Hasil Drawing Liga Europa: Tim Unggulan Masuk Grup Sulit

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Induk sepak bola eropa, UEFA, resmi melakukan drawing babak grup Liga Europa 2021-22 pada Jumat (27/8) petang WIB. Undian ini dilaksanakan di Istanbul, Turki.

Ada sejumlah hal yang sedikit berbeda di Liga Europa musim ini. Pasalnya, kompetisi akbar tersebut hanya akan diikuti oleh 32 tim yang terbagi ke dalam delapan grup. Dalam edisi-edisi sebelumnya, terdapat 48 tim yang dibagi ke dalam 12 grup.

Drawing Liga Europa - France24
France24

Pemangkasan jumlah peserta di edisi musim ini merupakan imbas dari kehadiran ajang Europa Conference League. Nah, hal tersebut juga membuat tim-tim unggulan di Luga Europa musim ini masuk ke dalam grup sulit.

Raksasa Belanda, PSV Eindhoven, tergabung ke dalam grup B bersama AS Monaco, Real Sociedad serta Strum Graz. Wakil Italia, Lazio, juga tergabung ke dalam grup berat. Mereka berada di grup E bersama dengan Olympique Marseille, Lokomotiv Moskow serta Galatasaray.

Luga Europa 2021-22 akan dimulai pada 16 September mendatang. Laga final di edisi kali ini rencananya akan dihelat di Stadion Ramon Sanchez Pizjuan, Seville, pada 18 Mei 2022.

Drawing Liga Europa - uefa. com
uefa.com
HASIL DRAWING BABAK GRUP LIGA EUROPA:

GRUP A:

  • Olympique Lyon (Prancis)
  • Rangers (Skotlandia)
  • Sparta Praha (Rep Cheska)
  • Brondby (Denmark)

GRUP B:

  • AS Monaco (Prancis)
  • PSV (Belanda)
  • Real Sociedad (Spanyol)
  • Strum Graz (Austria)

GRUP C:

  • Napoli (Italia)
  • Leicester City (Inggris)
  • Spartak Moskow (Rusia)
  • Legia Warsawa (Polandia)

GRUP D:

  • Olympiacos (Yunani)
  • Eintracht Frankfurt (Jerman)
  • Fenerbahce (Turki)
  • Royal Antwerp (Belgia)

GRUP E:

  • Lazio (Italia)
  • Lokomotiv Moskow (Rusia)
  • Olympique Marseille (Prancis)
  • Galatasaray (Turki)

GRUP F:

  • SC Braga (Portugal)
  • Crvena Zvezda (Serbia)
  • Ludogorets (Bulgaria)
  • Midtjylland (Denmark)

GRUP G:

  • Bayer Leverkusen (Jerman)
  • Celtic (Skotlandia)
  • Real Betis (Spanyol)
  • Ferencvaros (Hungaria)

GRUP H:

  • Dinamo Zagreb (Kroasia)
  • Genk (Belgia)
  • West Ham United (Inggris)
  • Rapid Wien (Austria)

Solskjaer Masih Sakit Hati Man United Kalah di Final Liga Europa

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer, masih memikirkan final Liga Europa musim lalu dimana United kalah melawan Villarreal lewat adu penalti. Solskjaer merasa United pantas menang di laga itu.

Musim lalu, Solskjaer berhasil membawa United ke partai final untuk pertama kalinya sebagai pelatih. Namun dia kalah melawan Villarreal setelah David de Gea gagal menepis 11 tendangan pemain Villarreal dan dia akhirnya yang gagal mengeksekusi penalti.

Ole Gunnar Solskjaer Relakan Pemain Man United yang Pergi ke Olimpiade
dossieroutpost.com

Yellow Sub Marine akhirnya menjadi juara Liga Europa untuk pertama kalinya dan baru saja bermain di Piala Super Eropa melawan Chelsea dan kalah lewat adu penalti, (12/8/21). Solskjaer merasa United harusnya bisa menang melawan pasukan Unai Emery.

“Itu mengecewakan. Itu adalah pertandingan yang seharusnya kami menangkan; ada satu tembakan tepat sasaran ke arah kami, jadi kami tidak berada di bawah kendali. Tapi itu tidak masalah, hasilnya seperti itu,” ucap Solskjaer seperti dikutip Football5Star.com dari Sky Sports (12/8/21).

Solskjaer Tak Mau Kalah di Final Lagi

MU Tak Cetak Gol di Tiga Laga Terakhir, Solskjaer Khawatir
The Independent

Pelatih asal Norwegia itu menegaskan bahwa dirinya tak ingin lagi kalah di final dan berharap dirinya segera membawa Setan Merah juara.

“Bangun keesokan paginya adalah perasaan yang mengerikan, Anda tidak menginginkan perasaan itu lagi, Anda tidak ingin kalah di final atau pertandingan besar. Bagaimanapun, saya dibuat seperti itu, saya lebih bertekad untuk melakukannya dengan baik,” ujar mantan pelatih Molde itu.

Dia menambahkan, “Terkadang kekalahan di final membuat Anda kembali dengan motivasi ekstra karena Anda mengingat perasaan itu dan tidak ingin itu terjadi lagi. Terkadang ketika Anda menang, Anda mungkin hanya berpuas diri dan berpikir ‘sudah selesai, kami hebat.”

“Kami tahu kami adalah tim yang bagus, tetapi kami tahu kami harus pergi ke tempat yang kami inginkan dan memenangkan trofi.”

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Kualifikasi Liga Europa: Ajang Unjuk Gigi Tim-tim Gusuran Liga Champions

gamespool
Kualifikasi Liga Europa: Ajang Unjuk Gigi Tim-tim Gusuran Liga Champions 11

Football5star.com, Indonesia – Induk sepak bola Eropa, UEFA, resmi mengumumkan hasil undian ronde ketiga kualifikasi Liga Europa pada Senin (19/7) petang WIB. Terdapat 16 tim yang akan bersaing di ronde ketiga babak kualifikasi.

Tiga belas dari 16 klub peserta merupakan tim-tim yang tersingkir di ronde ketiga kualifikasi Liga Champions. Tiga tim yang bukan merupakan gusuran Liga Champions adalah St Johnstone (Skotlandia), FK Jabolanec (Rep Cheska), dan Anorthosis Famagusta (Siprus).

Tim-tim yang lolos dari ronde ketiga tak bisa langsung melaju ke fase grup Liga Europa. Mereka harus terlebih dahulu melewati babak play-off agar bisa mengamankan tiket berlaga di babak grup.

Sudah ada enam tim yang sukses mengamankan tempat di babak play-off berkat performa gemilang di kompetisi domestiknya masing-masing pada musim 2020-21. Keenam tim tersebut adalah AZ Alkmaar (Belanda), Fenerbahce (Turki), Royal Antwerp (Belgia), Strum Graz (Austria), Randers (Denmark) dan Zorya Luhansk (Ukraina).

HASIL UNDIAN RONDE KETIGA BABAK KUALIFIKASI LIGA EUROPA:
  • Dinamo Zagreb (Kroasia)/Omonoia (Siprus) vs Legia Warsawa (Polandia) vs Flora Tallinn (Estonia)
  • NS Mura (Slovenia)/Ludogorets (Bulgaria) vs Ferencvaros (Hungaria)/Zalgiris Vilnius (Lithuania)
  • Kairat Almaty (Kazakhstan)/Crvena Zvezda (Serbia) vs Alashkert (Armenia)/Sheriff Tiraspol (Moldova)
  • Lincoln Red Imps (Gibraltar)/CFR Cluj (Rumania) vs Slovan Bratislava (Slowakia)/Young Boys (Swiss)
  • Olympiacos (Yunani)/Neftci (Azerbaijan) vs Malmo (Swedia)/ HJK Helsinki (Finlandia) 
  • FK Jabolanec (Rep Cheska) vs Celtic (Skotlandia)/Midtjylland (Denmark)
  • Rapid Wien (Austria)/Sparta Praha (Rep Cheska) vs Anorthosis Famagusta (Siprus)
  • PSV (Belanda)/Galatasaray (Turki) vs St Johnstone (Skotlandia)

Awal Kemunculan Aturan Gol Tandang di Kompetisi Antarklub Eropa

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Sistem aturan gol tandang resmi dihapus oleh federasi sepak bola Eropa, UEFA. Penghapusan sistem aturan gol tandang ini berlaku untuk semua kompetisi klub di bawah naungan UEFA, tidak hanya Liga Champions.

Keputusan dari UEFA ini pun menimbulkan pro kontra. Pihak UEFA sendiri berdalih bahwa aturan ini diterapkan setelah melihat statistik terkait penurunan dalam kemenangan kandang dan gol di kompetisi Eropa dalam empat dekade terakhir.

Awal Kemunculan Aturan Gol Tandang di Kompetisi Eropa

“Statistik dari pertengahan 1970-an hingga sekarang menunjukkan tren yang jelas dari pengurangan antara jumlah kemenangan kandang serta tandang. Dari 61%/19% menjadi 47%/30%. dan jumlah rata-rata gol per pertandingan yang dicetak di kandang/tandang. Dari 2.02/095 menjadi 1,58/1,15 gol.” tulis pernyataan resmi UEFA.

Jauh sebelum aturan penghapusan gol tandang diterapkan, sejumlah insan sepak bola Eropa memberikan kritik atas aturan ini. Arsene Wenger misalnya pernah menyebut bahwa aturan tersebut sudah ketinggalan zaman.

“Aturan ini dibuat pada tahun 60-an untuk mendorong tim menyerang saat tandang, tetapi sepak bola telah berubah sejak saat itu dan bobot gol tandang terlalu besar untuk hari ini,” kata Wenger seperti dikutip Football5star.com dari The Guardian, Jumat (25/6/2021).

Tidak hanya Wenger, pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone juga sempat mengutarakan hal sama pada 2018. Menurut pelatih asal Argentina itu, aturan tersebut membuat tim menjadi lemah secara strategis, utamanya tim yang memainkan leg kedua pada sistem gugur.

Pada September 2018, UEFA kemudian mengajak sejumlah pelatih top Eropa berdiskusi mengenai hal ini. Sejumlah pelatih top yang diajak UEFA untuk berdiskusi diantaranya, Massimiliano Allegri, Carlos Ancelotti, Unai Emery, Paulo Fonseca, Julen Lopetegui, Jose Mourinho, Thomas Tuchel dan Wenger.

Dari hasil diskusi tersebut, Wakil Sekretaris Jenderal UEFA, Giorgio Marchetti menyebut bahwa aturan gol tandang memang sudah tak relevan lagi untuk berlaku.

“Para pelatih berpikir bahwa mencetak gol tandang tidak sesulit di masa lalu. Mereka pikir aturan itu harus ditinjau ulang dan itulah yang kami lakukan,” kata Marchetti seperti dikutip dari Reuters.

Kapan Aturan Gol Tandang Berlaku

Lantas kapan sebenarnya aturan gol tandang itu berlaku? Dikutip dari laman resmi UEFA, ada dua hal yang mendasari aturan tersebut berlaku. Hal pertama adalah, UEFA ingin mendorong tim bermain lebih menyerang dan hal kedau ialah untuk menghapus pertandingan play off di tempat netral.

Sebelum aturan tandang berlaku, pertandingan play off di tempat netral menjadi cara untuk menentukan tim pemenangan di babak fase gugur kompetisi klub sepak bola Eropa. Hal ini membuat masalah baru yakni masalah logistik dan penjadwalan dengan kompetisi lokal.

Aturan gol tandang pertama kali berlaku di ajang Piala Winners pada November 1965 yang mempertemukan klub Cheska, Dukla Prague melawan klub Hungaria, Budapest Honved.

Pada laga tersebut, skor akhir berakhir imbang 4-4. Namun klub Hungaria, Budapest Honved melaju karena mencetak tiga gol tandang, satu gol lebih banyak dari Dukla yang hanya mencetakk dua gol di markas Budapest.

Dua tahun kemudian, aturan ini mulai berlaku di Liga Champions sampai musim lalu hingga akhirnya dihapuskan oleh UEFA mulai musim depan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Tak Memainkan Donny van de Beek di Partai Final, Solskjaer Kena Damprat

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Manchester United gagal meraih gelar Liga Europa musim ini. Di partai final, anak asuh Ole Gunnar Solskjaer tersebut kalah adu penalti dari Villarreal, Kamis (27/5/2021) dinihari WIB.

Menurut pengamat sekaligus mantan pemain Arsenal, Paul Merson, salah satu kesalahan dari Solskjaer di partai final melawan Villarreal ialah tak bisa membaca keinginan tim lawan saat Edinson Cavani bisa menyamakan kedudukan.

5 fakta final Liga Europa

“Villarreal tidak memiliki kaki di tim mereka. Mereka bermain hanya untuk satu hal, menurut saya itu adu penalti. Tetapi Solskjaer memasukkan Fred dan meninggalkan Donny van dek Beek di pinggir lapangan,” kata Merson seperti dikutip Football5star.com dari Sky Sport.

“Mengapa demikian? Apakah karena keputusan itu bukan hal yang mudah untuk dilakukan?” tambah Paul Merson.

“Fred memainkan banyak pertandingan musim ini dan apakah Solskjaer berpikir dia harus menurunkannya agar terkesan adil? Dan dia tidak berpikir dia harus memainkan van de Beek karena di jarang bermain?”

Menurut Merson, Solskjaer ialah tipikal pelatih yang tak ingin dibenci atau mendapat kritik dari para pemainnya. Ia berusaha menciptakan suasana bersahabat dan tak ingin mengecewakan siapapun.

“Semuanya tampak terlalu bersahabat bagi saya. Sepertinya dia tidak ingin mengecewakan siapapun. Setiap orang menunggu orang lain untuk melakukan sesuatu,” tutup Paul Merson.

Kedua tim harus bermain hingga babak tambahan waktu karena skor 1-1 tak berubah hingga berakhirnya waktu normal. Hingga di babak tambahan waktu, skor tak berubah dan kedua tim harus menjalani babak adu penalti.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Gerard Moreno: Juara Liga Europa adalah Mimpi yang Jadi Nyata

gamespool
Gerard Moreno: Juara Liga Europa adalah Mimpi yang Jadi Nyata 21

Football5Star.com, Indonesia – Penyerang Villarreal, Gerard Moreno, sangat senang setelah membawa timnya meraih gelar Liga Europa dengan mengalahkan Manchester United, (27/5/21). Moreno mengatakan bahwa Villarreal pantas meraih gelar ini.

Villarreal menang lewat babak adu penalti setelah Geronimo Rulli berhasil menepis penendang terakhir United, David De Gea. Laga berakhir 1-1 dalam waktu 120 menit dan Moreno berhasil mencetak gol pertama.

Villarreal - Man United - Unai Emery - Liga Europa - Owen Hargreaves - uefa. com 2
uefa.com

“Ini adalah mimpi yang menjadi kenyataan. Kami mengingat semua yang telah kami lakukan untuk mewujudkannya. Setiap orang berhak mendapatkannya, presiden, wakil presiden,” ucap Gerard Moreno seperti dilansir Football5Star.com dari Marca.

Penyerang timnas Spanyol itu melanjutkan, “Kami ingin membuat sejarah secara besar-besaran dan kami berhasil melakukannya. Ini tahun terbaik saya. Secara individu dan kolektif, adalah impian untuk memiliki gelar ini, dapat mencetak gol juga. Luar biasa, kami berada di atas awan.”

Kapten Villarreal, Raul Albiol, juga tak kalah senang seperti Moreno. Dia merupakan salah satu eksekutor yang berhasil memasukkan bola dan dia menyebut bahwa kemenangan ini membuat timnya mendapatkan hadiah tiga kali lipat.

“Ini sungguh luar biasa, gila. Apa yang kami peroleh adalah sesuatu uang sangat besar. Tentunya kami harus menikmati ini dengan cara yang besar juga. Kami mendapatkan tiga hadiah sekaligus. Selain juara kami juga akan bermain di Liga Champions. Kami juga akan bermain di Piala Super Eropa,” ujar Albiol.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Fan Arsenal Baper Lihat Emery Bawa Villarreal Juara Liga Europa

Banner Gamespol Baru

Football5Star.com, Indonesia – Kesuksesan Villarreal juara Liga Europa bukan hanya menyakitkan bagi para fan Manchester United. Hal yang sama juga ternyata dirasakan sebagian fan Arsenal. Sudah bisa diterka, itu terkait Unai Emery, sosok yang menukangi El Submarino Amarillo.

Beberapa fan Arsenal kesal melihat Emery mengantar Villarreal ke podium juara Liga Europa. Pasalnya, hal itu tak mampu dilakukan saat sang pelatih menangani Arsenal. Pada 2018-19, The Gunners digasak 1-4 oleh Chelsea pada final ajang yang sama.

Fakta yang menyesakkan bagi para fan Arsenal, itulah satu-satunya kegagalan Emery di final Liga Europa. Tak heran bila di antara mereka ada yang meyakini The Gunners sudah terkena kutukan.

“Arsenal betul-betul klub yang jadi bahan olok-olokan, kan? Emery menang 3 kali beruntun bersama Sevilla. Lalu dia datang ke Arsenal hanya untuk membuat kami malu di Baku. Dia pergi ke Villarreal, mengeliminasi kami dan lantas juara. Aku benci hal ini,” cuit pemilik akun Twitter @Waggy_98.

Hal serupa diungkapkan pemilik akun @DohukyMd3. “Satu-satunya kegagalan Emery dalam 5 final Liga Europa adalah kekalahan 1-4 bersama Arsenal. Jika bukan bukti klub ini terkutuk di Eropa, aku tak tahu lagi apa artinya,” ujar dia.

Emery Bukan Masalah di Arsenal

Keyakinan soal kutukan itu diungkapkan juga oleh beberapa fan Arsenal lain. Mereka geleng-geleng kepala melihat Unai Emery sukses di klub-klub lain, tapi tidak di Arsenal. Apalagi, pelatih berumur 49 tahun itu sukses membawa Villarreal juara pada final pertamanya.

Di samping itu, ada pula yang menilai kesuksesan bersama Villarreal menunjukkan bahwa Emery bukanlah biang masalah kegagalan Arsenal. “Pendeknya, masalah di Arsenal itu bukan Emery, melainkan para pemain yang ada di sana,” cuit pemilik akun @banddeep13.

Pandangan itu jadi sentilan tersendiri bagi para petinggi Arsenal. Pasalnya, mereka tetap saja terpuruk sejak ditangani Mikel Arteta. Musim ini, untuk kali kedua secara beruntun, The Gunners hanya finis di posisi ke-8 klasemen Liga Inggris. Sebelumnya, bersama Emery, mereka ada di posisi ke-5.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Dikalahkan Villarreal, Marcus Rashford Sesumbar untuk Musim Depan

Banner Gamespol Baru

Football5Star.com, Indonesia – Marcus Rashford kecewa berat atas hasil yang diperoleh Manchester United di final Liga Europa, Kamis (27/5/2021) dini hari WIB. Namun, dia menegaskan, Red Devils akan tampil jauh lebih bagus lagi pada musim depan.

Datang dengan kepercayaan diri tinggi, Manchester United dibuat gigit jari. Rashford cs. takluk 10-11 dalam adu penalti oleh Villarreal setelah imbang 1-1 selama 120 menit. Kegagalan eksekusi penalti David de Gea menjadi penentu kegagalan anak-anak asuh Ole Gunnar Solskjaer.

“Ini mengecewakan. Sulit menjelaskan hal yang kami rasakan. Kami datang ke sini untuk menang. Kami telah bekerja keras sepanjang musim dan ini adalah peluang untuk meraih trofi,” urai Marcus Rashford kepada BT Sport seperti dikutip Football5Star.com dari laman resmi UEFA.

Lebih lanjut, Rashford menandaskan, kekalahan dari Villarreal akan jadi pelajaran berharga bagi Manchester United untuk musim depan. Mereka tak akan meratapi kegagalan di Liga Europa musim ini, tapi bangkit lebih kuat.

“Tim ini tak akan menyerah, manajer juga tak akan menyerah. Kami akan berkiprah pada musim depan dengan hasrat lebih besar. Orang-orang bicara banyak soal Manchester United, tapi kami punya rasa lapar, hasrat, talenta, dan kemampuan. Kami punya segalanya untuk bersaing di level tertinggi,” kata Rashford.

Tugas Manchester United, menurut Rashford, hanya menunjukkan kepada dunia dan diri sendiri semua potensi yang dimiliki. Itulah yang akan mereka perlihatkan pada musim depan di semua ajang.

Rashford Percaya Solskjaer

Ole Gunnar Solskjaer diyakini Marcus Rahsford sudah membawa Manchester United ke jalur yang benar.
independent.co.uk

Kegagalan mengalahkan Villarreal pada final Liga Europa membuat Manchester United tak merebut gelar dalam empat musim beruntun. Meskipun demikian, Marcus Rashford menilai Red Devils sudah berada di jalur yang tepat di bawah asuhan Ole Gunnar Solskjaer.

Tak dapat disangkal, Red Devils musim ini tidak bisa dikatakan buruk. Selain lolos ke final Liga Europa, Rashford dkk. juga finis sebagai runner-up di Liga Inggris. Itu adalah yang terbaik dalam tiga musim terakhir. Lalu, mereka tak terkalahkan dalam semua laga tandang di Premier League. Itu tentu saja buah kerja sang manajer.

“Ketika Ole datang, ada proses yang kami jalani. Kami meyakini proses itu dan ini bukanlah akhir dari proses tersebut. Hanya karena karena kalah hari ini, kami tak akan menyerah. Aku janjikan itu kepada para fan. Kami harus melakukan yang terbaik di lapangan. Kami sudah sedemikian dekat, tapi itu belumlah cukup!” ucap Rashford.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Unai Emery Ungkap Resep Raih Gelar Keempat di Liga Europa

Banner Gamespol Baru

Football5Star.com, Indonesia – Villarreal akhirnya tampil sebagai juara Liga Europa 2020-21. Kamis (27/5/2021) dini hari WIB, tim asuhan Unai Emery menang adu penalti 11-10 atas Manchester United setelah imbang 1-1 dalam 120 menit.

Kesuksesan Villarreal jadi catatan sejarah tersendiri bagi Emery. Kini, dia jadi pelatih dengan koleksi gelar terbanyak di Liga Europa. Itu adalah gelar keempatnya. Sebelumnya, dia meraih gelar juara secara beruntun bersama Sevilla pada 2013-14 hingga 2015-16.

Soal keberhasilan meraih gelar keempat, Emery mengungkapkan tak ada resep khusus. Dia hanya menekankan, gelar tersebut diraih sebagai hasil dari kerja keras dan fokus dalam mempersiapkan diri jelang final di Gdansk.

“Gelar keempat saya di Liga Europa? Dalam satu pekan terakhir, saya menganalisis 17 pertandingan Manchester United. Itu adalah buah dari kerja keras, bukan yang lainnya,” urai Unai Emery selepas pertandingan seperti dikutip Football5Star.com dari Mundo Deportivo.

Pelatih yang sempat sempat mencicipi kekalahan di final musim 2018-19 saat menangani Arsenal itu tak lupa memuji para pemainnya. Dia menilai Gerard Moreno cs. telah menunjukkan mentalitas pemenang sejak awal.

“Para pemain telah menunjukkan mentalitas bagus sepanjang kompetisi, termasuk di final. Kami tahu harus bersaing dan berjuang. Para pemain sungguh luar biasa!” kata Emery.

Emery Beri Villarreal Trofi Pertama

Kesuksesan mengalahkan Manchester United dan meraih gelar juara Liga Europa sangat berarti bagi Villarreal. Itu adalah trofi pertama klub yang sejak awal musim ditangani Unai Emery tersebut. Hebatnya, itu dilakukan pada final pertamanya. Sebelum ini, prestasi terbaik mereka hanyalah lolos ke semifinal.

Villarreal tercatat pernah lima kali menelan pil pahit pada babak semifinal tiga ajang. Rinciannya, tiga kali di Liga Europa, sekali di Liga Champions, dan sekali di Copa del Rey. Adapun posisi terbaik di Liga Spanyol adalah runner-up pada 2007-08.

Itu jadi kebahagiaan tersendiri bagi Unai Emery karena menunjukkan dedikasi penuh para pemainnya. Apalagi, timnya meraih gelar tanpa mengalami kekalahan sejak babak awal.

“Mereka telah bekerja keras sepanjang musim bagi presiden, pemilik, dan chairman. Kami sangat bangga akan Villarreal. Saya kira kami pantas menang. Lawan kami memang Manchester United, tapi kami bermain sangat baik malam ini,” ujar dia lagi.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Francis Coquelin Lega Bisa Bawa Villarreal ke Liga Champions

gamespool
Francis Coquelin Lega Bisa Bawa Villarreal ke Liga Champions 32

Football5star.com, Indonesia – Francis Coquelin tak bisa menutupi perasaaan bahagianya setelah berhasil membawa Villarreal menyabet gelar juara Liga Europa. Tak cuma menjadi juara, Coquelin juga senang karena bisa mengantar The Yellow Submarine melaju ke Liga Champions musim depan.

Villarreal berhasil menjadi juara Liga Europa 2020-21 setelah mengalahkan Man United di laga final. Raul Albiol cs mengandaskan perlawanan The Red Devils melalui babak adu penalti yang berakhir dengan kedudukan 11-10.

“Rasanya sangat lega karena Liga Europa merupakan kompetisi yang sangat tangguh. Kami sudah mengantisipasi laga melawan Man United akan berjalan sulit,” ujar Francis Coquelin dikutip football5star dari laman resmi UEFA.

Francis Coquelin - Villarreal - Liga Europa - uefa. com 2
uefa.com

“Ini adalah cara yang sangat spesial untuk meraih tiket berlaga ke Liga Champions musim depan. Selain itu, saya juga senang karena berhasil mempersembahkan gelar pertama buat Villarreal,” sambung Coquelin.

Ya, ini merupakan gelar bergengsi pertama dalam sejarah Villarreal. Sepanjang sejarahnya, The Yellow Submarine memang belum pernah menyabet gelar LaLiga, Liga Champions maupun Copa del Rey.

Keberhasilan menjadi juara Liga Europa menjadi buah kesuksesan dari perjudian Villarreal. Mereka sempat berjudi ketika menunjuk Unai Emery sebagai pengganti Javier Calleja di akhir musim 2019-20.

Ketika itu, keputusan Villarreal mendepak Calleja dan menunjuk Emery memang sempat menjadi sebuah pertanyaan besar. Pasalnya, Calleja berhasil membawa The Yellow Submarine finis di peringkat kelima klasemen Liga Spanyol.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Eks Man United: UEFA Harus Ubah Nama Trofi Liga Europa

gamespool
Eks Man United: UEFA Harus Ubah Nama Trofi Liga Europa 36

Football5star.com, Indonesia – Mantan gelandang Man United, Owen Hargreaves, dibuat kagum dengan keberhasilan Unai Emery membawa Villarreal menyabet gelar Liga Europa. Ia pun meminta UEFA untuk mengubah nama trofi Liga Europa menjadi trofi Unai Emery.

Villarreal yang ditangani Emery berhasil menjadi juara Liga Europa 2020-21 setelah mengalahkan Man United di laga final. Raul Albiol cs mengandaskan perlawanan The Red Devils melalui babak adu penalti yang berakhir dengan kedudukan 11-10.

Ini merupakan kali keempat Emery berhasil keluar sebagai juara UEL. Dalam tiga kesempatan sebelumnya, ia berhasil membawa Sevilla menjadi juara pada musim 2013-14, 2014-15 serta 2015-16.

Villarreal - Man United - Unai Emery - Liga Europa - Owen Hargreaves - uefa. com
uefa.com

“Mungkin ini adalah saat yang tepat bagi Unai Emery untuk mengabadikan namanya sebagai nama trofi Liga Europa. Saya terkesan dengan seberapa seringnya dia menjadi juara,” ujar Owen Hargreaves kepada BT Sport.

Lebih lanjut, Hargreaves juga melemparkan pujian kepada para pemain Villarreal yang tampil luar biasa. Ia menyoroti performa gemilang skuat besutan Emery di babak adu penalti.

“Saya melihat ada banyak pemain yang mengeksekusi penalti dengan sangat baik. Beberapa pemain mungkin tidak ingin mengeksekusi penalti. Tapi, mereka terpaksa melakukannya. Itu benar-benar hal yang hebat,” sambung Hargreaves.

Bagi Villarreal, ini merupakan trofi bergengsi pertama dalam sejarah mereka. Kemenangan ini membuat The Yellow Submarine berhak menjadi salah satu wakil Spanyol di Liga Champions musim 2021-22.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

5 Fakta Final Liga Europa yang Dimenangi Villarreal

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Partai final Liga Europa antara Villarreal vs Manchester United di PGA Arena, Gdansk, Polandia, Kamis (27/5/2021) berhasil dimenangi oleh anak asuh Unai Emery lewat drama adu penalti.

Manchester United sempat tertinggal terlebih dahulu pada menit ke-29 lewat gol dari Gerrad Moreno. Baru pada babak kedua, anak asuh Ole Gunnar Solskjaer itu mampu menyamakan kedudukan lewat aksi Edinson Cavani.

Kedua tim harus bermain hingga babak tambahan waktu karena skor 1-1 tak berubah hingga berakhirnya waktu normal. Hingga di babak tambahan waktu, skor tak berubah dan kedua tim harus menjalani babak adu penalti.

Berikut 5 fakta final Liga Europa yang dimenangi oleh Villarreal.

Gerard Moreno Tersubur

Gol Villarreal yang dicetak Gerard Moreno pada menit ke-29 membuat striker 29 tahun itu menjadi satu-satunya pemain dalam sejarah Villarreal yang mencetak gol 30 gol dalam satu musim sejak 2010-11.

5 fakta final Liga Europa

Sebelumnya catatan ini diraih oleh striker asal Italia, Giuseppe Rossi. Pada musim 2010-11, eks striker Manchester United itu mencetak 32 gol untuk Villarreal.

Cavani pemain ketiga

Gol penyeimbang Manchester United yang dicetak oleh Edinson Cavani menempatkan dirinya menjadi pemain ketiga di usia 34 tahun ke atas yang mampu mencetak gol di partai final kompetisi Eropa. Sebelumnya ada nama pemain Liverpool, Gary McAllister.

5 fakta final Liga Europa

McAllister pada usia 36 tahun mencetak gol di final Piala UEFA musim 2000-01. Lalu ada nama striker Pantai Gading, Didier Drogba yang mencetak gol di final Liga Champions 2011-12 pada usia 34 tahun.

Penampilan terbanyak Mason Greenwood

Striker Manchester United, Mason Greenwood catatkan capain tersendiri di final Liga Europa 2020-21. Pemain yang baru masuk skuat sementara Inggris untuk Euro 2020 mengoleksi 52 laga di musim ini.

Dikutip dari data Opta, catatan ini menjadikan Greenwood menjadi pemain muda dengan penampilan terbanyak di musim di semua kompetisi bersama Pedri dari Barcelona.

Final kedelapan Manchester United

Partai final Liga Europa 2020-21 merupakan final kompetisi Eropa kedelapan Manchester United. Catatan ini membuat Red Devils menjadi klub kedua terbanyak dari Liga Inggris setelah Liverpool yang tampil di partai final kompetisi Eropa.

5 fakta final Liga Europa

Dari 8 kali tampil di final kompetisi Eropa, United meraih gelar juara sebanyak United terakhir juara Liga Europa pada 2017 saat masih dilatih oleh Jose Mourinho.

Rekor Unai Emery

Kemenangan Villarreal atas Manchester United di partai final menempatkan Unai Emery menjadi pelatih dengan koleksi gelar terbanyak Liga Europa sebanyak 4 kali. Ia melewati capaian dari pelatih legendaris Italia, Giovanni Trapattoni.

5 fakta final Liga Europa

Selain itu, kemenangan Villarreal atas United juga jadi capaian kedua bagi Emery meraih gelar Liga Europa lewat babak adu penalti. Pada musim 2013-14, ia juga membawa Sevilla menang adu penalti atas Benfica.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Villarreal vs Man United: Unai Emery Tambah Koleksi Medali Liga Europa

gamespool
Villarreal vs Man United: Unai Emery Tambah Koleksi Medali Liga Europa 47

Football5star.com, Indonesia – Unai Emery berhasil membawa Villarreal mengalahkan Man United di partai final Liga Europa. Partai Villarreal vs Man United berakhir dengan skor 11-10 babak adu penalti karena pertandingan waktu normal plus babak tambahan berakhir dengan 1-1.

Tampil sebagai tim unggulan, Man United langsung berusaha mengontrol tempo pertandingan. Namun, rapatnya lini belakang Villarreal membuat The Red Devils kesulitan menciptakan peluang berarti.

Villarreal menjadi tim pertama yang berhasil memecah kebuntuan. Pada menit ke-29, Gerard Moreno berhasil menjebol gawang David De Gea setelah menyambar umpan kiriman Dani Parejo.

Tertinggal satu gol, Man United langsung mengurung lini belakang Villarreal. Namun, mereka tetap kesulitan menciptakan peluang berarti dan skor 1-0 tak berubah hingga babak pertama usai.

Villarreal vs Man United - Final Liga Europa - Juara - uefa. com - unai emery
uefa.com

Selepas turun minum, Villarreal hampir kembali membuat kejutan. Pada menit ke-48, Carlos Bacca nyaris menggandakan keunggulan Villarreal. Namun, ia gagal memanfaatkan blunder Eric Bailly dan bola berhasil dibuang oleh pemain belakang Man United.

Selepas peluang Bacca, Man United kembali mengurung lini belakang Villarreal. Hasilnya, Edinson Cavani berhasil menyamakan kedudukan setelah memaksimalkan blunder para pemain belakang Villarreal.

Pada menit ke-69, Man United kembali mendapat peluang emas. Memanfaatkan kelengahan Alfonso Pedraza, Bruno Fernandes berhasil lolos dari perangkap off-side dan langsung mengirim umpan kepada Marcus Rashford. Namun, sepakan Rashford malah melebar.

Dua menit berselang, giliran Cavani yang mendapat peluang emas. Namun, kali ini sundulan Cavani digagalkan oleh Pau Torres di muka gawang Villarreal. Man United terus menggempur lini belakang Villarreal. Namun, The Red Devils gagal mencetak gol tambahan dan skor 1-1 bertahan hingga babak kedua usai

Villarreal vs Man United - Final Liga Europa - Juara - uefa. com 2
uefa.com

Di paruh pertama babak tambahan, Villarreal sempat mendapat peluang emas lewat Paco Alcacer. Namun, tembakan Alcacer melambung. Man United sendiri tidak memiliki peluang berarti dan skor 1-1 tak berubah hingga paruh pertama babak tambahan usai.

Kedua tim masih kesulitan menciptakan peluang berarti di paruh kedua babak tambahan. Pertandingan pun harus ditentukan melalui babak adu penalti.

Sepuluh eksekutor pertama Man United dan Villarreal sama-sama berhasil menjalankan tugasnya dengan baik. David de Gea yang menjadi eksekutor terakhir Man United gagal menjalankan tugasnya dengan baik. Sementara Geronimo Rulli mampu menjalankan tugasnya dengan baik.

Kegagalan De Gea membuat Villarreal berhasil keluar sebagai jawara. Ini merupakan gelar kontinental pertama Villarreal. Bagi Unai Emery, ini merupakan kali keempat ia berhasil membawa timnya merengkuh gelar juara Liga Europa.

SUSUNAN PEMAIN VILLARREAL VS MAN UNITED:

Villarreal: 13-Geronimo Rulli; 8-Juan Foyth (2-Mario Gaspar 88′), 3-Raul Albiol, 4-Pau Torres, 24-Alfonso Pedraza (18-Alberto Moreno 88′); 30-Yeremi Pino (17-Paco Alcacer 77′), 25-Etienne Capoue (12-Dani Raba 120′), 5-Dani Parejo, 14-Manu Trigueros (23-Moi Gomez 78′); 9-Carlos Bacca (19-Francis Coquelin 60′), 7-Gerard Moreno

Pelatih: Unai Emery

Man United: 1-David De Gea; 29-Aaron Wan-Bissaka (8-Juan Mata 120′), 2-Victor Lindelof, 3-Eric Bailly (38-Axel Tuanzebe 115′), 23-Luke Shaw; 39-Scott McTominay (27-Alex Telles 120′), 6-Paul Pogba; 10-Marcus Rashford (21-Daniel James 115′), 18-Bruno Fernandes, 11-Mason Greenwood (17-Fred 100′); 7-Edinson Cavani

Pelatih: Ole Gunnar Solskjaer

Kartu Kuning: Capoue 54′, Foyth 84′ – Bailly 83′, Cavani 113′

Susunan Pemain Villarreal vs Manchester United: Eric Bailly Starter

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Partai final Liga Europa 2020-21 mempertemukan Villarreal vs Manchester United di PGA Arena, Gdansk, Polandia, Kamis (27/5/2021) dinihari WIB. Kedua tim sudah merilis daftar starting XI pada laga ini.

Di kubu Villarreal, pelatih Unai Emery yang memiliki pengalaman bagus di Liga Europa masih menurunkan formasi terbaiknya. Di lini depan, eks bomber Barcelona, Paco Alcacer menjadi tumpuan tim dari Spanyol tersebut.

Eks gelandang Arsenal, Francis Coquelin juga diturunkan oleh Emery sejak menit awal pertandingan. Pemain 30 tahun asal Prancis ini bisa jadi kartu AS untuk Villarreal karena sudah cukup mengenal dengan gaya permainan dari Manchester United.

Yang menarik, Emery menyimpan bek Pau Torres. Bek asal Spanyol ini dalam beberapa pekan ke belakang memang dirumorkan tengah didekati oleh Manchester United.

Sementara dari kubu Red Devils, pelatih Ole Gunanr Solskjaer menurunkan Eric Bailly sebagai pengganti kapten Harry Maguire yang masih mengalami cedera. Bailly akan berduet dengan Victor Lindelof di jantung pertahanan.

Di lini depan, Cavani jadi tumpuan ditopang oleh Mason Greenwood, Bruno Fernandes dan juga Marcus Rasfhofrd. Sementara di lini tengah ada Paul Pogba dan Scott McTominay.

Susunan Pemain Villarreal vs Manchester United

Villarreal: Asenjo, Mario Gaspar, 2. Mario Gaspar, 6. Funes Mori, 12. Dani Raba, 15. Estupiñán, 19. Coquelin, 20. Peña, 18. Alberto M, 21. J. Costa, 23. Moi Gómez, 34. F. Niño, 17. Paco Alcácer

Pelatih: Unai Emery.

Manchester United: 1. David de Gea, 2. Victor Lindelof, 3. Eric Bailly, 23. Luke Shaw, 29. Aaron Wan-Bissaka, 39. McTominay, 6. Paul Pogba, 11. Mason Greenwood, 18. Bruno Fernandes, 10. Marcus Rashford

Pelatih: Ole Gunnar Solskjaer

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Begini Kondisi PGE Arena Jelang Kick Off Final Liga Europa

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Partai final Liga Europa 2020-21 akan mempertemukan Villarreal vs Manchester United di PGA Arena Gdansk, Polandia. Kick off pertandingan Kamis (27/5/2021) pukul 02:00 dinihari WIB.

Dari pantauan Football5star.com dari laman Twitter beIN Sport, kondisi PGE Arena tampak kondusif. Sejumlah suporter Manchester United tampak sudah masuk ke dalam stadion.

Di luar stadion, sejumlah suporter Manchester United dan Villarreal juga tampak sudah hadir. Di deretan bangku PGE Arena, mantan pelatih United, Sir Alex Ferguson tertangkap kamera. Selain Fergie, tampak hadir juga mantan striker United, Wayne Rooney beserta anaknya, Kei Rooney.

Para petugas stadion pun tampak sibuk menyiapkan laga ini agar berlangsung dengan baik tanpa adanya gangguan yang menkhawatirkan. Protokol kesehatan pencegahan Covid-19 diterapkan dengan displin sebelum masuk ke dalam stadion.

Manchester United dalam partai final Liga Europa di atas kertas jadi tim yang diunggulkan. Sebelum laga, pelatih Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer mengatakan skuatnya berusaha santai namun tetap fokus.

Para pemain United sebelum laga diketahui menyempatkan diri untuk menonton film Sir Alex Ferguson yang berjudul ‘Never Give In’ baru rilis. Film ini menceritakan tentang kisah hidup Sir Alex sebagai seorang pelatih, suami dan juga ayah.

Semetara itu, pemain Villarreal, Pau Torres mengaku tak gentar untuk menghadapi para pemain Manchester United. “Ketika saya mendengar nama-nama penyerang mereka, yang ingin saya lakukan adalah menghadapi mereka,” ucap Pau Torres.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Unai Emery, Pelatih Terhebat dalam Sejarah Liga Europa

Banner Gamespol Baru

Football5Star.com, Indonesia – Unai Emery League. Begitulah orang-orang memelesetkan pentas UEFA Europa League (UEL) ketika Emery meloloskan Villarreal ke final musim ini dengan menyisihkan mantan klubnya, Arsenal, pada semifinal.

Sebutan itu bukan tanpa alasan. Liga Europa seolah rumah bagi Emery. Ini adalah kali kelima pelatih berumur 49 tahun itu lolos ke final dalam 9 musim kiprahnya di ajang tersebut. Pada empat final sebelumnya, dia tiga kali menjadi juara. Semuanya bersama Sevilla. Adapun satu-satunya kegagalan dialami bersama Arsenal pada 2018-19 saat dikalahkan Chelsea 1-4.

Tiga gelar yang dikoleksi saat ini menempatkan Emery sebagai pelatih tersukses di ajang yang dulu bernama Piala UEFA tersebut. Dia sejajar dengan pelatih legendaris asal Italia, Giovanni Trapattoni. Hebatnya, Emery merebut tiga gelar secara beruntun, yaitu pada 2013-14 hingga 2015-16.

Unai Emery tiga kali juara Liga Europa bersama Sevilla pada 2013-14 hingga 2015-16.
thetimes.co.uk

Misi Emery di final Liga Europa kali ini tentu saja menjadi “penguasa tunggal” dengan meraih gelar keempat. Andaipun gagal, dia sebetulnya tak perlu terlalu kecewa. Pasalnya, statistik menunjukkan bahwa dirinya tetaplah pelatih terhebat di ajang ini.

Pertama, Emery adalah pelatih pertama yang mencicipi 5 final Liga Europa. Sejak era Piala Fairs, tak ada pelatih yang mampu melakukan hal tersebut. Tak terkecuali mereka yang berkiprah belasan tahun di ajang ini. Sebut saja Trapattoni (15 musim), Jupp Heynckes (13 musim), dan Dick Advocaat (12 musim). Mr. Trap hanya tiga kali ke partai puncak.

Emery Peraih Poin Terbanyak

Kedua, Unai Emery adalah pelatih dengan jumlah pertandingan terbanyak di Liga Europa. Laga final melawan Manchester United nanti adalah partai ke-104 dalam 9 musim kiprahnya di ajang ini bersama Valencia, Sevilla, Arsenal, dan Villarreal.

Emery adalah pelatih pertama yang membukukan 100 laga di ajang antarklub Eropa yang satu ini. Musim ini, dia melewati Trapattoni yang melakoni 98 pertandingan bersama delapan klub dalam 15 musim. Emery melewati rekor Mr. Trap pada 8 April 2021 saat leg I perempat final di kandang Dinamo Zagreb.

Unai Emery adalah pelatih pertama yang membukukan 200 poin di Liga Europa.
Getty Images

Ketiga, Emery saat ini tercatat sebagai peraih poin terbanyak di pentas Liga Europa. Dia membukukan 216 poin dari 103 pertandingan. Jumlah poin itu berasal dari 63 kemenangan, 27 hasil imbang, dan 13 kekalahan. Rerata poinnya adalah 2,1 per laga. Di antara para pelatih dengan setidaknya 60 penampilan, dialah satu-satunya yang memiliki rerata poin di atas 2,0.

Catatan apik yang dimiliki Unai Emery itu tentu jadi modal tersendiri bagi Villarreal pada final Liga Europa melawan Manchester United. Patut dicatat, ini adalah final pertama El Submarino Amarillo di pentas Eropa. Dari segi materi pemain dan reputasi, mereka pun kalah jauh dari Red Devils. Tak bisa disangkal, faktor pelatih jadi satu-satunya keunggulan mereka pada final nanti.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Man. United di Final Antarklub Eropa: Hanya Terjegal Barcelona

Banner Gamespol Baru

Football5Star.com, Indonesia – Manchester United akan menghadapi Villarreal pada final Liga Europa, Kamis (27/5/2021) dini hari WIB. Menatap laga itu, Red Devils bisa lebih percaya diri. Berbeda dengan sang lawan, mereka lebih terbiasa menjalani final antarklub Eropa.

Sepanjang sejarah, Villarreal baru kali ini menembus final antarklub Eropa. Sebelumnya, prestasi terbaik adalah menembus semifinal. Tiga kali mereka terhenti di babak ini pada ajang Piala UEFA dan Liga Europa dan sekali pada pentas Liga Champions.

Itu lumayan kontras dengan Manchester United. Lolos ke final antarklub Eropa sudah berkali-kali dilakukan Red Devils. Sebelum ini, klub asal Kota Manchester tersebut telah 7 kali mencicipi laga puncak. Dari 7 kesempatan itu pun, mereka hanya dua kali gagal juara.

Manchester United menjalani final antarklub Eropa pertama pada 1968 dengan mengalahkan Benfica pada ajang Piala Champions.
Twitter @CharlasDeFutbol

Satu hal menarik, dua kegagalan itu dialami saat menghadapi lawan yang sama, yakni Barcelona. Red Devils takluk 0-2 pada final Liga Champions 2008-09. Pengalaman serupa terulang dua musim kemudian. Kali ini dengak skor 1-3.

Meskipun demikian, Barcelona bukanlah pembawa sial bagi Red Devils. Mereka tak selalu kalah saat menghadapi raksasa Spanyol tersebut. Buktinya, mereka menang 2-1 pada final Piala Winners 1990-91 yang jadi kesuksesan pertama Sir Alex Ferguson bersama Red Devils di Eropa.

Final Ketiga di Luar Liga Champions

Manchester United memenangi final Liga Europa 2016-17 dengan skor 2-0 atas AFC Ajax.
telegraph.co.uk

Hal yang membuat Manchester United patut optimistis, dua kegagalan di final terjadi pada ajang Liga Champions. Di luar ajang itu, mereka tak pernah tertahan untuk merebut gelar juara. Di final Liga Europa dan Piala Winners, mereka tak pernah gagal.

Khusus di Liga Europa, ini merupakan final kedua yang dijalani Manchester United. Final pertama dijalani pada musim 2016-17 saat menghadapi AFC Ajax. Tim yang kala itu diasuh Jose Mourinho menang 2-0 berkat gol Paul Pogba dan Henrikh Mkhitaryan.

Dari skuat Red Devils saat menggebuk Ajax itu, sebanyak 12 pemain masih berada di skuat saat ini. Selain Paul Pogba, nama-nama lainnya antara lain David de Gea, Luke Shaw, Marcus Rashford, Juan Mata, dan Anthony Martial.

Manchester United di Final Antarklub Eropa

MusimKompetisiPertandingan
1967-68Piala ChampionsMan. United 4-2 Benfica
1990-91Piala WinnersMan. United 2-1 Barcelona
1998-99Liga ChampionsMan. United 2-1 Bayern Munich
2007-08Liga ChampionsMan. United 1-1 Chelsea (6-5 pen)
2008-09Liga ChampionsBarcelona 2-0 Man. United
2010-11Liga ChampionsBarcelona 3-1 Man. United
2016-17Liga EuropaMan. United 2-0 AFC Ajax

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Unai Emery Sebut Masuk Final Liga Europa Sudah Melebihi Target Villarreal

gamespool
Unai Emery Sebut Masuk Final Liga Europa Sudah Melebihi Target Villarreal 63

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Villarreal, Unai Emery, mengungkapkan bahwa dirinya tak pernah diminta untuk bisa mencapai final Liga Europa oleh petinggi klub. Target yang dia tentukan hanyalah konsisten masuk ke kompetisi Eropa atau minimal mencapai semifinal.

Villarreal akan berhadapan dengan Manchester United di final Liga Europa, Kamis (27/5/21). Emery mengungkapkan bahwa dirinya sedari awal tidak diminta untuk memenangkan Liga Europa.

“Pada awalnya, kami tidak pernah berbicara tentang target. Mereka (petinggi klub) tidak pernah berkata: ‘Kami ingin menang dan kami ingin Anda datang untuk melakukan ini’. Tujuan utama yang ingin saya capai bersama Villarreal adalah bermain di Eropa secara konsisten,” ucap Emery seperti dilansir Football5Star.com dari Marca.

Unai Emery - Villarreal - Arsenal - Liga Europa - Depositphotos
Depositphotos

Emery melanjutkan, “Berada di Liga Europa secara konsisten, serta Liga Champions. Dan kemudian untuk memecahkan penghalang dengan mencapai semifinal Eropa dan untuk mencapai semifinal Copa del Rey. Orang-orang di klub percaya bahwa dengan pengalaman saya, saya dapat membantu mereka mengambil langkah ini.”

Namun, walaupun sudah melebihi target, Emery tetap bertekad untuk membawa timnya melaju lebih jauh lagi, yaitu memenangkan Liga Europa.

“Jika saya merasa bangga dengan sesuatu di final ini, itu memecahkan penghalang. Itu berhasil membawa kegembiraan ke Villarreal, untuk membawa Villarreal melewati semifinal setelah mengalami begitu banyak momen frustrasi,” kata Emery.

Mantan pelatih Arsenal itu melanjutkan, “Selalu menempatkan banyak nilai pada apa yang telah dicapai klub sebelumnya, tetapi memecahkan penghalang lain. Karena itu, tujuan saya dan klub harus: ‘Kami berhasil, tetapi kami tidak bisa bertahan di sini, kami harus terus berkembang,’ dan itu juga sangat sulit, tetapi itulah tantangannya.”

Jika pasukan Unai Emery menang melawan United, mereka bukan hanya menjadi juara, namun juga berhasil masuk ke Liga Champions musim depan. Jika kalah, Villarreal akan masuk ke Europa Conference League karena finis di posisi ke-7 La Liga.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Wakil Spanyol vs Inggris di Final Antarklub Eropa, Siapa Unggul?

Banner Gamespol Baru

Football5Star.com, Indonesia – Perebutan trofi Liga Europa akan terjadi di Stadion Miejski, Gdansk, Kamis (27/5/2021) dini hari WIB. Villarreal, wakil Spanyol, dan Manchester United, wakil Inggris, akan berjibaku untuk menentukan sang kampiun. El Submarino Amarillo mencari trofi pertama, sedangkan Red Devils memburu gelar kedua di ajang ini.

Menilik nama besar, materi pemain, dan sejarah di kancah antarklub Eropa, sangat wajar bila Manchester United lebih diunggulkan untuk juara Liga Europa musim ini. Namun, berdasarkan sejarah pertemuan wakil Spanyol dengan wakil Inggris, Villarreal punya asa yang tak kecil juga.

Villarreal vs Manchester United adalah final ke-7 yang mempertemukan wakil Spanyol dan Inggris pada ajang Liga Europa, Piala UEFA, dan Piala Fairs. Nah, pada enam kesempatan sebelumnya, para wakil Negeri Matador ternyata lebih berjaya. Lima kali mereka menang dan mengangkat piala.

Sevilla jadi simbol kedigdayaan wakil Spanyol atas wakil Inggris di Liga Europa.
irishtimes.com

Final Spanyol vs Inggris pertama terjadi pada Piala Fairs 1955-58. Ketika itu, Barcelona XI menang agregat 8-2 atas London XI. Berikutnya, pada 1958-60, Barcelona berjaya. Kali ini, mereka menang agregat 4-1 atas Birmingham City.

Adapun tiga kemenangan Spanyol lain atas Inggris dibukukan saat ajang itu sudah berubah nama. Semua kemenangan itu dibukukan oleh Sevilla. Pada final Piala UEFA 2005-06, Sevilla menang 4-0 Middlesbrough. Lalu, pada final Liga Europa 2009-10, Los Nervionenses menaklukkan Fulham 2-1. Adapun kemenangan ketiga diraih atas Liverpool pada 2015-16 dengan skor 3-1.

Satu-satunya kemenangan wakil Inggris atas wakil Spanyol pada pentas ini terjadi pada Piala UEFA 2000-01. Ketika itu, Liverpool menang secara dramatis atas Deportivo Alaves lewat pertandingan yang berlangsung hingga perpanjangan waktu dengan skor 5-4 dan ditentukan golden goal bunuh diri Delfi Geli pafda menit ke-116.

Wakil Spanyol Menangi 7 Final Terakhir

Kemenangan Liverpool atas Alaves itu jadi sinyal tersendiri bagi Manchester United pada final Liga Europa nanti. Red Devils harus hati-hati. Pasalnya, setelah itu, wakil-wakil Inggris selalu takluk dalam 7 final melawan wakil-wakil Spanyol pada semua ajang antarklub Eropa.

Bila ditotal dengan final-final di Piala Champions, Liga Champions, dan Piala Winners, wakil Spanyol juga lebih digdaya. Mereka tercatat membukukan 11 kemenangan dari 16 final melawan wakil Inggris. Dari deretan kemenangan itu, tujuh kemenangan diraih dalam tujuh final terakhir.

Kemenangan Liverpool atas Alaves jadi kemenangan terakhir wakil Inggris atas wakil Spanyol pada final ajang antarklub Eropa.
tagesspiegel.de

Selain tiga kemenangan saat Sevilla berjaya pada pentas Piala UEFA 2005-06 serta Liga Europa 2009-10 dan 2015-16, empat kemenangan lain diraih Barcelona dan Real Madrid di Liga Champions. El Barca menang 2-1 atas Arsenal pada 2005-06, lalu unggul 2-0 atas Manchester United dengan skor 2-0 dan 3-1 pada 2008-09 dan 2010-11. Adapun Madrid menaklukkan Liverpool 3-1 pada final musim 2017-18.

Menilik fakta tersebut, akankah final Liga Europa musim ini akan jadi milik Villarreal sebagai wakil Spanyol? Ataukah justru Manchester United yang menghentikan kesialan wakil Inggris kala melawan wakil Spanyol di final ajang antarklub Eropa? Kita nantikan saja.

Final Spanyol vs Inggris di Pentas Antarklub Eropa

MusimKompetisiPertandinganKeterangan
1955-58Piala FairsBarcelona XI 8-2 London XIAgregat dua leg
1958-60Piala FairsBarcelona 4-1 Birmingham CityAgregat dua leg
1962-63Piala WinnersTottenham Hotspur 5-1 Atletico Madrid
1970-71Piala WinnersChelsea 2-1 Real Madrid
1979-80Piala WinnersValencia 0-0 ArsenalValencia menang adu penalti 5-4
1980-81Piala ChampionsLiverpool 1-0 Real Madrid
1990-91Piala WinnersManchester United 2-1 Barcelona
1994-95Piala WinnersReal Zaragoza 2-1 Arsenal
2000-01Piala UEFALiverpool 5-4 Deportivo AlavesGolden goal
2005-06Piala UEFASevilla 4-0 Middlesbrough
2005-06Liga ChampionsBarcelona 2-1 Arsenal
2008-09Liga ChampionsBarcelona 2-0 Manchester United
2009-10Liga EuropaSevilla 2-1 Fulham
2010-11Liga ChampionsBarcelona 3-1 Manchester United
2015-16Liga EuropaSevilla 3-1 Liverpool
2017-18Liga ChampionsReal Madrid 3-1 Liverpool

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Jelang Final Liga Europa, Pemain MU Nobar Film Sir Alex Ferguson

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer mengatakan jelang partai final Liga Europa melawan Villarreal di Stadion Energa Gdańsk, Kamis (27/5/2021) dinihari WIB, para anak asuhnya menyempat diri untuk menonton film dokumenter Sir Alex Ferguson.

Film Sir Alex Ferguson yang berjudul ‘Never Give In’ baru rilis. Film ini menceritakan tentang kisah hidup Sir Alex sebagai seorang pelatih, suami dan juga ayah. Sir Alex Ferguson sendiri dikatakan oleh Ole Gunnar Solskjaer terbang ke Polandia bersama para pemainnya.

Sir Alex Ferguson bersyukur sudah pensiun sehingga tak perlu menghadapi Liverpool

“Dia terbang bersama kami pada hari Senin dan beberapa pemain dan staf pelatih menonton bersama film dokumenternya. Saya juga menonton film itu dan memikirkan semua hal yang telah dia lakukan untuk klub,” ucap Solskjaer seperti dikutip Football5star.com dari Manchester Evening News.

“Dia pria yang spesial dan dia seperti ensiklopedia sepak bola. Meskipun saya sempat memberinya kuis dan salah satu pemain menjawab pertanyaan itu sebelum dia. Saya pikir, dia tidak senang dengan itu,” ungkap Solskjaer.

“Dia selalu ada untuk tim ini. Para pemain bisa makan bersamanya di restoran dan mereka selalu bertanya kepadanya. Dia selalu siap untuk diajak berbicara karena hatinya untuk klub ini,”

“Saya berharap dia akan menikmatinya juga karena saya berhutang sebagian besar karier saya kepadanya dan klub ini. Jadi semoga dia bisa menikmati malam final nanti,”

Dalam film Never Give In juga menceritakan saat Sir Alex alami pendarahan otak. Sir Alex mengaku dirinya sangat takut saat harus dirawat di rumah sakit akibat penyakit tersebut.

“Saya menangis, merasa tidak berdaya. Saya tidak ingin kehilangan ingatan saya. Saya aka menjadi beban yang sangat berat bagi keluarga saya,” ungkapnya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Juara Liga Europa Bisa Jadi Batu Loncatan untuk Manchester United

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Jelang partai final Liga Europa antara Manchester United vs Villarreal di Stadion Energa Gdańsk, Kamis (27/5/2021) dinihari WIB bakal jadi sangat spesial bagi publik Old Trafford.

Hal ini lantaran bertepatan dengan hari ulang tahun mantan pelatih legendaris mereka, Sir Matt Busby. Pelatih United, Ole Gunnar Solskjaer pun berambisi untuk meraih gelar juara demi memberi kado untuk Sir Matt Busby.

Paul Pogba puasa Manchester United vs AS Roma 1 - Twitter @paulpogba

“Kami tahu, tentu saja Sir Alex bersama kami, kami tahu 26 Mei adalah hari ulang tahun Sir Matt,” kata Solskjaer seperti dikutip Football5star.com dari Manchester Evening News, Rabu (26/5).

“Ketika itu sesuatu yang positif, Anda pikir itu akan menguntungkan bagi Anda. Saya pikir itu akan menjadi pertanda baik bagi kami. Mungkin kami bisa menghormati ulang tahun Sir Matt dengan meriah gelar juara,”

“Kami memiliki lima kemenangan di Eropa, kami telah kalah dua kali dari Barcelona. Ini adalah malam yang besar bagi kami. Ini mungkin batu loncatan untuk sesuatu yang lebih baik di masa datang,”

“Masa depan yang cerah karena tim ini adalah tim muda dan ini adalah tim yang telah kami bangun kembali selama beberapa tahun terakhir, jadi semoga ini adalah awal dari sesuatu yang lebih indah,” tambah Solskjaer.

Ditegaskan oleh pelatih asal Norwegia tersebut, para pemain United saat ini sangat fokus untuk bisa menjadi juara Liga Europa. Menurutnya ini bakal mengembalikan kembali status Manchester United sebagai klub terbaik di dunia.

“Para pemain bergabung untuk meriah gelar juara, menerima tantangan untuk menjadi yang terbaik, karena ini adalah klub terbaik di dunia. Itu adalah sesuatu yang mereka siapkan. Karena mereka tidak ada di sini jika mereka bukan pemain top,” tutup Ole Gunnar Solskjaer.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Pau Torres Tak Gentar Hadapi Manchester United di Final Liga Europa

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Bek Villarreal, Pau Torres mengaku tak gentar menghadapi pemain Manchester United di final Liga Europa. Menurut Torres, dirinya akan melakukan segala cara untuk hentikan agresifitas tim berjuluk Red Devils tersebut.

“Ketika saya mendengar nama-nama penyerang mereka, yang ingin saya lakukan adalah menghadapi mereka,” ucap Pau Torres seperti dikutip Football5star.com dari Mirror, Rabu (26/5/2021).

Pau Torres Tak Gentar Hadapi Manchester United di Final Liga Europa_

“Hal sama terjadi pada saya dalam pertandingan pertama saya saat melawan Real Madrid dan Barcelona. Saya tahu bahwa saya akan menghadapi pemain yang sangat bagus dan satu-satunya di pikiran saya adalah menghadapi mereka,” tambahnya.

“Manchester United memiliki pemain kelas dunia di semua posisi. Ini akan menjadi ujian terberat untuk Villarreal saat ini, untuk melihat apakah kami siap untuk mencapai hal hebat,”

Pau Torres pun mengaku tak terganggu dengan rumor yang menyebut bahwa dirinya menjadi salah satu pemain yang diincar oleh Ole Gunnar Solskjaer di bursa transfer musim panas.

“Untuk saat ini saya hanya berpikir sebagai pemain Villarreal, saya terikat dengan klub ini,”

“Untuk saat ini saya memiliki kontrak di sini dan saya tidak melihat hal apapun di luar partai final atau apa yang terjadi di bursa transfer,”

“Saya hanya ingin gelar pertama untuk klub saya, untuk rakyat saya. Kemudian mewakili Spanyol dalam turnamen Euro 2020,” tutup Torres.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Prediksi: Villarreal vs Manchester United

cover Villarreal vs Man United
Gamespool new banner
PREDIKSI HASIL
Sportpesa
Villarreal 0-1 Manchester United
Predictz
Villarreal 0-1 Manchester United
WhoScored
Villarreal 1-1 Manchester United
FOOTBALL5STAR
Villarreal 1-0 Manchester United
PGE-Arena Gdansk, Kamis (27/5/2021) Pukul 02.00 WIB

Football5star.com, Indonesia – Partai final Liga Europa antara Villarreal vs Manchester United merupakan salah satu pertandingan penutup musim 2020-21 yang sangat dinantikan. Laga ini akan digelar di PGE-Arena Gdansk, Polandia, pada Kamis (27/5) dinihari WIB.

Kedua tim sama-sama tak memiliki modal yang baik jelang pertemuan di partai final Liga Europa. Pasalnya, Villarreal dan Manchester United cuma berhasil memetik dua kemenangan dari lima pertandingan terakhirnya.

Sepasang kemenangan Villarreal dipetik pada partai melawan Real Valladolid (14/5) dan Sevilla (16/5). Sementara, dua kemenangan Manchester United diraih pada partai melawan Aston Villa (9/5) serta Wolves (23/5).

Meski sama-sama memiliki modal yang kurang baik, laga nanti diprediksi akan berjalan sengit. Kedua tim dipastikan bakal tampil habis-habisan demi membawa pulang trofi Liga Europa.

Villarreal memiliki sedikit keuntungan karena ditangani oleh Unai Emery. Nakhoda berusia 49 tahun itu merupakan pelatih tersukses di ajang Liga Europa dengan koleksi tiga gelar juara.

Faktor Emery membuat Villarreal diyakini akan bisa menangani perlawanan Manchester United di laga nanti. Football5star memprediksi Villarreal akan mengalahkan Manchester United dengan skor 1-0.

REKOR PERTEMUAN

Prediksi Final Liga europa: Villarreal vs Manchester United

TREN PERFORMA
Prediksi Final Liga europa: Villarreal vs Manchester United
Prediksi: Villarreal vs Manchester United 84
Gamespool new banner
STATISTIK MENARIK
  • Manchester United cuma menelan dua kekalahan dalam tujuh partai final kompetisi Eropa terakhirnya.
  • Manchester United berhasil mencetak setidaknya dua gol dalam empat partai Liga Europa terakhirnya.
  • Manchester United gagal mencatat clean sheet dalam lima pertandingan terakhirnya.
  • Empat -pertemuan sebelumnya antara Villarreal vs Manchester United berakhir dengan skor 0-0.
  • Ini merupakan partai final kompetisi Eropa sepanjang sejarah Villarreal.
  • Tim-tim asal Spanyol selalu mengalahkan wakil Inggris dalam sembilan partai di final kompetisi Eropa semenjak musim 2000-01.
  • Villarreal tak terkalahkan dalam 14 partai Liga Europa musim 2020-21.
  • Villarreal mencatat sepasang clean sheet dalam lima pertandingan terakhirnya.
PELATIH
  • Partai Villarreal vs Manchester United kali ini merupakan pertemuan keenam antara Unai Emery dengan Ole Gunnar Solskjaer.
  • Dalam lima pertemuan sebelumnya, Emery dan Solskjaer sama-sama mencatat dua kemenangan.
  • Rekor Emery vs Manchester United: satu menang, tiga imbang, dua kalah.
  • Solskjaer belum pernah menghadapi Villarreal.
WASIT
  • Partai Villarreal vs Manchester United kali ini akan dipimpin oleh wasit asal Prancis, Clement Turpin.
  • Ini merupakan partai Liga Europa kedua yang dipimpin Turpin musim ini.
  • Turpin memberikan 14 penalti dari 27 pertandingan yang ia pimpin sepanjang musim 2020-21.
  • Rekor Villarreal ketika diwasiti Turpin: satu menang
  • Rekor Manchester United ketika diwasiti Turpin: satu menang, satu imbang.
PEMAIN KUNCI
VILLARREAL:

Top Skorer: Gerard Moreno dan Paco Alcacer (@6 gol)
Top Assist: Samuel Chukwueze (4 assist)
Top Rating: Gerard Moreno (7,23)

MANCHESTER UNITED:

Top Skorer: Bruno Fernandes dan Edinson Cavani (@5 gol).
Top Assist: Bruno Fernandes (4 assist)
Top Rating: Bruno Fernandes (7,79)

Statistik di UEL musim 2020-21 menurut whoscored.com

BERITA KEDUA TIM
  • Villarreal: Vicente Iborra cedera. Juan Foyth dan Samuel Chukwueze diragukan.
  • Manchester United: Anthony Martial dan Phil Jones cedera. Harry Maguire diragukan.
PRAKIRAAN FORMASI
line up Villarreal vs Man United

Bek Villarreal Tak Sabar Ingin Jajal Kekuatan Manchester United

gamespool
Bek Villarreal Tak Sabar Ingin Jajal Kekuatan Manchester United 88

Football5star.com, Indonesia – Bek sayap Villarreal, Alfonso Pedraza, mengaku sudah tak sabar ingin bermain melawan Manchester United di partai final Liga Europa. Ia yakin laga tersebut akan berjalan dengan sangat sengit.

Partai final Liga Europa antara Villarreal vs Manchester United akan digelar di PGE-Arena Gdansk, Polandia. Rencananya, partai sengit ini akan digelar pada Kamis (27/5) dinihari WIB.

“Menurut saya, kami akan menghadapi final Liga Europa di momen yang tepat. Kami berhasil menunjukkan penampilan terbaik sepanjang musim ini dalam beberapa pekan terakhir,” ujar Alfonso Pedraza kepada Diario AS.

Alfonso Pedraza - Villarreal - Manchester United - Final Liga Europa
Nos

“Kami akan menghadapi laga ini dengan antusiasme yang sangat besar. Selain itu, kami juga mendapat dukungan dari banyak orang untuk bisa menjadi juara. Kami tentu akan berusaha keras agar bisa membawa pulang trofi Liga Europa.”

“Saya yakin laga nanti akan berjalan dengan intens. Mereka tentu akan menekan kami. Tapi, kami pasti bisa mendapatkan peluang. Saya berharap kami tidak menyia-nyiakan peluang yang didapat di laga nanti,” sambung Pedraza.

Villarreal memiliki motivasi yang cukup besar di partai puncak Liga Europa. Mereka akan mengamankan tempat di babak grup Liga Champions musim depan andai berhasil mengalahkan Manchester United.

Selain itu, faktor pengalaman Unai Emery juga akan menjadi kunci Villarreal di laga ini. Emery merupakan pelatih tersukses di ajang Liga Europa dengan koleksi tiga gelar juara. Ketiga gelar juara itu didapat Emery bersama Sevilla pada musim 2013-14, 2014-15, serta 2015-16.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Jelang Final Liga Europa, Villarreal Dapat Privilege dari LaLiga

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Villarreal akan berhadapan dengan Manchester United di Final Liga Europa di PGE Arena Gdańsk, Polandia pada 27 Mei mendatang. Jelang laga melawan United ini, Villarreal mendapat keuntungan dari otoritas LaLiga.

Dikutip Football5star.com dari laman resmi klub, Senin (17/5/2021), otoritas LaLiga memajukan jadwal pekan terakhir Villarreal saat melawan Real Madrid. Jadwal melawan Madrid, sedianya akan berlangsung pada Minggu, 23 Mei namun dimajukan menjadi Sabtu, 22 Mei 2021.

Dinamo Zagreb - Villarreal - Unai Emery - @villarrealcf 2
twitter.com/villarrealcf

“Klub Villarreal ingin berterima kasih kepada La Liga karena telah memajukan pekan terakhir dengan mempertimbangkan final Liga Europa yang akan kami mainkan,” bunyi pernyataan resmi klub.

Sebelumnya, pelatih Villarreal, Unai Emery juga sempat meminta adanya jatuh libur sedikit lebih banyak sebelum anak asuhnya melawan Mancheter United di Polandia.

Jelang pertandingan melawan United, anak asuh Unai Emery itu berhasil meraih kemenangan telak 4-0 atas Sevilla di pekan ke-37. Usai pertandingan, Emery mengaku sangat puas dengan kinerja para pemainnya.

“Sevilla memulainya dengan sangat bagus. Permainan kolektif mereka membuat kami cukup kesulitan. Asenjo menyelamatkan kami saat itu dan kami memiliki kesabaran setelah gol Bacca,” ucap Emery.

“Itu memberi kami ketenangan dalam memainkan pertandingan. Kami mampu mencuri gol kedua dan kami memiliki tantangan yang sangat bagus. Tujuan selanjutnya adlaha Liga Europa,” tutup Unai Emery.

Di atas kertas, tim berjuluk Red Devils itu lebih diunggulkan untuk menjadi juara Liga Europa setelah terakhir mereka raih pada 2017. Namun pelatih Villarreal, Unai Emery memiliki rekor bagus di kompetisi ini.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Solskjaer Cukup Yakin Harry Maguire Tampil di Final Liga Europa

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer mengaku masih memiliki keyakinan Harry Maguire bisa tampil di final Liga Europa melawan Villarreal pada 27 Mei mendatang.

Maguire alami cedera saat Manchester United melawan Aston Villa dalam lanjutan Liga Inggris beberapa pekan lalu. Cedera ini membuat Maguire diprediksi bakal absen di final Liga Europa.

“Ketika saya berbicara dengannya pagi ini, dia cukup positif. Sehari setelah dia cedera, semua orang sangat sedih,” kata Solskjaer seperti dikutip Football5star.com dari Daily Mail, Senin (17/5/2021).

Harry Maguire Terancam Absen di Final Liga Europa - manchester united

“Tapi kami memutuskan untuk tetap fokus dan bersikap positif dan berpikir dia akan berhasil. Dia membuat kemajuan tetapi kami secara sadar membuat keputusan untuk tidak mengujinya terlalu dini,” tambahnya.

Ole Gunnar Solskjaer pun berharap di menit-menit akhir sebelum melawan Villarreal, Harry Maguire bisa diturunkan dan berada di kondisi fisik cukup bagus.

“Mudah-mudahan kami mendapat kabar baik tapi saya akan berikan selama mungkin untuk dia istirahat. Itu karena kami tahu betapa pentingnya dia bagi kami,”

“Kami sudah tahu sejak lama tapi mungkin orang lebih menghargainya saat dia tidak bermain,”

Pertandingan final Liga Europa akan berlangsung di PGE Arena Gdańsk, Polandia pada 27 Mei mendatang. Ini menjadi partai final pertama untuk tim Spanyol, Villarreal.

Di atas kertas, tim berjuluk Red Devils itu lebih diunggulkan untuk menjadi juara Liga Europa setelah terakhir mereka raih pada 2017. Namun pelatih Villarreal, Unai Emery memiliki rekor bagus di kompetisi ini.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Nostalgia Hari Ini: Akhir Perjalanan Luar Biasa Fulham di Liga Europa

gamespool
Nostalgia Hari Ini: Akhir Perjalanan Luar Biasa Fulham di Liga Europa 99

Football5Star.com, Indonesia – Tepat hari ini, 12 Mei, 11 tahun yang lalu, Fulham secara luar biasa berhasil lolos ke babak final Liga Europa. Itu pertama kalinya mereka bermain di final Liga Europa sepanjang sejarah klub.

Fulham sendiri sebenarnya bahkan pernah menjuarai sebuah kompetisi Eropa. Tepatnya Piala Intertoto 2002 dimana mereka mengalahkan Bologna di partai final, itu juga pertama kalinya mereka bermain di kompetisi Eropa. Uniknya trofi itu merupakan trofi top division satu-satunya yang dimiliki The Cottagers.

Namun tentu saja, Liga Europa jauh lebih prestisius dari Piala Intertoto. Pada musim 2008-09, Fulham yang dilatih oleh pelatih Roy Hodgson finis di posisi ke-7. Hasil itu membuat mereka berhak masuk ke Liga Europa musim 2009-10 yang pada saat itu baru saja melakukan rebranding dari UEFA Cup. Tapi, Fulham harus memulainya dari Babak Kualifikasi Ketiga.

Nostalgia Hari Ini Akhir Perjalanan Luar Biasa Fulham di Liga Europa
SB Nation

Kualifikasi dan Babak Grup

Persiapan Fulham musim itu bisa dibilang biasa-biasa saja. Mereka membeli sejumlah pemain, namun hanya mantan pemain Chelsea, Damian Duff yang mungkin bisa dibilang pembelian “top”. Walaupun mereka sudah memiliki beberapa pemain yang cukup bagus, seperti Mark Schwarzer, Bobby Zamora, Clint Dempsey dan Chris Smalling muda.

Perjalanan pasukan Roy Hodgson di Liga Europa dimulai sangat awal, tepatnya akhir Juli karena mereka memulainya dari Babak Kualifikasi Ketiga. Fulham bertemu wakil Lithuania, Vetra dan berhasil menang mudah dengan aggregat 6-0.

Pada babak Play-off mereka bertemu wakil Rusia, Amkar Perm. The Cottagers harus bersusah payah, namun mereka tetap lolos dengan aggregat 3-2, menang 3-1 di kandang, dan kalah 1-0 di tandang.

Barulah mereka masuk ke babak grup. Di sini mereka satu grup dengan tiga klub raksasa dari masing-masing negaranya. Raksasa Swiss, FC Basel, klub ibukota Italia, AS Roma, dan raksasa Bulgaria, CSKA Sofia.

Dan benar saja, Fulham sangat kesulitan. Mereka hanya bisa mengumpulkan 5 poin dalam 4 laga, 1 menang, 2 imbang dan 1 kalah.

Tapi, pada laga kelima, mereka berhasil mengalahkan CSKA Sofia 1-0. Laga hidup mati pun terjadi pada pekan terakhir melawan Basel di St. Jakob Park. Fulham secara luar biasa berhasil menang 3-2 berkat brace Bobby Zamora dan gol dari Zoltan Gera. Hasil itu membuat mereka melangkahi Basel dengan raihan 11 poin, Basel 9 poin.

Fase Knock-out

Fulham lolos ke 32 besar dan bertemu raksasa Ukraina yang juga juara bertahan kompetisi, Shakhtar Donetsk. Lagi-lagi mereka berhasil menang di Craven Cottage, kali ini 2-1, Zamora dan Gera kembali mencetak gol. Lalu pada leg kedua, The Cottagers berhasil menahan imbang 1-1.

Momen dramatis terjadi pada babak 16 besar. Fulham bertemu salah satu klub besar Eropa, Juventus. Pada leg pertama di Turin, mereka takluk 3-1. Leg kedua di Craven Cottage, David Trezeguet berhasil mencetak gol cepat dan sepertinya membuat perjalanan Fulham di Eropa berakhir.

Namun, The Cottagers berhasil comeback. Zamora berhasil menyamakan kedudukan, lalu Fabio Cannavaro terkena kartu merah. Gera berhasil mencetak brace setelah itu, dan Clint Dempsey secara dramatis mencetak gol cantik 8 menit sebelum waktu normal berakhir. Fulham lolos dengan aggregat 5-4.

Pasukan Roy Hodgson di atas angin, pada babak perempat final dan semifinal, mereka bertemu dua wakil Jerman. Vfl Wolfsburg dan Hamburger SV. Keduanya dilalui tanpa kekalahan 3 menang (2 kali menang melawan Wolfsburg) dan 1 imbang saat melawan Hamburger di semifinal leg pertama.

Fulham bertemu wakil Spanyol, Atletico Madrid di babak final yang diadakan di Volksparkstadion, Hamburg, 12 Mei 2010. Los Rojiblancos saat itu diisi oleh pemain-pemain top seperti David de Gea, Diego Forlan, Sergio Aguero, Simao, dan Jose Reyes.

Kedua tim sama-sama mengincar gelar Liga Europa/UEFA Cup pertama mereka. Laga berjalan seimbang, Forlan mencetak gol pada menit ke-32 dan dibalas oleh Simon Davies pada menit ke-37.

Fulham terus bertahan dari gempuran para pemain Atletico dan bisa menahannya sampai babak tambahan. Namun pertahanan mereka akhirnya bobol pada menit ke-116 lewat Forlan yang berhasil menerima umpan dari Aguero. Laga berakhir dengan skor 2-1 dan perjalanan Fulham di Liga Europa berakhir di babak final.

Walaupun kalah, ini tetap menjadi sebuah pencapaian yang luar biasa bagi tim asal London Barat itu. Apalagi, mereka berhasil mencapai final setelah memulai kompetisi dari babak Kualifikasi Ketiga, 19 pertandingan, tanpa kekalahan di kandang.

Nostalgia Hari Ini Akhir Perjalanan Luar Biasa Fulham di Liga Europa
Sports Mole

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Harry Maguire Terancam Absen di Final Liga Europa

gamespool
Harry Maguire Terancam Absen di Final Liga Europa 103

Football5Star.com, Indonesia – Kapten Manchester United, Harry Maguire, mengalami cedera di laga melawan Aston Villa, (9/5/21). Cedera itu bisa mengakibatkan dia absen di laga final Liga Europa melawan Villarreal.

Maguire ditarik keluar dan digantikan oleh Eric Bailly pada menit ke-78. Dia mengalami kesakitan di pergelangan kaki kirinya. Setelah mendapat perawatan dia bisa kembali berdiri, namun langsung digantikan oleh Bailly. Maguire sendiri selalu bermain di Premier League musim ini. United berhasil menang dengan skor 3-1 pada laga itu.

Pelatih Ole Gunnar Solskjaer sendiri berharap cedera Maguire tidak terlalu parah, namun dia belum mengetahui kondisi terkini.

Harry Maguire Terancam Absen di Final Liga Europa 2
The Sun

“Semoga (dia bisa bermain di final Liga Europa). Tapi saya tidak tahu. Kami harus memeriksanya. Ini mungkin bisa beberapa minggu atau sebulan, kami tidak tahu,” ucap Solskjaer seperti dilansir Football5Star.com dari The Sun.

Solskjaer melanjutkan, “Itu betis atau kaki bagian bawahnya. Saya pikir pemain itu mendarat di atasnya dan dia memutar sesuatu.”

United sendiri setelah ini akan mendapatkan jadwal yang sangat padat, dimana mereka akan bermain 4 kali dalam waktu kurang dari 2 minggu. Final Liga Europa sendiri akan diadakan pada 27 Mei.

Solskjaer bukan satu-satunya pelatih yang khawatir akan cedera Harry Maguire ini. Pelatih timnas Inggris, Gareth Southgate juga harus was-was karena Maguire merupakan pemain penting di lini belakang Inggris untuk Euro 2020 bulan depan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Tiket Liga Europa akan Jadi Kado Perpisahan Florian Thauvin

gamespool
Tiket Liga Europa akan Jadi Kado Perpisahan Florian Thauvin 107

Football5star.com, Indonesia – Florian Thauvin mengatakan tiket berlaga di Liga Europa musim depan merupakan hadiah perpisahan terbaik kepada Marseille. Ia memastikan bakal bekerja ekstra keras agar ambisinya tercapai sebelum pindah ke Meksiko musim depan.

Pada Jumat (7/5) malam WIB, Thauvin resmi mengumumkan keputusannya bergabung ke klub Meksiko, Tigres UANL. Thauvin memutuskan hijrah ke Meksiko setelah tak menolak perpanjangan kontrak yang diajukan manajemen Marseille.

“Belum saatnya saya mengucapkan selamat tinggal. Kami masih memiliki tiga partai yang harus dilakoni serta mengejar tiket berlaga di Liga Europa,” tulis Florian Thauvin di laman Instagram pribadinya.

Florian Thauvin - Meksiko - Marseille - Liga Europa - The Star
The Star

“Saya akan mencintai Marseille hingga akhir hayat. Saya juga akan berjuang ekstra keras untuk klub yang sangat saya cintai hingga detik terakhir musim ini,” imbuh Thauvin.

Saat ini, Marseille duduk di peringkat kelima klasemen Liga Prancis dengan perolehan 56 poin. Mereka sudah dipastikan tak bisa melaju ke Liga Champions karena berjarak 15 poin dari AS Monaco yang menduduki peringkat ketiga.

Andai berhasil mempertahankan tempat kelima, Les Olympiens akan berhasil mengamankan tiket berlaga di Liga Europa musim depan. Untuk bisa mencapai target tersebut, mereka harus bisa meraih sembilan poin dalam tiga pertandingan tersisa.

Perjuangan Marseille akan diawali dengan laga di markas St-Etienne pada Minggu (9/5) petang WIB. Sepekan berselang, mereka akan menjamu Angers. Perjalanan Les Olympiens akan diakhiri dengan laga tandang di markas Metz.

Pau Torres: Villarreal Sukses Pertahankan Harga Diri Liga Spanyol

gamespool
Pau Torres: Villarreal Sukses Pertahankan Harga Diri Liga Spanyol 111

Football5star.com, Indonesia – Pau Torres merasa sangat bangga karena Villarreal berhasil menggalkan ambisi Arsenal melaju ke final Liga Europa. Tak cuma itu, Torres juga mengatakan timnya berhasil menjaga harga diri Liga Spanyol di kompetisi Eropa musim 2020-21.

Villarreal berhasil melaju ke final Liga Europa setelah menyingkirkan Arsenal dengan skor agregat 2-1. Keberhasilan ini membuat The Yellow Submarine menjadi satu-satunya tim non-Inggris yang berlaga di final kompetisi Eropa musim ini.

“Kami tentu tak ingin dua laga final kompetisi Eropa musim ini dihuni oleh empat tim Inggris. Villarreal berhasil menjaga harga diri Liga Spanyol dan ini merupakan sesuatu yang sangat fantastis,” ujar Pau Torres dikutip football5star dari laman resmi UEFA.

Pau Torres - Villarreal - Liga Europa - Spanyol - uefa. com 2
uefa.com

Hal senada juga diungkapkan oleh presiden Villarreal, Fernando Roig. Pebisnis berusia 73 tahun itu merasa lega karena tim Inggris tak mendominasi kejuaraan Eropa musim ini.

“Kehadiran satu tim Spanyol di final kompetisi Eropa merupakan sesuatu yang luar biasa. Tentu saja kami tak mau dua gelar Eropa musim ini menjadi milik tim Inggris,” ujar Roig.

“Dua gelar Eropa musim ini akan diperebutkan oleh tiga tim raksasa asal Inggris dan satu klub kecil dari Spanyol bernama Villarreal,” kata Roig menambahkan.

Villarreal akan menantang Manchester United di partai final Liga Europa. Laga tersebut akan digelar di PGE Arena, Gdansk, Polandia pada Kamis 27 Mei dinihari WIB.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]