Eks Pemain Real Madrid Puji Budaya dan Adat Istiadat Indonesia

Eks Pemain Real Madrid Puji Budaya dan Adat Istiadat Indonesia 4

Football5star.com, Indonesia – Eks pemain Real Madrid, Julien Faubert menyebut ada dua negara yang membuatnya begitu terkesan selama berkarier di sepak bola. Dua negara itu adalah Inggris dan Indonesia.

Menurut pemain kelahiran Le Havre, Prancis tersebut, Inggris dan Indonesia begitu membuatnya terkesan meski tak terlalu lama bermain di dua negara ini. Faubert pada 2007 bergabung ke West Ham dan bermain hingga 2012. Pada 2018, ia bermain bersama Borneo FC.

Kamu Pasti Gak Tahu 5 Pemain Kelas Dunia yang Gagal Berkarier di Indonesia Julien Faubert borneofc. id
borneofc.id

Khusus Indonesia, Faubert mengaku punya alasan khusus mengapa berkesan bermain di sini. Menurut Faubert seperti dikutip Football5star.com dari media Prancis, Kamis (4/6/2020) Indonesia adalah negara yang memiliki budaya dan adat istiadat bagus.

“Saya akan mengatakan bahwa dua negara Inggris dan Indonesia begitu berkesan. Terutama di Indonesia, saya melihat bagaimana orang-orang di sana memiliki sifat tolong menolong,” ucapnya.

“Budaya mereka, adat istiada mereka membuat Anda akan sangat terkejut. Orang-orang di sana begitu toleran, dan dengan sepenuh hati membantu sesama yang membutuhkan,” tambah eks pemain Real Madrid tersebut.

Pada Januari 2018 lalu, Borneo FC resmi mengikat eks pemain Real Madrid, Julien Faubert selama semusim. Faubert sendiri mengakui memilih bermain di Indonesia karena mayoritas penduduknya muslim.

Faubert yang juga pernah menjadi penggawa West Ham United itu memang sudah beberapa hari terakhir mengikuti latihan bersama Borneo FC. Dia bakal diplot sebagai pemain berstatus marquee player.

Lepas dari Borneo, Faubert kemudian kembali ke Prancis dan sempat bermain di tim kecil, Fréjus Saint-Raphaël. Belakanganya, Faubert diangkat oleh tim ini menjadi pelatih tim muda.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Pemain Asal Prancis yang Main di Liga Indonesia

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Sejak 1980-an Liga Indonesia sudah didatangi sejumlah pemain asing meski peraturan terkait hal ini baru ada pada Ligina edisi pertama pada 1994.

Kehadiran pemain asing tentu jadi magnet tersendiri bagi kompetisi sepak bola Indonesia. Gelombang pemain asing terus membanjiri sepak bola Indonesia, bahkan mantan bintang Piala Dunia juga tertarik untuk berkarier di sini.

Ada nama Mario Kempes, Roger Milla, dan masih banyak lagi. Pemain dari kawasan Amerika Selatan dan Afrika memang jadi pemasok pemain asing terbanyak di Indonesia, namun yang menarik ada juga pemain dari sejumlah kawasan Eropa Barat, salah satunya dari negara Prancis.

Kira-kira siapa saja pemain asal Prancis yang pernah berkarier di Liga Indonesia? Berikut ulasannya untuk pembaca setia Football5star.com

Kevin Yann

Saat kompetisi Liga Primer Indonesia (LPI) berlangsung salah satu peserta, Medan Chiefs merekrut pemain kelahiran Quimper, Prancis, Kevin Yann. Pemain dengan posisi geladang ini datang ke Indonesia pada 2011.

Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Pemain Asal Prancis yang Main di Liga Indonesia

Sebelum ke Indonesia, Yann bermain di kompetisi Liga Singapura bersama Etoile FC. Yann yang sempat bermain untuk FC Lorient B ini pada 2012 lalu hijrah ke Deltras Sidoarjo. Namun ia justru dipinjamkan ke tim PPSM Sakti Magelang dan bermain satu musim di sana.

Di akhir musim 2013, Yann akhirnya kembali ke kampung halamannya dan membela tim amatir Prancis, AS Plouhinec. Pada 2017, nama Yann sempat tercatat bermain di Liga Australia, Darwin Olympic SC.

Michel Hutabarat

Pada Desember 2017, tim Ayam Kinantan, PSMS Medan resmi merekrut pemain berpaspor Prancis, Michel Hutabarat. Pemain kelahiran New Caledonia, 4 october 1995 ini mengaku pernah membela divisi 5 Liga Prancis dan divisi 4 Liga Australia.

Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Pemain Asal Prancis yang Main di Liga Indonesia

“Dua musim di AFL (Avenir Foot Lozere) Liga Perancis itu tahun 2014 sampai 2016, baru setelahnya main satu musim di GSC (Geelong Soccer Club) 2016 sampai 2017 lalu,” jelas pemain yang memiliki ayah orang Indonesia tersebut.

Namun Michel akhirnya dicoret dari PSMS Medan saat pelatih Djadjang Nurjaman datang. Namanya masuknya pemain yang dicoret oleh Djanur.

“Kami pastikan keenam pemain ini kami pulangkan. Mereka bisa dibilang tidak memenuhi kriteria untuk memperkuat tim. Keenamnya masih pun jauh dari harapan,” kata Djanur

Loris Arnaud

Pada 2018, eks striker Paris Saint Germain kelahiran Paris, Prancis, Loris Arnaud merapat ke tim Persela Lamongan. Sebelum jalani musim perdana di Indonesia pada 2018, Loris Arnaud lebih dahulu menjajal kompetisi di negara Asia Tenggara lainnya, Vietnam bersama Hanoi FC.

Keputusan Persela merekrut Loris Arnaud tentu saja membuat publik sepak bola Indonesia cukup terkejut. Bagimana tidak, ia merupakan jebolan pemain PSG yang bermain 19 kali pada musim 2007 hingga 2012 dan cetak 2 gol.

Loris Arnaud - Football5star.com
Goal

Bersama Persela, eks pemain Angers tersebut catatkan 15 gol dari 29 pertandingan. Sempat dirumorkan akan bergabung ke Persebaya, Loris Arnaud di Liga 1 2019 resmi bergabung ke TIRA Persikabo.

Sayangnya pemain yang mencetak 7 gol untuk TIRA itu kemudian lebih banyak mengalami cedera. Ia pun harus mengakhiri kariernya lebih cepat di Liga 1 2019.

Julien Faubert

Di tahun yang sama, tim Liga Indonesia lainnya, Borneo FC tidak mau kalah dengan Persela. Tim asal Kalimantan tersebut merekrut eks pemain Real Madrid kelahiran Le Havre, Prancis, Julien Faubert.

Pada 19 Januari 2018, Faubert mengakui memilih bermain di Indonesia karena mayoritas penduduknya muslim.

Julien Faubert - www.old.football5star.com
instagram.com/faubert_julien_18

Faubert yang juga pernah menjadi penggawa West Ham United itu memang sudah beberapa hari terakhir mengikuti latihan bersama Borneo FC. Dia bakal diplot sebagai pemain berstatus marquee player.

“Kombinasi dari banyak hal hingga akhirnya saya memutuskan ke Indonesia. Selain proyek menarik dari Borneo FC, negara ini juga mayoritas muslim,” ungkap Faubert dalam rilis resmi Borneo FC.

Faubert hanya bermain 15 kali di Liga 1 2018 dan mencetak 3 gol. Di 2019, ia memutuskan hijrah ke tim kecil Prancis, Fréjus Saint-Raphaël.

Steven Paulle

Terakhir ada nama pemain kelahiran Cannes, Prancis, Steven Paulle. Eks bek Dijon ini pada Liga 1 2017 bergabung ke PSM Makassar.

Ia sebenarnya bisa tergolong marquee player, mengingat pengalamannya bermain di lebih dari 200 pertandingan Liga Prancis, baik di kasta tertinggi (Ligue 1) maupun kasta kedua (Ligue 2).

Steven Paulle - Persija jakarta - @steven_paulle 2

Bersama PSM, penampilan Paulle begitu impresif. Ia mampu torehkan dua gol untuk PSM. Catatan sebagai bek tangguh ini yang pada akhirnya membuat Persija Jakarta meminangnya pada Liga 1 2019.

“Steven Paulle resmi dikontrak Persija selama setahu. Ia direkrut atas rekomendasi staf kepelatihan Persija. Ia juga sudah bisa bermain di AFC saat Persija berjumpa Becamex Binh Duong karena sudah disahkan oleh AFC,” sebut CEO Persija, Ferry Paulus.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Pemain Kelas Dunia yang Gagal Menuai Sukses di Indonesia

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Liga Indonesia memang tak dikenal sebagai destinasi pilihan bagi para pesepak bola kelas dunia. Namun, sepanjang sejarah kompetisi domestik, ada sejumlah pemain kelas dunia yang mampu menuai sukses.

Salah satunya ialah Roger Milla yang mampu mencetak 41 gol dari 35 penampilannya untuk Pelita Jaya dan Putra Samarinda pada tahun 1994 hingga 1996. Namun, ada juga beberapa pemain kelas dunia yang gagal menuai kesuksesan di Indonesia.

Berikut football5star sudah merangkum 5 pemain kelas dunia yang gagal menuai sukses di Indonesia:

1. JULIEN FAUBERT
Kamu Pasti Gak Tahu 5 Pemain Kelas Dunia yang Gagal Berkarier di Indonesia Julien Faubert borneofc. id
borneofc.id

Pada tahun 2018, Borneo FC sempat membuat gebrakan dengan mendatangkan mantan pemain Real Madrid, Julien Faubert. Sebelum merapat ke Borneo FC, Faubert sempat bermain untuk West Ham United, Real Madrid, serta Bordeaux.

Karier Faubert di Indonesia pun tak bertahan lama. Pada pertengahan musim 2018, Faubert resmi dilepas Borneo FC. Selama enam bulan berkarier di Samarinda, ia sukses mencetak tiga gol dari 15 penampilan.

2. MICHAEL ESSIEN
Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Pemain Kelas Dunia yang Gagal Berkarier di Indonesia - Michael Essien - Goal
Goal

Michael Essien memutuskan untuk menerima pinangan Persib Bandung pada musim 2017 lalu. Selama musim 2017, Essien sukses menjadi salah satu pemain andalan Persib dengan perolehan lima gol dari 30 penampilan.

Namun, karier Essien di Persib hanya bertahan selama satu tahun. Pada bulan Maret 2018, Persib memutuskan untuk tak memperpanjang kontrak Essien setelah kehadiran pelatih Roberto Gomez.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Pesan Eks Borneo FC untuk Striker Baru Barcelona: Kamu Bukan Tukang Bersih-bersih!

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Kedatangan Martin Braithwaite ke Barcelona mendapat perhatian dari mantan pemain Borneo FC, Julien Faubert. Bahkan, Faubert memberi nasihat kepada Martin Braithwaite agar tak sekadar dianggap jadi tukang bersih-bersih ruang ganti di Barcelona.

Barcelona mendatangkan Martin Braithwaite dari Leganes melalui kebijakan transfer darurat. Pasalnya, saat itu Barcelona ditinggal beberapa penyerang andalan akibat cedera. Termasuk Luis Suarez.

Julien Faubert lantas menyoroti kebijakan Barcelona memboyong Martin Braithwaite, yang notabene bukan nama besar di sepak bola. Apalagi, dia pun pernah punya pengalaman kurang menyenangkan ketika didatangkan Real Madrid dari West Ham United pada 2009.

5 Pembelian Terburuk di Bursa Transfer Musim Dingin - Julien Faubert - Diario AS
Diario AS

Ketika itu, Julien Faubert bukan nama yang dinilai pantas membela klub sebesar Real Madrid. Hal yang juga disadari oleh pria asal Prancis tersebut ketika Los Blancos mendatangi West Ham United untuk meminjamnya.

“Itu menjadi lelucon. Sangat sedikit pemain Prancis yang bisa mengatakan mereka bermain untuk Real Madrid. Saya belajar banyak di sana,” kata Faubert dikutip Football5star.com dari As.com yang melansir France Football.

“Saya belajar dengan cepat karena beruntung memiliki Lassana dan Mahamadou Diarra di samping saya. Saya sangat cocok dengan Marcelo dan Michel Salgado. Kesulitannya adalah kecepatan permainan. Saya belajar melihat solusinya sebelum menerima bola. Drama begitu cepat dan dalam ruang yang sempit,” urai dia menambahkan.

Nasihat Julien Faubert untuk Martin Braithwaite

Julien Faubert - www.old.football5star.com
Instagram @faubert_julien_18

Terkait petualangan baru di klub dengan pamor yang luar biasa seperti Barcelona atau Real Madrid, mantan pemain Borneo FC di Liga 1 2018 itu pun punya pesan untuk Martin Braithwaite.

“Jika mereka mendatangkan Anda, itu karena mereka tahu kualitas Anda. Tentu, orang bisa tertawa. Akan tetapi, banyak dari mereka tidak pernah menendang bola. Bagi mereka yang pernah menendang bola, itu hanya kecemburuan,” pesan pemain yang membela Borneo FC kurun Januari-Juli 2018 itu.

“Anda harus fokus pada hal-hal positif dan tidak memperhatikan hal-hal negatif. Hanya itu yang bisa Anda lakukan. Seperti yang saya katakan, mereka tidak mendatangkan Anda cuma untuk membersihkan kamar ganti,” ucap Julien Faubert memungkasi.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

5 Pembelian Terburuk di Bursa Transfer Musim Dingin

<

Banner Football Live StarFootball5star.com, Indonesia – Bursa transfer musim dingin telah resmi dibuka pada tanggal 1 Januari 2019 lalu. Hal ini membuat seluruh klub-klub di liga top Eropa memiliki kesempatan untuk mendatangkan pemain anyar untuk menambah kekuatan timnya masing-masing.

Meskipun memiliki beberapa cerita sukses, ada juga beberapa pemain yang gagal memberikan dampak positif ke klub barunya. Berikut Football5star.com, telah merangkum lima pembelian terburuk di bursa transfer musim dingin:

Julien Faubert (West Ham United ke Real Madrid)

5 Pembelian Terburuk di Bursa Transfer Musim Dingin - Julien Faubert - Diario AS
Diario AS

Di bulan Januari 2009, Real Madrid secara mengejutkan mendatangkan winger asal Prancis, Julien Faubert dari West Ham United. Faubert didatangkan dengan status pinjaman hingga akhir musim 2008-09 dan memiliki opsi pembelian.

Ia menjalani debutnya bersama Los Blancos pada tanggal 7 Februari 2009 di partai melawan Racing Santander. Setelah itu, ia hanya mampu mengoleksi satu penampilan lagi bersama Real Madrid.

Selama berkarier di Santiago Bernabeu, ia sempat mendapatkan kritik keras karena tak mengikuti sesi latihan. Selain itu, ia juga sempat terlihat mengantuk di bangku cadangan Real Madrid. Pihak Los Blancos pun memutuskan untuk tak mempermanenkan statusnya dan mengembalikannya ke West Ham di musim panas 2009.

Fernando Torres (Liverpool ke Chelsea)

5-Pembelian-Terburuk-di-Bursa-Transfer-Musim-Dingin-Fernando-Torres-Getty-Images
Getty Images

Fernando Torres memutuskan untuk menerima tawaran Chelsea di bulan Januari 2011. Demi mendatangkannya dari Liverpool, Chelsea harus menggelontorkan dana senesar 50 juta Poundsterling.

Meskipun didatangkan dengan mahar yang cukup mahal, Torres tak mampu menunjukkan penampilan terbaiknya bersama Chelsea. Di musim 2010-11, ia hanya mampu mencetak satu gol dari 18 penampilan.

Di musim-musim selanjutnya, penampilannya untuk The Blues tak kunjung membaik. Total, ia hanya mampu menyumbangkan 45 gol dari 172 penampilan di semua kompetisi. Chelsea pun melepasnya ke AC Milan dengan status permanen pada bulan Januari 2015.

Klaas-Jan Huntelaar (Ajax ke Real Madrid)

5 Pembelian Terburuk di Bursa Transfer Musim Dingin - Klaas-Jan Huntelaar - Dream Team FC
Dream Team FC

Di bulan Januari 2009, Real Madrid memutuskan untuk memboyong bomber andalan Ajax Amsterdam, Klaas-Jan Huntelaar. Ia ditebus dengan harga 20 juta Euro.

Kedatangannya ke Santiago Bernabeu diharapkan bisa menjadi solusi dari kebuntuan di lini depan Los Blancos yang tak mampu tampil meyakinkan kala itu. Namun, ia kesulitan untuk menunjukkan performa yang konsisten di mulut gawang lawan.

Ia hanya mampu mencetak delapan gol dari 20 penampilannya bersama Los Blancos. Di musim panas 2009, manajemen Real Madrid pun memutuskan untuk melegonya ke AC Milan dengan mahar sebesar 17 juta Euro.

Andy Carrol (Newcastle United ke Liverpool)

5 Pembelian Terburuk di Bursa Transfer Musim Dingin - Andy Carrol - The Independent
The Independent

Andy Carrol didatangkan Liverpool untuk mengisi posisi yang ditinggalkan oleh Fernando Torres. Demi mendatangkannya, Liverpool harus merogoh kocek sebesar 35 juta Poundsterling. Angka itu sempat membuatnya menjadi pemain Inggris termahal sepanjang masa.

Di paruh pertama musim 2010-11, Carroll mampu menunjukkan penampilan yang maksimal bersama Newcastle United. Ia berhasil mengemas 11 gol dari 19 penampilannya di Premier League. Namun, ia hanya berhasil mengemas dua gol dari sembilan penampilan ketika berseragam Liverpool di paruh kedua musim 2010-11.

Selain kerap kali menderita cedera, Carroll juga tak mampu menggeser posisi Luis Suarez dari tim utama Liverpool. Selama dua setengah musim bermain di Anfield, striker jangkung itu hanya mampu melesakkan 11 gol dari 58 penampilannya di semua kompetisi.

Xherdan Shaqiri (Bayern Munich ke Inter Milan)

5-Pembelian-Terburuk-di-Bursa-Transfer-Musim-Dingin-Xherdan-Shaqiri-Getty-Images.
Getty Images

Xherdan Shaqiri datang ke Bayern Munich pada tahun 2012 dengan predikat sebagai pemain muda penuh potensi. Namun, ia tak mampu menggeser posisi Arjen Robben dan Franck Ribery yang di sektor sayap. Ia pun memutuskan untuk hijrah ke Inter Milan pada bursa transfer musim dingin musim 2014-15.

Di Inter, ia memiliki tugas untuk membangkitkan prestasi Nerazzurri yang jeblok ketika itu. Namun, ia tak mampu untuk menunjukkan penampilan yang konsisten di Giuseppe Meazza.

Ia hanya berhasil mencetak satu gol dari 15 penampilannya di Serie A. Tak puas dengan performa Shaqiri, Inter memutuskan untuk melegonya ke Stoke City di musim panas tahun 2015 dengan harga 12 juta Poundsterling.

Antonic Senang Lihat Performa Faubert

Football Live StarFootball5star.com, Indonesia – Pelatih Borneo FC, Dejan Antonic, mengaku senang melihat kemampuan yang dimiliki oleh Julien Faubert. Ia pun mengaku sempat mencari informasi mengenai Faubert kepada rekannya di Eropa.

Pada laga melawan Bhayangkara FC  27 Mei silam, Antonic memasang Faubert di posisi bek kanan. Walaupun berposisi asli sebagai gelandang, namun mantan penggawa Real Madrid itu mampu tampil memuaskan di posisi bek kanan.

Faubert - www.old.football5star.com
instagram.com/faubert_julien_18

“Ya, saya sudah cari informasi ke temen-temen saya di Eropa tentang Julien. Dari informasi tersebut saya tahu, kalau dia tak hanya seorang gelandang, tetapi dia dulunya bisa bermain di posisi winger dan beberapa kali juga mengisi bek kanan,” terang Antonic.

Antonic pun membantah jika penempatan Faubert di bek kanan ini merupakan sebuah pemaksaan. Pasalnya, saat ini Diego Michiels dan Abdul Rahman sedang menderita cedera dan belum diketahui kapan segera merumput kembali.

Tidak ada. Tidak ada pemaksaan posisi untuk penempatan Julien di bek kanan. Seperi sudah saya katakan, semua sudah saya pikirkan, termasuk mencari informasi soal posisinya selain menjadi seorang gelandang,” lanjut mantan taktisi Persib Bandung itu.

“Penampilan cukup bagus meskipun sudah lama dia tidak main di posisi itu. Dia pemain profesional, berpengalaman dan pasti akan bekerja keras setiap mendapat kepercayaan saat diturunkan,” pungkasnya.

 

Borneo FC Kontrak Eks Gelandang Real Madrid

Football5star.com, Indonesia – Borneo FC secara resmi mengumumkan perekrutan eks gelandang Real Madrid dan West Ham United, Julien Faubert.

Sosok berusia 34 tahun itu telah meneken kontrak dengan Borneo FC di Jakarta, Kamis (18/1/2018). Bersamaan dengan Julien Faubert, manajemen juga menambah masa bakti Sultan Samma dan Lerby Eliandry.

“Bertempat di Kantor STM Group, empat pemain yakni Julien Faubert, Marlon da Silva, Lerby Eliandry dan Sultan Samma melakukan tanda tangan kontrak dengan Borneo FC yang dihadiri oleh Presiden Klub Nabil Husein Said Amin, Mr. Kim, pemilik STM Group serta jajaran direksi STM Group,” demikian tertulis di akun Twitter Borneo FC.

Tidak disebutkan berapa nilai transfer atau kontrak eks pemain timnas Prancis tersebut. Namun, mengacu Transfermarkt, nilai pasarnya mencapai 100 ribu euro atau Rp 1,6 miliar, masih lebih rendah daripada Michael Essien milik Persib Bandung.

Julien Faubert pun berpeluang melakoni debutnya pada Piala Presiden 2018. Dalam laga pertama Grup D di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Borneo FC bakal bersua dengan tim tuan rumah, Bali United.

Ini juga menjadi penghalaman pertama Julien Faubert merumput di Asia Tenggara. Sebelumnya, selain Real Madrid dan West Ham United, dia sempat membela Girodins Bordeaux.