Gantikan Kurniawan Dwi Yulianto, Ong Kim Swee Letak Jabatan Dirtek FAM

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com Indonesia – Setelah memecat Kurniawan Dwi Yulianto, Sabah FC segera memiliki pelatih kepala baru. Dia adalah mantan pelatih timnas Malaysia, Ong Kim Swee, yang baru saja menanggalkan jabatan direktur teknik FAM demi menerima pinangan Sabah.

Pada Jumat (10/9), FAM selaku induk organisasi sepak bola Malaysia, mengumumkan pengunduran diri Kim Swee dari posisi dirtek. Surat mundur disampaikan Kim Swee kepada Sekretraris Jenderal FAM, Mohd Saifuddin Abu Bakar, dan langsung dikabulkan oleh seluruh pengurus.

Presiden SAFA Datuk Seri Bung Moktar Radin, Ong Kim Swee, Kurniawan Dwi Yulianto, Sabah FC - Facebook Sabah FC
Facebook Sabah FC

“FAM mengucapkan terima kasih kepada Kim Swee atas pengorbanan dan jasanya serta mendoakan dia sukses dalam karier barunya bersama Sabah FC,” bilang Mohd Saifuddin Abu Bakar, dikutip Football5star dari laman resmi FAM.

Melalui surat pengunduran diri tersebut, Kim Swee mengakhiri masa baktinya bersama FAM yang sudah diemban sejak 2007. Selama 14 tahun, dia sudah menjabat berbagai peran di FAM, termasuk pelatih timnas Malaysia sejak level U-16 hingga senior.

Sehari setelah surat pengunduran diri itu, Kim Swee langsung didaulat sebagai pelatih kepala baru Sabah FC. Dia akan menggantikan pelatih asal Indonesia, Kurniawan, yang didepak dari posisinya beberapa waktu lalu.

Ong Kim Swee Tak Langsung Gantikan Tugas Kurniawan Dwi Yulianto

Kurniawan Dwi Yulianto Sabah FC - Facebook Sabah Football CLub
Facebook Sabah Football CLub

Namun, Kim Swee tak akan langsung mengisi posisi tersebut dalam waktu dekat. Sampai tugasnya dimulai pada 1 Oktober, Sabah masih akan ditangani duet karteker pelatih Burhan Ajui dan Julius Ating.

Keputusan Sabah meminang Kim Swee juga mendapat dukungan penuh dari Presiden Persatuan Sepak Bola Sabah (SAFA), Datuk Seri Bung Moktar Radin. Dia yakin, Kim Swee yang pernah bermain untuk Sabah pada era 1990-an, bisa mengangkat prestasi Saddil Ramdani dan kawan-kawan.

“SAFA selalu mengharapkan kehadiran Kim Swee dan kami yakin dia bisa membangun Sabah FC menjadi tim yang tangguh dan bisa bersaing di pentas sepak bola negeri ini,” ucap Bung Moktar, seperti dikutip dari BH Online.

Ong Kim Swee Pernah Bungkam Timnas U-23 Indonesia di SUGBK

Nama Ong Kim Swee terbilang cukup harum di Malaysia, bahkan hingga Asia Tenggara. Dia dikenal sebagai pelatih yang banyak memunculkan talenta-talenta muda melalui Sekolah Sukan Bukit Jalil (SSBJ).

Kariernya menapak naik sejak didaulat menangani timnas U-23 Malaysia hingga merebut medali emas cabang sepak bola SEA Games 2011. Medali emas itu diraih anak asuh Kim Swee di atas rumput Stadion Utama Gelora Bung Karno setelah mempermalukan timnas U-23 Indonesia pada partai final (21/11/2011).

Timnas-Indonesia-vs-Malaysia-SEA-Games-2011-final-IRAWAN
Irawan/Football5star

Keberhasilan pria yang karib disapa OKS itu sekaligus mencoreng harga diri Indonesia. Bagaimana tidak, anak asuh Rahmad Darmawan melangkah ke final usai menaklukkan Vietnam pada semifinal. Selain itu, Andik Vermansah dan kawan-kawan juga bertekad membalas kekalahan dari Malaysia pada fase grup.

Apa lacur. Timnas U-23 Indonesia yang unggul lebih dahulu melalui gol Gunawan Dwi Cahyo, dipaksa takluk melalui drama adu penalti. Tim besutan OKS merengkuh medali emas berkat kemenangan 4-3 pada adu penalti tersebut, di hadapan puluhan ribu suporter Indonesia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Penuhi Target Sabah FC Tapi Dipecat, Kurniawan Dwi Yulianto Diburu Klub Lain

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Kurniawan Dwi Yulianto ternyata tak kehilangan peminat meski kehilangan posisinya sebagai pelatih Sabah FC. Dia mengaku saat ini sudah berkomunikasi dengan beberapa klub.

Meski menelan serangkaian hasil minor, Sabah dinyatakan tetap lolos dari jurang degradasi. Tersisa satu pertandingan di Liga Super Malaysia, poin Sabah tak akan bisa dikejar oleh Perak FC maupun UiTM. Kini, Sabah memiliki 19 poin, sedang Perak 13 angka.

Kurniawan Dwi Yulianto Mengaku Dipecat Sabah FC Cuma via Telepon

Nah sebenarnya keberhasilan Sabah itu tak lepas dari Kurniawan Dwi Yulianto. Meski memang, rekor Sabah bersamanya kurang begitu baik. Musim ini Kurniawan cuma mampu membawa Sabah meraih empat kemenangan, tujuh imbang, dan sembilan kekalahan dalam 20 laga.

Sabah FC - Kurniawan Dwi Yulianto - @officialsabahfc

Ketika ditanya soal keberhasilan Sabah bertahan di Liga Super Malaysia oleh Football5Star.com, Kurniawan cuma menjawab, “Alhamdulillah.” Namun, Kurniawan tak menampik saat ini sudah ada beberapa tawaran yang datang untuknya.

“Memang ada beberapa tawaran melatih. Namun, masih menunggu semua selesai dahulu,” tambah dia.

Kurniawan Dwi Yulianto Masih di Malaysia

Kurniawan sendiri saat ini masih berada di Malaysia. Namun, dia belum mengetahui soal rencananya ke depan usai tak lagi menjabat sebagai nakhoda Sabah FC.

Penuhi Target Sabah FC Tapi Dipecat, Kurniawan Dwi Yulianto Diburu Klub Lain

“Rencana ke depan jujur saya belum tahu. Saya juga masih harus menyelesaikan beberapa hal administrasi terlebih dahulu di sini,” tutup Kurniawan Dwi Yulianto.

Sabah FC Dibantai Selangor, Fans Heran Kurniawan Dwi Yulianto Dipecat

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Keputusan Sabah FC memberhentikan Kurniawan Dwi Yulianto dari kursi kepelatihan bikin fans masih bertanya-tanya. Apalagi, selepas Kurniawan tercelat dari kursinya, Sabah tak jua tampil membaik.

Seperti diketahui, Kurniawan memang harus diistirahatkan sebagai nakhoda Sabah karena rentetan hasil minor yang diraih tim. Posisinya lantas digantikan oleh Jelius Ating sebagai karteker.

Sabah FC Dibantai Selangor, Fans Heran Kurniawan Dwi Yulianto Dipecat

Akan tetapi, nyatanya permainan Sabah tak membaik bahkan terus menurun. Teranyar, mereka digulung enam gol tanpa balas oleh Selangor FC di markas sendiri, Minggu (5/9/2021). Terlebih, dalam laga itu, tak ada nama Saddil Ramdani yang biasanya selalu jadi andalan.

Sabah FC Dibantai Selangor, Fans Heran Kurniawan Dwi Yulianto Dipecat

Lepas buang Kurniawan dan txde Saddil, Sabah kena rogol 0-6.. mantap bosku,” tulis @pieroyogi. “Letak la Jose Mourinho pn kalau player xda desire utk main silap2 keteguran Mourinho 1season,” @azhar_ruhaizad.

“Jangan kasi rehat coach ja, kasi rehat terus team 😂,” @syazrilyzd.

Sabah FC Lolos Degradasi Berkat Kurniawan Dwi Yulianto

Meski menelan serangkaian hasil minor, Sabah dinyatakan tetap lolos dari jurang degradasi. Tersisa satu pertandingan di Liga Super Malaysia, poin Sabah tak akan bisa dikejar oleh Perak FC maupun UiTM.

Sabah FC Dibantai Selangor, Fans Heran Kurniawan Dwi Yulianto Dipecat

Kini, Sabah memiliki 19 poin, sedang Perak 13 angka. Hal itu sebenarnya tak lepas dari Kurniawan Dwi Yulianto. Meski memang, rekor Sabah bersamanya kurang begitu baik.

Musim ini Kurniawan cuma mampu membawa Sabah meraih empat kemenangan, tujuh imbang, dan sembilan kekalahan dalam 20 laga.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Kurniawan Dwi Yulianto Mengaku Dipecat Sabah FC Cuma via Telepon

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Kurniawan Dwi Yulianto mengaku dipecat oleh Sabah FC cuma melalui telepon saja. Namun, dia tak menampik kalau hasil buruk Sabah menjadi salah satu alasan manajemen memberhentikannya,

Seperti diberitakan sebelumnya, Kurniawan memang harus angkat kaki dari kursi kepelatihan Sabah FC. Hal itu menyusul serangkaian hasil minor Sabah di Liga Super Malaysia 2021-22.

Kurniawan Dwi Yulianto Mengaku Dipecat Sabah FC Cuma via Telepon

Sabah baru saja berpuasa kemenangan dalam delapan pertandingan secara beruntun. Teranyar, mereka bahkan dibantai empat gol tanpa balas oleh UiTM. Kekalahan telak Sabah itu akhirnya membuat Kurniawan harus lengser dari jabatannya.

Pesan Haru Kurniawan Dwi Yulianto kepada Saddil Ramdani Sebelum Tinggalkan Malaysia

“Kami sudah 8 laga tak menang. Manajemen ambil keputusan untuk mengistirahatkan, bahasanya. Saya bilang tidak masalah. Jika keputusan manajemen seperti itu. Itu resiko suatu pekerjaan. Saya tanggung jawab untuk performa tim. Sebatas itu by phone,” ungkap Kurniawan Dwi Yulianto saat dihubungi awak media.

Kurniawan Dwi Yulianto Dua Kali Cabut dari Sabah

Ini adalah kali kedua Kurniawan pergi dari Sabah FC sebagai pelatih. Pada musim lalu, jasanya sempat tak lagi dipakai oleh klub Malaysia Super League.

Sabah FC - Kurniawan Dwi Yulianto - @officialsabahfc

Posisinya sempat digantikan oleh Lucas Kallang Laeng mulai bulan Desember 2020. Namun CEO baru, Khairul Firdaus mengajak Kurniawan untuk kembali memimpin Sabah.

Kini, dia pun kembali harus pergi meninggalkan Sabah buntut rentetan hasil minor. Musim ini Kurniawan cuma mampu membawa Sabah meraih dua kemenangan, tiga imbang, dan enam kekalahan dalam 11 laga. Mereka kini cuma berselisih dua angka saja dari zona merah yang ditempati Felda United.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Sebelum Tinggalkan Malaysia, Kurniawan Dwi Yulianto Beri Pesan kepada Saddil Ramdani

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Kurniawan Dwi Yulianto memberikan satu pesan menyentuh kepada Saddil Ramdani sebelum meninggalkan Malaysia. Dia ingin Saddil berjuang untuk kariernya ke depan.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kurniawan memang harus angkat kaki dari kursi kepelatihan Sabah FC. Hal itu menyusul serangkaian hasil minor Sabah di Liga Super Malaysia 2021-22.

Sebelum Tinggalkan Malaysia, Kurniawan Dwi Yulianto Beri Pesan kepada Saddil Ramdani

Sabah baru saja berpuasa kemenangan dalam delapan pertandingan secara beruntun. Teranyar, mereka bahkan dibantai empat gol tanpa balas oleh UiTM. Kekalahan telak Sabah itu akhirnya membuat Kurniawan harus lengser dari jabatannya.

Kurniawan Dwi Yulianto Saddil Ramdani Sabah FC - Instagram @saddilramdanii

Usai Kurniawan dipecat, nasib Saddil jelas menjadi pertanyaan. Saddil sebelumnya juga mendoakan agar Kurniawan bisa sukses di klub berikutnya.

Kurniawan Dwi Yulianto Doakan Saddil Ramdani

Sebelum tinggalkan Malaysia, Kurniawan tampaknya mengundang Saddil untuk sekadar makan malam. Hal itu terlihat dalam Instagram Story yang diunggah Saddil.

Sebelum Tinggalkan Malaysia, Kurniawan Dwi Yulianto Beri Pesan kepada Saddil Ramdani

“Hati-hati kalau pulang bun, makasih makan malamnya. @qana_kurniawan @kurniawanqana. Doain kami yang terbaik selalu di sini,” tulis Saddil.

Kurniawan pun memberi sebuah pesan haru buat Saddil saat mengunggah ulang Instagram Story tersebut. “Terus berjuang Saddil untuk masa depanmu,” tutup Kurniawan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Pecat Kurniawan Dwi Yulianto, Sabah FC Dikecam Ribuan Penyokongnya dari Malaysia

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com Indonesia – Keputusan Sabah FC memecat Kurniawan Dwi Yulianto ternyata memicu kekecewaan dari para penyokong asal Malaysia. Mereka kompak menyuarakan yang seharusnya bercermin adalah manajemen dan bukannya memecat pelatih.

Seperti diketahui, Kurniawan direhatkan dari kursi pelatih menyusul rentetan hasil negatif yang diraih Sabah. Bagaimana tidak, dari 8 pertandigan terakhir di Liga Super Malaysia, Sabah tak lagi mampu meraih kemenangan.

UiTM vs Sabah FC, Saddil Ramdani - Facebook Sabah Football Club
Kurniawan Dwi Yulianto Sabah FC – Facebook Sabah Football CLub

Lebih miris lagi, mereka menderita 5 kekalahan di antaranya, termasuk takluk 0-4 dari penghuni juru kunci klasemen, UiTM, Sabtu (28/8). Selepas kekalahan itu, Sabah langsung membebastugaskan Kurniawan dan menggantinya dengan pelatih sementara, Burhan Ajui.

Burhan akan memimpin pasukan Sabah sampai Jelius Ating ditunjuk sebagai pelatih kepala yang baru. “Sabah berharap agar semua pihak khususnya penyokong senantiasa memberikan sokongan padu serta kepercayaan kepada pasukan dan mengembalikan prestasi cemerlang mereka dalam tempoh terdekat,” bunyi pernyataan Sabah, dikutip Football5star dari laman Facebook Sabah Football Club.

Kurniawan Dwi Yulianto Sabah FC - Hmetro.my
Hmetro.my

Namun, harapan Sabah guna mendapat dukungan dari penyokong aluas suporter, tak sepenuhnya berhasil. Dalam unggahan pernyataan resmi tersebut, ada lebih dari 1.100 komentar membanjiri. Hampir semuanya justru lebih banyak yang menyudutkan manajemen.

Berikut Komentar Penyokong Sabah FC Perihal Pemecatan Kurniawan Dwi Yulianto:

Saimon Adip: Malaikat sekali pun yg jadi pengurus dan jurulatih latih Sabah …jika pemain tidak ada komitmen dan semangat ,.. tetap tidak ada kejayaan…

Henryel Yeson Monginzin: Menghentikan jurulatih tidak tepat kalau semua pemain di kekalkan nanti buat sumpahan ka.u pun kalah juga itu jangan bodoh macam babi…

Hans DN: Dah mau habis musim , rasanya tindakan begini lagi membawa padah pada pasukan…..masalah dalaman sabah fc itu yg harus diselesaikan terutama persoalan mengenai Gaji..cuma ada 2 perlawanan yg tinggal ,apa yg Sabah fc expect dengan menukar jurulatih? Kesalahan dan kekalahan itu sebenarnya dari dalaman Sabah fc itu sendiri ,bukan dari barisan kejurulatihan…

IncenT Vincent: Kurniawan bagus bah suda bawa Sabah kekal d liga super…dari kedudukan 11 zone penyingkiran dia bawa Sabah Smpai kedudukan ke 7 ok LA tu.

James Jim: Bikin panas sama penyokong saja… Jangan jadi wakil sabah kalau inda mampu.. bagus bubarr saja ni team palui ni.. team tadika.

Thomas Lawandai: Bukan jurulatih yang perlu direhatkan tepi presiden dan ajknya perlu berhenti secara terhormat.

Denny Dwi: Sepertinya bukan coach tetapi memanglah pemain sudah nampak penat Cuba lah ganti coach apakah ada perubahan coach sekelas pep Guardiola pun nak mustahil???

Boy ThOny: Bkn masalah jurulatih ..pengurusan yg Perlu tukar … Pengurusan ckap saja besar tapi buat kerja tdk fhm ..masalah pemain pun tdk terjaga .. politik dan rasuah saja pandai buat.

Michael Jaungin: Bagi pendapat saya bukan coach yg masalah ni..tetapi pemain..dan disebalik prestasi pemain yang kurag memberansangkan…ada sesuatu yg jadi punca..

Naufal Farhi Azka: Coach jadi mangsa untuk menutup segala kelemahan pihak pengurusan…

Yusuf Ahmad: menutup malu ka tu Sabah Football Club.tu coach yg km kasi jadi kambing hitam arh.pintar otak km .patut pun bola sepak sabah xpndai maju2 😂

Suffian Abu Sammah: Pandangan saya bukan jurulatih ya bermasalah.. pemain bermasalah.. saya tegok semlm last defend yang ganti c jepun macam tiada kualiti pertahanan.. senang2 tembus… Satu lagi gaji tu bos.. kasi lancar bha.. macam mana pemain mahu semangat kalau gaji macam siput..aduiii na.

Kurniawan Dwi Yulianto Sabah FC - Facebook Sabah Football CLub
Facebook Sabah Football CLub

Vixtor Kayne: 10 kali tukar coach pun kalau management hancur… Sama juga cerita dia. Masalah team sabah ni, tidak pandai blajar dari kesilapan. Disiplin pun kurang. Mcmana mau maju. Bagus lagi main pes.

Ron Ny: Napa coach yg di rehatkan… Sepatutnya pemain yg inda Bole main yg direhatkan… Biar pun si burhan coach kalau sabah main inda buli.. Tetap inda Bole… Pemain yg patut tukar bukan coach…

Syahran Saharudin: Bukan masalah coach . Masalah Management. Sedar diri la sikit.

Mhd FJan: Coach jdi sasaran.. Padahal pemain sedia ada yg macm…. Pengurusan pun sama harus berehat juga.

Valen Lester Raji: bukan masalah coach..ni masalah pihak pengurusan..coach pla jd sasaran. Ingat kmi penyokong tidak tau masalah dalaman ka..? lama sdah ni berlanjutan..sedar la sikit..hahahah.

Nor Razz: Bgi saya kurniawan suda buat yg terbaik untuk team.. tpi pemain yg sedia ada dlm team sabah belum mampu bgi saingan dlm liga.. pihak pengurusan harus bijak dlm pemilihan pemain musim depan… Jgn balik2 muka yg sama sja sarung jersey sabah.

Annuarulai: Enta la…yg mslah pengurusan..knpa lagi jurulatih yg kc rehat..tukar pun juru latih msi lagi ada mslh ..fikir la ba..ksian pemain dngan jurulatih..tiap hari latihan…kadang berjauhan lagi dngan keluarg…cuba la cari jln penyelesaian..

Pama Koygon: Marah nampak…marah kena kecam penyokong ka itu…buat apa tukar jurulatih…bukan masalah jurulatih rasanya tapi pengurusan Dan gaji pemain dan pemain yg bermain dalam Padang…jurulatih sudah atur semua tapi pemain yg tidal Pro…kucar kacir mcm lupa teknik Main bola atau sengaja…tu pertahanan pun bagus Tokyo jadi tunggak utama…

Kurniawan Dwi Yulianto Sabah FC - Facebook Sabah Football Club
Facebook Sabah Football Club

Md Zareef RaFael: Apa yg sy lihat coach kurnia suda menjalankn tanggungjwab yg baik cuma pemain2 tempatan kita tidak perform spt pemain tempatan team liga super yg lain. Pemain perlu dirotation utk mengekalkan stamina pemain tetapi kita tidak mempunyai pemain simpanan yg bole menggalas tanggujawab sperti pemain Utama.

Adam Khusairie: Sial la pengurusan jadikan Kurniawan kambing hitam. Pemain tu jd begitu di sebabkan pengurusan yg gagal jaga kebajikan pemain. Itu CEO bagus letak jawatan la klu x pandai manage club. Bodoh punya pengurusan sabah fc.

Arif Yadiy Bitis: Coach bukan masalah, ini masalah mentaliti pemain. Cerita pengalaman, Coach Kurniawan jauh meninggalkan semua. Kalau dilihat ada beberapa sahaja pemain yang menyerlah, selainnya sangat hambar terutama pemain tempatan yang berumur. Academy muda diutamakan investment sepatutnya.

Misran Shaari: Kurniawan pun tidak teringin lah mahu handal club yang bermasalah mcm ni.. kebajikan pemain pun tidak boleh jaga bagus bubar dan delete page ni. Bikin malu saja buat page di fb tapi bermasalah.

Armira Sesillia: Padahal untuk tim yg baru naik kasta , hasil pencapaian pun sudah lumayan, dan bisa bertahan di liga teratas sudah cukup baik. Semoga saddil juga keluar dan cari klub yg lebih baik.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Pesan Menyentuh Saddil Ramdani Setelah Kurniawan Dwi Yulianto Dipecat Sabah FC

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com Indonesia – Pemain Sabah FC, Saddil Ramdani, turut bereaksi terhadap pemecatan Kurniawan Dwi Yulianto. Winger asal Indonesia itu lantas menuliskan pesan menyentuh di akun instagram pribadinya.

Hubungan Saddil dengan Kurniawan memang terbilang sangat dekat. Bahkan melebihi antara pemain dan pelatih. Saddil, beberapa waktu lalu juga sempat menyatakan komitmennya terhadap Sabah karena ingin membantu tugas Kurniawan.

Kurniawan Dwi Yulianto Sabah FC - Facebook Sabah Football Club
Facebook Sabah Football Club

Tak heran, ketika Kurniawan akhirnya dibebastugaskan dari peran pelatih kepala Sabah, Saddil lantas bereaksi. Melalui unggahan di instagram pribadinya, mantan Bhayangkara FC itu menuliskan panjang lebar pesan menyentuh untuk sang pelatih.

“Waktu akan terus berlalu meski duniamu tak mengizinkan itu, tapi tuhan punya rencananya sendiri. Jangan terlalu meratapi sebuah kata pisah karena sebabnya akan ada sapaan yang datang dan akan jauh lebih Indah untukmu ♥️,” tulisnya, dikutip Football5star dari akun @saddilramdanii.

Doa Saddil Ramdani kepada Kurniawan: Ya Allah Jagalah Dia

“Terimaksih orang tuaku yang telah banyak merubahku kearah yang lebih baik dan menjadi seseorang yang ber tanggung jawab, terimaksih motivasi, kasih sayangnya untuk aku dan kami semua disni aku berharap yang terbaik untukmu coach,” lanjut Saddil.

Kurniawan Dwi Yulianto Pergi, Bagaimana Nasib Saddil Ramdani?

Sejauh ini, Saddil belum membuat sikap apakah akan bertahan di Sabah sepeninggal Kurniawan. Opsi bertahan memang lebih besar karena beberapa waktu lalu dia baru saja meneken kontrak baru dengan kenaikan gaji bersama Sabah.

Meski pada akhirnya tak lagi bisa membantu Kurniawan, Saddil berjanji akan tetap memberi dukungan penuh. “Percayalah aku bersamamu♥️♥️,” bilang Saddil menutup pesan di instagramnya untuk sang pelatih.

Saddil Ramdani JDT vs Sabah FC - Sabah Football Club
Facebook Sabah Football Club

Merespons unggahan tersebut, Kurniawan tak banyak memberikan komentar. Dia hanya membubuhkan simbol tiga hati di dalam kolom komentar instagram Saddil tersebut.

Bahkan, salah satu penyokong Sabah FC asal Malaysia, juga turut memberikan semangat untuk karier Kurniawan. “Terima kasih atas segala ilmu & keringat yg dicurahkan serta kenangan yg indah. Yang pasti ini bukan pengakhiran. Tetap semangat ❤️ @kurniawanqana,” tulis @ratu_amri.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Sabah FC Depak Kurniawan Dwi Yulianto Karena Telanjur Kecewa Berat

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com Indonesia – Pelatih asal Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto sudah resmi dipecat Sabah FC. Alasannya, manajemen telanjur kecewa berat dengan pencapaian klub dalam beberapa laga terakhir.

Performa Sabah memang tengah terpuruk, terutama dalam 8 pertandingan terakhir di Liga Super Malaysia. Sabah melewati delapan laga itu tanpa kemenangan dan bahkan menelan 5 kekalahan.

UiTM vs Sabah FC, Saddil Ramdani - Facebook Sabah Football Club
Facebook Sabah Football Club

Termasuk tiga kekalahan beruntun dari Johor Darul Ta’zim, Penang FC, dan UiTM. Selama 8 laga itu, mereka cuma bisa mencetak 3 gol dan kebobolan 14 gol! Kekalahan 0-4 di kandang UiTM pada Sabtu (28/8), sekaligus menjadi yang paling telak diderita Sabah di Liga Super Malaysia musim ini.

Akibat rentetan hasil negatif tersebut, Sabah belum beranjak dari papan tengah klasemen, tepatnya di peringkat ke-7 dengan 19 poin dari 20 laga. Sementara UiTM, meski menang telak, masih berkutat di dasar klasemen dengan 9 poin dari 19 laga.

Pengurus Sabah, Marzuki Nasir, mengatakan bahwa pihak klub sudah sangat kecewa dengan deretan pencapaian minor itu. Situasi itu yang melatari keputusan untuk mengistirahatkan Kurniawan dari jabatan pelatih kepala.

Kurniawan Dwi Yulianto Sabah FC - Facebook Sabah Football Club
Facebook Sabah Football Club

“Keputusan ini dibuat demi kebaikan pemain dan ofisial yang senantiasa mendapat perhatian dari pihak pengurus,” bilang Marzuki Nasir, dkutip Football5star dari BH Online.

Sabah FC Sudah Siapkan Duet Pelatih Pengganti Kurniawan Dwi Yulianto

Setelah Kurniawan direhatkan, Sabah menunjuk Burhan Ajui sebagai pelatih sementara. Nantinya, mereka akan mendaulat Jelius Ating sebagai pelatih kepala yang baru.

Kurniawan Dwi Yulianto Sabah FC - Instagram @officialsabahfc
Instagram @officialsabahfc

“Kami yakin dengan pengalaman yang dimiliki keduanya ketika sama-sama bekerja di Sabah sejak 2017. Ini sudah pasti akan membantu skuat Badak dalam mengarungi laga-laga berikutnya dan terus bersaing di Liga Super Malaysia musim depan,” sebut Marzuki menambahkan.

Hingga kini, dari pihak Kurniawan belum membuat pernyataan terkait pemecatannya. Meski begitu, dukungan terus mengalir dari berbagai pihak melalui media sosial pribadinya @kurniawanqana.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

BREAKING! Sabah FC Resmi Copot Kurniawan Dwi Yulianto

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Klub Liga Super Malaysia, Sabah FC, resmi mengistirahatkan Kurniawan Dwi Yulianto pada Minggu (29/8) sore WIB. Dalam keterangan resminya, Sabah menunjuk asisten Kurniawan, Burhan Ajui, sebagai pelatih sementara.

Kurniawan diistirahatkan tak lama setelah Sabah menelan kekalahan atas UiTM dalam partai Liga Super Malaysia pekan ke-22. Laga tersebut berakhir dengan skor telak, 4-0 untuk UiTM dan semakin memperpanjang puasa kemenangan Sabah.

Sabah FC - Kurniawan Dwi Yulianto - @officialsabahfc 2
instagram.com/officialsabahfc

“Sabah FC mengambil keputusan untuk merehatkan ketua jurulatih, Kurniawan Dwi Yulianto bertuatkuasa hari ini,” tulis pernyataan Sabah yang diunggah ke laman Instagram resminya.

“Dalam tempoh itu, Penolong Jurulatih, Burhan Ajui akan menggalas tugas buat sementara waktu manakala Jelius Ating dilantik sebagai Penolong Pengurus Pasukan Sabah FC yang baharu,” sambung pernyataan tersebut.

KURNIAWAN DWI YULIANTO DIISTIRAHATKAN, BAGAIMANA NASIB SADDIL RAMDANI?

Kurniawan dipercaya menjadi pelatih kepala Sabah pada Maret 2020 lalu. Ia kesulitan menunjukkan performa terbaiknya pada musim 2020 dan hanya mampu membawa Sabah memetik sepasang kemenangan dari 11 pertandingan di Liga Super Malaysia.

Catatan tersebut membuat manajemen Sabah memutuskan untuk mendaratkan Saddil Ramdani untuk membantu Kurniawan mencapai performa terbaiknya. Akan tetapi, kehadiran Saddil juga tak mampu membuat Kurniawan menunjukkan penampilan konsisten.

Sabah FC - Kurniawan Dwi Yulianto - @officialsabahfc 3
instagram.com/officialsabahfc

Dalam 16 partai Liga Super Malaysia 2021, Saddil hanya mampu menyumbang tiga gol serta tiga assist. Catatan kurang baik tersebut membuat Sabah harus puas duduk di posisi ketujuh klasemen dengan perolehan 19 poin.

Kepergian Kurniawan bisa menjadi akhir perjalanan Saddil bersama Sabah. Mantan pemain Persela Lamongan itu bisa kembali merumput di Indonesia dalam waktu dekat karena Liga 1 2021-22 sudah resmi digelar pada Jumat (27/8) lalu.

Kurniawan Dwi Yulianto Heran Sabah FC Kena Sial Terus

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Kurniawan Dwi Yulianto mengaku heran Sabah FC acap kena sial di Malaysia Super League 2021. Salah satunya ketika mereka hadapi Penang FC di Stadion Likas, akhir pekan lalu.

Anak asuh Kurniawan itu memang belakangan tampil menurun di MSL 2021. Kekalahan 0-3 dari Penang FC menggenapkan puasa kemenangan Sabah dalam tujuh pertandingan secara beruntun. Bahkan, empat laga di antaranya, mereka menelan kekalahan.

Kurniawan Dwi Yulianto Heran Sabah FC Kena Sial Terus

Kurniawan menyebut, laga melawan Penang FC sebenarnya Sabah FC tampil sangat baik. Dia pun sudah coba mengantisipasi permainan Penang dengan memerintahkan pemainnya menjaga Casagrande. Namun, striker Penang itu tetap menjadi mimpi buruk Sabah.

Kurniawan Dwi Yulianto Heran Sabah FC Kena Sial Terus

“Apa yang kami rencanakan tidak benar-benar berhasil karena mereka sangat kompak. Kami telah mengantisipasi gaya permainan Casagrande dan bahkan berlatih serangan balik, tetapi kami gagal menghentikannya,” ungkap Kurniawan Dwi Yulianto dikutip dari The Star.

Kurniawan Dwi Yulianto Bingung Sabah FC Sial

Kurniawan Dwi Yulianto Heran Sabah FC Kena Sial Terus

Nakhoda asal Indonesia itu jua bingung beberapa kali timnya tak dinaungi dewi fortuna. Saat melawan Penang contohnya. Saddil Ramdani dan rekan-rekan sebenarnya mendapat banyak peluang. Tapi peluang itu mentah membentur mistar gawang.

Kurniawan Dwi Yulianto Heran Sabah FC Kena Sial Terus

“Kami juga kurang beruntung karena upaya kami membentur mistar dan tiang. Sepertinya memang bukan hari baik bagi kami,” tutup Kurniawan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Klub Ryuji Utomo Bikin Kurniawan Dwi Yulianto Sakit Kepala

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Klubnya Ryuji Utomo, Penang FC, Kurniawan Dwi Yulianto kian sakit kepala bersama Sabah FC. Sebab, Sabah kembali gagal menang usai ditaklukkan Penang tiga gol tanpa balas di Stadion Likas, Minggu (22/8/2021).

Dalam pertandingan tersebut, Ryuji sendiri tak masuk Daftar Susunan Pemain (DSP) Tomas Trucha di Penang. Dia disebut-sebut harus absen dalam laga itu karena mengalami cedera saat pemanasan.

Sedang, Sabah FC sendiri sebenarnya sempat tampil menekan pada awal-awal laga. Saddil Ramdani pun beberapa kali mengancam, salah satunya menit ke-21 saat umpannya gagal disambut Josip Ivancic.

Klubnya Ryuji Utomo Bikin Kurniawan Dwi Yulianto Sakit Kepala

Alih-alih mencetak gol, Sabah justru kejebolan menit ke-38. Penang FC sukses mencetak gol melalui Casagrande. Gol berawal dari umpan manis salah satu rekannya di sisi kanan, Casagrande pun sukses menjebol gawang Sabah melalui sundulan.

Pada paruh kedua, Casagrande benar-benar jadi mimpi buruk tim besutan Kurniawan Dwi Yulianto itu. Dia sukses mencatatkan namanya lagi di papan skor menit ke-54. Berawal dari sepakan penjuru, striker bernomor 9 itu sukses kembali menjebol gawang Sabah lewat sundulan kerasnya.

Klubnya Ryuji Utomo Bikin Kurniawan Dwi Yulianto Sakit Kepala

Sabah kian terbenam usai menit ke-67, Sheriddin Boboev ikut mencetak gol buat Penang. Gol diawali dengan umpan rekannya. Dia dia menggiring bola sendirian, melewati tiga bek Sabah sekaligus hingga akhirnya mencetak gol ketiga buat Penang.

Klubnya Ryuji Utomo Bikin Kurniawan Dwi Yulianto Sakit Kepala

Saddil Ramdani nyaris mencetak gol tiga menit jelang laga bubaran. Mendapat bola muntah, dia melepaskan tembakan kaki kanan, tapi bolanya masih bisa diblok oleh bek Penang. Hingga peluit panjang, skor 3-0 buat tim tamu tak berubah.

Klub Kurniawan Dwi Yulianto Lupa Menang

Klubnya Ryuji Utomo Bikin Kurniawan Dwi Yulianto Sakit Kepala

Kekalahan dari Penang itu memperpanjang derita Sabah FC di Malaysia Super League musim ini. Mereka memang seakan sudah lupa caranya menang.

Kali terakhir anak asuh Kurniawan meraih tiga poin terjadi pada 5 Mei 2021. Setelah itu, dalam tujuh pertandingan berturut-turut Sabah gagal meraih kemenangan. Bahkan, empat laga di antaranya berakhir dengan kekalahan.

Kini, Sabah pun terpaku di urutan ketujuh klasemen dengan meraih 19 poin dari 19 pertandingan. Tentu ini menjadi catatan bagi Kurniawan karena Sabah pun gagal mencetak gol tiga dari empat laga terakhirnya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Kurniawan Dwi Yulianto Geleng-Geleng Lihat Kelakuan Pemain Sabah FC

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com Indonesia – Pelatih Sabah FC, Kurniawan Dwi Yulianto, sejatinya tak terlalu mempersoalkan kekalahan 0-2 di kandang Johor Daru Ta’zim (JDT), Minggu (8/8). Namun, dia geleng-geleng ketika para pemainnya, melakukan keteledoran, terutama saat tercipta gol kedua JDT.

Dalam pertandingan lanjutan Malaysia Super League (MLS) di Stadion Sultan Ibrahim itu, Sabah sejatinya sudah berjuang untuk mengimbangi JDT. Saat ketinggalan 0-1, Sabah juga masih berpeluang untuk menyamakan kedudukan.

Saddil Ramdani JDT vs Sabah FC - Sabah Football Club
Facebook Sabah Football Club

Namun, momen keteledoran ketika JDT menciptakan gol kedua membuat Kurniawan geleng-geleng kepala. Saat itu, mereka sibuk memprotes wasit saat pemain JDT dinilai berada dalam posisi offiside.

Wasit tak menggubris protes itu dan pemain JDT terus melanjutkan permainan hingga bisa mencetak gol. Hal itu yang membuat Kurniawan lantas geram.

“Apa yang terjadi pada gol kedua berawal dari aksi pemain kami yang menyangka lawan offside. Tapi wasit tidak menganggap offside. Itu pelajaran buat pemain ketika wasit tidak meniup peluit, mereka harus tetap fokus meneruskan permainan dan tak perlu ambil keputusan sendiri,” bilang Kurniawan, dikutip Football5star dari media Malaysia.

Kurniawan Dwi Yulianto Tak Mau Kejadian Serupa Terulang

“Pada laga berikutnya, kejadian itu tak boleh terulang karena bisa menyebabkan lawan mengambil kesempatan mencetak gol. Malah, kami juga gagal memanfaatkan serangan untuk mencetak gol,” sebut pelatih asal Indonesia itu lagi.

Bergson JDT vs Sabah FC - Facebook Sabah Football Club
Facebook Sabah Football Club

Hasil di kandang JDT membuat Sabah kini melalui enam laga tanpa kemenangan. Bahkan, tiga di antaranya berujung kekalahan.

Selain itu, Saddil Ramdani dan kawan-kawan juga berkutat di peringkat ketujuh klasemen MLS dengan koleksi 19 poin. Mereka baru meraih 4 kemenangan, 7 seri, dan sudah menelan 7 kekalahan.

“Pertandingan berikutnya melawan Penang FC di kandang sendiri dan ada masa rehat dua pekan akan memberi ruang bagi kami untuk mempersiapkan diri. Pemain yang cedera juga sudah bisa kembali,” ujar Kurniawan memungkasi.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Sabah FC Pincang, Kurniawan Dwi Yulianto Pusing Jelang Hadapi JDT

gamespool
Sabah FC Pincang, Kurniawan Dwi Yulianto Pusing Jelang Hadapi JDT 66

Football5star.com Indonesia – Pelatih Sabah FC, Kurniawan Dwi Yulianto, dilanda kebingungan jelang lawatan ke markas Johor Darul Ta’zim (JDT), Minggu (8/8). Pasalnya, dua pemain asing andalan Sabah harus absen.

Pemain asal Korea Selatan, Park Tae-su, serta penyerang Kroasia, Josip Ivanciv, terpaksa menepi dalam laga lanjutan Malaysia Super League (MLS) itu akibat cedera.

Saddil Ramdani, Sabah FC vs Kuala Lumpur City - Facebook Sabah Football Club
Facebook Sabah Football Club

Ketiadaan dua pemain tersebut membuat Kurniawan terpaksa memutar otak lebih keras. Pasalnya, lawan yang akan dihadapi merupakan tim terkuat di MLS. Terlebih, Sabah yang kalah pada pertemuan pertama, kini harus tampil di kandang lawan.

“Kita semua tahu JDT tim yang kuat. Malah, saat di Stadion Likas kami takluk 1-4. Situasi kami bertambah sulit karena kondisi skuat juga pincang. Sabah harus memaksimalkan pemain yang ada dengan jadwal yang padat,” bilang Kurniawan, dikutip Football5star dari media Malaysia.

Kurniawan mengaku enggan mengambil risiko dengan menurunkan pemain yang tidak fit. Karenanya, tugas dia kali ini adalah menyusun strategi rotasi pemain mengandalkan skuat yang ada.

“Kami harus berpikir bagaimana rotasi pemain dan strategi apa yang akan digunakan untuk menghadapi JDT,” sebut pelatih asal Indonesia itu meambahkan.

Kurniawan Dwi Yulianto Putar Otak Rotasi Pemain

Tanpa Park Tae-su dan Josip Ivanciv, Kurniawan berharap banyak kontribusi dari pemain veteran Maaysia, Amri Yahyah, serta pemain asing Levy Madinda. Selain itu, Sabah juga bisa menurunkan winger timnas Indonesia, Saddil Ramdani.

Saddil Ramdani Sabah FC vs Penang FC - Facebook Sabah FC
Facebook Sabah FC

Di sisi lain, pelatih Johor Darul Ta’zim, Benjamin Mora, meminta anak asuhnya tak meremehkan calon lawannya. Kemenangan 4-1 pada laga pertama pun enggan dijadikan patokan Mora jelang laga besok.

“Kami memburu tiga poin menghadapi Sabah. Kami tak mau memandang sebelah mata walau pernah menang 4-1 pada 6 April lalu. Kami harus tetap berhati-hati,” bilang Mora.

Jika bisa menang lawan Sabah, JDT semakin mendekati catatan gelar juara kedelapan secara beruntun. Pasalnya, mereka akan mengoleksi 45 poin dari 18 laga, unggul 8 angka dari peringkat kedua, Terengganu FC.

Sementara itu, Sabah saat ini masih berkutat di urutan ketujuh klasemen MLS dengan 19 poin hasil 4 kemenangan dan 7 seri dari 17 laga.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Reaksi Kurniawan Dwi Yulianto Melihat Kiper Sabah Bikin Blunder Fatal

gamespool
Reaksi Kurniawan Dwi Yulianto Melihat Kiper Sabah Bikin Blunder Fatal 71

Football5star.com Indonesia – Pelatih Sabah FC, Kurniawan Dwi Yulianto, bereaksi menyusul blunder yang dilakukan kipernya, Rozaimie Rohim. Blunder itu menjadi salah satu penyebab Sabah cuma bisa bermain imbang 1-1 melawan Kuala Lumpur City (KL City), Rabu (4/8).

Akibat hasil imbang tersebut, Sabah terpaksa menjalani tren minor di Malaysia Super League (MLS). Sejak mengalahkan Melaka United pada awal Mei, mereka tak lagi pernah merasakan kemenangan dalam lima laga terakhir.

Rozaimie Rohim, Sabah FC vs Kuala Lumpur City - Facebook Sabah Football Club
Facebook Sabah Football Club

Setelah dua kekalahan masing-masing dari Kedah FC dan Petaling Jaya City FC, Sabah harus puas melalui tiga hasil imbang beruntung. Ketiganya masing-masing 2-2 melawan Sri Pahang, 0-0 lawan Terengganu FC, serta 1-1 ketika bersua KL City.

Meski kembali gagal meraih kemenangan, Kurniawan memilih bersikap bijaksana. Dia enggan menyerahkan tanggung jawab hanya kepada satu atau dua pemain saja.

“Kegagalan tim, bukan kegagalan satu orang, bukan kegagalan penjaga gawang. Kalah, menang, atau seri, dilalui bersama. Saya tidak menyalahkan siapa-siapa,” bilang Kurniawan, dikutip Football5star dari BH Online.

Kurniawan Dwi Yulianto Kritik Lemahnya Penyelesaian Akhir Sabah FC

Saddil Ramdani, Sabah FC vs Kuala Lumpur City - Facebook Sabah Football Club
Facebook Sabah Football Club

Pada laga melawan KL City, Sabah memang terpaksa menderita gol lebih dahulu pada menit ke-22. Gol KL City didapat akibat kegagalan kiper Rozaimie Rohim mengantisipasi umpan dari bek Sabah, Randy Bahrun, yang menyebabkan bola masuk ke gawang.

Sabah memang bisa mencetak gol penyeimbang melalui levy Madinda pada menit ke-66. Namun, satu gol itu tak cukup membawa Sabah memetik kemenangan.

“Saya akui kami mengalami masalah dalam penyelesaikan akhir karena ada beberapa peluang yang gagal berbuah gol. Itu tidak sesuai harapan,” sebut pelatih asal Indonesia itu memungkasi.

Hasil imbang melawan KL City membuat Sabah masih berkutat di peringkat ketujuh klasemen sementara Malaysia Super League. Dari 17 pertandingan, mereka baru mengumpulkan 19 poin hasil 4 menang, 7 seri, dan 6 kalah.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Sengaja Main Bertahan, Kurniawan Senang Meski Sabah FC Gagal Menang

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com Indonesia – Sabah FC imbang tanpa gol di kandang Terengganu FC, Minggu (1/8). Pelatih Sabah, Kurniawan Dwi Yulianto, mengaku tetap senang meski timnya gagal menang.

Pelatih asal Indonesia itu memang sudah puas dengan raihan hasil imbang dalam laga di Stadion Sultan Mizan Zainal Abidin itu. Pasalnya, Sabah tampil dalam kondisi pincang.

Terengganu FC vs Sabah FC - Facebook Sabah Football Club
Facebook Sabah Football Club

Kurniawan tak bisa menurunkan lima pemain andalan Sabah. Ditambah lagi, Josip Ivancic juga tak bisa bermain penuh dan harus diganti pada tengah pertandingan akibat cedera.

“Alhamdulillah kami mendapatkan satu poin yang berharga. Saya berterima kasih kepada semua pemain yang bekerja keras karena kami sudah kehilangan lima pemain,” bilang Kurniawan seperti dikutip Football5star dari media Malaysia.

“Kami sadar jika Ivancic harus keluar, hanya ada satu pemain penggantinya yaitu Bobby Gonzalez. Namun, dia melakukan tugas dengan baik. Bukan cuma menyerang, tapi juga dalam bertahan,” ucapnya menambahkan.

Kurniawan Dwi Yulianto Sengaja Minta Sabah FC Main Bertahan

Terengganu vs Sabah FC - Facebook Sabah Football Club
Facebook Sabah Football Club

Dalam pertandingan lanjutan Malaysia Super League (MLS) tersebut, Kurniawan juga sengaja menerapkan strategi bertahan. Tak heran dia baru memasukkan Saddil Ramdani pada babak kedua.

“Kami sudah memprediksi Terengganu akan lebih menekankan permainan menyerang. Karenanya, saya tekankan kepada para pemain agar lebih memperkuat pertahanan sambil mencoba beberapa kali serangan balikm” sebut Kurniawan lagi.

Di sisi lain, pelatih Terengganu, Nafuzi Zain, juga mensyukuri raihan hasil imbang tersebut. Dia berharap para pemainnya tak larut dalam kekecewaan akibat gagal membalas kekalahan dari Sabah pada perjumpaan pertama.

“Kami berpeluang menang, tapi pemain banyak membuang peluang terutama pada babak pertama. Termasuk satu peluang membentur gawang. Tapi, buat saya pemain sudah memberikan yang terbaik walau hasil tak memihak. Saya harap pemain segera bangkit dalam menghadapi enam pertandingan sisa untuk meraih posisi terbaik,” urai Nafuzi Zain.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Pelatih Lawan Geram Dibobol Tim Kurniawan Dwi Yulianto Menit Akhir

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Sri Pahang FC, Dollah Saleh, geram karena timnya dibobol oleh Sabah FC yang dikomandoi Kurniawan Dwi Yulianto pada menit akhir. Padahal, kemenangan mereka sudah di depan mata saat bertarung di Stadion Likas, Rabu (28/7/2021) malam.

Seperti diketahui, Sabah sebenarnya unggul lebih dahulu lewat gol Josip Ivancic pada awal babak kedua. Namun, mereka justru tertinggal setelah Pahang mencetak dua gol beruntun melalui Baqiuddin Shamsudin dan Abdul Malik. Beruntung, Ivancic mencetak gol penyama kedudukan tepat sebelum wasit meniupkan peluit panjangnya.

Jelas, Dollah Salleh geram bukan main karena sebenarnya Pahang FC hanya perlu fokus beberapa detik saja untuk kunci tiga poin di markas Sabah. Harusnya, kata dia, pemain Pahang bisa lebih fokus hadapi tim besutan Kurniawan Dwi Yulianto itu.

Nasib Berbeda Saddil Ramdani dan Ryuji Utomo di Malaysia Pekan Ini Pelatih Lawan Geram Dibobol Tim Kurniawan Dwi Yulianto Menit Akhir

“Pertandingan tadi malam sebenarnya seimbang. Kami sempat unggul tapi kami ada hilang fokus. Ini bukan pertama kali. Tiga pertandingan sebelum ini kami juga kebobolan menit akhir,” ungkap Dollah Salleh dikutip dari Sinar Harian.

Sebenarnya, kata dia, pemain Sri Pahang sudah diingatkan sebelum laga melawan Sabah . Dia janji hal ini tak akan terulang lagi.

“Sepatutnya pemain sudah tahu apa yang perlu dilakukan. Semua mulai bisa turun perlahan, tapi masih ada pemain yang tak fokus. Kami pastikan ini tak akan terulang,” tutup dia.

Kini, anak asuh Kurniawan Dwi Yulianto sendiri terpaku di urutan kedelapan dengan 17 poin dari 15 laga. Sedang, Pahang terpaku di posisi kesepuluh dengan 14 angka dari 15 pertandingan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Sabah FC Nyaris Kalah Lagi, Kurniawan Dwi Yulianto Kesal

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Sabah FC, Kurniawan Dwi Yulianto, kesal setelah timnya nyaris kalah saat menjamu Sri Pahang FC di Stadion Likas, Rabu (28/7/2021) malam. Dia geram dengan lini belakangnya yang berbuat kesalahan fatal.

Seperti diketahui, Sabah sebenarnya unggul lebih dahulu lewat gol Josip Ivancic pada awal babak kedua. Namun, mereka justru tertinggal setelah Pahang mencetak dua gol beruntun melalui Baqiuddin Shamsudin dan Abdul Malik. Beruntung, Ivancic mencetak gol penyama kedudukan tepat sebelum wasit meniupkan peluit panjangnya.

Kurniawan pun geram dengan skuat Sabah FC yang menurutnya acap membuang peluang. Lini belakang juga jadi perhatiannya, terutama saat terjadinya gol pertama Sabah. Terlihat memang gol Baqiuddin berawal dari kesalahan kiper menebak arah bola.

Nasib Berbeda Saddil Ramdani dan Ryuji Utomo di Malaysia Pekan Ini Sabah FC Nyaris Kalah Lagi, Kurniawan Dwi Yulianto Kesal

“Pada pertandingan ini, target kami sebenarnya menang. Kami memiliki banyak peluang mencetak gol tapi gagal diselesaikan,” ungkap Kurniawan Dwi Yulianto dikutip dari Sinar Harian Malaysia.

“Tak hanya itu. Mereka (Pahang) mencetak gol karena kesalahan kami yang sama sekali tak disiplin menjaga lawan. Pemain harusnya fokus, terutama pada 15 menit awal dan 15 menit akhir,” sambung dia.

Meski demikian, Kurniawan tetap mengangkat topi kepada perjuangan anak asuhnya yang pantang menyerah sampai akhir. Gol pada masa-masa injury time membuktikan mentalitas Sabah yang mulai teruji.

“Apapun itu, saya perlu memuji usaha pemain mengejar gol. Mereka tak putus asa hingga mendapatkan gol penyama kedudukan,” pungkas Kurniawan Dwi Yulianto.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Gagal Tuntaskan Dendam Saddil Ramdani, Begini Kata Kurniawan Dwi Yulianto

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Kurniawan Dwi Yulianto buka suara usai gagal menuntaskan dendam Saddil Ramdani kepada Petaling Jaya (PJ) City. Hal itu setelah Sabah FC takluk 0-1 dari PJ City di Stadion Majlis, Sabtu (24/7/2021).

Tadinya memang, Kurniawan bertekad menuntaskan dendam saat Sabah menghadapi PJ City. Sebab, pada pertemuan perdana lalu, Sabah takluk di markas sendiri sekaligus kala Saddil Ramdani jalani partai debut.

Akan tetapi, gol tunggal Sunil Chandra menit ke-90 membuyarkan semuanya. Kurniawan pun akhirnya bersuara. Dia tak menampik kalau PJ City bermain lebih baik daripada Sabah FC. Tiap kali anak asuhnya memegang bola, Kurniawan menyebut pemain PJ City acap menutupnya.

PJ City vs Sabah FA Gagal Tuntaskan Dendam Saddil Ramdani, Begini Kata Kurniawan Dwi Yulianto

“Kami menyadari kekuatan PJ City adalah bermain kompak sambil melancarkan serangan balik. Saat PJ City menyerang dan tidak seimbang di belakang, beberapa pemain saya tidak mengikuti instruksi” ujar Kurniawan Dwi Yulianto dikutip dari Stadium Astro.

Legenda sepak bola Indonesia itu menyebut permainan PJ City malam itu memang sangat disiplin. Kondisi itu membuat anak asuhnya tak bisa leluasa menguasai bola. Lalu di satu sisi, anak asuhnya juga acap terlambat dalam memanfaatkan momentum.

“Saat kami merebut bola dan siap melancarkan serangan, pemain justru menunda pergerakannya. Ini menyulitkan,” tutup dia.

Saddil Ramdani sendiri dalam partai itu bermain penuh selama 90 menit. Namun sayang, pergerakannya memang tak begitu leluasa.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Kurniawan Dwi Yulianto Janji Tuntaskan Kekecewaan Saddil Ramdani

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Kurniawan Dwi Yulianto bertekad menuntaskan dendam saat Sabah FC bersua Petaling Jaya (PJ) City Sabtu (24/7) malam. Sebab, pada pertemuan perdana lalu, Sabah takluk di markas sendiri sekaligus kala Saddil Ramdani jalani partai debut.

Seperti diketahui, jelang laga nanti Sabah FC memang memiliki modal yang cukup baik. Hal itu setelah mereka berkesempatan dua kali menantang Johor Darul Takzim II. Pada pertemuan perdana, mereka menang 3-1 dan takluk 0-2 dalam laga kedua.

Tentu, Kurniawan Dwi Yulianto berharap bisa menuntaskan kekecewaan Saddil Ramdani yang dalam laga debutnya bersama Sabah ditaklukkan PJ City. Kurniawan menyebut anak asuhnya juga sudah banyak belajar.

Sabah FC vs Kedah FC Saddil Ramdani 1 Facebook Sabah FC Kurniawan Dwi Yulianto Janji Tuntaskan Kekecewaan Saddil Ramdani

“Gol kemenangan PJ City yang dicetak Darren Lok tentu berimbas pada Sabah ketika kalah di kandang. Kami tidak ingin hal itu terjadi lagi. Kekalahan terakhir memberi kami banyak pelajaran, dan juga menjadi modal bagi kami untuk menghadapi mereka,” ungkap Kurniawan dikutip dari Nadi Arena, Astro.

Sebelumnya, pelatih PJ City, P Maniam, memberikan pujian kepada dua pemain Sabah, Saddil dan Amri Yahyah. Jelas ini bisa jadi keuntungan buat Sabah. Karena mungkin pemain PJ City akan cuma fokus kepada dua pemain itu. Sedang, pemain lain bisa ambil kesempatan.

“Kalau Amri dianggap berbahaya, pasti menguntungkan kami, sebab pemain lain bisa mengambil kesempatan. Tapi apapun itu, kami tetap bertumpu dengan tim sendiri,” tutup Kurniawan Dwi Yulianto.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Nostalgia Hari ini: Hantam PKT Bontang, PSM Makassar Juarai Liga Indonesia

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Hari ini, 21 tahun silam boleh dibilang menjadi salah satu sejarah bagi PSM Makassar di pentas sepak bola Indonesia. Sebab, pada 23 Juli 2001 mereka sukses menjadi kampiun usai menghantam 3-2 PKT Bontang di Stadion Utama Senayan, Jakarta.

Jelas, hal itu terasa sangat spesial bagi klub berjuluk Juku Eja itu. Sebab, ini merupakan gelar perdana mereka sejak penyatuan kompetisi Perserikatan dengan Galatama. Total, gelar tersebut merupakan yang keenam bagi PSM, setelah lima di antaranya diraih pada era Perserikatan.

Kala itu sedari awal, PSM Makassar memang sudah tampil istimewa. Di bawah kendali Syamsuddin Umar, tim kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan itu sukses memimpin klasemen Wilayah Timur dengan cuma menelan dua kekalahan dari 26 laga. Pada babak delapan besar pun, mereka menyapu bersih tiga laga dengan kemenangan.

Nostalgia Hari ini: Hantam PKT Bontang, PSM Makassar Juarai Liga Indonesia

Usai mengandaskan 1-0 Persija di semifinal, mereka lantas kembali bersua PKT Bontang di final. Laga final diselenggarakan di Stadion Utama Senayan (Kini SUGBK).

Jalannya Laga PSM Makassar vs PKT Bontang

Memulai pertandingan, kedua kesebelasan tampaknya bermain aman. Nyaris tak ada peluang yang diciptakan oleh kedua tim hingga 15 menit perdana.

Baru, menit ke-39 Juku Eja sukses memuka skor melalui Kurniawan Dwi Yulianto. Dia sukses menanduk bola hasil umpan dari tendangan bebas Carlos De Mello. Itu menjadi gol ke-22 bagi Kurniawan buat PSM pada musim tersebut.

Paruh kedua, Juku Eja kembali menunjukkan tajinya. Mereka sukses menggandakan kedudukan menit ke-62 via Rachman Usman. Gol berawal dari adanya perebutan bola di depan gawang PKT Botang. Rachman Usman mencoba menyisir dari sisi kiri lalu memberi umpan kepada rekannya. Bola sepakan rekannya ditepis kiper PKT, tapi Rachman sukses mendorong bola ke dalam gawang.

PSM Makassar kian di atas angin setelah Kurniawan Dwi Yulianto mencetak gol keduanya menit ke-62. PKT Bontang sempat membalas via Aris Budi Prasetyo dan Fakhri Husaini. Tapi, PSM tetap unggul 3-2 hingga peluit panjang.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Saddil Ramdani Bikin Pelatih Calon Lawan Sabah FC Gemetar

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Pemain Indonesia yang perkuat Sabah FC, Saddil Ramdani, bikin pelatih Petaling Jaya (PJ) City, P Maniam, gemetar. Sebab, menurutnya, Saddil punya potensi yang berbahaya dan bisa bikin timnya kehilangan poin di kandang.

Seperti diketahui, PJ City akan menjadi lawan perdana Sabah dalam lanjutan putaran kedua Liga Super Malaysia. Partai tersebut akan dihelat di markas PJ City, Stadion Petaling Jaya, Sabtu (24/7/2021).

Nah, ada dua pemain yang disebut oleh Maniam punya potensi berbahaya, yakni Saddil dan Amri Yahyah. Kedua pemain ini menurut mantan pelatih Selangor FC itu menjadi kunci bagi Sabah FC beberapa laga terakhir.

“Sabah memiliki pemain asing (Saddil Ramdani) dan Amri Yahyah. Amri masih salah seorang pemain terbaik dengan keputusan yang dibuatnya (di atas lapangan) boleh jadi bikin masalah kepada pertahanan kami,” kata Maniam dalam acara Nadi Arena, Astro.

Saddil Ramdani Bikin Sabah FC Jatuh Cinta, Diberi Ganjaran Kontrak Anyar Suporter Sabah FC Soal Penampilan Saddil Ramdani: Tahniah Indonesia!

PJ City sebelumnya gagal mendaratkan penyerang baru jelang pertandingan melawan Sabah. Namun, dia yakin dengan kualitas Mahali Jasuli yang bisa membawa klub berjuluk The Phoenix finis di tempat tertinggi.

“Tetapi saya begitu yakin dengan pemain yang saya ada. Sepak bola bukan tentang individu, ia secara kolektif. Kita lihat perkara positif di PJ City. Kami menyerang dan bertahan sebagai satu pasukan,” tutup dia.

Baru bergabung awal 2021, Saddil Ramdani memang seakan menjadi nyawa permainan buat Sabah di Liga Super Malaysia. Dia bahkan sudah melesakkan tiga gol dan setidaknya dua assist dalam 10 penampilannya bersama tim besutan Kurniawan Dwi Yulianto itu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Kurniawan Dwi Yulianto Puas Sabah FC Bawa Oleh-Oleh dari Markas JDT

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Sabah FC, Kurniawan Dwi Yulianto, mengaku puas skuatnya bisa membawa oleh-oleh berharga dari markas Johor Darul Takzim. Hal itu setelah dia memimpin pasukannya beruji coba melawan JDT II beberapa waktu lalu.

Seperti diketahui, Sabah memang berkesempatan dua kali menghadapi JDT II. Pada laga perdana, Sabtu (17/7/2021), mereka sukses menang 3-1 atas JDT. Lalu, pada laga kedua dengan tim berbeda, Sabah harus takluk 0-2 dari JDT.

Tentu, ini menjadi modal berharga bagi Sabah FC untuk mengarungi lanjutan Liga Super Malaysia. Terlebih, mereka akan langsung melakoni partai tandang melawan PJ City pada 24 Juli mendatang.

Saddil Ramdani Kurniawan Dwi Yulianto Sabah FC vs UiTM FC Malaysia Super League - Facebook Sabah Football Club

“Saya tak melihat hasil dalam laga kedua. Sebaliknya, yag paling penting bagaimana pemain kami dapat menangani tekanan jelang melawan PJ City,” ungkap Kurniawan Dwi Yulianto dikutip dari Sinar Haran.

“Meski begitu, saya akui ternyata memang banyak sekali yang harus kita perbaiki. Ini perlu diambil perhatian bagaimana pemain-pemain harus lebih yakin tidak cepat hilang bola,” sambung Kurniawan.

Bermain di markas JDT, tentu menjadi simulasi bagi Sabah FC untuk meladeni PJ City. Sebab tentu auranya akan berbeda ketika bertanding di kandang lawan.

“Saya percaya kepada kemampuan pemain Sabah FC. Mereka bisa tapi memang berat. Sebab pertandingan pertama ini tentu akan merasa tekanan, ini bagus buat kami,” pungkas Kurniawan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Sabah Tantang JDT Lagi, Kurniawan Dwi Yulianto Pasang Target Khusus

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com Indonesia – Pelatih Sabah FC, Kurniawan Dwi Yulianto, memasang target khusus pada laga kedua melawan Johor Darul Ta’zim (JDT) II, Senin (19/7). Sebelumnya pada Sabtu (17/7), Sabah sudah bersua JDT II dan menang 3-1.

Kebetulan, Sabah memang tengah menjalani pemusatan latihan di Johor dalam persiapan menyambut lanjutan Malaysia Super League (MLS). Kesempatan itu dimanfaatkan anak asuh Kurniawan untuk menghadapi JDT, yang menurunkan tim keduanya di Stadion Tan Sri Dato’ Haji Hassan Yunos.

Kurniawan Dwi Yulianto Sabah FC - Instagram @officialsabahfc
Instagram @officialsabahfc

“Semua dari 26 pemain yang dibawa ke Johor Bahru akan diberi kesempatan bermain agar mereka dapat merasakan tekanan pertandingan sekaligus memperbaiki kebugaran,” bilang Kurniawan Dwi Yulianto, dikutip Football5star.com dari BH Online.

Kurniawan Dwi Yulianto Puji Adaptasi Dua Pemain Anyar Sabah FC

Setelah menang 3-1 pada laga pertama, Sabah akan kembali bersua JDT II besok malam. Sabah memang akan terus bermukim di Johor selama masa persiapan jelang pertandingan melawan Petaling Jaya City pada 24 Juli.

“Laga persahabatan ini amat penting untuk mencari keserasian, kelebihan, serta kelemahan, sebelum pertemuan menghadapi PJ City FC nanti,” kata Kurniawan menambahkan.

Pada laga perdana melawan JDT II, Sabah pun sudah memainkan dua pemain anyar, Risto Mitrevski dan Naim Che Hashi. Keduanya dinilai sudah bisa menyatu dengan permainan tim.

“Mereka sudah mengerti dan memahami apa yang menjadi ‘game plan’ kami. Berharap mereka akan cepat paham dan mudah menyesuaikan diri,” kata pelatih asal Indonesia itu memungkasi.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Kurniawan Dwi Yulianto Pimpin Sabah FC Menang Telak atas JDT

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih asal Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto, memimpin Sabah FC menang telak atas Johor Darul Takzim II di Stadion Larkin, Johor, Sabtu (17/7/2021). Dia membawa anak asuhnya menang 3-1 dalam sebuah pertandingan uji coba.

Memang, sudah dua pekan terakhir Kurniawan kembali bekerja mengawasi latihan tim berjuluk The Rhynos itu. Latihan tersebut merupakan bagian persiapan guna menatap putaran kedua Liga Super Malaysia yang akan dilanjutkan akhir Juli mendatang.

Salah satu bagian persiapan itu ialah partai uji coba melawan JDT II. Dalam partai itu, Kurniawan Dwi Yulianto menurunkan skuat utamanya, seperti Saddil Ramdani, Levy Madinda, hingga Khairul Amri.

Pemain Persib Bandung Ikut Girang Usai Sabah FC Menang Kurniawan Dwi Yulianto
Kurniawan Dwi Yulianto Pimpin Sabah FC Menang Telak atas JDT 103

Sabah FC pun dalam laga itu sukses meraih kemenangan telak 3-1 atas JDT II. Gol diciptakan oleh Park Tae-su, Josip Ivancic, dan Bobby Gonzales. “Pertandingan persahabatan penting untuk menemukan kombinasi sempurna, kompatibilitas, keunggulan dan kelemahan para pemain sebelum pertemuan kami dengan PJ City FC,” ungkap Kurniawan dikutip theborneopost.

Pasukan Kurniawan itu memang akan melanjutkan pertandingan tandang kedua Liga Super Malaysia melawan PJ City pada 24 Juli. Setelah itu, mereka akan main kandang melawan Pahang pada 28 Juli.

Berikut Jadwal Sabah FC di Liga Super Malaysia:

Terengganu (tandang, 1 Agustus)
Kuala Lumpur (kandang, 4 Agustus)
JDT (tandang , 8 Agustus)
Penang FC (kandang, 14 Agustus)
UiTM (tandang, 18 Agustus)
Selangor (kandang, 22 Agustus)
Perak (tandang, 27 Agustus)

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Diundang Ikut Turnamen di Indonesia, Sabah FC Bingung

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Sabah FC masih bingung terkait undangan untuk mengikuti sebuah turnamen di Indonesia yang digagas Nine Sport. Mereka bingung lantaran ada aturan karantina yang harus dijalani dan memakan waktu lama kalau ikut dalam turnamen tersebut.

Seperti diketahui, belakangan memang ramai kabar akan diadakannya lagi turnamen pramusim menjelang Liga 1 dan Liga 2 2021. Turnamen itu rencananya akan diisi oleh 10 klub gabungan, antara Liga 1 dan Liga 2. Lalu, ada dua klub luar negeri yang akan diajak, salah satunya Sabah FC.

Pelatih Sabah, Kurniawan Dwi Yulianto, mengaku sangat antusias dan setuju untuk ikut turnamen yang rencananya dihelat Juni mendatang. Namun, Kurniawan bingung karena Sabah pasti akan menjalani proses karantina baik di Indonesia maupun ketika pulang ke Malaysia. Makanya, pihak Sabah sedang berkomunikasi dengan pemerintah Malaysia.

Saddil Ramdani Kurniawan Dwi Yulianto Sabah FC vs UiTM FC Malaysia Super League - Facebook Sabah Football Club Diundang Ikut Turnamen di Indonesia, Sabah FC Bingung

“Kami memang setuju untuk ikut turnamen itu. Dalam waktu dekat ini akan ada keputusan dari instansi pemerintah Malaysia terkait apakah kami bisa melakukan latihan mandiri setelah pulang dari Indonesia,” ungkap Kurniawan Dwi Yulianto saat dihubungi awak media.

“Karena kalau dua minggu karantina dan tidak bisa latihan tentu akan berdampak kepada kondisi pemain Sabah,” lanju Kurniawan.

Saat ini, Sabah FC sendiri sedang libur karena Liga Super Malaysia tengah istirahat dua bulan. “Kami libur selama dua bulan sejak 9 Mei sampai 9 Juli 2021,” tutup dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Kurniawan Dwi Yulianto Kritik Kondisi Becek Markas Sabah FC

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Sabah FC, Kurniawan Dwi Yulianto, melancarkan kritik soal kondisi becek Stadion Likas pascahujan besar. Menurutnya, Sabah jadi kurang maksimal karena aliran bola di lapangan tak lancar.

Seperti diketahui, pasukan Kurniawan itu harus menelan kekalahan 0-1 dari Kedah Darul Aman FC di Stadion Likas, Sabtu (8/5/2021) malam. Gol Kedah sendiri tercipta pada menit ke-78. Berawal dari kesalahan Risto, bola direbut oleh pemain Kedah FA. Bola kemudian diberikan kepada Kpah Sherman yang mengecoh kiper Sabah FC, Rendy Rining untuk menceploskan bola.

Laga sendiri sebenarnya sempat dihentikan lebih karena hujan lebat saat memasuki menit ke-57. Namun, Kurniawan dan pelatih Kedah, Aidil Sharin, bersepakat melanjutkan pertandingan setelah sempat tertunda lebih dari 30 menit.

Kurniawan Dwi Yulianto Kritik Kondisi Becek Markas Sabah FC
YouTube Unifitv

“Saya menghargai kerja keras pemain karena memang diakui sangat sukar sekali beraksi di lapangan yang agak becek. Apalagi setelah laga diberhentikan dan kemudian bermain kembali, memang sulit,” ungkap Kurniawan Dwi Yulianto dikutip dari Harian Metro Malaysia.

Kurniawan sendiri ogah menyalahkan para pemain Sabah FC karena kekalahan dari Kedah. Sebab, selain soal lapangan yang becek, pemain Sabah juga kelelahan akibat jadwal yang sangat padat.

“Ya saya memang kecewa karena Sabah kalah dan banyak yang perlu kami perbaiki lagi, terutama gol lawan dari kesalahan sendiri. Namun, saya tak mau menyalahkan pemain 100 persen karena bola memantul dan agak sulit diblok oleh para pemain kami tapi itulah sepak bola, terkadang sesuatu yang mustahil bisa menghasilkan gol,” tutup Kurniawan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Calon Lawan Persipura Rusak Ambisi Kurniawan Dwi Yulianto di Sabah FC

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Calon Lawan Persipura Jayapura di AFC Cup 2021, Kedah Darul Aman, merusak rencana Kurniawan Dwi Yulianto bersama Sabah FC. Hal itu setelah mereka menang 1-0 atas Sabah di Stadion Likas, Sabtu (8/5/2021).

Pada awal bulan lalu, Kurniawan memang berambisi membawa Sabah menyapu bersih tiga laga kandang di Likas dengan kemenangan. Awalnya, Saddil Ramdani dan rekan-rekan mampu memenuhi ekspektasi dam ambisi Kurniawan.

Hal tersebut setelah Sabah sukses menang 2-1 atas Perak (2/5/2021), dan 3-1 atas Melaka United (5/5/2021). Namun sayang, Kedah Darul Aman merusak ambisi Kurniawan Dwi Yulianto setelah menang berkat gol semata wayang Kpah Sherman.

Gol Kedah sendiri tercipta pada menit ke-78. Berawal dari kesalahan Risto, bola direbut oleh pemain Kedah FA. Bola kemudian diberikan kepada Kpah Sherman yang mengecoh kiper Sabah FC, Rendy Rining untuk menceploskan bola.

Kurniawan Dwi Yulianto Sabah FC - Hmetro.my

Laga sendiri sebenarnya sempat dihentikan lebih karena hujan lebat saat memasuki menit ke-57. Namun, Kurniawan dan pelatih Kedah, Aidil Sharin, bersepakat melanjutkan pertandingan setelah sempat tertunda lebih dari 30 menit.

Pemain Indonesia, Saddil Ramdani bermain penuh dalam pertandingan ini. Namun sayang, Saddil tak mampu berbuat banyak dan gagal bikin Sabah FC melanjutkan tren positif.

Hasil itu membuat pasukan Kurniawan tertahan di urutan ketujuh klasemen sementara Liga Super Malaysia. Sabah meraih 16 poin dari 13 pertandingan dengan empat kemenangan, empat imbang, dan lima kekalahan.

Kedah sendiri selanjutnya akan melawan Persipura Jayapura dalam pekan pembuka AFC Cup 2021 di National Stadium, Singapura. Partai rencananya akan digelar pada 29 Mei 2021 mendatang.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Resep Kurniawan Bawa Sabah Bangkit dari Keterpurukan, 5 Laga Tak Ternoda

Resep Kurniawan Bawa Sabah Bangkit dari Keterpurukan, 5 Laga Tak Ternoda 117

Football5star.com Indonesia – Setelah memulai Malaysia Super League musim ini dengan rentetan hasil buruk, Sabah FC bisa bangkit. Klub asuhan Kurniawan Dwi Yulianto baru saja mencatat kemenangan keempat sekaligus melalui 5 pertandingan tanpa ternoda kekalahan.

Teranyar, pada Rabu (5/5), Sabah FC berhasil menyudahi perlawanan Melaka United dengan kemenangan 3-1. Dua gol dicetak pemain gaek, Mohd Amri Yahyah, sedangkan satu lainnya melalui Azuzzan Nordin. Pemain Indonesia, Saddil Ramdani, mencatat satu assist pada laga itu.

Pemain Persib Bandung Ikut Girang Usai Sabah FC Menang
Facebook Sabah FC

“Alhamdulillah, para pemain tampil sangat luar biasa. Sejak awal memang saya minta pemain untuk tampil agresif dan terus menekan. Sebelum bermain, saya katakan bahwa kami harus mencetak gol lebih dahulu agar memiliki kepercayaan diri untuk mengontrol permainan,” ucap Kurniawan, membeberkan resep sukses kemenangan atas Melaka United.

Di skuat Sabah FC, Kurniawan Dwi Yulianto kini tak cuma mengandalkan Saddil Ramdani. Pemain gaek Malaysia, Mohd Amri Yahyah, juga membayar kepercayaan dengan penampilan apik dan selalu mencetak gol dalam tiga laga terakhir.

“Amri Yahyah adalah pemain yang bisa mengubah permainan. Dia sangat berpengalaman. Walau berusia 40 tahun, dia bisa mengendalikan kondisi tubuhnya dengan baik. Sebelum tampil, saya katakan dia harus melakukan yang terbaik dalam waktu yang diberikan. Bagi kami itu sudah cukup. Saya tak mengharapkan dia tampil 90 menit karena faktor usia,” bilang Kurniawan lagi, dikutip Football5star.com dari Semuanyabola.

Kalah dari JDT Jadi Titik Balik Kebangkitan Sabah FC

Aksi Ciamik Saddil Ramdani Bantu Sabah FC Menang Telak
Sabah FC

Kemenangan atas Melaka United membawa Sabah FC menempati peringkat ketujuh klasemen sementara Malaysia Super League. Tren kebangkitan berlanjut dengan catatan lima laga tanpa kekalahan, termasuk tiga kemenangan di antaranya.

Padahal, Kurniawan Dwi Yulianto sempat menuai kritik tajam akibat start buruk. Sabah memulai musim denganempat laga tanpa kemenangan dan menderita tiga kekalahan.

Kekalahan keempat musim ini yang diderita dari Johor Darul Ta’zim (6/4) menjadi titik balik kebangkitan Sabah. Selepasnya, Saddil Ramdani cs. tak pernah lagi merasakan kekalahan.

Misi menyapu bersih empat laga kandang tersisa juga mendekati kenyataan. Sudah tiga kemenangan kandang dilalui dan pada Sabtu (8/5) tersisa jamuan menghadapi Kedah.

“Kami tak cuma bergantung kepada Amri Yahyah. Saya percaya kepada semua pemain,” ucap Kurniawan Dwi Yulianto memungkasi.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Fans Sabah FC Mulai Akui Tangan Dingin Kurniawan Dwi Yulianto

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Para pendukung Sabah FC mulai mengakui tangan dingin Kurniawan Dwi Yulianto yang belakangan bawa tim raih performa positif. Hal itu setelah Sabah menang 3-1 atas Melaka United di Stadion Likas, Rabu (5/5/2021) malam.

Kemenangan ini meneruskan kiprah positif pasukan Kurniawan Dwi Yulianto di Liga Super Malaysia. Saddil dan rekan-rekan tak terkalahkan dalam lima laga terakhir, termasuk dua kemenangan beruntun. Hasil itu membawa Sabah FC naik ke urutan ketujuh dengan 16 poin dari 12 laga.

Usai laga, banyak yang memuji permainan Sabah saat hadapi Melaka. Permainan dari kaki ke kaki pemain Sabah jadi sorotan para pendukungnya. Bahkan, Kurniawan juga dapat pujian dari pendukung.

Pemain Persib Bandung Ikut Girang Usai Sabah FC Menang Fans Sabah FC Mulai Akui Tangan Dingin Kurniawan Dwi Yulianto

“Semua gol Amri luar biasa, terbaik Amri malam ni. Risto boleh dikatakan kereta kebal Sabah, susah mau tembus. Tahniah kepada semua pemain Sabah Fc mlm ni. Taktikal coach Kurniawan sangat adu dan menjadi malam ni. Apapun fokus next game jumpa Kedah FC….gud luck,” tulis @ryzens_01.

“Tahniah sabah… Tapi agak mengecewakan bila suda leading, pemain Sabah selalu main sambil lewa tidak mau cari gol.. Kalau terus begini lain kali jumpa tim kuat kompom kena kasi bolos. Mohon coach Kurniawan tegur sikap pemain semua,” tulis @elfeycastello.

Permainan anak asuh Kurniawan Dwi Yulianto memang cukup mendominasi melawan Melaka. Mereka dicatat oleh Bulatsisround, menguasai 55 persen bola, melakukan 375 umpan, melepaskan total 14 tembakan, tujuh di antaranya tepat sasaran saat lawan Melaka.

“Pada awal pertandingan, Sabah harus cetak gol lebih dahulu supaya lebih yakin. Ini penting karena Melaka punya pemain bagus. Jadi, para pemain Sabah telah menunjukkan permainan yang luar biasa,” ungkap Kurniawan usai laga dikutip dari Bernama.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Aksi Ciamik Saddil Ramdani Bantu Sabah FC Menang Telak

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Aksi ciamik Saddil Ramdani kembali bikin tuah buat Sabah FC yang menang telak, 3-1 atas Melaka United. Bahkan, Saddil sukses bikin assist dalam pertandingan di Stadion Likas, Kinabalu, Rabu (5/5/2021).

Laga baru berjalan enam menit, Sabah sudah sukses mencetak gol melalui Amri Yahyah. Gol berawal dari tendangan sudut Saddil Ramdani yang sukses ditanduk oleh Amri.

Saddil bahkan nyaris kembali bikin assist menit ke-13. Saddil menyisir sisi kiri pertahanan Melaka, lantas memberikan umpan kepada Levy Madinda. Namun tembakan Madinda masih lemah.

Sabah mencetak gol keduanya menit ke-17 melalui Azizan Nordin. Berawal dari aksi rekannya di sebelah kanan, Azizan melepaskan tembakan kaki kanan yang menghujam gawang Melaka.

Usai jeda, anak asuh Kurniawan Dwi Yulianto kembali mencetak gol dari Amri Yahyah. Berawal dari umpan Park Te-su, Amri mencetak gol akrobatik dengan salto yang tak bisa diadang kiper Melaka.

Saddil Ramdani gantian nyaris mencetak gol dua menit kemudian. Namun sayang, tembakannya melenceng tipis saja di samping kiri gawang Melaka.

Saddil Ramdani Sabah FC vs UiTM FC Malaysia Super League - Facebook Sabah Football Club

Melaka berhasi mencetak gol menit ke-65. Berawal dari kesalahan kiper Sabah, Rendy, pemain Melaka Fakhrullah, sukses memperkecil kedudukan.

Menit ke-73, Saddil kembali mendapatkan kesempatan. Namun, eksekusi tendangan bebas Saddil masih jauh melambung.

Skor 3-1 buat Sabah bertahan hingga peluitpanjang. Kemenangan ini meneruskan kiprah positif pasukan Kurniawan Dwi Yulianto di Liga Super Malaysia.

Saddil dan rekan-rekan tak terkalahkan dalam lima laga terakhir, termasuk meraih tiga kemenangan. Hasil itu membawa Sabah FC naik ke urutan ketujuh dengan 16 poin dari 12 laga.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]