Laga Gila di El Monumental Jadikan Enzo Perez Idola Baru River Plate

Banner Gamespol Baru

Football5Star.com, Indonesia – Sebuah momen bisa mengubah segalanya. Hal itu pula yang dialami Enzo Perez saat River Plate menjamu Independiente Santa Fe, Kamis (20/5/20201). Kesediaan menjadi kiper darurat dan mempersembahkan kemenangan membuat dia jadi idola baru para fan Los Millonarios.

Dalam laga di Stadion El Monumental itu, River Plate dilanda krisis. Ada 20 kasus COVID-19 dan beberapa pemain cedera. Tinggal tersisa 11 pemain yang fit, tapi tak satu pun yang berposisi penjaga gawang. Setelah upaya mendaftarkan kiper baru ditolak Conmebol, jadilah Enzo Perez tampil di bawah mistar gawang. Hasilnya, Los Millonarios menang 2-1.

Perez sebetulnya tidaklah tampil luar biasa pada laga itu. Dia tak menghadapi berondongan tembakan lawan yang berposisi juru kunci di grup. Namun, dia jadi simbol tekad baja dan pengabdian penuh untuk River Plate. Itulah yang sangat diapresiasi para fan Los Millonarios.

Sehari setelah laga itu, para fan mengungkapkan rasa terima kasih kepada sang idola baru. Di antaranya dengan membubuhkan tulisan di kostum milik Enzo Perez yang berada di toko resmi klub. Mereka rata-rata mengungkapkan kekaguman dan rasa syukur.

Ada pula yang secara bombastis menyejajarkan Perez dengan kiper-kiper legendaris River Plate. “Amadeo (Carrizo), Ubaldo (Fillol), Angel (Comizzo), German (Lux), Marcelo (Barovero), Franco (Armani), Enzo (Perez). Gracias,” tulis salah seorang fan Los Millonarios.

Perez Tak Sok Pahlawan

Itu di luar perkiraan Enzo Perez. Sejak awal, dia tak ingin dielu-elukan secara berlebihan. Dia mengajukan diri sebagai kiper darurat bukan untuk dianggap sebagai pahlawan. Dia hanya ingin berkorban bagi River Plate dengan segenap kemampuan.

Kepastian Perez tampil sebagai kiper saat menjamu Idependiente juga tak terlepas dari putusan pelatih Marcelo Gallardo. Menurut dia, Perez mengalami cedera sehingga tak akan maksimal bila bermain sebagai gelandang. Atas pertimbangan itu, dia pun menyetujui sang pemain jadi kiper.

Enzo Perez yang lahir di Maipu pada 22 Februari 1986 memang sangat mencintai River Plate. Sejak kecil, impiannya adalah berkostum Los Millonarios. Tak heran bila dia langsung meminta dilepas Valencia saat Gallardo dan Enzo Francescoli mengajaknya bergabung pada 2017. Dia berdalih, itu adalah impian dirinya dan keluarganya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Carlos Tevez Kisahkan Masa Kecilnya yang Dipenuhi Tragedi

gamespool

Football5Star.com, Indonesia – Carlos Tevez, pemain Boca Juniors, ternyata memiliki kisah masa kecil yang penuh tragedi. Itu semua dialaminya bahkan saat belum genap berumur 1 tahun. Namun, dia beruntung karena punya keluarga besar yang sangat peduli.

Tevez lahir di Fuerte Apache pada 5 Februari 1984. Saat berumur 8 bulan, dia tersiram air mendidih yang meninggalkan bekas pada lehernya hingga saat ini. Masih dalam masa pemulihan, dia ditinggal sang ibu, Fabiana, dan lantas diadopsi bibi dan pamannya, Adriana Martinez dan Segundo Tevez.

Tragedi berlanjut saat Tevez berumur 5 tahun. Ayah kandungnya, Juan Carlos Cabral, terbunuh saat ada kontak tembak. Kejadian itu selalu jadi rahasia hingga Segundo memberitahukan itu kepada Tevez.

Carlos Tevez sejak anak-anak diasuh dan dibesarkan keluarga pamannya.
eldestapeweb.com

“Aku mengetahui kejadian yang menimpa ayahku karena dia (Segundo) mengatakannya kepadaku. Dia mengatakan, ayahku terbunuh. Namun dia menegaskan, dia merasa aku sebagai anaknya. Dia akan jadi ayah bagiku,” urai Carlos Tevez seperti dikutip Football5Star.com dari Toda Noticias.

Tevez lebih lanjut mengungkapkan, “Aku saat itu adalah bocah lemah yang tak tahu arah atau apa pun. Namun, dia mau mengurusi sesuatu yang sebetulnya tak harus dia lakukan. Berkat dialah aku menjadi seperti saat ini. Dia tak pernah membedakanku dengan anaknya. Dia selalu memberi baju, sepatu, celana, untuk kami berdua.”

Segundo Didik Tevez Jadi Pekerja Keras

Bukan hanya menyediakan berbagai kebutuhan hidup, Segundo juga mendidik Carlos Tevez dengan baik. Dia mengajari keponakannya jadi pekerja keras dengan menunjukkan contoh konkret.

“Saat libur, aku diajak ke tempatnya bekerja. Ketika pulang, pada pukul 7 atau 8 malam, saudaranya mabuk dan tergeletak di jalan. Dia menarik tanganku agar melihat saudaranya itu. Dia mengatakan kepadaku, andai tak belajar dan bekerja, aku akan senasib dengan sauadaranya yang juga pamanku,” ujar Tevez lagi.

Ketulusan kasih yang diberikan Segundo sebagai ayah sambung membuat Carlos Tevez merasakan ikatan batin luar biasa kuat. Dia mengatakan, sempat tampil dengan semangat berbeda saat membela Juventus melawan Parma pada 9 November 2014 karena kehadiran sang paman. Bahkan, putusan kembali ke Argentina pun demi sang ayah sambung.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Dibuang Arema, Elias Alderete Direkrut Klub Top Argentina

Dibuang Arema, Elias Alderete Direkrut Klub Top Argentina 9

Football5Star.com, Indonesia – Usai dibuang oleh Arema FC, tak butuh waktu lama buat Elias Alderete mendapatkan klub anyar. Dia baru saja diperkenalkan oleh salah satu klub liga utama Argentina, Chacarita Juniors.

Elias Alderete sebenarnya terdaftar sebagai pemain Arema FC untuk Liga 1 2020 dalam dua pekan awal. Namun, dia terpaksa angkat kaki setelah kompetisi di Indonesia tak jelas dan persoalan gaji.

Pemain asal Argentina itu disebut-sebut tak setuju dengan sodoran renegosiasi kontrak yang diajukan manajemen Singo Edan. Alhasil, Arema yang jua menunjuk pelatih baru, Carlos Oliveira, mendepak Alderete dari skuat.

Dibuang Arema, Elias Alderete Direkrut Klub Top Argentina

Alderete kemudian bergabung dengan Chacarita Juniors. Klub itu memang tak asing buat Elias Alderete. Sebab, dia melakoni debut profesionalnya sebagai pemain di sana.

Dikutip dari Tycsports, Alderete sudah kembali berlatih bersama tim Argentina itu di bawah komando pelatih Claudio Biaggio. Chacarita Juniors memang merombak skuatnya jelang musim baru. Selain Alderete, mereka juga sudah meresmikan 14 pemain baru.

Status Alderete sendiri di Arema ternyata memang hanya pinjaman dari klub Argentina tersebut. Penampilan pemain berusia 25 tahun itu sebenarnya lumayan bagus. Dalam dua laga awal Liga 1, dia sudah sukses mencetak gol perdananya di Indonesia.

Alderete sendiri totoal sudah menjalani 39 laga bersama Chacarita Juniors sebelumnya. Total dia mengemas tujuh gol di sana.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Diego Maradona Dipastikan Tak Terpapar COVID-19 dari Pemain Gimnasia

gamespool

Football5Star.com, Indonesia – Publik sepak bola, terutama di Argentina, dapat menarik napas lega. Diego Maradona, salah satu legenda besar sepak bola, dipastikan tak terpapar COVID-19. Hasil tes swab yang dilakukan Senin (5/10/2020) menunjukkan El Diez negatif COVID-19.

Kekhawatiran sempat muncul setelah salah satu pemain klub asuhannya, Nicolas Contin, dinyatakan positif COVID-19. Pasalnya, dalam uji tanding melawan San Lorenzo, Rabu pekan lalu, Maradona sempat memeluk sang pemain tanpa mengenakan masker.

Guna segera memastikan kondisi sang legenda, tes swab pun dilakukan. Hasilnya, Maradona dinyatakan negatif COVID-19. Hal itu disampaikan pengacara sang legenda, Matias Morla.

Diego Maradona sempat memeluk Nicolas Contin yang kemudian dinyatakan positif COVID-19.
lacapital.com.ar

“Tes swab yang telah dilakukan menunjukkan Diego Maradona negatif COVID-19. Terima kasih kepada semua masyarakat Argentina atas kekhawatiran dan perhatian yang telah diberikan. Kita harus terus menjaga diri karena virus ini masih berada di antara kita,” urai Matias Morla seperti dikutip Football5Star.com dari akun Twitter-nya.

Langkah cepat diambil karena Diego Maradona termasuk golongan yang rentan terpapar COVID-19. Pasalnya, kapten timnas Argentina saat juara Piala Dunia 1986 itu mengalami obesitas dan punya riwayat sakit jantung.

Maradona yang akan berulang tahun ke-60 pada 30 Oktober mendatang bahkan mendapatkan advis khusus dari dokter pribadinya, Leopoldo Luque. El Diez diminta tak menghadiri banyak sesi latihan Gimnasia La Plata meskipun berstatus pelatih kepala.

Maradona Diejek karena Maskernya

Pada uji tanding melawan San Lorenzo, Diego Maradona sempat jadi sorotan dan bahan olok-olok. Pasalnya, dia dan anak terkecilnya, Diego Fernando, berada di pinggir lapangan dengan mengenakan pelindung wajah tak biasa. Orang-orang lantas menyamakannya dengan Buzz Lightyear.

https://www.instagram.com/p/CFxofSlFo9V/

Hal itu membuat Maradona marah. “Hari ini, saya meninggalkan rumah dengan masker yang direkomendasikan dokter saya ini. Ini sama dengan yang digunakan oleh beberapa dokter. Saya memakaikan saat bertugas dan menaruh respek kepada semua korban COVID-19,” urai dia di akun Instagram-nya.

Lebih lanjut, Diego Maradona mengungkapkan, “Lalu, saya mendapatkan olok-olok dari orang-orang dewasa, anak-anak, hingga beberapa jurnalis. Jurnalis-jurnalis itu juga yang mengkrik ketika Anda tak melindungi diri.”

Seiring adanya pemain yang positif COVID-19, manajemen Gimnasia La Plata dan dokter pribadi dipastikan akan lebih protektif lagi terhadap Diego Maradona. Bagaimanapun, El Diez adalah “harta” sepak bola dunia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Fan Newell’s Old Boys Bujuk Lionel Messi Pulang Kampung

gamespool

Football5Star.com, Indonesia – Langkah Lionel Messi mengajukan pemutusan kontrak kepada manajemen Barcelona telah membangkitkan gairah para fan Newell’s Old Boys. Mereka berharap La Pulga akan kembali ke Argentina dan mengenakan kembali kostum merah-hitam.

Para fan Newell’s Old Boys mulai melancarkan bujukan kepada Messi. Di antaranya dengan aksi di Monumento Nacional a la Bandera yang berada di Rosario. Di sana terpampang poster Messi berukuran besar. Tak hanya itu, terbentang pula spanduk raksasa dengan tulisan Messi: Impianmu, Ilusi kami.

Tak hanya itu, para fan Newell’s telah merencanakan aksi massal. Pada Kamis (27/8/2020), mereka akan melakukan perjalanan dari Estadio Marcelo Bielsa ke Momumento Nacional a la Bandera. Tentu saja mereka akan menyerukan kepulangan Messi pada sepanjang perjalanan nanti.

Aksi itu akan dilakukan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Para fan Newell’s akan menggunakan kendaraan masing-masing guna tetap menjaga jarak.

“Kedatangan Messi akan merevolusi kota dan negeri ini. Itu akan sama dengan saat Diego Maradona kembali. Tentu saja kali ini akan lebih besar karena pada waktu itu tak terlalu banyak media,” kata fan fanatik La Lepra, Fernando, seperti dikutip Football5Star.com dari Infobae.

Manajemen Newell’s Old Boys Tetap Realistis

Harapan para fan sejalan dengan manajemen Newell’s Old Boys. Mereka sangat berharap Lionel Messi kembali membela klub masa kecilnya itu. Namun, mereka tak mau terbuai ilusi. Mereka tetap menjejak bumi dan tak mau memberikan harapan palsu kepada para fan.

Sekretaris Klub Newell’s Old Boys, Juan Jose Concina, terang-terangan mengungkapkan hal tersebut. “Kami akan membuka pintu lebar-lebar bila Messi memutuskan bermain untuk Newell’s. Namun, saya tak akan menjual angan-angan atau mengatakan bahwa saya sudah berbicara dengan ayahnya atau orang lainnya,” urai dia.

Saat ini, menurut Concina, pihak Newell’s hanya dapat menanti putusan yang dibuat Messi. “Jika dia memutuskan kembali bermain di sini sutau hari nanti, satu-satunya hal yang bisa kami lakukan adalah menyiapkan diri untuk dia. Kami akan tanyakan apa yang perlu kami lakukan sehingga dia akan datang. Apa lagi yang dapat kami lakukan selain itu?” ujar dia.

Seorang petinggi Newell’s Old Boys yang tak mau diungkap identitasnya juga pesimistis Lionel Messi akan kembali pada tahun ini. Dia antara lain menyebut Manchester City dan Inter Milan sebagai dua klub yang mungkin jadi tujuan La Pulga.

“Tak ada yang tahu apa yang akan terjadi pada Messi atau di mana dia akan bermain,” kata petinggi La Lepra itu kepada Infobae. “Namun, saya pikir jikapun dia kembali ke Newell’s, itu hanya akan terjadi setelah Piala Dunia di Qatar,” urai dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Lionel Messi Diminta Cesar Luis Menotti Tak Kembali ke Argentina

dinasti

Football5Star.com, Indonesia – Lionel Messi adalah salah satu pesepak bola terbaik Argentina. Akan sangat elok bila nanti dia mengakhiri kariernya dengan tampil di Liga Argentina. Namun, ide tersebut justru ditentang pelatih legendaris Cesar Luis Menotti.

Baru-baru ini, Cesar Luis Menotti mengaku waswas Lionel Messi akan bermain di Liga Argentina sebelum gantung sepatu. Hal yang membuat dia waswas, La Pulga ditengarai akan kembali ke klub masa kecilnya, Newell’s Old Boys. Sebagai fan Rosario Central, dia tak ingin itu terjadi.

“Saya membayangkan Messi di Newell’s dan itu sungguh membuat saya ketakutan karena saya adalah fan Rosario Central. Central akan sangat terancam,” kata Cesar Luis Menotti seperti dikutip Football5Star.com dari Infobae. “Jadi, sangat ideal bila dia pensiun di Barcelona sajalah.”

Lionel Messi semasa kecil memperkuat Newell's old Boys.
radiofonica.com

Tentu saja Menotti tak bersungguh-sungguh dengan kata-katanya itu. Sebagai tokoh sepak bola Argentina, dia mengaku akan sangat bagus bila Lionel Messi datang ke Argentina sebelum gantung sepatu.

“Bagi saya, Messi bermain setahun di sepak bola Argentina akan menyenangkan. Hal itu juga akan sangat baik bagi anak-anak muda karena Messi punya komitmen tinggi terhadap profesinya,” ujar Menotti lagi.

Menotti Puji Konsistensi Messi

Menotti mengaku takjub oleh konsistensi performa Messi yang luar biasa. Menurut dia, tidak mudah hidup sebagai La Pulga yang selalu memikul ekspektasi tinggi dari pekan ke pekan, musim ke musim.

Lionel Messi baru saja mencetak gol ke-700 sepanjang karier profesionalnya.
standard.co.uk

“Messi bertahan oleh keinginan kuatnya karena Messi harus selalu ingin bermimpi menjadi Messi. Kadang, dia terlihat lelah menjadi Messi karena semuanya sama. Ketika dia mencetak 4 gol, orang-orang akan menganggapnya biasa. Jika tak mencetak gol, dia dianggap bermasalah,” urai Menotti. “Menjadi Messi setiap pekan tidaklah mudah.”

Lionel Messi saat ini masih terikat kontrak dengan Barcelona hingga 30 Juni 2021. Namun, dia perkirakan tak akan hengkang begitu kontraknya usai. Meskipun sudah berumur 33 tahun, La Pulga masih jadi andalan utama El Barca. Bukan hanya dalam mendulang gol, dia juga diandalkan dalam memberikan assist kepada rekan-rekannya.

Rabu (1/7/2020) dini hari WIB, Lionel Messi membukukan gol ke-630 bagi Barcelona yang sekaligus gol ke-700 dalam karier profesionalnya. Pada laga sebelumnya, dia mencetak dua assist yang membuat koleksinya menjadi 252 assist sepanjang kariernya bersama El Barca sejak 2005.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Mengenal Axel Encinas, Pemain Belia dengan Klausul Pelepasan Rp279 Miliar

dinasti

Football5Star.com, Indonesia – Sebuah langkah menarik dibuat River Plate pada awal pekan ini. Klub berjuluk Millonarios itu memberikan kontrak profesional pertama kepada Axel Encinas yang baru berumur 16 tahun. Hal yang mengejutkan, dia dipagari klausul pelepasan 20 juta dolar AS (sekitar Rp279 miliar)!

Klausul itu memang terlihat “receh” bila dibandingkan dengan yang ada di kontrak para pemain Spanyol. Namun, nilai klausul Axel Encinas tersebut ternyata sama dengan beberapa bintang River Plate. Sebut saja Franco Armani, Lucas Martinez Quarta, Nicolas De La Cruz, dan Jorge Carrascal.

Saat ini, karena pandemi Virus Corona, kontrak Encinas belum diumumkan secara resmi. Pemain berumur 16 tahun itu belum membubuhkan tanda tangannya. Namun, begitu AFA kembali membuka kantornya, semua berkas administratif itu akan dirampungkan Millonarios.

Bukan tanpa alasan klausul sebesar itu dicantumkan dalam kontrak Encinas. Dia dianggap sebagai salah satu permata milik River Plate dan belakangan terus dipantau pelatih Marcelo Gallardo. Di Argentina, dia sudah direkrut ke timnas Argentina U-15 asuhan Diego Placente dan belakangan, Pablo Aimar sudah siap menariknya ke timnas U-17.

Nama Axel Encinas pun sudah mencuri perhatian di Eropa. Tahun lalu, dia tampil ciamik saat memperkuat tim U-16 River Plate pada turnamen U-16 yang digelar Premier League. Pada ajang itu, timnya memang hanya finis di posisi ketiga, tapi secara individual, dia gemilang.

Pada turnamen tersebut, Axel Encinas membuat dua gol. Satu gol saat kalah 1-2 dari Tottenham Hotspur dan satu lagi ketika menang 3-0 atas Fulham. Dia pun lantas dinobatkan sebagai pemain terbaik. Hal inilah yang sepertinya membuat manajemen River Plate berani memasang klausul pelepasan Rp279 miliar bagi pemain yang berulang tahun pada 24 Mei itu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Luis Hernandez Tak Pernah Main di Eropa Gara-Gara Boca Juniors

dinasti

Football5Star.com, Indonesia – Masih ingat sosok Luis Hernandez, striker gondrong timnas Meksiko era 1990-an hingga 2000-an? Baru-baru ini, dia mengungkapkan sebuah fakta mengejutkan. Menurut dia, gara-gara Boca Juniors, dia tak pernah berkiprah di Eropa.

Sepanjang kariernya sebagai pesepak bola profesional dari 1990 hingga 2005, Luis Hernandez lebih sering berkutat di klub lokal. Hanya ada dua klub luar Meksiko yang pernah diperkuat pria yang kini berumur 51 tahun itu. Kedua klub itu adalah Boca Juniors (Argentina) dan LA Galaxy (AS).

Menurut Hernandez, kesempatan bermain di Eropa sempat didapatkan pada akhir 1990-an. Namun, dia tak mengambil opsi tersebut karena datang tawaran dari Boca Juniors.

“Saya datang ke Boca dengan prestasi tersendiri. Pada Copa America 1997 di Bolivia, Meksiko finis di posisi ketiga dan saya jadi pencetak gol terbanyak di atas Romario dan Ronaldo,” ujar Luis Hernandez seperti dikutip Football5Star.com dari TNT Sports.

Striker yang doyan memakai nomor 15 di timnas Meksiko itu menambahkan, “Saya terpilih jadi pemain terbaik dan mendapatkan tawaran dari tiga tim: Borussia Moenchengladbach, Monaco, dan Boca Juniors. Saya tentu saja memilih Boca.”

Hernandez menegaskan, andai tak ada tawaran dari Boca Juniors, dia akan memilih berkiprah di Eropa. Bagi dia, hanya Xeneizes yang mampu membuat dirinya jatuh hati.

“Jika River (Plate) yang mengontak, aku akan menolaknya. Aku akan lebih memilih pergi ke Eropa. Bukan aku membenci River. Mereka adalah tim hebat. Namun, (Alberto) Garcia Aspe punya pengalaman buruk di sana. Aku tak ingin mengalami hal yang sama,” urai Hernandez lagi.

Tak Sukses Tapi Tetap Indah

Putusan bergabung dengan Boca Juniors sebenarnya bisa dikatakan keliru. Di sana, Luis Hernandez gagal menembus tim utama. Dia pun sangat jarang bermain. Namun, tetap saja dia merasa puas dan tak pernah menyesali putusannya itu.

“Saya masih menganggap itu sebagai sesuatu yang indah. Ada kepuasan tersendiri bermain bersama Boca Juniors meskipun hanya di Copa Mercosur,” kata dia.

Bagi pencetak 4 gol bagi timnas Meksiko di Piala Dunia 1998 itu, masa-masa di Boca Juniors tetaplah indah. Salah satu sebabnya, ada sosok-sosok luar biasa di sana. Sebut saja Claudio Caniggia dan Diego Maradona.

“Bermain dengan Caniggia adalah sesuatu yang tak bisa dibandingkan dengan apa pun. Lalu, pada debut melawan Colo Colo, saya bermain bersama Maradona. Saya bergabung dengan Boca dan mendapat hadiah bermain bersama Maradona,” ujar Luis Hernandez lagi.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Walter Samuel Sebut Pemain Ini Calon Bek Masa Depan Argentina

dinasti

Football5Star.com, Indonesia – Argentina dari masa ke masa selalu melahirkan bek tangguh. Daniel Passarella, Oscar Ruggeri, Roberto Ayala, Roberto Sensini, dan Walter Samuel adalah beberapa di antaranya. Pada masa yang akan datang, tradisi itu diharapkan akan dilanjutkan Bruno Amione.

Tak tanggung-tanggung, harapan itu dilontarkan Walter Samuel yang sekarang jadi asisten Lionel Scaloni di timnas Argentina. Dia mengaku terkesan oleh Bruno Amione yang saat ini baru berumur 18 tahun dan memperkuat timnas junior Argentina yang ditangani Pablo Aimar.

Samuel mengutarakan hal itu dalam wawancara dengan Infobae. Amione disebut secara khusus ketika menjawab pertanyaan soal sosok yang akan dapat menjadi penerus dirinya sebagai bek tangguh.

Bruno Amione diharapkan Walter Samuel dapat menjadi pemain besar pada masa yang akan datang.
afa.com.ar

“Ada banyak pemain bagus. Pablo (Aimar) punya beberapa di antaranya di timnas U-17. Saya benar-benar menyukai anak dari Belgrano de Cordoba, Bruno Amione. Dia seorang bek tengah kidal yang saya lihat bagus. Saya berharap dia punya masa depan gemilang,” kata Samuel seperti dikutip Football5Star.com dari Infobae.

Pujian juga terlontar dari mulut Aimar. “Dia adalah anak yang rendah hati dan penuh hormat. Dia selalu menularkan nilai-nilai bagus kepada setiap orang. Di antaranya soal keharusan respek kepada lawan dan hal-hal semacamnya,” kata eks bintang Valencia itu.

Sosok Amione sesungguhnya tidak berada di bawah radar. Namanya masuk dalam daftar 60 talenta muda terbaik dunia 2019 yang dirilis The Guardian pada Oktober 2019. Dia antara lain bersanding dengan Ansu Fati, Giovanni Reyna, Mohamed Ihattaren, Sebastiano Esposito, Adil Aouchiche, dan Andri Gudjohnsen.

Tahun lalu, Bruno Amione hampir menapaki jejak Walter Samuel yang pernah berkiprah di Italia. Dia dibidik Genoa. Namun, kesepakatan tak tercapai karena klub itu tak punya cukup dana sesuai yang diminta Belgrano. Belakangan, Napoli juga dikabarkan berminat merekrut pemain kelahiran 3 Januari 2002 itu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Kiper Klub Diego Maradona Ternyata Penggila Kartun Kapten Tsubasa

terassd

Football5Star.com, Indonesia – Serial Kapten Tsubasa memang punya pengaruh besar. Bukan hanya di Jepang, komik dan kartun animasi sepak bola itu juga punya pengaruh di negara-negara lain. Salah satu buktinya adalah Jorge Broun dari Gimnasia La Plata. Kiper klub asuhan Diego Maradona secara khusus menggilai karakter Genzo Wakabayashi.

Kegilaan Jorge Broun terlihat pada rajahan di tubuhnya. Baru-baru ini, kiper klub yang kini ditangani Diego Maradona tersebut membuat tato Genzo Wakabayshi di tangan kanannya. Andai tak benar-benar menyukai sosok kiper Jepang di serial Kapten Tsubasa itu, tak mungkin dia melakukan hal tersebut.

Tato Genzo Wakabayshi di tangan Broun terbilang unik. Pasalnya, dia digambarkan tengah merentangkan tangan kanannya dengan jemari nyata Broun sebagai ujungnya. Bila kiper Gimnasia La Plata itu memegang bola, akan tampak seperti Wakabayshi tengah menepis tendangan lawan.

Jorge Broun adalah kiper kelahiran Rosario, Agrentina, pada 26 Mei 1986. Dia baru bergabung dengan Gimnasia La Plata yang diasuh Diego Maradona pada tahun ini. Sebelumnya, dia dua musim memperkuat klub tangguh Bulgaria, Ludogorets Razgrad, dengan bebas transfer. Namun, dia belum sekali pun diberi kepercayaan tampil oleh Maradona.

Di Argentina, Gimnasia La Plata adalah klub ketiga yang diperkuat Broun. Dua klub lain yang pernah diperkuatnya adalah CA Rosario dan CA Colon. Di samping itu, pengagum Genzo Wakabayashi dari serial Kapten Tsubasa itu pernah juga memperkuat klub Cile, Antofagasta.

Di Benua Amerika, Jorge Broun bukan sosok pertama yang menunjukkan kegilaan terhadap karakter dari serial Kapten Tsubasa. Sebelum kiper klub asuhan Diego Maradona itu, Luis Lorona dari Meksiko, terlebih dahulu merajah tato Kapten Tsubasa di lengan kirinya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Presiden Boca Juniors Bantah Tawaran Udinese untuk Agustin Rossi

terassd

Football5Star.com, Indonesia – Presiden Boca Juniors, Jorge Amor Ameal, angkat bicara terkait rumor transfer kiper Agustin Rossi ke Udinese. Dia menegaskan, hingga saat ini, belum ada tawaran apa pun dari klub Serie A tersebut untuk sang kiper.

Dalam beberapa pekan terakhir, Agustin Rossi ramai dikabarkan sebagai salah satu pemain yang dibidik Udinese untuk menggantikan Juan Musso yang diincar banyak klub besar Eropa. Awal Mei lalu, I Bianconeri dikabarkan sudah mengajukan tawaran 1 juta euro.

Akan tetapi, kabar itu dibantah Jorge Amor Ameal. Dia memastikan hal itu tak pernah terjadi. “Tak ada tawaran yang mendarat di meja kami. Saya mengatakan ini dengan sejujur-jujurnya,” kata dia seperti dikutip Football5Star.com dari Tuttomercatoweb.

Angka 1 juta euro pun, menurut TyC Sports, jauh dari banderol yang dipatok klub berjuluk Xeneizes itu. Klub rival utama River Plate tersebut dikabarkan tak akan menerima tawaran di bawah 6 juta euro. Apalagi, klausul pelepasan sang pemain adalah 10 juta euro.

Aksi-aksi Agustin Rossi yang dipinjamkan Boca Juniors ke Lanus dikabarkan menarik perhatian Udinese.
tntsports.com

Tawaran itu memang tidak datang ke meja Ameal selaku Presiden Boca Juniors, melainkan diterima agen Rossi, Miguel Gonzalez. Hal itu diungkapkan sang agen kepada TyC Sports.

“Proposal dari Italia datang kepada saya. Kami menanti hingga 30 atau 15 Juni untuk melanjutkan negosiasi,” ujar Miguel Gonzalez seraya mengisyaratkan kliennya hanya akan kembali ke Boca dnegan satu syarat.

“Boca saat ini punya dua kiper hebat. Saya tahu Agustin ada dalam rencana mereka. Jika Boca menjual (Esteban) Andrada, posisi kiper utama akan jadi milik Agustin,” urai dia lagi.

Selain Agustin Rossi milik Boca Juniors, Udinese masih punya beberapa alternatif bila Juan Musso gagal dipertahankan. Di antaranya adalah Ionut Radu, kiper Inter Milan yang dipinjamkan ke Parma. Lalu, Alessio Cragno milik Cagliari dan memanggil kembali Simone Scuffet yang dipinjamkan ke Spezia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Diego Maradona Rekomendasikan Satu Pemainnya kepada Napoli

terassd

Football5Star.com, Indonesia – Diego Maradona dan Napoli memang punya ikatan istimewa. Baru-baru ini, legenda sepak bola asal Argentina itu dikabarkan telah merekomendasikan salah satu pemainnya di Gimnasia La Plata untuk direkrut I Partenopei. Pemain itu adalah Jose Paradela.

Diego Maradona secara implisit merekomendasikan pembelian Jose Paradela saat diwawancara oleh Calcio Napoli 24. Dalam wawancara itu, dia secara khusus membahas pemain berumur 21 tahun tersebut. “Dia itu anak yang sangat berbakat dan menjanjikan,” kata El Diez seperti dikutip Football5Star.com dari Infobae.

Jose Paradela adalah seorang gelandang. Dia adalah pemain yang diorbitkan Maradona. Sepanjang musim ini, dia telah tampil 11 kali sebagai starter dari 17 kesempatan bermain. Padahal, musim lalu, dia hanya diberi kesempatan tampil selama 25 menit oleh pelatih sebelumnya.

Jose Paradela tersanjung apabila mampu bergabung dengan Napoli.
Getty Images

Sosok Paradela mencuri perhatian ketika Maradona memantau tim cadangan Gimnasia La Plata. “Saya ingin dia bermain di tim utama,” kata pria berjuluk El Diez tersebut kala itu.

Mengenai kabar dirinya direkomendasikan Maradona kepada Napoli, Paradela merasa tersanjung. Dia mengaku akan sangat bangga bila dapat bermain bagi mantan klub El Diez.

“Akan jadi sebuah kebanggaan untuk bermain bagi klubnya. Ayahku selalu jadi fan Maradona. Ketika aku kecil, dia selalu mengatakan segala hal tentang dia dan menunjukkan semua pertandingan penting dan gol-gol terbaiknya,” ujar Jose Paradela kepada Il Mattino.

Lebih lanjut, Paradela mengatakan, “Sungguh sebuah impian untuk tinggal di kota itu dan bermain bagi klub yang membuat Diego jadi yang terhebat.”

Jose Paradela juga mengungkapkan makna istimewa Italia dan Napoli bagi para pemain Argentina. “Bagi orang-orang Argentina, Eropa itu berarti Spanyol dan Italia. ketika bicara soal Italia, bagi kami yang utama adalah Napoli. Diego Maradona selalu berbicara tentang kota itu dan kegilaan para fannya,” urai dia lagi.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Ungkap Kisah Lama, Sergio Aguero Malah Berseteru dengan Barbagallo

terassd

Football5Star.com, Indonesia – Maksud hati berbagi kisah masa lalu, Sergio Aguero malah menuai permusuhan. Gara-gara dinilai memberikan kisah bohong, striker Manchester City itu dikecam salah satu tokoh sepak bola Lanus, Carlos Barbagallo, yang merasa tersinggung.

Perseteruan Sergio Aguero dengan Carlos Barbagallo berawal dari siaran langsung di media sosial Twitch. Striker Argentina itu antara lain mengatakan pernah ditolak Lanus setelah dites sebagai bek.

“Aku dan Cristian saat itu jadi yang terakhir dipanggil dan ditanya akan main di posisi mana. Cristian bilang nomor 9 dan mendapatkannya. Giliranku tiba. Aku bilang biasa main di nomor 10. Namun, posisi itu sudah terisi. Lalu, aku diminta bermain di posisi nomor 4,” kata Sergio Aguero seperti dikutip Football5Star.com dari Ole.

https://www.youtube.com/watch?v=B94LYXxuRrM

Waktu berlalu, Aguero tak mendapatkan panggilan lagi dari Lanus. Dia tahu ada yang tak beres, tapi ayahnya tak pernah bicara apa-apa. Dia pun lantas bergabung dengan Independiente. Suatu ketika, dalam turnamen sepak bola junior, dia bertemu dengan pelatih Lanus yang mengetesnya.

“Kukatakan kepada ayahku, itu orang yang mengetesku di posisi nomor 4. ‘Biar dia saja yang menjelaskan kepadamu,’ kata dia. Orang itu pun lantas berkata, ‘Saya ingin bunuh diri.’ Ayahku lalu berkata, mereka menginginkan bek bertubuh besar. Itu sebabnya mereka tak menerimaku,” urai Aguero lagi.

Sergio Aguero Dituding Berbohong

Kisah itu langsung dibantah Carlos Barbagallo. Dia bahkan menuding Sergio Aguero telah mengarang-ngarang cerita demi sebuah sensasi belaka. Dia yakin eks striker Atletico Madrid itu tak pernah menjalani tes di Lanus.

“Dia berbohong soal tes di Lanus. Dia tak pernah menginjakkan kaki di klub itu. Kami memang berhubungan dengan Kun dan ayahnya. Namun, orang-orang yang datang ke turnamen junior kala itu tak pernah mengetasnya di lapangan. Salah satu dari orang itu adalah saya!” kata Carlos Barbagallo dengan tegas kepada TyC Sports.

Carlos Barbagallo menuding Sergio Aguero telah berbohong.
fortalezagranate.com.ar

Barbagallo menegaskan, salah besar bila Aguero mengatakan tak diterima oleh Lanus karena posturnya yang pendek. “Pada kategori (19)88, sama dengan Kun, ada Laucho Acosta dan Sebastian Blanco yang lebih kecil dari dia. Lalu, German Cano yang setidaknya sama dengan dia,” ucap dia lagi.

Lebih lanjut, Barbagallo menyesalkan kebohongan yang dibuat Sergio Aguero. Dia menilai tak ada gunanya mengarang-ngarang cerita dramatis hanya untuk membuat sensasi dengan mendiskreditkan Lanus.

“Dia itu pemain bagus. Bermain sebagai nomor 4 atau kiper, dia akan tetap bagus,” ujar Barbagallo soal kisah Sergio Aguero lagi. “Kisahnya itu sangat menjijikkan, sama seperti ada yang dulu bilang (Diego) Maradona datang untuk tes di sini dan gagal. Kun Aguero tak perlu kemasyhuran dengan mengatakan tak diinginkan di Lanus.”

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Bintang Jerman Ini Ternyata Ingin Bergabung dengan Boca Juniors

terassd

Football5Star.com, Indonesia – Boca Juniors ternyata sangat menarik di mata para bintang sepak bola Eropa. Menurut bek Carlos Zambrano, salah satu yang tertarik merapat ke Xeneizes adalah bintang Jerman, Lukas Podolski.

Carlos Zambrano mengaku berkawan akrab dengan Lukas Podolski meskipun tak pernah bermain bersama. Suatu ketika, kata dia, eks pemain Arsenal tersebut mengirimkan sebuah pesan mengejutkan. Dalam pesannya itu, Podolski minta diajak bergabung dengan Boca Juniors.

Sebelum bergabung dengan Antalyaspor, Lukas Podolski ternyata sempat berminat membela Boca Juniors.
express.de

“Boca itu adalah dunia lain, bisa dikatakan sebagai galaksi lain. Ini klub yang paling dicintai di sini dan seluruh Eropa. Bayangkan, Lukas Podolski bahkan sempat menulis hal itu kepadaku dalam sebuah chat,” urai Carlos Zambrano seperti dikutip Football5Star.com dari Infobae.

Zambrano menambahkan, “Dia menulis, ‘Saudaraku, bawa aku ke Boca. Bawa aku ke Boca.’ Aku jawab, ‘Saudaraku, aku senang mendengar itu. Jika aku melempar namamu di sini pasti meledak, kan?'”

Carlos Zambrano menyebut Lukas Podolski sempat memohon diajak bergabung dengan Boca Juniors.
depor.com

Carlos Zambrano yang bergabung dengan Boca Juniors pada akhir Januari lalu itu mengungkapkan, Lukas Podolski adalah sosok yang menyenangkan meskipun jadi lawan tangguh saat di lapangan. Saat ini, eks pemain timnas Jerman tersebut membela Antalyaspor di Liga Turki.

“Sekarang, dia di Turki. Lukas bermain di sana. Aku pernah menghadapi dia dalam beberapa kesempatan. Walaupun lawan tangguh, dia adalah sosok yang sangat bersahabat. Aku selalu punya hubungan baik dengan dia,” ujar pemain andalan timnas Peru dan Boca Juniors itu.

Sebagai sosok petualang, Lukas Podolski memang selalu tertarik berkiprah di berbagai negara. Saat ini, Benua Amerika termasuk yang belum pernah dijelajahinya. Dia hanya pernah bermain di sana pada Piala Dunia 2014 saat timnas Jerman menjadi juara. Sangat mungkin, dia benar-benar ingin bergabung dengan Boca Juniors.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Ambisi Baru Juan Sebastian Veron di Kancah Sepak Bola Argentina

Banner LFS Baru

Football5Star.com, Indonesia – Ambisi dan target-target besar adalah kayu bakar bagi seseorang tetap hidup. Kiranya itu pula prinsip yang dipegang Juan Sebastian Veron. Eks gelandang Lazio itu baru-baru ini mengungkapkan satu ambisi terbarunya, yakni jadi Presiden Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA).

Saat ini, Veron menjabat Presiden Estudiantes. Jabatan itu dipegangnya sejak 2014 hanya 5 bulan setelah dia gantung sepatu. Kini, melihat perkembangan sepak bola Argentina, pria berjuluk La Brujita itu sangat resah.

Juan Sebastian Veron sejak 2014 jadi Presiden Estudiantes.
ole.com.ar

“Pada suatu saat nanti, saya ingin jadi Presiden (Asosiasi) Sepak Bola Argentina. Hari ini, ada banyak masalah pendidikan dan nutrisi yang harus ditangani di mana-mana yang akan menolong para atlet. Jabatan politik dan posisi yang diduduki sangat penting untuk mendorong hal itu,” kata Juan Sebastian Veron seperti dikutip Football5Star.com dari Diario Ole.

Secara lantang, Veron yang sempat mengadu nasib di Inggris dengan membela Manchester United dan Chelsea itu melontarkan sebuah kritik. Dia mencibir rencana Liga Argentina setelah pandemi Virus Corona berlalu.

“Hari ini, kita bicara soal kemunduran dan akan kembali ke format kompetisi dengan 30 tim, bukannya melangkah ke depan dan membicarakan hal-hal lain (yang lebih krusial),” ucap Veron lagi dengan penuh kegeraman.

Juan Sebastian Veron adalah sosok yang setia. Dia memulai kiprahnya sebagai pemain sepak bola di Estudiantes pada 1993 dan mengakirinya di klub itu juga pada 2014. Setelah itu, dia lantas menjadi presiden klub.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Juan Roman Riquelme Buat Pemain Ini Tawarkan Diri Bela Boca Juniors

Banner LFS Baru

Football5Star.com, Indonesia – Juan Roman Riquelme ternyata masih punya karisma besar di mata para pesepak bola. Buktinya, keberadaannya sebagai wakil presiden klub Boca Juniors membuat beberapa pemain menyatakan kesiapan merapat ke klub besar Argentina itu. Salah satunya Hugo Rodallega.

Bagi Hugo Rodallega, Juan Roman Riquelme adalah faktor pemikat luar biasa. Dia mengakui hal itu dalam program radio Cultura del Gol. Bahkan, striker Denizlispor itu siap melanggar aturan karantina andai ditelepon oleh eks playmaker timnas Argentina tersebut.

“Jika Juan Roman Riquelme menelepon, aku akan langsung terbang pada keesokan hari. Aku akan tetap pergi meskipun tak dapat meninggalkan negeri ini (Turki),” ucap Hugo Rodallega seperti dikutip Football5Star.com dari Toda Noticias.

Hugo Rodallega siap bergabung dengan Boca Juniors karena faktor Juan Roman Riquelme.
skor.sozcu.com.tr

Lebih lanjut, eks pemain Fulham itu mengungkapkan, ” Aku akan senang hati bertemu dia. Dia itu pemain spektakuler dan aku akan senang hati berjumpa dia.”

Bukan hanya Hugo Rodallega yang siap bergabung dengan Boca Juniors karena keberadaan Riquelme. Oscar Trejo yang pernah membela Xeneizes pada 2005 hingga 2007 pun siap kembali. Apalagi, kontraknya di Rayo Vallecano akan habis pada 30 Juni mendatang.

“Aku belum memutuskan apa pun terkait masa depanku. Namun, bila Riquelme menelepon dan memintaku kembali, aku bahkan tak akan berpikir lagi. Aku akan mengatakan ‘ya’ sepuluh kali sebelum dia menyelesaikan kalimatnya,” urai Oscar Trejo kepada Futbal sin spots.

Menilik perkembangan yang ada, Boca Juniors sepertinya akan kewalahan menerima tawaran dari banyak pemain pada bursa transfer mendatang. Semuanya gara-gara Juan Roman Riquelme.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Rencana Gila Argentina Gelar Laga Tanpa Sepak Pojok dan Tendangan Bebas

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Rencana yang cukup aneh tengah digodok oleh otoritas sepak bola Argentina untuk mencegah penyebaran virus corona saat liga kembali berlangsung. Dalam rencana tersebut, laga Liga Argentina akan berlangsung tanpa corner kick dan free kick.

Dikutip Football5star.com dari Marca, Senin (6/4/2020) rencana untuk menggelar laga sepak bola tanpa corner kick dan free kick dimaksudkan untuk menghindari pemain berkumpul di satu area sehingga terhindar dari penyebaran virus corona.

Rencana Gila Sepak Bola Argentina Gelar Laga Tanpa Corner Kick dan Free Kick
afp

Rencana aneh ini pun membuat pengamat sepak bola Argentina bereaksi. Salah satu pengamat sepak bola di Argentina bahkan bereaksi sangat keras atas rencana ini di salah satu televisi lokal.

“Bagaimana Anda bisa melakukan itu? Bagaimana mungkin terlintas rencana yang seperti itu. Sangat tidak masuk akal,” kata salah satu pengamat di televisi Cronica.

Sekedar informasi, Argentina pada Jumat, 20 Maret 2020, memberlakukan lockdown untuk seluruh wilayah di Negeri Tango tersebut sebagai upaya menghentikan penyebaran virus corona. Pengumuman negara berstatus lockdown disampaikan Presiden Argentina Alberto Fernandez pada Kamis malam melalui unggahan di Twitter, dimana lockdown diberlakukan sampai 31 Maret 2020.

“Saya baru saja menerbitkan dektrit sosial, pencegahan dan isolasi wajib bagi seluruh masyarakat Argentina. Ini sebuah keputusan luar biasa pada kondisi yang juga luar biasa,” kata Fernandez.

Presiden Argentina itu menekankan keputusan ini diambil karena penyebaran virus corona menyebar dengan sangat cepat di seluruh dunia. Virus corona atau COVID-19 adalah sebuah masalah kesehatan yang sangat serius.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Fakta Amadeo Carrizo, Kiper Revolusioner Argentina

Banner LFS Baru

Football5Star.com, Indonesia – Akhir pekan lalu, River Plate dilanda duka. Kiper legendaris klub Argentina itu, Amadeo Carrizo, meninggal dunia pada Jumat (20/3/2020). Carrizo tutup usai dalam umur 93 tahun setelah sepuluh hari dirawat di rumah sakit.

Amadeo Carrizo mungkin kurang akrab di telinga para pencinta sepak bola sekarang. Padahal, dialah sosok kiper luar biasa pada masanya dan diakui sebagai pionir kiper modern yang tak hanya fokus menghalau tembakan pemain lawan.

Berikut ini, Football5Star.com menyajikan 5 fakta istimewa tentang Carrizo yang kamu pasti gak tahu.

Tersering Main untuk River Plate

Amadeo Carrizo adalah pemain dengan jumlah penampilan terbanyak di River Plate.
vanguardia.com.mx

Hingga meninggal dunia, ada satu rekor yang masih dipegang Amadeo Carrizo. Itu adalah jumlah penampilan terbanyak bersama River Plate. Total, dari 1945 hingga 1968, dia tampil dalam 520 laga. Dia unggul lima laga atas striker Angel Labruna yang memperkuat Los Millonarios pada 1939 hingga 1959.

Carrizo menjalani trial di River Plate saat berumur 16 tahun. Saat itu, dia harus menempuh perjalanan 15 jam dengan bus dari kampung halamannya, Rufino. Begitu selesai trial, dia diminta tak pulang. “Katakan kepada seseorang untuk menyampaikan kepada ayahmu bahwa kamu tetap tinggal di sini,” kisah Carrizo kepada El Grafico seperti dikutip Football5Star.com dari Toda Noticias.

Pionir Kiper Bersarung Tangan

Carrizo jadi kiper Argentina pertama yang mengenakan sarung tangan.
clarin.com

Pada zaman dahulu, menjadi kiper adalah tantangan berat. Pasalnya, dia harus menghalau bola yang meluncur ke gawangnya dengan tangan telanjang. Amadeo Carrizo melakukan revolusi dengan tampil bersarung tangan. Di Argentina, dialah sang pionir ketika melakukannya pada 1957.

Tentu saja sarung tangan yang dipakai Carrizo saat itu sangat berbeda dari zaman sekarang. Bukan sarung tangan lateks dengan teknologi tinggi, melainkan sarung tangan kain biasa. Namun, setidaknya, itu mengurangi rasa sakit ketika harus menepis bola yang meluncur keras.

Bantu Serangan dari Awal

Amadeo Carrizo dikenal sebagai kiper yang tak melulu fokus menahan serangan lawan.
pinterest.com

Manuel Neuer, Pascal Olmeta, hingga Rene Higuita dikenal sebagai kiper yang tak ortodoks. Mereka berani memainkan bola dan menggiringnya di luar kotak penalti. Namun, mereka bukanlah yang pertama melakukan hal itu. Amadeo Carrizo lebih dulu tampil sebagai kiper modern.

Carrizo dikenal sebagai kiper yang gemar menggiring bola keluar dari kotak penaltinya. Itu dilakukan karena dia tak suka melempar bola jauh-jauh. “Saya tak suka melemparkan bola. Untungnya, tak ada yang mampu merebut saat saya menggiring bola,” kata dia.

Berdiri di Pagar Betis

Carrizo lebih suka berada di pagar betis ketimbang di gawangnya saat tendangan bebas.
clarin.com

Selain tak suka melemparkan bola, ada hal “gila” lain yang dilakukan Amadeo Carrizo. Saat menghadapi tendangan bebas lawan di luar kotak penalti, dia justru meninggalkan gawangnya. Dia lebih memilih berada di pagar betis.

Mengenai hal itu, Carrizo berdalih, “Jika tetap berada di belakang, saya itu idiot. Di sana, Anda tak akan bisa melihat apa pun (karena terhalang pagar betis pemain).”

Hari Kiper Nasional Argentina

Selain piawai menangkap bola, Amadeo Carrizo juga pandai mendribelnya.
elcancha.cl

Kehebatan Amadeo Carrizo diakui oleh banyak pihak. IFFHS menobatkan dia debagai kiper terbaik Amerika Selatan pada abad ke-20. Di negerinya, dia pun mendapatkan penghormatan khusus. Hari lahirnya dijadikan salah satu hari nasional.

Sejak 2011, di Argentina dikenal adanya Hari Kiper Nasional. Hari itu diperingati setiap 12 Juni. Sudah dapat diterka, tanggal itu adalah hari ulang tahun Carrizo. Tepatnya, kiper revolusioner itu lahir pada 12 Juni 1926.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Menolak untuk Tanding karena Virus Corona, River Plate Terancam Sanksi

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Klub kasta tertinggi Liga Argentina, River Plate menolak untuk bertanding melawan Atletico Tucuman di lanjutan Piala Liga Argentina. River menolak untuk bertanding karena mengantisipasi wabah virus corona.

Dikutip Football5star.com dari Toda Pasion, Minggu (15/3/2020) pihak River menolak untuk membuka Stadion Monumental untuk klub Atletico Tucuman dan perangkat wasit yang sudah hadir di kota Buenos Aires.

Sontak saja keputusan ini mendapat kritik dari pihak Atletico Tucuman. Pihak klub menyebut bahwa keputusan River Plate sangat sepihak tanpa berkoordinasi dengan klub lawan.

Menolak untuk Tanding karena Virus Corona, River Plate Terancam Sanksi
getty images

“Kami melakukan perjalanan sejauh 1300 km dan tidak ada otoritas setempat yang memberi tahu kami bahwa pertandingan tidak dimainkan. Itu sebabnya kami ada di sini,” kata wakil presiden Atletico Tucuman, Enrique Salvatierra.

Kritikan juga disampaikan oleh wasit yang akan memimpin pertandingan tersebut, German Delfino. Menurut Delfino, hal ini barus ia rasakan selama kariernya sebagai seorang wasit.

“Saya tidak merasakan kondisi ini sebelumnya. Kami tampil di waktu resmi tetapi pintu klub stadion tidak dibukakan untuk kami. Kami akan membuat laporan dan mengirimkan ke pihak federasi sepak bola Argentina,” kata Delfino.

“Biarlah semua kondisi ini nantinya akan diputuskan oleh komite displin yang merupakan otoritas mereka untuk memutuskan hal seperti ini,” tambahnya.

Menurut media lokal Argentina, River Plate melanggar kode etik displin yakni pasal 109 mengenai peraturan pertandingan. Akibat pelanggaran pasal 109, River terancam mendapat sanksi berupa pengurang poin.

Pihak River Plate sendiri belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait hal ini. Namun anak asuh Marcello Gallardo tersebut memutuskan untuk tidak tanding karena takut pemain mereka terpapar virus corona.

Pemerintah Argentina sendiri beberapa hari lalu sudah memutuskan untuk pertandingan olahraga, termasuk sepak bola berlangsung tanpa penonton.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Carlos Tevez Bawa Boca Juniors Curi Gelar dari Hadapan River Plate

Banner LFS Baru

Football5Star.com, Indonesia – Boca Juniors secara dramatis menjuarai Superliga Argentina 2019-20, Minggu (8/3/2020). Carlos Tevez menjadi penentu kesuksesan Xeneizes lewat gol tunggalnya ke gawang Gimnasia La Plata asuhan Diego Maradona di Stadion La Bombonera.

Boca Juniors memasuki pekan terakhir Superliga Argentina dengan tertinggal satu poin dari River Plate. Namun, mereka mampu mencuri gelar juara yang sudah berada di depan mata sang rival sejati. Selain berkat gol tunggal Carlos Tevez, Xeneizes juga harus berterima kasih kepada Atletico Tucuman yang menahan 1-1 Los Millonarios.

https://twitter.com/superliga/status/1236475587625091072

Laga Boca Juniors vs Gimnasia La Plata dan Deportivo Tucuman vs River Plate berlangsung bersamaan. Memasuki menit ke-19, Tucumas unggul berkat gol Javier Toledo. Namun, tim asuhan Marcelo Gallardo membalas lewat gol Matias Suarez pada menit ke-35.

Hasil itu membuat River Plate tetap berada di puncak klasemen. Pasalnya, di La Bombonera, Xeneizes tak juga dapat menjebol gawang Gimnasia La Plata. Namun, keadaan berbalik berkat tendangan keras Carlos Tevez yang merobek jala gawang lawan pada menit ke-72.

Hingga pertandingan di kedua tempat berakhir, skor tak berubah. River Plate imbang 1-1 dengan Tucuman, sementara Xeneizes menang 1-0 atas Gimnasia La Plata. Hasil itu membuat Carlos Tevez dkk. juara dengan koleksi 48 poin. Mereka balik unggul satu poin atas Los Millonarios.

Bagi Boca Juniors, ini adalah gelar keempat dalam enam musim terakhir. Sebelumnya, mereka juga menjuarai Superliga Argentina 2015, 2016-17, dan 2017-18.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Kembali ke La Bombonera, Diego Maradona Dicium Carlos Tevez

Banner LFS Baru

Football5Star.com, Indonesia – Suasana berbeda tersaji di Stadion La Bombonera milik Boca Juniors, Minggu (8/3/2020) pagi WIB. Semua orag antusias karena hari itu datang Gimnasia La Plata yang ditangani Diego Maradona. Sambutan istimewa bahkan diberikan Carlos Tevez.

Sebelum pertandingan dimulai, Carlos Tevez yang bertindak sebagai kapten Boca Juniors menghampiri Diego Maradona. Dia lantas mencium sang legenda. Keduanya kemudian berpeluang cukup lama. Hal itu sesuai janji sang striker bagi kapten timnas Argentina saat juara Piala Dunia 1986 itu.

Lawatan ke La Bombonera kali ini adalah yang pertama bagi Maradona dalam 14 tahun terakhir. Kali terakhir El Diez menginjakkan kaki di markas Boca Juniors itu pada 27 Desember 2005. Kala itu, dia ikut serta dalam laga amal yang antara lain melibatkan Lionel Messi.

Kembali setelah 14 tahun, Diego Maradona begitu emosional. Dia mencium rumput lapangan di La Bombonera, lalu melompat di hadapan para pendukung tuan rumah yang mengelu-elukannya. Mereka menyambut antusias dengan berbagai spanduk bagi sang legenda.

Pihak Boca Juniors pun memberikan penghormatan khusus. Mereka memberikan kostum Boca dengan nama Maradona dan nomor punggung 10 yang telah dibingkai. Hadiah itu diserahkan oleh dua mantan rekan El Diez saat juara bersama Xeneizes pada 1980-an, Miguel Brindisi dan Hugo Perotti.

Satu hal yang menarik, Boca Juniors tak memberikan kursi singgasana bagi Diego Maradona. Padahal, klub-klub lain selalu melakukan hal itu setiap kali El Diez datang bersama skuat Gimnasia La Plata.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Lawan Boca, Diego Maradona Bagikan Jimat kepada Skuat Gimnasia

Banner LFS Baru

Football5Star.com, Indonesia – Diego Maradona memang sosok legendaris sekaligus unik pada kancah sepak bola. Bukan hanya saat bermain, sebagai pelatih pun dia tak kalah unik. Baru-baru ini, dia membagikan jimat kepada skuat Gimnasia La Plata jelang laga melawan Boca Juniors.

Pada akhir pekan nanti, Gimnasia La Plata yang diasuh Diego Maradona akan melawat ke Stadion La Bombonera milik Boca Juniors. Memetik kemenangan di sana adalah misi mustahil bagi Gimnasia yang terpaku di posisi ke-19 klasemen sementara Superliga Argentina saat ini.

Atas dasar itulah, Maradona rupanya coba memberikan sugesti. Caranya, dia membagikan jimat berupa kalung kecil kepada para pemain Gimnasia. Dia berharap kepercayaan diri para pemainnya meningkat saat melawan Boca nanti.

Diego Maradona membagikan kalung sebagai jimat kepada para pemain Gimnasia La Plata jelang laga lawan Boca Juniors.
bolavip.com

Hal itu diungkapkan bek Maximiliano Coronel. “Dia memberi kami kalung. Setiap orang menerimanya,” ujar sang pemain kepada program Jogo Bonito seperti dikutip Football5Star.com dari Ole soal jimat yang diberikan Maradona.

Secara pribadi, Maximiliano Coronel mengaku tak terlalu yakin pada keampuhan sugesti itu. Namun, menerima sesuatu dari Diego Maradona tetap saja membuat dia senang bercampur bangga.

“Aku pribadi tak terlalu percaya pada hal-hal semacam itu. Namun, tahun-tahun terakhir ini klub sudah berlaku sangat baik kepadaku. Aku menerimanya sebagai hadiah dari Diego (Maradona),” kata Maximiliano Coronel lagi.

Meskipun masih terseok-seok di papan bawah dan belum lepas dari ancaman degradasi, Gimnasia La Plata sesungguhnya punya modal bagus saat menghadapo Boca Juniors yang berada di posisi kedua. Dalam tiga pertandingan terakhir, klub asuhan Diego Maradona itu selalu menang dan tak kebobolan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Mangkir dari Gimnasia, Diego Maradona akan Latih Timnas Venezuela?

Banner LFS Baru

Football5Star.com, Indonesia – Bukan Diego Maradona jika tak jadi sorotan. Kali ini, El Diez dirumorkan akan menangani timnas Venezuela yang baru saja ditinggal Rafael Dudamel. Rumor itu dipanaskan oleh ketidakhadirannya pada latihan Gimnasia La Plata pada dua hari beruntun.

Bukan tanpa sebab nama Diego Maradona mengapung ke permukaan. Dia dikenal memiliki kedekatan dengan Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Pada April 2019, El Diez sempat dikenai sanksi karena mendediskasikan kemenangan Dorados de Sinaloa, klubnya kala itu, bagi Maduro. Sebelumnya, legenda timnas Argentina itu juga dekat dengan Hugo Chavez.

Diego Maradona punya kedekatan dengan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.
t-online.de

Menurut laporan Infobae, Nicolas Maduro diyakini telah melakukan kontak informal dengan Diego Maradona terkait kekosongan kursi pelatih timnas Venezuela. Kontak tersebut dilakukan terhadap lingkaran dalam pria yang sangat dipuja publik Napoli di Italia tersebut.

Kapten timnas Argentina saat juara Piala Dunia 1986 itu ditengarai akan tergoda oleh tawaran Nicolas Maduro. Setidaknya ada dua hal. Pertama, tentu ikatan emosionalnya dengan Venezuela. Bukan hanya dekat dengan sang presiden, dia pun sering mengenakan topi bermotif bendera negeri itu saat berada di tepi lapangan.

Kedua, Diego Maradona tak punya hubungan baik dengan petinggi Gimnasia La Plata saat ini. Pada November 2019, dia bahkan sempat mundur karena pergantian kepemimpinan klub itu. Namun, dia kembali ke posisinya atas desakan para fan.

Atas dasar itu, tak sedikit yang menilai ketidakhadiran dalam sesi latihan Gimnasia La Plata adalah upaya Diego Maradona untuk hengkang. Namun, pihak klub menegaskan, ketidakhadiran El Diez pada awal 2020 hanyalah untuk keperluan pemeriksaan kesehatan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Klub Juan Veron Terus Rayu Andres Iniesta untuk Bergabung

Banner LFS Baru

Football5Star.com, Indonesia – Estudiantes rupanya tak main-main soal rencana perekrutan gelandang Andres Iniesta. Rayuan terus dilancarkan. Bukan hanya Presiden Juan Veron dan pelatih Gabriel Milito, Javier Mascherano dan Gaston Fernandez pun ikut bergerilya.

Dua hari lalu, Juan Veron mengonfirmasi ketertarikan klub yang dipimpinnya terhadap Andres Iniesta yang kini membela Vissel Kobe. Namun, dia mengatakan belum ada negosiasi resmi untuk menggaet mantan pemain Barcelona dan timnas Spanyol itu.

Setelah mendapatkan Javier mascherano, Juan Veron ingin mendaratkan Andres Iniesta ke Estudiantes.
tn.com.ar

“Hari ini, kami tak dapat mengatakan ada negosiasi dengan Iniesta. Namun, memang ada pembicaraan di antara kami,” kata Juan Veron kepada Radio Rivadavia seperti dikutip Football5Star.com dari TyC Sports. “Menjajaki kemungkinan Iniesta bergabung adalah sesuatu yang tak akan dilupakan orang-orang, terlepas dari hal itu terwujud atau tidak.”

Selain Juan Veron, Javier Mascherano diyakini telah berbicara dengan Iniesta. Bagaimanapun, mereka sempat bersama-sama di Barcelona. Begitu pula Gabriel Milito yang sejak Maret silam menangani Estudiantes.

Gaston Fernandez ikut-ikutan bergerak. Pemain berumur 36 tahun itu melancarkan rayuan dengan menyambar unggahan Andres Iniesta di Instagram pada 23 Desember lalu. “Andres, kamu tak akan menyesalinya,” kata dia.

Estudiantes rupanya mengikuti langkah Boca Juniors yang musim lalu sukses menggaet Daniele De Rossi yang dilepas AS Roma. Meskipun telah mendapatkan Javier Mascherano, klub yang kini berada di posisi ke-13 Superliga Argentina itu rupanya masih mengincar Andres Iniesta untuk jadi tambahan kekuatan dalam menjalani musim 2019-20.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Aksi Liar Torres di Laga Sepak Bola seperti Orang Gila

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Pertandingan final liga sepak bola regional Bueno Aires, Argentina atau Liga de Luján diwarnai aksi kerusuhan antar pemain.

Pelaku utama dari aksi negatif ini adalah Lucas Torres, pemain dari klub Argentine Televison Union (SAT). Dikutip Football5star.com dari Marca, Jumat (20/12/2019) Torres memulai aksi tak terpujinya itu dengan melakukan tackle dua kaki kepada pemain Union of El Jaguel.

Aksinya tersebut tentu saja membuat pemain dari Union of El Jaguel melakukan protes kepada Torres. Alih-alih meminta maaf, pemain bernomor punggung 10 itu malah memukul pemain lain dari Union.

Akibatnya perkelahian antar pemain pun tak terhindarkan. Ini bukan aksi liar pertama dari Torres. Pada 2016, saat melakukan pelanggaran keras kepada pemain lain, Torres yang tidak terima diusir wasit langsung melakukan penyerangan.

Bahkan di kejadian 2016, Torres sampai harus ditenangkan oleh rekan-rekannya karena masih ingin melakukan penyerang kepada wasit.

Akibat dari aksi liarnya tersebut, Torres dikabarkan mendapat hukuman larangan bermain selama 24 hari di kasus tackle pemain Union of El Jaguel.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Ibrahimovic Harus Sempurnakan Kariernya di Liga Argentina

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Zlatan Ibrahimovic baru saja memutuskan meninggalkan klub Amerika Serikat, Los Angeles Galaxy. Kini ia sedang disibukkan dengan mencari klub baru. Besar kemungkinan sang bomber akan kembali bermain di Eropa.

Semua kemungkinan memang masih bisa terjadi jika melihat perjalanan karier Ibrahimovic selama ini. Maka dari itu, mantan rekannya di Inter Milan, Julio Cruz, memberi saran agar striker Swedia tidak kembali ke Eropa.

Julio Cruz justru menyarangkan pemain berjuluk Ibrakadabra mencicipi kerasnya Liga Argentina. Walau begitu, ia juga tidak ingin sang rekan salah pilih klub di Argentina nanti.

zlatan ibrahimovic julio cruz inter milan
Getty Images

“Saya ingin memberi sedikit saran terkait masa depannya. Jika dia mau mencoba hal yang berbeda, dia harus bermain di Liga Argentina. Bermain di kompetisi sebesar Argentina akan membuat kariernya makin sempurna,” kata Cruz kepada Gazzetta dello Sport, Kamis (14/11/2019).

“Tapi Ibra harus hati-hati dalam memilih klub. Dia tidak boleh salah pilih. Jika di mau memenangkan gelar dia harus memilih River Plate,” sambung pria asal Argentina itu.

Baru-baru ini Liga Argentina diramaikan oleh kedatangan mantan kapten AS Roma, Daniele De Rossi. Sang gelandang berlabuh ke rival abadi River Plate, Boca Juniors.

Kompetisi di Negeri Tango makin bergengsi setelah dewa sepak bola negara tersebut, Diego Maradona, kembali. Ya, sang legenda kini melatih Gimnasia La Plata.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Raih Kemenangan Perdana, Tingkah Maradona bak Pecandu Narkoba

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Legenda hidup Argentina Diego Maradona sukses raih kemenangan perdana sebagai pelatih klub Liga Argentina Gimnasia. Melawan Godoy Cruz akhir pekan lalu, anak asuh Maradona menang 4-2, Selasa (8/10/2019).

Dikutip Football5star.com dari Mirror, untuk merayakan kemenangan perdanaya sebagai pelatih Gimnasia, Maradona tampak menari-nari tak jelas di ruang ganti pemain usai pertandingan. Tampak dalam video yang beredar Maradona menari-nari tak jelas meski tengah direkam oleh offcial Gimnasia.

Diego Maradona tak malu bertingkah seperti itu di depan anak asuhnya. Sejumlah warganet bahkan sampai ada yang menyebut sepertinya ia tengah di bawah pengaruh narkoba. Meski kicauan tersebut hanya lelucon melihat tingkah mantan pemain Napoli tersebut.

https://www.youtube.com/watch?v=oJE4iFD9K9Q

Semenjak ditunjuk menjadi pelatih Gimnasia. Diego Maradona memang lebih banyak menunjukkan sisi kontroversial. Sebelum meraih kemenangan atas Godoy Cruz, pemain yang sempat membela Barcelona itu juga memutuskan untuk memindahkan tempat sesi latihan klub ke fasilitas latihan timnas Argentina.

Tidak itu saja, sebelum pertandingan melawan Godoy Cruz. Maradona juga memutuskan untuk mencoret tujuh pemain inti Gimnasia. Mereka yang dicoret oleh Maradona adalah Jonathan Chacon, Guillermo Enrique, Lucas Miguez, Juan Cataldi, Khalil Caraballo, Eric Ramirez dan Lucas Calderon.

Sebelum meraih kemenangan atas Godoy Cruz, Gimnasia bersama Diego Maradona mengalami kekalahan dari Racing Club, Talleres de Cordoba, dan River Plate di lanjutan Liga Argentina musim ini.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Diego Maradona Dipastikan Tangani Klub Papan Bawah Liga Argentina

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Legenda sepak bola dunia, Diego Maradona, dipastikan tak lama menganggur. Setelah sekitar tiga bulan tak memiliki pekerjaan, pria berjuluk El Pibe de Oro itu dipastikan kembali ke pinggir lapangan sebagai pelatih Gimnasia La Plata.

Pada pertengahan Juni lalu, Diego Maradona mundur dari kursi pelatih klub Meksiko, Dorados de Sinaloa. Dia berdalih ingin fokus pada pemulihan kondisi tubuhnya yang harus menjalani beberapa operasi, terutama di lututnya.

Kini, Diego Maradona rupanya sudah merasa siap untuk kembali ke pinggir lapangan, menghirup atmosfer pertandingan sepak bola. Kepastian bergabung dengan Gimnasia La Plata disampaikan langsung El Pibe de Oro lewat akun Instagram-nya.

https://www.instagram.com/p/B2CzrzLFOLa/

“Akhirnya, sekarang resmi. Saya sangat bahagia menjadi pelatih baru Gimnasia. Saya berterima kasih kepada Presiden Gabriel Pellegrino atas kesempatan ini. Saya juga ingin mengatakan kepada para fan bahwa kami akan bekerja sepenuh jiwa dan raga bagi El Lobo. Peluk dan banyak terima kasih!” kata Diego Maradona seperti dikutip Football5Star.com dari akun Instagram-nya.

Gimnasia La Plata menjadi klub ketiga di Liga Argentina yang ditangani legenda Napoli tersebut. Sebelumnya, dia pernah menangani Mandiyu de Corrientes pada 1994 dan Racing Club pada 1995.

Kapten timnas Argentina saat juara Piala Dunia 1986 itu menghadapi tugas berat di klub barunya. Saat ini, El Lobo berada di posisi juru kunci klasemen sementara Liga Argentina. Dari lima pertandingan yang telah dikaloni, klub itu baru mengemas satu poin.

Jika tak ada aral, Diego Maradona akan menjalani debut sebagai pelatih Gimnasia La Plata pada 15 September mendatang. Pada hari itu, El Lobo akan menjamu juara bertahan Super League, Racing Club.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Panggilan Khusus Daniele De Rossi dari Para Pemain Boca Juniors

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Meskipun baru tiga pekan bergabung dan dua kali bermain, Daniele De Rossi kian menyatu dengan sepak bola Argentina dan ruang ganti Boca Juniors. bahkan, rekan-rekan di klub barunya itu sudah punya panggilan khusus untuk dia.

Olah Carlos Tevez dkk., Daniele De Rossi dipanggil dengan sebutan Tano. Itu adalah sebutan umum untuk orang Italia. Sang gelandang pun tak merasa keberatan meskipun itu berbeda dengan panggilan yang didapatkannya selama memperkuat AS Roma.

Daniele De Rossi kian menyatu dengan sepak bola Argentina dan reken-rekannya di Boca Juniors.
tn.com.ar

“Aku senang dipanggil Tano. Aku hanya mengatakan, aku bukanlah orang Naples. Aku ini orang Roma. Seharusnya mereka memanggilku Mano (tangan dalam bahasa Spanyol). Namun, tak ada yang menurut,” ujar Daniele De Rossi kepada Fox Sports seperti dikutip Football5Star.com dari Todo Noticias. “Aku tak ada masalah dengan orang Naples dan sebutan itu.”

Menurut gelandang berumur 36 tahun itu, panggilan tersebut berbeda dari yang didapatkannya selama memperkuat AS Roma. “Di Roma, mereka memanggilku Lele. Begitulah panggilan untuk setiap nama Gabriele, Daniele, Manuele,” ucap dia.

Terlepas dari apa pun panggilan yang diberikan rekan-rekannya, eks pemain timnas Italia itu mengaku sangat betah di Boca Juniors. Dia merasa mendapatkan sambutan hangat penuh cinta. “Aku benar-benar tak dapat melupakan hal itu,” kata dia lagi.

Sejauh ini, masalah yang dihadapinya di Argentina adalah menyangkut makanan. Secara spesifik, dia menyebut penggunaan bawang putih yang berlebihan. Lalu, dia juga menyebut daging panggang. Dia tak dapat mengonsumsi terlalu banyak daging karena metabolisme tubuhnya yang sudah berbeda pada umur 36 tahun.

Daniele De Rossi menandai debutnya bersama Boca Juniors pada ajang Piala Argentina. Dia tampil sebagai starter dan mencetak gol pada laga itu. Namun, Xeneizes harus tersingkir lewat adu penalti. Sementara itu, debutnya pada ajang Liga Argentina dilakoni pada akhir pekan lalu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Daniele De Rossi Ungkap Kekaguman kepada Juan Riquelme

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Tiga pekan sudah Daniele De Rossi berstatus pemain Boca Juniors. Hingga saat ini, dia telah dua kali tampil membela klub berjuluk Xeneizes tersebut. Dia mengaku sangat bahagia. Namun, masih punya satu keinginan, yakni bertemu Juan Riquelme.

Keinginan itu tentu saja bukan tanpa dasar. Selain termasuk salah satu legenda Boca Juniors, Juan Riquelme diakui Daniele De Rossi sebagai pemain idolanya selama ini. Soal kekaguman kepada eks gelandang Villarreal itu, dia bahkan mengungkapkan sebuah rahasia.

“Aku ingin bertemu Riquelme. Aku memiliki grup WhatsApp yang hanya bicara soal sepak bola. Anggotanya semua temanku. Bukan hanya sepak bola, kami hanya bicara soal pemain tengah. Gambar profil grup itu adalah Riquelme sedang mengikat tali sepatu,” urai Daniele De Rossi dalam wawancara dengan Fox Sports seperti dikutip Football5Star.com dari Infobae.

Sosok Juan Riquelme diakui Daniele De Rossi sebagai figur idolanya.
provenquality.com

Dalam pandangan pemain berumur 36 tahun itu, Juan Riquelme adalah gelandang luar biasa yang sulit ditemukan padanannya. “Dia itu sosok berbeda yang sulit ditemukan di sepak bola pada saat ini dan masa lalu. Sebagai gelandang, aku mengagumi dia meskipun kami berbeda karakter,” kata dia.

Lebih lanjut, Daniele De Rossi mengungkapkan, “Dalam hidupku, aku hanya melihat satu pemain yang memiliki kualitas lebih baik dari Riquelme. Dia adalah (Andres) iniesta yang kupikir sebagai pemain tengah paling komplet dan paling kuat di dunia, sepanjang sejarah. Setidaknya seingat saya.”

Soal kekaguman terhadap Juan Riquelme, eks pemain timnas Italia itu mengungkapkan, hal itu terbilang lumrah di Italia. Dia mengatakan, pria yang pernah membela Barcelona itu sangat terkenal di negerinya itu. “(Antonio) Cassano juga meneleponku bahwa dia ingin tahu Riquelme karena dia menyukainya.”

Pengakuan Daniele De Rossi terbilang mengejutkan. Pasalnya, sepanjang berkarier, Juan Riquelme tak pernah bermain untuk klub Italia. Dia hanya berkutat di Spanyol dan negerinya, Argentina. Terlama, tentu saja dengan Boca Juniors.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]