Kevin Diks Terus Tunjukkan Kualitasnya Bersama FC Copenhagen

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Kevin Diks terus menunjukkan kualitasnya sebagai full back berbakat. Pemain berdarah Indonesia itu mencetak dua dari empat gol FC Copenhagen di laga Europa Conference League.

Dikutip Football5star.com dari Sport.tv2, Sabtu (14/8/2021), melawan wakil Bulgaria Loko Plovdiv, FC Copenhagen berhasil meraih kemenangan 4-2. Dua gol Kevin Diks diciptakannya pada menit ke-11 dan 20.

Pemain Keturunan Indonesia Menggila di Denmark, Kembali Cetak Gol dan Assist

“Pesta FCK dimulai oleh bek kanan, Kevin Diks yang mencetak gol ketiganya dengan seragam CFK setelah 11 menit permainan berlangsung. Dia juga menambah keunggulan menjadi 2-0 lewat skema serangan brilian,” tulis media Denmark teresbut.

Gol kedua Kevin Diks pada menit ke-20, berawal dari skema serangan balik. Striker muda Copenhagen, Mohamed Daramy menggiring bola dari tengah lapangan. Ia lalu mengirimkan umpan kepada pemain berdarah Indonesia, Kevin Diks yang tak terkawal.

Pemain Keturunan Indonesia Menggila di Denmark, Kembali Cetak Gol dan Assist

Dua gol kemenangan FC Copenhagen lainnya dicetak oleh Pep Biel pada menit ke-40 dan Daramy pada menit ke-48. Sedangkan dua gol balasan dari Plovdiv dicetak oleh Dimitar Iliev dan Lucas Salinas.

Kemenangan atas Loko Plovdiv menempatkan FC Copenhagen untuk lakoni babak play off untuk promosi ke kompetisi utama, Europa Conference League. Pada babak play off nanti, Kevin Diks dkk akan menghadapi wakil Turki, Sivasspor.

Kevin Diks yang Terus Bersinar

Pada Juli 2021, pemain berdarah Indonesia itu resmi bergabung ke FC Copenhagen. Ia dikontrak selama empat tahun, atau hingga 30 Juni 2025.

Pada musim sebelumnya, Diks bermain untuk klub Aarhus GF. Saat itu, Diks berstatus pemain pinjaman dari salah satu kontestan Liga Italia, Fiorentina. Selama masa peminjaman, Diks tampil luar biasa.

Kevin Diks FC Copenhagen

Bakat yang terus ditunjukkan Diks bersama FC Copenhagen di awal musim ini membuat namanya terus dikaitkan dengan timnas Indonesia. Namun, pihak PSSI lewat sekjen PSSI, Yunus Nusi, mengatakan selama pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong belum memberikan rekomendasi, PSSI belum akan bergerak untuk menaturalisasi pemain.

“Naturalisasi itu kebutuhan tim yang direkomendasikan pelatih dan direktur Teknik. Bukan kebutuhan PSSI, pengamat atau netizen. Selama pelatih tidak memberikan rekomendasi, apa yang harus PSSI naturalisasi?,” kata Yunus Nusi.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Pemain Keturunan Indonesia Menggila di Denmark, Kembali Cetak Gol dan Assist

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Pemain keturunan Indonesia, Kevin Diks, tampaknya sedang on fire bersama klub Denmark, FC Copenhagen. Baru-baru ini, dia menjadi sosok kunci saat Copenhagen menang 2-0 atas Odense BK dalam pekan ketiga Superliga Denmark, Minggu (1/8/2021).

Dalam partai di Stadion Nature Energy Park, Diks tampil menggila. Dia awalnya menjadi kreator gol perdana Copenhagen yang dicetak oleh Jonas older Wind. Umpan silangnya mampu disundul dengan brilian oleh Wind.

Paruh kedua, gantian Kevin Diks yang mencatatkan namanya di papan skor. Pemain keturunan Indonesia itu sukses memaksimalkan umpan manis dari rekannya, Victor Bernth Kristansen.

Pemain Keturunan Indonesia Menggila di Denmark, Kembali Cetak Gol dan Assist

Diks pun tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya usai jadi penentu kemenangan Copenhagen. “Langkah besar ke arah yang benar. +3,” tulis Diks di akun Instagram pribadinya.

Pemain blasteran Indonesia-Belanda itu memang belakangan tengah tampil impresif dengan klub barunya tersebut. Beberapa hari sebelumnya, dia juga turut menunjukkan kelasnya.

Sang pemain mencatatkan gol dan assist saat Copenhagen menang 9-1 secara agregat atas Torpedo-BelAZ pada ajang UEFA Conference League. Berkat hasil itu, Kopenhagen sukses melaju ke babak ketiga kualifikasi UEFA Conference League.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Pemain yang Ngebet Bela Timnas Indonesia, Kevin Diks Catatkan Gol di Eropa

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Pemain yang ngebet bela timnas Indonesia, Kevin Diks, kembali menunjukkan kelasnya saat membela FC Copenhagen pada ajang UEFA Conference League. Hal itu setelah dia sukses mencetak gol perdana buat klub asal Denmark tersebut.

Seperti diketahui, Diks musim ini memang baru saja direkrut oleh Copenhagen dan mendapatkan kontrak jangka panjang , yakni selama empat musim. Bek berusia 24 tahun itu beberapa kali langsung menunjukkan kualitasnya.

Sebelumnya, Kevin Diks sukses mencetak satu assist dalam kemenangan 4-1 Kopenhagen lawan Torpedo-BelAZ pada leg pertama. Kini, dia mencetak gol dalam leg kedua Stadion Tsentralnyi, Kazan, Kamis (29/7) malam waktu setempat.

Pemain yang beberapa kali mengutarakan minatnya membela timnas Indonesia itu bahkan mengawali pesta gol Copenhagen. Dia mencetak gol pembuka menit ke-27. Lalu, setelah itu klub Denmark tersebut lantas mencetak empat gol tambahan lagi via William Boving (’66 dan ’75) dan Rasmus Hojlund (’68 dan ‘90+3).

Total, Copenhagen sukses menang 9-1 secara agregat atas Torpedo-BelAZ. Berkat hasil itu, Kopenhagen sukses melaju ke babak ketiga kualifikasi UEFA Conference League.

Beberapa waktu lalu, pelatih Copenhagen, Jess Thorup, juga tak segan memuji Kevin Diks. ang pelatih mengaku sudah tahu betul kualitas pemain blasteran Indonesia-Belanda itu setelah mengamatinya beberapa bulan terakhir.

“Kami mengenal Kevin dengan sangat baik, dan kami telah merasakan kualitasnya dari dekat. Dia adalah pemain dinamis yang bisa bermain di sejumlah posisi di lapangan, dan kami juga tahu kemampuannya di lapangan terlalu baik,” ujar Jess Thorup dalam laman resmi klub.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Pelatih Copenhagen Soal Calon Pemain Naturalisasi Indonesia: Dia Aset Berharga!

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Copenhagen, Jess Thorup, memuji habis calon pemain naturalisasi Indonesia, Kevin Diks, yang baru saja datang. Dia menyebut Kevin memiliki kualitas yang baik sehingga jadi aset berharga buat klub.

Seperti diketahui, pemain yang beberapa kali berminat membela Timnas Indonesia itu baru saja diperkenalkan oleh Copenhagen. Dia mendapatkan kontrak jangka panjang oleh klub raksasa Denmar itu, yakni selama empat musim.

Kedatangan Kevin Diks sendiri disambut hangat oleh Thorup. Sang pelatih mengaku sudah tahu betul kualitas pemain blasteran Indonesia-Belanda itu setelah mengamatinya beberapa bulan terakhir.

Kevin Diks FC Copenhagen

“Kami mengenal Kevin dengan sangat baik, dan kami telah merasakan kualitasnya dari dekat. Dia adalah pemain dinamis yang bisa bermain di sejumlah posisi di lapangan, dan kami juga tahu kemampuannya di lapangan terlalu baik,” ujar Jess Thorup dalam laman resmi klub.

“Dia aset berharga karena bisa main fleksibel. Dia pasti akan dipertimbangkan untuk beberapa tempat di lapangan. Tentu saja, ini juga merupakan keuntungan karena dia sudah mengenal 3F Superliga dan kami sebagai sebuah tim,” sambung dia.

Kevin Diks sendiri tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya usai diperkenalkan sebagai pemain Copenhagen. Dia jelas memilih klub berjuluk Byens Hold itu karena memiliki sejarah panjang.

“Klub ini sangat ambisius. Mereka adalah klub yang selalu ingin juara tiap musim dan sepak bola Eropa selalu jadi tujuan. Ini sesuai dengan ambisi saya. Saya sangat menantikan untuk turun ke lapangan dengan rekan tim baru saya dan bersiap untuk musim yang menyenangkan,” tutup Diks.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Baru Bergabung, Kevin Diks Sudah Tuai Pujian dari Bos Copenhagen

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Bek yang memiliki darah Indonesia, Kevin Diks, resmi diperkenalkan oleh klub raksasa Denmark, FC Copenhagen dan diikat hingga empat tahun. Baru saja diresmikan, Diks langsung menuai pujian salah satu bos Copenhagen, Peter Christiansen.

Seperti diketahui, Kevin Diks memulai karier sepak bolanya bersama Vitesse Arnhem. Dia lantas hijrah ke klub Serie-A, Fiorentina pada 2016. Sejak saat itu, Diks acap dipinjamkan, seperti ke Feyenoord, Empoli, hingga AGF.

klub berjuluk Byens Hold itu melihat pemain berusia 24 tahun itu sebenarnya memiliki kualitas yang baik. Diks dipuji sebagai pemain yang serbabisa dan fantastis. Kualitasnya, kata Christiansen, bisa membuat tim menjaga kedalaman dalam skuat.

“Kevin memiliki baat dan kini dia memiliki kesempatan untuk membawa performa yang lebih besar dalam kariernya. Kami sangat yakin, kami akan membawanya lebih baik ke level selanjutnya,” ungkap Christiansen dalam laman resmi klub.

“Dia telah mengalami banyak hal meskipun usianya relatif muda, dari Liga Champions bersama Feyenoord hingga periode yang membuat frustrasi di Italia. Ini telah membantunya berkembang sebagai pribadi dan pemain,” sambung dia.

Christiansen yakin Diks akan sangat membantu Copenhagen dalam mengarungi empat musim ke depan. Dia yakin dengan kualitas pemain blasteran Indonesia-Belanda tersebut.

“Dia matang dan selalu berkontribusi dengan setia kepada tim di mana dia dibutuhkan, dan kami yakin dia juga akan meningkatkan kualitas keseluruhan skuat kami,” tutup dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Eks Striker Feyenoord Dorong PSSI Naturalisasi Sandy Walsh

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – PSSI belakangan didorong untuk segera memproses naturalisasi Sandy Walsh demi Timnas Indonesia. Hal itu disuarakan oleh mantan striker Feyenoord dan Timnas Indonesia, Jhon van Beukering, dalam Instagram pribadinya.

Beberapa kali, Sandy mengutarakan niatnya membela Timnas Indonesia. Namun, sampai sekarang nyatanya Sandy belum juga dipanggil PSSI untuk membicarakan proses naturalisasinya. Tak cuma Sandy, Kevin Diks juga sering menyatakan minatnya bela Indonesia.

Nah, sosok yang pernah tercatat sebagai pemain Feyenoord musim 2010-2011 itu mendorong agar PSSI mau membantu naturalisasi Sandy Walsh dan Kevin Diks. Apalagi, mereka baru saja menyelesaikan masalah Ezra Walian yang sudah boleh membela Timnas Indonesia pada ajang resmi.

“Tugas belum selesai @pssi @indrasjafri_coach @yunusnusi_official @mochamadiriawan84,” tulis Jhon van Beukering dalam Instagram pribadinya.

PSSI sendiri belakangan mengaku siap membantu proses naturalisasi pemain yang berniat membela Timnas Indonesia pada ajang resmi. Namun, mereka sampai saat ini masih menunggu arahan langsung dari pelatih Shin Tae-yong. Nantinya pelatih asal Korea Selatan itu akan memutuskan perlu atau tidaknya Indonesia memakai pemain naturalisasi baru.

“Terkait proses naturalisasi pemain lainnya, kami masih menunggu rekomendasi dan road map dari pelatih Shin Tae-yong. Saat ini ia dan pemain timnas Indonesia masih menjalani karantina sesuai tiba dari Dubai, UEA pada Sabtu (12/6) kemarin,” ungkap Sekjen PSSI, Yunus Nusi.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

PSSI Siap Bantu Proses Naturalisasi Pemain untuk Bela Timnas Indonesia

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – PSSI mengaku siap membantu proses naturalisasi pemain yang berniat membela Timnas Indonesia pada ajang resmi. Namun, mereka sampai saat ini masih menunggu arahan langsung dari pelatih Shin Tae-yong.

Seperti diketahui, beberapa pemain keturunan memang sudah menyatakan minatnya untuk membela Timnas Indonesia. Ada dua nama yang beberapa kali menyatakan minatnya bela Indonesia, yakni Sandy Walsh dan Kevin Diks.

Nah, peluang Sandy Walsh dan Kevin Diks untuk membela Timnas Indonesia tampaknya mulai terbuka lebar. Hal itu setelah PSSI mengakui siap membantu mengurus proses naturalisasi pemain yang mau membela skuat Garuda dalam karier internasionalnya.

Sandy Walsh Gerah Tak Ditanggapi PSSI, Bakal Bela Timnas Irlandia Sandy Walsh Berharap PSSI Membantunya Bela Timnas Indonesia Sandy Walsh Kembali Tampil Memukau untuk Klub Belgia
PSSI Siap Bantu Proses Naturalisasi Pemain untuk Bela Timnas Indonesia 21

Meski memang, PSSI saat ini menunggu rekomendasi langsung dari Shin Tae-yong. Nantinya pelatih asal Korea Selatan itu akan memutuskan perlu atau tidaknya Indonesia memakai pemain naturalisasi baru.

“Terkait proses naturalisasi pemain lainnya, kami masih menunggu rekomendasi dan road map dari pelatih Shin Tae-yong. Saat ini ia dan pemain timnas Indonesia masih menjalani karantina sesuai tiba dari Dubai, UEA pada Sabtu (12/6) kemarin,” ungkap Sekjen PSSI, Yunus Nusi.

Yunus sendiri sebelumnya sudah menyatakan Ezra Walian dibolehkan oleh FIFA membela Timnas INdonesia pada ajang resmi. Hal itu setelah IFA melalui Komite Status Pemain mengirimkan surat kepada PSSI. Isi surat itu menerangkan kalau proses administrasi Ezra Walian akhirnya dapat terselesaikan dengan baik.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Kevin Diks dkk Berupaya Bantu Talenta Indonesia Timur Main di Eropa

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Sebuah organisasi sosial bernama Maluku United saat ini tengah menjalankan misi yang ditujukan untuk talenta muda Indonesia Timur. Misi tersebut ialah membantu anak-anak di Indonesia Timur untuk jadi pemain profesional dan merentas karier di Eropa.

“Maluku United saat ini sedang membangun masa depan bakat sepak bola di Maluku. Sejak 2021, kami telah bergabung dan bekerja sama dengan sekolah sepak bola di Belanda,” tulis pernyataan Maluku United, Selasa (4/5/2021).

Kevin Diks dkk Berupaya Bantu Talenta Indonesia Timur Main di Eropa
Maluku United

Para anak-anak ini nantinya menurut Maluku United akan mendapat banyak pelajaran untuk menjadi pesepak bola profesional.

“Kami akan memberikan akomodasi untuk anak-anak ini, mereka tidak hanya berkembang secara sportivitas, tetapi juga disediakan tempat tinggal dan pelatihan. Ini memberikan kesempatan untuk anak-anak membangun masa depannya,”

Pihak Maluku United menargetkan akan membina 400 talenta Indonesia Timur yang terbesar di Tanimbar, Kei Kecil, Maluku Utara, Timor dan Babar. Yang menarik, Maluku United juga memberikan alternatif untuk anak-anak yang tidak memiliki bakat sepak bola. Mereka itu nantinya akan mendapat pelatihan sesuai dengan skill masing-masing.

“Dengan ini, Maluku United akan menjadi organisasi pertama di Indonesia yang menawarkan hal tersebut dengan didukung pelatih Belanda,”

“Ketika ada pemain tidak lagi memenuhi syarat untuk masuk ke klub, pemain tersebut akan ditawarkan untuk menyelesaikan pendidikan mereka dan terlibat dengan proyek sosial lainnya,”

“Dengan cara ini kami membantu anak-anak, yang tidak berhasil sebagai pemain profesional, untuk mendapatkan pekerjaan,”

Misi sosial yang diemban oleh Maluku United ini mendapat dukungan penuh dari sejumlah pemain berdarah Indonesia seperti Kevin Diks. Selain Diks, ada juga Joey Pelupessy, gelandang Sheffield Wednesday, Jordy Tutuarima, bek De Graafschap.

Dukungan untuk gerakan Maluku United juga diberikan oleh Gaston Salasiwa, bek MVV Maastricht, Navarone Foor, eks gelandang Vitesse, serta pesepak bola wanita Ajax, Vanity Lewerissa.

Pesepak bola berdarah Indonesia lainnya, Ragnar Oratmangoen juga menjadi salah satu pendukung gerakan sosial dari Maluku United.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Mantan Juara Rugbi Hingga Bek Milik Fiorentina Ikut Komentari Bagus Kahfi

gamespool
Mantan Juara Rugbi Hingga Bek Milik Fiorentina Ikut Komentari Bagus Kahfi 29

Football5star.com Indonesia – Doa dan ucapan selamat mengiringi kepindahan Bagus Kahfi ke FC Utrecht. Salah satu doa datang dari Kevin Diks, bek milik klub Liga Italia, Fiorentina. Bahkan, mantan atlet rugbi asal Belanda, jay Jay Boske, ikut berkomentar.

Pemain yang kini tengah dipinjamkan Fiorentina ke klub Denmark, Aarhus Gymnastikforening (AGF) itu rajin merespons unggahan Bagus Kahfi. Setidaknya, dia berkomentar dalam dua unggahan Bagus di instagram terkait kedatangan ke FC Utrecht.

Bukan tanpa sebab Kevin Diks merespons kepidanahan Bagus Kahfi ke FC Utrecht. Meski belum kenal secara personal, Kevin Diks sejatinya memiliki kedekatan pemain Indonesia dan Liga Belanda.

Ya, Kevin Diks merupakan pemain kelahiran Belanda dengan darah Indonesia dari sang ibu yang bermarga Bakarbessy. Kabar pemain berumur 24 tahun itu tengah diincar PSSI untuk dinaturalisasi pun cukup sering terdengar.

Kevin DIks Belanda timnas INdonesia1 - Twitter @kevindiks_
Twitter @kevindiks_

Kebetulan pula, pemain yang memulai karier profesional bersama Vitesse Arnhem itu mengikuti instagram Bagus Kahfi. Tak heran, dua unggahan Bagus soal perkenalannya di FC Utrecht pun disambar oleh Diks.

Kevin Diks menuliskan doa untuk kesuksesan Bagus Kahfi di Liga Belanda dalam unggahan video perkenalan bersama FC Utrecht. “Good luck man ????????❤️” tulisnya melalui akun @KevinDiks2.

Lalu, dalam unggahan berikutnya berisi kolase foto Bagus Kahfi berseragam FC Utrecht, Kevin Diks pun membubuhkan simbol tiga lengan tanda penyemangat di kolom komentar.

Dalam unggahan tersebut, ada pula komentar lain dari beberapa mantan pemain Liga Belanda seperti Irfan Bachdim, Stefano Lilipaly, hingga Diego Michiels.

Jay Jay Boske rugby - Robertstienezen-nl
Robertstienezen.nl

Bahkan, ada juga komentar menarik datang dari mantan atlet rugbi yang kini menjadi presenter televisi di Belanda, Jay Jay Boske. Pria yang pernah menjadi juara nasional rugbi di Belanda itu hanya menuliskan satu kata di kolom komentar, “Sterk”, yang artinya kuat.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

PSSI Bicara Soal Naturalisasi Kevin Diks, Susul Marc Klok?

PSSI Bicara Soal Naturalisasi Kevin Diks, Susul Marc Klok? 33

Football5Star.com, Indonesia – PSSI buka suara soal Kevin Diks dan Sandy Walsh yang bisa saja menyusul Marc Klok yang resmi jadi pemain naturalisasi. Saat ini memang PSSI mengaku terus membuka komunikasi dengan dua pemain itu.

Seperti diketahui, beberapa kali, pemain Fiorentina yang kini dipinjamkan ke Aarhus itu memang mengutarakan niatnya membela Timnas Indonesia. PSSI dalam laman resminya sempat menyebut kalau Diks akan sulit membela Timnas Indonesia karena sebelummya pernah main untuk Belanda U-21 di Piala Eropa U-21.

Demikian pula dengan Sandy Walsh. Lantas saat ini bagaimana perkembangan keduanya? Plt Sekjen PSSI, Yunus Nusi, menyebut kalau sampai saat ini memang belum ada rencana menaturalisasi kedua pemain tersebut.

Lamaran PSSI Ditolak Pemain Keturunan Indonesia, Lebih Pilih Belanda Dua Klub Liga 1 Ini Bakal Wakili Indonesia Kompetisi Asia? Football5Star.com, Indonesia - PSSI buka suara soal wakil Indonesia pada kompetisi Asia musim depan. Ada kemungkinan besar dua klub, yakni PSM Makassar dan Bali United akan ditunjuk mewakili Liga 1. Seperti diketahui, memang PSSI harus segera menyetor klub-klub yang akan maju bertarung pada kompetisi Benua Kuning. Harusnya, wakil yang akan ke sana adalah yang tampil istimewa pada Liga 1 2020. Akan tetapi, diketahui kalau Liga 1 2020 juga nasibnya masih belum jelas. Kompetisi sepak bola Indonesia itu direncanakan baru akan berlanjut pada Februari 2021. Hal itu jelas bikin PSSI harus berkoordinasi dahulu untuk menentukan dua slot yang akan mewakili Indonesia di pentas Asia. "AFC meminta batas waktu penyampaian tentang itu (perwakilan klub) tanggal 22 Desember 2020. Nanti akan diputuskan lagi dalam rapat Exco," kata Plt Sekjen PSSI, Yunus Nusi, saat dihubungi awak media. Bali United yang berstatus juara Liga 1 2019 dan PSM Makassar sebagai kampiun Piala Indonesia besar kemungkinan akan ditunjuk. Karena, bukan kali ini saja Indonesia menunjuk wakil dari juara musim lalu. Saat kompetisi Indonesia vakum 2016 lalu, PSSI sempat menunjuk Persib Bandung dan Persipura Jayapura di AFC Cup 2017. Namun, karena keteledoran PSSI yang terlambat mendaftarkan keduanya kala itu, alhasil Indonesia tanpa wakil pada kompetisi Asia. Hal ini jelas harus menjadi pelajaran PSSI. Berhubung kompetisi juga belum bisa lanjut, besar kemungkinan Bali United dan PSM yang akan kembali mentas di Asia. Apalagi, keduanya gagal menyelesaikan kompetisi musim 2020 karena dihentikan AFC akibat pandemi COVID-19. Liga 1 2020 Dilanjutkan Februari, Pakai Format Baru?

“Belum, belum. Masih proses komunikasi sama mereka. Semua akan dilihat oleh tim, siapapun mereka, masuk ke radar tim, harus tatap muka, dan latihan langsung,” kata Yunus Nusi saat dihubungi Football5Star.

Yunus Nusi menyebut kalau PSSI pun akan siap membantu naturalisasi Kevin Diks atau Sandy Walsh andai ada permintaan dari Shin Tae-yong. Tapi, sebelum itu pelatih asal Korea Selatan tersebut memang harus melihat dahulu kemampuan keduanya.

“Shin Tae-yong harus lihat langsung kemampuan mereka. Baru nanti PSSI memproses (naturalisasinya),” tutup Yunus.

Beberapa waktu lalu, Diks menyebut kalau memang harus PSSI yang mengurus proses naturalisasinya. “Bukan Sandy Walsh atau saya yang yang harus melakukan pendekatan (ke pemerintah), tapi PSSI yang melakukan prosesnya. Bukan saya yang harus datang ke PSSI. Kami berdua tertarik, dan kami menunggu apa yang akan terjadi,” ungkap Kevin Diks dikutip dari Goal.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Reaksi Aneh Striker Timnas Belanda Setelah Marc Klok Jadi WNI

gamespool
Reaksi Aneh Striker Timnas Belanda Setelah Marc Klok Jadi WNI 39

Football5star.com Indonesia – Beragam reaksi mengiringi kepastian Marc Klok menjadi seorang warga negara Indonesia alias WNI. Salah satu reaksi yang aneh muncul dari penyerang timnas Belanda, Ryan Babel.

Ryan Babel memberikan reaksi melalui unggahan di akun instagram @marcklok. Dalam unggahan itu, Klok berpose mengenakan setelan jas hitam dan dasi merah berlatar tulisan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Ham DKI Jakarta.

Marc Klok WNI Persija Jakarta timnas Indonesia - persija-id
Persija.id

Dalam momen itu, Marc Klok menunaikan proses terakhir untuk menjadi WNI, yakni pengambilan sumpah. “It’s official. Hari ini jadi hari yang tidak terlupakan bagi saya. Saya resmi menjadi warga negara Indonesia. Terima kasih banyak untuk semua doa dan dukungannya,” tulis Marck Klok dalam keterangan foto tersebut.

Beragam reaksi muncul dalam kolom komentar unggahan foto itu. Mayoritas memberi ucapan selamat kepada gelandang asal Persija Jakarta tersebut. Namun, reaksi aneh justru diberikan mantan pemain Liverpool yang kini berseragam Besiktas, Ryan Babel.

Ryan Babel - Timnas Belanda - @OptaJohan
Twitter @optajohan

Ryan Babel, dalam komentarnya, hanya memberikan simbol Round Pushpin. Simbol berupa bulatan berwarna merah dengan garis di bawahnya itu umum digunakan untuk menandai lokasi. Alhasil, reaksi Babel menjadi tanda tanya. Tak diketahui pasti maksud dari penggunaan simbol Round Pushpin itu.

“Perdebatan” Kevin Diks dan Melvin Platje

Selain Ryan Babel, komentar juga dibubuhkan kolega Marc Klok lainnya. Termasuk dua pemain keturunan Indonesia asal Belanda, Kevin Diks dan Sandy Walsh, yang kini tengah menjalani karier di Eropa.

Sama seperti Ryan Babel, Kevin Diks hanya membubuhkan komentar sederhana, berupa tiga simbol Flexed Biceps, yang merepresentasikan kekuatan semangat dan kerja keras. Sementara, Sandy Walsh memberi ucapan selamat menggunakan Bahasa Indonesia. “Congratulations my bro! Selamat ????????????????????”.

Menariknya, dalam komentar yang diberikan pemain Bali United, Melvin Platje, Kevin Diks juga muncul memberi reaksi. “Selamat Marc goreng Klok ????,” tulis akun @melvinplatje9, yang lantas direspons Kevin Diks dengan simbol tertawa sampai lima kali.

Ke Media Asing, Marc Klok Cerita Selalu Berhalusinasi Saat Naik Pesawat ke Papua Football5Star.com, Indonesia - Pemain Persija Jakarta, Marc Klok, mengaku selalu berhalusinasi ketika naik pesawat ke Papua. Hal itu dia ceritakan kepada salah satu media asing. Musim ini memang menjadi tahun ketiga mantan pemain Jong FC Utrecht itu mentas di Liga Indonesia. Dia datang pada 2017 dari Dundee ke PSM Makassar dan bertahan sampai 2019 lalu hijrah ke Persija Jakarta musim ini. Ke salah satu media asing, Horapiko, Marc Klok menceritakan pengalamannya melalui perjalanan tandang ke Papua, terutama markas Perseru Serui. Klok mengaku acap berhalusinasi danmemacu adrenalinnya saat ke sana. Dia harus naik pesawat yang sangat kecil untuk tiba di Serui. "Ya, itu adalah pengalaman yang menakutkan. Saya berdoa untuk keselamatan dan kekuatan kami, tapi juga pengalaman yang menyenangkan," kata Marc Klok dikutip dari media tersebut sambil tertawa. Markas Perseru, Stadion Marora terletak di Kepulauan Yapen yang terpisah dari daratan Pulau Papua. Untuk ke sana, Anda harus berpindah-pindah pesawat. Bahkan, dari Jayapura ke Yapen harus menaiki pesawat kecil dengan melewati pegunungan. "Dua laga tandang pertama saya saat datang ke Indonesia adalah melawan Mitra Kukar dan Perseru Serui. Sungguh jadi pengalaman yang istimewa," tandas Marc Klok. Sebelumnya, eks rekan setimnya di PSM Makassar, Wiljan Pluim juga menyinggung soal halusinasinya saat ke Serui. Dia mengungkapkan keprihatinan yang besar tentang doa yang selalu diulangi setelah pesawat lepas landas ke sana Demi ke Indonesia, Marc Klok Bohongi Bos Klub Eropa Tak Mau Main Bola Lagi
Persija.id

Menyikapi hal itu, Melvin Platje lantas mengejek Kevin Diks terkait keinginannya membela timnas Indonesia. “Like if you want Kevin for Timnas ???????? ????,” bilang Melvin Platje. Tak mau kalah, Kevin Diks pun membalasnya lagi, “Hahaha like if you want Melvin to be Indonesian as well! ????????“.

Selain nama-nama di atas, beberapa kolega lain yang memberi ucapan selamat adalah Rohit Chand, Victor Igbonefo, Nick Kuipers, Otavio Dutra, Aaron Evans, Antonio Teles, Ouasim Bouy, hingga Randy Wolters. Tak ketinggalan juga mantan pelatih Marc Klok semasa di PSM Makassar, Robert Rene Alberts. “Congrats Marc and now Garuda???????? good luck,” tulis Robert.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Kevin Diks dan Sandy Walsh: Bukan Kami yang ke Pemerintah, Tapi PSSI

Kevin Diks dan Sandy Walsh: Bukan Kami yang ke Pemerintah, Tapi PSSI 43

Football5Star.com, Indonesia – Duo pemain keturunan, Kevin Diks dan Sandy Walsh, masih sangat menyimpan hasrat membela Timnas Indonesia. Tapi memang, mereka saat ini mengaku kalau proses untuk mewujudkan mimpi itu sangat panjang.

Beberapa kali, pemain Fiorentina yang kini dipinjamkan ke Aarhus itu memang mengutarakan niatnya membela Timnas Indonesia. PSSI dalam laman resminya sempat menyebut kalau Diks akan sulit membela Timnas Indonesia karena sebelummya pernah main untuk Belanda U-21 di Piala Eropa U-21.

Demikian pula dengan Sandy Walsh. Namun, imipian keduanya jelas akan sulit diwujudkan. Diakui oleh Diks, kalau memang saat ini posisinya sedang menunggu dari PSSI.

Sandy Walsh Gabung Klub Utama Belgia, Begini Ungkapannya

“Bukan Sandy Walsh atau saya yang yang harus melakukan pendekatan (ke pemerintah), tapi PSSI yang melakukan prosesnya. Bukan saya yang harus datang ke PSSI. Kami berdua tertarik, dan kami menunggu apa yang akan terjadi,” ungkap Kevin Diks dikutip dari Goal.

Kevin Diks mengaku juga sempat menemui Marc Klok yang kini tinggal diresmikan saja menjadi warga negara Indonesia. Tapi diakuinya memang akan ada proses yang rumit untuk bisa bermain untuk Timnas Indonesia di pentas internasional.

“Saya pernah mengunjungi Marc Klok ketika ke Indonesia. Saya bicara pada Marc yang sebentar lagi akan menjadi WNI. Ini bukan soal ketertarikan (PSSI), tetapi prosesnya yang sulit, ini masalah sulit,” tutup dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Hasrat Kevin Diks Bela Timnas Indonesia Belum Luntur

Hasrat Kevin Diks Bela Timnas Indonesia Belum Luntur 47

Football5Star.com, Indonesia – Hasrat Kevin Diks untuk membela Timnas Indonesia masih belum luntur. Sebagai pemain keturunan, Diks berharap ada proses yang meringankan demi impiannya membela Indonesia dalam karier internasionalnya.

Beberapa kali, pemain Fiorentina yang kini dipinjamkan ke Aarhus itu memang mengutarakan niatnya membela Timnas Indonesia. PSSI dalam laman resminya sempat menyebut kalau Diks akan sulit membela Timnas Indonesia karena sebelummya pernah main untuk Belanda U-21 di Piala Eropa U-21.

Kini Kevin Diks kembali menyatakan sangat ingin membela Indonesia di pentas internasional. Dia saat ini posisinya menunggu respons dari PSSI. Diks akan sangat senang kalau PSSI bisa membantu proses naturalisasinya.

Pemain Fiorentina, Kevin Diks Ikut Komentari Naturalisasi Marc Klok Bek Keturunan Indonesia, Kevin Diks Merasa Dibohongi Pelatih AC Milan

“Saya tertarik untuk memperkuat negara dari leluhur saya. Saya pikir mereka (Kakek dan Nenek) akan bangga. Saya mau memperkuat negara leluhur saya dari nenek dan kakek saya. Bukan saya yang memutuskan, tapi PSSI,” ungkap Kevin Diks dikutip dari Goal.

Beberapa waktu lalu, Diks sendiri sempat berkomunikasi dengan Sandy Walsh. Sandy jua memang sudah sering mengutarakan hasratnya memperkuat Timnas Indonesia. Mereka mengaku satu misi ingin dinaturalisasi, yakni membawa Timnas Indonesia raih prestasi di pentas internasional.

“Saya berkomunikasi dengan Sandy tiga hari lalu, dia bilang masih kontak dengan PSSI. Dia punya masalah yang sama. Kami bicara, bagi kami ini adalah mimpi (memperkuat Indonesia),” tutup Kevin Diks.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Pemain Fiorentina, Kevin Diks Ikut Komentari Naturalisasi Marc Klok

Pemain Fiorentina, Kevin Diks Ikut Komentari Naturalisasi Marc Klok 50

Football5Star.com, Indonesia – Pemain Fiorentina, Kevin Diks, ikut komentari Marc Klok yang selangkah lagi jadi WNI (Warga Negara Indonesia). Dia tampak turut senang dengan Klok yang akan segera membela Timnas Indonesia.

Klok memang sudah jauh-jauh hari mengajukan proses naturalisasi, bahkan sejak 2019. Namun, dia baru mendapatkan lampu hijau pada Senin (5/10/2020) usai menjalani rapat virtual dengan Kemenkumham, Kemenpora dan Komisi III DPR RI.

Pemain Persija Jakarta itu pun tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya. Apalagi, Marc Klok jua baru saja bertemu dengan Ketum PSSI, Mochamad Iriawan.

Dalam Instagram pribadinya, Klok menulis, “Ofisial (bendera Belanda) soon (benderal Indonesia). Hari yang besar! Terima kasih semuanya atas dukungannya selalu #JaKlok.”

https://www.instagram.com/p/CF89NpCFlLG/

Kolom komentar Marc Klok langsung dibanjiri netizen. Bahkan, pemain keturunan Indonesia yang kini memperkuat Fiorentina, Kevin Diks, jua turut senang dengan yang dilakukan Klok. Dia hanya menuliskan emotikon tangan ke atas.

Ketua Umum (Ketum) PSSI, Mochamad Iriawan, jua sebelumnya tampaknya girang mendegar kabar Marc Klok sudah resmi dinaturalisasi. Dia menyebut kalau Klok bisa menjadi tambahan tenaga yang bagus buat Timnas Indonesia.

“PSSI ikut senang Marc Klok selangkah lagi menjadi warga negara Indonesia. Tentu ini hal yang positif bagi PSSI karena Klok bisa saja dipanggil memperkuat timnas Indonesia,” ungkap Mochamad Iriawan dikutup dari laman resmi PSSI.

PSSI Buka Kans Kevin Diks ke Timnas Indonesia, Kuncinya di Shin Tae-yong

PSSI Buka Kans Kevin Diks ke Timnas Indonesia, Kuncinya di Shin Tae-yong 54

Football5Star.com, Indonesia – PSSI kembali buka suara soal rencana naturalisasi Kevin Diks agar bisa main di Timnas Indonesia. Plt Sekjen PSSI, Yunus Nusi, mengaku kalau menyerahkan semuanya ke Shin Tae-yong, karena memang kewenangan pelatih.

Sebelumnya, PSSI sempat menyebut dalam rilisnya kalau Kevin Diks tak bisa memperkuat Timnas Indonesia karena aturan FIFA. Tapi nyatanya FIFA telah melonggarkan aturan yang memungkinkan pemain membela Timnas lain selama hanya main maksimal tiga laga kompetisi resmi tingkat A kurang dari 21 tahun.

Apalagi Kevin Diks hanya pernah membela Belanda U-21 di Piala U-21. Menanggapi hal itu, Yunus Nusi bilang kalau semuanya diserahkan kepada Shin Tae-yong. Kalau sang pelatih meminta agar Diks datang, maka PSSI akan memprosesnya.

Kevin Diks Fiorentina timnas Indonesia - ad-nl

“Secara profesional, PSSI menyerahkan kepada pelatih. Shin Tae-yong diberikan kepercayaan untuk menjadi talent scout kepada seluruh pemain yang berdarah Indonesia,” kata Yunus Nusi saat dihubungi awak media.

“PSSI menyerahkan sepenuhnya kepada Shin Tae-yong dan Direktur Teknik PSSI, Indra Sjafri, untuk menganalisis dan semua itu sudah dijalankan,” sambung dia.

Silakan kalau Shin Tae-yong, lanjut Yunus, ingin melihat kemampuan Kevin Diks karena memang ranah pelatih. PSSI dalam hal ini, kata dia, hanya mengatur soal regulasi, apakah terpenuhi atau sebaliknya.

“Misalnya, Shin Tae-yong butuh empat pemain keturunan. Kami akan lihat dan analisa. Kami akan bicarakan ke keluarganya. Kami lihat aturannya bisa atau tidak. Itu tugas PSSI. Tapi tugas utama talent scouting, untuk melihat posisi yang dibutuhkan, itu tugas pelatih. Kami tak ikut ke sana,” tutup dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

PSSI Tegaskan Tak Akan Panggil Bek Fiorentina ke Timnas Indonesia

gamespool
PSSI Tegaskan Tak Akan Panggil Bek Fiorentina ke Timnas Indonesia 59

Football5star.com Indonesia – Kabar ketertarikan Kevin Diks untuk membela timnas Indonesia sudah sampai ke telinga PSSI. Namun, pihak PSSI memastikan tak akan memanggil pemain asal klub Fiorentina itu guna membela timnas.

Memang, dalam beberapa kesempatan Kevin Diks sudah secara terbuka mengutarakan minatnya membela timnas Indonesia. Meski sudah membela timnas Belanda, tapi baru dilakoninya di level junior. Karenanya pemain berdarah Ambon itu berharap bisa bermain untuk timnas Indonesia di level senior.

Kevin DIks Belanda timnas INdonesia - Twitter @kevindiks_
Twitter @kevindiks_

Kebetulan, PSSI memang tengah getol mencari pemain yang masih memiliki hubungan darah dengan Indonesia, baik itu dari ayah atau ibunya. Namun, untuk menjelang Piala Dunia U-20 2021, PSSI lebih mementingkan pemain berusia di bawah 20 tahun.

Sementara, saat ini Kevin Diks sudah berumur 23 tahun. “Usia yang tidak mungkin kita masukkan ke dalam skuad timnas Indonesia di Piala Dunia 2021. Karena kita mencari pemain yang masih berumur 18 dan 19 tahun,” kata Plt Sekjen PSSI Yunus Nusi, dikutip Football5star.com dari laman PSSI.

PSSI Belajar dari Kasus Ezra Walian

Selain itu, kenyataan bahwa Kevin Diks pernah membela timnas Belanda di level junior pun menjadi kendala. Dalam pasal 5 Ayat 2 Statuta FIFA menyebutkan, pemain yang pernah membela negara pada kompetisi resmi FIFA tidak berhak bermain di asosiasi lain pada pertandingan internasional.

Dalam Statuta FIFA tentang status pemain yang berganti asosiasi disebutkan bahwa pemain hanya boleh sekali berganti kewarganegaraan. Sehingga dia diperkenankan membela negara lain dalam pertandingan internasional.

Ada pula syarat yang harus dipenuhi. Pemain tersebut tidak pernah bermain di pertandingan resmi Level A bersama asosiasi sebelumnya. Termasuk sebagai pengganti. Apabila pernah bermain untuk negara lain, dia tidak berhak bermain lagi untuk asosiasi barunya.

Ezra Walian - Timnas Indonesia U-23 - Medcom
Medcom

“Ini yang pernah dialami Ezra Walian sehingga gagal melakoni pertandingan-pertandingan Kualifikasi Piala Asia 2020. Ezra tidak bisa memperkuat Indonesia karena dia pernah bermain di timnas Belanda di level junior pada kompetisi resmi UEFA,” imbuh Yunus Nusi.

Cukup mirip situasinya dengan Kevin Diks, Ezra Walian tercatat pernah membela timnas U-17 Belanda pada pertandingan kualifikasi Piala Eropa U-17 2014. Berdasarkan data Transfermarkt, pemain kelahiran 22 Oktober 1997 itu telah bermain dua kali.

Pada pertandingan versus San Marino, 19 Oktober 2013, Ezra tampil selama 40 menit. Dia mencetak 5 gol saat Belanda menang 12-0. Tiga hari berselang, Ezra dimainkan pada pertandingan versus Georgia. Dia bermain 54 menit, tapi tak mencetak gol.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Soal Pola Makan Tak Sehat Pesepak Bola Indonesia, Bek Fiorentina Buka Suara

gamespool
Soal Pola Makan Tak Sehat Pesepak Bola Indonesia, Bek Fiorentina Buka Suara 63

Football5star.com Indonesia – Belakangan, isu soal asupan makanan para pesepak bola nasional tengah menjadi sorotan. Terkait hal itu, pesepak bola keturunan Indonesia yang kini berstatus pemain Fiorentina, Kevin Diks, memiliki pandangan.

Dalam wawancara di Youtube Yussa Nugraha, Kevin Diks ditanya mengenai pola makanan yang diterapkannya sejak menjadi pesepak bola profesional. Pemain berposisi bek kanan itu menyebut, untuk menghindari kebiasaan makan semaunya memang sulit.

Kevin Diks Fiorentina timnas Indonesia - ad-nl
ad.nl

Meski begitu, Kevin Diks dengan kesadaran sendiri tetap berkomitmen menjaga profesionalitas.

“Kalau musim panas atau saat off-season, agak susah mengontrol karena sering makan bersama keluarga. Kebetulan aku juga sangat menikmati makanan Indonesia. Tapi kalau sudah mulai liga aku punya asupan makanan yang teratur,” bilang Kevin Diks.

“Aku punya tim untuk itu. Dengan mereka aku bisa bekerja secara profesional. Dengan coach diet, aku lakukan banyak tes, minum suplemen. Termasuk soal asupan makanan apa yang bisa atai tidak aku makan pada malam hari, juga sebelum pertandingan. Aku lakukan agar bisa menentukan prestasiku,” papar mantan pemain Feyenoord itu menambahkan.

Di Indonesia, beberapa pekan terakhir cukup banyak pemain yang menuai kritik dari suporter akibat unggahan di medoa sosial. Terutama mereka yang mengunggah foto atau video ketika tengah menyantap menu yang dinilai kurang sehat seperti mi, gorengan, makanan pedas, dan lainnya.

Sementara itu, Kevin Diks mengaku tak terlalu ketat menjaga pola makan. Hanya saja, dia tetap berusaha mengutamakan asupan yang baik untuk kesehatannya sebagai atlet.

“Aku sebelum pertandingan tidak makan spageti. Pelatihku mengatakan bahwa makananku harus yang dekat dengan asal-usulku, yaitu makanan indonesia seperti nasi. Tubuhku menerima itu paling baik dan memberiku energi terbaik saat main,” bilang dia lagi.

Tak hanya sebelum, pola makan teratur juga dilakukan Kevin Diks selepas bertanding. “Setelah pertandingan aku harus makan yang banyak karbohidrat, seperti pasta, nasi, atau burger yang sehat. Tidak makanan yang banyak minyak. Boleh saja menikmati itu, tapi secukupnya,” ucapnya memungkasi.

https://www.instagram.com/p/CEtfVdWlK_o/

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Bek Keturunan Indonesia, Kevin Diks, Merasa Dibohongi Pelatih AC Milan

Bek Keturunan Indonesia, Kevin Diks, Merasa Dibohongi Pelatih AC Milan 67

Football5Star.com, Indonesia – Bek keturunan Indonesia, Kevin Diks, mengaku merasa dibohongi oleh pelatih AC Milan, Stefano Pioli. Hal itu saat Pioli masih menahkodai timnya Diks saat ini, Fiorentina.

Kevin Diks memang sempat keluar-masuk Fiorentina seak pertama kali datang musim 2014-2015. Salah satu masa peminjaman paling berbekas buat bek 23 tahun itu ialah saat memperkuat Feyenoord. Dia di sana mendapatkan pengalaman jadi juara Piala Belanda dan Piala Super Belanda serta main di Liga Champions.

Diks menyebut kalau membela Feyenoord sangat berharga dalam kariernya. Apalagi, selama di sana dia pernah bermain di markas Manchester City hingga Napoli.

“Saya ke Feyenoord selama 1 tahun. Musim yang bagus, naik turun dan banyak belajar. Tentu pengalaman indah seperti main di Liga Champions, saya main hampir di semua pertandingan tandang, seperti Manchester City, Shakhtar Donetsk, Napoli,” ungkap Kevin Diks dikutip dari YouTube Yussa Nugraha.

Bek Keturunan Indonesia, Kevin Diks Merasa Dibohongi Pelatih AC Milan

“Memenangi Piala Belanda (KNVB) bersama Feyenoord, dan juga setelah itu saya ikut latihan timnas Belanda, trial di Jong Oranje,” sambung bek yang memiliki keturunan Indonesia kakek dan nenek dari sang ibu itu.

Akan tetapi ada satu hal yang mengganjal dari Kevin Diks. Dia pernah dijanjikan Stefano Pioli yang kini menahkodai AC Milan untuk jadi andalan di Fiorentina. Padahal, saat itu dia memiliki opsi untuk bertahan bersama Feyenoord.

“Saya berkata ke agen saya, ingin kembali ke Fiorentina dan ikut pramusim. Akhirnya saya bermain di pramusim, dan pelatih bilang waktu itu (Stefano Pioli), ‘Anda nggak boleh pergi kamu bek lapis kedua, saya lihat potensi Anda’,” cerita Diks.

“Saya menghormati itu (kata-kata Pioli) dan saya tetap di Fiorentina. Tapi pada akhirnya saya tak pernah dapat menit bermain, yang saya masih belum mengerti (penyebabnya) sampai hari ini,” tutup Kevin Diks.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Pemain Fiorentina Kirim Ancaman kepada PSSI

gamespool
Pemain Fiorentina Kirim Ancaman kepada PSSI 72

Football5star.com Indonesia – Kevin Diks cukup dikenal sebagai pesepak bola Belanda yang memiliki darah Indonesia. Dia pun pernah menegaskan keinginannya membela timnas Indonesia. Hal itu pula yang membuat Diks tak ragu mengirimkan ancaman kepada PSSI.

Belakangan, PSSI memang dikabarkan kembali menggencarkan proses naturalisasi untuk timnas Indonesia. Termasuk memanggil pemain yang memiliki darah Indonesia. Dua nama sudah mendapat panggilan, yakni Elkann Baggott dan Jack Brown. Nama lain diyakini menyusul.

Memang, tidak sedikit pesepak bola Eropa yang memiliki garis keturunan Indonesia. Salah satunya adalah Kevin Diks. Pemain yang berposisi sebagai bek kanan ini meniti karier bersama Vitesse hingga berprestasi di Feyenoord.

Saat ini, Kevin Diks masih terdaftar sebagai pemain Fiorentina, salah satu klub besar di Italia. Memang, kariernya di Fiorentina tidak terlalu baik.

Kevin DIks Belanda timnas INdonesia1 - Twitter @kevindiks_
Twitter @kevindiks_

Sejak hijrah ke Italia pada 2016, dia baru dua kali dimainkan oleh tim berjuluk La Viola tersebut. Salah satu penghambat kariernya adalah cedera lutut, yang bahkan sempat mengharuskannya absen 1,5 tahun.

Kariernya sejak saat itu lebih sering dipinjamkan ke klub lain seperti kembali ke Vitesse, lalu juga Feyenoord, Empoli, dan Aarhus. Musim lalu, Diks dipinjamkan ke klub Denmark, Aarhus, dan bermain 21 penampilan dengan torehan 1 gol serta 1 assist.

Penyebab Kevin Diks Belum Membela Timnas Indonesia

Belakangan, nama Kevin Diks kembali santer dikabarkan menjadi salah satu kandidat untuk dipanggil ke timnas Indonesia. Pemuda berdarah Ambon itu pun antusias. Memiliki darah Indonesia dari sang ibu membuatnya berhasrat bisa membela panji Merah Putih.

“Mamaku Indonesia, nama belakangnya Bakarbessy. Opa dan omaku (kakek dan nenek) orang Indonesia. Aku dua kali ke Indonesia. Saat pertama ke sana, aku merasa aneh. Aku baru sekali datang tapi merasakan ada ikatan yang kuat,” bilang Kevin Diks, seperti dikutip Football5star.com dalam wawancara di Youtube Yussa Nugraha.

Kevin DIks Belanda timnas INdonesia - Twitter @kevindiks_
Twitter @kevindiks_

Meski berkeinginan kuat membela timnas Indonesia, Diks mengaku belum mendapat panggilan dari PSSI selaku otoritas berwenang. Bahkan, dia mengirim ancaman kepada PSSI agar segera mungkin menghubungi jika memang menginginkan tenaganya.

“Aku selalu mengatakan terbuka untuk gabung timnas Indonesia. Tapi selama PSSI tidak mengontak, ya aku juga tidak perlu memikirkan atau menjawab itu. Aku sudah bilang ke agenku tidak bisa menolak jika ada panggilan itu. Tapi, mereka (PSSI) harus bergerak cepat. Kalau tidak, ya tidak tahu apa yang akan terjadi dengan karierku nanti,” urai Kevin Diks.

Ancaman itu dilontarkan karena Kevin Diks juga masih memiliki kesempatan membela timnas Belanda. Dia sudah mencicipi karier di timnas Belanda level usia U-19 sampai U-21.

Jika panggilan dari timnas senior Belanda datang lebih dahulu, bukan mustahil dia akan menyambutnya. Jika caps bersama De Oranje akhirnya diraih, harapan timnas Indonesia untuk memakai jasa Kevin Diks dipastikan tertutup.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Alami Kondisi Miris, Bek Berdarah Indonesia Minta Saran kepada Pemain Inter Milan

dinasti
Alami Kondisi Miris, Bek Berdarah Indonesia Minta Saran kepada Pemain Inter Milan 76

Football5star.com, Indonesia – Bek Inter Milan asal Belanda, Stefan de Vrij diakui oleh pemain berdarah Indonesia, Kevin Diks memberinya saran penting terkait masalah cedera lutut yang ia alami saat bermain di Fiorentina.

Menurut Diks seperti dikutip Football5star.com dari voetbalprimeur, Jumat (10/7/2020) dirinya sempat mengunjungi Vrij di Milan. Dalam kunjungan tersebut, Diks mendapat nasihat dari Vrij agar segera mengobati cedera lututnya di Belgia.

Alami Kondisi Miris, Bek Berdarah Indonesia Minta Saran kepada Pemain Inter Milan
gandstand.nl

“Saya mengunjungi Stefan (de Vrij) di Milan. Dia mengatakan bahwa saya harus mencari bantuan eksternal dan itu adalah saran penting. Saya pergi ke Belgia untuk meminta bantuan di sana,” ucap pemain yang saat ini bermain di Liga Denmark bersama Aarhus GF.

Kondisi Diks sendiri memang belum pulih betul dari cedera lutut yang ia alami. Menurutnya keputusan untuk menjadi pemain pinjaman di Aarhus GF ialah keputusan penting untuknya.

Ia menyebut bahwa kondisi cedera lutut membuatnya tak nyaman berada di Fiorentina. Bek kanan ini pun mengaku bahwa dirinya saat ini memang masih memiliki kontrak satu tahun dengan Fiorentina, namun ia tak terlalu berharap kontrak tersebut akan diperpanjang.

“Saya ingin bermain dan itu lebih mudah di sini dibanding di Serie A. Denmark telah menjadi pilihan karier saya. Saya telah berjuang dalam beberapa bulan terakhir,” ungkapnya.

“Saat ini saya tidak fokus kepada Fiorentina dan tidak ingin terlalu melihat lebih jauh di masa depan. Saya harus lebih realistis melihat ini semua,” tambah Diks.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]



Pesepak Bola Eropa Ramai-ramai Serbu Indonesia

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Selama musim panas tahun ini, beberapa pesepak bola Eropa ramai-ramai menyerbu Indonesia. Mereka memilih Indonesia sebagai destinasi liburan sebelum kembali berlatih dalam persiapan menyambut musim baru.

Di antara mereka yang memilih berlibur ke Indonesia adalah pesepak bola Eropa asal Empoli, Kevin Diks. Pria berusia 22 tahun yang baru saja mengantarkan Empoli promosi ke Serie A sudah mengunggah foto-foto liburannya di salah satu lokasi wisata di Indonesia.

Kevin Diks bahkan mengunggah sampai enam foto di akun Instagram-nya @kevindiks2. Dilihat dari lokasi yang dibagikan, pemain Belanda berdarah Indonesia itu memilih Raja Ampat sebagai tempat berlibur.

https://www.instagram.com/p/Byz9kaFpOpU/
https://www.instagram.com/p/BygQJqEIdcu/

Kevin Diks tak sendirian berlibur ke Raja Ampat. Dalam salah satu unggahan, terlihat juga pemain asal klub Feyenoord, Bart Nieuwkoop. Diperkuat lagi ketika Bart Nieuwkoop juga mengunggah foto liburannya di Raja Ampat di laman Instagram pribadinya @bartnieuwkoop.

Kevin Diks dan Bart Nieuwkoop ternyata berlibur bersama ke Indonesia. “Vacation 2019,” tulis Kevin Diks dalam keterangan salah satu fotonya. “This was it! What a great holiday this was… ???????????????? I am fully charged and ready to get back and get fit for the new season ! ????????,” bunyi keterangan untuk foto lainnya.

https://www.instagram.com/p/ByXEP7kiu1e/

Calvin Verdonk Pilih Berlibur ke Bali

Selain Kevin Diks dan Bart Nieuwkoop, ada satu lagi pesepak bola Eropa yang memilih Indonesia sebagai destinasi liburan. Dia adalah rekan setim Bart Nieuwkoop di Feyenoord, Calvin Verdonk.

Calvin Verdonk, yang juga masih memiliki darah Indonesia, tak sejalan dengan dua rekannya dalam hal pilihan lokasi. Selama liburan musim panas tahun ini, pemain berusia 22 tahu itu memilih Bali sebagai tempat melepas penat setelah satu musim berkompetisi.

Bali is more than a place. It’s a mood, it’s magical. It’s a tropical state of mind. #bali,” tulisnya dalam salah satu foto di akun @calvinverdonk24.

https://www.instagram.com/p/ByZ8sp8icZt/

Di luar ketiga pesepak bola Eropa tersebut, kemungkinan masih ada lagi lainnya yang berlibur di Indonesia. Sudah menjadi rahasia umum pula, Indonesia, khususnya Bali atau Raja Ampat, memang menjadi surga bagi para penikmat alam yang ingin menikmati liburan.

Bahkan, wanita seksi yang menjadi penyusup pada final Liga Champions 2018-2019 di Madrid, Kinsey Wolanski, pun sempat berlibur ke Bali, Indonesia. Momen liburan itu terjadi sebelum Kinsey Wolanski melancarkan aksinya mengusik pertandingan Liverpool vs Tottenham Hotspur di Stadion Wanda Metropoliano.

https://www.instagram.com/p/ByLG7B9p07c/
https://www.instagram.com/p/Bx_frVUJMRM/

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]