boateng dan Hummels merupakan buah dari buruknya penampilan timnas Jerman di ajang Piala Dunia 2018. Akan tetapi, performa Die Mannschaft malah gagal meningkat setelah ketiga pemain senior tersebut dicoret.

Thomas Mueller - Joachim Loew - Bayern - Jerman - Euro 2020 - talkSPORT
talkSPORT

Pemain-pemain muda yang dipercaya Loew belum bisa menggantikan peran Mueller, Hummels dan Boateng dengan sempurna. Absennya ketiga nama senior tersebut ditengarai menjadi salah satu faktor utama di balik penurunan prestasi timnas Jerman dalam dua tahun terakhir.

Pencoreta dari timnas Jerman membuat Mueller tampil menggila bersama Bayern. Dalam dua musim terakhir, pemain berusia 31 tahun itu berhasil mencetak 29 gol dan 50 assist dari 95 penampilan di semua kompetisi.

Kegemilangan tersebut menjadi alasan utama Joachim Loew memutuskan untuk membawa Thomas Mueller ke Euro 2021. Selain Mueller, Bild juga menyebut Loew juga bakal kembali memanggil Hummels.

Loew sendiri bakal mengumumkan daftar pemain timnas Jerman untuk ajang Euro 2020 pada Rabu (19/5). Sejumlah nama yang hampir dipastikan masuk skuat Loew antara lain adalah Ilkay Guendogan, Manuel Neuer, Timo Werner serta Joshua Kimmich.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Joachim Loew: Rekor Robert Lewandowski Tak akan Tahan Lama

gamespool
Joachim Loew: Rekor Robert Lewandowski Tak akan Tahan Lama 83

Football5star.com, Indonesia – Pelatih timnas Jerman, Joachim Loew, menjadi salah satu sosok yang kagum dengan ketajaman Robert Lewandowski bersama Bayern Munich di musim 2020-21. Akan tetapi, ia tak yakin rekor 40 gol yang dicetak Lewandowski akan bertahan lama.

Akhir pekan lalu. Lewandowski berhasil menyamai rekor 40 gol dalam satu musim Liga Jerman milik Gerd Mueller. Capaian tersebut membuat Lewandowski dipastikan bakal keluar sebagai top skorer Liga Jerman musim ini.

“Gerd Mueller merupakan sosok yang sangat unik untuk sepak bola Jerman secara keseluruhan. Tapi, setiap rekor pasti akan dipecahkan cepat atau lambat,” ujar Joachim Loew kepada Abendzeitung Muenchen.

Joachim Loew - Robert Lewandowski - Jerman - Bayern - Foot Mercato
Foot Mercato

“Andai Robert Lewandowski berhasil mencetak 41 gol dan memecahkan rekor Mueller, saya tetap yakin akan ada pemain yang bisa melebihi capaian tersebut. Tapi, mendekati 40 gol dalam satu musim Bundesliga merupakan sesuatu yang luar biasa,” sambung Loew.

Lewandowski akan mematahkan rekor tersebut andai mampu mencetak gol pada partai melawan Augsburg akhir pekan nanti. Ia dipastikan bakal tampil habis-habisan agar bisa mematahkan rekor Mueller.

Semenjak datang ke Bayern pada pada 2014 lalu. Lewandowski memang berhasil menjadi salah satu penyerang yang ditakuti di Eropa. Pemain berpaspor Polandia itu berhasil menyumbang 293 gol dan 65 assist dari 328 penampilan di semua kompetisi.

Catatan tersebut membuat Lewandowski menjadi bomber asing tersubur dalam sejarah Bayern. Ia berhasil mematahkan rekor yang sebelumnya dimiliki Arjen Robben dengan koleksi 144 gol.

[better-ads type=’banner’ banner=’156435′ ]

Joachim Loew Pastikan Guendogan Jabat Kapten Timnas Jerman

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Joachim Loew akan mengistirahatkan Manuel Neuer pada kualfikasi Piala Dunia melawan Makedonia Utara, (1/4/2021) dinihari WIB. Artinya Jerman harus memiliki sosok lain sebagai kapten tim.

Pilihan sang pelatih pun jatuh kepada Ilkay Guendogan. Menurutnya, gelandang Manchester City paling layak menyandang ban kapten.

Pasalnya Guendogan merupakan salah satu pemain senior di timnas. Pengalamannya di kancah internasional juga sudah tak perlu dipertanyakan lagi.

ilkay guendogan si
si.com

“Ilkay akan menjadi kapten saat dia bermain nanti. Dia dalam kondisi yang sangat baik. Dia memiliki banyak pengalaman dan telah bersama kami sejak lama,” tegas Joachim Loew seperti dikutip Football5star dari Sport1, Rabu (31/3/2021).

Bersama Manuel Neuer dan Toni Kroos, Ilkay Guendogan adalah pemain yang membawa Der Panzer juara dunia 2014 lalu yang masih tersisa. Maka tak heran jika Loew mempercayakan ban kapten padanya ketika Neuer diistirahatkan.

Lagi pula pemain berdarah Turki sudah kenyang pengalaman bersama timnas Jerman. Sebagai informasi, dia sudah berseragam timnas sejak 2011 silam. Hingga kini eks Borussia Dortmund telah mengoleksi 44 pertandingan.

Selain itu, pemain 30 tahun saat ini sedang dalam top performa bersama Manchester City. Berposisi sebagai gelandang, dia telah mengoleksi 12 gol dalam 23 pertandingan di Premier League. agresivitas ini pula yang ingin dilihat Joachim Loew saat menjamu Makedonia Utara dinihari nanti.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Masuki Umur 35 Tahun, Manuel Neuer Diyakini Tak akan Menurun

gamespool

Football5Star.com, Indonesia – Jelang laga melawan Rumania pada matchday II Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Eropa, Manuel Neuer berulang tahun. Sabtu (27/3/2021), kapten timnas Jerman itu tepat menginjak umur 35 tahun.

Umur 35 tahun tentu saja sudah terbilang uzur bagi pesepak bola. Namun, pelatih Joachim Loew yakin kemampuan Neuer tak akan menurun. Dari pengamatannya, kiper Bayern Munich tersebut akan dapat terus diandalkan timnas Jerman hingga beberapa tahun ke depan.

“Pagi ini, kami semua menghibur dia yang berulang tahun ke-35. Sejauh ini, dia sudah memiliki karier luar biasa. Dia terlihat benar-benar fit pada saat ini. Dia tak mengalami cedera atau semacamnya,” kata Joachim Loew soal Manuel Neuer seperti dikutip Football5Star.com dari laman resmi DFB.

Lebih lanjut, Loew mengungkapkan, “Penjaga gawang dapat bermain lebih lama dibanding para pemain outfield. Jadi, saya pikir dia dapat bermain untuk tim nasional hingga beberapa tahun lagi.”

Secara implisit, Loew mengisyaratkan Neuer akan tetap jadi andalan pada laga-laga terakhir dirinya sebagai pelatih timnas Jerman. Meskipun ada Marc-Andre ter Stegen yang tak kalah mumpuni, Neuer akan tetap jadi andalan bila tetap berada dalam kondisi prima.

Neuer di Ambang Rekor

Manuel Neuer sudah unggul 2 caps dari Sepp Maier yang tampil 95 kali untuk timnas Jerman.
Twitter @iMiaSanMia

Manuel Neuer saat ini sudah tampil dalam 97 pertandingan bersama timnas Jerman. Dia adalah kiper dengan jumlah caps terbanyak, melewati Sepp Maier yang hanya tampil sebanyak 95 kali bagi Die Mannschaft.

Kepercayaan yang didapatkan dari Loew membuka kesempatan bagi Neuer untuk membukukan rekor baru. Itu adalah menjadi kiper pertama yang tampil 100 kali untuk timnas Jerman.

Hingga saat ini, hanya ada 12 pemain yang memiliki 100 caps bersama timnas Jerman. Di tempat teratas ada Lothar Matthaeus yang tampil 150 kali. Adapun yang terbaru mencapai tonggak itu adalah Toni Kroos yang sekarang absen karena cedera.

Dari 12 pemain yang sudah mengemas 100 penampilan bersama timnas Jerman, tak satu pun ada yang berposisi kiper. Sebanyak empat pemain berposisi sebagai bek, empat pemain gelandang, dan empat pemain yang beroperasi di sektor penyerangan. Alhasil, andai mencapai caps ke-100, Manuel Neuer akan menorehkan sejarah baru.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Joachim Loew Tekankan Posisi Toni Kroos di Timnas Jerman Aman

gamespool
Joachim Loew Tekankan Posisi Toni Kroos di Timnas Jerman Aman 93

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih timnas Jerman, Joachim Loew, mengatakan bahwa posisi Toni Kroos di timnya masih aman. Loew mengatakan Jerman masih membutuhkan gelandang Real Madrid itu.

Kroos mengalami cedera sebelum laga melawan Islandia, (26/3/21) dan harus kembali ke Madrid. Namun tanpa Kroos, lini tengah Jerman tampil sangat apik dengan Joshua Kimmich, Leon Goretzka, Ilkay Guendogan dan Kai Havertz. Die Mannschaft menang dengan skor 3-0.

Toni Kroos - Jerman - UEFA - FIFA - Diario AS
Diario AS

Kimmich, Goretzka dan Guendogan juga saat ini bermain sangat baik bersama klub-klubnya masing-masing. Tapi, Loew menjamin bahwa Kross tetap akan dipanggil ke Euro 2020 musim panas nanti terlepas banyaknya persaingan di lini tengah.

“Mengapa dia harus takut akan tempatnya? Dia adalah pemain kelas dunia dan sangat penting bagi tim ini. Kami tahu bahwa kami mungkin kehilangan pemain karena cedera, tapi saya yakin kami akan memiliki semua orang yang tersedia pada Mei karena kami akan membutuhkan lebih dari 11 pemain pilihan pertama untuk Euro,” kata Loew seperti dilansir Football5Star.com dari Marca.

Kroos memulai debutnya di Jerman pada Januari 2010 dan langsung dipanggil ke Piala Dunia 2010. Kroos merupakan satu dari sedikit pemain alumni juara Piala Dunia 2014 yang masih dipanggil Loew sampai saat ini.

Toni Kroos sudah mendapatkan 101 caps dan berhasil mencetak 17 gol untuk Die Mannschaft.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Timnas Jerman Menang 3-0, Joachim Loew Kecewa oleh Hal Ini

gamespool

Football5Star.com, Indonesia – Joachim Loew tetap kritis meskipun timnas Jerman menang 3-0 atas Islandia pada Kualifikasi Piala Dunia 2022, Jumat (26/3/2021) dini hari WIB. Dia terutama menyoroti performa Joshua Kimmich cs. yang menurun pada babak kedua.

Menjamu Islandia di Duisburg, Jerman unggul cepat lewat gol leon Goretzka pada menit ke-2 dan Kai Havertz hanya lima menit kemudian. Adapun gol ketiga dibuat Ilkay Guendogan ketika babak kedua baru berjalan 11 menit.

Kemenangan itu dinilai positif oleh Loew. Namun, dia tak sepenuhnya puas atas performa anak-anak asuhnya. Salah satunya tentu kegagalan menambah gol meskipun menguasai permainan dan punya begitu banyak peluang. Secara khusus, dia menyoroti performa babak kedua.

Timnas Jerman memetik kemenangan 3-0 atas Islandia pada laga pertama Kualifikasi Piala Dunia 2022.
Getty Images

“Saya sudah cukup puas untuk banyak hal. Kami memulai pertandingan dengan sangat hidup dan dinamis. Tim memasuki laga dengan sikap yang benar,” kata Joachim Loew selepas laga Jerman vs Islandia seperti dikutip Football5Star.com dari laman resmi DFB.

Lebih lanjut, Loew mengungkapkan kritiknya. “Pada babak kedua, kami melepaskan terlalu banyak umpan ke belakang dan kehilangan beberap momen untuk meningkatkan kecepatan lagi. Saya masih melihat ada hal yang bisa ditingkatkan dalam permainan kami,” ujar dia.

Loew Lega Jerman Penuhi Target

Terlepas dari hal itu, Joachim Loew senang karena timnas Jerman mampu memenuhi target. Menurut dia, kemenangan adalah hal terpenting karena laga ini adalah yang pertama pada 2021. Sudah begitu, mereka pun perlu menghapus kekalahan memalukan 0-6 pada laga lawan Spanyol, akhir tahun lalu.

“Ini bukanlah performa terbaik kami. Namun, sangat penting bagi kami membuat start positif pada tahun baru. Itulah yang telah kami lakukan pada malam ini,” ujar Loew lagi.

Timnas Jerman dinilai Joachim Loew menurun dan melakukan banyak umpan ke belakang pada babak kedua lawan Islandia.
Getty Images

Soal skor akhir, Loew juga tak terlalu mengeluh. Pasalnya, dia tahu sejak awal Islandia akan tampil bertahan dan anak-anak asuhnya akan kesulitan mendapat ruang bebas untuk melakukan tembakan ke gawang.

“Kami sudah tahu mereka akan bertahan sangat dalam. Kami juga tahu harus memaksa mereka bergerak untuk menciptakan ruang. Saya kira kami melakukan itu dengan sangat baik setidaknya dalam 60 menit,” urai pelatih yang akan mundur selepas Piala Eropa itu.

Setelah memetik kemenangan atas Islandia, timnas Jerman kini mengalihkan fokus pada laga berikutnya. Tim asuhan Joachim Loew dijadwalkan melawat ke markas Rumania pada Senin (29/3/2021) dini hari WIB. Tiga hari kemudian, Die Mannschaft akan menjamu Makedonia Utara.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Jamal Musiala Debutan Termuda Timnas Jerman Sejak Uwe Seeler

gamespool

Football5Star.com, Indonesia – Jamal Musiala tak perlu menunggu lama untuk menjalani debut bersama timnas Jerman. Dia mendapatkan itu pada kesempatan pertamanya menghuni skuat Die Mannschaft. Kepercayaan diberikan pelatih Joachim Loew dalam laga Jerman vs Islandia pada Kualifikasi Piala Dunia 2022, Jumat (26/3/2021) dini hari WIB.

Dalam laga Jerman vs Islandia, Musiala masuk lapangan pada menit ke-79. Dia menggantikan sang pencetak gol kedua pada laga itu, Kai Havertz. Tak banyak hal yang dapat diperbuat selama 11 menit di lapangan. Namun, pemain Bayern Munich itu mengguratkan catatan tersendiri.

Musiala ternyata jadi debutan termuda timnas Jerman dalam 67 tahun terakhir. Saat laga Jerman vs Islandia, eks pemain timnas U-21 Inggris itu baru berumur 18 tahun 27 hari. Dialah yang termuda sejak Uwe Seeler yang menjalani debut pada 1954 dalam usia 17 tahun 11 bulan 11 hari.

Di daftar pemain debutan termuda timnas Jerman, Musiala berada di posisi ke-4. Umurnya persis sama dengan Friedel Holz yang menjalani laga pertama bersama Die Mannschaft pada 1938 saat lawan Luksemburg. Itu satu-satunya laga yang dijalani Holz bersama timnas Jerman.

Bagi Musiala, debut saat Jerman vs Islandia pada laga pertama Kualifikasi Piala Dunia 2022 termasuk sebuah kejutan. Sebelumnya, Loew tak menjanjikan menit bermain bagi dia dan Florian Wirtz.

“Saya tak dapat menjanjikan itu. Kita akan lihat saja nanti. Mereka berdua tahu kekuatan masing-masin dan apa yang harus diperkuat. Pertama-tama, keduanya harus berintegrasi dan mulai merasa nyaman. Mereka sangat muda. Di Jerman, tak banyak contoh pemain yang berada di timnas pada umur 17 dan 18 tahun. Mereka bisa berbangga hati,” kata Joachim Loew sebelum laga seperti dikutip Football5Star.com dari laman resmi DFB.

Musiala Diancam Wirtz

Florian Wirtz bisa menggeser Jamal Musiala sebagai debutan termuda timnas Jerman sejak Uwe Seeler.
fcbinside.de

Toh, catatan apik Jamal Musiala bisa jadi tak bertahan lama. Rekornya sebagai debutan termuda timnas Jerman sejak Uwe Seeler dapat dipatahkan Florian Wirtz. Saat berada di bangku cadangan pada laga Jerman vs Islandia, pemain Bayer Leverkusen itu berumur 17 tahun 10 bulan 22 hari.

Andai diturunkan saat Jerman melawat ke Rumania pada Senin (29/3/2021) dini hari WIB atau kala menjamu Makedonia Utara pada Kamis (1/4/2021) dini hari WIB, Wirtz akan melampaui Musiala. Dia bahkan bisa berada di posisi ketiga pemain termuda dalam sejarah Die Mannschaft.

Debut pada umur 17 tahun 10 bulan 25 hari kala lawan Rumania atau tiga hari lebih tua pada partai versus Makedonia Utara akan membuat Wirtz menggeser Uwe Seeler. Dia hanya lebih tua dari dua sosok. Pertama, Willy Baumgartner yang menjalani debut dalam umur 17 tahun 3 bulan 13 hari pada 1908. Kedua, Marius Hiller yang melakoni laga pertama pada 1910 saat berumur 17 tahun 7 bulan 29 hari.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Manuel Neuer: Joachim Loew akan Dapat Hadiah Perpisahan Terindah

gamespool
Manuel Neuer: Joachim Loew akan Dapat Hadiah Perpisahan Terindah 104

Football5star.com, Indonesia – Kapten timnas Jerman, Manuel Neuer, merasa sangat sedih karena Joachim Loew akan mundur selepas gelaran Euro 2020 musim panas nanti. Ia berjanji bakal memberi kado perpisahan terindah kepada Loew.

Loew sebenarnya masih terikat kontrak hingga musim panas 2022. Akan tetapi, besarnya tekanan dari publik Jerman membuatnya memutuskan mundur selepas gelaran Euro 2020 mendatang.

“Kami semua memiliki ambisi yang sangat tinggi dan tentu saja ingin sekali lagi memberikan penampilan terbaik untuk Joachim Loew. Saya rasa, dia berhak mendapat kado perpisahan terindah,” ujar Manuel Neuer pada sesi jumpa pers, Selasa (23/3) malam WIB.

Manuel Neuer - Joachim Loew - Mundur - Jerman - Tagesspiegel
Tagesspiegel

“Loew adalah pelatih yang sangat ambisius dan selalu punya motivasi besar. Dia tentu ingin kembali membawa kami meraih kesuksesan,” kata Neuer menambahkan.

Sebelum menangani Die Mannschaft di ajang Euro 2020, Loew harus terlebih dahulu memimpin skuatnya pada partai Kualifikasi Piala Dunia 2022. Neuer berjanji akan berusaha keras dan membawa timnas Jerman memetik kemenangan pada tiga partai Kualifikasi Piala Dunia 2022 bulan ini.

“Akhir dari petualangan bersama timnas Jerman merupakan momen yang sangat penting bagi Loew. Kami tentu memiliki firasat yang bagus jelang tiga pertandingan bulan ini dan Euro 2020 nanti.”

“Saya sudah menjadi bagian skuat ini semenjak 2009. Beberapa bulan lagi, saya akan genap berusia 35 tahun. Saya tentu sudah mengalami cukup banyak momen gembira dan menyedihkan bersama Loew,” tandas Neuer.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Jadi Kandidat Pelatih Timnas Jerman, Begini Reaksi Stefan Kuntz

gamespool

Football5Star.com, Indonesia – Kandidat pelatih timnas Jerman sepeninggal Joachim Loew makin mengerucut. Setelah DFB memastikan tak menghubungi pelatih-pelatih yang masih terikat kontrak, nama Stefan Kuntz dan Marcus Sorg mencuat ke permukaan.

Manajer timnas Jerman, Oliver Bierhoff, sudah mengakui Kuntz dan Sorg sebagai solusi internal yang mungkin diambil DFB. Saat ini, Kuntz adalah pelatih timnas U-21 Jerman, sedangkan Sorg adalah asisten Loew sejak Hansi Flick mundur pada 2014.

Di antara kedua nama itu, Kuntz lebih mendapat dukungan dari publik sepak bola Jerman. Sepak terjang di timnas U-21 setelah menggantikan Horst Hrubesch dinilai cukup meyakinkan. Adapun Sorg tak disukai karena dianggap sebagai bagian dari masalah Die Mannschaft yang terpuruk saat ini.

Stefan Kuntz tersanjung jadi kandidat penerus Joachim Loew di timnas Jerman.
sportbuzzer.de

Lalu, bagaimana tanggapan Kuntz? Eks striker 1.FC Kaiserslautern itu dengan tegas mengungkapkan rasa bangganya. Namun, dia tak mau berkomentar atau memikirkan hal itu lebih jauh karena masih punya tanggung jawab di timnas U-21 pada pentas Piala Eropa U-21.

“Tentu saja saya bangga masuk hitungan untuk mengisi salah satu posisi terpenting dalam dunia kepelatihan di Jerman,” urai Stefan Kuntz seperti dikutip Football5Star.com dari Sportbuzzer. “Bohong besar kalau saya bilang tak peduli sama sekali.”

Lebih jauh, pelatih berumur 58 tahun itu mengungkapkan, “Semua hal ada waktunya. Sekarang, prioritas utama saya adalah timnas U-21. Saya ingin menjalani turnamen dengan baik bersama timnas U-21.”

Kuntz Sempat Juara Piala Eropa

Stefan Kuntz mengantar timnas U-21 Jerman juara Piala Eropa U-21 pada 2017.
shropshirestar.com

Kiprah Stefan Kuntz sebagai pelatih memang tidaklah mentereng. Dia bahkan sempat absen setelah menangani RL Ahlen pada 2003 dan baru kembali setelah didapuk sebagai pelatih timnas U-21 Jerman pada 2016.

Akan tetapi, Kuntz punya statistik dan prestasi lumayan bagus. Dalam 45 laga bersamanya, timnas U-21 Jerman meraih rerata poin 2,25. Dia pun mampu membawa timnya juara Piala Eropa U-21 pada 2017 berkat gol tunggal Mitchell Weiser.

Pada 2019, Kuntz juga mampu membawa tim asuhannya melaju ke final Piala Eropa U-21. Namun, mereka kalah 1-2 dari Spanyol meskipun punya Gian Luca Waldschmidt yang gemilang dengan ketajamannya.

Sebagai pemain, Stefan Kuntz juga pernah merasakan podium juara bersama timnas Jerman. Dia adalah bagian dari skuat Die Mannschaft saat juara Piala Eropa 1996. Pada semifinal, dialah pencetak gol penyeimbang 1-1 melawan Inggris dan memaksakan pertandingan berlanjut ke adu penalti.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Misteri Suksesor Joachim Loew Mulai Terungkap

gamespool
Misteri Suksesor Joachim Loew Mulai Terungkap 112

Football5star.com, Indonesia – Direktur Teknik timnas Jerman, Oliver Bierhoff, memberikan isyarat mengenai sosok yang bakal dipilih sebagai suksesor Joachim Loew. Dalam pernyatannya, Bierhoff memberi sinyal bakal menunjuk Marcus Sorg atau Stefan Kuntz.

Sorg merupakan tangan kanan Loew di timnas Jerman saat ini. Sementara, Kuntz merupakan mantan penyerang Die Mannschaft dan kini menjabat sebagai pelatih kepala timnas U-21 Jerman.

Sorg dan Kuntz menjadi dua nama terkuat yang dipertimbangkan Asosiasi Sepak Bola Jerman (DFB) sebagai suksesor Loew. Keduanya merupakan sosok ideal karena sudah tak asing lagi dengan atmosfer Die Mannschaft.

Jerman - Oliver Bierhoff - Marcus Sorg - Stefan Kuntz - dfb. de
dfb.de

“Kami tak sedang bicara dengan pelatih yang sedang terikat kontrak dengan tim lain. Kami memiliki solusi internal yang cukup baik dalam tubuh DFB,” ujar Oliver Bierhoff dikutip football5star dari laman Sport1.

Selain Sorg dan Kuntz, DFB juga turut disebut mengincar beberapa nama lain. Dua nama yang masuk ke dalam bursa calon suksesor Joachim Loew adalah Ralf Rangnick dan Lothar Matthaeus.

Bierhoff tak menutup kemungkinan untuk menunjuk Rangnick atau Matthaeus. Ia mengatakan DFB bakal terus memantau serta melakukan berbagai analisis sebelum resmi menunjuk suksesor Loew.

“Kami akan tetap memperhatikan pelatih-pelatih lain dan melakukan analisis secara hati-hati sebelum menunjuk satu sosok,” tutur Bierhoff.

Timnas Jerman masih akan ditangani Loew pada partai Kualifikasi Piala Dunia pekan ini. Loew baru akan mengundurkan diri selepas ajang Euro 2020 pada musim panas mendatang.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Joachim Loew Tak akan Panggil Pemain-Pemain dari Premier League

gamespool

Football5Star.com, Indonesia – Sebuah putusan pahit harus dibuat Joachim Loew jelang tiga laga timnas Jerman pada akhir bulan nanti. Dia tak dapat menyertakan sejumlah pemain yang berlaga di Liga Inggris ke timnya karena aturan karantina terkait COVID-19.

Loew dijadwalkan mengumumkan skuat timnas Jerman pada Jumat nanti. Dia akan mengumumkan nama-nama pemain untuk laga melawan Islandia, Rumania, dan Makedonia Utara pada Kualifikasi Piala Dunia 2022.

Setelah memastikan Florian Wirtz dan Jamal Musiala akan masuk skuat, Loew lantas mengisyaratkan kemungkinan besar tak membawa para pemain yang berbasis di Inggris. Pasalnya, peraturan di Jerman mengharuskan karantina 14 hari bagi orang yang datang dari Inggris jadi penyebabnya.

Ilkay Guendogan harus dilupakan untuk sementara oleh pelatih timnas Jerman, Joachim Loew.
kxan.com

Saat ini, waktu sudah mepet. Andai dipanggil pun, para pemain yang membela klub-klub Premier League tak akan bisa turun membela timnas Jerman karena masih dalam masa karantina. Perjalanan mereka pun akan sia-sia belaka.

Saat ini, setidaknya ada enam pemain timnas Jerman yang berkiprah di Premier League. Mereka adalah Ilkay Guendogan, Bernd Leno, Antonio Ruediger, Kai Havertz, Timo Werner, dan Robin Koch. Namun, nama terakhir masih berkutat dengan cedera.

Di antara nama-nama itu, sosok yang kini tengah mencorong adalah Guendogan. Secara mengejutkan, dia kini jadi pencetak gol terbanyak di Manchester City. Dia sudah menjaringkan 15 gol pada semua ajang, unggul 2 gol atas Raheem Sterling.

Loew Panggil Mueller dan Hummels?

Thomas Mueller dan mats Hummels berpeluang comeback bila Joachim Loew tak membawa para pemain yang berbasis di Inggris.
skysports.com

Khusus untuk laga melawan Rumania, Guendogan cs. bisa saja terbang langsung ke Bucharest dan bergabung dengan timnas Jerman di sana. Namun, saat diwawancara RTL, Joachim Loew sepertinya menutup kemungkinan tersebut.

Bila akhirnya benar-benar tak memanggil para pemain yang berbasis di Inggris, akan ada slot yang kosong di timnas Jerman. Selain untuk pemain debutan macam Musiala dan Wirtz, slot itu kemungkinan akan jadi milik dua pemain yang sempat dipensiunkan Loew, yaitu Thomas Mueller dan Mats Hummels.

Joachim Loew belakangan sudah kembali membuka pintu timnas Jerman bagi Mueller, Hummels dan Jerome Boateng yang dipensiunkan pada awal 2019. Namun, media-media Jerman menyebut hanya Mueller dan Hummels yang maish punya kans karena performa yang apik di klub masing-masing.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Juergen Klopp Ragu Hansi Flick akan Mau Tangani Timnas Jerman

gamespool

Football5Star.com, Indonesia – Juergen Klopp tak yakin Hansi Flick akan jadi penerus Joachim Loew di timnas Jerman. Manajer Liverpool itu tak melihat ada cukup alasan bagi koleganya itu untuk meninggalkan Bayern Munich dan menerima tawaran DFB.

Sejak Loew mengumumkan akan mundur setelah Piala Eropa 2020 pada musim panas nanti, Flick dan Klopp sangat difavoritkan untuk jadi pelatih timnas Jerman berikutnya. Secara pribadi, Klopp mendukung sang kolega. Namun, dia menilai saat ini bukanlah waktu yang tepat.

“Ya, saya dapat membayangkan dia jadi pelatih timnas Jerman. Namun, sejujurnya, dia sekarang ada pada tahun kedua menangani Bayern. Dia telah melakukan kerja luar biasa di klub hebat. Dia belum terlalu tua. Saya kira dia akan mau melanjutkan kerjanya di Bayern,” urai Juergen Klopp seperti dikutip Football5Star.com dari SportBild.

Hansi Flick diragukan Juergen Klopp akan mau meninggalkan Bayern Munich dan menjadi pelatih timnas Jerman.
sportsbet.io

Meskipun demikian, Klopp tak menutup kemungkinan Flick menangani timnas Jerman. Dia menegaskan, itulah pandangannya sebagai orang luar. Soal faktanya, hanya Flick yang tahu. “Begitulah. Tapi, saya tak tahu bagaimana yang sebenarnya,” kata dia.

Menurut media-media Jerman, ada satu hal yang membuka kemungkinan Hansi Flick meninggalkan Bayern Munich dan jadi penerus Joachim Loew. Itu adalah perang dingin dengan Direktur Olahraga Hasan Salihamidzic. Hubungan keduanya dikabarkan tidak harmonis dan bila tak mendapatkan pemain-pemain yang diinginkannya, Flick sangat mungkin hengkang.

Klopp Tetap Ingin Latih Timnas

Juergen Klopp menolak jadi penerus Joachim Loew karena masih punya tugas penting di Liverpool.
thenationalnews.com

Lalu bagaimana dengan Juergen Klopp yang sudah menolak kemungkinan jadi penerus Joachim Loew di timnas Jerman? Dia menjelaskan, dirinya tetap punya keinginan menangani Die Mannschaft. Namun, saat ini bukanlah waktu yang tepat.

Seperti pandangannya soal Hansi Flick di Bayern Munich, Klopp menyebut proyek di Liverpool masih sangat menarik bagi dirinya. Eks pelatih Borussia Dortmund itu merasa tidak pas untuk meninggalkan klubnya pada musim panas nanti. Apalagi, dia masih terikat kontrak hingga 2024.

“Saya tidak mengatakan bahwa saya tak mau jadi pelatih timnas Jerman. Saya hanya mengatakan saya tak dapat melakukannya. Ada perbedaan besar di sana. Saya punya tugas penting di sini bersama Liverpool,” ujar juergen Klopp kepada Lothar Matthaeus yang mewawancarainya untuk SportBild.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]