Makan Konate Bakal Merapat ke Persipura Jayapura?

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Belakangan, Persipura Jayapura disebut-sebut bakalan merekrut satu gelandang asing, dan Makan Konate dikaitkan. Hal itu bikin pelatih tim, Jacksen F Tiago, buka suara.

Seperti diketahui, saat ini tim berjuluk Mutiara Hitam itu baru memiliki tiga pemain asing. Mereka ialah Yevhen Bokashvili, Henrique Motta, dan Takuya Matsunaga.

Makan Konate Bakal Merapat ke Persipura Jayapura?

Nah, kini mereka tengah memburu satu pemain asing lagi untuk posisi gelandang. Makan Konate disebut-sebut bakal datang ke tim kebanggaan masyarakat Jayapura dan sekitarnya.

Apalagi, pendaftaran pemain Liga 1 masih terbuka setidaknya sampai 10 September mendatang. Nah, mengenai hal itu, kubu Persipura pun buka suara.

Makan Konate Bakal Merapat ke Persipura Jayapura?

“Sesuai kebutuhan, kami butuh gelandang serang, sudah pasti. Namun, saya pastikan bukan Makan Konate, Zah Rahan, Ricardinho, maupun Robertino Pugliara,” ungkap Jacksen F Tiago dikutip dari Antara.

Persipura Jayapura Tak Tambah pemain Lokal

Kendati membutuhkan pemain import, tim Mutiara Hitam tampaknya tak mau merekrut lagi penggawa lokal. Jacksen menyebut saat ini skuat Persipura Jayapura sudah lebih dari cukup.

Makan Konate Bakal Merapat ke Persipura Jayapura?

“Saya tidak pernah minta tambahan lima pemain. Permintaan saya satu, penuhi kuota pemain (asing) keempat,” papar dia.

Ketika ditanya lebih lanjut soal sosok pemain asing tim, Jacksen mengaku itu kejutan. “Doakan ada kejutan, ya. Saya sudah tersenyum. Kalau ada kejutan, saya senyum lebih lebar,” tutup dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Soal Peluang Bawa Pulang Makan Konate, Ini Kata Persebaya Surabaya

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Manajemen Persebaya Surabaya buka suara terkait peluang membawa pulang Makan Konate dan David Da Silva. Mereka menyebut kalau untuk saat ini memulangkan keduanya mustahil karena sedang terikat kontrak.

Seperti diketahui, Persebaya sebenarnya memiliki legiun import berbahaya untuk Liga 1 2020, termasuk Konate dan David. Namun, semua pemain itu akhirnya memilih angkat kaki dari Persebaya karena kompetisi Indonesia sempat tak jelas. Konate dan David memilih menyeberang ke Malaysia untuk gabung Terengganu FC.

Kini, dengan kejelasan Liga 1 2021-2022, Persebaya bicara soal memulangkan keduanya dari Terengganu FC. Namun, saat ini diakui manajemen Persebaya Surabaya hal itu tak mungkin.

Soal Peluang Bawa Pulang Makan Konate, Ini Kata Persebaya Surabaya

“Makan Konate dan David Da Silva enggak mungkin balik. Hal itu memang karena kedua pemain itu masih terikat dengan klubnya sekarang,” ungkap manajer Persebaya, Candra Wahyudi, kepada awak media di Jakarta.

Candra memastikan saat ini Persebaya sudah mendapatkan tiga pemain asing sekaligus untuk menatap Liga 1 2021-2022. Namun, baru Taisei Marukawa yang terungkap. Dua nama lainnya masih dirahasiakan oleh Candra. Nanti, kata Candra, dua pemain itu akan diumumkan begitu sudah lolos persyaratan, seperti tes medis dan berbagai adminstrasi lainnya.

“InsyaAllah sudah tiga yang pasti (direkrut oleh Persebaya). Satu (Jepang) sudah. Dua lagi dalam proses kedatangan. Nanti kita lihat yang satu ini kita tunggu final regulasinya seperti apa,” tutup Candra Wahyudi.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Arema FC Akui Rindukan Sosok Makan Konate di Lini Tengah

Arema FC Akui Rindukan Sosok Makan Konate di Lini Tengah 12

Football5Star.com, Indonesia – Arema FC mengakui rindu dengan sosok Makan Konate yang bisa jadi jenderal di lini tengah. Sempat cari penggantinya, Arema mengaku suli menemui sosok yang tepat.

Seperti diketahui, Konate memang sempat membela Arema pada musim 2018 hingga 2019. Total, dia memainkan 61 pertandingan dan mengemas 34 gol serta 19 assist. Catatan itu jelas bikin Arema kehilangan.

Asisten pelatih Arema, Kuncoro, tak menampik sosok Makan Konate saat ini tengah dicari penggantinya. Apalagi, Bruno Smith yang tadinya digadang-gadan jadi pengganti sepadan, justru jauh dari ekspektasi.

Makan Konate - Persipura Jayapura - @caktaufik 2
instagram.com/caktaufik

Bahkan, Bruno Smith akhirnya dicoret dari skuat Arema FC. Gelandang asal Brasil itu disebut tak memenuhi ekspektasi. Dia dan rekan senegaranya, yakni Caio Ruan akhirnya terdepak dari skuat Arema.

“Kami ingin gelandang serang asing yang tipenya mirip Konate, pemain yang bisa ‘pegang’ bola. Sebab, gelandang kami saat ini kebanyakan tipenya breaker,” kata Kuncoro dikutip dari Wearemania.

“Sebenarnya Bruno kemarin sangat kami harapkan. Skill-nya pun sepertinya bagus. Tapi, ternyata dia terkendala kondisi fisik. Mungkin bisa dibenahi sebelum kompetisi, tapi kalau bisa mencari yang lebih bagus kenapa tidak?” sambung Kuncuro.

Makan Konate sendiri saat ini membela klub Liga SUper Malaysia, Terengganu FC. Dia sejauh ini sudah memainkan tujuh pertandingan. Tapi sayangnya, dia belum mampu memberikan assist maupun gol di Terengganu FC.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Sabah FC Ukir Kemenangan Perdana, Saddil Ramdani Ungguli Makan Konate

Sabah FC Ukir Kemenangan Perdana, Saddil Ramdani Ungguli Makan Konate 18

Football5star.com Indonesia – Kemarahan manajemen membuahkan hasil manis bagi Sabah FC. Menghadapi Terengganu FC, tim asuhan Kurniawan Dwi Yulianto akhirnya bisa meraih kemenangan perdana dengan skor 2-1 di Stadion Likas, Minggu (21/3).

Dalam pertandingan pekan kelima Malaysia Super League (MSL) ini, pemain Sabah asal Indonesia, Saddil Ramdani, tampil mengilap. Sementara di kubu Terengganu FC, mantan gelandang Persebaya Surabaya, Makan Konate, gagal membantu timnya mempertahankan tren tak terkalahkan dalam empat laga sebelumnya.

Sabah FC vs Terengganu Saddil Ramdani FC Malaysia Super League - Facebook Malaysian Football League
Facebook Malaysian Football League

Sabah FC, yang sebelumnya cuma meraih satu hasil imbang dan tiga kekalahan, memang mendapat lecutan semangat dari manajemen tim. Pengurus klub mengultimatum Kurniawan Dwi Yulianto agar segera memberikan hasil positif jika tak mau angkat koper lebih cepat.

Kemarahan manajemen ternyata menjadi pelecut semangat bagi Saddil Ramdani dan kawan-kawan. Permainan mereka menghadapi Terengganu FC begitu agresif sepanang pertandingan. Tak cuma penguasaan bola, penciptaan peluang pun bisa dikuasai.

Saddil Ramdani, yang tampil apik sejak awal laga, memberi kontribusi atas lahirnya gol perdana Sabah FC. Umpan sepak pojok Saddil disambut sundulan salah seorang pemain Sabah yang lantas menyentuh lengan bek Terengganu FC.

Handball di dalam area penalti tersebut memaksa wasit menunjuk titik putih. Pemain Sabah asal Gabon, Levy Madinda, maju sebagai eksekutor dan sukses melesakkan gol perdana pada menit ke-38.

Saddil Ramdani Kreator Dua Gol Sabah FC

Sabah FC vs Terengganu Saddil Ramdani FC Malaysia Super League 2 - Facebook Malaysian Football League
Facebook Malaysian Football League

Tiga menit sebelum jeda, lagi-lagi akselerasi Saddil Ramdani mengawali serangan apik Sabah FC. Levy Madinda yang menerima bola dari Saddil, bekerja sama satu-dua dengan rekannya dan langsung melepas umpan kepada Sam Johnson.

Sam Johnson yang berdiri tanpa kawalan, leluasa menceploskan bola ke gawang Terengganu FC. Gol mantan pemain Major League Soccer (MLS) itu sekaligus menjad penuntas laga babak pertama untuk keunggulan Sabah 2-0.

Pada babak kedua, Sabah FC sedikit mengendurkan serangan. Situasi ini dimanfaatkan pemain Terengganu FC untuk bangkit mengejar ketinggalan.

Hanya saja, sepanjang babak kedua Terenganu FC cuma bisa mencetak satu gol balasan melalui Jordan Mntah pada menit ke-78. Alhasil, Sabah bisa mengunci skor akhir 2-1 yang sekaligus menjadi kemenangan perdana di Malaysia Super League musim ini.

Sabah FC vs Terengganu FC Kurniawan Dwi Yulianto Malaysia Super League - Facebook Malaysian Football League
Facebook Malaysian Football League

“Alhamdulillah kami bisa meraih tiga poin di tengah tekanan wajib menang di Stadion Likas malam ini. Para pemain bisa melepas tekanan dan fokus ke permainan. Mereka disiplin dan bermain penuh tanggung jawab,” ucap pelatih Kurniawan Dwi Yulianto, dikutip Football5star.com dari laman Facebook Sabah FC.

Tiga poin dari hasil pertandingan membawa Sabah FC untuk sementara naik ke urutan ke-9 klasemen sementara Malaysia Super League dengan koleksi 4 poin. Sementara, Terengganu FC yang akhirnya merasakan kekalahan perdana, masih bertahan di posisi kedua dengan 10 poin.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Duo Persebaya Direkrut Terengganu FC, Begini Kata Kurniawan Dwi Yulianto

Duo Persebaya Direkrut Terengganu FC, Begini Kata Kurniawan Dwi Yulianto 22

Football5Star.com, Indonesia, – Pelatih Sabah FC, Kurniawan Dwi Yulianto, buka suara soal duo Persebaya Surabaya, Makan Konate dan David da Silva di Terengganu FC. Menurutnya, hadirnya dua pemain itu kian menyemarakkan Liga Super Malaysia.

Seperti diketahui, jauh-jauh hari memang klub Malaysia itu ingin mempersatukan kembali Konate dengan David da silva. David sendiri sudah lebih dahulu resmi diperkenalkan oleh Terengganu FC, beberapa hari berselang gantian Makan Konate.

Hadirnya dua mantan pemain Persebaya Surabaya itu di Malaysia, kata Kurniawan, bakal bagus. Apalagi, keduanya memiliki kualitas yang akan bikin Liga Super Malaysia musim 2021 bakal menarik untuk dinantikan.

Bersama Makan Konate, David da Silva Punya Mimpi Besar sepak bola indonesia Resmi ke Terengganu FC, Makan Konate Gatal Bicara Soal David Da Silva

“Saya pikir dengan hadirnya Konate dan David da Silva akan membuat peta persaingan di Liga Super Malaysia semakin seru sih jadinya. Apalagi keduanya kan bagus di Persebaya,” kata Kurniawan Dwi Yulianto saat dihubungi oleh Football5Star.

Sabah FC sendiri disebut sudah setuju dengan Bhayangkara Solo FC soal Saddil Ramdani. Mereka siap membayarkan uang demi mendapatkan jasa Saddil. Selain Saddil, Kurniawan juga kabarnya akan menduetkan Jorge Pereyra Diaz dan Mohamadou Sumareh. Bahkan, dia mengaku sudah sepakat dengan Diaz.

“Kami sudah hampir sepakat dengan Diaz, tapi masih harus mencari latar belakang dia dulu terkait masalah pribadinya ketika dia keluar dari JDT. Lalu soal Sumareh, kita lihat saja nanti,” tutup Kurniawan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Bersama Makan Konate, David da Silva Punya Mimpi Besar di Malaysia

Bersama Makan Konate, David da Silva Punya Mimpi Besar di Malaysia 26

Football5Star.com, Indonesia – David Da Silva buka suara soal dirinya yang kembali akan berduet dengan Makan Konate di klub Malaysia, Terengganu FC. Dia ingin duetnya itu bisa sama-sama menghadirkan sukses buat Terengganu, seperti ketika di Persebaya Surabaya.

Seperti diketahui, jauh-jauh hari memang klub Malaysia itu ingin mempersatukan kembali Konate dengan David da silva. David sendiri sudah lebih dahulu resmi diperkenalkan oleh Terengganu FC, beberapa hari berselang gantian Konate.

Duet keduanya di Persebaya Surabaya sebenarnya belum terjalin dalam waktu lama. Hal itu karena kompetisi di Indonesia sudah terlanjur dibubarkan. Namun, David dan Konate sama-sama sukses menghadirkan trofi Piala Gubernur Jatim buat Persebaya.

Bersama Makan Konate, David da Silva Punya Mimpi Besar sepak bola indonesia Resmi ke Terengganu FC, Makan Konate Gatal Bicara Soal David Da Silva

“Saya mulai mengenal Konate sejak 2018. Meski hanya semusim bersama, dia gelandang hebat selain mampu mencetak gol,” ungkap David da Silva dikutip dari Berita Harian.

Penyerang berusia 31 tahun itu sebetulnya menjadi nyawa Persebaya dalam beberapa musim terakhir. Bukan tanpa alasan. Dalam 42 kali mentas bersama Bajul Ijo, David sukses melesakkan 35 gol dan enam assist, sebuah catatan yang terbilang istimewa.

“Setelah mengetahui Terengganu FC tertarik untuk mendapatkan kami berdua, saya senang selain bermimpi bisa bersama lagi seperti saat kami main di Persebaya,” tutup David.

Makan Konate sendiri tak terlalu asing dengan kompetisi Malaysia, dan Terengganu khususnya. Sebab, pada 2016 silam dia pernah bermain bersama Terengganu, meski tim keduanya. Dia memperkuat T-Team dan memainkan 21 pertandingan serta mengemas enam gol.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Kolom: Rumput Tetangga Memang Jauh Lebih Hijau

Kolom: Rumput Tetangga Memang Jauh Lebih Hijau 33

Football5Star.com, Indonesia – Rumput tetangga lebih hijau. Sering kita mendengar ujar-ujar tersebut. Singkat tetapi bermakna dalam. Peribahasa yang selalu dilontarkan saat kita mulai merasa tidak puas dengan apa yang sudah kita miliki.

Kiasan itu muncul saat ada perasaan iri dengan orang lain. Ungkapan yang dikatakan saat kita mulai tidak nyaman dengan segala sesuatu yang melekat dalam diri kita.

Nyatanya itu yang mendera sepak bola Indonesia. Sudah beberapa bulan terakhir, berita pemain Indonesia yang memilih hijrah ke negeri tetangga menghiasi nyaris semua media-media olahraga di Tanah Air.

Dari mulai Ryuji Utomo ke Penang FC, Todd Rivaldo Ferre gabung Lampang FC, hingga Syahrian Abimanyu yang diresmikan Johor Darul Takzim. Belum lagi, sejumlah nama seperti Asnawi Mangkualam yang dirumorkan ke Ansan Greeners, Saddil Ramdani yang selangkah lagi gabung Sabah FC, hingga Stefano Lilipaly yang diburu sejumlah klub Malaysia.

Kolom: Rumput Tertangga Memang Lebih Hijau Para Pemain Indonesia yang Berkarier di Luar Negeri Bersama Ryuji Utomo, Klub Malaysia Punya Banyak Asa Musim 2021

Entah ini berita membahagiakan atau justru sebaliknya. Apakah mereka yang hijrah memang sudah tak memiliki masa depan di sepak bola Indonesia? Perkara gaji, sebenarnya klub-klub Indonesia berani bersaing dengan tim luar negeri.

Bahkan, Ansan Greeners, mengklaim kalau Asnawi Mangkualam rela digaji tak terlalu besar demi bermain di K-League 2. Hal itu diakui sendiri oleh manajemen Ansan, Joo Chan-yong.

“Asnawi menerima gaji tahunan sebesar milyaran di Indonesia. Tapi dia rela memangkas gajinya ketika datang ke K-League. Keadaan tim kami tidak bisa memberi banyak, tetapi Asnawi memiliki keinginan kuat untuk menantang K-League. Dia datang ke Korea dengan mimpi besarnya” ungkap Chan-yong dikutip dari Naver.

sepak bola indonesia Resmi ke Terengganu FC, Makan Konate Gatal Bicara Soal David Da Silva

Tak cuma pemain lokal, legiun import Indonesia pun antre untuk hijrah ke negara tetangga. Malaysia contohnya, klub-klub di sana berhasil mendaratkan, nama seperti David da Silva, Makan Konate, Diogo Campos, sampai Alex Goncalves.

Lantas apa penyebabnya? Tak lain dan tak bukan jelas kompetisi Indonesia yang masih mati suri. Menikmati hiburan si kulit bundar di Indonesia memang kini jadi tontonan yang langka.

Covid-19 bukan cuma melanda Indonesia, tapi dunia. Namun, cuma di Tanah Air saja yang sepak bolanya berhenti akibat pandemi. Kata-kata “Sepak bolanya, Pak” dari Presiden Joko Widodo kepada Menpora Zainudin Amali saat kali pertama ditunjuk seakan menguap begitu saja.

Indonesia Sempat Jadi Primadona

Ketidakjelasan kompetisi di Indonesia pun melatari para pemain pergi. David Da Silva salah satunya. Pemain asal Brasil itu memilih pergi dan bergabung dengan Terengganu FC karena belum jelasnya nasib Liga 1.

“Situasi ini tidak baik bagi saya. Sudah sepuluh bulan saya tidak bermain. Saya harus melangkah. Tidak bisa menunggu situasi ini,” beber David dalam laman resmi Persebaya beberapa waktu lalu.

Padahal kalau menarik mundur dua dekade ke belakang, sepak bola Indonesia punya daya tarik tersendiri di Asia Tenggara. Pemain dari negara-negara ASEAN berbondong-bondong mencari nafkahnya di sini.

Kolom: Rumput Tertangga Memang Lebih Hijau
Dok. Detik

Tak kurang dari 20 pemain ASEAN hijrah ke Indonesia. Mulai dari pemain Malaysia, Safee Sali di Pelita Jaya, Muhammad Ridhuan dan Noh Alam Shah bersama Arema. Lalu, Pradit Taweechai, Nipont Chanarwut, Suchao Nuchnum, dan Sinthaweechai Hathairattanakool di Persib. Mustafic Fachruddin, Precious Emuejeraye, Baihakki Khaizan dan Agus Casmir di Persija, hingga beberapa nama, seperti Khairul Amri, Shahril Ishak, dan Itimi Dickson.

Kosin Persib
Foto: indosport.com

Lantas, sampai kapan? Rumput kita sebenarnya sama-sama hijau, tapi yang membedakannya hanyalah tanahnya, cocok ditanami atau tidak.

*Tulisan ini murni opini pribadi, tanpa bermaksud menyinggung pihak tertentu

Makan Konate Setelah Resmi ke Terengganu FC: Maafkan Saya, Persebaya!

Makan Konate Setelah Resmi ke Terengganu FC: Maafkan Saya, Persebaya! 37

Football5Star.com, Indonesia – Makan Konate mengucapkan salam perpisahan kepada Persebaya Surabaya usai resmi diumumkan jadi pemain klub Malaysia, Terengganu FC. Dia meminta maaf kepada Persebaya dan pendukungnya bila memiliki kesalahan.

Seperti diketahui, jauh-jauh hari memang klub Malaysia itu ingin mempersatukan kembali Konate dengan David da silva. David sendiri sudah lebih dahulu resmi diperkenalkan oleh Terengganu FC, kini gantian Konate.

Dalam Instagram pribadinya, Konate mengucapkan salam perpisahan kepada Persebaya. Dia berterima kasih kepada semua pihak yang membantunya selama berkarier di tim berjuluk Bajul Ijo itu.

Makan Konate - Persebaya Surabaya @officialpersebaya

“Assalamualaikum, terima kasih banyak untuk tim Persebaya surabaya, pak Ansrul, manajer, sekretaris, pelatih dan Ofisial, juga buat suporter, Bonek dan Bonita,” tulis Makan Konate.

“Saya minta maaf kalau ada salah, saya punya kenangan buat Persebaya Surabaya. Semua baik sama saya kita sudah juara di Piala Gubernur Jatim,” sambung Konate.

Pemain asal Mali itu tak menampik kalau pandemi Covid-19 yang menghentikan sepak bola Indonesia jadi alasannya pergi. Tapi, Konate berdoa agar sepak bola Indonesia bisa kembali hidup seperti sedia kala.

“Semoga Persebaya bisa baik lagi dari kemarin. Sukses terus buat tim Green Force, saya doakan buat kalian dan minta doa juga kita keluar dari situasi ini covid 19. Kalian bisa bermain bola lagi dan sepak bola Indonesia maju terus. Salam satu nyali,” tutup Konate.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Resmi ke Terengganu FC, Makan Konate Bicara Soal David Da Silva

Resmi ke Terengganu FC, Makan Konate Bicara Soal David Da Silva 40

Football5Star.com, Indonesia – Kabar Makan Konate gabung dengan klub Malaysia, Terengganu FC, ternyata bukan isapan jempol belaka. Tim Liga Super Malaysia itu secara resmi mengumumkan kedatangan Konate di sana.

Seperti diketahui, jauh-jauh hari memang klub Malaysia itu ingin mempersatukan kembali Konate dengan David da silva. David sendiri sudah lebih dahulu resmi diperkenalkan oleh Terengganu FC, kini gantian Konate.

Kedatangan Konate ke Terengganu FC sendiri diumumkan lewat media sosial resmi klub. Belum diketahui berapa lama pemain asal Mali itu diikat. Tapi, kabar yang beredar Konate diganjar kontrak selama semusim oleh Terengganu.

“SELAMAT DATANG MAKAN KONATE KE PASUKAN
Selamat datang ke pasukan Terengganu Football Club buat MAKAN KONATE!! Pemain tengah yang berasal dari Mali ini bakal beraksi di bahagian tengah buat TFC!” tulis Twitter Terengganu.

Konate pun menyebut kalau sosok David Da Silva jadi salah satu alasannya menerima pinangan Terengganu. Apalagi, dia sudah lama akrab dengan striker asal Brasil itu.

“Saya telah lama mengenal David bahkan sebelum kami bersama di Persebaya. Dari pandangan saya dia merupakan seorang rekan yang baik dan juga sangat berkualitas di depan gawang,” ujar Konate dalam laman resmi klub.

Makan Konate sebenarnya tak terlalu asing dengan kompetisi Malaysia, dan Terengganu khususnya. Sebab, pada 2016 silam dia pernah bermain bersama Terengganu, meski tim B-nya. Dia memperkuat T-Team dan memainkan 21 pertandingan serta mengemas enam gol.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Makan Konate Bikin Pelatih Klub Malaysia Bimbang

Makan Konate Bikin Pelatih Klub Malaysia Bimbang 44

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih klub Malaysia, Terengganu FC, Nafuzi Zain, bingung soal Makan Konate jadi atau tidak ke klub. Karena sampai saat ini dirinya masih menunggu keputusan dari manajemen Terengganu.

Seperti diketahui, kabarnya memang klub Malaysia itu ingin mempersatukan kembali Konate dengan David da silva. David sendiri sudah resmi diperkenalkan oleh Terengganu FC, bagaimana dengan Konate?

Nafuzi Zain menyebut kalau saat ini dirinya masih belum bisa menjawab pertanyaan seputar pemain asal Mali itu. Memang, dia tak bisa menampik kalau membutuhkan jasa Konate sebagai jenderal lini tengah tim untuk menatap Liga Super 2021. Tapi, dia masih belum bisa memberikan konfirmasi karena semuanya diserahkan kepada manajemen.

Makan Konate Bikin Pelatih Klub Malaysia Bimbang Makan Konate Kagum dengan Kerendahan Hati Sadio Mane di Liverpool Makan Konate : di Mali, Lapangan Sepak Bola Tak Ada Rumputnya Makan Konate Mengaku Kagum dengan Budaya Islam di Indonesia

“Untuk saat ini, kami harus menunggu dan melihat. Jika bukan Makan Konate mungkin pemain lain akan bergabung dengan Terengganu,” kata Nafuzi Zain dikutip dari Stadium Astro.

Sejatinya, Makan Konate bukan orang baru buat publik Terengganu. Dia sempat main di T-Team, alias tim kedua Terengganu pada Liga Primer Malaysia 2016-2017. Saat itu, dia memainkan 21 pertandingan dan mencatatkan enam gol.

Bersama David da Silva sendiri, Konate belum terlalu lama berduet. Sebab, dia baru saja bergabung dengan Persebaya Surabaya pada 2020. Sayang, belum lama bermain tapi kompetisi sudah diberhentikan karena pandemi Covid-19.

Kini, Makan Konate berstatus bebas transfer setelah memutuskan mundur dari Persebaya per Desember lalu. Menarik menantikan masa depan sang pemain.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

David da Silva Resmi ke Terengganu FC, Makan Konate Menyusul

David da Silva Resmi ke Terengganu FC, Makan Konate Menyusul 47

Football5Star.com, Indonesia – Kabar David da Silva bergabung dengan Terengganu FC tampaknya bukan isapan jempol belaka. Mantan pemain Persebaya Surabaya itu resmi diperkenalkan oleh tim asal Malaysia tersebut, dan kabarnya Makan Konate akan menyusul.

Memang, sudah beberapa hari terakhir kabar kuat beredar kalau David da Silva bakalan segera diperkenalkan oleh Terengganu FC. Apalagi, striker asal Brasil itu juga sudah tiba di Malaysia. Hal tersebut terkuak setelah salah satu akun suporter Terengganu, memergoki David yang sudah berada di Bandara.

Penyerang asal Brasil itu akhirnya secara resmi diperkenalkan oleh Terengganu untuk musim 2021. Belum dijelaskan berapa lama masa bakti David bermain untuk klub Liga Super Malaysia itu. Namun, kabarnya David hanya dikontrak selama satu musim saja.

“Selamat datang David da Silva ke pasukan Terengganu FC untuk 2021. Penyerang dari Brasil ini akan menjadi ujung tombak utama di Terengganu FC. Selamat datang David,” tulis Terengganu FC dalam Facebook resminya.

Penyerang berusia 31 tahun itu sebetulnya menjadi nyawa Persebaya dalam beberapa musim terakhir. Bukan tanpa alasan. Dalam 42 kali mentas bersama Bajul Ijo, David sukses melesakkan 35 gol dan enam assist, sebuah catatan yang terbilang istimewa.

Bukan cuma David. Tapi, Terengganu FC juga disebut-sebut bakal mendaratkan Makan Konate. Dalam waktu dekat, Konate kabarnya bakal juga diperkenalkan oleh Terengganu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Sosok Ini Ingat Betul Saat David Da Silva Menangis Lawan Arema FC

Sosok Ini Ingat Betul Saat David Da Silva Menangis Lawan Arema FC 51

Football5Star.com, Indonesia – kepergian David Da Silva dan Makan Konate dari Persebaya Surabaya bikin pemain seniornya, Rendi Irwan, begitu kehilangan. Dia mengaku kalau kedua peman tersebut meninggalkan banyak momen indah di Persebaya.

Seperti diberitakan sebelumnya, David Da Silva lebih dahulu pamitan dari Persebaya karena ketidakjelasan Liga 1 2020. Lalu, beberapa hari kemudian Makan Konate pun menyusul. Keduanya disebut-sebut bakal berkompetisi di Malaysia musim depan.

Kepergian kedua pemain itu bikin Rendi Irwan merasa kehilangan. Momen yang diingat Rendi soal David da Silva adalah saat pemain asal Brasil tersebut menangis di laga Persebaya melawan rival abadi, Arema FC.

David da Silva - Persebaya Surabaya - @officialpersebaya 2

“Banyak sih, kalau sama David bercanda pasti banyak tapi momen yang paling saya ingat di lapangan ketika lawan Arema waktu itu nangis dia di Kanjuruhan karena kita mengalami kekalahan. Terus akhirnya bisa bangkit karena dia bisa memotivasi sama saya Ruben waktu itu ‘ayo’,” ungkap Rendi dalam laman resmi Liga 1.

“Itu momen sangat berharga bagi saya karena bukan hanya sebagai seorang striker tapi juga bisa memotivasi teman-temannya,” imbuh eks pemain Persik Kediri itu.

Sedang saat bersama Makan Konate, dia menyebut kalau sering bertukar pikiran. Dia mengakui bahwa Konate merupakan pemain berkualitas yang memiliki skill individu luar biasa.

“Saya akui skill Konate memang sangat bagus. Apalagi dia juga ingin juara bersama Persebaya, ini belum tercapai mungkin agak tertunda saja. Mudah-mudahan bisa kembali ke Persebaya lagi,” tutup Rendi Irwan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Makan Konate Bingung Pindah ke Malaysia, Thailand, atau Arab Saudi

Makan Konate Bingung Pindah ke Malaysia, Thailand, atau Arab Saudi 56

Football5star.com Indonesia – Setelah mengajukan pengunduran diri dari Persebaya Surabaya pada Jumat (1/12/2020), Makan Konate kabarnya tengah diincar sejumlah klub luar negeri. Meski begitu, pemain asal Mali tersebut masih bingung dengan pilihan destinasinya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Makan Konate memilih cabut dari Persebaya Surabaya akibat kelanjutan Liga 1 2020-21 yang tak jelas. Konate mengaku tidak bisa menunggu kepastian kelanjutan kompetisi yang beberapa kali batal digulirkan kembali.

Makan Konate - Persebaya Surabaya - @officialpersebaya
instagram.com/officialpersebaya

“Kepada tim pelatih, rekan-rekan pemain, aku sampaikan terima kasih atas kebersamaan selama ini. Aku mohon maaf, harus meninggalkan tim yang begitu kuat ikatan kekeluargaan dan persaudaraan. Aku pasti ingat dan tak akan lupa. Begitu juga dengan manajemen dan bonek. Luar biasa kalian semua,” ucap Konate, seperti dikutip Football5star.com dari laman resmi Persebaya.

Saat ini, Makan Konate belum membuat keputusan akan melanjutkan karier di mana. Ada sejumlah klub dari negara-negara Asia Tenggara hingga Arab Saudi yang membidiknya. Namun, belum ada kepastian yang dibuatnya.

“Ada tawaran dari beberapa klub Malaysia, Thailand, dan Saudi Arabia. Aku masih belum putuskan. Aku akan bicara dulu dengan agenku, Mamadou,” bilang Konate lagi.

Makan Konate  Persebaya Surabaya persebayaid
Persebaya.id

Seiring kelanjutan kompetisi Liga 1 2020-21 yang masih mengambang, Makan Konate memang memilih untuk mencari kejelasan nasib di tempat lain. Kesabaran mantan pemain Persib Bandung dan Arema FC itu sudah mencapai titik nadir.

“Selama delapan bulan aku di Indonesia. Tidak ada kabar soal kompetisi sampai saat ini. Aku tidak bisa lebih lama lagi menunggu,” ucap Makan Konate memungkasi.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Tinggalkan Persebaya, Makan Konate Ungkap Satu Penyesalan Terbesar

Tinggalkan Persebaya, Makan Konate Ungkap Satu Penyesalan Terbesar 61

Football5star.com Indonesia – Setelah beberapa hari lalu David Da Silva hengkang, giliran pada Jumat (11/12/2020) Makan Konate yang meninggalkan Persebaya Surabaya. Konate, dengan meninggalkan penyelasan, harus pamit dari Persebaya karena Liga 1 2020-21 yang tak jelas.

Alasan terbesar Konate memilih cabut dari Persebaya Surabaya karena tidak bisa menunggu kepastian kelanjutan kompetisi. Gelandang asal Mali itupun telah mengajukan pengunduran diri resmi kepada klub.

Makan Konate Persebaya Surabaya - persebaya.id
Persebaya.id

“Selama delapan bulan aku di Indonesia. Tidak ada kabar soal kompetisi sampai saat ini. Aku tidak bisa lebih lama lagi menunggu,” ucap Makan Konate, seperti dikutip Football5star.com dari laman resmi Persebaya Surabaya.

Seperti diketahui, Liga 1 2020-21 dihentikan pada Maret 2020. Saat itu, Makan Konate masih yakin kompetisi kembali dilanjutkan. Namun, ketika rencana restart kompetisi pada 1 Oktober lalu kembali kandas, Konate pun mulai memikirkan ulang keputusannya bertahan.

Meski begitu, ada satu penyesalan terbesar di dalam diri Makan Konate dengan keputusannya kali ini. “Jujur, keputusan ini sulit. Aku sudah telanjur menjanjikan trofi juara kepada Persebaya. Tapi, situasi dan kondisi tidak memungkinkan. Aku harus lanjutkan perjalanan. Insya Allah suatu saat aku kembali,” bilang dia lagi.

Aji Santoso Makan konate Persebaya Surabaya - persebaya.id
Persebaya.id

Manajemen Persebaya Surabaya pun membenarkan surat pengunduran diri dari Makan Konate. Manajer Candra Wahyudi, mengaku tidak bisa berbuat apa-apa terkait dengan keputusan Konate ini.

“Kami tidak berdaya sama sekali. Soalnya, tidak ada yang bisa menjamin kepastian kompetisi. Bagaimana kami bisa memberi kepastian, kalau otoritas sepak bola yang paling berwenang juga tidak bisa memberi kepastian? Padahal itu yang ditanyakan pemain. Seperti David dan juga Konate,” urai Candra Wahyudi.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Respons Persebaya Soal Kabar Makan Konate ke Malaysia

Respons Persebaya Soal Kabar Makan Konate ke Malaysia 65

Football5Star.com, Indonesia – Persebaya Surabaya bereaksi soal kabar Makan Konate akan hijrah ke Malaysia dalam waktu dekat. Mereka tak menampik kalau memang Konate bisa saja pergi.

Sebenarnya, tim berjuluk Bajul Ijo itu sudah resmi kehilangan David da Silva yang sebelumnya pamit. Disebut-sebut pula kalau striker asal Brasil itu juga bakal segera diperkenalkan salah satu klub asal Malaysia.

Nah, Makan Konate pun kabarnya juga bakal segera ke sana. Salah satu klub yang berada di garda terdepan mengamankan jasa Konate ialah Terengganu FC. Bahkan dilaporkan kalau pemain asal Mali itu sudah bernegosiasi dengan manajemen Terengganu.

Pihak Persebaya sendiri belum mendapatkan informasi dari Makan Konate langsung terkait kabar tersebut. Terakhir kali berkomunikasi dengan Konate, Persebaya hanya bicarakan soal gaji.

Makan Konate Soal Peluang Ikuti Jejak Marc Klok yang Dinaturalisasi Boaz Solossa Mundari Karya Makan Konate Beberkan Alasan Cabut dari Persib, Berminat Balik? Makan Makan Konate Soal Jadi Bintang di Indonesia: Alhamdulillah Rezeki dari TuhanKonate Soal Jadi Bintang di Indonesia: Alhamdulillah Rezeki dari Tuhan

“Kemarin kami komunikasi dengan Makan Konate hanya soal kebijakan gaji dari PSSI saja. Soal dia akan pergi, belum. Karena memang kontraknya sampai akhir bulan ini,” ungkap Sekretaris Tim Persebaya, Ram Surahman, kepada Football5Star.

Andai Konate datang langsung meminta izin pergi, Persebaya pun bakalan bingung. Karena saat ini posisi mereka pun serbasalah akibat ketidakjelasan kompetisi.

“Saya belum bisa bicara begitu (soal Konate diizinkan pergi kalau sudah menghubungi Persebaya). Situasi ini kan serbasalah, tidak menentu. Sekarang dari sisi klub, kami juga ingin meminta kepastian kira-kira Februari itu bisa apa enggak (kompetisi dilanjut),” beber Ram.

“Parameternya sederhana. Segera urus izin kepolisian. Begitu surat ada di kantong, kami klub juga akan bergerak. Langkah pertama tentu kami akan melakukan negosiasi dengan pemain yang ada sekarang ini,” tutup dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Makan Konate Tengah Bernegosiasi dengan Terengganu FC?

Makan Konate Tengah Bernegosiasi dengan Terengganu FC? 69

Football5Star.com, Indonesia – Persebaya Surabaya kabarnya bakal kembali ditinggal salah satu pemain asingnya, yakni Makan Konate ke Malaysia. Dia bahkan disebut-sebut bakal bernegosiasi dengan Terengganu FC.

Sebenarnya, tim berjuluk Bajul Ijo itu sudah resmi kehilangan David da Silva yang sebelumnya pamit. Disebut-sebut pula kalau striker asal Brasil itu juga bakal segera diperkenalkan salah satu klub asal Malaysia.

Nah, Makan Konate pun kabarnya juga bakal segera ke sana. Bedanya, klub Konate menurut kabar di Malaysia sudah mengerucut ke Terengganu FC. Belakangan kabar tersebut mulai santer. Informasi yang didapatkan Football5Star, sang pemain sedang menjalani negosiasi dengan klub Malaysia itu.

Makan Konate Kagum dengan Kerendahan Hati Sadio Mane di Liverpool Makan Konate : di Mali, Lapangan Sepak Bola Tak Ada Rumputnya Makan Konate Mengaku Kagum dengan Budaya Islam di Indonesia

Ketika dikonfirmasi Football5Star.com, Makan Konate tak membalas pesan. Namun, pihak Persebaya Surabaya tak membantah kabar kalau memang gelandang asal Mali itu akan segera angkat kaki dari tim.

“Info dari siapa Konate akan ke Terengganu? Normatifnya kami belum dapat konfirmasi sih. Belum ada komunikasi juga dengan kami selaku manajemen,” ungkap Sekretaris Tim Persebaya, Ram Surahman, saat dihubungi Football5Star.

Makan Konate sebenarnya tak terlalu asing dengan kompetisi Malaysia, dan Terengganu khususnya. Sebab, pada 2016 silam dia pernah bermain bersama Terengganu, meski tim Bnya. Dia memperkuat T-Team dan memainkan 21 pertandingan serta mengemas enam gol.

Menarik memang menantikan masa depan Konate. Apalagi, kontraknya bersama Persebaya juga akan segera kedaluwarsa per Desember ini.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Makan Konate Soal Peluang Ikuti Jejak Marc Klok yang Dinaturalisasi

Makan Konate Soal Peluang Ikuti Jejak Marc Klok yang Dinaturalisasi 73

Football5Star.com, Indonesia – Gelandang Persebaya Surabaya, Makan Konate, buka suara soal peluang ikuti jejak Marc Klok yang dinaturalisasi Indonesia. Dia tak menampik kalau bisa saja mengubah status kewarganegaraannya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Marc Klok sudah mendapatkan lampu hijau untuk menjadi Warga Negara Indonesia (WNI). Dia hanya tinggal bertemu dengan Komisi X DPR RI, dan menunggu Keppres lalu diambil sumpahnya.

Kabar Klok dinaturalisasi menyita perhatian Makan Konate. Gelandang asal Mali itu mengucapkan selamat kepada pemain Persija Jakarta tersebut atas status barunya.

Makan Konate Soal Peluang Ikuti Jejak Marc Klok yang Dinaturalisasi Boaz Solossa Mundari Karya Makan Konate Beberkan Alasan Cabut dari Persib, Berminat Balik? Makan Makan Konate Soal Jadi Bintang di Indonesia: Alhamdulillah Rezeki dari TuhanKonate Soal Jadi Bintang di Indonesia: Alhamdulillah Rezeki dari Tuhan

“Selamat untuk Marc Klok ya. Marc Klok orang yang baik, teman yang memiliki kualitas. Kalau sudah menjadi WNI dia bisa bantu Timnas Indonesia. Saya respect dengan dia,” kata Makan Konate, dikutip dari Kompas.

Makan Konate sendiri bisa saja turut dinaturalisasi. Apalagi, dia tercatat sudah sejak 2012 berkarier di Indonesia. Pemain Persebaya Surabaya itu pun akan memikirkannya bila ada tawaran masuk.

“Biar bagaimanapun agen seperti bapak saya, seperti orang tua saya. Bagaimana harapan ini bagus atau tidak saya tidak bisa menjawabnya sendiri. Ya tidak ada masalah kalau ada tawaran,” tutup Konate.

Konate sendiri cukup berprestasi selama di Indonesia. Pemain berusia 29 tahun itu sudah juara di empat klub berbeda, yakni ISL dan Piala Presiden bersama Persib Bandung, Piala Gubernur Kaltim di Sriwijaya FC, Piala Presiden 2017 dengan Arema FC, dan Piala Gubernur Jatim serta runner-up Liga 1 2019 untuk Persebaya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Makan Konate Tebar Ancaman kepada Klub-klub Liga 1

Makan Konate Tebar Ancaman kepada Klub-klub Liga 1 77

Football5star.com, Indonesia – Kapten Persebaya Surabaya, Makan Konate, merasa sangat percaya diri timnya akan bisa tampil menggebrak ketika Liga 1 2020 kembali bergulir. Menurut Konate, saat ini skuat Bajol Ijo sudah semakin padu di sesi latihan.

Persebaya sudah kembali berlatih semenjak dua pekan lalu. Bajol Ijo menggelar sesi latihan dengan skuat terbaiknya dan hanya kehilangan David da Silva yang tak kunjung datang karena permasalahan rekontrak.

“Sekarang lebih bagus kondisi fisik dan taktikal kita. Kalau kemarin-kemarin otot kita mungkin belum siap, sekarang Alhamdulillah sudah mulai padu,”  ujar Makan Konate seperti dikutip dari laman resmi klub.

Makan Konate - Persebaya Surabaya - Liga 1 2020 - @officialpersebaya 2
instagram.com/officialpersebaya

“Kita mulai fokus lagi karena beberapa hari lagi liga berjalan. Saya optimis tim kita sudah kompak, kita akan kerja keras untuk berikan yang terbaik,” sambung Konate.

Lebih lanjut, Konate juga mengajak rekan-rekannya untuk terus membehani kekurangan di sisa dua pekan. Menurutnya, hal ini akan bisa dilakukan apabila semua pemain mau bekerja keras.

“Tim pelatih selama ini memberikan campuran latihan endurance, taktikal dan uji coba. Insya Allah kita semua bisa mengikuti dan mampu membenahi beberapa kekurangan yang ada,” tutur Konate.

Persebaya akan menjadi salah satu dari dua tim pertama yang akan melakoni pertandingan perdana Liga 1 2020 bulan depan. Rencananya, mereka akan dijamu PSS Sleman pada Kamis, (1/10) petang WIB.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Makan Konate Bermimpi Bisa Main Setim Bareng Boaz Solossa

Makan Konate Bermimpi Bisa Main Setim Bareng Boaz Solossa 81

Football5Star.com, Indonesia – Pemain Persebaya Surabaya, Makan Konate, mengaku mengidolai sosok Boaz Solossa dan tak menampik ingin main satu tim. Menurutnya, Boaz merupakan salah satu contoh buat pemain Indonesia lainnya.

Beberapa kali memang Boaz Solossa disebut sebagai pemain Indonesia terbaik. Konate menilai kalau kapten Persipura Jayapura itu selain punya skill yang baik, tapi jua memiliki kharisma. Hal itu yang membuat dirinya mendapat banyak hormat dari pemain lain.

“Idola saya dari Indonesia itu Boaz Solossa ya. Dia selalu respek terhadap lawannya. Dia juga tak pernah punya masalah, menjadi salah satu sosok panutan saya ya,” ungkap Makan Konate dalam wawancara bersama Football5Star.com.

Boaz Solossa Mundari Karya Makan Konate Beberkan Alasan Cabut dari Persib, Berminat Balik? Makan Makan Konate Soal Jadi Bintang di Indonesia: Alhamdulillah Rezeki dari TuhanKonate Soal Jadi Bintang di Indonesia: Alhamdulillah Rezeki dari Tuhan

Konate sendiri tak menutup kemungkinan bisa saja bermain satu tim dengan legenda hidup Mutiara Hitam itu. Menurutnya sebagai pesepak bola tentu tak akan tahu bagaimana karier ke depan.

“Ya saya tak tahu, bisa main sama dia atau bagaimana. Kita tak pernah tahu besok bagaimana. Karena memang sosok Boaz, saya dari 2012 di sini bermainnya dia waktu Persipura juara. Permainannya dia jua sangat respek. Dia tak pernah sombong juga,” sambung Makan Konate.

Untuk dunia, Makan Konate sendiri mengidolakan bintang Liverpool, Sadio Mane. Menurutnya, Mane merupakan salah satu sosok yang menjadi idola kebanyakan pesepak bola muda Afrika.

“Saya dunia idolakan Sadio Mane. Dia pemain kelas sekali. Dia maintak sombong, tak macam-macam. Dia selalu cetak gol tapi enggak pernah sombong selalu rendah hati,” tutup Konate.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Lapangan Tengah Persib Penuh Improvisasi Saat Juarai ISL 2014

Lapangan Tengah Persib Penuh Improvisasi Saat Juarai ISL 2014 85

Football5Star.com, Indonesia – Mantan pelatih Persib Bandung, Djadjang Nurdjaman, menyebut kalau salah satu kunci eks timnya juara ISL 2014 ada di lini tengah. Saat itu dia menyebut permainan di tengah Persib memang penuh dengan improvisasi.

Seperti diketahui, pada 2014 dan 2015 merupakan salah satu tahun-tahun keemasan buat Maung Bandung. Usai menjadi jawara ISL 2014, mereka jua berhasil menggondol piala di turnamen Piala Wali Kota padang serta Piala Presiden 2015.

Keberhasilan tersebut boleh dikatakan karena Persib Bandung memiliki lini tengah yang istimewa. Dibeberkan oleh Djadjang Nurdjaman, kalau skuat Maung Bandung kala itu dipenuhi oleh pemain lini tengah yang sangatberkualitas.

Djadjang Nurdjaman Tak Pernah Melamar ke Persib

“Tengah itu akan menjadi roh sebuah kesebelasan. Kalau lapangan tengah bagus penuh improvisasi, akan enak main. Saya tak meragukan kapasitas Firman Utina. Skill dia bagus sebagai pemain tengah. Dia punya kelebihan sebagai leader,” ungkap Djadjang Nurdjaman dalam Simamaung Podcast Episode 9.

“Lalu Hariono kan tahun itu masih era keemasan. Menurut saya dia 2014 bagus-bagusnya. Ditambah lagi Taufiq, rekurutan baru. Dia secara postur tak cukup besar, namun sebagai gelandang bertahan cukup teruji,” sambung dia.

Lalu yang paling penting, kata Djadjang Nurdjaman, kesuksesan Persib yang mendaratkan Makan Konate. Baru bergabung, pemain asal Mali itu langsung menjadi nyawa buat permainan Maung Bandung.

“Yang paling penting memiliki Makan Konate. Bersyukur juga dapat Konate, di sini dia komplet. Dia semakin hari semakin bagus. Sikapnya bagus sekali. Sehingga bisa menyatu dengan baik. Ke sininya, Konate selalu menjadi penentu,” tutup Djadjang Nurdjaman.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Incar Gustavo Lopez Dihalangi Arema, Persib Malah Dapatkan Makan Konate

Incar Gustavo Lopez Dihalangi Arema, Persib Malah Dapatkan Makan Konate 89

Football5Star.com, Indonesia – Persib Bandung ternyata sempat mengincar Gustavo Lopez tapi digagalkan oleh Arema FC. Mereka akhirnya mendapatkan pengganti yang lebih istimewa, yakni Makan Konate.

Hal itu terjadi pada awal musim 2014 dan dibeberkan oleh eks pelatih Persib, Djadjang Nurdjaman. Saat itu banyak yang heran mengapa Maung Bandung memilih untuk merekrut Makan Konate. Padahal, Konate baru beberapa tahun saja berada di Indonesia.

“Karena dia (Makan Konate) di Persib itu tahun kedua Indonesia. Musim pertama bersama PSPS dan Barito. Usianya baru 21 datang ke Indonesia, belum kelihatan. Maklum orang meragukan kualitasnya,” ungkap Djadjang Nurdjaman dalam Podcast Simamaung Episode 9.

Incar Gustavo Lopez Dihalangi Arema, Persib Malah Dapatkan Makan Konate
Dok. Tribunjabar

Padahal, saat itu Persib Bandung sangat menginginkan jasa Gustavo Lopez. Apalagi, Gustavo kala itu menjadi salah satu pemain asing istimewa di lini tengah. Tapi semuanya kandas karena dihalangi Arema FC.

“Sebetulan kami mengicar Gustavo, memang sulit. Karena dia sudah ditahan oleh Arema FC. Waktu itu, pemain tengah paling menonjol di Liga Indonesia itu Gustavo Lopez. Sangat komplet. Saya ingin dia awalnya. Kemampuannya luar biasa. Dia penyuplai, pembuat assist, eksekutor bagus, paling komplet,” sambung Djadjang Nurdjaman.

Akan tetapi justru Persib Bandung ketiban rezeki saat merekrut Makan Konate. Pemain asal Mali yang kini membela Persebaya itu menjadi tulang punggung Maung Bandung saat jadi juara ISL 2014 dan Piala Presiden tahun berikutnya.

“Bersyukur juga dapat Makan Konate, di sini dia komplet. Dia semakin hari semakin bagus. Attitude-nya bagus sekali. Sehingga bisa menyatu dengan baik. Ke sininya, Konate selalu menjadi penentu,” tutup Djadjang.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Makan Konate Cerita Tradisi Idul Adha di Kampung Halamannya

Makan Konate Cerita Tradisi Idul Adha di Kampung Halamannya 92

Football5Star.com, Indonesia – Bintang Persebaya Surabaya, Makan Konate, merindukan momen-momen Idul Adha di kampung halamannya, Mali. Dia menyebut tradisi di sana sangat berbeda dengan Indonesia karena Idul Adha justru lebih meriah ketimbang Idul Fitri.

Makan Konate memang merupakan salah satu pemain asing beragama Islam di Indonesia. Tapi sayang, untuk lebaran haji kali ini dilewatinya tanpa keluarga karena masih bertahan di Surabaya akibat pandemi COVID-19.

Padahal, Konate menyebut kalau ada beberapa hal yang biasa dilakukannya bertepatan dengan Idul Adha. Dia mengaku kalau salah satu makanan yang pasti disajikan ialah Sup Nadji saat momen-momen seperti ini.

“Ya pasti kangen ya. Lockdown di Mali enggak bisa pulang. Terakhir November, ya sudah enam bulan saya di sini. Saya biasa masak Sup Nadji kalau saat-saat seperti ini. Ya walau di sini saya juga masak. Saya sampai telepon istri nanya bagaimana cara dan resep masaknya,” ungkap Makan Konate saat wawancara di YouTube Football5Star.

Lalu, Konate jua bercerita soal tradisi Idul Adha di Mali. Dia menyebut kalau perayaan Idul Adha di negaranya lebih meriah ketimbang saat lebaran.

“Kalau di Mali beda sedikit ya. Di Mali Idul Adha lebih ramai dari Idul Fitri. Di sana abis salat, lalu makan bersama dan habis itu salam-salaman sama orang tua dan silaturahmi dengan keluarga,” tutup Makan Konate.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Makan Konate Kagumi Kerendahan Hati Sadio Mane di Liverpool

Makan Konate Kagumi Kerendahan Hati Sadio Mane di Liverpool 96

Football5Star.com, Indonesia – Bintang Persebaya Surabaya, Makan Konate, mengaku mengidolai sosok Sadio Mane yang memiliki sikap rendah hati. Menurutnya, Mane meski sudah jadi bintang tetap tak sombong.

Sadio Mane menjadi salah satu tulang punggung Liverpool dalam kesuksesannya meraih gelar Premier League musim ini. Faktanya, dalam 35 pertandingan di Premier League musim 2019-2020, pemain asal Senegal itu berhasil mencetak 18 gol plus tujuh assist buat The Reds.

Akan tetapi, Sadio Mane disebut sama sekali tak menunjukkan kesombongannya dan tetap rendah hati. Hal itulah yang membuat Makan Konate sangat mengidolai pemain berusia 28 tahun tersebut.

“Saya sangat mengidolai Sadio Mane dari Liverpool ya. Dia pemain kelas sekali. Dia main tak sombong tak pernah canggung dan tak pernah ada masalah denga teman, banyak rezeki juga cetak gol. Saya suka karakternya dia,” kata Makan Konate dalam wawancara di YouTube Football5Star.

Makan Konate Kagum dengan Kerendahan Hati Sadio Mane di Liverpool Makan Konate : di Mali, Lapangan Sepak Bola Tak Ada Rumputnya Makan Konate Mengaku Kagum dengan Budaya Islam di Indonesia

Meski mengidolai Mane, tapi klub favorit Makan Konate ternyata bukan Liverpool. Dia mengaku jagoannya di Eropa ialah Barcelona. Konate jua komentari kegagalan Blaugrana musim ini.

“Saya suka Barcelona ya. Saya suka mereka. Tapi memang gagal juara, gak ada rezeki. Sepak bola kadang-kadang oke, kadang-kadang juga buruk,” tutup dia.

KOnate sendiri cukup berprestasi di Indonesia . Dia masuk dalam best XI Liga 1 2019, lalu dapat penghargaan APPI Footballer of the Month Agustus 2019. Paling apik saat bersama Arema. Dia berhasil mencatatatkan 34 gol an 19 assist daam 61 pertandingan di sana.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Pelatih Ini Paling Berjasa Dalam Karier Makan Konate di Indonesia

Pelatih Ini Paling Berjasa Dalam Karier Makan Konate di Indonesia 99

Football5Star.com, Indonesia – Pemain Persebaya Surabaya, Makan Konate, mengaku berutang budi kepada Mundari Karya yang memperkenalkan sepak bola Indonesia. Dia menyebut kalau jasa Mundari sangat berarti saat dirinya baru tiba di Indonesia.

Makan Konate memang sudah cukup lama berkarier di Indonesia. Dia sudah sejak 2012 bermain di Indonesia. Beberapa klub Tanah Air diperkuatnya, mulai dari PSPS Pekanbaru, Barito Putera, Persib Bandung, Sriwijaya FC, Arema FC, hingga kini menjadi andalan Persebaya Surabaya.

“Awalnya saya bertemu agen Mamadou dan dia bisa tawari untuk cari tim Indonesia dan dia suruh kirim videonya. Dia bilang oke, dan bilang kalau sepak bola Asia yang di utamakan fisik dan kecepatan, persiapan dari Mali beberapa bulan dengan latihan keras lalu saya langsung diajak ke Indonesia,” kata Konate dalam wawancara di YouTube Football5Star.

Mundari Karya, kata Makan Konate, membuka gerbang baginya untuk berkarier di Indonesia. Sejak awal bertemu dengan Mundari dan diajak ke PSPS, dia sudah diprediksi akan menjadi bintang d Indonesia.

“Saat itu pertama kita main di Senayan beberapa orang Mali melawan orang Liberia dan Mamadou sudah undang beberapa pelatih untuk melihat pertandingannya. Lalu, Coach Mundari Karya bicara dengan Mamadou dan memilih saya, lalu coach Mundari bilang pemain ini bagus dan punya skill saya bisa jadikan dia pemain top di Indonesia. dan saya setuju untuk gabung,” sambung dia.

Doa Mundari Terwujud

Padahal, kali pertama ke Indonesia, Makan Konate sama sekali buta akan peta kekuatannya. Mundari Karya lah yang membantunya memperkenalkan dan membimbing bintang Persebaya itu.

“Bulan pertama saya datang ke Pekanbaru saya melihat dulu gimana atmosfernya dan cara mainnya dulu. Sekitar 2 bulan saya mulai adaptasi dengan teman satu tim dan mulai kompetisi Piala Presiden. Alhamdulilah saya punya rezeki dari PSPS Pekanbaru yang dilatih coach Mundari Karya. Terima kasih banyak buat coach Mundari saya punya banyak kenangan dengan beliau ya,” tutup Makan Konate.

Kini, dukungan Mundari Karya terbukti bikin Konate jadi bintang di Indonesia dan menorehkan berbagai prestasi. Dia masuk dalam best XI Liga 1 2019, lalu dapat penghargaan APPI Footballer of the Month Agustus 2019. Paling apik saat bersama Arema. Dia berhasil mencatatatkan 34 gol an 19 assist daam 61 pertandingan di sana.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Tampil Apik, Makan Konate Berharap Dipanggil Timnas

Tampil Apik, Makan Konate Berharap Dipanggil Timnas 102

Football5Star.com, Indonesia – Pemain Persebaya Surabaya, Makan Konate, yang tampil apik jelas berharap mendapat panggilan dari Timnas Mali. Dia menyebut kalau memang tujuan utamanya ialah main membela negaranya sendiri.

Makan Konate memang sudah cukup lama berkarier di Indonesia. Dia sudah sejak 2012 bermain di Indonesia. Beberapa klub Tanah Air diperkuatnya, mulai dari PSPS Pekanbaru, Barito Putera, Persib Bandung, Sriwijaya FC, Arema FC, hingga kini menjadi andalan Persebaya Surabaya.

Pemain asal Mali itu juga menorehkan prestasi di Indonesia. Dia masuk dalam best XI Liga 1 2019, lalu dapat penghargaan APPI Footballer of the Month Agustus 2019. Paling apik saat bersama Arema. Dia berhasil mencatatatkan 34 gol an 19 assist daam 61 pertandingan di sana.

“Saya sudah dari 2012 sampai sekarang main di Liga Indonesia, pernah di Malaysia juga. Mali negara sepak bola. Banyak pemain bintang dari sana yang main di Eropa, Liga Inggris, Prancis, dan Belgia. Banyak sekali,” kata Makan Konate dalam wawancara di YouTube Football5Star.

“Kalau main di Asia mungkin ada sedikit rezeki untuk ke timnas. Karena saya tahu prestasi besar dan bagus sekali, banyak berita dan wartawan yang suruh timnas Mali panggil saya. Banyak di media sosial berita juga di Mali. Sampai pelatih sudah bicara lagi fokus lihat Konate bagaimana bermain. Nanti kalau ada rezeki buat saya, dia akan panggil saya. Saya kerja keras, Insya Allah dipanggil,” sambung dia.

Timnas Mali memang memiliki banyak pemain bintang. Sebut saja Moussa Djenepo yang main di Southampton, Sekou Koita di Red Bull Salzburg, hingga Amadou Haidara di RB Leipzig. Tapi, Makan Konate tetap optimistis bisa main di timnas.

“Banyak berita di Mali juga bilang harus panggil Konate karena dia jadi gelandang terbaik di Liga INdonesia, dan mencetak 16 gol serta 11 asssist juga. Itu sangat bagus sekali,” tutup Makan Konate.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Makan Konate Beberkan Alasan Cabut dari Persib, Berminat Balik?

Makan Konate Beberkan Alasan Cabut dari Persib, Berminat Balik? 106

Football5Star.com, Indonesia – Makan Konate buka suara soal dahulu sempat memilih untuk cabut dari Persib Bandung meski jadi bintang. Dia bilang kalau dahulu tak ada masalah pribadi dengan siapapun, termasuk manajemen Persib.

Sebenarnya, pemain asal Mali itu menjadi andalan Maung Bandung periode 2014-2015. Faktanya, Makan Konate sempat membawa Persib Bandung menjadi juara ISL 2014 dan Piala Presiden tahun berikutnya.

Akan tetapi kemudian Konate memilih untuk hijrah ke Malaysia dengan bergabung ke T-Team. Setibanya di Indonesia, dia jua belum kembali ke Persib sampai saat ini. Dia buka suara soal masalahnya dahulu cabut dari klub Kota Kembang.

Makan Konate Beberkan Alasan Cabut dari Persib, Berminat Balik? Makan Makan Konate Soal Jadi Bintang di Indonesia: Alhamdulillah Rezeki dari TuhanKonate Soal Jadi Bintang di Indonesia: Alhamdulillah Rezeki dari Tuhan

“Waktu itu bukan masalah saya. Itu masalah internal saja. Waktu saya pindah dari Persib, bukan masalah saya. Ya tapi suporter tak paham, mereka bilang saya tak mau balik. Bukan begitu, itu masalah internal saja,” ungkap Makan Konate dalam wawancara di YouTube Football5Star.com.

Awal musim lalu, Makan Konate sempat dikaitkan ke Persib Bandung sebelum akhirnya memilih Persebaya. Pemain berusia 28 tahun itu tak tahu ke depannya bisa balik lagi atau tidak. Intinya saat ini dia fokus bersama Persebaya.

“Saya belum tahu, semua dari Tuhan. Sekarang saya lagi di Persebaya saya fokus dengan Persebaya. Kalau saya pribadi, saya betah di sini, tak ada masalah. Kalau mereka mau perpanjang, saya tak ada masalah. Saya datang untuk Persebaya kash yang maksimal dan kasih dukung tim, terserah manajemen mau perpanjang atau tidak. Semua dari manajemen. Saya pemain bola, besok syaa bisa di klub lain. Itu perjalanan karier pesepak bola,” tutup Makan Konate.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Cerita Makan Konate Sempat Dapat Tekanan Fans Persib Usai ke Arema

Cerita Makan Konate Sempat Dapat Tekanan Fans Persib Usai ke Arema 110

Football5Star.com, Indonesia – Pemain Persebaya Surabaya, Makan Konate, mengaku sempat dapat tekanan dari suporter Persib Bandung saat di Arema FC. Dia menyebut hal itu sangat biasa dalam sepak bola.

Makan Konate memang sudah cukup lama berkarier di Indonesia. Dia sudah sejak 2012 bermain di Indonesia. Beberapa klub Tanah Air diperkuatnya, mulai dari PSPS Pekanbaru, Barito Putera, Persib Bandung, Sriwijaya FC, Arema FC, hingga kini menjadi andalan Persebaya Surabaya.

Dalam perjalanan panjang kariernya di Indonesia, Konate mengaku tak banyak mendapatkan teror dari suporter. Karena memang dia selalu pindah secara baik-baik dari klubnya dan tak meninggalkan masalah.

Makan Makan Konate Soal Jadi Bintang di Indonesia: Alhamdulillah Rezeki dari TuhanKonate Soal Jadi Bintang di Indonesia: Alhamdulillah Rezeki dari Tuhan

“Tidak ada, cuma saya profesional. Tak ada masalah. Kalau saya doa dari Tuhan saja kalau pindah. Saya pindah bukan karena masalah dengan tim, manajemen, dan suporter,” ungkap Makan Konate dalam wawancara bersama Football5Star di YouTube.

Meski Konate tak menampik sempat ada tekanan yang datang kepadanya kala bertandang ke Bandung dengan seragam Arema FC. Dia bilang hal itu wajar dalam sepak bola. Konate sendiri menanggapinya dengan santai dan profesional.

“Saat lawan Persib Bandung, saya tahu mereka, mereka cinta saya, dan saya cinta mereka. Suporter banyak pusing saat saya pergi, tapi saya tak jawab negatif, saya tahu itu. Suporter tak mau kamu pindah, kalau pindah mereka sedikit beri tekanan. Lawan Persib di Bandung, mereka teror saya. Saya tahu itu, tak masalah,” tutup Makan Konate.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Makan Konate Soal Jadi Bintang di Indonesia: Alhamdulillah Rezeki dari Tuhan

Makan Konate Soal Jadi Bintang di Indonesia: Alhamdulillah Rezeki dari Tuhan 113

Football5Star.com, Indonesia – Pemain Persebaya Surabaya, Makan Konate, bercerita awal kariernya di Indonesia sampai kini jadi bintang. Menurutnya, semua itu merupakan rezeki dari Tuhan.

Makan Konate memang sudah cukup lama berkarier di Indonesia. Dia sudah sejak 2012 bermain di Indonesia. Beberapa klub Tanah Air diperkuatnya, mulai dari PSPS Pekanbaru, Barito Putera, Persib Bandung, Sriwijaya FC, Arema FC, hingga kini menjadi andalan Persebaya Surabaya.

Pemain asal Mali itu juga menorehkan prestasi di Indonesia. Dia masuk dalam best XI Liga 1 2019, lalu dapat penghargaan APPI Footballer of the Month Agustus 2019. Paling apik saat bersama Arema. Dia berhasil mencatatatkan 34 gol an 19 assist daam 61 pertandingan di sana.

“Pertama kali di Indonesia saya tidak tau sepak bolanya seperti apa, coach Mundari Karya membantu saya untuk memperkenalkan dan selalu membimbing saya. Bulan pertama saya datang ke Pekanbaru saya melihat dulu bagaimana atmosfernya dan cara mainnya,” kata Makan Konate dalam wawancara eksklusif di Youtube Football5Star.

“Sekitar 2 bulan saya mulai adaptasi dengan teman satu tim dan mulai kompetisi Piala Presiden. Allhamdulilah saya punya rezeki dari PSPS pekanbaru yang dilatih coach Mundari Karya. Terima kasih banyak buat coach Mundari, saya punya banyak kenangan dengan beliau ya,” kata Konate.

Makan Konate sendiri mengaku semua prestasinya di Indonesia berkat rezeki dari Tuhan. Dia menyebut kalau memang punya banyak kenangan manis selama berkarier di Indonesia.

“Ya saya allhamdullilah semua rezeki dari Tuhan. Saya sampai bisa bahasa Indonesia dan ya saya punya kenangan di Indonesia saya suka dan cinta indonesia. Bukan satu tim aja tapi semua tim dari PSPS, Rriwijaya, Persib, Arema sampai Persebaya ini. Saya punya respek dengan semua tim di indonesia. Pemain dan pelatih yang di Indonesia juga saya respek,” tutup Makan Konate.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Makan Konate Sangat Kagumi Budaya Islam di Indonesia

Makan Konate Sangat Kagumi Budaya Islam di Indonesia 116

Football5Star.com, Indonesia – Pemain Persebaya Surabaya, Makan Konate, mengaku kagum dengan budaya islam yang ada di Indonesia. Banyaknya Masjid dan ramahnya masyarakat Indonesia membuat Konate nyaman dalam bermain bola di sini.

Makan Konate memang sudah cukup lama berkarier di Indonesia. Dia sudah sejak 2012 bermain di Indonesia. Beberapa klub Tanah Air diperkuatnya, mulai dari PSPS Pekanbaru, Barito Putera, Persib Bandung, Sriwijaya FC, Arema FC, hingga kini menjadi andalan Persebaya Surabaya.

Selain selalu disambut baik, budaya islam di Indonesia membuat pemain asal Mali itu tenang. Konate sudah tahu banyak masyarakat Indonesia mayoritas beragama Islam, sebelum memutuskan untuk datang.

“Waktu saya datang kesini saya di kasih tau kalau Indonesia itu negara muslim, Alhamdulillah. Kalau negara muslim itu beda dari Eropa. Di Eropa banyak ada masalah agama,” kata Makan Konate dalam wawancara eksklusif di Youtube Football5STar.

“Alhamdulillah kalau di Indonesia negara muslim, mereka jarang ada rasisme, beda dengan Eropa. Dalam syariat muslim tak boleh rasis dengan orang lain, semua orang sama. Ada tapi gak terlalu besar kaya di Eropa,” sambung Konate.

Tak cuma itu, Makan Konate juga senang di Indonesia karena banyak masjid-masjid di berbagai kota. Jadi, dia mengaku nyaman karena bisa bekerja dan juga beribadah dengan tenang.

“Banyak masjid juga itu bikin saya nyaman. Ya mayoritas muslim kaya Mali sama, saya senang sekali karena Indonesia negara muslim ya,” tutup Konate.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Makan Konate: Di Mali, Lapangan Sepak Bola Tak Ada Rumputnya

Makan Konate: Di Mali, Lapangan Sepak Bola Tak Ada Rumputnya 119

Football5Star.com, Indonesia – Pemain Persebaya Surabaya, Makan Konate, bercerita soal perjalanan karier dan fasilitas di negaranya, Mali. Dia menyebut kalau fasilitas sepak bola di sana sangat sulit.

Konate memulai karier sepak bola profesionalnya bersama klub Mali, Stade Malien. Bersama Malien, dia bahkan sempat membawa tim menjuarai liga pada musim 2009-2010. Tapi, pemain kelahiran 10 November 1991 itu mengaku mulai main bola dari sebuah kampung.

“Awal-awal saya mulai dari perkampungan di Mali. Itu waktu umur saya 6 atau 7 tahun. Saya mulai main di kampung ya, sampai umur 10-13 saya masuk akademi di kampung dan pindah dari ibu kota,” kata Makan Konate dalam wawancara eksklusif di YouTube Football5Star.

Lalu seiring berjalannya waktu, pesona Makan Konate membuat Stade Malien tertarik. Dia kemudian dicoba untuk masuk di akademi hingga promosi ke tim senior. Tapi sayang memang, banyak pemain tak senasib sepertinya karena fasilitas sepak bola yang kurang mumpuni.

“Di Mali sulit tidak ada banyak lapangan. Ada lapangan tapi tidak ada rumput, cuma ya kalau liga utamanya ada rumput. Banyak pemain punya skill bagus tapi tidak pernah masuk akademi,” papar Konate.

“Klub pertama saya di Stade Malien. Salah satu tim besar dari pusat kota Mali. Kalau di Indonesia seperti Persib Bandung, Persebaya Surabaya, Persija Jakarta dan Arema. Klubnya itu punya fanbase besar ya, saya meritis dari U-17 sampai senior,” tutup Makan Konate.