Gabriel Jesus: Kemenangan Manchester City Berkat Blunder Varane

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Gabriel Jesus bangga bisa membawa Manchester City menembus perempat final Liga Champions musim ini. Apalagi klub yang dikalahkan adalah Real Madrid.

Pada laga di stadion Etihad, Sabtu (8/8/2020) dinihari WIB Manchester City menang 2-1 atas Real Madrid. Dua gol tuan rumah tercipta berkat blunder Raphael Varane.

Blunder Varane dihukum oleh gol Raheem Sterling dan Gabriel Jesus pada masing-masing babak. Usai pertandingan bomber asal Brasil mengakui itu jadi salah satu faktor kemenangan City.

gabriel jesus raphael varane escenario100
@escenario100

“Seperti pertandingan terakhir kami banyak berlari, kami bermain bagus dengan bola dan mencetak gol. Kami mengalahkan tim papan atas, tim terbaik di kompetisi ini, jadi bagi kami ini kemenangan besar,” kata Jesus seperti dikutip Football5star dari BT Sport, Sabut (8/8/2020).

“Ini tentang kepercayaan, percaya pada blunder yang mereka buat. Kami manusia dan bisa membuat blunder. Kami bermain menekan sepanjang laga dan itu adalah salah satu kekuatan kami selama ini,” imbuhnya.

Satu gol yang dicetak Jesus membuatnya kian termotivasi. Ia berjanji akan terus bekerja keras demi bisa menjadi seperti legenda Brasil, Ronaldo.

“Saya bekerja untuk menjadi striker hebat. Saya bekerja keras setiap hari untuk menjadi seperti Ronaldo yang dulu. Kualitasnya berbeda dari saya tapi saya harus bekerja untuk menjadi striker hebat. Sekarang kami harus bersiap menghadapi laga berikutnya,” tutup Gabriel Jesus.

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Walau Sakit, Zidane Tetap Terima Kekalahan dari Manchester City

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Real Madrid benar-benar tersingkir di babak 16 besar Liga Champions musim ini. Anak asuh Zinedine Zidane angkat koper lebih cepat setelah kalah 1-2 dari Manchester City, Sabtu (8/8/2020) dinihari WIB.

Kekalahan ini kian menambah derita Real Madrid di 16 besar. Pada leg pertama yang berlangsung di Santiago Bernabeu Maret lalu mereka juga kalah dengan skor serupa.

Bagi Zinedine Zidane, kekalahan ini memang terasa menyakitkan. Namun, ia menerimanya dan mengakui keunggulan Manchester City. Dia juga enggan menyalahkan para pemain atas kekalahan ini.

manchester city vs real madrid
dailymail

“Kami jelas tidak bahagia dengan hasil ini. kami sudah kalah dalam pertandingan dan kami tersingkir dari Liga Champions. Tapi saya bangga dengan apa yang kami raih musim ini. inilah sepak bola,” ungkap Zidane seperti dikutip Football5star dari BBC, Sabtu (8/8/2020).

“Kami kalah dari tim yang sangat bagus dan kami harus menerimanya. Kami punya peluang untuk mencetak gol. Yang pasti 95 persen dari apa yang kami raih musim ini luar biasa dan kami harus menerima hasil ini. Tapi kami juga bangga dengan apa yang sudah kami capai,” ia menambahkan.

Bisa dibilang, kekalahan di stadion Etihad ini akibat blunder fatal yang dilakukan Raphael Varane. Bukan hanya sekali, tapi dia dua kali membuat kesalahan hingga membuat Raheem Sterling dan Gabriel Jesus membobol gawang Real Madrid.

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Guardiola Ungkap Rahasia Kemenangan atas Real Madrid

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Pep Guardiola bangga Manchester City melaju ke perempat final Liga Champions. Kepastian ini didapat setelah mereka mengalahkan Real Madrid 2-1 di stadion Etihad, Sabtu (8/8/2020) dinihari WIB.

Dua gol Manchester City kali ini dicetak oleh Raheem Sterling dan Gabriel Jesus. Sedangkan gol semata wayang Real Madrid lahir dari sundulan Karim Benzema. Hasil ini kian melengkapi agregat 4-2 City atas Madrid.

Usai pertandingan Pep Guardiola menuturkan rahasia kesuksesan timnya. Ia mengakus sempat membuat kesalahan pada babak pertama dengan mengandalkan permainan melebar.

manchester city-real madrid-sterling
dailymail.co.uk

“Kami menciptakan banyak peluang dan mencetak dua gol lewat blunder mereka. Kami mencoba meyakinkan mereka untuk pergi menyerang, tapi tidak mudah melawan tim seperti ini. secara kesueluruhan kami bermain dengan bagus,” kata Guardiola kepada BT Sport, Sabtu (8/8/2020).

“Babak pertama kami bermain dengan pemain sayap yang lebih dalam dan saya pikir itu adalah kesalahan. Kami kemudian mengoreksinya pada babak kedua dan semua berjalan dengan baik,” ia menambahkan.

Di sisi lain pelatih asal Spanyol bangga bisa mengalahkan Zinedine Zidane dua kali musim ini. Menurutnya tidak mudah menghadapi pelatih yang sudah tiga kali mempersembahkan trofi Liga Champions.

“Ini penting. Kami mengalahkan mereka dua kali. Zinedine Zidane tidak pernah kalah dalam pertandingan sistem gugur. Anda bisa lihat ketenangan dan kepribadian yang mereka tunjukkan. Mereka luar biasa,” tutup Guardiola.

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Manchester City vs Real Madrid: 2 Blunder Varane Singkirkan El Real

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Manchester City mempertegas statusnya sebagai calon kuat juara Liga Champions musim ini. Menjamu Real Madrid di stadion Etihad, Sabtu (8/8/2020) dinihari WIB mereka menang 2-1.

Butuh kemenangan untuk lolos ke perempat final Real Madrid justru tampil gugup. Bahkan lini belakang melakukan kesalahan fatal saat gol pertama Manchester City tercipta.

Raphael Varane yang menguasai bola kehilangan kendali. Bola berhasil direbut Gabriel Jesus yang langsung mengumpan ke Raheem Sterling yang berdiri bebas. Tanpa ampun sang winger membuka keunggulan pada menit kesembilan.

manchester city vs real madrid
dailymail

Dalam keadaan tertinggal Madrid mencoba memperbaiki permainan. Sedangkan City mempertahankan tempo serangan. Phil Foden nyaris menggandakan keunggulan andai tendangannya tidak dimentahkan Thibaut Courtois.

Perlahan tapi pasti Los Blancos mampu menguasai jalannya laga. Puncaknya pun tercipta pada menit ke-28. Pergerakan Rodrygo dari sayap kanan berhasil dimanfaatkan Karim Benzema. Sundulan somber Prancis sekaligus menutup babak pertama dengan skor 1-1.

Pada babak kedua El Real meningkatkan tempo pertandingan. Peluang langsung didapat pada menit ke-54 lewat sontekan Toni Kroos. Namun, Ederson masih cekatan mengamankan gawangnya.

Setelah itu giliran Karim Benzema yang mencoba peruntungan. Dan lagi-lagi Ederson masih cukup tangguh di bawah mistar gawang Manchester City.

gabriel jesus manchester city vs real madrid SquawkaNews
@SquawkaNews

Merasa belum aman dengan hasil imbang, The Cityzens coba menyerang. Hasilnya pun tercipta pada menit ke-69. Lagi-lagi memanfaatkan blunder Raphael Varane tuan rumah mencetak gol. Kali ini Gabriel Jesus yang mencatatkan namanya di papan skor.

Tertinggal lagi, Los Blancos tidak bisa berbuat banyak. Mereka dibuat frustrasi oleh kedisiplinan pemain City dan ketangguhan Ederson Moraes di bawah mistar.

Tak ayal, kedudukan 2-1 bertahan hingga akhir laga. Dengan hasil ini Manchester City lolos ke perempat final usai unggul agregat 4-2.

Susunan Pemain:

Manchester City (4-3-3): 31-Ederson; 2-Kyle Walker, 25-Fernandinho, 14-Aymeric Laporte, 27-Joao Cancelo; 8-Ilkay Guendogan, 16-Rodri, 17-Kevin De Bruyne; 47-Phil Foden (Bernardo Silva 67’), 9-Gabriel Jesus, 7-Raheem Sterling (David Silva 81′)

Pelatih: Pep Guardiola

Real Madrid (4-3-3): 13-Thibaut Courtois; 2-Dani Carvajal (Lucas Vazquez 83′), 5-Raphael Varane, 3-Eder Militao, 23-Ferland Mendy; 8-Toni Kroos, 14-Casemiro, 10-Luka Modric (Federico Valverde 83′); 27-Rodrygo (Marco Asensio 61’), 9-Benzema, 7-Eden Hazard (Luka Jovic 83′)

Pelatih: Zinedine Zidane

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Guardiola: Sebagai Fan Barcelona Saya Harus Kalahkan Madrid

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, menegaskan ingin mengalahkan Real Madrid sekali lagi. Peluang ini cukup terbuka mengingat leg kedua 16 besar Liga Champions akan berlangsung di stadion Etihad, Minggu (8/8/2020).

Manchester City sudah mengantongi kemenangan 2-1 di leg pertama. Artinya mereka hanya butuh hasil imbang untuk memastikan lolos ke perempat final sekaligus menyingkirkan Real Madrid.

Tapi bagi Pep Guardiola itu tidak cukup. Ia masih berhasrat menang pada laga nanti. Apalagi dia punya latar belakang sebagai mantan pemain Barcelona, musuh bebuyutan El Real.

Zinedine Zidane dan Pep Guardiola sama-sama tak ingin berlama-lama menekuni profesi pelatih.
eurosport

“Saya selalu menjadi fan Barcelona. Itu adalah klub tempat saya tumbuh dan memengaruhi hidup saya selama ini. Terlepas dari siapa pun lawannya saya selalu ingin menang. Saya ingin para pemain dan klub melangkah lebih maju di turnamen ini,” kata Guardiola seperti dilansir AS, Jumat (7/8/2020).

“Tapi tidak ada yang spesial soal latar belakang saya. Itu tidak berpengaruh di lapangan. Kami tidak boleh kehilangan konsentrasi karena masalah seperti ini karena saya harus fokus pada apa yang dilakukan sebagai tim untuk mengalahkan Madrid,” ia menambahkan.

Pada leg kedua nanti laga Manchester City vs Real Madrid akan berlangsung tanpa penoton. Walau begitu pelatih asal Spanyol menegaskan itu tidak akan memengaruhi permainan timnya.

“Kami sudah lama memainkan leg pertama. Dan laga ini akan berlangsung tanpa penonton, tapi kami akan mencoba bermain sebagus mungkin untuk mereka yang tidak bisa datang,” tutup Guardiola.

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Anelka Percaya Real Madrid akan Singkirkan Manchester City

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Real Madrid memang kalah 1-2 di leg pertama 16 besar Liga Champions dari Manchester City. Tapi bukan berarti mereka akan otomatis gagal melaju ke perempat final.

Mantan pemain Real Madrid yang juga pernah berkostum Manchester City, Nicolas Anelka, percaya klub ibu kota Spanyol bisa membalikkan keadaan. Kehadiran Zinedine Zidane dan pengalaman segudang para pemain menjadi faktor keyakinannya.

“Bersama Zidane semuanya menjadi mungkin. City memang dalam kondisi yang baik. Ini akan sulit, tapi Madrid adalah Madrid dan di Liga Champions mereka sangat kuat. Saya tidak tahu apa yang akan terjadi tapi Zidane mampu membalikkan keadaan,” kata Anelka seperti dilansitr Tribal Football, Kamis (6/8/2020).

Nicolas Anelka jadi aktor utama kemenangan terakhir The Citizens dalam laga Liverpool vs Man. City di Anfield.
premierleague.com

“Tapi kita juga tidak boleh lupa ada Guardiola yang luar biasa bersama City. Saya yakin ini akan menjadi pertandingan yang hebat. Yang terpenting bagi City adalah mereka mengawali laga dengan mengantongi kemenangan,” ia menambahkan.

Di sisi lain, Nicolas Anelka juga mengomentari capaian Eden Hazard di Los Blancos musim ini. ia menilai semua pemain akan menemui kesulitan jika pindah ke klub baru dan kompetisi yang baru.

“Saya pikir tahun pertamanya tidak berjalan dengan mudah dan apalagi dia bermain di Madrid. Saya tahu bagaimana rasanya karena saya pernah mengalaminya. Tapi dia akan bertahan. Tahun ini dia mengalami kesulitan di LaLiga, tapi tahun depan akan menunjukkan apa yang dimiliki,” tutup pria asal Prancis.

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Drawing Babak 16 Besar Liga Champions: Catatan Buruk Manchester City

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Drawing babak 16 besar Liga Champions baru saja bergulir, masing-masing tim telah mengetahui lawan yang akan dihadapi di babak 16 besar. Salah satunya adalah bentrok antara Manchester City melawan Real Madrid.

Drawing 16 besar Liga Champions selesai dilaksanakan di Nyon, Swiss, Senin (16/12/2019). Setidaknya ada dua pertandingan yang mempertemukan tim-tim favorit. Pertama antara Real Madrid melawan Manchester City, kedua Atletico Madrid harus berhadapan dengan juara bertahan Liverpool.

Pertemuan dua tim besar seperti Madrid melawan Man City tentu akan sulit diprediksi. Namun, beradasarkan catatan pertemuan kedua kesebelasan lebih menguntungkan tim berjulukan Los Blancos.

Berdasarkan data yang dihimpun Football5star.com dari Transfermarkt, sejauh ini kedua tim sudah empat kali bertemu. Semua laga kedua tim terjadi di pentas Liga Champions.

Dari jumlah pertemuan tersebut, Los Blancos belum sekalipun pernah merasakan kekalahan melawan Man City. Dengan rincian 2 kali menang dan 2 kali imbang.

Pertemuan pertama kedua tim terjadi di babak penyisihan grup musim 2012-13. Saat itu, Madrid yang dua kali tertinggal lebih dulu berhasil membalikkan keadaan dan menuai kemenangan 3-2 di Stadion Santiago Bernabeu.

Marcelo dan Karim Benzema mencetak gol penyeimbang kedudukan di laga tersebut. Namun, tepat menit akhir sebelum laga tuntas, Cristiano Ronaldo tampil sebagai penentu kemenangan lewat torehan golnya.

Satu laga lain di Santiago Bernabeu terjadi pada semifinal kedua Liga Champions musim 2015-16. Kala itu, Los Blancos sukses menang dengan skor tipis 1-0. Sementara itu, dua partai yang berlangsung di Stadion Etihad selalu berakhir dengan hasil seri 1-1 dan 0-0.

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Madrid Bakal Tampil Mati-Matian Di Bernabeu

Pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane, menganggap peluang timnya untuk lolos dari perempatfinal Liga Champions musim ini sama dengan Manchester City. Oleh sebab itu, Zidane menegaskan, Los Blancos bakal tampil mati-matian dalam leg kedua di Stadion Santiago Bernabeu demi tiket ke partai puncak.

Madrid turun dengan kekuatan penuh kala bertandang ke Stadion Etihad untuk menantang Man. City dalam leg pertama perempat final Liga Champions, kecuali Cristiano Ronaldo. Pasalnya, mesin gol Los Blancos asal Portugal itu belum pulih dari cedera betis yang dialaminya ketika melawan Villarreal dalam lanjutan Divisi Primera tengah pekan lalu.

Sepanjang laga, Madrid cukup mendominasi permainan. Sayang, Gareth Bale dkk lemah dalam penyelesaian akhir menyusul absennya Ronaldo dan kondisi Karim Benzema yang belum fit hingga harus diganti pada babak kedua.

Alhasil, Madrid gagal mencuri gol tanpa meski mengakhiri laga dengan skor seri 0-0. Otomatis, anak asuh Zidane wajib menang atas The Citizens apabila ingin mewujudkan harapan lolos ke final.

“Sebelum pertandingan, saya pikir peluang kami 50-50 dan saya pikir itu masih sama saat ini,” tutur Zidane, seperti dikutip dari laman resmi UEFA.

“Kami kini akan bermain di kandang sendiri dan tahu kemampuan kami ketika bermain di kandang, tetapi peluang tetap 50-0 dan akan menjadi pertarungan mati-matian,” seru pelatih berkebangsaan Prancis tersebut.

“Ini semifinal Liga Champions dan kami tahu itu tidak akan pernah berjalan mudah,” kata Zidane.

Dijegal Kompany, Bale Merasa Seharusnya Dapat Penalti

Winger Real Madrid, Gareth Bale, merasa puas meski gagal meraih kemenangan saat menantang Manchester City di Stadion Etihad dalam leg kedua semifinal Liga Champions, Selasa (26/4). Menurut Bale, Madrid kurang beruntung lantaran tak mendapat penalti dari wasit.

Madrid tampil agresif dan melepaskan 11 tembakan, namun hanya tiga yang mengarah ke gawang. Semua peluang Los Blancos kandas akibat performa gemilang kiper Man. City, Joe Hart.

Absennya Cristiano Ronaldo yang belum pulih dari cedera betis sejak tengah pekan lalu ditambah Karim Benzema diganggu mengalami masalah di bagian paha dan lutut turut mengganggu daya gedor Madrid. Alhasil, Madrid harus bermain imbang tanpa gol di markas Man. City.

Bale merasa Madrid seharusnya mendapatkan penalti ketika dirinya dijegal oleh Vincent Kompany. Sayang, wasit Cuneyt Cakir yang memimpin jalannya laga tak mengindahkan protes Bale.

“Itu (melawan Man. City) adalah laga yang sangat menarik. Aku pikir, bagi kami, sangat penting untuk mencatatkan clean sheet di sini (Stadion Etihad),” ungkap Bale, seperti dikutip dari BT Sport.

“Kami senang apabila mampu merobek gawang lawan, tetapi itu tidak terjadi,” sambung winger asal Wales tersebut.

“Kedua tim tampil berhati-hati pada awal pertandingan seperti yang kuprediksi dan sewajarnya, namun itu sedikit terbuka pada babak kedua dan kami pikir bahwa kami tidak beruntung lantaran tak mendapat beberapa penalti,” tandasnya.

“Kami gembira dengan performa dalam laga ini dan akan menyambut leg kedua di Bernabeu,” seru Bale.

Sisi Positif Di Balik Kegagalan Madrid “Taklukkan” Etihad

Penjaga gawang Real Madrid, Keylor Navas, mengakui bahwa timnya gagal memenuhi target untuk menang saat bertandang ke markas Manchester City di Stadion Etihad dalam leg pertama semifinal Liga Champions, Selasa (26/4). Akan tetapi, Navas menilai, seluruh pemain Los Blancos tampil apik.

Madrid tampil tanpa penyerang andalannya, Cristiano Ronaldo. Pasalnya, kapten timnas Portugal itu masih berkutat dengan cedera betis yang dialaminya saat melawan Villarreal dalam lanjutan Divisi Primera tengah pekan lalu.

Karim Benzema yang berposisi sebagai ujung tombak Madrid juga kurang maksimal lantaran diganggu masalah di bagian betis dan lutut. Bomber asal Prancis itu akhirnya digantikan oleh Jese Rodriguez selepas turun minum

Dari segi pertahanan, Madrid cukup teruji dan jarang mendapat ancaman dari Man. City. Anak asuh Zinedine Zidane harus puas dengan hasil imbang tanpa gol di Stadion Etihad.

Akan tetapi, Navas menegaskan, Madrid berambisi lolos ke final dan menjaga peluang untuk meraih Un Decima. Oleh sebab itu, dia menyatakan, Los Blancos wajib menang dalam leg kedua di Santiago Bernabeu.

“Kami harus menang. Kami harus mengerahkan segala upaya jika ingin lolos ke final, jadi kami harus menang,” seru Navas, seperti dikutip dari AS.

“Syukurnya semua pemain kami tampil bagus, berkosentrasi dan rapi dalam bertahan. Itu sebabnya kami tidak mendapat banyak ancaman di sektor belakang. Mereka tampil menyerang, tetapi kami tidak melakukan kesalahan dan sangat mengontrol permainan,” tandasnya.

“Ya, kami semua ingin menang, tetapi itu selalu menjadi hasil yang bagus apabila mencatatkan clean sheet. Jadi kami akan menerima itu dan berusaha menang di kandang sendiri,” kata kiper asal Kosta Rika tersebut.

Hart Membuat Dua Penyelamatan Spektakuler Kala Melawan Madrid

Jika diminta untuk menunjuk salah satu pemain yang menjadi pahlawan Manchester City dalam laga melawan Real Madrid di leg pertama semifinal Liga Champions, Rabu (27/4), kiper Joe Hart bisa dikedepankan. Penjaga gawang asal Inggris ini membuat dua penyelamatan spetakuler yang membuat gawangnya tidak kebobolan.

Dalam laga di Stadion Etihad tersebut, The Citizens malah kerepotan dalam mengamankan gawangnya. Mereka dibombardir oleh Los Blancos yang justru mendominasi permainan. Menurut catatan WhoScored. Madrid melepaskan tiga tembakan yang tiga di antaranya mengarah ke gawang.

Dua dari upaya Madrid untuk mencetak gol tersebut bisa dikategorikan sebagai peluang emas. Seharusnya dua gol bisa tercipta jika Hart tidak melakukan penyelamatan luar biasa untuk menjaga gawang The Citizens tidak kebobolan.

https://www.youtube.com/watch?v=G0k2H-8UpBE

Penyelamatan spektakuler pertama dilakukannya pada menit ke-79. Saat itu, dia berhasil mementahkan sundulan Casemiro dengan kakinya. Jika refleks Hart buruk, hampir dipastikan bola akan masuk ke gawang The Citizens karena melaju dengan deras.

Tidak lama berselang, Hart kembali menyelamatkan gawang yang dijaganya. Pada menit ke-82, giliran Pepe yang membuatnya berjibaku untuk menjaga skor tetap 0-0.

Saat itu, Madrid mendapatkan sepak pojok yang disundul oleh Gareth Bale. Bola kemudian mengarah tepat di depan Pepe yang ada di mulut gawang. Bek asal Portugal itu pun menendang untuk menceploskan bola ke dalam gawang. Namun, lagi-lagi Hart bereaksi cemerlang. Dia bisa memblok bola dengan tubuhnya. Selamatlah gawang Man. City.

Andai tidak melakukan dua penyelamatan spektakuler tersebut, The Citizens bisa jadi harus menerima gol bersarang di gawangnya.

 

Kompany Janjikan Permainan Menyerang Di Kandang Real Madrid

Bek sekaligus kapten Manchester City, Vincent Kompany, sedikit menyayangkan hasil imbang tanpa gol yang dialami timnya saat menjamu Real Madrid pada leg pertama semifinal Liga Champions, Rabu (27/4) dini hari lalu.

Bagi Kompany, hasil tersebut merupakan sebuah kerugian bagi Man City. Kendati begitu, dia yakin skuatnya akan mampu mencetak gol saat bertandang ke markas Madrid, Santiago Bernabeu.

“Kami memiliki rekor yang bagus dalam bermain tandang di Liga Champions. Hasil 0-0, itu akan membuat saya merasa tidak nyaman jika berada di kubu Madrid,” ujar Kompany, dilansir situs resmi klub.

Ia memperkirakan permainan terbuka akan tersaji pada leg kedua nanti. Kompany pun menegaskan bahwa timnya bukan hanya berorientasi pada permainan bertahan.

“Saya berharap, kami bisa mencetak gol nanti (di kandang Madrid) dan itu akan sangat menyenangkan. Kami tetap sebagai tim dengan permainan menyerang yang terus berusaha mencetak gol,” ungkap bek 30 tahun tersebut.

“Jika kami tidak berusaha mencetak gol, apa lagi yang bisa kami lakukan agar kami bisa ke final?”

Man City sendiri mempertahankan rekor tak kebobolan dalam tiga laga kandang di Liga Champions musim ini dengan pertahanan solid mereka.

Meski demikian, Kompany merasa timnya tetap patut berterima kasih dengan aksi luar biasa kiper Man City, Joe Hart, yang mampu melakukan penyelamatan penting.

“Kami selamat dari satu atau dua tendangan bola mati (lawan) dan Joe Hart melakukannya dengan hebat. Pada level ini, Anda sangat berharap memiliki kiper top di belakang pemain dan ia (Joe Hart) melakukan pekerjaan terbaiknya seperti yang biasa ia lakukan.”

Ronaldo Ragu Bisa Pulih Total Sebelum Menjamu Man City

Penyerang andalan Real Madrid, Cristiano Ronaldo, hanya bisa menyaksikan timnya dari sisi lapangan saat menghadapi Manchester City di Stadion Etihad, Rabu (27/4) dini hari, dalam leg pertama semifinal Liga Champions.

Hal ini disebabkan Ronaldo masih belum pulih total dari cedera hamstring yang dialaminya pada laga menghadapi Villarreal, Kamis (21/4) lalu.

Jelang laga kontra Man City, Pelatih Madrid, Zinedine Zidane, menyatakan Ronaldo telah pulih dari cedera dan fit 100 persen untuk menghadapi Man City. Namun, dilaporkan AS, Ronaldo tidak lolos tes medis beberapa saat sebelum laga dimulai.

Ronaldo sebenarnya masih mengikuti sesi latihan terakhir Madrid sebelum menghadapi Man. City dan menyelesaikan latihan tanpa masalah. Namun, Zidane tidak mau mengambil risiko untuk memaksakan menurunkan Ronaldo.

“Masalah otot itu masih ada, masih sensitif. Saya akan menunggu untuk pertandingan selanjutnya. Jika ini pertandingan final, maka saya akan memaksakan bermain,” ujar Ronaldo kepada Antena 3.

Posisi Ronaldo di laga ini akhirnya digantikan Lucas Vazquez. Ronaldo sendiri masih diragukan bisa tampil pada leg kedua di Santiago Bernabeu, 4 Mei mendatang.

Direktur Umum Madrid, Emilio Butragueno, mengatakan keputusan untuk tidak memainkan Ronaldo yang diambil Zidane sudah tepat. Butragueno berharap Ronaldo bisa tampil pada leg kedua.

“Sangat disayangkan Ronaldo tidak bisa bermain. Tapi kami tetap menurunkan tim yang luar biasa. Keputusan sudah diambil dan saya berharap membuahkan hasil positif,” ujar Butragueno.

City Belum Aman, Kompany Tetap Bangga Imbangi Madrid

Kapten Manchester City, Vincent Kompany, menegaskan timnya belum aman pascaimbang kontra Real Madrid dalam leg pertama semifinal Liga Champions di Stadion Etihad, Selasa (26/4). Akan tetapi, Kompany merasa bangga dengan perjuangan yang ditunjukkan oleh The Citizens.

Kompany kembali memperkuat Man. City setelah sempat absen selama sebulan akibat dibekap cedera betis. Dia tampil cukup prima dalam menggalang pertahanan The Citizens menghadapi gempuran Madrid.

Selain absennya Cristiano Ronaldo akibat cedera, kondisi Karim Benzema yang ditarik keluar selepas turun minum pun membuat Madrid tidak mampu menunjukkan ketajamannya. Begitu pula dengan Man. City yang gagal membongkar pertahanan Madrid yang dibangun oleh Sergio Ramos dkk.

Tiga penyelematan gemilang dilakukan oleh kiper Man. City, Joe Hart, termasuk peluang bek Madrid, Pepe, yang digagalkannya jelang bubaran. Hingga pertandingan usai, hasil imbang tanpa gol tetap menghiasi papan skor.

“Tidak (aman), 0-0 adalah skor yang sangat berbahaya. Jika kami mencetak gol, itu akan menjadi laga yang sangat berbeda dan skor 0-0 bisa menjadi hasil bagus. Sulit untuk tidak kebobolan melawan tim yang tampil menyerang,” ujar Kompany, seperti dilansir BT Sport.

“Secara keseluruhan, kami bisa bangga dengan raihan dalam pertandingan leg pertama ini. Akan tetapi, tentu saja segala sesuatunya ditentukan pekan depan,” tandasnya.

Penentuan lolos atau tidaknya Man. City bakal ditentukan dalam leg kedua di Santiago Bernabeu, Rabu (4/5) mendatang.

Fernando Punya Pengalaman Bagus Dalam Mematikan Pergerakan Ronaldo

Gelandang Manchester City, Fernando Reges, tak akan pernah lupa julukan yang ia dapat dari klub lamanya, Porto. Perlu diketahui, julukan “Si Gurita” diberikan oleh para pendukung Porto usai penampilan gemilangnya saat menghadapi penyerang Real Madrid, Cristiano Ronaldo.

Julukan tersebut disematkan kepadanya karena Fernando pernah membuat Ronaldo kesulitan melewatinya.

Momen tersebut terjadi pada 2009. Kala itu, Ronaldo masih merumput untuk Manchester United, sedangkan Fernando membela Porto pada perempat final Liga Champions.

“Saat itu Manchester United merupakan tim yang sangat kuat. Mereka memiliki memiliki Cristiano Ronaldo dan Wayne Rooney yang bermain sangat bagus waktu itu,” ujar Fernando kepada Marca.

“Tapi saya bermain sangat bagus kala itu dan banyak mencuri bola darinya (Ronaldo). Saat itulah fans Porto memanggil saya ‘Si Gurita’ seolah saya memiliki banyak tentakel!”

Kini, kedua pemain itu berpotensi kembali bentrok. Ronaldo akan tampil membela Real Madrid, akan menghadapi Manchester City yang kini juga diperkuat Fernando, pada leg pertama semifinal Liga Champions, Rabu (27/4) dini hari.

“Saat itu pertandingan yang sangat hebat menghadapi Man United dan saya harap bakal sama luar biasanya saat melawan tim hebat lainnya, Real Madrid,” tutur Fernando.

Fernando sendiri mengakui bukan perkara mudah mengawal pergerakan Ronaldo, terlebih dengan performanya yang kini kembali berada di atas angin.

“Kami tahu, Ronaldo merupakan salah satu pemain terbaik di dunia, tapi cara yang terbaik adalah tetap fokus dan mencoba yang terbaik dan berharap ini bukan malam terbaiknya.”

Jika Boleh Memilih, Hart Enggan Hadapi Penalti Ronaldo

Kiper Manchester City, Joe Hart, memiliki catatan yang bagus dalam menggagalkan eksekusi penalti pemain-pemain top, beberapa di antaranya adalah Lionel Messi dan Zlatan Ibrahimovic. Namun untuk laga semifinal Liga Champions, Hart memilih untuk tak berhadapan dengan eksekusi penalti bintang andalan Real Madrid, Cristiano Ronaldo.

Man City akan menjalani laga besar dalam sejarah klub saat mereka menjamu Madrid di Stadion Etihad, Rabu (27/4) dini hari nanti. The Citizens bukan hanya dituntut untuk menang, namun juga harus berupaya untuk tak kebobolan agar memudahkan perjalanan mereka pada leg kedua nanti.

Atas dasar itulah, Hart lebih suka memilih dirinya tak berhadapan dengan penalti Ronaldo di babak semifinal meskipun ia pernah terbukti sukses mementahkan penalti bintang-bintang top lainnya.

“Bila skenario itu terjadi dan Madrid mendapatkan penalti, maka saya akan berusaha untuk sebaik-baiknya menggagalkan eksekusi tersebut.”

“Namun saya tentunya lebih memilih kami menjalani malam yang bebas ancaman, tanpa kebobolan, dan saya tak banyak direpotkan oleh serangan lawan. Itulah skenario terbaik menurut saya,” ujar Hart seperti dilansir situs resmi klub.

Hart sendiri sudah memahami karakter Ronaldo di lapangan dan siap memberikan yang terbaik untuk bisa meredam pergerakan mantan pemain Sporting Lisbon tersebut.

“Saya sudah berhadapan dengan Ronaldo dalam beberapa pertemuan, baik itu sejumlah pertemuan saat ia masih berkostum Manchester United ataupun ketika dua duel lawan Real Madrid.”

“Ronaldo adalah satu dari dua pemain terbaik dunia saat ini dan dia akan jadi ancaman bagi kami dalam dua laga semifinal nanti,” tutur Hart meyakini.

Namun Hart menilai bahwa Man City juga tak akan membiarkan Ronaldo dan kawan-kawan leluasa di laga semifinal nanti.

“Kami sangat bangga bisa melaju ke babak semifinal Liga Champions namun yang pasti hal ini bukanlah akhir perjalanan kami. Kami tak ingin babak semifinal jadi akhir perjalanan kami,” kata Hart.

Pellegrini Pastikan Toure Absen Hadapi Real Madrid

Manchester City dipastikan tidak akan diperkuat salah satu gelandang andalannya, Yaya Toure, ketika menjamu Real Madrid pada leg pertama semifinal Liga Champions di Stadion Etihad, Rabu (27/4) dini hari nanti. Sementara itu, Madrid akan turun dengan kekuatan penuh.

Toure mengalami cedera otot kaki ketika Man City mengalahkan Stoke City 4-0 pada lanjutan Liga Inggris, Sabtu (23/4) lalu. Pada laga itu manajer Man City, Manuel Pellegrini, mengistirahatkan sebagian besar pemain kuncinya seperti Kevin De Bruyne, Gael Clichy, Fernandinho, Bacary Sagna, dan kapten Vincent Kompany.

“Toure akan absen, saya pikir seperti itu. Dia belum pulih dari cedera otot. Dua pemain yang tidak ada di skuat adalah Toure karena cedera dan Samir Nasri karena tidak didaftarkan,” ujar Pellegrini, dilansir Sport.

Jika Man City kehilangan Toure, Madrid justru bisa menurunkan kekuatan terbaiknya. Cristiano Ronaldo yang absen ketika El Real mengalahkan Rayo Vallecano 3-2, Sabtu (23/4) lalu.

Madrid untuk kali pertama bertemu Man City di babak knock-out Liga Champions. Pertemuan kedua tim sebelumnya hanya terjadi di babak grup musim 2012-13. Ketika itu Los Blancos menang 3-2 di Santiago Bernabeu dan bermain imbang 1-1 di Stadion Etihad.

Di babak perempat final, Madrid berhasil mengalahkan VfL Wolfsburg dengan agregat 3-2. Sedangkan Man City menyingkirkan Paris Saint-Germain dengan agregat 3-2.

Jika Aguero Main, Man. City Sulit Menang Melawan Madrid

Manchester City akan mengandalkan Sergio Aguero sebagai pendulang gol kala menghadapi real adrid pada leg pertama babak semifinal Liga Champions, malam nanti (26/4). Akan tetapi, ada fakta yang kurang menguntungkan bagi City.

Aguero justru  kerap mengalami nasib nahas setiap menghadapi Real Madrid. Alasannya, sejauh ini dia tak pernah meraih kemenangan atas tim berjuluk Los Blancos itu.

Aguero memang sudah cukup mengenal Real Madrid sejak dia masih membela Atletico Madrid. Gol pun sudah pernah dilesakkannya ke gawang El Real. Namun, Selama 12 kali berhadapan dengan Real Madrid baik kala berseraga Atletico atau Manchester City, Aguero belum sekalipun memetik kemenangan.

Aguero didatangkan Atletico pada 2006 dengan nilai transfer 25 juta pounds. Dia berkesempatan tampil sebagai pengganti Mista pada menit ke-59 saat Atletico menghadapi Madrid di Santiago Bernabeu pada 1 Oktober 2006.

Kesempatan menjadi penentu kemenangan sebenarnya diperoleh Aguero. Namun, sepakannya melebar di atas mistar gawang Madrid yang dikawal Iker Casillas. “Ide yang bagus (penempatan bola Aguero, Red), tapi dia mengeksekusi dengan salah,” bilang Casillas ketika itu. Pada akhirnya, laga debut Aguero menghadapi Madrid harus berkesudahan dengan skor imbang 1-1.

Gol perdana yang dilesakkan Aguero ke gawang Madrid datang pada musim berikutnya dalam pertemuan di Santiago Bernabeu. Dia sukses menyambar bola hasil sepak pojok Mariano Pernia pada menit pertama.

Namun, Madrid segera menyamakan kedudulan melalui gol Raul Gonzalez pada menit ke-15. Gelandang asal Belanda, Wesley Sneijder, akhirnya menjadi penentu kemenangan Madrid lewat golnya pada menit ke-79. Pada akhirnya, gol debut Aguero ke gawang Madrid harus tak mampu menghindari Atletico dari kekalahan 1-2.

Aguero tampil menghadapi Madrid di Vicente Calderon usai sembuh dari cedera pada 7 November 2009. Dia masuk sebagai pengganti Juan Manuel Jurado pada awal babak kedua setelah Atletico tertinggal 0-2.

Bahkan, Madrid mampu menambah keunggulan pada babak kedua melaui gol Gonzalo Higuain pada menit ke-64. Namun, kartu merah bek Madrid, Sergio Ramos, akibat menekel keras Aguero pada menit ke-66, membuat Atletico sanggup mempekecil ketinggalan lewat gol Diego Forlan (79) dan Aguero (81).

Sayang, peluangnya menjadi penyelamat Atletico gagal saat peluang pada menit akhir digagalkan Casillas. Atletico kalah 2-3.

Gol ketiga Aguero ke gawang Madrid hadir pada laga El Derbi Madrileno pamungkasnya. Tampil sebagai starter, Aguero justru harus merelakan timnya ketinggalan 0-2 lebih dulu lewat gol Karim Benzema (11) dna Mesut Oezil (33).

Aguero akhirnya sukses memperkecil ketinggalan pada menit ke-86. Namun, itu menjadi satu-satunya gol yang diciptakan Aguero pada laga tersebut, dan yang terakhir ke gawang Madrid bersama Atletico.

Laga derby pamungkas Aguero sebelum hijrah ke Manchester City berakhir dengan kekalahan 1-2 di Vicente Calderon.

Saat pindah ke Manchester City, Aguero masih berkesempatan bertemu Madrid. Namun hanya sekali, yaitu pada 21 November 2012 di fase grup Liga Champions.

Sempat tertinggal lebih dulu dari Madrid berkat gol Benzema pada menit ke-10, Aguero beraksi dengan mengakibatkan Alvaro Arbeloa dikartu merah pada menit ke-73. Manchester City juga mendapat hadiah penalti yang dikonversi dengan sempurna oleh Aguero.

Akan tetapi, lagi-lagi kemenangan gagal diraih. Mancheste City hanya bermain imbang 1-1 di Stadion Etihad.

Sudah 12 laga diakoni Aguero menghadapi Madrid dengan torehan 4 gol. Sebelas bersama Atletico hanya berbuah tiga hasil imbang dan 8 kekalahan. Sementara pertemuan perdana dengan Manchester City pun cuma berakhir seri di Stadion Etihad.

Angka 13 mungkin dianggap sebagian orang sebagai ketidakberuntungan. Namun, Aguero jelas berharap pertemuan ke-13 justru menjadi awal keberuntungannya melawan Madrid. Sanggupkah Aguero? “Tak pernah mengalahkan Real Madrid ketika di Atletico adalah penyesalan untuk saya,” ratap striker timnas Argentina itu.

Man City Minim Pengalaman Di Semifinal Liga Champions, Zidane Enggan Anggap Remeh

Pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane, enggan menganggap remeh Manchester City meskipun ini adalah kali pertama mereka berlaga di semifinal Liga Champions.

Bila dibandingkan dengan prestasi Man City di Liga Champions, maka Madrid jelas unggul jauh karena sudah meraih 10 trofi sedangkan Man City baru saja merasakan babak empat besar perdana dalam sejarah klub mereka.

Namun Zidane meyakini bahwa hal tersebut sama sekali tidak bisa dijadikan acuan. Zidane menyadari potensi bahaya besar yang bisa ditimbulkan oleh Man City.

“Saya rasa ini adalah duel dengan kemungkinan menang 50-50 bagi kedua tim. Kami akan melakukan yang terbaik yang bisa kami lakukan di tempat ini sementara Man City pasti bakal mencoba membuat kami terus berada dalam tekanan.”

“Namun yang pasti kami siap untuk menghadapi hal tersebut,” ujar Zidane dalam sesi konferensi pers, dilansir Marca.

Menghadapi Man City yang bermain di depan pendukungnya sendiri, Zidane berharap para pemain Los Blancos bisa tampil disiplin sepanjang 90 menit laga berlangsung.

“Man City adalah lawan yang hebat. Bila kami membiarkan City mendapatkan ruang, maka mereka akan mampu menyakiti dan membahayakan kami.”

“Man City terdiri dari pemain yang selalu mengintai lawan untuk membuat kesalahan dan mereka akan langsung menghadirkan masalah bagi lawan bila itu terjadi,” kata Zidane.

Meski demikian, Zidane berjanji bahwa ia akan tetap menghadirkan permainan terbuka di Stadion Etihad.

“Rencana dan strategi kami di laga ini adalah bermain maksimal dan mencoba untuk mencetak gol serta memenangkan pertandingan. Hal itulah yang selalu jadi karakter kami,” tutur Zidane.

Manchester City Selalu Kalah Jika Ronaldo Mencetak Gol

Menghadapi Manchester City di Stadion Etihad, Selasa (26/4), Real Madrid akan kembali diperkuat Cristiano Ronaldo. Saat melawan Rayo Vallecano di Divisi Primera pada akhir pekan lalu, Ronaldo absen akibat cedera ringan. Tak pelak, kembalinya Ronaldo membuat peluang Madrid untuk menang menjadi lebih terbuka.

Tak dimungkiri, Madrid akan kembali bertumpu kepada ketajaman Cristiano Ronaldo saat menyambangi markas Manchester City pada leg pertama babak semifinal Liga Champions.

Apalagi, ada catatan menarik dari seorang Ronaldo selain deretan rekor yang sudah tak terhitung. Setiap gelontoran gol Ronaldo, selalu menjadi garansi kemenangan saat bertemu Manchester City.

Jumlah gol Ronaldo ke gawang Manchester City adalah lima dari total 13 pertemuan melawan Manchester City. Empat gol dikoleksi dari 11 penampilan bersama Manchester United, dan satu gol tambahan diraih dari dua perjumpaan bersama Madrid.

Dari total 13 perjumpaan, Ronaldo mencatat 8 kemenangan, 2 seri, dan 3 kali kalah. Tiga kekalahan itu diderita kala masih berseragam Manchester United, masing-masing dua di Stadion City of Manchester (markas Manchester City sebelum Stadion Etihad, Red), dan sekali di Stadion Old Trafford.

Sementara, kala berseragam Madrid, dua perumpaan dengan Manchester City diakhiri Ronaldo dengan kemenangan 3-2 di Santiago Bernabeu dan imbang 1-1 di Etihad. Eloknya lagi, dari lima gol yang dilesakkan Ronaldo ke gawang Manchester City dalam lima pertemuan, semua berujung kemenangan.

Gol pertama Ronaldo ke gawang The Citizens hadir pada pertemuan Derby Manchester di Piala FA pada 14 Februari 2004. Pada laga itu, Manchester United sukses menang 4-2 dan Ronaldo turut menyumbang satu gol pada menit ke-74.

Selepasnya, Ronaldo kembali membobol gawang Manchester City kala Red Devils -julukan Manchester United- menang 3-1 di Old Trafford pada laga Premier League, 9 Desember 2006.

Dilanjutkan pada pertemuan kedua musim yang sama di City of Manchester, kala gol semata wayang Ronaldo lewat titik penalti menjadi penentu kemenangan 1-0 Manchester United pada 5 Mei 2007.

Gol sekaligus pertemuan terakhir Ronaldo melawan Manchester City bersama Manchester United tersaji pada 10 Mei 2009. Pada laga itu, dua gol masing-masing dari Ronaldo pada menit ke-18 dan Carlos Tevez menit ke-45, membawa Manchester United menang 2-0 di Old Trafford.

Setelah mencetak empat gol ke gawang Manchester CIty dengan seragam Red Devils, Ronaldo hijrah ke Madrid pada musim panas 2009. Dia harus menunggu sampai 18 September 2012 untuk kembali bersua Manchester City di arena Liga Champions.

Pada pertemuan pertama di fase grup itu, Madrid menang 3-2 di Santiago Bernabeu dan Ronaldo mencetak gol penentu pada masa injury time. Sementara, saat perjumpaan kedua di Etihad, (21/11/2012) Ronaldo absen mencetak gol dan Madrid pun gagal.

Dengan catatan tersebut, bisa disimpulkan bahwa gol Ronaldo selalu menjadi garansi kemenangan atas Manchester City. Hal itu yang akan coba dimanfaatkan skuat asuhan Zinedine Zidane pada laga malam nanti di Etihad.

Silva: Man City Butuh Trofi Liga Champions Untuk Tegaskan Status Tim Papan Atas

Absennya gelandang Manchester City, Yaya Toure, pada leg pertama semifinal Liga Champions kontra Real Madrid membuat peran David Silva makin vital di lini tengah.

Silva sendiri memiliki ambisi pribadi di semifinal Liga Champions ini. Gelandang asal Spanyol itu ingin mengantarkan Man City menjuarai Liga Champions, serta melengkapi koleksi gelar pribadinya.

“Tim ini telah memenangi dua gelar Liga Inggris dan semua piala domestik dalam beberapa tahun terakhir, jadi saya kira kami telah mencapai hal besar bagi sebuah klub yang tak pernah lolos ke Liga Champions sebelumnya,” ujar Silva dilansir Manchester Evening News.

“Ketika saya bergabung enam tahun lalu, mereka tak pernah lolos ke Liga Champions tetapi sekarang kami ada di semifinal. Ini menunjukkan klub ini telah berkemnang, setiap orang tahu siapa kami dan saya kira itu bagus bagi klub ini.”

Silva berharap timnya bisa mendominasi pertandingan, mencetak gol, dan menyingkirkan Real Madrid di semifinal.

“Kami suka memegang bola, dan jika kami menguasai bola kami cukup berbahaya.”

Hal serupa diharapkan Manajer Man City, Manuel Pellegrini. Di mata Pellegrini, trofi Liga Champions akan menjadi perpisahan yang manis dengan The Citizens.

Pellegrini pun menjamin Silva bisa bermain melawan Madrid. Dan, lanjutnya, setelah latihan selama sepekan ini Silva percaya diri bisa bermain malam nanti.

Sementara itu tentang Silva, Pellegrini menilai anak asuhnya itu pantas untuk bermain untuk Madrid kelak. Di partai semifinal ini, lanjut Pellegrini, Silva harus menunjukkan permainan terbaik sehingga menarik perhatian pemilik Madrid.

Pellegrini mengaku dirinya sempat ingin menarik Silva saat menukangi Madrid 2009 silam. Namun, kala itu Man City lebih unggul dalam memburu tanda tangan pria yang kini berusia 30 tahun tersebut.

“Dia pemain yang sangat bagus dan saya kira setiap manajer ingin David Silva berada di dalam timnya,” tukas Pellegrini.

Kompany Sudah Lama Menanti Duel Kontra Ronaldo

Bek tengah sekaligus kapten Manchester City, Vincent Kompany, sangat antusias jelang menghadapi Real Madrid pada leg pertama semifinal Liga Champions yang akan berlangsung Rabu (26/4) dini hari nanti. Kompany pun mengaku sudah tak sabar untuk berduel dengan bintang andalan Real Madrid, Cristiano Ronaldo.

Kehadiran Kompany merupakan suntikan motivasi besar bagi Man City jelang duel krusial ini. Kepimpinan bek asal Belgia ini bisa membuat Man City tampil lebih percaya diri menghadapi Madrid.

Kompany mengaku sudah pulih sepenuhnya dari cedera dan tak akan mengulangi insiden lawan Dynamo Kiev ketika dirinya hanya tampil beberapa menit sebelum akhirnya kembali keluar lapangan karena cederanya kambuh.

Kompany menegaskan bahwa duel lawan Madrid adalah tipe duel yang ditunggu-tunggu oleh dirinya. Ia pun sudah tak sabar untuk menghadapi duel satu lawan satu dengan Ronaldo.

“Satu hal yang bisa saya katakan adalah saya benar-benar menantikan duel lawan salah satu pemain terbaik sepanjang sejarah sepak bola. Saya pun berharap hal ini tak hanya terjadi saat ini, melainkan pada banyak waktu lainnya di masa depan karena hal itu merupakan salah satu daya tarik permainan sepak bola,” ujar Kompany, dilansir situs Goal.

Bek asal Belgia ini mengakui bahwa dirinya merupakan salah satu saksi bagaimana Ronaldo melakukan transformasi besar dalam kariernya.

“Saya melihat bagaimana Ronaldo berubah sejak saat pertama kali ia bermain untuk Manchester United hingga ia ada dalam kondisinya saat ini.”

“Ronaldo adalah pemain yang luar biasa dan saya menaruh respek terhadap segala yang telah ia capai. Karena itulah saya sangat ingin menantikan bagaimana kemampuan saya dalam menghadapi dirinya. Dengan bermain menghadapi pemain seperti Ronaldo, maka kami akan memiliki kesempatan besar untuk turut meningkatkan level kami,” ujar Kompany.

Kompany pun meyakini kecepatan Ronaldo adalah senjata utama yang wajib ditakuti oleh lawan-lawannya.

“Kekuatan Ronaldo bukan yang utama, karena kecepatannya adalah senjata utamanya. Ronaldo bisa melakukan apa pun selangkah lebih cepat dibandingkan striker lainnya. Walaupun lawan sudah mengetahui ke mana Ronaldo akan melangkah, namun ia bisa jadi tak akan bisa menutup pergerakan Ronaldo tepat pada waktunya.”

Zidane Siapkan Strategi Khusus Demi Batasi De Bruyne

Pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane, betul-betul mewaspadai pergerakan gelandang serang Manchester City, Kevin De Bruyne, pada leg pertama semifinal Liga Champions, Rabu (27/4) dini hari nanti.

De Bruyne didatangkan Man City dari Wolfsburg pada Agustus 2015 lalu. Gelandang asal Belgia itu menandatangani kontrak berdurasi selama enam musim. Sejak saat itu, pemain berusia 24 tahun itu menjadi bagian tak tergantikan di lini tengah The Citizens.

De Bruyne sejauh ini tampil 37 kali membela Man City, menciptakan 15 gol dan sembilan assist. Dilansir Whoscored, eks penggawa Chelsea itu rata-rata menciptakan 2,8 umpan dan 1,7 umpan silang di tiap pertandingan, dengan tingkat akurasi mencapai angka 78,8 persen.

“Rencana untuk menghentikan De Bruyne? Kami akan mencoba sebaik mungkin. Kami tahu dia adalah pemain yang bagus. Ketika tiba di Manchester City, dia langsung menunjukkan kualitas yang dia miliki,” ungkap Zidane, dilansir Marca.

“Dia mampu membangun kerja sama yang baik dengan Sergio Aguero. Kita lihat saja apa yang akan terjadi di pertandingan nanti,” Zidane menambahkan.

Untuk menghentikan De Bruyne, Zidane kemungkinan besar akan mengandalkan gelandang bertahan Casemiro, yang dalam beberapa partai terakhir tampil mengagumkan. Pemain berkebangsaan Brasil itu rata-rata melakukan 3,2 tackle dan 1,9 interception per pertandingan.

Madrid melangkah ke babak semifinal Liga Champions dengan menyingkirkan mantan klub De Bruyne, Wolfsburg, dengan agregat 3-2 pada babak perempat final. Los Blancos tak terkalahkan dalam delapan pertandingan terakhir melawan tim asal Inggris, menang enam kali dan imbang dua kali.

“Untung Ada Joe Hart!”

Kiper Manchester City, Joe Hart, tampil gemilang saat menjamu Real Madrid dalam leg pertama semifinal di Stadion Etihad, Selasa (26/4). Performa pemain asal Inggris itu lantas mendapat pujian setinggi langit dari manajer The Citizens, Manuel Pellegrini.

Tanpa Cristiano Ronaldo yang harus absen akibat cedera betis membuat daya gedor Madrid berkurang. Karim Benzema yang diturunkan sebagai starter pun tidak tampil prima hingga akhirnya digantikan oleh Jese Rodriguez selepas turun minum.

Dari sekian banyak percobaan tembakan yang dilepaskan para pemain Madrid, hanya tiga yang mengarah tepat sasaran. Kendati demikian, tiga peluang tersebut sangat mengancam gawang Man. City.

Man. City harus berterima kasih kepada Hart lantaran mampu menggagalkan upaya Madrid untuk mencuri gol di Stadion Etihad. Bahkan, dia berhasil mengantisipasi peluang Pepe di depan gawang jelang pertandingan berakhir.

“Saya pikir, Madrid datang ke sini untuk mengincar kemenangan. Kami juga menyerang Madrid, tetapi tidak bisa menciptakan peluang bersih,” ulas Pellegrini, seperti dikutip dari laman resmi UEFA.

“Dari segi semangat bermain, kami paling baik. Madrid memiliki peluang emas dari sepak pojok (yang disambar oleh Pepe) pada pengujung laga, tetapi kami beruntung lantaran Joe Hart berhasil menggagalkannya,” tandas manajer asal Cile tersebut.

Man. City bakal melakoni leg kedua saat bertandang ke markas Madrid di Stadion Santiago Bernabeu pada Rabu (4/5) mendatang.

Man. City Tanpa David Silva di Bernabeu

Kabar buruk menghampiri kubu Manchester City. Gelandang kreatif The Citizens, David Silva, dipastikan absen dalam leg kedua babak semifinal kontra Real Madrid di Stadion Santiago Bernabeu pada tengah pekan depan.

Silva diturunkan sejak menit awal dalam leg pertama yang dihelat di Stadion Etihad, Selasa (26/4). Namun, pemain berkebangsaan Spanyol itu tidak bisa bertahan di lapangan hingga pertandingan usai.

Manajer Man. City, Manuel Pellegrini, akhirnya mengganti Silva dengan Kelechi Iheanacho empat menit jelang turun minum. Menurut tim medis, Silva dipastikan mengalami cedera hamstring.

Man. City kesulitan mengontrol permainan setelah Silva ditarik keluar lapangan. The Citizens akhirnya harus menyudahi laga dengan skor imbang tanpa gol ketika menjamu Madrid.

Penjaga gawang Man. City, Joe Hart, tampil memukau dan melakukan sejumlah penyelamatan penting. Salah satunya saat Hart menggagalkan peluang matang yang didapatkan oleh bek Madrid, Pepe, pada pengujung pertandingan.

“Saya puas dengan hasil ini (imbang 0-0 melawan Madrid),” ungkap Pellegrini, seperti dikutip dari BT Sport.

“Kami menampilkan permainan yang sangat intens dan bertahan dengan baik. Kami mencoba menciptakan peluang hingga David Silva mengalami cedera, kemudian kami sering kehilangan bola. Jika tidak menang, imbang 0-0 adalah hasil yang bagus,” imbuh manajer asal Cile tersebut.

“David Silva mengalami cedera hamstring dan tidak akan fit dalam satu pekan,” tegas Pellegrini.

Zidane Sayangkan Kegagalan Madrid Curi Gol Tandang

Pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane, mengaku cukup puas dengan performa anak asuhnya saat menantang Manchester City dalam leg pertama semifinal Liga Champions di Stadion Etihad, Selasa (26/4). Akan tetapi, Zidane menyayangkan kegagalan Los Blancos mencuri gol tandang.

Lini depan Madrid gagal menunjukkan ketajamannya ketika tampil di depan para pendukung Man. City. Absennya bomber andalan, Cristiano Ronaldo turut berpengaruh terhadap daya gedor Los Blancos.

Sebelum melawan Man. City, Zidane sempat berharap bisa memainkan Ronaldo. Sayangnya, kapten timnas Portugal itu harus absen di Stadion Etihad lantara cedera betis yang membekapnya tak kunjung pulih.

Karim Benzema yang dipasang sebagai starter tampil buruk. Maklum, kondisi Benzema tidak sepenuhnya fit akibat mengalami gangguan di bagian paha dan lutut sehingga harus digantikan oleh Jese Rodriguez selepas turun minum.

Performa Joe Hart di bawah mistar gawang Man. City juga membuat frustrasi para pemain Madrid. Los Blancos akhirnya harus puas meraih hasil imbang tanpa gol kontra Man. City.

“Secara keseluruhan, saya gembira (dengan penampilan Madrid). Itu bukan laga yang mudah,” beber Zidane, seperti dikutip dari laman resmi UEFA.

“Kami menghadapi pertandingan yang sulit, tetapi sangat baik dalam bertahan,” papar pelatih asal Prancis tersebut.

“Kami lebih menguasai bola pada babak kedua dan seharusnya bisa mencetak gol dengan banyaknya peluang yan kami miliki. Saya sedikit kecewa karena kami mendapatkan hasil yang lebih baik. Kami selalu tampil untuk menang,” tandas Zidane.

Zabaleta: Redam Ronaldo? Tendang Saja Kakinya

Perang urat syaraf mulai gencar dilakukan oleh tim-tim yang akan bertarung di semifinal Liga Champions musim ini. Hal inilah yang coba dilakukan bek Manchester City, Pablo Zabaleta.

Jelang leg pertama kontra Real Madrid, Zabaleta sesumbar akan bermain keras dan siap beradu fisik. Tak tanggung-tanggung, bek asal Argentina ini bahkan siap bila harus menghentikan bintang Madrid, Cristiano Ronaldo, dengan cara menendang kakinya.

Tak heran bila Zabaleta siap mati-matian untuk menyingkirkan Madrid. Pasalnya, Man. City tak mau melewatkan kesempatan untuk lolos ke final Liga Champions untuk pertama kalinya sepanjang sejarah klub.

“Ya, jika kami boleh melakukannya, kami akan menendang semua orang,” tutur Zabaleta, dilansir Goal.

Kendati begitu, Zabaleta tetap menaruh respek akan sosok Ronaldo. Diakuinya, Ronaldo merupakan salah satu pemain terbaik di dunia saat ini. Oleh karena itu, Zabaleta berjanji akan mengerahkan segala kemampuannya untuk menghentikan laju bintang asal Portugal tersebut.

“Ronaldo adalah salah satu pemain terhebat, pemain yang luar biasa. Ia mencetak 16 gol di Liga Champions musim ini.”

Keinginan tersebut mungkin kecil untuk bisa terjadi. Ronaldo sendiri absen kala Madrid menang 3-2 atas Rayo Vallecano, Kamis (21/4) lalu karena mengalami cedera paha. Belum jelas apakah Ronaldo akan bisa bermain melawan Man. City di Liga Champions. Namun, kemungkinan besar Madrid akan mengerahkan segala daya agar Ronaldo dapat berlaga.

Zidane Ragu Benzema Bisa Tampil Hadapi Man City

Real Madrid terancam tak bisa menurunkan Trio BBC (Karim Benzema, Gareth Bale, Cristiano Ronaldo) secara lengkap saat menghadapi Manchester City pada leg pertama semifinal Liga Champions yang akan digelar di Stadion Etihad, Rabu (27/4) mendatang.

Hal ini dikarenakan Benzema mengalami cedera saat menghadapi Rayo Vallecano, Sabtu (26/4) lalu.

Benzema mengalami masalah dengan kaki kanannya dan terpaksa ditarik keluar pada menit-menit akhir babak pertama. Insiden itu membuat Madrid khawatir striker Prancis tersebut tak bisa tampil menghadapi Man City.

“Insiden itu bukanlah sebuah pukulan telak bagi kami. Saat ini kami harus menemani Benzema. Kami akan memeriksa Benzema dan melihat kondisinya,” ujar Zidane, dilansir Football Espana.

“Saya harap tak ada masalah apa-apa dan dia bisa kembali bermain pada Selasa nanti. Namun untuk saat ini saya tak bisa berkomentar banyak tentang insiden yang menimpanya.”

Cederanya Benzema membuat Trio BBC terancam tak bisa tampil lengkap. Sebelumnya Ronaldo juga terlihat mengalami masalah di akhir laga tengah pekan lalu.

Ronaldo kemudian mengatakan dirinya dalam kondisi baik dan tak mendapatkan cedera serius. Peristiwa itu pula yang membuat Zidane memilih menyimpan Ronaldo di laga kontra Rayo.

“Ronaldo berada dalam kondisi bagus. Tentu saja dia akan pergi ke Manchester,” ucap Zidane.

Sebelumnya Bale juga sempat diragukan tampil pada laga akhir pekan ini lantaran terkena ‘cedera golf’. Namun, akhirnya Zidane menurunkan Bale dan pemain asal Wales itu sukses jadi pahlawan dengan dua gol yang dicetaknya.

Untuk Redam Real Madrid, Zabaleta Minta Dukungan Penuh Publik Etihad

Dari hasil undian semifinal Liga Champions di markas UEFA, Nyon, Jumat (14/4) lalu, Manchester City dipastikan bakal menghadapi salah satu kandidat terkuat juara, Real Madrid. Kendati begitu, bek Man City, Pablo Zabaleta, optimistis timnya bisa mengatasi perlawanan El Real.

Skuat asuhan Manuel Pellegrini akan terlebih dahulu bertindak sebagai tuan rumah pada leg pertama yang akan digelar Rabu (27/4) mendatang. Baru setelahnya, giliran Man City yang bergantian tandang ke Santiago Bernabeu satu pekan berselang.

“Real Madrid merupakan salah satu tim yang telah bermain di Liga Champions selama bertahun-tahun. Mereka merengkuh trofi Liga Champions terbanyak. Ini akan menjadi pertarungan menarik, maka saya sudah tak sabar,” ungkap Zabaleta, dilansir FourFourTwo.

Zabaleta lantas meminta kepada para penggemar Man City yang hadir di Stadion Etihad nanti, memberikan dukungan selayaknya laga kontra Paris Saint-Germain di fase perempat final lalu.

Selain itu, bintang berkebangsaan Argentina itu juga menekankan kepada seluruh pemain Man City akan pentingnya tidak kebobolan di pertemuan pertama.

“Kami membutuhkan dukungan sama dari fans seperti pertandingan terakhir. Mereka sungguh luar biasa ketika di Etihad. Terutama memainkan laga pertama di kandang sendiri, itu artinya kami harus mendapatkan hasil bagus, berusaha tampil dengan baik dan tidak kebobolan, karena itu akan menjadi kunci di pertemuan kedua,” paparnya.