Pulang ke Polandia, Podolski Akui Gornik Zabrze Klub Terakhirnya

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Lukas Podolski akhirnya memiliki klub baru. Setelah menjalani musim lalu di Liga Turki bersama Antalyaspor, ia menerima pinangan klub Polandia, Gornik Zabrze.

Seperti diketahui, Lukas Podolski adalah mantan striker timnas Jerman. Tapi dia berasal dari Polandia dan lahir di sana.

Kendati lahir di Polandia, pemain 36 tahun tak pernah memperkuat klub negara leluhurnya. Sejak belia dia sudah pindah ke Jerman dan menimba ilmu di akademi FC Koeln.

Pulang ke negara asal, mantan pemain Arsenal mengaku Gornik Zabrze akan jadi klub terakhirnya. Dia juga merasa emosional bisa memperkuat Gornik.

“Ini akan menjadi klub terakhir saya, langkah terakhir saya. Saya membuat keputusan ini secara khusus. Saya lahir tiga kilometer dari sini, di sinilah saya mengambil langkah pertama saya dan sekarang saya akan bermain lagi di sini,” kata sang bomber seperti dilansir Sport1, Jumat (9/7/2021).

“Ini lebih emosional karena saya lahir di sini. Seluruh keluarga saya penggemar Gornik. Sekarang saya akan memakai seragam tim dan saya akan memainkan pertandingan terakhir dalam karier saya untuk klub ini,” ia menambahkan.

Adapun Gornik Zabrze salah satu klub tradisional Polandia. Dalam sejarahnya mereka telah memenangkan 21 trofi. Termasuk 14 gelar liga.

Walau bergelimang gelar, klub yang bermarkas di Arena Zabrze sudah lama puasa gelar. Terakhir kali mereka juara terjadi 32 tahun silam.

Kendati kalah pamor dari Lech Poznan, Legia Warszawa, hngga Wisla Krakow, Gornik Zabrze sempat menghasilkan talenta-talenta hebat seperti Lukasz Skorupski, Arkadiusz Milik,

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Malam Indah Jamal Musiala di Allianz Arena

Banner Gamespol Baru

Football5Star.com, Indonesia – Timnas Jerman memang hanya imbang 2-2 saat menghadapi timnas Hungaria pada matchday III EURO 2020, Kamis (24/6/2021) dini hari WIB. Namun, laga di Stadion Allianz Arena pada malam itu tetap saja indah bagi Jamal Musiala. Ada catatan apik yang ditorehkan pemain Bayern Munich tersebut.

Pada laga Jerman vs Hungaria, Musiala diberi kesempatan bermain oleh pelatih Joachim Loew. Dia dimasukkan pada menit ke-82 untuk menggantikan Robin Gosens. Sebelumnya, kala menghadapi Portugal dan Prancis, pemain yang sempat membela timnas junior Inggris tersebut hanya berada di tribune karena tak masuk skuat Die Mannschaft.

Kesempatan yang diberikan Loew punya makna istimewa bagi Jamal Musiala. Meskipun hanya 8 menit, dia resmi menjalani debutnya di event besar bersama timnas Jerman. Dia pun jadi yang termuda sepanjang sejarah Die Mannschaft. Hari itu, dia berumur 18 tahun 117 hari.

Musiala memecahkan rekor yang sebelumnya dipegang Lukas Podolski selama 17 tahun. Pada EURO 2004, Podolski menjalani debut di turnamen besar bersama timnas Jerman saat berumur 19 tahun 19 hari. Saat itu, Die mannschaft kalah 1-2 dari Rep. Cheska dan gagal melangkah ke fase gugur.

Jamal Musiala Berperan pada Gol Goretzka

Pemecahan rekor Lukas Podolski itu jadi makin manis bagi Jamal Musiala karena dilakukan di Stadion Allianz Arena milik klubnya saat ini, Bayern Munich. Sudah begitu, dia pun berandil besar pada gol Leon Goretzka pada menit ke-84 yang menjadikan kedudukan imbang 2-2.

Menerima bola di sisi kiri, dia menusuk ke kotak penalti, lalu memberikan umpan cut back yang diteruskan Goretzka kepada Timo Werner. Striker Chelsea melepaskan tendangan, tapi diblok penain lawan. Bola liar ternyata jatuh di depan Goretzka yang lantas melepaskan tendangan keras tanpa mampu dibendung Peter Gulacsi.

Peran penting Musiala diakui pelatih Joachim Loew. “Dia punya beberapa situasi bagus setelah masuk. Dia punya kekuatan dalam memanfaatkan ruang sempit. Untuk pemain muda, performanya sudah sangat bagus,” kata sang pelatih seperti dikutip dari Sport1.

Pujian juga diungkapkan Joshua Kimmich yang dinobatkan sebagai Star of The Match laga Jerman vs Hungaria. Saat menerima trofi, dia tak segan menyebut ingin memberikan trofi itu kepada Jamal Musiala yang jadi aktor penting dalam terciptanya gol penyelamat Jerman.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Makna Khusus Gol Ilkay Guendogan di Gawang Moenchengladbach

gamespool

Football5Star.com, Indonesia – Ilkay Guendogan terus menunjukkan ketajamannya. Rabu (17/3/2021) dini hari, gelandang asal Jerman itu ikut membobol gawang Borussia Moenchengladbach saat Manchester City menang 2-0 dan memastikan lolos ke perempat final Liga Champions.

Gol di gawang Moenchengladbach itu pun ternyata punya makna khusus. Berkat gol itu, Guendogan kini melewati rekor milik eks striker timnas Jerman yang sekarang membela Antalyaspor, Lukas Podolski. Guendogan kini jadi pemain Jerman dengan koleksi gol terbanyak di Liga Champions bersama satu klub luar Jerman.

Gol yang dilesakkan di gawang Yann Sommer pada menit ke-18 adalah yang kesembilan bagi Guendogan bersama Man. City di Liga Champions. Itu berarti dirinya melewati koleksi total 8 gol yang dibuat Podolski saat memperkuat Arsenal.

Gol di gawang Moenchengladbach juga menegaskan musim ini sebagai musim terbaik bagi Guendogan di Liga Champions. Itu adalah gol ketiganya sepanjang musim ini. Selain Moenchengladbach, FC Porto dan Olympique Marseille merasakan ketajaman sang gelandang saat fase grup.

Sebelumnya, torehan terbanyak Guendogan dalam semusim di Liga Champions hanya 2 gol. Itu adalah musim lalu ketika pemain timnas Jerman tersebut mencetak gol dalam dua pertemuan dengan Shakhtar Donetsk.

Catatan lain yang menarik, total gol bersama Manchester City adalah 90 persen dari seluruh gol Guendogan di Liga Champions. Pasalnya, dia hanya mencetak 1 gol saat membela Borussia Dortmund, yaitu melalu penalti pada final musim 2012-13.

Guardiola Puji Guendogan

Pep Guardiola menyebut Ilkay Guendogan sebagai salah satu pemain terbaik yang pernah dilatihnya.
stadiumastro.com

Ketajaman Ilkay Guendogan musim ini kembali dipuji manajer Manchester City, Pep Guardiola. Pria asal Catalunya itu bahkan tak ragu menyebut sang gelandang sebagai salah satu pemain terbaik yang pernah ditangani sepanjang kariernya sebagai pelatih.

“Dia salah satu pemain terpandai yang pernah saya latih dan saya lihat. Sepertinya musim ini akan jadi miliknya. Dia selalu menunjukkan kualitasnya dan saya betul-betul puas dengan Ilkay,” ujar Pep Guardiola selepas laga lawan Monechengladbach seperti dikutip Football5Star.com dari Sport1.

Lebih lanjut, Guardiola mengungkapkan, “Insting mencetak gol selalu ada pada dirinya. Dia itu betul-betul sosok yang baik. Sepanjang hayat, saya tak akan pernah melupakan waktu yang dhabiskan bersama dia.”

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Lukas Podolski Lega Mesut Oezil Keluar dari Arsenal

gamespool
Lukas Podolski Lega Mesut Oezil Keluar dari Arsenal 11

Football5Star.com, Indonesia – Pemain Antalyaspor, Lukas Podolski, lega setelah melihat mantan rekannya, Mesut Oezil, pindah dari Arsenal. Apalagi Oezil pindah ke liga yang sama dengan dirinya.

Oezil diputus kontraknya dengan Arsenal bulan ini dan dia sudah mendarat di Turki untuk segera menandatangani kontrak dengan Fenerbahce. Podolski menilai cara Arsenal mengeluarkan Oezil sangat tidak baik.

“Saya biasanya berpikir dengan seorang pemain yang berada di tahun keenam atau ketujuh bersama klub, untuk mengeluarkannya sepenuhnya dari skuad, itu sama sekali tidak baik,” ucap Podolski seperti dilansir Football5Star.com dari Bild.

Resmi ke Fenerbahce, Mesut Oezil Bakal Gunakan Nomor Tak Lazim

Mantan pemain FC Koeln itu melanjutkan, “Dia menunjukkan kelasnya di lapangan, dia tidak pernah bersikap negatif terhadap rekan-rekannya atau klub. Arsenal sebagai klub tidak terlihat positif dalam situasi ini selama beberapa bulan terakhir.”

Podolski baru datang ke Turki pada tahun lalu setelah bermain di Jepang bersama Vissel Kobe. Podolski merasa kedatangan Oezil ke Turki akan menjadi aset untuk liga.

“Saya senang Mesut Oezil akan bermain untuk kami di Turki di masa depan. Dia adalah aset bagi liga dan pada usia 32 tahun dia masih dalam usia sepakbola terbaik. Itu terjadi berulang kali di Super Lig bahwa nama-nama pemain hebat dihadirkan oleh bos klub untuk memuaskan para fans,” kata Lukas Podolski.

Pemain kelahiran Polandia itu melanjutkan, “Sungguh memalukan bahwa itu berakhir seperti ini. Tidak ada profesional yang puas jika dia tidak diizinkan bermain. Sekarang Oezil akhirnya bisa melakukan apa yang kita semua sukai lagi, bermain sepak bola.”

Mesut Oezil merupakan rekan tim Podolski di Arsenal maupun timnas Jerman. Mereka berdua merupakan bagian dari tim Die Mannschaft yang berhasil memenangkan Piala Dunia 2014.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Pelatih Fisik Klub Vietnam Pernah Dibuat Jengkel oleh Lukas Podolski

gamespool

Football5Star.com, Indonesia – Nils Haacke, Pelatih fisik Nam Dinh, klub Liga Vietnam, punya kisah menarik pada awal-awal kariernya. Kisah itu berkaitan dengan eks bintang timnas Jerman yang kini membela Antalyaspor, Lukas Podolski.

Menurut Haacke, Podolski adalah sosok yang luar biasa. Saking luar biasanya, eks striker Arsenal itu pernah membuat dia jengkel luar biasa. Hal itu dialami saat dia menangani sang pemain semasa di 1.FC Koeln.

“Ketika memulai karier sebagai pelatih fisik, saya beruntung mendapat kontrak dengan FC Koeln yang pernah melahirkan banyak nama besar di sepak bola Jerman. Saya bekerja di sana selama lima tahun. Anda tahu Lukas Podolski, pemain Jerman berdarah Polandia?” kata Nils Haacke memulai kisahnya seperti dikutip Football5Star.com dari Zing News.

Nils Haacke sejak Maret 2020 menjadi pelatih fisik Nam Dinh.
zing.vn

Haacke menambahkan, “Pada 2004, saat kali pertama bertemu saya, dia sangat muda dengan tubuh mungil dan sangat rapuh. Saat itu, beberapa orang menilai dia akan jadi bintang. Pada tahun pertama, saya menyadari potensinya dan membuat rencana untuk perkembangan fisiknya.”

Haacke lantas menceritakan sebuah kisah yang membuat dirinya terkagum-kagum kepada Lukas Podolski. Itu terkait kemauan keras sang bintang dalam berlatih.

“Suatu ketika, Lukas cedera pergelangan kaki dan saya diminta menanganinya secara khusus selama tiga pekan. Saat itulah saya benar-benar terkesan oleh kemauan kuat dari dalam diri Lukas Podolski. Tak seperti pemain-pemain lain, dia selalu menerima program latihan dengan sukacita,” urai Haacke lagi.

Podolski Gedor Pintu Rumah Haacke

Pria berumur 53 tahun yang mulai berkiprah di Nam Dinh pada Maret lalu itu lantas mengisahkan kegilaan Podolski yang sampai membuat dirinya jengkel.

“Setiap hari, dari pukul 8 pagi hingga 8 malam, selama 12 jam, Lukas menunjukkan profesionalismenya dan itu menjengkelkan saya,” ujar Haacke lagi soal komitmen kuat Podolski.

Haacke lantas mengungkapkan, “Setiap pagi, dia mengetuk pintu rumah dan mengajak saya berlatih. Suatu hari, saya tertidur dan tak mau bangun. Dia menggedor-gedor pintu sambil berteriak, ‘Hey, pelatih, ayo kerja, ayo kerja.’ Saya harus menendang dia setiap saat.”

Bagi Nils Haacke yang juga pernah bekerja untuk Ratchaburi FC, klub Liga Thailand, pengalaman dengan Lukas Podolski itu sungguh sangat berkesan. Dia bahkan mengaku sulit menemukan sosok seperti itu lagi.

“Itu adalah masa yang tak terlupakan dalam karier saya. Soalnya, setelah Lukas, saya jangan sekali menemukan pelatin seperti itu. Belakangan, ketika dia bermain untuk timnas Jerman, Lukas Podolski selalu menelepon saya setiap kali akan bertanding,” ucap Haacke mengakhiri kisahnya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Cara Unik Lukas Podolski Ucapkan Selamat untuk Bayern Munich

dinasti
  • Bayern Munich menjuarai Liga Champions 2019-20 setelah mengalahkan Paris Saint-Germain pada laga final
  • Lukas Podolski ikut memberikan ucapan selamat kepada mantan klubnya
  • Podolski mengunggah kartu Panini Hansi Flick semasa membela 1.FC Koeln

Football5Star.com, Indonesia – Banyak cara mengungkapkan sesuatu. Demikian pula dalam menyampaikan ucapan selamat. Hal itu ditunjukkan Lukas Podolski, striker Antalyaspor, setelah Bayern Munich menjuarai Liga Champions 2019-20.

Setelah Bayern Munich mengalahkan Paris Saint-Germain lewat gol tunggal Kingsley Coman, para mantan pemain ramai-ramai mengucapkan selamat. Lukas Podolski pun tak ketinggalan. Namun, dia punya cara tersendiri. Dia tak mengunggah foto semasa bermain untuk Bayern atas kala merayakan gelar juara bersama Die Roten.

Lewat unggahan di media sosial, Podolski justru memilih cara unik. Dia menonjolkan sosok pelatih Bayern, Hans-Dieter Flick dalam mengucapkan selamat. Dalam unggahannya, dia menyertakan foto kartu Panini Hansi Flick dengan seragam 1.FC Koeln.

Sama-Sama Mantan Pemain Koeln

Mengapa Lukas Podolski melakukan hal itu? Sepertinya dia ingin mengingatkan bahwa pelatih yang kini jadi buah bibir di seantero dunia itu pernah membela Koeln, klub yang begitu lekat di hatinya.

1.FC Koeln memang jadi benang merah antara Podolski dan Flick. Keduanya sama-sama pernah menjadi pemain Effzeh. Poldi pada 1995 hingga 2006 dan 2009 hingga 2012, sementara Flick pada 1990 hingga 1993.

Hansi Flick semasa membela 1.FC Koeln setelah dilepas Bayern Munich pada 1990.
express.de

Flick hijrah ke Koeln pada 1990 setelah lima musim membela Bayern Munich. Bersama Die Roten, dia empat kali juara Bundesliga dan sekali juara DFB Pokal, tapi kalah tragis pada final Piala Champions 1986-87. Adapun bersama Effzeh, prestasi terbaiknya adalah runner-up DFB Pokal.

Lukas Podolski memang sosok yang selalu menjaga hubungan baik dengan klub-klub yang pernah dibelanya. Lewat media sosial, dia kerap memberikan ucapan bagi Koeln, Bayern, Arsenal, Galatasaray, dan Vissel Kobe. Meskipun demikian, Effzeh adalah yang paling dicintainya.

Kecintaan Lukas Podolski kepada Koeln tentu bukan tanpa alasan. Dia memulai meretas karier sebagai pesepak bola di klub itu. Saat masih di Bundesliga 2, dia pun mampu mencuri perhatian pelatih timnas Jerman kala itu, Rudi Voeller. Dia pun mau kembali ke klub itu setelah dilepas Bayern.

[better-ads type=’banner’ banner=’156435′ ]

Lukas Podolski Tak Yakin Kai Havertz Siap Bermain di Premier League

gamespool
Lukas Podolski Tak Yakin Kai Havertz Siap Bermain di Premier League 21

Football5Star.com, Indonesia – Pemain Antalyaspor, Lukas Podolski, masih belum yakin apakah pemain Bayer Leverkusen, Kai Havertz sudah siap untuk bermain di Premier League. Seperti yang diketahui, Chelsea saat ini berusaha untuk bisa mendatangkannya dengan harga 90 juta pounds.

Podolski yang bermain 3 musim di Premier League bersama Arsenal itu mengatakan bahwa Havertz masih memiliki kekurangan dalam hal kekuatan.

Antonio Ruediger - Kai Havertz - Chelsea - Timo Werner - Bild
Bild

“Dia talenta yang hebat. Dia sangat kreatif saat memegang bola, tapi dia masih muda. Kita lihat apakah dia bisa cocok di Premier League. Saya pikir dia masih kekurangan kekuatan dan power, tapi Havertz harus merasakan rasanya bermain di Premier League dan kita lihat apakah dia suka,” ucap Podolski seperti dikutip Football5Star.com dari The Sun.

Selain Havertz, Podolski juga membicarakan pemain Jerman lainnya, Timo Werner, yang saat ini baru saja resmi menjadi pemain Chelsea. Berbeda dengan Havertz, Podolski merasa Werner sudah fit untuk bermain di Premier League.

“Pada saat Anda mencetak 28 gol di Bundesliga, Anda adalah pemain bagus. Dia cepat, punya tendangan bagus, banyak berlari dan akan fit dengan tim Chelsea ini yang diisi pelatih dan pemain muda, jika mereka bisa mengakomodasinya,” kata Lukas Podolski.

Timo Werner direkrut Chelsea dari RB Leipzig dengan harga sekitar 47 juta pounds. Sementara itu mereka juga sedang berusaha mendatangkan Kai Havertz yang memiliki harga 90 juta pounds.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Pemain yang Disia-siakan Bayern Munich

dinasti
Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Pemain yang Disia-siakan Bayern Munich 26

Football5star.com, Indonesia – Sebagai salah satu klub terbesar di Jerman, Bayern Munich tentu menjadi klub idaman bagi banyak pemain-pemain muda di Eropa. Sebut saja nama-nama seperti Renato Sanches dan Mario Goetze yang pindah ke Bayern ketika masih berusia muda.

Tak hanya menjadi destinasi pilihan para pemain muda, Bayern juga menjadi klub tujuan bagi beberapa nama senior. Seperti Xabi Alonso dan Jean-Pierre Papin.

Akan tetapi, tak semua pemain berbakat yang pindah ke Bayern bisa meraih kesuksesan. Berikut, www.old.football5star.com sudah merangkum 5 pemain berbakat yang disia-siakan Bayern Munich:

1. JEAN-PIERRE PAPIN
5 Pemain yang Disia siakan Bayern Munich Jean Pierre Papin Getty Images
Getty Images

Jean-Pierre Papin merapat ke Bayern Munich pada musim panas 1994. Ketika itu, Papin menjadi salah satu striker tertajam di Eropa setelah sukses menjuarai Liga Champions bersama Olympique Marseille dan AC Milan.

Akan tetapi, karier Papin di Bayern tak berjalan mulus. Pasalnya, ia kerap diganggu cedera pada musim 1994-95. Cedera ini pun membuat Papin hanya mampu mencetak tiga gol dari 12 penampilan di semua kompetisi.

Di musim 1995-96, Papin yang sudah terbebas dari cedera tetap kesulitan untuk menunjukkan performa terbaiknya. Ia pun hanya mampu mencetak tiga gol dari 28 penampilan sebelum akhirnya dilepas ke Bordeaux pada musim panas 1996.

2. LUKAS PODOLSKI
5 Pemain yang Disia siakan Bayern Munich Lukas Podolski Getty Images
Getty Images

Lukas Podolski merapat ke Bayern Munich dengan reputasi sebagai bakat muda terbaik Jerman pada musim panas 2006. Sama seperti Papin, musim pertama Podolski bersama Bayern juga sempat diganggu oleh masalah cedera. Podolski pun hanya mampu mencetak tujuh gol di musim pertamanya.

Di dua musim selanjutnya, Podolski yang sudah terbebas dari masalah cedera malah tak menjadi pilihan utama. Pasalnya, pelatih Bayern, Ottmar Hitzfeld dan Juergen Klinsmann lebih sering memainkan Luca Toni dan Miroslav Klose.

Pada akhirnya, Podolski memutuskan untuk hengkang ke FC Koeln pada musim 2009-10. Selama tiga tahun bermain di Bayern, Podolski hanya mampu mencetak 26 gol dari total 106 penampilan di semua kompetisi.

[better-ads type=’banner’ banner=’156435′ ]

Lukas Podolski Komentari Penurunan Prestasi Arsenal

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Mantan penyerang timnas Jerman, Lukas Podolski, mengaku sangat kecewa dengan penurunan prestasi Arsenal dalam beberapa musim terakhir. Menurutnya, The Gunners sudah menyia-nyiakan semua sumber daya yang mereka miiliki.

Dalam beberapa musim terakhir, The Gunners memang sudah tak lagi menjadi tim yang ditakuti di Inggris. Tak hanya itu, mereka juga sudah absen dari Liga Champions dalam tiga musim terakhir.

“Untuk saat ini, Arsenal tak memiliki performa yang cukup bagus dan mereka mengetahuinya. Mereka sebenarnya punya potensi, sejarah, fasilitas, dan uang yang tak digunakan dengan maksimal,” ujar Lukas Podolski kepada Sky Sports.

Lukas Podolski - Arsenal - ESPN
ESPN

“Klub sebesar Arsenal seharusnya bermain di Liga Champions setiap musimnya. Tentu saja saya menyadari kalau Premier League merupakan kompetisi yang sulit. Tapi, Premier League tidak seperti kompetisi lain dimana hanya ada dua atau tiga tim yang bisa menjadi juara,” sambung Podolski.

Di bawah asuhan Mikel Arteta, Podolski yakin The Gunners akan bisa kembali menjadi tim yang ditakuti. Menurutnya, kehadiran Arteta sudah membuat The Gunners menjadi tim yang lebih baik.

“Saat ini, Arteta sudah kembali ke Arsenal dan kita semua tahu kalau tim menjadi lebih terorganisir, siap bertarung serta disiplin.”

“Saya tentunya berharap mereka akan bisa membangun tim yang kompetitif di masa depan. Mereka bisa melakukan hal itu apabila ada sinergi yang baik antara manajemen, pelatih, dan pemain,” tandas Podolski.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Lukas Podolski Minta Arsenal Jual Pierre-Emerick Aubameyang

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Mantan penyerang timnas Jerman, Lukas Podolski, berharap Arsenal bisa menjual Pierre-Emerick Aubameyang pada bursa transfer mendatang. Menurut Podolski, uang hasil penjualan Aubameyang digunakan The Gunners untuk mendaratkan beberapa nama baru.

Aubameyang memang menjadi salah satu pemain yang dirumorkan akan hengkang dari Arsenal pada musim panas nanti. Kabarnya, Real Madrid dan Barcelona siap mengucurkan dana besar untuk mendaratkan Aubameyang.

“Ketika anda menjalani musim yang luar biasa seperti Aubameyang, maka wajar apabila klub-klub besar tertarik. Setiap pemain pastinya punya mimpi untuk bermain di Spanyol, Italia, atau seperti Aubameyang, bersama Real Madrid,” ungkap Lukas Podolski kepada Sky Sports.

Pierre-Emerick Aubameyang - Arsenal - Lukas Podolski - Goal
premierleague.com

“Jika Aubameyang memang punya mimpi bermain di Real Madrid, kenapa tidak melepasnya? Bagi Arsenal, hal itu tentu menjadi sebuah kehilangan yang sangat besar. Tapi, ini lah bisnis sepak bola.”

“Menurut pandangan saya, Aubameyang yang tampil apik musim ini bisa dijual dengan harga mahal. Jika Arsenal menjualnya, maka mereka bisa menggunakan dana tersebut untuk mendaratkan beberapa pemain baru,” sambung Podolski.

Musim ini, Pierre-Emerick Aubameyang memang berhasil menunjukkan penampilan yang cukup baik. Pria berumur 30 tahun itu sukses menyarangkan 17 gol dari 26 penampilannya.

Capaian tersebut semakin memeprcantik rekor milik Aubameyang semenjak hengkang ke London Utara. Penggawa timnas Gabon itu, kini sudah berhasil mencetak 61 gol dari 97 penampilannya di semua kompetisi untuk The Gunners.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Lukas Podolski Betul-Betul Ingin Gabung Boca Juniors

terassd

Football5Star.com, Indonesia – Niat Lukas Podolski bermain untuk Boca Juniors ternyata bukan main-main. Hal itu dikonfirmasi rekan seklubnya di Antalyaspor saat ini, Gustavo Blanco Leschuk. Menurut Blanco, eks pemain timnas Jerman itu bernar-benar berminat gabung Xeneizes.

Gustavo Blanco Leschuk yang punya darah Ukraina lebih dulu bergabung dengan Antalyaspor dibanding Lukas Podolski. Dia merapat pada tahun lalu, sedangkan Poldi baru pada tahun ini.

Gustavo Blanco mengaku lumayan dekat dengan Lukas Podolski di Antalyaspor. Dia pun tak sungkan bertanya ketika anggota skuat timnas Jerman saat juara Piala Dunia 2014 itu dirumorkan berminat gabung Boca Juniors.

Gustavo Blanco Leschuk mengonfirmasi ketertarikan Lukas Podolski bergabung dengan Boca Juniors.
ole.com.ar

“Hari ini, baru saja aku berbicara dengan dia. Kami sama-sama mencari air minum, lalu aku bertanya kebenaran soal Boca. Dia mengakui hal itu. Dia mengaku tertarik meskipun masih punya kontrak setahun lagi di sini,” ujar Gustavo Blanco soal pengakuan Lukas Podolski seperti dikutip Football5Star.com dari TyC Sports.

Lebih jauh, penyerang berumur 28 tahun itu mengungkapkan, Podolski juga bertanya soal Argentina kepada dirinya. “Kukatakan, Buenos Aires adalah kota yang sangat indah. Aku pernah lima tahun tinggal di sana (saat membela Arsenal de Sarandi). Aku juga katakan bahwa Boca adalah klub yang mengesankan,” urai dia lagi.

Kabar ketertarikan Lukas Podolski bergabung dengan Boca Juniors mencuat saat dilontarkan bek Carlos Zambrano. Menurut dia, eks pemain Vissel Kobe itu sempat meminta diajak bergabung dengan dirinya pada awal tahun ini.

Kabar itu pun lantas ditanggapi Rodrigo Codas, agen yang punya hubungan dengan Podolski. Dia mengatakan, kemungkinan pemain berdarah Polandia itu merapat ke Boca bukanlah kemustahilan. Dia lantas mengungkapkan, Podolski hampir bergabung dengan Olimpia sebelum akhirnya memilih Antalyaspor.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Lukas Podolski Berkostum Boca Juniors Bukan Sebuah Kemustahilan

terassd

Football5Star.com, Indonesia – Beberapa waktu lalu, Carlos Zambrano, bek Boca Juniors, mengungkapkan keinginan Lukas Podolski bermain untuk klubnya. Dalam pandangan agen asal Paraguay, Rodrigo Codas, itu bukan sebuah kemustahilan.

Rodrigo Codas yang membawa Emmanuel Adebayor ke Olimpia siap menjadi perantara transfer Lukas Podolski ke Boca Juniors. Dia mengaku tahu persis watak eks striker timnas Jerman itu. Bila mengatakan sesuatu, striker Antalyaspor itu pasti bersungguh-sungguh.

“Saya tak melihat ada kemustahilan bagi Boca untuk mendatangkan Podolski. Kami akan berbicara pada pertengahan tahun nanti. Boca adalah klub rujukan di Amerika Selatan. Dia akan datang ke sini bukan untuk berlibur,” urai Rodrigo Codas seperti dikutip Football5Star.com dari TNT Sports.

Lebih lanjut, Codas mengungkapkan, “Jika Lukas Podolski mau menunjukkan upaya seperti saat bernegosiasi dengan Olimpia, angkanya tak akan mustahil bagi Boca. Dia benar-benar ingin bermain di Amerika Selatan.”

Rodrigo Codas siap memfasilitasi Lukas Podolski untuk bergabung dengan Boca Juniors.
Twitter @diegorolcan86

Sebelum memutuskan bergabung dengan Antalyaspor di Liga Turki, Lukas Podolski memang hampir berlabuh di Olimpia. Codas punya peran pada saat itu. Namun, kesepakatan akhirnya batal tercapai.

Kabar yang beredar menyatakan, Podolski batal memperkuat Olimpia karena dua hal. Pertama, keengganan muncul ketika keluarganya mengetik “Paraguay” di mesin pencarian Google, hal pertama yang muncul adalah Presiden Mario Abdo terserang dengue.

Adapun hal kedua terkait bisnis. Podolski dikabarkan masih enggan merantau terlalu jauh dari kampung halamannya, Koeln. Pasalnya, dia masih harus membagi fokus dengan beberapa bisnis yang dibangun di sana.

Kemungkinan Lukas Podolski bermain di Amerika Selatan, khususnya Boca Juniors, tetap terbuka lebar. Pasalnya, pemain berdarah Polandia itu memang sangat suka bertualang. Dia menilai pengalaman berinteraksi dengan orang-orang berbeda budaya sebagai sesuatu yang lebih berharga dari piala sekalipun.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Bintang Jerman Ini Ternyata Ingin Bergabung dengan Boca Juniors

terassd

Football5Star.com, Indonesia – Boca Juniors ternyata sangat menarik di mata para bintang sepak bola Eropa. Menurut bek Carlos Zambrano, salah satu yang tertarik merapat ke Xeneizes adalah bintang Jerman, Lukas Podolski.

Carlos Zambrano mengaku berkawan akrab dengan Lukas Podolski meskipun tak pernah bermain bersama. Suatu ketika, kata dia, eks pemain Arsenal tersebut mengirimkan sebuah pesan mengejutkan. Dalam pesannya itu, Podolski minta diajak bergabung dengan Boca Juniors.

Sebelum bergabung dengan Antalyaspor, Lukas Podolski ternyata sempat berminat membela Boca Juniors.
express.de

“Boca itu adalah dunia lain, bisa dikatakan sebagai galaksi lain. Ini klub yang paling dicintai di sini dan seluruh Eropa. Bayangkan, Lukas Podolski bahkan sempat menulis hal itu kepadaku dalam sebuah chat,” urai Carlos Zambrano seperti dikutip Football5Star.com dari Infobae.

Zambrano menambahkan, “Dia menulis, ‘Saudaraku, bawa aku ke Boca. Bawa aku ke Boca.’ Aku jawab, ‘Saudaraku, aku senang mendengar itu. Jika aku melempar namamu di sini pasti meledak, kan?'”

Carlos Zambrano menyebut Lukas Podolski sempat memohon diajak bergabung dengan Boca Juniors.
depor.com

Carlos Zambrano yang bergabung dengan Boca Juniors pada akhir Januari lalu itu mengungkapkan, Lukas Podolski adalah sosok yang menyenangkan meskipun jadi lawan tangguh saat di lapangan. Saat ini, eks pemain timnas Jerman tersebut membela Antalyaspor di Liga Turki.

“Sekarang, dia di Turki. Lukas bermain di sana. Aku pernah menghadapi dia dalam beberapa kesempatan. Walaupun lawan tangguh, dia adalah sosok yang sangat bersahabat. Aku selalu punya hubungan baik dengan dia,” ujar pemain andalan timnas Peru dan Boca Juniors itu.

Sebagai sosok petualang, Lukas Podolski memang selalu tertarik berkiprah di berbagai negara. Saat ini, Benua Amerika termasuk yang belum pernah dijelajahinya. Dia hanya pernah bermain di sana pada Piala Dunia 2014 saat timnas Jerman menjadi juara. Sangat mungkin, dia benar-benar ingin bergabung dengan Boca Juniors.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Lukas Podolski Gatal Lihat FC Koeln Hanya Jadi Klub Semenjana

terassd

Football5Star.com, Indonesia – Setingg-tinggi bangau terbang, akhirnya ke pelimbahan juga. Peribahasa itu berlaku pula untuk Lukas Podolski. Terus berkeliling dunia, striker Antalyaspor itu mengaku tetap tak dapat melupakan klub asalnya, FC Koeln.

Secara khusus, Lukas Podolski berjanji akan kembali ke klub berjuluk Die Geissbocke itu suatu saat nanti. Dia mengaku gatal melihat klub yang pernah dibela dalam dua periode itu terus berkutat sebagai klub semenjana. Padahal, pada beberapa dekade silam, mereka adalah kekuatan menakutkan di Bundesliga 1.

“Tumbuh dari tim junior dan bermain di klub kota sendiri selalu jadi hal istimewa. Koeln adalah kotaku, tempatku, stadionku, fanku, klubku. Itu sebabnya klub ini istimewa bagiku dan akan tetap seperti itu,” kata Lukas Podolski seperti dikutip Football5Star.com dari Soccer Bible.

FC Koeln hanya jadi klub semenjana di Bundesliga 1 dalam beberapa dekade terakhir.
welt.de

Podolski tak bisa berjanji untuk kembali ke FC Koeln karena akan tergantung pada berbagai hal dan pihak. Namun, dia akan sangat siap bila dirangkul untuk memperbaiki kondisi klub itu.

“Akan tentu akan siap menolong klubku untuk menjadi lebih baik dalam berbagai hal. Aku tak bisa mengatakan kami akan menjuarai liga, tapi aku akan coba membawa kekuatanku ke klub dan membawa mereka ke posisi lebih baik. Bukan hanya di lapangan, melainkan pada segala hal karena klub ini punya fan, kota, dan stadion hebat,” ucap Podolski lagi.

Melihat kondisi FC Koeln saat ini, Lukas Podolski tak kuasa menahan kesedihan. “Klub ini punya potensi luar biasa. Namun, dalam 10 hingga 20 tahun terakhir, manajemen dan orang-orang di klub tak mampu melakukan hal terbaik,” urai dia.

Wacana kembali ke FC Koeln bukan kali ini saja diungkapkan Lukas Podolski. Sebelum akhirnya berlabuh di Antalyaspor, eks pemain timnas Jerman itu pun sempat dirumorkan kembali ke Stadion RheinEnergie.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Lukas Podolski Bangga Telah Mengubah Wajah Vissel Kobe

terassd

Football5Star.com, Indonesia – Lukas Podolski memang hanya meraih satu trofi saat berkiprah di Liga Jepang (J-League). Namun, dia merasakan kebanggaan luar biasa. Pasalnya, dia merasa telah mengubah wajah klub yang dibelanya, Vissel Kobe.

“Kukira aku telah memperbaiki klub dan J-League lebih baik dalam berbagai hal. Aku membuat klub terlihat lebih baik. Aku adalah transfer besar pertama di sana pada generasi baru,” ujar Lukas Podolski seperti dikutip Football5Star.com dari Soccer Bible.

Lebih lanjut, Podolski mengatakan, “Kukira tak ada orang di Eropa yang mengenal klub ini sebelum aku bergabung. Aku datang ke sana dan bahkan membuatkan mereka akun Instagram.”

Lukas Podolski merasa jadi magnet bagi para pemain bintang lain untuk datang ke J-League dan Vissel Kobe.
ad.nl

Striker yang kini memperkuat Antalyaspor di Liga Turki itu mengungkapkan, kontribusinya di Vissel Kobe bukan hanya di lapangan. Dia juga memberikan masukan dan mengubah berbagai hal di luar lapangan yang bersifat nonteknis.

“Aku mengubah ruang ganti dan punya andil sedikit dalam mengubah stadion. Banyak hal yang telah kuperbuat, tapi hal-hal seperti ini tak dilihat orang karena mereka hanya fokus pada permainanku di televisi, di lapangan,” ujar pemain berumur 35 tahun itu.

Tak hanya merasa berjasa besar bagi Vissel Kobe, Lukas Podolski juga mengklaim berjasa bagi J-League. Menurut dia, kehadirannya di Vissel Koba tak ubahnya magnet tersendiri.

“Aku membuat J-League lebih menarik bagi orang-orang, untuk para pemain baru macam (Andres) Iniesta atau (Fernando) torres. Kukira, ketika melihat Podolski ada di sana, mereka jadi tahu bahwa bermain di sana tidaklah buruk,” urai pemain berjuluk Prinz Poldi itu.

Bagi Lukas Podolski, menunjukkan totalitas bagi klubnya adalah hal penting. Menurut dia, memberikan kontribusi dalam berbagai hal bagi klub merupakan cara tepat agar dikenang sebagai orang baik, bukan pemain brengsek.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Lukas Podolski: Sepak Bola Bukan Hanya Soal Gelar Juara

terassd
Lukas Podolski: Sepak Bola Bukan Hanya Soal Gelar Juara 52

Football5Star.com, Indonesia – Meraih trofi dan berprestasi adalah hal utama dalam kompetisi, tak terkecuali pada pentas sepak bola. Namun, bagi Lukas Podolski, ada hal yang lebih penting. Itu sebabnya, pemain Antalyaspor itu tak pernah merasa betah dia di satu klub.

Lukas Podolski memang tak sepi prestasi. Hampir di setiap klub yang dibelanya, dia mampu meraih trofi. Satu-satunya anomali adalah saat menjalani masa peminjaman di Inter Milan. Namun, bagi dia, itu bukan hal utama. Kesempatan berkeliling dunia, mengenal budaya dan orang-orang baru dinilai lebih bermakna dalam kiprahnya sebagai pesepak bola.

“Aku selalu lapar akan kemenangan. Kupikir, jika tidak 100 persen, setidaknya 90 persen orang yang berkecimpung pada bidang olahraga menginginkan kemenangan,” urai Lukas Podolski seperti dikutip Football5Star.com dari Soccer Bible.

Lukas Podolski senang bisa berkiprah di sepak bola Jepang bersama Vissel Kobe.
thesun.co.uk

Lebih lanjut, eks pemain timnas Jerman itu mengatakan, “Namun, mentalitasku adalah selalu mencari tantangan. Kamu bisa pergi ke Barcelona atau Real Madrid. Di sana, kamu akan punya kesempatan besar untuk juara. Namun, ini juga tantangan. Ada tekanan berbeda saat itu diambil. Bagiku, dengan bertualang, aku dapat pergi ke negara berbeda dan belajar banyak soal budaya.”

Podolski menegaskan, pelajaran yang didapatkan dari petulangan di berbagai negara sangatlah penting untuk bekal masa depan. “Aku belajar banyak soal budaya di dalam dan luar lapangan. Ini memberiku banyak hal bagi kehidupanku ketika sudah tak lagi bermain,” ujar dia.

Pengalaman bertualang jadi kebanggaan tersendiri bagi Lukas Podolski. “Beberapa pemain hanya fokus bermain untuk satu tim dan meraih 20 trofi. Namun, mungkin mereka sama sekali tak dapat melihat perbedaan budaya sepak bola di negara-negara lain. Itulah yang kupikirkan. Aku menyukai hal yang kulakukan sejauh ini karena aku telah melihat banyak hal,” kata pemain berumur 35 tahun itu.

Lukas Podolski pun masih tetap ingin bertualang. Dia siap andai suatu saat nanti ada peluang berkiprah di Amerika Serikat.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Lukas Podolski: Serge Gnabry Gagal di Arsenal karena Dua Faktor

Banner LFS Baru

Football5Star.com, Indonesia – Serge Gnabry saat ini tengah moncer bersama Bayern Munich. Sampai-sampai, Xavi Hernandez menyebut dia sebagai sosok yang sebetulnya dibutuhkan Barcelona. Padahal, sang winger sempat gagal di Arsenal. Mengenai hal itu, Lukas Podolski buka suara.

Lukas Podolski adalah anggota skuat utama Arsenal ketika Serge Gnabry dipromosikan dari tim U-18 The Gunners pada 2013. Dua musim lamanya mereka bersama-sama. Hal itu membuat Podolski tahu persis hal yang membuat juniornya itu gagal menembus tempat utama.

Menurut Podolski, setidaknya ada dua faktor yang membuat Gnabry tak berhasil di Arsenal. Pertama, faktor cedera. “Dia kurang beruntung saja dan mengalami beberapa cedera. Dia sebetulnya tampil bagus saat sesi latihan,” ucap pemain berdarah Polandia itu seperti dikutip Football5Star.com dari FourFourTwo.

Lukas Podolski sempat dua musim bersama Serge Gnabry di tim utama Arsenal.
Getty Images

Faktanya, Serge Gnabry memang sempat absen lama gara-gara cedera lutut pada 2014. Cedera itu membuat dia harus absen selama enam bulan. Itu merupakan pukulan keras bagi pemain yang saat itu baru berumur 19 tahun.

Adapun faktor kedua yang menghambat Serge Gnabry, menurut Lukas Podolski, adalah kepercayaan pelatih. Dia secara eksplisit menilai Arsene Wenger kurang memberikan kepercayaan kepada sang winger. Salah satunya dengan meminjamkan sang pemain ke West Bromwich Albion pada 2016. “Kadang kala, sepak bola memang seperti itu,” kata dia.

Mengenai kemampuan Gnabry, Podolski angkat topi. Dia bahkan mengakui juniornya itu punya kemampuan lebih baik karena punya dua kaki yang sama baiknya.

“Serge dapat menembak dengan kedua kakinya dan dia itu sangat bertenaga dan cepat. Tipikalnya mirip denganku, tapi aku tak punya kaki kanan seperti dia,” urai Lukas Podolski tentang Serge Gnabry lagi. “Aku benar-benar senang dia sekarang tampil apik di Bayern.”

[better-ads type=’banner’ banner=’156435′ ]

Giliran Lukas Podolski yang Kirim Kritikan untuk Arsenal

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Legenda timnas Jerman, Lukas Podolski, mengaku tak senang dengan perlakuan yang ia dapatkan selama bermain untuk Arsenal. Menurut Podolski, ia tak banyak mendapat kepercayaan untuk tampil bersama The Gunners.

Podolski memang sempat membela Arsenal pada tahun 2012 hingga 2015. Selama tiga tahun bermain di London Utara, Podolski mampu menyumbangkan 31 gol dari 82 penampilannya. Catatan tersebut dinilai tak menunjukkan kemampuan terbaiknya selama membela The Gunners.

“Saya tak mendapatkan cukup banyak waktu untuk unjuk gigi di Arsenal. Padahal, saya merasa sudah menunjukkan penampilan terbaik yang tak diganjar menit bermain reguler,” kata Lukas Podolski seperti dikutip www.old.football5star.com dari laman Daily Star.

Lukas Podolski - Arsenal - Bleacher Report
Bleacher Report

“Di sisi lain, jika melihat statistik saya selama bermain di Arsenal, saya bermain sebanyak 80 kali dan mampu memberikan kontribusi gemilang dalam bentuk gol maupun assist,” kata Podolski menambahkan.

Selepas The Gunners, Podolski sempat bermain untuk Inter Milan, Galatasaray, dan Vissel Kobe. Kini, pemain 34 tahun itu kembali ke Turki dan membela panji Antalyaspor.

Podolski merupakan sosok ketiga yang melemparkan kritikan pedas kepada Arsenal dalam sepekan terakhir. Sebelumnya, The Gunners juga mendapatkan kritikan dari Cesc Fabregas dan Bacary Sagna.

Fabregas melemparkan kritik karena menilai Arsenal tak mampu mendatangkan pemain-pemain dengan kaliber bintang. Sementara, Sagna melemparkan kritik karena merasa tak dihargai oleh manajemen The Gunners pada tahun 2014 silam.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Bukan ke JDT, Lukas Podolski Berlabuh di Klub Turki

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Lukas Podolski sempat mengejutkan dunia sepak bola Asia Tenggara. Pasalnya ia sempat berkunjung ke markas klub Malaysia, Johor Darul Takzim (JDT). Tapi ternyata sang pemain ke sana bukan sebagai rekrutan baru klub.

Sempat berkelilig markas JDT dan diperkenalkan akun resmi klub, kedatangan Podolski ketika itu hanya untuk kebutuhan komersial saja.

Sepekan berselang, Lukas Podolski akhirnya menyudahi teka-teki di mana dia akan bermain 2020 ini. Ia memutuskan kembali ke Eropa dan memperkuat klub Turki, Antalyaspor. Ia datang dengan status bebas transfer.

Bersama Antalyaspor, pemain asal Jerman akan dikontrak selama satu tahun setengah. Di sana dia akan mengenakan nomor punggung 11. Sang pemain pun mempunyai tugas berat bersama klub barunya itu.

Podolski dituntut bisa memperbaiki performa tim di paruh pertama musim. Bagaimana tidak, mereka kini berada di zona degradasi setelah menjalani 18 pertandingan.

Antalyaspor adalah klub Turki kedua yang diperkuat pemain 34 tahun. Sebelumnya ia pernah berseragam Galatasaray selama dua musim dan berhasil meraih beberapa trofi bergengsi.

Di sisi lain, ini pertama kalinya Lukas Podolski kembali ke Eropa setelah sebelumnya memperkuat klub Jepang, Vissel Kobe, selama tiga musim. Di sana ia main bareng bintang-bintang Eropa lainnya seperti Andres Iniesta, David Villa, serta Sergio Semper.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Lukas Podolski Berlabuh di Johor Darul Ta’zim?

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Klub Liga Malaysia Johor Darul Ta’zim (JDT) dikabarkan menggeet eks pemain Bayern Munich Lukas Podolski. Mantan pemain timnas Jerman di Piala Dunia ini sudah datang mengunjungi markas JDT, Stadion Tan Sri Dato Haji Hassan Yunos.

Dikutip Football5star.com dari halaman Facebook resmi klub, Rabu (15/1/2020) Podolski tampak berfoto di lapangan Stadion Tan Sri Dato Haji Hassan Yunos. Ia juga tampak didampingi pemilik JDT, Tunku Ismail Idris.

Dalam laporan Fox News, kedatangan Podolski juga untuk berdiskusi dengan Tunku Ismail Idris beserta jajaran JDT terkait rumor kepindahan dirinya. Tumko Ismail Idris itu juga sempat mengatakan ke media Malaysia bahwa Podolski memang tertarik untuk bergabung ke JDT.

“Ya, Podolski telah menghubungi saya tentang keinginannya untuk bergabung dengan JDT. Dia datang ke sini untuk berdiskusi,” kata Putra Mahkota Johor tersebut.

Namun perpindahan Lukas Podolski ke JDT untuk musim ini sendiri sepertinya sulit terwujud. Pasalnya kuota pemain asing di JDT sudah maksimal yakni lima. Menurut aturan dari Malaysia Football League (MFL) tiap klub di Liga Malaysia hanya memiliki maksimal lima pemain asing.

Podolski mengawali kariernya di 1. FC Köln. Saat ini ia masih berstatus sebagai pemain Vissel Kobe. Sebelum hijrah ke Liga Jepang, ia sempat bermain di Galatasaray dan Inter Milan sebagai pemain pinjaman.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Bos Johor Darul Takzim Konfirmasi Minati Lukas Podolski

Banner LFS Baru

Football5Star.com – Bos Johor Darul Takzim, Tunku Ismail Idris, buka suara soal kabar bakal merkerut Lukas Podolski. Dia tak menampik kalau eks pemain Timnas Jerman itu berminat untuk bergabung dengan tim raksasa Malaysia tersebut.

Belakangan rumor di media Malaysia menyebut kalau Johor Darul Takzim membidik Lukas Poldolski. Kabar itu pertama kali muncul di media sosial. Adalah pengguna Twitter Juan Budiman yang memulain isu itu dengan unggahan yang mengisyaratkan si pemain bakal segera berlabuh ke JDT.

Kabar itu nyatanya diamini oleh Tunku Ismail Idris. Pemilik JDT itu tak menampik kalau ada ketertarikan eks pemain Bayern Muenchen itu bergabung bersama Johor Darul Takzim.

Lukas Podolski kembali mengutarakan hasrat kembali ke Koeln yang pernah membesarkan namanya.

“Ya, Podolski menghubungi saya untuk menyatakan minatnya bergabung dengan JDT. Dia akan datang ke sini (Johor Bahru) untuk proses diskusi,” ungkap Tunku Ismail dikutip dari Semuanya BOLA.

Akan tetapi, tampaknya kedatangan Lukas Podolski ke JDT bukan untuk sebagai pemain. Sebab, saat ini klub kaya Malaysia itu sudah memiliki lima pemain asing, yakni Diogo Luis Sant, Gonzalo Cabrera, Leandro Velazquez, Hariss Harun dan Mauricio.

“Tapi kami tak bisa membuat keputusan karena pemain impor kami sudah penuh. Jadi diskusi ini bisa mengarah pada kerja sama lain,” tutup dia.

Podolski sendiri saat ini memperkuat klub J-League 1, Vissel Kobe. Klub Jepang itu jua akan jadi lawan JDT di fase grup Liga Champions Asia 2020.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Johor Darul Takzim Segera Rekrut Lukas Podolski

Banner LFS Baru

Football5Star.com – Indonesia – Klub kaya Malaysia, Johor Darul Takzim, belakangan dilaporkan bakal merekrut pemain Jerman, Lukas Podolski. Perwakilan manajemen mereka bahkan disebut sedang berbincang dengan agen sang pemain.

JDT baru saja meraih gelar Liga Super Malaysia keenam berturut-turut. Mereka juga membuat debut di babak grup Liga Champions. Tim berjuluk Macan Selatan itu jelas ingin memperkuat skuatnya lebih lanjut menjelang musim baru.

Belakangan rumor di media Malaysia menyebut kalau Johor Darul Takzim membidik Lukas Poldolski. Kabar itu pertama kali muncul di media sosial. Adalah pengguna Twitter Juan Budiman yang memulain isu itu dengan unggahan yang mengisyaratkan si pemain bakal segera berlabuh ke JDT>

Lukas Podolski kembali mengutarakan hasrat kembali ke Koeln yang pernah membesarkan namanya.

New Straits Times melaporkan bahwa Fernando Llorente, David Silva, Pedro Rodriguez, Blaise Matuidi, Nabil Fekir dan Mario Gotze jua masuk dalam bidikan. Apalagi nama-nama tersebut bakal berstatus bebas transfer.

Rumor kepindahan Podolski ke Malaysia semakin intensif ketika berkomentar “Sampai jumpa” di bawah salah satu unggahan media sosial klub.

Akan tetapi, mungkin saja komentar Podolski itu mengarah kepada pertemuan di babak grup Liga Champions. Sebab, tim Podolski, yakni Visel Kobe akan menghadapi JDT di babak grup Liga Champions Asia 2020.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Lukas Podolski Kembali Utarakan Hasrat Kembali ke Koeln

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Striker Vissel Kobe, Lukas Podolski, kembali mengutarakan hasrat kembali ke klub pertamanya, 1.FC Koeln. Dia mengaku akan sangat senang bila ada tawaran untuk berkontribusi lagi bagi klub itu.

Lukas Podolski bergabung dengan Koeln pada 1995 saat berumur 10 tahun. Selepas Piala Dunia 2006, dia bergabung dengan Bayern Munich, tapi kembali ke klub lamanya itu pada 2009. Tiga tahun kemudian, dia hijrah ke Arsenal dan belum kembali ke klub masa kecilnya itu lagi.

Meskipun telah lama tak bersama, ikatan emosional antara pemain berdarah Polandia itu dengan Koeln dan para fan tetap terjalin erat. Mantan striker timnas Jerman itu selalu rutin menonton laga klub berjuluk Die Geissboecke itu. Bahkan, sesekali, dia menyempatkan diri datang ke Stadion RheinEnergie.

Lukas Podolski selalu menganggap Koeln sebagai klubnya sampai kapan pun.
ksta.de

Kini, setelah Koeln memiliki jajaran petinggi anyar, terutama Werner Wolf sebagai presiden, Lukas Podolski kembali mengungkapkan kesiapan kembali ke klub lamanya. Andai benar-benar dibutuhkan, dia siap mengulurkan tangan.

“Aku sangat mengenal Werner Wolf. Menurutku, dia seorang yang sangat kompeten. Aku belum memutuskan apa yang akan kulakukan pada masa mendatang. Namun, Koeln adalah klubku dan aku ingin ikut membantu,” ujar Lukas Podolski seperti dikutip Football5Star.com dari Koelner Express.

Meskipun demikian, pemain yang kini berumur 33 tahun itu tak mau lancang. Dia mengaku belum ada tawaran apa pun dari manajemen Die Geissboecke. Bila benar-benar ada tawaran, dia pasti akan mempertimbangkan kemungkinan kembali ke Koeln.

“Jika mereka ingin bicara denganku, aku tentu saja siap untuk mendengarkan. Sangat penting untuk memiliki konsep, tapi seperti yang sering kubilang, pikiran biasanya tidak berbeda jauh,” kata dia lagi.

Lukas Podolski saat ini masih terikat kontrak dengan Vissel Kobe, klub Liga Jepang. Namun, kontraknya akan habis pada tahun depan saat dia berumur 34 tahun. Bila Koeln mengajukan tawaran bergabung, sangat mungkin dia kembali, entah tetap sebagai pemain atau dalam kapasitas lain.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Lukas Podolski Tunggu Iniesta di Jepang

Football5star.com, Indonesia – Masa depan Andres Iniesta belum jelas selepas pamit dari Barcelona. Kabar terbaru mengatakan jika jebolan La Masia tersebut diminati oleh salah satu klub Jepang. Namun, belum ada kelanjutan kabar soal itu.

Kabar tersebut membuat penyerang asal Jerman, Lukas Podolski, antusias. Mantan pemain Arsenal tersebut kini bermain untuk Vissel Kobe, salah satu kontestan J1 League. Ia akan sangat senang menyambut Iniesta di sana.

Andres Iniesta - Barcelona - Football5star - TALKSPORT
marca.com

“Iniesta adalah pemain hebat, banyak pemain yang ingin dia berada di tim mereka. Kemana pun ia pergi, ia bisa menyesuaikan diri dan akan diterima dengan baik di sana,” terang Podolski seperti dikutip dari SPORT.

“Jika dia benar-benar datang ke sini, itu akan menjadi tambahan bagus untuk kami. Kami sudah pernah saling bertemu sebelumnya. Jadi, menurutku hal ini akan memudahkannya untuk beradaptasi,” lanjut Podolski.

Iniesta mengakhiri masa bakti 22 tahunya di klub asal Catalonia tersebut. Ia menjadi bagian penting dari kejayaan Barcelona sejak 2009 hingga kini. Empat gelar Liga Champions dan sembilan trofi La Liga jadi sumbangannya.

Pada pertandingan terakhirnya, ia sempat bermain selama 82 menit sebelum digantikan oleh Paco Alcacer. Pihak Barcelona sempat berusahan agar menahannya hengkang, namun keputusannya sudah bulat untuk pergi.

Podolski Ingin Kembali Bermain di FC Cologne

Football Live StarFootball5star.com, Indonesia – Mantan penyerang timnas Jerman, Lukas Podolski, menyatakan keinginannya untuk kembali ke FC Cologne dan mengakhiri karir sepak bolanya di sana. Podolski kini membela tim asa Jepang, Vissel Kobe.

Pemain 32 tahun tersebut mengawali karir sepak bolanya di RheinEnergie Stadion dan berhasil menceetak 79 gol dari 169 penampilan di Bundesliga. Jika mimpi Podolski menjadi kenyataan, maka ini adalah kali ketiga membela FC Cologne. Sebelumnya, ia membela Die Geißböcke pada tahun 2003-2006 dan 2009-2012.

Podolski
Goal.com

Dalam artikel yang diterbitkan oleh BILD, Podolski mengatakan ia akan kembali ke Cologne baik sebagai pemain atau staff. Namun, Podolski langsung membantah pernyataan dari BILD. “Saya pikir BILD salah dengar. Saya ingin kembali bermain untuk FC Cologne.”

Cologne kemungkinan besar akan bermain di divisi 2 Bundesliga musim depan. Tim asuhan Alexander Wehrle tersebut tampil buruk di Bundesliga musim ini dan saat ini duduk di peringkat terakhir Bundesliga dengan torehan 22 poin.

Namun, Cologne tak perlu khawatir. Karena bek kiri sekaligus kapten mereka, Jonas Hector, baru memperpanjang kontraknya. Langkah Hector juga diikuti penjaga gawang, Timo Horn. Podolski pun menyatakan mengerti keputusan yang diambil kedua pemain tersebut.

“Dari pengalaman saya, saya dapat mengatakan fans Cologne adalah salah satu yang terbaik di dunia. Di cologne, anda akan merakan afeksi yang luar biasa di jalan, sesi latihan, dan di stadion Hal seperti itu tak akan anda temui di kota-kota lain,” ucap mantan pemain Arsenal itu.

 

Eks Bintang Jerman Buka Restoran Kebab di Kampung Halamannya

Football5Star.com, Indonesia – Lukas Podolski, eks bintang timnas Jerman, membuat kejutan besar. Sabtu (6/1/2018), dia membuka restoran kebab di kampung halamannya, Koeln. Striker Vissel Kobe tersebut bekerja sama dengan Mangal Doner. Pada hari pembukaan, toko itu diserbu konsumen hingga terjadi antrean hingga lima jam.

Ide membuka restoran kebab itu, menurut Podolski, tidaklah direncanakan jauh-jauh hari. “Aku tak punya rencana bisnis yang kaku. Ini ide yang spontan saja. Seperti halnya es krim, semua orang suka kebab. Itu sesuatu yang bisa langsung dinikmati secara cepat,” ungkap mantan pemain 1.FC Koeln itu kepada Koelner Express.

Lebih jauh, dia menambahkan, “Proyek ini sangat menyenangkan bagiku. Jika kemudian aku bisa memberikan sesuatu kepada orang-orang dan membuat mereka senang, itu tentu saja sangat berarti bagiku.”

Toh, putusan membuka restoran kebab itu sebenarnya tak terlepas dari preferensi pribadi. Selama bertahun-tahun, Poldi memang menyukai makanan yang satu ini. Dia merupakan pelanggan tetap Mangal Doner. Dari situlah dia berteman dengan dua bersaudara Salih dan Metin Dag, sang pengusaha kebab. Ditambah dua tahun membela Galatasaray, kecintaan pria berumur 32 tahun itu terhadap kuliner Turki kian menjadi.

Menurut Metin, sebelum ini, pihaknya sudah punya lima gerai di Koeln. Namun, gerai yang satu ini memiliki arti tersendiri karena dibuat bersama sang bintang.

Restoran kebab itu merupakan usaha terbaru yang digeluti Podolski. Sebelumnya, dia juga memiliki toko clothing strassenkicker, brauhaus Zum Prinzen, dan Ice Cream United. Semuanya berbasis di Koeln, kota yang memiliki arti sangat dalam bagi pemain yang bersahabat dengan Bastian Schweinsteiger tersebut.

Podolski Ingin Kembali ke Klub Lamanya

Football5Star.com, Indonesia – Striker asal Jerman, Lukas Podolski, mengaku masih punya obsesi membela klub lamanya, 1.FC Koeln. Hal itu disampaikan penyerang Vissel Kobe tersebut dalam wawancara dengan Welt am Sonntag, Minggu (29/10/2017).

“Aku tak pernah menyangkal bahwa aku ingin kembali bermain untuk Koeln lagi,” ungkap Podolski saat ditanya soal kemungkinan kembali ke klub lamanya itu. “Koeln adalah klubku dan punya arti sangat penting bagiku. Akan sangat membanggakan bila bisa kembali mengenakan kostum berlambang kambing.”

Die Geissboecke memang punya arti spiesial bagi striker berumur 32 tahun itu. Di klub itulah dia merintis karier hingga lantas mengorbit di belantara internasional. Dia telah memperkuat klub itu dalam dua periode, yakni dari 1995 hingga 2006 dan 2009-2012.

Ke mana pun pergi, Koeln selalu di hati Poldi. Dia selalu menyuarakan dukungan bagi klub itu melalui akun-akun media sosialnya. Bahkan, tak jarang dia menyengajakan menonton langsung laga Die Geissboecke.

Lukas Podolski rayakan gol untuk Vissel Kobe.
web.de

Meskipun demikian, bukan berarti dia tak akan setia kepada Vissel Kobe. “Kontrakku di sini masih dua tahun lagi. Klub telah menetapkan target juara pada tahun-tahun ke depan. Kami memang belum cukup kuat, tapi masih bisa lebih baik lagi. Aku tak tahu apa yang akan terjadi setelah itu. Mungkin aku akan memperpanjang kontrak. Mungkin juga mencari petualangan baru.”

Poldi bergabung dengan Vissel Kobe pada musim panas lalu dari Galatasaray. Dia diangkut dengan transfer senilai 2,6 juta euro. Hingga saat ini, dia telah turun dalam 15 laga di J-League dan Emperor’s Cup dengan torehan 5 gol dan 2 assist.

Podolski Yakin Jerman Bisa Pertahankan Piala Dunia

Football5Star.com, Indonesia – Striker Vissel Kobe, Lukas Podolski, yakin timnas Jerman punya peluang besar untuk mempertahankan gelar juara Piala Dunia. Menurut pemain berumur 32 tahun itu, tim asuhan Joachim Loew telah menunjukkan kelasnya sebagai salah satu tim elite dunia.

“Jika saat ini berstatus juara dunia, tentu Anda akan selalu diperhitungkan,” terang Podolski dalam wawancara dengan Express, Minggu (8/10/2017). “Anda pasti berada di jajaran terdepan sebagai favorit juara.”

Secara khusus, pemain berjuluk Prinz Poldi tersebut punya alasan tersendiri. Itu adalah keberadaan Loew sebagai pelatih. “Salah satu kekuatan Jogi adalah dia selalu sangat detail dan tak henti mencari hal-hal baru sebelum turnamen. Selain itu, karakternya juga menjadi nilai tambah bagi kami,” tutur dia.

Hal lain yang dinilai mantan penggawa Arsenal itu sebagai kekuatan Die Mannschaft adalah soliditas yang terjaga baik. Itu karena tak ada biang kerok di skuat Jerman dan semua prosedur sudah berjalan selama bertahun-tahun. Para pemain pun nyaman. Itu, kata Poldi, menjadi pembeda dari tim-tim lain.

Terkait materi pemain yang ada saat ini, pemain yang menjadi bagian dalam skuat Jerman saat juara di Brasil 2014 tersebut mengaku salut. Dia bahkan memprediksi sang bundestrainer akan kesulitan menentukan 23 nama untuk dibawa ke Rusia.

“Para pemain harus bersaing dengan sangat keras. Mereka harus selalu memanfaatkan dengan baik setiap kesempatan berlaga dan berlatih guna mengundang perhatian,” jelas Podolski lagi. “Jogi akan membiarkan semua kandidat bersaing, lalu melihat siapa saja yang benar-benar dia inginkan.”

Jerman memastikan diri lolos ke putaran final Piala Dunia 2018 di Rusia berkat kemenangan 3-1 atas Irlandia Utara, Jumat (6/10/2017) WIB. Itu membuka kesempatan bagi mereka untuk menyamai Italia dan Brasil yang mampu menjuarai Piala Dunia secara back to back.

Disangka Imigran Gelap, Podolski Siap Tempuh Jalur Hukum

Football5star.com, Indonesia – Mantan penyerang Arsenal dan Bayern Munich, Lukas Podolski, siap membawa media daring Breitbart ke meja hijau setelah fotonya digunakan tanpa izin dalam sebuah artikel terkait perdagangan manusia.

Artikel berjudul “Kepolisian Spanyol Tangkap Kelompok Penyelundupan Manusia Melalui Jet Ski” yang diunggah melalui laman Breibart pada Jumat (18/8/2017) kemarin memicu kontroversi. Pasalnya, mereka menggunakan gambar sang penyerang yang sedang menaiki jet ski ketika liburan sebagai gambar ilustrasi.

Padahal, pria asal Jerman tersebut sama sekali tidak terlibat dalam aktivitas perdagangan manusia. Atas hal tersebut, pihak Breitbart menyatakan permintaan maaf.

Breibart London meminta maaf kepada Tuan Podolski. Tidak ada bukti bahwa Tuan Podolski adalah anggota kelompok imigran atau perdagangan manusia. Kami berahrap Tuan Podolski dapat menikmati masa pensiunnya dari sepak bola internasional,” tulis mereka.

Kendati demikian, berdasarkan laporan Guardian, sosok berusia 32 tahun tersebut tengah mempertimbangkan untuk mengambil langkah hukum. Ia siap menuntut Breibart atas pencemaran nama baik.

“Lukas menjaga jarak dengan isu-isu seperti ini dan tidak akan membiarkan dirinya dimanfaatkan. Kuasa hukum kami telah bergerak,” ujar manajernya, Nassim Touhiri.

Sejak meninggalkan Arsenal secara permanen pada 2015, pemain yang akrab disapa Poldi itu sempat membela Galatasaray selama dua tahun. Pada awal Juli kemarin, ia memutuskan untuk bergabung dengan klub Jepang, Vissel Kobe.

‘Tim Nasional Inggris Kini Sudah Tak Seperti Main Rugby’

Football5star.com, Indonesia — Tim nasional Inggris kini bermain lebih atraktif. The Three Lions sampai disebut sudah tak bermain seperti bertanding rugby.

Inggris amat dikenal dengan gaya bermain kick an rush. Mereka amat mengandalkan fisik untuk menggempur lawan.

Saat melawan Jerman, Inggris memakai formasi bermain yang baru. Mereka bermain dengan tiga bek, seperti yang diperagakan oleh Chelsea. Gary Cahill, Michael Keane, dan Chris Smalling menjadi  penggawa di lini belakang. Sementara Adam Lallana dan Dele Alli menjadi poros lini tengah.

Pertandingan antara Jerman melawan Inggris itu memang dimenangi oleh tim besutan Joachim Loew. Lukas Podolski yang menjadi pencetak golnya.

Laga itu merupakan perpisahan Podolski dengan timnas Jerman. Kemenangan dan raihan satu gol menjadi perpisahan yang manis untuk Podolski.

Usai laga, Podolski pun memberikan penilaian mengenai Inggris di bawah asuhan Southgate.

“Inggris mempunyai tim yang bagus, manajer yang bagus, mereka memperagakan gaya bermain yang berbeda dengan sebelumnya,” kata Podolski seperti dilansir oleh Telegraph.

“Sebelumnya seperti gaya rugby. Mereka sangat mengandalkan fisik, tapi kini mereka lebih memainkan sepakbola saat ini. Mereka mempunyai tim bagus, pemai bagus, dan karakter yang bagus,” tambah pemain yang kini memperkuat Galatasaray itu.