Matthaeus: Hengkang ke Bayern akan menguntungkan City dan Sane

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Masih memiliki kontrak dengan Manchester City, Leroy Sane diperkirakan akan hengkang ke Bayern Munich. Keyakinan tersebut diutarakan Legenda Jerman, Lothar Matthaeus.

Sejak ditinggalkan dua winger andalannya, Frank Ribery dan Arjen Robben, Bayern Munich sibuk mencari suksesor kedua pemain tersebut. Jarang mendapatkan tempat reguler di Manchester City jelang akhir kompetisi, Leroy Sane dinilai sosok terbaik sebagai penerus Ribery dan Robben.

Banyak tokoh sepak bola Jerman menginginkan Leroy Sane hengkang ke Bayern, daripada kesulitan mendapatkan tempat di skuat reguler Manchester City.

Salah satu tokoh yang mendukung Sane pindah ke Bundesliga ialah legenda Jerman dan Bayern, Lothar Matthaeus.

Lothar Matthaus Leroy Sane Manchester City Bayern Munich Bavarian Football Works
bavarianfootballworks.com

“Seorang pemain, di mata saya, akan memikat penggemar Bayern tahun depan adalah Leroy Sane. Saya yakin dia akan pindah ke Bayern,” tulis Matthaeus dalam sebuah kolom untuk Sky dilansir Goal dikutip Football5star.com.

Matthaeus menilai kualitas yang dimiliki Sane akan menjadi keuntungan bagi Bayern yang membutuhkan amunisi di sektor sayap kiri maupun kanan.

“Dan itu akan menjadi transfer yang fantastis, karena Sane adalah salah satu pemain sayap terbaik. Tricky, berbahaya di muka gawang, cepat, dapat bermain di kedua sayap dan memberikan masa depan yang cerah.” ucap Lothar Matthaeus.

Pep Guardiola menurut Matthaeus tidak terlalu puas dengan Sane, sedangkan Sane menginginkan bermain secara reguler. Situasi ini dinilai menguntungkan Man City dan Sane andai transfer ini berhasil.

“Guardiola tidak benar-benar puas dengannya, pemain ingin bermain lebih teratur dan Bayern mencari pengganti Robben dan Ribery setidaknya satu pemain untuk sayap. Itu akan menjadi win-win transfer untuk semua pihak.” jelas Lothar Matthaeus yang berhasil membawa Jerman menjuarai Piala Dunia 1990.

[better-ads type=’banner’ banner=’156435′ ]

Lothar Matthaus: Klub Bundesliga Lemah di Liga Champions

Football5star.com, Indonesia – Legenda Bayern Munich, Lothar Matthaus, menilai klub-klub Jerman tak pantas berada di babak perempat final Liga Champions. Di matanya, empat wakil Bundesliga sangat lemah musim ini.

“Tim-tim Jerman, termasuk Bayern, bertemu lawan yang sangat kuat di babak 16 besar. Tahun lalu Bayern menghadapi Besiktas, kali ini Liverpool, favorit pribadi saya untuk gelar tersebut,” kata Lothar Matthaus di Soccerway.

Bayern Munich diakui Niko Kovac kalah kelas dari Liverpool sehingga tersingkir dari Liga Champions.
Getty Images

Selain Bayern, klub Jerman lain yakni Schalke 04, Hoffenheim dan Borussia Dortmund juga sudah tersingkir.

“Bayern tidak pantas lolos melalui dua pertandingan melawan Liverpool. Saya tidak berharap banyak dari Schalke, mengingat hasil Bundesliga mereka musim ini. Mereka bermain di atas standar mereka musim lalu ketika mereka menjadi runner-up.”

“Dortmund sebenarnya memiliki babak pertama yang baik melawan Tottenham Hotspur di leg pertama dan kedua. Tapi, itu tidak cukup di level ini. Jika Anda ingin lolos melawan tim top, Anda harus menghasilkan kinerja terbaik di kedua pertandingan selama 90 menit,” ucap Lothar Matthaus

Setali tiga uang, di kompetisi Liga Europa, Jerman juga tak punya wakil lagi di perempat final. Mulai dari Bayer Leverkusen, Eintracht Frankfurt hingga RB Leipzig, semuanya sudah tersingkir.

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Matthaus: Bayern Terpuruk Bukan Salah Kovac

Banner Footbal Live Star-Football5star

Football5star.com, Indonesia – Legenda Bayern Munich, Lothar Matthaus, angkat bicara soal keterpurukan Der Bavarians musim ini. Ia percaya itu bukan salah Pelatih Niko Kovac.

“Kovac pria ambisius dengan rencana. Dia orang yang tepat untuk membalikkan keadaan. Keterpurukan ini tanggung jawab manajemen klub dan pemain,” kata Matthaus seperti dilansir Soccerway.

FC Hollywood tak pernah menang dalam empat laga terakhir di semua kompetisi. Terakhir, Jerome Boateng dan kawan-kawan tumbang 0-3 di tangan Borussia Monchengladbach. Padahal, duel itu berlangsung di markas mereka, Allianz Arena.

Gara-gara kekalahan itu, Bayern turun ke posisi enam klasemen Bundesliga. Der Bavarians baru mengoleksi 13 poin dari tujuh pertandingan dan tertinggal empat angka dari Borussia Dortmund di singgasana.

Kovac pun berada dalam tekanan. Meski demikian, menurut Matthaus, keterpurukan Der Bavarians adalah kesalahan manajemen yang tak meremajakan skuat.

Para pemain bayern Munich terlalu egois menurut Lothar Matthaeus.
Getty Images

“Banyak pemain yang mendapat kontrak baru dan Munchen mengabaikan bakat menarik di bursa transfer. Saya tidak bisa memahaminya. Munchen memiliki sembilan pemain di lapangan saat melawan Monchengladbach, yang juga bermain di final Liga Champions 2013,” ucap Matthaus.

Sejauh ini, Kovac telah memimpin Bayern dalam 11 pertandingan. Hasilnya, Der Bavarians meraih tujuh kemenangan, dua kali seri dan dua kekalahan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156435′ ]

Kovac Bukan Alasan di Balik Keterpurukan Bayern

Banner Footbal Live Star-Football5star

Football5star.com, Indonesia – Legenda timnas Jerman, Lothar Matthaus mengatakan bahwa Niko Kovac bukan merupakan alasan Bayern Munich tampil tak meyakinkan di beberapa pertandingan terakhir. Menurutnya, hal tersebut merupakan kesalahan bersama dari para pemain di atas lapangan.

Pada tiga partai terakhirnya di ajang Bundesliga, Die Roten tak mampu meraih satu pun kemenangan dan harus menelan dua kekalahan. Bahkan Arjen Robben dkk harus mengakui keunggulan dari Borussia Moenchengladbach di Allianz Arena akhir pekan lalu.

Di Liga Champions, Bayern juga hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Ajax Amsterdam. Rentetan hasil buruk tersebut membuat banyak media Jerman yang melaporkan bahwa posisi dari Kovac kini berada di ujung tanduk.

Kovac - Bayern - Matthaus
Bavarian Football Works

“Banyak pemain yang diberikan kontrak baru. Hal tersebut membuat Bayern tak memperdulikan pemain-pemain berbakat yang ada di bursa transfer musim panas lalu. Saya tak mengerti apa strategi transfer milik mereka. Di pertandingan akhir pekan lalu, mereka bermain dengan sembilan wajah lama yang tampil di final Liga Champions 2013 lalu,” kata Matthaus dikutip dari Blick.

“Niko Kovac adalah orang yang tepat untuk Bayern. Saya yakin ia akan mampu segera memperbaiki situasi buruk yang ada. Para pemain dan petinggi klub harus bertanggung jawab atas rentetan hasil buruk yang didapatkan dalam beberapa pertandingan terakhir,” sambung Matthaus.

Di partai selanjutnya, Bayern akan bertanding melawan Wolfsburg. Tiga poin menjadi harga mati untuk Kovac apabila ia ingin menyelamatkan pekerjaannya.

Matthaus: Reus Bisa Gantikan Peran Oezil di Timnas

Football5star.com, Indonesia – Kepergian Mesut Oezil dari tim nasional Jerman tidak perlu terlalu dikhawatirkan para fans Die Manschaft. Menurut sang mantan kapten, Lothar Matthaus, Marco Reus bisa melakukan tugas itu dengan baik.

Oezil memutuskan pensiun dari tim nasional karena merasa dijadikan kambing hitam atas kegagalan Jerman di Piala Dunia 2018. Kini, sepeninggal gelandang Arsenal tersebut, tim besutan Joachim Loew tersebut dianggap masih punya stok gelandang melimpah.

Muncul nama pemain muda Bayer Leverkuse, Kai Havertz dan juga gelandang Borussi Dortmund, Marco Reus. Matthaus menilai keduanya punya kapasitas untuk menjadi dirigen lini serang timnas Jerman di masa depan.

“Marco memang disiapkan menjadi pemain nomor 10 berkat kemampuannya yang aktraktif di lini tengah. Selain itu, ia punya akurasi umpan yang baik. Low bisa memanfaatkannya dalam skema permainan tim nasional,” kata Matthaus dikutip dari Bild.

“Kemudian masih ada Kai yang juga punya masa depan menjanjikan. Tapi yang kita butuhkan sekarang adalah pengalaman dan itu ada dalam diri Reus. Sementara Havertz bisa disiapkan untuk masa depan,” lanjutnya.

Reus - Oezil - Matthaus - Football5star
focus.de

Harvetz mulai mencuri perhatian sejak tiga musim belakangan. Sejak memulai debut untuk tim senior Die Werkself pada musim 2016/17 silam, jumlah penampilannya terus meningkat tiap musimnya. Musim lalu ia tampil dalam 30 pertandingan untuk Leverkusen dan musim ini, ia tak pernah sekali pun absen di Bundesliga.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Matthaus: 3 Klub Bersaing Untuk Gelar Bundesliga

Banner Footbal Live Star-Football5star

Football5star.com, Indonesia – Legenda Timnas Jerman, Lothar Matthaus, menilai ada dua klub yang bisa jadi pesaing kuat Bayern Munich di Bundesliga musim ini. Mereka adalah Borussia Dortmund dan VfL Wolfsburg.

Bayern menjuarai Bundesliga musim lalu dengan keunggulan 21 poin atas Schalke 04 di posisi kedua. Meski demikian, menurut Matthaus, musim ini takkan semudah musim lalu bagi Bayern. Sebab, Dortmund dan Wolfsburg menunjukkan tanda-tanda kebangkitan.

Bayern hanya akan berjumpa Ajax, Benfica, dan AEK Athens di fase grup Liga Champions. (www.old.football5star.com / sportrightnow.com)
Getty Images

“Semua tim hebat melewati siklus kesuksesan dan kegagalan, dan Bayern telah melihat banyak kesuksesan dalam beberapa tahun terakhir berkat Jupp Heynckes, Carlo Ancelotti dan Pep Guardiola, sehingga akan menarik untuk melihat apakah Bayern dapat mempertahankan gelar, karena mereka sedang menjalani transisi, dengan pelatih baru Niko Kovac,” kata Matthaus seperti dilansir Soccerway.

“Sejak musim ini, Bayern semakin bergantung pada talenta muda. Contoh dari hal ini adalah kepergian Arturo Vidal dan komitmen Leon Goretzka. Seperti yang ditunjukkan oleh beberapa pertandingan pertama, strategi ini tampaknya berhasil dan Bayern saat ini adalah pemimpin liga.”

“Tetapi mereka tidak dapat beristirahat, karena Dortmund mulai bangkit dan VfL Wolfsburg juga bagus. Saya mengharapkan musim yang seru,” Matthaus menambahkan.

Bayern sementara berada di puncak klasemen Bundesliga dengan sembilan poin. Der Bavarians unggul dua poin atas Dortmund dan Wolfsburg yang berada di bawah mereka.

Matthaus Nilai Mueller Salah Posisi di Timnas

Football5star.com, Indonesia – Penampilan melempem timnas Jerman pada Piala Dunia 2018 membuat para penggawa Die Manschaft banjir kritik. Salah satunya adalah Thomas Mueller.

Peraih sepatu emas Piala Dunia 2010 tersebut mendapat kritik dari mantan kapten timnas Jerman, Lothar Matthäus. Ia menilai Mueller memainkan posisi yang selama gelaran turnamen sepak bola terbesar sejagat tersebut.

“Mungkin seseorang bisa mencarikan posisi baru baginya. Saat main di posisi sayap untuk  menyerang, ia jadi sangat tidak berguna. Dia tidak bisa menggiring bola dan kurang tempo,” kata Matthaus pada Bild.

Mantan penggawa Inter Milan tersebut juga menganggap Joachim Loew telah melakukan kesalahan dengan membuang Leroy Sane. Menurutnya, winger Manchester City tersebut lebih cocok di posisi Mueller.

“Berbeda halnya jika kita memainkan Leroy Sane, Marco Reus, dan Julian Brandt. Mereka lebih cocok untuk bermain di posisi tersebut, Kalau Mueller, sama sekali tidak cocok ada di situ,” lanjut Matthaus.

Lothar Matthaus - SkySports - Football5star
the18.com

Jerman meneruskan tren kegagalan juara bertahan yang gagal di fase grup dalam tiga edisi terakhir. Bermula dari Italia yang tersingkir di fase grup Piala Dunia 2010, hingga Spanyol empat tahun berselang.

“Jerman sekarang tengah krisis penyerang tengah. Anda tahu bahwa Reus pun bukan penyerang murni. Bahkan demikian pula dengan Timo Werner. Kotak penalti bukan habitat mereka,” pungkasnya.

Draxler Serang Balik Mantan Kapten Timnas Jerman

Football5star.com, Indonesia – Julian Draxler mengaku tidak terganggu dengan pernyataan mantan kapten timnas Jerman, Lothar Matthaus. Ia menganggap komentar tersebut tidak penting baginya.

Mattahus menyebut Draxler tidak pantas masuk timnas Jerman jika melihat jam terbangnya bersama Paris Saint-Germain. Hal itu pula yang membuat Die Manschaft melempem di Piala Dunia 2018.

“Bagiku, semua orang bebas beropini dan mengatakan apa saja di depan umum. Tapi, aku sama sekali tidak menganggap komentar tersebut wajib dijadikan bahan perbaikan,” kat Draxler dikutip dari Bild.

“Aku tidak merasa punya hutang dengan tim nasional. Sejujurnya, aku merasa tampilbaik untuk timnas beberapa tahun terakhir jadi aku tidak mengerti dengan pernyataan Matthaus soal diriku,” imbuhnya.

Setelah pindah dari Wolfsburg ke PSG, waktu bermain Draxler memang berkurang. Dirinya kerap memulai pertandingan dari bangku cadangan musim lalu ketika masih dibesut Unai Emery.

Lothar Matthaus - SkySports - Football5star
the18.com

Hal tersebut juga tampaknya masih akan berlanjut musim ini setelah Les Parisiens ditukangi Thomas Tuchel. Dari tiga penampilan musim ini, tidak satu pun ia jalani sejak menit pertama.

Bahkan, kekasih dari Lena Stifl tersebut sempat menderita cedera lutut di awal musim. Hal tersebut harus membuatnya absen saat PSG menghadapi Guingamp bulan lalu.

Matthaus Berharap Lewandowski Dapat Tampil Baik

Football Live StarFootball5star.com, Indonesia – Mantan pemain Bayern Munich, Lothar.Matthaus berharap Robert Lewandowski dapat segera tampil baik di pertandingan penting. Matthaus mengatakan bahwa ia sedikit khawatir melihat performa Lewandoeski yang kurang menggigit saat melawan tim-tim besar.

Musim ini, Lewandowski kembali tampil baik dan berhasil mencetak 39 gol di semua kompetisi bagi Die Roten. Namun, kapten timnas Polandia tersebut tampak melempem di ajang Liga Champions. Ia hanya mampu mencetak 5 gol dari 10 pertandingan Liga Champions musim ini.

Robert Lewandowski (www.old.football5star.com)
instagram.com/_rl9

Matthaus pun mengatakan bahwa Lewy harus segera bermain baik di pertandingan melawan tandang melawan Madrid, Kamis (2/5/2018). Di pertandingan leg pertama, FC Hollywood harus mengakui keunggulan tim tamu, 2-1.

“Saya dengar dia agak lesu di dalam sesi latihan dan kelihatannya tak mampu bermain baik di pertandingan penting. Itu persentase kecil dari investasi yang hilang. Dia harus fokus pada apa yang penting dan bukan tentang perubahan pendapatnya yang terus-menerus,” ucap Matthaus dikutip Football5star.com dari Goal.

Dalam kesempatan yang sama, Matthaus, mengatakan bahwa Real Madrid tak ingin mendatangkan mantan bomber Borussia Dortmund tersebut pada bursa transfer mendatang. Pemain 29 tahun itu kerap kali dirumorkan akan bergabung ke Santiago Bernabeu setelah 4 musim bersama Bayern.

“Menurut informasi yang saya dapatkan, Real Madrid tak tertarik untuk mendatangkan Lewandowski,” ucap mantan pemain timnas Jerman tersebut.

 

Niko Kovac Pilihan Sempurna Untuk Bayern Munich

Football Live Star

Football5star.com, Indonesia – Legenda Bayern Munich, Lothar Matthaus, menilai Niko Kovac memiliki apa yang dibutuhkan untuk melatih Der Bavarians musim depan.

Kovac resmi ditunjuk sebagai pelatih Bayern untuk menggantikan Jupp Heynckes musim depan. Penunjukkan Kovac sendiri terbilang mengejutkan. Sebab, sebelumnya nama Thomas Tuchel lebih sering dikaitkan dengan FC Hollywood.

Niko Kovac
Getty Images

Namun, Bayern punya alasan sendiri mengapa memilih Kovac. Manajemen tertarik dengan kinerja Kovac yang terbilang sukses bersama Eintracht Frankfurt.

Tak hanya itu, Kovac juga merupakan mantan bintang Bayern, yang artinya pria asal Kroasia itu memiliki karisma di mata Arjen Robben dan kawan-kawan.

“Kovac punya pengalaman, dia pemain yang sangat bagus dan kapten tim nasional Kroasia. Bayern sedang mencari pelatih berbahasa Jerman di posisi ini dan Niko Kovac telah melakukan pekerjaan yang sangat baik dalam 2,5 tahun terakhir di Frankfurt,” kata Matthaus kepada Omnisport.

“Dia membangun tim yang nyaris terjun ke Divisi Dua dan sekarang berada di posisi Liga Champions Bundesliga. Kovac memiliki karisma, semangat dan dia tahu tentang sepak bola. Dia adalah seorang pemimpin sebagai pemain dan menunjukkan ini juga sebagai pelatih,” Matthaus menambahkan.

Kovac sendiri melatih Frankfurt sejak 3 Maret 2016. Ia telah memimpin klub itu dalam 86 pertandingan dengan catatan 37 kemenangan, 19 kali imbang dan 30 kekalahan.

Mantan Pemain Tak Yakin Inter Juara Musim Ini

Football5star.com, Indonesia – Mantan penggawa Inter Milan, Lothar Matthaus buka suara terkait peluang Mauro Icardi dkk di Serie A musim ini. Menurutnya, Nerrazzuri akan kembali merengkuh gelar juara, tapi tidak sekarang.

“Jika mereka bisa terus mempertahankan konsistensi permainan seperti musim ini, bukan tidak mungkin scudetto akan kembali diraih beberapa tahun ke depan. Intinya peluang itu tetap ada dan masuk akal diraih,” ujar Matthaus dikutip Football Italia. 

Lothar Matthaus - Inter
imago/Kosecki

Matthaus baru saja diberi penghargaan hall of fame dari klub yang kini dikelola oleh Erick Thohir tersebut. Ia tidak sendiri, ada tiga mantan pemain Inter lain yakni Walter Zenga, Ronaldo Nazario, dan Javier Zanetti.

“Aku hanya empat musim bermain di sini. Tapi, ternyata pihak klub melihat ada sesuatu yang istimewa dalam diriku. Aku sangat berterima kasih, terutama untuk para fans yang selalu setia mendukung sejak dulu,” lanjutnya.

Matthaus didatangkan dari Bayern Munich pada 1998 dengan banderol 3,6 juta euro. Selama empat musim, pria asal Jerman tersebut mampu mencetak 53 gol dari 148 penampilan.

Sebelum kembali lagi ke Bayern pada 1992 hingga gantung sepatu di akhir abad ke-20. Usai pensiuan, Matthaus sempat melatih beberapa tim seperti Partizan Belgrade, RB Salzburg, hingga tim nasional Hungaria.

“Lewandowski Seperti Messi Bagi Bayern”

Football5star.com, Indonesia – Legenda Bayern Munich, Lothar Matthaus, menilai bahwa Robert Lewandowski seperti Lionel Messi bagi klub besutan Jupp Heynckes.

Lewandowski berlabuh di Allianz Arena pada musim panas 2014. Dia dibajak dari musuh bebuyutan Bayern, Borussia Dortmund, dengan status bebas transfer.

Peran Robert Lewandowski bagi lini depan Bayern Munich sangat vital. Bomber timnas Polandia tersebut menyumbangkan 139 gol dan 34 assist dari 181 laga di semua ajang bagi FC Hollywood.

Tak ayal, Matthaus menyamakan Lewandowski dengan Lionel Messi yang memiliki pengaruh sangat besar dan bisa membuat perbedaan bagi Barcelona.

“Lewy (panggilan Lewandowski) membuat perbedaan dan tidak tergantikan. Robert adalah sosok penting bagi Bayern, sama seperti Messi di Barcelona,” ujar Lewandowski, seperti dilansir laman resmi Bundesliga.

“Akan tetapi, saat Messi mengalami cedera, citra permainan klub asal Catalan tersebut sepenuhnya berubah. Bayern tidak memiliki masalah ini,” imbuhnya.

Selain torehan gol, Robert Lewandowski juga turut membantu Bayern Munich meraih sejumlah gelar. Di antaranya adalah tiga trofi Bundesliga dan satu DFB Pokal.

“Lewandowski adalah pemain kunci, tetapi Bayern tidak bergantung kepadanya seperti Real Madrid dengan Cristiano Ronaldo atau Paris Saint-Germain dengan Neymar,” tutur Matthaus.

“Lewandowski pemain yang sangat luar biasa. Bayern tidak memiliki pengganti alternatif yang menjanjikan kualitas serupa. Pemain asal Polandia itu merupakan nomor sembilan terbaik di dunia saat ini. Bayern tidak akan menemukan pemain lain seperti itu,” tandasnya.

Sacchi: Bayern Mungkin Membutuhkan Pelatih Baru

Football5Star.com, Indonesia – Gonjang-ganjing nasib Carlo Ancelotti di Bayern Munich tidak hanya menjadi perbincangan hangat di Jerman. Di Italia, masa depan pria asal Negeri Spagetti ini juga menjadi tajuk utama. Tak ketinggalan, Arrigo Sacchi juga ikut berkomentar. Bahkan, pria 71 tahun ini mengatakan FC Hollywood mungkin membutuhkan nahkoda baru.

“Saya menyaksikan semua pertandingan Bayern dan sangat terlihat mereka kehilangan antusiasme bermain. Carlo adalah salah satu pelatih tersukses di dunia, tapi saya rasa klub perlu perubahan, kata Sacchi pada Sport 1, Senin (18/9/2017).

Kendati demikian, pelatih legendaris Italia ini menegaskan bila Ancelotti masih layak mendapat pujian atas prestasinya selama ini. “Seiring bertambahnya usia, anda kehilangan semangat, begitulah hidup. Dia pelatih hebat yang masih pantas kita puji,” tambahnya.

Nasib Ancelotti memang sedang diujung tanduk di Allianz Arena. Meski tetap bisa membawa The Bavarian bertengger di papan atas Bundesliga, tidak harmonisnya hubungan sang pelatih dengan beberapa pemain ditengarai menjadi penyebab lain kabar pemecatan mantan allenatore AC Milan tersebut.

Sacchi pun tidak bisa menyalahkan Ancelotti mau pun pihak Bayern. Baginya hal seperti itu lumrah terjadi dan pelatih akan selalu disalahkan bila tidak berhasil mengangkat timnya.

Sejumlah mantan pemain Bayern sudah angkat bicara perihal performa buruk tim selama dikomandoi Don Carlo. Nama-nama seperti Oliver Kahn, Stefan Effenbergh, dan Lothar Matthaus menganggap mantan klub mereka sedang mengalami kemunduran.

Lothar Matthaus Yakin Bayern Munich Bakal Datangkan Bintang AS Monaco

Football5star, Indonesia – Legenda Bayern Munich, Lothar Matthaus, memprediksi bahwa akan ada pemain AS Monaco yang hijrah ke Allianz Arena pada musim panas 2017.

Monaco menampilkan performa yang apik pada musim 2016-2017. Saat ini, anak asuh Leonardo Jardim berada di urutan terdepan dalam perebutan gelar juara Ligue 1.

Selain itu, AS Monaco berhasil melaju ke semifinal Liga Champions. Mereka menyingkirkan klub-klub besar di fase gugur, yakni Manchester City dalam babak 16 besar dan Borussia Dortmund dalam perempat final.

Monaco terancam kehilangan sejumlah pemain kunci pada musim panas nanti, seperti Kylian Mbappe, Thomas Lemar, Tiemoue Bakayoko, Bernardo Silva, Benjamin Mendy dan Djibril Sidibe.

Pemandu bakat Bayern Munich, Michael Reschke, diutus untuk menyaksikan laga antara AS Monaco dan Borussia Dortmund dalam leg pertama perempat final di Stade Louis II beberapa waktu lalu. Atas dasar itu, Matthaus meyakini bahwa Bayern tengah mengincar bintang asal klub Prancis tersebut.

“Saya mengetahui bahwa kepala pemandu bakat Bayern, Michael Reschke, berada di stadion saat AS Monaco melawan Borussia Dortmund dalam ajang Liga Champions. Itu jelas bahwa bukan dikarenakan pemain Borussia Dortmund,” ujar Matthaus.

“Saya tidak terkejut jika satu atau beberapa pemain AS Monaco bermain untuk Bayern pada musim depan,” tandasnya.

Liga Jerman: Legenda Bayern Menilai Keputusan Lepas Kroos Ke Real Madrid Sebagai Blunder Besar

Legenda hidup Bayern Munich, Lothar Matthaus, menilai mantan klubnya tersebut telah melakukan kesalahan fatal dengan melepas Toni Kroos ke Real Madrid.

Seperti diketahui, Kroos produk akademi Bayern sejak berusia 17 tahun. Usai dipromosikan ke tim utama, Kroos telah tampil dalam 205 laga dan mencetak 25 gol. Selain itu, Kroos juga menjadi sukses mempersembahkan tiga gelar Bundesliga, tiga trofi DFB-Pokal, satu trofi Liga Champions, dan satu gelar Piala Dunia Antarklub.

Namun, di tengah puncak performanya, Bayern justru menerima tawaran dari Real Madrid untuk Kroos. Nilai transfer Kroos diperkirakan mencapai 30 juta Euro.

“Saya masih tidak mengerti mengapa mereka tidak mencapai kesepakatan. Sebuah kenaikan gaji besar tentu saja akan sangat pantas mengingat penampilannya di lapangan. Kroos adalah roda penggerak di lini tengah Real Madrid. Dia cocok dan sempurna di tim yang sangat baik dan memiliki kepercayaan dari orang-orang di sekitarnya. Kroos mungkin melakukan hal yang benar pergi ke luar negeri. Rasanya seperti menang lotre,” ujar Kroos, dilansir Sportbild.

“Bagi saya, Kroos adalah gelandang terbaik saat ini. Saya tidak melihat siapa pun yang ada ditingkatnya. Dia sudah menjadi bos di tim nasional. Jika saya bisa menemukan, hanya ada satu kelemahannya, yaitu kurangnya gol. Dia harus menembak lebih sering. Dengan Zidane, yang biasa bermain di posisi yang sama, bisa memberikan dia peran yang lebih menyerang.”

Legenda Bayern Anggap Ancelotti Cocok Gantikan Guardiola

Gelandang legendaris Bayern Munchen dan timnas Jerman, Lothar Matthaus, melayangkan pujian kepada Ancelotti. Matthaus berpendapat bahwa Ancelotti merupakan sosok yang tepat untuk menggantikan Josep Guardiola di kursi pelatih Die Roten musim depan.

Bayern akan ditinggal Guardiola yang telah melatih di Allianz Arena sejak 2013 lalu. Pelaih asal Spanyol itu memutuskan untuk tidak memperpanjang kontraknya bersama Bayern dan hijrah ke Manchester City pada musim panas nanti.

Selama tiga musim ditukangi Guardiola, Bayern sukses meraih dua trofi Bundesliga, satu DFB pokal, satu Piala Super Eropa dan satu Piala Dunia Antarklub.

Tugas Guardiola bakal digantikan oleh Ancelotti musim depan. Pelatih berpengalaman asal Italia itu telah meraih segudang kesuksesan dan terakhir mampu mewujudkan ambisi Real Madrid meraih La Decima di ajang Liga Champions dua musim lalu.

“Saya mengingat bahwa dia adalah pemain hebat karena merupakan otak permainan Milan di bawah asuhan Arrigo Sachi,” kata Matthaus, seperti dikutip dari La Gazzetta dello Sport.

“Dia telah meraih banyak hasil bagus bersama Chelsea, PSG dan menjuarai Liga Champions bersama Real Madrid,” tandasnya.

“Beberapa pemain yang pernah dilatih dia mengatakan kepada saya bahwa bukan hanya pelatih yang hebat, tetapi dia juga memiliki jiwa yang besar,” ujar Matthaus.

“Dia memiliki hubungan baik dengan semua orang di klubnya dan merupakan opsi yang bagus setelah Guardiola,” jelas pria berumur 55 tahun tersebut.

Legenda Bayern Sarankan Goetze Pulang Ke Dortmund

Legenda hidup Bayern Muenchen, Lothar Matthaeus, menyarankan gelandang Mario Goetze untuk pergi dari Allianz Arena dan kembali ke klub lamanya, Borussia Dortmund.

Sebagaimana diketahui, Goetze meninggalkan Dortmund untuk menyeberang ke Bayern pada 2013 lalu. Sayangnya, ia harus berjuang keras untuk dapat bermain di tim utama The Bavarians. Dilansir Soccerway, gelandang Jerman ini telah dikaitkan kembali ke Signal Iduna Park, belakangan ini.

Selama tiga musim bergabung di Bayern, ia hanya bermain dalam 105 laga di semua kompetisi dan mencetak 34 gol. Tak heran ia sempat mengutarakan tidak betah lagi bersama Bayern.

Salah satu raksasa Premier League, Liverpool, dikabarkan tertarik mendatangkan pemain berusia 23 tahun ini. Namun, Matthaeus menyarankan agar Goetze kembali ke Dortmund.

“Goetze kembali ke Dortmund, akan sangat cocok. Pahlawan Piala Dunia 2014 ini adalah didikan asli dari akademi Dortmund. Kepindahannya ke Bayern mungkin telah menghancurkan hati fans, tapi menurut saya ia tidak berutang permintaan maaf kepada siapa pun,” kata Matthaeus, dilansir Goal.

Menurut Matthaeus, Goetze akan kembali merebut hati penggemar ketika ia mencetak gol pertamanya bagi Dortmund. Matthaus menilai, kepergiaan Goetze dari Die Roten bukan berarti ia menjadi pemain yang gagal.

Goetze telah memenangkan dua gelar Bundesliga bersama Dortmund, dan akan memenangkan gelar kelima secara total jika Bayern menjadi juara di akhir musim nanti.

“Inggris Bisa Jadi Tim Terbaik Dunia Dalam Tiga Tahun”

Legenda Jerman, Lothar Matthaeus, mengklaim bahwa tim nasional Inggris bisa menjadi tim terbaik di dunia dalam tiga tahun mendatang.

Skuat Inggris yang mayoritas diisi oleh para pemain muda berhasil membuat kejutan dalam laga uji coba melawan Jerman pada hari Senin (27/3).

Bermain di Stadion Olympia Berlin, Der Panzer unggul terlebih dahulu berkat gol Toni Kroos dan Mario Gomez. Namun, Inggris berhasil membalikkan situasi lewat Harry Kane, Jamie Vardy, dan Eric Dier.

Matthaeus mengaku terkesan dengan performa skuat asuhan manajer Roy Hodgson. Ia melihat The Three Lions memiliki prospek untuk menjelma menjadi salah satu kekuatan besar di dunia.

“Mereka benar-benar membuat saya terkejut, terutama ketika anda melihat isi tim mereka. Mereka adalah pemain-pemain muda, tetapi ada keinginan untuk menang, memberikan yang terbaik untuk negara, dan saya harap sang manajer juga melihat hal tersebut,” ucap Matthaus seperti yang dikutip oleh Mirror.

“Saya harap para pemain tersebut memiliki kesempatan untuk membangun sebuah tim yang bagus untuk turnamen, seperti Piala Eropa dan kemudian Piala Dunia pada tahun 2018.”

“Ini adalah tim yang memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu tim terbaik di dunia dalam tiga tahun. Mereka membutuhkan pengalaman,” tambah pria yang bermain bagi Inter Milan tersebut.

Pada hari Rabu (30/3) mendatang, Inggris akan menjalani laga uji coba melawan Belanda di Stadion Wembley.

Oezil, Jerman Terbaik di Luar Jerman

Media Kicker yang berbasis di Jerman menobatkan Mesut Oezil sebagai pemain terbaik Jerman yang bermain di luar negeri. Bahkan, gelandang Arsenal itu menyingkirkan Toni Kroos dan Bastian Schweinsteiger.

Sebanyak dua kali setahun Kicker membuat daftar peringkat mengenai pemain-pemain, baik mereka yang bermain di Jerman maupun yang bermain di luar Jerman. Ada empat kategori yang dipakai Kicker dalam menyusun ranking pemain, yaitu world class, international class, players in focus, dan players of note.

Di antara pemain-pemain dalam international class, Oezil adalah satu-satunya pemain di luar Jerman yang masuk daftar. Kroos yang main di Real Madrid dan Schweinsteiger yang membela Manchester United sama sekali tidak masuk hitungan. Sayangnya, Oezil gagal memenuhi syarat untuk masuk world class.

“Oezil telah jadi langganan di tim utama Arsenal musim ini. Bahasa tubuh yang lesu? Menghilang di laga besar? Itu telah jadi masa lalu. Dua laga terbaiknya adalah saat melawan Manchester United dan Manchester City. Itulah kenapa ia memimpin ranking untuk pemain Jerman di luar negeri,” bunyi penjelasan Kicker.

“Kategori world class terhindar darinya karena kekalahan di awal musim atas West Ham United. Dan yang paling memalukan adalah kekalahan dari Dinamo Zagreb dan Olympiakos,” lanjut pernyataan itu.

Seperti juga dijelaskan legenda sepak bola Jerman, Lothar Matthaus, Oezil tidak cukup konsisten untuk bisa dimasukkan dalam kategori world class pada ranking yang disusun Kicker.

“Benatia Kurang Layak Untuk Bayern”

Legenda timnas Jerman, Lothar Matthaeus menilai kualitas Mehdi Benatia kurang mumpuni untuk memperkuat Bayern Muenchen. Selain itu, Matthaeus berpendapat, Benatia tidak cocok dengan filosofi pelatih Bayern, Josep Guardiola.

Benatia berlabuh di Allianz Arena pada Agustus 2014 lalu. Pemain berkebangsaan Maroko itu awalnya diproyeksi bakal menjadi tandem Jerome Boateng di jantung pertahanan Bayern.

Usai mengeluarkan 26 juta euro untuk menebusnya dari Roma, Bayern justru jarang memberikan kesempatan kepada Benatia. Pada musim perdananya, Benatia hanya mencatatkan 24 penampilan di semua ajang.

“Bayern telah mengincar pemain bertipikal Boateng dalam kurun beberapa tahun belakangan,” ujar Matthaus, seperti dilansir Bild.

“Holger Badstuber terlalu sering cedera untuk menjadi duet ideal bagi Boateng di sektor bek. Javi Martinez bisa mengisi posisi itu, tetapi dia absen sekian lama akibat cedera,” lanjutnya.

“Bayern merekrut Benatia dari Roma karena semua cedera yang menaungi sektor pertahanan. Kini itu menjadi jelas bahwa Benatia tidak cukup bagus untuk Bayern,” jelas Matthaeus.

“Dia kurang memiliki kapasitas untuk bermain bersama Bayern. Mereka membayar harga yang terlalu tinggi untuk dia. Dia bek yang lumayan, kuat di udara dan dalam duel. Namun, dia lemah dalam kemampuan teknik yang dibutuhkan dalam gaya main Guardiola,” simpul eks bintang Bayern itu.

Kesempatan kian minim diterima oleh Benatia setelah hanya bermain sebanyak sembilan kali di semua kompetisi. Bek berusia 28 tahun itu pun digosipkan berpotensi kembali ke Roma.

Mueller Tak Butuh Man.United atau Chelsea

Legenda Bayern Muenchen dan timnas Jerman, Lothar Matthaeus, menyarankan Thomas Mueller untuk menampik semua tawaran dari Manchester United atau Chelsea pada masa-masa mendatang.

Striker Bayern itu seringkali dikaitkan dengan kepindahan ke Liga Inggris. Apalagi, bulan lalu Muller sempat menyatakan bahwa gelontoran uang di Inggris sangat menggoda. Bayern mengungkapkan bahwa mereka mendapat tawaran raksasa untuk Muller pada musim panas lalu.

Direktur eksekutif Bayern, Karl Heinz Rummenigge, pun telah meminta Man.United untuk berhenti mengontak dirinya terkait transfer Muller. Kini, Matthaeus masuk dalam perbincangan dengan menyebut bahwa Mueller tak butuh Man.United atau Chelsea dalam perjalanan kariernya.

“Dia tidak membutuhkan Man.United atau Chelsea. Menurut saya, dia seharusnya bertahan di Bayern seumur hidup. Dia memulai karier profesional di Bayern dan saya pikir dia pun harus mengakhiri karier di sini,” tegas Matthaeus.

“Dia tidak perlu tantangan baru karena dia selalu bermain di level tertinggi setiap tahunnya di Bayern,” pungkas dia.

Dikaitkannya nama Mueller dengan Man.United tak lepas dari keberadaan Louis Van Gaal, sosok pelatih yang mengorbitkan namanya semasa melatih Bayern. Mueller dianggap berpeluang mengikuti jejak Bastian Schweinsteiger, ikon Bayern yang pindah ke Old Trafford pada awal musim ini.

Selain itu, ketiadaan mesin gol yang mumpuni di Man.United membuat Mueller selalu disebut-sebut sebagai sosok pemain yang dibutuhkan Van Gaal.

Loyalitas Guardiola pada Bayern Dipertanyakan

Masa depan Josep Guardiola di Bayern Munich sedang dispekulasikan. Sudah diberi segalanya oleh Di Roten, dia dinilai tidak loyal.

Kontrak Guardiola dengan Bayern akan berakhir pada akhir musim ini. Pembicaraan untuk menambah durasinya masih belum dilakukan.

Guardiola sendiri bilang bahwa masih ada waktu yang cukup hingga bulan Juni nanti untuk membicarakan kontrak dengan para petinggi Bayern.

Para pemain FC Hollywood yang sudah nyaman dengan Guardiola tak ragu untuk bilang bahwa mereka ingin pelatih asal Spanyol itu bisa bertahan. Salah satunya diucapkan oleh kapten tim, Philipp Lahm.

Di saat bersamaan, muncul kabar bahwa Guardiola akan ke Inggris musim depan. Dia bahkan sudah dikabarkan telah menjalin kesepakatan prakontrak dengan Manchester City untuk mempersiapkan pemain guna mengarungi musim berikutnya.

Soal Guardiola, eks pemain Bayern, Lothar Matthaus, turut mengeluarkan pendapat. Eks pelatih Barcelona itu dinilai tak setia, padahal sudah mendapatkan segalanya.

“Apa yang lebih baik untuk dia dibandingkan berada di Bayern? Semua permintaannya dipenuhi di Munich,” ujar Matthaus di Soccerway.

“Bayern tak pernah sedominan ini. Sudah lama sekali sejak mereka mencapai level kualitas yang baru. Dia sudah merekrut Barca, Real Madrid menjadi tabu karena asal usulnya.”

“Tentu saja, ada banyak uang di Inggris. Tapi dalam hal olahraga, mereka tertinggal saat ini,” imbuhnya.