Asnawi Mangkualam Bikin Kesalahan, Ansan Greeners 9 Laga Tanpa Menang

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com Indonesia – Pemain muda Indonesia, Asnawi Mangkualam, membuat kesalahan yang menyebabkan Ansan Greeners dihukum penalti. Penalti untuk Busan iPark itu membuat Ansan kebobolan lebih dahulu meski akhirnya bisa menutup laga dengan hasil imbang 1-1, Minggu (12/9).

Menjamu Busan, Ansan dihantui catatan buruk. Bagaimana tidak, kekalahan 0-4 di kandang Busan pada 17 Juli silam menjadi awal dari rentetan hasil minor tim asuhan Kim Gil-sik. Sejak kekalahan itu, Ansan melalui 8 laga tanpa kemenangan dengan 6 kekalahan di antaranya.

Asnawi Mangkualam, Ansan Greeners vs Busan iPark 1 - KLeague
KLeague

Tekanan mental untuk Ansan kian meninggi ketika Busan mendapatkan hadiah penalti pada awal babak kedua, tepatnya meni ke-49. Akselerasi pemain Busan dari sisi kanan pertahanan Ansan memaksa Asnawi melakukan pelanggaran di dalam kotak penalti.

Pelanggaran tersebut membuat wasit menunjuk titik putih. An Byong-jun yang maju sebagai eksekutor sukses membuk keunggulan Busan setelah bola sepakannya mengecoh kiper Lee Hee-seong.

Nasib nahas Asnawi belum berakhir. Laga berjalan satu jam, pemain asal Makassar tersebut mengalami cedera hamstring hingga terpaksa ditarik keluar. Posisinya di bek kanan digantikan Kim Jin-rae.

Setelah Asnawi Mangkualam Ditarik, Ansan Akhirnya Cetak Gol Penyeimbang

Lee Sang-min, Ansan Greeners vs Busan iPark, Asnawi Mangkualam - KLeague
KLeague

Pada sisa pertandingan, Ansan coba sekuat tenaga menekan pertahanan Busan. Gol balasan yang dinanti akhirnya lahir pada menit ke-75 melalui Lee Sang-min memanfaatkan kerja sama dengan Anderson Canhoto.

Gol Lee Sang-min itu sekaligus menjadi satu-satunya yang bisa diciptakan Ansan sampai laga berakhir. Ansan akhirnya gagal membalas kekalahan dari Busan dan harus puas berbagi skor imbang 1-1.

Hasil imbang kali ini membuat rentetan hasil minor Busan bertambah panjang menjadi 9 laga tanpa kemenangan. Selama 9 pertandingan itu, Asnawi Mangkualam cs. menderita 6 kekalahan dan 3 kali imbang. Kini, mereka menempati peringkat tiga terbawah di klasemen K League 2 dengan 31 poin dari 29 laga.

Asnawi Mangkualam Ansan Greeners vs Jeonnam Dragons, Ki Gil-Sik, Shin Tae-yong. (bestevelen.com)
Besteleven

Catatan negatif itu membuat Gil-sik merasa posisinya di kursi pelatih mulai tak aman. “Kami tak pernah menang dalam 9 laga. Sepertnya saya harus mulai serius mendiskusikan masa depan saya dengan klub. Harus ada yang bertanggung jawab dengan hasil ini,” bilang Gil-sik.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Asnawi Mangkualam Cs Makin Babak Belur, Ini Dalih Kim Gil-sik

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com Indonesia – Tim yang dibela Asnawi Mangkualam, Ansan Greeners, semakin babak belur. Kekalahan 0-1 dari Chungnam Asan memaksa mereka melalui enam laga tanpa kemenangan di K League 2.

Ansan takluk akibat gol bunuh diri striker mereka, Kang Su-il, pada menit ke-17. Gol itu membuat rekor Ansan tanpa kekalahan dalam sejarah lima pertemuan dengan Chungnam Asan akhirnya kandas.

Ansan Greeners vs Chungnam Asan, Asnawi Mangkualam - KLeague
KLeague

“Chungnam Asan tim dengan penyerang dan pemain bertahan yang selalu berlari serta menekan. Pada babak pertama, kami kesulitan dan permainan tidak sesuai harapan,” ucap pelatih Kim Gil-sik, dikutip Football5star dari media Korea Selatan.

Lebih nahas lagi, Asnawi dan kawan-kawan semakin babak belur dalam perjalanan di K League 2 musim ini. Ansan melalui enam laga tanpa kemenangan, dan lima di antaranya berujung kekalahan. Posisi klasemen pun tersendat di tiga terbawah dengan 29 poin dari 26 laga.

Anderson Canhoto Ansan Greeners vs Chungnam Asan, Asnawi Mangkualam - Sports-G
Sports-G

“Dengan kekalahan ketiga beruntun, kami harus segera mengakhiri rentetan ini. Saya rasa kami perlu mempersiapkan diri lebih baik,” bilang Gil-sik coba berdalih.

FC Anyang Jadi Target Pelampiasan Asnawi Mangkualam Cs.

Ansan Greeners vs Chungnam Asan, Asnawi Mangkualam - K League
KLeague

Kim Gil-sik juga enggan menyalahkan Kang Su-il mencetak gol bunuh diri, justru saat dipercaya mengisi posisi Kim Ryun-do sebagai striker utama.

“Dalam posisi bertahan dari set-piece, Kang Su-il ikut membantu tapi justru mencetak gol bunuh diri. Ini kesalahan yang kami coba hindari. Sebagai pelatih, jelas saya kecewa. Namun, Kang Su-il bermain baik sampai akhir, jadi bukan sepenuhnya kesalahan dia,” ucapnya lagi.

Ansan Greeners vs Chungnam Asan, Asnawi Mangkualam - K League 1
KLeague

Pada laga berikutnya, Ansan akan menghadapi Anyang yang sempat dikalahkan 3-2 pada pertemuan pertama di Stadion Ansan Wa (10/5/2021). Meski sempat menang, tapi kondisi Ansan dan Anyang berbeda 180 derajat.

Ansan terpuruk di urutan ke-8 dari 10 peserta K League 2 setelah menderita 5 kekalahan dari 6 laga terakhir. Sementara, Anyang justru menempati peringkat ketiga klasemen setelah mencatat dua kemenangan beruntun.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Asnawi Mangkualam dan Ansan Greeners Kembali Telan Kekalahan

gamespool
Asnawi Mangkualam dan Ansan Greeners Kembali Telan Kekalahan 14

Football5star.com, Indonesia – Asnawi Mangkualam masih belum berhasil mengakhiri puasa kemenangan Ansan Greeners di ajang K-League 2. Pada Minggu (15/8) petang WIB, Asnawi dkk harus mengakui keunggulan Daejeon Citizen dengan skor 2-0.

Ansan gagal memanfaatkan statusnya sebagai tim tuan rumah di pertandingan ini. Pasalnya, mereka langsung tertinggal satu gol ketika laga baru berjalan 10 menit.

Daejeon berhasil mencuri keunggulan melalui gol Masatoshi Ishida yang memanfaatkan umpan tarik Seo Young-jae. Selepas gol Seo, Ansan langsung keluar menyerang dan mampu menciptakan beberapa peluang. Akan tetapi, Ansan gagal menyamakan kedudukan dan skor 0-1 bertahan hingga turun minum.

Empat menit setelah paruh kedua dimulai, Ansan mendapat angin segar. Daejeon harus menjalani sisa pertandingan dengan 10 pemain karena Park Jin-seop mendapat kartu kuning kedua.

Unggul jumlah pemain, Ansan langsung mendominasi jalannya pertandingan dan semakin gencar membombardir lini belakang Daejeon. Asnawi juga turut membantu serangan-serangan Ansan dan mampu beberapa kali melepas umpan berbahaya.

Pada menit ke-75, Lee Sang-min berhasil membawa Ansan menyamakan kedudukan. Akan tetapi, wasit menganulir gol Lee karena bola belum melewati garis gawang.

Asyik menyerang, Ansan malah kembali kecolongan. Di penghujung babak kedua,Seo berhasil menetak gol kedua dan membuat Daejeon pulang dengan poin penuh berkat kemenangan 2-0.

ASNAWI MANGKUALAM DAN ANSAN GREENERS MENDEKAT KE DASAR KLASEMEN

Kekalahan atas Daejeon Citizen semakin memperpanjang puasa kemenangan Ansan. Skuat besutan Kim Gil-sik kini gagal meraih kemenangan dalam lima pertandingan K-League 2 terakhirnya.

Rentetan hasil buruk tersebut membuat Ansan kini terjebak di posisi kedelapan K-League 2 dengan perolehan 29 poin. Ansan hanya memiliki keunggulan enam angka dari Bucheon 1995 yang menempati dasar klasemen.

Di laga selanjutnya, Ansan bakal menjamu Asan Mugunghwa pada Sabtu (21/8) sore WIB. Andai berhasil meraih kemenagnan, Ansan bakal menggantikan Asan di posisi ketujuh K-League 2 karena kedua tim sama-sama memiliki perolehan 29 poin.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Asnawi Jadi Cadangan, Ansan Greeners Kembali Gagal Menang

gamespool
Asnawi Jadi Cadangan, Ansan Greeners Kembali Gagal Menang 17

Football5Star.com, Indonesia – Pertandingan menarik tersaji pada pekan lanjutan K-League 2 yang mempertemukan Ansan Greeners vs Jeonnam Dragons. Asnawi Mangkualam hanya berada di bangku cadangan sepanjang laga dan laga berakhir dengan skor imbang 1-1.

Babak pertama Jeonnam lebih mendominasi, beberapa kali mereka melepaskan tembakan ke gawang Kim Sun Woo, tapi tidak ada yang membahayakan. Hanya sundulan dari Samuel Nnamani yang mengarah ke gawang, tapi bisa diamankan dengan mudah oleh Kim Sun Woo.

Tapi peluang paling berbahaya justru datang dari Ansan. Pada menit ke-36, Kim Ryun-do yang masuk menggantikan Robson melepaskan tembakan dari sisi kanan, tapi membentur tiang gawang.

Ansan berhasil cetak gol pada menit ke-43. Kang Soo-il memberi umpan matang ke Kim Ryun-do yang berada di tiang jauh. Dia langsung mengumpan bola ke Jang Dong-hyuk yang hanya tinggal men tap-in bola.

Pada babak kedua, kedua tim kesulitan untuk mengembangkan permainan, apalagi dengan hujan deras yang turun di stadion Ansan Wa.

Ansan sempat mendapat peluang pada menit ke-65 lewat pemain pengganti, Choi Geon-joo, tapi tendangannya bisaa ditepis kiper Kim Da-sol.

Jeonnam Dragons menyamakan kedudukan pada menit ke-74. Berawal dari bola mati, umpan lambung Lee Gwon-Hoo yang masuk ke kotak penalti berhasil ditanduk dengan sempurna oleh Samuel Nnamani. Tak ada tambahan gol tercipta. Laga Ansan Greeners vs Jeonnam Dragons berakhir dengan skor 1-1.

Hasil ini membuat Ansan gagal meraih kemenangan di tiga laga beruntun setelah dua laga sebelumnya mereka meraih kekalahan. Ansan tertahan di posisi ke-7 klasemen K League 2. Untuk Asnawi Mangkualam sendiri, dia tidak dimainkan di laga ini setelah sebelumnya selalu bermain di tiga laga terakhir.

Susunan Formasi Ansan Greeners vs Jeonnam Dragons:

Ansan (3-5-2): 19-Kim Sun Woo; 15-Song Joo-ho, 3- Tae-kyu Ko, 20-Kim Min-Ho; 77-Jin-Rae Kim; 55-Go Iwase, 14-Lee Sang-min, 44-Jang Dong-hyuk, 29-Kim Ye-sung; 87-Kang Soo-Il (17-Choi Geon-joo), 11-Robson (18-Kim Ryun-do).

Pelatih: Kim Gil-sik.

Jeonnam (4-3-3): 31-Kim Da-sol; 17- Kim Tae-hyeon, 3-Park Chan-yong, 55- Choi Ho-jeong, 2-Choi Hyo-jin (6-Hwang Ki-wook); 19-Kim Hyeon-uk, 15-Jeong Ho-jin, 25-Lee Seok Hyun (16-Lee Gwon-Hoo); 66-Samuel Nnamani, 9-Kim Byong-oh, 89-Jonathan Balotelli (8-Lee Jong-ho).

Pelatih: Jeon Kyung-Joon.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Perjudian Mengubah Posisi Asnawi Mangkualam Malah Bikin Kaget Kim Gil-sik

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com IndonesiaAsnawi Mangkualam membuat pelatih Ansan Greeners, Kim Gil-sik, kaget. Pasalnya, ketika posisinya diubah menjadi gelandang bertahan, performa Asnawi melebihi ekspektasi.

Dalam pertandingan melawan Gyeongnam FC di Stadion Ansan Wa, Senin (12/7), Asnawi kembali menembus starting XI. Ini menjadi laga perdana pemain timnas Indonesia tersebut sejak tampil menghadapi Seoul E-Land pada awal Mei silam.

Asnawi Mangkualam Ansan Greeners vs Jeonnam Dragons, Ki Gil-Sik, Shin Tae-yong. (bestevelen.com)
Besteleven.com

Asnawi tampil sejak menit pertama di posisi sayap kanan dalam formasi 3-5-2. Dia tampil penuh selama 90 menit dan sempat mengalami perubahan posisi di tengah pertandingan. Sebelum babak kedua berakhir, Kim meminta Asnawi menubah peran sebagai gelandang bertahan.

Peran itu sejatinya bukan hal baru bagi pemain jebolan PSM Makassar tersebut. Pada awal karier profesionalnya, Asnawi memang terbiasa bermain sebagai gelandang bertahan sebelum bertranformasi menjadi bek sayap.

Hal itu pula yang sempat disampaikan pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong, kepada Kim. Sampai akhirnya, Kim akhirnya menjajal sendiri kemampuan Asnawi sebagai gelandang bertahan pada laga melawan Gyeongnam FC.

“Saya sering mendapat masukan dari coach Shin tae-yong. Peran natural Asnawi adalah bermain maju dan mundur di sisi lapangan. Namun, coach Shn mengatakan bahwa saat muda Asnawi bermain sebagai gelandang bertahan,” bilang Kim Gil-sik, dikutip Football5star.com dari media Korea Selatan.

Performa Asnawi Mangkualam Melebihi Ekspektasi

Asnawi Mangkualam, Ansan Greeners vs Gyeongnam FC 1, K League 2 - K League
KLeague

Asnawi Mangkualam, yang selama lima pertandingan bersama Ansan rutin bermain di sektor sayap, akhirnya dijajal untuk kali pertama sebagai gelandang. Meski hanya beberapa menit sebelum laga usai, tapi performanya bisa memuaskan pelatih.

“Saya seketika teringat (kata-kata Shin Tae-yong) dan mencobanya sebagai gelandang. Tak disangka, Asnawi bermain baik melebihi ekspektasi dan memerankan tugasnya dengan sempurna,” bilang Kim Gil-sik memuji performa Asnawi.

Dalam pertandingan melawan Gyeongnam FC itu, Ansan bisa menang 3-1. Asnawi, meski mendapat pujian dari Kim, sempat melakukan kesalahan ketika pelanggarannya berujung hadiah penalti untuk lawan.

Beruntung bagi Asnawi, Yoon Seok-joo yang bertindak sebagai algojo Gyeongnam gagal mencetak gol melalui titik putih. Kemenangan 3-1 sekaligus membuat Ansan mendekat ke posisi empat besar klasemen K League 2 dengan mengumpulkan 28 angka.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Kim Gil-sik Sebut Fakta Mengejutkan Soal Asnawi Mangkualam Saat Ini

Banner Gamespol Baru

Football5Star.com, Indonesia – Asnawi Mangkualam belum tampil lagi untuk Ansan Greeners meskipun sudah selesai menjalani karantina setelah membela timnas Indonesia. Saat bertandang ke markas Seoul E-Land, pelatih Kim Gil-sik hanya menempatkannya di bangku cadangan.

Tadinya, sempat ada harapan Asnawi langsung bermain setelah menjalani karantina. Namun, setelah empat hari menyelesaikan karantina, kondisi pemain timnas Indonesia itu dinyatakan belum siap untuk kembali bermain. Bahkan, Coach Kim mengungkap fakta mengejutkan soal kondisi sang pemain.

Ansan Greeners - Asnawi Mangkualam - Korea - kleague. com
kleague.com

“Asnawi baru menyelesaikan karantina mandiri. Saya sebenarnya tak ingin memasukkan dia ke daftar pemain pada hari ini,” ungkap Kim Gil-sik seperti dikutip Football5Star.com dari media Korea Selatan. “Kondisi fisiknya bahkan belum mencapai 60 persen.”

Lebih lanjut, Coach Kim mengungkapkan alasan khusus yang membuat Asnawi Mangkualam akhirnya masuk skuat melawan Seoul E-Land. Itu adalah semangat dan etos kerja yang ditunjukkannya. Atas dasar itulah, sang pelatih membuka kemungkinan memainkan Asnawi tergantung situasi di lapangan.

Ansan Imbang Tanpa Asnawi Mangkualam

Pada akhirnya, Kim Gil-sik tak memberikan kesempatan bermain bagi Asnawi Mangkualam. Sejak bergabung dengan Ansan, ini adalah kali pertama Asnawi hanya berada di bangku cadangan sepanjang pertandingan. Ini juga membuat dia kini tak tampil dalam 9 laga beruntun. Selain menjalani karantina dan membela timnas Indonesia, dia juga sempat absen karena cedera.

Tampil tanpa Asnwi, Ansan lagi-lagi gagal menuai kemenangan. Tim asuhan Coach Kim harus puas dengan hasil imbang tanpa gol di kandang Seoul E-Land. Sebelumnya, mereka juga hanya seri 2-2 dengan Bucheon FC pada 27 Juni lalu. Positifnya, mereka kini tak kalah dalam 4 laga beruntun.

Kegagalan menang atas Seoul E-Land disesalkan Kim Gil-sik. Dia menilai The Green Wolves seharusnya bisa menang karena unggul jumlah pemain setelah salah satu pemain lawan dikartu merah wasit pada pengujung babak pertama. Dia kesal anak-anak asuhnya tak mampu memanfaatkan keunggulan jumlah pemain.

“Main dengan keunggulan jumlah pemain, pilihannya kalah atau menang. Namun, sungguh disayangkan kami bermain sangat mengecewakan pada hari ini,” ujar Kim Gil-sik selepas laga. “Setelah babak pertama, kami punya keunggulan jumlah pemain. Kami pun segera melakukan pergantian pemain agar lebih agresif.”

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Karantina Usai, Asnawi Mangkualam akan Main Akhir Pekan ini?

Banner Gamespol Baru

Football5Star.com, Indonesia – Asnawi Mangkualam sudah dapat kembali membela Ansan Greeners. Pemain andalan pelatih Kim Gil-sik itu sudah menyelesaikan karantina yang dijalani selepas membela timnas Indonesia pada lanjutan putaran kedua Kualifikasi Piala Dunia 2022 di Uni Emirat Arab.

Kembali pada 12 Juni, Asnawi harus menjalani karantina selama 14 hari sesuai protokol kesehatan terkait pandemi COVID-19 yang berlaku di Korea Selatan. Dia dikabarkan sudah menyelesaikan proses tersebut dan bisa kembali bergabung dalam latihan tim utama Ansan Greeners.

Asnawi Mangkualam sempat absen dari Ansan Greeners karena membela timnas Indonesia.
pssi.org

Hal itu membuka kemungkinan Asnawi kembali memperkuat The Green Wolves pada lanjutan K League 2, akhir pekan ini. Ansan dijadwalkan menjamu tim yang saat ini berada di posisi juru kunci klasemen sementara, Bucheon 1995, Minggu (27/6/2021). Ini adalah kesempatan emas bagi anak-anak asuh Kim Gil-sik untuk meneruskan kebangkitan.

Rabu (23/6/2021), Ansan membukukan kemenangan 2-0 di kandang Chungnam Asan. Itu mengakhiri rentetan 6 laga tanpa kemenangan yang diraup The Green Wolves tanpa Asnawi Mangkualam. Dalam enam laga beruntun itu, mereka hanya meraup 3 poin alias mendulang tiga seri dan tiga kali kalah.

Asnawi Mangkualam Mungkin Langsung Main

Menghadapi Bucheon, Ansan Greeners berpeluang melanjutkan perubahan tren. Pada pertemuan pertama, The Green Wolves mampu membukukan kemenangan 1-0 di kandang lawan. Gol tunggal kala itu dijaringkan Min Jun-yeong pada menit ke-70.

Meskipun menghadapi tim juru kunci dan menang pada pertemuan pertama, pelatih Kim Gil-sik dipastikan coba menurunkan tim terbaik. Salah satunya memainkan Asnawi Mangkualam yang baru menyelesaikan masa karantina sepulang dari membela timnas Indonesia.

Lee Jun-hee sempat didorong jadi wing back kanan oleh Kim Gil-sik.
greenersfc.com

Bukan apa-apa, selama Asnawi absen, Kim Gil-sik tak menemukan sosok pengganti yang tepat di posisi winger kanan. Tak ada pemain yang betul-betul dipercaya mengisi pos yang ditinggalkan Asnawi. Dia sempat memasang Kim Do-ryun, Robson, dan Lim Jee-hyuk di posisi winger kanan pada formasi 4-3-3. Lalu, dia pun sempat memasang Robson pada pola 4-5-1 dan sempat pula mendorong Lee Jun-hee ke wing back kanan dalam formasi 3-5-2.

Akan tetapi, mengingat akhir masa karantina yang cukup dekat dengan hari pertandingan lawan Bucheon 1995, kondisi fisik Asnawi Mangkualam akan jadi kunci. Bila kebugarannya terjaga dan dinyatakan fit, sangat mungkin dia kembali turun sebagai starter. Bila tidak, dia bisa jadi hanya jadi pemain cadangan pada akhir pekan ini.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Masih Tanpa Asnawi Mangkualam, Ansan Greeners Belum Bisa Bangkit

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com Indonesia – Ansan Greeners, yang masih tanpa Asnawi Mangkualam, belum bisa bangkit dari rentetan hasil minor. Pada pekan ke-17 K league 2, Sabtu (19/6), Ansan cuma bisa bermain imbang tanpa gol di kandang Daejeon Hana Ciizen.

Sejak terakhir kali tampil pada laga melawan Seoul E-Land (2/5), Asnawi Mangkualam memang terpaksa absen lama. Dia harus membela timnas Indonesia bermain pada laga kualifikasi Piala Dunia 2022 di Dubai, Uni Emirat Arab.

Asnawi Mangkualam Timnas Indonesia - pssi
PSSI.org

Sejak saat itu, Ansan Greeners sudah tampil 7 pertandingan tanpa diperkuat Asnawi. Hasilnya, cuma sekali anak asuh pelatih Kim Gil-sik itu menang, yakni dengan skor 3-2 ketika menjamu FC Anyang pada 10 Mei.

Setelahnya, Ansan Greeners terus mengalami periode negatif tanpa Asnawi Mangkualam. Enam pertandingan berikutnya dilalui tanpa raihan kemenangan. Mereka menderita tiga kekalahan dan tiga kali imbang, termasuk tanpa gol di kandang Daejeon Hana Citizen.

Meski begitu, Kim Gil-sik ternyata cukup puas. Pasalnya, Ansan Greeners bisa menghindari tiga kekalahan beruntun melalui hasil imbang di kandang Daejeon Hana Citizen.

“Dalam cuaca yang panas, para pemain pantang menyerang selama 90 menit dan bisa mengamankan satu poin berharga,” bilang Kim Gil-sik, dikutip Football5star.com dari media Korea Selatan.

Dampak Positif dan Negatif Sejak Bersama Asnawi Mangkualam

Kim Gil-sik menyadari ada perubahan positif serta negatif dalam skuatnya sejak kedatangan Asnawi Mangkualam pada musim ini. Dalam hal serangan, Ansan Greeners sudah lebih produktif ketimbang musim lalu. Namun tidak dengan pertahanan, yang disebut justru memburuk.

“Musim lalu, organisasi pertahanan cukup baik, tapi tak banyak mencetak gol. Dalam hal bertahan, masih banyak keteledoran. Pada musim lalu kami tak pernah kebobolan tiga gol dalam dua laga beruntun, tapi lihat dua laga terakhir kami (kalah 0-3 dari Gimcheon Sangmu dan 2-3 dari Busan I Park),” urai Kim Gil-sik.

Daejeon Hana Citizen vs Ansan Greeners, Asnawi Mangkualam 1 - KLeague
K League

Lemahnya pertahanan Ansan Greeners memang tak terlalu dipegaruhi dengan ketiadaan Asnawi Mangkualam. Pasalnya, Kim Gil-sik beberapa waktu lalu juga sempat menyebut bahwa Asnawi pun masih belum optimal ketika membantu pertahanan.

Meski begitu, performa Asnawi ketika membantu serangan cukup sering menuai pujian. Tak heran pemain asal Makassar itu acap dipasang sebagai penyerang sayap kanan oleh Kim Gil-sik ketimbang sebagai bek kanan.

Pada laga berikutnya melawan Chungnam Asan, Asnawi Mangkualam diperkirakan masih belum bisa bermain. Meski sudah kembali ke Korea Selatan sejak 12 Juni, dia masih harus menjalani karantina mandiri selama dua pekan.

Kemungkinan, Asnawi baru bisa kembali ke skuat ketika Ansan Greeners menjamu Bicheon FC 1995 pada 27 Juni mendatang. “Asnawi sudah kembali pada tanggal 12 tapi langsung karantina mandiri. Saya rasa akan banyak membantu ketika Asnawi sudah kembali ke tim,” bilang Kim Gil-sik.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Ansan Greeners Takluk Tanpa Asnawi Mangkualam, Balotelli Jadi Penentu

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Ansan Greeners, yang tampil tanpa Asnawi Mangkualam, menelan kekalahan 0-2 di kandang Jeonnam Dragons, Senin (17/5). Salah satu gol kemenangan Jeonnam dicetak oleh Jonathan Balotelli.

Ansan Greeners sebenarnya memiliki motivasi tinggi untuk melanjutkan tren kemenangan setelah menaklukkan pemuncak klasemen, FC Anyang, pekan lalu. Namun, nasib berkata lain.

Jeonnam Dragons vs Ansan Greeners, Jonathan Balotelli - KLeague 1
KLeague

Jeonnam Dragons langsung menyengat sejak awal laga dan mendapatkan gol pembuka melalui penalti Jang Soon-hyeok pada menit ke-21. Nestapa Ansan bahkan bertambah saat pemainnya, Choi Geon-joo dikartu merah 9 menit berselang.

Ansan Greeners, yang ditinggal Asnawi Mangkualam akibat cedera, mendapat angin segar setelah Jeonnam juga bermain dengan 10 orang pada menit ke-68. Salah satu pemain tuan rumah, Samuel Nnamani, diganjar kartu kuning kedua oleh wasit.

Akan tetapi, alih-alih mencetak gol penyeimbang, Ansan justru kembali kebobolan pada menit ke-85. Gol yang mengunci kemenangan Jeonnam Dragons dicetak pemain asal Brasil, Jonathan Balotelli setelah memanfaatkan kemelut di muka gawang hasil dari sepak pojok.

Ansan Greeners terpaksa pulang dengan tangan kosong dari markas Jeonnam. Musim ini, Ansan juga sudah dua kali kalah dari Jeonnam. Pada pertemuan pertama di Stadion Ansan Wa (11/4), mereka kalah 0-1.

Pada laga kali ini ini, tim asuhan Kim Gil-sik tersebut masuk tak memainkan Asnawi Mangkualam yang cedera hamstring ketika laga melawan Seoul E-Land (2/5) silam.

Ansan Greeners - Asnawi Mangkualam - Korea - kleague. com
Kleague

Akibat cedera itu, Ansan tak bisa memainkan Asnawi Mangkualam dalam dua laga terakhir. Termasuk ketika menang 3-2 atas FC Anyang (10/5) lalu. Asnawi juga dipastikan absen dalam beberapa laga Ansan berikutnya karena bergabung dengan timnas Indonesia.

Ansan Greeners, meski kalah dari Jeonnam akibat gol Soon-hyeok dan Jonathan Balotelli, bertahan di posisi keempat klasemen K League 2. Sementara, Jeonnam Dragons justru naik ke puncak klasemen menggeser Anyang.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Ansan Greeners Berupaya Asnawi Mangkualam Bisa Segera Main Lagi

Banner Gamespol Baru

Football5Star.com, Indonesia – Kepastian Asnawi Mangkualam memperkuat timnas Indonesia jadi pekerjaan rumah tersendiri bagi Ansan Greeners. Klub K League 2 itu harus kehilangan sang pemain sayap untuk jangka waktu lama.

Saat ini, Asnawi memang masih belum bergabung dengan timnas Indonesia. Sesuai jadwal yang disepakati, dia baru akan berangkat dari Ansan pada 18 Mei mendatang. Dia akan langsung menuju Dubai, tempat Tim Garuda menjalani tiga laga sisa Kualifikasi Piala Dunia 2022.

Timnas Indonesia akan menghadapi Thailand pada 3 Juni. Berikutnya, tim asuhan Shin Tae-yong akan melawan Vietnam dan Thailand pada 7 dan 11 Juni. Setelah itu, Asnawi diharapkan segera kembali ke Korea Selatan. Pasalnya, dia harus menjalani karantina mandiri selama 14 hari sesuai protokol kesehatan yang berlaku di sana.

Bila harus menjalani karantina seperti yang diwajibkan, Asnawi baru akan bisa membela Ansan Greeners pada awal Juli. Alhasil, klub asuhan Kim Gil-sik tak diperkuat sang pemain selama hampir dua bulan. Pasalnya, dia cedera dalam laga melawan Seoul E-Land, 2 Mei silam.

Soal karantina inilah yang coba dilobi oleh manajemen Ansan. Mereka berupaya Asnawi bisa mendapatkan dispensasi atau pemotongan masa karantina sehingga bisa segera bermain lagi setelah membela timnas Indonesia.

“Kami saat ini tengah berdiskusi degan departemen-departemen terkait. Namun, ini tak akan mudah,” kata seorang staf Ansan Greeners seperti dikutip Football5Star.com dari News1 Korea.

Karantina Ketiga Asnawi di Korea

Asnawi Mangkualam diharapkan Ansan Greeners bisa mendapatkan pemotongan masa karantina setelah membela timnas Indonesia.
greenersfc.com

Bagi Ansan Greeners, keharusan Asnawi Mangkualam menjalani karantina lagi jadi pukulan tersendiri. Pasalnya, itu akan jadi karantina ketiga yang dijalani pemain didikan PSM Makassar tersebut sejak resmi menjadi bagian dari skuat The Green Wolves.

Sebelumnya, Asnawi harus menjalani dua kali karantina pada awal kedatangannya di Korea Selatan. Karantina pertama dilakukan sesuai ketentuan bagi pendatang yang masuk Korsel. Adapun karantina kedua dijalani karena dia melakukan kontak dengan seseorang yang kemudian terkonfirmasi positif COVID-19.

“Jujur saja, sungguh sangat disayangkan dia harus kembali menjalani karantina mandiri saat musim masih sedang berjalan,” ucap staf Ansan penuh kekecewaan.

Pihak Ansan Greeners berupaya keras membuat Asnawi Mangkualam mendapatkan pengecualian. Dasarnya, pemain-pemain timnas Korsel mendapatkan hal tersebut setelah melawat ke Jepang pada Maret silam. Namun, kemungkinan itu tipis karena Asnawi membela timnas Indonesia, bukan timnas Korsel.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Ansan Menang Tanpa Asnawi, Suporter Indonesia Soroti Bomber Argentina

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com Indonesia – Ansan Greeners menang 3-2 atas pemuncak klasemen K League 2, Anyang, Senin (10/5). Dalam laga tersebut, bukan Asnawi Mangkualam yang mendapat sorotan dari fan asal Indonesia, melainkan striker Argentina, Santiago De Sagastizabal.

Asnawi Mangkualam memang terpaksa absen akibat cedera hamstring yang dialami pada laga melawan Seoul E-Land (2/5). Sementara, Santiago De Sagastizabal yang baru melakoni debut, langsung mencetak satu gol.

Kim Ryun-do Ansan Greeners, Asnawi Mangkualam - K League
KLeague

Gol penyerang jangkung asal Argentina berusia 24 tahun itu menjadi pembuka kemenangan Ansan Greeners pada menit ke-18. Dua gol lain dilesakkan Robson dan Kim Ryun-do, masing-masing menit ke-70 dan ke-82

Dalam laga tersebut, posisi Asnawi Mangkualam sebagai penyerang sayap kanan diisi oleh Kim Ryon-do. Sementara, peran sebagai ujung tombak utama ditempati Santiago De Sagastizabal.

“Laga yang berat tapi aku merasa senang menjalani permainan bagus melawan Anyang, tim terbaik di K League 2,” bilang Santiago De Sagastizabal, dikutip Fooball5star.com dari Sports-G.

Penggemar asal Indonesia Tetap Beri Dukungan untuk Ansan Greeners

Santiago De Sagastizabal Ansan Greeners, Asnawi Mangkualam - K League
KLeague

Tanpa kehadiran Asnawi Mangkualam, media sosial Ansan Greeners tetap saja dibanjiri komentar-komentar dari penggemar asal Indonesia. Kali ini, sebagian dari warganet lebih menyoroti kehadiran Santiago yang dinilai punya peran penting dalam laga perdananya.

“Mantap banyak gol, biasa nya K-League 2 skor 1-0, 2-0, 2-1, 1-1 ???? Santiago gol di debut nya keren half volly dari luar kotak, walaupun sempet di samain, tapi Robson n Ryun Do berhasil menuntaskan, 3 poin lagi, 17 poin masuk jajaran jalur play off promosi kyak nya,” tulis Ludie Luday.

“Ansan menang butuh stiker finisher,” sebut Bang Gogon menimpali.

Khusus di facebook, unggahan foto di akun resmi Ansan Greeners sebagian besar memang diisi komentar fan asal Indonesia. Mereka tak sungkan tetap memberi ucapan selamat untuk kemenangan melawan Anyang kendati gagal melihat aksi Asnawi Mangkualam.

“Semoga sukses selalu pakde 안산 그리너스 FC – Ansan Greeners FC selalu raih hasil positif &selalu mainkan Asnawi jika Tak cidera,good job????????,” bilang Ahmad Prie.

“Selamat buat Ansan atas kemenangannya. Tetap semangat, semoga Ansan menuju liga 1,” kata pemilik akun Limbah Elek Tronik.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Kim Gil-sik Bicara Soal Jadwal Asnawi Mangkualam Gabung Timnas

Banner Gamespol Baru

Football5Star.com, Indonesia – Asnawi Mangkualam dipastikan bergabung dengan timnas Indonesia sesuai rencana awal. Hal itu diungkapkan pelatih Ansan Greeners, Kim Gil-sik, selepas laga lawan Anyang yang berakhir dengan skor 3-2 untuk kemenangan The Green Wolves.

Tanda tanya soal jadwal Asnawi bergabung dengan timnas Indonesia mencuat setelah dia cedera saat lawan Seoul E-Land, 2 Mei lalu. Harus beristirahat dua pekan, ada kabar yang menyebutkan pihak Ansan berupaya melobi PSSI dan pelatih Shin Tae-yong untuk menahan sang pemain lebih lama.

Akan tetapi, putusan akhirnya adalah Asnawi tetap bergabung sesuai rencana awal. Pemain berumur 21 tahun tersebut akan meninggalkan Ansan sehari setelah pertandingan melawan Jeonnam Dragons pada 17 Mei mendatang.

Kim Gil-sik tak terlalu rela Ansan Greeners melepas Asnawi Mangkualam ke timnas Indonesia untuk Kualifikasi Piala Dunia 2022.
sports-g.com

“Saya sudah berbicara dengan Shin Tae-yong pada pagi tadi. Asnawi harus bergabung dengan timnas Indonesia setelah 17 Mei,” kata Kim Gil-sik selepas laga Ansan vs Anyang seperti dikutip Football5Star.com dari media Korea.

Lebih lanjut, Coach Kim mengatakan, pihaknya melepas Asnawi dengan berat hati. Namun, demi kemajuan sang pemain, mereka pun tak mau menghalang-halangi.

“Asnawi tak punya banyak pengalaman di timnas senior. Bergabung dengan timnas Indoensia dan mendapatkan pengalaman bagus tentu akan membantu tim kami juga pada akhirnya,” ucap Kim Gil-sik lagi.

Asnawi Belum Tentu Main Lagi

Asnawi Mangkualam Ansan Greeners vs Jeonnam Dragons, Ki Gil-Sik, Shin Tae-yong. (bestevelen.com)
besteleven.com

Meskipun dipastikan bergabung dengan timnas Indonesia sesuai jadwal, kondisi Asnawi Mangkualam masih tanda tanya. Kim Gil-sik tak merinci perkembangan cedera sang pemain dan kemungkinan membela Ansan Greeners pada laga lawan Jeonnam.

Berdasarkan estimasi awal, Asnawi kemungkinan baru bisa kembali berlatih dengan tim Ansan pada 16 Mei. Itu hanya sehari jelang laga lawan Jeonnam. keesokan harinya, dia dijadwalkan terbang ke Dubai untuk bergabung dengan timnas Indonesia.

Alhasil, belum dapat dipastikan pemain yang diboyong dari PSM Makassar itu akan diturunkan oleh Kim Gil-sik. Demi kepentingan Ansan Greeners dan timnas Indonesia, Kim Gil-sik tentu tak akan gegabah. Dia hanya akan memainkan Asnawi Mangkualam bila kondisinya benar-benar pulih dan siap untuk bertarung dengan para pemain Jeonnam Dragons.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Asnawi Mangkualam Tak Bela Ansan Greeners Lagi hingga Awal Juli?

Gamespool new banner

Football5Star.com, Indonesia – Teka-teki soal cedera yang diderita Asnawi Mangkualam akhirnya terjawab. Selasa (4/5/2021), pemain Ansan Greeners itu mengungkapkan dirinya harus beristirahat selama dua pekan karena masalah pada otot pahanya.

Akan tetapi, muncul pertanyaan lain. Adakah itu berarti Asnawi tak akan lagi memperkuat Ansan pada pentas K League 2 hingga awal Juli mendatang? Kemungkinan itu terbuka lebar karena hitung-hitungan yang ada memang mengarah ke sana.

Cedera pada 2 Mei saat melawan Seoul E-Land dan harus istirahat 2 pekan berarti Asnawi baru kembali bergabung dengan tim Ansan pada 16 Mei. Itu hanya sehari jelang pertandingan melawan Jeonnam Dragons.

Media Asing Sebut Sindrom Asnawi Menjangkit di Korsel
chosun.com

Akankah dia diturunkan pelatih Kim Gil-sik? Masih tanda tanya. Waktu yang mepet termasuk riskan. Apalagi, kondisi Asnawi tentu terus dipantau pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong. Pelatih asal Korea Selatan itu pastinya ingin sang pemain bergabung dengan Tim Garuda dalam kondisi bugar.

Andai tak turun pada laga lawan Jeonnam itu, Asnawi dipastikan tak membela Ansan lagi hingga awal Juli mendatang. Pasalnya, dia dijadwalkan bertolak ke Dubai, Uni Emirat Arab, untuk bergabung dengan timnas Indonesia pada 18 Mei.

Asnawi Terkendala Karantina

Asnawi termasuk dalam 34 pemain yang dipanggil oleh Shin Tae-yong untuk menghadapi tiga laga sisa Kualifikasi Piala Dunia 2022. Tiga laga itu akan dilakoni di UEA. Adapun laga terakhir timnas Indonesia adalah pada 11 Juni 2021 melawan sang tuan rumah.

Kim Gil-sik mengaku belum tahu persis kapan Asnawi bisa kembali bergabung dengan Ansan setelah membela timnas Indonesia di UEA. Namun, bila langsung pulang pada 12 Juni, sang pemain akan kembali bisa berlatih dengan rekan-rekannya pada 26 Juni. Itu sehari jelang partai menjamu Bucheon 1995.

Asnawi Mangkualam kemungkinan baru kembali berlatih lagi dengan Ansan Greeners pada akhir Juni.
sports-g.com

Mengapa demikian? Itu karena Asnawi harus menjalani kewajiban karantina mandiri selama 14 hari sesuai protokol COVID-19 yang berlaku di Korea Selatan. Alhasil, manajemen Ansan dan Coach Kim tentu berharap pemain didikan PSM Makassar itu segera pulang begitu aganda Tim Garuda di UEA selesai.

Sial bagi The Green Wolves, Asnawi Mangkualam paling cepat bisa kembali berlatih pada 26 Juni. Secara teoretis, dia tidak dalam kondisi sepenuhnya siap untuk laga lawan Bucheon keesokan harinya. Alhasil, kemungkinan terbesar dia kembali tampil untuk Ansan Greeners pada 5 Juli melawan Seoul E-Land.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Asnawi Mangkualam Bawa Ansan Greeners Jadi Raja di Instagram

Banner Gamespol Baru

Football5Star.com, Indonesia – Ansan Greeners memang hanya klub yang bercokol di Divisi II Liga Korea alias K League 2. Namun, klub yang diperkuat Asnawi Mangkualam itu berada di urutan teratas dalam hal jumlah pengikut di Instagram.

Minggu (2/5/2021), Ansan resmi menjadi klub K League dengan jumlah pengikut terbanyak di Instagram. Klub asuhan Kim Gil-sik tersebut memiliki 53,1 ribu pengikut. Itu melewati dua klub K League 1, Ulsan Hyundai (51,8 ribu) dan Jeonbuk Hyundai (51,7 ribu).

Jumlah pengikut akun Instagram Ansan tak stagnan. Senin (3/5/2021) pukul 12.10 WIB, jumlah pengikut akun Instagram The Green Wolves mencapai 56,9 ribu. Artinya, ada kenaikan hampir 4 ribu dalam sehari! Adapun pertambahan pengikut akun Instragam Ulsan dan Jeonbuk sangat lambat dalam beberapa hari terakhir.

Kenaikan gila-gilaan jumlah pengikut akun Instagram Ansan Greeners tak terlepas dari kedatangan Asnawi Mangkualam. Apalagi, sang pemain mampu tampil apik. Pada penampilan keempatnya di K League 2, dia membuat assist dan masuk best XI pekan ke-8.

Efek kedatangan Asnawi memang luar biasa. Sebelum diumumkan bergabung, jumlah pengikut akun Instagram Ansan berada di bawah 5.000. Pada 22 Januari 2021, empat hari setelah perkenalan Asnawi sebagai pemain baru, akun Instagram Ansan mencapai milestone dengan memiliki 10.000 pengikut. Sepekan kemudian, mereka mencapai 20.000 pengikut.

Ansan Segera Capai 100 Ribu Pengikut

Jumlah pengikut akun Instagram Ansan Greeners tak melonjak tajam setelah Asnawi resmi bergabung. Salah satu sebabnya, dia tak langsung bermain karena menjalani dua kali karantina. Karantina pertama dijalani sebagai kewajiban orang yang masuk Korea Selatan. Adapun karantina kedua karena kontak dengan orang yang lantas terkonfirmasi positif COVID-19.

Milestone 30.000 pengikut dicapai Ansan pada 24 Maret 2021. Sekadar catatan, itu hanya sehari setelah Asnawi diumumkan bakal menjalani debut pada laga lawan Yangpyeong FC di Piala Liga. Hanya butuh satu bulan, jumlah pengikut akun The Green Wolves bertambah lagi 10.000. Tepat pada 24 April 2021, mereka mencapai 40.000 pengikut.

Pada hari itulah Asnawi mencetak assist pertamanya di K League 2 saat Ansan menang 1-0 atas Daejeon Hana Citizen. Setelah itu, kenaikan jumlah pengikut jadi makin gila-gilaan. Dalam waktu 6 hari, akun Instagram Ansan mencapai milestone 50.000 pengikut.

Melihat pertambahan jumlah pengikut yang gila-gilaan, akun Instagram Ansan Greeners diyakini tak akan butuh waktu lama untuk mencapai 100.000 pengikut. Kuncinya, tentu saja Asnawi Mangkualam terus bermain bagus.

“Tunggu hingga Asnawi mencetak gol dan membawa klubnya promosi. Setelah itu, akan mudah mencapai 100.000 pengikut,” ujar pemilik akun @Raindrops4storm di Twitter pada 2 Mei lalu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Asnawi Mangkualam Terancam Absen pada 6 Laga Ansan Greeners

Banner Gamespol Baru

Football5Star.com, Indonesia – Asnawi Mangkualam terancam absen pada 6 laga Ansan Greeners di pentas K League 2. Itulah konsekuensi yang harus diterima Ansan setelah setuju melepas sang pemain ke timnas Indonesia untuk Kualifikasi Piala Dunia 2022 di Uni Emirat Arab.

Berkat negosiasi Shin Tae-yong, timnas Indonesia tak mendapat halangan untuk memanggil Asnawi. Namun, tak seperti para pemain lain, dia baru akan dilepas Ansan pada 17 Mei mendatang. Artinya, dia akan langsung bergabung dengan Tim Garuda di Dubai.

Timnas Indonesia sejatinya baru menjalani lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2022 pada 3 Juni dengan menghadapi Thailand. Namun, Asnawi harus bergabung lebih awal demi adaptasi. Dia terutama diharapkan bisa ambil bagian pada dua uji tanding melawan Afghanistan dan Oman.

Shin Tae-yong memandang positif rotasi posisi Asnawi Mangkualam oleh pelatih Kim Gil-sik di Ansan Greeners.
sportsworldi.com

Mengingat uji tanding pertama akan digelar pada 25 Mei, Asnawi diminta bergabung sepekan sebelumnya. Alhasil, seperti diungkapkan Kim Gil-sik, sang pemain akan meninggalkan Ansan setelah laga tandang ke markas Jeonnam Dragons pada 17 Mei mendatang.

Berdasarkan jadwal, timnas Indonesia akan menjalani laga terakhir Kualifikasi Piala Dunia 2022 pada 11 Juni dengan menghadapi Uni Emirat Arab. Artinya, Asnawi dipastikan absen memperkuat Ansan saat melawan Seoul E-Land, Gyeongnam, dan Sangju Sanmu.

Asnawi Bisa Absen Lebih Lama

Akan tetapi, karena tak bisa langsung memperkuat Ansan Greeners sekembali dari tugas membela timnas Indonesia, Asnawi harus absen dalam lebih banyak laga. Pasalnya, sesuai protokol COVID-19 yang berlaku di Korea Selatan, dia harus menjalani karantina 14 hari.

Andai kembali ke Ansan pada 12 Juni 2021, Asnawi baru bisa bergabung dengan tim asuhan Kim Gil-sik pada 26 Juni. Artinya, dia absen pula pada laga melawan Busan IPark dan Deajeon Hana Citizen. Dia pun hampir tak mungkin turun pada pertandingan versus Bucheon 1995 yang digelar pada 27 Juni.

Kini, kubu Ansan Greeners kian waswas. Sebabnya, Asnawi Mangkualam mengalami cedera otot paha saat lawatan ke markas Seoul E-Land, Minggu (2/5/2021). Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui secara pasti kondisi pemain timnas Indonesia itu. Namun, dia diragukan tampil pada laga lawan Chungnam Asan, Rabu (5/5/2021).

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Kim Gil-sik Tak Rela Lepas Asnawi Mangkualam ke Timnas Indonesia

Banner Gamespol Baru

Football5Star.com, Indonesia – Sebuah pengakuan mengejutkan terlontar dari mulut Kim Gil-sik. Pelatih Ansan Greeners itu mengatakan berat hati melepas Asnawi Mangkualam ke timnas Indonesia. Namun, karena sudah ada kesepakatan dengan Shin Tae-yong, mereka tak bisa mengelak.

Asnawi termasuk dalam 34 pemain yang dipanggil oleh Shin Tae-yong ke timnas Indonesia untuk tiga laga sisa Kualifikasi Piala Dunia 2022. Demi memastikan tak ada kendala untuk memanggil sang pemain, Coach STY langsung melakukan negosiasi dengan petinggi Ansan pada awal April lalu.

Kesepakatan pun tercapai. Namun, tak urung, ada ketidakrelaan dari Kim Gil-sik. Pelatih Ansan itu mengaku berat hati melepas pemain didikan PSM Makassar itu. Andai harus memutuskan sendiri, dia akan memilih tak melepas Asnawi ke timnas Indonesia.

Asnawi Mangkualam Ansan Greeners vs Jeonnam Dragons, Ki Gil-Sik, Shin Tae-yong. (bestevelen.com)
besteleven.com

“Secara pribadi, saya tak ingin melepas dia ke timnas Indonesia. Namun, andai gabung timnas membuat dia lebih percaya diri, itu tentu akan lebih baik bagi tim kami,” kata Kim Gil-sik seraya tertawa sebelum laga lawan Seoul E-Land seperti dikutip Football5Star.com dari Sports Chosun.

Akan tetapi, kesepakatan sudah tercapai dan Coach Kim harus merelakan Asnawi pergi untuk sementara waktu dari Ansan. Itu pun, sang pemain tak langsung bergabung pada awal Mei ini di Jakarta. Asnawi dijadwalkan bergabung dengan Tim Garuda pada medio Mei nanti di Dubai.

Asnawi Dibayangi Karantina Ketiga

Seperti diungkapkan Kim Gil-sik, Asnawi Mangkualam masih bisa membela Ansan Greeners dalam 3 laga lain setelah lawan Seoul E-Land. Itulah kesepakatan yang dicapai antara para petinggi klub dengan Shin Tae-yong pada awal April silam.

“Dia akan bergabung dengan timnas Indonesia pada keesokan hari setelah laga tandang lawan Jeonnam (Dragons). Dia akan langsung terbang ke Dubai dan saya tak tahu kapan dia akan kembali lagi,” kata Coach Kim.

Shin Tae-yong memberikan kritik soal penampilan Asnawi Mangkualam bersama Ansan Greeners.
chosun.com

Setelah membela timnas Indonesia di sisa Kualifikasi Piala Dunia 2022, Asnawi memang tak bisa langsung kembali mempekuat Ansan. Dia harus menjalani karantina lagi sesuai protokol COVID-19 yang berlaku di Korea Selatan. Itulah yang membuat Coach Kim mengaku tak tahu kapan sang pemain bisa kembali ke skuatnya.

Pemerintah Korsel memang memberikan pengecualian bagi timnas Korsel yang akan bertandang ke Jepang. Namun, hal serupa tak berlaku bagi Asnawi yang membela timnas Indonesia. “Sepertinya tak mungkin Asnawi menghindari karantina karena dia membela timnas Indonesia, bukan timnas Korsel,” kata salah satu sumber Ansan kepada Sports G.

Sesuai jadwal, timnas Indonesia akan menjalani laga terakhir Kualifikasi Piala Dunia 2022 pada 11 Juni 2021 dengan menghadapi Uni Emirat Arab. Bila langsung bertolak ke Ansan keesokan harinya, Asnawi Mangkualam baru bisa kembali berlatih di bawah asuhan Kim Gil-sik pada 26 Juni atau sehari jelang laga lawan Bucheon 1995.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Cedera Paksa Asnawi Mangkualam Akhiri Perjuangannya Lebih Cepat

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com IndonesiaAsnawi Mangkualam hanya bermain 57 menit ketika Ansan Greeners bertandang ke Seoul E-Land pada pekan ke-9 K League 2, Minggu (2/5). Pelatih Kim Gil-sik mengatakan, Asnawi menderita cedera yang memaksanya mengakhiri perjuangannya di Seoul Olmpic Stadium lebih cepat.

Bermain di Seoul Olympic Stadium, pelatih Ansan Greeners kembali memasang Asnawi Mangkualam sebagai starter. Kali ini, jebolan PSM Makassar tersebut dipasang sebagai gelandang sayap kanan, peran yang dianggap paling ideal untuknya.

Asnawi Mangkualam Seoul E-Land vs Ansan Greeners - K League
K League

Sebenarnya penampilan Asnawi Mangkualam cukup apik sepanjang babak pertama. Bahkan, Asnan Greeners mampu memeragakan permainan menyerang dan membuat tim tuan rumah kerepotan.

Akan tetapi, petaka datang justru setelah pelatih Kim Gil-sik memutuskan mengganti Asnawi pada babak kedua. Tepatnya menit ke-57, Asnawi Mangkualam digantilkan oleh Jo In-hong.

Entah kebetulan atau tidak, berselang 20 menit setelah Asnawi Mangkualam keluar dari lapangan, Seoul E-Land seolah mendapat angin segar. Mereka mampu mencetak gol semata wayang pada menit ke-77 melalui sundulan pemain yang baru masuk enam menit sebelumnya, Han Eui-kwon.

Ketidakhadiran Asnawi Mangkualam dalam membantu pertahanan cukup berpengaruh terhadap kesimbangan tim. Pelatih Ansan Greeners Kim Gil-sik, mengakui pergantian Asnawi terpaksa dilakukan karena kondisi darurat.

“Asnawi menderita cedera hamstring dan harus diganti pada awal babak kedua. Saya harus mengecek lagi kondisinya,” ucap Kim Gil-sik, dikutip Football5star.com dari media Korea Selatan.

Asnawi Mangkualam Seoul E-Land vs Ansan Greeners 1 - K League
K League

Sebenarnya, Asnawi sudah mengatakan kondisinya tak cukup baik untuk memulai babak kedua. Akan tetapi, Kim Gil-sik coba memaksakannya tampil pada awal babak kedua sebelum kondisi memburuk dan ditarik keluar 12 menit setelahnya.

“Asnawi pada akhir babak pertama mengatakan soal cedera hamstring itu. Dia bilang mungkin sulit untuk melanjutkan laga. Saya sebenarnya ingin menggantikannya segera, tapi sampai akhirnya dia memberi sinyal,” bilang Kim Gil-sik menambahkan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Asnawi Mangkualam Diganti, Ansan Greeners Malah Kebobolan dan Takluk

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com Indonesia – Pemain Indonesia, Asnawi Mangkualam kembali dipasang sebagai starter ketika Ansan Greeners bertandang ke Seoul E-Land pada pekan ke-9 K League 2, Minggu (2/5). Sayang, setelah Asnawi diganti, Ansan justru kebobolan dan akhirnya kalah 0-1 dari tuan rumah.

Bermain di Seoul Olympic Stadium, pelatih Ansan Greeners kembali memasang Asnawi Mangkualam sebagai starter. Kali ini, jebolan PSM Makassar tersebut dipasang sebagai gelandang sayap kanan, peran yang dianggap paling ideal untuknya.

Asnawi Mangkualam Seoul E-Land vs Ansan Greeners 1 - K League

Sebenarnya penampilan Asnawi Mangkualam cukup apik sepanjang babak pertama. Bahkan, Asnan mampu memeragakan permainan menyerang dan membuat tim tuan rumah kerepotan.

Akan tetapi, petaka datang justru setelah pelatih Kim Gil-sik memutuskan mengganti Asnawi pada babak kedua. Tepatnya menit ke-57, Asnawi Mangkualam digantilkan oleh Jo In-hong.

Entah kebetulan atau tidak, berselang 20 menit setelah Asnawi Mangkualam keluar dari lapangan, Seoul E-Land seolah mendapat angin segar. Mereka mampu mencetak gol semata wayang pada menit ke-77.

Gol bermula dari skema sepak pojok yang diteruskan oleh Lee Sang-min dengan sundulan ke mulut gawang. Pemain yang baru masuk pada menit ke-71, Han Eui-kwon, berdiri bebas dan menyambar bola umpan Lee Sang-min ke pojok kanan gawang Ansan kawalan Lee Hee-seong.

Setelah kebobolan, Ansan mencoba untuk membalas. Termasuk memainkan Robson pada menit ke-82 menggantikan Shim Jae-min. Namun, gol balasan tak mampu diciptakan. Ansan Greeners akhirnya takluk 0-1.

Hampir Setiap Asnawi Diganti, Ansan Greeners Bernasib Sial

Bukan kali ini saja kesialan Ansan Greeners datang setelah Asnawi ditarik keluar. Setidaknya ada tiga pertandingan ketika gawang Ansan harus kebobolan setelah ditinggal pemain andalan timnas Indonesia tersebut.

Pertama ketika Ansan bertandang ke markas Busan iPark pada 3 April. Asnawi Mangkualam diganti Im Jae-hyeok pada menit ke-61 saat Ansan Greeners unggul 1-0. Lalu pada menit ke-66, Busan iPark bisa mencetak gol balasan melalui Jung Hoon-sung.

Asnawi Mangkualam Ansan Greeners Kim GIl-sik - Twitter @KLeague
Twitter @KLeague

Pertandingan berikutnya ketika Ansan menjamu Jeonnam Gragons pada 11 April. Asnawi digantikan Ko Tae-kyu pada menit ke-80 dalam posisi 0-0. Lalu pada menit ke-95, Jeonnam Dragons justru bisa mencetak gol kemenangan melalui Alex.

Semenjak tampil bersama Ansan, cuma sekali ditariknya Asnawi Mangkualam tak berimbas terhadap kesialan tim. Ketika bertandang ke markas Bucheon F (17/4), Asnawi diganti pada menit ke-66, tapi empat menit setelahnya Ansan Greeners justru bisa mencetak gol kemenangan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Bersama Asnawi Mangkualam, Tim Asuhan Kim Gil-sik Balikkan Prediksi

Banner Gamespol Baru

Football5Star.com, Indonesia – Kim Gil-sik, pelatih Ansan Greeners, tak bisa menutupi kegembiraannya melihat klasemen K League 2 saat ini. Tanpa diduga, Asnawi Mangkualam cs. bertengger di posisi ke-4 dengan hanya terpaut 1 poin dari pemimpin klasemen.

Berada di papan atas dan peluang promosi ke K League 1 terus terpelihara dengan baik, Ansan mampu membungkam prediksi banyak pihak. Pada awal musim, The Green Wolves diprediksi akan jadi bulan-bulanan dan berada di dasar klasemen.

Salah satu dasarnya, Ansan adalah klub klub dengan rerata gaji pemain terendah di K League 2. Asnawi dkk. rata-rata mendapatkan 43,62 juta won (Rp568,34 juta). Di antara mereka, tak satu pun yang mendapatkan gaji 100 juta won.

Kim Gil-sik bangga Ansan Greeners dan Asnawi Mangkualam membalik prediksi awal musim.
greenersfc.com

Akan tetapi, di bawah asuhan Coach Kim, Ansan menjelma jadi kekuatan hebat yang sulit ditaklukkan. Dalam 8 pekan awal, baru 2 kali The Green Wolves mengalami kekalahan. Tak heran bila sang pelatih begitu bangga.

“Orang-orang mengatakan bahwa kami akan terjerembab di posisi juru kunci. Saya begitu senang kami dapat membalik prediksi itu pada saat ini,” urai Kim Gil-sik seperti dikutip Football5Star.com dari Kyunghyang Shinmun.

Mengenai resep kegemilangan Ansan musim ini, Coach Kim mengungkapkan, “Para pemain kami berlari seperti tak ada lagi hari esok. Inilah kali terakhir para pemain bagus di level amatir menerima gaji rendah di Ansan.”

Coach Kim Terbantu Asnawi

Sosok pemain yang menggambarkan ucapan Kim Gil-sik adalah Asnawi Mangkualam. Dia datang dengan menerima gaji jauh dari yang diterima dari PSM Makassar. Namun, di lapangan, dia tak pernah berhenti berlari dan menerjang lawan. Media Korea bahkan menyebutnya Indonesian Express.

Dampak Asnawi terhadap permainan Ansan langsung terasa dan terlihat jelas. Di K League 2, Ansan memang hanya meraup 1 poin pada 2 penampilan awal pemain timnas Indonesia itu. Namun, pada 2 laga terakhir, mereka selalu menang. Salah satu yang jadi korban justru sang pemuncak klasemen, Daejeon Hana Citizen, berkat assist Asnawi.

Tak hanya itu, Asnawi Mangkualam juga membawa dampak signifikan di luar lapangan. Di Korea Selatan, Ansan Greeners kini berada di 3 besar klub dengan pengikut terbanyak di Instagram. Memiliki 42,1 ribu pengikut, klub asuhan Kim Gil-sik hanya kalah dari Ulsan Hyundai (51,8 ribu) dan Jeonbuk Hyundai (51,7 ribu).

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Termasuk Asnawi Mangkualam, 3 Pemain Ansan Masuk Best 11 K League

Termasuk Asnawi Mangkualam, 3 Pemain Ansan Masuk Best 11 K League 74

Football5star.com Indonesia – Kiprah Asnawi Mangkualam pada pekan ke-8 K League 2 benar-benar mendapat apresiasi tinggi. Bahkan, Asnawi masuk ke dalam Best 11 versi K League bersama tiga pemain Ansan Greeners lainnya.

Sebelumnya, Asnawi Mangkualam sudah masuk ke dalam Team of The Week pekan ke-8 K League 2 versi Sofascore. Jika dalam versi Sofascore ada dua pemain asal Ansan Greeners, K League justru menyertakan dua rekan setim Asnawi.

Team of the Week provided by SofaScore LiveScore

Selain Asnawi Mangkualam, ada pula Yeon Jei-min yang juga masuk Team of The Week versi Sofascore. Sementara dalam versi K League, kedua nama tersebut ditemani satu pemain lain, Lee Sang-min.

Jika Sofascore menempatkan Asnawi Mangkualam di posisi penyerang sayap, K League justru berbeda. Asnawi dinilai K League tampil lebih apik ketika bergeser ke posisi gelandang kanan dalam formasi 3-4-3, seperti kala Ansan Greeners menghadapi Daejeon Hana Citizen, Sabtu (24/4).

Serupa dengan Sofascore, K League juga memilih penyerang Gyeongnam FC, Hernandes, sebagai pemain terbaik pekan ke-8. Hernandes mendapat poin tertinggi berkat torehan brace ke gawang Bucheon FC kala tampil sebagai pengganti.

Apa yang dicapai Asnawi Mangkualam merupakan buah dari penampilan apik ketika Ansan Greeners mengalahkan pemuncak klasemen K League 2, Daejeon Hana Citizen.

Dalam laga itu, Asnawi menjadi penyumbang assist untuk gol semata wayang Ansan Greeners yang dicetak Shim Jae-min pada menit ke-81. itulah assist perdana Asnawi di pentas sepak bola Korea Selatan.

▲ K-League 1 Pekan ke-12

MVP: Edgar (Daegu)
Best 11: Gomyeol (Gangwon), Edgar (Daegu), Gi-je Lee (Suwon), Kunimoto (Jeonbuk), Palosevich (Seoul), Seungbeom Ko (Suwon), Changwoo Lim (Gangwon), Del Bridge (Incheon), Sang Sang-Min (Suwon), Park Ji-soo (Suwon FC), Lee Tae-hee (Incheon)
Best Match: Gangwon vs Jeonbuk
Best Team: Suwon

▲ K-League 2 Pekan ke-8

MVP: Hernandez (Gyeongnam)
Best 11: Lee Jeong- hyeop (Gyeongnam), Jonathan (Anyang), Hernandez (Gyeongnam), Balotelli (Jeonnam), Kim Hyun-wook (Jeonnam), Lee Sang-min (Ansan), Asnawi Mangkualam (Ansan), Jeong Seung-hyun (Gimcheon), Neil Son Junior (Anyang), Yeon Je-min (Ansan), Park Junhyuk (Jeonnam)
Best Match: Ansan vs Daejeon
Best Team: Gyeongnam

[better-ads type='banner' banner='156437' ]

Asnawi Mangkualam Masuk Team of The Week K League 2

Asnawi Mangkualam Masuk Team of The Week K League 2 79

Football5star.com Indonesia – Performa impresif ketika Ansan Greeners menang 1-0 atas Daejon Hana Citizen membuat Asnawi Mangkualam mendapat apresiasi. Dia masuk ke dalam Team of The Week untuk pekan ke-8 K League 2 di website Sofascore.

Dalam pertandingan pekan ke-8 kompetisi kasta kedua Liga Korea atau K League 2, Asnawi Mangkualam memang tampil bersinar. Dia dipasang sebagai starter dan tampil penuh sebagai pemain sayap dalam laga di Sadion Ansan Wa, Sabtu (24/4).

Asnawi Mangkualam Ansan Greeners vs Daejon Hana Citizen - Korea Football Federation
Korea Football Federation

Kepercayaan itu dibayar tuntas oleh Asnawi. Hampir sepanjang pertandingan dia tampil menggila. Gocekan, kecepatan, tackle, hingga umpan-umpannya sering membuat barusan belakang lawan kerepotan. Bahkan, dia nyaris mencetak gol debutnya pada menit ke-40.

Sayang, umpan silang pemain Ansan Greeners gagal dimaksimalkan. Padahal, kiper sudah meninggalkan posisinya. Asnawi yang menusuk dari kanan dalam posisi bebas dan tinggal menceploskan bola ke gawang kosong. Namun, bola gagal disambar dengan baik oleh Asnawi menggunakan kaki kirinya dan peluang terbuang sia-sia.

Akan tetapi pada menit ke-81, jebolan PSM Makassar tersebut akhirnya membayar tuntas kegagalan tersebut. Dia melakukan akselerasi di sisi kanan dan melepas umpan silang mendatar yang bolanya sukses disambar Shim Jae-min menjadi gol.

Asnawi Mangkualam Ansan Greeners vs Daejon Hana Citizen 1 - Korea Football Federation
Korea Football Federation

Secara keseluruhan, Asnawi Mangkualam mencatat 70 persen akurasi umpan dengan empat kali umpan kunci sukses. Dia membuat dua peluang emas yang salah satunya berbuah gol. Tampil 90 menit, Asnawi juga memenangi 4 kali area duel, 1 clearance, 4 interceptions, 4 tackles, 2 pelanggaran, dan sekali dilanggar lawan.

Asnawi Masuk Jajaran Pemain dengan Poin Tertinggi

Berkat catatan statistik tersebut, Asnawi mendapatkan poin 7,6 dalam website Sofascore. Bahkan, dia berhasil masuk Team of The Week bersama 10 pemain lain dengan poin tertinggi pada pekan ke-8 K League 2. Menariknya, pencetak gol kemenangan Ansan Greeners, Sim Jae-min, justru tak masuk.

Sofascore menempatkan Asnawi Mangkualam di posisi penyerang sayap kanan dalam formasi yang juga digunakan Ansan Greeners, 3-43. Di lini depan, dia menemani dua pemain lain, Lee Keun-ho dari Gimcheon Sangmu. Satu lagi adalah pemain terbaik pekan ke-8 asal Gyeongnam FC, Hernandes, yang mendapat poin 8,8 berkat brace ke gawang Bucheon FC.

Asnawi bukan satu-satunya pemain Ansan Greenes yang masuk Team of The Week pekan ke-8 K League versi Sofascore. Di sektor belakang ada satu lagi rekan seklubnya yang memperoleh poin 7,8, yakni Yeon Je-min.

Team of The Week pekan ke-8 K League 2 versi Sofascore:

KIPER: Park Jun-hyeok (Jeonnam Dragons, 7,8)
BELAKANG: Yeon Je-min (Ansan Greeners, 7,8); Ko Tae-won (Jeonnam Dragons, 7,7); Nilson (FC Anyang, 7,5)
TENGAH: Hwang Tae-hyeon (Seoul E-Land FC, 7,6); Jeong Hyeon-cheol (Gimcheon Sangmu, 7,5); Park Se-jin (Chungnam Asan, 7,4); Seo Young-Jae (Daejeon Hana Citizen, 7,4)
DEPAN: Asnawi Mangkualam (Ansan Greeners, 7,6); Lee Keun-ho (Gimcheon Sangmu, 7,6); Hernandes (Gyeongnam FC, 8,8)

Team of the Week provided by SofaScore LiveScore

[better-ads type='banner' banner='156437' ]

Adaptasi Kian Baik, Asnawi Mangkualam Akui Satu PR Besarnya

Banner Gamespol Baru

Football5Star.com, Indonesia – Kiprah Asnawi Mangkualam bersama Ansan Greeners di K League 2 kian menjulang. Sabtu (24/4/2021), pemain berumur 21 tahun itu mampu membukukan assist perdananya yang membuat Ansan menang 1-0 atas Daejeon Hana Citizen, sang pemuncak klasemen.

Performa apik itu tak terlepas dari proses adaptasi Asnawi di Korea yang kian baik. Sang pemain tak ragu mengakui hal itu. Dia pun berterima kasih kepada rekan-rekan setim dan orang-orang Indonesia di Korea yang telah membantu proses adaptasinya.

“Ya, kalau soal adaptasi, sekarang sudah mulai bisa karena beberapa rekan juga membantu dan beberapa warga Indonesia juga memberikan saran tentang gimana situasi di Korea, gimana budaya Korea. Jadi, untuk saat ini, saya memang sudah menjalani adaptasi dengan baik,” urai Asnawi Mangkualam seperti dikutip Football5Star.com dari Team Twelve.

Meskipun demikian, Asnawi merasa belum sepenuhnya mencapai kondisi terbaik untuk memberikan penampilan terbaik. Secara khusus, dia menyoroti satu PR besarnya. Itu adalah stamina yang dirasa masih kurang walaupun pelatih Kim Gil-sik tak henti memberikan kepercayaan untuk tampil sebagai starter.

“Saya pribadi tentu belum puas karena memang masih banyak kekurangan, terutama dari segi stamina. Saya belum pulih 100 persen dan harus latihan lebih keras lagi untuk mendapatkan hasil yang terbaik,” ujar Asnawi tanpa tedeng aling-aling.

Asnawi Tampil penuh Lawan Daejeon

Sempat terkendala karena harus menjalani karantina mandiri sesuai protokol COVID-19 di Korea Selatan dan faktor kebugaran, Asnawi Mangkualam langsung jadi andalan Ansan Greeners begitu siap bermain. Dalam 4 laga terakhir di K League 2, dia selalu tampil sebagai starter dan bermain setidaknya 60 menit.

Saat Ansan Greeners melawan Daejeon Hana Citizen, Asnawi untuk kali pertama tampil penuh pada laga K League 2. Sebelumnya, dia juga tampil penuh saat debut di Piala Liga melawan Yangpyeong FC pada 28 Maret silam. Ini tentu jadi sinyal bagus bagi sang pemain.

Mengenai stamina Asnawi Mangkualam, pelatih Kim Gil-sik tak menutup mata. Dalam laga lawan Daejeon, dia mengaku menarik sang pemain ke posisi fullback dengan pertimbangan agar tenaganya tak terkuras. Meskipun begitu, Asnawi tetaplah Asnawi. Dia tak henti berlari dan menerjang lawan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Asnawi Mangkualam Makin Digilai Para Suporter Ansan Greeners

Banner Gamespol Baru

Football5Star.com, Indonesia – Penampilan apik, penuh determinasi, dan tak kenal lelah jadi ciri Asnawi Mangkualam di Ansan Greeners. Hal itu membuat para fan jatuh hati. Apalagi setelah pemain berumur 21 tahun itu membukukan assist perdananya di K League 2 saat lawan Daejeon Hana Citizen.

Assist perdana Asnawi sangat berarti. Assist itu membuat Ansan Greeners menang dan masuk ke 3 besar klasemen K League 2. Lalu, jangan lupa, assist tersebut dibuat saat mereka berhadapan dengan tim yang saat ini menjadi pemuncak klasemen.

Performa apik membuat dukungan bagi Asnawi kian mengalir deras. Tribune Stadion Wa milik Ansan Greeneers kini mulai dihiasi banyak orang Indonesia. Tak hanya itu, eks pemain PSM Makassar itu pun kian digandrungi para fan lokal.

Selepas pertandingan, para fan tak sungkan menghampiri Asnawi dan meminta berfoto bersama. Sang pemain pun dengan ramah dan sabar meladeni permintaan mereka. Hal itu terekam oleh pemilik channel YouTube Mirajul Muttaqien saat Asnawi di tempat parkir selepas laga lawan Daejeon.

Bagi Asnawi, para fan, terutama mereka yang berasal dari Indonesia, sangatlah bermakna. Dia tahu persis mereka datang untuk memberikan dukungan tulus dan penuh bagi dirinya. Untuk itu, dia bertekad membuat mereka bangga dengan permain bagus bersama Ansan Greeners.

Penerjemah Asnawi Bawa Keluarga

Salah satu fan berat Asnawi Mangkualam yang berasal dari Korea adalah sang penerjemah, Hanayeon. Untuk laga Ansan Greeners vs Daejeon Hana Citizen, dia bahkan membawa serta suami dan anak bayinya. Mereka melakukan perjalanan dari Seoul, Ibu Kota Korea Selatan.

Selepas pertandingan, seperti halnya para fan lainnya, Hanayeon meminta Asnawi Mangkualam berfoto dengan suami dan anaknya. Hal itu dilakukan saat sang pemain tengah berada di tempat parkir dan bersiap pulang ke apartemennya.

Popularitas Asnawi Mangkualam di Korea Selatan kian terdongkrak oleh liputan media massa yang lumayan masif, terutama setiap kali dia bermain. Bahkan, pihak K League pun memberikan perhatian khusus. Di channel YouTube resminya, mereka mengunggah video khusus aksi pemain timnas Indonesia itu saat melawan Daejeon.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Asnawi Mangkualam Setelah Cetak Assist Perdana: Ini Hanya Awalan!

Banner Gamespol Baru

Football5Star.com, Indonesia – Asnawi Mangkualam tampil menawan saat Ansan Greeners menang 1-0 atas Daejeon Hana Citizen, Sabtu (24/4/2021). Dia mencetak satu assist dan hampir menjebol gawang lawan pula. Hal itu menunjukkan proses adaptasinya yang mulai berbuah manis.

Selepas pertandingan, Asnawi melontarkan sebuah janji. Eks pemain PSM Makassar tersebut siap memberikan kontribusi lebih banyak bagi Ansan Greeners. Menurut dia, assist lawan Daejeon hanyalah sebuah titik awal dari sebuah proses ke depan.

“Saya sangat senang. Namun, ini hanyalah langkah awal pembuktian diri. Saya akan coba melakukan yang terbaik untuk melakukan pembuktian diri melalui pertandingan-pertandingan ke depan,” urai Asnawi Mangkualam selepas pertandingan seperti dikutip Football5Star.com dari Sports G.

Di samping itu, Asnawi juga merasa terlecut oleh kedatangan beberapa fan asal Indonesia ke Stadion Wa, markas Ansan Greeners. Dia mengaku berutang budi kepada mereka yang tak henti memberikan dukungan dengan mengibarkan bendera merah-putih di tribune.

“Saya sangat senang dan berterima kasih atas kehadiran mereka. Mereka dapat melakukan yang terbaik di stadion untuk mendukung saya. Mereka membeli tiket dan datang untuk menyemangati saya. Saya ingin membuat mereka bangga pada laga-laga ke depan,” ujar Asnawi.

Asnawi Kian Nyaman karena Cuaca

Asnawi Mangkualam menyebut cuaca yang kian bersahabat mempermudah adaptasinya di Korea Selatan saat ini.
yna.co.kr

Asnawi Mangkualam sangat yakin dapat tampil lebih baik dan memberikan kontribusi nyata lebih besar lagi bagi Ansan Greeners. Selain sudah cukup lama berlatih dengan rekan-rekan seklubnya di bawah asuhan Kim Gil-sik, ada satu faktor lain. Itu adalah cuaca yang mulai bersahabat.

“Sekarang ini, cuaca mulai mirip dengan di Indonesia. Seperti pernah saya katakan, cuaca adalah faktor terpenting dalam adaptasi di Korea. Cuaca akan sangat berpengaruh pada adaptasi saya. Kini, cuaca makin mirip dengan saat bermain di Indonesia. Itu memudahkan saya beradaptasi,” kata Asnawi.

Sebelumnya, suhu yang jauh lebih dingin dan angin kencang sempat jadi musuh besar Asnawi Mangkualam. Kala menghadapi Bucheon 1995, pemain berumur 21 tahun itu bahkan sempat meninggalkan bangku cadangan lebih awal setelah ditarik dari lapangan karena tersiksa oleh cuaca.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Berkat Asnawi Mangkualam, Selebrasi Sujud Syukur Mulai Hiasi Liga Korea

Berkat Asnawi Mangkualam, Selebrasi Sujud Syukur Mulai Hiasi Liga Korea 92

Football5star.com Indonesia – Ada pemandangan menarik ketika Ansan Greeners menang 1-0 atas Daejon Hana Citizen di Stadion Ansan Wa, Sabtu (24/4). Seusai pertandingan, Asnawi Mangkualam melakukan selebrasi alias perayaan sujud syukur, yang sejatinya tak lazim di Liga Korea Selatan.

Dalam pertandingan pekan ke-8 kompetisi kasta kedua Liga Korea atau K League 2, Asnawi Mangkualam memang tampil bersinar. Dia dipasang sebagai starter dan tampil penuh sebagai pemain sayap. Ini pertama kali Asnawi dimainkan 90 menit oleh pelatih Kim Gil-sik dalam 4 pertandingannya di K League 2.

Asnawi Mangkualam Ansan Greeners vs Daejon Hana Citizen 1 - Korea Football Federation
Korea Football Federation

Kepercayaan itu dibayar tuntas oleh Asnawi. Hampir sepanjang pertandingan dia tampil menggila. Gocekan, kecepatan, tackle, hingga umpan-umpannya sering membuat barusan belakang lawan kerepotan. Bahkan, dia nyaris mencetak gol debutnya pada menit ke-40.

Sayang, umpan silang pemain Ansan Greeners gagal disambar Asnawi dengan sempurna di mulut gawang. Padahal, saat itu kiper sudah meninggalkan posisinya.

Asnawi yang menusuk dari sisi kanan dalam posisi bebas dan tinggal menceploskan bola ke gawang kosong. Namun, bola gagal disambar dengan baik oleh Asnawi menggunakan kaki kirinya dan peluang terbuang sia-sia.

Akan tetapi pada menit ke-81, jebolan PSM Makassar tersebut akhirnya membayar tuntas kegagalan tersebut. Dia melakukan akselerasi di sisi kanan dan melepas umpan silang mendatar yang bolanya sukses disambar Shim Jae-min menjadi gol.

Ucapan Selamat, Pelukan, Hingga Sujud Syukur

Asnawi Mangkualam Ansan Greeners vs Daejon Hana Citizen - Korea Football Federation
Korea Football Federation

Asnawi Mangkualam merayakan gol semata wayang Ansan Greeners itu dengan bersemangat. Dia mendapat ucapan selamat dan pekukan hangat dari rekan setim di lapangan, termasuk sang pencetak gol Shim Jae-min.

Namun, yang lebih menarik adalah ketika wasit meniup peluit tanda pertandingan berakhir. Seluruh pemain dan ofisial tim Ansan Greeners larut dalam kegembiraan merayakan kemenangan. Sementara, Asnawi Mangkualam melakukan hal yang tak lazim di Liga Korea.

Sesaat setelah peluit ditiup, Asnawi langsung melakukan sujud syukur di tengah lapangan. Selebrasi seperti itu memang umum dilakukannya bersama rekan-rekan setim di timnas Indonesia, tapi masih langka di sepak bola Korea Selatan.

Hanya Cetak Satu Assist, Asnawi Mangkualam Mengaku Kecewa
Sports-G

“Aku sangat senang dan bersyukur dengan hasil pertandingan. Kami menghadapi peringkat pertama di K League 2 dan sudah mempersiapkan laga dengan matang. Aku fokus dengan permainan dan senang sekaligus bersyukur kami bisa menang,” ucap Asnawi dalam jumpa pers selepas laga, dikutip Football5star.com dari media Korea.

Asnawi Mangkualam juga berharap apa yang dilakukan dan dicapainya di Korea Selatan bisa membuat bangga Indonesia. Terutama untuk para penggemarnya yang datang langsung ke stadion untuk menonton.

“Mereka melakukan yang terbaik di stadion untuk memberi dukungan. Mereka membeli tiket untuk datang dan menyemangatiku. Aku ingin membuat mereka bangga melalui laga-laga ke depannya,” bilang dia.

Video Cuplikan Aksi-Aksi Asnawi Mangkualam dan Selebrasi Sujud Syukur pada Akhir Pertandingan

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Asnawi Mangkualam Ingin Jejaknya Diikuti Pemain Indonesia Lain

gamespool

Football5Star.com, Indonesia – Asnawi Mangkualam sangat menyadari statusnya sebagai pemain Indonesia pertama yang berkiprah di K League. Sebagai pionir di Liga Korea, dia siap menunjukkan kemampuan terbaik agar jejaknya diikuti para pemain lain.

Asnawi langsung masuk ke jajaran pemain andalan pelatih Kim Gil-sik begitu bergabung dengan Ansan Greeners. Meskipun tak dipasang di posisi aslinya, dia kerap dipercaya tampil sebagai starter pada laga-laga K League 2. Hal itu menegaskan kepercayaan sang pelatih kepada eks pemain PSM Makasar tersebut.

Bagi Asnawi, tampil baik dalam laga-laga yang dilakoni Ansan memang kewajiban mutlak. Selain untuk membayar kepercayaan klub dan pelatih, dia juga punya maksud lain. Lewat penampilan apiknya, dia berharap akan ada pemain-pemain lain dari Indonesia yang tertarik berkiprah di Liga Korea.

Asnawi Mangkualam bertekad tampil apik sebagai pemain Indonesia pertama di K League.
greenersfc.com

“Saya sangat bersyukur atas kesempatan yang diberikan klub kepada saya untuk bermain di K League. Saya punya tanggung jawab untuk tampil baik sebagai pemain Indonesia pertama yang berkiprah di sini,” urai Asnawi Mangkualam seperti dikutip Football5Star.com dari Chosun.

Lebih lanjut, Asnawi mengungkapkan, “Jika bermain baik, pemain-pemain Indonesia akan dapat masuk ke K League. Pemain-pemain Indonesia kerap bertanya kepada saya soal K League. Bila bekerja keras di klub saat ini, mereka juga akan bisa bermain di K League.”

Asnawi Merasa Belum Maksimal

Asnawi Mangkualam merasa belum menunjukkan kemampuan terbaiknya bersama Ansan Greeners.
greenersfc.com

Asnawi Mangkualam menilai K League sebagai kompetisi yang bagus bagi pemain-pemain Indonesia. Dia sangat ingin rekan-rekannya ikut hijrah ke Korea. Untuk itulah, dia ingin tampil sebaik mungkin guna meyakinkan mereka. Bagaimanapun, contoh bagus akan membuat mereka lebih percaya diri.

Saat ini, meskipun sudah mampu memikat hati pelatih Kim Gil-sik, Asnawi mengaku belum tampil maksimal untuk Ansan Greeners. Dia bertekad meningkatkan terus performanya dari laga ke laga. “Saya belum menunjukkan kemampuan terbaik dan akan berusaha tampil lebih baik lagi,” kata dia.

Asnawi Mangkualam juga punya keinginan besar. Dia berharap dapat menunjukkan kemampuannya di level yang lebih tinggi, yaitu K League 1. Untuk mewujudkannya, pemain timnas Indonesia itu tentu saja harus bekerja keras membawa Ansan Greeners promosi dari K League 2.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Dihujat Pendukung Persija, Asnawi Mangkualam Malah Ajak Tertawa

gamespool

Football5Star.com, Indonesia – Santai dan tak mau memperpanjang masalah. Begitulah sikap Asnawi Mangkualam, pemain Ansan Greeners, terhadap reaksi negatif pendukung Persija Jakarta yang menghujaninya dengan hujatan di akun Instagram-nya. Dia malah mengajak tertawa para pengikutnya di sana.

Asnawi membuat kontroversi lewat unggahan Instagram Story setelah PSM Makassar dikalahkan Persija pada semifinal Piala Menpora 2021. Dia mengunggah kata-kata “Tetap bangga PSM-ku. Lokal pride.” Masalah muncul karena tulisan itu disertai gambar ayam jantan berdiri di atas harimau tertidur.

Reaksi negatif muncul. Sejumlah pendukung Persija menilai unggahan itu bernada menghina. Tak tanggung-tanggung, sebuah unggahannya dihujani 16 ribu komentar yang masuk setelah unggahan Instagram Story kontroversial itu.

Toh, Asnawi tak terpancing dan balik marah. Lewat unggahan lainnya pada 21 April lalu, dia menulis, “Ketawa bareng yuk, makin rame makin as[y]ik. Eh btw aku mau ngucapin terima kasih buat 16 ribu komentar motivasi di postingan sebelumnya. Kalian terbaik.”

Meskipun demikian, tak urung Asnawi memberikan sebuah klarifikasi. “Makassar adalah tempat saya lahir dan dibesarkan sejak kecil. Saya tidak bermaksud meremehkan tim lain,” ucap dia seperti dikutip Football5Star.com dari salah satu media Korea Selatan.

Asnawi Abaikan Komentar Negatif di Medsos

Asnawi Mangkualam memastikan kepada Ansan Greeners dirinya tak terpengaruh hujatan pendukung Persija Jakarta di akun Instagram-nya.
greenersfc.com

Asnawi Mangkualam lantas mengungkapkan, dirinya tak mau ambil pusing soal komentar-komentar miring ataupun perdebatan di media sosial. Dia menganggap itu sebagai tambahan motivasi untuk berbuah lebih baik di lapangan.

“Saya tak peduli sama sekali. Saya menertawakan komentar-komentar buruk di media sosial. Itu urusan mereka. Pendapat semua orang tentu berbeda-beda. Jadi, saya harus menghormatinya,” urai Asnawi lagi. “Saya tak bermaksud memprovokasi atau semacamnya. Saya mengunggah sesuatu untuk tertawa. Soal banyak komentar buruk, itu tak masalah.”

Asnawi pun meminta Ansan Greeners, klubnya, tak terlalu risau oleh persoalan ini. Meskipun akun Instagram resmi klub juga jadi sasaran amuk pendukung Persija, dia meminta hal itu disikapi dengan tenang.

“Saya tak pernah melihat akun klub, tapi rekan seklub menyampaikan itu kepada saya. Namun, itu tak membuat saya cemas. Klub juga tak perlu mencemaskan hal itu. Saya akan melakukan yang terbaik di stadion,” ucap Asnawi Mangkualam lagi.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Asnawi Mangkualam Ungkap Gegar Budaya yang Dialaminya di Korea

gamespool

Football5Star.com, Indonesia – Saat mengunjungi Asnawi Mangkualam pada awal April lalu, Shin Tae-yong mengungkapkan sebuah harapan. Dia sangat ingin pemain Ansan Greeners itu segera beradaptasi dengan budaya Korea. Menurut pelatih timnas Indonesia tersebut, itulah kunci utama untuk menaklukkan K League.

Beradaptasi dengan lingkungan baru di negeri orang dengan budaya yang benar-benar berbeda memang jadi pekerjaan rumah setiap pesepak bola yang melanglang buana. Itu pula yang kini harus dilakukan Asnawi sejak bergabung dengan Ansan Greeners.

Tentu saja, itu bukan perkara mudah. Asnawi terang-terangan mengakui gegar budaya sejak menjejakkan kakinya di markas Ansan Greeners sebagai pemain baru. Perbedaan budaya jadi penyebabnya. Salah satunya mengenai hal yang bisa dikatakan sepele, yaitu sampah.

Asnawi Mangkualam dituntut cepat beradaptasi dengan budaya Korea oleh Shin Tae-yong.
fmkorea.com

“Sebuah gegar budaya yang besar saat awal harus memisahkan sampah-sampah,” kata Asnawi Mangkualam tanpa tedeng aling-aling seperti dikutip Football5Star.com dari Hankook Ilbo.

Itu bukan satu-satunya masalah yang harus dihadapi Asnawi di Korea. Soal bahasa dan cuaca juga begitu. Soal cuaca, dia sempat meninggalkan bangku cadangan lebih awal pada laga lawan Bucheon karena kedinginan. Adapun mengenai bahasa, baru pada April ini klub menemukan penerjemah yang tepat.

Tantangan Asnawi di Lapangan

Kendala bahasa sangat dirasakan Asnawi Mangkualam di lapangan. Salah satunya dalam mengidentifikasi pemain lawan. “Saya tak dapat mengingat semua nama pemain lawan. Namun, saya mengingat nomor-nomor mereka di kepala saya,” ujar dia.

Tak hanya itu, Asnawi juga menghadapi kendala terkait permainan sepak bola di Korea. Dia terang-terangan mengakui dua aspek yang jadi fokusnya sejak bergabung dengan Ansan.

Asnawi Mangkualam lebih sering dimainkan sebagai winger oleh pelatih Kim Gil-sik di Ansan Greeners.
greenersfc.com

“Saya tahu bahwa saya harus bersaing dengan para pemain Korea. Untuk itu, saya harus meningkatkan stamina dan kecepatan di sini,” kata eks pemain PSM Makassar tersebut.

Tantangan bertambah karena pelatih Ansan Greeners, Kim Gil-sik, tak memberikan posisi yang biasa ditempati semasa di PSM. Dalam banyak kesempatan, Asnawi dipasang sebagai winger kanan. Tak pelak, sang pemain harus beradaptasi lagi dengan posisi barunya.

Bukan tanpa sebab Kim Gil-sik melakukan hal tersebut. Setidaknya ada dua hal yang menjadi latar belakang. Pertama, dia melihat potensi besar Asnawi Mangkualam dalam melakukan tusukan ke daerah lawan. Kedua, dia menilai cara bertahan sang pemain masih terlalu riskan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Asnawi Mangkualam Lakukan Hal Aneh Saat Ansan Hajar Bucheon

gamespool

Football5Star.com, Indonesia – Ansan Greeners menang 1-0 di kandang Bucheon 1995 pada lanjutan K League 2, Sabtu (17/4/2021). Kemenangan itu diwarnai hal aneh. Laga belum usai, Asnawi Mangkualam meninggalkan bangku cadangan beberapa menit setelah ditarik dari lapangan oleh pelatih Kim Gil-sik.

Setelah tak dimainkan saat Ansan melawan Asan pada ajang Piala Liga, Asnawi kembali jadi andalan dalam lawatan ke markas Bucheon. Oleh Kim Gil-sik, dia dipasang sebagai winger kanan dalam formasi 3-4-3. Namun, dia tak tampil penuh. Pada menit ke-66, eks pemain PSM Makassar itu digantikan Lim Jae-hyuk.

Menurut Sports G, penampilan Asnawi tak mengecewakan. “Asnawi tampil dari awal babak pertama dan tampil bagus. Dia menunjukkan kegigihan dalam berduel udara dan jadi orang yang menyiksa para pemain Bucheon. Karena Asnawi sudah mengeluarkan semua tenaganya, pelatih Kim Gil-sik menariknya ke bangku cadangan pada babak kedua,” ulas Sports G.

Satu hal yang aneh, Asnawi tak berada di bangku cadangan hingga peluit akhir pertandingan. Saat pertandingan bersisa 10 menit, dia meninggalkan bangku cadangan dan menuju ruang ganti. Hal itu ternyata tak diketahui Coach Kim yang sibuk memberikan arahan kepada para pemain Ansan di lapangan.

Asnawi Tersiksa Udara Dingin

Apakah itu berarti Asnawi Mangkualam memendam kekecewaan? Kim Gil-sik tidak berpikir demikian. Dia menengarai sang pemain pergi lebih awal ke ruang ganti karena tersiksa oleh udara dingin di stadion milik Bucheon 1995.

“Saya tidak melihatnya. Saya kira itu mungkin karena dia kedinginan dan mungkin dia ingin mandi dan mengganti baju lebih awal. Saya tak tahu detailnya,” ujar Coach Kim selepas laga Bucheon vs Ansan seperti dikutip Football5Star.com dari Sports G.

Sports G juga sependapat dengan Kim Gil-sik. Dalam laporan pertandingan disebutkan, “Asnawi menarik napas panjang dan menuju bangku cadangan Ansan. Namun, seiring tubuh yang mulai mendingin dan angin kencang yang bertiup di stadion, Asnawi sepertinya tak tahan lagi.”

Apa pun alasannya, Asnawi Mangkualam sepertinya tidak marah ataupun kecewa. Pasalnya, seperti diungkapkan Sports G, pemain timnas Indonesia itu ikut merayakan kemenangan Ansan Greeners saat pertandingan berakhir.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Kim Gil-sik: Asnawi Mangkualam Bisa Sehebat Pemain Korea, Syaratnya…

gamespool
Kim Gil-sik: Asnawi Mangkualam Bisa Sehebat Pemain Korea, Syaratnya... 110

Football5star.com Indonesia – Setelah menjalani dua pertandingan bersama Ansan Greeners, kualitas Asnawi Mangkualam mendapat pengakuan dari pelatih Kim Gil-sik. Bahkan, Asnawi disebut bisa sebagus serta sehebat pemain Korea Selatan.

Asnawi Mangkualam sudah mejalani dua pertandingan bersama Ansan Greeners dengan total 120 menit bermain. Laga debutnya adalah saat tampil 90 menit pada babak kedua Piala FA Korea melawan Yangpyeong FC. Setelahnya, dia bermain 60 menit menghadapi Busan iPark dalam lanjutan K League 2, Sabtu (3/4).

Asnawi Mangkualam Ansan Greeners tim - Twitter @KLeague
Twitter @KLeague

Dalam dua pertandingan tersebut, Asnawi Mangkualam sudah dijajal memainkan tiga posisi berbeda. Dua posisi dijajal ketika menghadapi Yangpyeong. Dia memerankan full-back dalam skema empat bek, lalu berubah menjadi wing-back saat Ansan Greeners bermain dengan tiga bek pada babak kedua.

Sementara ketika menghadapi Busan iPark, Asnawi bahkan dipasang sebagai penyerang sayap kanan oleh Kim Gil-sik. Peran tersebut sejatinya cukup asing bagi pemain timnas Indonesia tersebut. Namun, Kim Gil-sik memiliki pandangan tersendiri dengan spekulasinya.

“Memang bukan posisi aslinya, tapi dia bermain baik,” ucap Kim dikutip Football5star.com dari laman Goal Korea.

Asnawi Mangkualam Ansan Greeners Kim GIl-sik - Twitter @KLeague
K League

Setelah beberapa pekan membaur bersama tim, Asnawi Mangkualam memang dianggap sudah menunjukkan perkembangan positif. Bahkan, KIm Gil-sik tak ragu menyebut bahwa Asnawi bakal bisa sebagus pemain Korea Selatan, tapi dengan satu syarat.

“Kecepatan, agresivitas, dan semangat juangnya, sebagus pemain-pemain Korea. Jika dia bisa beradaptasi dengan baik di K League 2, dia bisa mudah menunjukkan kemampuannya. Dia pemain dengan ekspektasi tinggi,” bilang Kim Gil-sik memberikan pujiannya.

Tak cuma persoalan adaptasi, sang pelatih juga meminta Asnawi Mangkualam bisa melepas tekanan besar yang membebaninya. Sorotan besar dari publik Indonesia dan Korea Selatan dianggap bisa menjadi “kuburan” untuk kariernya jika tak bisa diatasi dengan baik.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]