Jadi Kapten Italia, Jorginho Catatkan Sejarah

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Jorginho diplot menjadi kapten saat laga Italia melawan Lithuania di lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2022, (9/9/21). Hal itu membuat pemain Chelsea itu mencatatkan sejarah.

Pelatih Roberto Mancini merombak total skuatnya dengan memainkan banyak pemain pelapis di laga itu dan tetap berhasil menang dengan skor telak 5-0. Kapten Giorgio Chiellini dan wakil kapten Leonardo Bonucci tidak dimainkan di laga itu.

Jadi Kapten Italia, Jorginho Catatkan Sejarah (figc.it)
figc.it

Ban kapten akhirnya dipakai oleh pemain yang memiliki caps terbanyak yang berada di lapangan, yaitu Jorginho. Hal itu membuat mantan pemain Napoli itu menjadi kapten non-native atau non-pribumi pertama Italia sejak pemain kelahiran Argentina, Miguel Montuori pada 1960, dan juga menjadi kapten non-native kedua sepanjang sejarah Italia.

Seperti yang diketahui, Jorginho merupakan pemain kelahiran Brasil. Tapi dia bisa memperkuat Italia karena memiliki keturunan Italia dari kakek buyutnya yang berasal dari wilayah Veneto.

Jorginho: Saya Senang Bisa Jadi Kapten

Roberto Mancini Giacomo Raspadori Punya Kualitas, Tapi... - Jorginho (@azzurri_en)
@azzurri_en

Jorginho mengungkapkan bahwa dirinya bahagia bisa dipercaya menjadi kapten. Pemain Terbaik Eropa 2021 itu mengingatkan timnya untuk tetap tenang menjalani Kualifikasi Piala Dunia 2022 dengan masih ada dua laga tersisa.

“Saya senang menjadi kapten hari ini, tetapi kami memiliki banyak kapten di tim ini,” ucapnya seperti dikutip Football5Star.com dari RAI Sport.

“Kami harus tetap tenang, seperti yang saya katakan, kami harus bermain dan memenangkan setiap pertandingan. Jika kami tidak memiliki sikap yang sama seperti yang kami lakukan malam ini, maka kami tidak akan menang.

“Sayangnya, bola tidak masuk di pertandingan lain, tetapi kami harus terus bermain dan menciptakan peluang. Ketika Anda berpuas diri, Anda tidak tumbuh, dan kami ingin terus tumbuh.”

Jorginho Masih Marah Penaltinya Digagalkan Yann Sommer

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Jorginho jadi salah satu penyebab Italia gagal mengalahkan Swiss dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2022. Penalti yang dia eksekusi gagal membuahkan gol.

Laga Italia melawan Swiss berkesudahan imbang tanpa gol. Gli Azzurri bisa saja menang andai penalti gelandang Chelsea membuahkan hasil.

jorginho
usmail24

Tak pelak, kegagalan itu membuat Jorginho kecewa berat. Sampai saat ini dia masih marah dan sakit hati atas kegagalan tersebut.

“Saya sangat marah terkait kesalahan dalam mengambil penalti. Itu sangat menyakitkan karena penalty tersebut menjadi momen kunci dalam pertandingan hari itu,” kata sang gelandang seperti dikutip Football5star dari Rai Sport, Selasa (7/9/2021).

jorginho


Swiss vs Italia
twitter.com/Azzurri_En

“Saya mengambil tanggung jawab itu. Tim kami berhak untuk memenangkan pertandingan dan penalty adalah peluang kami untuk memecah kebuntuan. Sayangnya saya melakukan kesalahan dan itu menyakitkan,” ia menambahkan.

Jorginho Ingin Belajar dari Kesalahan

Dalam melepas tendangan penalti, pemain kelahiran Brasil punya teknik yang cukup unik. Ia selalu mengehntikan gerakannya sepersekian detik sebelum menendang.

Cara ini membuat kiper sulit menebak arah bola. Tapi dampak dari cara menendang seperti itu adalah melemahnya kekuatan tendangan.

jorginho
theguardian

Hal inilah yang terjadi saat Jorginho berhadapan dengan Yann Sommer. Kiper Swiss itu mampu menangkap bola yang tidak terlalu kencang.

Sang gelandang mengakui Sommer telah mempelajari gerakannya. Dia pun ingin memastikan bahwa hal serupa tidak akan terjadi lagi pada kesempatan berikutnya.

“Kiper telah mempelajari tendangan saya, jadi saya juga akan melakukan hal yang sama seperti mereka. Saya sudah berpikir tentang peluang selanjutnya,” tutup Jorginho.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Jorginho Kembali Gagal Penalti, Ini Pembelaan Donnarumma

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Kiper timnas Italia, Gianluigi Donnarumma, membela rekan timnya, Jorginho, yang kembali gagal mengeksekusi penalti untuk Azzurri. Donnarumma mengatakan bahwa Jorginho tetap merupakan penendang penalti hebat.

Italia hanya bsia bermain imbang melawan Swiss 0-0 di laga Kualifikasi Piala Dunia 2022, (6/9/21). Sorotan tajam datang kepada Jorginho yang kembali gagal mengeksekusi penalti setelah sebelumnya gagal di adu penalti final Euro 2020 melawan Inggris.

Jorginho Kembali Gagal Penalti, Ini Pembelaan Gianluigi Donnarumma (Pledge Times)
Pledge Times

Tendangan Jorginho dengan mudah ditangkap oleh Yann Sommer. Banyak orang mulai mempertanyakan teknik penalti hop, skip and jump yang dinilai sudah usang. Tapi Donnarumma membela tendangan pemain Chelsea itu.

“Saya berlatih dengannya dan kami saling menantang, dan dia selalu mencetak gol. Sayangnya, dia tidak berhasil malam ini, tetapi kita semua tahu dia adalah penendang penalti yang luar biasa. Sayangnya, dia kebetulan gagal,” ucap Donnarumma seperti dikutip Football5Star.com dari RSI.

Gianluigi Donnarumma: Italia Pasti akan Bangkit

Jorginho Kembali Gagal Penalti, Ini Pembelaan Gianluigi Donnarumma (Football Italia)
Football Italia

Gli Azzurri hanya bisa meraih dua poin di dua laga terakhir. Pasukan Roberto Mancini sebenarnya tampil mendominasi di dua laga itu, namun penyelesaian akhir menjadi masalah utama.

Hasil ini membuat mereka harus menang di tiga laga sisa Kualifikasi Piala Dunia 2022 jika ingin benar-benar memastikan lolos secara otomatis ke Qatar.

“Kami akan kembali dengan cara yang hebat, kami adalah grup yang hebat dan ini akan membawa kami sangat jauh,” kata Donnarumma.

“Dalam pertandingan-pertandingan ini Anda harus berkonsentrasi hingga akhir. Itu normal. Ketika bola tidak mau masuk, Anda harus berkonsentrasi sampai selesai. Kami memiliki permainan yang hebat di semua lini dan saya yakin bahwa di pertandingan berikutnya kami akan menebusnya.”

Cerita Jorginho Ditolong Italia dan Nyaris Hancur di Verona

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Jorginho kini menjelma jadi salah satu gelandang terbaik dunia. Untuk meraih ini semua banyak perjuangan yang harus dilalui bintang Italia.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa Jorginho bukan asli Italia. Ia lahir dan besar di Brasil. Kedua orang tuanya juga dari Brasil.

Jorginho Lebih Layak Dapat Ballon d'Or Dibanding Messi

Sang gelandang memiliki darah Italia dari sang kakek. Fakta inilah yang membuatnya bisa berseragam Gli Azzurri saat tidak dilirik sama sekali oleh timnas Brasil.

“Bermain untuk Italia sangat istimewa bagi saya. Memilih Italia itu mudah. Brasil tidak pernah memberi saya kesempatan untuk mewujudkan impian. Italia memilih saya untuk bermain dengan mereka meskipun saya lahir di negara lain,” tegas sang gelandang kepada The Players Tribune, Jumat (3/9/2021).

Jorginho Saya Sengaja Gagal Tendang Penalti
The Sun

“Kakek buyut saya orang Italia dan itu memungkinkan saya bermain untuk negara ini. Saya merasa sangat Italia. Saya menghabiskan separuh hidup saya di sini. Saya tidak akan pernah melupakan itu. Ketika saya butuh bantuan, Italia datang. Jadi bagaimana bisa saya berpaling ketika mereka membutuhkan saya?,”
 imbuhnya.

Jorginho dan Perjuangan yang Berakhir Manis

Jorginho memulai karier sepak bola di Brasil. Tapi baginya masa-masa di kampung halaman cukuplah kelam. Ia kemudian memberanikan diri terbang menyeberang benua untuk mengadu nasib di negara leluhurnya.

Ia mencoba peruntungan bersama Verona saat masih berusia 15 tahun. Pada usia yang masih sangat muda itu dia hanya bermodalkan uang 20 euro untuk bertahan selama seminggu.

Kondisi eks Napoli sempat berada di ujung tanduk. Dia berselisih dengan agennya dan itu membuatnya ingin menyerah dan pulang ke Brasil.

jorginho
Bleacher Report

“Awal kedatangan saya di Verona sesuatu yang sepi, sungguh. Saya menghabiskan satu setengah tahun hidup seperti itu, hanya untuk sepak bola. Saat berusia 17 tahun dan mulai berlatih dengan para professional di Verona saya dan agen berselisih,” ungkapnya.

“Saya tidak ingin mengatakan terlalu banyak tentang itu. Tapi itu sangat buruk. Masalah itu benar-benar membuat saya hancur berkeping-keping,” sambungnya.

“Saya telah menderita selama dua tahun di kamp sepak bola yang kotor di Brasil. Saya telah menghabiskan 18 bulan hidup dengan 20 euro seminggu di Italia. Saya menelepon ibu saya dan menangis ‘Bu, aku sudah selesai. Aku merindukanmu. Aku mau pulang’. Di kepala saya saat itu saya sudah kembali ke Imbituba,” tutup Jorginho.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Tiga Gelandang Masuk Nominasi UEFA Men’s Player of the Year

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – UEFA resmi merilis daftar nominasi UEFA Men’s Player of the Year musim 2020-21. Untuk pertama kalinya dalam 11 tahun penghargaan ini dibuat, tiga pemain yang masuk nominasi semuanya berposisi sebagai gelandang.

Tiga pemain itu adalah Kevin De Bruyne dari Manchester City, N’Golo Kante dan Jorginho dari Chelsea. Ketiga pemain ini bermain di laga final Liga Champions musim lalu dengan Chelsea keluar sebagai pemenang.

Tiga Gelandang Masuk Nominasi UEFA Men's Player of the Year - Jorginho N'Golo Kante
Sportskeeda

Jorginho diprediksi menjadi favorit untuk mendapatkan penghargaan ini karena dia berhasil menjadi juara Liga Champions bersama Chelsea dan juara Euro 2020 bersama Italia.

Bukan hanya penghargaan Men’s Player of the Year, UEFA juga resmi merilis nominasi Men’s Coach of the Year. Tiga pelatih yang masuk ke nominasi adalah pelatih Manchester City, Pep Guardiola, pelatih Chelsea, Thomas Tuchel, dan pelatih timnas Italia, Roberto Mancini.

Pemenang kedua penghargaan itu akan diumumkan pada Kamis, 26 Agustus 2021 di Istanbul Turki, berbarengan dengan pengumuman penghargaan UEFA Women’s Player of the Year, UEFA Champions League positional award dan drawing babak grup Liga Champions 2021-22.

10 Besar UEFA Men’s Player of the Year

cristiano ronaldo lionel messi - Reuters
Reuters

Selain nominasi 3 besar, UEFA juga merllis daftar peringkat 4-10 Men’s Player of the Year. Lionel Messi berada di posisi ke-4, sedangkan Cristiano Ronaldo berada di posisi ke-9. Pemenang penghargaan ini tahun lalu, Robert Lewandowski berada di posisi ke-5. Berikut daftar lengkapnya:

4 Lionel Messi (Barcelona, sekarang di PSG dan Argentina) – 148 points
5 Robert Lewandowski (Bayern Munich dan Polandia) – 140 points
6 Gianluigi Donnarumma (AC Milan, sekarang di PSG dan Italia) – 49 points
7 Kylian Mbappe (PSG dan Prancis) – 31 points
8 Raheem Sterling (Manchester City dan Inggris) – 18 points
9 Cristiano Ronaldo (Juventus dan Portugal) – 16 points
10 Erling Haaland (Dortmund dan Norwegia) – 15 points

Jorginho Sebut Messi Lebih Pantas Menang Ballon d’Or

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Pemain Chelsea, Jorginho, mengungkapkan bahwa Lionel Messi lebih pantas memenangkan Ballon d’Or daripada dirinya. Dia mengungkapkan hal itu kepada legenda Italia, Antonio Cassano,

Jorginho digadang-gadang bakal menjadi kandidat kuat untuk meraih Ballon d’Or tahun ini setelah membawa Chelsea juara Liga Champions dan membawa Italia juara Euro.

Namun, Cassano mengklaim bahwa pemain kelahiran Brasil itu berkata kepada dirinya bahwa Messi lebih pantas mendapatkan penghargaan itu.

Jorginho Panggil Legenda Chelsea dengan Sebutan Kurcaci

“Ingat ketika saya mengatakan ke jurnalis mana pun yang memilih Jorginho sebagai Ballon d’Or harusnya lisensinya dicabut?” ucap Cassano kepada Christian Vieri seperti dikutip Football5Star.com dari Bobo TV Twitch.

“Saya berada di Formentera bersama keluarga saya dan saat saya melihat ke bawah, saya merasa ada yang memanggil. ‘Antonio, kamu hebat!’ kata suara itu. Saya berbalik untuk bertanya siapa dia, dia melepas kacamata dan maskernya, dan itu adalah Jorginho!

“Saya mengatakan kepadanya, Jorgi, dapatkah Anda memercayai skandal itu jika mereka harus memberi Anda Ballon d’Or dan bukan kepada Messi? Dia menjawab bahwa dia sangat setuju dengan saya, Messi harus selalu memenangkannya. Sekarang saya lebih mengagumi Jorginho. Kami berbicara selama 90 menit, dia adalah pria yang luar biasa, sangat cerdas, rendah hati dan sopan.”

Jorginho: Jika Pemenang Ballon d’Or Berdasarkan Gelar, Saya Menang

Roberto Carlos Timnas Brasil Kehilangan Pemain Seperti Jorginho
@PremierLeague

Mantan pemain Napoli itu sebenarnya pernah mengomentari peluangnya untuk memenangkan Ballon d’Or tahun ini pada pertengahan Juli lalu. Menurutnya, jika kriteria pemenang berdasarkan gelar, dia kemungkinan punya peluang besar untuk menang.

“Jika Anda memilih berdasarkan gelar, yah, tidak ada yang menang lebih dari saya musim ini. Bagaimana saya akan membandingkan diri saya dengan (Lionel) Messi, Cristiano Ronaldo atau Neymar? Mereka memiliki karakteristik yang sangat berbeda, tetapi sekali lagi, itu tergantung pada kriteria,” katanya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Jorginho Panggil Legenda Chelsea dengan Sebutan Kurcaci

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Jorginho kembali menorehkan prestasi di tahun ini. Setelah mengantarkan Timnas Italia meraih gelar EURO 2020, Jorginho kembali mempersembahkan gelar Piala Super Eropa untuk Chelsea.

Chelsea meraih titel Piala Super Eropa setelah mengalahkan Villarreal di di Windsor Park, Belfast, Kamis (12/8/2021). The Blues menang adu penalti setelah di waktu normal bermain imbang 1-1.

Jorginho Panggil Legenda Chelsea dengan Sebutan Kurcaci
Sky Sports

Jorginho sendiri dimainkan oleh pelatih Chelsea, Thomas Tuchel pada babak kedua. Ia masuk pada menit ke-65 menggantikan N’Golo Kante. Gelar Piala Super Eropa membuat pemain 29 tahun ini semakin dekat dengan gelar Ballon d’Or tahun ini.

Salah satu legenda Chelsea, Gianfranco Zola beberapa waktu lalu sempat menyebut bahwa eks pemain Napoli itu sangat layak untuk bisa mendapat gelar Ballon d’Or 2021.

Jorginho - Chelsea - Andreas Christensen - SB Nation

“Jika mereka akan memberikan hadiah kepada Jorginho, itu akan sangat pantas. Ini memberikan keseimbangan dan kecepatan,” kata Zola pada Juli 2021.

Jorginho Panggil Zola Kurcaci

Mendapat dukungan dari legenda Chelsea untuk mendapat Ballon d’Or, pemain bernama lengkap Jorge Luiz Frello Filho tersebut mengaku sangat senang. Menariknya, ia malah menyebut Zola dengan sebutan kurcaci, karena postur tubuhnya yang pendek.

Zola: Jorginho Lebih Layak Dapat Ballon d'Or Dibanding Messi

“Gianfranco adalah pria hebat, kami memiliki begitu banyak pengalaman indah bersama Chelsea. Kami selalu bermain bersama dalam latihan dan Anda masih bisa melihat kualitas yang dia miliki,” ucapnya.

“Kami selalu tertawa dan saya memanggilnya Nano alias Kurcaci karena dia sangat pendek. Aku mencintaimu, Gianfranco,”

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Jorginho: Lukaku Bisa Buat Banyak Kontribusi untuk Chelsea

gamespool
Jorginho: Lukaku Bisa Buat Banyak Kontribusi untuk Chelsea 35

Football5Star.com, Indonesia – Pemain Chelsea, Jorginho, sudah tak sabar menanti kedatangan Romelu Lukaku dari Inter. Jorginho menyebut Lukaku sebagai pemain yang bisa membuat banyak kontribusi.

Negosiasi antara Chelsea dengan Inter untuk Romelu Lukaku sudah memasuki tahap akhir. Laporan dari pakar transfer, Fabrizio Romano, menyebut bahwa kedua klub sudah sepakat dengan Chelsea membayar 115 juta euro untuk pemain timnas Belgia itu.

Jorginho - Chelsea - Andreas Christensen - SB Nation
SB Nation

The Blues akan memberi Lukaku kontrak jangka panjang dan gaji 12 juta euro per musim belum termasuk bonus. Gelandang Chelsea, Jorginho, yakin Lukaku bisa menjadi pemain penting untuk The Blues.

“Pemain seperti Lukaku, yang telah menjalani musim yang hebat, adalah seorang juara di Italia, pastinya adalah pemain yang akan berkontribusi banyak. Siapa pun yang datang untuk berkontribusi akan sangat berharga. Mari kita lihat apa yang terjadi selanjutnya,” ucap Jorginho seperti dikutip Football5Star.com dari TNT Sports.

Alasan mengapa Chelsea merekrut Lukaku musim panas ini adalah mereka kekurangan mesin gol musim lalu. Faktanya, Jorginho yang merupakan gelandang bertahan justu menjadi topskorer untuk Chelsea di Premier League dengan 7 gol, semuanya dari penalti.

Sedangkan penyerang utama Chelsea, Timo Werner, yang baru direkrut musim panas lalu hanya mencetak 6 gol di Premier League. Lukaku sendiri berhasil mencetak 47 gol dalam dua musim di Serie A dan membawa Nerazzurri meraih Scudetto musim lalu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Roberto Carlos: Timnas Brasil Kehilangan Pemain Seperti Jorginho

gamespool
Roberto Carlos: Timnas Brasil Kehilangan Pemain Seperti Jorginho 39

Football5Star.com, Indonesia – Legenda Brasil, Roberto Carlos, memuji penampilan pemain timnas Italia, Jorginho, di Euro 2020. Carlos menyebut bahwa timnas Brasil kehilangan pemain seperti Jorginho, yang mana dia juga sebenarnya lahir di Brasil.

Jorginho digadang-gadang menjadi kandidat kuat untuk bisa meraih Ballon d’Or tahun ini. Dia berhasil menjadi juara Euro 2020 bersama Italia dan Liga Champions bersama Chelsea. Carlos memuji permainan pemain kelahiran Imbituba, Brasil itu.

“Setiap tim top akan merindukan Jorginho, termasuk Brasil. Dia memiliki teknik, visi, dan ketenangan sedingin es. Dia selalu tahu hal terbaik untuk dilakukan,” ucap Carlos seperti dikutip Football5Star.com dari La Repubblica.

Roberto Carlos Timnas Brasil Kehilangan Pemain Seperti Jorginho
VBet

Dia dilanjutkan, “Ditambah lagi dia juga fantastis dalam memenangkan kembali bola, posisinya luar biasa dalam hal itu. Jorginho sangat menentukan untuk Italia, dan untuk Chelsea. Setelah dia membantu mereka memenangkan Liga Europa dan kemudian Liga Champions, para fans Inggris harus membangun patung dirinya.”

Roberto Carlos memberikan prediksinya di Piala Dunia 2022. Mantan pemain Real Madrid itu tetap menyebut Prancis punya keuntungan terlepas kegagalan mereka di Euro 2020.

“Seperti halnya Italia, saya pikir Prancis. Belgia dan Jerman akan memiliki suara mereka juga (di Piala Dunia 2022), tetapi Didier Deschamps memiliki skuad yang lebih lengkap, lebih berbakat secara teknis dan ambisius,” kata Carlos.

Dia melanjutkan, “Untuk Spanyol, butuh waktu untuk melihat mereka mencapai level dalam satu dekade terakhir. Ada bakat di sana, tetapi Anda tidak mendapatkan banyak pemain seperti Xavi dan Andres Iniesta.”

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Roberto De Zerbi: Jorginho atau Chiellini Bisa Menang Ballon d’Or

gamespool
Roberto De Zerbi: Jorginho atau Chiellini Bisa Menang Ballon d'Or 43

Football5Star.com, Indonesia – Mantan pelatih Sassuolo, Roberto De Zerbi, mengklaim bahwa dua pemain timnas Italia, Jorginho dan Giorgio Chiellini bisa meraih Ballon d’Or tahun ini. De Zerbi juga berbicara soal mantan anak asuhnya, Manuel Locatelli yang bersinar bersama Gli Azzurri.

Jorginho dan Giorgio Chiellini menjadi pemain penting yang bisa membawa Italia meraih juara Euro 2020. Hal itu membuat keduanya, khususnya Jorginho, digadang-gadang bisa meraih Ballon d’Or musim ini. De Zerbi yang saat ini melatih Shakhtar Donetsk yakin hal itu bisa saja terwujud, walaupun dia tentu saja memikirkan seorang Lionel Messi.

Jorginho - Brasil - Italia - @euro2020
@Euro2020

“Jika Anda melihat trofi yang dia (Jorginho) menangkan, dia pantas mendapatkannya (Ballon d’Or). Dia gelandang pintar. Ketika saya berada di Sassuolo, saya bisa memberi tahu Maxime Lopez untuk mengawasinya dengan cermat karena dia melihat sepak bola satu jam lebih awal dari yang lainnya,” ucap De Zerbi seperti dikutip Football5Star.com dari La Gazetta dello Sport.

Dia melanjutkan, “Namun, Messi tetaplah Messi, dan sampai dia bermain, dia tetap menjadi salah satu kandidat. Fabio Cannavaro memenangkan Ballon d’Or di masa lalu, jadi saya tidak melihat mengapa Chiellini tidak bisa memenangkan itu karena semangat yang dia miliki di Euro.”

Mantan anak asuk De Zerbi di Sassuolo, Locatelli, saat ini sedang diburu dua klub besar, Arsenal dan Juventus, berkat penampilannya di Euro 2020. De Zerbi menyebut Locatelli sebagai pemain yang memiliki pribadi kuat.

“Dia memiliki kepribadian dan dia membuktikannya saat mengambil penalti di final Euro. Dia hidup mengikuti nilai-nilainya, saya menghormatinya, dia ingin menjadi dirinya sendiri,” katanya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Jorginho Lebih Layak Dapat Ballon d’Or Dibanding Messi

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Mantan penggawa timnas Italia, Gianfranco Zola menyebut Jorginho lebih layak untuk mendapatkan gelar Ballon d’Or dibanding Lionel Messi. Menurut Zola, jika gelar Ballon d’Or didapat Jorginho, hal itu tidak akan menimbulkan perdebatan di publik.

“Jika mereka akan memberikan hadiah kepada Jorginho, itu akan sangat pantas. Ini memberikan keseimbangan dan kecepatan,” kata Zola seperti dikutip Football5star.com dari VI.NL, Selasa (20/7/2021).

Jorginho Saya Sengaja Gagal Tendang Penalti

Namun Zola tak menampik bahwa publik juga banyak yang menjagokan bintang Barcleona, Lionel Messi yang baru mengantarkan Argentina juara Copa America 2021.

“Tidak akan luput dari perhatian bahwa pemain fantastis seperti Lionel Messi memenangkan trofi utama bersama tim nasional untuk pertama kalinya,” tambah Zola.

Jorginho memang cukup layak mendapat gelar Ballon d’Or tahun ini. Pemain berusia 29 tahun tersebut tak hanya mengantarkan Italia juara EURO 2020 namun juga membawa Chelsea meraih gelar Liga Champions musim lalu.

Dua prestasi mentereng itu membuatnya disebut-sebut pantas jadi kandidat peraih Ballon d’Or. Mantan pelatihnya di Napoli dan Chelsea, Maurizio Sarri, menyebut eks anak didiknya itu ‘membuat segalanya jadi mudah’.

Soal peluangnya meraih Ballon d’Or, ia menyebut itu tergantung kriteria. Meski mengakui dirinya bukan pemain terbaik di dunia, Jorginho berani diadu kalau soal gelar juara.

“Kita hidup untuk mimpi-mimpi. Tapi saya akan jujur saja: itu tergantung kriteria yang mengarah ke penentuan,” ucap eks pemain Napoli tersebut.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Messi Juara Copa America, Jorginho Sulit Raih Ballon d’Or

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Euro 2020 dan Copa America telah berakhir. Italia dan Argentina keluar sebagai juara di turnamen terbesar Eropa dan Amerika Latin itu.

Berakhirnya dua turnamen tersebut langsung memunculkan calon peraih Ballon d’Or 2021. Dua nama yang dijagokan menang adalah Jorginho dan Lionel Messi.

Legenda Barcelona, Hristo Stoickov, menilai sulit bagi Jorginho untuk menyabet Ballon d’Or. Sebab Lionel Messi sukses mempersembahkan trofi pertama untuk timnas Argentina setelah 16 tahun berkarier.

Italia Berhasil Hentikan Rekor Kemenangan Spanyol di Semifinal Turnamen Besar
@brfootball

“Jorginho menjalani musim yang super, tapi untuk Ballon d’Or saya tidak tahu apakah dia bisa. Messi ada dan tidak bisa diabaikan.,” kata Hristo Stoickov kepada Tuttomercatoweb, Rabu (14/7/2021).

“Dia membawa Barcelona juara Copa del Rey dan kemudian Copa America bersama Argentina. Itu trofi yang belum pernah dia menangkan sebelumnya. Dia jadi juara sebagai kapten. Saya pikir peluangnya lebih besar,” ia menambahkan.

Jorginho memang lebih difavoritkan menang Ballon d’Or tahun ini. Ia tampil menawan sepanjang Euro 2020 hingga membawa Italia juara.

Selain itu, musim 2020-2021 juga berlangsung luar biasa untuk pemain kelahiran Brasil. Yang mana ia sukses memenangkan trofi Liga Champions bersama Chelsea.

Sementara Lionel Messi yang tak diunggulkan sebelumnya kembali jadi pusat perhatian. Ini tak lepas dari kesuksesannya membawa Argentina juara Copa America untuk pertama kali dalam 28 tahun terakhir.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Jorginho Buka Suara Soal Peluangnya Menang Ballon d’Or

gamespool
Jorginho Buka Suara Soal Peluangnya Menang Ballon d'Or 53

Football5Star.com, Indonesia – Pemain timnas Italia, Jorginho, buka suara terkait dirinya yang digadang-gadang berpeluang untuk memenangkan Ballon d’Or tahun ini. Pemain kelahiran Brasil itu mengatakan bahwa semuanya tergantung kriteria yang menilai.

Jorginho digadang-gadang bakal menjadi kandidat kuat untuk meraih Ballon d’Or setelah dia juara Euro 2020 bersama Italia dan Liga Champions bersama Chelsea. Pelatih Lazio, Maurizio Sarri dan rekan timnya, Lorenzo Insigne, menyebut bahwa Jorginho pantas mendapatkan itu.

Namun, menurut pemain Chelsea itu, semuanya tergantung kriteria. Jika seandainya dinilai berdasarkan talenta, dia yakin dirinya tak akan menang.

jorginho-TheTraeYoung
TheTraeYoung

“Kami hidup untuk mimpi. Tapi saya akan cukup jujur, itu tergantung pada kriteria yang mengarah pada hasil itu. Jika kita berbicara tentang bakat, saya sadar bahwa saya bukan yang terbaik di dunia,” kata Jorginho seperti dikutip Football5Star.com dari SportTV.

Tapi jika kriterianya berdasarkan gelar, mantan pemain Napoli itu yakin dia punya peluang.

“Jika Anda memilih berdasarkan gelar, yah, tidak ada yang menang lebih dari saya musim ini. Bagaimana saya akan membandingkan diri saya dengan (Lionel) Messi, Cristiano Ronaldo atau Neymar? Mereka memiliki karakteristik yang sangat berbeda, tetapi sekali lagi, itu tergantung pada kriteria,” katanya.

Walaupun begitu, Lionel Messi diprediksi sebagai kandidat paling kuat untuk meraih Ballon d’Or ke-7 setelah dia membawa Argentina juara Copa America 2021. Namun, dia hanya bisa membawa Barcelona juara Copa del Rey musim lalu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Jorginho: Saya Sengaja Gagal Tendang Penalti

gamespool
Jorginho: Saya Sengaja Gagal Tendang Penalti 57

Football5Star.com, Indonesia – Pemain timnas Italia, Jorginho, mengatakan dirinya sengaja gagal menendang penalti di laga final Euro 2020 karena dia tahu Gigio Donnarumma bakal menepis tendangan selanjutnya. Tapi tentu saja, itu hanya candaan belaka.

Italia berhasil menjadi juara Euro 2020 dengan mengalahkan Inggris di babak final lewat adu penalti setelah laga berakhir imbang 1-1 selama 120 menit, (12/7/21).

Jorginho yang merupakan salah satu penendang penalti terbaik di dunia secara mengejutkan gagal melakukan tugasnya di mana tendangannya ditepis oleh Jordan Pickford. Padahal jika dia berhasil mencetak gol, Azzurri akan menang lebih cepat. Tapi, Donnarumma berhasil menepis penalti Bukayo Saka setelah itu.

Jose Mourinho Saya Kasihan kepada Bukayo Saka
Ivorycoast News

Pemain Chelsea itu bercanda bahwa gagalnya dia menendang penalti sudah direncakan karena Donnarumma pasti akan menepis penalti terakhir.

“Itu semua direncanakan. Saya tahu Donnarumma akan menyelamatkannya (penalti Saka),” canda Jorginho seperti dikutip Football5Star.com dari SportTV.

Dia melanjutkan, “Saya selalu memberikan semua yang saya miliki untuk tim, tetapi sayangnya, terkadang itu tidak cukup. Saya akhirnya gagal mengeksekusi penalti, dan pada saat itu dunia runtuh di sekitar saya, karena saya ingin memberi Italia kemenangan. Untungnya, kami memiliki seseorang yang fenomenal yang menyelamatkan saya.”

Setelah menepis penalti, Donnarumma, terlihat sangat tenang sebelum para rekan timnya memeluknya. Ternyata, sang kiper mengakui bahwa saat itu dia tidak tahu Italia sudah menang.

“Saya tidak merayakannya karena saya tidak menyadari bahwa kami telah menang. Saya melihat wasit, saya mencoba memahami apakah VAR telah mensahkan itu dan saya baru menyadari bahwa kami menang ketika saya melihat rekan setim saya merayakannya,” kata Donnarumma.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Mason Mount Minta Rekan Timnya Waspadai Jorginho

gamespool
Mason Mount Minta Rekan Timnya Waspadai Jorginho 61

Football5Star.com, Indonesia – Pemain timnas Inggris, Mason Mount, meminta rekan timnya untuk mewaspadai Jorginho di laga lawan Italia, (12/7/21). Mount mengungkapkan bahwa dirinya sudah memberi tahu kekuatan Jorginho.

Inggris akan berhadapan dengan Italia di babak final Euro 2020. Jorginho merupakan salah satu pemain Gli Azzurri yang bermain sangat apik di sepanjang turnamen. Mount yang merupakan rekan tim Jorginho di Chelsea tak sabar akan melawannya di final.

Mason Mount - Jorginho - Chelsea - Bleacher Report
Bleacher Report

“Saya sudah bersamanya selama dua musim dan dia pria yang sangat baik dan seseorang yang menghabiskan banyak waktu dengan saya. Tapi saya akan bermain melawan dia dan kami bukan rekan satu tim lagi,” ucap Mount seperti dikutip Football5Star.com dari The Sun.

Mount melanjutkan, “Saya sangat menghargai dia. Dia sangat bagus dalam menguasai bola dan membuat tim terus berdetak. Saya tahu lebih banyak tentang dia daripada beberapa pemain lain yang ada di skuad, jadi saya bisa memberikan beberapa tips tentang apa yang dia kuasai.”

Mason Mount sendiri baru saja meraih gelar Liga Champions bersama Jorginho di Chelsea. Tapi dia setidaknya akan menghilangkan momen manis itu di pikirannya saat final nanti.

“Untuk memiliki kesempatan ini setelah memenangkan Liga Champions, ini adalah kesempatan yang sangat istimewa, yang jarang datang. Saya sebenarnya tidak terlalu memperhatikannya. Saya hanya fokus pada permainan dan apa yang terjadi terjadi,” kata Mount.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Tak Banyak Tim yang Sanggup Tebus Jorginho dari Chelsea

gamespool
Tak Banyak Tim yang Sanggup Tebus Jorginho dari Chelsea 65

Football5star.com, Indonesia – Agen yang mewakili Jorginho, Joao Santos, tak yakin kliennya akan meninggalkan Chelsea dalam waktu dekat. Menurut Santos, tak banyak klub Eropa yang sanggup menebus kliennya dari The Blues.

Jorginho memang sudah santer diberitakan siap angkat kaki dari Stamford Bridge semenjak musim panas 2020 lalu. Ketika itu, sang pemain diberitakan siap kembali ke Italia dan bergabung ke Juventus.

“Menurut saya, Jorginho saat ini memiliki harga pasaran di angka 50 juta Euro. Di momen seperti ini, tidak banyak klub Eropa yang sanggup mengucurkan dana sebesar itu,” ujar Joao Santos kepada Radio Kiss Kiss Napoli.

Jorginho - Chelsea - talkSPORT
talkSPORT

“Musim depan, ia akan bermain di ajang Piala Super Eropa dan Piala Dunia Antarklub bersama Chelsea. Saya yakin ia tak akan pindah ke klub lain dalam waktu dekat,” sambung Santos.

Dalam satu tahun terakhir, Jorginho berhasil menunjukkan performa terbaiknya di level klub maupun tim nasional. Ia merupakan sosok kunci di balik keberhasilan Chelsea menjadi juara Liga Champions dan kini bakal bermain di final Euro 2020 bersama timnas Italia.

Kegemilangan sang pemain membuat banyak orang takjub. Salah satu sosok yang terkesan dengan performa Jorginho adalah Maurizio Sarri. Menurut Sarri, sang pemain bisa menyabet gelar Ballon d’Or jika berhasil membawa Italia menjuarai Euro 2020.

“Jika Italia memenangkan Euro 2020, dia adalah kandidat untuk Ballon d’Or. Dia pemain yang halus dan itulah mengapa semua orang tidak memahaminya. Dia membuat segalanya tampak mudah,” ujar Sarri.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Italia vs Spanyol: Penalti Paling Mendebarkan Jorginho

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Jorginho jadi penentu Italia melaju ke final Euro 2020. Jadi penendang terakhir dalam adu penalti melawan Spanyol, ia melakukannya dengan sangat berkelas.

Jorginho mengeksekusi penalti penuh percaya diri. Dengan gerakan tipunya, bola yang melaju pelan berhasil mengelabui Unai Simon yang bergerak ke arah yang salah.

Walau tampak tenang, gelandang Italia mengaku tugasnya kali ini paling berat. Dia bahkan sampai harus menarik napas dalam-dalam sebelum menendang.

Italia Hentikan Rekor Kemenangan Spanyol di Semifinal Turnamen Besar
@azzurri

“Ketika Anda melakukan tendangan Anda merasa beban jatuh di benak Anda. Saya mencoba melupakan semua yang ada di sekitar saya,” ujar Jorginho seperti dikutip Football5star dari Sky Sport Italia, Rabu (7/7/2021).

“Saya harus fokus penuh pada apa yang telah saya latih. Saya harus mengambil napas dalam-dalam untuk menuntaskan tanggung jawab ini dan saya melakukannya,” sambungnya.

Pertandingan di Wembley dinihari tadi berlangsung menarik. Kendati hanya tercipta dua gol kedua tim tampil menyerang.

Italia unggul lebih dulu lewat sepakan Federico Chiesa. Tapi 12 menit jelang laga selesai Alvaro Morata menyamakan kedudukan.

Pertandingan pun berlanjut ke babak tambahan. Dalam 2×15 menit Spanyol lebih menguasai laga dengan menciptakan beberapa peluang emas.

Akan tetapi pemenang harus ditentukan lewat adu penalti. Italia pun menang 4-2 setelah empat algojonya, Andrea Belotti, Leonardo Bonucci, Federico Bernardeschi, dan Jorginho mencetak gol. Di kubu La Furia Roja hanya eksekusi Thiago dan Gerard Moreno yang membuahkan gol.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Sarri: Jika Italia Juara Euro 2020, Jorginho Bisa Dapat Ballon d’Or

gamespool
Sarri: Jika Italia Juara Euro 2020, Jorginho Bisa Dapat Ballon d'Or 72

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih baru Lazio, Maurizio Sarri, yakin jika Italia berhasil jadi juara Euro 2020, Jorginho bakal masuk nominasi Ballon d’Or tahun ini. Sarri menjelaskan mengapa cara bermain mantan anak asuhnya itu sering tidak terlalu diapresiasi.

Sebelumnya, Lorenzo Insigne, juga menyebut bahwa Jorginho bisa meraih Ballon d’Or tahun ini. Pemain kelahiran Brasil itu sudah membawa Chelsea juara Liga Champions musim lalu dan bahkan dia merupakan top skorer Chelsea di Premier League. Menurut Sarri, jika Gli Azzurri berhasil juara Euro 2020, Jorginho pasti masuk nominasi.

“Jika dia memenangkan Euro, dia adalah kandidat untuk Ballon d’Or. Dia pemain yang halus dan itulah mengapa semua orang tidak memahaminya. Dia membuat segalanya tampak mudah, itu kehebatannya. Ketika saya pergi ke Chelsea, kami berhasil merebutnya dari Manchester City,” ucap Sarri seperti dikutip Football5Star.com dari SportItalia.

Maurizio Sarri Ingin Bereuni dengan Jorginho, Miralem Pjanic Dijual
Tribuna

Mantan pelatih Juventus itu melanjutkan, “Awalnya sulit untuk memahaminya, para fans, jurnalis, sekarang saya melihat dia dihargai. Dia juga kapten Chelsea.”

Sarri sendiri akan kembali melatih musim depan setelah lebih dari setahun dia beristirahat setelah dipecat Juventus. Dia menceritakan pengalamannya selama setahun tak berada di pinggir lapangan.

“Dalam 332 hari ini, saya telah bersama keluarga saya. Saya telah banyak membaca, saya telah menonton banyak pertandingan. Dan saya telah menonton banyak balapan sepeda, salah satu hal yang paling saya sukai,” ujarnya.

Sarri melanjutkan, “Saya berasal dari keluarga pesepeda, ini adalah gairah keluarga. Ini adalah tahun yang sangat istimewa, itu tidak terlalu mengganggu saya untuk keluar. Situasinya tidak membuat saya ingin kembali.”

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Spanyol Bakal Kalahkan Italia Jika Bisa Matikan Jorginho

gamespool
Spanyol Bakal Kalahkan Italia Jika Bisa Matikan Jorginho 76

Football5Star.com, Indonesia – Bek kanan timnas Spanyol, Cesar Azpilicueta, memperingati rekan-rekannya akan kehebatan Jorginho jelang lawan Italia, Rabu (7/7/21). Azpilicueta yakin Spanyol punya peluang menang lebih besar jika bisa mematikan rekan timnya di Chelsea itu.

Spanyol akan bertemu Italia di semifinal Euro 2020. Gli Azzurri memang sangat mengandalkan lini tengahnya di turnamen ini dengan trio Nicolo Barella, Jorginho, dan Marco Verratti. Azpilicueta memperingatkan kemampuan lini tengah Italia, terutama Jorginho yang Azpilicueta sangat kenal karena sudah bermain bersama di Chelsea sejak 2018.

Lorenzo Insigne Sebut Jorginho Pantas Dapat Ballon d'Or (Tumgir
Tumgir

“Kami memiliki grup WhatsApp dengan rekan satu tim kami di Chelsea, tetapi akan menyenangkan bertemu dengannya lagi di lapangan. Itulah mengapa sepakbola itu hebat, sekarang kami akan memberikan yang terbaik untuk tim nasional kami. Jorginho telah terbukti menjadi pemain penting bagi Italia,” ucap Cesar Azpilicueta seperti dikutip Football5Star.com dari Sky Sports Italia.

Mantan bek Olympique Marseille itu melanjutkan, “Dia memiliki kualitas penting, dia suka menjaga bola di kakinya dan mengontrol permainan. Jika kami bisa membatasi keterlibatannya, kami akan memiliki lebih banyak peluang untuk lolos ke final.”

Media ternama Italia, La Gazetta dello Sport baru-baru ini menyebut bahwa Jorginho berpeluang untuk bisa meraih Ballon d’Or tahun ini jika dia bisa membawa Italia juara Euro 2020 mengingat dia sudah membawa Chelsea juara Liga Champions musim lalu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Lorenzo Insigne Sebut Jorginho Pantas Dapat Ballon d’Or

gamespool
Lorenzo Insigne Sebut Jorginho Pantas Dapat Ballon d'Or 80

Football5Star.com, Indonesia – Pemain timnas Italia, Lorenzo Insigne, mengklaim bahwa rekan timnya, Jorginho pantas mendapatkan Ballon d’Or. Insigne juga berbicara soal peluang Italia di babak 16 besar Euro 2020 melawan Austria.

Italia lolos ke babak 16 besar dan akan bertemu Austria. Lorenzo Insigne menyebut bahwa timnya sudah mempelajari cara bermain David Alaba cs.

“Kami menyaksikan beberapa pertandingan Austria, mereka berlari dan mereka sangat agresif karena mereka selalu ingin merebut bola dengan cepat. Kami harus mempelajarinya, tetapi yang terpenting, kami harus fokus pada diri kami sendiri. Kami ingin memainkan pertandingan yang hebat dan menang, yang terpenting adalah memenangkan pertandingan, meskipun saya tidak mencetak gol,” ucap Insigne seperti dikutip Football5Star.com dari Football Italia.

Jorginho - Brasil - Italia - Getty Images
Getty Images

Insigne melanjutkan, “Kami sadar bahwa sebuah episode dapat mengubah permainan. Kami tenang dan yang lebih muda telah terbukti siap. Pemain seperti Berardi, Locatelli dan Barella tidak pernah bermain di kompetisi ini, tetapi mereka sangat menentukan melawan Turki dan mereka membantu kami mencapai tujuan kami.”

Jorginho tampil apik bersama Gli Azzurri sejauh ini dan sebelumnya berhasil menjadi juara Liga Champions bersama Chelsea. Insigne yang mengenal baik Jorginho sejak di Napoli mengklaim bahwa dia pantas dapat Ballon d’Or.

“Kami memiliki pemain berkualitas. Anda berbicara tentang Jorginho dan itu benar. Dia telah menghabiskan beberapa tahun yang fantastis di Chelsea dan saya bangga memiliki dia di tim kami,” kata Lorenzo Insigne.

Dia melanjutkan, “Bukan saya yang memutuskan apakah dia pantas mendapatkan Ballon d’Or, tapi saya harap dia akan terpilih, dia pantas mendapatkannya, dia adalah pemain hebat. Saya memanggilnya profesor dan kami semua senang bermain dengannya.”

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Jorginho Samakan Nicolo Barella dengan N’Golo Kante

gamespool
Jorginho Samakan Nicolo Barella dengan N'Golo Kante 84

Football5Star.com, Indonesia – Gelandang Italia, Jorginho, menyamakan rekan timnya, Nicolo Barella, dengan rekan timnya di Chelsea, N’Golo Kante. Jorginho juga berbicara soal peluang Italia melawan Swiss di laga Euro selanjutnya.

Italia berhasil menang melawan Turki 3-0 di laga pembuka dan akan melawan Swiss pada Kamis dini hari (17/6/21), Jorginho mewaspadai permainan tim asuhan Vladimir Petkovic itu.

jorginho kante standard
standard.co.uk

“Kami melihat tim yang bagus dan terorganisir, kami harus sangat berhati-hati karena mereka telah bermain di bawah pelatih yang sama selama bertahun-tahun dan memiliki banyak pemain berpengalaman. Kami memiliki identitas kami sendiri, kami menginginkan bola, dan kami ingin menemukan ruang, selalu melihat ke depan. Siapapun yang ada di lapangan harus mengikuti ide ini,” ucap Jorginho seperti dikutip Football5Star.com dari Football Italia.

Pemain Chelsea itu melanjutkan, “Selalu menyenangkan untuk menang dan kami selalu merayakannya ketika kami melakukannya. Namun, kami tahu ini adalah kompetisi yang sulit dan tim ini akan selalu tetap rendah hati. Kami bekerja untuk menang, tetapi kami tahu pertandingan berikutnya selalu yang paling sulit.”

Jorginho bermain dengan Marco Veratti dan Nicolo Barella di lini tengah Azzurri. Dia memuji dua rekan timnya itu dan menyamakan Barella dengan Kante.

“Kami menantikan kembalinya dia (Veratti), dia bisa menjadi penting bagi kami. Barella dan Kante? Mereka sangat mirip, mereka berlari untuk semua orang, selama 120 menit, mereka menutupi seluruh lapangan dan membantu kami memulihkan bola. Saya pikir mereka sangat mirip,” kata pemain kelahiran Brasil itu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Penyebab Jorginho Ogah Bela Timnas Brasil

gamespool
Penyebab Jorginho Ogah Bela Timnas Brasil 88

Football5star.com, Indonesia – Agen Jorginho, Joao Santos, membeberkan penyebab utama di balik keputusan kliennya membela Italia dan bukan Brasil di kancah internasional. Santos mengatakan Selecao tak bisa memberi jaminan bermain kepada kliennya.

Jorginho memang lahir dan besar di Brasil. Akan tetapi, ia memiliki darah Italia dan sudah tinggal di Eropa semenjak 2006. Pemain berusia 30 tahun itu kini memiliki koleksi 27 caps bersama Gli Azzurri.

“Direktur timnas Brasil, Edu Gaspar, sempat menghubungi kami dan memberikan tawaran yang cukup realistis. Tapi, kehadiran pemain-pemain seperti Casemiro dan Fernandinho membuat Jorginho tak mendapat garansi bermain,” ujar Joao Santos kepada Football Italia.

Jorginho - Brasil - Italia - Getty Images
Getty Images

“Sebenarnya, mereka bisa saja memanggil Jorginho. Tapi, mereka tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan dan tidak ingin mengambil risiko.”

“Di saat yang bersamaan, Jorginho juga mendapat panggilan dari timnas Italia. Dia memang memiliki darah dan hubungan yang sangat spesial dengan Italia dan dengan senang hati memehuni panggilan tersebut. Kami masih senang dengan keputusannya,” sambung Santos.

Lebih lanjut, Santos mengatakan penyesalan terbesar ada di kubu timnas Brasil. Pasalnya, Jorginho berhasil menasbihkan diri sebagai salah satu gelandang terbaik di Eropa dan berhasil membawa Chelsea menyabet gelar Liga Champions 2020-21.

“Sekarang, Jorginho sudah menjadi salah satu pemain terbaik di Eropa dan memiliki koleksi gelar Liga Champions. Dahulu, ia memang belum meraih kesuksesan besar seperti saat ini. Mungkin mereka akan membuat keputusan yang berbeda saat ini,” tandas Santos.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Jorginho Memadukan Teknik Brasil dengan Mentalitas Italia

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Sudah menjadi rahasia umum jika bintang timnas Italia, Jorginho, berasal dari Brasil. Dia lahir dan besar di Negeri Samba.

Kendati begitu, karier sepak bolanya berawal di Italia. Dia merupakan jebolan akademi Verona. Namun, sang gelandang tidak bisa menampik pengaruh Brasil dalam permainannya.

Dalam bermain, pemain 29 tahun mengaku memiliki teknik sepak bola Brasil dan mentalitas Italia. Perpaduan tersebut diakui sangat membantunya menggapai karier seperti sekarang.

Jorginho - Chelsea - SB Nation 2
SB Nation

“Saya merasa bahwa saya mempunyai teknik Brasil dengan bola, tapi saya dianugerahi mentalitas Italia dalam mencapai ini semua. Saya selalu berlatih dan keras dan ingin menang,” ujar Jorginho kepada Rai Sport, Kamis (3/6/2021).

“Di final Liga Champions saya menutup mata dan memikirkan kembali semua yang sudah saya lalui untuk mengejar impian saya dan mencapai titik ini,” sambung pemain kelahiran Imbituba, Brasil.

Usai memenangkan Liga Champions, pemain yang disebut-sebut sebagai anak kesayangan Maurizio Sarri menatap Euro 2020. Ini sekaligus jadi turnamen perdananya bersama Gli Azzurri setelah sebelumnya gagal melaju ke Piala Dunia 2018 lalu.

“Masing-masing dari kami akan membawa begitu banyak energi dan antusiasme di Euro. ini bukan tentang apa yang saya capai dengan klub, tapi ini juga kompetisi besar pertama saya dengan italia dan saya benar-benar ingin melakukannya dengan baik,” tutup Jorginho.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Andreas Christensen Ungkap Peranan Penting Jorginho di Chelsea

gamespool
Andreas Christensen Ungkap Peranan Penting Jorginho di Chelsea 95

Football5star.com, Indonesia – Bek Chelsea, Andreas Christensen, mengungkapkan dampak besar Jorginho musim ini. Christensen mengatakan The Blues selalu mendapat kepercayaan diri ekstra ketika Jorgino dimainkan.

Jorginho merupakan salah satu pemain yang jarang absen semenjak Chelsea ditangani Thomas Tuchel. Di bawah komando Tuchel, penggawa timnas Italia itu mengoleksi 18 penampilan di semua kompetisi.

“Menurut saya, Jorginho merupakan salah satu gelandang tengah terbaik di Eropa. Dia selalu bermain dengan kepercayaan diri tinggi,” ujar Andreas Christensen dikutip football5star dari laman Football London.

Jorginho - Chelsea - Andreas Christensen - London Evening Standard
London Evening Standard

“Tingginya kepercayaan diri yang dimiliki Jorginho membuat pemain-pemain lain bermain dengan sangat nyaman. Dia merupakan salah satu pemain yang sangat penting di skuat kami.”

“Jorginho juga memiliki sifat kepemimpinan yang luar biasa. Saya rasa, semua orang bisa melihat hal itu di atas lapangan. Ketika bermain dengan tenang dan percaya diri, Chelsea bermain dengan sangat baik,” sambung Christensen.

Jorginho bukanlah satu-satunya pemain Chelsea yang tampil gemilang semenjak kehadiran Tuchel. Christensen juga menjadi salah satu pemain yang tampil cukup menonjol berkat Tuchel. Christensen merasa sangat senang dengan sistem permainan Chelsea di bawah Tuchel.

“Kami bermain dengan sistem baru yang sangat berhasil di atas lapangan. Kami kini menjadi tim yang bisa membuat lawan-lawan merasa kesal dan frustrasi. Hal itu juga turut meningkatkan kepercayaan diri kami. Tapi, kami tentu ingin bisa tampil lebih baik lagi,” tandas Christensen.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Jorginho Sindir Lampard: Dia Belum Siap Latih Klub Besar

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Jorginho bersuara lantang soal mantan pelatihnya, Frank Lampard. Ia menyebut legenda Chelsea itu belum siap menukangi klub besar.

Frank Lampard dipecat Chelsea Januari lalu setelah menuai rentetan hasil buruk. Tiga bulan setelah pemecatan itu, Jorginho pun menyindir sang mantan pelatih.

Menurut gelandang asal Brasil, Lampard dipercaya menukangi The Blues karena statusnya sebagai legenda klub. Padahal secara profesional dia belum memiliki banyak pengalaman sebagai pelatih.

Jorginho - Maurizio Sarri - Napoli - Express & Star
express.co.uk

“Saya akan berkata jujur pada Anda tentang Lampard. Saya percaya karena dia adalah legenda klub, saya percaya dia melewatkan beberapa langkah yang perlu dipelajari untuk menangani tim besar,” ungkap sang pemain kepada ESPN, Sabtu (24/4/2021).

“Dia tiba di klub tempat dia menjadi legenda. Tapi dia datang tanpa memiliki pengalaman dengan tim lain. Saya pikir dia ke sini terlalu dini, melompati beberapa langkah dan tidak siap untuk pekerjaan di level itu,” ia menambahkan.

Apa yang dikatakan Jorginho ada benarnya. Sebelum menukangi Chelsea, mantan gelandang timnas Inggris hanya melatih klub Divisi Championship, Derby County, selama semusim. Dia nyaris membawa Derby County promosi ke Premier League tiga musim lalu.

Hal itu pula yang membuat manajemen The Blues kepincut memanggil pulang sang legenda. Musim perdananya terbilang cukup bagus dengan mengembalikan klub ke empat besar Premier League.

Akan tetapi musim ini performa Chelsea melorot ke papan tengah. Padahal klub telah jor-joran di bursa transfer dengan menggaet bintang-bintang seperti Kai Havertz, Timo Werner, Thiago Silva, serta Hakim Ziyech.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Jorginho: Kante dan Kovacic Bikin Tugas Saya Lebih Mudah

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Jorginho kian nyaman bermain untuk Chelsea. Selain karena kehadiran Thomas Tuchel, kerja samanya dengan N’Golo Kante dan Mateo Kovacic di lini tengah juga kian padu.

Jorginho benar-benar terbantu dengan kehadiran N’Golo Kante dan Mateo Kovacic. Menurutnya mereka berdua membuat tugasnya di lini tengah semakin mudah.

Gelandang asal Italia mengungkapkan bahwa mereka kini berbagi tugas dalam mengantisipasi serangan lawan dan mulai membangun serangan. Cara ini dipercaya membuat ketiganya bisa sama-sama fokus sepanjang laga.

jorginho kante standard
standard.co.uk

“Saya merasa sangat nyaman dengan peran ini dan ketika Anda memiliki pemain di sekitar Anda seperti Kova dan Kante yang memiliki kualitas yang sangat baik, itu membuat segalanya menjadi mudah bagi Anda untuk melakukan pekerjaan,” kata sang gelandang di laman resmi klub, Jumat (16/4/2021).

“Saya sangat menikmati perannya. Saya pikir Anda perlu melakukan banyak pengaturan, memastikan kami tahu kapan harus menekan dan bagaimana menghindari serangan lawan dan fokus pada apa yang kami lakukan,” ia menambahkan.

Sejak Chelsea diambil alih Thomas Tuchel, posisi Jorginho, N’Golo Kante, dan Matteo Kovacic tidak tergantikan di lini tengah. Permainan lugas mereka pun berimbas pada performa menawan dengan hanya menelan satu kekalahan.

Chelsea yang sempat terpental ke papan tengah, kini sudah kembali ke papan atas. Mereka pun cukup konsisten berada di empat besar.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Jorginho: Saya Ingin Kembali ke Napoli Suatu Saat Nanti

gamespool
Jorginho: Saya Ingin Kembali ke Napoli Suatu Saat Nanti 105

Football5Star.com, Indonesia – Pemain Chelsea, Jorginho, mengungkapkan bahwa dirinya ingin suatu saat nanti kembali ke Napoli. Namun tentu saja dia menekankan bahwa saat ini dia hanya fokus untuk Chelsea.

Jorginho baru saja membantu Chelsea untuk menang melawan Porto 2-0 di perempat final Liga Champions (8/4/21). Pasca laga, pemain keturunan Brasil itu berbicara dengan media Italia dan membenarkan bahwa dirinya ingin kembali ke Napoli.

“Saya memiliki pengalaman yang luar biasa dan saya sangat menyukai kota itu dan para fans,” ucap Jorginho seperti dilansir Football5Star.com dari Sky Sports Italia.

Jorginho - Maurizio Sarri - Napoli - CalcioMercato
Calcimercato

Dia melanjutkan, “Sekarang, sejujurnya, saya tidak memikirkannya karena konsentrasi saya tertuju pada Chelsea, tetapi jika ada kemungkinan, suatu hari, Anda tidak tahu kapan, untuk kembali (ke Napoli), tentu saja saya ingin.”

Jorginho bermain bersama Napoli dari 2014-2018, mencatatkan 160 penampilan dan 6 gol sebelum ikut bersama Maurizio Sarri ke Chelsea. Sebelumnya, agen dari Jorginho, Jorge Santos mengatakan bahwa kliennya tak akan pergi dari Chelsea musim panas ini.

“Kontrak Jorginho bersama Chelsea masih tersisa dua tahun. Saat ini, dia hanya berpikir mengenai Euro 2020 dan Piala Dunia di Qatar. Dia akan bertahan di Chelsea,” kata Santos pekan lalu.

Mantan pemain Hellas Verona itu saat ini sudah mencatatkan 128 penampilan bersama The Blues dan mencetak 16 gol. Dia merupakan bagian penting dari skuat Chelsea yang berhasil menjuarai Liga Europa musim 2018-19.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Jorginho Dipastikan Tak akan Kembali ke Napoli

gamespool
Jorginho Dipastikan Tak akan Kembali ke Napoli 109

Football5star.com, Indonesia – Agen yang mewakili Jorginho, Jorge Santos, memastikan kliennya tak akan kembali ke Napoli pada bursa transfer musim panas nanti. Santos mengatakan kliennya bakal tetap bertahan di Chelsea hingga kontraknya berakhir.

Jorginho memang sudah santer diberitakan siap angkat koper dari Stamford Bridge semenjak 2019 lalu. Kepergian Maurizio Sarri merupakan penyebab utama di balik spekulasi mengenai masa depan sang pemain.

“Kontrak Jorginho bersama Chelsea masih tersisa dua tahun. Saat ini, dia hanya berpikir mengenai Euro 2020 lalu Piala Dunia di Qatar. Dia akan bertahan di Chelsea,” kata Jorge Santos dikutip football5star dari laman Sportsmole.

Jorginho - Chelsea - Napoli - Goal
Goal

Dalam beberapa pekan terakhir, masa depan Jorginho memang menjadi perbincangan hangat. Media-media Italia melaporkan Napoli dan Juventus siap mengangkut sang pemain pada bursa transfer nanti.

Tak cuma itu, sang pemain juga sempat mengutarakan keinginannya untuk kembali tinggal di kota Naples. Ia mengaku kurang nyaman tinggal di London dan sangat merindukan kehidupan di Italia.

“Tak ada kata yang bisa menggambarkan seberapa besar saya merindukan Naples. Siapa yang tidak akan merindukan Naples?” ujar Jorginho dikutip football5star dari laman Football Italia. pada 27 Maret lalu.

“Saya kurang nyaman tinggal di London. Di sini saya sering merasa sangat kedinginan. Rasanya, seperti tak ada matahari di sini,” sambung pemain berusia 29 tahun itu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Tak Nyaman Tinggal di London, Jorginho Siap Kembali ke Napoli?

gamespool
Tak Nyaman Tinggal di London, Jorginho Siap Kembali ke Napoli? 113

Football5star.com, Indonesia – Gelandang Chelsea, Jorginho, tak malu-malu mengakui keinginannya untuk kembali tinggal di Italia suatu hari nanti. Hal ini membuat sang pemain makin gencar dirumorkan akan kembali memperkuat Napoli pada musim 2021-22 mendatang.

Jorginho memang sudah dirumorkan ingin kembali ke Italia semenjak Maurizio Sarri meninggalkan Chelsea pada 2019 lalu. Selain Napoli, pemain berusia 29 tahun itu juga santer dirumorkan masuk radar Juventus.

“Tak ada kata yang bisa menggambarkan seberapa besar saya merindukan Naples. Siapa yang tidak akan merindukan Naples?” ujar Jorginho dikutip football5star dari laman Football Italia.

Jorginho - Napoli - Chelsea - Italia - ESPN
ESPN

“Saya kurang nyaman tinggal di London. Di sini saya sering merasa sangat kedinginan. Rasanya, seperti tak ada matahari di sini,” kata Jorginho menambahkan.

Lebih lanjut, Jorginho mengaku masih tetap menyaksikan pertandingan Napoli musim ini. Ia pun berharap skuat besutan Gennaro Gattuso bisa finis di posisi empat besar dan berlaga di Liga Champions musim depan.

“Saya tentu sangat berharap Napoli akan bisa berlaga di Liga Champions musim depan. Kami selalu menyaksikan pertandingan mereka di sini. Saya yakin mereka akan bisa finis di empat besar,” tandas Jorginho.

Saat ini, Napoli duduk di posisi kelima klasemen Liga Italia dengan perolehan 53 poin. Hanya terpaut dua angka dari Juventus yang menduduki peringkat ketiga dan unggul tiga poin dari AS Roma di posisi keenam.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Terungkap! Penyebab Jorginho Tercoret dari Skuat Timnas Italia

gamespool
Terungkap! Penyebab Jorginho Tercoret dari Skuat Timnas Italia 117

Football5star.com, Indonesia – Pelatih timnas Italia, Roberto Mancini, membeberkan alasan tak membawa gelandang andalan Chelsea, Jorginho, ke dalam skuatnya. Mancini mengatakan bahwa sang pemain saat ini sedang mengalami cedera lutut.

Absennya Jorginho tentu menjadi buah bibir bagi para pengggemar timnas Italia. Pasalnya, pemain berusia 29 tahun itu selalu menjadi andalan Mancini dan hampir tak pernah absen membela skuat Gli Azzurri.

“Mengenai stok gelandang, kami mengalami sedikit kesulitan di lini tengah,” ujar Roberto Mancini dikutip www.old.football5star.com dari laman Football London.

Jorginho - Roberto Mancini - Chelsea - Italia - LaPresse
LaPresse

“Kami kehilangan Jorginho yang sedang berada dalam kondisi kurang fit. Dia mengalami masalah di lututnya dan kami tak mau mengambil resiko dengan memainkannya di pertandingan Kualifikai Piala Dunia 2022,” kata Mancini menambahkan.

Sebagai pengganti Jorginho, Mancini sudah menyiapkan beberapa opsi. Diantaranya adalah Rolando Mandragora, Manuel Locatelli serta Bryan Cristante dan Lorenzo Pellegrini.

Total, Mancini memanggil 38 pemain ke dalam skuatnya untuk pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2022. Beberapa nama kejutan yang masuk ke dalam skuat pilihan Mancini antara lain adalah Matteo Ricci (Spezia), Rafael Toloi (Atalanta), Stefano Sensi (Inter), Emerson Palmieri (Chelsea) serta Gian Marco Ferari (Sassuolo).

Timnas Italia rencananya akan menjalani tiga partai Kualifikasi Piala Dunia 2022 selama sepekan ke depan. Mereka akan bermain melawan Irlandia Utara (26/3), Bulgaria (29/3) dan terakhir Lithuania pada 1 April 2021.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]