Steven Gerrard dan Legenda Lainnya Beri Ucapan Selamat ke Liverpool

gamespool
Steven Gerrard dan Legenda Lainnya Beri Ucapan Selamat ke Liverpool 3

Football5Star.com, Indonesia – Steven Gerrard dan beberapa legenda Liverpool lainnya turut mengucapkan selamat atas keberhasilan mantan klub mereka juara Premier League 2019-20. Mereka turut senang karena akhirnya bisa melihat The Reds juara Liga Inggris setelah 30 tahun lamanya.

Steven Gerrard yang memenangkan gelar Liga Champions dan dua FA Cup bersama Liverpool turut berbahagia atas kemenangan mantan klubnya.

https://www.instagram.com/p/CB33qKkp4D2/

“Selamat kepada Liverpool yang telah memenangkan Premier League. Prestasi luar biasa dari skuad yang diisi pemain top. Dipimpin oleh pelatih kelas dunia dan staf pelatih yang juga spesial. Dan terakhir dan yang paling penting para fans yang menunggu selama 30 tahun. Ayo kita berpesta,” ucap Gerrard seperti dilansir Football5Star.com, dari Instagram pribadinya.

Peraih Ballon d’Or 2001, Michael Owen juga mengucapkan selamat kepada Liverpool lewat Instagramnya. “Selamat LFC, musim yang luar biasa dan tim terbaik musim ini.”

https://www.instagram.com/p/CB34ZUusaiw/

Legenda Liverpool lainnya, Luis Garcia, juga bersuka cita atas kemenangan mantan timnya ini. “Selamat LFC!! Sebuah prestasi luar biasa. Selamat untuk semua pemain, staff dan member dewan. Saya tak akan melupakan suporter. Nikmati momen ini. Ini sudah lama tapi akhirnya kita di sini!!”

https://www.instagram.com/p/CB34yw7n_Gz/

Fernando Torres yang tak pernah memenangkan gelar bersama Liverpool juga turut senang atas pencapaian klubnya. “Selamat untuk semua orang di LFC karena telah memenangkan Premier League. Skuad yang luar biasa, pelatih yang luar biasa, staff yang hebat, tapi yang terpenting selamat untuk semua untuk semua fans LFC.”

Torres melanjutkan, “Kalian telah menunggu begitu lama dan akhirnya mendapat trofi yang kau inginkan. Sangat pantas. #YNWA.

https://www.instagram.com/p/CB350LjCktm/

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Luis Garcia: Tekanan Ada di Liverpool

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, IndonesiaLuis Garcia menilai Liverpool yang difavoritkan keluar sebagai juara justru mendapatkan tekanan lebih dibandingkan Tottenhamm Hotspur. Namun, mantan gelandang The Reds ini juga menilai pengalaman yang dimiliki dapat menguntungkan skuat asuhan Jurgen Klopp untuk mengalahkan Spurs.

Liverpool dan Tottenham Hotspur akan saling berhadap meraih gelar juara, Minggu (2/6/2019) dini hari WIB di Stadion Wanda Metropolitano, Madrid. Final kali ini merupakan yang pertama kalinya bagi Spurs, sementara The Reds mengincar gelar ke-6 mereka di Liga Champions.

Luis Garcia yang membantu Liverpool menjuarai Liga Champions pada tahun 2005 mengatakan bahwa sebuah tim yang diunggulkan pada laga final justru memberikan tekanan lebih.

luis garcia - liga champions - liverpool - tottenham hotspur
ibtimes.co.uk

“Selalu datang atau mendekati permainan karena favorit memberikan Anda tekanan ekstra yang tidak Anda butuhkan. Dan para pemain, mereka tahu persis apa rasanya harus memenangkan kompetisi,” ucap Luis Garcia kepada Omnisport dilansir Fox Sports Asia dikutip Football5star.com.

Luis Garcia menambahkan bahwa Liverpool yang nyaris menjuarai Liga Champions musim lalu sebelum dikalahkan Real Madrid dan pada musim ini nyaris menjuarai Liga Inggris justru membuat Jordan Henderson dan kawan-kawan merasa semakin tertekan di laga final kali ini.

“Mereka hampir menjuarainya tahun lalu, mereka hampir menjuarainya tahun ini di Liga Inggris. Dan mereka kembali ke final. Itu memberikan tekanan,” terang gelandang asal Spanyol.

Sementara, Spurs dinilai kurang berpengalaman. Sebab, laga final ini merupakan yang pertama kalinya bagi skuat asuhan Mauricio Pochettino. Tentu, ini menjadi beban tersendiri bagi Harry Kane cs.

“Di sisi lain, bagi Spurs, ini adalah final pertama yang akan mereka mainkan dan bahwa kurangnya pengalaman akan bermain mungkin akan menyulitkan mereka. Anda dapat melihat kedua belah pihak, itu tidak akan menjadi pertandingan yang mudah,” ungkap Luis Garcia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Liverpool Wajib Juara Jika Tak Ingin Salah Hengkang

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Mantan pemain Liverpool, Luis Garcia, menilai klub yang bermarkas di Anfield tersebut perlu memenangi gelar musim ini. Hal tersebut dianggap akan sangat berguna untuk meyakinkan Mohamed Salah agar tidak hengkang ke klub lain.

Tim berjulukan The Reds musim ini masih berpeluang memenangi gelar di ajang Liga Inggris dan Liga Champions. Namun, hal itu jelas tidak mudah karena harus bersaing ketat dengan Manchester City di puncak klasemen Premier League. Mereka juga harus berhadapan dengan Barcelona di semifinal Liga Champions.

Mohamed Salah merupakan pemain yang bisa kembali bersinar musim ini bersama Liverpool. Sejauh ini ia sudah mengemas 25 gol di semua kompetisi dan 21 gol di antaranya ditorehkannya di Liga Inggris. Jumlah tersebut membuatnya menempati posisi teratas daftar pencetak gol sementara Liga Inggris.

Liverpool - Klopp - Chelsea - Liga Inggris - Football5star - Mohamed Salah
Twitter/@Premierleague

Dalam beberapa tahun terakhir, Liverpool kehilangan tidak pemain terbaik karena kesulitan memenangi gelar. Javier Mascherano, Luis Suarez, dan Philippe Coutinho memutuskan pindah ke Barcelona dan salah satunya karena faktor tersebut.

Luis Garcia pun khawatir The Reds kembali kehilangan Mohamed Salah jika masih tak mampu memenangi gelar bergengsi. Ya, Barcelona dan Real Madrid merupakan dua klub yang baru-baru ini diyakini mulai melirik situasi untuk menggaet pemain bintang asal Mesir itu.

“Jika Liverpool bisa memenangi gelar, menurut saya akan lebih mudah buat mereka mempertahankan Mohamed Salah,” kata Garcia dikutip Football5star.com dari Sky Sports.

“Semua orang tahu bahwa Barcelona dan Real Madrid akan berusaha merekrut pemain terbaik pemain terbaik pada bursa transfer musim panas nanti. Jika Anda berbicara soal pemain terbaik, Salah tentu salah satunya,” ucapnya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Luis Garcia Ungkap Penyebab Selebrasi Hambar Salah

Banner Football Live StarFootball5star.com, Indonesia – Performa Mohamed Salah sepekan terakhir sangat luar biasa. Ia berhasil mencetak empat gol dalam dua pertandingan. Namun, tidak tampak raut kebahagiaan di wajahnya usai mencetak gol. Kebiasaan tak biasa ini pun mengundang perhatian mantan dari winger Liverpool, Luis Garcia.

Akhir pekan lalu, Salah menorehkan hat-trick pertamanya musim ini usai memimpin kemenangan 4-0 Liverpool atas Bournemouth. Sementara pada tengah pekan giliran gawang Napoli yang dikawal David Ospina yang menjadi korban pemain asal Mesir tersebut.

Akan tetapi, semua gol itu tidak mampu membuat Salah tersenyum. Menurut Garcia, hal tersebut terjadi karena sang pemain merasakan sesuatu yang berbeda pada performanya di musim ini dan musim lalu.

Luis Garcia - Barcelona - Football5star - fcbarcelonacom
fcbarcelona.com

“Saya pikir dia tidak merasakan hal yang sama seperti yang dia lakukan musim lalu. Musim lalu semuanya datang dengan mudahnya dan tahun ini dia harus berjuang lebih keras lagi di beberapa pertandingan untuk mencetak gol,” kata Garcia seperti dilansir Squawka, Rabu (12/12/2018).

“Salah memiliki banyak peluang untuk mencetak go musim ini, tapi dia gagal menyelesaikannya dengan baik. Dia mungkin ingin membuktikan dirinya masih buas seperti sebelumnya, dan ya, hari ini dia membuktikan sekali lagi kepada kita semua,” ia menambahkan.

Hingga pekan ke-16 Premier League, pemain 25 tahun itu sudah mengoleksi 10 gol dan memimpin daftar top skorer dengan 10 gol bersama Pierre-Emerick Aubameyang. Sementara di Liga Champions dia sudah mencetak tiga gol dari enam pertandingan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Philippe Coutinho Perpaduan Iniesta dan Neymar

Banner Footbal Live Star-Football5star

Football5Star.com, Indonesia – Duta klub sekaligus mantan pemain Barcelona, Luis Garcia, melayangkan pujian kepada Philippe Coutinho. Menurut Luis Garcia, Coutinho adalah pemain yang bisa menggantikan peran Andres Iniesta dan Neymar dalam sekali waktu.

Philippe Coutinho datang ke Barcelona pada bursa transfer musim dingin 2018. Kedatangan Coutinho langsung berujung dengan gelar Liga Spanyol dan Copa del Rey bagi Blaugrana di akhir musim lalu.

Meski baru bergabung dengan Barcelona, Coutinho sudah mendapat pujian dari Luis Garcia. Mantan pemain Barcelona yang kini menjadi duta klub itu menyebut Coutinho adalah sosok yang tepat untuk menggantikan peran kapten Blaugrana yang hengkang, Andres Iniesta.

“Coutinho memberikan banyak hal untuk Barcelona. Kami memang akan sangat merindukan Iniesta, itu karena kami tak akan menemukan pemain istimewa seperti dia untuk waktu yang lama,” kata Garcia dilansir Football5Star.com dari Football Espana.

Philippe Coutinho, Neymar, PSG, football5star
zimbio

“Tetapi Philippe mirip dengan Iniesta. Dia bisa membuat gol yang dibutuhkan Barcelona dari lini tengah,” ujar dia.

Di sisi lain, Garcia juga menilai Coutinho adalah pemain yang berdampak besar seperti Neymar. Sahabat Coutinho di timnas Brasil itu meninggalkan Barcelona pada bursa transfer musim panas lalu dan memecahkan rekor transfer termahal.

“Coutinho memang bukan Neymar, namun mereka sama-sama punya dampak besar bagi Barcelona. Coutinho bisa mencetak lebih banyak gol, atau setidaknya menyamai Neymar,” tutur dia.

“Neymar unggul karena lebih menampilkan permainan indah. Dia bisa berlari 50 meter dengan bola. Akan tetapi untuk urusan efektivitas, Coutinho tidak kalah,” katanya menambahkan.

Di bursa transfer musim panas ini, El Barca telah mendatangkan tiga pemain. Bek Prancis, Clement Lenglet, dan duo Brasil Arthur Melo dan Malcom de Oliveira telah diikat oleh Barcelona.

Luis Garcia Kaget Warga Amerika Kenal Sepak Bola Karena Barcelona

Football5star.com, Indonesia – Barcelona tengah menjalani agenda pramusim di Amerika Serikat beberapa pekan terakhir. Salah satu orang yang ikut rangkaian tur tersebut adalah jebolan akademi La Masia, Luis Garcia.

Garcia sempat mengawali kariernya bersama Blaugrana sebelum dilego ke Liverpool pada 2004. Bersama The Reds, ia sukses memenangi Liga Champions semusim berselang. Pada 2007, ia kembali ke Spanyol untuk bergabung bersama Atletico Madrid.

Barcelona Getty Images
gettyimages

Sebagai salah satu orang yang pernah menimba ilmu di Barcelona, Garcia mengaku senang melihat perkembangan klubnya saat ini. Terutama dari segi pemasaran sehingga banyak masyarakat dunia yang tahu soal tim asal Catalonia tersebut.

“Aku selalu mencoba untuk menyebarkan pesan positif soal Barcelona. Ini adalah tim yang dihuni banyak pemain muda. Momen pramusim kami manfaatkan untuk memberi pemahaman terhadap masyarakat Amerika Serikat soal filosofi kami,” kata Garcia seperti dikutip dari situs resmi klub.

“Melihat antusiasme yang begitu besar terhadap Barcelona memunculkan kepuasan tersendiri. Tidak pernah aku melihat begitu banyak orang yang menunggu kami di hotel selama datang ke Amerika,” lanjutnya.

Anak asuh Ernesto Valverde akan menghadapi AC Milan dalam laga lanjutan International Champions Cup 2018. Pertandingan akan berlangsung di Levi’s Stadium pada Minggu (5/8) mendatang.

Luis Garcia: Liverpool Tak Boleh Remehkan Roma

Football5star.com, Indonesia – Mantan pemain Liverpool, Luis Garcia, mengatakan bahwa Liverpool tidak boleh meremehkan AS Roma jelang laga Liga Champions tengah pekan nanti. Livepool berhasil lolos ke babak semifinal Liga Champions setelah menyingkirkan Manchester City di babak perempatfinal.

Garcia mengingatkan anak asuh Jurgen Klopp bahwa Roma sejauh ini telah menjadi tim kuda hitam di ajang Liga Champions. Sehingga, Dejan Lovren dkk tidak boleh meremehkan Roma dan tak boleh menganggap remeh skuat asuhan Eusebio di Francesco.

Luis Garcia
Daily Mail

“Jika saya berada di ruang ganti, saya akan mengatakan jangan senang karena akan menghadapi Roma. Mereka sebenarnya paham laga esok akan sulit. Namun mereka juga harus ingat bahwa saat ini mereka belum berada di babak final,” ucap Garcia dikutip www.old.football5star.com dari Daily Mail.

Garcia juga mendukung mantan klubnya untuk lolos ke babak final Liga Champions. Ia juga berharap final di Kiev nanti akan berakhir manis bagi The Reds.

“Saya tidak sedang meremehkan Roma. Roma adalah tim yang hebat dan mampu bermain dengan baik di Liga Champions musim ini. Namun, mereka akan menghadapi tim yang berhasil menyingkirkan juara Premier League. Liverpool bisa mengalahkan siapapun saat ini.,” lanjut pria 39 tahun tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Garcia juga melontarkan pujian kepada Mohamed Salah. Menurut Garcia, Salah adalah pemain yang dapat membawa Liverpool memenangkan Liga Champions. “Salah adalah pemain yang luar biasa. Saya rasa ia dapat membawa Liverpool menjuarai Liga Champions,” tutup mantan pemain Barcelona tersebut.

Luis Garcia Bahagia Kembali ke Anfield

Football5Star.com, Indonesia – Legenda Liverpool melakoni laga persahabatan melawan legenda Bayern Muenchen. Eks pemain Liverpool, Luis Garcia, turut ambil bagian dalam laga yang berkesudahan dengan skor 5-5 itu.

Laga persahabatan itu digelar dalam langka penggalangan dana untuk LFC Foundation. Para legenda Liverpool seperti Steven Gerrard, Dirk Kuyt, dan Luis Garcia, hadir di lapangan dan turut bermain.

Luis Garcia sukses membawa gelar juara Liga Champions kepada Liverpool pada musim 2004-2005. Pria asal Spanyol itu mengaku bahagia bisa kembali bermain di Anfield. Baginya, suasana stadion yang dipenuhi oleh supporter Liverpool membuatnya merasa spesial.

“Saya sangat bahagia bisa kembali ke Anfield. Para supporter masih sama, sangat mengagumkan,” ucap Garcia dilansir dari laman resmi Liverpool.

Luis Garcia, Liverpool
thisisanfield.com

“Rasanya sangat fantastis bisa kembali ke stadion ini,” ucap pria 39 tahun itu.

Garcia memuji mantan rekan satu timnya, Dirk Kuyt, dalam pertandingan itu. Sebagai pemain paling muda, Kuyt menunjukkan bahwa dirinya masih memiliki sisa-sisa tenaga untuk memainkan si kulit bundar. Kuyt menjadi pencetak gol pertama bagi Liverpool pada laga itu.

“Kuyt memainkan pertandingan secara penuh. Sebagai pemain muda, dia memberikan kami banyak gol dan peluang,” tutur Garcia menambahkan.

Garcia mengatakan hasil imbang ini cukup memuaskan. Sebab, tujuan utama pada pertndingan ini bukanlah mencari kemenangan.

“Saya rasa imbang adalah hasil yang adil. Semua orang menikmati laga ini,” ujar dia menutup.

5 Momen Tak Terlupakan Laga Chelsea vs Liverpool

Football5Star.com, Indonesia – Pekan ke-13 Liga Inggris akan menyajikan duel panas antara tuan rumah Chelsea vs Liverpool, Sabtu (25/11/2017). Panjangnya sejarah pertemuan kedua tim ini pun telah menghasilkan setidaknya 5 momen tak terlupakan.

seperti halnya laga big match lainnya, pertemuan The Blues dan The Reds ini pun tidak melulu tentang hasil akhir. Lebih dari itu, ada gengsi yang tersaji di setiap laga yang berlangsung di lapangan.

Berikut 5 momen tak terlupakan yang terjadi di laga Chelsea kontra Liverpool yang telah dirangkum Football5Star:

  1. Gol Hantu Semifinal Liga Champions 2004-2005

https://www.youtube.com/watch?v=LrKzcIfXC9E

Satu laga yang tak akan dilupakan oleh fans Chelsea adalah semifinal Liga Champions leg kedua di Anfield. Chelsea yang ketika itu baru berubah wajah seiring diambil alihnya klub oleh Roman Abramovic mulai meniti asa di kompetisi Eropa.

Namun, laju mereka melaju ke final untuk pertama kalinya pupus setelah kalah 0-1 dari Liverpool lewat gol semata wayang Luis Garcia. Namun, gol tersebut diragukan keabsahannya oleh banyak orang. Hingga saat ini, gol itu masih sering diperdebatkan dan ramai disebut gol hantu.

2. Duduk Sila Rafael Benitez

benitez
@LFCphoto

Masa kepemimpinan Rafael Benitez (Liverpool) dan Jose Mourinho (Chelsea) membuat kedua tim kerap bertemu di Liga Champions. Salah satunya adalah di babak semifinal musim 2006-2007. Chelsea yang unggul 1-0 di pertemuan pertama harus menyerah di leg kedua dengan skor sama dan membuat laga harus berlanjut ke adu penalti.

Satu pemandangan tak biasa justru terjadi di pinggir lapangan saat adu 12 pas digelar. Benitez yang tampak santai justru duduk dengan menyilangkan kakinya di pinggir lapangan. Alhasil, The Reds berhasil melaju ke partai puncak setelah tendangan Dirk Kuyt memastikan kemenangan.

3. Kepindahan Torres ke Chelsea

steven gerrard fernando torres 930774855
liverpoolecho.co.uk

Fernando Torres pernah begitu dipuji oleh pendukung Liverpool. Namun, pada Januari 2011, pujian tersebut berubah menjadi hinaan saat ia secara mengejutkan membelot ke Chelsea di hari terakhir jendela transfer. Menariknya, tim pertama yang ia lawan sejak pindah ke Stamford Bridge adalah The Reds.

Suasana canggung pun tampak terlihat ketika Torres menyalami satu persatu mantan rekan setimnya. Steven Gerrard, Daniel Agger, dan Martin Skrtel tampak dingin menyambut mantan rekan setimnya yang sudah menyeberang. Pada akhirnya, Chelsea pun takluk 0-1 lewat gol yang dicetak Raul Meireles.

 4. Gigitan Suarez pada Ivanovic

Luis Suarez pernah sangat dibenci publik sepak bola Inggris. Selain tuduhan rasisme kepada Patrice Evra, gigitannya pada pemain Chelsea, Branislav Ivanovic, di musim 2012-2013 juga menjadi faktor dirinya banyak dikecam. Laga yang berakhir 1-1 itu pun harus dinodai dengan insiden tersebut.

Suarez yang dijaga ketat oleh Ivanovic tampak kehilangan kontrol ketika ia terlihat jelas menggigit bahu pemain Serbia tersebut. Walaupun insiden itu luput dari perhatian wasit, striker yang kini membela Barcelona pun dihukum 10 pertandingan oleh FA.

   5. Gerrard Terpeleset

https://www.youtube.com/watch?v=DQcGV0ccMy4

Mungkin inilah momen yang tak akan bisa dilupakan fans Liverpool di seluruh dunia, bahkan oleh Steven Gerrard sekali pun. Bagaimana tidak, peluang Liverpool merengkuh trofi Liga Inggris untuk pertama kalinya sejak 25 tahun terakhir harus pupus akibat sang kapten terpeleset.

Gerrard yang ketika itu menerima umpan pendek Mamadou Sakho justru gagal menahan bola setelah ia tiba-tiba terjatuh. Demba Ba yang berada di dekatnya pun langsung merebut bola dan menggiring ke gawang Liverpool untuk mencetak gol. Alhasil, The Reds takluk 0-2 dan di akhir musim, Manchester City menyalip mereka di puncak klasemen.

Singkirkan Juventus, Alasan Luis Garcia Percaya Bisa Comeback Lawan Milan

Football5star.com, Indonesia – Luis Garcia membeberkan bahwa kemenangan atas Juventus di perempat final Liga Champions 2004-05 merupakan salah satu alasan ia percaya Liverpool bisa comeback ketika melawan AC Milan di partai final.

Final yang digelar di Stadion Ataturk, Istanbul, Turki tersebut merupakan salah satu final Liga Champions paling dramatis sepanjang sejarah. Pasalnya, Liverpool sempat tertinggal 0-3 dari Milan ketika turun minum, tetapi mereka berhasil membuat skor imbang 3-3 di babak kedua. Mereka akhirnya menang dengan skor 3-2 di babak adu penalti.

Luis Garcia mengakui bahwa gol kedua yang dicetak oleh Vladimir Smicer membuat semangat para pemain Liverpool bangkit. Namun, secara pribadi, ia justru yakin timnya bisa comeback karena berhasil mengalahkan Juventus di babak perempat final.

Sebagai informasi, The Reds menyingkirkan Bianconeri dengan agregat 2-1.

“Saya merasakan atmosfer positif di tim. Saya tahu bahwa kami cukup baik untuk berada di sana dan memenanginya. Jujur saja, mengalahkan Juve merupakan salah satu alasan saya tetap percaya,” tutur Luis Garcia kepada FourFourTwo.

“Ketika itu, Juventus merupakan tim yang diisi oleh (Pavel) Nedved, (Lilian) Thuram, (Alessandro) Del Piero, (Zlatan) Ibrahimovic, dan (Mauro) Camoranesi. Dengan mengalahkan mereka, saya yakin kami juga mampu menaklukkan Milan,” ujar dirinya.

Cafu pernah menceritakan bahwa para pemain Rossoneri berpesta di dalam ruang ganti ketika jeda karena sudah unggul 3-0. Menurut Luis Garcia, itu merupakan hal yang wajar.

“Saya juga akan sangat senang jika berada di situasi seperti mereka. Mereka semua sangat senang dan kami merasa frustasi,” kata pria berusia 39 tahun itu.

“Namun, ketika kami kembali ke lapangan, kami bisa mendengar para fans Liverpool bernyanyi, walaupun kami bermain dengan buruk. Momen tersebut membuat kami berpikir bahwa kami harus berjuang habis-habisan di sisa 45 menit,” ucapnya.

Luis Garcia Kenang ‘Gol Hantu’ ke Gawang Chelsea

Football5star.com, Indonesia – Legenda Liverpool, Luis Garcia, menceritakan kembali momen terciptanya ‘gol hantu’ ketika menghadapi Chelsea dalam leg kedua semifinal Liga Champions pada 2005.

Luis Garcia merupakan salah satu pemain favorit di kalangan suporter Liverpool hingga saat ini. Alasannya adalah karena ‘gol hantu’ yang ia lesakkan ke gawang Chelsea di Stadion Anfield 12 tahun silam.

Berdasarkan tayangan ulang, sontekan bola dari Garcia belum melewati garis gawang The Blues. Bagaimanapun, wasit memberikan gol tersebut dan Liverpool berhak melenggang ke partai final berkat keunggulan agregat 1-0.

Banyak pihak mengklaim pemain asal Spanyol tersebut langsung berselebrasi untuk mengelabui wasit bahwa bola sudah melewati garis gawang. Namun, hal ini dibantah keras olehnya.

“Saya selebrasi karena saya benar-benar percaya bahwa bola itu sudah melewati garis. Semua terjadi begitu cepat,” kata Luis Garcia kepada FourFourTwo.

“Lihatlah pergerakan saya ketika saya menendang bola dan juga ketika Chelsea mencoba membuang bola. Selebrasi saya tidak dibuat-buat karena yang saya lihat itu adalah sebuah gol,” ujar sosok yang juga pernah membela Barcelona tersebut.

Terlepas dari kontroversi mengenai ‘gol hantu’, Luis Garcia mengklaim bahwa The Reds memang pantas menang atas Chelsea. Ia tidak bisa melupakan atmosfer yang diciptakan oleh para suporter di Anfield.

“Chelsea merupakan tim yang tampil lebih baik dari kami sepanjang musim, tetapi pada malam itu kami lebih cepat, kuat, dan berhasrat ketimbang mereka. Semua hal itu terjadi karena fans. Anda bisa benar-benar merasakan kekuatan dari mereka,” tutur dirinya.

Bertahannya Coutinho Sangat Penting Bagi Liverpool

Football5star.com, Indonesia – Bertahannya Philippe Coutinho di Liverpool menjadi sesuatu yang amat krusial bagi klub asuhan Juergen Klopp itu. Hal itu diutarakan oleh Legenda mereka, Luis Garcia. Baginya, Coutinho masih sangat dibutuhkan mengingat performnya yang baik saat membela klub asal Merseyside itu.

“Tentu semua orang ingin memiliki Coutinho di tim mereka. Karena selama dua atau tiga tahun terakhir, dia telah menunjukkan betapa pentingnya dirinya bagi Liverpool,” kata Garcia dikutip dari Fourfourtwo, Minggu (3/9/2017).

Coutinho sebelumnya diincar oleh klub asal Katalonia, Barcelona. Kabarnya, klub tersebut sudah diimpikan bagi pemain asal Brasil itu sejak lama. Namun, hingga bursa transfer musim panas ditutup, Barca tak kunjung merealisasikan pembelian mantan pemain Inter Milan itu.

Garcia paham betul kondisi pemain bernomor 10 itu. Menurutnya, wajar apabila banyak klub yang tertarik mendatangkannya. Namun, ia berada di sisi Liverpool. Baginya, jika The Reds ingin bersaing musim ini, mereka harus mempertahankan Coutinho.

“Banyak, banyak tim yang tertarik untuk menandatanganinya, bagi Liverpool, saya pikir sangat penting bagi mereka untuk mempertahankannya,” ungkap Garcia.

“Jika mereka ingin bersaing di Liga Primer yang sulit ini, mereka harus mempertahankan semua pemain penting mereka,” lanjut pemain yang turut andil antar Liverpool juara Liga Champions pada 2005 itu.

Sementara itu, Coutinho beberapa waktu lalu, berhasil mencetak gol dan membawa negaranya menang atas Ekuador, 2-0.

Luis Garcia Dukung Marco Verratti Gabung Barcelona

Football5star, Indonesia – Gelandang Paris Saint-Germain (PSG), Marco Verratti, menjadi perbincangan hangat setelah dihubungkan dengan Barcelona pada musim panas ini. Niat Blaugrana untuk mendatangkan Verratti ke Camp Nou rupanya mendapat dukungan dari mantan pemain Barcelona, Luis Garcia.

Garcia menyebut Verratti merupakan sosok pemain yang dibutuhkan Barcelona untuk melengkapi kepingan puzzle yang hilang. Bahkan Garcia optimistis Verrati bisa langsung cocok dengan pemain Barcelona seperti Andres Iniestas dan Ivan Rakitic.

“Verratti merupakan salah satu pemain yang bisa sangat cocok dengan filosofi Barcelona. Dia sangat bagus secara teknik,” ujar Garcia dikutip dari Soccerway.

“Dia tahu bagaimana membuat pergerakan. Dia bisa bermain dalam posisi berbeda. Dia cocok pada posisi di mana (Andres) Iniesta atau (Ivan) Rakitic bermain. Tapi, dia juga bisa bermain sebagai holding midfielder berdampingan dengan Sergio Busquets,” sambungnya.

Keseriusan Barcelona untuk merekrut Verratti terlihat dari nominal transfer yang disediakan pihak Blaugrana. Klub La Liga tersebut dikabarkan sudah menyiapkan mahar sebesar 70 juta euro (Rp 1,04 triliun) untuk memboyong Verratti ke Camp Nou musim panas ini.

Niat Barcelona untuk merekrut Verraatti bahkan mendapat respon positif dari sang pemain. Baru-baru ini Verratti telah menolak perpanjangan kontrak dari PSG yang nominalnya cukup besar yakni kenaikan gaji sebesar 12 juta euro (Rp 178,53 miliar) per musim.

Berita Bola: Luis Garcia Yakin Liverpool Finis di Empat Besar

Football5star.com, Indonesia – Legenda Liverpool, Luis Garcia, meyakini skuat asuhan manajer Juergen Klopp akan lolos ke Liga Champions.

Saat ini, Liverpool berada di peringkat keempat klasemen sementara Premier League dengan total raihan 56 poin, hasil dari 16 kemenangan dan delapan kali imbang.

Mereka unggul empat poin dari Manchester United yang menempati posisi kelima. Namun, rival abadi mereka tersebut masih menyimpan dua pertandingan lebih banyak untuk dimainkan.

Menurut Garcia, Philippe Coutinho dkk. memiliki kapasitas untuk finis di empat besar.

“Saya pikir hal itu masih mungkin terjadi. Itu adalah target pada awal musim dan mereka harus terus berjuang untuk mendapatkannya,” ujar Garcia seperti yang dikutip Sky Sports.

“Saya pikir tim ini siap untuk memperebutkannya. Memang, mereka sempat menjalani periode yang buruk pada awal 2017, tetapi saya tetap optimistis mereka mampu meraihnya.”

“Mereka memiliki manajer yang sempurna untuk melakukannya. Kita semua tahu hal yang mampu ia capai bersama timnya dan mereka telah menunjukkan hal tersebut di paruh pertama musim.”

“Saya tidak memiliki keraguan bahwa jika mereka mampu terus bekerja dengan cara yang sama, maka mereka akan berada di empat besar pada akhir musim,” tambah dirinya.

The Reds akan menjalani Everton dalam laga lanjutan Premier League bertajuk Derby Merseyside di Stadion Anfield pada 1 April mendatang.

Barca Asuhan Enrique Lebih Lengkap Dibandingkan Dengan Asuhan Guardiola

Barcelona tampil sangat baik di musim ini. Penampilan Los Cules bersama Luis Enrique disebut oleh mantan pemainnya, Luis Garcia, lebih bagus dari tim pada masa diasuh oleh Josep Guardiola.

Barca tampil bagus dalam dua musim belakangan. Mereka memenangi lima gelar musim lalu, dan di musim ini berpotensi akan meraih treble winners.

Enrique yang sempat diragukan di awal penunjukkannya, kini sudah membawa Barca tampil atraktif. Mereka bahkan sudah tak pernah kalah dalam 39 pertandingan yang dilakoni.

Rinciannya, Barca memetik 30 kali kemenangan, sembilan hasil imbang. Selain itu. mereka juga sudah memasukkan sebanyak 122 gol dan kemasukkan sebanyak 23 gol.

Garcia pun tak ragu memberi pujian atas kinerja Enrique itu. Dia menilai bahwa Azulgrana kali ini merupakan versi 2.0.

“Saya selalu mengatakan bahwa Barca yang dilatih Barcelona merupakan tim sempurna,” kata Garcia seperti dilansir oleh Omni Sport.

“Pergerakan, umpan, tapi Enrique juga mempunyai itu, ditambah dengan serangan balik, mereka bisa mencetak gol dan itu merupakan suatu hal yang tak terlalu sering dilihat bersama Guardiola, karena mereka mencoba untuk mendapatkan bola dari bek dan mengoper bola, mengoper bola, itu pertandingan yang indah.”

“Terkadang, meski membosankan untuk tim lain, tidak untuk mereka yang melihat mereka di televisi, karena sungguh indah untuk melihat semua operan itu. Tapi, saya pikir saat ini mereka versi 2.0-nya,” imbuhnya.

Costa Bakal Jadi Andalan Spanyol di Euro 2016

Mantan pemain timnas Spanyol, Luis Garcia, meyakini Diego Costa akan menjadi andalan La Furia Roja di Piala Eroap 2016. Dia yakin Costa pasti akan masuk ke dalam skuat Spanyol.

Saat ini, nama Costa tak terdapat dalam skuat yang akan menghadapi Italia dan Romania di laga persahabatan. Sempat beredar rumor pelatih Vicente Del Bosque meninggalkannya karena Costa tak menunjukkan disiplin yang baik. Namun, dia membantah dan beralasan Costa tak dibawa karena sedang cedera.

Kendati begitu, Garcia percaya Costa bakal jadi salah satu striker yang dibawa Del Bosque ke Prancis. Dua striker lain yang menemani Costa adalah Paco Alcacer dan Fernando Torres.

“Saya rasa Diego Costa adalah sosok yang sangat tepat untuk timnas Spanyol. Jika dia melakukan finishing seperti yang dia lakukan saat ini bersama Cesc Fabregas di Chelsea, dia pasti akan jadi striker kita di Euro 2016. Bersama Alcacer dan Torres. Mungkin juga pemain lain yang sedang naik daun,” ujar Garcia.

Mantan pemain Liverpool itu menambahkan soal keyakinannya bahwa Spanyol akan kembali berjaya di Euro 2016. Menurutnya, Spanyol punya kans besar untuk hat-trick juara di Euro.

“Kita bisa juara. Selama ini, mereka sudah bermain baik. Saya rasa Spanyol sudah siap untuk Euro. Del Bosque punya tim yang hebat. Semoga strategi mereka berjalan baik,” tambah dia.

Liverpool Kontra MU Seperti El Clasico-nya Inggris

Liverpool harus mengerahkan segala upaya demi mengalahkan Manchester United, menurut mantan penyerangnya, Luis Garcia. Garcia menganggap, pertandingan antara Liverpool dan Man. United seperti El Clasico di Spanyol yang mempertemukan Barcelona dengan Real Madrid.

Dalam dua laga ke depan, Liverpool akan menghadapi Man. United. Anak asuh Juergen Klopp lebih dulu menjamu Man. United di Stadion Anfield dalam leg pertama babak 16-Besar Liga Europa, Kamis (10/3), sebelum bertandang ke Old Trafford sepekan berikutnya.

Garcia mengklaim, menjuarai Liga Europa adalah satu-satunya cara bagi Liverpool untuk memperoleh tiket Liga Champions musim depan. Pasalnya, dia menganggap The Reds bakal sulit mengejar posisi 4-Besar Premier League musim ini.

“Aku pikir, itu (laga antara Liverpool dan Man. United) adalah El Clasico di Inggris. Setelah musim yang mengecewakan di Premier League, menghadapi, menang dan lolos dalam ajang tersebut (Liga Europa) akan menjadi pencapaian fantastis bagi klub, para suporter serta pemain,” papar Garcia, seperti dilansir Omnisport.

“Melawan Manchester United adalah partai yang fantastis. Aku pikir itu salah pertandingan yang dinantikan para suporter,” ungkapnya.

“Itu peluang yang fantastis untuk lolos ke Liga Champions musim depan dan mungkin satu-satunya cara karena posisi empat besar sangat jauh dari jangkauan,” kata Garcia.

“Menjuarai kompetisi itu bisa memberikan Anda kesempatan itu, jadi saya pikir klub, para pemain tahu harus memberikan segalanya,” tandasnya.

“Itu tidak mudah, kita lihat pertemuan terakhir sangat ketat dan akan lebih ketat karena Liverpool melaju. Namun, Liverpool bisa menjuarainya,” jelas Garcia.

Garcia: Benitez Sebenarnya Sudah Pas Untuk Madrid

Eks gelandang Barcelona, Luis Garcia, meyakini Rafa Benitez adalah sosok yang tepat untuk Real Madrid musim ini, tetapi mantan manajernya di Liverpool tersebut harus membayar untuk hasil buruknya selama di Santiago Bernabeu.

Benitez hanya tujuh bulan di Real Madrid sebelum Florentino Perez memutuskan membuat perubahan, dia memilih untuk mempromosikan Zinedine Zidane dari perannya di tim B Madrid awal Januari.

Tapi Garcia yakin masalah Real Madrid lebih dalam dari sekedar identitas manajer saja.

“Ketika dia [Benitez] pertama kali tiba saya rasa dia adalah orang yang tepat. Dia tahu klubnya, dia ada di sana selama bertahun-tahun sebelumnya dan dia tahu bagaimana Real Madrid bekerja,” kata Garcia kepada Omnisport.

“Dia sudah menunggu kesempatan itu selama bertahun-tahun. Kita semua tahu dia akan menyelesaikannya suatu hari mengelola Real Madrid. Tetapi, sepak bola mengenai hasil. Ini bukan masalah pelatih, pemain atau klub, ini mengenai hasil.”

“Sudah lama Madrid tak memenangkan trofi. Mereka memenangkan Liga Champions dua tahun lalu, namun La Liga sangat sulit. Madrid adalah tentang piala. Mereka tidak ingin finis kedua.”

“Ketika Benitez tiba, dia mencoba beradaptasi dengan tim dengan cara dia, tetapi tidak berhasil. Kita lihat Zidane mengambil alih. Mulai membaik, sama seperti tim ketika dapat manajer baru. Tetapi, masih banyak yang harus dikerjakan Real Madrid, itu artinya Rafa Benitez mungkin tidak salah,” tambahnya.

Start Zidane memang sangat bagus, dia tak terkalahkan sampai tumbang di kandang sendiri melawan rival sekotanya, Atletico Madrid. Yang membuat semakin parah, kekalahan tersebut di dapat setelah mereka seri 1-1 melawan Malaga.

Sekarang mereka berada di posisi ketiga klasemen sementara, tertinggal empat poin dari Atletico Madrid dan 12 poin dari Barcelona di sisa 10 pertandingan lagi.