Manajer Semen Padang: Tim Ini Salah Satu yang Terbaik!

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Manajer Semen Padang FC (SPFC), Effendi Syahputra, sangat berharap Liga 2 benar-benar bergulir karena timnya terbilang sudah sangat siap. Bahkan, dia menyebut timnya saat ini salah satu yang terbaik.

Seperti diketahui, kabar Liga 2 sampai saat ini memang masih belum menemui titik terang. Bila Liga 1 2021-22 direncanakan akan bergulir tengah Agustus nanti, kompetisi strata kedua sepak bola Indonesia itu masih belum ada kepastian.

Kondisi tersebut tentu berdampak kepada para kontestan, seperti SPFC. Namun, di tengah belum pastinya kompetisi, tim berjuluk Kabau Sirah itu terus menjalani persiapan.

Manajer Semen Padang: Tim Ini Salah Satu yang Terbaik!

“Kami menggelar latihan internal setiap pekan dan melakukan uji coba dengan tim lokal. Kalau melihat kontestan lain, 24 tim, kami termasuk salah satu yang siap,” ungkap Effendi Syahputra dalam kanal YouTube resmi Semen Padang.

“Kami masih terus latihan, per pekan uji coba latihan bersama, memang agak susah di PPKM cari klub selevel. Kami ajak Liga 3, uji coba untuk lihat mana kelemahan yang akan muncul di tim,” sambung dia.

Manajer Semen Padang: Tim Ini Salah Satu yang Terbaik!

Padahal, Effendi sangat yakin Semen Padang akan bicara banyak di Liga 2. Apalagi, mereka menargetkan untuk bisa menembus Liga 1 musim depan.

“Tim ini salah satu yang terbaik yang pernah saya tangani. Tentu kami berharap kompetisi bisa segera bergulir dan kami mampu mencapai target lolos ke Liga 1,” pungkas dia.

Soal Kabar Perubahan Format Liga 2 2021, Begini Kata PT LIB

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – PT Liga Indonesia Baru (LIB) akhirnya bersuara soal kabar perubahan format untuk Liga 2 2021 yang sebelumnya menggunakan sistem home tournament. Mereka menegaskan, format kompetisi strata kedua sepak bola Indonesia itu tetap sesuai rencana.

Seperti diketahui tak cuma nasib Liga 1, Liga 2 2021 juga belakangan belum menemui titik terang. Kepastian kompetisi kasta kedua Indonesia itu tergantung dengan Liga 1. Sebab, liga akan digulirkan dua pekan setelah Liga 1 dilaksanakan, alias September.

Dengan waktu yang mepet, ada kabar PT LIB akan mengubah format kompetisi. Namun, Direktur Utama (Dirut) PT LIB, Akhmad Hadian Lukita, memastikan semuanya masih dalam rencana yang sudah dijabarkan beberapa waktu lalu.

Soal Kabar Perubahan Format Liga 2 2021, Begini Kata PT LIB

“Liga 2 akan dibagi ke dalam empat grup. Jadi masih sesuai rencana awal yang kita lakukan sebelumnya,” ujar Akhmad Hadian Lukita dikutip dari Antara.

“Banyak pertimbangan agar tidak merubah format tersebut dan itu semua hasil diskusi dengan PSSI. Banyak yang mau menjadi tuan rumah, jadi mesti kami mengakomodasinya,” sambung dia.

Seperti diketahui, kompetisi kasta kedua tersebut akan diikuti oleh 24 tim peserta. Mereka nantinya dibagi menjadi empat grup yang masing-masingnya diisi oleh enam tim. Formatnya home tournament alias digelar di satu wilayah tuan rumah.

Hingga saat ini, ada tujuh klub Liga 2 yang mengajukan jadi tuan rumah. Mereka ialah PSMS Medan, Sriwijaya FC, Dewa United FC, PSCS Cilacap, Kalteng Putra, Persiba Balikpapan, PSPS Riau, dan Persis Solo dan akan dipilih empat di antaranya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Kompetisi Tak Jelas, Nasib Pemain Liga 2 Mengkhawatirkan

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Ketidakjelasan kompetisi disebut bikin nasib para pemain di Liga 2 2021 kian mengkhawatirkan. Hal itu diungkapkan oleh Asosiasi Pesepak bola Profesional Indonesia (APPI) yang dalam waktu dekat akan bicara dengan pemain divisi kedua Indonesia itu.

Memang, Liga 2 nasibnya agak parah dibanding Liga 1. Kompetisi strata kedua sepak bola Indonesia itu bahkan cuma berjalan beberapa pertandingan saja pada 2020, lalu akhirnya dibubarkan. Kondisi ketidakpastian itu jelas berdampak kepada para pemain.

Wakil presiden APPI, Andritany Ardhiyasa menyebutkan, nasib para pemain kasta kedua sepak bola Indonesia itu mengkhawatirkan. Dalam waktu dekat pihaknya akan berbicara kepada para pemain, setelah baru saja berbincang dengan perwakilan penggawa Liga 1.

Pemain Mulai Bergerak Minta Kepastian Liga 1 2021-22 Kompetisi Tak Jelas, Nasib Pemain Liga 2 Mengkhawatirkan

“Sementara masih pemain dari klub Liga 1 dahulu yang mengikuti rapat virtual. Setelah ini pemain-pemain dari Liga 2, karena kondisinya bahkan lebih memprihatinkan situasinya,” ungkap Andritany.

Acting General Manager APPI, Mohammad Hardika Aji, tak menampik kalau memang pemain menjadi korban dari situasi tak menentu liga Indonesia. Padahal, para pemain pun sudah sepakat untk menjaga protokol kesehatan saat menjalani kompetisi di tengah pandemi Covid-19.

“Jika konsep kompetisi telah mentaati aturan dan protokol kesehatan, maka seharusnya tidak ada kekhawatiran lagi. APPI akan menindaklanjuti hal ini ke pihak-pihak terkait yang berkepentingan dalam situasi pandemi ini,” tutup dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Syamsir Alam, Dari Uruguay ke Panggung Hiburan dan Kini Main dengan Zidane

gamespool
Syamsir Alam, Dari Uruguay ke Panggung Hiburan dan Kini Main dengan Zidane 14

Football5star.com, Indonesia – Klub Liga 2, Rans Cilegon FC resmi mengumumkan 31 pemain untuk perhelatan Liga 2 2021. Dari 31 nama tersebut, satu nama yang jadi sorotan dan jadi trending topic di Twitter, Syamsir Alam.

Syamsir Alam ditempatkan dengan dua pemain lain di lini depan Rans Cilegon FC yakni Jujun Junaidi dan Cristian Gonzales. Penunjukkan Syamsir Alam pun membuat warganet di jagat Twitter menjadi gaduh.

“Syamsir Alam host MTMA itu ya? Emg doi pemain bola?” kicau salah satu warganet.

“Cuma Rendy (Juliansyah) yg menjanjikan, masih muda & berbakat. Syamsir alam masih bisa main bola?” tambah warganet lainnya.

Pesimistis para warganet ini wajar. Hal ini lantaran pemain kelahiran Agam, 28 tahun lalu itu terakhir tercatat menjadi pemain di klub profesional Indonesia pada 2016. Saat itu, ia bermain di klub Persiba Balikpapan.

Perjalanan karier Syamsir Alam

Syamsir Alam mengawali kariernya SSB Depok. Penampilan Syamsir Alam di SSB ini pun sempat menarik perhatian legenda Indonesia, Ronny Pattinasaranny yang saat itu menjadi pemilik SSB Asiop. Bergabung ke Asiop membuat karier Syamsir di lapangan hijau terbuka.

Ia kemudian masuk ke dalam program pelatihan pesepak bola muda yang digelar PSSI. Program yang bernama Sociedad Anonima Deportiva (SAD) itu membawa Syamsir Alam menimba ilmu ke Uruguay selama empat tahun.

Cuma Andalkan Tiga Striker, Ini Skuat Rans Cilegon FC untuk Liga 2

Namanya semakin dikenal publik sepak bola nasional saat membela timnas U-19 di ajang Piala Asia U-19 2007 yang berlangsung di Vietnam. Di ajang itu, ia sempat torehkan rekor dengan mencetak gol tercepat untuk timnas Indonesia. Gol itu ia ceploskan ke gawang Hongkong pada detik ke-18.

Kariernya terus menanjak. Ia pun sempat menimba karier junior bersama klub Belanda SC Heerenveen pada 2009) dan SBV Vitesse pada 2010. Ia lalu bergabung ke klub Belgia, CS Vise. Namun di klub ini, namanya meredup. Ia hanya bermain sebanyak 10 kali selama rentang 2011-2013.

Namanya juga sempat dilirik oleh klub MLS, DC United. Namun di klub ini, Syamsir mendapat perlakukan tak mengenakkan. Kontraknya diputus oleh pihak klub karena masalah indisipliner.

Setelah membela Persiba di 2016, namanya menghilang dari panggung sepak bola. Ia lalu muncul di layar televisi menjadi pembawa acara program televisi bertema petualangan alam Indonesia.

Beberapa waktu lalu di channel Youtube, Hamka Hamzah yang sekarang jadi pelatihnya di Rans Cilegon FC, Syamsir sempat mengatakan sudah pensiun dari sepak bola.

Namun, sekarang ia kembali ke panggung sepak bola dan akan bermain dengan sejumlah nama beken di sepak bola nasional serta pemain-pemain baru seperti M Zidane dan Andri Batistuta.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Kas Hartadi, Ayah Franz Beckenbauer yang Jadi Pelatih Dewa United

gamespool
Kas Hartadi, Ayah Franz Beckenbauer yang Jadi Pelatih Dewa United 18

Football5star.com, Indonesia – Klub Dewa United FC yang resmi mengakuisisi klub Liga 2, Martapura FC menunjuk pria asal Solo, Kas Hartadi sebagai pelatih. Sosok Kas Hartadi bukan orang baru di sepak bola nasional.

Ia salah satu pelatih berpengalaman yang dimiliki sepak bola Indonesia. Sebelum menjadi pelatih, Kas Hartadi sempat membawa gelar juara sebagai pemain di dua klub berbeda yakni Kramayudha Tiga Berlian dan Arseto Solo.

Dewa United FC
Instagram.com/dewaunitedfc

“Kami memang membutuhkan pelatih yang bermental juara, kami juga ingin punya pelatih yang tahu kerasnya Liga 2, ingin punya pelatih yang berkualitas di babak delapan besar dan lain-lain sampai akhirnya lolos ke partai final,” ucap COO Dewa United, Rendra Soedjono.

Saat Indonesia meraih medai emas SEA Games 1991, ia menjadi bagian dari penggawa Merah Putih. Pada 2004, ia memutuskan untuk pensiun sebagai pemain. Tapi sepak bola tak begitu saja ia tinggalkan.

Yang menarik dari Kas Hartadi saat ia pensiun adalah dirinya mulai kariernya di pinggir lapangan di Sekayu Youth Soccer Academy, sebuah tim untuk bakat-bakat muda di Sumatera Selatan, Kas kemudian ditunjuk untuk menukangi Timnas U-13. 

Pada 2011, ia ditunjuk menjadi pengganti Ivan Kolev sebagai pelatih Sriwijaya FC. Dua tahun sebelumnya, Kas menjadi asisten Kolev di tim Laskar Wong Kito tersebut.

Sempat tersadung masalah Mafia Bola

Pada 2018, nama Kas Hartadi sempat muncul di ramai-ramainya masalah mafia bola. Kas disebut sempat mendapat perlakuan tak mengenakkan dari seorang mafia bola.

Hal ini pertama kali diungkap oleh Bambang Suryo (BS). Menurut BS, insiden tersebut terjadi dalam pertandingan Liga 2 2018 antara Kalteng Putra versus PSS Sleman.

Namun kemudian, Kas membantahnya. β€œSaya dipanggil untuk klarifikasi mengenai kabar saya dicekik mafia bola. Namun, saya bingung kapan saya dicekik mafia,” ujarnya usai dimintai keterangan oleh Komdis PSSI.

β€œSaya jelaskan ke Komdis PSSI kalau tidak ada insiden saya dicekik oleh mafia. Jadi tadi saya hanya ditanya terkait kebenarannya saja,” katanya menambahkan.

Miliki Anak dengan Nama Legenda Sepak Bola

Satu hal yang menarik lagi dari Kas ialah nama yang ia berikan untuk anak-anaknya. Pada 23 November 2017, Kas dianugrahi putra ketiga. Anak ketiganya pun ia beri nama seperti dengan legenda sepak bola Jerman, Franz Beckenbauer.

Sebelumnya, Kas menamai putra pertama dengan Eric Cantona dan untuk anak kedua, ia beri nama Luis Figo Madeira.

‘Memang sejak dulu memiliki keinginan memberikan nama legenda sepak bola dunia untuk sanak saya. Alhamdulillah kembali mendapat rejeki untuk keluarga,” ungkapnya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Awalnya Tim Amatir, Si Macan Gaib Kini Menjelma Jadi Dewa United

gamespool
Awalnya Tim Amatir, Si Macan Gaib Kini Menjelma Jadi Dewa United 23

Football5star.com, Indonesia – Klub Liga 2 Martapura FC resmi diakuisisi oleh perusahaan e-sport, Dewa United Esports. Klub yang berjuluk Biawak Rapui itu pun resmi berganti nama menjadi Dewa United.

Home base klub ini pun berpindah dari Martapura ke Tangerang. Kevin Hardiman ditunjuk menjadi CEO klub. Sementara orang kedua setelah CEO, alias COO menjadi tugas dari presenter olahraga, Rendra Soedjono.

Menurut Rendra dalam sesi jumpa pers secara virtual kepada awak media mengatakan bahwa Dewa United akan berusaha menjadi tim terbaik hingga bisa tembus ke Liga 1.

Dewa United FC
Instagram.com/dewaunitedfc

“Dewa United bukan tim yang terbaik, tapi Dewa United berjanji untuk menjadi yang terbaik. Tujuan kami cuma satu, yaitu ke Liga 1,” kata Rendra.

Rendra Soedjono juga menegaskan bahwa Tangerang dipilih sebagai home base dengan maksud untuk mengisi kekosongan tim dari Tangerang pada kompetisi Liga 2. Rendra pun menyebut Dewa United sangat menghormati tim-tim senior di Tangerang seperti Persita dan Persikota.

“Kami tidak bermaksud merebut yang sudah ada. Kami tim yang datang untuk dicintai. Kami ingin memberikan warna yang baru untuk sepakbola Indonesia, dengan keinginan untuk membuat tim yang profesional,” ucapnya.

Rekam Sejak Martapura FC di Liga 2

Pada 11 Februari 2009, kota berjuluk kota Intan, Martapura memiliki tim sepak bola bernama Martapura FC. Awalnya tim ini masih amatir dan bermain di tingkat kabupaten.

Martapura FC mengarungi kompetisi Divisi III dengan para pemain U-21. Perjuangan di mulai, berkencah di Divisi III Liga Indonesia yang mana Liga ini atau Kompetisi ini adalah kasta terendah di persepakbolaan Indonesia dan Martapura FC akhirnya Lolos ke Divisi II.

Perjalanan ke Divisi II pun berlanjut yang mana kompetisi ini di ikuti oleh 100 klub di seluruh Indonesia dengan batasan usia pemain di bawah usia 23 tahun atau U-23 dan sekali lagi Martapura FC lolos ke Divisi I Liga Indonesia yang mana 10 klub terbaik di kasta ini lolos ke Divisi I.

Martapura FC
instagram.com/martapurafc

Pada 2013, tim ini mengarungi Divisi I disebut juga Divisi I BLAI ( Balai Liga Amatir Indonesia) yang terbagi menjadi 12 grup dengan 65 klub dari seluruh Indonesia. Pada 2014, tim ini lolos ke Divisi Utama.

Singkat cerita, pada kompetisi Liga 2 2017, Martapura FC bisa lolos sampai ke babak 8 besar. Bersama dengan Persebaya Surabaya di grup 5, Martapura berhasil melenggang lolos ke babak 16 besar liga 2. Klub tersebut berhasil menggeser sejumlah rivalnya seperti PSIM Yogyakarta.

Saat itu Martapura FC dilatih oleh Frans Sinatra Huwae dan diisi oleh sejumlah pemain seperti eks bek Persija, Fahreza Agamal. Lolos hingga babak 8 besar terus diukir oleh tim ini pada edisi Liga 2 berikutnya, 2019. Artinya tim ini memang beberapa kali hampir lolos ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Klub Liga 2 Minta Tak Dianaktirikan Soal Turnamen Pramusim

Klub Liga 2 Minta Tak Dianaktirikan Soal Turnamen Pramusim 27

Football5Star.com, Indonesia – Klub peserta Liga 2 meminta tak dianaktirikan soal turnamen pramusim bertitel Piala Menpora 2021. Mereka meminta turut diperhatikan dan juga diikutsertakan dalam turnamen tersebut.

Rencananya, turnamen pramusim Liga 1 ini dihelat dengan durasi 37 hari, yakni dari 20 Maret hingga 25 April. Nantinya, akan ada lima grup dengan masing-masing terisi lima klub, dihelat di beberapa kota, yakni Solo, Sleman, Malang, Bandung, hingga Palembang

Ada 20 peserta yang akan mentas dalam Piala Menpora 2021, yakni 18 klub Liga 1 dan dua klub undangan Liga 2 2021. Dua klub itu ialah PSMS Medan dan Sriwijaya FC. Nah hal ini memicu kecemburuan dari klub Liga 2 lainnya.

Mochamad Iriawan Presiden Jokowi Setujui Vaksin Covid-19 untuk Liga 1 2021

Salah satu yang protes ialah Perserang Serang. Manajer Perserang, Babay Karnawi, sempat meminta kepada PT Liga Indonesia Baru (LIB) dan PSSI agar klub kompetisi strata kedua lainnya juga diikutsertakan di Piala Menpora.

“Kalau dilihat dari yang dipaparkan, maka klub Liga 2 tak didafarkan atau tak masuk pramusim. Kami mohon ingin dilibatkan kompetisi pramusim sebelum kompetisi resmi,” kata Babay saat komunikasi dengan PSSI dan PT LIB secara virtual.

Direktur Operasional LIB, Sudjarno, pun menjawab permintaan Perserang. Dia menyebut kalau rencana kompetisi pramusim sedang dimatangkan. Dia tak menutup kemungkinan klub Liga 2 juga diikutsertakan.

“Ini memang rencana kami, masih akan kami matangkan bersama PSSI. Setelah izin keluar, kami komunikasi, yang mana yang akan dijalankan tentu berdasar rapat. LIB tawarkan, PSSI yang putuskan,” beber Sudjarno.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Nostalgia Hari Ini: Kelahiran Brayat Jogja Mataram Utama Sejati

gamespool
Nostalgia Hari Ini: Kelahiran Brayat Jogja Mataram Utama Sejati 30

Football5star.com, Indonesia – Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan kota penuh makna bagi perjalanan sepak bola Indonesia. Di kota ini pada 19 April 1930, PSSI dibentuk. Tak salah jika kemudian kota Yogja juga memiliki magnet kuat di sepak bola nasional.

Di kota ini juga pada 15 September, 17 tahun lalu, lahir salah satu basis suporter bernama Brayat Jogja Mataram Utama Sejati (Brajamusti). Jauh sebelum kelahiran Brajamusti, kota Yogya sudah memiliki klub sepak bola yang sudah berdiri bahkan sebelum terbentuknya PSSI yakni Perserikatan Sepak Raga Mataram atau disingkat PSM.

https://www.instagram.com/p/B06CFC1lfxD/

Klub yang menjadi cikal bakal PSIM Yogyakarta ini terbentuk pada 5 September 1929. Baru pada 27 Juli 1930, PSM berganti nama menjadi PSIM. Dan fakta sejarah menunjukkan PSIM merupakan salah satu pioner bersama Persija, Persib, PPSM Magelang, Madiun Putera, Persebaya, dan Persis yang membentuk PSSI.

Kembali ke cikal bakal lahirnya Brajamusti. Sebelum 15 September 2003, PSIM sudah memiliki basis suporter sendiri. Para suporter PSIM ini bergabung di sejumlah wadah seperti Pathuk Squad, Cobra Mataram, Cidelaras, dan masih banyak lagi. Ialah Guntur Artamaji yang menggagas pertemuan para Laskar PSIM ini di Balai RK Mangkukusuman, Gondokusuman, Yogyakarta.

Dari pertemuan tersebut disepakati untuk membentuh wadah bersama suporter PSIM. Yang menarik nama Brajamusti sendiri dipilih setelah diadakan sayembara melalui surat kabar. Dikutip dari sejumlah forum suporter PSIM, nama Brajamusti dipilih karena memiliki arti yang kuat dan sangat mencerminkan citra para suporter PSIM.

Bersumber dari suportermilitan, arti sesunggunya Brajamusti adalah Aji-Ajian sakti dari Gatot Kaca. Seperti yang kita ketahui, Gatot Kaca adalah anak dari Bima, salah satu Pandawa Lima di dalam pewayangan Jawa. Nama Brajamusti diambil mengandung nilai filosofi bahwa para suporter ini bisa menjadi senjata yang ampuh bagi PSIM saat menghadapi lawan-lawan di lapangan hijau.

Hitam Putih perjalanan Brajamusti

Pada Oktober 2019 kelompok Brajamusti mendapat sorotan pencinta sepak bola nasional. Hal ini menyusul pecahanya insiden di laga Derbi Mataram antara PSIM vs Persis Solo di Stadion Mandala Krida.

Kerusuhan pecah di pengujung laga PSIM melawan Persis Solo pada pekan terakhir fase grup Liga 2 2019. PSIM tertinggal 2-3 dari Persis Solo dan pemain kedua tim cekcok, disusul tendangan yang dilayangkan bek tengah PSIM Ahmad Hisyam Tolle dan menghamburnya suporter PSIM ke lapangan.

Akibatnya, Asisten pelatih Persis Solo Choirul Huda dipukul hingga pelipisnya terluka. Kemudian skuat Persis Solo langsung berlindung di ruang ganti dan dievakuasi menuju hotel. Kericuhan pun pecah di luar stadion, Mobil polisi pun sampai rusak dibakar massa yang marah.

Menanggapi ricuh tersebut, presiden Brajamusti, Muslich Burhanuddin meminta maaf kepada semua pihak yang dirugikan. Ia menyesal sampai pecahnya kericuhan seperti itu.

https://www.instagram.com/p/B1q-JkqFRzi/

“Kami mohon maaf sedalam-dalamnya, terutama kepada Pemkot Jogja, Pengprov DIY, pengelola Stadion Mandala Krida, kepolisian dan manajemen PSIM,” kata Muslich seperti dikutip dari Harian Jogja.

Ricuh yang melibatkan suporter sepak bola bisa dibilang hal lumrah di lapangan hijau. Tapi tak selamanya juga suporter selalu diidentikkan dengan hal negatif. Brajamusti sudah membuktikkan mereka menjadi pengawal setia PSIM baik di masa-masa sulit ataupun senang.

Di luar hal tersebut, Brayat Jogja Mataram Utama Sejati juga adalah kumpulan manusia yang memiliki kepekaan terhadap lingkungan sosial. Seperti juga suporter klub lainnya, saat pandemi corona menyerang. Brajamusti turun tangan.

Pada Mei lalu, Muslich sebagai presiden Brajamusti melelang jersey bersejarah sebagai bentuk dukungan untuk perang melawan corona. Sebelumnya, di bulan April, Brajamusti ambil bagian di program PSIM Emphaty, program klub untuk membantu sesama yang sedang membutuhkan sebuah pertolongan, khususnya warga Yogyakarta di pandemi corona.

Bahkan Brajamusti juga melakukan penggalangan dana untuk membantu masyarakat yang terdampak pandemi corona. “Selama satu pekan ini kami menggalang dana untuk penyediaan APD dan donasi yang terkumpul Rp.50 jutaan,” kata juru bicara wadah suporter Brajamusti Rantau, Addy Kurniawan pada 3 April 2020.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Begini Rekam Jejak Kiper Klub Liga 2 yang Jadi Bandar Sabu

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Kabar tak sedap dari kompetisi Liga 2. Salah satu pemain dari klub Liga 2, PS Hizbul Wathan (PSHW), M Choirun Nasirin ditangkap pihak Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur sebagai bandar narkotika jenis sabu-sabu.

Dikutip dari sejumlah sumber, kiper klub Liga 2 ini ditangkap di sebuah hotel di daerah Pabean, Payan, Sedti, Sidoarjo, Jawa Timur. Penangkapan ini menurut pihak BNNP karena adanya laporan dari maysarakat.

Saat penangkapan, barang bukti yang disita adalah tujuh paket narkotika jenis methapetamine dengan berat 5319 gram bruto. Selain Nasirin, pihak BNNP juga menangkap insan sepak bola lainnya seperti mantan pemain Persela Lamongan, Eko Susan Indarto, Eks Ketua Askot Jakut, Dedi A Manik, dan sopir bernama Novin Ardian.

Kompetisi Indonesia Berhenti, Pemain Liga 2 Jadi Pengedar Sabu

Seperti apa rekam jejak kiper kelahiran 12 Agustus 1989 di sepak bola Indonesia itu?

Dikutip dari halaman liga indonesia, Choirun pada Gojek Liga 1 2017 tercatat sebagai kiper untuk tim Gresik, Persegres Gresik United. Di pertengah musim, ini pindah ke tim Liga 2, Perssu Real Madura.

Tahun lalu, Choirun sempat bermain untuk tim PSMS Medan. Di tahun ini, ia dikontrak oleh tim PS Hizbul Wathan yang sebelumnya bernama Persigo Semeru FC.

Saat bermain di Persegres Gresik United, Choirun jadi salah satu pemain yang berani bersuara saat haknya terkait gaji tidak dibayarkan oleh manajemen.

Pada November 2017, Choirun mengungkap bahwa dirinya dan para pemain belum mendapatkan gaji dan hal tersebut sangat membuatnya resah.

“Tidak ada habisnya jika berbicara soal Persegres. Sampai sekarang gaji pemain belum dibayar selama 3 bulan, untuk pemain putaran kedua kurang 2 bulan,” kata Choirun seperti dikutip dari Surya.

Akibat dari tak dapat gaji, kiper klub Liga 2 itu sempat menyebut bahwa dirinya menyesali bahwa pemain Persegres di tahun itu diterpa rumor suap.

“Masih ada isu kena suap ini itu. Padahal tidak segampang membalik telapak tangan untuk mengembalikan kepercayaan, apalagi jumlah kebobolan saya di Persegres ini paling banyak dalam karir saya. Ini sangat berat buat saya sebenarnya,” ucapnya.

Banner Gamespool Baru Football5Star

Kompetisi Indonesia Berhenti, Pemain Liga 2 Jadi Pengedar Sabu

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5Star.com – Kabar mengejutkan datang dari salah satu pemain Liga 2, M Choirun Nasirin yang digerebek karena menjadi pengedar sabu. Pemain yang memperkuat PS Hizbul Wathan (PSHW) itu ditangkap dalam sebuah penggerebekan olej Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur.

Menurut berbagai sumber, Choirun Nasirin ditangkap di sebuah hotel di Pabean, Payan, Sedti, Sidoarjo. Dia diangkap atas laporan masyarakat dan ditemukan barang bukti narkoba jenis sabu-sabu.

Kabarnya, Nasirin sendiri terjun di dunia terlarang itu semenjak kompetisi dihentikan. Dia sebenarnya masih berstatus sebagai pemain aktif di PSHW. Diketahui Nasirin jua merupakan mantan kiper PSMS Medan.

Selain Nasirin, BNNP Jatim menangkap beberapa pelaku yang jua insan sepak bola. Di antaranya mantan pemain Persela Lamongan, Eko Susan Indarto, Eks Ketua Askot Jakut, Dedi A Manik, dan sopir bernama Novin Ardian.

Kompetisi Indonesia Berhenti, Pemain Liga 2 Jadi Pengedar Sabu

“Awalnya di seputaran Sidoarjo itu sering dijadikan tempat transaksinya jaringan ini. Kemudian tim berantas BNNP Jatim lakukan profiling dan penyelidikan hingga akhirnya kami temukan empat tersangka dalam sebuah kamar hotel di sekitar Sedati, Sidoarjo,” bilang Kepala BNNP Jatim, Brigjen Pol Bambang Priyambadha, dikutip dari Tribunews.

Sementara pihak PSHW sendiri dengan tegas langsung memecat Nasirin. Presiden PSHW, Dhimam Abror Djuraid, juga sudah berkoordinasi langsung dengan BNNP Jatim.

“Kita sudah kontak BNN (Jatim) dan juga bicara langsung dengan Nasirin. Kita sampaikan bahwa kita memberhentikan dia sebagai pemain PSHW dan putus kontrak,” bilang Dhimam.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Pemain Indonesia: Ancaman Corona, Liga Terhenti, Gaji di Bawah UMR

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Asosiasi pesepak bola profesional Indonesia (APPI) mengatakan bahwa kondisi miris kini dialami pesepak bola terkait pemotongan gaji. Akibat pemotongan yang akan dilakukan pihak klub, banyak pemain yang akan menerima gaji di bawah UMR.

“Banyak pemain yang seperti itu terutama di Liga 2. Ada yang masih bergaji Rp 5jutaan. Kalau dipotong 25 persen sesuai keputusan PSSI maka mereka hanya menerima gaji kisaran Rp 1,25 juta. Itu di bawah UMR dan itu tidak pas,” kata kuasa hukum APPI, Riza Hufaida seperti dikutip Football5star.com dari antaranews, Jumat (10/4/2020).

Ditambahkan Riza, kondisi seperti ini tentu saja memberatkan pemain. Apalagi saat ini pandemi corona masih di tahap yang mengkhawatirkan yang membuat masyarakat harus berdiam di rumah.

Selain itu, bagi umat Muslim dalam hitungan hari akan segera menyosong bulan suci Ramadhan dan setelah itu Hari Raya Idul Fitri. Kondisi ini tentu saja membutukan banyak pengeluaran.

“Inilah kami tidak ingin pemotongan gaji 25 persen tidak bisa disamaratakan. Untuk pemain di Liga 1, umumnya mereka sudah mendapat pembayaran di muka 20 persen ketika tanda tangan kontrak. Lumayan besar dan cukup. Tapi hal itu tidak di Liga 2,”ucap Riza.

Pihak APPI sendiri saat ini tengah berupaya agar gaji pemain di bulan Maret mendapat full tanpa potongan. Hal itu lantaran para pemain sudah menjalankan kewajibannya untuk bermain.

“Hal itu karena para pemain sudah bekerja di bulan Maret. Mereka bertanding dan berlati sebelum akhirnya libur karena kalender FIFA da pandemi COVID-19.”

Sedangkan untuk gaji di bulan April menurut APPI para pemain sudah memahami kondisinya dan siap untuk bernegosiasi dengan pihak klub. Pihak APPI sendiri mengatakan bahwa akan mendampingi pemain jika ada gugatan karena mendapat gaji tidak full di bulan Maret.

“Gaji bulan Maret ini wajib 100 persen. Kalau persoalan ini tidak diselesaikan kami akan membawanya ke Badan Penyelesaian Sengketa Nasional karena ada pemain asing yang protes karena dibayar hanya 25 persen di bulan Maret,” ucapnya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

BREAKING! Liga 1 dan Liga 2 Dihentikan Sampai Waktu yang Tak Ditentukan

Banner LFS Baru

Football5Star.com, Indonesia – PSSI secara resmi menghentikan kompetisi Liga 1 2020 hingga waktu yang tidak ditentukan. Hal yang sama juga berlaku untuk Liga 2 2020. Keputusan ini menindaklanjuti arahan dari Presiden RI, Joko Widodo. Terkait penyebaran virus Covid-19 dan surat dari Menpora tentang protokol kewaspadaan pencegahan wabah virus tersebut bagi kegiatan olahraga.

Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan menyampaikan instruksi langsung melalui surat kepada PT Liga Indonesia Baru pada 18 Maret 2020 terkait penghentian kompetisi. Surat ini juga ditembuskan ke Menpora, Ketum Koni, dan para klub peserta liga.

BREAKING! Shopee Liga 1 Diberhentikan Sampai Waktu yang Tak Ditentukan
Bali United

“Kompetisi Shopee Liga 1 dan Liga 2 untuk sementara waktu dihentikan. Pencabutan atas penghentian Shopee Liga 1 dan Liga 2 akan menunggu perkembangan lebih lanjut mengenai penyebaran Covid-19 di Indonesia, yang akan disampaikan langsung oleh Ketua Umum PSSI,” kata Iriawan dalam surat yang ditujukan untuk Direktur Utama PT LIB.

Mantan Kapolda Metro Jaya itu juga menginstruksikan PT LIB untuk menyusun langkah-langkah terkait situasi penghentian sementara kompetisi.

“Menyusun kembali jadwal Shopee Liga 1 dan 2 dengan mempersiapkan hal-hal teknis serta administratif. Melakukan komunikasi dengan pihak keamanan terkait perubahan jadwal kompetisi. Membuat kajian manajemen keuangan di masing-masing klub dan LIB secara menyeluruh dalam kondisi terburuk,” ucap Iriawan seperti yang dilansir Football5Star.com dari situs resmi PSSI.

Sebelumnya, PSSI dan PT LIB sudah memutuskan untuk menunda pertandingan liga selama dua pekan mulai 14 Maret lalu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Karena Kontrak Pemain, Sriwijaya Tuntut Liga 2 Segera Dilanjutkan

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Sriwijaya FC menyurati PT Liga Indonesia Baru (PT LIB). Mereka meminta agar Liga 2 2020 segera dilanjutkan.

Seperti diketahui, seluruh kompetisi sepak bola Indonesia ditunda hingga April mendatang. Keputusan ini diambil karena meluasnya penyebaran virus corona di tanah air.

Walau keadaan belum kondusif, Sriwijaya FC tetap meminta kompetisi segera dilanjutkan. Mereka berdalih waktu dua pekan sudah cukup untuk menunda pertandingan.

https://www.instagram.com/p/B99NkF-pJIq/

“Menyikapi kompetisi yang dihentikan sementara selama dua pekan, manajemen Sriwijaya FC mengajukan beberapa usulan kepada PT LIB sebagai operator Liga 2,” tulis klub berjuluk Laskar Wong Kito di Instagramnya, Sabtu (21/3/2020).

“Usulan dan saran itu adalah kompetisi tetap dilanjutkan setelah dihentikan sementara selama dua minggu. Lalu, laga Liga 2 dilanjutkan tanpa penonton,” sambungnya.

Bukan tanpa alasan manajemen menginginkan Liga 2 segera dilansgungkan. Mereka mengatakan bahwa ini berkaitan dengan kontrak pemain, pelatih, dan sponsor klub.

“Alasan dari pengajuan usul dan saran tersebut karena klub sudah melakukan ikatan kontrak dengan official, pemain, pelatih, dan sponsor,” tutup Sriwijaya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

PSSI Bakal Susun Ulang Jadwal Liga 1 dan Liga 2

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – PSSI akan kembali menyusun jadwal kompetisi Liga 1 dan Liga 2, setelah sebelumnya resmi menunda hingga batas waktu yang belum bisa ditentukan karena imbas dari penyebaran Covid-19 atau virus corona.

“Setelah berkoordinasi dengan Menpora, PT LIB, dan Exco pada hari Sabtu lalu kami putuskan bahwa kompetisi Liga 1 dan Liga 2 yang sudah terjadwal minimal ditunda dua pekan sembari menanti perkembangan terkini atas persebaran virus corona,” ujar Ketum PSSI M. Iriawan seperti dilansir Antara.

Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan, Direktur PT LIB Cucu Somantri, Liga 1 2020 - pssi

Iwan meminta PT Liga Indonesia Baru untuk menyusun kembali jadwal pertandingan dan hal yang bersifat teknis serta administratif agar dikoordinasikan dengan manajer Liga 1 dan Liga 2.

Jalannya kompetisi sudah mulai dihentikan sejak laga terakhir pekan ke-3 untuk Liga 1 dan pekan pembuka Liga 2 pada Minggu (15/3).

Awalnya, penghentian kompetisi hanya akan berlangsung dua pekan. Namun karena pemerintah tengah bekerja keras menanggulangi Covid-19 maka PSSI memutuskan untuk menunda hingga waktu yang belum ditentukan.

PSSI juga akan membantu LIB untuk melakukan kajian cost, manajemen risiko di masing-masing klub dalam kondisi terburuk usai dua pekan penghentian sementara kompetisi.

“Juga untuk membuat assesment risiko dan rencana mitigasi atas jalannya liga setelah dua pekan ke depan. PSSI akan memberikan asistensi teknis kepada PT LIB. Ini untuk melakukan kajian bersama dengan liga-liga internasional lainnya, khususnya Asia Tenggara terhadap kebijakan yang akan diambil secara global,” kata dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

APPI Protes Klub Liga 2 yang Belum Bayar Gaji Pemain Ikut Kompetisi

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) melakukan protes keras terhadap penyelenggaraan Kompetisi Liga 2 2020. Mereka tak habis pikir sejumlah klub yang bermasalah diperbolehkan berlaga di kompetisi.

Ada lima klub Liga 2 2020 yang belum membayarkan utang gaji ke para pemainnya. Mereka adalah PSPS Riau, Kalteng Putra, Mitra Kukar, Perserang Serang, serta PSMS Medan.

Alhasil, Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) belum menerbitkan rekomendasi Liga 2. Lucunya, tanpa rekomendasi BOPI, kompetisi level kedua Indonesia itu tetap bisa dilangsungkan. Padahal, surat dari BOPI menjadi syarat mutlak untuk mengurus izin keramaian kepada kepolisian.

Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia mengeluarkan sikapnya terkait insiden tewasnya suporter. APPI menyatakan siap boikot Liga 1 2018 - Football5star - Goal.com

APPI akhirnya mengeluarkan sikap protes mereka yang tertuang dalam tujuh poin:

  1. APPI protes keras terhadap proses verifikasi yang tidak mengikuti regulasi FIFA yang sudah diberlakukan secara global dalam sepakbola yaitu Club Licencing Regulation yang dalam salah satu aspeknya ialah masalah financial yang harus diselesaikan dan menjadi salah satu indikator utama suatu klub dapat mengikuti kompetisi sepakbola profesional.
  2. Bahwa klub-klub seperti PSPS Riau, PSMS Medan, Kalteng Putra, Perserang dan Mitra Kutai Kertanegara masih memiliki tunggakan gaji di kompetisi sebelum-sebelumnya dan belum ada kesepakatan mengenai pembayarannya namun terjadi pembiaran sehingga klub-klub bermasalah tersebut tetap dapat mengikuti kompetisi Liga 2 meskipun belum memenuhi aspek financial dalam regulasi.
  3. Bahwa APPI telah mengawal proses verifikasi sebagaimana tersebut di atas dengan maksimal sehingga sampai dengan saat ini pun BOPI belum mengeluarkan rekomendasi untuk pelaksanaan Kompetisi Liga 2 Tahun 2020 namun ternyata kompetisi tetap berjalan dengan tetap mengikutsertakan klub-klub yang bermasalah dimaksud.
  4. Bahwa hal lain yang membuat kami sangat kecewa dan berang adalah adanya pelecehan hukum oleh PSSI dan PT Liga Indonesia Baru terhadap putusan yang telah berkekuatan hukum tetap dari suatu Lembaga Penyelesaian Sengketa Nasional amanat dari Circular FIFA nomor 1129 yaitu National Dispute Resolution Chamber (NDRC) yang juga merupakan pilot project FIFA.
  5. Putusan NDRC yang menghukum klub PSPS Riau untuk tidak dapat melakukan pendaftaran pemain baik tingkat nasional maupun internasional selama 3 (tiga) periode transfer sebelum melakukan pembayaran gaji pemain yang masih tertunggak diacuhkan dan tidak diindahkan oleh PSSI dan PT LIB dengan tetap membolehkan klub PSPS Riau mengikuti kompetisi Liga 2 Tahun 2020.
  6. Bahwa terhadap poin nomor 4 di atas kami sudah langsung berkomunikasi dan melaporkan hal ini kepada FIFA dan FIFPro untuk memproses dan menindak terhadap adanya pelanggaran terhadap Lembaga penyelesaian sengketa yang dibentuk oleh FIFA tersebut. Meskipun hal ini sangat kami sesalkan karena ada potensi hukuman yang lebih besar yang akan dijatuhkan oleh FIFA yang nantinya justru akan merugikan sepakbola Indonesia itu sendiri.
  7. Bahwa APPI juga menyayangkan ternyata kasus tunggakan gaji pemain oleh klub-klub masih terjadi setiap tahun bahkan tahun ini ada peningkatan jumlah klub yang menunggak gaji pemain di musim kompetisi 2019.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Meriahnya Launching PSKC Cimahi, 4 Mantan Persib Diperkenalkan

Banner LFS Baru

Football5Star.com, Indonesia – Menyongsong kompetisi Liga 2 2020, PSKC Cimahi pun memperkenalkan skuat mereka pada Minggu (8/3/2020) lalu. Perkenalan skuat tersebut berlangsung di Stadion Sangkuriang, Cimahi.

Mengusung misi untuk mempertahankan eksistensi mereka, klub yang baru berdiri pada tahun 2001 dengan nama Persekoci itu mengemas launching tim dengan meriah. Panggung besar didirikan di tengah-tengah lapangan Stadion Sangkuriang. Para pendukung dan warga pun tampak antusias untuk datang ke acara launching tersebut.

Ramainya lauching PSKC Cimahi itu tak terlepas dari perekrutan tim yang mendatangkan sejumlah pemain yang memiliki nama besar. Mereka diantaranya adalah empat nama mantan pemain Persib Bandung, yakni Atep, Tantan, Muhammad Agung Pribadi dan Siswanto.

Atep yang diperkenalkan pada acara launching tersebut pun mengaku antusias untuk menatap kompetisi Liga 2 2020 bersama PSKC. Menurutnya, manajemen tim memiliki misi yang bagus untuk mengembangkan sepak bola khususnya di Kota Cimahi.

“Manajemen PSKC, mereka punya misi yang bagus untuk Cimahi. Apalagi tim ini saya ditemani beberapa rekan-rekan saya di Persib dan itu sangat bagus secara adaptasi,” kata Atep, seperti dikutip Football5Star.com dari laman Republikbobotoh.

Senada dengan apa yang dikatakan oleh Atep, pemain anyar PSKC lainnya yakni Tantan pun berkata bahwa bergabungnya dirinya sekaligus membantu nama baik Kota Cimahi.

“Ya terima kasih buat manajemen PSKC yang sudah percaya. Terutama ada Atep juga, jadi ya sudah lah sambil reuni, bawa nama baik Cimahi juga,” kata Tantan.

Kompetisi Liga 2 2020 pun rencananya akan digelar pada 14 Maret mendatang. Gelaran kompetisi Liga 2 2020 sendiri diikuti oleh 24 tim dan dibagi ke dalam dua grup, yaitu Grup Barat dan Grup Timur. Masing-masing grup berisi 12 tim.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Tak Akan Ada Babak Delapan Besar di Ajang Liga 2 2020

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) berencana mengumumkan perubahan regulasi untuk kompetisi Liga 2 2020 dalam waktu dekat. Perubahan regulasi itu ialah, penghapusan babak delapan besar untuk memperebutkan tiket promosi.

Rencananya, tiket promosi akan langsung diberikan kepada dua tim peringkat satu dari masing-masing wilayah. Sementara, tim peringkat dua dari masing-masing wilayah akan saling berhadapan di babak play-off untuk memperebutkan tiket promosi terakhir.

“Di regulasi terbaru tidak ada babak delapan besar. Masing-masing peringkat satu per wilayah langsung ketemu di final dan otomatis promosi,” kata media officer PSIM Yogyakarta, Ditya Fajar, dikutip www.old.football5star.com dari laman AyoSemarang.

Liga 2 - PT LIB - @psimjogja_official
instagram.com/psimjogja_official

“Peringkat dua masing-masing wilayah nanti play-off perebutan juara tiga. Tim pemenang akan ikut promosi. Jatah promosi tetap tiga tim,” katanya menambahkan.

PT LIB sendiri belum mengumumkan adanya perubahan regulasi ini. Pasalnya, managers meeting Liga 2 musim 2020 baru akan digelar pada tanggal 6 Maret mendatang.

Sementara itu, PT LIB juga sudah mengumumkan pembagian wilayah untuk Liga 2 musim 2020. Masing-masing wilayah akan dihuni oleh 12 tim.

BERIKUT PEMBAGIAN WILAYAH UNTUK LIGA 2 2020:

Wilayah Barat:

PSMS Medan, PSPS Riau, Tiga Naga, Semen Padang, Babel United, Sriwijaya FC, Badak Lampung FC, Cilegon United, Perserang Serang, PSKC Cimahi, Persekat Kabupaten Tegal, PSIM Yogyakarta.

Wilayah Timur:

PSCS Cilacap, Persijap Jepara, Persis Solo, PS Hizbul Wathan, Putra Sinar Giri, Martapura FC, Kalteng Putra, Persiba Balikpapan, Mitra Kukar, Sulut United, PSBS Biak, Persewar Waropen.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Kalteng Putra Jadi Tim Pertama yang Tergusur ke Liga 2

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Kalteng Putra dipastikan akan menjalani musim 2020 di Liga 2 setelah mereka hanya gagal memetik kemenangan atas Persipura Jayapura pada Kamis (13/12). Secara matematis, mereka sudah dipastikan takkan bisa keluar dari zona degradasi.

Tambahan satu poin dari partai melawan Persipura membuat Kalteng Putra kini memiliki koleksi 31 poin dari 31 laga. Terpaut tujuh angka dari Persija Jakarta yang menempati posisi 15 dengan sisa dua pertandingan.

Kiprah Laskar Iseh Muleng di Liga 1 musim 2019 memang cukup buruk. Meskipun memiliki beberapa pemain berpengalaman seperti Patrich Wanggai, OK John, dan Yohanes Pahabol, mereka hanya mampu meraih delapan kemenangan dari 32 partai.

Kalteng Putra - Liga 1 - Liga 2 - @kaltengputra_id
instagram.com/kaltengputra_id

Selain itu, masalah gaji di pertengahan musim 2019 juga tak membantu performa Kalteng Putra. Seperti yang sudah diketahui, manajemen tim memang sempat menunggak gaji dari para pemain selama beberapa bulan.

Dua tim lainnya yang bisa segera menemani Kalteng Putra ke Liga 2 adalah Semen Padang dan Badak Lampung. Saat ini, Semen Padang masih berada di posisi 17 klasemen dengan koleksi 31 poin. Sementara Badak Lampung ada di peringkat 16 dengan koleksi 33 poin.

Sore nanti, Semen Padang akan berusaha untuk meraih kemenangan atas PSIS Semarang. Pasalnya, mereka akan dipastikan terdegradasi andai menelan kekalahan dari PSIS. Sementara, Badak Lampung harus bisa meraih dua kemenangan di dua laga terakhirnya apabila tak ingin tergusur.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Persiraja Susul Langkah Persik dan Persita ke Liga 1

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Persiraja Banda Aceh memastikan satu tempat di Liga 1 musim 2020 setelah menaklukkan Sriwijaya FC di Stadion Kapten I Wayan Dipta pada Senin (25/11). Persiraja menjadi tim ketiga yang lolos ke Liga 1 menyusul langkah Persita Tangerang dan Persik Kediri.

Partai perebutan tempat ketika Liga 2 antara Sriwijaya vs Persiraja sendiri berakhir dengan skor tunggal, 1-0. Gol tunggal dari Laskar Rencong di laga melawan Sriwijaya dicetak oleh Rijal Torres di pertengahan babak kedua.

Kemenangan Periraja kali ini sekaligus membuat Sriwijaya FC gagal mengikuti langkah Semen Padang. Saat ini, Semen Padang memang menjadi satu-satunya tim yang berhasil kembali ke Liga 1 setelah bermain selama semusim di Liga 2.

Persiraja - Liga 1 - Sriwijaya FC - Persik - Persita - @sriwijayafc.id
instagram.com/sriwijayafc.id

Di Liga 2 musim 2019, Persiraja memang mampu tampil menawan. Laskar Rencong sukses melaju ke babak delapan besar setelah finis di posisi puncak wilayah Barat. Mengungguli Persita, Sriwijaya FC, serta PSMS Medan.

Di babak delapan besar, penampilan gemilang dari Laskar Rencong masih terus berlanjut. Dari empat partai di babak delapan besar, mereka sukses duduk di puncak grup A dengan raihan lima poin. Unggul selisih gol dari Laskar Wong Kito yang ada di posisi dua.

Partai Sriwijaya vs Persiraja bukanlah satu-satunya pertandingan Liga 2 yang digelar pada Senin (25/11). Malam nanti, dua tim yang sudah terlebih dahulu lolos ke Liga 1, Persik dan Persita akan saling berhadapan untuk meraih gelar juara.

https://www.instagram.com/p/B5SUYQ8AvoP/

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Catat! Jadwal Final Liga 2 Antara Persik vs Persita

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Liga 2 2019 sudah mendekati akhir kompetisi. Kompetisi kasta kedua ini hanya tinggal menyisakan dua pertandingan lagi sebelum resmi menutup buku untuk musim 2019. Dua laga tersisa yakni final Liga 2 antara Persik vs Persita dan perebutan tempat ketiga yang mempertemukan Sriwijaya FC vs Persiraja Banda Aceh.

Kedua laga tersebut rencananya akan digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali pada Senin (25/11) mendatang. Laga perebutan tempat ketiga antara Sriwijaya FC vs Persiraja akan digelar terlebih dahulu pada pukul 15.30.

Selain perebutan tempat ketiga, partai Sriwijaya FC vs Persiraja juga memiliki makna lain. Laga ini juga menentukan klub mana yang akan melengkapi jatah tiga tim promosi Liga 2 musim 2019.

Final Liga 2 - Persik vs Persita - Sriwijaya FC vs Persiraja - @sriwijayafc.id
instagram.com/sriwijayafc.id

Beberapa jam setelahnya, barulah laga final Liga 2 antara Persik vs Persita akan digelar. Persita sukses melaju ke partai puncak setelah mengalahkan Sriwijaya FC melalui babak adu penalti di babak semifinal. Sementara, Persik juga harus melalui babak adu penalti ketika menundukkan Persiraja di babak empat besar.

Kedua tim sebenarnya sudah memastikan tiket promosi ke Liga 1. Hal ini pun membuat pelatih Persik tak menetapkan target yang tinggi di partai final Liga 2 nanti.

β€œPersita tim yang kuat. Saya sendiri tidak akan memberikan tekanan apapun pada pemain. Saya hanya minta mereka menikmati permainan dan jangan sampai tegang menghadapi pertandingan,” kata pelatih Persik, Budiarjo seperti dikutip www.old.football5star.com dari Tirto.

JADWAL PEREBUTAN TEMPAT KETIGA LIGA 2 2019:

Sriwijaya FC vs Persiraja – Senin (25/11) pukul 15.30 | Stadion Kapten I Wayan Dipta

JADWAL FINAL LIGA 2 2019:

Persik vs Persita – Senin (25/11) pukul 19.00 | Stadion Kapten I Wayan Dipta.

Β 

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Persik Kediri Jadi Tim Kedua yang Lolos ke Liga 1

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Persik Kediri memastikan satu tempat di Liga 1 musim 2020 setelah meraih kemenangan atas Persiraja Banda Aceh dalam partai play-off Liga 2 pada Jumat (22/11). Mereka menyusul langkah Persita Tangerang yang sudah terlebih dahulu lolos ke Liga 1.

Perjuangan Persik untuk kembali ke Liga 1 tidaklah mudah. Mereka harus bersusah payah mengalahkan Persiraja di Stadion Dipta, Bali. Bahkan, kedua tim harus melalui drama adu penalti untuk menentukan pemenang di laga sengit tadi.

Di babak adu penalti, Persik berhasil meraih kemenangan dengan skor 5-4. Khusnozon yang menjadi eksekutor penalti kelima untuk Persiraja gagal menjalankan tugasnya dengan baik. Wimba Sutan selaku eksekutor terakhir berhasil memastikan kemenangan Persik Kediri.

Meskipun sudah lolos ke Liga 1, perjuangan Persik masih belum usai. Mereka dijadwalkan akan meladeni perlawanan Persita di babak final Liga 2. Laga tersebut rencananya akan digelar di Stadion Dipta pada Senin (25/11) mendatang.

Meskipun harus mengakui keunggulan Persik, misi Persiraja untuk meraih tiket promosi ke Liga 1 masih belum usai. Mereka akan bersaing dengan Sriwijaya FC dalam partai perebutan tempat ketiga Liga 2. Laga tersebut juga akan digelar di Stadion Dipta beberapa jam sebelum partai final digelar.

Persik dan Persita bukanlah tim yang asing dengan kompetisi kasta teratas. Di pertengahan dekade lalu, mereka merupakan tim peserta kompetisi kasta teratas. Bahkan, Persik sempat meraih gelar juara pada tahun 2003 dan 2006.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Penerapan Teknologi Dilakukan oleh Wasit Liga 2 Indonesia

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Ada terobosan baru yang dilakukan dalam perangkat pertandingan pada Liga 2 Indonesia 2019. Para wasit yang memimpin pertandingan Babak 8 Besar Liga 2 2019 tampak telah menerapkan suatu teknologi.

Teknologi tersebut berupa sebuah radio komunikasi interkom yang digunakan oleh para wasit. Radio komunikasi tersebut digunakan oleh wasit utama, dua hakim garis dan juga wasit cadangan.

Penerapan teknologi radio komunikasi tersebut telah terlihat oleh para wasit yang memimpin laga 8 Besar Liga 2 2019 pada 9 & 10 November kemarin.

https://www.instagram.com/p/B4sJ5YUDz_y/
Instagram Libero_idn

Meskipun terlihat sederhana, namun penerapan tersebut tentunya sangat membantu agar para wasit satu sama lain dapat berkomunikasi secara cepat. Tentunya, mereka dapat berkomunikasi langsung ketika ada pelanggaran atau kejadian lainnya agar tak menimbulkan kontroversi.

Contohnya adalah pada saat laga Persik Kediri kontra PSMS Medan yang dihelat di Stadion Gelora Sriwijaya, Palembang, Minggu (10/11/2019) kemarin.

https://www.instagram.com/p/B4ryGkMjdc5/

Pada pertandingan tersebut, sempat terjadi sebuah kontroversi tepatnya pada menit ke-80. Saat itu, tendangan pemain PSMS Natanael Siringo Ringo membuahkan keputusan penalti untuk PSMS lantaran dianggap mengenai tangan dari bek Persik.

Meskipun keputusan tersebut masih menimbulkan kontroversi, namun setidaknya teknologi radio komunikasi ini telah mencerminkan sedikit kemauan Liga Indonesia untuk maju dalam hal pengadil lapangan.

Dengan harapan kedepannya, semoga teknologi yang digunakan dapat menghapus kontroversi dan bisa meningkatkan kualitas liga.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Krisna Adi: Dari Awal Musim, Pertandingan PSMP Sudah Diatur

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Mantan pemain PSMP Mojokerto Putra, Krisna Adi, buka suara soal apa yang sebenarnya terjadi di PSMP. Ia mengakui bahwa hampir semua pertandingan sudah diatur sejak awal musim.

Pada Liga 2 2017, PSMP Mojokerto melaju ke delapan besar. Satu pertandingan delapan besar yang mencuri perhatian adalah penalti aneh yang dilakukan Krisna Adi ketika menghadapi Aceh United.

Namun, siapa sangka jika bukan cuma itu kejanggalan yang terjadi di pertandingan klub asal Mojokerto. Krisna Adi mengungkapkan bahwa semua pertandingan sudah diatur sejak awal kompetisi Liga 2 2017.

psmp mojokerto Tirbun Jatim
Tirbun Jatim

β€œDari awal kompetisi, pertandingan pertama sampai akhir pun sudah diatur. Mungkin kalau dipresentase ya itu tadi, mungkin kalau ada 10 pertandingan, hanya tiga yang fair play, tujuh pertandingan lainnya setting-an semua,” kata Krisna Adi kepada Narasi TV.

Praktik ini memang sudah menjadi masalah lama di sepak bola Indonesia, terutama di Liga 2. Adapun PSMP Mojokerto merupakan klub milik Vigit Waluyo, seorang yang dikenal sebagai aktor di balik maraknya pengaturan pertandingan di tanah air.

Menariknya, Vigit juga pemilik Aceh United, yang notabene lawan PSMP Mojokerto. Narasi TV juga melansir bahwa drama yang terjadi saat pemain Aceh United melakukan protes seolah-olah gaji belum dibayar merupakan setting-an agar laga Kalteng Putra melawan Semen Padang bisa berakhir lebih dulu. Hal ini dilakukan supaya PSMP bisa menyesuaikan keadaan dengan pertandingan Kalteng Putra.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Dihukum 5 Tahun oleh PSSI, Hisyam Tolle Berharap Jadi Contoh

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Pemain PSIM Yogyakarta, Achmad Hisyam Tolle, terpukul oleh hukuman yang dijatuhkan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI. Pasalnya, dia dinyatakan tak boleh aktif bermain sepak bola selama lima tahun karena terbukti melakukan hal tak terpuji saat melawan Persis Solo.

Bagi Hisyam Tolle, hukuman itu seperti malaikat maut. Seperti dituturkan di akun Instagram-nya, dia menyebut sepak bola adalah hidupnya. Sungguh tak terpikirkan hidup tanpa sepak bola.

“Sejatinya sepak bola buat aku bukan hanya tentang sekadar pekerjaan. Sepak bola sudah bagian dari diriku itu sendiri sejak kecil, dan mulai mencintainya dan menjadi tempat pelarian kala aku senang, apalagi di kala sedih. Hanya dengan bermain bola membuat aku kembali bersemangat dan bahagia,” urai Hisyam Tolle seperti dikutip Football5Star.com dari akun Instagram-nya.

Akan tetapi, dia mengaku kesalahannya memang sangat fatal. Untuk itu, dia kembali meminta maaf dan merasa patut bila disalahkan dan dihujat oleh publik sepak bola nasional.

“Sekali lagi aku pribadi meminta maaf untuk semuanya yang merasa kecewa dan sakit hati atas perilakuku. Ini akan menjadi pelajaran berharga buat diriku. Tidak ada salahnya kalian menghujat karena itu pantas aku dapatkan!!! Aku salah dan mengakuinya,” kata Hisyam Tolle lagi.

Lebih jauh, Hisyam Tolle berharap dirinya dapat menjadi contoh bagi para pemain lain. “Terima kasih Tuhan telah membuat aku sebagai contoh buat yang lainnya agar tidak melakukan apa yang sudah aku lakukan,” ucap dia.

Karena Tak Rela Kalah

Dalam unggahannya, Hisyam Tolle juga menjelaskan alasan di balik perilaku beringasnya dalam Derbi Mataram yang berakhir ricuh. Menurut dia, itu karena jiwanya yang tak mau kalah.

“Karena sepak bola sudah menjadi bagian dari hidupku, jadi jangan heran kenapa setiap tim yang aku bela selalu aku berusaha memberikan yang terbaik dan kadang kala di luar batasan. Ya, itu salah! Tapi, itu sudah tertanam di dalam diriku sifat tidak mau kalah. Jangankan kalah, dilewati lawan pun aku meras malu. Itu tumbuh dengan sendirinya karena rasa cinta yang begitu besar terhadap sepak bola,” urai Hisyam Tolle lagi.

Hisyam Tolle dihujat dan dituntut banyak pihak karena perilaku beringasnya saat PSIM Yogayakarta berhadapan dengan Persis Solo. Dia tertangkap kamera menerjang pemain lawan dengan tendangan kung fu. Selain itu, dia pun diketahui melakukan kekerasan terhadap jurnalis yang melakukan peliputan pada pertandingan Liga 2 tersebut.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Lengkap Sudah Peserta 8 Besar Liga 2 2019

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Liga 2 musim 2019 sudah menjalani partai pamungkasnya pada Senin (21/10) sore WIB. Dari 22 tim peserta, delapan klub sudah memastikan satu tempat di babak delapan besar untuk memperebutkan tiket promosi ke Liga 1.

Dari grup Barat, empat tim yang berhak melaju ke babak delapan besar adalah Persiraja Banda Aceh, PSMS Medan, Sriwijaya FC dan Persita Tangerang. Untuk Persita, keberhasilan musim ini merupakan kali kedua mereka berhasil lolos ke babak delapan besar.

Sementara itu, PSMS Medan dan Sriwijaya FC tentu ingin kembali mencicipi atmosfer Liga 1 setelah mereka terdegradasi pada musim 2018 lalu. Persiraja menjadi tim kuda hitam dari grup Barat setelah mampu tampil impresif sepanjang musim 2019.

Delapan Besar Liga 2 2019 - @sriwijayafc.id
instagram.com/sriwijayafc.id

Di grup timur, ada Persik Kediri, Mitra Kukar, Martapura FC dan Persewar Waropen yang berhak melaju ke babak delapan besar. Sama seperti Sriwijaya FC dan PSMS Medan, Mitra Kukar tentu ingin kembali ke Liga 1 setelah mereka turun kasta ke Liga 2 pada musim 2018 lalu.

Bagi Persik Kediri, pencapaian ini tentu terasa sangat spesial. Pasalnya, mereka menyandang status tim promosi di Liga 2 musim ini setelah tampil menggila di ajang Liga 3 pada musim 2018 lalu. Mereka tentu ingin kembali berlaga di kompetisi teratas setelah cukup lama absen.

Seluruh tim tersebut nantinya akan dibagi ke dalam dua grup. Grup A terdiri dari Persiraja Banda Aceh, Persewar Waropen, Sriwijaya FC dan Mitra Kukar. Sementara, grup B dihuni oleh Persik Kediri, Persita Tangerang, Martapura FC, serta PSMS Medan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Ricuh, Hisyam Tolle Lakukan Tendangan Kungfu kepada Pemain Persis Solo

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Laga antara PSIM Yogyakarta kontra Persis Solo berakhir ricuh. Pertandingan yang digelar di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, Senin sore (21/10/2019) itu bahkan tak berjalan hingga usai.

Wasit Zetman Pangaribuan yang memimpin pertandingan itu harus menghentikan laga setelah ricuhnya penonton dan juga para pemain dari kedua tim. Laga harus dihentikan di menit pertambahan waktu babak kedua.

Laga yang bertajuk Derby Mataram itu pun berakhir untuk kemenangan tim tamu Persis Solo dengan skor 3-2. Meski PSIM mencetak dua gol dari Cristian Gonzales, mereka tak mampu menghindari kekalahan atas tiga gol Persis yang diciptakan oleh Hapidin, Slamet Budiyono dan juga Nanang Asripin.

Dari banyaknya insiden kericuhan yang terjadi, satu insiden perkelahian antar pemain dari kedua tim itu ada yang terekam jelas.

Melalui sebuah video yang diunggah oleh akun instagram Jatengfootballfans, salah satu pemain PSIM tertangkap kamera tengah melakukan tendangan kungfu kepada salah seorang pemain Persis Solo.

Pemain PSIM tersebut diduga adalah Achmad Hisyam Tolle. Hiyam terlihat berlari dari arah bangku cadangan dan langsung mengarahkan tendangan ke salah seorang pemain Persis yang tengah berbincang dengan wasit.

https://www.instagram.com/p/B34O3PzgAHq/
Jatengfootballfans

“Aksi tidak terpuji dilakukan oleh pemain @psimjogja_official yaitu @achmadhisyamtolle.44 , dia menendang pemain persis solo yang lagi berbincang dengan salah 1 wasit, dan tiba-tiba dihajar dari belakang oleh Hisyam Tolle,” tulis akun Jatengfootballfans.

“Sangat disayangkan, sesama pemain profesional yang sama-sama cari makan dari sepakbola seharusnya tidak melakukan tindakan seperti ini!!!” tulis akun tersebut lagi.

Achmad Hisyam Tolle sendiri mendapat kartu merah pada pertandingan tersebut. Tak hanya dirinya, satu pemain PSIM lainnya, Raymond Tauntu juga mendapatkan kartu merah dari wasit.

Total, pada laga tersebut terjadi 2 kartu merah dan 8 kartu kuning sepanjang pertandingan PSIM vs Persis.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

BOPI: PT LIB Masih Amburadul Urus Kompetisi

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Penyelenggaraan kompetisi nasional, Liga 1 dan Liga 2 mendapat sorotan tajam dari BOPI. Beberapa poin seperti penundaan pertandingan serta kualitas perangkat pertandingan jadi evaluasi badan pimpinan Richard Sambera itu.

Menurut keterangan pers yang dikeluarkan, BOPI juga menyoroti masalah kedisiplinan penonton. Mulai dari yang menerobos masuk ke lapangan, hingga pelemparan terhadap bus tim tamu di stadion. Richard menghimbau PSSI untuk lebih menerapkan hukuman yang efektif.

β€œSebaiknya Komisi Disiplin PSSI tidak hanya menjatuhkan denda, tapi bisa berubah hukuman lain lebih keras, misalnya pengurangan poin pada klub yang melanggar,” kata Richard.

Irfan Jaya - Persebaya Surabaya vs Badak Lampung - Liga 1 - persebaya. id
liga-indonesia.id

Surat evaluasi ini keluar setelah adanya pertemuan antara BOPI dan PT LIB di kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga pada 6 September 2019 lalu. Nantinya, evaluasi berkala lebih mendalam akan dilakukan terhadap dua kompetisi kasta tertinggi di Indonesia tersebut.

“Kami memberi perhatian serius pada penundaan jadwal beberapa pertandingan yang meleset dari agenda kompetisi, sehingga berdampak buruk secara berantai pada jadwal selanjutnya. Selain itu juga terkait kuantitas dan kualitas wasit, serta titik lemah pada panitia pelaksana lokal,” kata Ketua Umum BOPI Richard Sam Bera.

Salah satu contoh yang disorot Richard adalah penundaan pertandingan antara Badak Lampung FC melawan Persela Lamongan pada 3 Agustus 2019 lalu. Laga batal digelar karena panitia pelaksana tidak siap terkait adanya acara Pekan Raya Lampung pada saat bersamaan. Padahal, skuat Laskar Joko Tingkir sudah tiba di Tanah Siger.

β€œKami berharap PT LIB dan panpel lokal lebih intens berkomunikasi, termasuk dengan pemangku kepentingan keamanan setempat, sehingga hal-hal seperti ini bisa diantisipasi lebih baik,” ungkapnya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Begini Kondisi Terbaru Suporter PSIM yang Jadi Korban Penembakan

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Sejumlah suporter PSIM Yogyakarta harus menjalani operasi pengambilan proyektil akibat serangan orang tak dikenal setelah pertandingan PSIM vs Mitra Kukar, Sabtu (31/8/2019).

“Empat orang harus menjalani operasi pengambilan proyektil, ada satu korban yang proyektil belum bisa terambil. Adapun korban lain mengalami lebam akibat pukulan benda tumpul,” kata Wakil Presiden Brajamusti Saga Susanto seperti dikutip dari Suara Merdeka.

Pada Selasa 27 Agustus lalu setelah pertandingan Liga 2 antara PSIM vs Mitra Kukar, sejumlah suporter PSIM Yogyakarta diserang orang tak dikenal di Jalan Wate, Pereng Dawe, Sleman.

PSIM Yogyakarta
antaranews.com

“Anggota kami ada yang tertembak di bagian bagu, lengan, dan kaki,” kata Saga.

Terkait kasus ini pihak Brajamusti akan berkoordinasi dengan pihak keamanan. Ia pun tak habis pikir mengapa kejadian seperti ini bisa terjadi.

“Disini kami sangat butuh keadilan, dalam artian menurut kami kejadian kemarin sudah sangat keterlaluan. Kami sudah bersikap sesuai perundingan bersama pihak keamanan dan perwakilan warga, tapi kenapa insiden ini masih saja terjadi?,” sesal Saga.

Sementara itu pihak PSIM Yogyakarta lewat CEO mereka Bambang Susanto akan memberikan bantuan pendampingan hukum. Ia juga mengutuk atas kejadian peristiwa ini.

“Kami akan memberikan bantuan hukum untuk teman-teman suporter. Langkah apa saja yang bisa manajemen berikan akan kami komunikasikan lagi dengan teman-teman Brajamusti,” lanjut pengusaha pasar modal asal Semarang ini.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Rusuh di Laga Liga 2, Wasit Diamankan Tentara

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Perhelatan Liga 2 2019 sudah memasuki pekan ke-9. Di wilayah Timur, Persik Kediri memuncaki klasemen. Sementara di wilayah Barat, Persiraja Banda Aceh di posisi pertama.

Sudah menjalani kompetisi hingga pekan ke-9, perhelatan Liga 2 masih memiliki catatan buruk terkait insiden yang terjadi di sejumlah pertandingan. Teranyar ialah insiden di pertandingan Martapura FC vs Persiba Balikpapan, Minggu (4/8/2019).

Laga yang berlangsung di Stadion Demang ini harus tercoreng karena peristiwa pengejaran wasit yang memimpin laga usai pertandingan. Wasit Mardiyono asal Jawa Barat dianggap memberi keputusan yang merugikan tuan rumah.

Dalam laga bertajuk derbi Papadaan tersebut, Mardiyono pada menit ke-62 dianggap melakukan tindakan kontroversial karena menganulir gol pemain Martapura, Aidi Bogel.

https://www.instagram.com/p/B0uj-WSjPiQ/

Selain itu, Mardiyono juga dianggap tuan rumah mengambil keputusan yang merugikan setelah meniup pelanggaran. Padahal saat itu, pemain Martapura FC memiliki peluang mencetak gol di dalam kotak penalti.

Keputusan ini kemudian menyulut emosi pemain dan official Martapura FC. Laga sempat terhenti selama 10 menit akibat kericuhan antara pemain, offisial, dan wasit.

Laporan koranbanjar menyebutkan pada menit ke-92 terjadi insiden yang melibatkan antara pemain kedua tim. Akibat dari insiden tersebut, wasit sempat dikejar oleh pemain dan official.

Usai laga, Mardiyono menjadi sasaran kemarahan pemain dan official tuan rumah. Ia pun sampai harus berlari dan meninggalkan lapangan dengan dikawal ketat aparat polisi dan TNI.

Laga antara Martapura FC vs Persiba Balikpapan pun berakhir dengan skor imbang 1-1. Sementara itu, di pekan ke-8 Liga 2, tercatat telah keluar 8 kartu merah dari 3 pertandingan.

Pertandingan Madura FC vs Persik Kediri menghasilkan 3 kartu merah, 2 untuk tim tamu. Laga Babel United vs Persiraja juga hasilkan 3 kartu merah. Sedangkan laga PSGC Ciamis vs Persibat Batang hasilkan 2 kartu merah.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

PSSI Belum Tahu Bogor FC Berubah Jadi Sulut United

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Pihak Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) mengaku belum mengetahui perubahan nama salah satu peserta Liga 2, Bogor FC menjadi Sulut United.

“Nanti mungkin ke depan kalau mereka memang mau begitu [ubah nama] ada prosesnya ada prosedurnya. Sehingga musim ini nama mereka masih Bogor FC,” ucap Dirk seperti dikutip www.old.football5star.com dari goal, Selasa (28/5/2019).

Bogor FC memang dikabarkan sudah berubah menjadi Sulut United dan saat ini bermarkas di Stadion Kelabat, Sulawesi Utara. Namun pihak PSSI menyebut bahwa stadion itu masih dalam tahap verifikasi dan masih harus ada pembenahan.

Perpindahan Bogor FC menjadi Sulut United tak lepas dari mundurnya CEO Effendi Syahputra beberapa waktu lalu. Selain Effendi, ia sejumlah pemain dan pelatih juga diboyongnya ke PSIM Yogyakarta.

PSSI Belum Tahu Bogor FC Berubah Jadi Sulut United
Instagram @seputar_bolnas

Untuk menatap Liga 2 2019, Sulut United dikabarkan telah mendapat empat pemain anyar, pinjaman dari Bali United. Mereka adalah Gusti Sandria, Ahmad Maulana, Martinus Novianto, dan Nyoman Adi Parwa.

Untuk urusan pelatih, eks pelatih PSS Sleman, Herry Kiswanto ditunjuk arsiteki tim yang memiliki logo mirip dengan Manchester City tersebut.

“Benar, saya sudah mencapai kesepakatan dengan manajemen Sulut United. Baru kemarin (Minggu) ada rapat, saya bertemu dengan pak Ridho selaku sekretaris tim, kemudian deal,” kata Herry Kiswanto seperti dikutip dari tribunnews.

“Staf pelatih baru terbentuk. Ada Arjuna sebagai pelatih kiper, Roby sebagai pelatih fisik dan Leo Soputan sebagai asisten teknik. Hari ini (Selasa, 28 Mei 2019) akan saya kumpulkan,”

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]