Kaleidoskop 2017: 5 Momen Penting Sepak Bola Indonesia

Football5star.com, Indonesia – Setelah dirundung awan gelap pada 2016, persepakbolaan Indonesia menemukan titik cerah di 2017. Sanksi kepada Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), memang sudah dicabut sejak tahun lalu. Namun, aktifitas dan geliat si kulit bundar di tanah air menemui kebangkitannya pada 2017 ini.

Dimulai dari bergulirnya kembali perhalatan profesional sepak bola Indonesia dari Liga 1, Liga 2, Liga 2, hingga kompetisi amatir. Hingga berbagai prestasi yang mampu ditorehkan anak negeri di berbagai kancah sepak bola Internasional.

Berikut ini Football5Star menyajikan 5 momen penting sepak bola Indonesia selama 2017.

Kompetisi Profesional Bergulir Lagi
Gojek Traveloka Liga 1
liga-indonesia.id

Setelah beberapa bulan dirundung ketidakpastian soal kompetisi di tanah air, 15 April 2017 lalu jadi tonggak penting dalam sejarah persepakbolaan tanah air. PSSI menunjuk PT Liga Indonesia Baru untuk menghelat Liga 1, Liga 2, Liga 3, Liga Nusantara dan digulirnya Liga 1 U-19 Indonesia.

Kompetisi ini menjadi kawah candradimuka pesepak bola tanah air yang sebelumnya sempat hilang harapan akan ajang resmi. Meski sempat menemui hambatan dan beberapa pertandingan tertunda, seluruh kompetisi tersebut sudah selesai bergulir dan menemukan juaranya masing-masing.

Luis Milla Tangani Timnas Indonesia
Milla, Boaz, Kamboja
pssi.org

Tiga bulan sebelum bergulirnya liga, PSSI sudah terlebih dahulu menunjuk pelatih baru menggantikan Alfred Riedl yang dinilai kurang meyakinkan. Meski, Pelatih asal Austria tersebut membawa Timnas Indonesia jadi runner-up di ajang Piala AFF Suzuki Cup 2016.

Ditunjuknya Luis Milla sebagai entrenador anyar Skuat Garuda memberikan optimisme bagi pecinta sepak bola tanah air. Pasalnya, namanya cukup mentereng di kawasan Asia Tenggara. Milla merupakan sosok di balik kesuksesan Timnas U-21 Spanyol yang menjuarai Piala Eropa U-21 2011 lalu.

Naturalisasi Spasojevic
Ilija Spasojevic, Timnas Indonesia (pssi.org)
pssi.org

Di tengah kekuarangan striker andal, timnas Indonesia akhirnya bisa bernapas lega. Pada Oktober 2017, Ilija Spasojevic resmi mendapatkan paspor Indonesia. Pemain kelahiran Montenegro tersebut langsung menjadi pemain andalan di lini depan Tim Merah Putih. Dalam empat laga sepanjang 2017, dia berhasil mengemas tiga gol.

Berbeda dengan beberapa pemain lain yang menjalani naturalisasi secara instan, Spaso harus melewati jalan berliku. Mengadu nasib di Indonesia, dia harus menunggu tujuh tahun untuk menjadi WNI. Menurut manajernya, Gabriel Budi Liminto, sebenarnya permohonan menjadi WNI sudah diajukan sejak lama. Namun, baru pada 2017 ini permohonan itu dikabulkan.

Tiga Klub Tradisional Kembali ke Kasta Tertinggi
Persebaya Surabaya diarak keliling kota (persebaya.id)
persebaya.id

Liga 1 2018 akan diramaikan oleh tiga klub legendaris tanah air, Persebaya Surabaya, PSMS Medan, dan PSIS Semarang. Ketiga klub tersebut berhasil menyisihkan lawan-lawannya dari babak grup hingga knock-out di Liga 2.

Persebaya keluar sebagai Juara setelah mengalahkan PSMS pada partai final yang dihelat di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung, November lalu. Sedangkan PSIS berhasil mengikuti jejak langkah kedua tim tersebut setelah mengalahkan Martapura FC dalam perebutan tempat ketiga.

Comvalius Patahkan Rekor Peri Sandria
Sylvano Comvalius, Bali United (zimbio.com)
baliutd.com

Sylvano Comvalius bukan nama yang beken ketika pertama kali menginjak kakinya dan memulai karier bersama Bali United. Tak sedikit orang yang meragukan kemampuannya. Namun, tak dinyana, penyerang asal Belanda tersebut mengakhiri musim dengan luar biasa.

Pasalnya, striker Bali United itu berhasil menjadi top skorer Liga 1 dengan torehan 37 gol dan membuatnya mematahkan rekor gol semusim milik legenda klub Ligatama, Bandung Raya, Peri Sandria. Pria asal Binjai tersebut mencetak 34 gol bagi Maung Totol pada musim 1994/95.

Sayangnya, Comvalius justru hengkang ke Thailand usai keberhasilan mematahkan rekor tersebut.

Kaleidoskop 2017: 5 Momen Dramatis Sepak Bola Indonesia

Football5star.com, Indonesia – Berbagai momen penting telah mewarnai sepak bola dalam negeri sepanjang 2017. Mulai dari kembali bergulirnya kompetisi nasional, hingga beberapa kejuaraan internasional yang menyajikan cerita dramatis bagi seluruh pencinta sepak bola.

Kompetisi dalam negeri diwarnai dengan kembalinya tiga tim klasik yakni Persebaya Surabaya, PSMS Medan, dan PSIS Semarang ke kasta tertinggi. Ketiganya berhasil melewati rintangan masing-masing untuk mendapat jatah promosi ke Liga 1 tahun depan. Penentuan tim promosi dari Liga 2 itu pun diwarnai laga-laga dramatis.

Sementara di level internasional, ada momen-momen dramatis yang dialami oleh tim nasional Indonesia selama mengikuti berbagai kejuaraan di negara lain. Mulai dari dari timnas kelompok umur, hingga senior.

Berikut ini Football5Star merangkum 5 Momen Dramatis Sepak Bola Indonesia Sepanjang 2017.

Timnas U-18 Indonesia vs Timnas U-18 Myanmar

Egy MaulanaIndonesia harus menunggu menit-menit akhir untuk memastikan kemenangan atas tuan rumah Myanmar di ajang AFF Cup U-18 2017. Start buruk membuat tim asuhan Indra Syafri harus kebobolan lebih dulu di babak pertama. Usai turun minum, mental bermain tim Merah Putih kembali pulih

Pada menit ke-72, Egy Maulana Vikri berhasil menjaga asa Garuda Muda setelah menggetarkan jala tuan rumah lewat sundulan kepalanya. Mencetak satu gol, moral Indonesia langsung membaik. Mereka terus menerus menggempur pertanahan Myanmar yang terpaksa menerapkan permainan bertahan.

Saat pertandingan akan berakhir imbang, Egy kembali menjadi momok bagi lini belakang lawan. Golnya di menit ke-90 membuat tuan rumah harus tertunduk malu di hadapan pendukungnya sendiri. Tendangan pemain asal Medan tersebut tidak mampu diantisipasi dengan baik oleh kiper Myanmar, Tun Nanda.

PSM Makassar vs Bali United

psm vs bali @psmmakassar Kemenangan atas PSM Makassar di Stadion Mattoangin, sempat menjaga asa Bali United menjuarai Liga 1 2017. Bermain di bawah tekanan penuh suporter tuan rumah, Irfan Bachdim dkk mampu memberikan perlawanan berarti. Meski bermain di kandang lawan, anak asuh Widodo C. Putro beberapa kali mengancam gawang tuan rumah.

Gol yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga beberapa menit sebelum pertandingan usai. Stefano Lilipaly berhasil membuat seisi stadion terdiam setelah sepakannya gagal diantisipasi kiper PSM, Rivky Mukodompit. Kemenangan tersebut membuat Serdadu Tridatu untuk sementara memimpin perolehan klasemen dengan koleksi 65 poin.

Bagi PSM, kekalahan itu membuat mereka gagal mengklaim peringkat kedua dan tetap berada di posisi ketiga. Masih kalah poin dari Bhayangkara FC yang memiliki tabungan satu pertandingan.

PSIS Semarang vs Martapura FC

psis vs martapura play off ketiga 04 1300xPSIS Semarang berhasil mengamankan jatah lolos ke Liga 1 usai secara dramatis mengalahkan Martapura FC dalam perebutan tempat ketiga. Laskar Mahesa Jenar bahkan harus tertinggal tiga kali sebelum akhirnya menuntaskan pertandingan di masa babak tambahan.

Anak asuh Subangki unggul cepat ketika laga baru berjalan enam menit lewat aksi Hari Nur Yulianto. Namun, Martapura berhasil mencetak dua gol lewat Rifan Nahumarury masing-masing di menit kedelapan, dan menit ke-35. Sebelum turun minum, PSIS sempat menyamakan kedudukan lewat Aldaeir Makatindu.

Martapura unggul lebih dulu di babak kedua lewat Reza Saputra. Namun kembali disamakan oleh Hari Nur yang mencetak gol keduanya hari itu. Pada menit ke-80, Martapura kembali unggul melalui aksi Muhammad Aidil. Akan tetapi lagi-lagi disamakan oleh Hari Nur yang mencetak hat-trick di laga tersebut. Pada masa babak tambahan, PSIS mampu mencetak dua gol tanpa mampu dikejar tim lawan sekaligus memastikan diri berlaga di Liga 1 tahun depan.

Persib Bandung vs Perseru Serui

persib bandung persib co id 1Perseru Serui secara mengejutkan mampu mengalahkan Persib Bandung dua gol tanpa balas di Stadion Si Jalak Harupat pada 12 November 2017. Kemenangan tersebut sekaligus memastikan Arthur Bonai dkk selamat dari jeratan degradasi.

Sebelum pertandingan, anak asuh Agus Yuwono tampil di bawah tekanan. Selain harus menghadapi Persib di kandangnya, pada saat bersamaan mereka juga harus berpacu poin dengan Semen Padang yang juga membutuhkan poin untuk bertahan di Liga 1. Namun di akhir pertandingan, Perseru bisa tersenyum karena sepasang gol dari Ryutaro Kurabe dan Silvio Escobar memastikan mereka aman di peringkat ke-15.

Pahit bagi Semen Padang karen pada pertandingan lain, kemenangan 2-0 mereka atas PS TNI tidak berarti apa pun karena masih kalah poin dari Perseru. Tim asuhan Nil Maizar harus puas menempati peringkat ke-16 dan menjadi tim terakhir yang dipastikan terdegradasi setelah Gresik United dan Persiba Balikpapan.

PSMS Medan vs Persebaya Surabaya

final liga 2 psms vs persebaya 2811 website img 49 1300x

Persebaya Surabaya sukses memastikan lolos ke Liga 1 tahun depan setelah di partai puncak mengalahkan PSMS Medan dengan skor tipis 3-2. Kemenangan didapat secara dramatis karena Bajul Ijo sempat tertinggal oleh anak asuh Djajang Nurdjaman di babak pertama.

Unggul lebih cepat lewat Rishadi Fauzi saat pertandingan baru berjalan dua menit. Enam menit berselang, I Made Wirahadi menyamakan kedudukan lewat titik putih. PSMS berbalik unggul lewat tendangan bebas Roni Fatahillah di menit ke-38. Sebelum turun minum, Irfan Jaya membuat kedudukan kembali sama lewat titik putih di menit ke-40.

Irfan memastikan kemenangan Persebaya lewat golnya di masa injury time babak kedua. Itu sekaligus memastikan gelar juara Liga 2 2017.

Kaleidoskop 2017: 5 Rekor Terapik Sepak Bola Dunia

Football5Star.com, Indonesia – Tahun 2017 dipenuhi dengan berbagai rekor apik di dunia sepak bola. Berbagai rekor individu maupun klub pecah di tahun ini.

Dengan semakin banyak data statistik yang bertebaran di atas lapangan hijau saat ini, rekor-rekor memang tak ubahnya sebuah hiburan ketimbang prestasi. Bagaimanapun, memecahkan sebuah rekor tetap bukanlah perkara mudah.

Butuh kerja keras untuk bisa melampaui atau (minimal) menyamai sebuah rekor. Oleh sebab itu, ada baiknya kita melihat kembali rekor-rekor indah yang tercipta pada tahun ini.

Berikut ini Football5Star menyajikan lima rekor paling elok yang tersaji sepanjang 2017.

La Duodecima Madrid

Madrid, Ketiga, Terkaya, Forbes

Real Madrid memantapkan diri sebagai klub tersukses di ajang Liga Champions. Mereka berhasil meraih trofi ke-12 nya berkat kemenangan 3-1 atas Juventus di partai final yang digelar di Stadion Millenium, Cardiff pada Juni lalu.

Los Blancos juga menjadi klub pertama yang berhasil mengangkat ‘Si Kuping Besar’ dua musim berturut-turut sejak AC Milan pada 1988-89 dan 1989-90. Hal serupa juga berlaku bagi Zinedine Zidane. Dia menjadi pelatih pertama yang juara secara back to back pada era Liga Champions.

Kedigdayaan Si Nyonya Tua

paulo dybala, juventus, gonzalo higuain

Jika keberuntungan belum memihak Juventus di ajang Liga Champions, lain ceritanya dengan di ajang Liga Italia. Mereka berhasil menjuarai Liga Italia untuk yang keenam kalinya secara berturut-turut.

Tidak pernah ada klub yang berhasil mendominasi Liga Italia dalam enam tahun beruntun sebelumnya. Oleh sebab itu, Bianconeri tentu patut berbangga.

Senyum Juventus dipastikan semakin lebar mengingat mereka begitu kokoh sebagai peraih trofi Liga Italia terbanyak sepanjang sejarah (31 kali), unggul 13 trofi atas AC Milan yang berada di peringkat kedua.

Manchester City yang Tak Tertundukkan

manchester city vs bournemouth (zimbio.com)2

Manchester City memang tampil kurang memuaskan pada musim 2016-17 lalu. Namun, di musim 2017-18 sejauh ini, mereka berhasil membuktikan kapasitasnya sebagai calon juara Liga Inggris terkuat.

Skuat asuhan manajer Pep Guardiola itu menjadi satu-satunya tim yang belum terkalahkan dalam 20 pertandingan. Hebatnya lagi, mereka menyapu bersih 18 laga terakhir.

Dengan demikian, The Citizens adalah klub yang berhasil meraih kemenangan beruntun terbanyak di Liga Inggris, melewati rekor milik Arsenal (14 kali). Yang lebih mengerikan, angka tersebut nampaknya masih akan terus bertambah.

Messi Lampaui Mueller

lionel messi, barcelona

Lionel Messi benar-benar suka memecahkan rekor. Tahun 2017 , ia memecahkan rekor legenda Jerman dan Bayern Munich, Gerd Mueller.

Berkat satu gol nya ke gawang Real Madrid pada 23 Desember lalu, pemain asal Argentina tersebut total telah mencetak 526 gol bersama Barcelona. Ia menjadi top skorer bagi sebuah klub di antara klub-klub lima liga top Eropa.

Sebelumnya, rekor itu dipegang oleh Mueller, yang total mencetak 525 gol selama membela Bayern dari tahun 1964 hingga 1979.

Bayern Juara Bundesliga 1 Lima Kali Beruntun
Bayern Munich, Bundeliga 1, Liga Jerman,
Twitter @Bundesliga_EN

Kedigdayaan Bayern Munich di Bundesliga 1 belum bisa digoyang oleh siapa pun. Musim 2016-17, mereka kembali menahbiskan diri sebagai juara dengan keunggulan lima poin dari sang runner-up. Bayern mengakhiri musim dengan koleksi 82 poin, sedangkan RasenBallsport Leipzig yang berada di posisi kedua hanya meraup 67 poin.

Keberhasilan kali ini membuat Bayern membuat rekor juara Bundesliga 1 dalam lima musim secara beruntun. Die Roten adalah klub pertama yang mampu melakukan hal tersebut. Eloknya lagi, Bayern pun sepanjang 2017 tak terkalahkan saat menjalani laga kandang di Bundesliga 1.

Kaleidoskop 2017: 5 Peristiwa Dramatis Sepak Bola Dunia

Football5star.com, Indonesia – Sepanjang 2017 banyak momen dramatis terjadi di sepak bola dunia. Semua tim berlomba-lomba sekuat tenaga untuk mencapai target mereka. Ada yang gagal secara dramatis, tapi ada juga yang berhasil.

Salah satu contohnya adalah Timnas Italia. Gli Azzurri secara mengejutkan gagal lolos ke Piala Dunia 2018 di Rusia setelah disingkirkan Swedia di babak playoff. Contoh lain adalah Barcelona yang melakukan comeback mustahil dengan menyingkirkan PSG di babak perdelapan final Liga Champions.

Football5star mencoba merangkum 5 peristiwa dramatis di sepak bola sepanjang 2017. Berikut ulasannya.

Italia Gagal ke Piala Dunia
Timnas Italia Vs Timnas Albania (zimbio.com)5
zimbio.com

Apa yang paling ditakutkan rakyat Italia akhirnya terjadi juga. Gli Azzurri, julukan Timnas Italia, gagal lolos ke Piala Dunia 2018. Ini adalah momen paling memalukan dalam sejarah sepak bola Negeri Pisa.

Pasukan Giampiero Ventura disingkirkan Swedia di babak playoff dengan agregat 0-1. Buntut dari kegagalan ini adalah Ventura dipecat dan Carlo Tavecchio mundur dari jabatannya sebagai Presiden FIGC.

Hingga kini, FIGC juga belum juga memilih pelatih baru untuk menukangi Andrea Belotti dan kawan-kawan.

Comeback Sempurna Barcelona
AndresIniestaRealMadridvBarcelonaLaZWmQ 9tS4fZl
zimbio.com

Barcelona nyaris terhenti pada 16 Liga Champions untuk pertama kalinya sejak 2006-2007. Anak asuh Luis Enrique itu kalah 0-4 dari Paris Saint-Germain pada leg pertama di Parc des Princes.

Akan tetapi, secara dramatis, Los Cules akhirnya lolos ke perempat final dengan agregat 6-5, setelah pada pertemuan kedua di Camp Nou menang 6-1 atas PSG. Pada laga tersebut, Barca mencetak dua gol di masa injury time.

Tak pernah ada tim sebelumnya yang melakukan comeback empat gol di Liga Champions.

Penalti Salah Bawa Mesir ke Piala Dunia
salah bleacherreport
bleacherreport.net

Winger Liverpool, Mohamed Salah berhasil membawa negaranya, Mesir, lolos ke Piala Dunia 2018. The Pharaohs menang 2-1 atas Kongo dalam laga terakhir Grup E babak kualifikasi zona Afrika.

Salah tampil sebagai pahlawan Mesir lewat dua golnya. Gol kedua Salah lahir lewat ttitik penalti pada injury time. Usai peluit akhir berbunyi, penonton di Borg El Arab Stadium langsung mengagung-agungkan Salah bak raja Mesir.

Pencapaian ini juga mengakhiri penantian Mesir yang telah absen dari Piala Dunia sejak 1990.

Chapecoense Lolos dari Degradasi
Kegembiraan Chapecoense pastikan bertahan di Serie A Brasil.
sportscanyon.com

Chapecoense kembali menyita perhatian. Setelah tahun lalu menjadi sorotan karena mengalami tragedi kecelakaan pesawat yang membuat mereka kehilangan para pemain terbaiknya, kini cerita yang dibuat berbeda lagi.

Di Liga Brasil, Chapecoense sempat membuat kejutan ketika pada Mei 2017 berhasil memuncaki klasemen. Namun, setelah itu, mereka terpuruk hingga masuk zona degradasi. Mereka bahkan sempat dua kali berganti pelatih.

Klub yang ditahbiskan sebagai juara Copa Sudamericana 2016 itu secara dramatis memastikan diri lolos dari jerat degradasi saat kompetisi menyisakan tiga pekan. Kemenangan 2-1 atas Vitoria pada 16 November 2017 memastikan mereka bertahan di Serie A Brasil.

Sihir Messi Bawa Argentina ke Piala Dunia
Messi, Takut, Argentina, Bertemu, Spanyol
Getty Images

Lionel Messi membawa Argentina lolos dari lubang jarum. Tim Tango maju ke putaran final Piala Dunia 2018 usai mengalahkan Ekuador 3-1 pada laga pamungkas kualifikasi.

Dalam laga yang digelar di Estadio Olímpico Atahualpa, ketiga gol Argentina diborong oleh Messi. Menghadapi Ekuador merupakan laga hidup mati bagi Argentina. Pasalnya, Argentina harus menang untuk lolos ke Piala Dunia 2018.

Tak terbayangkan bagaimana Piala Dunia 2018 jika tak ada Messi di dalamnya. Apalagi Rusia 2018 kemungkinan jadi Piala Dunia terakhir bagi pemain berjuluk La Pulga yang diakui sebagai salah satu pemain terbaik sepanjang masa.

Kaleidoskop 2017: 5 Kontroversi di Sepak Bola Dunia

Football5star.com, Indonesia – Banyak kontroversi terjadi di dunia sepak bola sepanjang 2017. Ada yang tak masuk akal sampai membuat kita geleng-geleng, ada juga yang benar-benar sudah kelewatan.

Kasus penggelapan pajak Lionel Messi misalnya. Siapa sangka pemain dengan salah satu gaji terbesar seperti Messi ternyata menggelapkan pajak penghasilannya.

Lalu, aksi Patrice Evra menendang suporter juga membuat dunia terkejut. Bagaimana mungkin, pemain dengan segudang pengalaman seperti Evra tak bisa mengontrol emosinya dan menendang suporter lawan.

Football5star mencoba merangkum 5 kontroversi sepak bola sepanjang 2017. Berikut ulasannya.

Kasus Pajak Messi 
FBL-EUR-C1-BARCELONA-TRAINING
Getty Images

Messi memasukkan semua uang dari pendapatan hak citra diri yang didapat di Spanyol ke sejumlah perusahaan di Belize dan Uruguay. Hal ini guna menghindarkan Messi dari kewajiban membayar pajak di Spanyol.

Dalam skandal Panama Papers, terungkap jika Messi memiliki sebuah perusahaan di Panama bernama Mega Star Enterprises Inc. Dalam bocoran catatan firma hukum asal Panama, Mossack Fonseca, perusahaan ini menampung jutaan dollar uang dari kontrak hak citra Messi.

Pengadilan akhirnya memvonis Messi bersalah pada tahun lalu La Pulga harus membayar denda dua juta euro atau sekitar Rp 29 miliar.

Evra Tendang Suporter
Patrice Evra tendang fans (Dailymirror.co.uk)
Getty Images

Apa yang dilakukan Evra pada awal November 2017 adalah sesuatu yang sudah di luar akal sehat. Saat itu Evra masuk dalam rombongan Olympique Marseille untuk menghadapi Vitoria Guimaraes di Liga Europa.

Layaknya akan memulai pertandingan, para pemain kedua tim pun melakukan pemanasan di lapangan. Usai sesi pemanasan, terjadi keributan antara Evra dengan seorang suporter. Dalam video yang beredar, Evra terlihat melancarkan tendangan ke arah kepala suporter yang berada di pinggir lapangan.

Akibat tindakannya, Evra pun mendapat hukuman berat. UEFA menjatuhkan hukuman larangan aktif dalam sepak bola selama tujuh bulan. Lalu, Marseille juga langsung memutus kontrak mantan bek Juventus tersebut.

Ronaldo Dorong Wasit
Cristiano Ronaldo, Supercopa Spanyol, Kartu Merah
Getty Images

Cristiano Ronaldo adalah pemain terbaik dunia dan idola bagi para pemain muda. Sayangnya, pemain asal Portugal itu juga bisa kehilangan kendali karena terbawa emosi. Hal itu yang dilakukannya pada leg pertama Piala Super Spanyol 2017.

Wasit Ricardo De Burgos menganggap Ronaldo melakukan diving di kotak penalti Barcelona. Tak terima, Ronaldo pun berteriak sebelum akhirnya mendorong wasit De Burgos. Tindakan Ronaldo ini mencoreng citranya.

Pada akhirnya, pemain berusia 32 tahun itu mendapat hukuman berupa larangan bermain dalam lima pertandingan. Ia juga harus membayar denda 3.000 euro (sekitar Rp 47 juta).

Neymar dan Cavani Rebutan Penalti
Neymar dan Edinson Cavani berebut jadi eksekutor saat PSG mendapat bola mati.
Getty Images

Neymar merusak suasana ruang ganti PSG. Semua berawal dari insiden saat Les Parisiens melawan Lyon di Ligue 1.

Saat itu, PSG sempat mendapat hadiah penalti akibat pelanggaran yang diterima Edinson Cavani. Tanpa buang-buang waktu, Cavani langsung mengambil bola dengan bermaksud menjadi eksekutor. Neymar sempat meminta kesempatan itu dengan memegang bola. Namun, bola kembali diambil Cavani dan langsung bersiap mengeksekusinya.

Perseteruan keduanya sempat menjadi perbincangan hangat di dunia. Tak lama setelah insiden tersebut, Neymar melayangkan permintaan maaf.

Gol Hantu Panama
panama bleacherreport com
Getty Images

Di balik kecermelangan Panama lolos ke Piala Dunia 2018, ada insiden yang disorot. Adalah kejadian gol hantu yang tercipta kala Panama menang atas Kosta Rika. Gol hantu itu diciptakan oleh Roman Torres.

Dalam proses gol itu, dia menendang bola memanfaatkan kemelut di kotak penalti. Bola sebenarnya belum melewati garis gawang. Namun, wasit yang memimpin malah mengesahkan gol tersebut dan Panama menang 2-1 atas Kosta Rika.

Tentu, gol ini jadi sorotan. Meski tak mengubah posisi Kosta Rika yang tetap lolos, tapi gol hantu itu membuat Amerika Serikat tersingkir karena kalah dari Trinidad dan Tobago. Sebab, andai gol Torres itu tak sah, maka Panama yang gagal melangkah.