Usulan Klub Terkait Format Liga 1 dan Liga 2 2021

Usulan Klub Terkait Format Liga 1 dan Liga 2 2021 4

Football5Star.com, Indonesia – Dalam rapat klub, PT Liga Indonesia Baru (LIB), dan PSSI ada pula pembahasan soal format untuk Liga 1 dan Liga 2 2021. Rencananya format Liga 1 dan Liga 2 kembali seperti semula.

Seperti diketahui, PSSI dan PT LIB kembali mengumpulkan para klub pada Jumat (15/1/2021) untuk membahas nasib kompetisi. Sebab, Liga 1 dan Liga 2 memang tampaknya akan sangat sulit dipaksa lanjut per Februari.

Ada beberapa usulan yang dihasilkan dari rapat tersebut, termasuk soal format. PT LIB mengonfirmasi kalau para klub mengusulkan kalau format kompetisi kembali seperti sedia kala.

Liga 1 2021 Akan Dibuka di Solo pada Maret Mendatang? Liga 1 Tak Jelas, Komentar Jokowi Soal "Sepak Bolanya Pak" Ditagih Sudah Memohon ke Polri, LIB Harap-Harap Cemas dengan Liga 1 2020 Fasilitas Mewah Bus dari LIB buat Tandang Klub Liga 1 2020

Liga 1 2021 skemanya sama, yakni kompetisi penuh, kandang dan tandang. Lalu Liga 2, kami sudah coba jelaskan ke PSSI, kami kembalikan dua wilayah, dari sebelumnya empat grup,” kata Direktur Operasional PT LIB, Sudjarno, dalam jumpa pers secara virtual.

“Ini cuma masukan dan kesimpulan. Seperti musim sebelum-sebelumnya. Nanti yang memutuskan tetap PSSI. Nanti kami rekomendasikan ke PSSI, apakah itu soal promosi, degradasi, dan lainnya,” sambung Sudjarno.

Selain itu, Sudjarno juga menyebut kalau semua rencana dan usulan itu tentu tergantung izin dari kepolisian. Karena percuma merencanakan semuanya kalau izin dari polisi untuk Liga 1 dan Liga 2 2021 tak turun.

“Prinsipnya yang akan kami capai adalah izin dahulu yang paling penting, ini masukan dari klub. Setelah izin ada sinyal baik, maka kami rancang semuanya, format dan lain-lain untuk musim baru,” tutup Sudjarno.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Kaleidoskop 2020: 5 Peristiwa Penting di Sepak Bola Nasional

gamespool
Kaleidoskop 2020: 5 Peristiwa Penting di Sepak Bola Nasional 12

Football5star.com, Indonesia – Tahun 2020 akan berakhir. Di tahun pandemi COVID-19 banyak peristiwa tak mengenakan di perjalanan sepak bola nasional. Baik dari tim nasional hingga perhelatan kompetisi Liga 1 2020.

Pandemi COVID-19 di seluruh dunia mematikan semua sendi kehidupan termasuk di dunia sepak bola nasional. Kompetisi Liga 1 2020 yang sempat bergulir harus dihentikan dan tak tahu kapan lagi akan bergulir. Di awal tahun ini, salah satu yang jadi perhatian publik sepak bola nasional adalah mundurnya Sekjen PSSI, Ratu Tisha.

Di pertengahan tahun, publik nasional sempat memiliki rasa optimisme yang cukup tinggi melihat perkembangan timnas U-19 Indonesia yang melangsungkan pemusatan latihan di Eropa. Anak asuh Shin Tae-yong ini diharapkan mampu membawa prestasi di ajang Piala Dunia U-20 2021.

Nahas, di penghujung tahun, Federasi sepak bola dunia, FIFA memutuskan untuk membatalkan Piala Dunia U-20 2021. Ajang ini baru akan digulirkan FIFA pada 2023 dan Indonesia tetap sebagai tuan rumah. Harapan publik untuk melihat Elkan Baggott cs mulai mengendur.

Berikut ulasan Football5star.com di 5 peristiwa penting di sepak bola nasional sepanjang 2020:

Kick Off Liga 1 2020

Pada 24 Februari 2020, PSSI resmi launching perhelatan Liga 1 2020 yang disponsori oleh salah satu situs ecommerce terkemuka. Kick off Liga 1 2020 sendiri dijadwalkan pada 29 Februari yang mempertemukan laga Persebaya vs Persik Kediri di Stadion Gelora 10 November.

Pada kompetisi tahun ini, PSSI dan PT LIB sebagai operator melakukan sejumlah terobosan. Di antaranya, akan ada msa recovery time yang lebih ideal, sebab digulirkan selama delapan bulan. Tepatnya mulai pada 29 Februari 2020 hingga 1 November 2020.

Persebaya Surabaya - Mahmoud Eid - Aji Santoso - @officialpersebaya 2

Selain itu, wasit akan menggunakan teknologi tambahan. Di antaranya alat komunikasi wasit, vanishing spray, dan media komunikasi pergantian pemain yang sudah menggunakan papan elektronik.

Meski pada saat itu sempat muncul kekhawatiran dari publik terkait penyebaran Covid-19 yang terus mengalami peningkatan di seluruh dunia. Saat itu di kisaran tanggal 7 hingga 10 Februari, Marc Lipsitch dari Universitas Harvard mengatakan bahwa COVID-19 mungkin saja telah tersebar di Indonesia namun tak terdeteksi.

Namun saat itu pemerintah sendiri belum memberikan pernyataan resmi terkait pasien positif Covid-19 di Indonesia. Alhasil demi kemajuan sepak bola nasional, kompetisi Liga 1 2020 terus bergulir.

“Sepak bola Indonesia telah berkembang sebagai industri dan memiliki pasar yang sangat besar. Liga profesional juga berjalan dengan baik. Sepak bola harus jadi tontonan yang menarik,” Ketua Umum PSSI Mocahamad Iriawan

Pemain pertama terpapar Covid-19

Satu hari setelah menggulirkan Liga 2 2020, PSSI pada 15 Maret 2020 memutuskan untuk menunda kompetisi Liga 1 dan Liga 2 2020 selama dua minggu karena ditemukan kasus positif Covid-19. Saat itu Liga 1 2020 baru berjalan 3 pekan dan Persib menjadi tim yang untuk sementara berada di puncak klasmen.

Selang beberapa hari kemudian, Persib mendapat kabar buruk. Pemain asing mereka, Wander Luiz jadi pemain pertama di Indonesia yang positif Covid-19. Pada 28 Maret 2020, lewat akun Instagram pribadinya, pemain asal Brasil itu positif corona setelah menjalani tes pada 26 Maret 2020.

Wander Luiz - Persib Bandung - Geoffrey Castillion - persib.co. id 2

Meski begitu, Luiz mengaku kondisinya saat ini baik-baik saja. Dia sama sekali tidak merasakan gejala khas Covid-19. Top skor sementara Liga 1 2020 itu mengaku akan menjalani isolasi mandiri dalam 14 hari ke depan.

“Jadi saya mendapatkan tes corona saya, dan hasilnya positif. Tetapi saya merasa baik-baik saja, tidak ada gejala. Saya juga mengikuti pedoman untuk mengisolasi diri saya sendiri, dan saya berharap semua dalam kondisi baik-baik saja,” kata Luiz saat itu.

Belum diketahui kapan dan di mana Luiz terpapar virus corona. Hanya saja, mantan pemain Becamex Bhin Duong itu sempat berlibur ke Bali saat tim Persib diliburkan selama dua hari, usai melakoni pertandingan melawan PSS Sleman pada pekan ke-3 Liga 1 2020 pada 15 Maret 2020.

Ratu Tisha Tanggalkan Jabatan Sekjen PSSI

Publik nasional pada April dibuat geger dengan kabar pengunduran diri Ratu Tisha sebagai sekretaris jenderal (Sekjen) PSSI. Pada 13 April 2020, Ratu Tisha tanggalkan jabatan yang sudah diembannya sejak 2017.

Ratu Tisha mengumumkan pengunduran diri sebagai sekjen ke publik lewat postingan di akun media sosial, Instagram miliknya.

Ratu Tisha Destria - Sekjen PSSI - @ratutisha

“Dear frieds, hari Senin, 13 April 2020, melalui surat , saya telah resmi mengundurkan diri dari posisi Sekretaris Jenderal PSSI,” tulisnya.

“Jangan pernah berhenti untuk mendukung sepak bola Indonesia. Yakin selalu ada harapan bagi yang berdoa, selalu ada waktu yang tepat bagi yang bersabar dan selalu ada jalan bagi yang tidak pernah lelah berusaha,” tambah Tisha.

Sebelum resmi mengundurkan diri, posisi alumni Institut Teknologi Bandung sebagai sekjen PSSi sempat jadi sorotan. Publik menilai ada hubungan tak harmonis antara Tisha dengan Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, Hal itu ditandai misalnya dengan adanya posisi wakil sekjen, padahal sudah ada posisi Deputi.

Mantan ketum PSSI yang juga anggota DPR, Djohar Arifin sempat juga menyarankan agar Iwan Bule sebagai ketum baru melakukan perbaikan di struktural PSSI utamanya di bidang kesekjenan.

“Kritik kan untuk ke depan bisa ada perbaikan di PSSI terutama di Kesekjenan,” kata Djohar.

Ratu Tisha mundur, PSSI pun mengangkat Yunus Nushi sebagai plt sekjen dan menjabat hingga saat ini.

Kelanjutan Liga 1 dan Liga 2 2020

Kompetisi Liga 1 dan Liga 2 2020 yang masih belum jelas memunculkan banyak spekulasi bagi publik sepak bola nasional. Banyak pihak yang menyarankan PSSI untuk membatalkan kompetisi ini terkait kondisi pandemi Covid-19 yang belum menunjukkan tanda berkesudahan.

Setelah melempar sejumlah opsi dan tanggal pelaksaan lanjutan Liga 1 dan Liga 2 2020, pada 28 Oktober 2020, PSSI lewat rapat Exco memutuskan kelanjutan kompetisi mundur hingga Februari 2021.

Kaleidoskop 2020 Indonesia

Direktur Utama PT LIB, Akhmad Hadian Lukita mengatakan bahwa kelanjutan Liga 1 2020 kembali ditunda hingga Februari 2021. Direktur Utama PT LIB, Akhmad Hadian Lukita mengatakan bahwa kelanjutan Liga 1 2020 kembali ditunda hingga Februari 2021.

“Ya kami semalam baru saja rapat dengan PSSI, kalau dilihat sampai saat ini kan belum ada izin dari Kepolisian. Jadi untuk sementara liga ditunda sampai Februari (2021),” kata Akhmad Hadian Lukita

“Karena kalau kita lihat November izin kepolisian juga belum turun sampai sekarang. Terus Desember juga lebih berat lagi karena ada Pilkada,” katanya pada 29 Oktober 2020.

Piala Dunia U-20 2021 Dibatalkan

Kabar buruk diterima publik sepak bola nasional di penghujung tahun ini. Federasi sepak bola dunia, FIFA memutuskan untuk membatalkan Piala Dunia U-20 2021 di Indonesia dan Piala Dunia U-17 di Peru.

Satu hari sebelum Natal 2020, FIFA mengatakan bahwa alasan pembatalan dua event tersebut terkait kondisi pandemi Covid-19. Berikut pernyataan resmi FIFA terkait pembatalan Piala Dunia U-20 2021:

“Akibat pandemi COVID-19, Biro Dewan FIFA telah memutuskan untuk membatalkan Piala Dunia FIFA U20 putra dan Piala Dunia U17 edisi 2021 putra, serta menunjuk Indonesia dan Peru, masing-masing dari mereka yang terpilih sebagai tuan rumah turnamen pada 2021, menjadi tuan rumah edisi 2023.”

Indonesia Tuan Rumah Piala Dunia U-20

“Pandemi Covid-19 terus menghadirkan tantangan bagi penyelenggara acara olahraga internasional dan memiliki efek membatasi pada perjalanan internasional.”

“Oleh karena itu, FIFA secara teratur berkonsultasi dengan pemangku kepentingan terkait, termasuk asosiasi anggota tuan rumah serta konfederasi yang terlibat dalam kedua turnamen yang semula dijadwalkan berlangsung pada tahun 2021.”

Kabar penundaan ini pun jelas menjadi kekecewaan publik sepak bola nasional. PSSI sendiri menerima keputusan ini dan berharap pada penyelenggaraan di 2023 semua hal berjalan maksimal.

“Sebetulnya seluruh persiapan terkait penyelenggaraan dan menyambut Piala Dunia U-20 Indonesia tahun 2021 sudah kami lakukan dengan maksimal dan matang. PSSI menghormati dan mendukung keputusan FIFA untuk membatalkan Piala Dunia U-20 FIFA pada tahun 2021,” kata ketum PSSI, Mochamad Iriawan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Liga Tak Jelas, Pemain Naturalisasi Ini Banting Setir Main Sinetron

Liga Tak Jelas, Pemain Naturalisasi Ini Banting Setir Main Sinetron 15

Football5Star.com, Indonesia – Liga Indonesia yang masih tak jelas mulai membuat pemain naturalisasi, Cristian Gonzales berkarier di dunia layar kaca. Baru-baru ini, dia terlibat dalam produksi sebuah sinetron.

Memang belakangan, Instagram Cristian Gonzales dipenuhi oleh banyak kegiatannya menghiasi layar televisi Indonesia. Dia sempat diundang dalam acara Kopi Viral di Trans TV bersama istrinya, Eva Gonzales dan sang putri, Amanda Gonzales.

Cristian Gonzales juga terlihat dalam acara situasi komedi di stasiun televisi yang sama, 20 November lalu. Kemarin pun dia sempat menjadi bintang tamu dalam acara talkshow Trans TV bersama Evan Gonzales.

Nah ternyata Gonzales juga terlibat dalam sebuah produksi sinetron Jagoan Bola di salah satu stasiun TV nasional, MNC TV. Dalam sinetron tersebut, Gonzales berperan sebagai pelatih sebuah tim yang berisikan anak-anak.

Selain Gonzales, ada satu sosok juga yang ada dalam sinetron tersebut, yakni Syamsir Alam. Dia menyebut kalau memang dunia hiburan bukan hal yang baru.

“Dulu saya pernah main beberapa sinetron. Jadi ini bukan yang pertama. Tidak ada malu-malu saat syuting,” ungkap Cristian Gonzales dikutip dari Bola.com.

Memang, ini bukan kali pertama Gonzales main di sebuah sinetron. Mantan pemain Persib Bandung itu pernah jadi bintang tamu dalam sinetron berbau sepak bola lainnya, Tendangan Si Madun.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

PSSI Terbitkan SK, Ini Penjelasan Soal Gaji Pemain Liga 1 dan Liga 2

PSSI Terbitkan SK, Ini Penjelasan Soal Gaji Pemain Liga 1 dan Liga 2 20

Football5star.com Indonesia – PSSI selaku otoritas sepak bola nasional kembali menerbtkan surat keputusan (SK) pada 16 November 2020. Salah satu isinya adalah penjelasan soal kebijakan gaji para pemain di Liga 1 dan Liga 2.

SK nomor SKEP/69/XI/2020 yang ditandatangani Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan sebenarnya hampir mirip dengan SKEP/53/VI/2020. Inti dari SK tersebut adalah penjelasan soal rencana jadwal Liga 1 dan Liga 2, serta soal kontrak pemain.

Mochamad Iriawan Ketum PSSI timnas U-19 Indonesia -pssi 1
pssi.org

Kompetisi Liga 1 dan Liga 2 dijadwalkan berlanjut Februari 2021. Sementara untuk Liga 3 baru akan ditetapkan setelah dua kompetisi teratas itu telah ada kejelasan.

“Pelaksanaan kompetisi sebagaimana tercantum pada ketetapan pertama adalah bulan Februari 2021 dengan memperhatikan ketentuan protokol kesehatan COVID-19 yang ditetapkan oleh pemerintah,” bunyi poin dalam SK tersebut.

Liga 1 2020 - PT LIB - Polri - Argo Yuwono - liga-indonesia. id
liga-indonesia.id

Sementara terkait masalah gaji pemain Liga 1 dan Liga 2, tak ada perubahan seperti SK sebelumnya. PSSI menetapkan gaji pemain dan ofisial kembali ke angka 25 persen selama jeda kompetisi hingga ada kejelasan jadwal.

“Klub dapat menerapkan kebijakan pembayaran gaji pemain, pelatih, dan ofisial, mulai Oktober sampai dengan Desember 2020. Pembayaran maksimal 25 persen dari kewajiban yang tertera dalam perjanjian kerja sampai dengan dimulainya kompetisi,” urai poin itu.

Nantinya, kembali jadi 50 persen untuk Liga 1 serta 60 persen untuk Liga 2 satu bulan sebelum kompetisi bergulir lagi. Angka itu harus sesuai dari nilai kontrak atau di atas upah minimum regional (UMR) sesuai domisili klub.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Ditunda Februari 2021, Hadiah Liga 2 2020 Tetap Menggiurkan

Ditunda Februari 2021, Hadiah Liga 2 2020 Tetap Menggiurkan 24

Football5Star.com, Indonesia – Meski ditunda sampai Februari 2021, hadiah Liga 2 2020 akan tetap menggiurkan dan bikin persaingan kian seru.. Hal tersebut setelah PT Liga Indonesia Baru (LIB) baru saja merilis rincian dalam surat resminya.

Seperti diketahui, LIB memang sudah memutuskan kalau kompetisi musim ini akan dilanjut Februari 2021. Meski memang nantinya saat berjalan, titel Liga 2 2020 juga akan mengalami perubahan seperti Liga 1.

Dalam surat bernomor 395/LIB-KOM/XI/2020, LIB menjelaskan kalau Liga 2 2020 akan ditambah tahun 2021 menjadi 2020/2021. Mereka juga memutuskan itu sebagai lanjutan dari hasil rapat Komite Eksekutif PSSI pada 28 Oktober lalu.

Ditunda Februari 2021, Hadiah Liga 2 2020 Tetap Menggiurkan Liga 2 2020 Bakal Disiarkan Secara Langsung di TV Nasional Football5Star.com, Indonesia - PT Liga Indonesia Baru (LIB) bakal berusaha bikin Liga 2 2020 disiarkan langsung di televisi nasional. Mereka saat ini tengah menjajali kerja sama dengan salah satu stasiun televisi. Sebenarnya, Liga 2 2020 memang sangat menjual. Sebab, banyak tim-tim besar yang berjuang serta saling jegal demi mendapatkan tiket Liga 1 2021 mendatang. Mulai dari Persis Solo, PSCS cilacap, Semen Padang, Sriwijaya FC, Mitra Kukar, PSMS Medan, hingga Badak Lampung bakal mewarnai Liga 2 2020. Terlebih, lima tim terakhir sempat merasakan persaingan ketat di Liga 1 beberapa tahun. "Kami memang ingin Liga 2 ditayangkan secara langsung. Laga-laga Liga 2, kan, dinantikan banyak pencinta sepak bola hingga di pelosok," kata Direktur Utama PT LIB, Akhmad Hadian Lukita, dikutip dari Antara. Selain dihuni tim-tim besar, Liga 2 2020 jua menjanjikan uang yang lumayan besar. Total bagi yang juara bisa mendapatkan hadiah uang sebesar Rp 1,5 miliar. Rindiannya uang tersebut dari subsidi Rp 600 juta di penyisihan grup, lalu Rp 200 juta di babak 8-besar, Rp 200 juta untuk semifinalis, dan hadiah Rp 500 juta buat sang jawara. Resmi! Ini Daftar Tuan Rumah dan Pembagian Grup Liga 2 2020
Ditunda Februari 2021, Hadiah Liga 2 2020 Tetap Menggiurkan 25

“LIB menjadwalkan Kompetisi Liga 2 2020 akan dilaksanakan pada Februari sampai Maret 2021. Titelnya dengan nama kompetisi Liga 2 2020/2021,” tulis surat itu.

Pada surat yang sama, LIB jua merincikan hadiah-hadiah untuk klub Liga 2 2020. Untuk tim yang berlaga di babak penyihan Liga 2, masing-masing akan mendapatkan Rp 450 juta yang akan diberikan dalam waktu tiga termin ketika kompetisi sedang berjalan.

Berikut Rincian hadiah Liga 2:

Babak Penyisihan Liga 2: Rp 450 juta (diberikan dalam waktu 3 termin)
Kompensasi Penundaan: Rp 100 juta (diberikan dalam waktu 4 termin)
Babak 8-Besar: Rp 200 juta (diberikan dalam waktu 2 termin)
Babak Semifinal: Rp 200 juta (diberikan dalam waktu 2 termin)
Babak Final
Juara: Rp 500 juta (setelah kompetisi selesai)
Runner-up: Rp 300 juta)

*Total hadiah untuk tim yang juarai Liga 2 2020 senilai Rp 1,45 miliar. Semua hadiah akan diberikan ketika kompetisi sedang berjalan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Liga 1 Lanjut Februari, Bagaimana Nasib Liga 2 2020?

Liga 1 Lanjut Februari, Bagaimana Nasib Liga 2 2020? 29

Football5Star.com, Indonesia – PT Liga Indonesia Baru (LIB) baru saja mengumumkan kalau Liga 2 2020 juga akan dilanjut Februari mendatang. Adapun soal format disebut tak akan berubah seperti rencana awal.

Seperti diketahui, LIB memang sudah memutuskan kalau kompetisi musim ini akan dilanjut Februari 2021. Meski memang nantinya saat berjalan, titel Liga 2 juga akan mengalami perubahan seperti Liga 1.

Dalam surat bernomor 395/LIB-KOM/XI/2020, LIB menjelaskan kalau Liga 2 akan ditambah tahun 2021 menjadi 2020/2021. Mereka juga memutuskan itu sebagai lanjutan dari hasil rapat Komite Eksekutif PSSI pada 28 Oktober lalu.

Respons PT LIB Usai Persiraja Ancam Mundur dari Liga 1 2020 Persib Bandung Lancarkan Protes, PT LIB Merespons Jadwal Liga 1 2020 Sah! Ilmuwan Lulusan ITB, Akhmad Hadian Lukita Jadi Dirut Baru PT LIB Haruna Soemitro

“LIB menjadwalkan Kompetisi Liga 2 akan dilanksanakan pada Februari sampai Maret 2021. Titelnya dengan nama kompetisi Liga 2 2020/2021,” tulis surat itu.

Terkait format dan sistem kompetisi Liga 2, LIB menjelaskan dalam surat yang ditandatangani Dirut Akhmad Hadian Lukita tak akan berubah. Jadwal pun mereka menyebutnya tak akan mengubahnya lagi, tetap sesuai rencana awal.

“Jadwal pertandingan tetap dengan skema yang sama. Namun, waktunya berubah dengan memperhatikan prinsip waktu kick-off pertama Liga 2 2020/2021. Nantinya kompetisi ini digelar sepekan setelah Liga 1 2020/2021 dilanjutkan kembali,” sambung surat itu.

Terkait izin keamanan, LIB mengaku masih secara insentif melakukan komunikasi dengan kepolisian. Mereka ingin terus meyakinkan Polri agar kompetisi bisa terus berlanjut.

“LIB dan PSSI terus melakukan koordinasi dengan Mabes Polri dan unsur terkait untuk mendapatkan izin penyelenggaraan Liga 1 dan Liga 2 sesuai dengan protokol kesehatan yang diterapkan oleh pemerintah RI,” tutup surat itu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Semen Padang Tak Mau Lagi Bantu Proses Naturalisasi Yu Hyun-koo

Semen Padang Tak Mau Lagi Bantu Proses Naturalisasi Yu Hyun-koo 33

Football5star.com Indonesia – Klub Liga 2, Semen Padang, akhirnya mengurungkan niat membantu proses naturalisasi gelandang asal Korea Selatan, Yu Hyun-koo. Namun, tim beralias Kabau Sirah itu punya alasan kuat untuk membuat putusan tersebut.

Yu Hyun-koo, yang sempat bergabung dengan Semen Padang pada paruh musim Liga 1 2019, memang tengah menjajaki peluang menjadi WNI (Warga Negara Indonesia). Semula, klub siap membantu sekaligus memberi rekomendasi. Namun, niat itu akhirnya diurungkan.

Yoo Hyun-koo - Kalteng Putra - PSM Makassar - Piala Presiden
pssi.org

Manajer Semen Padang, Effendi Syahputra, mengaku pihaknya bukan tidak mau membantu proses naturalisasi Yu Hyun-koo. Akan tetapi, peluang pemain berpaspor Korea Selatan itu menjadi WNI dirasa cukup kecil.

“Saya anggap tidak menjadi prioritas utama saat ini buat klub karena kebutuhan lain yang perlu dibenahi untuk klub,” kata Effendi Syahputra seperti dikutip Football5star.com dari Antaranews.

Effendi Syahputra mengatakan, pihak klub posisinya hanya membantu proses naturalisasi. “Saya pikir sulit untuk naturalisasi saat ini. Saya udah dapat info valid soal itu. Kalau klub lain mau mencoba, ya silakan,” katanya.

Kabar soal mundurnya Semen Padang dari rencana membantu Yu Hyun-koo sempat melebar. Alhasil, tak sedikit yang lantas mencibir pihak klub. Effendi Syahputra bilang, klub sudah berusaha maksimal tapi proses yang dihadapi memang rumit.

“Kami bantu untuk rekomendasikan. Tapi yang mengurus kan bukan kami. Ada agen khusus yang mengurus itu,” kata dia melanjutkan.

Saat menjabat sebagai manajer tim, Effendi Syahputra mengaku tidak ada juga kesepakatan tentang proses naturalisasi Yu Hyun-koo. Dia juga meminta agar suporter memahami kondisi tersebut.

“Semen Padang tim besar dan terus berjalan tidak hanya karena satu pemain saja. Klub ini harus terus berjalan secara kolektif karena tidak ada satu orang yang lebih besar daripada klub ini,” kata Effendi memungkasi.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

PT Liga Indonesia Baru Bakal Tambah Subsidi Klub Liga 1 dan Liga 2

PT Liga Indonesia Baru Bakal Tambah Subsidi Klub Liga 1 dan Liga 2 37

Football5Star.com, Indonesia – PT Liga Indonesia Baru (LIB) mengaku bisa saaja menambah uang subsidi buat klub kontestan Liga 1 2020. Meski memang sampai saat ini kompetisi masih belum jelas nasibnya.

Seperti diketahui, dengan ditundanya Liga 1 yang semula dijadwalkan 1 Oktober lalu itu mengubah rencana PT LIB. Apalagi meski klub sudah setuju liga dilanjut November, tapi belum memiliki kepastian lantaran izin kepolisian belum turun.

Ada wacana PT LIB akan menambah subsidi ebesar Rp25 juta untuk para kontestan kompetisi. Hal tersebut langsung ditanggapi oleh Direktur Utama PT LIB, Akhmad Hadian Lukita. Pria berusia 55 tahun ini tak menyanggah soal kabar tersebut.

akhmad hadian lukita Dirut PT LIB Sudah Berjuang, Tapi Liga 1 Malah Ditunda Dilanjutkan di Tengah Pandemi COVID-19, Liga 1 2020 Bisa Dihentikan LagiSultan HB X Didorong Larang Liga 1 2020 di Jogja, Begini Reaksi PT LIB PSSI Marah-Marah Soal Aturan Suporter, Ini Reaksi PT LIB Klub Wajib Umumkan Pemain yang Terinfeksi COVID-19? Ini Kata LIB Begini Reaksi PT LIB Usai Pemain Persik Positif COVID-19 PSM Makassar Belum Jua Latihan, Ini Kata PT LIB Hal-Hal yang Dilarang Keras di Liga 1 2020, Termasuk Selebrasi Andai Ada Kasus COVID-19 di Liga 1 2020, Bagaimana Sikap LIB? Persebaya Surabaya Terancam Sanksi Turun Kasta? Ini Kata PT LIB

“Sekarang PSSI sedang meminta PT LIB untuk merumuskan bagaimana kontribusi untuk masalah penambahan subsidi tersebut dengan berbagai skenario kapan liga akan dimulai. Sekarang kami ingin mencari opsi terbaik untuk masalah tambahan subsidi ini,” kata Hadian saat dihubungi wartawan.

“Arahan dari PSSI, jika lanjut bulan November, tim Liga 1 akan mendapatkan tambahan subsidi Rp 800 juta pada bulan Maret 2021. Tapi kalau lanjut Desember atau Januari, kami sedang rumuskan yang tepat seperti apa,” sambung dia.

Demikian pula untuk Liga 2. PT LIB mengakui kalau akan ada tambahan subsidi sebesar Rp 25 juta kalau benar-benar kompetisi bisa diputar per November.

“Tambahan uang subsidi Rp25 juta untuk Liga 2 jika kompetisi berjalan bulan November. Kalau di Desember kami dari dari LIB akan membuat formulasinya kembali,” tutup dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Liga 1 Jalan Terus, Tak Ada Alasan untuk Setop

gamespool
Liga 1 Jalan Terus, Tak Ada Alasan untuk Setop 41

Football5star.com, Indonesia – Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB), Akhmad Hadian Lukita mengatakan bahwa pihaknya tidak memiliki alasan untuk memberhentikan kompetisi Liga 1 2020. Menurut Akhmad Hadian, kompetisi Liga 1 dan Liga 2 diharapkan segera bergulir pada 1 November mendatang.

“Pokoknya akan terus dilanjutkan. Tidak ada reason untuk setop,” ucap Akhmad Hadian seperti dikutip Football5star.com dari Antaranews, Selasa (13/10/2020).

KOLOM: Dangdutan dan Pilkada Lampu Hijau, Liga 1 Lampu Merah

Keputusan untuk terus melanjutkan kompetisi sepak bola Indonesia menurut Akhmad Hadian, sesuai hasil rapat PSSI, LIB dan klub-klub peserta Liga 1 2020 di Yogyakarta. Para peserta rapat tersebut berharap kompetisi bisa berlangsung kembali mulai 1 November 2020.

Nantinya, jadwal kompetisi Liga 1 akan berlangsung terlebih dahulu. Satu minggu kemudian, baru Liga 2 bisa kembali bergulir.

“Untuk itu, kami akan meyakinkan pemerintah bahwa LIB bisa melaksanakan liga di tengah pandemi COVID-19 dengan protokol kesehatan yang nantinya diterapkan dengan ketat. Kami mengapresiasi perhatian Presiden Joko Widodo kepada sepak bola. Mudah-mudahan liga ini bisa dilanjutkan,” ucapnya.

Terkait soal izin dari pihak kepolisian yang jadi masalah, Akhmad Hadian menyebut hal itu akan disesuai dengan kondisi yang ada. Ia bahkan menyebut bahwa izin tak turun maka bisa saja kompetisi baru akan bergulir pada 1 Desember.

“Jadi kalau dimulai kembali pada 1 November 2020, kami menargetkan Liga 1 berakhir pada Maret 2021 supaya pada bulan Ramadhan yang jatuh pada April tidak ada pertandingan sepak bola,”

“Jika demikian, maka format kompetisi yang harus diubah karena jadwalnya lebih lama dari rencana,” tambahnya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Banyak Pemain Bintang yang ke Liga 2 Karena Dapat Gaji Besar

Banyak Pemain Bintang yang ke Liga 2 Karena Dapat Gaji Besar 45

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Muba Babel United, Bambang Nurdiansyah, membeberkan banyak pemain bintang mau ke Liga 2 karena gajinya besar. Tapi dia berharap para pemain tersebut bisa bersikap profesional dan membuktikan kualitasnya.

Jelang Liga 2 2020, memang banyak klub yang berdoyong-doyong merekrut pemain jebolan Liga 1. Beberapa di antaranya ialah Albeto Goncalves, Ferdinand Sinaga, Immanuel Wanggai, hingga Irsyad Maulana.

Muba Babel United sendiri memiliki beberapa nama bintang. Sebut saja Agus Indra, Frengky Kogoya, hingga yang terbaru direkrut, Titus Bonai. Hal ini membuat kompetisi strata dua tersebut sebenarnya akan sangat semarak saat dilanjutkan nantinya.

Pemain Bintang Banyak yang ke Liga 2 Karena Gajinya Besar PSMS Medan Sangat Aktif Berburu Pemain, Sudah 5 Pemain Datang

Pelatih Bambang Nurdiansyah menyebut kalau memang banyak klub yang punya ambisi besar musim ini. Mereka rela memberikan gaji besar ke pemain bintang agar bisa promosi ke Liga 1 2021.

“Bagus banyak pemain bintang. Asal pemain main serius. Karena gini, pemain bintang kenapa mau ke Liga 2. Karena Liga 2 yang timnya punya target bayarnya berani tinggi,” ungkap Bambang Nurdiansyah kepada Football5Star.

“Kalau mereka di tim lama mungkin potongannya (akibat penyesuaian gaji di tengah pandemi COVID-19) gede. Tapi memang kalau mereka turun ke Liga 2 harus profesional,” sambung dia.

Muba Babel United sendiri saat ini sedang diliburkan. Senin (5/10/2020), mereka akan kembali berlatih. Bambang Nurdiansyah sendiri sengaja memberi libur agar pemainnya bisa fresh.

“Jadi memang saya istirahatkan di samping juga memang kompetisinya mundur, tapi yang penting mengisitirahatkan mentalnya dulu, pemain kaget pasti. Saya gak mau latihan terus tapi mentalnya belum fresh. Istirahat dulu ketemu keluarga. Nanti begitu balik, jadi atau tidak, mereka sudah fresh lagi,” tutup Bambang Nurdiansyah.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

PSMS Medan: Kaki Kami Sudah Menancap di Tanah!

PSMS Medan: Kaki Kami Sudah Menancap di Tanah! 49

Football5Star.com, Indonesia – PSMS Medan mengaku sudah kepalang tanggung mempersiapkan timnya menatap Liga 2 2020 meski kini belum jelas. Mereka akan terus mempersiapkan skuatnya sambil menunggu kejelasan nasib Liga 2.

Seperti diberitakan sebelumnya, Liga 1 dan Liga 2 yang rencananya mulai dihelat per Oktober harus kembali ditunda. Alasannya PT LIB tak mendapatkan izin keramaian dari pihak kepolisian di tengah pandemi COVID-19 yang masih terus meningkat di Indonesia.

PSMS Medan jelas menjadi salah satu pihak yang pusing akibat penundaan kompetisi ini. Apalagi penundaan tersebut juga tak jelas. Terlebih, mereka jua sudah belanja banyak pemain bintang demi mengusung misi lolos ke Liga 1 2021.

PSMS Medan: Pikirkan yang Cari Makan di Sepak Bola

“Kaki kita (kami, Red.) sudah menancap di tanah, sudah masuk ke dalam. Mau tak mau harus kita lanjutkan ini. Makan pil pahi ya harus kita telan lah,” ungkap Sekrtaris PSMS, Julius Raja, saat dihubungi Football5Star.

Julis Raja menyebut kalau bukan cuma PSMS Medan saja yang pusing karena ketidakjelasan status kompetisi. Semuanya jua pasti akan merasakan hal sama. Terlebih banyak orang yang hidupnya tergantung dari sepak bola.

“Pikirkan semuanya yang cari makan di sepak bola, kalau tak dilanjutkan. Kan pemain bagaimana, ribut APPI lalu APSI, dikasihlah 25 persen, itu pun gak jalan kemarin,” papar dia.

“Artinya klub-klub jadi merana, sponsor gak ada, pemasukan gak ada, seharusnya bagaimana,” tutup Sekum PSMS itu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

PSMS Medan: Kami Bayar Gaji Pemain 60 Persen Sejak Agustus!

PSMS Medan: Kami Bayar Gaji Pemain 60 Persen Sejak Agustus! 53

Football5Star.com, Indonesia – PSMS Medan mengaku kalau sudah sejak Agustus hingga saat ini selalu membayar gaji pemain sebesar 60 persen. Hal itu merupakan salah satu komitmen mereka untuk menatap kompetisi meski kini tak jelas.

Seperti diketahui, PSSI sebenarnya membolehkan klub membayar gaji pemain sebesar 25 persen kepada pemain sampai Agustus. Lalu sebulan sebelum kompetisi yang awalnya direncanakan dihelat Oktober, klub harus membayarkan gaji minimal 50 sampai 60 persen.

Hal itu yang diterapkan oleh PSMS Medan. Mereka ingin pemainnya bisa fokus dan bekerja keras dalam latihan karena gajinya sudah sesuai dengan instruksi PSSI, bahkan lebih besar.

PSMS Medan: Pikirkan yang Cari Makan di Sepak Bola

“Wah kami itu sejak Agustus lalu September ini kami bayar gaji selalu 60 persen, itu kami selalu taati agar pemain juga nyaman di sini,” ungkap Sekretaris Umum PSMS Medan, Julius Raja, saat dihubungi Football5Star.

Meski diakui oleh Julius Raja, PSMS sebenarnya mengalami kerugian akibat belum jelasnya nasib kompetisi. Penundaan Liga 1 dan Liga 2 yang harusnya digelar Oktober ini, jelas bikin pengeluaran mereka akan membengkak.

“Ya jelas rugi. Gak setimpal, dapat 150 juta sebulan, ini molor satu bulan, ruginya 600 juta, karena biaya 750 juta (per bulan). Sementara dapat subsidi segitu, sisanya nombok lah. PSSI LIB saja kasian, ini sudah main di tingkat tinggi. Kita berdoa saja supaya sepak bola Indonesia lebih baik,” tutup dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Brasil yang Angka Kematian Tinggi Saja, Sepak Bolanya Jalan

Brasil yang Angka Kematian Tinggi Saja, Sepak Bolanya Jalan 57

Football5Star.com, Indonesia – Brasil yang angka kematian akibat COVID-19 tinggi saja, tapi sepak bolanya bisa jalan. Pendapat itu disampaikan oleh Sekretaris Umum PSMS Medan, Julius Raja, yang menanggapi Liga 2 2020 yang ditunda lagi.

Seperti diberitakan sebelumnya, Liga 1 dan Liga 2 yang rencananya mulai dihelat per Oktober harus kembali batal. Alasannya PT Liga Indonesia Baru (LIB) tak mendapatkan izin keramaian dari pihak kepolisian.

Hal itu membuat kubu PSMS Medan kecewa berat. Julius Raja yang mewajili PSMS, menilai kalau seharusnya kompetisi Indonesia menengok negara-negara lain. Brasil contohnya yang faktanya mencatat 4,81 juta kasus positif dan 144 ribu meninggal dunia. Tapi, sepak bolanya masih berjalan meski tanpa penonton.

PSMS PSM Makassar Ferdinand Sinaga Sempat Ditolak PSMS Medan, Kini Ikrar Janji

“Dunia juga tahu kalau COVID-19 di Indonesia itu tinggi. Tapi negara lain tinggi juga, dan kompetisinya jalan. Brasil saja yang notabene banyak yang meninggal tapi bolanya tetap jalan,” kata Julius Raja kepada Football5Star.

“Lalu di Italia dan Spanyol juga tinggi-tinggi itu mereka (kasus positif COVID-19). Tapi malah mulai lagi bolanya, musim baru mereka,” sambung dia.

Julius Raja menyebut kalau kompetisi tak jelas seperti ini, kasihan yang hidupnya tergantung pada sepak bola. Apalagi kondisi ekonomi pada masa pandemi seperti ini dinilai sulit.

“Ini kan kasihan pelatih, pemain. Belum wasit yang sudah lama menganggur. Klub-klub juga merana. Sponsor gak ada, pemasukan gak ada, seharusnya bagaimana?,” tutup Raja.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Liga Indonesia Tak Jelas, Begini Tanggapan Edy Rahmayadi

Liga Indonesia Tak Jelas, Begini Tanggapan Edy Rahmayadi 61

Football5Star.com, Indonesia – Edy Rahmayadi turut menanggapi Liga Indonesia yang kembali tak menemui kejelasan, terkhusus pada Liga 2. Dia disebut mengambil sisi positifnya karena PSMS Medan jua dalam persiapan.

Seperti diberitakan sebelumnya, Liga 1 dan Liga 2 yang rencananya mulai dihelat per Oktober harus kembali batal. Alasannya PT Liga Indonesia Baru (LIB) tak mendapatkan izin keramaian dari pihak kepolisian.

Edy Rahmayadi sendiri disebut Sekum PSMS Medan, Julius Raja, menanggapinya dengan positif. Dia ingin PSMS tetap menggelar latihan. Karena penundaan ini bisa jadi bikin PSMS lebih matang dalam persiapan menyambut Liga 2 2020.

PSMS Medan: Pikirkan yang Cari Makan di Sepak Bola

“Mundurnya ini tanggapan beliau (Edy Rahmayadi) dilihatnya dari sisi positifnya. Kemarin dia datang ke latihan. Dia menyebut kalau berarti PSMS bisa mempesiapkan tim, dalam hal kerja sama, fisik dan lain-lainnya,” ungkap Julius Raja, saat dihubungi Football5Star.

PSMS sendiri, kata Julis, mengaku merugi dengan penundaan Liga 2 2020 ini. Apalagi memang tim berjuluk Ayam Kinantan itu mendatangkan sederet nama beken demi misi kembali promosi ke Liga 1.

“Ya jelas rugi. Gak setimpal, dapat 150 juta sebulan, ini molor satu bulan, ruginya 600 juta, karena biaya 750 juta (per bulan). Sementara dapat subsidi segitu, sisanya nombok lah. PSSI LIB saja kasian, ini sudah main di tingkat tinggi. Kita berdoa saja supaya sepak bola Indonesia lebih baik,” tutup dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

PSMS Medan: Pikirkan yang Cari Makan di Sepak Bola

PSMS Medan: Pikirkan yang Cari Makan di Sepak Bola 65

Football5Star.com, Indonesia – PSMS Medan beraksi usai Liga 2 2020 kembali ditunda akibat tak dapat izin keamanan. Sekretaris Umum PSMS, Julius Raja, menilai kalau kondisi ini berpengaruh kepada orang yang mencari nafkah di sepak bola.

PSMS jelas menjadi salah satu pihak yang pusing akibat penundaan kompetisi ini. Apalagi penundaan tersebut juga tak jelas. Terlebih, mereka jua sudah belanja banyak pemain bintang demi mengusung misi lolos ke Liga 1 2021.

Julis Raja menyebut kalau bukan cuma PSMS Medan saja yang pusing karena ketidakjelasan status kompetisi. Semuanya jua pasti akan merasakan hal sama. Terlebih banyak orang yang hidupnya tergantung dari sepak bola.

Geliat PSMS Medan di Bursa Transfer Tak Lepas dari Andil Edy Rahmayadi Dituduh Tunggak Gaji Pemain, PSMS Medan Merespons

“Pikirkan semuanya yang cari makan di sepak bola, kalau tak dilanjutkan. Kan pemain bagaimana, ribut APPI lalu APSI, dikasihlah 25 persen, itu pun gak jalan kemarin,” ungkap Julius Raja kepada Football5Star.

“Artinya klub-klub termasuk PSMS jadi merana, sponsor gak ada, pemasukan gak ada, seharusnya bagaimana,” sambung Sekum PSMS itu.

Termasuk soal gaji, PSMS Medan jelas sangat rugi akibat penundaan ini. Mereka sebenarnya sudah benar-benar merancang pengeluaran klub dari segi gaji.

“Ya jelas rugi. Gak setimpal, dapat 150 juta sebulan, ini molor satu bulan, ruginya 600 juta, karena biaya 750 juta (per bulan). Sementara dapat subsidi segitu, sisanya nombok lah. PSSI LIB saja kasian, ini sudah main di tingkat tinggi. Kita berdoa saja supaya sepak bola Indonesia lebih baik,” tutup dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Sudah Belanja Banyak Pemain Tapi Liga Ditunda, PSMS Medan Curiga

Sudah Belanja Banyak Pemain Tapi Liga Ditunda, PSMS Medan Curiga 69

Football5Star.com, Indonesia – PSMS Medan tak bisa menutupi kekecewaan usai Liga 2 2020 mengambang dan tak jelas. Padahal, mereka sudah berbelanja banyak pemain bintang demi mengusung target kembali ke Liga 1.

Seperti diketahui, PSMS memang sangat aktif dalam bursa transfer jelang Liga 2 2020. Sejumlah pemain bintang sudah didatangkan, seperti Ferdinand Sinaga, Hanis Saghara, Paulo Sitanggang, hingga mendatangkan Gomes Oliveira sebagai nahkoda tim.

Belakangan PSMS Medan jua sudah resmi mengamankan jasa Imanuel Wanggai dan OK John sebagai pemain anyar. Mereka jua kabarnya selangkah lagi mengumumkan Silvio Escobar sebagai pemain baru.

PSMS Medan Sangat Aktif Berburu Pemain, Sudah 5 Pemain Datang

Akan tetapi bak petir di siang bolong, Liga 1 dan Liga 2 202 akhirnya ditunda. Hal itu buntut dari PT LIB tak mendapatkan izin dari kepolisian.

“Memang seharusnya dua bulan sebelum berjalan harusnya sudah ada kepastian dari polisi. Tapi apa daya. Ini sepak bola kita ini yang sudah dicampuri beberapa aspek,” kata Sekretaris Umum PSMS Medan, Julius Raja saat dihubungi Football5Star.

“Salah satunya politik, lalu sponsor. Karena di antara sponsor ini ada yang suka ada yang tidak,” sambung dia.

Julius Raja menyebut kalau PSMS curiga ada pihak-pihak yang memang tak mau kompetisi Indonesia ini dilanjutkan. Padahal, PSSI sudah ingin bersih-bersih.

“Sponsor yang selama ini dipakai, lalu sekarang tidak. Ini lah ya teriak-teriak supaya dihentikan. Sekarang kan Pak Mochamad Iriawan mau pembersihan, mereka yang tak dapat ini teriak-terak yang buat suasana kacau, saya bicara apa adanya,” tutup dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Suara Tim Liga 2 yang Keberatan dengan Ditundanya Kompetisi Sepak Bola

gamespool
Suara Tim Liga 2 yang Keberatan dengan Ditundanya Kompetisi Sepak Bola 72

Football5star.com, Indonesia – Mabes Polri beberapa waktu lalu memutuskan untuk tidak memberikan izin keramaian untuk menggelar kompetisi sepak bola. Hal itu membuat PSSI memutuskan untuk menunda restart Liga 1 dan Liga 2 yang sedianya dijadwalkan pada awal Oktober 2020.

Sejumlah klub peserta Liga 2 pun merasa keberatan dengan keputusan ini. Masalah finansial jadi salah satu alasan para klub ini tak setuju dengan penundaan restart kompetisi sepak bola.

https://www.instagram.com/p/CFtf9rlD9mf/

Menurut Manajer Sriwijaya FC, Hendri Zainuddin dengan keputusan ditundanya kompetisi maka membuat kondisi sepak bola Indonesia semakin tidak jelas. Pernyataan ini disampaikan oleh Hendri di akun Instagram klub.

“Penundaan Liga Indonesia satu bulan membuat permasalahan semakin tidak jelas,” ucap Hendri.

Menurut Hendri jika keputusan penundaan disebabkan angka penderita Covid-19 yang masih mengkhawatirkan, apakah ada jaminan di bulan berikutnya hal tersebut tidak sama.

“Jika permasalahan bulan depan masih sama soal Covid-19, kapan lagi mulai tandingnya,” tambahnya.

Sementara itu, CEO PSIM Yogyakarta Bambang Susanto menyebut ada plus dan minus dengan keputusan untuk menunda kompetisi. Menurut Bambang, nilai plusnya PSIM bisa kembali mempersiapkan tim.

“Buat kami, makin banyak waktu untuk memperbaiki performa tim,” kata Bambang seperti dikutip Football5star.com dari Tribun.

Meski menurut Bambang, dampak finansial menjadi masalah tersendiri bagi PSIM.

“Walaupun tentu saja mempunyai dampak finansial yang otomatis akan bertambah dengan adanya penundaan yang cukup mendadak ini. Kami menunggu jelasnya keadaan ini dari operator kompetisi, PT LIB,” ucapnya.

Sedangkan klub Badak Lampung menyebut bahwa pihaknya masih terus menunggu keputusan resmi dari piihak operator terkiat kondisi ini dan belum akan melakukan rencana ke depannya.

“Kalau kami masih menunggu perkembangan kedepannya seperti apa,” ucap Media Officer Badak Lampung FC Imam Rizaldi.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Liga 2 Ditunda, PSMS Gencar Rekrut Pemain Meski Mengaku Merugi Miliaran Rupiah

gamespool
Liga 2 Ditunda, PSMS Gencar Rekrut Pemain Meski Mengaku Merugi Miliaran Rupiah 76

Football5star.com, Indonesia – Peserta Liga 2 2020 PSMS Medan mengaku bahwa tertundanya restart kompetisi sepak bola di Indonesia karena tidak mendapat izin dari Mabes Polri membuat mereka merugi miliaran rupiah.

Menurut Sekretaris Umum PSMS, Julius Raja dengan tertundanya kompetisi Liga 2, klub sudah mengeluarkan lebih dari Rp 7,5 miliar untuk melakukan perobakan tim.

Geliat PSMS Medan di Bursa Transfer Tak Lepas dari Andil Edy Rahmayadi Dituduh Tunggak Gaji Pemain, PSMS Medan Merespons

“PSMS sudah miliaran rugi. Budgeting kita kan sekitar 10 miliar sampai selesai liga 2 ini sampai Desember. Nah sampai sekarang ini sudah sekitar 7,5 miliar sudah habis termasuk untuk perombakan tim,” ucap Julius seperti dikutip Football5star.com dari Tribun Medan, Rabu (30/9/2020).

“Jadi tidak ada keputusan ‘menunggu lagi’. Nanti waktunya kembali tidak pas. PSSI harus mengambil ketegasan, yes or no,” tegasnya.

Menurut Julius, angka tersebut merupakan biaya yang dikeluarkan klub untuk melakukan perekrutan pemain, gaji pelatih, gaji pemain dan ofisial, hingga biaya konsumsi pemain. Terkait perekrutan pemain, tim berjuluk Ayam Kinantan ini memang cukup agresif untuk datangkan pemain anyar.

Terbaru, PSMS Medan baru saja merekrut pemain naturalisasi asal Paraguay, Silvio Escobar. Sebelum kompetisi terhenti akibat pandemi Covid-19, Escobar sempat membela Tira Persikabo.

“Segera kita akan melakukan teken kontrak dengan Silvio Escobar,” ucap Julius.

Sebelumnya, PSMS juga sukses meminjam OK John dan Immanuel Wanggai dari Borneo FC. Tim Ayam Kinantan itu juga sudah mengamankan jasa Ferdinand Sinaga, Hanis Sagara, Azka Fauzi dan Anis Nabar.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Nyaris Satu Tim Terdepak Gara-Gara PSMS Datangkan Sederet Bintang

Nyaris Satu Tim Terdepak Gara-Gara PSMS Datangkan Sederet Bintang 79

Football5Star.com, Indonesia – Ada yang datang, pasti ada pula yang harus pergi, begitu yang terjadi di PSMS Medan. Setelah kedatangan sederet pemain bintang, mereka baru saja mendepak nyaris satu tim, yakni sembilan pemain sekaligus.

Seperti diketahui, PSMS memang sangat aktif dalam bursa transfer jelang Liga 2 2020. Sejumlah pemain bintang sudah didatangkan, seperti Ferdinand Sinaga, Hanis Saghara, Paulo Sitanggang, hingga mendatangkan Gomes Oliveira sebagai nahkoda tim.

Belakangan PSMS Medan jua sudah resmi mengamankan jasa Imanuel Wanggai dan OK John sebagai pemain anyar. Tak berhenti sampai di situ, Abdul Rahman jua tinggal menunggu diresmikan saja oleh tim berjuluk Ayam Kinantan tersebut.

Tentu, kondisi itu memaksa PSMS untuk mendepak beberapa pemain lain yang tak masuk dalam rencana Gomes de Oliveira. Ada sembilan pemain sekaligus yang tercoret.

https://www.instagram.com/p/CFa0FXMniYZ/

Mereka adalah Andre Pambudi, Ananias Fringkreuw, Ichlasul Qadri, Fiwi Dwipan, Ramadhani, Arif Budi Darmawan, Eki Fauzi Sahputra, Yuda Irawan, Jadug Arya, dan Ari Hermawan. Manajemen PSMS Medan buka suara.

“Pertama posisinya terlalu gemuk di tim, terlalu banyak. Di dalam satu posisi ada dua sampai tiga pemain jadi pelatih tidak mau begitu. Jadi istilahnya terlalu gemuk,” kata Sekretaris Umum PSMS, Julius Raja.

Tentu menarik menantikan kiprah PSMS Medan pada Liga 2 2020 dalam misi promosi kembali tahun depan. Apalagi selain mendatangkan sejumlah pemain bintang, ada pula pemain-pemain tenar lain yang sudah gabung. Mereka ialah Rachmad Hidayat, Yohanis Nabar, Abdul Rohim, hingga sang legenda, Legimin Raharjo.

“Kami masih ada dua atau tiga pemain lagi yang kami lihat sampai 18 Oktober penutupan transfer. Kami lihat nanti,” tutup dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Kukuh Lanjutkan Liga 1 2020, PSSI Ingin Contoh Premier League

Kukuh Lanjutkan Liga 1 2020, PSSI Ingin Contoh Premier League 83

Football5Star.com, Indonesia – PSSI mengaku berkukuh melanjutkan Liga 1 2020 karena ingin berkaca dari kompetisi lain, seperti Premier League. Tak ditampik memang liga-liga di berbagai belahan dunia, termasuk Eropa dan Asia Tenggara tetap jalan di tengah pandemi COVID-19.

Sebenarnya, menggulirkan kompetisi di tengah situasi COVID-19 yang kian bertambah kasusnya di Indonesia memang riskan. Apalagi baru-baru ini pemain Persik Kediri, Andri Ibo dinyatakan positif terinfeksi virus tersebut.

Akan tetapi, berbagai cara dilakukan oleh PSSI untuk lanjutkan Liga 1 2020. Pada Kamis (17/9/2020) ini, PSSI dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman.

Kukuh Lanjutkan Liga 1 2020, PSSI Ingin Contoh Premier League

“Negara-negara lain sudah melanjutkan kompetisi. Seperti Liga Inggris, Jerman, Spanyol dll. Indonesia yang akan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2021 tentu harus melanjutkan kompetisi,” kata Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan.

“Hampir semua negara ASEAN juga sudah menjalankan liga. Malaysia, Thailand, Laos, Myanmar, dan Vietnam sudah menjalankan liga dan Filipina rencananya juga akan segera memutar kompetisi mereka. Ini alasan kami untuk tetap melanjutkan Liga 1 dan Liga 2 2020,” sambung Iriawan.

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo, dalam kesempatan yang sama punya beberapa syarat buat PSSI. Dia ingin PSSI memastikan para peserta yang akan ikut di Liga 1 dan Liga 2 tidak memiliki riwayat penyakit bawaan karena akan sangat riskan jika tertular virus Covid-19.

“Perlu dipastikan kompetisi sepak bola dilakukan tanpa penonton. Mohon ini jadi perhatian penyelenggaran untuk menaati konsensus yang disepakati,” kata Doni memungkasi.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Liga 2 2020 Bakal Disiarkan Secara Langsung di TV Nasional

Liga 2 2020 Bakal Disiarkan Secara Langsung di TV Nasional 87

Football5Star.com, Indonesia – PT Liga Indonesia Baru (LIB) bakal berusaha bikin Liga 2 2020 disiarkan langsung di televisi nasional. Mereka saat ini tengah menjajali kerja sama dengan salah satu stasiun televisi.

Sebenarnya, Liga 2 2020 memang sangat menjual. Sebab, banyak tim-tim besar yang berjuang serta saling jegal demi mendapatkan tiket Liga 1 2021 mendatang. Tak cuma itu, banyak jua tim-tim yang pernah mentas di Liga 1 beberapa tahun terakhir.

Liga 2 2020 Bakal Disiarkan Secara Langsung di TV Nasional Football5Star.com, Indonesia - PT Liga Indonesia Baru (LIB) bakal berusaha bikin Liga 2 2020 disiarkan langsung di televisi nasional. Mereka saat ini tengah menjajali kerja sama dengan salah satu stasiun televisi. Sebenarnya, Liga 2 2020 memang sangat menjual. Sebab, banyak tim-tim besar yang berjuang serta saling jegal demi mendapatkan tiket Liga 1 2021 mendatang. Mulai dari Persis Solo, PSCS cilacap, Semen Padang, Sriwijaya FC, Mitra Kukar, PSMS Medan, hingga Badak Lampung bakal mewarnai Liga 2 2020. Terlebih, lima tim terakhir sempat merasakan persaingan ketat di Liga 1 beberapa tahun. "Kami memang ingin Liga 2 ditayangkan secara langsung. Laga-laga Liga 2, kan, dinantikan banyak pencinta sepak bola hingga di pelosok," kata Direktur Utama PT LIB, Akhmad Hadian Lukita, dikutip dari Antara. Selain dihuni tim-tim besar, Liga 2 2020 jua menjanjikan uang yang lumayan besar. Total bagi yang juara bisa mendapatkan hadiah uang sebesar Rp 1,5 miliar. Rindiannya uang tersebut dari subsidi Rp 600 juta di penyisihan grup, lalu Rp 200 juta di babak 8-besar, Rp 200 juta untuk semifinalis, dan hadiah Rp 500 juta buat sang jawara. Resmi! Ini Daftar Tuan Rumah dan Pembagian Grup Liga 2 2020

Mulai dari Semen Padang, Sriwijaya FC, Mitra Kukar, PSMS Medan, Persiba Balikpapan hingga Badak Lampung bakal mewarnai Liga 2. Belum lagi beberapa tim yang menyimpan daya sengat berbahayas. Semisal PSKC Cimahi, Putra Sinar Giri FC, Sulut United, hingga PSCS Cilacap.

“Kami memang ingin Liga 2 ditayangkan secara langsung. Laga-laga Liga 2, kan, dinantikan banyak pencinta sepak bola hingga di pelosok,” kata Direktur Utama PT LIB, Akhmad Hadian Lukita, dikutip dari Antara.

Selain dihuni tim-tim besar, Liga 2 2020 jua menjanjikan uang yang lumayan besar. Total bagi yang juara bisa mendapatkan hadiah uang sebesar Rp 1,5 miliar. Rindiannya uang tersebut dari subsidi Rp 600 juta di penyisihan grup, lalu Rp 200 juta buat tim yang lolos babak 8-besar, Rp 200 juta untuk semifinalis, dan hadiah Rp 500 juta bagi yang berhasil menjadi kampiun.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Mantan Kapolda Lampung Soroti Klub Indonesia yang Menunggak Gaji Pemain

Mantan Kapolda Lampung Soroti Klub Indonesia yang Menunggak Gaji Pemain 90

Football5Star.com, Indonesia – Klub-klub Indonesia yang masih menunggak gaji pemain dapat sorotan dari Mantan Kapolda Lampung, Irjen Pol (Purn) Drs. Sudjarno, SH. Pria yang kini menjadi Direktur Operasional (Dirops) PT LIB itu mengimbau klub harus segera menyelesaikan masalah itu.

Seperti diberitakan sebelumnya, ada lima tim Liga 2 yang disebut-sebut terlilit masalah gaji. Mereka adalah PSMS Medan, PSPS Riau, PSKC Cimahi, Kalteng Putra, dan Perserang Serang. Hal tersebut sempat membuat Asosiasi Pesepak Bola Profesional Indonesia (APPI) mengimbau kelimanya dilarang lakukan aktivitas transfer.

Sudjarno yang pernah jadi Kapolda Lampung pada 2016 itu mengimbau klub agar bisa mencari solusi terbaik soal tunggakan gaji pemain. Paling tidak, masalah menunggak gaji ini bisa diselesaikan para kontenstan sebelum kompetisi dimulai.

“Silakan klub bernegosiasi sampai ketemu solusi. Kalau solusinya tak ketemu ya negosiasi lagi Itu yang menjadi arahan kami kepada klub-klub,” kata Sudjarno dikutip dari Antara.

APPI, kata Sudjarno, memang sudah bicara langsung kepada PT LIB. LIB sendiri tentu menekan klub agar bisa melunasi kewajibannya. Tapi, yang tahu soal kontrak pemain, klub yang bersengketa tersebut.

“Saran dari LIB, seperti yang disampaikan tadi. Klub bernegosiasi dengan pemain sampai ada solusi. LIB kan tak mengetahui kontrak pemain seperti apa, gaji pemain berapa. LIB hanya memverifikasi status pemain,” tutup pria yang jua pernah menjadi Wakalpolda Metro Jaya 2012 silam itu.

Tunggak Gaji, 5 Klub Termasuk PSMS Harusnya Tak Boleh Datangkan Pemain

Tunggak Gaji, 5 Klub Termasuk PSMS Harusnya Tak Boleh Datangkan Pemain 93

Football5Star.com, Indonesia – Asosiasi Pesepak bola Profesional Indonesia (APPI) mengungkap ada lima klub, termasuk PSMS Medan yang masih menunggak gaji pemainnya. Harusnya kelima tim tersebut tak boleh melakukan aktivitas transfer sampai masalah gaji ke pemain bisa selesai.

Kelima klub itu ialah, PSMS Medan, PSPS Riau, PSKC Cimahi, Kalteng Putra, dan Perserang Serang. Kelimanya menurut catatan APPI terbukti masih mengutang kewajiban ke pemain. APPI sendiri sudah menyampaikan beberapa catatan khusus kepada PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi.

Manajer umum APPI, Ponaryo Astaman, menyebut kalau harusnya kelima klub tersebut tak boleh melakukan aktivitas transfer. Hal itu sebagai hukuman karena belum melunasi tanggung jawabnya ke pemain.

“Kami ingatkan keputusan NDRC (National Dispute Resolution Chamber) itu harus dieksekusi sekarang ini. Kalau belum lunas, sanksinya kan tidak boleh melakukan registrasi ataupun transfer pemain selama tiga periode. Kami harap itu dijalankan,” kata Ponaryo Astaman.

Hal ini tentu menjadi salah satu lampu kuning buat PT LIB karena bulan depan Liga 2 2020 akan kembali digulirkan. Terlebih beberapa klub jua sangat aktif dalam bursa transfer, seperti PSMS Medan.

https://www.instagram.com/p/CEi7VIEpMvP/

PSMS Medan bahkan sukses mendaratkan lima pemain sekaligus untuk menatap Liga 2 musim ini. Mereka ialah Ferdinand Sinaga, Paulo Sitanggang, Hanis Saghara Putra, JAdug Arya Argani, dan David Aryanto.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

PSMS Medan Sangat Aktif Berburu Pemain, Sudah 5 Pemain Datang

PSMS Medan Sangat Aktif Berburu Pemain, Sudah 5 Pemain Datang 96

Football5Star.com, Indonesia – PSMS Medan tampaknya sangat serius membidik untuk promosi setelah kedatangan banyak pemain. Sejauh ini sudah ada lima pemain datang dan beberapa di antaranya bahkan berstatus bintang ke kubu PSMS.

Seperti diketahui, tim berjuluk Ayam Kinantan itu sudah mulai ancang-ancang mempersiapkan kekuatan sejak awal Agustus. PSMS pertama kali berhasil mendaratkan Ferdinand Sinaga yang dipinjam dari PSM Makassar. Beberapa hari berselang, gantian Paulo Sitanggang yang gabung dengan status pinjaman dari Persik Kediri.

Kini, tiga pemain sekaligus datang ke PSMS Medan. Mereka adalah Hanis Saghara Putra, Jadug Arya Argani, dan David Aryanto. Hanis datang jua dengan status pinjaman dari Bali United. Sedang David Aryanto bekas pemain Kalteng Putra, sedang Jadug musim lalu perkuat Barito Putera U-20.

https://www.instagram.com/p/CEi7VIEpMvP/

“David dan Jadug dikontrak permanen hingga Desember 2020. Hanis peminjaman sampai Desember dari Bali United. Dengan ketiga pemain ini, mudah-mudahan kita bisa memuwjudkan target ke Liga 1,” kata Manajer PSMS, Mulyadi Simatupang.

Total kini PSMS Medan sudah memiliki 30 nama untuk mengarungi Liga 2 2020. Beberapa pemain berstatus bintang. Selain Ferdinand Sinaga, Paulo Sitanggang dan Hanis Saghara, ada pula pemain-pemain bintang, seperti Rachmad Hidayat, Yohanis Nabar, Abdul Rohim, hingga sang legenda, Legimin Raharjo.

Berikut 30 Pemain PSMS Medan untuk Liga 2 2020:

Kiper: Herlian Arif Laksono, Muhammad Adi Satryo, David Aryanto, Abdul Rohim.

Belakang: Syaiful Ramadhan, Afiful Huda, Andre Prambudi, Andre Oki Sitepu, Ramdani, Agung Prasetyo, M Riqfi, Arif Budi, Jadug Arya, Ikhwani.

Tengah: Elina Soka, Yohanis Nabar, Ichasul Qadri, Hamdi Sula, Legimin Raharjo. Yuda Risky, Eki Fauzi, Rachmad Hidayat, Sutanto Tan, Paulo Sitanggang.

Depan: Ari Hermawan, Ananias Fingkreuw, Ikhwan Fauzi, Risky Novriansyah, Ferdinand Sinaga, Hanis Saghara Putra.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Resmi! Ini Daftar Tuan Rumah dan Pembagian Grup Liga 2 2020

Resmi! Ini Daftar Tuan Rumah dan Pembagian Grup Liga 2 2020 100

Football5Star.com, Indonesia – PT Liga Indonesia Baru (LIB) akhirnya secara resmi menunjuk empat tim tuan rumah dan mengumumkan pembagian grup Liga 2 2020. Rencananya kompetisi strata dua Indonesia itu akan mulai dihelat 17 Oktober mendatang.

Seperti diketahui, dalam lanjutan Liga 2 2020 ini ada perubahan format yang dilakukan PT LIB atas kesepakatan klub. Tadinya kompetisi ini digelar dua grup, yakni Wilayah Barat dan Timur. Kini, Liga 2 dibagi ke dalam empat grup yang diselenggarakan di empat kota berbeda.

Pelatih Persik Tuding Wasit Sekongkol untuk Berikan Penalti ke PSMS

Tak cuma itu, nantinya tiap grup Liga 2 2020 jua akan menerapkan single round-robin yang artinya tiap tim hanya bertemu sekali saja atau satu putaran saja. Dua tim teratas akan lolos ke babak delapan besar yang jua menganut sistem grup single round-robin.

Baru, setelahnya dua tim teratas masing-masing grup akan ke semifinal. Hanya ada dua tim yang lolos ke Liga 1 2021 yakni para klub yang melaju ke final.

Berikut daftar tuan rumah dan pembagian grup Liga 2 2020:

Grup A: Badak Lampung (Tuan Rumah), Babel United, Perserang Serang, PSBS Biak, Cilegon United, Persewar Waropen

Grup B: PSCS Cilacap (Tuan Rumah), Kalteng Putra, Persiba Balikpapan, PSKC Cimahi, Persis Solo, Persigo Semeru

Grup C: PSPS Pekanbaru (Tuan Rumah), Mitra Kukar, Putra Sinar Giri, AS Abadi Tiga Naga, PSIM Yogyakarta

Grup D: PSMS Medan (Tuan Rumah), Sulut United, Semen Padang, Persekat Tegal, Persijap Jepara, Sriwijaya FC.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Liga 1 Dilanjutkan, Apa Kabar Satgas Anti Mafia?

Liga 1 Dilanjutkan, Apa Kabar Satgas Anti Mafia? 104

Football5Star.com, Indonesia – Liga 1 2020 yang akan dilanjutkan Oktober mendatang bakal tetap mendapat pantauan dari Satgas Anti mafia sepak bola Indonesia. Meski kompetisi berjalan dengan kondisi seadanya, tetap dikhawatirkan ada orang-orang yang main judi bola.

Hal itu dikonfirmasi langsung oleh PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator. Memang, Liga 1 2020 nantinya akan berjalan tanpa degradasi. Tapi, untuk tetap menjaga kualitas pertandingan, Satgas Anti Mafia Bola tetap akan mengawasinya.

Apalagi di Liga 2 yang tetap akan ada sistem promosi tahun depan. Direktur Operasional LIB, Sudjarno, menyebut kalau hal itu sudah jauh-jauh hari dibicarakan agar pertandingan di Indonesia tetap bersih dari kecurangan.

Satgas Anti Mafia bola Liga 1 2020 Dilanjutkan, Klub Mulai Jadwalkan Berkumpulnya Pemain. Protokol Kesehatan Liga 1 2020
Liga-Indonesiaid

“Ya, itu juga menjadi bagian dari concern kami karena kami juga sudah koordinasi waktu Liga 1 dan Liga 2 2020 mau bergulir kemarin,” kata Sudjarno kepada awak media.

“Ketika nanti Liga 1 dan Liga 2 sudah berjalan lagi, kami pasti akan tetap gandeng Satgas Anti Mafia Bola,” sambung mantan Kapolda Lampung itu.

Pengaturan skor memang sempat menjadi perbincangan hangat di sepak bola Indonesia. Bahkan beberapa waktu lalu beberapa sosok sempat ditangkap dan diadili karena diduga terlibat dengan kasus match fixing itu.

Maka dari itu, PT LIB sudah menyiapkan waktu untuk bertemu langsung dengan Satgas Anti Mafia Sepak Bola Indonesia. “Nanti kami akan ketemu mereka untuk melakukan audiensi,” tutup dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Klub Liga 2 Kecewa Seperti Dianaktirikan oleh PSSI dan PT LIB

Klub Liga 2 Kecewa Seperti Dianaktirikan oleh PSSI dan PT LIB 108

Football5Star.com, Indonesia – Klub-klub Liga 2 merasa kecewa karena seperti dianaktirikan oleh PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB). Hal itu dituturkan oleh Persiba Balikpapan yang menyebut klub Liga 2 minim perhatian.

Ketua Umum Persiba, Gede Widiade, memyebut kalau PSSI dan PT LIB tak terlalu memikirkan nasib klub Liga 2. Dia bahkan bilang kalau operator dan PSSI tak serius untuk melanjutkan kompetisi kasta kedua karena tak ada komunikasi sampai saat ini.

“Manager meeting tidak pernah dan regulasi sampai sekarang belum jelas. Apalagi jadwal juga belum ada. Padahal dari awal sudah memastikan Oktober lanjut,” kata Gede Widiade, dikutip dari Kaltim Post.

Dua Hal Ini Harus Diperhatikan LIB Soal Masa Depan Kompetisi

“Kalau saya memang lebih cenderung dihentikan. Kalau nanti sampai akhir tahun kondisi reda, bisa saja dibuat turnamen sebagai gantinya,” sambung mantan Dirut Persija Jakarta itu.

Liga 2, kata Gede Widiade, jua mendapat perlakuan yang berbeda. Menurutnya karena Liga 2 bukan kompetisi yang utama, jadi dinilai tak memiliki daya tarik.

“Sebenarnya ada saja yang mau jadi sponsor Liga 2, tapi karena mainnya kita selalu hari kerja ya susah. Siapa mau menonton Senin jam 4 sore,” papar dia.

Makanya, para kontestan Liga 2 termasuk Persiba Balikpapan sempat mengusulkan adanya operator sendiri untuk menangani kompetisi selain PT LIB. Tapi memang menurutnya hal itu snagat sulit dilakukan.

“Makanya selama ini klub Liga 2 kan memang tak punya power untuk menentukan nasibnya. Hanya sebagian kecil yang saya lihat sudah mengarah ke modern. Seperti PS Hizbul Wathan yang owner-nya bisa diajak membahas hal seperti ini,” tutup Gede Widiade.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Lagi, PSMS Medan Resmi Pulangkan Salah Satu Pemain Bintang dari Rantau

Lagi, PSMS Medan Resmi Pulangkan Salah Satu Pemain Bintang dari Rantau 112

Football5Star.com, Indonesia – PSMS Medan berhasil kembali memulangkan salah satu pemain bintangnya di rantau. Setelah Ferdinand Sinaga, mereka kini sukses mendapatkan Paulo Sitanggang dari Persik Kediri.

Nama Paulo Sitanggang memang beberapa hari terakhir terus dikaitkan dengan PSMS Medan. Hal itu setelah Ferdinand Sinaga jua sudah resmi diikat oleh klub berjuluk Ayam Kinantan itu dengan status pinjaman untuk main di Liga 2 2020.

Manajemen PSMS pun mengaku sudah mendapat persetujuan dari Persik Kediri. Paulo sendiri disebut sudah setuju untuk bermain dalam klub besutan Philip Hansen Maramis itu di Liga 2.

“Tinggal masalah administrasi. Paulo memutuskan sudah bergabung dengan PSMS meskipun baru secara lisan. Tinggal hitam di atas putih. Kami yakin tidak ada perubahan karena kami yakin pemain pemain sudah mau,” kata manajer PSMS Mulyadi Simatupang dikutip dari akun Instagram resmi klub.

Paulo Sitanggang - Persik Kediri - @persikfcofficial

PSMS Medan, kata MUlyadi Simatupang, masih berkomunikasi dengan manajemen Persik Kediri. Dia belum membeberkan kedatangan Paulo Sitanggang ke PSMS dengan status pinjaman atau permanen.

“Memang kami katakan belum seratus persen karena administrasi saja. Tetap harus pakai etika mungkin. Komunikasi ke Persik juga baik meskipun ada beberapa poin yang harus disepakati. Mudah-mudahan (tidak sebagai pinjaman),” sambung dia.

Selain Ferdinand Sinaga dan Paulo Sitanggang, PSMS Medan masih terus memburu beberapa pemain bintang di rantau. Nama Ghozali Siregar jua disebut-sebut masuk ke dalam target.

“Saat ini kita masih punya empat slot pemain. Dua sudah terisi Ferdinand dan Paulo, tinggal dua pemain lagi yang mau kita isi. Kita akan tanya pelatih bagaimana, apakah butuh penambahan kiper atau striker lagi nanti,” papar dia.

“Liga 2 musim ini keras, pakai format home tournament. Tambahan dua pemain baru itu sebenarnya cukup juga, tapi enggak tahu pelatih masih butuh pemain lagi atau tidak. Kalau bisa kita tambah ya kenapa tidak,” tutup Mulyadi Simatupang.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

RESMI! PSSI Gulirkan Kembali Liga 1 dan Liga 2 pada Oktober 2020

RESMI! PSSI Gulirkan Kembali Liga 1 dan Liga 2 pada Oktober 2020 116

Football5star.com, Indonesia – Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) melalui ketua umum, Mochamad Iriawan resmi mengumumkan kembali bergulirnya kompetisi Liga 1 dan Liga 2 pada Oktober 2020.

Selain kompetisi Liga 1 dan Liga 2 yang mulai kembali bertanding pada Oktober 2020, kompetisi Liga 3 juga mulai berjalan pada bulan yang sama. Keputusan PSSI setelah berdiskusi dengan stackholder lain seperti perwakilan klub, asosiasi pemain (APPI), dan asosiasi pelatih (APSSI).

“Dengan berbagai pertimbangan, PSSI mengeluarkan SK terbaru tanggal 27 Juni, kompetisi Liga 1 hingga Liga 2 dan 3 akan kembali kita gulirkan mulai Oktober,” kata Iriawan seperti dikutip Football5star.com dari halaman resmi PSSI, Minggu (28/6/2020).

Persib Bandung dinilai Wander Luiz rugi akibat penundaan Liga 1 2020 akibat pandemi Virus Corona.

Keputusan bergulirnya kembali Liga 1, Liga 2, dan Liga 3 ditetapkan PSSI melalui Surat Keputusan SKEP/53/VI/2020. Namun untuk urusan pelaksaan kompetisi dan lain sebagainya akan dituangkan PSSI dalam surat terpisah.

Ditambahkan pria yang akrab disapa Iwan Bule tersebut bahwa bergulirnya kompetisi sepak bola di Indonesia juga sebagai kampanye bahwa negara ini sudah mulai beradaptasi dengan situasi “New Normal” di tengah pandemi COVID-19.

“Kita perlu melakukan kampanye lewat sepakbola bahwa Indonesia sudah mulai beradaptasi dan belajar dengan situasi ‘New Normal’ dengan menjalankan protokol kesehatan. Lewat kompetisi sepak bola adalah kampanye yang baik bagi dunia luar,”

Ditambahkan Iwan Bule, bahwa keputusan untuk menjalankan kembali kompetisi di Indonesia untuk menghindari sanksi yang mungkin dijatuhkan oleh FIFA. Dan yang paling utama, kompetisi dilanjutkan untuk kepentingan timnas Indonesia.

“Kompetisi yang dilakukan sekarang adalah untuk kepentingan timnas ke depan, agar pemain selalu berkompetisi dan dengan sendirinya pemain tetap terasah kualitasnya,” paparnya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

PSSI Resmi Lanjutkan Liga 1 dan Liga 2 2020, Ini Jadwal Kick off-nya

PSSI Resmi Lanjutkan Liga 1 dan Liga 2 2020, Ini Jadwal Kick off-nya 120

Football5Star.com – Indonesia, PSSI secara resmi mengumumkan bakal melanjutkan Liga 1 dan Liga 2 2020. Jadwalnya rencananya akan dimulai pada September atau Oktober mendatang berdasar rapat Komite Eksekutif (Exco) PSSI.

Sebelumnya, PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) memang sudah menemui beberapa pihak terkait kelanjutan musim ini yang terhenti akibat virus corona COVID-19. Dari mulai pelatih, hingga pemain, semua sudah ditemui oleh PSSI.

Hasilnya, dalam rapat Exco PSSI, disepakati kalau Liga 1 dan Liga 2 2020 akan dilanjutkan. Dari total 14 anggota Exco PSSI, 12 setuju liga dilanjutkan, hanya satu yang tak setuju, sedang satu lainnya memilih abstain.

Dengan demikian Exco PSSI memutuskan gelaran Liga 1 dan Liga 2 musim kompetisi 2020 dinyatakan dilanjutkan pada September/Oktober mendatang. Selanjutnya, PSSI akan berkoordinasi dengan PT LIB untuk menggodok penjadwalan musim ini.

Wander Luiz menilai penundaan Liga 1 2020 dapat membuat Persib Bandung kehilangan momentum.

PSSI sendiri akan berkoordinasi pula dengan Gugus Tugas COVID-19 di Indonesia. Mereka akan mengonfirmas hal-hal apa saja yang dilakukan ketika kegiatan sepak bola di Tanah Air dilanjutkan.

Presiden Klub Persebaya Surabaya, Azrul Ananda, berkomentar soal kompetisi yang dilanjutkan. Menurutnya memang semuanya terdampak akibat virus ini, tapi dia berharap keputusannya dibuat dengan kepentingan luas.

“Segala keputusan harus dibuat dengan dasar kepentingan paling luas. Bukan hanya sepak bola nasional dan masa depannya, tapi juga dampaknya terhadap masyarakat lebih luas,” ujar Azrul dalam laman resmi Persebaya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]