Kaleidoskop 2019: 5 Momen Dramatis Sepak Bola Indonesia

Banner LFS Baru

Football5Star.com, Indonesia – Kompetisi Liga 1 dan Piala Indonesia 2019 telah berakhir. Namun, berakhirnya dua kompetisi tersebut bukan berarti tak menyisakan cerita menarik di dalamnya.

Dari banyaknya cerita menarik tersebut, terdapat beberapa momen dramatis yang terjadi di kompetisi sepakbola nasional. Meski demikian, tak hanya dari level kompetisi, pada level tim nasional pun terjadi momen dramatis.

Momen-momen tersebut pun Football5Star.com rangkum dalam daftar di bawah ini.

INDONESIA JUARA PIALA AFF U-22
timnas indonesia piala aff u 22 reno Kompas
Kompas

Sukses membungkam Thailand dengan skor 2-1 pada laga final menjadikan Timnas Indonesia menjuarai Piala AFF U-22 di Stadion Nasional, Phnom Penh, Kamboja pada 26 Februari 2019.

Beberapa drama terjadi di pertandingan ini. Momen yang paling berkesan tentunya adalah ketika Skuat Garuda Muda berhasil membalikkan keadaan. Tertinggal satu gol justru membuat anak asuh Indra Sjafri terlecut hingga akhirnya mengakhiri pertandingan dengan kemenangan 2-1.

Lebih lagi, Timnas Indonesia menyabet gelar juara dengan tanpa terkalahkan di semua laga Piala AFF U-22 2019.

POLEMIK FINAL PIALA INDONESIA
psm juara piala indonesia 2018 darije pegang piala
PSSI

Banyak drama yang terjadi pada sebelum hingga saat Final Piala Indonesia 2018/19 ini berlangsung. Mulai dari tensi tinggi di lapangan, hingga sebuah insiden yang terjadi di luar lapangan.

Sehari jelang laga leg kedua final Piala Indonesia dimulai tepatnya pada 28 Juli 2019, Persija Jakarta mengalami hal yang tidak mengenakkan ketika bus yang mereka tumpangi mendapat teror dari oknum suporter usai mereka menjalani uji coba lapangan Stadion Mattoangin, Makassar.

Akibat insiden tersebut, laga final leg kedua itu pun harus ditunda. Final leg kedua Piala Indonesia pun baru digelar pada 6 Agustus 2019 di Stadion Mattoangin. Hasilnya, PSM berhasil menang dengan skor 2-0.

Kemenangan 2-0 tersebut cukup untuk membuat Juku Eja mengangkat trofi Piala Indonesia setelah sebelumnya di leg pertama yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, PSM hanya kalah dari Persija dengan skor 1-0.

ROLLER-COASTER BERNAMA TIRA-PERSIKABO
PS TIRA Persikabo tampil aneh pada Liga 1 2019.
liga-indonesia.id

Performa Tira-Persikabo di Liga 1 2019 bak roller coaster. Mereka pernah merasakan berada di puncak klasemen selama beberapa pekan, hingga bahkan juga tak terkalahkan dalam 13 pertandingan berturut-turut di putaran pertama.

Akan tetapi, semuanya berubah ketika Laskar Padjadjaran memasuki putaran kedua. Tercatat, skuat asuhan Rahmad Darmawan tersebut tak pernah menang dalam 17 pertandingan berturut-turut. Suatu hal yang mungkin jarang terjadi di kancah sepakbola di manapun.

DERBI JAWA TIMUR DI FINAL PIALA PRESIDEN

Derbi Jawa Timur tersaji dalam final Piala Presiden 2019. Persebaya Surabaya bertemu dengan rivalnya, Arema FC. Akan tetapi, bermain di kandang lebih dulu di Stadion Gelora Bung Tomo pada leg pertama tak membuat Bajol Ijo memanfaatkan momentum. Mereka justru hanya bermain imbang dengan skor 2-2.

Arema FC pun memanfaatkan momentum di leg kedua. Singo Edan sukses menang dengan skor 2-0 yang menjadikan mereka juara Piala Presiden 2019 dengan skor agregat 4-2.

DUA TIM PROMOSI KEMBALI TERDEGRADASI
Semen Padang dan Perseru Badak Lampung FC sama-sama terdegradasi dari Liga 1.
liga-indonesia.id

Kompetisi Liga 1 dan Liga 2 2019 berjalan menarik saat memasuki pekan-pekan terakhir. Akan tetapi, petaka datang kepada tiga tim Liga 1 2019 yakni Kalteng Putra, Semen Padang dan Badak Lampung FC. Ketiga tim tersebut dipastikan harus terdegradasi ke Liga 2 setelah perolehan poin mereka tak mampu mengejar Tira-Persikabo yang berada di posisi 15 dengan 42 poin.

Sementara itu, secara dramatis tiga tim Liga 2 dipastikan promosi ke Liga 1 musim 2020 mendatang. Mereka adalah Persiraja Banda Aceh, Persita Tangerang dan juga Persik Kediri. Persik Kediri menjadi juara Liga 2 2019 setelah mengalahkan Persita Tangerang di laga final.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Kaleidoskop 2019: 5 Momen Dramatis Sepak Bola Internasional

Banner LFS Baru

Football5Star.com, Indonesia – Jagat sepak bola internasional memiliki banyak cerita di sepanjang tahun 2019. Mulai dari level tim nasional, hingga kompetisi bergengsi Eropa.

Dari banyaknya cerita dari jagat sepak bola internasional, terdapat beberapa cerita dramatis yang terdapat dari pertandingan-pertandingan yang berlangsung. Lantas, apa saja momen dramatis tersebut? Football5Star.com merangkumnya di bawah ini.

REAL MADRID DISINGKIRKAN AJAX
https://www.youtube.com/watch?v=eJHc4z8ILd8

Siapa sangka sebelumnya jikalau Ajax Amsterdam bisa menaklukkan Real Madrid? Nyatanya, hal itu terjadi pada fase 16 besar Liga Champions musim 2018/19.

Los Blancos yang pada leg pertama menang 2-1 di kandang Ajax Amsterdam justru terkena comeback di leg kedua. de Amsterdammers malah menang dengan skor cukup telak 4-1 di Santiago Bernabeu, 6 Maret 2019.

Kemenangan Ajax tersebut pun membuat mereka memastikan langkah untuk melaju ke babak perempat final.

COMEBACK MANCHESTER UNITED DI KANDANG PSG
https://www.youtube.com/watch?v=QEO_u3KATdY

Setelah kalah di Old Trafford dengan skor 2-0 dari PSG, Manchester United justru mencatatkan cerita menarik di leg kedua yang berlangsung di Parc des Princes, 7 Maret 2019.

Marcus Rashford dkk menang dengan skor 3-1 atas PSG, yang membuat The Red Devils melenggang ke babak perempat final Liga Champions 2018/19. Suatu kejadian menarik pun terjadi di akhir-akhir pertandingan, ketika Neymar terlihat bengong saat PSG kemasukan gol ketiga sekaligus membuat mereka tersingkir.

AKHIR PENANTIAN 12 TAHUN BRASIL DI COPA AMERICA

Seisi Estadio Maracana seketika bergemuruh ketika peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan final Copa America 2019 dibunyikan oleh wasit. Brasil berhasil memastikan menjadi juara Copa America 2019 setelah mengalahkan Peru dengan skor 3-1, Senin (8/7/2019).

Gelar juara ini pun membuat A Seleção juara Copa America setelah puasa gelar sejak tahun 2007.

REMONTADA LIVERPOOL ATAS BARCELONA

7 Mei 2019 mungkin akan menjadi salah satu hari yang akan dikenang oleh para fans Liverpool. Bagaimana tidak, hari itu mereka menyaksikan heroiknya penampilan The Reds yang mengalahkan Barcelona dengan skor telak 4-0.

Liverpool sebelumnya tak diunggulkan untuk lolos ke semi final Liga Champions 2018/19 setelah kalah 3-0 pada leg pertama dari Barcelona di Camp Nou.

Akan tetapi, semua berubah ketika Liverpool bermain meyakinkan hingga akhirnya menang 4-0 sekaligus membuat skor menjadi 4-3 dalam agregat.

Momen “Corner taken quickly.. Origi!!” pun menjadi salah satu yang selalu diingat, dimana Trent Alexander-Arnold mengirimkan sepak pojok cepat yang membuat lini belakang Barcelona terkecoh, hingga akhirnya Divock Origi mencetak gol.

KEMENANGAN DRAMATIS LIVERPOOL DI PIALA SUPER EROPA

Tahun 2019 memang seperti tahunnya Liverpool. Mulai dari gelar Liga Champions hingga juara Piala Super Eropa 2019 pun mereka raih.

Lagi-lagi Istanbul menjadi kota yang manis untuk dikenang bagi The Reds. 15 Agustus 2019, mereka sukses mengalahkan Chelsea lewat babak adu penalti dengan skor 5-4, setelah sebelumnya bermain imbang 2-2 pada waktu normal dan babak tambahan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Kaleidoskop 2019: 5 Wonderkid Sepak Bola Indonesia

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Tak terasa tahun 2019 sudah berakhir. Sepanjang tahun lalu, ada beberapa pemain muda atau wonderkid yang berhasil mencuri perhatian di sepak bola nasional. Siapa saja mereka?

Setiap tahun selalu muncul bakat-bakat baru di sepak bola Indonesia. Para wonderkid ini mencuri perhatian berkat penampilan gemilang di level klub atau bersama timnas junior.

Jika di tahun-tahun sebelumnya ada nama-nama seperti Evan Dimas atau Egy Maulana Vikri, kini muncul lagi wonderkid dengan potensi bagus.

Siapa saja 5 Wonderkid Sepak Bola Nasional paling bersinar di 2019? Football5star.com mencoba merangkumnya untuk Anda.

MOCHAMMAD SUPRIADI
PSSI
PSSI

Nama Mochammad Supriadi tiba-tiba viral setelah aksinya yang luar biasanya membawa Timnas U-16 juara Piala AFF U-16 2018.

Kini, pemain kelahiran Surabaya, 23 Mei 2002 ini terkenal dengan kelincahannya sebagai winger Timnas Indonesia U-19. Pemain yang identik dengan nomor 11 ini juga baru saja mengantarkan Garuda Muda lolos ke Piala Asia U-19 2020.

Saat ini Supriadi berstatus sebagai pemain Persebaya Surabaya.

BECKHAM PUTRA NUGRAHA
Beckham Putra - Persib Bandung - Badak Lampung - @beckhamputran
instagram.com/beckhamputran

Tahun 2019 menjadi tahun yang indah buat Beckham Putra. Debutnya di Persib Bandung terjadi pada pertengahan musim 2019 kemarin. Kala itu, Beckham Putra memperkuat skuad Maung Bandung saat melawan Tira Persikabo, di mana laga tersebut berakhir imbang 1-1.

Catatan manis adik dari Gian Zola itu bertambah setelah dirinya ikut dipanggil Timnas U-19 Indonesia. Ia membawa Garuda Muda meraih posisi ketiga di Piala AFF 2019.

Selain itu, pemain asal Bandung itu juga menjadi salah satu aktor keberhasilan timnas U-19 Indonesia lolos menuju Piala Asia U-19 2020.

BAGAS KAFFA
Bagus Bagas Barito Putera

Bagas Kaffa dan kembarannya, Bagus Kahfi, merupakan pemain inti Timnas Indonesia U-16 yang sukses meraih gelar Juara Piala AFF U-16 2018. Mereka mulai menimba ilmu sepak bola saat bergabung dengan SSB Gelora Putra Deltras saat usia 6 tahun.

Kini, Bagas jadi anggota Timnas Indonesia U-19. Ia juga adalah pemain Barito Putera U-18 di kompetisi Elite Pro Academy 2019 dan masih terikat kontrak bersama klub hingga akhir 2020.

Musim depan ia akan dipromosikan ke tim senior untuk menggantikan Gavin Kwan Adsit yang pindah ke Bali United.

BAGUS KAHFI
AFC U-16 2018: Timnas U-16 Indonesia Hajar Iran Dua Gol Tanpa Balas-Football5star (Twitter @theafcdotcom)
AFC

Nama Bagus Kahfi bersinar di perhelatan AFF U-16. Berkontribusi besar untuk kemenangan Indonesia, Bagus Kahfi mencatatkan diri sebagai top skorer AFF U-16 dengan torehan 12 gol.

Kini, Bagus Kahfi, jadi andalan di Timnas Indonesia U-19. Ia juga kembali mengikuti program Garuda Select dan saat ini tengah berada di Birmingham, Inggris untuk program tersebut.

Sama seperti kembarannya, Bagas Kaffa, musim depan Bagus akan dipromosikan ke tim utama Barito Putera.

ERNANDO ARI
Ernando Ari (grid.id)

Nama Ernando melejit setelah membawa Timnas Indonesia U-16 menjuarai Piala AFF U-16 2018 di Sidoarjo. Dia berperan penting dalam babak adu penalti di partai final dengan melakukan penyelamatan gemilang dan penentu gelar juara skuat Fakhri Husaini itu.

Kini, ia memilih membela Persebaya Surabaya. Ernando bukan nama asing lagi bagi Persebaya atau di kalangan Bonek.

Dia sudah membela Persebaya U-16 sejak musim lalu yang tampil di Elite Pro Academy Liga 1 U-16 2018.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Kaleidoskop 2019: 5 Wonderkid Sepak Bola Internasional

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Sepanjang 2019, banyak bakat-bakat baru di sepak bola atau wonderkid bermunculan. Mereka berhasil mencuri perhatian berkat penampilan impresif di lapangan.

Jika di tahun-tahun sebelumnya ada nama-nama seperti Matthijs de Ligt (Juventus), Gianluigi Donnarumma (AC Milan), Jadon Sancho (Borussia Dortmund) dan Vinicius Junior (Real Madrid), kini muncul sejumlah nama wonderkid baru lagi yang yang bikin pecinta sepak bola jatuh cinta.

Tak hanya itu, mereka juga langsung masuk radar-radar besar klub Eropa. Bahkan ada beberapa wonderkid yang sudah dibeli secara resmi.

Siapa saja 5 Wonderkid Sepak Bola Internasional paling bersinar di 2019. Football5star mencoba merangkumnya untuk Anda:

ANSU FATI
Ansu Fati bersama Rodrygo Goes dan Vinicius Junior berpeluang menjadi pencetak gol termuda di El Clasico.
Getty Images

Tak banyak yang kenal nama Ansu Fati. Maklum, usianya baru 17 tahun, dan ia baru musim ini menembus tim utama Barcelona.

Meski demikian, hal itu tak menghentikan bakat emasnya. Pemain yang berposisi di sayap kiri itu langsung mencuri perhatian dengan kecepatan dan skillnya.

Ketika Lionel Messi dan Luis Suarez absen di awal musim, Fati-lah yang mengisi lini serang Azulgrana bersama Antoine Griezmann. Penampilan Fati juga tak mengecewakan.

Ia sudah menyumbangkan tiga gol dan satu assist dalam 13 penampilan.

ERLING HAALAND
Mino Raiola - Erling Haaland - Manchester United - Borussia Dortmund - @erlinghaaland
Getty Images

Haaland mungkin wonderkid yang paling bersinar di 2019. Bersama RB Salzburg, ia mencuri perhatian di Liga Champions. Pemain 19 tahun itu juga mematahkan berbagai rekor.

Dengan postur tubuh yang kekar, Haaland adalah tipe target man sejati. Tak heran ia mampu mencetak 28 gol dalam 22 penampilan musim ini. Pada fase grup Liga Champions, dia tak henti mencetak gol dalam lima matchday awal.

Berkat ketajamannya itu, Borrusia Dortmund langsung bergerak cepat dan mengamankan tanda tangannya. Die Borussen membelinya seharga 18 juta pounds (Rp329 miliar).

RODRYGO GOES
Rodrygo
Getty Images

Dribel cepat dan lihai menggocek lawan adalah ciri permainan Rodrygo Goes di lapangan. Ya, setelah Vinicius Junior, Rodrygo jadi pemain Brasil baru yang mencuri perhatian di Santiago Bernabeu.

Rodrygo baru resmi merapat ke Madrid pada awal musim ini. Namun, bak petir di siang bolong, ia langsung membuat kejutan dengan menjadi pilihan utama Zinedine Zidane. Rodrygo bahkan mampu menggeser Vinicius ke bangku cadangan.

Salah satu aksinya yang membuat kepala geleng-geleng adalah ketika ia mencetak hattrick melawan Galatasaray di Liga Champions.

MASON GREENWOOD
Mason Greenwood
Getty Images

Nama yang satu ini adalah produk asli akademi Manchester United. Ia sudah jadi mesin gol di tim U-18, U-19 dan U-23.

Musim ini, Greenwood menembus tim utama dan langsung jadi sensasi. Ia telah mencetak sembilan gol dalam 23 penampilan di semua kompetisi.

Di bawah bimbingan Manajer Ole Gunnar Solskjaer, yang sangat menyukai pemain muda, Greenwood diyakini akan mampu mengeluarkan potensi terbaiknya di Liga Inggris.

JOAO FELIX
Joao felix twitter intchampionscup
Getty Images

João Félix adalah pemenang Golden Boy award 2019. Ia berhasil tampil fenomenal bersama Benfica dengan torehan 20 gol dalam 43 pertandingan di semua kompetisi.

Aksinya ini membuat Aletico Madrid jatih cinta dan rela mengeluarkan uang sebesar 126 juta euro untuk mendapatkan tanda tangannya. Nilai itu menjadi Felix sebagai pemain termahal ketiga dunia di belakang Neymar dan Kylian Mbappe.

Selama beberapa tahun ke depan, ia diprediksi bakal makin bersinar bersama Atletico. Los Rojiblancos menggantungkan harapan tinggi kepadanya sebagai pengganti Antoine Griezmann.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Kaleidoskop 2019: 5 Rekor Fenomenal di Sepak Bola Indonesia

Banner LFS Baru

Football5Star.com, Indonesia – Meskipun tak banyak, sejumlah catatan apik tertoreh di kancah sepak bola nasional sepanjang 2019. Selain pada ajang Liga 1, rekor juga tercipta di timnas Indonesia. Di antaranya berkat kiprah apik di SEA Games 2019.

Berikut ini, Football5Star.com merangkum 5 rekor paling fenomenal di kancah sepak Indonesia sepanjang 2019.

TAK TERKALAHKAN TERLAMA PADA AWAL MUSIM LIGA 1
PS TIRA Persikabo tak terkalahkan dalam 13 pekan awal Liga 1 2019.
liga-indonesia.id

PS TIRA Persikabo memang gagal menjadi juara Liga 1 2019. Manahati Lestusen dkk. bahkan hanya finis di posisi ke-15 atau satu tingkat di atas tim yang terdegradasi. Namun, sebuah rekor apik mampu ditorehkan klub yang bermarkas di Stadion Pakansari tersebut.

Pada awal musim, TIRA Persikabo tak terkalahkan dalam 13 pekan awal. Di bawah asuhan Rahmad Darmawan, mereka membukukan 8 kemenangan dan 5 hasil imbang. Catatan ini lebih baik dari Persipura Jayapura yang tak terkalahkan dalam 12 pertandingan pada 2010-11.

PELATIH JUARA LIGA BERUNTUN BERSAMA DUA KLUB BERBEDA
Stefano Cugurra Teco menorehkan rekor sebagai pelatih pertama yang menjuarai Liga Indonesia beruntun bersama klub berbeda.
baliutd.com

Kesuksesan Bali United menjuarai Liga 1 2019 punya arti khusus bagi pelatih Stefano Cugurra “Teco”. Pria asal Brasil itu menjadi pelatih pertama yang juara secara back to back. Eloknya, dia melakukan hal itu bersama dua klub berbeda. Musim sebelumnya, dia juara bersama Persija Jakarta.

Pada pentas sepak bola nasional, juara bersama dua klub berbeda adalah hal langka. Teco merupakan pelatih kedua yang melakukannya. Adapun sang pionir adalah Rahmad Darmawan yang juara bersama Persipura Jayapura pada 2005 dan Sriwijaya FC pada 2007-08.

PENCETAK QUATTRICK TERTUA TIMNAS INDONESIA
Beto Goncalves membukukan quattrick dalam umur 38 tahun saat timnas Indonesia mengalahkan Vanuatu.
foxsportsasia.com

Striker Beto Goncalves menorehkan prestasi tersendiri pada 2019. Saat timnas Indonesia menang 6-0 atas Vanuatu pada 15 Juni 2019, pemain naturalisasi asal Brasil itu menjejalkan empat gol. Dia menyamai Bambang Pamungkas yang mencetak quattrick ke gawang Filipina pada Piala AFF 2002.

Meskipun dilakukan saat melawan Vanuatu, quattrick Beto tetap istimewa. Pasalnya, dia melakukan hal tersebut saat umurnya tak lagi muda, yakni 38 tahun. Da kini tercatat sebagai pencetak quattrick tertua di timnas Indonesia.

GOL TERBANYAK DI SEA GAMES
Timnas U-23 Indonesia memecahkan rekor torehan gol terbanyak dalam satu edisi SEA Games.
zing.vn

Puasa gelar juara masih harus dilakoni Indonesia pada ajang multicabang, SEA Games. Meskipun sempat tampil menjanjikan sejak awal, timnas U-23 Indonesia gagal menjadi yang terbaik pada perhelatan SEA Games 2019. Pada final, tim asuhan Indra Sjafri takluk 0-3 di tangan Vietnam.

Meskipun demikian, sebuah rekor mampu dipatahkan Evan Dimas dkk. Itu terkait 21 gol yang dilesakkan sepanjang SEA Games 2019. Torehan tersebut merupakan yang terbanyak bagi Indonesia dalam satu edisi ajang multicabang se-Asia Tenggara itu. Sebelumnya, catatan terbaik adalah 16 gol pada SEA Games 1997.

PENCETAK GOL TERBANYAK DI SEA GAMES
Osvaldo Haay menjadi pencetak gol terbanyak Indonesia pada satu edisi SEA Games
zing.vn

Osvaldo Haay tampil ciamik saat timnas U-23 Indonesia merebut medali perak SEA Games 2019. Bersama Ha Duc Chinh dari Vietnam, dia menjadi pemain tertajam dengan torehan 8 gol. Ini merupakan catatan tersendiri mengingat Indonesia belum pernah menempatkan pemain sebagai pencetak gol terbanyak SEA Games.

Tak hanya itu, torehan 8 gol pada SEA Games 2019 adalah catatan terbaik pemain Indonesia. Itu bahkan hanya terpaut satu gol dari rekor Sarayut Chaikamdee pada 2003. Osvaldo Haay juga menyamai rekor Kurniawan Dwi Yulianto sebagai pencetak gol terbanyak Indonesia pada pentas SEA Games.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Kaleidoskop 2019: 5 Rekor Paling Fenomenal di Sepak Bola Dunia

Banner LFS Baru

Football5Star.com, Indonesia – Sensasi, prestasi, dan torehan rekor adalah warna yang selalu dinanti di dunia sepak bola. Sepanjang 2019, beberapa rekor fenomenal tertoreh manis. Di antaranya oleh Ansu Fati bersama Barcelona.

Rekor bukan hanya ditorehkan oleh pesepak bola pria. Di kancah sepak bola wanita pun, rekor tak urung tercipta. Khususnya di Piala Dunia Wanita 2019.

Berikut ini, Football5Star.com merangkum 5 rekor paling fenomenal di kancah sepak bola dunia sepanjang 2019.

PENCETAK GOL TERBANYAK DI PIALA DUNIA

Gelaran Piala Dunia Wanita 2019 sangat manit bagi pemain timnas wanita Brasil, Marta Vieira da Silva. Torehan dua gol pada ajang itu membuat dia menahbiskan diri sebagai pencetak gol terbanyak di Piala Dunia dengan 17 gol.

Rabu (19/6/2019) dini hari WIB, Marta secara resmi melewati torehan 16 gol Miroslav Klose di Piala Dunia. Sebuah gol yang dijaringkan dari titik penalti ke gawang timnas wanita Italia pada laga pamungkas fase grup Piala Dunia Wanita 2019 membuat koleksinya kini berjumlah 17 gol.

KEMENANGAN TANDANG TERBESAR DI PREMIER LEAGUE

Leicester City tampil fenomenal pada musim 2019-20. Tanpa diduga, tim asuhan Brendan Rodgers mampu meramaikan persaingan juara Premier League. Pada paruh pertama, mereka jadi pesaing terkuat Liverpool meskipun tetap saja terpaut jauh dalam perolehan poin.

Tak hanya itu, sebuah rekor fenomenal dibuat Jamie Vardy cs. Pada 25 Oktober 2019, Leicester City membukukan kemenangan tandang terbesar di Premier League. Hari itu, mereka menang 9-0 di kandang Southampton, Stadion St. Mary’s.

Skor 9-0 juga menyamai rekor kemenangan terbesar di Premier League yang dibukukan Manchester United pada Maret 1995 ketika menjamu Ipswich Town di Stadion Old Trafford.

PENCETAK GOL TERMUDA DI LIGA CHAMPIONS

Ansu Fati jadi fenomena tersendiri di kancah sepak bola sepanjang 2019. Ada beberapa rekor yang dibuat pemain berdarah Guinea-Bissau itu. Salah satunya pada pentas Liga Champions. Dia mematahkan rekor pencetak gol termuda yang telah bertahan 22 tahun.

Saat Barcelona melawat ke kandang Inter Milan pada 11 Desember 2019, Ansu Fati baru dimasukkan pelatih Ernesto Valverde saat laga bersisa lima menit. Namun, hanya 90 detik setelah berada di lapangan, dia menjebol gawang Samir Handanovic.

Umur Ansu Fati saat itu baru 17 tahun 40 hari. Hal itu membuat dia memecahkan rekor pencetak gol termuda di Liga Champions milik Peter Ofori Quaye yang mencetak gol pada umur 17 tahun 6 bulan 10 hari ketika Olympiakos kalah 1-5 dari Rosenborg pada 1 Oktober 1997.

PEMAIN TERSUBUR SEPANJANG MASA MLS

Zlatan Ibrahimovic, Bastian Schweinsteiger, dan Carlos Vela adalah sosok yang menyedot perhatian di Major League Soccer (MLS) sepanjang 2019. Namun, sebetulnya ada satu pemain yang sangat fenomenal. Dia adalah Chris Wondolowski dari San Jose Earthquakes.

Saat klubnya menghadapi Chicago Fire pada 18 Mei 2019, Chris Wondolowski memborong semua gol San Jose Erathquakes yang menang 4-1. Tambahan empat gol itu pun membuat dia melewati rekor 145 gol milik Landon Donovan di MLS. Total, hingga akhir musim 2019, dia membukukan 159 gol.

KEMENANGAN TERBESAR DI PIALA DUNIA WANITA

Timnas wanita Amerika Serikat bukan hanya menjadi juara di Piala Dunia Wanita 2019. Dalam turnamen yang dihelat di Prancis tersebut, tim asuhan Jill Ellis juga membukukan beberapa rekor. Salah satunya saat menghadapi timnas wanita Thailand pada fase grup.

Dalam laga yang berlangsung pada 11 Juni 2019, timnas wanita AS membukukan kemenangan terbesar di Piala Dunia Wanita dengan menggasak Thailand 13-0. Mereka melampaui rekor kemenangan 11-0 yang diraih timnas wanita Jerman atas Argentina pada Piala Dunia Wanita 2007.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Kaleidoskop 2019: 5 Momen penting Sepak Bola Indonesia

Banner LFS Baru

Football5Star.com – Indonesia – Sepak bola Indonesia melewati sejumlah momen penting sepanjang 2019. Bahkan dari banyaknya momen penting itu, salah satu yang disorot ialah pensiunnya Bambang Pamungkas.

Sepak bola Indonesia menjalani 2019 dengan berbagai peristiwa. Mulai dari diusulkannya penggunaan Video Assistant Referee, buruknya penampilan Persija Jakarta sebagai juara bertahan, hingga Bali United juara.

Ada beberapa momen penting lainnya yang terjadi di sepak bola Indonesia sepanjang 2019. Berikut daftarnya.

IWAN BULE TERPILIH SEBAGAI KETUA UMUM PSSI
Mochamad Iriawan alias Iwan Bule resmi terpilih sebagai Ketua Umum PSSI periode 2019-2023.

PSSI secara resmi dipimpin oleh Mochamad Iriawan dalam Kongres PSSI, 2 November lalu. Dalam voting, Iwan Bule menang mutlak. Dia meraih 82 suara dari 85 suara sah. Adapun 3 suara lain memilih abstain, tidak diberikan kepada kandidat lain.

Dalam menjalankan tugasnya sebagai Ketum PSSI, Iwan Bule akan didampingi Cucu Soemantri dan Iwan Budianto. Keduanya mendulang suara terbanyak dalam pemilihan Waketum PSSI. Cucu mendapatkan 81 suara, sedangkan Iwan Budianto mendapatkan 74 suara.

TIMNAS INDONESIA LOLOS KE FINAL SEA GAMES 2019
Evan Dimas menggunakan kursi roda setelah cedera pada laga timnas U-23 Indonesia vs timnas U-23 Vietnam.

Timnas U-23 Indonesia dipastikan gagal mengakhiri penantian 28 tahun untuk memenangi medali emas. Tim besutan Indra Sjafri mengalami kekalahan 0-3 di laga final SEA Games 2019 antara Indonesia vs Vietnam.

Kali terakhir pasukan Garuda Muda menjadi menenangi final SEA Games dan menjadi kampiun terjadi pada 1991. Kala itu, Indonesia keluar sebagai juara setelah mengalahkan Thailand lewat adu penalti.

Ya, setelah 1991, Indonesia belum pernah kembali keluar sebagai kampiun di ajang SEA Games. Berarti sudah 28 tahun tidak lagi pernah berhasil kembali memenangi medali emas.

BALI UNITED JUARA LIGA 1 2019
Bali United Juara IG Baliutd

Bali United sukses merengkuh gelar juara Liga 1 2019 usai mengandaskan 2-0 Semen Padang di Stadion Haji Agus Salim, 2 Desember lalu. Mereka menyamai rekor Persipura Jayapura dengan memastikan juara pekan ke-30. Pada musim 2012-2013, Persipura jua dipastikan juara pada pekan tersebut.

Pelatih Bali United, Stefano Cugurra Teco mengukir rekor tersendiri. Dia menjadi satu-satunya pelatih yang berhasil memenangi Liga Indonesia dua musim beruntun setelah musim sebelumnya bersama Persija Jakarta.

Teco juga jadi pelatih asing keenam yang sukses menjuarai Liga Indonesia sejak 1994. Sebelumnya, Henk Wullems, Sergei Dubrovin, Jacksen F Tiago, Robert Rene Alberts, dan Simon McMenemy jua berhasil membawa timnya juara liga.

 AKHIR KARIER BAMBANG PAMUNGKAS
Bambang Pamungkas Ervan Satrio

Bambang Pamungkas akhirnya memutuskan untuk pensiun dalam karier sepak bolanya. Hal itu dia umumkan usai Persija menghadapi Persebaya SUrabaya di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Selasa (17/12/2019).

Dalam perjalanan 20 tahun kariernya, beragam rekor sukses dipecahkan suami dari Tribuana Tungga Dewi itu. Dia jadi satu-satunya pemain Indonesia yang mampu meraih gelar top skorer, pemain terbaik, dan juara liga di dua negara berbeda. Hal itu dia torehkan saat membela Persija dan Selangor FA.

Tak cuma itu, Bambang Pamungkas juga jadi top skorer sepanjang masa Timnas Indonesia. Dalam catatan FIFA, Bepe sudah mengoleksi 37 gol sejak mencatatkan namanya di papan skor untuk saat Indonesia main imbang 2-2 melawan Lithuania, 1999 lalu.

SAGA PELATIH TIMNAS INDONESIA
Shin Tae-yong - Timnas Indonesia

Shin Tae-yong resmi diperkenalkan sebagai pelatih anyar timnas Indonesia dalam sesi jumpa pers di Stadion Pakansari pada Sabtu (28/12). Pelatih asal Korea Selatan itu akan menangani timnas Indonesia hingga tahun 2023 mendatang.

Diperkenalkannya Shin Tae-yong sekaligus mengakhiri saga calon pelatih Indonesia. Sebelumnya muncul juga nama-nama seperti Luis Milla, hingga Ruud Gullit yang digadang-gadang jadi suksesor Simon McMenemy.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Kaleidoskop 2019: 5 Momen Penting Sepak Bola Internasional

Banner LFS Baru

Football5Star.com – Indonesia – Sepak bola dunia menjalani serangkaian peristiwa sepanjang 2019. Banyak momen-momen penting yang terjadi, salah satu yang disorot ialah keberhasilan Vietnam yang mengejutkan sepanjang tahun.

Banyak yang tercipta sepanjang 2019. Bila di Asia Vietnam mengejutkan, di Eropa Lionel Messi jadi sorotan. Dia sukses menutup 2019 dengan meraih penghargaan Ballon d’or keenamnya. Nah, selain itu ada beberapa momen penting lainnya di sepak bola internasional, berikut kami sajikan:

MANCHESTER CITY TREBLE DOMESTIK
vincent kompany larang manchester city pecat guardiola

Manchester City mengukir sejarah baru usai meraih treble domestik. Pasukan Pep Guardiola itu menjadi tim Inggris pertama yang meraih treble gelar domestik.

City berhasil meraih gelar juara Premier League, Carabao Cup, dan Piala FA. Kepastian mereka meraih treble gelar setelah mengandaskan Watford enam gol tanpa balas di final Piala FA.

Liverpool memang pernah meraih treble dua kali, yakni 1984 dan 2001. Tapi, mereka meraih treble dengan dua piala domestik dan satu Eropa.

ALL ENGLISH FINAL DI LIGA CHAMPIONS
Juergen Klopp menjadi pelatih Jerman kelima yang menjuarai Liga Champions berkat kemenangan Liverpool atas Tottenham Hotspur.

Untuk kali kedua, final Liga Champions menampilkan all-english, yakni antara Tottenham Hotspur melawan Liverpool. Terakhir kali, Inggris menyumbang dua klub di final pada 2008 lalu ntara Manchester United vs Chelsea.

All-English final edisi kali ini digelar pada 1 Juni 2019 di Wanda Metropolitano. Liverpool sukses merengkuh gelar keenamnya usai mengalahkan Tottenham dua gol tanpa balas. Saat itu Mohamed Salah dan Divock Origi berhasil mengunci gelar antarklub Eropa paling bergengsi itu.

Liverpool Pertama Kali Juara Piala Dunia Antar-klub
Roberto Firmino Liverpool Getty Images

Liverpool berpesta. The Reds menang 1-0 atas Flamengo pada final Piala Dunia Antarklub di Khalifa International Stadium, Doha, Qatar, Minggu (22/12/2019) dini hari WIB. Melalui drama perpanjangan waktu, mereka mengunci gelar via gol Roberto Firmino.

The Reds menjadi tim kedua Inggris yang jadi juara Piala Dunia Antarklub setelah Manchester United pada 2008. Gelar itu jua kian mengukuhkan keperkasaan wakil Eropa. Hal itu setelah 12 dari 13 gelaran terakhir dimenangi klub Eropa.

 PORTUGAL JUARA UEFA NATIONS LEAGUE
Cristiano Ronaldo - Piala Eropa 2016 - Portugal - Mirror
Daily Mirror

Setelah jadi juara dunia, Portugal pada 2019 sukses menjadi yang terbaik di UEFA Nations League dan masuk jadi salah satu momen penting sepak bola Internasional. Mereka adalah pemenang pertama dari musim debut gelaran ini.

Keberhasilan Portugal menjadi jawaran di UEFA Nations League usai mengalahkan 1-0 Belanda di Estadio Do Dragao, 10 Juni 2019. Dalam kurun waktu empat tahun terakhir, Portugal berhasil menjuarai dua turnamen utama antarnegara Eropa. Pada 2016 silam, mereka sukses menang atas Prancis untuk mengamankan gelar Euro 2016. Pada saat itu, skor yang dicatat juga 1-0.

Catatan lain adalah Portugal berhasil menjadi tim kedua yang menjadi juara di turnamen utama ketika berlangsung di kandang sendiri. Negara terakhir yang mampu melakukannya adalah Prancis saat menjadi juara pada Piala Dunia 1998 silam.

AKHIR PENANTIAN PANJANG VIETNAM
vietnam menang

Timnas U-22 Vietnam sukses merebut medali emas SEA Games 2019 setelah mengalahkan timnas U-23 Indonesia tiga gol tanpa balas, Selasa (10/12/2019). Ini adalah akhir penantian Vietnam dalam 60 tahun di SEA Games 2019.

Perjuangan Vietnam untuk menyudahi penantian itu melewati jalan berliku. Sebab, mereka padahal sudah total enam kali lolos ke final, baru kali ini berhasil juara. Ini jua jadi catatan positif mereka semenjak di bawah Park Hang-seo. Pada 2018, Vietnam jua berhasil untuk kali pertama lolos ke final Piala Asia U-23 2018.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Kaleidoskop 2019: 5 Komentar Kontroversial di Sepak Bola

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Sepak bola kerap dikaitkan dengan drama. Pasalnya, beragam momen hadir di lapangan hijau. Termasuk kontroversi, baik verbal atau nonverbal alias tindakan.

Salah satu sosok yang sering melahirkan kontroversi adalah pelatih. Sebagai corong klub, pelatih acap menjadikan media sebagai tempat untuk menebar psy-war jelang pertandingan hingga bereaksi atas sebuah kejadian.

Berikut Football5star.com merangkum 5 komentar kontroversial yang muncul di sepak bola nasional hingga internasional dalam kaleidoskop 2019.

INDRA SJAFRI SERANG THAILAND, SINGAPURA, DAN VIETNAM
Indra Sjafri - SEA Games - Timnas U-23 Indonesia
Ervan Satrio

Jelang bergulirnya SEA Games 2019, Indonesia dianggap sebagai underdog oleh beberapa negara pesaing. Bahkan, Singapura sempat secara terang-terangan meremehkan kekuatan anak asuh Indra Sjafri. Hal itu membuat Indra Sjafri bereaksi keras.

Selepas kemenangan 2-1 atas Iran pada laga uji coba, Sabtu (16/11), Indra Sjafri membalas komentar serta sikap meremehkan para rivalnya dengan pernyataan menohok. “Thailand lebih baik enggak dari Iran? Teman-teman kan tahu. Saya tak bisa beri tahu di sini. Dengan menang lawan Iran. Pelecehan Singapura, Thailand, Vietnam mudah-mudahanan mereka tobat,” ungkap Indra Sjafri.

PELATIH MYANMAR ANGGAP INDONESIA AROGAN
Velizar Popov siap membawa timnas U-23 Myanmar menyulitkan timnas U-23 Indonesia pada semifinal SEA Games 2019.

Sebelum kekalahan dari Indonesia pada babak semifinal SEA Games 2019, Sabtu (7/12/2019), pelatih Myanmar sempat mengeluarkan komentar pedas. Pasalnya, dia menjadikan Indonesia sebagai tim yang sangat ingin dikalahkan karena dianggapnya arogan.

Pernyataan ini dilemparkan Popov pada Februari 2019 lalu. Saat itu, Popov menyebut timnas Indonesia terlalu meremehkan anak asuhnya. “Di lapangan 11 melawan 11 dan semua pemain punya dua kaki, bukan tiga. Maka, tidak ada tim favorit. Jika seseorang meremehkan kami, mereka akan kena batunya. Indonesia sedikit arogan. Mereka meremehkan kami karena pernah menang 7-1 di Myanmar,” ujar Popov.

PELATIH MADURA UNITED SINDIR WASIT LAGA LAWAN PERSIJA
Achsanul Qosasi - Madura United - Rasiman - @maduraunited.fc

Pelatih Madura United, Rasiman, kesal atas keputusan wasit Thoriq Alkatiri yang memberikan tiga penalti saat timnya kalah 0-4 dari Persija Jakarta. Apalagi, ketiga penalti tersebut lahir pada satu babak.

Kenyataan itu membuatnya bereaksi keras dengan melontarkan sindiran untuk Toriq Alkatiri seusai pertandingan. “Saya ucapkan selamat kepada wasit Thoriq karena telah masuk dalam Guiness Book of Record karena banyaknya penalti dalam satu babak,” kata Rasiman.

MESUT OEZIL PANASKAN POLEMIK MUSLIM UIGHUR
Mesut Oezil sindir ketidakpedulian masyarakat muslim dunia terhadap Kaum Uyghur di Cina.

Gelandang Arsenal, mengutuk keras negara-negara Islam yang dinilai tutup mata dan tak peduli terhadap perilaku diskriminasi terhadap kaum muslim Uighur di provinsi Xinjiang, Cina. Komentar yang diunggah di akun media sosialnya itu langsung memanaskan polemik.

Pihak pemerintahan Cina bereaksi keras atas unggahan Mesut Oezil. Bahkan, aksi boikot terhadap segala hal tentang Oezil pun langsung marak. Termasuk membakar jersey Arsenal bernomor dan nama punggung Oezil, menarik penjualan jersey Oezil, menghapus nama Oezil dari mesin pencarian di Cina, hingga menghilangkan Oezil di daftar pemain Arsenal dalam gim PES edisi Cina.

JOSE MOURINHO SINDIR ARSENAL DAN MIKEL ARTETA
Jose Mourinho - Tottenham Hotspur - Getty Images

Manajer Tottenham Hotspur asal Portugal, Jose Mourinho akrab dengan komentar-komentar kontroversial. Termasuk ketika dia menyindir keputusan Arsenal yang merekrut pelatih minim pengalaman, Mikel Arteta. Meski tak secara langsung, dengan sarkas dia menertawakan keputusan klub Inggris yang mengangkat pelatih minim berpengalaman.

“Satu-satunya poin yang bisa saya temukan, dan ini juga untuk sedikit ditertawakan, adalah bahwa bertahun-tahun lalu manajer terbaik adalah orang dengan kemenangan lebih banyak. Sekarang, yang terbaik adalah orang dengan kekalahan paling sedikit,” ungkap Mourinho

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Kaleidoskop 2019: 5 Transfer Terheboh di Sepak Bola

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Kehebohan bursa transfer tak melulu soal besaran nilai yang dibayarkan. Banyak pula lika-liku proses kepindahan yang lebih menjadi daya tarik.

Beberapa transfer heboh pun sempat terjadi pada bursa internasional hingga di Indonesia. Baik itu perpindahan pemain yang memicu polemik, hingga keanehan.

Berikut Football5star.com merangkum 5 transfer terheboh di kancah sepak bola nasional dan internasional.

ANDIK VERMANSAH ANTARA MADURA UNITED DAN PERSEBAYA
Andik Vermansyah - Madura United - Persebaya Surabaya - @bajolijo. id

Persebaya Surabaya dan suporternya, Bonek, berharap Andik Vermansah bergabung setelah cabut dari klub Malaysia, Kedah FA. Akan tetapi, Andik kembali memunculkan polemik saat memilih Madura United. Bonek dibuat kecewa lagi oleh Andik seperti musim sebelumnya saat memutusan gabung Kedah FA.

Andik akhirnya buka suara soal penyebab dirinya kembali gagal gabung Persebaya. Dia mengaku sempat mencoba “menawarkan diri” kepada manajemen Persebaya. Akan tetapi, pada akhirnya semua terlambat. Persebaya datang saat Andik sudah meneken kontrak dengan Madura United.

PEMBELIAN FABIANO BELTRAME YANG SIA-SIA
Fabiano Beltrame - Persib Bandung - @fabianobeltrame15

Proses yang diajalani Fabiano Beltrame untuk bisa gabung Persib Bandung cukup berliku. Pasalnya, Persib hanya ingin menggunakan jasa Fabiano dengan satu syarat: berstatus Warga negara Indonesia (WNI). Karena proses naturalisasi tak kunjung rampung, dia pun sempat dilepas kembali oleh Persib.

Sampai akhirnya, Fabiano akhirnya mendapat status WNI pada pengujung 2019. Akan tetapi, tetap saja bek berusia 37 tahun itu tetap tak bisa dimainkan sampai Liga 1 2019 berakhir. Dia harus menunggu musim depan untuk bisa bermain untuk Maung Bandung.

TONY SUCIPTO KEMBALI KE PERSIJA
Tony Sucipto - Persija Jakarta - Football5star

Keputusan Tony Sucipto balik ke Persija Jakarta pada awal musim Liga 1 2019 memicu polemik. Komentar pro dan kontra ramai berdatangan dari suporter Persib Bandung, klub yang dibelanya selama 8 tahun terakhir. Tak sedikit Bobotoh yang bersuara lantang menyambut kepergian Toncip ke klub rival.

“Ada positif ada negatif. Positifnya kita ambil, negatifnya ya tak usah didengerin,” ujar Tony. Sementara dari pihak manajemen Persib, Umuh Muchtar, menganggap wajar keputusan Toncip. Begitu pula dengan mantan dirijen Viking Persib Club, Yana Umar, yang menilai bek berusia 32 tahun itu tetap jadi bagian sejarah Persib.

JOAO FELIX TERMAHAL SEPANJANG 2019
Joao Felix pindah dari Benfica ke Atletico Madrid dengan harga 126 juta euro.

Transfer Joao Felix ke Atletico Madrid memang bukan yang termahal sepanjang sejarah. Namun, keputusan Atletico membayar mahar 126 juta Euro kepada Benfica menjadikan strIker berusia 19 tahun itu sebagai pemain termahal pada bursa transfer musim panas 2019-2020.

Harga Joao Felix bahkan melebihi sederet pemain bintang dunia seperti Cristiano Ronaldo, Paul Pogba, Antoine Griezmann, hingga Eden Hazard. Tak hanya itu, Atletico juga harus membayar jasa agen Felix, Jorge Mendes, senilai 12 juta Euro dan gaji 3,4 juta Euro.

HARRY MAGUIRE PECAHKAN REKOR BEK TERMAHAL
5 Pemain Bertahan Dengan Nilai Transfer Termahal - Harry Maguire - Sky Sports

Memang, tak ada kontroversi dalam proses kepindahan Harry Maguire dari Leicester City ke Manchester United. Hanya saja, yang memicu kehebohan adalah keberanian Man United merogoh kocek hingga 87 juta Euro untuk mendatangkan bek timnas Inggris itu. Angka yang sekaligus menjadikan Maguire sebagai pemain belakang termahal sejagat raya.

Harga itu lebih mahal dari dua bek yang juga berpindah klub pada periode sama. Matthijs De Ligt dari Ajax ke Juventus senilai 85,5 juta Euro dan Lucas Hernandez dari Atletico Madrid ke Bayern Munich seharga 80 juta Euro. Maguire juga menggantikan Virgil Van Dijk yang sebelumnya menyandang status bek termahal sedunia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Kaleidoskop 2019: 5 Tokoh Kontroversial Sepak Bola Indonesia

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Sepak bola Indonesia berjalan penuh warna selama tahun 2019. Mulai dari jalannya kompetisi, kiprah timnas di ajang internasional, hingga pemilihan ketua federasi.

Di balik warna-warni sepak bola tanah air, muncul beberapa sosok kontroversi yang mencuri perhatian selama 2019. Tidak hanya dari pemain, para pemangku kepentingan juga kerap muncul membawa berita kontroversial.

Berikut ini, Football5Star.com telah merangkum lima sosok kontroversial yang mewarnai sepak bola Indonesia sepanjang 2019.

MARKO SIMIC
Marko Simic - Milomir Seslija - Persija - Arema
Ilhamsins

Tidak ada yang meragukan kehebatan Marko Simic di atas lapangan. Di Liga 1 2019, ia dinobatkan sebagai top skorer dengan koleksi 28 gol. Kendati gagal membawa Persija Jakarta berprestasi, tetap saja ia berjasa atas keberhasilan klub ibu kota bertahan di Liga 1 musim depan.

Akan tetapi, kehebatan Marko Simic di atas lapangan justru diawali dengan berita tak sedap. Tidak jauh-jauh dari kontroversi yang ia buat tahun lalu, kontroversi yang dibuat kali ini juga menyangkut dengan wanita.

Awal 2019, ia membuat banyak pihak geram atas perbuatan tak senonohnya pada seorang wanita di pesawat. Pemain berpaspor Kroasia didakwa melakukan pelecahan seksual pada wanita saat hendak terbang ke Australia untuk membela Persija menghadapi Newcastle Jets.

Pemain 32 tahun pun harus berurusan dengan kepolisian Australia. Ia bahkan harus menetap di Negeri Kangguru beberapa bulan untuk menjalani proses hukum di sana. Alhasil, dia tidak bisa memperkuat Macan Kemayoran di Piala Presiden dan beberapa laga AFC Cup.

EZECHIEL N’DOUASSEL
Adu Mulut dengan Bobotoh, Ezechiel N'Douassel Diminta Pergi dari Persib
Republik Bobotoh

Pada awal kedatangannya ke Persib bandung 2017 lalu, Ezechiel N’Douassel langsung jadi pujaan baru Bobotoh. Hal ini tak terlepas dari performanya di depan gawang lawan. Namun, lambat laun ia justru jadi musuh bersama suporter.

Pada musim ketiganya bersama Persib, Ezechiel N’Douassel berubah jadi sosok antagonis. Ia menjadi semena-mena di klub. Beberapa kali sang bomber menghilang dari skuat. Ketika berada di lapangan pun ia tampil seenaknya.

Pemain asal Chad pernah rebutan penalti dengan rekan setim, Kevin Kippersluis. Menariknya, eksekusinya melayang di atas gawang lawan. Tidak sampai di situ, cemooh para bobotoh dibalas sang bomber dengan mengacungkan jari tengah ke arah tribun.

SIMON MCMENEMY
Simon McMenemy Disebut Akan Datang ke Laga Malaysia vs Indonesia
PSSI

Timnas Indonesia harus menanggung malu di ajang Kualifikasi Piala Dunia 2022. Tampil di lima pertandingan, Garuda selalu menelan kekalahan. Satu sosok yang disalahkan pun mengarah pada sang peramu taktik, Simon McMenemy.

Simon McMenemy dianggap gagal hingga akhirnya dipecat PSSI. Tapi kontroversi muncul dalam klausul pemecatannya itu. Ia dipecat sebelum Indonesia menghadapi Malaysia di stadion Bukit Jalil. Uniknya, sang pelatih masih diperbolehkan mendampingi Beto Goncalves dkk di Malaysia.

Keputusan membingungkan ini membuat pelatih asal Skotlandia enggan mendampingi para pemain di Bukit Jalil. Tapi pada akhirnya, ia ikut terbang ke Malaysia dan menyaksikan mantan anak asuhnya bertanding di tribun penonton.

KHRISNA MURTI
Krishna Murti Sebut Klub yang Pelit ke Wasit dan Perangkat Pertandingan - Football5star - Beritagar
Beritagar

Nama Brigjen Krishna Murti mencuat di awal tahun 2019. Kali ini namanya kerap diperbincangkan di dunia sepak bola. Hal ini seiring dengan jabatannya sebagai Wakil Kepala Satgas Antimafia Bola.

Kinerja Satgas Antimafia Bola yang berada di bawah naungan Krishna Murti mencuri perhatian banyak pihak. Mereka berhasil menangkap beberapa tokoh yang terlibat dalam pengaturan pertandingan.

Seiring berjalannya waktu, kasus mafia bola di Indonesia mulai redup dan tidak ada kelanjutannya. Disaat yang bersamaan, Krishna Murti muncul membawa berita kontroversi. Ia diangkat sebagai Dewan Pembina klub yang baru saja promosi ke Liga 2 2020, Persijap Jepara.

JOKO DRIYONO
Mantan Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono Dituntut 2 Tahun dan 6 Bulan Penjara

PSSI selama ini dikenal sebagai sarang mafia. Anggapan ini diperkuat dengan ditangkapnya beberapa exco PSSI yang terjerat kasus pengaturan pertandingan. Puncaknya, terjadi Februari 2019 lalu saat sang ketua umum, Joko Driyono ditetapkan sebagai tersangka.

Sebelumnya, Satgas Antimafia Bola telah menggrebek kediaman Joko Driyono dan menemukan beberapa barang bukti. Tidak hanya itu, pria asal Ngawi juga diketahui memerintahkan supirnya untuk menghilangkan barang bukti.

Setelah menjalani beberapa kali persidangan, Joko Diryono akhirnya divonis 1,5 tahun penjara. Namun, hukuman ini disesali banyak pihak. Mereka menganggap sang mantan ketua umum harusnya dihukum lebih berat lagi.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Kaleidoskop 2019: 5 Tokoh Kontroversial di Sepak Bola Internasional

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Tahun 2019 bisa dibilang sebagai tahun yang tak terlupakan di dunia sepak bola. Tidak hanya soal pertandingan maupun aksi pemain di lapangan, tapi juga munculnya beberapa tokoh yang mencuri perhatian.

Di sepak bola internasional, cukup banyak tokoh yang menjadi target utama media, baik dari dalam lapangan hijau atau pun mereka yang berada di balik meja runding. Mereka kerap mengeluarkan komentar-komentar kontroversial di beberapa kesempatan sepanjang 2019.

Berikut ini adalah lima tokoh kontroversial yang mewarnai sepak bola internasional sepanjang 2019 menurut Football5Star.com.

JAVIER TEBAS
Cristiano Ronaldo - Javier Tebas - LaLiga - laliga. es
laliga

Nama Javier Tebas kini  tidak hanya dikenal di Spanyol saja, tapi juga di seluruh dunia. Hal ini disebabkan oleh rencana ambisiusnya untuk menggelar beberapa laga Liga Spanyol di Amerika Serikat.

Berstatus sebagai presiden LaLiga, Javier Tebas memang punya wewenang penuh untuk melakukan hal itu. Namun, rencananya terbilang masih mentah hingga menuai polemik. Tidak hanya para pemain, pihak klub juga berbondong-bondong menolak aturan tersebut.

Kendati mendapat penolakan keras dari banyak pihak, Tebas tetap bersikukuh pada pendiriannya itu. Imbasnya, ia mendapat teguran keras dari Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF). Presiden RFEF, Luis Rubiales, bahkan tak segan untuk memerintahkannya mundur jika tetap bersikeras dengan rencana itu.

MEGAN RAPINOE
Women Ballon d'Or 2019: Megan Rapinoe
sports.yahoo.com

Tahun 2019 bisa dibilang sebagai tahun kebangkitan untuk sepak bola wanita. Tahun ini Piala Dunia Wanita berlangsung sukses dan mencuri perhatian banyak pasang mata. Makin dikenalnya sepak bola wanita seiring dengan perkenalan kita pada sosok Megan Rapinoe.

Kapten timnas Amerika Serikat merupakan pemain kharismatik. Di lapangan, ia kerap menyihir lawan lewat aksi menawannya. Hasilnya Amerika juara dunia. Di luar lapangan, ia tetap jadi sosok penting lewat komentar-komentar yang selalu berpihak pada perempuan.

Tidak ketinggalan, ia juga beberapa kali melontarkan komentar yang menuai kontroversi. Ucapannya terkait kesetaraan pendapatan bagi pesepak bola perempuan dan laki-laki kini jadi perbincangan hangat di dunia. Dan yang paling terkenal tentu saja penolakannya terhadap ajakan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, untuk datang ke Gedung Putih saat Negeri Paman Sam juara dunia.

JOSE MOURINHO
Jose Mourinho - Tottenham Hotspur - London Evening Standard
standard.co.uk

Tokoh yang satu ini memang tak pernah lepas dari kontroversial. Tapi tahun 2019, sisi kontroversi bukan keluar dari mulutnya. Melainkan dari keputusannya yang menerima pinangan Tottenham Hotspur untuk menggantikan posisi Mauricio Pochettino.

Keputusan Mourinho melatih Tottenham mengejutkan banyak pihak. Tidak ada yang menyangka jika dia berani melatih klub “sekelas” Spurs. Anggapan ini memang tak lepas dari labelnya sebagai pelatih yang hanya ingin melatih klub raksasa dengan biaya transfer tinggi.

Sementara Spurs, kendati beberapa musim terakhir tampil konsisten di Premier League, mereka tetap berada di bawah bayang-bayang klub London lain seperti Arsenal dan Chelsea. Selain itu, keputusan Mourinho tentu bisa menambah kebencian fan Chelsea padanya. Selain sama-sama berasal dari London, pelatih berjuluk The Special One sebelumnya pernah menangani Manchester United, rival Chelsea di Premier League.

ZLATAN IBRAHIMOVIC
zlatan ibrahimovic hammarby
dailymail.co.uk

Seperti halnya Jose Mourinho, Zlatan Ibrahimovic juga jadi tokoh yang selalu muncul membawa kabar kontroversial. Di tahun 2019 ini, Ibrahimovic menggemparkan sepak bola Swedia dengan membeli separuh saham Hammarby.

Yang menjadi kontroversi dari keputusannya ini adalah latar belakang sang bomber. Sebagai informasi, pemain berjuluk Ibrakadabra merupakan jebolan akademi Malmo, yang tidak lain merupakan musuh bebuyutan Hammarby di Liga Swedia.

Imbas dari keputusan berani Ibrahimovic ini membuat fan Malmo mengamuk. Mereka merusak patung Ibra yang baru diresmikan beberapa bulan lalu. Tidak hanya sekali, para fan dua kali merusak patung yang berada tepat di depan markas klub.

MESUT OEZIL
Mesut Oezil - Arsenal - Cina - Financial Times
Financial Sport

Sepanjang tahun 2019 ini, performa Mesut Oezil tidak sementerang tahun-tahun sebelumnya. Ia kerap dicadangkan pelatih Arsenal sebelumnya, Unai Emery. Ketika kursi pelatih berpindah ke Freddie Ljungberg dan Mikel Arteta, ia juga belum berkontribusi maksimal kendati terus dimainkan.

Akan tetapi, Oezil punya cara sendiri agar orang-orang tidak lupa padanya. Setelah tahun lalu buat geger dengan berfoto bersama Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, tahun ini gelandang elegan itu membuat pemerintah Cina murka.

Pasalnya, Oezil memberi pesan dukungan pada muslim Uighur, yang saat ini sedang bermasalah dengan pemerintah Cina. Dukungan ini pun berdampak cukup masif. Banyak fan Arsenal di Negeri Tirai Bambu membakar jersey sang gelandang. Lebih parah lagi, pemerintah Cina melarah pertandingan Arsenal ditayangkan di negaranya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Kaleidoskop 2019: 5 Kejadian Kontroversial Sepak Bola Indonesia

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Tahun 2019 akan segara berakhir. Sepanjang tahun ini, banyak catatan manis dan pahit perjalanan sepak bola nasional. Baik dari tim nasional hingga perhelatan kompetisi Liga 1.

Jika di 2018 lalu, publik sepak bola nasional dikejutkan dengan aksi buka-bukaan sejumlah pihak terkait mafia sepak bola hingga terbentuknya satgas Anti Mafia Bola. Maka di tahun ini cerita mengenai sepak terjang mafia bola juga masih menyita perhatian publik.

Yang tidak kalah menarik perhatian publik sepak bola nasional sepanjang tahun ini adalah soal penundaan kick off Liga 1 2019. Selain itu, kekalahan timnas Indonesia dari Malaysia di babak Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia hingga ricuh suporter di Stadion Gelora Bung Karno jadi catatan kontroversial sepak bola Indonesia sepanjang tahun ini.

Berikut ulasan Football5star.com, 5 kejadian kontroversial sepak bola nasional sepanjang 2019:

PENUNDAAN KICK OFF LIGA 1 2019

Kick Off Liga 1 2019 sempat mengalami penundaan di awal tahun ini. Pihak PT Liga Indonesia Baru (LIB) pada April 2019 mengatakan bahwa penundaan tersebut merupakan permintan dari klub peserta. Penundaan itu sendiri terkait situasi politik nasional yang tengah memanas jelang Pilpres 2019.

“Pertama, ini permintaan klub sendiri unguk mengantisipasi, karena kan sudah ada kejadian di mana Persija Jakarta kemarin kan bertanding melawan Ceres Negros,” kata Direktur utama Interm PT LIB, Dirk Soplanit kepada wartawan saat itu.

Best XI Liga 1 - Bali United - PT LIB - RRI
RRI

Sebelumnya kick off Liga 1 2019 dijadwalkan berlangsung pada 8 Mei 2019. Nanun kemudian ditunda menjadi 15 Mei 2019.

“Oke laga berjalan, tapi tidak boleh ada penonton. Nah, apakah keadaan-keadaan ini setelah tanggal 8 atau ketika kick-off tanggal 8 itu sudah berbeda ataukah ada yang lain,” ujar Dirk.

Sejumlah klub seperti Persib dan PSIS memang tak mempermasalahkan penundaan ini. Namun kemudian, di perjalanannya sejumlah laga tertunda di Liga 1 2019 membuat klub berang.

Madura United yang sedari awal menolak adanya penundaan kick off Liga 1 2019 meminta pihak PT LIB dan PSSI memperhitungkan plus minus bagi klub terkait penundaan itu. Bahkan mendekati pekan akhir Liga 1 2019, sejumlah pihak sempat pesimistis Liga 1 2019 bakal ditutup pada 22 Desember seperti yang direncanakan.

JOKO DRIYONO DIVONIS 1,5 TAHUN PENJARA

Di tahun ini kasus mafia bola yang sempat buat geger publik di 2018 masih berlanjut ceritanya. Yang jadi sorotan tentu saja divonisnya mantan plt Ketum PSSI Joko Driyono. Ia divonis 1,5 tahun penjara oleh PN Jaksel atas kasus perusakan barang bukti pengaturan skor pada Juli 2019.

“Menjatuhkan hukuman dengan pidana penjara 1 tahun 6 bulan. Terdakwa tetap ditahan di rumah tahanan negara. Membebankan terdakwa membayar biaya perkara sebesar Rp5.000,” demikian pernyataan Hakim Ketua.

Satgas Antimafia Bola menetapkan Plt Ketua Umum PSSI, Joko Driyono, sebagai tersangka kasus pengaturan skor.
antaranews

Sayangnya vonis tersebut menuai kontroversi. Sejumlah pihak tak puas dengan keputusan majelis hakim PN Jaksel. Faktanya memang vonis tersebut lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang mengajukan tuntutan 2 tahun enam bulan penjara kepada Jokdri.

Jokdri ditetapkan sebagai tersangka pada 15 Februari setelah empat kali menjalani pemeriksaan di Direktorat Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya terkait perusakan garis polisi. Dia resmi menjadi tahanan sementara Polda Metro Jaya atas kasus tersebut selama 20 hari sejak 25 Maret 2019.

Selain vonis untuk Jokdri, satgas anti mafia bola jilid II juga kembali digulirkan pada Agustus 2019. Salah satu tugas dari satgas anti mafia bola jilid II ialah merespons laporan dugaan skandal di laga Madura United vs Persib Bandung, serta Kalteng Putera vs Persela.

KEKALAHAN TIMNAS DAN RICUH DI SUGBK

Publik sepak bola Indonesia dibuat sakit hati oleh timnas saat kalah dari musuh lama, Malaysia 2-3 di babak kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia pada 5 September 2019 di Stadion Gelora Bung Karno.

Sempat unggul terlebih dahulu lewat gol Beto Goncalves, permainan Indonesia berantakan saat Malaysia mampu menyamakan kedudukan 1-1 lewat Mahamadou Sumareh.

Kembali unggul 2-1 lewat Beto. Malaysia malah mampu membalap dua gol lagi dan membuat publik Indonesia kecewa. Kekalahan ini diperparah dengan kericuhan suporter yang terjadi di Stadion Gelora Bung Karno.

indonesia vs malaysia-suporter
football5star

Kericuhan terjadi di mulai saat adanya pelemparan batu kepada petugas. Petugas keamanan pun membalas aksi tersebut dengan gas air mata. Sejumlah suporter Indonesia bahkan sempat mendatangi tribun suporter Malaysia dan melakukan intimidasi.

Bahkan usai pertandingan juga sempat terjadi kericuhan antar supoter Indonesia dengan pihak kepolisian. Petugas berhasil membuat konsentrasi para suporter berpencar dengan tembakan gas air mata. Sejumlah petugas kepolisian yang lain tampak membentuk barisan di balik perlindungan tameng.

Akibat ricuh suporter ini, ratusan suporter Malaysia yang datang ke GBK sempat tertahan beberapa jam tidak bisa keluar dari stadion, menunggu situasi tenang.

KERICUHAN DI KONGRES PSSI

Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI yang berlangsung pada 2 November 2019 sempat alami sedikit kericuhan. 11 calon ketua umum menilai ada yang tidak wajar dalam penyelenggaraan kongres. Buntutnya, terjadi pengusiran yang dialami lima calon.

Sebelumnya ada sembilan nama yang maju menjadi calon ketum PSSI yakni Fary Djemy Francis, Vijaya Fitriyasa, Yesayas Octavianus, Rahim Soekasah, Arief Putra Wicaksono, Aven Hinelo, Benny Erwin, Bernard Limbong dan Sarman El-Hakim.

Persib Tanggapi Terpilihnya Iwan Bule Sebagai Ketua Umum PSSI Baru
pssi.org

Namun, langkah mereka tidak berjalan mulus. ‘Ya itu tadi, mereka menilai ada kejanggalan dalam proses pemilihan ketua umum hingga akhirnya mereka mendeklarasikan 10 pernyataan, diantaranya mereka mengatakan PSSI tidak melakukan sosialisasi tata cara pemilihan di kongres.

Bahkan dalam kongres PSS tersebut, lima calon ketum PSSIdiusir Sekretaris Jenderal PSSI Ratu Tisha. Mereka adalah Vijaya, Fary Djemy Francis, Yesayas Oktavianus, Sarman El-Hakim, dan Aven S. Hinelo. Sedangkan Benny Erwin, meski tidak diusir tetap memilih meninggalkan ruangan.

Meski sempat diwarnai kericuhan, KLB PSSI yang berlangsung di Hotel Shangri-La, Jakarta tersebut menetapkan Mochamad Iriawan sebagai ketum PSSI masa bakti 2019-2023. Pria yang akrab disapa Iwan Bule itu meraih 82 suara dari total 85 suara voters.

SIMON MCMENEMY DIPECAT PSSI

Langkah pertama yang dilakukan Iwan Bule begitu mendapat sebagai ketum PSSI yang baru adalah melakukan pemecatan kepada pelatih timnas Indonesia, Simon McMenemy. Eks pelatih Bhayangkara FC itu dipecat pada 6 November 2019.

“Benar hasil keputusan rapat Exco malam ini, kami mengganti Simon McMenemy,” kata Iwan Bule. Pemecatan Simon ini memang sudah diprediksi oleh banyak pihak.

Sudah Disiapkan Tiket ke Malaysia, Simon McMenemy Malah Menghilang
pssi.org

Sosok Simon diangap gagal melatih timnas Indonesia. Kekalahan dari Malaysia membuat publik begitu berang dengan mantan pelatih Filipina tersebut.

Teriakan “Simon Out” pertama terdengar saat Timnas Indonesia menelan kekalahan 0-3 kontra Thailand di Stadion GBK pada awal September dan semakin menjadi-jadi ketika Timnas Indonesia kembali tampil di kandang kala menjamu Vietnam pada medio Oktober.

PSSI sendiri saat ini sudah menetapkan pengganti Simon adalah mantan pelatih timnas Korsel di Piala Dunia 2018 Shin Tae-yong. Tae-yong dikontrak PSSI selama 4 tahun.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Kaleidoskop 2019: 5 Kejadian Kontroversial Sepak Bola Internasional

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Terpilihnya Lionel Messi sebagai peraih gelar Ballon d’Or 2019 menjadi salah satu kejadian kontroversial di sepak bola internasional yang menarik perhatian publik. Sepanjang tahun ini dunia sepak bola internasional memang cukup banyak diwarnai kejadian kontroversial.

Selain soal Lionel Messi dan gelar Ballon d’Or keenamnya, kejadian kontroversial yang tak kalah menarik perhatian publik di sepak bola internasional ialah penggunaan teknologi canggih Video Assistant Referee (VAR).

VAR yang mulai diterapkan di sejumlah kompetisi Eropa pada musim ini awalnya ditujukan untuk membantu wasit dan menghindari keputusan wasit yang keliru. Faktanya di sejumlah kompetisi yang menerapkan VAR seperti Liga Inggris justru menimbulkan banyak kejadian kontroversial.

Berikut ulasan Football5star.com, 5 kejadian kontroversial sepak bola internasional sepanjang 2019.

KONTROVERSI VAR DI LIGA CAHMPIONS

Babak 16 besar Liga Champions yang mempertemukan Real Madrid vs Ajax sempat diwarnai kejadian kontroversial. Sistem VAR menganulir gol yang dicetak Ajax dan membuat tim Belanda itu mengalami kekalahan.

Kejadian kontroversi VAR tak berhenti di situ. Saat babak semifinal antara Tottenham Hotspur vs Manchester City. Keputusan VAR membuat kubu Manchester City merasa dirugikan.

cara kerja var di 16 besar liga champions
as.com

VAR memang memegang peranan penting dalam lolosnya Spurs ke semifinal Liga Champions. Tim asuhan Mauricio Pochettino hampir saja gagal melaju ke babak empat besar lantaran Man City berhasil mencetak gol kelimanya di injury time babak kedua lewat aksi Raheem Sterling.

wasit menganulir gol tersebut lantaran VAR menunjukkan Sergio Aguero lebih dahulu berada dalam posisi offside. Berkat dianulirnya gol tersebut, tim berjuluk The Lilywhites itu pun dipastikan merebut satu tiket ke babak semifinal. Pasalnya, Spurs unggul jumlah gol tandang dengan agregat skor akhir 4-4.

PENALTI KONTROVERSIAL LIVERPOOL DI FINALLIGA CHAMPIONS

Liverpool sukses meraih gelar Liga Champions ke-6 setelah di partai final mengandaskan sesama wakil Inggris Tottenham Hotspur dengan skor 2-0. Namun di partai final ini, kemenangan Liverpool sempat diwarnai gol penalti yang dianggap kontroversial.

Liverpol mendapat hadiah penalti setelah wasit Damir Skomina menganggap bola menyentuh tangan gelandang Tottenham Hotspur. Pemain Spurs sempat memprotes keputusan tersebut.

Karena Ini, Liverpool Berurusan Hukum dengan New Balance
getty images

Namun menurut pakar perwasitan Juan Andujar Oliver menganggap Skomina melakukan kesalahan dengan memberikan hadiah penalti. “Itu kesalahan di pihak wasit. Bola mengenai dada Sissoko dan lengannya,” kata Andujar kepada Radio Marca.

“Tindakan itu tidak seharusnya berbuah penalti. Itu sepenuhnya tidak disengaja,” imbuhnya.

TRANSFER ANTOINE GRIEZMANN KE BARCELONA

Kepindahan pemain Prancis Antoine Griezmann dari Atletico Madrid ke Barcelona pun menjadi kejadian kontroversial di 2019. Bos Atletico Madrid, Enrique Cerezo, yakin transfer Antoine Griezmann ke Barcelona belum sebelumnya rampung. Menurutnya, Blaugrana masih ada tunggakan 80 juta euro dari klausul pelepasan Grizzy.

Pada Jumat (12/7) malam, Barcelona sudah secara resmi mengumumkan transfer Griezmann dengan harga 120 juta euro. Harga tersebut diklaim sebagai jumlah yang harus dibayarkan bagi siapa pun untuk membawa pergi sang pemain dari Wanda Metropolitano.

5 Pemain Barcelona yang Apes Kenakan Nomor Punggung 17
fcbarcelona.com

Belakangan, Cerezo mengklaim bahwa harga yang seharusnya disepakati adalah 200 juta. Seperti perjanjian awal sebelum diturunkan menjelang tercapainya kesepakatan. Pria yang juga punya kesibukan sebagai produser film itu pun percaya kasus ini bisa tuntas.

“Jika Atletico Madrid membuat sebuah pernyataan, itu karena kami memiliki bukti pendukung yang kuat. Kami akan tetap menagih jumlah yang kami rasa menjadi hak kami. Sekarang, kami sedang menunggu langkah apa yang selanjutkan akan dilakukan,” katanya kepada RAC1.

GELAR BALLON D’OR KE-6 LIONEL MESSI

Lionel Messi dinobatkan sebagai peraih Ballon d’Or 2019. Lionel Messi berhasil mengalahkan voting dari saingan terdekatnya yakni bek Liverpool dan juga Timnas Belanda, Virgil van Dijk.

Gelar ini menimbulkan pro dan kontrak di publik sepak bola internasional. Sejumlah pihak menganggap bahwa gelar tersebut tak pantas di raih oleh Messi.

Negara Asia Ini Justru Pilih Alexander-Arnold untuk Raih Ballon d'Or
uefa.com

“Bagi saya, kemenangan Messi adalah sebuah ketidakadilan. Ronaldo juga menjuarai UEFA Nations League. Namun, hidup memang suka begitu. Saya kira, andai masih di Real Madrid, dia akan menang,” kata agen Cristiano Ronaldo Jorge Mendes.

Jika merujuk pada perfomance Messi di tahun ini, ia tidak tunjukkan penampilan tidak terlalu bagus baik saat membela Barcelona ataupun timnas Argentina.

Di ajang Copa America 2019 misalnya, Argentina dibekuk musuh bebuyutan Brazil dengan skor 2-0 di semifinal, Messi kemudian malah menuding panitia penyelenggara lebih menguntungkan Neymar dan kawan-kawan.

Sedangkan di Liga Champions tahun lalu, Messi hanya mampu antarkan Barcelona ke babak semifinal. Sempat menang 3-0, Barcelona tersingkir setelah di leg kedua kalah 4-3.

KONTROVERSI VAR DI LIGA INGGRIS

VAR kembali jadi sorotan di Liga Inggris pekan ini. VAR memang jadi momok menakutkan bagi peserta Liga Inggris sepanjang 2019. Pada pekan ini, VAR dianggap membuat rugi kubu Liverpool dan Wolves yang bertanding.

Liverpool bahkan di tahun ini tercatat mengalami kerugian sebanyak 3 kali akibat keputusan VAR. Namun di dua pertandingan terakhir Liverpool pada akhir tahun 2019, melawan Leicester City dan Wolverhampton Wanderers, juga melibatkan keputusan VAR yang menguntungkan anak asuh Juergen Klopp.

Gol Firmino Disebut Dianulir Karena Offside dari Panjang Kuku di Jarinya

Kritik keras juga diberikan oleh pelatih Manchester City Pep Guardiola. Mantan pelatih Barcelona itu menyebut bahwa VAR membuat kacau Liga Inggris.

“Saya bilang berulang kali saya mempunyai daftar panjang untuk VAR. Setiap pekan ada saja kekacauan,” kata Pep seperti dikutip Guardian.

“Di laga lain ada kekacauan yang lebih besar. Saya berharap musim depan bisa lebih baik,” ia menambahkan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]