Jon Dahl Tomasson Yakin Denmark Melangkah Jauh di EURO 2020

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Jon Dahl Tomasson meyakini timnas Denmark akan melangkah cukup jauh di EURO 2020. Menurut mantan striker AC Milan itu, Denmark saat itu merupakan tim yang brilian yang bermain secara tim.

“Saya pikir ini adalah tim yang brilian, para pemain brilian bermain bersama secara tim. Mereka ingin melakukan sesuatu bersama-sama,” kata Jon Dahl Tomasson seperti dikutip Football5star.com dari Reuters, Sabtu (26/6/2021).

denmark-EURO2020

Jon Dahl Tomasson pun memberi contoh saat kejadian tak terduga yang didapat oleh Christian Eriksen. Menurut Tomasson, hal itu menunjukkan pemain Denmark bermain dan menyatu sebagai sebuah tim.

“Jika Anda melihat cara mereka tampil, cara mereka bertindak sebagai sebuah tim ketika sesuatu yang terjadi pada Christian. Itu luar biasa, itu menunjukkan sikap mereka sebagai sebuah tim,” tambah Jon Dahl Tomasson.

“Mereka juga memiliki sikap yang baik di lapangan. Dan tentu saja mereka mendapatkan hasil yang bagus saat melawan Rusia tempo hari, jadi mereka menantikan untuk laga di Amsterdam melawan Wales,” ungkap Tomasson.

Mantan asisten pelatih Denmark itu juga memberikan pujian khusus kepada kapten Denmark, Simon Kjaer. Menurut Tomasson, Kjaer memiliki kapasitas dan kepribadian kuat sebagai kapten tim.

“Saya mengenal Simon dengan sangat baik, saya juga pernah bermain dengannya. Dia anak yang luar biasa, terlahir sebagai kapten, dia menjaga semua orang dan merawat semua orang yang ada di tim,”

“Dia merupakan pemain dengan karakter yang sangat bagus, yang ingin selalu menang. Orang yang sangat penting untuk skuat Denmark dan dia telah melakukan pekerjaan luar biasa,” tutup Jon Dahl Tomasson.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Jon Dahl Tomasson Bawa Klub Masa Kecil Ibrahimovic Juara

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Masih ingat dengan Jon Dahl Tomasson? Pria yang dulu dikenal sebagai supersub di AC Milan kini sedang meniti karier sebagai pelatih.

Jon Dahl Tomasson kini melatih klub besar Swedia, Malmo. Ia sudah mengemban tugas ini sejak Januari lalu. Kendati begitu, pria asli Denmark bukan baru kali ini menjadi pelatih.

Ia sudah memulai karier manajerialnya sejak 2013 lalu bersama Excelsior di Belanda. Setahun kemudian Tomasson di dapuk sebagai pelatih Roda JC, juga di Belanda.

malmo Malmo FF
@Malmo_FF

Masih minim pengalaman, Tomasson menemui kegagalan bersama Excelsior dan Roda JC. Ia pun pindah ke Vitesse Arnhem untuk menjadi asisten pelatih Peter Bosz.

Bertahan semusim di sana, pria yang kini berusia 47 tahun pulang ke Denmark. Ia dipanggil Age Hareide untuk menemaninya di timnas Denmark. Cukup lama mantan striker menjadi asisten Age Heraide. Yakni selama empat tahun.

Setelah merasa cukup menimba ilmu, Jon Dahl Tomasson kembali jadi sosok nomor satu di tim. Dia menerima pinangan Malmo. Bersama klub masa kecil Zlatan Ibrahimovic itu, dirinya langsung memberi dampak positif.

Belum genap setahun melatih Malmo, ia sudah sukses memberikan gelar. Tomasson mempersembahkan gelar Allsvenskan, atau Liga Swedia setelah menang telak 4-0 atas Ostersunds.

Bagi klub yang pernah diperkuat Ibrahimovic, ini merupakan gelar ke-24 mereka. Sedangkan untuk Jon Dahl Tomasson, ini merupakan trofi pertamanya sebagai pelatih.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Kabar Terbaru Jon Dahl Tomasson, Supersub Maut AC Milan

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Masih ingat Jon Dahl Tomasson? Dia adalah striker Denmark yang sering jadi penyelamat AC Milan di era 2000an.

Setelah menjadi mesin gol bersama Feyenoord di Belanda, Tomasson merapat ke Milan pada musim 2002/2003. Striker yang mencetak 69 gol dalam 151 pertandingan bersama Feyenoord itu gabung San Siro dengan status bebas transfer.

Rossoneri bahagia sekali mendapatkan striker sekelas Tomasson, tanpa harus mengeluarkan uang sepeser pun.

Jon Dahl Tomasson ac milan 1
acmilan.com

Di Milan, karier Tomasson tidak bisa dibilang buruk. Ia memenangi Scudetto, Coppa Italia, Piala Super Italia dan Liga Champions.

Masalahnya, jam terbang mantan striker Newcastle United itu terbatas. Persaingan di tim utama sangat ketat. Rossoneri disesaki striker kelas dunia.

Dia harus bersaing dengan Andriy Shevchenko, Filippo Inzaghi, Rivaldo sampai Hernan Crespo. Selama tiga tahun, Tomasson memang tampil dalam 113 laga. Namun, kebanyakan sebagai pemain pengganti.

Meski demikian, mantan striker Villarreal itu tetap mampu mencetak 35 gol. Nah, gol-golnya ini sangat penting. Tak terhitung berapa kali ia menyelamatkan Milan di akhir laga.

Tomasson adalah contoh bakat besar yang kurang diapresiasi. Dia tidak pernah protes, meski menit bermainnya sedikit. Bersaing dengan nama-nama besar, juga tidak membuatnya gentar.

Selama delapan tahun menangani Milan (2001–2009), Pelatih legendaris Rossoneri, Carlo Ancelotti, mengakui bahwa Tomasson adalah pemain yang paling mengejutkannya.

“Etos kerja Jon mengejutkan saya, kemampuannya untuk memberikan segalanya dalam latihan luar biasa. Dia adalah pemain yang sangat profesional dan terampil. Orang yang tampil paling baik dan menunjukkan kontinuitas paling tinggi, adalah Jon, yang selalu harus berjuang mendapatkan menit bermain melawan striker kelas dunia. Dia tidak pernah memiliki waktu yang mudah di Milan, tetapi dia tidak pernah menyerah dan mencoba mengambil setiap kesempatan yang dia dapatkan.”

Jon Dahl Tomasson ac milan 2
acmilan.com

Kabar Terbaru Tomasson

Tomasson memutuskan pensiun pada 2011 lalu. Setelah gantung sepatu, ia tak jauh-jauh dari sepak bola. Pria yang kini berusia 43 tahun itu menjadi asisten pelatih di klub Belanda, Excelsior.

Dia juga naik jabatan menjadi pelatih utama pada 2013, namun cuma bertahan di jabatannya selama lima bulan. Ia kemudian jadi pelatih Roda JC, namun juga cuma bertahan lima bulan.

Pada 2015, dia menjadi asisten pelatih Vitesse Arnhem dan selang setahun asisten pelatih di Timnas Denmark.

Pada Januari 2020 lalu, Tomasson meninggalkan pekerjaannya di Timnas Denmark. Ia dapat pekerjaan baru di klub Swedia, Malmo.

Jon Dahl Tomasson ac milan
Malmo

“Saya sangat bangga bekerja di salah satu klub terbaik di Skandinavia. Komunikasi pertama sudah menunjukkan bahwa klub dan saya memiliki ambisi yang sama. Kami akan melakukan segala yang kami bisa untuk mencapai ambisi itu,” ucap Tomasson.

Sayangnya, ia langsung gagal membawa Malmo lolos ke babak perempat final Liga Europa setelah kalah agregat 1-5 dari VfL Wolfsburg.

Liga Swedia musim 2020 rencananya baru akan dimulai bulan ini. Namun, kompetisi tersebut ditunda karena pandemi corona. Tomasson pun untuk sementara harus menunda petualangannya bersama Malmo di kompetisi lokal.

Tomasson sendiri kini tinggal di Belanda. Ia memiliki dua putra yakni Luca (lahir 2008) dan Liam (2012), dari hasil hubungannya dengan sang istri Line Kongeskov.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Gattuso Samakan Piatek dengan Tomasson

Football5star.com, Indonesia – Kedatangan Krzysztof Piatek membuat pelatih AC Milan, Gennaro Gattuso semringah. Ia bahkan langsung membandingkan penyerang barunya tersebut dengan mantan rekannya di I Rossoneri, Jon Dahl Tomasson.

Krzysztof Piatek didatangkan AC Milan dari Genoa dengan mahar sebesar 35 juta Euro (setara Rp 565 miliar). Ia juga bakal mendapat gaji 2 juta euro (kira-kira Rp 321 miliar) per musim.

“(Piatek) mengingatkan saya pada Tomasson, ia memiliki karakteristik yang sangat spesifik. Jon tidak pernah mengalah dalam pelatihan dan dia memberi kami pengaruh yang besar bahkan ketika dia tidak bermain,” ungkap Gattuso dikutip Football5star dari Milan TV.

Krzysztof Piatek sendiri telah menjalani debut bersama Il Diavolo Rosso saat menjamu Napoli pada akhir pekan lalu. Piatek masuk di babak kedua menggantikan Patrick Cutrone pada menit ke-71.

Krzysztof Piatek ac milan
AC Milan

Menurut Gattuso, rasa ingin tahu yang dimiliki Piatek sangat besar. Sesaat setelah datang ke Milanello, penyerang berkebangsaan Polandia ini langsung mencari tahu banyak hal soal AC Milan dan lingkungannya.

“Piatek baru saja tiba tetapi aku menyukainya, dia anak yang penasaran dan dia sudah melihat foto-foto di Milanello. Dia suka mengamati, berdiskusi, dan mendalami struktur yang kita miliki di sini. Ini fantastis.”

AC Milan akan kembali bertemu Napoli pada Rabu (30/1) dini hari dalam lanjutan Coppa Italia babak perempat final. Milan lolos ke babak perempat final setelah mengalahkan Sampdoria dengan skor 2-0.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]