Wenger: Mental Chelsea Telah Teruji Dibanding Manchester City

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Chelsea berhasil mengalahkan Manchester City 1-0 di final Liga Champions, Minggu (305/2021) dinihari WIB. Hasil ini sekaligus membuat The Blues juara untuk kedua kalinya.

Kemenangan Chelsea atas Manchester City membuat pelatih legendaris Arsenal, Arsene Wenger, angkat bicara. Menurutnya hasil ini merupakan bukti klub London Barat unggul mental.

Ia melihat dua kemenangan The Blues atas The Cityzens di Premier League dan Piala FA membuat mental anak asuh Thomas Tuchel lebih teruji.

Arsene Wenger - Piala Dunia - FIFA - Staits Times
Staits Times

“Hari ini Manchester City tidak bisa mendominasi. Mereka telah kalah tiga kali melawan Chelsea. Hasil itu membuat mental jadi pembeda,” ujar Wenger seperti dikutip Football5star dari Tribal Football, Minggu (30/5/2021).

“Kita tidak pernah tahu persis jejak apa yang tertinggal dalam pikiran kita, tapi malam ini menunjukkan mental mereka teruji untuk mengalahkan City. Mereka yakin bisa melakukannya,” ia menambahkan.

Sebelum final Liga Champions di stadion Do Dragao, The Blues bertemu The Cityzens tiga kali musim ini. Dua kali di Premier League dan sekali di Piala FA.

Pada pertemuan pertama saat klub London Barat masih ditangani Frank Lampard, mereka kalah 1-3. Tapi sejak Thomas Tuchel mengambil alih tim, tiga laga selanjutnya berhasil dimenangkan.

Di semifinal Piala FA yang berlangsung di Wembley, Timo Werner dkk menang 1-0. Saat tandang ke Etihad di Premier League, Chelsea kembali membawa tiga poin lewat hasil 2-1.

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Usai Kalahkan Chelsea, Guardiola Khawatirkan Cedera Aguero

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Kemenangan Manchester City atas Chelsea dengan skor 2-1 di Stadion Etihad, Minggu (24/11/2019) dinihari WIB harus dibayar mahal. Pasalnya klub besutan Pep Guardiola kehilangan Sergio Aguero yang mengalami cedera.

Sergio Aguero yang tampil sebagai starter harus ditarik keluar pada menit ke-77. Sang bomber mengalami masalah pada ototnya hingga harus digantikan oleh Gabriel Jesus.

Usai pertandingan, Pep Guardiola menduga cedera bomber asal Argentina bisa menjadi buruk. Namun, ia masih akan menunggu hasil pemeriksaan lanjutan dari tim medis City.

manchester city vs chelsea we aint got no history
we ain’t got no history

“Keadaan Sergio sangat buruk, saya rasa. Besok kami akan mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Tapi menurut saya itu cedera otot,” ujar mantan pelatih Barcelona dan Bayern Munich seperti dikutip Football5star dari BBC, Minggu (24/11/2019).

“Dia sudah merasakan ada ganjalan ketika babak pertama usai. Tapi ia masih bisa melanjutkan pertandingan dan saya pikir itu baik-baik saja. Jadi kami masih akan melihat apa yang terjadi,” ujarnya lagi.

Adapun laga pekan ke-14 Premier League di Etihad berjalan menarik. Manchester City sempat tertinggal lebih dulu setelah N’Golo Kante mencetak gol. Namun, mereka hanya butuh waktu kurang dari 15 menit untuk membalikkan keadaan melalui gol Kevin De Bruyne dan Riyad Mahrez.

Ketatnya pertandingan ini membuat Guardiola melempar pujian pada Chelsea. Ia mengatakan anak asuh Frank Lampard bermain sangat baik.

“Laga ini sangat berkelas. Chelsea menunjukkan kualitas besar. Tamy Abraham dan Willian benar-benar menghadirkan masalah untuk kami. Tapi saya pikir kemenangan ini pantas kami dapatkan,” tutup pelatih asal Spanyol.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Kevin De Bruyne: Manchester City Tak Peduli pada Klub Lain

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Manchester City sukses mengalahkan Chelsea 2-1 di Stadion Etihad, Minggu (24/11/2019) dinihari WIB. Pahlawan kemenangan City, Kevin De Bruyne, mengatakan hasil ini pantas diraih timnya.

Manchester City sempat tertinggal lebih dulu setelah N’Golo Kante membawa Chelsea unggul. Tapi Kevin De Bruyne mampu menyamakan kedudukan. Pada akhirnya gol kemenangan tuan rumah dipersembahkan oleh Riyad Mahrez.

Usai pertandingan, De Bruyne mengatakan timnya sempat kesulitan menemui bentuk permainan pada awal pertandingan hingga kebobolan lebih dulu. Tapi justru kebobolan itulah yang membuat tuan rumah bangkit hingga membalikkan keadaan.

kevin de bruyne manchester city vs chelsea football addict
Football Addict

“Kami memiliki beberapa peluang di awal laga tapi gagal menemui target. Mereka kemudian mencetak gol lebih dulu, tapi reaksi kami sungguh luar biasa dengan mencetak dua gol cepat,” kata pemain asal Belgia kepada BBC, Minggu (24/11/2019).

“Pada babak kedua kami tetap mempertahankan tempo. Mereka mencoba menguasai jalannya pertandingan dengan memegang bola lebih banyak, tapi kami mampu membuat peluang lebih bagus,” sambung mantan pemain Chelsea itu.

Tambahan tiga poin ini membuat persaingan Manchester City dengan Liverpool tetap terjaga, mengingat di laga sebelumnya The Reds juga menang 2-1 tas Crystal Palace. Namun, De Bruyne enggan memikirkan laga tim lain.

“Kami tidak peduli dengan apa yang terjadi di klub lain. Baik itu Liverpool, Leicester, maupun Chelsea. Kami akan terus berjalan tanpa melihat ke yang lain. Begitulah cara kami bekerja,” tutup Kevin De Bruyne.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Manchester City vs Chelsea: The Cityzens Akhiri Tren Positif The Blues

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Manchester City membuktikan diri lebih kuat dari Chelsea. Hal ini terlihat dari kemenangan 2-1 yang mereka raih di Stadion Etihad, Minggu (24/11/2019) dinihari WIB.

Akan tetapi, kemenangan ini diraih dengan susah payah. Justru kubu Chelsea yang mengambil inisiatif serangan lebih dulu.

Hasilnya pun terlihat ketika pertandingan memasuki menit ke-21. Kerja sama Mateo Kovacic dengan N’Golo Kante berhasil membuat tim tamu unggul lebih dulu lewat sontekan Kante.

Kebobolan lebih dulu membuat Manchester City tersentak. Mereka pun mampu merespons situasi ini dengan cukup baik. Hanya berselang delapan menit, publik Etihad bersorak setelah Kevin De Bruyne sukses menyamakan kedudukan.

kevin de bruyne manchester city vs chelsea manchester evening news
Manchester Evening News

Gol ini justru membuat City makin percaya diri. Sebaliknya, Chelsea yang sempat menguasai laga di awal laga mulai kehilangan sentuhan di lapangan.

Anak asuh Pep Guardiola akhirnya membalikkan keadaan pada menit ke-47. Kali ini Riyad Mahrez yang mencatatkan namanya di papan skor setelah menerima umpan dari Rodri. Skor 2-1 menutup babak pertama.

Pada babak kedua, kedua tim kembali memeragakan permainan terbuka. Namun, paruh kedua sepenuhnya menjadi milik tuan rumah.

Manchester City beberapa kali mendapat peluang emas untuk mencetak gol. Seperti melalui tendangan Phil Foden maupun Sergio Aguero. Namun, upaya keduanya masih bisa digagalkan Kepa Arrizabalaga.

Melihat situasi ini, Chelsea langsung melakukan beberapa perubahan. Michy Batshuayi dan Mason Mount dimasukkan Frank Lampard untuk mengimbangi permainan agresif tuan rumah.

Akan tetapi upaya ini sia-sia. Sampai wasit meniup peluit tanda berakhirnya laga, skor 2-1 untuk tuan rumah tidak berubah.

Tambahan tiga poin ini membuat sang juara bertahan menggeser posisi The Blues di peringkat ketiga dengan 28 poin. Sementara klub besutan Frank Lampard harus turun ke peringkat keempat dengan 25 angka.

Susunan Pemain:

Manchester City (4-3-3): 31-Ederson; 22-Benjamin Mendy, 25-Fernandinho, 5-John Stones, 27-Joao Cancelo; 17-Kevin De Bruyne, 16-Rodri (Ilkay Guendogan 52′), 21-David Silva (Phil Foden 67′); 7-Raheem Sterling, 10-Sergio Aguero (Gabriel Jesus 76′), 26-Riyad Mahrez
Pelatih: Pep Guardiola

Chelsea (4-3-3): 1-Kepa Arrizabalaga; 28-Cesar Azpilicueta, 15-Kurt Zouma, 29-Fikayo Tomori, 33-Emerson Palmieri (Reece James 59′); 17-Mateo Kovacic, 5-Jorginho (Mason Mount 74′), 7-N’Golo Kante; 10-Willian, 9-Tamy Abraham (Michy Batshuayi 74′), 22-Christian Pulisic
Pelatih: Frank Lampard

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Lampard Merasa Nostalgia Jelang Manchester City vs Chelsea

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Laga Manchester City vs Chelsea punya arti tersendiri untuk Frank Lampard. Pelatih The Blues akan bernostalgia dengan menghadapi mantan klub yang pernah dibela.

Ya, ketika hengkang dari Chelsea 2014 lalu, Lampard berlabuh ke Manchester City selama semusim. Bersama City pula ia membobol gawang The Blues di Stadion Etihad.

Kendati hanya menghabiskan semusim karier di City, mantan pelatih Derby County tetap merasa karier singkatnya di kota Manchester cukup berharga. “Saya bermain di Chelsea selama 13 tahun dan punya perasaan yang sangat mendalam untuk klub. Kemudian saya pergi ke City selama setahun di akhir karier,” katanya kepada Sky Sports, Sabtu (23/11/2019).

frank lampard manchester city chelsea
Daily Mail

“Setahun saya di City cukup berkesan, tapi Chelsea jelas menjadi sessuatu yang sangat dekat di hati. Karena itu pula saya sangat bangga bisa melatih klub ini,” sambungnya.

Di sisi lain, pelatih yang menggantikan posisi Maurizio Sarri itu menegaskan bahwa The Cityzens musim ini tetaplah tim yang kuat. Ia tidak setuju dengan anggapan klub besutan Pep Guardiola mulai menurun setelah menelan tiga kekalahan musim ini.

“Mereka sudah menelan tiga kekalahan dan bukan berarti mereka tidak sekuat seperti tahun lalu. Saya masih melihat mereka sebagai tim dengan kekuatan yang sama. City memiliki masalah cedera di lini pertahanan, tapi mereka tetap membuktikan diri sebagai tim hebat. Mereka tetap jadi ancaman besar untuk kami,” tutup Lampard.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Manchester City vs Chelsea: Guardiola Takjub pada Kinerja Lampard

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Pekan ke-14 Premier League akan menghadirkan laga bergengsi antara Manchester City vs Chelsea. Laga ini sekaligus jadi pertemuan pertama kedua pelatih, Pep Guardiola dan Frank Lampard.

Kendati sudah beberapa kali bertemu ketika masih menjadi pemain, ini jadi pertemuan pertama keduanya sebagai pelatih. Pep Guardiola yang lebih berpengalaman tidak melihat Lampard sebagai pelatih ‘kemarin sore’.

Ia justru memuji kinerja legenda Chelsea sejauh ini. Bahkan menurutnya, keberadaan pria berjuluk Super Franky sangat bangus untuk sepak bola Inggris.

Callum Hudson-Odoi - Frank Lampard - Chelsea - The Independent
The Independent

“Dari liga bergulir musim ini, timnya bermain sangat bagus. Dia pelatih yang sangat konsisten dengan ide yang ada di kepalanya dan hasil akhir sudah membuktikan. Saya senang melihat capaiannya ini,” kata Guardiola seperti dikutip Football5star dari Daily Mail, Jumat (22/11/2019).

“Saya sedikit banyak mengenalnya dan saya sudah mendapat beberapa info dari yang lain. Dia seorang yang luar biasa. Saya pikir kehadirannya ini bagus untuk sepak bola Inggris. Selalu bagus ada pelatih muda Inggris megambil alih klub besar dan bekerja dengan baik,” ia menambahkan.

Pelatih berkepala plontos itu menambahkan bahwa fenomena pelatih muda di Inggris saat ini bisa berdampak baik untuk The Three Lions. “Bermain dengan cara mereka bermain sangat cocok untuk sepak bola Inggris,” katanya lagi.

“Ini adalah cara terbaik untuk menjadi lebih baik lagi bagi tim nasional dan klub,” sambung pelatih yang membawa Manchester City menjuarai Premier League dua musim beruntun ini.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Aksi Jenaka Mike Dean Saat Sembunyikan Bola Milik Aguero

Football5star.com, Indonesia – Laga Manchester City vs Chelsea menyisakan cerita lucu usai pertandingan. Wasit yang memimpin laga di Stadion Etihad itu, Mike Dean, dengan sengaja menyembunyikan bola milik Sergio Aguero.

Dalam kemenangan 6-0 City atas Chelsea tersebut, Aguero tampil gemilang dengan mencetak hat-trick di masing-masing babak. Dan sudah menjadi tradisi di Inggris bahwa pencetak tiga gol dalam satu pertanding berhak membawa pulang bola tersebut.

Akan tetapi Mike Dean sepertinya tidak ingin menyerahkan bola itu begitu saja. Ia justru menyembunyikan si kulit bundar dengan memasukkannya di bagian belakang baju.

Ketika Aguero menghampiri untuk meminta bola tersebut, barulah Dean memberikannya. Keduanya kemudian bersalaman sembari melempar senyuman candaan. Tak ketinggalan, sang pengadil juga memberi selamat kepada sang bomber atas torehan istimewa tersebut.

Untuk diketahui, hat-trick yang dibuat Aguero ini sekaligus menjadi hat-trick ke-11 nya di Premier League. Torehan ini sekaligus menyamai rekor striker legendaris Inggris, Alan Shearer.

Tidak sampai di situ, tiga gol yang ia buat juga melonjakkan namanya ke deretan teratas top skorer Premier League musim ini dengan 17 gol. Dirinya pun kini bersanding dengan bomber Liverpool, Mohamed Salah, yang sehari sebelumnya mencetak satu gol ke gawang Bournemouth.

Adapun kemenangan Manchester City ini mengembalikan posisi mereka ke puncak klasemen dengan raihan 65 poin. Mereka hanya unggul selisih gol dari Liverpool yang berada di peringkat kedua.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Tak Berjabat Tangan dengan Guardiola, Begini Alasan Sarri

Football5star.com, Indonesia – Kekalahan memalukan yang diderita Chelsea dari Manchester City membuat Maurizio Sarri enggan berjabat tangan dengan Pep Guardiola. Hal tersebut terlihat jelas ketika laga yang yang berkesudahan 6-0 untuk City itu berakhir.

Guardiola coba menghampiri Sarri sesaat setelah wasit Mike Dean meniupkan peluit panjang. Tapi pelatih Chelsea itu justru terus berlalu meninggalkan lapangan. Tak lama berselang pelatih City tersebut dihampiri asisten Sarri, Gianfranco Zola, dan keduanya pun berjabat tangan.

Walau terkesan sengaja menolak berjabat tangan, mantan pelatih Napoli itu mengaku tidak melihat Guardiola saat meninggalkan lapangan. Ia juga menegaskan bahwa hubungannya dengan rivalnya itu baik-baik saja usai kejadian tersebut.

https://twitter.com/alexdegia/status/1094657564095250432

“Saya tidak melihatnya, saya hanya terus berlalu meninggalkan lapangan tanpa melihat orang-orang di sekitar saya. Tapi hubungan saya dengan Guardiola tetap sama, kalian semua tahu kami punya hubungan yang luar biasa,” ujar Sarri seperti dilansir AS, Senin (11/2/2019).

“Setelah kejadian itu saya tetap mengucapkan ‘halo’ padanya ketika kami bertemu lagi di ruang ganti. Kami tidak punya masalah apa-apa,” ia menegaskan.

Sama halnya dengan Sarri, Guardiola juga mengungkapkan bahwa sang kolega tak melihatnya. “Tidak, saya berbicara dengan Gianfranco Zola. Dia memang tidak melihat saya. Kami tetap menjalin hubungan baik,” ungkapnya.

Pada laga yang berlangsung di Stadion Etihad tersebut, The Citizen memberondong enam gol ke gawang The Blues. Tiga di antaranya dicetak oleh Sergio Aguero. Sementara tiga gol lainnya berasal dari kaki Ilkay Guendogan dan brace Raheem Sterling.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Chelsea Adalah Mimpi Buruk Guardiola

Football5star.com, Indonesia – Akhir pekan ini akan ada duel sarat gengsi di Britania Raya. Tak hanya demi jaga gengsi, duel ini juga penting bagi kedua klub. Yakni duel Manchester City vs Chelsea. Nyatanya, Chelsea adalah mimpi buruk bagi Pep Guardiola.

The Cityzens – julukan Manchester City – kini tengah duduk di puncak klasemen Liga Inggris dengan torehan 57 poin. Poin yang mereka hasilkan sama dengan Liverpool yang ada di peringkat kedua, namun The Reds – julukan Liverpool – masih memiliki satu pertandingan sisa.

Guardiola adalah salah satu pelatih cerdik nan bergelimang gelar. Meskipun begitu, catatan buruk Guardiola datang saat mereka bertemu dengan Chelsea. Chelsea menjadi klub yang paling sering memberikan kekalahan untuk mantan pelatih Bayern Munich ini dalam kompetisi domestik.

Total, Chelsea telah empat kali mengalahkan Guardiola yang tiga di antaranya saat Guardiola membesut Manchester City. Satu kekalahan sisanya diterima saat masih melatih Barcelona saat semifinal Liga Champions 2011/2012 dengan skor 1-0.

maurizio sarri, chelsea, pep guardiola
Zimbio

Kekalahan pertama Guardiola dari Chelsea di kompetisi domestik – Liga Inggris – terjadi pada musim 2016/2017 atau pada musim pertamanya. Chelsea sukses menang back to back – kandang dan tandang – dengan skor 3-1 saat bermain di Etihad dan 2-1 saat di Stamford Bridge.

Kekalahan ketiga Guardiola saat melawan Chelsea terjadi pada pertemuan pertama musim ini. Saat itu, anak asuh Maurizio Sarri menang dengan skor 2-0. Itu menjadi kekalahan pertama Manchester City di musim ini.

Secara total, Chelsea menjadi salah satu tim yang paling sering mengalahkan Guardiola. Real Madrid, Borussia Dortmund, dan Liverpool menjadi tiga klub lain yang telah empat kali membuat Guardiola bertekuk lutut.

Khusus catatan melawan Maurizio Sarri, Guardiola jauh lebih superior. Kedua pelatih jenius ini telah empat kali bersua dengan tiga pertandingan dimenangkan pelatih jebolan akademi Barcelona ini. Satu-satunya kekalahan diderita saat pertemuan pertama musim ini.

Jadi, bagaimana dengan pertandingan Manchester City vs Chelsea pada Minggu (10/2) malam nanti? Akankah Chelsea berhasil back to back lagi saat melawan Guardiola?