Balik ke Juventus, Massimiliano Allegri Dibayangi Kutukan Periode kedua

Gamespool new banner

Football5Star.com, Indonesia – Massimiliano Allegri akhirnya kembali ke Juventus. Setelah memutus kontrak Andrea Pirlo yang masih tersisa satu musim, manajemen I Bianconeri mengumumkan kembalinya pelatih yang mempersembahkan 5 Scudetti tersebut. “Bentornato, Max!” cuit akun resmi klub itu.

Menurut Tuttosport, Allegri diikat kontrak berdurasi 4 musim dengan gaji bisa mencapai 9 juta euro pada musim terakhirnya nanti. Adapun tugasnya tentu saja mengembalikan kejayaan Juventus yang hanya meraih gelar juara Supercoppa Italiana dan Coppa Italia bersama Pirlo.

Sekilas, tugas itu tidaklah sulit. Pasalnya, Allegri punya jejak apik. Dari 2014-15 hingga 2018-19, dia merebut 5 Scudetti, 4 gelar juara Coppa Italia, dan 2 gelar juara Supercoppa Italiana. Belum lagi dua kali menembus final Liga Champions.

Akan tetapi, menilik jejak sejarah, Allegri dipastikan harus berusaha lebih keras. Itu karena para pelatih yang kembali ke Juventus tak ada yang bisa lebih sukses. Kutukan periode kedua selalu berlaku di klub raksasa Italia tersebut.

Sebelum Allegri, ada tiga pelatih yang menangani Juventus lebih dari satu kali. Mereka adalah Carlo Parola, Giovanni Trapattoni, dan Marcello Lippi. Ketiga pelatih itu sama-sama tak lebih lama bertugas dan tidak lebih sukses saat menjalani periode kedua.

Parola Tiga Kali Tangani Juventus

Carlo Parola jadi pelatih pertama yang memberikan double winners bagi Juventus.
goal.com

Parola ditunjuk menangani Juventus pada 1959 sebagai pengganti Teobaldo Depetrini. Sosok Depetrini sebenarnya pelatih pertama yang dua kali menangani I Bianconeri. Namun, dia hanya jadi pengganti sementara pada pengujung musim 1956-57.

Pada dua musim pertamanya, dia mempersembahkan empat trofi. I Bianconeri dua kali merebut Scudetto dan dua kali pula menjuarai Coppa Italia. Dialah pelatih pertama yang membawa klub ini merebut double pada 1959-60.

Kejadian menarik muncul pada 1961. Perbedaan pandangan dengan manajemen Juventus membuat Parola mundur. Namun, hanya empat bulan kemudian, dia dipanggil kembali dan bertahan hingga akhir musim 1961-62 tanpa sebuah trofi pun.

Parola kembali laga pada 1974 setelah Juventus memberhentikan Cestmir Vycpalek. Hasilnya tidak seperti periode sebelumnya. Dia hanya bertahan hingga 1976. Adapun prestasinya hanyalah merebut Scudetto musim 1974-75.

Trapattoni Paling Jomplang

Giovanni Trapattoni menangani I Bianconeri selama 10 musim pada periode pertamanya.
nexilia.it

Saat Parola hengkang, sosok penggantinya adalah Giovanni Trapattoni. pelatih yang satu ini bertahan sangat lama. Dia menangani Juventus selama satu dekade alias sepuluh musim. Sebanyak 14 gelar dipersembahkan eks pemain bertahan timnas Italia itu.

Dari 1976 hingga 1986, Trapattoni mempersembahkan semua trofi yang bisa diraih Juventus. Dia membawa I Bianconeri merebut 6 Scudetti, dua kali juara Coppa Italia, lalu masing-masing sekali juara Piala Champions, Piala Winners, Piala UEFA, Piala Super Eropa, dan Piala Interkontinental. Sekadar catatan saat itu belum ada Supercoppa Italiana.

Akan tetapi, jejak Trapattoni pada periode keduanya sangat jumplang. Datang pada 1991, dia hanya bertahan tiga musim. Dalam kurun waktu itu, dia hanya mampu membawa I Bianconeri juara Piala UEFA 1992-93 dengan mengalahkan Borussia Dortmund pada partai final.

Lippi Hampir Seimbang

Marcello Lippi membawa Juventus juara Liga Champions 1995-96.
super6sport.it

Pelatih ketiga yang lebih dari sekali menangani Juventus adalah Marcello Lippi. Dia datang menggantikan Trapattoni pada 1994 dan bertahan hingga Februari 1999. Pada periode pertamanya ini, dia terbilang sukses berat karena mampu mempersembahkan 9 trofi. Rinciannya, 3 Scudetti, 2 Supercoppa Italiana, lalu masing-masing 1 Liga Champions, Piala Super Eropa, dan Piala Interkontinental.

Dua musim berselang, antara lain setelah 15 bulan menangani Inter Milan, Lippi kembali ke Juventus. Hasilnya tidaklah buruk. Dia mampu mempersembahkan dua Scudetti dan dua trofi Supercoppa Italiana dalam tiga musim. Pada akhir musim 2003-04, dia mundur untuk kemudian menangani timnas Italia.

Jejak ketiga pelatih itu tentu harus jadi catatan bagi Massimiliano Allegri dan para fan Juventus. Intinya, jangan terlalu berharap mengulang sukses merebut 5 Scudetto beruntun. Sang allenatore butuh kerja lebih keras dan segudang keberuntungan pada periode keduanya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Marcello Lippi Berpeluang Kembali ke Napoli

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Sejak meninggalkan jabatannya sebagai pelatih timnas Cina Oktober lalu, Marcello Lippi masih menikmati masa pensiunnya. Tapi bukan tidak mungkin dalam waktu dekat dia akan kembali ke sepak bola.

Kemungkinan ini diungkapkan oleh sang anak, Davide Lippi. Bedanya, bukan pelatih pekerjaan baru yang sudah menunggu Marcello Lippi. Tapi Direktur Teknik.

Davide berujar semua kemungkinan bisa saja terjadi. Termasuk menjadi Direktur Teknik Napoli. Jabatan ini diyakini akan membuat sang ayah tertarik karena tugasnya tidak seberat ketika menjadi pelatih. Apalagi dia punya hubungan baik dengan presiden klub, Aurelio De Laurentiis.

marcelo lippi napoli wikipedia
wikipedia

“Dia tidak akan keberatan dengan peran seperti itu. Jika dia menerima tawaran tersebut kami akan mengevaluasinya,” kata Davide kepada Radio Kiss Kiss seperti dikutip Football5star dari FootballItalia, Rabu (17/3/2021).

Kendati demikian, pihak Napoli belum melakukan pendekatan pada pria yang membawa Italia juara dunia 2006 silam “Saat ini belum ada yang konkret. Kami beluma melakukan kontak apa pun dengan mereka,” tambahnya.

Untuk diketahui, Marcello Lippi pernah menukangi I Partinopei. Itu terjadi pada musim 1993-1994. Di sana dia membawa klub berada di peringkat keenam klasemen. Capaian ini terbilang sukses mengingat musim sebelumnya klub berada di urutan ke-11.

Saat ini Napoli memang tidak memiliki Direktur Teknik. Urusan klub lebih sering dijalankan Aurelio De Laurentiis dan Direktur Olahraga, Cristiano Giuntoli.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Lippi Ragukan Zlatan Ibrahimovic Bisa Kembali ke Serie A

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Mantan pelatih Juventus dan Timnas Italia Marcello Lippi meragukan kemampuan Zlatan Ibrahimovic untuk kembali tampil bersinar di Serie A Italia.

Dikutip Football5star.com dari Football Italia, Rabu (27/11/2019) Lippi skeptis jika Ibrahimovic direkrut klub Serie A. Menurut Lippi hal itu berdasarkan kemampuan dari striker asal Swedia tersebut.

“Sudah lama saya melihatnya bermain baik. Saya dapat menjamin kepada Anda bahwa liga di luar Eropa kurang intensif,” kata Lippi.

Zlatan Ibrahimovic - Bologna - Business Insider
Business Insider

“Ketika Anda berbicara tentang dia, rumor yang ada hanya dari klub Italia, tidak ada dari Spanyol ataupun Inggris. Ini membuat saya berpikir,” tambahnya.

Beberapa waktu terakhir ini, Ibrahimovic memang sering dikaitkan dengan sejumlah klub Serie A. Ada nama AC Milan dan Bologna yang kabarnya ingin merekrut mantan pemain Juventus dan Inter Milan tersebut.

Pada Desember 2019 mendatang, Zlatan Ibrahimovic akan berstatus tanpa kontrak. Kontraknya di LA Galaxy memang berakhir pada akhir tahun ini.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Bagi Lippi, Luciano Moggi Direktur Klub Terbaik di Dunia

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Marcello Lippi dikenal sebagai pelatih legendaris asal Italia yang sudah memenangi banyak trofi di tingkat klub maupun negara. Salah satu era terbaiknya adalah ketika melatih Juventus dalam dua periode.

Di era pertamanya ia menukangi Juventus di musim 1994 hingga 1999. Dalam periode tersebut ia sukses membawa Si Nyonya Tua memenangi gelar Liga Champions musim 1995-1996. Sementara era keduanya di Turin terjadi pada 2001 hingga 2004 silam.

Pada kesempatan kedua ini pula ia bertemu dengan Direktur kontroversial bernama Luciano Moggi. Kendati dikenal kontroversi, pelatih 71 tahun tersebut tetap menganggap pria berkacamata itu sebagai direktur terbaik di dunia.

Luciano Moggi
calcioweb.eu

“Bagaimana mungkin saya tidak mengatakan Luciano Moggi sebagai direktur terbaik? Mari kita tinggalkan kesalahan yang mungkin pernah ia lakukan. Di luar itu dia punya pengetahuan sepak bola yang tak terbatas,” imbuh Lippi kepada Tuttosport, Sabtu (29/6/2019).

“Dia yang terbaik selama ini. setelah itu, ada juga Antonio Giraudo dan Adriano Galliani yang juga menjadi terbaik. Mereka punya kualitas yang luar biasa di dunia sepak bola,” imbuh pria yang baru saja kembali melatih timnas Cina.

Kehebatan Luciano Moggi sebagai Direktur klub tercoreng ketika dirinya terlibat skandal calciopolli pada 2006 silam. Akibat perbuatannya tersebut ia dijatuhi hukuman tidak boleh terlibat di dunia sepak bola seumur hidup. Adapun Juve dihukum turun kasta ke Serie B dan dua gelar Scudetto mereka dicabut.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Marcello Lippi Kembali Tangani Timnas Cina

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Marcello Lippi kembali dipercaya menangani timnas Cina untuk kesempatan kedua. Asosiasi Sepak Bola Cina (CFA) resmi mengumumkan pelatih asal Italia itu, Jumat (24/5/2019).

“Pelatih asal Italia, Marcello Lippi, menjadi pelatih kepala timnas putra Cina,” tulis pernyataan resmi CFA seperti dikutip Football5star.com.

Marcello Lippi merupakan pelatih yang sebelumnya sudah menukangi timnas Cina pada periode 2016-2019. Namun, kegagalan di perempat final Piala Asia membuatnya memutuskan untuk mundur.

Marcello Lippi - Timnas Italia - Zimbio
Zimbio.com

Posisinya sempat diisi Fabio Cannavaro yang menjabat sebagai pelatih sementara. Ia bertugas memimpin skuat negeri Tirai Bambu di turnamen Piala Cina. Kegagalan di turnamen tersebut membuat Cannavaro menolak untuk menjadi pelatih tetap skuat berjulukan Team Dragon.

Kini, CFA menjatuhkan pilihannya untuk menggaet lagi Lippi. Target utamanya tentu guna menghadapi babak kualifikasi Piala Dunia 2022 di Qatar.

Lippi akan memulai kembali kiprahnya bulan depan. Timnas Cina dijadwalkan akan melakoni laga persahabatan melawan Filipina dan Tajikistan.

Sementara itu, undian babak kedua kualifikasi Piala Dunia 2022 akan berlangsung pada 17 Juli mendatang. Selanjutnya, pertandingan kualifikasi tersebut akan mulai berlangsung pada September 2019.

Lippi: Gagal Lagi di Liga Champions, Juventus Tidak Beruntung

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Marcello Lippi menilai Juventus tidak beruntung setelah kembali mengalami kegagalan di Liga Champions musim ini.

Upaya Juventus untuk bisa memenangi Liga Champions musim ini berakhir di babak perempat final. Skuat asuhan Massimiliano Allegri ditaklukkan tim kejutan, AFC Ajax.

Ya, setelah hanya bermain imbang 1-1 di leg pertama, Juventus tak sanggup memaksimalkan keuntungan sebagai tuan rumah di laga penentuan. Tim beralias La Vecchia Signora di permalukan dengan skor 1-2 saat bermain di Allianz Stadium.

Padahal, musim ini Juventus disebut-sebut sebagai salah satu tim favorit juara. Terutama setelah mereka menunjukkan keseriusan dengan merekrut megabintang Cristiano Ronaldo.

MarcelloLippiWesternSydneyvGuangzhouG0LVvaTECqVl
GettyImages.com

Pelatih sarat pengalaman asal Italia, Marcelo Lippi, pun memberikan penilaiannya terkait kegagalan tersebut. Menurutnya, ketidaklengkapan skuat Allegri penyebab utama kandasnya La Vecchia Signora di perempat final.

Terutama karena cederanya Giorgio Chiellini sehingga mengurangi kekuatan lini belakang. Ronaldo meski bisa mencetak satu gol di laga penentuan, sejatinya tidak dalam kondisi terbaik. Ia baru saja pulih dari cedera otot paha sehingga tidak dapat tampil dengan kualitas terbaiknya.

“Musim ini mereka tak beruntung karena absen dan tidak maksimalnya penampilan pemain-pemain besar di momen-momen menentukan,” kata Lippi dilansir Football5star.com dari Football Italia.

“Absennya Chiellini misalnya, Ronaldo juga tidak dalam kebugaran terbaik melawan Ajax,” ujarnya.

La Vecchia Signora sudah lama tidak pernah berhasil menjadi raja Eropa. Kali terakhir mereka memenangi trofi kasta teratas kompetisi Eropa terjadi kala menjadi kampiun untuk kedua kalinya pada musim 1995-96.

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Marcello Lippi Dukung Juventus Jadi Juara Liga Champions

Football5star.com, Indonesia – Pelatih legendaris asal Italia, Marcello Lippi, mengatakan bahwa musim ini Juventus akan keluar sebagai jawara Liga Champions. Ia pun menyebut bahwa Juventus sudah menjadi salah satu kandidat kuat peraih gelar Liga Champions dalam beberapa musim terakhir.

Dalam empat edisi terakhir, Bianconerri mampu melaju ke partai puncak Liga Champions. Namun, mereka belum berhasil membawa trofi ‘Si Kuping Besar’ kembali ke Turin setelah kalah dari Barcelona di tahun 2015 dan Real Madrid dua musim berselang.

“Juve selalu memiliki kesempatan untuk menjadi juara Liga Champions di setiap musimnya. Saya rasa, mereka sudah menjadi salah satu dari empat tim dengan peluang terbesar untuk menjadi juara dalam beberapa musim terakhir,” tutur Marcello Lippi kepada Radio Anch’io Sport.

Marcello Lippi - Juventus - Liga Champions - @ChampionsLeague
@ChampionsLeague

“Musim ini, mereka memiliki kesempatan yang lebih besar. Apalagi kini mereka memiliki sosok Cristiano Ronaldo dan membuat Juve kini memiliki skuat yang lebih hebat lagi,” imbuh mantan juru taktik timnas Italia itu.

Di partai perempatfinal, pasukan Max Allegri akan menghadapi tim kuda hitam, Ajax Amsterdam. Meskipun diunggulan, Marcello Lippi mengatakan bahwa Ajax merupakan tim yang sangat berbahaya dan tak bisa dipandang sebelah mata.

“Mungkin ada beberapa pemain yang bersyukur karena mereka hanya akan menghadapi Ajax di partai perempat final. Tapi, Ajax merupakan tim yang luar biasa dan berbahaya.”

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Gagal Total di Piala Asia, Lippi Mundur Sebagai Pelatih Cina

Football5star.com, Indonesia – Kebersamaan Marcello Lippi dengan Timnas Cina resmi berakhir seiring kegagalan mereka di Piala Asia 2019. Pelatih kawakan asal Italia ini megundurkan diri dari pekerjaannya.

Cina tersingkir di perempat final Piala Asia 2019 usai dipermalukan Iran dengan skor 3-0. Hasil ini pun membuatnya mengambil keputusan berani dengan langsung mengundurkan diri.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua orang. Laga kemarin makin mendekati akhir kontrak di sini. Saya merasa sangat terhormat bisa memimpin tim seperti Cina,” ujar Lippi seperti dikutip Football5star.com dari Football Italia, Sabtu (26/1/2019).

China vs Iran - Piala Asia 2019 - @CSLFutbol
@CSLFutbol

Lippi mulai menangani Cina pada 2016 lalu dengan tujuan untuk meloloskan negara Tirai Bambu ke Piala Dunia 2018. Tapi laju mereka terhenti di babak play off.

Walau begitu, itu bukanlah tahun pertamanya menginjakkan kaki di Asia. Sebelumnya ia sudah lebih dulu menangani klub besar Cina, Guangzhou Evergrande. Di sana ia sangat sukses dengan raihan trofi Liga Champions Asia pada musim 2012-2013 dan Liga Super Cina tiga musim beruntun.

Kesuksesan itu pula yang membuat Federasi Sepak Bola Cina menjadikan mantan pelatih Juventus dan Inter Milan ini sebagai pelatih. Ia total sudah menjalanni 31 pertandingan bersama Negara Tirai Bambu ini.

Catatan Lippi tidak terlalu istimewa selama menangani negara Asia Timur ini. Ia hanya mencatatkan 12 kemenangan, delapan kali imbang, serta 11 kekalahan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Lippi Puji Kinerja Mancini di Timnas Italia

Banner Football Live Star

Football5star.com, Indonesia – Pelatih legendaris timnas Italia, Marcello Lippi, mengaku sangat senang dengan kinerja Roberto Mancini bersama Gli Azzurri. Menurutnya, Mancini telah membukakan pintu untuk pemain-pemain muda berbakat Italia.

Semenjak menangani timnas Italia, Mancini memang kerap kali memanggil beberapa pemain muda. Beberapa darah muda yang ia panggil adalah, Nicolo Zaniolo, Bryan Cristante, Lorenzo Pellegrini (AS Roma), Federico Chiesa (Fiorentina) dan Nicolo Barella (Cagliari).

“Saya sangat menyukai penampilan timnas Italia di bawa asuhan Mancini. Ia berani memberikan kesempatan kepada pemain-pemain muda. Hal itu membuat klub-klub Serie A juga mulai memberikan kesempatan kepada pemain muda,” ujar Lippi kepada La Nazione.

Marcello Lippi - Roberto Mancini - TImnas Italia - @Azzurri
@Azzurri

“Salah satu pemain yang menjadi contoh adalah Zaniolo. Setelah Roberto memanggilnya ke skuat timnas, ia mulai mendapatkan menit bermain yang lebih banyak di Roma. Selain itu, ada juga pemain-pemain seperti Chiesa, Barella, Pellegrini dan Cristante yang memiliki potensi besar,” imbuh pria 70 tahun itu.

Saat ini, Mancini baru bisa meraih tiga kemenangan dari delapan partai bersama Azzurri. Namun, Lippi yakin catatan buruk itu akan berubah apabila para pemain muda terus mendapatkan kepercayaan untuk tampil.

“Saat ini, mereka sudah memiliki pemain-pemain dengan kualitas yang sangat bagus. Saya yakin timnas Italia bisa kembali berjaya apabila para pemain muda terus mendapatkan kepercayaan untuk tampil di atas lapangan,” pungkas Lippi.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Lippi Ingin Beristirahat Sejenak Sebelum Kembali Melatih

Banner Football Live StarFootball5star.com, Indonesia – Mantan pelatih timnas Italia, Marcello Lippi, mengaku tak ingin memperpanjang kontraknya bersama timnas China yang akan berakhir pada 31 Januari mendatang. Ia ingin beristirahat sejenak di Italia sebelum kembali melatih.

Dalam lima tahun terakhir, Lippi berkarier sebagai pelatih di China. Ia sempat melatih Guangzhou Evergrande pada periode 2012-2014 sebelum menerima tawaran dari timnas China pada 2016 lalu.

“Federasi sepak bola China telah menawarkan perpanjangan kontrak selama empat setengah tahun. Hal tersebut membuat saya akan mengakhiri karier setelah Piala Dunia 2022. Tapi, saya memutuskan untuk menolak tawaran tersebut.” ungkap Lippi kepada Il Corriere dello Sport.

Marcello Lippi - Timnas Italia - Timnas China
zimbio.com

“Saya ingin beristirahat sejenak di rumah. Selain itu, saya juga harus berada di dalam kondisi mental yang prima apabila ingin melanjutkan karier sebagai pelatih. Saya hanya akan mempertimbangkan tawaran melatih dari klub-klub yang berasal dari Eropa atau Uni Emirat Arab,” imbuhnya menambahkan.

Selama 36 tahun berkarier sebagai pelatih, pria 70 tahun itu telah melanglang buana di dunia sepak bola. Ia sempat melatih klub-klub elit Italia seperti Juventus, Napoli dan Inter Milan. Ia juga sempat melatih timnas Italia pada dua kesempatan yang berbeda pada periode 2004-2006 dan 2008-2010.

Mantan penggawa Sampdoria itu mampu mempersembahkan lima scudetto, satu Coppa Italia dan satu gelar Liga Champions untuk Juventus. Selain itu, ia juga menjadi juru taktik Gli Azzurri yang berhasil menjadi juara Piala Dunia di pada tahun 2006 silam.

Eks Pelatih Juventus Yakin Conte Akan Cocok di Madrid

Banner Football Live StarFootball5star.com, Indonesia – Mantan pelatih Juventus, Marcello Lippi, meyakini bahwa Antonio Conte merupakan sosok pelatih yang tepat untuk menggantikan Julen Lopetegui di Real Madrid. Menurutnya, Conte memiliki kemampuan untuk melatih klub-klub besar.

Dalam beberapa hari terakhir, mantan pelatih Chelsea tersebut diberitakan akan menjadi suksesor Lopetegui di Santiago Bernabeu. Namun, media-media di Spanyol mengabarkan bahwa kedua belah pihak belum mencapai kata sepakat.

Antonio Conte, Real Madrid, julen Lopetegui, Marcello Lippi
Squawka

“Conte memiliki kemampuan teknis dan psikologis untuk menangani klub-klub besar. Jadi, saya rasa ia akan cocok menangani Real Madrid. Saya tak tahu apakah ia tertarik dengan Real Madrid. Tapi, saya yakin ia akan mampu mengembalikan mereka ke jalur kemenangan,” ungkap Lippi dikutip dari FourFourTwo.

Kekalahan memalukan di partai El Clasico akhir pekan lalu menjadi akhir dari petualangan Lopetegui di ibukota Spanyol. Sehari setelah menelan kekalahan tersebut, Los Blancos memutuskan untuk memecatnya dan menunjuk Santiago Solari sebagai pelatih sementara.

Tugas pertama Solari sebagai pelatih sementara Los Blancos adalah membawa Gareth Bale dkk kembali ke jalur kemenangan pada partai Copa del Rey melawan Melilla pada 1 November mendatang. Setelah partai melawan Melilla, Real MAdrid akan menjamu Real Valladolid akhir pekan nanti.

Saat ini, El Real harus segera menentukan pelatih tetapnya untuk menggantikan posisi dari Lopetegui. Pasalnya, aturan di LaLiga menyatakan bahwa setiap klub memiliki waktu dua pekan untuk menentukan pelatih utamanya sebagai pengganti pelatih yang mundur atau dipecat.

Lippi: Juventus Bisa Menangkan Semua Gelar Musim Ini

Banner Footbal Live Star-Football5star

Football5star.com, Indonesia – Mantan pelatih Juventus, Marcello Lippi, buka suara terkait peluang mantan timnya itu musim ini. Seperti diketahui, Si Nyonya Tua belum pernah terkalahkan sampai memasuki akhir Oktober 2018. Di Serie A, skuat asuhan Massimiliano Allegri menang 8 kali dan imbang 1 kali dari 9 laga. Di Liga Champions, Bianconeri juga menyapu bersih 3 kemenangan dari 3 laga.

Terkait laju gemilang mantan timnya itu, Lippi, pelatih Italia saat juara Piala Dunia 2006, yakin Juventus bisa sapu bersih gelar.

“Keyakinan bahwa musim ini akan sangat sukses bagi Juventus sudah terasa sekarang. Kini, mereka bisa menangi segalanya. Saya sudah sempat bicara beberapa kali, mereka sudah lolos ke final 2 kali dalam 4 tahun terakhir. Mereka kini ada di level 3 klub kuat Eropa: Barcelona, Real Madrid, dan Bayern Munich. Sekarang saatnya menyadari bahwa Juventus kini ada di kandidat kuat juara,” ujar Lippi dikutip dari Corriere dello Sport.

Selain memuji kualitas tim, Lippi yang kini menukangi timnas Cina ini juga memuji transfer Cristiano Ronaldo.

Lippi Juventus

“Berlebihan mungkin berbicara soal Juventus akan menjadi calon kuat juara, tapi ini tak lepas dari kebijakan mereka untuk jadi yang terbaik. Lalu musim ini mereka mendatangkan Cristiano Ronaldo, pemain yang luar biasa. Mereka mendatangkan pemain yang sudah memenangkan 5 Ballon d’Or, 5 Liga Champions, dan selalu mencetak minimal 50 gol semusim. Selain Lionel Messi, tidak ada pemain di dunia ini yang bisa samai sensasionalnya Ronaldo,” tegas Lippi lagi.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Bersama Ancelotti, Napoli Bisa Kalahkan Liverpool

Football5star.com, Indonesia – Mantan pelatih Timnas Italia, Marcello Lippi, yakin Napoli bisa mengalahkan Liverpool di laga kedua Liga Champions. Baginya, keberadaan Carlo Ancelotti sebagai pelatih menjadi faktor utamanya.

Liverpool akan bertandang ke markas Napoli, Kamis (4/10/2018) dinihari WIB. Liverpool berada di atas angin pada laga ini mengingat mereka berhasil mengalahkan Paris Saint-Germain pada laga pertama. Sementara Il Partinopei hanya bermain imbang 0-0 di kandang klub Serbia, Crvena Zvezda.

Walau begitu, Lippi meyakini dengan pengalaman yang dimiliki Ancelotti, klub asal Naples itu mampu menjinakkan perlawanan anak asuh Juergen Klopp.

MarcelloLippiChinavNorthKoreaEAFFErHh6RjlvQXjl
zimbio.com

“Ancelotii, bagaimana pun, punya pengalaman yang luar biasa untuk mengalahkan Liverpool dan saya pikir dia bisa melakukan itu. The Reds adalah salah satu klub terbaik di Eropa,” kata Lippi kepada Radio Anch’lo Lo Sport, Senin (1/10/2018).

Selain itu, pelatih yang berhasil membawa Italia juara Piala Dunia 2006 lalu itu memprediksi bahwa kontestan Italia lainnya seperti AS Roma dan Juventus akan menjalani laga mudah. Sedangkan ujian akan didapat Inter Milan saat bertandang ke markas PSV Eindhoven.

“Pertandingan Roma dan Juventus terlihat gampang, sedangkan Inter akan menghadapi klub kuat asal Belanda, itu tidak akan mudah berjalan mudah untuk mereka,” ia menambahkan.

Dari empat tim perwakilan Serie A di Liga Champions musim ini, hanya Inter dan Juventus yang meraih kemenangan pada laga pertama. Sedangkan Napoli hanya bermain imbang dan Roma menelan kekalahan 0-3 dari Real Madrid.

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

 

Tak Ada yang Bisa Nodai Karier Indah Buffon

Football Live Star

Football5star.com, Indonesia – Pelatih legendaris Juventus, Marcello Lippi, percaya tak ada yang bisa menodai karier gemilang Gianluigi Buffon, termasuk kartu merahnya saat menghadapi Real Madrid.

Wasit Michael Oliver memberikan kartu merah kepada Buffon yang dinilai terlalu berlebihan melakukan protes saat melawan Madrid. Sang kapten bereaksi keras karena wasit memberikan penalti pada Los Blancos setelah Mehdi Benatia menjatuhkan Lucas Vazquez pada masa injury time.

Gianluigi Buffon dan Cristiano Ronaldo_AFP
Getty Images

Meskipun mendapatkan kartu merah, namun reputasi Buffon di mata Lippi tetap utuh dan tak ternoda. Selain itu, pria berumur 70 tahun tersebut juga meyakini bahwa sang wasit membuat keputusan yang salah di laga tersebut.

“Tidak ada yang bisa menodai karier hebat Gianluigi Buffon, baik sebagai pemain atau seorang pria. Tidak ada yang mengharapkan permainan seperti lawan Madird. Hal yang sama berlaku untuk AS Roma saat melawan Barcelona. Tapi, Juventus dan Roma luar biasa,” kata Lippi kepada Omnisport.

Gara-gara penalti Madrid, Juventus hanya menang dengan skor 3-1 di Santiago Bernabeu dan tersingkir dari Liga Champions. Bianconeri kalah agregat 3-4 dari Los Blancos.

“Bagi Juventus, hanya ada keputusan yang salah oleh wasit. Menurut saya, ada kesalahan dalam kasus itu, dan itu menghancurkan performa Juventus yang fantastis,” Lippi menambahkan.

Buffon sendiri sudah membela Juventus dalam 29 pertandingan di semua kompetisi musim ini. Ia juga mencatatkan 16 clean sheet.

Lippi Termasuk Kandidat Suksesor Montella

Football5star.com, Indonesia – Nama Marcello Lippi mulai disebut-sebut sebagai salah satu kandidat pelatih AC Milan. Pria berambut putih ini menjadi pesaing Carlo Ancelotti untuk menggantikan posisi Vincenzo Montella.

Menurut laporan surat kabar La Repubblica, Lippi akan melepaskan posisinya sebagai manajer tim nasional China setelah mereka tersingkir dari kualifikasi Piala Dunia 2018. Dia terlihat ada di tribune penonton saat Rossoneri menaklukkan SPAL 2-0 pada 21 September lalu.

Keberadaannya semakin memperkuat spekulasi dia akan menjadi suksesor Montella yang kursinya semakin panas. Rumor bakal tersingkirnya Montella ini setelah Milan kalah dua kali dari enam pertandingan perdana Serie A musim 2017-2018 dan Rossoneri menghadapi jadwal sangat sulit lantaran bertemu AS Roma dan rival sekota, Inter Milan.

Posisi Montella semakin terjepit setelah dia mengakhiri kerja sama dengan pelatih kebugaran yang sudah bersamanya dalam waktu lama, Emanuele Marra.

Nama Ancelotti disebut-sebut sebagai kandidat terkuat setelah dia dipecat oleh Bayern Munich pada Kamis (28/9/2017). Meskipun demikian, Lippi menjadi alternatif karena Ancelotti dikabarkan belum tertarik kembali ke Italia setelah terdepak dari Allianz Arena. Lippi ditengarai akan mendapat kontrak selama beberapa tahun di San Siro.

Atmosfer di stadion yang menjadi markas Milan itu sudah tak terlalu asing bagi Lippi. Pelatih berusia 69 tahun tersebut pernah menjadi pelatih di sana meskipun bersama rival sekota Milan, Inter, dari 1999-2000.

Namun, prestasi paling mentereng Lippi adalah ketika membesut Juventus dalam dua periode berbeda (1994-1999 dan 2001-2004). Bersama Si Nyonya Besar, Lippi memenangi sejumlah trofi bergengsi termasuk Liga Champions.

Sedangkan di level tim nasional, Lippi juga pernah mendapat kepercayaan dari tahun 2004-2006 dan 2008-2010. Dia sempat memimpin Azzurri mengangkat trofi Piala Dunia 2006.

Lippi Sebut Juventus Favorit Juara Liga Champions

Football5star.com, Indonesia – Marcello Lippi menilai Juventus termasuk favorit untuk menjadi juara Liga Champions musim ini. Alasannya, mantan tim besutannya tersebut mengalami kemajuan yang pesat.

Juventus akan bertemu FC Porto pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions, Rabu (22/2/2017). Lippi, pelatih terakhir yang membawa Juventus meraih gelar ini pada 1995-1996, merasa yakin Binconeri bisa terus melaju.

“Apakah salah mengatakan bahwa Juve termasuk favorit? Tidak. Sejak mereka mencapai final pada 2015, mereka lebih kuat sekarang. Itu artinya mereka akan menang,” ujar Lippi dalam wawancara dengan Gazzetta dello Sport.

“Mereka memiliki satu hal besar yang membuat saya yakin, yakni harga diri dan kepercayaan bahwa anda bisa tampil luar biasa melawan tim-tim besar.”

Keyakinan Lippi ini pun didukung fakta bahwa tim-tim favorit bukan tak tersentuh. Bahkan, tim yang ditakutkan berisiko tersingkir, seperti yang dialami Barcelona dan Arsenal pekan lalu. Barca butuh keajaiban setelah kalah 0-4 dari PSG pada leg pertama babak 16 besar, sedangkan Arsenal dibantai 1-5 oleh Bayern Muenchen.

Soal laga melawan Porto, Lippi menilai Juventus mendapat keuntungan karena lebih dulu bermain di kandang lawan. Dengan demikian, mereka bisa meraih keuntungan pada leg kedua di Juventus Stadium.

Liga Italia: Atalanta Bisa Menjadi Leicester-nya Serie A

Football5star.com, Indonesia – Mantan pelatih Juventus yang sekarang melatih timnas Tiongkok, Marcello Lippi, menilai Atalanta bisa seperti Leicester City pada musim lalu.

Lippi menyebut Atalanta memiliki peluang untuk menjuarai Serie-A musim ini. Seperti halnya Leicester pada musim lalu saat meraih trofi juara Premier League. Keberhasilan itu dianggap sebagai sebuah cerita dongeng.

Atalanta kini memang tengah menjadi dongeng di Serie-A. Sejak giornata 6, tim asuhan Gian Piero Gasperini tersebut tak terkalahkan. Bahkan dalam 6 laga terakhir Serie-A secara beruntun, mereka selalu meraih kemenangan.

Tim-tim elite seperti Internazionale Milan, AS Roma, dan Napoli kalah saat menghadapi Atalanta. Sementara Fiorentina hanya bermain imbang 0-0.

“Performa Atalanta pada musim ini membuat saya terkejut dan terkagum. Saya sangat dekat dengan presiden mereka, Percassi. Saya juga dekat dengan pelatih mereka, Gasperini. Saya sendiri punya firasat baik terhadap mereka,” sebut Lippi kepada Radio Anch’io Lo Sport.

Atalanta dalam kiprahnya di Italia, belum pernah juara Serie-A. Satu-satunya gelar yang mereka raih adalah juara Coppa Italia 1962-1963.

“Apakah Atalanta bisa mengikuti jejak Leicester? Tentu saja. Memang sulit, tapi bukan mustahil. Di sepak bola segalanya bisa terjadi, termasuk keberhasilan Leicester juara Premier League musim lalu. Tengok di Bundesliga 1 saat ini, pemimpin klasemen adalah tim promosi RB Leipzig,” imbuh Lippi.

Berita Bola: Peraturan FIGC Halangi Lippi Jadi Direktur Teknik Italia

Marcello Lippi membeberkan bahwa dirinya batal menjadi direktur teknik tim nasional Italia karena terbentur regulasi yang dimiliki federasi.

Lippi sempat ditunjuk untuk menjadi direktur teknis sebagai bagian dari program presiden FIGC, Carlo Tavecchio. Ia mengaku telah bekerja selama beberapa bulan, termasuk mewawancarai para kandidat penerus pelatih Antonio Conte.

Kendati demikian, sosok yang membawa Gli Azzurri menjuarai Piala Dunia 2006 tersebut ternyata tidak bisa melanjutkan jabatannya. Ia harus mengundurkan diri karena anaknya, Davide, bekerja sebagai agen. Berdasarkan peraturan FIGC, seorang agen tidak dapat menjalankan pekerjaannya apabila memiliki anggota keluarga yang bekerja di tubuh federasi.

Lippi menjelaskan bahwa FIGC sebenarnya berniat untuk mengubah peraturan. Namun, ia lebih memilih mematuhi peraturan yang berlaku.

“Saya sudah menandatangani pra-kontrak. Kami hanya tinggal menunggu penunjukkan resmi Giampiero Ventura,” ujar Lippi seperti yang dikutip oleh Football Italia.

“Saya telah bekerja selama beberapa bulan. Saya telah berbicara dengan beberapa kandidat untuk posisi pelatih, seperti Vincenzo Montella.”

“Pada hari kami memperkenalkan Ventura, presiden dan direktur jenderal FIGC memberi informasi kepada saya bahwa peraturan tentan agen sepak bola telah diubah sejak satu setengah tahun yang lalu. Hal ini untuk mencegah seorang agen bekerja jika ia memiliki saudara di federasi. Ini sungguh gila.”

“Mereka mengatakan mereka akan memodifikasi peraturan tersebut, tetapi saya tidak ingin mereka melakukannya. Saya tidak mau ada peraturan yang dibuat untuk menguntungkanku,” tambah dirinya.

Sepak Bola: Lippi Mendukung Investor Cina Akuisisi Saham Milan dan Inter

Dukungan terhadap kemungkinan proses akuisisi saham AC Milan dan Inter Milan oleh investor asal Cina mendapat dukungan dari pelatih legendaris Italia, Marcello Lippi.

Lippi mengaku sangat mendukung jika memang benar ada pengusaha Cina yang berinvestasi ke Milan dan Inter Milan. Bahkan, Milan selangkah lagi akan dibeli oleh investor Cina. Sementara, Suning Grup dikabarkan semakin dekat dengan Inter.

Lippi yang pernah melatih di Cina bersama Guangzhou Evergrande pada 2012-14, sudah sangat tahu betul bagaimana karakter pemilik asal Tiongkok. Hal itu yang melatari dukungannya terhadap proses akuisisi.

“Saya melihat banyak kebingungan dari fans ketika Cina merambah ke Serie A. Saya tak tahu apa alasannya,” ujar dia kepada Gazzetta World.

“Apa perbedaan mereka dengan pengusaha Timur Tengah, Amerika Serikat, dan Rusia? Fans Inter dan Milan tak perlu khawatir. Pengusaha yang ambisius akan datang dan mereka punya cukup uang untuk mendatangkan bintang besar,” tambah dia.

Memang pengaruh pemilik pada klub sepak bola sangat besar saat ini. Milan dan Inter mengalami kesulitan dalam membeli pemain, seiring dengan keuangan yang semakin tipis. Peralihan kepemilikan dari Massimo Moratti ke pebisnis Indonesia, Erick Thohir, pun belum mewujudkan keinginan fans Inter.

Karenanya, kedatangan investor asal Cina dipercaya bisa membangkitkan kembali keuangan klub yang tengah tak seimbang. Apalagi, para pebisnis asal Cina dikenal biasa jorjoran dalam mengeluarkan uang.

Berita Bola: Zidane Sempurna Di Dalam Atau Luar Lapangan

Pujian untuk pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane, datang menyusul performa bagus tim asal ibukota Spanyol itu. Dia disebut oleh mantan pelatih tim nasional Italia, Marcello Lippi, sempurna di dalam atau di luar lapangan.

Bersama Zidane, Madrid memang tampil impresif. Los Blancos sudah melakoni sebanyak 26 pertandingan, 21 kali menang, tiga di antaranya menuai hasil imbang, dua lainnya menelan kekalahan. Dari keseluruhan kemenangan Madrid, 12 di antaranya diraih secara berurutan di Liga Spanyol.

Catatan gol Madrid di bawah asuhan Zidane juga cukup oke. Mereka mampu 70 kali membobol gawang lawan, dan cuma 18 kali kemasukkan gol.

Madrid juga dibawa Zidane lolos ke babak final Liga Champions musim 2015-16 dan akan berhadapan dengan Atletico Madrid di babak final. Laga puncak itu akan berlangsung di San Siro, Minggu (29/5) dini hari WIB.

Kiprah Zidane sebagai pelatih ternyata tak lepas dari pengamatan Lippi. Dia pun memberi pujian tinggi untuk Zidane yang disebutnya bisa tampil sempurna baik saat di luar atau di dalam lapangan pertandingan.

“Sejujurnya dia sudah tampil luar biasa. Zidane merupakan satu-satunya, tak ada seorang pun yang seperti dia,” tegas Lippi di As.

“Dia bisa melakukan apa yang dia inginkan, dia selalu lua biasa. Dia sempurna, baik di dalam maupun di luar lapangan,” tegas pelatih Zidane saat masih sama-sama memperkuat Juventus itu.

Kontrak Calon Pelatih Baru Timnas Italia Sudah Disetujui

Pelan-pelan sosok calon pelatih baru tim nasional Italia pengganti Antonio Conte mulai terkuak. La Gazzetta dello Sport mengklaim pelatih Torino, Giampiero Ventura, yang akan mengisi posisi yang ditinggalkan Conte.

La Gazzetta dello Sport bahkan meyakini Ventura sudah menyetujui kontrak yang ditawarkan Gli Azzurri kepadanya. Dia dilaporkan akan dibayar sebesar dua juta Euro per tahun sebagai pelatih timnas Italia.

Selain itu, Ventura juga sudah diklaim oleh La Gazzetta dello Sport telah menyetujui tim pendampingnya di Gli Azzurri. Nanti Ventura akan dibantu oleh mantan kapten Italia, Fabio Cannavaro, sebagai asisten. Dia pun bakal berkolaborasi dengan eks pelatih Italia, Marcello Lippi, yang duduk sebagai direktur teknik.

La Gazzetta dello Sport menyatakan pertemuan antara Ventura dan Presiden FIGC, Carlo Tavecchio, telah terjadi. Diperkirakan hal itu dilakukan antara hari Senin (16/5) hingga Rabu (18/5) pekan ini.

Akan tetapi, klaim ini masih menunggu kepastian dan pengumuman resmi dari FIGC. Jika benar, Ventura berarti mengalahkan persaingan dari para calon lain seperti Vincenzo Montella, Gianni De Biasi, hingga Roberto Donadoni.

Ventura merupakan salah satu pelatih kawakan di Italia. Dia sudah melatih sejak tahun 1981 di berbagai klub berbeda. Namun, sejak 2011, pria berumur 68 tahun ini menangani Torino yang dibawanya menuai sukses.

Di bawah asuhan Ventura, Torino pernah finis di peringkat ketujuh Serie A pada musim 2013-14. Semusim berikutnya, dia juga mengantar Il Toro menembus babak 16-Besar Liga Europa. Lalu, pada 25 April 2015 lalu, tim didikannya untuk pertama kalinya dalam 20 tahun bisa mengalahkan Juventus yang merupakan rival sekota.

 

 

 

“Juve Masih Akan Mendominasi Liga Italia”

Juventus masih menunjukkan penampilan yang solid di musim ini. Bianconeri diyakini masih akan mendominasi Liga Italia dalam beberapa tahun ke depan.

Juve yang sempat terseok-seok di awal musim ini, akhirnya bisa menjadi juara. Mereka sempat mencatatkan laju tak terkalahkan sejak bulan Oktober 2015 lalu.

Catatan tak terkalahkan dalam 26 pertandingan dengan rincian 25 kali menang dan sekali hasil imbang itu akhirnya terhenti di tangan Hellas Verona. Mereka takluk 1-2, dengan eksekusi penalti ala Panenka yang dilakukan oleh Luca Toni menjadi penyebabnya.

Dengan kiprah yang ditunjukkan oleh Juve musim ini, eks pelatih The Old Lady, Marcello Lippi bilang bahwa tim asal Kota Turin itu masih akan merajai Liga Italia dalam beberapa tahun mendatang. Untuk saat ini, Juve sudah berhasil memenangi sebanyak empat gelar juara Liga Italia secara berurutan.

“Sulit untuk tak mempercayai bahwa mereka tak akan memenangi liga dalam dua atau tiga tahun ke depan,” kata Lippi di Football Italia.

“Musim ini mendukung itu. Mereka tertingal, mereka tampak sudah terlempar dari persaingan, tapi mereka bisa bangkit dan meninggalkan tim lain, menjadi juara dengan gap yang meyakinkan.”

“Mereka memberi para rival keunggulan yang cukup besar di paruh pertama musim, yang bisa membuat mereka tersingkir tapi tetap saja tak bisa melakukannya,” imbunya.

FIGC Akan Pilih Pelatih Terbaik Untuk Italia

Italia akan ditinggal oleh Antonio Conte selepas Piala Eropa. Federasi sepak bola Italia, FIGC, diyakini akan mampu memilih pelatih terbaik untuk menangani Gli Azzurri.

Conte sudah memastikan diri menangani Chelsea untuk musim depan. Dia menegaskan akan menyelesaikan tugasnya untuk memimpin tim nasional Italia di ajang Piala Eropa bulan Juni-Juli mendatang.

Beberapa nama sudah disebut-sebut akan menjadi pelatih Italia yang baru. Mulai dari pelatih Inter Milan, Roberto Mancini, sampai pelatih Bologna yang pernah menangani Italia, Roberto Donadoni.

Sejauh ini, FIGC belum memutuskan siapa yang akan menjadi pelatih Italia yang baru. Sang presiden, Carlo Tavecchio, sudah bilang bahwa akan sulit untuk mencari pengganti Conte.

Lippi yakin bahwa FIGC akan mampu memilih pelatih terbaik. Dia juga menyinggung soal kans Fabio Cannavaro menjadi pelatih Italia yang baru.

“Ada banyak pelatih yang bisa menjadi pengganti (CT) saat ini, Antonio Conte. Setiap hari ada enam, tujuh, delapan nama di surat kabar,” kata Lippi di Football Italia.

“Saya pikir Federasi akan memilih yang paling tepat. Apakah Fabio Cannavaro siap? Saya pikir mereka semua siap. Mereka semua mempunyai karakteristiknya sendiri,” imbuhnya.

Bersama Lippi, Italia meraih prestasi gemilang di Piala Dunia 2006. Mereka sukses menjadi juara saat Piala Dunia digelar di Jerman.

Dikabarkan Bakal Melatih Milan, Lippi: Itu Masih Rumor

Menjelang akhir musim, beberapa nama mulai diisukan bakal menjadi pelatih baru AC Milan pada musim depan, Pasalnya, Cristian Brocchi kemungkinan tak akan dipertahankan. Salah satu yang santer diyakini akan merapat adalah Marcello Lippi

Pelatih legendaris Italia itu sempat dihubungkan dengan Milan dan dianggap sebagai suksesor sempurna Brocchi. Performa Milan yang kurang menggigit sepanjang musim ini menjadi faktor. Bersama Brocchi maupun Sinisa Mihajlovic, I Rossoneri tak mampu berbicara banyak.

Ketika ditanyakan soal peluang, Lippi memang tak lantas menolak atau membantah. Namun, dia juga menyebut hal itu masih sebatas spekulasi.

“Apakah saya akan bergabung dengan Milan? Selalu banyak rumor yang menghubungkan saya dengan pelbagai klub. Tapi, seperti sebelumnya, tak ada kebenaran terkait berita tersebut,” ujarnya kepada Radio Due.

Gosip lain yang beredar adalah, Lippi bakal bergabung dengan Milan untuk mengisi pos direktur dan menjadi mentor Brocchi. Tapi, ada juga yang menganggap dia akan jadi suksesor di kursi pelatih.

Kabar lain di luar Milan, Lippi akan menjadi penasihat Timnas Italia yang sedang bersiap menghadapi Piala Eropa 2016. Namun, sampai sekarang belum ada kejelasan terkait masa depan Lippi. Dia masih menganggur setelah menanggalkan jabatan sebagai Direktur Olahraga di klub Chinese Super League, Guangzhou Evergrande, pada 2015.

Marcello Lippi Kembali Bertugas di Timnas Italia

Marcello Lippi dikabarkan bergabung dengan timnas Italia. Bukan sebagai pelatih, melainkan menjadi supervisor timnas. Jika ini benar, isu Lippi bakal menjadi pelatih baru AC Milan mulai menguap.

Memiliki pengalaman segudang, Lippi bisa menjadi faktor pembeda Gli Azzurri -julukan timnas Italia- yang belum teruji benar lantaran banyak berisi pemain muda. Dia disinyalir akan bekerja di balik layar dan membantu Conte selama gelaran Piala Eropa 2016.

Dilansir Football-Italia, Presiden FIGC, Carlo Tavecchio, juga memiliki rencana agar Lippi bisa membantu menncari nama terbaik yang bisa menggantikan Conte pasca-Piala Eropa 2016 musim panas mendatang.

Tugas Conte memang akan berakhir sampai usai Piala Eropa 2016. Mantan pelatih Juventus itu pun sudah meneken kontrak dengan Chelsea untuk menggantikan peran Guus Hiddink mulai musim panas nanti.

Nama-nama yang diproyeksi menjadi calon pelatih baru Gli Azzurri adalah Gianni de Biasi, Vincenzo Montella, Gian Piero Gasperini, Eusebio Di Francesco, Walter Mazzarri, hingga Giampiero Ventura. Bahkan, Claudio Ranieri pun masuk sebagai salah satu kandidat terkuat berkat keberhasilannya mengangkat Leicester City ke ambang takhta juara Liga Inggris.

Siapa saja yang mendapat tugas, Lippi dan sang pelatih anyar memiliki pekerjaan rumah berat, yaitu membawa kembali Italia ke jajaran top dunia. Karena saat ini, Italia ada di peringkat ke-15 dunia dan keenam di Eropa.

Terakhir Italia merebut titel juara adalah pada Piala Dunia 2006 di Jerman. Semenjak itu, Italia kerap kesulitan menembus babak-babak akhir di turnamen akabar.

Kepastian Lippi menjadi penasihat ini memastikan bahwa Milan tak akan bisa menggaetnya sebagai calon pengganti Cristian Brocchi pada awal musim. Padahal, sebelumnya dia santer dikabarkan bakal mengisi pos penting itu. Kini, Manuel Pellegrini yang akan meninggalkan Manchester City pada akhir musim, mulai dikaitkan dengan Milan.

“Orang Fokus ke Ronaldo, Bukan Zidane”

Mantan pelatih Italia, Marcello Lippi, menganggap kebanyakan orang telah meremehkan posisi Zinedine Zidane sebagai pelatih Real Madrid. Orang-orang lebih fokus ke Cristiano Ronaldo, bukan Zidane.

Lippi pernah menjadi pelatih Zidane ketika sama-sama berada di Juventus. Dari pengamatan Lippi, dia tak mengira Zidane bakal menjadi pelatih seperti sekarang, terlebih di klub sebesar Madrid.

Kendati begitu, Lippi yakin Zidane bisa menjadi pelatih yang baik dan menangani bintang-bintang di Los Blancos, termasuk Ronaldo. Itu karena Zidane sendiri adalah eks pemain bintang.

“Orang-orang meremehkan dia. Saya yakin. Orang fokus pada Ronaldo di lapangan dan melupakan Zidane pelatihnya. Saya tak pernah berpikir Zidane akan jadi pelatih. Saya pernah melatih pemain seperti Deschamps yang saya tahu akan bagus sebagai pelatih. Namun, Zidane bukan salah satunya,” kata Lippi.

“Kendati begitu, saya yakin Zidane bisa baik-baik saja di klub sebesar Real Madrid. Zidane familiar dengan kondisi psikis para pemain top, baik saat kalah maupun menang,” tambah dia.

Lippi juga menyarankan orang-orang untuk tak terlalu cepat memberi penilaian pada Zidane. Menurutnya, tak adil untuk menilai kerja seorang pelatih yang baru didatangkan di tengah musim.

“Terlalu dini untuk menghakiminya. Dia didatangkan di tengah musim, hal itu selalu sulit bagi pelatih. Dia perlu pramusim untuk bekerja dan menyampaikan ide-ide ke para pemain,” tandas Lippi.

Kehadiran Pemain Tua Penting Bagi Juventus

Pelatih kawakan asal Italia, Marcello Lippi, berbicara tentang kekuatan Juventus musim ini. Menurut dia, kehadiran para pemain tua di skuat Bianconeri berarti sangat penting.

Ada tiga pemain yang disebut oleh Lippi, yaitu Gianluigi Buffon, Andrea Barzagli, dan Giorgio Chiellini. Ketiganya masih menjadi tulang punggung tim meski sudah berada di atas usia 30 tahun. Ketiganya adalah pemain kunci Juventus dalam lima musim terakhir dan tetap berperan penting hingga kini.

Di awal musim, Juventus ditinggal oleh Andrea Pirlo, Arturo Vidal, dan Carlos Tevez. Namun, dengan tetap adanya para pemain tua lain, Si Nyonya Tua pun masih mampu bersaing.

“Ketergantungan terhadap pemain lama sangat fundamental. Kehilangan Pirlo, Tevez, dan Vidal bukan hal yang mudah. Mengganti Pirlo dengan Marco Lemina adalah hal yang sama sekali berbeda. Para pemain muda belum punya kemampuan untuk mengatasi kesulitan yang ada,” ujar Lippi.

“Anda butuh Buffon, Chiellini, dan Barzagli untuk mengarahkan tim kembali ke tujuan yang benar,” lanjut dia.

Secara khusus, Lippi membahas mengenai Barzagli yang merupakan salah satu pemain timnas Italia ketika menjuarai Piala Dunia 2006. Saat itu, timnas Italia ditangani oleh Lippi.

“Saya sempat marah pada Barzagli saat dia pindah ke Wolfsburg (pada tahun 2008). Saya kesal dan selama beberapa waktu saya tak mau memanggilnya. Kemudian, dia menyadari bahwa Italia adalah habitat yang pas untuknya. Dia kembali dan menjadi salah satu bek terbaik di dunia,” tandas Lippi.

Lippi: Allegri Sulit Tinggalkan Juventus

Mantan pelatih Juventus, Marcello Lippi, berbicara soal sosok Massimiliano Allegri. Lippi yakin Allegri bakal sulit meninggalkan Si Nyonya Tua meski mendapat godaan dari klub lain.

Selama ini, Allegri dikaitkan dengan kursi manajer Chelsea pada musim depan. Saat ini, Chelsea ditangani manajer interim Guus Hiddink yang hanya akan bekerja sampai akhir musim nanti. Kinerja apik Allegri bersama Juventus memikat manajemen The Blues yang dikabarkan mau memboyongnya ke Inggris.

Namun, Lippi tidak yakin Allegri bakal pergi dari Turin pada akhir musim nanti. Menurut dia, sangat sulit bagi seorang pelatih untuk meninggalkan klub seperti Juventus.

“Saya berteman akrab dengan Allegri. Saya melihat sedikit kemiripan antara saya dengan Allegri. Sama seperti dirinya, saya juga datang ke Juventus pertama kali pada usia 46 tahun. Kami sama-sama bekerja secara nyata dan mempunyai hasrat untuk meraih hal-hal besar,” bilang Lippi.

“Dia ada di arus yang sama dengan klub. Di Juventus, jika ingin memenangkan sesuatu, anda harus berusaha mendapatkan segalanya. Chelsea? Saat anda di Juventus, sangat sulit untuk pergi,” lanjut dia.

Allegri datang ke Juventus pada pertengahan tahun 2014 untuk menggantikan Antonio Conte. Sempat diragukan oleh para pendukung Bianconeri, Allegri ternyata mampu menuai sukses. Dia membawa Gianluigi Buffon dkk ke podium juara Liga Italia untuk yang keempat kalinya secara berturut-turut.

Selain itu, Allegri sukses mengantar Juventus berprestasi di Eropa dengan menjadi runner-up Liga Champions 2015. Itulah hal yang gagal diraih Conte selama tiga tahun melatih Juventus.

Inter Merosot, Mancini Tertekan

Pelatih kawakan Italia, Marcello Lippi, berkomentar soal Inter Milan yang mengalami penurunan performa belakangan ini. Terakhir, Inter ditahan imbang 3-3 oleh Hellas Verona.

Pada paruh pertama, I Nerazzurri tampak menjanjikan dengan cukup lama memuncaki klasemen. Inter tampak solid dan rutin mengoleksi kemenangan demi kemenangan. Namun, itu dulu. Belakangan ini, Mauro Icardi dkk lebih akrab dengan hasil negatif, entah itu hasil seri atau kekalahan.

Dalam enam laga terakhir di Liga Italia, Inter hanya sekali meraih kemenangan. Rentetan hasil buruk itu pun membuat posisi Inter merosot ke peringkat keempat.

Menurut Lippi, performa Inter yang merosot membuat pelatih Roberto Mancini tertekan. Hal itu tampak dari raut muka Mancini dan berpengaruh pada persoalan taktik di tubuh Inter.

“Apakah Mancini tampak sedikit bingung dalam beberapa laga terakhir? Anggap saja dia memang agak tertekan belakangan ini. Mancini terlihat gugup, tapi itu bukan persoalan besar. Tekanan berat selalu menggelayuti para pelatih yang punya banyak pengalaman,” bilang Lippi.

“Persoalan di Inter bukan hanya psikologis, tapi juga taktikal. Mereka kebobolan tiga kali dari situasi bola mati saat melawan Verona. Itu tak ada hubungannya dengan aspek psikologis,” tambah dia.

Jika pada paruh pertama Inter memiliki pertahanan yang solid, hal itu tak tampak di paruh kedua. Saat ini, Juventus yang menjadi tim paling jarang kebobolan di Liga Italia.

Lippi Sebut Tak Ada Favorit Peraih Scudetto Musim Ini

Napoli dan Juventus sudah mulai meninggalkan pesaing-pesaingnya di klasemen Liga Italia. Di antara dua tim itu, tak ada yang disebut sebagai favorit peraih scudetto.

Napoli saat ini ada di posisi pertama klasemen dengan raihan 53 poin. Mereka berjarak dua angka dari Juve yang ada di posisi dua.

Sementara itu, Fiorentina ada di posisi tiga dengan raihan 45 poin. Inter menempati posisi berikutnya dengan koleksi sebesar 41 poin. Dengan komposisi klasemen seperti itu, persaingan untuk mendapatkan scudetto diprediksi cuma akan melibatkan dua tim, Napoli dan Juve.

Akan tetapi, anggapan itu ditolak oleh eks pelatih Juve, Marcello Lippi. Dia bilang musim masih panjang. Bahkan, eks pelatih tim nasional Italia itu juga meyakini bahwa pertandingan antara Bianconeri melawan Partenopei pekan depan tidak akan menentukan. Pertandingan itu akan berlangsung di Juventus Stadium.

“Napoli atau Juve untuk scudetto? Empat atau lima hari Minggu sebelumnya, tim lain sedang melaju dan yang lain bisa bangkit,” kata Lippi di Football Italia.

“Bahkan, pertandingan antara Napoli dan Juventus tidak akan menentukan, karena musim masih sangat panjang.”

“Juventus? Saya membuat gurauan bahwa mereka membiarkan rival mereka start lebih dulu setelah menjadi juara dalam beberapa tahun terakhir. Tapi, satu-satunya yang mengambil keuntungan adalah Napoli,” imbuh pelatih yang juga pernah menangani Inter Milan itu.