Juan Mata Tak Menyangka Bisa Bertahan 9 Musim di Man United

gamespool
Juan Mata Tak Menyangka Bisa Bertahan 9 Musim di Man United 4

Football5star.com, Indonesia – Juan Mata merasa bahagia dengan keputusan Manchester United yang memperpanjang masa baktinya. Mata mengaku tak menyangka bisa bertahan di Old Trafford selama sembilan musim.

Mata diangkut Manchester United dari Chelsea pada Januari 2014 lalu dengan banderol 44 juta Euro. Selama tujuh setengah tahun membela panji The Red Devils, Mata berhasil menyumbang 51 gol dan 47 assist dari 273 penampilan di semua kompetisi.

“Saya tak menyangka musim depan adalah musim kesembilan saya bersama United. Saya memiliki cukup banyak kenangan manis dan pahit di sini. Tapi, saya tetap merasa bahagia dan sudah tak sabar ingin menjalani musim 2021-22,” ujar Juan Mata kepada laman resmi The Red Devils.

Juan Mata - Manchester United - manutd. com
manutd.com

Pada musim 2020-21 lalu, Mata kesulitan menembus tim utama Manchester United. Ia hanya mampu mengumpulkan 18 penampilan di semua kompetisi. Kehadiran Bruno Fernandes merupakan alasan utama di balik minimnya menit bermain Mata musim lalu.

Hal tersebut sempat membuat Mata ingin hengkang ke klub lain tahun ini. Akan tetapi, ia memutuskan untuk tetap bertahan di Old Trafford karena masih yakin bisa memberikan kontribusi maksimal musim depan.

“Ketika kontrak saya habis, saya mendapat tawaran dari beberapa klub. Saya sempat mempertimbangkan beberapa tawaran yang masuk. Tapi, saya tak ingin meninggalkan klub ini dengan perasaan kurang enak karena musim lalu tak mendapat jam terbang reguler.”

“Pada akhirnya, saya memutuskan untuk bertahan di sini karena yakin akan bisa memberikan kontribusi berarti musim depan. Saya yakin pihak klub juga merasakan hal yang sama. Saya berharap akan bisa kembali meraih trofi bergengsi musim depan,” tuntas Mata.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

10 Fakta Menarik Chelsea vs Manchester United Satu Dekade Terakhir

gamespool

Football5Star.com, Indonesia – Akhir pekan ini, pentas Liga Inggris akan diramaikan big match Chelsea vs Manchester United di Stadion Stamford Bridge. Pada paruh pertama lalu, kedua tim hanya imbang 0-0 saat bersua di Stadion Old Trafford.

Menyambut laga yang menautkan dua tim yang saat ini berada di 6-besar tersebut, berikut ini Football5Star.com menyajikan 10 fakta menarik pertemuan mereka dalam satu dekade terakhir.

1. Chelsea vs Manchester United Tanpa Dominasi

Laga Chelsea vs Manchester United dalam satu dekade terakhir sangat seimbang.
nbcsports.com

Hasil pertemuan Chelsea dengan Manchester United sejak 2011 ternyata seimbang. Sama sekali tak ada yang dominan. Kedua klub sama-sama merebut 11 kemenangan. Sisanya, 9 pertemuan berakhir sama kuat alias imbang.

Dari 11 kemenangan yang direbut Chelsea, 8 di antaranya diraih di Stamford Bridge. Dua kemenangan lain direbut di Wembley dan satu kemenangan dibukukan di Old Trafford. Sementara itu, Manchester United membukukan 6 kemenangan di Old Trafford dan 5 kemenangan di Stamford Bridge.

2. 82 Gol dari 39 Pemain

Bruno Fernandes menjadi pencetak gol terakhir Manchester United saat melawan Chelsea pada satu dekade terakhir.
standard.co.uk

Tercipta 82 gol dalam 31 pertandingan Chelsea versus Manchester United pada kurun satu dekade terakhir. Gol-gol itu dihasilkan oleh 39 pemain. Soal gol ini pun tak ada yang dominan. The Blues membuat 40 gol, sementara Red Devils membukukan 42 gol.

Dari total 82 gol itu, hanya 23 gol atau 28,05% yang dicetak oleh pemain lokal. Itu termasuk satu gol bunuh diri yang dibuat Harry Maguire. Total 23 gol itu dicetak oleh 10 pemain. Menariknya, 5 pemain melakukannya bersama The Blues, 5 pemain lainnya bersama Red Devils.

3. Chicharito Tertajam

Javier Hernandez jadi pemain tersubur laga Chelsea vs Manchester United pada rentang 2011 hingga 2020.
mirror.co.uk

Javier Hernandez adalah pencetak gol terbanyak laga Chelsea vs Manchester United dalam satu dekade terakhir. Chicharito tercatat membukukan 7 gol. Dia unggul atas rekan setimnya, Wayne Rooney. Dari 2011 hingga 2020, Rooney hanya mampu mengemas 6 gol.

Sementara itu, di antara para pemain yang ada di skuat The Blues dan Red Devils saat ini, Marcus Rashford adalah yang paling subur. Dia telah membuat 5 gol dalam 12 kesempatan menghadapi Chelsea. Gol-golnya pun selalu membawa Manchester United meraih kemenangan.

4. Tiga Gol Bunuh Diri

Harry Maguire mencetak gol bunuh diri saat Red Devils kalah 1-3 dari The Blues pada Piala FA 2000.
standard.co.uk

Ada tiga gol bunuh diri yang tercipta pada 31 pertemuan Chelsea dengan Manchester United sejak 2011. Dua gol bunuh diri dibuat bek Red Devils, Jonny Evans dan Harry Maguire. Sementara itu, satu gol bunuh diri lainnya dicetak bek The Blues yang kini memperkuat Arsenal, David Luiz.

Dari tiga gol bunuh diri itu, dua di antaranya berujung kekalahan. Satu-satunya gol bunuh diri yang tak berbuah kekalahan adalah yang dicetak Evans. Kala itu, pertandingan berakhir imbang 3-3. Muka Evans diselamatkan oleh dua penalti Wayne Rooney dan gol sang supersub, Javier Hernandez.

5. Chelsea vs Manchester United Didominasi Skor Ketat

Skor ketat sangat dominan dalam laga Chelsea vs Manchester United satu dekade terakhir.
standard.co.uk

Sebanyak 14 pertemuan Chelsea lawan Manchester United dalam satu dekade terakhir berkesudahan dengan skor selisih satu gol. Dari jumlah itu, skor 1-0 paling sering terjadi, yaitu sebanyak 7 kali. Sisanya, skor 2-1 sebanyak 5 kali, lalu skor 3-2 dan 5-4 masing-masing sekali.

Adapun skor kemenangan terbesar pada pertemuan Chelsea dengan Manchester United sejak 2011 adalah 4-0. Skor itu terjadi sebanyak 2 kali. Sekali untuk kemenangan The Blues dan sekali untuk keunggulan Red Devils.

6. Juan Mata nan Istimewa

Juan Mata sempat mencetak gol bagi The Blues dan Red Devils pada satu dekade terakhir.
sportsmole.co.uk

Sejak 2011, tercatat ada tiga pemain yang pernah tampil untuk kedua klub dalam laga Chelsea vs Manchester United. Mereka adalah Romelu Lukaku, Juan Mata, dan Nemanja Matic. Ketiga pemain itu sama-sama memperkuat The Blues terlebih dahulu sebelum kemudian membela Red Devils.

Di antara ketiga pemain itu, Mata punya prestasi tersendiri. Dialah satu-satunya yang mampu mencetak gol saat berseragam Chelsea dan Manchester United. Dia tercatat membuat 2 gol bersama The Blues dan 1 gol kala berkostum Red Devils.

7. Rentetan Gol Chicharito

Chicharito sempat mencetak gol dalam 4 edisi Chelsea vs Manchester United secara beruntun.
mirror.co.uk

Selain tercatat sebagai pemain tersubur, Javier Hernandez juga punya satu prestasi lain pada laga Chelsea vs Manchester United dalam satu dekade terakhir. Striker asal Meksiko itu jadi satu-satunya pemain yang mampu mencetak gol dalam 4 edisi beruntun pertemuan kedua klub.

Cicharito selalu berada pada scoresheet dalam tiga pertemuan Red Devils dengan The Blues pada 2012 dan pertemuan pertama pada 2013. Prestasi ini kian istimewa karena di antaranya dilakukan dalam tiga lawatan beruntun ke Stamford Bridge.

8. Satu Hat-trick di Laga Chelsea vs Manchester United

Samuel Eto'o satu-satunya pencetak hat-trick pada laga Chelsea vs Manchester United satu dekade terakhir.
si.com

Sepanjang 2011 hingga 2020, hanya ada satu pemain yang mampu mencetak hat-trick dalam laga Chelsea vs Manchester United. Dia adalah striker legendaris Kamerun, Samuel Eto’o, pada 19 Januari 2014. Hat-trick Eto’o membawa Chelsea menang 3-1 di Old Trafford.

Prestasi terbaik pemain lain adalah mencetak brace. Wayne Rooney, Ryan Giggs, Anthony Martial, dan Marcus Rashford sama-sama pernah membukukan 2 gol dalam laga The Blues vs Red Devils. Nama terakhir bahkan dua kali melakukannya.

9. Tuah Tuan Rumah

Manchester United menang atas Chelsea di Old Trafford pada 17 Februari 2020.
espn.com

Dalam satu dekade terakhir, tim yang berstatus tuan rumah lebih sering memenangi laga Chelsea vs Manchester United. Dari 31 laga, 14 di antaranya dimenangi tuan rumah. Sisanya, 9 kali imbang dan 6 kali tim tamu menang. Adapun 2 laga lain dilangsungkan di tempat netral.

Dari 14 kemenangan tuan rumah, 8 di antaranya direbut The Blues. Sementara itu, Manchester United hanya meraih 6 kemenangan di kandang sendiri. Tuan rumah terakhir yang memenangi laga adalah Red Devils pada 17 Februari 2020 dengan skor 2-0.

10. Spesialnya Jose Mourinho

Jose Mourinho sempat menangani The Blues dan Red Devils pada satu dekade terakhir.
thenationalnews.com

Edisi pertemuan Chelsea vs Manchester United kali ini adalah yang pertama bagi Thomas Tuchel, manajer The Blues. Sejak 2011, dia jadi manajer ke-14 yang terlibat dalam laga The Blues vs Red Devils.

Dari 13 manajer sebelumnya, Sir Alex Ferguson dan Jose Mourinho adalah yang paling sering terlibat dalam duel kedua klub. Keduanya sama-sama melakoni 11 laga. Bedanya, The Special One melakukannya bersama kedua klub. Dia 7 kali menangani Red Devils dan 4 kali sebagai manajer The Blues.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Solskjaer Sudah Ikhlaskan Juan Mata Hengkang

GamesPools GIF

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer buka suara terkait masa depan Juan Mata di Old Trafford. Tersirat Solskjaer mengkhilaskan jika Mata akhirnya hengkang dari United.

Rumor yang berhembus, pemain asala Spanyol tersebut tengah diincar oleh klub besar Eropa seperti Juventus. Kontrak Mata dengan Manchester United akan habis pada akhir musim ini.

Juan Mata Manchester United Cukup Kelelahan Secara Fisik

“Saya tidak terkejut ada tim-tim yang tertarik dengan dia,” kata Solskjaer seperti dikutip Football5star.com dari Sky Sport, Jumat (26/2/2021).

“Mata itu seorang pesepak bola yang sangat bagus. Dia juga seorang profesional dan individu yang fantastis. Ketika kontrak-kontrak menuju akhir akan ada minat, saya yakin Juan selama ini bisa berbicara kepada klub-klub kalau dia menginginkannya.” tambah pelatih asal Norwegia tersebut.

Selain Juventus, Inter menjadi klub yang paling menginginkan Mata. I Nerazzurri sebelumnya sudah sering memakai jasa penggawa United.

Sebut saja seperti Romelu Lukaku, Ashley Young dan Alexis Sanchez. Selain tiga raksasa Italia itu, Mata juga dikaitkan dengan sejumlah klub di Qatar. 

Pada musim ini, Juan Mata hanya dipercaya bermain 12 laga di semua kompetisi musim ini.

Dari 12 laga itu, Mata hanya tiga kali menjalani pertandingan selama 90 menit. Sisanya, dia selalu digantikan atau masuk sebagai pemain cadangan.

Juan Mata menjadi bagian dari United sejak Januari 2014 ketika ditebus dari Chelsea di angka 37 juta poundsterling. Saat itu ia tak dibutuhkan Jose Mourinho di Stamford Bridge. Namun beberapa tahun kemudian, keduanya bereuni lagi di Old Trafford

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Lionel Messi Menuju Manchester City, Juan Mata Ketakutan

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Isu kepindahan Lionel Messi ke Manchester City membuat Juan Mata angkat bicara. Pemain Manchester United berharap hal tersebut tidak terjadi.

Lionel Messi bisa pindah ke Manchester City musim depan dengan gratis. Banyak pula yang menyebutkan jika City siap meminangnya Januari nanti dengan sejumlah uang.

Kemungkinan ini pun membuat Juan Mata ketakutan. Ia khawatir kehadiran Messi bisa membuat Manchester United kesulitan mengalahkan klub sekotanya itu.

Juan Mata Manchester United Cukup Kelelahan Secara Fisik
@Statmandave

“Saya harap itu tidak akan terjadi. Saya tidak tahu apa yang akan terjadi, tapi saya harap dia tidak pergi ke sana,” ujar Mata seperti dikutip Football5star dari Tribal Football, Minggu (6/12/2020).

“Jika dia datang ke Manchester, saya harap itu ke klub saya dan bukan yang lain,” tutup pemain jebolan akademi Real Madrid tersebut.

Kendati cukup was-was dengan saga transfer Lionel Messi, Juan Mata tidak mau ambil pusing selama belum ada kepastian. Ia justru melihat rumor yang selama ini beredar tidak perlu dibesar-besarkan. Dirinya pun mengambil contoh soal kemungkinan Cristiano Ronaldo yang diisukan kembali ke Manchester United.

“Ada rumor, misalnya Cristiano Ronaldo mungkin kembali ke Manchester di masa depan. Salah satu hal yang saya sadari di sepak bola profesional adalah Anda harus fokus pada apa yang bisa Anda kendalikan dan lupakan tentang apa yang tidak bisa Anda kendalikan,

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Dapat Assist Cantik, Juan Mata Senang Bisa Main Bareng Van de Beek

gamespool
Dapat Assist Cantik, Juan Mata Senang Bisa Main Bareng Van de Beek 25

Football5Star.com, Indonesia – Pemain Manchester United, Juan Mata, mengungkapkan bahwa dirinya senang bisa bermain bersama Donny van de Beek, setelah mencetak gol hasil umpan dari van de Beek pada laga melawan Brighton, (1/10/20).

Manchester United berhasil mengalahkan Brighton 3-0 pada putaran keempat Piala Liga Inggris. Masing-masing gol dicetak oleh, Scott McTominay, Juan Mata, dan Paul Pogba. Juan Mata sendiri memberi pujian kepada pemain yang memberi assist cantik kepadanya, Donny van de Beek.

Assist yang sangat pintar. Dia pemain yang sangat cerdas. Saya suka bermain dengannya karena dia mencari ruang. Dia mengerti sepak bola dengan cara yang saya suka, yaitu bermain umpan satu dua, dan bergerak,” ucap Mata seperti dilansir Football5Star.com dari Sky Sports.

https://twitter.com/Route1futbol/status/1311400025574928384

Mata melanjutkan, “Dan golnya seperti itu. Dia selalu berada di posisi yang tepat, men-flick bola ke saya dan saya bisa menyelesaikannya dengan kaki kanan saya.”

Legenda Manchester United, Darren Fletcher juga memperhatikan hubungan antara keduanya dan yakin masih banyak lagi yang akan datang dari pemain timnas Belanda itu.

“Anda bisa melihatnya di pertandingan. Dua pemain itu memiliki otak sepak bola. Mereka dibesarkan dengan cara bermain sepak bola yang berbudaya dan saling menghargai. Kadang-kadang bisa tidak terlihat oleh orang-orang juga. Anda tahu, gerakan kecil yang lembut, sentuhan kecil yang lembut. Otak yang fantastis di kedua pemain,” kata Fletcher.

Mantan pemain timnas Skotlandia itu melanjutkan, “Sementara itu, Mata semakin tua tetapi masih memiliki banyak hal untuk diberikan dan Donny van de Beek di awal karirnya di Manchester United. Dia akan memiliki karir panjang yang sukses bersama Belanda, otak sepak bola Ajax yang dia miliki dan akan dibawa ke tim.”

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Dua Makanan Penting Juan Mata Sebelum Jalani Sesi Latihan

dinasti
Dua Makanan Penting Juan Mata Sebelum Jalani Sesi Latihan 29

Football5star.com, Indonesia – Belakang ramai diperbincangkan postingan dari pemain Persebaya, Hansamu Yama. Bek berusia 25 tahun itu jadi cibiran karena membagikan foto makanan tak sehat untuk seorang pesepak bola.

Hal ini pun jadi sorotan banyak pihak. Hansamu Yama dituding seperti kebanyakan pemain sepak bola Indonesia yang mengkonsusmi makanan tak sehat. Sebelum Hansamu Yama membagikan foto tersebut, pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong sempat mengutarakan rencananya mengubah pola makan para pemain.

Juan Mata Manchester United Cukup Kelelahan Secara Fisik

Pola makan dan jenis makanan yang sehat memang penting bagi karier seorang atlet termasuk pesepak bola. Di Eropa dan negara maju sepak bola, para pemainnya sangat memperhatikan betul hal tersebut. Juan Mata salah satunya.

Pemain berusia 32 tahun tersebut musim 2019-20 tercatat melakoni 1.939 menit bermain di semua kompetisi bersama Manchester United. Catatan yang cukup bagus untuk pemain berusia tua.

Pemain yang memiliki blog pribadi ini ternyata punya rahasia tersendiri demi menjaga penampilannya di Old Trafford. Dikutip dari fourfourtwo, Rabu (25/8/2020), Juan Mata mengatakan bahwa sebelum jalani latihan pagi, ia biasanya wajib menyantap dua makanan wajib, roti bakar dan pisang.

“Sebelum datang ke latihan pagi, saya menyantap roti bakar dan pisang. Ini penting buat saya agar memiliki karbohidrat banyak saat jalani latihan,” kata Juan Mata.

Untuk minuman, Juan Mata menyebut biasanya ia akan memilih antara jus jeruk atau kopi agar ia tidak mengantuk saat mengikuti sesi latihan. Nah bagaimana untuk santapan siang di tempat latihan? Juan Mata menyebut bahwa biasanya ia memilih menu ikan untuk ia santap.

“Kami (Manchester United) memiliki koki hebat bernama Mike untuk mengolah ikan. Saya sering memakan salmon dikombinasi dengan pasta,” kata Juan Mata.

Terakhir, pemain yang memiliki gelar master ini menyebut bahwa air putih sangat penting. “Minum banyak air putih sangat penting.”

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Juan Mata: Manchester United Cukup Kelelahan Secara Fisik

dinasti
Juan Mata: Manchester United Cukup Kelelahan Secara Fisik 33

Football5Star.com, Indonesia – Pemain Manchester United, Juan Mata, mengatakan bahwa timnya cukup kelelahan setelah mengalahkan Kobenhavn 1-0 di Liga Europa, (8/11/20). United butuh babak tambahan untuk bisa mengalahkan tim asal Denmark itu.

Manchester United butuh gol penalti dari Bruno Fernandes di babak tambahan untuk bisa melangkah maju ke babak semi final Liga Europa. Mata berharap timnya bisa menjuarai kompetisi kasta kedua Eropa itu.

Manchester United vs Kobenhavn: Penalti Bawa MU ke Semi Final
@BRFootball

“Tim ini cukup kelelahan secara fisik. Pada tahap ini di musim ini sangat penting untuk memenangkan pertandingan seperti hari ini dan kami lolos. Kami tetap berada di Jerman untuk waktu yang lama dan semoga kami bisa menang (Liga Europa),” ucap Mata seperti dikutip Football5Star.com dari BT Sport.

Mata merasa timnya lebih senang untuk bisa mencetak gol lebih banyak. Tapi yang terpenting saat ini adalah mendapatkan istirahat yang cukup.

“Mereka bermain sepak bola yang hebat dalam pertandingan terakhirnya. Kami mencetak satu gol, tentu saja kami akan lebih senang pada saat kami mencetak gol lebih banyak. Tapi saat ini waktunya untuk pemulihan dan menunggu siapa yang akan menjadi lawan kami selanjutnya,” kata Mata.

Juan Mata dkk. akan berhadapan dengan Sevilla atau Wolverhampton Wanderers pada babak semi final Liga Europa, pada Selasa dini hari (18/8/20). Ini untuk pertama kalinya United bermain di tiga semi final dalam satu musim sejak 2009.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Juan Mata: Hazard Akan Buktikan Kualitasnya di Madrid

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Gelandang Manchester United, Juan Mata, mengaku yakin mantan rekannya di Chelsea, Eden Hazard, akan segera bangkit dari keterpurukan di Real Madrid.

Hazard pernah berseragam Chelsea selama tujuh musim. Tepatnya pada 2012 hingga 2019. Dalam periode tersebut, penyerang asal Belgia tersebut berhasil menunjukkan performa impresif bersama The Blues.

Dari 352 penampilan bersama Chelsea, Hazard sukses menyumbang 110 gol. Ia juga mampu membantu Chelsea meraih enam gelar, di antaranya dua gelar Liga Primer Inggris, satu gelar Piala FA, satu gelar Piala Liga Inggris (1), dan dua gelar Liga Europa.

Juan Mata - Manchester United - @OptaJoe
twitter.com/OptaJoe

“Pemain terbaik Liga Premier adalah Hazard. Saya dulu suka bermain bersama dan melawan dia. Bagi saya, selama bertahun-tahun, dia adalah yang terbaik di liga. Dia bisa memenangkan pertandingan sendirian. Saya dulu berlatih dengannya dan saya tahu betapa bagusnya dia,” kata Mata di Soccerway.

“Dia sangat tidak beruntung pada waktunya bersama Real Madrid dengan beberapa cedera, tetapi saya yakin dia akan menunjukkan levelnya yang sebenarnya ketika dia fit untuk melakukan itu dan dia tidak cedera.”

Vinicius Junior - Eden Hazard - Real Madrid - The National
The National

“Selain dia, kami memiliki banyak pemain bagus. Anda dapat berbicara tentang sejarah Liga Premier dan Anda mungkin dapat menempatkan beberapa mantan rekan setim saya seperti Wayne Rooney. Dia harus ada di sana. Ryan Giggs harus di atas sana, dan Paul Scholes.”

“Mantan rekan setim saya dari Chelsea: Frank Lampard, John Terry, Didier Drogba. Sangat sulit untuk memilih satu yang terbaik,” Mata menambahkan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Mata: Solskjaer Punya DNA Sejati Manchester United

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Gelandang Manchester United, Juan Mata, menilai Manajer Ole Gunnar Solskjaer punya DNA sejati Setan Merah dan memiliki aura yang positif.

Solskjaer sempat menjadi sasaran kritik karena performa inkonsisten Man United pada penghujung musim 2018-2019 dan paruh pertama 2019-2020. Beruntung, perlahan-lahan ia menunjukkan kapasitasnya sebagai pelatih.

Man United kini dibawanya tak terkalahkan dalam 11 pertandingan terakhir di semua kompetisi plus catatan sembilan kali clean sheet. Mata mengatakan, aura positif Solskjaer sudah terasa sejak dirinya datang pada Desember 2018 sebagai manajer interim.

ole gunnar solskjaer manchester united vs burnley

“Tentu saja, saya banyak mendengar tentang Solskjaer sebagai pemain. Tentang gol bersejarahnya, tentang banyak gol,” kata Mata di podcast resmi United.

“Jadi kami mengadakan pertemuan antara kami, tim, dan mereka berkata: ‘Dengar, besar kemungkinan Solskjaer akan datang. Dia akan mengurus tim sampai akhir musim. Dia datang dari Molde di Norwegia’.”

“Begitu dia masuk, Anda bisa melihat sisi positifnya. Anda bisa melihat DNA Man United. Dia kenal semua orang, dia merasa seperti penggemar United yang baik, dan dia bahagia dan tersenyum dan penuh energi. Jadi kami tetap bersamanya, dan saya pikir itu pertanda baik bahwa segalanya akan baik-baik saja,” Mata menambahkan.

Perlahan tapi pasti, Solskjaer kini membawa Man United kian dekat dengan empat besar klasemen Liga Inggris 2019-2020. Klub yang bermarkas di Stadion Old Trafford itu hanya berjarak tiga angka dengan Chelsea di peringkat empat yang mengoleksi 48 poin dari 29 pertandingan.

Sementara di kompetisi lain, Man United punya kans meraih trofi di Liga Eropa dan Piala FA 2019-2020.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Terungkap! Seperti Ini Sosok Louis van Gaal di Mata Pemain Manchester United

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Pemain Manchester United asal Spanyol Juan Mata memiliki kenangan tersendiri terhadap pelatih asal Belanda, Louis van Gaal.

Meski van Gaal dianggap gagal di Old Trafford, Mata tetap memandang mantan pelatihanya tersebut sebagai pelatih yang tulus dan sangat baik.

“Dia pria yang sangat baik, sangat baik dan sangat tulus. Anda mungkin tidak mengira begitu. Dia bisa bisa sangat emosional dan kadang menangis,” kata Mata seperti dikutip Football5star.com dari halaman resmi United, Rabu (25/3/2020).

Juan Mata Manchester United

“Tapi dia sosok yang menakutkan. Saya ingat pertemuan pertama yang kita lakukan dengannya terjadi di Los Angeles ketika sedang pramusim,” tambahnya.

Dikatakan oleh Juan Mata bahwa saat itu Louis van Gaal menginginkan untuk bertemu dengan seluruh pemain United setelah makan malam.

“Ia mengatakan ingin bertemu dengan kami satu per satu di ruangan setelah makan malam. Semua orang pergi dan aku juga,” ucapnya.

Mata melanjutkan saat masuk ke ruangannya. van Gaal duduk bersama Ryan Giggs. Eks pelatih asal Belanda itu pun menawarkan Mata untuk menenggak anggur.

“Dia berkata, apakah kamu minum? dan saya jawab, saya baik-baik saja.” Mata lalu menceritakan bahwa van Gaal bertanya tentang pribadinya dan terakhir ia bertanya soal posisi yang ingin saya mainkan.

“Dan saya ingat dia punya kertas di mana dia mengatur taktik untuk tim tahun itu. Di mana Anda merasa akan paling cocok di sini, tanyanya,”

Van Gaal datang ke Old Trafford pada Mei 2014. Dia datang menggantikan David Moyes. Sayang ia dianggap tak sukses melatih di United.

Pada 21 Mei 2016 atau dua hari setelah United meraih Piala FA, van Gaal dipecat oleh manajemen Manchester United.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Berlatih Kiper Sendirian, Bocah Irlandia Dipuji Peter Schmeichel

Banner LFS Baru

Football5Star.com, Indonesia – Social distancing ‘pembatasan sosial’ atau lockdown ‘karantina wilayah’ tak dapat menghentikan Nathan Tobin, seorang bocah di Irlandia, mengasah kemampuannya sebagai kiper. Hal itu lantas membuat para kiper dan mantan kiper terkesan. Salah satunya Peter Schmeichel.

Nathan Tobin adalah anak tunggal. Tak pelak, dia tak punya teman untuk berlatih di rumahnya. Namun, seperti kata pepatah, tiada rotan akar pun jadi, dia menemukan alternatif “partner”. Itu adalah tembok yang membatasi ruang latihannya. Dia menendang bola ke tembok, lalu menerkam pantulannya.

Aksi Nathan Tobin itu menyedot perhatian setelah diunggah oleh ibunya, Sarah-Jayne Tobin, di akun Twitter-nya. Tak dinyana, beberapa kiper memberikan respons terhadap video tersebut. Salah satunya kiper legendaris Manchester United, Peter Schmeichel.

“Tak ada apa pun, bahkan virus jahat macam COVID-19, dapat menghentikan seorang kiper berbakat untuk berlatih agar lebih baik lagi. Selamat, anak muda!” ujar Peter Schmeichel lewat quote reply seperti dikutip Football5Star.com dari akun Twitter-nya.

Schmeichel bukan satu-satunya kiper legendaris yang memberikan komentar kepada Tobin. Neville Southall pun memberikan dorongan semangat. “Teruslah berlatih hingga tak ada satu pun yang masuk,” kata kiper legendaris Everton itu.

Selain Peter Schmeichel dan Neville Southall, Ben Foster yang saat ini memperkuat Watford juga merespons positif aksi Nathan Tobin. “Aku tak tahu bagaimana kami bisa melakukan itu, tapi aku akan berlatih untukmu. Terus lakukan itu. Aku menyukainya,” ujar dia.

Ditantang” Juan Mata

Sementara itu, gelandang Manchester United, Juan Mata, menjanjikan sesuatu yang lebih nyata. “Suatu hari, jika dia mau dan semua ini usai, aku akan senang hati melatih tendangan bebasku dengan dia di gawang! bagaimana menurutmu?” kata gelandang asal Spanyol itu.

Sarah-Jayne Tobin menyambut gembira tawaran Mata. “Itu akan luar biasa. Oh Tuhan, dia begitu senang sekadar membayangkan atau melihatmu. Apalagi bertemu,” kata dia. Mata pun merespons, “Baguslah. Aku akan menantikan hal itu!”

Video Nathan Tobin yang menyedot perhatian Peter Schmeichel saat ini telah viral. Hingga Rabu (25/3/2020) pukul 06.00 WIB, sudah 9,5 juta kali video itu dilihat warganet.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Scholes: United Hancur Ketika Mata dan Fellaini Datang

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Terkikisnya kekuatan Manchester United sudah diprediksi sejak lama oleh mantan pemain mereka, Paul Scholes. Menurutnya, gerbang menuju kehancuran Setan Merah adalah ketika mendatangkan Juan Mata dan Marouane Fellaini.

Menurutnya, perekrutan kedua pemain tersebut sama sekali tidak sesuai dengan kebutuhan tim. Namun, manajer United saat itu, David Moyes, tetap mendatangkan keduanya yang menurut Scholes bukan langkah bijak.

Fellaini didatangkan dari klub Moyes sebelumnya, Everton, dengan harga 40 juta pounds. Sedangkan Mata, hijrah dari Chelsea dengan harga yang sama. Kini, hanya nama terakhir yang masih berada di skuat terkini Setan Merah

Juan Mata - Manchester United - @OptaJoe
twitter.com/OptaJoe

“Sepertinya alarm bahaya benar-benar berbunyi ketika David Moyes mendatangkan Fellaini dan Mata dengan total 70 juta pounds. Memang, keduanya adalah pemain bagus. Tetapi bukan berarti klub membutuhkan mereka berdua,” kata Scholes dikutip dari Talksport.

“Padahal, David Gill yang bekerja sebelum Ed Woodward, sudah bersikeras tidak akan mendatangkan keduanya. Namun, ketika Woodward datang, dua orang tersebut tetap dipaksakan bergabung ke Manchester United,” ucapnya lagi.

Sepeninggal Sir Alex Ferguson, Manchester United memang tidak sedigdaya dahulu. Perlahan tapi pasti, grafik prestasi mereka terus menurun. Tidak ada lagi gelar liga yang diraih, padahal trofi Premier League sangat identik dengan Setan Merah sebelumnya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Mata: Lawan Liverpool Jadi Momentum Kebangkitan Manchester United

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Gelandang Manchester United, Juan Mata, mengaku yakin timnya akan bangkit jika bisa mengalahkan musuh bebuyutan mereka, Liverpool, akhir pekan ini.

Manchester United akan menjamu Liverpool pada lanjutan pertandingan Liga Inggris di Old Trafford, Minggu (20/10/2019). Liverpool berstatus unggulan jika melihat performa mereka yang belum pernah kalah, plus menyapu bersih semua laga dengan kemenangan.

Sedangkan Man United arahan Ole Gunnar Solskjaer terpuruk di urutan 12 klasemen dan terpaut dua poin dari zona degradasi. Kendati demikian, Mata menilai timnya justru termotivasi untuk meraih kemenangan atas The Reds karena kondisi tersebut.

Ia bahkan percaya jika menang, maka hal ini akan jadi momentum kebangkitan Setan Merah di Liga Inggris.

Juan Mata
Getty Images

“Pada hari Minggu kami memiliki peluang besar untuk mengubah dinamika klub dan kami semua sangat termotivasi untuk mengambil kemenangan,” kata Mata di Soccerway.

“Kami adalah United, kami bermain di kandang sendiri dan kami akan memberikan segalanya untuk bisa meraih kemenangan yang layak diterima penggemar kami dalam pertandingan yang spesial,” ia menambahkan.

Mata sendiri sudah membela United dalam 10 pertandingan di semua kompetisi musim ini. Pemain asal Spanyol itu belum menyumbangkan gol atau assist.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Soal Masa Depan, Pesepak Bola Eropa Memang Wajib Dicontoh

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Bek muda Chelsea Fikayo Tomori sadar betul bahwa profesinya saat ini tidak bisa menjadi jaminan untuk masa depan. Meski bermain di kompetisi selevel Liga Inggris, pemain berusia 21 tahun itu menyebut bahwa masa depan seorang pesepak bola terletak pada kepintaran dan kecerdesan intelektualnya.

“Sepak bola tidak selamanya saya mainkan. Ketika saya pensiun, atau Tuhan melarang saya bermain lebih lama. Maka saya harus memiliki bekal,” kata Tomori seperti dikutip Football5star.com dari The Sun, Jumat (11/10/2019).

Untuk bekal di masa depannya, pemain kelahiran Kanada tersebut saat ini tengah menempuh pendidikan diploma manajemen bisnis. Menurut Tomori, gelar itu nantinya bisa menjadi jaminan untuk masa depannya.

Fikayo Tomori
Sky Sports

Pemain muda Chelsea tersebut bukan satu-satunya pesepak bola yang memandang penting pendidikan dan kehidupan setelah pensiun dari lapangan hijau. Sejumlah pemain lain juga fokus mengejar pendidikan sembari terus catatkan prestasi di sepak bola.

Juan Mata misalnya. Gelandang Manchester United tersebut mengambil jurusan jurnalistik di Universidad Politecnica e Madrid. Saat ini mempunyai gelar sarjana Olahraga dan keuangan.

Ada juga Andrey Arshavin yang mengambil jurusan teknologi pakaian dan saat ini memiliki rumah mode sendiri di Rusia. Eks pemain Arsenal itu lulus dari Universitas St Petersburg di Rusia.

Bahkan kiper yang acapkalai mendapat bahan guyonan akibat aksi blundernya Simon Mignolet juga memiliki gelar sarjana hukum dan politik. Sedangkan di Indonesia ada pemain seperti Boaz Solossa yang lulusan dari Universitas Cenderawasih. Ada juga Ricardo Salampessy yang memiliki gelar Sarjana Administrasi Negara (S.Adm).

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Juan Mata: Saat Saya Kecil, Manchester United Juara Terus

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Perfomance Manchester United dalam beberapa musim terakhir belum menunjukkan capaian yang memuaskan. Musim ini saja, mereka hanya on fire di pekan pertama. Hal itu membuat Juan Mata buka suara.

Menurut gelandang asal Spanyol tersebut, dirinya tak menyesal bergabung ke klub berjuluk Red Devils tersebut di tengah situasi tersebut. Menurutnya Manchester United tetaplah klub besar.

“Banyak orang bilang aku bergabung ke Mancheter United di waktu yang salah. Tapi bagiku klub ini sangat istimewa. Sejak aku kecil, klub ini juara terus,” kata Mata seperti dikutip Football5star.com dari Daily Mail, Senin (30/9/2019).

Manchester United vs Rochdale
Getty Images

Menurut mantan pemain Chelsea tersebut, dirinya memang merasakan sesuatu yang berbeda saat bergabung ke United. Menurutnya ada sebuah momen perubahan besar dalam hidupnya.

“Ketika kesempatan itu datang, aku tidak ragu. Aku bisa merasakan momen perubahan dalam karierku. Ini adalah momen perubahan dalam segala hal,” ucap Mata.

“Aku berada di sini cukup lama. Dan aku masih merasakan hal istimewa bermain di Old Trafford,” tambahnya.

Diakui Mata bahwa dirinya sangat ingin bisa mengulang momen-momen di mana Manchester United bisa meraih banyak gelar juara. Meski ia sadar bahwa hal tersebut tidak akan mudah untuk diwujudkan.

“Aku berharap momen itu kembali terulang. Aku ingin melakukan perubahan tersebut. Meski hal tersebut tidak akan mudah untuk terwujud.” tutup Mata.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Sulit Juara Liga Inggris, Mata Tak Menyesal Gabung ke Man United

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Juan Mata sama sekali tidak menyesal dengan keputusan bergabung ke Manchester United. Kini, sudah hampir enam tahun gelandang asal Spanyol itu berseragam tim yang bermarkas di Old Trafford.

Manchester United merekrut Juan Mata dari Chelsea pada Januari 2014. Terutama saat ia kurang mendapat kepercayaan bermain di bawah asuhan Jose Mourinho saat di Stamford Bridge.

Namun, pemain dan pelatih itu malah kembali bereuni saat Mourinho menjadi juru taktik Man United. Selama lima musim terakhir, gelandang serang berusia 31 tahun sudah memenangi Piala FA, Piala Liga Inggris, dan Liga Europa. Akan tetapi, ia belum sekali pun mampu memenangi trofi Liga Inggris.

Juan mata twitter @Sportsgriduk
Twitter/ @Sportsgriduk

Musim ini, tim berjulukan Red Devils juga sepertinya akan kembali tidak mampu memenangi gelar Premier League. Kendati demikian, Mata mengklaim bahwa menjadi bagian dari Man United memang keinginannya sejak masih kecil.

“Beberapa orang mengatakan bahwa saya pindah ke Man United pada waktu yang tidak tepat. Namun, berada di klub ini adalah sesuatu yang sangat spesial,” kata Mata seperti dikutip Football5star.com dari Daily Mail.

“Sejak saya kecil, saya melihat klub ini menuai banyak kesuksesan. Ketika ada kesempatan bergabung dengan klub ini, saya sama sekali tidak ragu. Saya ingin merasakan seperti apa menjadi pemain Manchester United,” ucapnya.

https://www.instagram.com/p/B23nbqjgmFr/

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Juan Mata Dukung Maguire Jadi Kapten Manchester United

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Gelandang Manchester United, Juan Mata, mendukung Harry Maguire jadi kapten baru Setan Merah. Menurut dia, Maguire layak memegang jabatan itu.

United mendatangkan tiga pemain di bursa transfer lalu yakni Maguire, Daniel James dan Aaron Wan-Bissaka. Ketiganya langsung menembus tim utama Setan Merah.

Maguire bahkan digadang-gadang sebagai kapten baru United. Mata pun mendukung gagasan ini.

“Kenapa tidak? Maguire memiliki pengalaman, kehadiran fisiknya penting, bek tengah adalah posisi yang baik untuk menjadi kepribadian yang memimpin dalam tim dan dia memiliki pengalaman internasional. Dia datang ke klub besar, benar-benar memiliki kesempatan untuk membuat langkah selanjutnya,” kata Mata di Soccerway.

“Daniel James juga telah membuat awal musim yang sangat baik dan semua orang dapat melihat seberapa cepat dia.”

Juan Mata mengungkapkan alasan khusus yang membuatnya bertahan di Manchester United.
Getty Images

Mata juga memuji Wan-Bissaka. Di mata dia, mantan pemain Crystal Palace itu memiliki naluri bertahan yang sangat baik.

“Wan-Bissaka sangat, sangat bagus dalam tugas defensif, sangat bagus dalam tekel. Saya belum pernah melihat pemain seperti dia, dia luar biasa. Bahkan dalam latihan Anda pikir Anda telah melewatinya dan kemudian dia datang dan mengambil bola dari Anda. Dia memiliki kaki yang sangat panjang!”

“Seperti Anthony Martial, dia pria yang pemalu, pendiam tapi percaya diri di lapangan,” Mata menambahkan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Gampang Bagi Juan Mata untuk Tinggalkan Manchester United

Football5star.com, Indonesia – Juan Mata sepertinya tidak lama lagi akan keluar dari Manchester United. Kemungkinan ini disampaikan langsung oleh gelandang asal Spanyol tersebut.

Saat ini Juan Mata masih terikat kontrak bersama Manchester United hingga Juli tahun depan. Artinya, jika di akhir musim pihak klub tidak memperpanjang kontraknya, ia bisa hengkang secara cuma-cuma.

Bagi mantan pemain Valencia, bukan perkara sulit meninggalkan Setan Merah, apalagi situasinya di tim sekarang tidak menguntungkan. Tapi ia menegaskan ada beberapa hal yang harus dilakukan sebelum mengambil keputusan.

Juan Mata merasa masih kerasan di Manchester United sehingga setuju memperpanjang kontraknya.
Manchester Evening News

“Dengan situasi seperti sekarang, akan lebih mudah bagi saya untuk pergi. Saya harus akui saya tiba di sini pada titik terbaik dalam sejarah klub dan mungkin sekarang mereka tidak akan memperbaharuinya. Tapi saya masih percaya masih layak tetap di sini dan membawa klub berjuang meraih trofi,” ujar Mata seperti dilansir Tribal Football, Kamis (29/8/2019).

“Beginilah mentalitas saya dan ide yang ada dalam pikiran saya sekrang. Mentalitas orang-orang di sini sangat kuat hingga berhasil membuat klub ini sangat istimewa,” lanjut mantan pemain Chelsea tersebut.

Dalam tiga pertandingan awal Premier League musim ini, gelandang berusia 31 tahun selalu diturunkan pelatih Ole Gunnar Solskjaer. Namun, tiga penampilannya itu harus berawal dari bangku cadangan.

Bahkan saat klub yang bermarkas di Stadion Old Trafford itu kalah 1-2 dari Crystal Palace, Juan Mata hanya tampil lima menit saja.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Juan Mata Desak United Tampil Lebih Konsisten

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Menyelesaikan liga di urutan keenam jelas bukan harapan para pendukung Manchester United. Oleh karena itu, gelandang Setan Merah, Juan Mata, meminta rekan-rekannya untuk tampil lebih konsisten musim mendatang.

Manchester United gagal mengamankan spot di empat besar pada klasemen akhir Liga Inggris musim 2018/19. Hasil tersebut membuat mereka gagal mengamankan satu tempat di fase grup Liga Champions. Akan tetapi, United tetap bisa berlaga di kancah Eropa dalam Liga Europa.

“Kami tahu tim ini harus tampil lebih baik ketimbang musim lalu. Tim ini punya trofi lebih banyak dibandingkan klub-klub lain di Inggris,” kata pemain yang baru saja menandatangani kontrak baru pada Juni lalu kepada BBC.

icc manchester united vs inter

Sejak Sir Alex Ferguson pensiun, Manchester United memang belum pernah lagi meraih juara liga. Trofi terakhir mereka adalah Liga Europa 2017. Tiga bulan sebelumnya, ada Piala Liga Inggris yang juga berhasil dimenangi di bawah asuhan Jose Mourinho.

“Bermain untuk Manchester United rasanya sangat unik. Aku senang berada di sini dan berjuang meraih trofi bergengsi bersama tim ini. Para pendukung pantas mendapatkan itu atas apa yang mereka lakukan. Kami ingin memenangi trofi besar lagi karena itulah yang dilakukan United di masa lalu,” katanya melanjutkan.

Mata menjadi salah satu pemain yang paling senior di kubu Setan Merah saat ini. Ia sudah membela klub yang bermarkas di Old Trafford tersebut sejak Januari 2014. Saat itu, ia diboyong dari Chelsea dengan harga 37 juta pounds.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Juan Mata Diklaim Dapat Tawaran Menggiurkan dari Klub Cina

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Juan Mata diklaim sempat menolak tawaran untuk bermain bersama salah satu klub Liga Cina sebelum memilih memperpanjang kontrak di Manchester United. Padahal, ia mendapat tawaran luar biasa menggiurkan.

Juan Mata telah memperpanjang kontrak di United Juni lalu. Pemain berusia 31 tahun akan tinggal di Old Trafford dalam dua musim ke depan.

Gelandang berusia 31 tahun ini sudah lima setengah tahun bermain bersama tim berjulukan Red Devils. Selama ini, pemain asal Spanyol tersebut mendapatkan gaji dengan nilai 140 ribu pounds dalam satu pekan.

Juan Mata - Pep Guardiola - Zimbio
Zimbio.com

Namun, dalam kontrak barunya gaji Mata diklaim mengalami penurunan drastis. Ia hanya akan menerima 95 ribu pounds dalam satu pekan atau sekitar Rp1,6 miliar.

Juan Mata akan mendapat gaji super mahal andai menerima tawaran dari klub Cina. Dikutip Football5star.com dari 90min, Mata mendapat tawaran untuk pindah ke Cina pada Juni lalu. Saat itu, ia belum meneken kontrak baru dengan Man United. Klub yang dimaksud adalah Shanghai SIPG.

Shanghai SIPG diyakini memberi tawaran yang sangat menggiurkan untuk Mata. Pemain asal Spanyol itu bakal digaji hingga 550 ribu pounds dalam satu pekan atau sekitar Rp 9,7 miliar.

https://www.instagram.com/p/Bz1oinJAQOd/

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Mata: James dan Wan-Bissaka Punya Potensi Besar

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Gelandang Manchester United, Juan Mata, mengaku bahagia dengan kedatangan dua rekrutan baru Setan Merah, Daniel James dan Aaron Wan-Bissaka. Di mata pemain asal Spanyol itu, keduanya punya potensi besar.

Setelah sempat hanya mendatangkan Daniel James dari Swansea City, Manchester United akhirnya berhasil mengamankan tanda tangan Aaron Wan-Bissaka dari Crystal Palace dengan nilai transfer 50 juta poundsterling.

Walau belum lama menjadi bagian dari klub dan baru beberapa kali mengikuti sesi latihan, Mata sudah dibuat terkesan dengan penampilan dua rekan setim anyarnya tersebut. Bahkan Mata juga merasa optimistis jika James dan Wan-Bissaka akan menjadi pemain kunci Setan Merah musim depan.

aaron wan bissaka ke manchester united
Getty Images

“Anda dapat melihatnya dari saat pertama, mereka berdua memiliki kualitas mereka. Wan-Bissaka telah bermain di Liga Premier sebelumnya dan James telah melakukan hal-hal besar di Swansea,” kata Mata di Soccerway.

“Semoga mereka bisa memberi kami banyak. Mereka sangat penting karena mereka masih sangat muda dan sangat lapar untuk memberikan yang terbaik untuk klub,” ia menambahkan.

Saat ini United tengah menjalani tur pramusim ke Australia. Mereka akan menantang Perth Glory pada Sabtu (13/7) dan Leeds United empat hari berselang.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Juan Mata Ungkap Alasan Bertahan di Manchester United

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Medio Juni lalu, Juan Mata mengakhiri rumor masa depannya dengan menandatangani kontrak baru berdurasi tiga tahun di Manchester United. Dia mengabaikan Shanghai SIPG yang dikabarkan menyodorkan tawaran gaji 550.000 pounds per pekan.

Tiga pekan setelah kepastian itu, Juan Mata akhirnya buka suara soal alasannya bertahan di Manchester United. Rasa betah karena penerimaan dan perlakuan yang baik dari klub menjadi salah satu faktor utamanya.

“Sebenarnya ada banyak hal. Namun, yang pertama adalah rasa memiliki klub ini. Itu sesuatu yang spesial, unik,” ungkap Juan Mata kepada MUTV seperti dikutip Football5Star.com dari Manchester Evening News.

Juan Mata merasa masih kerasan di Manchester United sehingga setuju memperpanjang kontraknya.
manchestereveningnews.co.uk

Meskipun belakangan ini terpuruk, Red Devils tetaplah opsi menarik bagi gelandang asal Spanyol itu. Dia menilai rival sekota Manchester City tersebut tetaplah salah satu klub terbaik di Eropa.

“Kita tahu ada tiga atau empat klub besar di Eropa dan United adalah salah satu di antara mereka. Meskipun tak dalam momen terbaik di sejarah kami, meskipun kami telah memenangi trofi-trofi, perasaan bangun setiap hari sebagai Setan Merah sungguh luar biasa. Aku ingin terus merasakan hal itu,” kata Juan Mata.

Menyambut musim baru, pemain yang sempat memperkuat Chelsea itu punya ambisi besar. Dia ingin mengembalikan Manchester United ke tempat yang seharusnya, yakni sebagai salah satu kekuatan terbesar di Premier League dan selalu jadi kandidat kuat juara.

Juan Mata bergabung dengan Manchester United pada musim 2014-15 dengan biaya transfer 44,73 juta euro. Bersama Red Devils, dia telah meraih empat gelar, yakni juara Piala FA 2015-16, Piala Liga 2016-17, Liga Europa 2016-17, dan Community Shield 2017.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Manchester United Resmi Perpanjang Masa Bakti Juan Mata

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Teka teki mengenai masa depan Juan Mata akhirnya terjawab sudah. Sang pemain sudah sepakat untuk memperpanjang masa baktinya bersama Manchester United hingga tahun 2021 mendatang.

Selain durasi dua tahun yang sudah disepakati oleh kedua belah pihak, Manchester United juga menyertakan klausul perpanjangan otomatis selama satu tahun. Perpanjangan kontrak ini pun disambut positif oleh Juan Mata yang merasa sangat bangga.

“Saya merasa sangat terhormat karena bisa terus membela klub yang luar biasa ini dan tetap bermain di hadapan suporter. Saya sudah bermain bersama Manchester United selama lima tahun dan dapat mengatakan bahwa Old Trafford merupakan rumah saya,” kata Juan Mata dilansir laman resmi klub.

Juan Mata - Manchester United - @OptaJoe
twitter.com/OptaJoe

“Saya sudah tak sabar ingin segera bekerja bersama Ole Gunnar Solskjaer dan para asistennya yang luar biasa. Mereka memiliki visi yang sangat menarik untuk masa depan klub dan saya merasa bangga karena menjadi bagian dari rencana mereka,” imbuhnya menambahkan.

Ole Gunnar Solskjaer juga merasa sangat lega karena Juan Mata telah setuju untuk memperpanjang kontraknya. Menurutnya, Mata adalah salah satu pemain terbaik yang pernah ia asuh.

“Juan memiliki sifat yang sangat profesional. Selain itu, dia merupakan salah satu pemain tercerdas yang pernah saya latih. Musim depan, dia akan menjadi contoh yang sempurna untuk para pemain muda dengan pendekatan unik miliknya,” kata Solskjaer.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Manchester United Amankan Kontrak Gelandang Tiga Tahun ke Depan

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Bursa transfer musim panas dimanfaatkan para pemain dan klub untuk mencari petualangan baru. Namun, tidak demikian halnya bagi gelandang Manchester United, Juan Mata. Ia memilih bertahan di Old Trafford untuk tiga musim ke depan.

Sejatinya, kontrak Mata di Manchester United akan habis pada akhir Juni. Sejak pindah dari Chelsea 2014 silam, dirinya belum memperbarui kontrak di sana. Kini, ia memastikan akan tetap berseragam Setan Merah hingga 2022 mendatang.

Hingga kini, Mata sudah tampil dalam 218 pertandingan untuk Manchester United dan mencetak 45 gol. Selain itu, sumbangsih positifnya adalah membantu United memenangi sejumlah turnamen seperti satu gelar Piala FA, Piala Liga, serta Liga Europa.

juan mata- united akan dibantu 75 ribu fans kalahkan liverpool

Mata menjadi sedikit pemain yang ditawarkan kontrak baru oleh pihak klub. Sejauh ini, Ander Herrera dan Antonio Valencia masih belum dipastikan mendapat kontrak baru dari pihak klub.

Selama bursa transfer musim panas, Manchester United kerap dihubungkan dengan sejumlah pemain papan atas Eropa. Salah satunya adalah Antoine Griezmann yang hingga kini masih santer diisukan merapat ke Old Trafford musim depan.

Sebelumnya, Presiden Atletico Madrid, Gil Marin menyebut Griezmann akan merapat ke Barcelona. Namun, kabar tersebut langsung dibantah Presiden Barca, Josep Maria Bartomeu yang menyebut belum ada tawaran resmi dari pihaknya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Juan Mata: Kalah di Pekan Terakhir adalah Cara Terburuk Akhiri Musim

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Gelandang asal Spanyol milik Manchester United, Juan Mata menilai kekalahan timnya di pekan terakhir Liga Inggris adalah cara terburuk mengakhiri musim.

Manchester United harus menelan pil pahit saat melawan Cardiff akhir pekan lalu. Red Devils menyerah dengan skor 0-2 di Stadion Old Trafford.

“Kalah di pekan terakhir adalah cara terburuk mengakhiri musim. Jelas ini bukan musim terbaik bagi Manchester United. Ada beberapa momen kami harus mengalami rasa kecewa,” kata Mata seperti dikutip www.old.football5star.com dari situs klub, Senin (13/5/2019).

“Tidak ada pun dari kami yang puas dengan hasil di muism ini. Namun yang pasti saat kami menang, kami merayakan bersama. Saat kalah, kami berbagi tanggung jawab bersama,” ucap Mata.

Ole Gunnar Solskjaer - Manchester United - Talksport

Dikatakan Mata bahwa saat ini waktunya seluruh tim untuk menganalisis, merenungkan apa yang sudah dijalani pada musim ini. Mata menyebut bahwa hal ini wajib dilakukan untuk musim depan.

“Saat ini klub tengah berada di situasi yang berbeda. Kami harus berani untuk mengevaluasi diri untuk musim depan,” kata Mata.

Juan Mata menyebut bahwa seluruh penggawa Manchester United merasa bersalah pada suporter. Skuat Red Devils kata Mata masih membutuhkan dukungan suporter ke depannya.

“Dukungan Anda sangat mengagumkan di musim ini, terutama pada kondisi seperti ini. Anda semua layak untuk mendapatkan hal yang lebih,” ucap Mata.

Juan Mata sendiri tengah dirumorkan akan angkat koper dari Old Trafford akhir musim ini. Meski sebatas rumor, sejumlah klub seperti Barcelona kabarnya berminat untuk dapatkan jasa eks pemain Chelsea tersebut.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Juan Mata Ditawari Kontrak Dua Musim oleh Barcelona

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Pesepak bola asal Spanyol, Juan Mata dirumorkan tidak akan melanjutkan karier di Manchester United. Mata dikabarkan mendapat tawaran kontrak dari Barcelona.

Seperti dikutip www.old.football5star.com dari as, Rabu (7/5/2019), Barcelona siap menampung Juan Mata jika angkat koper dari Old Trafford akhir musim ini. Blaugrana bahkan disebut-sebut menawari kontrak dua musim kepada Mata.

Kontrak Mata di Manchester United sendiri memang sudah habis pada akhir musiim ini. Tak ada pembicaraan perpanjangan kontrak sejauh ini. Artinya Barcelona bisa mendapatkan Mata dengan status bebas transfer.

Kontrak dua musim plus perpanjangan 12 bulan tentu jadi tawran menarik bagi Mata melanjutkan kariernya. Musim ini, Mata tak mendapat tempat utama di starting XI Ole Gunnar Solskjaer.

juan mata vs chelsea
@premierleague

Solskjaer pada musim ini memang lebih banyak memprioritaskan Paul Pogba, Ander Herrera, dan Scott McTomaniy. Mata pun hanya catakan 32 penampilan di semua kompetisi pada musim ini.

Meski berusia 31 tahun, skill Mata masih cukup apik. Barcelona tentu saja tidak akan rugi jika mendapatkan jasa Mata pada musim depan.

Lini tengah Barcelona akan lebih hidup dengan kedatangan Mata. Saat ini di lini tengah Barcelona sudah memiliki nama-nama pemain berkualitas seperti Sergio Busquets, Arturo Vidal, Ivan Rakitic, Arthur, Rafinha dan pemain anyar, Frenkie de Jong.

Jika menilik dari gaya bermain, Mata memang memiliki kesamaan dengan pemain anyar dari Ajax, Frenkie de Jong. Namun secara jam terbang, Mata tentu lebih baik dibanding de Jong.

Selama berkareir di Old Trafford, Mata telah mengoleksi 161 penampilan dan mencetak 33 gol. Ia juga telah memberikan 4 gelar kepada publik Old Trafford, salah satu gelar Liga Europa.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Mata Tak Ragukan Kualitas De Gea

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Gelandang Manchester United, Juan Mata, menegaskan tidak ragu dengan kualitas David De Gea yang tampil buruk saat melawan Chelsea, Minggu (28/4/2019).

Man. United unggul lebih dulu saat menjamu The Blues pada laga pekan ke-36 Premier League tersebut. Juan Mata menceploskan bola ke dalam gawang Kepa Arrizabalaga berkat umpan Luke Shaw pada menit ke-11.

Setan Merah mengakhiri laga dengan satu poin. Tim tamu menyamakan skor lewat sepakan Marcos Alonso dua menit jelang turun minum.

Gol tersebut berawal dari sepakan Antonio Rudieger yang gagal dihalau dengan sempurna oleh David De Gea. Alonso menyambar bola liar untuk mencetak gol penyeimbang Chelsea.

“Anda tahu bahwa saya tidak meragukan David De Gea. Level dia bersama klub ini sungguh fantastis. Dia menjadi pemain terbaik dalam beberapa tahun terakhir dan jumlah penyelamatannya luar biasa,” kata Juan Mata, seperti dilansir BBC.

“Hal yang penting adalah bagaimana dia bereaksi. Saya dan tim sepenuhnya percaya kepada dia. Kami tentu tidak senang dengan hari ini, tetapi akan kembali berlatih dengan sikap yang tepat. Bagi saya, level dia tidak perlu dipertanyakan,” tuturnya.

Bukan pertama kalinya David De Gea melakukan blunder. Kiper timnas Spanyol itu pun membuat kesalahan saat melawan Barcelona dan Manchester City beberapa waktu lalu.

david de gea manchester united vs manchester city - Twitter @SportsClock
Twitter.com/SportsClock

“Dia tahu saya mendukungnya. Apa yang saya bisa lakukan adalah memberi pertimbangan yang jujur mengenai situasi. Dia kecewa dengan situasinya, tetapi dia salah satu kiper terbaik dunia,” ujar Mata.

“Semua orang melakukan kesalahan, tetapi dia kuat secara mental dan akan mengagalkan banyak gol dalam laga-laga berikutnya. Dia telah menjadi pemain terbaik kami dan mendapat kepercayaan penuh dari tim,” ujar gelandang asal Spanyol tersebut.

Imbang melawan Chelsea, Manchester United gagal menembus posisi empat besar klasemen Premier League. Setan Merah mengoleksi 65 poin dan tertinggal tiga angka dari The Blues yang menggeser posisi Arsenal di zona Liga Champions.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Juan Mata Tidak Mungkin Pindah ke Man City atau Liverpool

Football5star.com, Indonesia – Ayah Juan Mata seolah mengungkapkan ada tawaran dari Manchester City dan Liverpool untuk putranya. Namun, ia mengindikasikan gelandang berusia 30 tahun itu tidak akan pindah ke klub Inggris lainnya apabila memutuskan untuk menyudahi karier bersama Manchester United.

Kontrak Juan Mata bersama Manchester United akan berakhir pada musim panas ini. Namun, hingga sekarang belum ada kejelasan terkait masa depannya.

Sebelumnya, Ayah Mata mengungkapkan bahwa Man United sudah menyodorkan perpanjangan kontrak. Akan tetapi, putranya belum membuat keputusan untuk menerima atau menolak.

Masa Depan Juan Mata di Manchester United Semakin Tidak Menentu
Marca

Pasalnya, ada beberapa tawaran dari klub-klub elite Eropa. Sejauh ini, Barcelona, Manchester City, dan Liverpool sudah dikait-kaitkan dengan gelandang asal Spanyol itu.

Kendati demikian, ia memastikan kemungkinan besar Mata tidak akan memilih opsi pindah ke Manchester City atau Liverpool. Alasannya, kedua tim tersebut merupakan rival besar tim berjulukan Red Devils.

“Man City? Mungkin itu bukan pilihan ideal. Ada dua opsi yang tidak menarik, yakni Liverpool dan Man City,” ujar Ayah Mata seperti dikutip Football5star.com dari Sky Sports.

“Kami harus menghormati fan Man United karena Mata sangat disayangi fan di sini,” ucapnya.

Mata merupakan pemain yang bergabung ke Man United pada Januari 2014 dari klub asal London, Chelsea. Saat itu, ia digaet dengan nilai kontrak 37 juta pounds atau senilai 683 miliar rupiah.

Sepanjang kariernya bersama Man United, Mata telah mencetak 44 gol dari 259 penampilan. Sementara di Liga Inggris musim ini, Mata baru mencetak 2 gol.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Man United Sudah Tawari Juan Mata Kontrak Baru, tetapi…

Football5star.com, Indonesia – Ayah Juan Mata mengklaim Manchester United sudah menyodorkan kontrak baru untuk putranya. Namun, Mata belum membuat keputusan lantaran ia juga mendapat tawaran dari beberapa klub elite Eropa.

Kontrak Juan Mata bersama Manchester United akan berakhir pada musim panas ini. Namun, hingga saat ini belum ada kejelasan terkait masa depan gelandang berusia 30 tahun ini.

Sempat muncul spekulasi yang menyatakan bahwa Man United tidak berencana memperpanjang kontrak Mata. Namun, kini ayah Mata mengungkapkan klub berjulukan Red Devils sudah menyodorkan perpanjangan kontrak, hanya saja putranya belum membuat keputusan.

Juan Mata - Pep Guardiola - Zimbio
Zimbio.com

“Manchester United sudah menawarkan pembaruan kontrak dan kami sangat senang,” kata ayah Mata seperti dikutip Football5star.com dari Sky Sports.

“Namun, ada tawaran dari beberapa klub yang bermain di Liga Champions. Spanyol, mungkin tetapi hari ini bukan saat membicarakannya karena belum diputuskan,” ujarnya.

Rumor yang berkembang mengindikasikan adanya ketertarikan dari tiga klub elite Eropa, yakni Barcelona, Manchester City, dan Liverpool.

Sebelumnya, Mata belum juga masih enggan membicarakan masa depannya. Alasannya karena masih fokus memberikan kontribusi untuk Man United.

“Saya tidak berpikir saat ini adalah waktu yang tepat untuk membicarakan masa depan saya,” ujar Mata.

Mata merupakan pemain yang bergabung ke Man United pada Januari 2014 dari klub asal London, Chelsea. Saat itu, ia digaet dengan nilai kontrak 37 juta pounds atau senilai 683 miliar rupiah.

Sepanjang kariernya bersama Man United, Mata telah mencetak 44 gol dari 259 penampilan. Sementara di Liga Inggris musim ini, Mata baru mencetak 2 gol.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Masa Depan Juan Mata di Manchester United Semakin Tidak Menentu

Football5Star.com, Indonesia – Gelandang Manchester United, Juan Mata, menolak membicarakan masa depannya menjelang pertandingan Liga Champions babak perempat final leg pertama melawan Barcelona, Rabu (10/4/2019).

Juan Mata bergabung ke Manchester United pada Januari 2014 dari klub asal London, Chelsea, dengan nilai kontrak 37 juta pounds atau senilai 683 miliar rupiah.

Pemain yang pertama kali di Liga Inggris memperkuat Chelsea menolak membicarakan terkait masa depannya kepada media, ia memilih fokus memberikan kontribusi kepada timnya.

“Saya tidak berpikir saat ini adalah waktu yang tepat untuk membicarakan masa depan saya,” ujar Mata seperti dilansir Football Espana.

mata evening standard
standard.co.uk

Pemain yang sempat memperkuat Valencia lebih memprioritaskan timnya menghadapi Barcelona daripada kepentingan pribadinya saat ini.

“Saya lebih suka menempatkan tim di atas diri saya sendiri, dan apa yang akan kita hadapi saat ini menghadapi Barcelona cukup penting. Fokus hanya pada itu.” ujarnya.

Kontrak Mata bersama Man United akan berakhir pada akhir musim ini dan pemain berusia 30 tahun tersebut telah bebas berbicara dengan klub lain.

Sepanjang kariernya bersama Man United, Mata telah mencetak 44 gol dari 259 penampilan. Sementara di Liga Inggris musim ini, Mata baru mencetak 2 gol.

Sementara menurut laporan lainnya, belum tercapainya kesepakatan kontrak antara Juan Mata dengan Manchester United disebabkan oleh perbedaan durasi kontrak. Mata menginginkan minimal durasi kontrak dua tahun.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]