Wenger: Arsenal Akan Tampil Serius Di Liga Europa

Arsenal terancam gagal lolos dari fase grup Liga Champions. Mereka bisa terdepak ke Liga Europa. Jika hal tersebut memang terjadi, Arsene Wenger memastikan The Gunners akan tampil serius untuk jadi juara di sana.

Posisi Arsenal tengah di ujung tanduk saat ini setelah hanya mengumpulkan tiga poin dari empat laga berlalu di Grup F. Mereka ada di posisi juru kunci dan harus memenangi dua laga terakhirnya, melawan Dinamo Zagreb dan Olympiakos, jika ingin lolos.

Tapi, itu pun masih disertai syarat-syarat lain seperti bantuan dari Bayern Munich untuk mengalahkan Olympiakos di Matchday V. Jika itu berhasil dilakukan, maka mereka pun wajib menang selisih dua gol di kandang Olympiakos.

Namun, jika Olympiakos berhasil mencuri angka di kandang Bayern, maka pupus sudah peluang Arsenal lolos berapapun mereka menang atas Dinamo Zagreb. Sebab Olympiakos saat ini punya 9 poin, sama dengan milik Bayern di puncak klasemen. Mustahil untuk Arsenal finis di atas Bayern mengingat mereka sudah kalah head-to-head.

Arsenal pun tinggal punya pilihan untuk main di Liga Europa. Hal itu tentu akan memutus tradisi mereka yang selalu lolos ke babak 16 besar dalam 15 tahun beruntun. Namun, Wenger tak akan memandang sebelah mata kompetisi itu dan memastikan Arsenal akan tetap tampil serius di sana.

“Kami akan tampil serius di kompetisi tersebut (Liga Europa)- tapi kami belum tersingkir dari Liga Champions,” ujar Wenger di Soccernet.

“Saya yakin masalah ini sedikit dibesar-besarkan di Inggris sana karena kami bermain di hari Rabu dan Sabtu, jadi sama saja dengan Kamis dan Minggu, saya rasa tidak beda jauh,” sambung Wenger ketika ditanya soal jadwal pada yang harus dihadapi Arsenal.

“Banyak contohnya di Portugal dan Spanyol di mana tim-tim tetap tampil serius dan jadi juara. Contohnya adalah Benfica, lalu juga Sevilla yang tampil bagus di sana.”

Arsenal pernah sekali tampil di final Piala UEFA pada 1999-00 meski akhirnya kalah adu penalti dari Galatasaray.

Inilah Kandidat UEFA Team Of The Year

 

UEFA akhirnya merilis 39 nama kandidat UEFA Team of the Year. Dari daftar nama yang diumumkan, 15 pemain yang musim lalu menjadi finalis Liga Champions masuk dalam nominasi.

Barcelona dan Juventus menjadi dua tim penyumbang pemain terbanyak dalam nominasi ini dengan masing-masing delapan pemain dan enam pemain.

Tak ketinggalan, lima pemain yang musim lalu bersinar di Liga Europa juga turut masuk ke dalam daftar ini, antara lain Denys Boyko, Ricardo Rodriguez, Kevin De Bruyne, Yevhen Konpoplyanka, Grzegorz Krychowiak.

Nominasi UEFA Team of the Year:

Kiper: Joe Hart [Manchester City], Gianluigi Buffon [Juventus], Manuel Neuer [Bayern Munchen], Denys Boyko [Dnipro Dnipropetrovsk]

Bek: David Alaba [Bayern Munchen], David Luiz [Paris Saint-Germain], Diego Godin [Atletico Madrid], Ricardo Rodriguez [Wolfsburg], Thiago Silva [Paris Saint-Germain], Gerard Pique [Barcelona], Sergio Ramos [Real Madrid], Leonardo Bonucci [Juventus], Jerome Boateng [Bayern Munchen], Dani Alves [Barcelona], Giorgio Chiellini [Juventus], Javier Mascherano [Barcelona]

Gelandang: Kevin De Bruyne [Manchester City], Eden Hazard [Chelsea], James Rodriguez [Real Madrid], Hakan Calhanoglu [Bayer Leverkusen], Yevhen Konoplyanka [Sevilla], Arturo Vidal [Bayern Munchen], Paul Pogba [Juventus], Ivan Rakitic [Barcelona], Grzegorz Krychowiak [Sevilla], Andres Iniesta [Barcelona], Claudio Marchisio [Juventus], Marco Verratti [Paris Saint-Germain]

Penyerang: Cristiano Ronaldo [Real Madrid], Lionel Messi [Barcelona], Robert Lewandowski [Bayern Munchen], Luis Suarez [Barcelona], Neymar [Barcelona], Zlatan Ibrahimovic [Paris Saint-Germain], Sergio Aguero [Manchester City], Antoine Griezmann [Atletico Madrid], Alexis Sanchez [Arsenal], Alvaro Morata [Juventus], Gareth Bale [Real Madrid]

UEFA Pastikan Liga Champions dan Liga Europa Berjalan Sesuai Jadwal

UEFA menegaskan bahwa laga Liga Champions dan Liga Europa akan berjalan sesuai rencana. Hal itu ditegaskan pihak UEFA menyusul ketatnya pengamanan di negara Eropa setelah terjadi serangan teror di Paris.

Enam titik yang menjadi serangkaian teror, salah satu targetnya adalah Stade de France di saat Prancis mengalahkan Jerman 2-0. Dalam serangan teror memastikan di Paris pada pekan lalu (13/11) telah menewaskan sedikitnya 129 orang.

Dengan alasan keamanan pertandingan persahabatan antara Belgia dengan Spanyol pun dibatalkan. Begitu juga dengan laga persahabatan antara Jerman dengan Belanda juga batal di gelar setelah sempat dikabarkan ada benda mencurigakan di stadion.

Meski demikian, UEFA yakin bahwa kompetisi antar klub Eropa yang akan dilangsungkan pada pekan mendatang akan berjalan dengan baik.

“Semua pertandingan dijadwalkan ke depan akan berjalan seperti yang direncanakan,” sebut pihak UEFA dalam pernyataannya.

“UEFA memiliki aturan yang sangat ketat mengenai keselamatan dan keamanan dalam kaitannya dengan organisasi pertandingan dan bekerja sama dengan klub tuan rumah dan pemerintah setempat untuk memastikan semua langkah yang diperlukan dilaksanakan untuk menjamin keselamatan bagi semua yang terlibat,”

“UEFA belum mengeluarkan arahan tentang perjalanan fans, terserah kepada pihak yang berwenang untuk memutuskan hal-hal tersebut”.

Klopp Tak Mau Main-Main di Liga Europa

Liga Europa jadi salah satu target trofi Liverpool musim ini. Maka dari itu, Juergen Klopp memastikan ‘Si Merah’ bakal menurunkan skuat terkuat di ajang itu.

Semasa dimanajeri Brendan Rodgers, Liga Europa atau bahkan Liga Champions kerap jadi pilihan kedua di bawah Premier League. Rodgers kerap menurunkan tim lapis keduanya di ajang tersebut demi memprioritaskan finis empat besar di liga.

Hal itu menimbulkan anggapan bahwa Liverpool memang tidak serius di ajang tersebut, meski Liga Europa tetap menawarkan sebuah trofi yang bisa menambah koleksi medali juara di lemari The Anfield Gank.

Lain dulu, lain pula sekarang. Kini Klopp yang jadi manajer Liverpool dan manajer asal Jerman itu akan melakukan pendekatan berbeda dengan Rodgers. Klopp memastikan bahwa Liverpool bakal tetap menurunkan skuat terkuatnya di ajang itu, meski beberapa hari setelahnya mereka harus berlaga lagi di Premier League.

Hal itu terlihat di dua laga pertama Klopp di Liga Europa, melawan Rubin Kazan di kandang maupun tandang, di mana seluruh pemain terbaiknya diturunkan. Dua hari lalu, hanya Philippe Coutinho yang diistirahatkan.

“Perbedaannya tidak terlalu besar. Jika Anda bermain di Liga Champions, Anda bermain hari Rabu dan Sabtu. Apa bedanya (dengan Kamis dan Minggu)?” ujar Klopp seperti dikutip ESPN FC.

“Tidak ada yang bilang ‘Oke, ayo, hadapi Real Madrid dengan pemain-pemain berumur 17 tahun!’ — itu tidak adil untuk mereka. Mereka mendapat pengalaman, tapi bukan pengalaman yang seharusnya,” sambungnya.

“Apa yang akan Anda katakan kalau kami ke Kazan dengan pemain-pemain muda? Liga Europa adalah turnamen luar biasa,” lugasnya.

Setelah bermain imbang di tiga laga pertama, Liverpool membukukan kemenangan pertamanya di Liga Europa dengan mengalahkan Rubin Kazan 1-0. Tiga poin dari laga itu membawa Liverpool ke peringkat kedua klasemen Grup B dengan 6 poin.

Dembele Bawa Tottenham Akhiri Tren Negatif di Liga Europa

Tottenham Hotspur bangkit di Liga Europa setelah dua laga sebelumnya gagal memetik kemenangan di markas lawan. Menjamu Anderlecht di White Hart Lane (6/11), Tottenham memetik tiga poin berkat kemenangan 1-0.

Anderlecht mampu memberikan perlawan yang cukup berarti bagi Tottenham. Sepanjang 20 menit awal, Tottenham kesulitan untuk menembus barisan pertahanan Anderlecht.

Akan tetapi Hary Kane kembali menunjukkan ketajamannya sebagai salah satu striker andalan timnas Inggris. Pada menit ke-28, Christian Eriksen melepaskan umpan sontekan kepada Kane yang langsung menghajar bola ke pojok kiri gawang Anderlecht. Skor 1-0 untuk keunggulan Tottenham bertahan hingga turun minum.

Usai jeda, Anderlecht tetap bermain sabar agar tidak kecolongan gol kedua di laga ini. Tetapi akibat sebuah miskomunikasi di lini belakang, Imoh Ezkiel berhasil membawa Anderlecht menyamakan kedudukan lewat sontekan kaki kanannya.

Skuat asuhan Mauricio Pocchetino ini pun kembali memimpin pada tiga menit akhir waktu normal. Tembakan keras Moussa Dembele dari luar kotak penalti meluncur deras ke pojok gawang Anderlecht.

Susunan Pemain

Tottenham Hotspur: Lloris; Vertonghen, Alderweireld, Trippier, Davies, Dier, Mason (Dembele 73’), Lamela, Eriksen (Son 59’), Alli (Onomah 77’), Kane.

Anderlecht: Proto; Deschacht, Gillet, N’Sakala (Conte 83’), Mbodji, Defour, Najar, Dendoncker, Tielemans (Ezekiel 69’), Okaka, Acheampong (Sylla 89’).

Klopp Kembali Menunjukkan Perhatian Kepada Ibe

Jordon Ibe menjadi pahlawan bagi Liverpool dalam laga tandang di markas Rubin Kazan, Jumat (6/11). Ibe mencetak satu-satunya gol dalam laga matchday 4 Liga Europa terebut. Akibat pencapaiannya, Ibe dipeluk oleh manajer Juergen Klopp sesudah pertandingan.

Ibe mencetak gol melalui aksi individu yang memukai selang tujuh menit sesudah babak kedua berjalan. Berkat kemenangan itu, The Reds untuk pertama kalinya menang di Liga Europa sejak 12 Desember 2014. Selain itu, Liverpool hanya tinggal butuh satu poin lagi untuk lolos ke babak selanjutnya.

Jelas saja jasa Ibe begitu dihargai oleh Klopp. Berkat pemain berumur 19 tahun itu, Klopp meraih kemenangan pertama di Liga Europa bersama Liverpool. Tak ayal, sesudah pertandingan, dia menunjukkan rasa sayang kepada Ibe dengan menghampiri dan memeluknya.

“Dia pribadi yang baik dan talenta besar, seorang pemain ber-skill tinggi,” kata Klopp. “Dia memiliki dasar yang bagus dan merasa baik saat ini. Namun, masih banyak hal yang perlu dia kerjakan dan pelajari. Jika dia siap untuk semua itu, maka segalanya akan berjalan lancar.”

Klopp memang memiliki hubungan spesial dengan Ibe. Dia terbilang dekat dengan pemainnya itu di dalam tim. Beberapa waktu lalu, Klopp sempat memperlihatkan perhatian kepada Ibe dengan canda. Dalam sesi latihan, Ibe salah mengoper bola. Klopp lalu memberikan kacamatanya kepada Ibe agar tidak keliru lagi dalam melepaskan operan.

Liverpool Minim Pemain Di Liga Europa

Liverpool tengah mencari kemenangan pertama di Liga Europa musim ini. Namun, harapan The Reds terkendala masalah stok pemain yang minim.

Pada Jumat (6/11), Liverpool akan bermain di kandang Rubin Kazan pada matchday 4 Liga Europa. Sebelumnya, kedua tim berbagi poin sesudah seri 1-1 di Stadion Anfield pada matchday 3.

Tentu Liverpool tidak mau hasil serupa diraih lagi. Namun, ambisi untuk menang terganggu problem cedera pemain. Manajer Juergen Klopp menyatakan timnya hanya diperkuat 18 pemain saat bermain melawan Rubin.

“Kami di sini hanya dengan 18 pemain, tiga di antaranya adalah para kiper,” ujar Klopp.

Liverpool kehilangan beberapa pemain utama seperti Daniel Sturridge, Jordan Henderson, Danny Ings, Joe Gomez, Kolo Toure, dan Jon Flanagan akibat cedera. Physioroom menyebutkan ada tujuh pemain di tim utama The Reds yang masih memiliki masalah dengan kebugaran fisik.

Selain mereka, pemain tim muda, Connor Randall juga ikut cedera. Padahal, Randall diproyeksikan untuk ikut ke dalam skuat di Liga Europa setelah tampil baik dalam laga melawan AFC Bournemouth di Piala Liga Inggris.

“Pada Selasa (3/11), Randall memiliki masalah. Saya tidak tahu persis apa cedera yang menimpanya. Sepertinya itu terkait dengan otot. Karena kondisinya tidak baik, maka dia tidak bisa ikut bersama tim,” kata Klopp.

Liverpool saat ini bertengger di peringat kedua Grup B dengan koleksi tiga poin. Posisi mereka ada di bawah FC Sion yang sudah meraih tujuh poin.

Gilas Qabala, Dortmund Kunci Satu Tempat di 32-Besar

Borussia Dortmund mengamankan satu tiket ke babak 32-besar setelah mengalahkan Qabala 4-0 di Signal-Iduna Park, Jumat (6/11) dini hari.

Meski mendominasi sejak menit awal, Dortmund baru bisa memecah kebuntuan pada menit ke-28. Diawali operan Henrikh Mkhitaryan, Marco Reus berhasil membobol gawang tim tamu lewat tembakan kerasnya dari depan kotak penalti.

Jelang akhir babak pertama, giliran Pierre-Emerick Aubameyang yang mencatatkan namanya di papan skor. Mkhitaryan lagi-lagi menunjukkan peran vitalnya sebagai pemberi assist bagi gol Aubameyang.

Keunggulan Dortmund semakin tak terkejar di paruh kedua. Striker Qabala, Sergei Zenjov justru mencetak gol bunuh diri pada menit ke-67.

Dua kali memberi assist, Mkhitaryan pun tak mau ketinggalan untuk menyumbangkan gol di laga ini. Pada menit ke-70, pemain asal Armenia ini sukses membobol tim tamu dengan sepakan kaki kanannya.

Meski terus menekan, skor 4-0 untuk keunggulan Dortmund tak berubah hingga peluit panjang dibunyikan.

Kemenangan ini membuat Dortmund memastikan satu tempat di babak 32-besar. Sementara hasil negatif ini membuat Qabala dipastikan gagal untuk lolos ke babak berikutnya.

Susunan Pemain

Borussia Dortmund: Weidenfeller; Hummels, Piszczek, Schmelzer, Ginter (Gundogan 62′), Bender, Mkhitaryan, Castro, Weigl, Aubameyang (Ramos 68′), Reus (Januzaj 46’).

Qabala: Pietrzkiewicz; Ricardinho, Rafael Santos, Vernydub, Stankovic, Mezza Colli (Camalov 76′), Dasdamirov, Gai, Antonov (Pereyra 68′), Zenjov (Zargarov 86′), Dodo.

Ibe Antar Liverpool Ukir Kemenangan Perdana di Liga Europa

Liverpool berhasil memetik kemenangan perdana mereka di Liga Europa musim ini setelah mengalahkan tuan rumah Rubin Kazan 1-0, Jumat (6/11). Jordon Ibe menjadi pahlawan kemenangan Liverpool lewat satu gol krusial yang dia cetak.

Laga baru berjalan lima menit, Liverpool sudah mendapatkan peluang emas. Sebuah umpan matang dari Roberto Firmino dikontrol dengan baik oleh James Milner yang langsung melepaskan tembakan ke gawang. Sayang tembakannya masih menghantam mistar gawang.

Tim tamu kembali mendapatkan kesempatan berharga saat babak pertama hanya tersisa beberapa detik. Tetapi penampilan gemilang Sergei Ryzhikov membuat skor imbang tanpa gol tak berubah.

Selepas jeda Liverpool kembali menggebrak. Lewat sebuah serangan balik, Ibe mengakhirinya dengan tembakan keras dari luar kotak penalti yang bersarang tepat di pojok kiri gawang Rubin Kazan.

Pada menit ke-57, Liverpool nyaris menggandakan keunggulan andai saja sundulan Dejan Lovren gagal diselamatkan Ryzhikov yang menunggu di mulut gawang.

Skor 1-0 bagi keunggulan Liverpool bertahan hingga akhir.

Berkat kemenangan ini, Liverpool sementara bertengger di posisi kedua klasemen sementara grup B dengan mengoleksi enam poin.

Susunan Pemain

Rubin Kazan: Ryzhikov; Kambolov, Kverkvelia, Cotugno (Ustinov 61’), Karadeniz, Carlos Eduardo (Ozdoev 46’), Georgiev, Kislyak (Akhmetov 70’), Nabiullin, Devic, Kanunnikov.

Liverpool: Mignolet; Sakho, Lovren, Clyne, Alberto Moreno, Milner (Lallana 61’), Allen, Can (Skrtel 90+3’), Ibe, Benteke, Firmino (Lucas 81’).

Dihukum Pochettino, Townsend Absen Lawan Anderlecht

Manajer Tottenham Hotspur, Mauricio Pochettino, mencoret Andros Townsend dari daftar tim untuk menghadapi Anderlecht pada hari Jumat (6/11).

Pada laga antara Tottenham vs Aston Villa dalam ajang Premier League akhir pekan kemarin, Townsend terlihat beradu argumen dan mendorong salah satu staf pelatih tim, Nathan Gardner.

Akibat kelakuannya tersebut, Townsend tidak disertakan kedalam skuad dan tidak diizinkan ikut berlatih bersama tim utama menjelang laga melawan Anderlecht di White Hart Lane dalam laga lanjutan fase penyisihan grup Liga Europa.

Pochettino merasa apa yang dilakukan pemain berumur 24 tahun tersebut sudah melewati batas kesopanan.

“Ketika Anda bersikap salah, Anda harus selalu siap dengan akibatnya. Kapan Ia akan kembali ke dalam skuad adalah keputusan saya,” terang Pochettino seperti yang dikutip oleh Guardian.

“Kedisiplinan sangat penting bagi saya. Ketika Anda melewati batas, sangat penting bagi saya untuk menghentikan hal tersebut,”tambah dirinya.

“Sebagai manajer, saya mencoba bersikap adil. Kedisipinan sangat penting. Para staf harus hormat kepada para pemain, dan begitupun sebaliknya,” lanjutnya.

Lebih lanjut, manajer asal Argentina itu menjelaskan bahwa sang pemain telah meminta maaf atas sikapnya.

“Ia perlu belajar tentang sepak bola, tentang cara bersikap, tentang kedisplinan, dan banyak hal lainnya. Sepak bola tidak hanya tentang mengontrol bola dengan kaki dan memainkannya. Anda memiliki tanggung jawab sebagai seorang profesional,” tuntasnya.

Liverpool Masih Kurang Dingin di Depan Gawang

Hasil imbang yang didapat Liverpool kontra Rubin Kazan di Liga Europa menunjukkan lagi “penyakit” klub itu yang sepertinya belum ditemukan obatnya, yakni suka buang-buang peluang.

Pada laga yang dihelat di Anfield, Jumat (23/10/2015) dinihari WIB, Liverpool sebenarnya tampil dominan dengan menciptakan 33 peluang di mana delapan di antaranya berujung gol.

Tapi sayangnya, hanya satu gol dibuat itu pun lewat pemain tengahnya, Emre Can, pada menit ke-37. Padahal Rubin sudah bermain 10 orang sejak Oleg Kuzmin dikartumerah, di mana mereka sempat unggul 1-0 di menit ke-15.

Keunggulan jumlah pemain tidak bisa dimanfaatkan Liverpool yang terus menerus menekan pertahanan Rubin. Bahkan masuknya Christian Benteke dan Roberto Firmino pun tak banyak membantu, karena keduanya juga sulit bikin gol.

Bahkan ada satu kans yang didapat Benteke di pertengahan babak kedua gagal jadi gol setelah bola tembakannya membentur mistar gawang. Apa yang terlihat di laga melawan Rubin sebenarnya sudah sering dialami The Anfield Gank musim ini.

Tengok saja pekan lalu saat bermain imbang 0-0 dengan Tottenham Hotspur, Liverpool punya 12 percobaan tapi hanya tiga yang tepat sasaran. Sementara saat susah payah menaklukkan tim League Two, Carlisle United, di babak ketiga Piala Liga Inggris, Liverpool punya 58 percobaan dengan 16 tepat sasaran sepanjang 120 menit.

Di liga pun, Liverpool hanya bikin delapan gol dari sembilan laga meski punya rataan 11,4 peluang per laga atau total 103 peluang. Bahkan Liverpool baru sekali bikin lebih dari dua gol sepanjang musim ini, yakni saat menang 3-2 atas Aston Villa.

“Penyakit” buang-buang peluang tampaknya belum bisa hilang dari para pemain Liverpool, meski Juergen Klopp sudah datang menggantikan Brendan Rodgers. Hal inilah yang ingin segera dicari jalan keluarnya oleh skuat The Reds, meski diakui ketidakberuntungan juga punya peran di sana.

“Ada banyak sisi positif yang bisa diambil. Kami mengkreasikan banyak peluang –dan inilah yang diharapkan ketika bermain di kandang. Di kesempatan selanjutnya, saya yakin kami akan mencetak lebih banyak gol daripada hari ini,” ujar Simon Mignolet seperti dikutip situs resmi klub.

“Terkadang, keberuntungan juga dibutuhkan, entah itu bola memantul ke arah Anda atau membentur pemain lawan. Sayangnya, itu tidak terjadi hari ini dan kami harus menerimanya,” sambung kiper asal Belgia itu.

Higuain Ingin Juara Liga Europa, Napoli Membantah

Sudah lewat dua musim sejak Napoli terakhir kali meraih trofi bergengsi. Maka dari itu Gonzalo Higuain bertekad untuk menuntaskan puasa gelar musim ini, dengan Liga Europa sebagai target utama mereka.

Napoli sebenarnya musim lalu sempat jadi juara Supercoppa Italia musim usai mengalahkan Juventus, namun boleh dibilang level trofi tersebut tidak sama dibandingkan dengan Scudetto, Coppa Italia, atau trofi kompetisi Eropa.

Terakhir kali Napoli mampu memegang piala adalah pada musim 2013/2014 saat Rafael Benitez membawa Napoli memenangi Coppa Italia usai mengalahkan Fiorentina di laga final.

Setahun tanpa gelar bergengsi rupanya sudah bikin tangan Higuain “gatal” di mana ia ingin kembali merasakan memegang trofi di akhir musim. Tak tanggung-tanggung, penyerang asal Argentina itu membidik trofi Liga Europa di akhir musim.

“Napoli sudah lama tidak memenangi trofi,” ujar Higuain seperti dikutip Football Italia.

“Untuk saat ini kami semakin dekat. Kami bisa memenangi Liga Europa, kami punya kemampuan untuk melakukannya. Kami ingin menjadi bagian dari sejarah klub ini. Saya sangat bahagia di Napoli,” sambungnya.

Tak lama setelah komentar Higuain dipublikasikan, pihak Napoli membantah bahwa pemainnya telah melakukan wawancara dengan media Denmark bernama Ekstra Bladet.

“Gonzalo Higuain tidak pernah melakukan wawancara apapun. Pemberitaan koran Denmark, Ekstra Bladet, itu palsu,” demikian pernyataan resmi klub asal Naples itu.

Napoli Masih Sempurna Usai Hantam Midtjylland

Napoli mempertahankan kesempurnaan mereka di fase grup Liga Europa. Ini didapat setelah Il Partenopei menang dengan skor telak 4-1 atas klub Denmark FC Midtjylland.

Pada laga ketiga Grup D yang dihelat di MCH Arena, Herning, Jumat (23/10/2015) dinihari WIB, Napoli unggul duluan pada menit ke-19. Umpan panjang Kalidou Koulibaly disambut sepakan Jose Callejon yang membelokkan arah bola daa membuat kiper Mikel Andersen tertipu.

Keunggulan Napoli bertambah pada menit ke-31 usai Manolo Gabbiandini menuntaskan umpan tarik Allan dari sisi kanan untuk menjebol jala tuan rumah.

Gol kedua Gabbiandini pada menit ke-40 membawa Napoli unggul 3-0. Umpan Omar El Kaddouri diterima Gabbiandini dan diteruskan lewat sepakan melengkung dari luar kotak penalti, yang membuat si kulit bundar bersarang di pojok atas gawang tanpa bisa dijangkau Andersen.

Dua menit jelang turun minum,  Midtjylland memperkecil ketertinggalannya lewat gol Martin Pusic yang membuat skor menjadi 1-3.

Gol keempat Napoli sendiri baru didapat pada menit ke-92 lewat Gonzalo Higuain memantapkan. Memanfaatkan umpan terobosan dari El Kaddouri, sepakan kaki kanan penyerang Argentina itu menjebol gawang Midtjylland.

Tambahan tiga poin ini membuat anak asuh Maurizio Sarri mantap di puncak klasemen sementara Grup D dengan sembilan poin dari tiga laga, unggul tiga poin atas Midtjylland yang berada di posisi kedua.

Susunan Pemain

Midtjylland: M Andersen; Romer, K Hansen, Sviatchenko, Novak; Duelund (Mabil 73), Sparv, J Poulsen, Royer; Rasmussen (M Larsen 73), Pusic (Onuachu 62)

Napoli: Reina; Maggio, Chiriches, Koulibaly, Ghoulam (Strinic 81); Allan (Hamsik 60), Valdifiori, David Lopez; El Kaddouri, Callejon (Higuain 64), Gabbiadini

Fiorentina Ditumbangkan Lech Poznan di Kandang

Fiorentina gagal memaksimalkan laga kandang mereka melawan klub asal Polandia Lech Poznan. Ketika 90 menit laga tuntas, La Viola takluk dengan skor 1-2.

Pada laga di Artemio Franchi, Jumat (23/10) dinihari WIB, Fiorentina sebenarnya tidak tampil buruk. Mereka tampil ofensif seperti biasanya. Ini juga terlihat dengan jumlah attempts yang mereka ciptakan: 20 tembakan dengan empat tepat sasaran.

Kendati demikian, Lech Poznan justru lebih efisien. Hanya menciptakan 5 attempts dengan 2 di antaranya tepat sasaran, Lech Poznan tersebut berhasil memaksimalkannya menjadi dua buah gol.

Dua gol kemenangan Lech Poznan dibuat Dawid Kownacki di menit ke-65, lalu lewat Maciej Gajos pada menit ke-82.

Gol Kownacki tercipta dengan diawali crossing Gergo Lovrencsics dari sisi kanan. Kownacki lantas menyambarnya dengan tembakan kaki kanannya, yang sempat membentur kaki Matias Vecino, sebelum masuk ke dalam gawang.

Sementara, gol Gajos diawali oleh operan Marcin Kaminski dari sisi kiri. Gajos yang berada di depan gawang Fiorentina langsung menyambarnya dengan sepakan kaki kiri.

Satu-satunya gol hiburan Fiorentina dibuat Giuseppe Rossi pada menit ke-90. Tak lama setelah gol Rossi, Fiorentina harus kehilangan Ante Rabic yang dikartu merah karena tekel dua kakinya terhadap Dariusz Formella.

Kekalahan kedua Fiorentina di Grup I ini, setelah 1-2 dari Basel di matchday I, membuat posisi mereka berada di dasar klasemen dengan tiga poin. Lech Poznan sendiri ada di posisi kedua dengan empat poin.

Posisi puncak klasemen Grup I ditempati oleh Basel yang disaat bersama takluk dari Belenenses dengan skor 1-2. Poin Basel saat ini adalah enam dari dua kemenangan sebelumnya.

Susunan Pemain

Fiorentina: Sepe, Tomovic, Astori, Roncaglia, Pasqual (Bernardeschi 68), Rebic, Suarez (Ilicic 73), Verdu (Vecino 64), Fernandez, Babacar, Rossi.

Lech Poznan: Buric, Kedziora, Kadar, Dudka, Kaminski, Tralka, Lovrencsics, Holman (Hamalainen 68), Formella, Tetteh, Thomalia (Kownacki 63, Gajos 77).

10 Pemain Lazio Kalahkan Rosenborg

Lazio sukses memetik kemenangan dalam lanjutan Liga Europa. Meski menuntaskan laga dengan minus satu pemain, Biancocelesti mampu menang 3-1 atas wakil Norwegia; Rosenborg.

Pada Matchday III Grup G yang dihelat di Stadion Olimpico Roma, Jumat (23/10/2015) dinihari WIB, Lazio sudah bermain dengan 10 orang sejak menit keenam setelah Mauricio dikartumerah. Mauricio diusir karena melanggar  Jorgen Skjelvik yang dalam posisi mencetak gol.

Meski bermain dengan 10 orang, Lazio justru mampu unggul duluan pada menit ke-28. Alessandro Matri meneruskan umpan terobosan Antonio Candreva dengan sepakan kaki kanan yang menjebol jala tim tamu.

Felipe Anderson menambah keunggulan tuan rumah pada menit ke-54 usai menerima umpan Matri. Sepakah kaki kanan Anderson tak kuasa dihalau kiper Rosenborg.

Rosenborg memperkecil ketertinggalannya menjadi 1-2 pada menit ke-69 lewat gol Alexander Soderlund. Soderlund menyundul umpan silang dari Skjelvik untuk menaklukkan kiper Lazio, Etrit Berisha.

Pada menit ke-79, Lazio menjauhkan lagi keunggulan menjadi 3-1 dan bertahan hingga laga usai. Gol ketiga tuan rumah diciptakan oleh Candreva.

Awalnya Lazio mendapat hadiah penalti menyusul pelanggaran Yann-Erik de Lanlay terhadap Stefan Radu. Candreva gagal mengeksekusinya namun dengan cepat dia menyambar bola muntah untuk mencetak gol.

Di menit-menit akhir, giliran Rosenborg yang mendapatkan penalti akibat pelanggaran Abdoulaye Konko terhadap Anders Konradsen. Namun, eksekusi Soderlund digagalkan oleh Berisha.

Tambahan tiga poin ini membuat Lazio memimpin klasemen Grup G dengan koleksi tujuh poin dari tiga laga. Mereka ada di atas Saint-Etienne (4 poin), Dnipro Dnipropetrovsk (4 poin), dan Rosenborg (1 poin).

Susunan Pemain

Lazio: Berisha; Konko, Mauricio, Hoedt, Radu; Onazi (Gentiletti 11), Cataldi; Candreva, Mauri (Milinkovic-Savic 75), Felipe Anderson (Lulic 70); Matri

Rosenborg: Andre Hansen; Svensson (Konradsen 76), Eyjolfsson, Bjordal, Dorsin (Mikkelsen 62); Jensen, Selnaes, Midtsjo; De Lanlay, Soderlund, Skjelvik

Villarreal Hajar Dinamo Minsk 4-0

Villarreal tampil gemilang saat menghadapi Dinamo Minsk dalam lanjutan fase grup Liga Europa. Bermain di hadapan pendukungnya, El Submarino menang telak empat gol tanpa balas.

Pada Matchday III yang dihelat di di El Madrigal, Jumat (23/10/2015) dinihari WIB, Villarreal unggul 1-0 pada menit ke-17 lewat gol Cedric Bakambu. Bakambu menyambar crossing Samuel Garcia dari sisi kanan untuk membawa timnya unggul.

Pada menit ke-32, Bakambu kembali mencatatkan namanya di papan skor. Diawali umpan lambung Jonathan Dos Santos kepada Antonio Rukavina. Rukavina langsung membelokkan bola ke arah Bakambu, yang tak terkawal di mulut gawang. Dengan cepat Bakambu menyontek bola untuk membawa Villarreal unggul 2-0.

Pada menit ke-61, Roberto Soldado menambah keunggulan Villarreal menjadi 3-0. Denis Suarez memberikan umpan kepada Soldado yang berada di kotak penalti dan kemudian mengecoh kiper Aleksandr Gutor, sebelum mengirimkan bola ke dalam gawang.

Gol pamungkas Villarreal dibuat atas nama Eric Bailly sekaligus membawa timnya unggul 4-0. Pada menit ke-71, crossing Matias Nahuel Leiva menuju Bailly di kotak penalti dan diteruskan lewat sontekan pelan yang menggetarkan jala Dinamo Minsk.

Tambahan tiga poin ini membuat Villarreal tetap di posisi kedua klasemen Grup E dengan enam poin, selisih tiga angka dari Rapid Wina yang berada di puncak klasemen. Sementara itu Dinamo Minsk di posisi juru kunci dengan nol poin, lalu ada Viktoria Plzen di posisi ketiga dengan tiga poin.

Susunan Pemain

Villarreal: Barbosa, Jokic, Victor Ruiz, Rukavina, Bailly, Pina (Trigueros 63′), Samuel, Dos Santos, Suarez (Castillejo 67′), Soldado, Bakambu (Matias Nahuel 46′)

Dinamo Minsk: Gutor, Vitus, Politevich, Bangura, Begunov, Korytko (Adamovic 46′), Chigozie (Voronkov 75′), Korzun, Premudrov, Rassadkin, Beciraj (Abdussalam 66′)

Klopp: Main Bagus, Liverpool Cuma Kurang Pede

Manajer Liverpool, Juergen Klopp, menilai performa timnya sudah bagus saat menghadapi Rubin Kazan. Namun satu kekurangan yang menonjol adalah, para pemain The Reds terlihat kurang pede saat membuat peluang.

Pada lanjutan Matchday III Liga Europa di Anfield, Jumat (23/10/2015) dinihari WIB, Liverpool harus puas bermain imbang 1-1 dengan Rubin. Padahal mereka sudah unggul jumlah pemain sejak menit ke-36 dan itu gagal dimaksimalkan.

Bahkan Liverpool sempat tertinggal lebih dulu usai Marko Devic menjebol jala Simon Mignolet pada menit ke-15, sebelum menyamakan kedudukan pada menit ke-37 lewat gol Emre Can.

Setelah itu, Liverpool tampil dominan dan terus menekan pertahanan Rubin. Meski demikian, usaha mereka sia-sia karena hingga laga berakhir skor 1-1 tetap bertahan.

Soccernet mencatat bahwa Liverpool sebenarnya punya banyak kans bikin gol, yakni 33 tembakan tapi hanya delapan yang tepat sasaran. Lantas inilah yang kemudian jadi perhatian serius Klopp.

Meski sudah bisa menurunkan Christian Benteke dan Roberto Firmino di laga itu, Klopp menilai para pemainnya kurang percaya diri saat memegang bola dan menciptakan peluang.

“Tim ini tidak penuh dengan kepercayaan diri, mereka kehilangan genggaman pada pertandingan. Lawan bertahan dengan dalam dan kami harus mencari solusi,” ujar Klopp seperti dilansir BT Sport.

“Terkadang kami menemukannya. Kami punya banyak tembakan ke arah gawang. Saya akan mengatakan 98 persennya sudah oke, sementara dua persen sisanya yakni bagian pengambilan keputusan, tidak ada di lapangan,” sambungnya.

“Para pemain sudah mencoba sebisa mungkin dan kami mendapatkan gol yang sangat apik ini. Tapi tentu saja kami bisa bertahan lebih baik lagi,” tandas manajer asal Jerman itu.

Hasil ini membuat Liverpool sementara berada di posisi ketiga klasemen Grup B dengan tiga poin, selisih empat angka dari Sion di posisi teratas.

Klopp Tak Sabar Nantikan Debut Anfield

Laga melawan Rubin Kazan tengah pekan ini bakal terasa spesial untuk Juergen Klopp. Untuk pertama kalinya Klopp menyapa Anfield yang sudah tak sabar menanti kehadirannya.

Kurang lebih dua pekan Klopp menjadi pelatih Liverpool. Meski demikian, laga debutnya dilakoni di kandang Tottenham Hotspur akhir pekan lalu yang berakhir imbang tanpa gol, di mana tentunya hanya segelintir fans “Si Merah’ yang bisa melihat di laga tersebut

Selebihnya, fans Liverpool hanya bisa melihat aksi Klopp lewat layar kaca, Youtube, atau sosial media, di mana foto-foto serta video pria asal Jerman itu beredar.

Kini suporter Liverpool tak perlu menunggu hingga akhir pekan untuk melihat Klopp berada di bench Anfield, sebab pada Jumat (23/10) dinihari WIB besok, eks pelatih Borussia Dortmund dan Mainz itu akan berlaga di fase grup Liga Europa melawan wakil Rusia Rubin Kazan.

Tak cuma fans, tapi juga Klopp begitu menantikan laga itu karena dia ingin bertemu secepatnya dengan para pendukung setia The Anfield Gank, serta tentunya memberikan kemenangan perdana. Sebab mereka butuh poin penuh setelah hanya dua kali main imbang lawan Bordeaux dan Sion.

“Lawan Tottenham sudah oke, awal yang baik. Belum sempurna memang tapi kami senang,” ujar Klopp seperti dikutip Soccerway.

“Kami mengadakan rapat setelahnya dan hasilnya bagus, kami bakal melakukan langkah berikutnya, dan laga berikutnya akan benar-benar berbeda,” sambungnya.

“Laga pertama sedikit berat melawan Tottenham, kini kami bakal menghadapi lawan yang juga dalam kondisi yang tidak bagus. Mereka mengganti manajernya, jadi ini kesempatan besar untuk tim ini mendapatkan lagi mood serta kepercayaan diri.”

“Saya tak sabar menantikan laga tersebut, malam, cahaya lampu, dan atmosfer yang spesial. Saya berharap kami bisa tampil bagus di laga ini,” tutupnya.