Perbedaan Visi, Jordi Mestre Mundur sebagai Wakil Presiden Barcelona

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, IndonesiaJordi Mestre memutuskan mundur dari jabatannya sebagai Wakil Presiden Barcelona. Kabar ini dikonfirmasi pihak klub, Kamis (4/7/2019) melalui laman resmi klub.

Jordi Mestre telah menduduki jabatan Wakil Presiden Barcelona sejak tahun 2014. Mestre pertama kali bergabung ke Blaugrana menduduki Dewan Direksi pada tahun 2010 saat era kepemimpinan Sandro Rosell. Sejak Januari 2014, Mestre diangkat sebagai Wakil Presiden dan berlanjut saat pemilihan pada 18 Juli 2015.

“Jordi Mestre ingin mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya oleh presiden Sandro Rosell dan Josep Maria Bartomeu, dan kesempatan dan kehormatan telah melayani dan membela kepentingan FC Barcelona,” jelas pernyataan resmi Barcelona melalui laman klub.

Jordi Mestre - Barcelona - Sport English
Sport English

Pengunduran Mestre cukup mengejutkan mengingat rencananya ia akan tampil bersama saat pengenalan rekrutan baru Blaugrana, Frenkie de Jong, yang didatangkan Blaugrana dari AFC Ajax dengan dana transfer senilai 70 juta euro pada Jumat mendatang.

Disinyalir Marca dikutip Football5star.com, pengunduran diri Mestre disebabkan oleh ketidakcocokan mengenai visi klub antara dirinya dengan Presiden Klub, Josep Maria Bartomeu.

Jordi Mestre tidak menyetujui rencana klub yang akan memecat Direktur Olahraga Barcelona, Pep Segura. Klub tidak puas dengan kinerja Segura yang dianggap gagal dalam proses pembelian pemain dan berimbas pada prestasi Blaugrana.

Salah satu pembelian pemain Barcelona yang diinisiasi oleh Pep Segura ialah pembelian Philippe Coutinho dari Liverpool pada awal 2018. Coutinho yang dibanderol mahal dianggap tidak sesuai harapan dan diklaim sebagai pembelian gagal.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Wakil Presiden Barcelona Dukung Pertandingan LaLiga di Amerika Serikat

Banner Footbal Live Star-Football5star

Football5star.com, Indonesia – Langkah berbeda diambil oleh Jordi Mestre. Wakil Presiden Barcelona tersebut memilih untuk mendukung rencana LaLiga untuk memainkan beberapa pertandingan di Amerika Serikat.

Semua berawal saat LaLiga menjalin kerja sama dengan promotor dari Amerika Serikat, Relevent Sports. Kerja sama menghasilkan kesepakatan untuk membentuk organisasi baru, ‘LaLiga North America’. Salah satu langkah kerja sama ini adalah dengan mengadakan pertandingan Liga Spanyol di Amerika Serikat.

Menanggapi wacana ini, Mestre justru mendukung wacana dari LaLiga jika kebijakan itu bisa memberikan keuntungan finansial.

“Kami mendukung La Liga jika itu mendatangkan keuntungan bagi klub-klub Spanyol,” ujar Mestre kepada El Mundo Deportivo.

Mestre menambahkan bahwa jika wacana ini bisa membuat semua klub lebih bergairah dalam saat bursa transfer, maka kebijakan ini harus didukung.

“Klub yang berada di posisi terbawah (Premier League) bisa mengeluarkan uang lebih banyak ketimbang klub-klub papan atas La Liga pada bursa transfer,” tambahnya.

Wacana ini ditolak oleh mayoritas pemain yang tergabung dalam Asociación de Futbolistas Españoles (AFE). Mereka merasa tak pernah sekalipun diajak untuk berunding.

David Aganzo, Presiden AFE merasa aneh ketika keputusan yang berkaitan erat dengan para pemain, namun tak sekalipun mereka diajak berunding.

“Ini tak masuk akal. Kita berbicara tentang kesepakatan 15 tahun tanpa konsultasi dengan para pemain. Para pemain tak paham dengan keputusan yang unilateral.”

Jordi Mestre Optimistis Neymar Bertahan di Barcelona

Football5star, Indonesia – Wakil presiden Barcelona, Jordi Mestre, yakin Neymar tidak akan meninggalkan Camp Nou. Menurut dia, anggota trio MSN itu masih akan membela Barcelona dan siap menjadi legenda di klub tersebut. Hal itu ditegaskannya saat ditanya para wartawan pada Rabu (19/7/2017).

Spekulasi mengenai keinginan pemain Brasil itu untuk hengkang dari Barcelona terus menguat. Sang pemain dikabarkan ingin lepas dari bayang-bayang Lionel Messi dan membuatnnya namanya melejit.

Akan tetapi, kabar tersebut dibantah Jordi Mestre. Menurut Mestre, Paris Saint-Germain tidak menginginkan pemainnya tersebut. “Saya yakin 200 persen Neymar akan bertahan di Barcelona. Saya membaca informasi yang beredar, namun hal tersebut tidak benar!” ungkap dia.

Lebih lanjut, Mestre menjelaskan, “Kami memiliki hubungan cukup baik dengan PSG dan klub tersebut secara tidak langsung telah menyangkal kabar yang menyebutkan mereka akan melayangkan tawaran untuk Neymar.”

Kegalauan Neymar untuk bertahan di Barcelona muncul karena adanya anggapan bahwa ia akan terus berada di bawah bayang-bayang Messi.

Kondisi tersebut membuat eks penggawa Santos tersebut kesulitan untuk bersaing memperebutkan gelar Ballon d’Or pada masa mendatang. Jika hengkang ke klub lain, penyerang berumur 25 tahun itu akan menjadi sorotan utama dan bisa memperbesar peluangnya untuk menjadi pemain terbaik dunia.

Sebelumnya, PSG dikabarkan berniat menebus harga klausul penjualan Neymar yang mencapai 222 juta euro (Rp 3,41 triliun). Bila benar terjadi, itu akan memecahkan rekor transfer dunia yang saat ini dipegang Paul Pogba.

Berita Terkini: Aktivitas Jual-Beli Barcelona Belum Tuntas

Aktivitas transfer Barcelona di musim panas ini dipastikan belum tuntas. Kubu Los Cules masih akan mendatangkan serta melepas beberapa pemain demi keseimbangan tim musim depan.

Barca musim lalu gagal mempertahankan treble winners mereka setelah gagal di Liga Champions. Langkah mereka cuma sampai perempatfinal karena disingkirkan Atletico Madrid.

Sementara di kompetisi domestik, Barca berhasil mempertahankan gelar La Liga dan Copa del Rey. Namun pencapaian oke di level domestik rupanya belum bikin puas klub Catalan itu.

Pasalnya mereka ingin lagi berjaya di Eropa setelah Liga Champions jadi milik rival abadinya Real Madrid musim lalu. Maka dari itu upaya untuk merebut kembali titel Eropa dimulai dari memperkuat skuat musim depan.

Sejauh ini Barca terbilang cukup aktif dengan mendatangkan tiga pemain secara berurutan yakni Denis Suarez yang dibeli lagi dari Villarreal, lalu dua pemain bertahan asal Prancis, Lucas Digne (Paris St-Germain) dan Samuel Umtiti (Lyon).

Meski demikian, Barca juga kehilangan dua pemain bertahannya yakni Dani Alves ke Juventus dan Marc Bartra ke Borussia Dortmund. Maka dari itu Barca pun berniat untuk melakukan aktivitas transfer lagi sebelum ditutup 31 Agustus nanti demi memperkuat tim.

“(Mengenai aktivitas transfer secara rinci) Anda harus bicara kepada (sekretaris teknik) Robert (Fernandez) dan (direktur olahraga) Albert Soler, dan tergantung pada sisa uangnya tapi saya optimistis,” ujar Wakil Presiden Barca Jordi Mestre kepada Mundo Deportivo yang dilansir Soccerway.

“Sampai 31 Agustus ada waktu untuk melakukan aktivitas, baik mendatangkan maupun melepas. Sekarang masih dini. Denis, Umtiti, dan Digne sudah memperlihatkan bahwa pekerjaan terus dilakukan sepanjang tahun dan akhirnya terwujud. Ada yang tidak berlangsung cepat. Pekerjaan terus berlangsung sepanjang musim,” sambungnya.

Wakil Presiden Barcelona Berharap Neymar Tak Tampil Di Copa America

Barcelona memang mengizinkan Neymar untuk tampil memperkuat timnas Brasil usai musim 2015-16 berakhir. Akan tetapi, ada dua ajang bergengsi yang akan diikuti Brasil pada masa off-season nanti, yakni Olimpiade dan Piala Amerika 2016.

Neymar sendiri sudah menyampaikan ketertarikannya untuk tampil bersama Selecao di dua turnamen tersebut. Namun, pihak Barcelona tampaknya masih berat meski harus mengizinkan penyerang andalannya itu tampil.

Wakil Presiden Barcelona, Jordi Mestre, menilai tampilnya Neymar di timnas Brasil akan menjadi kerugian bagi dirinya sendiri dan klub.

“Ini memang keputusannya, tapi kami inginnya agar ia hanya main di Olimpiade. Seseorang harus meyakinkan Neymar agar ia hanya ikut hanya satu dari dua ajang itu. Ini memang bukan kepentingan kami dan dirinya,” ujar Mestre kepada Mundo Deportivo.

Piala Amerika sendiri bakal berlangsung pada 4-27 Juni mendatang. Sedangkan Olimpiade di cabang olahraga sepak bola dijadwalkan bergulir pada 3-20 Agustus.

Sementarara kompetisi Divisi Primera La Liga 2016-17 sudah akan dimulai pada 27 Agustus mendatang. Tak ayal, mepetnya jadwal tersebut membuat sang wakil presiden khawatir bahwa Neymar tak akan mampu menjaga kebugarannya.

Pada lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Amerika Selatan, Jumat (25/3) lalu, Neymar juga dimainkan ketika menjamu Uruguay di Stadion Ataipava Arena.

Laga itu berakhir imbang 2-2 dan Neymar yang dimainkan sebagai striker tak mencetak satu gol. Sedangkan rekannya di Barcelona, Luis Suarez, mencetak satu dari dua gol Uruguay ke gawang Brasil.

Barca: Pemain Kami Takkan Buat Pernyataan Seperti Ronaldo

Cristiano Ronaldo sempat dikabarkan mengeluarkan pernyataan kontroversial usai Real Madrid menuai kekalahan di laga derby ibukota Spanyol itu. Pihak Barcelona melalui Wakil Presiden, Jordi Mestre, ternyata bereaksi dengan hal tersebut.

Madrid kalah 0-1 saat menjamu Atletico Madrid di lanjutan Liga Spanyol. Gol dari Antoine Griezmann menjadi penentu kemenangan Los Colchoneros.

Ronaldo lantas disebut membuat pernyataan bahwa rekan-rekannya di tim Madrid tak ada yang selevel dengannya. Tapi, belakang CR7 membantah maksud dari perkataan Ronaldo. Meski begitu, Mestre tetap mengkritik Ronaldo.

“Pemain tim kami tak pernah mengatakan apa yang dikatakan Cristiano. Klub melakukan banyak pengamatan sebelum melakukan perekrutan pemain. Sejujurnya, saya tak bisa membayangkan salah satu pemain kami mengatakan apa yang dikatakan oleh Cristiano,” kata Mestre di Marca.

Selain soal pernyataan Ronaldo, Mestre juga bereaksi terhadap kekalahan Madrid di laga derby melawan Atletico, Mestre mengaku sebenarnya dirinya mengharapkan hasil imbang.

“Saya menginginkan hasil imbang di laga derby, yang menjadi hal yang paling cocok untuk kami. Tapi untuk saya khususnya, saya selalu suka saat Real Madrid menelan kekalahan,” ujar Mestre.

Barca kini nyaman di puncak klasemen Divisi Primera usai menang atas Sevilla. Azulgrana kini terus berada di posisi pertama klasemen dengan raihan 66 poin, berjarak delapan poin dari Atletico di posisi kedua. Meski begitu, Mestre menolak menilai bahwa persaingan Liga Spanyol sudah selesai.

“Ini cuma tiga poin tambahan. Liga Spanyol tak dimenangi di bulan Februari. Itu bukan suatu hal yang klise, itu benar karena kami bisa terpeleset dan saya yakin Real Madrid akan bangkit,” ujar Mestre.

Barca Belum Coret Madrid dari Perburuan Gelar Juara Liga

Kemenangan atas Sevilla membuat Barcelona dimudahkan jalannya menuju titel juara Divisi Primera. Namun, Los Cules enggan jemawa dan merasa rival lainnya termasuk Real Madrid masih berpeluang menjadi juara.

Menjamu Sevilla di Camp Nou, Senin (29/2) dini hari WIB tadi, Barca menang dengan skor tipis 2-1. Kemenangan ini mengokohkan posisi klub asuhan Luis Enrique itu di posisi teratas dengan 66 poin dari 26 laga.

Meski liga baru menyisakan 12 pekan, Barca boleh dibilang sulit digeser dari posisi teratas mengingat performa mereka terhitung stabil sejauh ini. Bahkan, Barca usai kemenangan itu menorehkan catatan 34 laga tak terkalahkan.

Maka wajar jika publik menganggap titel Divisi Primera sudah jadi milik Barca. Para pesaingnya seperti Atletico Madrid dan Real Madrid, diyakibi tak mampu lagi mengejar.

Namun, kubu Barca tak mau gegabah dan menganggap liga sudah habis. Pasalnya di sisa musim apa pun bisa terjadi termasuk kemungkinan Barca terpeleset yang bakal membuka peluang Atletico atau Madrid menyalipnya.

“Saya ingin Derby Madrid berakhir seri, di mana itu akan memuaskan kami, tapi diri saya pribadi selalu suka melihat Real Madrid kalah,” ujar Mestre seperti dikutip Sky Sports.

“La Liga tidak dimenangi di akhir Februari. Ini benar dan bukan pernyataan klise,” sambungnya.

“Kami bisa terpeleset dan saya yakin Real Madrid akan bangkit. Tidak ada makan siang gratis di sini. Ini hanya soal tiga poin tambahan.”

Barca masih akan bertemu Madrid di laga El Clasico jilid kedua pada bulan April mendatang.