Xherdan Shaqiri Sempurna untuk Olympique Lyon

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Direktur Olympique Lyon, Juninho Pernambucano, sangat senang dengan keberhasilan timnya mendatangkan Xherdan Shaqiri dari Liverpool. Juninho mengatakan bahwa Shaqiri merupakan pemain yang sangat dibutuhkan Les Gones.

Shaqiri resmi diperkenalkan sebagai rekrutan anyar Lyon pada Senin (23/8) malam WIB. Pemain berpaspor Swiss itu ditebus dengan banderol enam juta Euro dan diikat hingga musim panas 2024.

Xherdan Shaqiri - Olympique Lyon - VNExploler
VNExploler

“Kami sudah cukup lama bicara dengan Shaqiri. Dia adalah pemain yang sangat kami butuhkan musim ini. Kami yakin Shaqiri akan memberi dampak besar di ruang ganti,” ujar Juninho Pernambucano dikutip Football5star dari laman resmi Les Gones.

“Semenjak memulai pembicaraan, Shaqiri sudah menunjukkan gairah yang besar agar bisa bergabung ke Lyon. Kami berharap Shaqiri segera berlatih agar bisa menjalani debutnya dalam waktu dekat. Dia akan memberikan banyak dampak positif untuk kami,” imbuh Juninho.

XHERDAN SHAQIRI AKAN GANTIKAN POSISI MEMPHIS DEPAY

Shaqiri diangkut Lyon untuk menggantikan posisi Memphis Depay yang hengkang ke Barcelona. Sepanjang bursa transfer musim panas Les Gones memang kesulitan mendatangkan pemain yang sesuai untuk menjadi suksesor Depay.

Shaqiri merupakan pemain ketiga yang merapat ke Stadion Groupama tahun ini. Sebelumnya, Les Gones sudah terlebih dahulu menambah kedalaman lini pertahannya dengan mendatangkan Emerson Palmieri, Henrique dan Damien Da Silva.

Xherdan Shaqiri - Olympique Lyon - Le Progres
Le Progres

Shaqiri sendiri sudah tak sabar ingin segera memulai petualangannya di Prancis. Ia berharap bisa langsung mencetak gol di laga kandang perdananya.

“Lyon memiliki stadion yang sangat luar biasa. Saya bisa membayangkan atmosfer pertandingan jika kami bermain di hadapan puluhan ribu suporter. Saya berharap akan bisa langsung mencetak gol dan merayakannya bersama para suporter,” tutur Shaqiri.

Dirumorkan ke Barcelona, Memphis Depay Diserang Petinggi Lyon

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Memphis Depay santer dirumorkan akan hengkang ke Barcelona di musim panas nanti. Rumor soal kepindahan Depay ke Barcelona pun membuat gerah petinggi klub, Lyon.

Direktur olahraga Lyon, Juninho Pernambucano menyebut pemain asal Belanda itu sebagai orang yang egois. Menurut Juninho, Depay selalu ingin pemain lain untuk bermain sesuai dengan keinginannya.

Luuk de Jong - Memphis Depay - Belanda - @onsoranje
instagram.com/onsoranje

“Memphis menginginkan tim untuk bermain dengannya,” kata pria asal Brasil itu seperti dikutip Football5star.com dari Marca, Jumat (28/5/2021).

“Ini bukan kritik. Saya memiliki hubungan yang baik dengannya,” tambah Juninho.

Menurut mantan pemain Lyon itu, cara seperti itu tentu saja sangat sulit untuk sebuah tim sepak bola. “Namun, seluruh tim harus berputar di sekelilingnya dan itu sangat sulit karena semua orang harus merasa saling bekerja sama,”

“Saya pikir dia harus bekerja lebih keras tanpa bola dan sayangnya pemain mulai bermain kurang baik,”

Menariknya, Juninho mengatakan bahwa kualitas Memphis Depay saat ini tak sebanding dengan pemain seperti Lionel Messi atau Cristiano Ronaldo.

“Hanya ada empat pemain di dunia yang dapat melakukan segalanya untuk mereka, Lionel Messi, Cristiano Ronaldo,”

“Jika Anda memiliki salah satu dari keduanya, baru pemain lain bisa berputar disekliling mereka. Neymar dan Mbappe juga memiliki itu,”

“Dan maaf, saya tahu bahwa Memphis bagus, tapi dia saat ini tidak ada di level keempat pemain tersebut,” tutup Juninho Pernambucano.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Tinggalkan Olympique Lyon, Rudi Garcia Serang Juninho Pernambucano

Banner Gamespol Baru

Football5Star.com, Indonesia – Rudi Garcia buka-bukaan soal situasi di Olympique Lyon. Hal itu dilakukan hanya sehari setelah dia mengumumkan putusannya hengkang setelah laga terakhir Ligue 1. Dia secara blak-blakan menyebut hubungannya dengan Direktur Olahraga Juninho Pernambucano memang buruk.

Setelah Lyon gagal menang atas OGC Nice dan tak mampu lolos ke Liga Champions, Garcia membuat satu pengumuman penting. Dia menyebut laga itu sebagai akhir kiprahnya bersama Les Gones. Namun, putusan itu ternyata bukan semata karena hasil buruk yang didapatkan timnya.

Garcia mengaku tak nyaman di kursi pelatih Lyon karena terlibat perang dingin dengan Juninho. Dalam beberapa kesempatan, dia tersinggung oleh langkah yang dibuat eks gelandang timnas Brasil yang piawai mencetak gol dari tendangan bebas tersebut.

Rudi Garcia menolak campur tangan Juninho Pernambucano dalam kewenangannya di Olympique Lyon.
fichajes.com

“Pada awalnya, semua berjalan baik. Namun, kemudian berubah buruk tanpa saya sadari. Setelah dua atau tiga kemenangan pada November, direktur olahraga tak lagi memberi saya ucapan selamat,” urai Rudi Garcia seperti dikutip Football5Star.com dari L’Equipe.

Garcia lantas mengungkapkan akar masalahnya dengan Juninho. “Saya merasa dia tak suka ketika pemain Brasil tak main. Dia lebih suka kami menang bersama pemain-pemainnya. Dia telah berinvestasi besar dan memang berkualitas. Namun, saya menengarai dia menjanjikan mereka sebagai starter,” ujar eks pelatih AS Roma tersebut.

Garcia Sebut Dua Pemain

Secara lebih detail. Rudi Garcia mengungkapkan dua hal yang membuat dirinya sangat tersinggung oleh ulah Juninho Pernambucano. Keduanya menyangkut pemain Brasil yang ada di skuat Olympique Lyon.

Hal pertama adalah perbedaan pandangan soal Jean Lucas. Juninho berkeras meminta Garcia memainkan Lucas yang dinilainya lebih baik dari Maxence Caqueret. Sebaliknya, sang pelatih menilai tak ada alasan untuk mencadangkan Caqueret demi Lucas.

Situasi kian memburuk ketika Juninho memberikan dispensasi kepada Lucas tanpa sepengetahuan Garcia. “Sekitar pekan ke-16, Juni mengizinkan Jean Lucas pulang ke Brasil dengan dalih dia tak cukup sering bermain karena Caqueret. Saya menolak dan Jean-Michel Aulas membawa Lucas kembali. Namun, Juni mengirim dia ke Brasil pada laga terakhir 2020 tanpa sepengetahuan saya,” ujar sang pelatih.

Jean Lucas jadi salah satu penyebab hubungan buruk Rudi Garcia dengan Juninho Pernambucano di Olympique Lyon.
getfootballnewsfrance.com

Adapun hal kedua adalah soal menit bermain Bruno Guimaraes. “Saya tentu saja senang dengan kedatangan Bruno Guimaraes dan (Lucas) Paqueta. Mereka adalah pilihan bagus. Paqueta tak tergantikan dan tampil apik. Namun, ketika Bruno jarang main, masalah muncul,” ucap dia.

Rudi Garcia mengaku terganggu oleh sikap dan langkah yang dibuat Juninho Pernambucano. Sampai-sampai, dia sempat menawarkan posisinya bila memang diinginkan oleh sang direktur olahraga. Saking tak nyaman, dia siap mundur dari Olympique Lyon.

“Saat jeda musim dingin, saya menemu (Direktur Sepak Bola) Vincent Ponsot dan berkata, ‘Apa yang terjadi? Apa yang sedang coba dilakukan Juni? Apakah dia menginginkan posisi saya? Ini tak bisa dibiarkan terus. Saya akan menyerahkan semua kunci bila dia menginginkannya,'” kata Garcia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Dua Kekecewaan Rudi Garcia pada Pengujung Musim Liga Prancis

Banner Gamespol Baru

Football5Star.com, Indonesia – Kekecewaan ganda dirasakan Rudi Garcia, pelatih Olympique Lyon, pada pekan pamungkas Ligue 1 2020-21, Senin (24/5/2021) dini hari WIB. Kekecewaan itu terkait kekalahan 2-3 yang diderita saat menjamu OGC Nice di Stadion Groupama.

Kekecewaan pertama, Lyon kalah 2-3 setelah dua kali unggul pada babak pertama. Hasil itu pun membuat Les Gones gagal lolos ke Liga Champions. Mereka hanya finis di posisi ke-4 klasemen akhir Ligue 1 dengan 76 poin. Padahal, andai menang atas Nice, mereka akan berada di posisi ke-3 karena AS Monaco hanya imbang melawan RC Lens.

“Malam ini, kami sangat kecewa. Ini skenario yang sungguh buruk. Kami mengacaukan diri kami sendiri pada babak kedua,” urai Rudi Garcia selepas laga seperti dikutip Football5Star.com dari akun Twitter resmi Lyon.

Kekalahan 2-3 dari Nice membuat Lyon kembali gagal berkiprah di Liga Champions.
beinsports.com

Ini pukulan tersendiri bagi Lyon. Pasalnya, musim lalu pun Les Gones gagal lolos ke Liga Champions. Padahal, mereka sempat membuat sensasi dengan lolos ke semifinal musim 2019-20. Memphis Depay cs. hanya tersisih oleh Bayern Munich yang lantas juara.

Adapun hal lain yang membuat Garcia kecewa, dia gagal menutup kisahnya di Lyon dengan apik. Tak dinyana, laga lawan Nice pada pekan ke-38 Ligue 1 adalah yang terakhir bagi eks pelatih AS Roma itu bersama Les Gones.

“Pertandingan malam ini adalah yang terakhir bagi saya. Saya sungguh berharap meninggalkan klub ini dengan berada di Liga Champions. Petualangan berakhir di sini,” ucap Garcia lagi.

Juninho Tak akan Gantikan Garcia

Juninho Pernambucano tak akan mengambil alih kursi pelatih Lyon sepeninggal Rudi Garcia.
emaisgoias.com.br

Pengumuman Rudi Garcia selepas laga Olympique Lyon vs OGC Nice memunculkan sau pertanyaan. Siapakah yang akan mengisi kursi pelatih Les Gones musim depan? Rumor awal yang muncul menyebutkan posisi tersebut mungkin diambil alih Direktur Olahraga Juninho Pernambucano.

Akan tetapi, menurut RMC Sports, Juninho tak akan mengisi kekosongan posisi yang ditinggalkan Garcia. Hal itu diungkapkan saat mereka memberitakan Remy Vercoutre sebagai pelatih kiper Lyon untuk musim depan.

Mengganti Rudi Garcia dengan Juninho memang akan jadi perjudian besar bagi Olympique Lyon. Bukan apa-apa, eks gelandang timnas Brasil itu tak punya pengalaman sama sekali sebagai pelatih. Dua pekan lalu, L’Equipe sempat memunculkan beberapa kandidat lain. Mereka adalah Patrick Vieira, Christophe Galtier, Marcelo Gallardo, dan Roberto De Zerbi.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Lionel Messi Makin Ancam Koleksi Gol Free Kick Cristiano Ronaldo

gamespool

Football5Star.com, Indonesia – Gol free kick ‘tendangan bebas’ Lionel Messi saat Barcelona mengalahkan Athletic Bilbao, Senin (1/2/2021), ternyata punya makna lain. Gol itu secara tidak langsung adalah ancaman bagi Cristiano Ronaldo, megabintang Portugal yang membela Juventus.

Gol di gawang Bilbao adalah gol free kick ke-55 yang dibuat Messi sepanjang kariernya, baik bersama klub maupun timnas Argentina. Rinciannya, 49 gol bersama Barcelona dan 6 gol bersama Argentina.

Musim ini, itu jadi gol free kick kedua yang dicetak Messi. Sebelumnya, dia juga menjejalkan bol dari tendangan bebas saat Barcelona menang 4-0 di markas Granada, 9 Januari silam.

Akurasi tendangan bebas Cristiano Ronaldo menukik dalam beberapa tahun terakhir. (Getty Images)
Getty Images

Lalu, mengapa gol itu jadi ancaman dari Messi untuk Ronaldo? Itu karena koleksi gol tendangan bebas La Pulga kian mendekati CR7. Berkat gol di gawang Bilbao, kedua megabintang itu kini hanya terpaut 1 gol. Pasalnya, hingga saat ini, koleksi gol tendangan bebas CR7 berjumlah 56 buah.

Messi bahkan sudah mengungguli Ronaldo dalam jumlah gol tendangan bebas bersama klub. Koleksi 49 gol bersama Barcelona membuat dia unggul 3 gol atas CR7 yang mengemas 46 gol bersama Manchester United, Real Madrid, dan Juventus.

Perbandingan gol free kick Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo.
michelacosta.com

Keunggulan Ronaldo dalam hal yang satu ini hanya dimiliki di level internasional. Bersama timnas Portugal, dia telah mencetak 10 gol free kick. CR7 unggul 4 gol atas Messi yang dalam 4 tahun terakhir gagal menyarangkan bola dari tendangan bebas bagi Argentina.

Messi Masih Tercecer Jauh

Peluang Lionel Messi melewati koleksi gol free kick Cristiano Ronaldo sangat terbuka lebar. Pasalnya, dia menunjukkan peningkatan dalam hal yang satu ini. Sebaliknya, CR7 justru menukik.

Faktanya, tengok saja perolehan gol tendangan bebas kedua megabintang itu dalam 5 musim terakhir. Dari 2016-17 hingga musim ini, Ronaldo hanya membuat 5 gol dari eksekusi tendangan bebas. Sementara itu, Messi sanggup membuat 23 gol.

Juninho Pernambucano masih unggul 22 gol free kick dari Lionel Messi.
Getty Images

Meskipun demikian, Messi masih punya pekerjaan rumah lumayan besar untuk menjadi yang terbaik dalam gol free kick. Dia masih butuh 22 gol untuk menyamai Juninho Pernambucano yang membuat 77 gol dari eksekusi tendangan bebas.

Di antara para pemain asal Argentina pun, Lionel Messi masih belum yang terbaik. Dia masih kalah dari Victor Antonio Legrottaglie. Sepanjang kariernya dari 1953 hingga 1976, Legrottaglie membukukan 66 gol dari tendangan bebas.

Daftar Kolektor Gol Free Kick Terbanyak

77 Gol – Juninho Pernambucano (Brasil)
70 Gol – Pele (Brasil)
66 Gol – Victor Antonio Legrottaglie (Argentina)
66 Gol – Ronaldinho (Brasil)
65 Gol – David Beckham (Inggris)
62 Gol – Diego Maradona (Argentina)
62 Gol – Zico (Brasil)
60 Gol – Ronald Koeman (Belanda)
59 Gol – Marcelino Carioca (Brasil)
59 Gol – Rogerio Ceni (Brasil)

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Lyon Konfirmasi Moussa Dembele Sudah Sepakat Gabung Atletico Madrid

gamespool
Lyon Konfirmasi Moussa Dembele Sudah Sepakat Gabung Atletico Madrid 23

Football5Star.com, Indonesia – Direkur Olahraga Lyon, Juninho Pernambucano, mengungkapkan bahwa timnya sedang bernegosiasi dengan Atletico Madrid untuk penyerang mereka, Moussa Dembele. Juninho bahkan mengatakan Dembele secara personal sudah sepakat dengan Atletico.

Atletico Madrid baru saja memutus kontrak Diego Costa. Dengan begitu Diego Simeone hanya memiliki Luis Suarez sebagai penyerang utama Beberapa penyerang dilirik untuk menggantikan Costa, diantaranya adalah Arkadiusz Milik dari Napoli. Tapi Atletico tak mau membayar 15 juta euro untuk pemain yang kontraknya akan habis 6 bulan lagi. Dan kini Atletico mengincar penyerang Lyon, Moussa Dembele dan Juninho mengkonfirmasi hal itu.

“Ada kemungkinan. Dembele datang menemui saya, menurutnya inilah saatnya untuk berganti tim, bahwa dia telah kehilangan sedikit motivasi, ini bukan sesuatu yang kami ramalkan, saya sangat menyukainya,” ucap Juninho seperti dilansir Football5Star.com dari Telefoot.

Juninho melanjutkan, “Menjaga seseorang yang tidak benar-benar ingin bermain secara intens selama lima bulan ke depan, itu tidak ideal. Kami sedang dalam pembicaraan dengan Atletico, saya pikir Dembele telah menemukan kesepakatan dengan Atletico.”

Moussa Dembele musim ini sangat kesulitan dengan baru mencetak 1 gol dari 16 laga di Ligue 1. Dia juga tidak menjadi pilihan utama pelatih Rudi Garcia. Padahal dua musim sebelumnya, Dembele selalu mencetak minimal 20 gol permusim. Dembele saat ini berusia 24 tahun.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Lyon Konfirmasi Memphis Depay Sepakat Gabung Barcelona

gamespool
Lyon Konfirmasi Memphis Depay Sepakat Gabung Barcelona 27

Football5Star.com, Indonesia – Direktur olahraga Lyon, Juninho Pernambucano, mengakui bahwa Memphis Depay sudah sepakat secara personal dengan Barcelona. Legenda Brasil itu menyebut Depay hampir dipastikan akan meninggalkan Lyon.

Depay memang sudah diincar oleh Barcelona sejak Ronald Koeman menjadi pelatihnya. Depay sendiri memang sangat ingin bergabung ke sana, apalagi mengingat Lyon tidak bermain di kompetisi Eropa musim ini.

“Dia punya kontrak 12 bukan lagi jadi… Dia sudah punya (kesepakatan) kontrak dengan Barcelona, kami tak akan menyembunyikan itu. Kemungkinan Memphis Depay akan berbagung ke Barcelona besok (5/10/20), tapi itu belum pasti. Tapi dia kemungkinan besar akan pergi. Jika dia tetap di sini, dia akan membantu kami,” ucap Juninho seperti dilansir Football5Star.com dari Telefoot.

cedera memphis depay bikin ronald koeman merana
Daily Mail

Depay sendiri tidak dimainkan pada laga melawan Marseille (5/10/20) yang berakhir dengan skor 1-1. Pelatih Rudi Garcia sendiri mengungkapkan bahwa ada sesuatu yang membuat pemain timnas Belanda itu tidak bermain.

“Memphis tidak bermain karena kebugarannya dan juga karena apa yang bisa terjadi besok,” ucap Garcia selepas pertandingan.

Harga Memphis Depay dikabarkan turun dari 30 juta euro menjadi 15 juta euro karena faktor kontraknya yang menyisakan satu tahun lagi.

Permasalahannya adalah, Barcelona tetap harus menjual pemain terlebih dahulu. Ousmane Dembele dikabarkan menjadi pemain yang paling berpeluang untuk dijual. Dembele sendiri tidak dimainkan pada laga melawan Sevilla (5/10/20) dengan Koeman lebih memilih memainkan Francisco Trincao dan Pedri.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Juninho Minta Pemain Lyon Jangan Cepat Puas Diri

dinasti
Juninho Minta Pemain Lyon Jangan Cepat Puas Diri 31

Football5star.com, Indonesia – Di luar prediksi banyak pihak, klub Ligue 1 Olympique Lyon sukses melangkah ke babak semifinal Liga Champions musim ini. Di babak perempat final melawan Manchester City di Stadion Jose Alvalade, Minggu (16/8/2020) Lyon menang 3-1.

Kemenangan in pun disambut sangat bahagia oleh direktur olahraga Lyon, Juninho Pernambucano. Menurut pria asal Brasil tersebut, apa yang ditunjukkan pemain Lyon sangat luar biasa. Namun ia meminta Memphis Depay dkk tak cepat puas diri.

5 Fakta Menarik dari Laga Manchester City vs Lyon - Moussa Dembele - Liga Champions - @championsleague
twitter.com/championsleague

“Ini Lyon. Kami memulainya di babak fase grup dengan luar biasa. Saya memiliki harapan besar seperti para suporter. Kita harus merayakan ini dengan menghormati aturan kesehatan. Kami telah mencapai sesuatu yang hebat tapi ini belum berakhir,” ucap Juninho.

“Para pemain memberikan segalanya di dalam sesi latihan dan mereka sekarang menuai hasilnya hari ini. Saya sangat senang karena Dembele masuk dan ia membuat perbedaan. Ini adalah kemenangan bagi semua orang,” tambahnya.

“Saya bermain di kompetisi ini selama 8 tahun dan tidak pernah melakukan apa yang baru saja pemain Lyon lakukan. Ini luar biasa. Tengah pekan nanti, kita harus terus melanjutkannya,”

Sementara itu, pelatih Manchester City mengaku bahwa faktor ketidak sempurnaan anak asuhnya yang membuat mereka harus kembali terhenti di babak perempat final Liga Champions.

“Suatu hari nanti kami akan bisa melangkah ke semifinal. Babak kedua baik-baik saja, kami ada di sana, saya merasa kami tampil lebih baik, tetapi Anda memang harus sempurna dalam kompetisi seperti ini dan kami tidak melakukannya,” ucap Guardiola.

“Anda harus mampu menyamakan kedudukan dan pergi ke menit terakhir atau waktu tambahan. Bermain di kompetisi ini, Anda harus sempurna. Gol pertama kami diselesaikan dengan sangat baik,” tambahnya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Juninho: Hanya Tim Kaya-raya yang Bisa Datangkan Houssem Aouar

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Olympique Lyon sepertinya sudah siap kehilangan Houssem Aouar musim depan. Direktur olahraga Les Gones, Juninho Pernambucano, sudah mengisyaratkan hal tersebut.

Houssem Aouar sudah sejak musim lalu mencuri perhatian klub-klub besar Eropa. Ada Real Madrid, Paris Saint-Germain, dan Manchester City yang diberitakan ingin menggaetnya.

Bagi Juninho, kepergian Aouar dalam waktu dekat bukan sebuah kemustahilan. Namun, ia menegaskan pemain sehebat itu hanya bisa didapatkan dengan harga tinggi. Artinya, cuma klub-klub yang punya kekuatan finansial mumpuni yang sanggup meluluhkan Lyon.

juninho lyon rmcsport
@RMCsport

“Houssem Aouar? Ketika Anda memiliki pemain hebat dalam skuat, secara logika hanya klub besar dengan kekuatan ekonomi mumpuni yang bisa mendekatinya dan memboyongnya,” kata legenda Lyon seperti dikutip Football5star dari RMC Sport, Jumat (14/8/2020).

“Ada risiko kehilangan pemain penting. Jika kami kehilangan pemain penting saya sudah bicara dengan presiden dan kami berhak menyeimbangkan kekuatan,” ia menambahkan.

Sejauh ini baru Real Madrid yang secara terang-terangan meminati pemain 22 tahun. Bahkan manajemen klub beberapa waktu lalu sudah melakukan kontak dengan pihak si pemain.

Peluang merapatnya Houssem Aouar ke Santiago Bernabeu memang cukup terbuka. Pasalnya di sana ada Zinedine Zidane sang pelatih yang berasal dari Prancis dan berdarah Aljazair, sama seperti sang gelandang.

Apalagi Zidane dan Aouar beberapa waktu lalu sempat bertemu di Paris. Namun, sang pelatih membantah pertemuannya saat itu membicarakan soal transfer.

Eks Timnas Brasil Tak Heran Lihat Kelakuan Liar Neymar

dinasti
Eks Timnas Brasil Tak Heran Lihat Kelakuan Liar Neymar 38

Football5star.com, Indonesia – Mantan gelandang timnas Brasil, Juninho Pernambucano, tak merasa kaget dengan perilaku liar yang diperlihatkan Neymar di luar lapangan. Menurut Juninho, para pemain muda di Brasil memang diajarkan untuk lebih memprioritaskan uang ketimbang karier.

Selain dikenal sebagai pesepak bola hebat, Neymar juga memiliki reputasi sebagai tukang buat onar di luar lapangan. Reputasi itu didapat sang pemain berkat hobinya berpesta.

Tak hanya itu, reputasi Neymar juga sempat tercoreng ketika ia hengkang dari Barcelona ke Paris Saint-Germain (PSG). Kepindahan itu membuatnya mendapat label sebagai pemain mata duitan seringkali memaksakan kehendaknya.

Juninho - Neymar - Brasil - Sky Sports
Sky Sports

“Para pemain muda di Brasil hanya diajarkan untuk hanya mempertimbangkan masalah uang. Sementara, para pemain muda di Eropa memiliki mentalitas yang berbeda,” kata Juninho Pernambucano kepada Goal.

“Alasan utama Neymar pindah ke PSG adalah uang. PSG pun sudah memberikan segalanya. Tapi, kini dia ingin pindah sebelum kontraknya berakhir,” sambung Juninho.

Lebih lanjut, Juninho juga memberikan saran kepada Neymar. Menurut Juninho, pemain 28 tahun itu harus mulai mendewasakan diri dan lebih fokus menunjukkan penampilan terbaik di atas lapangan.

“Saya tak ingin menyalahkannya. Karena, Neymar hanya mempraktikkan hal-hal yang ia pelajari semenjak kecil. Di atas lapangan, dia merupakan salah satu dari tiga pemain terbaik saat ini. Sebagai individu, Neymar harus segera mendewasakan diri,” tandas Juninho.

Tekuk Juventus, Lyon Malah Dikritik Petinggi Klub

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Legenda Lyon asal Brasil, Juninho Pernambucano sampaikan kritik kepada tim berjuluk Les Gones usai mengalahkan Juventus 1-0 di leg pertama babak 16 besar Liga Champions, Kamis (27/2/2020).

Juninho yang saat ini menjabat sebagai direktur klub menyebut bahwa Lyon harusnya bisa bermain bagus seperti di Liga Champions saat bertanding di Ligue 1.

“Masalahnya adalah mengapa kita tampaknya tidak dapat mempertahankan konsisten dan konsentrasi saat bertanding di Ligue 1? Harusnya kami bisa melakukan hal sama di Ligue 1,” kata Juninho seperti dikutip Football5star.com dari RMC Sport.

Hasil Lyon vs Juventus Wojciech Szczesny Salahkan Rekan Satu Tim
getty images

“Jika kami bisa memenangkan tiga pertandingan kandang, kami harusnya bisa memiliki posisi berbeda di papan klasemen saat ini,” tambahnya.

Meski begitu, pemain yang memiliki spesialisasi free kick ini mengaku senang dengan kemenangan atas Juventus. Ia menikmati pertandingan yang dimainkan oleh Lucas Tousart dkk.

“Ini malam yang hampir sempurna. Tentu saja tidak ada yang mengharapkan kami bisa mengalahkan tim seperti Juventus. Kami sangat senang dengan hasil ini,” paparnya.

Juninho pun menyebut bahwa Lyon nantinya di leg kedua akan siap untuk mengantisipasi kebangkitan Juventus. Ia yakin Juve akan bermain mati-matian di leg kedua, hal sama juga akan diterapkan oleh Lyon.

“Wajar kalau Juve akan bermain gila di leg kedua. Mereka tim yang sangat kuat. Meskipun demikian, mereka tidak akan banyak perubahan nantinya.” tambahnya.

Juninho pun menyebut bahwa Les Gones ingin melangkah lebih jauh di Liga Champions musim ini. Ia yakin Lyon memiliki kualitas dan bakat untuk mewujudukannya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Lyon Konfirmasi Musim Memphis Depay Telah Berakhir

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Kabar buruk datang dari raksasa Ligue 1 Prancis, Lyon. Mereka mengonfirmasi bahwa sang bintang, Memphis Depay, harus mengakhiri musim 2019-2020 lebih cepat.

Hal ini disebabkan oleh cedera lutut yang dialami Memphis Depay ketika menghadapi Rennes akhir pekan kemarin. Setelah dilakukan pemeriksaan, sang bintang setidaknya membutuhkan waktu enam bulan untuk bisa kembali merumput.

Direktur Olahraga Lyon, Juninho Pernambucano, membenarkan bahwa pemain andalannya itu tak bisa melanjutkan musim ini sampai selesai. Kejadian ini tak ayal membuatnya sedih mengingat pemain asal Belanda adalah sosok penting dalam tim.

juninho lyon rmcsport
@RMCsport

“Kami rasa Memphis mengalami cedera yang sangat serius. Kami pikir dia akan beristirahat penuh sampai akhir musim ini. Dia adalah kapten kami dan saya sangat sedih dengan keadaannya,” kata Juninho seperti dikutip Football5star dari Sportskeeda, Senin (16/12/2019)

Mantan pemain Manchester United itu mengalami benturan keras dengan pemain Rennes, Jeff Reine-Adelaide pada pertengahan babak kedua. Ia langsung ditarik keluar oleh pelatih Rudy Garcia.

Keluarnya Memphis Depay langsung berdampak buruk pada permainan Lyon. Mereka akhirnya harus mengakui keunggulan Rennes 0-1 lewat gol tunggal yang dicetak Eduardo Camavinga.

Kontribusi sang kapten memang sangat vital untuk klub yang bermarkas di Stadion Groupama. Melakoni 13 pertandingan di Ligue 1, ia sudah mengoleksi sembilan gol. Sedangkan di Liga Champions dia menjaringkan lima gol.

Lyon Terang-terangan Berencana Rekrut Karim Benzema

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Direktur Olahraga Olympique Lyon, Juninho Pernambucano, terang-terangan menyatakan harapan merekrut Karim Benzema. Terutama ketika penyerang Real Madrid itu sudah memiliki rencana untuk pensiun.

Karim Benzema merupakan pemain yang sudah berusia 31 tahun. Ia adalah penyerang binaan akademi sepak bola Olympique Lyon.

Bahkan, juga mulai bersinar bersama klub yang bermarkas Matmut Stadium de Gerland. Sebelum akhirnya direkrut Madrid pada 2009.

Selama berkarier di Madrid, Benzema mampu menorehkan 233 gol. Membantu klub berjulukan Los Blancos memenangi dua gelar La Liga dan empat Liga Champions.

Karim Benzema melewati rekor Thierry Henry sebagai pemain Prancis tersebur di klub asing.
Standard.co.uk

Juninho merupakan mantan pemain yang pernah tampil satu tim bersama Benzema di Lyon. Kini, ia mengungkapkan keinginannya agar Benzema kembali ke Lyon.

“Keinginan saya adalah agar Karim Benzema bisa mengakhiri kariernya di Lyon. Dia berasal dari sini dan merasa seperti itu,” kata Juninho dikutip Football5star.com dari Goal.

“Kami tentu tidak bisa menawarkan gaji yang sama seperti di Real Madrid, tetapi kami akan menunggu saat tepat. Saya ingin ia datang dan bermain bersama kami selama dua tahun,” ujarnya.

Juninho juga cukup yakin Benzema juga mempunyai keinginan untuk bergabung ke Lyon. Terutama setelah sempat melakukan komunikasi baru-baru ini. Menurutnya, ia sangat menghormati mantan klubnya itu.

Ia juga menyatakan klubnya membutuhkan sosok pemimpin di lapangan. Benzema dianggapnya bisa menjadi solusi.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Ditolak Jose Mourinho, Lyon Akhirnya Rekrut Mantan Pelatih Roma Ini

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Setelah memecat Sylvinho, Olympique Lyon sempat mendapat penolakan saat berusaha merekrut Jose Mourinho. Kini, mereka pun telah menemukan pelatih baru yang pernah menangani AS Roma.

Ya, Olympique Lyon akhirnya menggaet Rudi Garcia sebagai suksesor Sylvinho. Pelatih yang pernah memenangi gelar Ligue 1 bersama Lille itu dipercaya mendapat ikatan kontrak hingga Juni 2021.

Kursi pelatih Lyon sempat kosong setelah Sylvinho dipecat dari jabatannya pekan lalu. Ia hanya mendapat kesempatan melatih selama lima bulan seusai dipercaya menjadi pengganti Bruno Genesio.

Sebelum menunjuk Garcia, klub berjulukan Les Gones sempat dikaitkan dengan sejumlah nama pelatih. Termasuk Laurent Blanc dan Jose Mourinho. Namun, Lyon telah menyatakan bahwa mereka mendapat penolakan dari pelatih berjulukan The Special One.

“Saya memilih Rudi Garcia karena dia adalah seorang petarung, sama seperti kami. Memiliki ambisi memenangi gelar dan telah sukses di pentas Eropa,” kata Direktur Olahraga Lyon, Juninho Pernambucano dikutip Football5star.com dari situs resmi klub.

“Dia adalah pelatih berpengalaman dan pernah memenangi sejumlah trofi.”

Garcia merupakan sosok berpengalaman dengan sepak bola Prancis. Selain pernah melatih di Lille, ia terakhir juga berstatus pelatih Olympique Marseille hingga akhir musim lalu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Juninho Harap Fekir Bertahan di Lyon

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Direktur Sepakbola Olympique Lyon, Juninho Pernambucano, ingin menahan gelandang Nabil Fekir. Fekir saat ini menjadi incaran klub-klub besar Eropa.

Nabil Fekir saat ini terus dikaitkan dengan salah satu tim Inggris, Arsenal. Meski Presiden Olympique Lyon, Jean-Michel Aulas, sempat mengisyaratkan akan melepas Fekir. Sedangkan Juninho yang baru saja menjabat sebagai Direktur Sepakbola berharap dapat menahannya.

Juninho berharap Fekir dapat mengikuti pramusim Lyon bersama pelatih baru yang juga asal Brasil, Sylvinho.

Juninho Lyon ol
ol.fr

“Saya ingin Nabil Fekir bertahan. Dia pemain hebat. Dia punya bakat. Kita akan lihat apa yang terjadi. Aku penggemar bakatnya. Kita akan menemuinya besok (Kamis),” kata Juninho Pernambucano.

Arsenal gencar mengincar Fekir. Namun, skuat asuhan Unai Emery tersebut dikabarkan harus menjual salah satu bintangnya. Sebab, gagal lolos ke Liga Champions membuat Emery anggaran belanja pada musim panas kali ini menjadi terbatas.

Mesut Oezil disinyalir akan menjadi salah satu pemain bintang The Gunners yang akan dilepas. Penjualan Oezil tentu menambah dana transfer Emery guna melakukan aktivitas transfer.

Tidak mengherankan baik Arsenal maupun Juninho Pernambucano menginginkan talenta Nabil Fekir. Gelandang berusia 25 tahun itu tampil mengesankan sepanjang musim 2018-19, ia berhasil mencetak 12 gol dari 39 penampilan di seluruh kompetisi bersama Olympique Lyon.

Penampilannya berhasil mengantarkan Olympique Lyon mengakhiri Liga Prancis di peringkat ketiga klasemen dan mengantarkan lolos kualifikasi Liga Champions.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Bukan Mourinho, Sylvinho yang akan Tukangi Lyon

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Mantan pemain timnas Brasil, Sylvinho dan Juninho Pernambucano dikabarkan akan bergabung dengan Olympique Lyon sebagai pelatih kepala dan direktur olahraga pada musim depan.

Hal ini dikonformasi oleh Presiden Olympique Lyon, Jean-Michel Aulas, bahwa mantan bek timnas Brazil, Sylvinho, akan menggantikan Bruno Genesio sebagai pelatih kepala. Selain itu, ikon klub, Juninho Pernambucano, juga akan kembali sebagai direktur olahraga.

Pelatih kepala Lyon saat ini, Bruno Genesio, pada bulan April mengonfirmasikan bahwa ia tidak akan memperpanjang kontraknya yang akan berakhir pada bulan Juni dan klub Ligue 1 ini sebelumnya sempat dikaitkan dengan beberapa pelatih top Eropa seperti Jose Mourinho untuk menggantikan Genesio.

Juninho footradio
footradio.com

Tetapi, Presiden Lyon, Jean-Michel Aulas, memutuskan Sylvinho dan Juninho sebagai pelatih kepala dan direktur olahraga baru klub yang bermarkas di Stadion Parc Olympique Lyonnais.

Kepastian ini diungkapkan Aulas dalam sebuah kesempatan berbicara kepada wartawan setelah Lyon berhasil mengalahkan Caen 4-0 di laga terakhir Ligue 1.

“Kami bertemu Juninho dua kali di Los Angeles untuk mendapatkan persetujuannya dan kami sudah mendapatkannya.” Kata Jean-Michel Aulas.

“Dia akan datang, meskipun beberapa detail keuangan tersisa. Dia memiliki ikatan cinta dengan Lyon. Dia memilih Sylvinho sebagai pelatih dan kami juga memiliki persetujuannya.” Ujar Jean Michel-Aulas.

Sylvinho selama berkarier sebagai pesepakbola sempat bermain di Manchester City, Barcelona dan Arsenal. Sementara, Juninho Pernambucano yang dikenal memiliki kemampuan tendangan bebas mematikan menghabiskan delapan tahun di Olympique Lyon dari 2001 hingga 2009 sebagai pemain dan memenangkan tujuh gelar Ligue 1.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Operasi Sukses, Neymar Diyakini Bisa Sembuh Lebih Cepat

Football5Star.com, Indonesia – Neymar, megabintang Paris Saint-Germain (PSG), sudah menjalani operasi untuk mengatasi cedera ankle dan kakinya. Operasi yang berlangsung pada Sabtu (3/3/2018) di Rumah Sakit Mater Dei, Belo Horizonte, Brasil, itu berlangsung sukses. Beberapa pihak, salah satunya Juninho Pernambucano, yakin sang megabintang bisa pulih lebih cepat dari perkiraan semula.

“Operasi telah selesai dilakukan. Neymar sudah berada di kamar pearawatan dan kini tengah beristirahat. Semuanya berjalan dengan baik,” ungkap juru bicara Confederação Brasileira de Futebol (CBF) seperti dikutip Le Figaro. “Operasi yang dipimpin Dr. Rodrigo Lasmar berlangsung dengan sangat baik.”

Dr. Rodrigo Lasmar bersama Prof. Gerard Saillant saat konferensi pers di RS Mater Dei.
lapatilla.com

Lebih lanjut, sang juru bicara CBF menambahkan, “Rehabilitasi akan segera dimulai setelah operasi ini dan dilakukan di bawah pengawasan fisioterapis PSG. Setelah enam pekan, kondisinya akan dievaluasi lagi untuk menentukan tanggal pasti untuk kembali berlatih.”

Berdasarkan perkiraan awal, Neymar harus melupakan lapangan hijau selama 2,5 hingga 3 bulan. Hal itu membuat beberapa pihak cemas sang megabintang bakal absen di Piala Dunia 2018. Namun, usai operasi ini, beberapa pihak mengaku optimistis sang pemain bisa pulih lebih cepat dari perkiraan awal.

Salah satu yang meyakini hal itu adalah Juninho, mantan penggawa timnas Brasil dan Olympique Lyon. “Aku yakin dia akan kembali sebelum musim ini berakhir. Dia selalu punya kondisi fisik bagus dan dia akan kembali dengan kondisi lebih baik dari perkiraan kita semua,” tutur Juninho kepada Sportv.

Hal serupa diungkapkan mantan staf medis timnas Brasil, Jose luiz Runco. “Neymar punya kemampuan untuk pulih lebih cepat karena dia masih muda dan seorang atlet top,” kata dia seraya memperkirakan sang megabintang sudah kembali berjalan dengan menggunakan kruk setelah dua atau tiga pekan.

Neymar mengalami cedera ankle dan retak tulang metatarsal kelima di kaki kanannya saat PSG menghadapi Olympique Marseille, akhir pekan lalu. Namun, diagnosis lanjutan yang dilakukan Lasmar memperlihatkan adanya masalah di tulang utama telapak kakinya. Hal itulah yang membuat pemain berumur 26 tahun itu diperkirakan butuh waktu tiga bulan untuk kembali pulih.

“Sikap Vinicius Tak Cerminkan Calon Pemain Madrid”

Football5star.com, Indonesia – Mantan gelandang timnas Brasil, Juninho Pernambucano, mengecam sikap buruk calon pemain Real Madrid, Vinicius Junior.

Real Madrid mencapai kesepakatan dengan Flamengo untuk merekrut Vinicius pada Maret 2017. Nilai transfer dia mencapai 45 juta euro dan baru akan berlabuh di Santiago Bernabeu pada Juli 2019.

Vinicius Junior memang memiliki kualitas di atas rata-rata. Namun, striker berusia 17 tahun itu melakukan tindakan yang kurang terpuji hingga mendapat kritik dari Juninho.

Vinicius Junior, Flamengo, Real Madrid

Flamengo meraih kemenangan 3-1 atas musuh bebuyutannya, Botafogo, di Estadio Municipal General Raulino de Oliveira pada Minggu (11/2/2018). Vinicius mencetak gol pamungkas timnya jelang bubaran.

Setelah membobol gawang Botafogo yang dikawal oleh Jefferson, Vinicius Junior melakukan selebrasi di depan suporter lawan. Dia melakukan gestur seperti orang yang mengangis tengah mengusap air mata.

Menurut Juninho, aksi yang dilakukan Vinicius sangat tidak terpuji. Dia menilai calon pemain Real Madrid tersebut harus lebih menghargai tim lawan.

“Itu bukan tindakan yang profesional, saya tidak akan pernah melakukannya. Anda harus menghormati dan tidak merendahkan tim yang kalah,” seru Juninho, seperti dilansir Marca.

“Saya tidak melihat sikap ini di para pemain Real Madrid, klub yang akan dia tuju,” tandasnya.

Juninho Pernambucano Akan Kembali Lagi ke Lyon

Football5Star.com, Indonesia – Juninho Pernambucano, eks gelandang asal Brasil yang dikenal dengan tendangan bebas kerasnya, selangkah lagi akan kembali ke mantan klubnya, Olympique Lyonnais, pada musim panas 2017.

Juninho diminta kembali ke klub Prancis tersebut bukan sebagai pemain, melainkan untuk menduduki sebuah jabatan penting di jajaran manajemen, yakni Direktur Olahraga.

“Saat ini negosiasi sedang berjalan. Harapan saya, kesepakatan bisa tuntas sebelum awal musim liga, atau setidaknya sebelum akhir Agustus,” kata Presiden Lyon, Jean-Michel Aulas, seperti dilansir situs Ligue 1.

Juninho dinilai sebagai sosok yang tepat dalam menjalankan kebijakan Lyon, khususnya berkaitan dengan pengembangan skuat, bernegosiasi untuk merekrut atau melepas pemain, serta menganalisis anggaran belanja klub.

Kabar bakal kembalinya Juninho sebetulnya sudah berkembang sejak Juni lalu. Aulas menyatakan bahwa dia berupaya keras untuk membawa pulang Juninho dan keluarganya ke Lyon.

Juninho tercatat sebagai pemain Lyon pada 2001-2009. Selama periode tersebut, ia berhasil menyarangkan 96 gol dari 332 pertandingan dalam berbagai kompetisi.

Bersama Lyon, Juninho berkontribusi mempersembahkan tujuh gelar Ligue 1, enam kali juara Trophee Des Champions, dan satu Coupe de France.

Setelah dari Lyon, Juninho hijrah ke Al-Gharafa (Qatar), New York Red Bulls (Amerika Serikat), dan pensiun di Vasco da Gama pada 2014.

Berita Bola: “Pjanic Mampu Gantikan Peran Pirlo”

Gelandang anyar Juventus, Miralem Pjanic, diyakini mampu menggantikan peran Andrea Pirlo. Hal tersebut diungkapkan oleh mantan senior Pjanic ketika masih bermain untuk Olympique Lyonnais, Juninho Pernambucano.

Pjanic direkrut dari AS Roma dengan nilai transfer sebesar 32 juta euro pada musim panas ini. Juninho menilai, dengan karakter dan talentanya dalam mengatur permainan di lini tengah, gelandang asal Bosnia-Herzegovina itu dianggap bisa memainkan peran yang sama seperti Pirlo ketika memperkuat I Bianconeri.

Salah satu kemiripan antara Pjanic dan Pirlo adalah mahir dalam mengeksekusi tendangan bebas.

“Pjanic bergabung dengan kami ketika masih sangat muda, namun dia telah menunjukkan talenta yang besar dan Anda bisa mengatakan bahwa dia memiliki masa depan yang besar,” kata Juninho, seperti dilansir Tuttosport.

“Dia memiliki tendangan bebas yang berkualitas dan menjadi salah satu yang terbaik saat ini. Miralem ada di level Cristiano Ronaldo, Leo Messi dan Gareth Bale yang memiliki tendangan bagus.”

“Saya menghargai kemampuan dia mengubah cara mengeksekusi tendangan bebas. Dia luar biasa, namun tidak hanya karena itu. Miralem memiliki tiga kualitas yang menjadikannya pemain hebat, yakni talenta, karakter dan kecintaannya akan sepak bola. Saya menganggap dia sebagai salah satu gelandang terbaik di Eropa. Dia berteknik dan sangat fleksibel.”

“Dengan kemampuan, kecintaan akan sepak bola dan kharismanya, Mire (panggilan Pjanic) adalah pengganti yang sempurna bagi Pirlo. Pirlo adalah pakar dari semuanya dalam hal mengatur permainan. Dia bisa mengatur tim dan memberikan arah, terutama dalam mendikte ritme dengan bergantian melakukan umpan panjang dan pendek.”

“Di sisi lain, talenta Pjanic sebagian besar terlihat dalam permainan individual. Saya melihat posisi terbaik dia adalah mezzala (gelandang sisi luar) atau trequartista. Namun, seiring berjalannya waktu, Mire tentu bisa mengambil posisi Pirlo di hati para fans Bianconeri.”

Berita Bola: Spesialis Tendangan Bebas Dari Brasil Beri Saran Untuk Dybala

Mantan gelandang Brasil, Juninho Pernambucano, terkesan dengan kemampuan striker Juventus, Paulo Dybala dalam mengeksekusi tendangan bebas.

Ketika masih aktif bermain, Juninho dikenal memiliki tendangan bebas mematikan. Di semua tim yang dibelanya, dia hampir selalu dipercaya untuk menjadi eksekutor bola mati.

Menurut Juninho, Dybala mempunyai kualitas yang bagus dalam mengambil tendangan bebas. Apabila terus dilatih, Juninho yakin, striker I Bianconeri itu bakal menjadi spesialis tendangan bebas yang andal.

“Saya memiliki respek yang besar bagi pemain asal Argentina itu (Dybal), dia akan memiliki masa depan yang besar,” ujar Juninho, seperti dikutip dari Tuttosport.

“Saya melihat gol dia yang indah melawan Verona. Dia memiliki cara menendang yang spesial. Dia melakukannya dengan cara klasim, namun bisa membuat bola melaju dengan kecepatan yang spesial,” imbuhnya.

“Namun, Anda bisa mengatakan bahwa dia harus mengembangkannya. Sejak muda, dia harus melatih eksekusi bola mati setidaknya dua kali dalam sepekan dan sering melakukan tendangan jarak jauh,” tandas Juninho.

“Pengulangan gestur adalah hal yang penting untuk menjadi spesialis tendangan bebas,” paparnya.

Berita Bola: “Higuain Salah Satu Bomber Terbaik Dunia”

Mantan gelandang Brasil, Juninho Pernambucano, melayangkan sanjungan kepada striker anyar Juventus, Gonzalo Higuain. Menurut Juninho, Higuain merupakan salah satu striker terbaik di dunia.

Higuain hijrah ke Serie A setelah diboyong oleh Napoli dari Real Madrid. Pemain asal Argentina itu menjadi top skorer Serie A musim lalu dengan torehan 36 gol.

Juventus akhirnya berhasil membajar Higuain dari Napoli dan menjadi pemain termahal ketiga di dunia. Dia diboyong ke Juventus Stadium dengan banderol 90 juta euro.

“Dia salah satu yang terbaik, selain (Karim) Benzema, (Robert) Lewandowski dan Cristiano Ronaldo, yang tampil sebagai pemain nomor 9 di Euro,” ujar Juninho, seperti dilansir Tuttosport.

“Saya mendengar transfer dia dari Napoli ke Juventus. Di Italia, pindah klub dengan cara ini meningkatkan tekanan, tetapi Juventus tetap Juventus,” imbuhnya.

“Sama seperti para pemain hebat lainnya, Higuain memiliki kepribadian yang luar biasa, talenta yang besar dan catatan gol yang dibutuhkan untuk menjadi pemimpin di sektor penyerangan Bianconeri,” tandas Juninho.

Meski kedatangan Higuain diyakini menguatkan peluang untuk menjuarai Liga Champions, Juninho berpesan agar Juventus tetap fokus dan tak sesumbar.

“Saya pikir, Juventus bisa memulai liga dengan sangat kuat sehingga bisa fokus ke Liga Champions,” katanya.

“Mereka tidak boleh menganggap remeh Serie A dan harus tampil di Liga Champions dengan mentalitas yang rendah hati walaupun menyadari mereka bisa memenanginya. Mereka memiliki segala yang dibutuhkan pada tahun ini,” bilang Juninho.

Willian Bisa Lampaui Rekor “Raja Free Kick” Brasil

Juninho Pernambucano terkesan dengan jumlah gol Willian melalui tendangan bebas langsung di ajang Liga Champions. Juninho meyakini bahwa gelandang Chelsea itu mampu mengalahkan rekor yang pernah diukirnya bersama Olympique Lyonnais.

Willian mencetak satu gol Chelsea ke gawang tuan rumah Maccabi Tel Aviv di Stadion Sammy Ofer, Selasa (24/11). Selain berjasa membawa The Blues menang empat gol tanpa balas dalam laga itu, Willian juga menyamai rekor Juninho.

Selama meniti karier sebagai pesepakbola profesional, Juninho memang dikenal sebagai salah satu eksekutor bola mati terbaik di dunia. Dia mencetak empat gol tendangan bebas langsung di ajang Liga Champions bersama Lyon pada musim 2005-06 silam.

“Itu bagus karena yang melakukannya adalah pemain Brasil (Willian) dan dari generasi kami saat ini yang memiliki banyak pemain hebat,” ungkap Juninho, seperti dilansir Globo Esporte.

“Itu hal yang sangat menyenangkan bagi saya, karena saat mencetak empat gol itu, tidak ada yang mengatakan apapun kepada saya,” tambah pria berumur 40 tahun tersebut.

“Saya menjadi teringat dengan apa yang telah dicapai oleh Willian, dan saya pikir, dia punya segalanya untuk mengalahkan rekor saya. Liga Champions hampir masuk pada tahap selanjutnya dan Chelsea masih memiliki beberapa laga untuk dimainkan,” seru Juninho.

Dua gol tendangan bebas Willian lainnya lahir dari ajang Premier League sehingga totalnya menjadi enam gol di semua ajang musim ini. Gelandang berusia 27 tahun itu sementara menjadi eksekutor tendangan bebas terbaik di semua ajang dari semua pemain yang tampil di lima liga top Eropa musim ini.

Pjanic, Penendang Bebas Terbaik Eropa

Gelandang AS Roma, Miralem Pjanic, menjadi penendang bebas terbaik dari lima liga besar di Eropa musim ini.

Tendangan bebas Pjanic mampu membuka keunggulan Roma ketika mereka berhasil mengalahkan Empoli dengan skor 3-1 dalam laga lanjutan Liga Italia pada hari Sabtu (17/10) kemarin.

Berkat gol tersebut, Pjanic merupakan satu-satunya pemain yang mampu mencetak tiga gol dari tendangan bebas di musim ini, mengalahkan Christian Eriksen dari Tottenham Hotspur dan Willian dari Chelsea yang baru mencetak dua gol.

Pjanic mengaku bahwa kemampuannya mengeksekusi tendangan bebas terinspirasi dari Juninho Pernambucano. Maklum, kedua pemain tersebut memang pernah sama-sama membela Olympique Lyon pada tahun 2008.

“Guruku adalah Juninho, tetapi tendangan bebasnya berbeda dariku. Ia mampu membuat bola bergerak bebas di udara seperti (Andrea) Pirlo,” ujar Pjanic kepada Gazzetta World.

“Aku sering melatih tendangan bebasku dalam sesi latihan untuk meningkatkan akurasi tendanganku,” tambah dirinya.

“Aku tidak pernah memfokuskan berlatih pada arah tendangan karena semua berada di dalam otakku,” tuntasnya.

Sejak tiba di Roma dari Lyon pada tahun 2011 dengan nilai transfer sekitar 7,8 juta Poundsterling, Pjanic telah mencetak 10 gol dari tendangan bebas. Jumlah tersebut hanya kalah dari Pirlo yang mencetak 12 gol.

Pjanic sendiri tengah menunjukkan performa impresif bersama Il Lupi musim ini. Dari tujuh penampilannya bersama Roma di Liga Italia, Ia sudah menyumbangkan empat gol dan empat assist.