PSG vs Clermont Foot: Les Parisiens Pesta 4 Gol

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – PSG vs Clermont Foot di lanjutan Ligue 1 pekan ke-5, Sabtu (11/9/2021) yang berlangsung di Stade Parc des Princes dimenangkan oleh tim ruan rumah dengan skor telak 4-0.

Pada babak pertama, meski tak diperkuat sejumlah pemain andalan mereka seperti Lionel Messi dan Neymar, PSG masih terlalu tangguh untuk tim tamu. Sejak menit awal, PSG langsung menekan lini belakang Clermont.

PSG vs Clermont Foot: Les Parisiens Pesta 4 Gol

Peluang emas sempat didapat oleh Kylian Mbappe di awal babak pertama namun usaha pemain timnas Prancis tersebut masih bisa digagalkan oleh Arthur Desmas.

Tim tamu pun bukan tanpa peluang. Menit ke-16 berawal dari skema serangan balik, Jodel Dossou mendapat peluang. Namun usahanya masih bisa digagalkan Gianluigi Donnarumma yang jalani debut pada laga ini.

Gol PSG akhirnya baru tercipta pada menit ke-20 lewat sepakan dari Ander Herrera memanfaatkan bola muntah dari umpan Draxler yang tak dihalau dengan sempurna oleh Desmas.

PSG vs Clermont Foot: Les Parisiens Pesta 4 Gol

Sebelas menit kemudian, Herrera kembali mencetak gol keduanya dengan skema sama, mendapat bola rebound. Kali ini berasal dari usaha Kylian Mbappe. Gol ini membuat PSG kembali unggul 2-0. Hingga akhir babak pertama laga PSG vs Clermont Foot, skor 2-0 tak berubah.

PSG vs Clermont Foot di Babak Kedua

Pada babak kedua, meski sudah unggul dua gol, PSG tak mengendurkan serangan. Laga PSG vs Clermont Foot di babak kedua tak jauh berbeda dengan babak pertama. Tim tamu hanya bisa bertahan dan sesekali mengandalkan serangan balik.

Menit ke-55 PSG kembali menjauh setelah Kylian Mbappe mencatatkan namanya di papan skor. Selang 10 menit dari gol Mbappe, giliran Idrissa Gueye yang membuat Desmas harus memunggut bola dari gawangnya untuk kali keempat.

PSG vs Clermont Foot: Les Parisiens Pesta 4 Gol

Hingga babak kedua usai, skor 4-0 di pertandingan PSG vs Clermont Foot tidak berubah. Hasil ini membuat PSG makin kokoh di puncak klasemen Ligue 1 2021-22.

Susunan Pemain PSG vs Clermont Foot:

PSG: 50-Gianluigi Donnarumma; 2-Achraf Hakimi (24-Thilo Kehrer 72′), 5-Marquinhos, 3-Presnel Kimpembe (39-Nathan Bitumazala 80′), 22-Abdou Diallo; 15-Danilo Pereira, 27-Idrissa Gueye (28-Junior Dina Ebimbe 72′), 21-Ander Herrera; 12-Rafinha, 7-Kylian Mbappe (9-Mauro Icardi 79′), 23-Julian Draxler (25-Nuno Mendes 86′)

Pelatih: Mauricio Pochettino

Clermont Foot: 1-Arthur Desmas, 20-Akim Zedadka, 21-Florent Ogier (5-Jean-Claude Billong 73′), 4-Cedric Hountondji 12-Vital N’Simba; 25-Johan Gastien (10-Jonathan Iglesias 86′), 19-Salis Abdul Samed; 11-Jim Allevinah (18-Elbasan Rashani 62′), 8-Jason Berthomier (6-Saif-Eddine Khaoui 62′), 24-Jodel Dossou (9-Jordan Tell 73′); 26-Pierre-Yves Hamel

Pelatih: Pascal Gastien

Kartu kuning: Zedadka 10′

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Prediksi: Paris Saint-Germain vs Clermont Foot

Prediksi PSG vs Clermont Foot
Banner Gamespool Baru Football5Star

PREDIKSI HASIL
FootballPredictions.com
PSG 3-1 Clermont
Forebet
PSG 2-0 Clermont
Predictz
PSG 3-2 Clermont
FOOTBALL5STAR
PSG 3-1 Clermont
Parc des Princes, Minggu (11/9/2021) 22:00 WIB (Vidio)

Football5Star.com, Indonesia Memihak kepada tuan rumah, begitu prediksi laga pekan kelima Ligue 1 2021-22 antara Paris Saint-Germain alias PSG vs Clermont Foot di Parc des Princes, Minggu (11/9/2021). Meski kedua tim belum pernah bersua sebelumnya, di atas kertas PSG dengan skuat bintangnya diunggulkan menang.

Sesuai prediksi, PSG menjalani awal musim dengan sempurna. Pasukan Mauricio Pochettino itu menyapu habis empat laga awal dengan kemenangan. Poin plus bertambah lantaran Lionel Messi sudah mulai dimainkan di Ligue 1. Jelas, fakta tersebut bisa bikin mereka kian diunggulkan saat jamu Clermont.

Namun demikian, Clermont Foot sendiri jua dalam performa mengejutkan. Sebagai tim promosi, anak asuh Pascal Gastien itu mampu duduk di urutan ketiga klasemen sementara. Bahkan, dalam perjalanannya mereka mampu menahan Lyon di kandangnya sendiri. Nah hal ini yang harus diwaspadai PSG.

REKOR PERTEMUAN
Prediksi PSG vs Clermont Foot
TREN PERFORMA
Prediksi PSG vs Clermont Foot
Banner Gamespool Baru Football5Star

STATISTIK MENARIK
  • Menarik, prediksi antara PSG vs Clermont Foot karena kedua tim belum pernah bersua sebelumnya.
  • Clermont untuk kali pertama main di Ligue 1 musim ini setelah duduk di urutan kedua Ligue 2 musim lalu.
  • PSG memenangkan enam laga terakhir di Ligue 1.
  • PSG mecnetak setidaknya dua gol dalam enam laganya di Ligue 1.
  • Clermont Foot setidaknya mencetak dua gol dalam empat laga awalnya di Ligue 1.
 PELATIH
  • Mauricio Pochettino belum pernah menghadapi Clermont dalam karier kepelatihannya.
  • Laga nanti akan jadi pertemuan perdana Pochettino melawan Pascal Gastien.
  • Gastien belum pernah melawan PSG sebelumnya.

Wasit
  • Partai PSG vs Clermont Foot rencananya akan dipimpin oleh Mikael Lesage.
  • PSG sudah 23 kali diwasiti oleh Lesage dengan menerima 29 kartu kuning dan dua kartu kuning.
  • Prediksi PSG vs Clermont Foot mengunggulkan tuan rumah karena faktor Lesage. Sebab, PSG baru sekali kalah saat diwasiti Lesage dengan rekor 21 kemenangan, dan satu imbang.
  • Clermont sudah delapan kali diwasiti Lesage dengan menerima 15 kartu kuning dan dua kartu merah.
  • Rekor Clermont saat diwasiti Lesage: 3 menang, 1 imbang, 3 kalah.
PEMAIN KUNCI

PSG

Top Scorer: Kylian Mbappe (3)
Top Assist: Achraf Hakimi, Ander Herrera (2)
Top Rating: Kylian Mbappe (8,43)

Clermont

Top Scorer: Mohamed Bayo, Elbasan Rashani (3)
Top Assist: Mohamed Bayo (2)
Top Rating: Mohamed Bayo (7,67)

*Statistik berdasar Ligue 1 2021-22 via Whoscored.

BERITA KEDUA TIM
  • PSG: Marco Verratti, Mauro Icardi (cedera), Kylian Mbappe (diragukan)
  • Clermont: Yohann Magnin (cedera)
PRAKIRAAN FORMASI
Prediksi PSG vs Clermont Foot

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Neymar Disebut Lebih Buruk dari Pemain Amatir

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Neymar mendapat kritik pedas dari mantan kiper Lyon, Pascal Olmeta. Menurut Olmeta, kondisi fisik Neymar sangat buruk setelah menikmati masa liburan.

Pemain Brasil itu memang tampil buruk saat PSG melawan Reims di Stadion Auguste-Delaune pada akhir pekan lalu. Ia pun ditarik keluar oleh Mauricio Pochettino dan digantikan Lionel Messi.

Neymar Disebut Lebih Buruk dari Pemain Amatir
RMC Sport

Menurut Olmeta seperti dikutip Football5star.com dari RMC Sport, Selasa (31/8/2021), eks pemain Barcelona itu di laga melawan Reims hanya berlari-lari kecil, tanpa kecepatan dan tak berpengaruh pada permainan PSG.

“Harusnya Anda bisa menjadi contoh teladan bagi pemain lain. Cukup. Hal itu tidak normal,” kata Olmeta.

Mantan kiper Lyon itu bahkan menyebut bahwa pemain PSG itu kalah dengan pemain amatir yang langsung bersiap ketika selesai menjalani liburan.

Neymar Disebut Lebih Buruk dari Pemain Amatir
RMC Sport

“Bahkan pemain amatir pun, ketika mereka kembali dari liburan, mereka siap untuk menyerang di pertandingan. Tapi sekarang siapa yang bercanda dengan kondisi seperti itu? Dari pemain terbak dunia,”

“Anda tidak bisa membuat orang membicarakan keburukan Anda. Jangan bilang dia berada di kondisi baik. Dia seperti anak babi kecil yang berlari kesana kemari,”

Neymar dan Gaya Hidup

Ini bukan kali pertama Neymar mendapat kritikan soal gaya hidupnya sejak pindah ke PSG. Beberapa kali, pemain 29 tahun tersebut dianggap abai dan lalai untuk menjaga kebugaran tubuhnya.

Neymar Disebut Lebih Buruk dari Pemain Amatir_
RMC Sport

Menurut Olmeta, hal seperti itu harusnya menjadi tanggung jawab pelatih. Pochettino menurut Olmelta memang harus memberi teguran keras terkait hal tersebut.

“Jika saya pelatihnya, saya tidak tahu apakah saya berhak berbicara dengannya atau apa membiarkan kondisi itu terus terjadi,”

“Jika saya kaptennya, saya akan menariknya dan mengucapkan dua kata patah kepadanya untuk bisa berubah. Anda tidak dapat mengandalkan pemain yang kesulitan untuk bergerak,” tutup Olmeta.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Reims vs Paris Saint-Germain: Messi Debut, Mbappe Gemilang

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Pertandingan menarik tersaji pada pekan keempat Ligue 1 yang mempertemukan Reims vs Paris Saint-Germain. PSG menang 2-0 berkat brace dari Kylian Mbappe. Lionel Messi menjalani debutnya di Ligue 1 di laga ini.

Peluang pertama PSG datang dari Kylian Mbappe pada menit ke-9. Dia melakukan gerakan cantik di kotak penalti sebelum menyontek bola, tapi bola hanya mengarah ke side netting.

Reims vs Paris Saint-Germain Lionel Messi Debut, Kylian Mbappe Gemilang
@IF2is

Mbappe akhirnya berhasil mencetak gol. Pada menit ke-15, Angel Di Maria memberi umpan lambung cantik yang bisa ditanduk oleh pemain timnas Prancis itu.

Reims dapat peluang emas lewat Moretto Cassama. Pada menit ke-41, dia melepaskan tembakan jarah jauh yang membentur mistar gawang.

Babak pertama berakhir dengan skor 1-0.

Reims mencetak gol pada menit ke-52. El Bilal Toure menyundul bola dan sundulannya bisa ditepis oleh Keylor Navas, tapi bola liar disambar oleh Marshall Munetsi dan masuk ke gawang. Tapi, VAR menganulir gol karena Munetsi berada pada posisi offside saat Toure menyundul bola.

Les Parisiens mencetak gol kedua pada menit ke-64, lewat serangan balik, Achraf Hakimi memberi umpan terobosan cantik ke Kylian Mbappe yang berhasil men-tap in bola.

Reims vs Paris Saint-Germain Messi Debut, Mbappe Gemilang
@PSG_English

Lionel Messi masuk pada menit ke-66 menggantikan Neymar.

Tak ada tambahan gol atau pun peluang bagus di sisa babak. Laga Reims vs Paris Saint-Germain berakhir dengan skor 2-0.

Susunan Pemain Reims vs Paris Saint-Germain:

Reims (3-4-2-1): 1-Predrag Rajkovic; 6-Andrew Gravilion, 2-Wout Faes, 5-Yunis Abdelhamid; 32-Thomas Foket, 15-Marshall Munetsi, 23-Moreto Cassama (28-Bradley Locko), 26-Dion Lopy (19-Mitchel van Bergen); 20-Illan Kebbal (12-Alexis Flips), 11-Nathanael Mbuku (14-Valon Berisha); 27-El Bilal Toure (22-Hugo Ekitike).

Pelatih: Oscar Garcia

PSG (4-3-3): 1-Keylor Navas; 2-Achraf Hakimi, 24-Thilo Kehrer, 5-Marquinhos, 22-Abdou Diallo (3-Presnel Kimpembe); 18-Gini Wijnaldum (21-Ander Herrera), 27-Gana Gueye, 6-Marco Verratti (8-Leandro Paredes); 11-Angel Di Maria (23-Julian Draxler), 7-Kylian Mbappe, 10-Neymar (30-Lionel Messi).

Pelatih: Mauricio Pochettino.

Prediksi: Stade Reims vs Paris Saint-Germain

Prediksi Reims vs PSG
Prediksi: Stade Reims vs Paris Saint-Germain 29
Banner Gamespool Baru Football5Star

PREDIKSI HASIL
Whoscored
Reims 1-4 PSG
Predictz
Reims 0-2 PSG
Forebet
Reims 1-3 PSG
FOOTBALL5STAR
Reims 0-3 PSG
Stade Auguste-Delaune II, Senin (30/8/2021) 1:45 WIB (Mola TV)

Football5Star.com, Indonesia Menarik, begitu prediksi partai pekan keempat Ligue 1 antara Stade Reims vs PSG alias Paris Saint-Germain di Stade Auguste-Delaune II, Senin (30/8/2021) dini hari WIB. Tim tamu jelas di atas kertas diunggulkan untuk bisa raih tiga poin selanjutnya musim ini.

PSG memang tengah dalam performa impresifnya di Ligue 1, mereka baru menghajar tiga partai awal dengan kemenangan. Namun masalahnya, ada pekerjaan rumah yang harus dibenahi oleh Mauricio Pochettino. Hal itu ialah lini belakang yang acap kejebolan. Lawan Reims, jelas hal itu tak boleh terjadi lagi.

Reims sendiri tengah mencari kemenangan perdananya di Ligue 1. Pasukan Oscar Garcia itu hanya mampu main imbang dalam tiga partai awalnya. Misi mereka untuk menang memang sukar. Namun, dalam sepak bola semuanya sulit diprediksi sampai peluit panjang ditiupkan wasit.

REKOR PERTEMUAN
Prediksi Reims vs PSG
Prediksi: Stade Reims vs Paris Saint-Germain 30
TREN PERFORMA
Prediksi Reims vs PSG
Prediksi: Stade Reims vs Paris Saint-Germain 31
Banner Gamespool Baru Football5Star

STATISTIK MENARIK
  • Prediksi Reims vs PSG memihak tim tamu karena rekor impresifnya. Mereka telah menang sembilan dalam sepuluh partai tandang terakhir Ligue 1.
  • PSG setidaknya mencetak dua gol sembilan kali dalam 10 laga terakhir di Ligue 1.
  • PSG setidaknya cetak dua gol dalam tiga laga terakhir melawan Reims.
  • Anak asuh Pochettino berpeluang raih cleansheet perdana musim ini. Sebab, mereka sebelumnya selalu cleansheet dalam tiga pertemuan lawan Reims.
  • Kali terakhir Reims menang atas PSG ialah 26 September 2019 saat gol Hassane Kamara dan Boulaye Dia tak mampu dibalas satu pun oleh PSG.
 PELATIH
  • Oscar Garcia baru sekali bersua PSG, yakni saat timnya kala itu, Saint-Etienne takluk 0-3 25 Agustus 2017.
  • Prediksi Reims vs PSG bakalan seru karena akan jadi pertemuan perdana Garcia melawan Mauricio Pochettino.
  • Pochettino baru sekali melawan Stade Reims, yakni saat bawa PSG menang empat gol tanpa balas 16 Mei 2021.

Wasit
  • Partai Reims vs PSG bakalan dipimpin oleh wasit Francois Letexier.
  • Letexier sudah enam kali mewasiti Reims dengan memberikan 13 kartu kuning dan satu kartu merah.
  • Rekot Reims saat diwasiti Letexier: 4 menang, 2 imbang, satu kalah.
  • PSG sendiri sudah 19 kali diwasiti oleh Letexier dan menerikma 26 kartu kuning.
  • Prediksi Reims vs PSG kian memihak kepada tim tamu karena faktor Letexier. PSG baru sekali kalah saat diwasiti Letexier, dengan 16 menang dan satu imbang sisanya.
PEMAIN KUNCI

Reims

Top Scorer: Moreto Cassama (2)
Top Assist: Ghislain Konan, Hugo Ekitike (1)
Top Rating: Ilan Kebbal (7,04)

PSG

Top Scorer: Mauro Icardi (2)
Top Assist: Ander Herrera, Kylian Mbappe (2)
Top Rating: Kylian Mbappe (8,45)

*Statistik berdasar Ligue 1 2021-22 via Whoscored.

BERITA KEDUA TIM
  • Reims: Arbër Zeneli (cedera), Anastasios Donis, Moussa Doumbia, Kaj Sierhuis (diragukan)
  • PSG: Sergio Ramos, Colin Dagba, Mauro Icardi, Idrissa Gueye (cedera), Presnel Kimpembe, Layvin Kurzawa (diragukan)
PRAKIRAAN FORMASI
Prediksi Reims vs PSG
Prediksi: Stade Reims vs Paris Saint-Germain 32

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Liga Prancis Terdepak dari Lima Besar Peringkat Koefisien UEFA

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Di sepak bola Eropa, ada istilah top 5 leagues, yaitu lima liga terbesar di benua Eropa, Inggris, Spanyol, Jerman, Italia dan Prancis. Namun dalam peringkat koefisien UEFA per tanggal 26 Agustus 2021, Liga Prancis harus kehilangan posisinya.

Liga Prancis Ligue 1 turun ke posisi 6 koefisien UEFA dan disalip oleh Liga Portugal. Koefisien UEFA dihitung berdasarkan performa klub selama 5 tahun terakhir di kompetisi Eropa.

Berdasarkan laman resmi UEFA, Liga Portugal kini mendapatkan 44.216 poin dan Liga Prancis 43.581 poin.

Liga Prancis Terdepak dari Lima Besar Peringkat Koefisien UEFA

Yang membuat Liga Portugal berhasil menyalip Liga Prancis karena hasil di babak playoff Liga Champions. Benfica berhasil mengalahkan PSV Eindhoven pada Rabu (25/8/21) dan lolos ke babak grup, peringkat sebenarnya sudah berubah pada hari itu.

Namun, Prancis bisa menyalip kembali pada Kamis (26/8/21) jika AS Monaco menang melawah Shakhtar Donetsk. Namun, pasukan Niko Kovac disingkirkan oleh tim asuhan Roberto De Zerbi dan gagal lolos ke Liga Champions.

Lalu Bagaimana Nasib Liga Prancis?

Liga Prancis Terdepak dari Lima Besar Peringkat Koefisien UEFA
DraftKings Nation

Tentu, koefisien UEFA akan berpengaruh terhadap jatah tim yang akan lolos ke kompetisi Eropa. Namun, koefisien baru akan dihitung pada akhir musim, jadi klub-klub Prancis masih punya kesempatan besar untuk mengantarkan liganya masuk ke 5 besar sebelum musim berakhir.

Tapi jika seandainya, Liga Prancis masih berada di posisi ke-6 pada akhir musim, tak terlalu banyak perubahan dalam hal jatah klub yang akan dikirim ke kompetisi Eropa.

Baik peringkat ke-5 dan ke-6 sama-sama mendapatkan jatah 6 klub, 3 diantaranya ke Liga Champions. Tapi yang membedakan, peringkat ke-5 mendapatkan jatah 2 klub ke Liga Europa dan 1 klub ke Conference League, dan peringkat ke-6 sebaliknya, 1 klub ke Liga Europa dan 2 klub ke Conference League.

LFP Jatuhkan Sanksi Pertama di Kasus Rusuh Nice vs Marseille

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – LFP melalui komite displin mereka resmi menjatuhkan sanksi untuk asisten pelatih Marseille, Jorge Sampaoli, Pablo Fernandez. Pelatih fisik Marseille itu dijatuhi sanksi larangan mendampingin tim.

Selain memberikan sanksi kepada Pablo Fernandez, LFP dalam keterangan resminya juga menekankan bahwa untuk pertandingan Nice vs Marseille statusnya masih ditangguhkan, menunggu hasil investigasi lebih lanjut.

Buntut Rusuh Nice vs Marseille, Tribun Selatan Allianz Riviera Ditutup - Presiden Lyon- LFP

“Meingat kekerasan serius yang terjadi selama pertandingan Nice vs Marseille, Komite Displin LPF memutuskan untuk menempatkan kasus ini dalam penyelidikan serius dan mengumumkan dua tindakan pencegahan,” bunyi pernyataan resmi LFP seperti dikutip Football5star.com dari RMC Sport, Kamis (26/8/2021).

Tindakan pencegahan pertama ialah memberlakukan pertandingan tanpa penonton di Allianz Arena pada 28 Agustus 2021 yang mempertemukan Nice vs Bordeaux. Sedangkan tindakan pencegahan kedua ialah memberikan sanksi larangan mendampingin tim untuk Pablo Fernandez.

Buntut Rusuh Nice vs Marseille, Tribun Selatan Allianz Riviera Ditutup - Presiden Lyon- LFP

Pablo Fernandez dalam tayangan video tampak melakukan aksi kekerasan kepada pendukung Nice saat mereka memasuki lapangan. Pihak komite displin juga menegaskan bahwa hasil investigasi secara keseluruhan akan diumumkan pada 8 September mendatang.

Di hasil investigasi secara keseluruhan tersebut akan diurai sanksi kepada para pendukung Nice yang turun ke lapangan, reaksi pemain kedua tim serta hasi pertemuan Nice vs Marseille.

“Sampai pada keputusan akhir nanti, hasil pertandingan tidak dihitung di klasemen Ligue 1,”

LFP Didesak Beri Sanksi Pengurangan Poin

Sementara itu, Presiden Lyon, Jean-Michel Aulas buka suara terkait aksi rusuh di pertandingan Nice vs Marseille pada akhir pekan lalu dalam lanjutan Ligue 1. Menurut presiden Lyon itu, otoritas sepak bola Prancis, LFP harus memberikan sanksi tegas seperti pengurangan poin.

Presiden Lyon Buka Suara Soal Rusuh Nice vs Marseille- LFP

“Saya pikir akan ada pertanyaan tentang pertandingan pada akhir pekan lalu,” buka Jean-Michel Aulas

“Vincent Labrune, presiden LFP telah melakukan tindakan tepat dengan meminta otoritas publik ikut campur dalam masalah tersebut. Sangat baik untuk meminta otoritas publik untuk turun campur tangan di insiden itu,”

“Terkadang ada kesalahan yang lebih merupakan tanggung jawab otoritas publik daripada otoritas sepak bola. Satu-satunya solusi ialah sanksi pengurangan poin,” ungkap presiden Lyon tersebut.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Real Madrid Ingin Beli Mbappe, Leonardo Sindir Soal Utang

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Leonardo, direktur PSG menyindir perihal utang yang dimiliki oleh Real Madrid. Sindiran dari Leonardo ini setelah klub Liga Spanyol itu telah mengajukan penawaran resmi untuk merekrut Kylian Mbappe.

Real Madrid sebelumnya telah memberikan tawaran sebesar 160 juta euro untuk bisa mendapatkan Kylian Mbappe dari PSG. Leonardo dengan tegas bahwa pihaknya telah menolak tawaran tersebut karena dinilai terlalu murah.

Ingin Beli Mbappe, Leonardo Sindir Utang Real Madrid

“Kami tidak menganggap tawaran itu cukup. Saya tidak akan mengkonfirmasi angka, tetapi sekitar 160 juta euro,” ungkap Leonardo seperti dikutip Football5star.com dari RMC Sport, Kamis (26/8/2021).

“Secara lisan kami sudah mengatakan tidak kepada Madrid. Dan kami belum menerima tawaran lain dari Real Madrid,”

“Kami telah melihat banyak laporan bahwa mereka tidak punya uang, bahwa ada utang di Real Madrid. Saya tidak memastikannya, tetapi itulah yang dikabarkan,” tambah pria asal Brasil tersebut.

Ingin Beli Mbappe, Leonardo Sindir Utang Real Madrid_

Per awal tahun ini, Real Madrid seperti laporan Sport memiliki nilai utang mencapai 901 juta euro atau setara dengan Rp 15,3 triliun. Meski nilai ini terbilang kecil dibanding rivalnya di Liga Spanyol, Barcelona.

Menurut Leonardo, langkah PSG perihal masa depan Kylian Mbappe dilakukan semata unuk melindungi kepentingn yang lebih besar, yakni kepentingan klub.

“Untuk semua pemain, jika pemain ingin pergi, tidak ada yang akan menghancurkan impian kami. Klub akan melindungi dirinya sendiri dan itulah yang saya lakukan,”

Leonardo Tak Halangi Kepindahan Mbappe

Leornado juga menekankan bahwa Mbappe tidak akan meninggalkan PSG secara gratis, meksipun saat ini kontrak pemain Prancis itu sudah memasuki 1 tahun terakhir.

Ingin Beli Mbappe, Leonardo Sindir Utang Real Madrid

“Saya selalu mengatakan bahwa dia tidak akan pergi secara gratis. Kami telah berbicara banyak dengan Mbappe, dengan orang tuanya dan timnya. Kami telah menempuh perjalanan panjang dengannya,”

“Saya tahu orang-orang mengatakan saya ingin menjual Mbappe, tetapi Nasser Al-Khelaifi dan saya memiliki pendapat sama, kami tidak berbagi,”

“Jika seseorang ingin pergi, kami tidak akan mengatakan tidak, tetapi dia akan melakukannya dengan persyaratan kami. Kami akan melihat apa yang terjadi ke depannya,” tutup eks pemain AC Milan tersebut.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Buntut Rusuh Nice vs Marseille, Tribune Selatan Allianz Riviera Ditutup

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Nice vs Marseille yang berlangsung di Allianz Riviera dalam lanjutan Ligue 1 dihentikan karena aksi kerusuhan yang melibatkan pemain kedua tim dan suporter. Pada laga yang berlangsung akhir pekan lalu ini, adegan kekerasan terjadi saat suporter memasuki lapangan Allianz Riviera.

Buntut dari kerusuhan yang terjadi di laga Nice vs Marseille, tribune selatan di Allianz Riviera akan ditutup sementara untuk kepentingan penyelidikan pihak terkait.

Buntut Rusuh Nice vs Marseille, Tribun Selatan Allianz Riviera Ditutup

Dikutip Football5star.com dari RMC Sport, Rabu (25/8/2021). Nice diharuskan menutup tribune selatan Allianz Riviera untuk empat pertandingan berikutnya. Untuk kepentingan penyelidikan rusuh Nice vs Marseille, otoritas Ligue 1 juga sudah memanggila perwakilan kedua klub untuk dimintai keterangan.

Otoritas Ligue 1 sendiri dalam pernyataan resmi mengutuk kerusuhan yang diwarnai tindakan kekerasan di laga Nice vs Marseille di pekan ketiga. Selain ditutup, pihak kepolisian Prancis juga menyebut akan memasang pagar anti proyektil di tribune selatan untuk mencegah peristiwa sama terulang.

Buntut Rusuh Nice vs Marseille, Tribun Selatan Allianz Riviera Ditutup

“Mengingat keseriusan insiden yang terjadi dan tanpa menunggu sanksi yang diputuskan LFP, pihak kepolisian telah mengambil keputusan untuk menutup Populaire Sud, tempat insiden akhir pekan lalu terjadi. Penutupan untuk empat laga berikutnya,” kata Bernard Gonzalez, perwakilan pihak kepolisian.

Nice vs Marseille Berakhir Ricuh

Marseille memutuskan untuk tidak melanjutkan pertandingan pekan ke-3 melawan Nice Ligue 1 2021-22. Laga Nice vs Marseille yang berlangsung di Allianz Riviera harus dihentikan setelah terjadi kerusuhan yang melibat pemain kedua tim dan suporter.

Menurut presiden Marseille, Pablo Longoria, keputusan timnya untuk angkat kaki dari Allianz Riviera disebabkan faktor keamanan.

Buntut Rusuh Nice vs Marseille, Tribun Selatan Allianz Riviera Ditutup

“Kami memutuskan untuk tidak melanjutkan pertandingan kami demi keselamatan para pemain kami. Ini kedua kalinya kami mengalami di Montpellier. Apa yang terjadi hari ini, benar-benar tidak dapat kami terima,” kata Longoria.

“Kita harus membuat preseden bagus untuk sepak bola Prancis. Wasit bersama kami, dia mengkonfirmasi kepada kami bahwa keselamatan Jorge Sampaoli, staf dan para pemain tidak terjamin,” tambahnya.

“Keputusannya adalah menghentikan pertandingan. Liga memutuskan bahwa ini masalah ketertiban umum. Ini tidak dapat diterima bagi kamu. Itu sebabnya kami memutuskan untuk tidak melanjutkan pertandingan dan kembali ke Marseille,” papar Longoria.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Presiden Marseille Jelaskan Pangkal Masalah Rusuh di Laga Nice

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Marseille memutuskan untuk tidak melanjutkan pertandingan pekan ke-3 melawan Nice Ligue 1 2021-22. Laga Nice vs Marseille yang berlangsung di Allianz Riviera harus dihentikan setelah terjadi kerusuhan yang melibat pemain kedua tim dan suporter.

Menurut presiden Marseille, Pablo Longoria, keputusan timnya untuk angkat kaki dari Allianz Riviera disebabkan faktor keamanan. Menurut Longoria seperti dikutip Football5star.com dari RMC Sport, Senin (23/8/2021), masalah kemanan memang jadi penyebab laga tersebut berlangsung rusuh.

OGC Nice - Olympique Marseille - France 24

“Kami memutuskan untuk tidak melanjutkan pertandingan kami demi keselamatan para pemain kami. Ini kedua kalinya kami mengalami di Montpellier. Apa yang terjadi hari ini, benar-benar tidak dapat kami terima,” kata Longoria.

“Kita harus membuat preseden bagus untuk sepak bola Prancis. Wasit bersama kami, dia mengkonfirmasi kepada kami bahwa keselamatan Jorge Sampaoli, staf dan para pemain tidak terjamin,” tambahnya.

“Keputusannya adalah menghentikan pertandingan. Liga memutuskan bahwa ini masalah ketertiban umum. Ini tidak dapat diterima bagi kamu. Itu sebabnya kami memutuskan untuk tidak melanjutkan pertandingan dan kembali ke Marseille,” papar Longoria.

OGC Nice - Olympique Marseille - HLN
HLN

Keputusan untuk tidak melanjutkan pertandingan juga didukung oleh walikota Benoît Payan. Menurutnya laga itu sudah seharusnya dihentikan karena tidak ada jaminan keamanan.

“Pemain yang cedera, kemanan yang gagal. Pertandingan Nice vs OM seharusnya tidak pernah dilanjutkan. Keputusan yang menyedihkan. Bangga dengan tim saya yang tidak pernah menggunakan topeng,” ungkap Payan di akun Twitter pribadi miliknya.

Marseille atau Nice yang Jadi Korban

Presiden Marseille Jelaskan Pangkal Masalah Rusuh di Laga Nice
RMC Sport

Rusuh di laga Nice vs Marseille berawal dari lemparan botol yang mengenai Dimitri Payet. Saat itu Payet tengah mengambil sepak pojok. Payet tersungkur dan bangkit kembali. Pemain 34 tahun itu lalu melempar balik botol ke arah suporter Nice.

Suporter Nice yang merasa mendapat perlawanan dari pemain lawan terus melemparkan sejumlah benda ke lapangan. Tak berselang lama, suporter Nice terlihat masuk ke lapangan dan mencoba menyerang Payet. Petugas yang berjaga mulai turun tangan menetralkan situasi.

Saat kerusuhan coba dikendalikan, pemain Marseille lain menendang bola ke arah suporter lawan, yang kemudian dihalangi pemain Nice lain. Usai insiden itu, situasi di lapangan mulai tidak terkendali. Suporter Nice makin banyak yang menyerbu ke lapangan. Papan iklan di belakang gawang Nice pun terlihat rusak.

Melihat kerusuhan yang terjadi di lapangan, wasit Benoit Bastien memilih menghentikan pertandingan. Duel itu dihentikan pada menit ke-77. Akibat rusuh ini, tiga pemain tim tamu, seperti bek Luan Peres mengalami cedera.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Kerusuhan Warnai Laga OGC Nice vs Olympique Marseille

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Kerusuhan mewarnai pertandingan pekan ketiga Liga Prancis antara OGC Nice vs Olympique Marseille pada Senin (23/8) dinihari WIB. Pertandingan terpaksa dihentikan pada menit ke-76 karena suporter Nice memenuhi area lapangan Stadion Allianz Riviera.

Kerusuhan ini bermula dari insiden pelemparan botol kepada Dimitri Payet pada menit ke-75. Payet langsung terkapar dan melempar balik botol tersebut ke arah suporter.

https://twitter.com/FootballlForAll/status/1429540688916529155

Payet bukanlah satu-satunya pemain Les Olympiens yang terkena lemparan botol dari suporter Nice. Beberapa penggawa Marseille lain juga mendapat perlakuan serupa ketika akan mengeksekusi sepak pojok maupun lemparan ke dalam.

Aksi Payet langsung membuat suporter Nice geram. Ratusan suporter mulai turun ke arah lapangan dan berusaha menyerang Payet. Wasit pun langsung menginstruksikan pemain Nice dan Marseille untuk memasuki ruang ganti.

Akan tetapi, tak semua pemain Marseille menuruti instruksi wasit. Alvaro Gonzalez dan Matteo Guendouzi langsung menghampiri suporter Nice dan sempat terlibat perkelahian. Kapten Nice, Dante, juga tidak memasuki ruang ganti dan berusaha menenangkan para suporter.

Pelatih Les Olympiens, Jorge Sampaoli juga harus dipaksa masuk ke ruang ganti. Ia sempat terlibat perkelahian dengan bek Nice, Jean-Clair Todibo.

OGC Nice - Olympique Marseille - HLN
HLN
OLYMPIQUE MARSEILLE SUDAH DUA KALI TERLIBAT KERIBUTAN

Insiden di markas Nice bukanlah yang pertama buat Marseille musim ini. Mereka juga sempat terlibat kerusuhan ketika menyambangi markas Montpellier pada pertandingan pekan pertama.

Sama seperti insiden di Stadion Allianz Riviera, penggawa Les Olympiens juga dihujani botol ketika mengambil sepak pojok maupun lemparan ke dalam. Laga akhirnya harus dihentikan pada menit ke-89 setelah botol lemparan suporter Montpellier mengenai kepala Valentin Rongier.

Meski diwarnai insiden pelemparan botol. Marseille berhasil membawa pulang tiga poin dari markas Montpellier. Mereka mengalahkan Montpellier dengan skor 3-2 setelah sempat tertinggal dua gol.

Brest vs PSG: Les Parisiens Pertahankan Rekor 100 Persen

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Paris Saint-Germain (PSG) berhasil mempertahankan rekor kemenangan 100 persen setelah membawa pulang poin penuh dari markas Stade Brest. Partai Liga Prancis antara Brest vs PSG berakhir dengan skor 4-2.

Menyandang status tim unggulan, PSG langsung menekan lini belakang Brest semenjal laga dimulai. Pada menit ketiga, Les Parisiens nyaris membuka keunggulan. Namun, sepakan Kylian Mbappe dari sudut sempit masih belum mampu menjebol gawang kawalan Marco Bizot.

PSG berhasil membuka keunggulannya pada menit ke-23 melalui sepakan voli Ander Herrera yang memaksimalkan umpan silang Mbappe. Pada menit ke-36, PSG berhasil mencetak gol keduanya. Kali ini, giliran Mbappe yang sukses menjebol gawang Bizot setelah memanfaatkan kemelut di dalam kotak penalti Brest.

Brest vs PSG - Liga Prancis - Reuters
Reuters

Skor 2-0 tak bertahan lama. Pada menit ke-42, Brest berhasil memperkecil ketertinggalannya lewat aksi Franck Honorat yang lepas dari pengawalan para pemain bertahan PSG. Skor 1-2 bertahan hingga babak pertama usai.

PSG mengawali babak kedua dengan intensitas serangan yang cukup tinggi. Brest dipaksa bertahan total dan kesulitan keluar dari tekanan hebat Les Parisiens di awal-awal babak kedua.

PSG berhasil memperlebar keunggulannya pada menit ke-73. Kali ini, giliran Idrissa Gueye yang berhasil menjebol gawang Bizot melalui sepakan keras dari jarak 40 meter.

Brest vs PSG - Liga Prancis - @iF2is
twitter.com/iF2is

Tiga menit setelah gol Gueye, Ronael Pierre-Gabriel hampir memperkecil ketertinggalan Brest. Akan tetapi, sepakan mendatarnya yang memandaatkan umpan tarik Honorat masih belum mampu menembus gawang kawalan Keylor Navas.

Usaha keras Brest akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-85. Memanfaatkan umpan silang Romain Favre, Steve Mouinie berhasil menjebol gawang Navas tanpa kesulitan berarti.

Gol Mounie membakar semangat Brest. Mereka terus menekan lini belakang PSG di sisa waktu pertandingan. Akan tetapi, mereka malah kembali kecolongan. PSG berhasil memperlebar keunggulan melalui gol cantik Angel Di Maria di masa injury time.

Skor 4-2 tak berubah hingga wasit membubarkan pertandingan. Kemenangan ini membuat Les Parisiens memiliki rekor 100 persen dalam tiga laga Liga Prancis dan berhak duduk di puncak klasemen.

SUSUNAN PEMAIN BREST VS PSG:

Brest: 40-Marco Bizot; 18-Ronael Pierre-Gabriel (2-Jean-Kevin Duverne 86′), 5-Brendan Chardonnet, 3-Lilian Brassier, 20-Jere Uronen; 28-Hiang’a Mbock, 7-Haris Belkebla (27-Hugo Magnetti 74′); 9-Franck Honorat, 21-Romain Faivre, 14-Irvin Cardona (26-Jeremy Le Douaron 74′); 15-Steve Mounie

Pelatih: Michel Der Zakarian

PSG: 1-Keylor Navas; 2-Achraf Hakimi, 24-Thilo Kehrer, 3-Presnel Kimpembe, 22-Abdou Diallo; 27-Idrissa Gueye; 6-Marco Verratti (23-Julian Draxler 72′), 21-Ander Herrera; 18-Gini Wijnaldum; 9-Mauro Icardi (29-Arnaud Kalimuendo 86′), 7-Kylian Mbappe (11-Angel Di Maria 80′)

Pelatih: Mauricio Pochettino

Kartu Kuning: Brassier 52′ – Verratti 53′, Mbappe 65′

 

Pochettino Tegaskan Kylian Mbappe Tak Akan Pindah

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Kylian Mbappe ditegaskan oleh pelatih PSG, Mauricio Pochettino tidak akan pindah pada bursa transfer musim panas ini. Menurut Pochettino, Kylian Mbappe saat ini fokus berlatih bersama PSG.

“Saya melihat dia (Mbappe) termotivasi, bekerja keras untuk menjadikan musim ini menjadi hebat,” kata Pochettino seperti dikutip Football5star.com dari Marca, Jumat (20/8/2021).

Kylian Mbappe ke Real Madrid, Cristiano Ronaldo Menuju PSG

“Dia adalah pemain kami dan saya tidak melihat dia tidak berada di sini musim ini,”

“Dia memiliki satu tahun tersisa di kontraknya, bahkan jika dia tidak memperbaruinya, dia telah menujukkan kepada saya bahwa dia senang dengan kami di sini,” tambah pelatih asal Argentina tersebut.

“Kylian Mbappe berada di kondisi tenang dan klub tahu apa yang mereka lakukan. Kami tahu dia adalah pemain kami dan dia sedang mempersiapkan pertandingan besok melawan Brest,”

Pochettino Tegaskan Kylian Mbappe Tak Akan Pindah

“Selama bursa transfer terbuka, akan banyak rumor yang beredar. Klub seperti PSG akan terbuka untuk apapun. Karena kami ingin terus meningkatkan tim kami”

Kylian Mbappe Makin Dikaitkan dengan Real Madrid

Kylian Mbappe jelang penutupan bursa transfer musim panas 2021-22 semakin dikaitkan dengan klub Liga Spanyol, Real Madrid. Menariknya, jika Kylian Mbappe hengkang dari PSG, maka klub Prancis itu disebut ingin gaet Cristiano Ronaldo.

Desas desus Mbappe pindah ke Real Madrid dilatarbelakangi kontrak pemain 22 tahun itu yang hanya tersisa satu tahun di PSG.

Pochettino Tegaskan Kylian Mbappe Tak Akan Pindah

“Jika Mbappe fokus untuk bergabung ke Real Madrid dan PSG tidak mentransfernya musim panas ini, klub berisiko untuk kehilangan dia secara gratis tahun depan setelah kontraknya berakhir pada Juni 2022,” tulis media Spanyol tersebut.

“Klub mungkin berpikir bahwa pemain 22 tahun itu bisa membantu Messi dan Neymar untuk membawa PSG meraih trofi Liga Champions kali pertama. Tapi PSG juga bisa menggunakan uang penjualan Mbappe untuk membeli pemain seperti Cristiano Ronaldo,”

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Prediksi: Brest vs Paris Saint-Germain

Prediksi Brest vs Paris Saint-Germain
Prediksi: Brest vs Paris Saint-Germain 76
Banner Gamespool Football5Star
PREDIKSI HASIL
Squawka
Brest 0-4 PSG
Predictz 
 Brest 0-2 PSG
Footballpredictions.net
Brest 1-2 PSG
FOOTBALL5STAR
Brest 0-2 PSG

Francis-Le Ble, Sabtu (21/8/2021) Pukul 02.00 WIB (Bein Sports 2)

Football5Star.com, Indonesia – Pertandingan menarik tersaji pada pekan ketiga Ligue 1 yang mempertemukan Brest vs Paris Saint-Germain. Apakah Lionel Messi akan debut di laga ini?

Brest sebenarnya tampil cukup bagus di dua laga pertama, mereka berhasil menahan imbang Lyon dan Rennes. Jadi tentu saja mereka tak boleh diremehkan. Mereka juga memiliki pelatih baru yang bagus, Michel Der Zakarian yang sebelumnya melatih Montpellier.

Sedangkan PSG, tentu saja mereka berhasil meraih hasil sempurna di dua laga pertama. Namun pertahanan menjadi sorotan karena mereka gagal mencatatkan clean sheet di dua laga itu.

Apakah Messi akan menjalani debutnya di laga ini? Pelatih Mauricio Pochettino mengatakan bahwa dia tak terburu-buru untuk memainkan Messi dan akan menunggunya sampai fit 100 persen. Sky Sports melaporkan bahwa Messi kemungkinan baru akan debut di pekan keempat melawan Reims.

REKOR PERTEMUAN
Prediksi Brest vs Paris Saint-Germain 2
Prediksi: Brest vs Paris Saint-Germain 77
TREN PERFORMA
Prediksi Brest vs Paris Saint-Germain 3
Prediksi: Brest vs Paris Saint-Germain 78
Banner Gamespool Football5Star
STATISTIK MENARIK
  • PSG selalu menang melawan di 9 laga terakhirnya melawan Brest.
  • PSG mencatatkan cleansheet di 3 laga terakhirnya melawan Brest.
  • PSG tak terkalahkan di 21 laga terakhirnya melawan Brest.
  • Terakhir kali Brest menang melawan PSG, Januari 1985 dengan skor 3-1.
  • PSG menang di 8 dari 9 laga terakhirnya di Ligue 1.
PELATIH
  • Kedua pelatih, Michel Der Zakarian dan Mauricio Pochettino sudah bertemu dua kali sebelumnya.
  • Yakni di Ligue dan semifinal Coupe de France musim lalu saat Zakarian melatih Montpellier. Pochettino menang di dua laga itu.
  • Rekor Zakarian melawan PSG sangat buruk: 18 laga, 1 menang, 1 imbang dan 16 kalah.
  • Rekor Pochettino melawan Brest: 3 laga, 3 menang.
WASIT
  • Laga Brest vs Paris Saint-Germain akan dipimpin oleh wasit Eric Wattellier.
  • Wattellier memimpin 17 laga Ligue 1 musim lalu dengan catatan 41 kartu kuning dan 1 kartu merah.
  • Rekor Brest saat diwasiti Wattellier di Ligue 1: 4 laga, 3 menang dan 1 kalah.
  • Rekor PSG saat diwasiti Wattellier di Ligue 1: 1 laga, 1 menang.
PEMAIN KUNCI

Brest

Top Scorer: Irvin Cardona, Jeremy Le Daouaron (1 gol)
Top Assist: Franck Honorat (1 assist)
Top Rating: Steve Mounie (7,34)

Paris Saint-Germain

Top Scorer: Mauro Icardi (2 gol)
Top Assist: Kylian Mbappe (2 assist)
Top Rating: Kylian Mbappe (8,54)

*Statistik Ligue 1 2021-22 berdasarkan WhoScored

BERITA KEDUA TIM

Daftar Cedera Brest vs Paris Saint-Germain

Brest: Paul Lasne, Sebastien Cibois cedera.
PSG: Sergio Ramos, Juan Bernat cedera. Lionel Messi tidak fit.

PRAKIRAAN FORMASI
Prediksi Brest vs Paris Saint-Germain 4
Prediksi: Brest vs Paris Saint-Germain 79

Lionel Messi Ungkap Alasannya Gunakan Nomor 30 di PSG

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Lionel Messi mengungkap alasannya memilih menggunakan nomor punggung 30 di Paris Saint Germain (PSG). Selain karena nomor 10 di PSG sudah menjadi milik sahabatnya, Neymar, Lionel Messi menyebut nomor 30 dipilih karena alasan masa lalu.

“Nomor 30 adalah baju pertama yang saya pakai dalam tahun pertama saya di Barcelona. Setelah sekian lama dan dengan perubahan besar ini, saya merasa seperti memulai lagi dan rasanya tepat untuk memulai dengan menggunakan nomor 30,” kata Lionel Messi seperti dikutip Football5star.com dari Marca, Kamis (19/8/2021).

Lionel Messi tetap merelakan nomor ikonik 10 dipakai Neymar.

Yang menjadi menarik, selama ini nomor punggung 30 di PSG lebih banyak digunakan oleh para penjaga gawang. Dari 12 pemilik nomor 30 di PSG, 11 orang berposisi sebagai kiper. Satu pemain yang pernah menggunakan nomor 30 dan bukan kiper ialah Timothy Weah.

Putra dari legenda AC Milan, George Weah ini pertama menggunakan nomor 30 pada musim 2018-19. Namun kemudian nomor ini diberikan Weah kepada Kevin Trapp.

Lionel Messi Ungkap Alasannya Gunakan Nomor 30 di PSG

Lionel Messi Senang dengan Sambutan Fan PSG

Lionel Messi mengaku sangat senang dengan sambutan fan PSG saat kedatangannya. Ia menyebut bahwa pengalaman itu sangat luar biasa.

“Sejujurnya gila. Sejak pernyataan itu keluar, orang-orang membanjiri jalan-jalan tanpa tahu saya akan datang ke sini karena tidak ada yang dikonfirmasi,” ucapnya.

Lionel Messi Ungkap Alasannya Gunakan Nomor 30 di PSG

“Ini adalah pengalaman pertama saya di luar Barcelona, telah berada di sana begitu lama dan mengalami ini gila. Saya hanya menikmati setiap menit dan sangat bersemangat untuk memulai,” tambah pemain berjuluk La Pulga tersebut.

“Saya sangat bersemangat untuk bermain dengan Neymar setelah menghabisakan begitu banyak waktu terpisah dan sangat bersemangat untuk bermain bersama pemain lain. Saya pikir PSG memiliki skuat yang spektakuler,”

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Prediksi: Paris Saint-Germain vs Strasbourg

cover PSG vs Strasbourg
Prediksi: Paris Saint-Germain vs Strasbourg 92
Banner Gamespool Football5Star
PREDIKSI HASIL
WhoScored
PSG 4-1 Strasbourg
Predictz 
 PSG 3-1 Strasbourg
Footballpredictions.net
PSG 2-1 Strasbourg
FOOTBALL5STAR
PSG 3-1 Strasbourg

 

Parc des Princes, Minggu (15/8/2021) Pukul 02.00 WIB (Bein Sports 2)

Football5Star.com, Indonesia – Pertandingan menarik tersaji pada pekan kedua Ligue 1 yang mempertemukan Paris Saint-Germain vs Strasbourg. Lionel Messi kemungkinan belum bisa dimainkan di laga ini.

PSG harus susah payah mengalahkan tim promosi, Troyes, 2-1 pekan lalu. Tapi, pemain baru Achraf Hakimi langung tancap gas dengan berhasil mencetak gol. Kini, Mauricio Pochettino akan mendapatkan amunisi tambahan.

Pemain yang bermain di final Euro dan Copa America seperti Marco Verratti, Angel Di Maria, Marquinhos dan Neymar sudah kembali. Tapi, Messi kemungkinan belum bisa dimainkan karena baru tiba di Paris pada Selasa lalu.

Sedangkan Strasbourg mendapatkan start yang buruk, mereka kalah melawan Angers 2-0 di laga pertama. Strasbourg juga memiliki rekor yang buruk di Parc des Princes.

REKOR PERTEMUAN
head to head PSG vs Strasbourg
Prediksi: Paris Saint-Germain vs Strasbourg 93
TREN PERFORMA
Lima Laga Terakhir PSG vs Stasbourg
Prediksi: Paris Saint-Germain vs Strasbourg 94
Banner Gamespool Football5Star
STATISTIK MENARIK
  • PSG menang di 11 dari 12 laga kandang terakhirnya melawan Strasbourg di semua kompetisi.
  • PSG menang di 7 dari 8 laga terakhirnya di Ligue 1.
  • PSG mencatatkan 6 clean sheet dari 8 laga kandang terakhirnya melawan Strasbourg di semua kompetisi.
  • PSG paling tidak mencetak 2 gol di 7 dari 8 laga terakhirnya di Ligue 1.
  • Strasbourg hanya menang 1 kali dari 8 laga terakhirnya di Ligue 1.
PELATIH
  • Ini merupakan pertemuan pertama kedua pelatih, Mauricio Pochettino dan Julien Stephan.
  • Stephan baru ditunjuk menjadi pelatih musim ini menggantikan Thierry Laurey.
  • Pochettino belum pernah melawan Strasbourg sebelumnya.
  • Rekor Stephan melawan PSG tidak terlalu buruk: 5 laga, 2 menang dan 3 kalah.
  • Stephan mengalahkan PSG di final Coupe de France musim 2018-19 saat melatih Rennes lewat adu penalti.
WASIT
  • Laga Paris Saint-Germain vs Strasbourg akan dipimpin oleh wasit Willy Delajod.
  • Delajod memimpin 18 laga Ligue 1 musim lalu dengan catatan 65 kartu kuning dan 11 kartu merah.
  • Rekor PSG saat diwasiti Delajod di Ligue 1: 5 laga, 5 menang.
  • Rekor Strasbourg saat diwasiti Delajod di Ligue 1: 4 laga, 1 menang dan 3 imbang.
PEMAIN KUNCI

PSG

Top Scorer: Achraf Hakimi, Mauro Icardi (1 gol)
Top Assist: Kylian Mbappe, Ander Herrera (1 assist)
Top Rating: Kylian Mbappe (8,44)

Strasbourg

Top Scorer:
Top Assist:
Top Rating: Anthony Caci (6,98)

*Statistik Ligue 1 2021-22 berdasarkan WhoScored

BERITA KEDUA TIM

PSG: Sergio Ramos cedera. Juan Bernat tidak fit. Lionel Messi belum tersedia.
Strasbourg: Lebo Mothiba cedera.

PRAKIRAAN FORMASI
line up PSG vs Strasbourg
Prediksi: Paris Saint-Germain vs Strasbourg 95

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Lionel Messi Tak Sabar Ingin Lawan Barcelona

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Lionel Messi mengaku saat ini dirinya sangat senang bisa bergabung ke Paris Saint Germain (PSG). Lionel Messi bahkan menegaskan bahwa dirinya sangat siap seandainya tim barunya ini bertemu dengan Barcelona di Liga Champions 2021-22. ‘

“Saya tahu tujuan saya dan Paris sama. Saya tidak tahu apakah kami akan menghadapi Barcelona. Tapi akan sangat menyenangkan untuk kembali ke Nou Camp, semoga dengan disaksikan para penggemar,” ucap Lionel Messi seperti dikutip Football5star.com dari L’Equipe, Jumat (13/8/2021).

Paris Saint-Germain - Lionel Messi - Cesc Fabregas - VNExploler

Meski diakui oleh Messi bahwa akan sangat aneh datang ke Nou Camp dan menghadapi Barcelona dengan menggunakan jersey tim lain.

“Akan sangat aneh bermain di kandang Barcelona, dengan seragam lain. Tetapi hal itu biasa terjadi di sepak bola,” ucapnya.

Paris Saint-Germain - Lionel Messi - Cesc Fabregas - @psg_english
twitter.com/psg_english

Lionel Messi pun mengungkapkan bahwa keputusannya untuk hengkang dari Barcelona merupakan keputusan paling rumit di sepanjang karier sepak bolanya. Ditegaskan sekali lagi oleh Messi, Barcelona adalah rumah bagi dirinya.

“Sangat rumit untuk keluar dari Barcelona tanpa mengetahui akan ke mana saya akan pergi. Barcelona adalah rumah saya sejak masih kecil. Saya tahu saya akan tiba di tim yang kuat yang bertujuan untuk memenangkan Liga Champions, sesuatu yang saya sukai,” tambah pemain berjuluk La Pulga tersebut.

Lionel Messi Tak Meminta Gaji Lebih

Kepindahan Messi dari Barcelona ke PSG memunculkan tudingan bahwa klub Paris tersebut melanggar FFP. Akan tetapi pemilik PSG, Nasser Al-Khalaifi membantah hal tersebut. Menurut milioner asal Qatar itu, PSG selalu mematuhi aturan terkait FFP.

Lionel Messi Tak Sabar Ingin Lawan Barcelona
Sky Sports

“Mengenai FFP, kami selalu mengikuti peraturan dari hari pertama sampai terakhir. Kami akan selalu mengikuti peraturan ini. Sebelum kami melakukan apapun, kami memeriksa dengan orang keuangan dan hukum,” ungkapnya.

“Kami memiliki kapasitas untuk mengontraknya. Apa yang dibawa Leo ke klub sangat besar, yang bisa Anda lihat di luar. Dia adalah aset besar bagi klub,”

“Saya harap Leo tidak akan meminta gaji lebih, tetapi apa yang kami miliki saat ini sangat fantastis,” tutup Al-Khailifi.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Saat PSG Berjuang Terhindar dari Zona Degradasi

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – PSG menjelma jadi tim terkuat di Ligue 1 musim ini pasca kedatangan Lionel Messi. Musim ini, tim besutan Mauricio Pochettino tersebut tidak hanya datangkan Messi. PSG juga mendapatkan Gianluigi Donnarumma, Achraf Hakimi, Georginio Wijnaldum dan Sergio Ramos.

Tambahan lima pemain bermental juara ini semakin mengkuat skuat PSG pada musim ini. Gelontoran dana dari milioner asal Qatar, Nasser Al-Khelaifi memang mengubah wajah Les Parisiens. Tim yang baru berdiri 50 tahun silam itu dalam beberapa musim terakhir memang menjadi penguasa Ligue 1, meski belum bisa menaklukkan Eropa.

Kedatangan lima pemain di musim ini tentu untuk menuntaskan misi untuk bisa meraih gelar di Eropa, Liga Champions. Misi ini juga yang diemban Lionel Messi dengan bergabung ke PSG.

Paris Saint-Germain - Lionel Messi - Cesc Fabregas - @psg_english
twitter.com/psg_english

“Tak mudah memenangkan trofi tersebut. Sebuah klub bisa saja memiliki tim terbaik di dunia dan ternyata tidak memenangkan Liga Champions.”

“Saya pernah berada di tim hebat tetapi tidak memenangkan trofi. Sebuah tim harus kuat, solid dan bersatu untuk memenangkan Liga Champions. Keberuntungan juga membantu! Seperti yang saya katakan sebelumnya, tim terbaik tidak selalu memenangkannya,” ucap Messi seperti dikutip Football5star.com dari Sky Sports, Kamis (12/8/2021).

Jika musim ini Les Parisiens memiliki target tak hanya sapu bersih gelar domestik, namun juga Liga Champions, Les Parisiens sempat mengalami masa suram sebelum kedatangan Al-KKhelaifi dan para bintang seperti Mbappe, Messi dan Neymar.

PSG Berjuang dari Zona Degradasi

Pada musim 2006-07 dan 2007-08, PSG alami kondisi tak mengenakkan karena harus berjuang terhindar dari degradasi. Klub saat itu alami krisis finansial dan disebut media Prancis akibat salah urus klub.

Padahal sebelum dua musim tersebut, PSG juga sempat jadi sorotan karena memiliki talenta seperti Ronaldinho dan Pauleta. Dua pemain yang mengantarkan PSG meraih lima gelar juara, tiga Piala prancis, satu Piala Liga Prancis dan Piala Intertoto.

Saat PSG Berjuang Terhindar dari Zona Degradasi
Fourfourtwo

Krisis finansial ini berawal dari pecah kongsi dengan Canal +, salah satu media ternama di Prancis. Saluran televisi Prancis ini kemudian menjual PSG ke Colony Capital pada 2006. Sayang keputusan itu tak bisa menyelamatkan PSG dari masa suram.

Dua musim beruntun, tim kebanggaan orang Paris ini harus berada di papan bawah klasemen Ligue 1. Di musim 2006-07, Alain Cayzac menjadi presiden Les Parisiens.

Situasi klub tak bagus, dua kali mereka harus alami pergantian pelatih. Di awal musim, mereka dilatih oleh Guy Lacombe. Ia dipecat pada 15 Januari 2007 dan digantikan oleh Paul Le Guen.

Saat PSG Berjuang Terhindar dari Zona Degradasi
Goal

Skuat Les Parisiens di musim 2006-07 pun bisa dibilang hanya pemain kelas dua. Tidak ada pemain bintang, hanya tersisa Paulteta. Awal musim mereka dikalahkan Lorient 2-3. Les Parisiens juga sempat dibantai rival utamanya, Marseille 1-3 di pekan ke-5.

Bahkan pada musim itu, Les Parisiens sempat 12 pekan tanpa kemenangan dan sempat alami 4 kali kekalahan beruntun. Di akhir musim 2006-07, Les Parisiens bertengger di posisi 15 dengan poin 48 selisih 9 poin dari Troyes yang terdegradasi ke Ligue 2.

Musm selanjutnya pun tak lebih baik. Padahal di musim 2007-08 mereka mendapatkan pemain sekaliber Claude Makélélé serta Ludovic Giuly. Malah di musim 2007-08, posisi mereka melorot ke posisi 16 di akhir musim dengan raihan 43 poin, selisih 3 poin dari Lens yang terdegradasi.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Trio MMN, Messi, Mbappe, Neymar Bisa Kalahkan Catatan MSN?

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Trio MMN, Messi, Mbappe, Neymar bakal jadi kekuatan Paris Saint Germain (PSG) pada musim ini. Dengan resminya Lionel Messi bergabung ke PSG, ia akan kembali berduet dengan sahabat baiknya, Neymar dan ditopang peraih titel Piala Dunia 2018, Kylian Mbappe.

Trio MMN, Messi, Mbappe, Neymar menjadi triumvirat baru yang diprediksi bakal mencetak banyak gol di Ligue 1 ataupun kompetisi Liga Champions. Kemunculan Trio MMN juga diprediksi bisa kalahkan catatan trio MSN, Messi, Suarez dan Neymar di Barcelona beberapa musim lalu.

Trio MMN, Messi, Mbappe, Neymar Bisa Kalahkan Catatan MSN
Marca

Trio MMN akan bekerja keras untuk meneruskan warisan trisula MSN yang begitu legendaris. Trio MSN tercipta saat Suarez datang ke Barcelona dari Liverpool pada 2014. Tiga musim trio ini membuat Barcelona menjadi tim yang sulit dikalahkan.

Dikutip Football5star.com dari data Whoscred, Rabu (11/8/2021), Messi, Suarez dan Neymar selama tiga musim di Nou Camp telah mencetak 379 gol dan 173 assist.

Messi mencetak 153 gol dari 158 pertandingan, Suarez dengan 121 gol dari 147 pertandingan dan Neymar mengoleksi 105 gol dari 145 laga bersama Barcelona.

Catatan gol itu membantu Barcelona memenangkan banyak gelar, mulai dari dua gelar Liga Spanyol, tiga Copa del Rey, Supercopa de Espana, Liga Champions, Piala Super Eropa dan Piala Dunia Antarklub, sapu bersih gelar juara dilakukan trio MSN.

Beban Berat Trio MMN

Chemistry yang sudah terbangun antara Messi dan Neymar tentu jadi pekerjaan rumah bagi Mbappe. Pemain asal Prancis ini memiliki beban cukup berat di musim pertamanya bermain bersama Messi dan Neymar.

Luis Suarez saat awal bergabung di Barca mampu membangun chemistry dengan cukup cepat. Pada musim pertamanya trio MSN, ketiganya mampu mencetak lebih dari 100 gol, tepatnya 122 gol di semua kompetisi.

Trio MMN, Messi, Mbappe, Neymar Bisa Kalahkan Catatan MSN
Sky Sports

Tidak seperti saat trio MSN terbentuk, usia ketiga pemain ini tak jauh berbeda. Saat ini, Mbappe menjadi yang paling muda dan Messi sudah memasuki usia tua, 34 tahun. Akan muncul pertanyaan seberapa kuat ketiganya bermain bersama untuk mencetak gol bagi tim?

Belum lagi kondisi naik turun Neymar di PSG. Neymar diganggu cedera yang datang silih berganti. Selama empat musim di Paris, Neymar tercatat absen 20 pertandingan di Ligue 1. Di musim lalu, Neymar hanya mencetak 17 gol di Ligue 1, catatan paling sedikit Neymar sejak 2013-14.

Statistik Mbappe dan Neymar di PSG pun belum menyentuh 100 gol. Gol keduanya di total akan menjadi 46 gol, dengan total gol PSG musim lalu sebanyak 92 gol di Ligue 1 dan Liga Champions.

Peran Pochettino

Mauricio Pochettino bikin pelatih lain jadi iri. Baru seumur jagung melatih di PSG, Mauricio Pochettino mendapat kesempatan melatih pemain terbaik dunia, Lionel Messi.

Kedatangan Lionel Messi ke PSG menjadilkan tim berjuluk Les Parisiens menjelma jadi tim terkuat di dunia. Di posisi penjaga gawang, ada kiper peraih gelar EURO 2020, Gianluigi Donnarumma. Di jantung pertahanan, ada pemain berpengalaman, Sergio Ramos.

Di sektor tengah ada pemain peraih titel Liga Champions bersama Liverpool, Georginio Wijnaldum. Di depan sudah jaminan mutu, ada Neymar, Kylian Mbappe, di tambah Lionel Messi menjadikan PSG bak Goliath di antara tim-tim Liga Prancis musim ini.

Mauricio Pochettino Latih Messi, Beruntung atau Buntung?

Bahkan bisa dibilang PSG musim ini memiliki kekuataan lebih besar dibanding Real Madrid era Los Galaticos pada era 2000-an. Dengan kekuataan merata di semua lini, harusnya PSG bisa sampu gelar musim ini, termasuk gelar Liga Champions yang jadi dambaan sang pemilik klub, Nasser Al-Khelaifi.

Saat masih melatih di Spurs dan Southampton, Mauricio Pochettino dikenal sebagai pelatih dengan gaya menyerang. Seperti Pep Guardiola, Pochettino sangat senang jika anak asuhnya mampu menguasai bola lebih banyak. Hal positif yang sangat menguntungkan dirinya dan Messi.

Menilik dari gaya permainannya di Spurs, Pochettino pun sama dengan Guardiola yang selalu membangun serangan dari kaki ke kaki dari lini pertahanan. Mirip gaya tiki taka.

Jika di Spurs, Pochettino mengandalkan Toby Alderweireld untuk membanyn serangan. Maka di PSG, Sergio Ramos menjadi pemain kuncinya. Pochettino akan selalu bersandar pada possession, operan-operan pendek, dan pressing tinggi.

Yang harus diperhatikan saat Pochetino menerapkan ofensif ialah resiko untuk pemainnya kehilangan bola. Dan biasanya ia akan menerapkan taktik counterpressing. Pada kondisi inilah peran dari full back anyar Achraf Hakimi menjadi penting.

Hakimi harus segera berlari turun menutup ruang kosong saat pemain lain kehilangan bola. Yang menjadi sedikit berbeda dari gaya melatih Pocchetino ialah dirinya tak suka pemainnya bermain melebar. Baginya, menjaga jarak sekecil mungkin akan membuat lapangan menjadi sempit.

Dengan gaya seperti itu, sosok Messi akan sangat diperlukan Pochetino. Karena pelatih Argentina ini lebih suka menyebut sayapnya tersebut sebagai penyerang yang melebar.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Mauricio Pochettino Latih Messi, Beruntung atau Buntung?

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Mauricio Pochettino bikin pelatih lain jadi iri. Baru seumur jagung melatih di PSG, Mauricio Pochettino mendapat kesempatan melatih pemain terbaik dunia, Lionel Messi.

Kedatangan Lionel Messi ke PSG menjadilkan tim berjuluk Les Parisiens menjelma jadi tim terkuat di dunia. Di posisi penjaga gawang, ada kiper peraih gelar EURO 2020, Gianluigi Donnarumma. Di jantung pertahanan, ada pemain berpengalaman, Sergio Ramos.

Di sektor tengah ada pemain peraih titel Liga Champions bersama Liverpool, Georginio Wijnaldum. Di depan sudah jaminan mutu, ada Neymar, Kylian Mbappe, di tambah Lionel Messi menjadikan PSG bak Goliath di antara tim-tim Liga Prancis musim ini.

Nasser Al-Khelaifi - Paris Saint-Germain - Lionel Messi - @psg

Bahkan bisa dibilang PSG musim ini memiliki kekuataan lebih besar dibanding Real Madrid era Los Galaticos pada era 2000-an. Dengan kekuataan merata di semua lini, harusnya PSG bisa sampu gelar musim ini, termasuk gelar Liga Champions yang jadi dambaan sang pemilik klub, Nasser Al-Khelaifi.

Pertanyaannya kemudian, apakah Mauricio Pochettino mampu untuk bisa mengemban misi yang berat tersebut? Sebagi klub yang berambisi besar sejak dimilik Al-Khelaifi, PSG tak segan untuk memecat pelatih yang dianggap tak bisa memenuhi ambisi pemilik klub.

Carlo Ancelotti, Laurent Blanc, Unai Emery hingga Thomas Tuchel harus terdepak dari posisinya meski sudah memberikan gelar lokal. Dibanding pelatih seperti Ancelotti, Mauricio Pochettino adalah anak kemarin sore.

Sebelum melatih di PSG, prestasi terbaik Pochettino hanyalah membawa Tottenham Hotspur menjadi runner up Piala Liga Inggris dan Liga Champions 2018-19, capaian yang gagal jika melihat dari kacamata Al-Khelaifi.

Apa Pochettino sama sekali tak memiliki kemampuan untuk melatih pemain seperti Messi? Menurut jurnalis Spanyol, Axel Torres, pelatih asal Argentina itu termasuk sosok cerdas yang bisa mengatasi tekanan dengan baik.

“Pochettino adalah pelatih yang cerdas. Jika dia berada di kondisi tertekan, dia bisa mengatasinya dengan baik. Itu adalah kemampuan luar biasa untuk menghadapi keadaan,” ucap Torres seperti dikutip Football5star.com dari Cadena Ser, Rabu (11/8/2021).

“Terkadang dia selalu mengambil inisiatif, di sisi lain dia akan menunggu situasi. Adaptasi adalah ciri dari gaya melatihnya. Saya pikir dia akan membangum tim yang seimbang, di luar bakat ofensifnya,” tambah Torres.

Sisi Ofensif Pochettino

Saat masih melatih di Spurs dan Southampton, Pochettino dikenal sebagai pelatih dengan gaya menyerang. Seperti Pep Guardiola, Pochettino sangat senang jika anak asuhnya mampu menguasai bola lebih banyak. Hal positif yang sangat menguntungkan dirinya dan Messi.

Menilik dari gaya permainannya di Spurs, Pochettino pun sama dengan Guardiola yang selalu membangun serangan dari kaki ke kaki dari lini pertahanan. Mirip gaya tiki taka.

Mauricio Pochettino Latih Messi, Beruntung atau Buntung?
Marca

Jika di Spurs, Pochettino mengandalkan Toby Alderweireld untuk membanyn serangan. Maka di PSG, Sergio Ramos menjadi pemain kuncinya. Pochettino akan selalu bersandar pada possession, operan-operan pendek, dan pressing tinggi.

Yang harus diperhatikan saat Pochetino menerapkan ofensif ialah resiko untuk pemainnya kehilangan bola. Dan biasanya ia akan menerapkan taktik counterpressing. Pada kondisi inilah peran dari full back anyar Achraf Hakimi menjadi penting.

Hakimi harus segera berlari turun menutup ruang kosong saat pemain lain kehilangan bola. Yang menjadi sedikit berbeda dari gaya melatih Pocchetino ialah dirinya tak suka pemainnya bermain melebar. Baginya, menjaga jarak sekecil mungkin akan membuat lapangan menjadi sempit.

Dengan gaya seperti itu, sosok Messi akan sangat diperlukan Pochetino. Karena pelatih Argentina ini lebih suka menyebut sayapnya tersebut sebagai penyerang yang melebar.

Koneksi Newell’s Old Boys

Salah satu keunggulan Pochettino melatih Messi ialah koneksi Newell’s Old Boys. Keduanya sama-sama pernah bermain di klub Argentina tersebut. Selain itu, keduanya pun sama-sama mengawali kariernya di kota Barcelona. Poche mengawali karier sepak bolanya di Eropa di Espanyol, klub tetangga Barcelona.

Mauricio Pochettino Latih Messi, Beruntung atau Buntung__
@thespursweb

Sama-sama pernah dan sampai sekarang mengagumi Newell’s Old Boys jadi nilai plus tersendiri untuk Poche melatih Messi. Beberapa waktu lalu, Mauricio Pochettino juga sempat mengungkap bahwa dirinya akan sangat tertantang jika bisa melatih La Pulga.

“Tantangan terbaik yang dimiliki oleh seorang pelatih adalah melatih Messi. Leo memenuhi syarat untuk menjadi nomor satu di liga mana pun di dunia,” ucap Poche pada September 2020.

“Ke mana pun dia pergi, dia akan menjadi yang terbaik,” tegas Mauricio Pochettino.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

5 Pemain Pemilik Nomor Punggung 30 di PSG Sebelum Lionel Messi

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Lionel Messi resmi rekrutan anyar Paris Saint Germain (PSG). Di PSG, Lionel Messi dikontrak selama dua tahun.

“Paris Saint-Germain dengan senang hati mengumumkan penandatanganan Leo Messi dengan kontrak dua tahun dengan opsi tahun ketiga,” tulis PSG di laman resmi klub, Rabu (11/8/2021).

Lionel Messi - Paris Saint-Germain - @psg_inside

“Pemenang Ballon d’Or enam kali itu pantas dianggap sebagai legenda permainan dan inspirasi sejati bagi mereka dari segala usia, baik di dalam dan di luar sepak bola,”

Datang ke PSG, Messi tak bisa menggunakan nomor punggung 10 yang selama ini identik dengan dirinya. Kabarnya Messi menolak mendapat nomor punggung 10 yang menjadi miliki sahabatnya, Neymar. Messi pun mendapat nomor punggung 30, nomor yang pertama kali ia kenakan saat awal bermain di Barcelona.

Menariknya seperti dikutip Football5star.com dari data Transfermarkt, nomor punggung 30 di PSG selama ini mayoritas digunakan oleh penjaga gawang. Dari 12 pemilik nomor 30 di PSG, 11 orang berposisi sebagai kiper.

Berikut rekam jejak 5 pemain pemilik nomor punggung 30 di PSG sebelum Lionel Messi:

Laurent Quiévreux

Pemain pertama yang kenakan nomor punggung 30 di PSG adalah kiper Laurent Quiévreux. Ia menggunakan nomor punggung 30 di musim 1998-99. Saat itu PSG dilatih oleh Alain Giresse dan Quiévreux menjadi kiper pilihan ketiga dibelakang Bernard Lama dan Dominique Casagrande.

5 Pemain Pemilik Nomor Punggung 30 di PSG Sebelum Lionel Messi

Pada musim pertamanya bergabung ke PSG, Quiévreux tak mendapat kesempatan bermain dari Giresse. Musim berikutnya, ia kembali menggunakan nomor punggung 30 dan tetap berstatus kiper pilihan ketiga.

Dua musim di PSG tanpa sekalipun tampil, Quiévreux memutuskan pindah ke klub kecil Prancis, FC Istres. Di klub ini, Quiévreux mendapat kesempatan untuk lebih banyak tampil. Tiga musim ini bermain di Istres dan melakoni 101 kali penampilan. Pada 2010, Quiévreux pensiun di klub AC Ajaccio.

Stéphane Gillet

Selanjutnya ada kiper asal Luxembourg, Stéphane Gillet. Nama belakangnya sama dengan kiper legenda Belgia, Jean-François Gillet, meksi keduanya tak memiliki hubungan darah.

5 Pemain Pemilik Nomor Punggung 30 di PSG Sebelum Lionel Messi

Gillet mengawali kariernya di FC Marisa Mersch. Ia kemudian bergabung ke klub besar Belgia, Standard Liège pada 1995. Setahun kemudian, Jean-François Gillet juga bergabung ke Liege. Di Liege, Gillet tak mendapat kesempatan bermain dan ia pada 1999 pindah ke klub Jerman, SV Elversberg.

Penampilannya di SV Elversberg menarik perhatian PSG yang pada 2001 dilatih oleh Luis Fernandez. Gillet di-plot menjadi kiper ketiga dibelakang Lionel Letizi dan Jerome Alonzo. Ia tampil satu kali bersama PSG di Liga Europa. Gillet diturunkan di leg kedua babak penyisihan Liga Europa 2001 saat lawan Rapid Vienna.

Salvatore Sirigu

Kiper asal Italia, Salvatore Sirigu juga menggunakan nomor punggung 30 di PSG. Sirigu pertama kali gunakan nomor punggung 30 di musim 2011-12. Ia langsung menjadi kiper utama di PSG yang kala itu dilatih Antoine Kombouaré.

salvatore sirigu psg tsn
tsn.ca

Sirigu menjalani karier di PSG selama empat musim dan baru kehilangan tempat utama setelah kedatangan Kevin Trapp. Di penghujung kariernya, Sirigu mendapat perlakuan kurang mengenakkan dari manajemen PSG. Ia diminta untuk hengkang dari PSG meski dirinya berkenginan untuk bertahan.

Ia bahkan menyebut dirinya diperlakukan seperti anak kecil oleh manajemen PSG. “Kemudian semua menjadi tidak jelas, lalu saya menghubungi agen dan mengatakan ingin pindah serta tidak perlu diskusi lebih lanjut. Saya diperlakukan seperti anak kecil yang disuruh pergi,” kata kiper yang berkarier cukup sukses di Palermo.

Timothy Weah

Timothy Weah menjadi satu-satunya pemain non kiper di PSG yang pernah menggunakan nomor punggung 30. Putra dari legenda AC Milan, George Weah ini pertama menggunakan nomor 30 pada musim 2018-19. Namun kemudian nomor ini diberikan Weah kepada Kevin Trapp.

Timothy Weah - Paris Saint-Germain - Liga Prancis - Football5star

Timothy adalah produk aseli akademi PSG. Ia mulia bergabung ke akademi PSG pada 2014. Tiga tahun di akademi, Timothy naik ke tim PSG B dan melakoni 15 pertandingan serta mencetak 4 gol. Timothy kemudian dipercaya melakoni debut di tim utama pada musim 2018-19.

3 Maret 2018, Timothy diturunkan oleh Thomas Tuchel di laga melawan Troyes sebagai pemain pengganti. Di pekan terakhir 2018-19, Tuchel menurunkan Timothy sejak menit awal di laga melawan SM Caen yang berahkir imbang tanpa gol. Total Timothy melakoni 5 pertandingan di tim utama PSG dan saat ini ia berstatus pemain Lille.

Kevin Trapp

Terakhir ada kiper asal Jerman, Kevin Trapp. Eks kiper Eintracht Frankfurt itu datang ke PSg pada musim 2015. Trapp hanya semusim menggunakan nomor punggung 30 di PSG yakni di musim 2018-19. Ia menjadi pemain yang menggusur posisi Salvatore Sirigu sebagai kiper utama.

Kevin Trapp tahu persis cara Eintracht Frankfurt menaklukkan Bayern Munich pada semifinal DFB Pokal.

Trapp juga sempat membuat Gianluigi Buffon menggunakan nomor punggung 30 di awal kedatangannya. Buffon menggunakan nomor punggung 30 saat PSG menjalani laga pramusim, International Champions Cup melawan Bayern Munich.

Empat musim gabung di PSG, Trapp melakoni 63 penampilan. Di musim 2018, ia terpaksa menjadi pemain pinjaman di Frankfurt. Setahun kemudian, ia dilepas permanen ke klub lamanya tersebut karena kalah bersaing.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Suasana Kota Paris Sambut Kedatangan Lionel Messi

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Kepastian Lionel Messi akan berlabuh ke Paris Saint Germain (PSG) semakin mendekati kenyataan. Hari ini, Senin (9/8/2021) sejumlah suporter PSG memadati jalanan Le Bourget, di kota Paris untuk menyambut kedatangan Lionel Messi.

Dikutip Football5star.com dari laporan Media Parisien, sejak pagi hari waktu setempat, para suporter PSG turun ke jalanan untuk menyambut bintang asal Argentina tersebut.

Suasana Kota Paris Sambut Kedatangan Lionel Messi

Dari pantuan Media Parisien, markas PSG, Stadion Parc des Princes juga berbenah. Sejumlah pekerja tampak sibuk menyiapkan sejumlah hal seperti memasang karpet dengan motif warna kebesaran PSG, merah dan biru.

Sementara itu, awak media juga tampak sudah berada di bandara La Bourget. Para suporter tampak tidak sabar untuk melihat Lionel Messi datang dan menjadi bagian dari skuat PSG pada musim ini.

Memasuki siang hari waktu setempat, kerumunan suporter PSG bertambah cukup banyak. Aparat kepolisian tampak berjaga-jaga di tiap sudut jalanan kota Paris.

Kontrak Dua Tahun Messi

Lionel Messi dalam konfrensi pers akhir pekan ini menegaskan bahwa dirinya untuk sampai saat ini belum terikat dengan klub mana pun. Meski ia tak menampik bahwa ada proses negosiasi dengan klub PSG.

“PSG adalah sebuah kemungkinan. Sampai hari ini, saya tidak memiliki kesepakatan dengan siapa pun, tetapi kami sedang berbicara,” ungkap Lionel Messi.

Suasana Kota Paris Sambut Kedatangan Lionel Messi_

Namun kabar terbaru menyebutkan bahwa Direktur olahraga PSG, Leonardo de Araujo, dan sang Presiden, Nasser Al-Khelaifi, terlibat langsung dalam diskusi soal transfer Messi.

Lionel Messi disebutkan akan mendapat kontrak selama dua tahun di PSG. Kontrak tersebut bahkan sudah diterima langsung oleh ayah sekaligus agen Messi, Jorge Messi.

Sang ayah juga dikabarkan sudah berada di Nice, Prancis untuk menyelesaikan kontrak anaknya di PSG.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Jorge Sampaoli Senang bila Lionel Messi Gabung PSG

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Jorge Sampaoli, pelatih Olympique Marseille, angkat suara soal kemungkinan Lionel Messi bergabung dengan rival bebuyutan klubnya, Paris Saint-Germain. Alih-alih kecewa, dia justru senang bila La Pulga akhirnya memilih untuk membela PSG.

Setelah dipastikan gagal diikat kontrak baru oleh Barcelona, Lionel Messi santer dikabarkan akan merapat ke PSG. Beberapa sumber yang dekat dengan lingkaran dalam petinggi Les Parisiens bahkan menyatakan kesepakatan sudah final. Rumor yang beredar bahkan menyebutkan La Pulga akan diperkenalkan pada Selasa (10/8/2021).

Meskipun kedatangan Messi ke PSG secara otomatis akan merugikan bagi Marseille, Sampaoli tak mau terjebak pada rivalitas buta. Pelatih yang sempat menangani timnas Cile itu melihat La Pulga akan membawa dampak positif bagi liga dan sepak bola Prancis secara keseluruhan.

“Itu akan sangat bagus bagi Ligue 1. Dia itu pemain terbaik dunia dan akan berkontribusi besar bagi liga ini,” urai Jorge Sampaoli seperti dikutip Football5Star.com dari L’Equipe. “Jika Leo datang, kami harap dia akan senang menikmati suasana baru. Sepak bola Prancis sudah memenangi banyak hal dan berkembang sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir.”

Lionel Messi Bagus bagi Para Rival PSG

Dalam konteks persaingan di Ligue 1, kedatangan Lionel Messi secara otomatis akan membuat Paris Saint-Germain makin sulit dikalahkan. Namun, menurut Sampaoli, itu bukan berarti La Pulga tak akan berpengaruh positif kepada tim-tim lain yang berkompetisi di Ligue 1.

“Meskipun dia datang ke klub selain Marseille, itu tetap akan bagus. Semua orang akan lebih terpaku pada persaingan. Bagi kami, itu juga akan jadi tambahan motivasi. Bagaimanapun, melawan dia adalah hal istimewa bagi para pemain lain,” ujar Sampaoli lagi.

Jorge Sampaoli sempat menangani Lionel Messi di timnas Argentina pada 2017 hingga 2018.
espn.com

Bagi Jorge Sampaoli, Lionel Messi bukanlah sosok asing. Bersama timnas Cile, dia pernah membuat La Pulga menangis pada dua final Copa America. Lalu, mereka pun pernah bekerja sama pada kurun 2017-18 di timnas Argentina. Namun, kolaborasi mereka tak berbuah manis. La Albiceleste disingkirkan Prancis pada 16 besar Piala Dunia 2018.

Seperti halnya Messi, Sampaoli sebetulnya juga orang baru di Ligue 1. Dia baru datang pada awal Maret sebagai pengganti Andre Villas-Boas yang mundur setelah terlibat perselisihan dengan para petinggi Olympique Marseille terkait perekrutan Olivier Ntcham.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Troyes vs Paris Saint-Germain: Hakimi dan Icardi Jadi Pembeda

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Pertandingan menarik tersaji di pekan pertama Ligue 1 yang mempertemukan Troyes vs Paris Saint-Germain. PSG berhasil menang 2-1. Dua gol PSG dicetak oleh dua eks Inter Milan, Achraf Hakimi dan Mauro Icardi.

Secara mengejutkan, Troyes mencetak gol terlebih dahulu pada menit ke-9. Lewat tendangan penjuru, Dylan Chambost memberi umpan ke Oualid El Hajjam yang berhasil menanduk bola ke gawang Keylor Navas.

PSG punya peluang pertama pada menit ke-13. Ander Herrera memberi umpan ke Mauro Icardi, dia melakukan flick dan mengembalikan bola kembali ke Herrera, tapi tendangan eks Manchester United itu melebar.

Troyes vs Paris Saint-Germain Hakimi dan Icardi Jadi Pembeda - Achraf Hakimi
@IntChampionsCup

Les Parisiens akhirnya berhasil mencetak gol pada menit ke-19. Achraf Hakimi yang menjalani debutnya di Ligue 1 langsung mencetak gol. Dia menerima umpan cantik dari Herrera, dan melepaskan tembakan voli keras ke gawang Gauthier Gallon.

Dua menit kemudian, PSG membalikkan keadaan, lagi-lagi lewat eks pemain Inter lainnya, Mauro Icardi. Dia mendapatkan umpan dari Kylian Mbappe dan langsung menyontek bola masuk ke gawang.

PSG hampir mencetak gol pada menit ke-23. Mbappe berhasil mendapatkan bola saat kiper Gallon maju terlalu ke depan. Mbappe lalu melepaskan tembakan chip, tapi bisa dihalau oleh Jimmy Graudon di depan gawang.

Babak pertama Troyes vs Paris Saint-Germain berakhir dengan skor 2-1.

Pada menit ke-52, PSG hampir mencetak gol ketiga. Mbappe mengirim umpan lambung yang bisa ditanduk oleh Icardi, tapi lagi-lagi Graduon berhasil melakukan goal line cleareance.

Keylor Navas menyelamatkan PSG dari kebobolan pada menit ke-90. Florian Tardio melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti, tapi Navas berhasil menepis bola. Lalu semenit kemudian, Navas kembali menepis bola, kali ini dari tandukan Renaud Ripart.

Peluang Ripart itu merupakan peluang terakhir Troyes untuk menyamakan kedudukan. Laga Troyes vs Paris Saint-Germain berakhir dengan skor 2-1.

Susunan Pemain Troyes vs Paris Saint-Germain:

Troyes (3-5-2): 30-Gauthier Gallon; 15-Karim Azamoum, 8-Jimmy Giraudon, 19-Oualid El Hajjam (35-Tanguy Zoukro); 29-Issa Kabore, 6-Rominigue Kouame, 10-Florian Tardieu, 14-Dylan Chambost (25-Mama Balde), 3-Youssouf Kone; 20-Renaud Ripart, 7-Yoann Touzghar (21-Mykola Kukharevych).

Pelatih: Laurent Battles.

PSG (4-3-3): 1-Keylor Navas; 2-Achraf Hakimi, 24-Thilo Kehrer, 3-Presnel Kimpembe, 22-Abdou Diallo; 18-Gini Wijnaldum, 15-Danilo Pereira, 21-Ander Herrera; 23-Julian Draxler (E36-ric Ebimbe), 9-Mauro Icardi, 7-Kylian Mbappe (19-Pablo Sarabia).

Pelatih: Mauricio Pochettino.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Gabung PSG, Gaji Lionel Messi Tak akan Lampaui Neymar

Banner Gamespol Baru

Football5Star.com, Indonesia – Lionel Messi yang sudah resmi dilepas Barcelona makin santer dikabarkan merapat ke Paris Saint-German. Megabintang asal Argentina itu bahkan dikabarkan media-media Prancis akan diperkenalkan secara resmi sebagai penggawa PSG pada Selasa depan. Dia akan kembali berkolaborasi dengan sahabatnya, Neymar.

Sejak Messi menyandang status free transfer dan kemudian resmi dilepas Barcelona, hanya sedikit klub yang dianggap potensial jadi pelabuhan baru kariernya. Salah satunya adalah PSG yang memang sudah lama mengincar La Pulga. Les Parisiens dianggap sebagai salah satu yang bisa memberikan gaji besar bagi sang megabintang.

Neymar akan tetap jadi pemain bergaji terbesar di PSG.
psg.fr

Meskipun demikian, menurut L’Equipe, bila jadi bergabung, Messi tak akan lantas jadi pemain dengan gaji terbesar di PSG. Posisi Neymar sebagai pemain dengan gaji terbesar di Parc des Princes tetap tak akan tergeser. Itu karena gaji Lionel Messi akan tetap berada di bawah bintang Brasil tersebut.

Berdasarkan laporan L’Equipe, Messi akan mendapatkan kontrak berdurasi 2 musim dengan gaji kotor 40 juta euro (sekitar Rp679,3 miliar) per tahun. Angka itu masih lumayan jauh di bawah Neymar yang dibayar 52,1 juta euro (sekitar Rp885 miliar). Meskipun begitu, gajinya lebih tinggi dari Kylian Mbappe yang hanya dibayar 24,7 juta euro per musim.

Gaji Lionel Messi Turun Drastis

Menilik angka tersebut, gaji Lionel Messi bila bergabung dengan PSG sebetulnya turun drastis. Menurut Salary Sport, gaji terakhirnya di Barcelona adalah sebesar 61 juta euro. Artinya, ada penurunan 33,3%. Saat membela El Barca, gaji 40 juta euro didapatkan pada 2017 atau empat tahun lalu.

Meskipun demikian, secara finansial, gaji 40 juta euro dari PSG tetap saja lebih baik bagi Messi ketimbang bertahan di Barcelona. Pasalnya, berdasarkan kabar yang beredar, dia sepakat menerima pemotongan gaji 50% untuk 5 musim ke depan. Artinya, dia hanya akan menerima 31 juta euro. Patut dicatat, potongan pajak di Spanyol jauh lebih besar.

Lionel Messi menerima gaji 52 juta pounds per tahun dalam kontrak terakhirnya dengan Barcelona.
fcbarcelona.com

Akan tetapi, rupa-rupanya penurunan gaji Messi sebesar 50% persen itu masih belum mampu menolong Barcelona untuk memenuhi batasan gaji total yang ditetapkan LaLiga pada musim ini. Hal itu tak terlepas dari kegagalan El Barca menjual para pemain bergaji besar seperti Antoine Griezmann dan Philippe Coutinho.

Terkait gaji, pandangan menarik diungkapkan Cristina Cubero, jurnalis senior Mundo Deportivo. Andai benar-benar setia kepada Barcelona, Lionel Messi sesungguhnya bisa melakukan pengorbanan lebih besar, yaitu bermain tanpa digaji selama dua musim. Dia menilai La Pulga masih bisa mendapatkan banyak uang dari kesepakatan komersial.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

PSG Pakai Jasa Eks Petenis untuk Datangkan Lionel Messi

Banner Gamespol Baru

Football5Star.com, Indonesia – Lionel Messi dirumorkan sudah sepakat bergabung dengan Paris Saint-Germain. La Pulga bahkan dikabarkan akan diperkenalkan secara resmi sebagai bagian skuat PSG pada Selasa depan. Satu hal yang menarik, di balik proses itu ternyata ada peran eks petenis, Gaston Gaudio.

Menurut media-media Prancis dan Argentina, Gaudio bertindak sebagai perantara dalam proses transfer Messi ke PSG. Perannya dalam negosiasi perekrutan La Pulga dikonfirmasi oleh eks manajer klub teras Prancis tersebut, Luis Ferrer. Hal itu diungkapkan dalam program F90 di ESPN.

Gaston Gaudio punya kedekatan dengan Emir Al Zani sebagai pendiri QSI yang menjadi pemilik PSG.
tn.com.ar

“Dia melakukannya dengan sangat baik di tenis,” ucap Ferrer saat ditanya kabar Gaudio berperan sebagai negosiator untuk Les Parisiens seperti dikutip Football5Star.com dari La Nacion. Namun, dia tak memberikan penjelasan lebih jauh mengenai peran eks petenis Argentina yang kini berumur 42 tahun tersebut.

Keterlibatan Gaudio cukup mengejutkan karena tak dikenal sebagai sosok yang dekat dengan dunia sepak bola. Meskipun demikian, bila ditelusuri lebih jauh, itu tidaklah mengherankan. Dia adalah penggemar berat Independiente dan dalam 10 tahun terakhir menggebu-gebu untuk jadi presiden klub itu.

Gaston Gaudio Dekat dengan Bos PSG

Lebih jauh, keterlibatan Gaston Gaudio dalam proses perekrutan Lionel Messi tak terlepas dari kedekatannya dengan bos Qatar Sports Investments (QSI), pemilik PSG. Dia berteman dengan Emir Tamim bin Hamad Al Zani, pendiri QSI. Selain itu, dia juga punya hubungan bisnis dengan miliuner Abdulhadi Mana Al-Hajri, ipar sang Emir.

Gaudio yang kini menjabat kapten tak bermain tim Piala Davis Argentina bahkan jadi orang kepercayaan dalan negosiasi-negosiasi bisnis. Menurut Perfil, dialah yang menjadi ujung tombak keberhasilan QSI menjalin kerja sama dengan pemerintah Argentina pada masa kepemimpinan Mauricio Macri.

Kedekatan dengan Macri juga memudahkan Emir Al Zani menggolkan salah satu proyek di sepak bola. Pada 2018, dengan bantuan Gaudio, Qatar Airways menggantikan BBVA sebagai sponsor utama Boca Juniors. Sekadar info, Macri pernah 13 tahun menjadi presiden klub teras Argentina itu.

Dalam negosiasi dengan kubu Lionel Messi, penunjukan Gaston Gaudio sebagai juru runding punya sisi strategis tersendiri. Status sebagai orang Argentina, kehadirannya akan membuat nyaman Jorge Messi yang berperan selaku agen La Pulga.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Lionel Messi ke PSG, Neymar akan Ikuti Langkah Thilo Kehrer

Banner Gamespol Baru

Football5Star.com, Indonesia – Rumor perekrutan Lionel Messi oleh Paris Saint-Germain kian bergaung kencang. Kesepakatan dikabarkan sudah tercapai dan La Pulga akan secara resmi diperkenalkan sebagai anggota skuat PSG pada Selasa depan. Andai terlaksana, dia akan bereuni dengan Neymar dan Rafinha, eks rekannya di Barcelona.

Khusus dengan Neymar, Messi punya kedekatan tersendiri. Mereka bahkan sempat berfoto bersama saat berlibur di Ibiza baru-baru ini. Ketika timnas Brasil kalah dari Argentina pada final Copa America 2021 lalu, Ney juga begitu legawa. Dia datang, lalu memeluk erat sang sahabat sambil mengucapkan selamat tentunya.

Ney bahkan dikabarkan siap berkorban jika Messi jadi bergabung dengan PSG. Menurut RMC Sport, bintang Brasil tersebut siap melepas nomor 10 yang sudah dikenakan sejak 2017. Dia akan mengikuti jejak Thilo Kehrer yang merelakan nomor 4 diambil Sergio Ramos.

Jika benar demikian, akan sangat menarik menanti pilihan nomor yang akan diambil Neymar. Sebelumnya, dia hanya pernah memakai satu nomor lain, yakni 11. Nomor itu dipakai semasa di Santos, Barcelona, dan awal-awal membela timnas Brasil. Nah, di PSG, nomor itu sudah jadi milik Angel Di Maria.

Lionel Messi Punya Pilihan Lain

Terkait nomor kostum, 10 memang sudah begitu lekat dengan Lionel Messi. Meskipun demikian, bukan tak mungkin justru dia yang mengalah bila nanti benar-benar diangkut PSG ke Parc des Princes. Demi persahabatan, mungkin saja La Pulga tak mau merebut nomor itu dari Ney.

Berbeda dengan Ney, La Pulga justru punya pilihan yang lumayan beragam. Sepanjang kariernya, dia pernah memakai nomor-nomor lain. Di Barcelona, sebelum memakai nomor 10, dia pernah mengenakan kostum bernomor 30 dan 19. Adapun di timnas Argentina, dia juga pernah memakai nomor 18.

Lionel Messi pernah memakai nomor kostum 18 saat membela timnas Argentina.
mundodeportivo.com

Berdasarkan data skuat saat ini, ada beberapa nomor yang masih tanpa pemilik di PSG. Nomor-nomor itu adalah 13, 25, 26, 28, 30, 31, 32, 33, dan 34. Di antara nomor-nomor itu, 30 adalah satu-satunya yang pernah dipakai La Pulga. Namun, menurut RMC Sport, sang megabintang bisa saja mengambil nomor 34 sesuai umurnya saat ini.

Terlepas dari persoalan nomor kostum, kedatangan Lionel Messi akan membuat PSG kian mengerikan pada musim ini. Les Parisiens menjelma jadi tim impian karena sebelumnya sudah mendatangkan eks kapten Real Madrid, Sergio Ramos, kiper terbaik EURO 2020, Gianluigi Donnarumma, Achraf Hakimi, dan Georginio Wijnaldum.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Mauricio Pochettino Angkat Bicara Soal Rumor Lionel Messi ke PSG

Banner Gamespol Baru

Football5Star.com, Indonesia – Setelah dipastikan tak lagi membela Barcelona, Lionel Messi ramai dirumorkan akan bergabung dengan Paris Saint-Germain. La Pulga dipercaya akan merapat ke klub asuhan Mauricio Pochettino itu sebagai bagian dari rencana pembentukan tim impian untuk merebut gelar juara Liga Champions musim ini.

Jelang laga pekan pertama Ligue 1, rumor soal Messi jadi salah satu hal yang ditanyakan kepada Pochettino. Eks manajer Tottenham Hotspur itu mengaku tertarik menangani La Pulga. Namun, dia tak mau memberikan kejelasan soal rumor yang beredar saat ini.

Mauricio Pochettino mengakui tertarik menangani Lionel Messi.
rmcsport.bfmtv.com

“Kami fokus pada start musim ini. Klub saat ini bekerja keras dan hati-hati di bursa transfer untuk meningkatkan kekuatan skuat. Kami tahu apa yang terjadi kemarin (Messi meninggalkan Barcelona). Namun, perhatian maksimal kami adalah menang atas Troyes,” ujar Pochettino seperti dikutip Football5Star.com dari Le Parisien.

Pelatih asal Argentina itu menambahkan, “Lebih dari posisinya, pemain dengan kaliber seperti ini tentu saja sangat menarik bagi siapa pun. Klub saat ini mengeavaluasi banyak opsi dan solusi. Adapun kami sepenuhnya fokus pada pertandingan melawan Troyes.”

Mauricio Pochettino Bantah Klaim Media Inggris

Pada kesempatan yang sama, Mauricio Pochettino menegaskan tak pernah memberikan pernyataan apa pun mengenai Lionel Messi. Terutama kepada media-media Inggris yang mencatut namanya begitu La Pulga dinyatakan resmi dilepas Barcelona.

Menyusul pernyataan Barcelona, media-media Inggris mengklaim Pochettino dan Messi sudah berbicara soal kemungkinan transfer ke PSG. Namun, hal itu dibantah Pochettino. “Saya tak berbicara dengan media Inggris. Saya hanya fokus pada pertandingan Sabtu nanti,” ucap dia dengan tegas.

Mauricio Pochettino membantah kabar telah berkomunikasi dengan Lionel Messi.
marketresearchtelecast.com

Terkait aktivitas transfer PSG musim ini, Pochettino sudah puas. Kedatangan Achraf Hakimi, Georginio Wijnaldum, Gianluigi Donnarumma, dan Sergio Ramos sudah sesuai dengan target besar yang ingin dicapai Les Parisiens. Apalagi, hal itu dilakukan dengan komunikasi yang baik di dalam klub.

“Saya sangat senang dengan kerja klub dalam meningkatkan kualitas skuat. Para rekrutan baru adalah hasil putusan bersama seluruh komponen di klub. Saya betul-betul menikmati kerja kolektif ini. Hal itu sangat penting untuk ditekankan,” ujar Mauricio Pochettino.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Masih Berlibur, Neymar Buat Para Fan PSG Cemas karena Hal Ini

Banner Gamespol Baru

Football5Star.com, Indonesia – Para fan Paris Saint-Germain belakangan ini secara beruntun dihujani kabar buruk. Pada ajang Trophees des Champions, PSG dibuat bertekuk lutut oleh sang juara Ligue 1 musim lalu, OSC Lille. Itu membuat Les Parisiens gagal meraih gelar ke-9 secara beruntun. Setelah itu, kabar buruk datang dari sang bintang, Neymar.

Saat ini, Neymar belum bergabung dengan skuat PSG. Bintang timnas Brasil itu masih menikmati liburan setelah mengikuti Copa America 2021 yang berakhir pada 11 Juli lalu. Hal yang menjadi masalah, eks pemain Santos dan Barcelona tersebut terlihat seperti tak menjaga kebugarannya.

Baru-baru ini, beredar foto Ney sedang menikmati liburan di Ibiza. Berada di yacht, dia sempat dipotret oleh paparazzi saat tak mengenakan baju. Dari foto-foto yang beredar terlihat jelas perut sang bintang yang membuncit. Hal itu menimbulkan tanda tanya. Apakah dia tak mengontrol pola makan dan asupan makanan? Apakah dia tak menjaga kebugaran?

Kondisi perut Neymar yang buncit menimbulkan kecemasan bagi para fan PSG. Sebagai pemain yang belakangan bergabung pada pramusim, Ney dituntut untuk dapat segera menyatu dengan para pemain lain. Terutama para pemain baru macam Achraf Hakimi dan Sergio Ramos. Bila tak dalam kondisi bugar, dia tentu akan kesulitan.

Neymar Pikul Beban PSG

Seiring kedatangan sejumlah pemain baru berlabel bintang besar, PSG diharapkan dapat berbicara banyak pada musim ini. Bukan hanya kembali merajai Liga Prancis, tapi juga merebut trofi Liga Champions untuk kali pertama. Guna memenuhi ekspektasi itu, Neymar dipastikan jadi sosok utama yang akan memikul beban paling besar.

Masih berlabel pemain termahal dunia dan sudah empat musim berada di Paris, Ney tetap lokomotif PSG bersama dengan Kylian Mbappe. Saat kembali dari liburan, pelatih Mauricio Pochettino dan para fan pasti menginginkan pengaruh signifikan sang bintang. Apalagi, Les Parisiens baru saja kehilangan trofi perdana musim ini.

Melihat foto Ney dengan perut membuncit, para fan PSG tak bisa berharap banyak. Akan perlu waktu bagi sang bintang untuk mengembalikan kondisi fisiknya pada level terbaik. Padahal, Les Parisiens akan mengawali langkah di Ligue 1 pada Minggu (8/8/2021) dini hari WIB di kandang ESTAC Troyes.

Foto Neymar pun menuai kritik. Ada warganet yang bahkan membandingkan bintang Brasil itu dengan megabintang Portugal, Cristiano Ronaldo. Dia dinilai tidak seprofesional CR7 yang begitu disiplin menjaga kondisi tubuhnya. Tak heran bila pemain Juventus itu terlihat jauh lebih bugar meskipun usianya 7 tahun lebih tua dari Ney.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Marseille Serius Ingin Dapatkan Anak Diego Simeone

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Marseille, klub Ligue 1 dirumorkan cukup serius untuk bisa mendapatkan anak Diego Simeone, Giovanni Simeone dari klub Serie A Italia, Cagliari.

Dikutip Football5star.com dari Football Italia, Rabu (28/7/2021), Marseille ingin mendapatkan anak Diego Simeone itu dengan status pinjaman namun memiliki opsi untuk membeli secara permanen dengan harga 10 juta euro.

diego simeone-giovanni simeone-cadenaser

Peluang Marseille untuk bisa mendapatkan Giovanni Simeone cukup terbuka lebar. Pihak Cagliari kabarnya siap menjual Giovanni yang mereka anggap kurang cukup bagus di musim lalu.

Cagliari membeli anak Diego Simeone tersebut dari Fiorentina dengan bandrol 16 juta euro. Dibeli dari 2020 itu, Giovanni Simeone sebenarnya sudah mencetak 18 gol dari 70 laga untuk klub asal Sardinia tersebut. Namun catatan itu belum memuaskan manajemen Cagliari.

Selain Marseille, Giovanni Simeone kabarnya juga tengah dikaitkan dengan klub asal Rusia, Zenit St Petersburg. Giovani Simeone adalah anak sulung pelatih Atletico Madrid.

Ia memiliki dua orang adik yang juga berprofesi sebagai pesepak bola. Adik bungsunya, Giuliano saat ini bermain untuk Atletico Madrid dan beberapa waktu lalu bermain untuk tim yang dilatih oleh ayahnya tersebut.

Beberapa waktu lalu, Giovanni sempat mengaku ingin dilatih oleh sang ayah. “Saya katakan murni sebagai pemain, bahwa saya akan senang jika dilatih olehnya (Diego). Siapa yang tidak suka bekerja dengan salah satu pelatih terbaik di dunia?,” jelasnya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]