Dipinjamkan Berkali-kali, Marko Grujic Akhirnya Resmi Dilepas Liverpool

gamespool
Dipinjamkan Berkali-kali, Marko Grujic Akhirnya Resmi Dilepas Liverpool 3

Football5Star.com, Indonesia – Liverpool akhirnya resmi menjual pemainnya, Marko Grujic ke Porto setelah dipinjamkan empat kali ke berbagai klub. Grujic sebenarnya adalah pembelian pertama Juergen Klopp sebagai pelatih The Reds, namun pembelian pertamanya itu bisa dibilang gagal.

Marko Grujic direkrut oleh Liverpool pada Januari 2016 dari Crvena Zvezda. Perekrutan sebenarnya berjalan alot karena sang ayah menolak Grujic yang saat itu berusia 20 tahun untuk pindah ke Liverpool. Asisten Klopp, Zeljko Buvac, bahkan harus terbang ke Belgrade untuk meyakinkannya.

Grujic saat itu direkrut dengan harga 5,1 juta pounds dan langsung kembali dipinjamkan ke Crvena Zvezda dan tampil apik dengan mengantarkan timnya juara liga dan masuk ke daftar Tim Terbaik Liga Serbia musim itu.

Namun, setelah berkostum Liverpool, Grujic terus menerus dipinjamkan. Pertama ke Cardiff City, lalu ke Hertha Berlin, dan terakhir ke Porto. Klub terakhir, Porto akhirnya memutuskan untuk mempermanenkan pemain timnas Serbia itu dengan harga 10,5 juta pounds menurut laporan Football5Star.com dari BBC. Musim lalu, Grujic bermain 36 kali di semua kompetisi untuk Porto dan mencetak 2 gol.

“Semua orang di Liverpool FC berterima kasih kepada Marko atas kontribusinya kepada klub dan mendoakan yang terbaik untuk kariernya di masa depan,” tulis pernyataan Liverpool di laman resminya.

Marko Grujic hanya bermain total 16 kali bersama Liverpool dan mencetak 1 gol di Piala Liga. Walaupun direkrut 6 tahun lalu, Grujic hanya bermain untuk Liverpool satu musim penuh pada musim pertamanya, 2016-17.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Pemain Pinjaman Liverpool Ingin Porto Ulangi Kesuksesan Era Mourinho

gamespool
Pemain Pinjaman Liverpool Ingin Porto Ulangi Kesuksesan Era Mourinho 7

Football5star.com, Indonesia – Pemain pinjaman Liverpool, Marko Grujic yakin Porto akan mampu mengalahkan Chelsea di leg pertama babak perempat final Liga Champions, Kamis (8/4/2021). Grujic pun ingin Porto bisa mengulang kesuksesan saat dilatih Jose Mourinho pada 2003.

“Mengapa kita tidak bisa melakukan sesuatu yang istimewa lagi. Kami tahu tidak ada pertandingan yang mudah pada fase gugur kompetisi ini, tapi kami telah menunjukkan bahwa kami bisa melakukannya di musim ini,” kata Grujic seperti dikutip Football5star.com dari Goal, Rabu (7/4).

Pemain Pinjaman Liverpool Ingin Bawa Porto Bisa Ulangi Kesuksesan Era Mourinho

Pemain pinjaman Liverpool itu juga memiliki keyakinan dengan kapasitas Sergio Conceicao sebagai pelatih. Grujic yakin Conceicao akan tetap bertahan di Porto pada musim depan.

“Ada banyak spekulasi tentang apakah dia akan pergi pada musim panas atau bertahan. Tapi apapun yang terjadi, dia berpotensi untuk menjadi pelatih besar dalam lima atau sepuluh tahun ke depan,” tambahnya.

“Dia sangat termotivasi, sangat agresif dengan pemain. Dia sangat displin. Dia tidak bermain secara defensif, tapi dia lebih suka timnnya bermain secara teratur dan displin,”

“Aturan nomor satu darinya ialah jangan kebobolan gol dan jelas itu memberi Anda peluang untuk memenangkan pertandingan,” tambah Grujic.

Selain soal Sergio Conceicao, Grujic juga sangat senang bisa bermain satu tim dengan Pepe. Menurutnya, Pepe merupakan pemain senior yang banyak memberi masukan untuk pemain muda.

“Dia adalah orang yang membawa maju setiap pemain lain di tim dan seorang pria yang telah dapat Anda pelajari sebagai pemain muda. Dia adalah pemimpin sejati, pemenang sejati dan seseorang yang pantas untuk diikuti,”

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Dedryck Boyata Bantah Cium Marko Grujic Saat Hertha Berlin Cetak Gol

terassd
Dedryck Boyata Bantah Cium Marko Grujic Saat Hertha Berlin Cetak Gol 10

Football5Star.com, Indonesia – Bek Hertha Berlin, Dedryck Boyata, membantah bahwa dirinya mencium Marko Grujic saat lakukan selebrasi gol Hertha. Dia mengungkapkan dirinya hanya menjelaskan instruksi taktik kepada Grujic dan itu terjadi sebelum terjadinya gol.

Hertha menang 3-0 melawan Hoffenheim pada laga Bundesliga, Sabtu (16/5/20) yang kembali dilanjutkan setelah terhenti Maret lalu karena pandemi virus corona.

Tetapi banyak sekali tindakan pencegahan yang harus dilakukan dalam pertandingan. Beberapa diantaranya adalah pemain pengganti harus duduk berjauhan dan memakai masker. Namun Boyata nampak melakukan sesuatu yang dianggap melanggar peraturan selama pandemi. Yaitu mencium salah satu rekannya.

https://www.instagram.com/p/CASqIWZj-rU/

Tetapi Boyata menjelaskan bahwa yang dilakukannya itu bukanlah mencium, tetapi menjelaskan instruksi tentang bola mati.

“Itu bukan ciuman, bukan selebrasi. Saya minta maaf karena meletakkan tangan saya di wajah @grujicmarko. Saya memberinya instruksi tentang bola mati,” ucap Boyata seperti dikutip Football5Star.com dari Instagram pribadi Dedryck Boyata.

Mantan pemain Manchester City itu melanjutkan, “kami harus berhati-hati sekarang karena kami bermain dalam situasi ini (pandemi virus corona). Kami harus menyesuaikan cara bermain kami atau saat melakukan selebrasi.”

Pelatih Hertha, Bruno Labbadia sendiri sudah membela apa yang dilakukan Boyata di lapangan.

“Emosi adalah bagian tak terpisahkan dari sepak bola. Tanpa itu, kami tak perlu bermain. Kami tak dapat mencegah hal itu. Lagi pula, protokol dari DFL hanyalah rekomendasi,” ucap Labbadia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156435′ ]

Bruno Labbadia Bela Pemain Hertha yang Cium Rekannya di Lapangan

terassd

Football5Star.com, Indonesia – Hertha Berlin menggebrak saat Bundesliga 1 kembali bergulir, Sabtu (16/5/2020). Tim asuhan Bruno Labbadia menang 3-0 di kandang TSG 1899 Hoffenheim. Mereka menang berkat gol-gol yang dicetak Vedad Ibisevic, Mateus Cunha, dan bunuh diri Kevin Akpoguma.

Akan tetapi, bukan itu yang membuat Hertha Berlin jadi sorotan. Ulah beberapa pemain asuhan Labbadia yang melanggar prinsip pembatasan fisik jadi buah bibir. Apalagi, salah satunya sangat ekstrem. Bek Dedryck Boyata mencium pipi gelandang Marko Grujic setelah gol bunuh diri Akpoguma.

Aksi para pemain asuhan Bruno Labbadia itu melanggar protokol yang dibuat Deutscher Fussball Liga (DFL) terkait Virus Corona. Dalam protokol itu antara lain disebutkan, para pemain diminta tak melakukan perayaan gol bersama-sama, bersalaman, dan berpelukan. Menariknya, tak ada hukuman yang dijatuhkan kepada Die Alte Dame.

Dedryck Boyata mencium Marko Grujic saat Hertha Berlin menghajar TSG 1899 Hoffenheim.
dailymail.co.uk

Mengenai hal itu, Bruno Labbadia tak tutup mata. Namun, dia tetap membela para pemainnya. Menurut dia, itu adalah luapan emosi yang alami dan harus dimaklumi. Dia pun memastikan aksi para pemainnya itu tak berbahaya.

“Jujur saja, saya tahu perhatian semua orang kini tertuju kepada kami. Namun, kami hingga kini telah enam kali menjalani tes, terakhir kemarin (15/5/2020), dan hasilnya selalu negatif,” urai Bruno Labbadia selepas pertandingan seperti dikutip Football5Star.com dari Sport1.

Eks pelatih VfL Wolfsburg itu menambahkan, “Emosi adalah bagian tak terpisahkan dari sepak bola. Tanpa itu, kami tak perlu bermain. Kami tak dapat mencegah hal itu. Lagi pula, protokol dari DFL hanyalah rekomendasi.”

Seperti dikatakan Labbadia, Hertha Berlin dipastikan jadi sorotan. Mereka sangat mungkin dinilai abai terhadap pandemi Virus Corona. Sebelumnya, kecaman bertubi-tubi datang ketika Salomon Kalou terlihat melakukan kontak fisik dengan rekan-rekan setim dan staf klub dalam sebuah rekaman video yang beredar di media sosial.

[better-ads type=’banner’ banner=’156435′ ]

Bintang Hertha Berlin Incar Satu Tempat di Skuat Liverpool

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Bintang Hertha Berlin, Marko Grujic, mengatakan bahwa dirinya tak ingin berlama-lama bermain di Jerman. Ia pun yakin akan mendapatkan satu tempat di skuat Liverpool suatu hari nanti.

Musim ini, Grujic memang kembali bermain dengan status pinjaman bersama Hertha Berlin dari Liverpool. Ia pun berhasil memanfaatkan kesempatan ini dengan raihan dua gol dari tujuh penampilan di Bundesliga.

“Tak mudah memang menembus tim utama Liverpool. Saya yakin akan bisa mengenakan seragam kebesaran Liverpool di masa depan. Tapi, saya harus mendapatkan banyak pengalaman sebelum bisa mengenakannya,” ujar Marko Grujic dikutip dari Sky Sports.

Marko Grujic - Liverpool - Hertha Berlin - @grujicmarko
instagram.com/grujicmarko

“Saya ingin terlebih dahulu meningkatkan performa saya secara fisik. Selain itu, saya juga ingin meningkatkan konsentrasi. Saya ingin kembali ke Liverpool dalam keadaan yang lebih baik dan menembus skuat utama,” ujar Grujic menambahkan.

Meskipun harus kembali menimba ilmu di Bundesliga, Grujic sama sekali tak menyesali keputusan tersebut. Ia pun mengakui bahwa keputusan untuk berkarier di Bundesliga merupakan masukan dari Juergen Klopp.

Juergen Klopp mengatakan kalau bermain di Bundesliga akan menjadi kesempatan untuk meningkatkan kemampuan saya. Bundesliga merupakan salah satu liga terkuat di dunia dan Hertha Berlin adalah klub besar.”

“Hal terpenting bagi saya saat ini adalah, mendapatkan menit bermain reguler dan Klopp juga berpesan agar saya bertarung agar bisa mendapatkan tempat di tim utama,” tandas Grujic.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Juergen Klopp Buat Marko Grujic Bertahan di Bundesliga

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Pemain muda milik Liverpool, Marko Grujic mengatakan bahwa saran dari Juergen Klopp lah yang membuatnya memutuskan untuk tetap bertahan di Hertha Berlin. Ia pun yakin akan bisa menunjukkan penampilan terbaiknya untuk Hertha pada musim 2019-20 nanti.

Marko Grujic datang ke Hertha Berlin dengan status pinjaman pada musim 2018-19 lalu. Namun, pemain asal Serbia itu gagal menunjukkan penampilan terbaiknya karena sempat menepi selama beberapa pekan akibat cedera pergelangan kaki.

“Saya sempat pergi ke Liverpool selama beberapa hari untuk menjalani tes medis di akhir musim 2018-19. Saat ini, saya memang masih terikat kontrak bersama Liverpool hingga tahun 2023. Tapi, kami memiliki pandangan yang serupa,” kata Marko Grujic dikutip dari laman resmi Bundesliga.

Marko Grujic - Hertha Berlin - Juergen Klopp - Liverpool
The Boot Room

“Musim lalu, saya gagal menunjukkan performa terbaik di Hertha karena cedera. Juergen Klopp dan saya setuju untuk memperpanjang masa pinjaman saya di Hertha. Agar perkembangan saya sebagai pesepak bola bisa terus berlanjut pada musim 2019-20 nanti,” kata pemain 21 tahun itu.

Selain saran dari Juergen Klopp, ada satu hal lain yang membuat Marko Grujic memutuskan untuk tetap bertahan di Berlin. Hal itu adalah, penunjukan pelatih Ante Covic untuk menggantikan Pal Dardai.

“Ante adalah orang pertama dari Hertha yang menghubungi saya di musim panas lalu. Dia menjelaskan rencana yang dimiliki pihak klub untuk saya. Hal itu adalah alasan terkuat saya untuk tetap bertahan di sini. Saya sangat senang karena dia merupakan pelatih Hertha untuk musim depan,” tandasnya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156435′ ]

Ditaksir Cardiff, Grujic Merasa Terhormat

Banner Footbal Live Star-Football5star

Football5star.com, Indonesia – Gelandang milik Liverpool, Marko Grujic, merasa terhormat karena diminati oleh Cardiff City. Namun, ia belum ingin memastikan dimana ia akan bermain musim depan.

Musim lalu, Grujic bermain di Cardiff dengan status pinjaman dari Liverpool. Selama 6 bulan bermain di Wales, ia mampu mencetak 1 gol dari 14 penampilan. Ia juga sukses membawa The Bluebirds meraih tiket pomosi ke Premier League.

Marko Grujic - Cardiff City - Football5star - twittercomthegrangeend
twitter.com/thegrangeend

“Saya telah melihatnya di berbagai surat kabar dan berita televisi. Tentu saja ketertarikan mereka membaut saya merasa terhormat. Hal tersebut menandakan bahwa mereka sangat senang dengan penampilan saya dan ingin membawa saya kembali,” ujar Grujic kepada Sky Sports News.

“Tapi, saya belum ingin mengatakan dimana saya akan bermain musim depan. Saat ini, saya berlatih untuk memperebutkan tempat utama di Liverpool. Saya masih memiliki kontrak 3 tahun di sini. Saya juga belum membicarakan masa depan saya dengan manajer dan para petinggi klub,”  lanjut pemain asal Serbia itu.

Grujic merupakan salah satu pemain yang dibawa oleh Juergen Klopp untuk mengikuti turnamen pramusim, International Champions Cup, di Amerika Serikat. Di partai melawan Manchester City, 26 Juli silam, ia ditampilkan sbeagai pemain pengganti. Ia dimasukkan di menit ke-62 untuk menggantikan posisi dari Nathaniel Clyne.

Grujic Siap Rebut Tempat Utama di Liverpool

Football Live Star

Football5star.com, Indonesia – Sektor gelandang Liverpool saat ini sudah cukup diisi pemain-pemain hebat. Adam Lallana, ALex Oxlade Chamberlain, Jordan Henderson menjadi nama-nama yang masih mengisi lini tengah The Reds.

Itu belum termasuk dengan dua rekrutan anyar Liverpool di bursa transfer musim panas kali ini. Ya, anak asuh Juergen Klopp baru saja merekrut Naby Keita dan Fabinho untuk menguatkan lini tengah mereka.

Dengan menumpuknya lini tengah Liverpool, membuat kesempatan untuk para pemain muda tampil cukup minim. Kesempatan yang minim itu juga dirasakan oleh gelandang Liverpool asal Serbia, Marko Grujic.

hd marko grujic 17m4jno1t791t1eqroqohervz5
Gelandang Liverpool Marko Grujic (Getty Images)

Saking tak dapatnya kesempatan, Grujic bahkan sampai dipijamkan ke Cardiff City musim lalu. Wajar memang, karena sejak datang pada tahun 2014 lalu, Grujic hanya bermain 14 kali bersama Liverpool. Pemain berusia 22 tahun itupun tak puas dan memilih untuk dipinjamkan.

Nah, pada musim ini, Grujic kembali ke tim utama Liverpool. Kali ini, Grujic tak mau lagi dipinjamkan oleh Liverpool melainkan ia ingin sekali untuk bermain di tim utama Liverpool untuk musim depan.

“Sekarang, saya pemain Liverpool dan saya ingin menunjukan yang terbaik dalam diri saya kepada Juergen Klopp,” tutur Grujic dilansir Goal International.

“Setelah tur pramusim di Amerika Serikat ini kami akan menjalani pemusatan latihan di Prancis dan di sana saya akan mencoba memberikan yang terbaik dan nanti kita akan melihat apa yang terjadi,” tutup Grujic.

Cardiff Masih Ngebet Pinjam Grujic Dari Liverpool

Football5star.com, Indonesia – Ambisi Cardiff City untuk meminjam Marko Grujic dari Liverpool masih belum padam. Lewat sang manajer, Neil Warnock, The Bluebirds, kembali ingin memakai jasa pemain asal Serbia tersebut.

Musim lalu, Grujic juga sempat menjalani peminjaman bersama klub yang bermarkas di Cardiff City Stadium tersebut. Kini, Warnock menegaskan, pihaknya masih optimistis untuk membawa pemain yang bersangkutan ke Wales.

Neil Warnock - Cardiff City
gettyimages

“Aku sudah berbicara pada Marko mengenai hal ini dan kami berdua masih optimistis. Tapi, kami masih harus menunggu hingga beberapa hari ke depan. Semuanya masih tergantung negosiasi,” kata Warnock dikutip dari BBC.

“Jika dia tidak bisa bertahan di sana (Liverpool), jalan terbaik adalah dengan bergabung bersama kami. Ada kontrak yang mengganjal tapi aku yakin semuanya bisa selesai tepat waktu,” lanjut pria 69 tahun tersebut.

Grujic dibeli Liverpool dari Red Star Belgrade pada musim panas 2015 dengan banderol 6 juta pounds. Namun, sejauh ini penampilannya masih belum memuaskan manajer The Reds, Juergen Klopp.

Selama berseragam Liverpool, Grujic baru tampil sebanyak 14 kali dan belum mencetak satu gol pun. Masa depannya di Anfield tak kunjung cerah setelah diberitakan masuk ke dalam daftar jual klub bersama beberapa pemain lainnya.

Grujic Ungkap Dua Alasan Tinggalkan Liverpool

Football5star.com, Indonesia – Gelandang Liverpool, Marko Grujic, mengungkapkan dua alasan di balik keputusannya meninggalkan Stadion Anfield.

Grujic hijrah ke Cardiff City dengan status pinjaman selama enam bulan pada Januari 2018. Meski harus bermain di kasta kedua kompetisi Inggris, dia sama sekali tidak menyimpan penyesalan.

Pasalnya, Grujic berharap bisa mendapat jam bermain yang lebih banyak demi mendapat panggilan timnas Serbia untuk berlaga di Piala Dunia 2018.

Selain itu, mantan penggawa Red Star Belgrade tersebut berharap bisa mengembangkan kemampuannya selama memperkuat klub berjuluk The Bluebirds.

“Tampil di Piala Dunia adalah salah satu alasan saya bergabung (dengan Cardiff),” kata Marko Grujic, seperti dilansir Wales Online.

“Akan tetapi, alasan utama dalah mengembangkan permainan saya sebagai pemain berusia 21 tahun. Piala Dunia adalah salah satu turnamen terbesar untuk semua pemain, tetapi akan sulit mendapatkan posisi,” imbuhnya.

“Saya berusia 21 tahun. Bermain di Premier League dan Divisi Championship adalah hal yang hebat,” tutur Grujic.

“Saya mendapatkan panggilan untuk dua laga uji coba Serbia dan semoga akan berada di Piala Dunia,” ujarnya.

Liverpool merekrut Marko Grujic dari Red Star seharga 6,3 juta pounds pada Januari 2016. Bersama The Reds, dia cuma bermain sebanyak 14 kali dalam berbagai ajang dengan catatan satu assist.

Grujic Harus Keluar dari Liverpool Januari Mendatang

Football5Star.com, Indonesia – Tak kunjung mendapat tempat utama di tim Liverpool, Marko Grujic diminta untuk keluar dari Anfield. Melalui agennya, Zoran Stojadinovic, ia menilai gelandang berusia 21 tahun itu harus dipinjamkan ke klub lain Januari mendatang agar dapat porsi bermain lebih banyak.

Grujic baru tampil 13 kali sejak kepindahannya dari Red Star Belgrade ke Liverpool pada Januari 2016. Musim ini, ia baru tampil lima kali dan belum pernah menjadi starter di Premier League.

Stojadinovic menyatakan ia tak akan membiarkan kliennya itu membuat kesalahan seperti Lazar Markovic, yang masih bertahan bersama The Reds kendati tak mendapat kesempatan bermain. Ia ingin pemainnya bernasib lebih baik dan bisa kembali untuk skuat utama musim depan.

grujic
pinterest.com

“Grujic harus pergi ke tempat lain pada Januari dengan status pinjaman. Ia harus berada di tim yang bisa memberinya kesempatan bermain. Tapi tetap harus Liga Inggris agar tidak seperti Markovic yang kembali ke Portugal,” Ujar Stojadinovic kepada Blic, Senin (27/11/2017).

“Dengan berganti Negara, maka gaya permainan sepak bola, temperamen, dan iklim pun berubah, sehingga ketika kembali ke Liverpool sudah seperti misi yang tak mungkin tercapai,” tambahnya.

Namun, sang agen tidak begitu yakin apakah Liverpool mengizinkan Grujic hengkang. Mengingat Klopp sangat menyukainya. “Grujic sangat diapresiasi di sini, sehingga ia tak bisa ke mana-mana, karena mereka tak ingin melepas dia,” tuturnya.

Liga Inggris: Marko Grujic Siap Buktikan Diri di Liverpool

Football5star.com, Indonesia – Gelandang muda Serbia Marko Grujic siap membuktikan kemampuannya di Liverpool musim depan. Ia ingin mencuri perhatian Manajer Jurgen Klopp.

Liverpool menang 4-0 atas Tranmere Rovers dalam laga uji coba., Kamis (13/7/2017). Dalam laga itu, Grujic tampil selama 45 menit dan menyumbangkan satu gol.

“Seperti musim lalu, aku mencetak gol di pertandingan pertama kami. Senang bisa mencetak gol, tapi ada banyak pekerjaan di depan kami. Aku memulai dengan benar-benar hebat di pramusim sebelumnya dan kemudian aku mengalami dua cedera yang sangat buruk di tahun baru,” kata Grujic di Soccerway.

Grujic musim lalu hanya bisa lima kali membela Liverpool. Pemain 21 tahun itu kemudian mengalami cedera parah saat pertengahan musim

“Aku banyak bekerja untuk kembali dan kemudian aku merasa sangat baik, tubuhku dan segalanya. Aku dapat mengatakan bahwa ini adalah tahun yang baik bagiku secara pribadi, karena aku berkembang dengan sangat baik dan aku mempersiapkan diri untuk musim keduaku, yang seharusnya jauh lebih baik.”

“Dari sudut pandangku, aku sekarang jauh lebih baik daripada saat pertama datang ke Liverpool, baik secara fisik dan sepak bola juga. Aku akan mencoba menunjukkannya sesegera mungkin dalam beberapa pertandingan berikutnya dan menunjukkan kepada semua anggota staf bahwa aku siap berada di skuat dan dapat membantu tim mencapai beberapa hal bagus,” Grujic menambahkan.

Gelandang Liverpool Jadi Target Dinamo Zagreb pada Musim Panas 2017

Penasihat Dinamo Zagreb, Zdravko Mamic, mengakui ketertarikannya kepada gelandang Liverpool, Marko Grujic.

Liverpool merekrut Grujic dari klub Serbia, Red Star Belgrade, pada Januari 2015. Dia direkrut dengan banderol sekitar enam juta pounds dan baru bergabung dengan The Reds pada awal musim 2015-16 setelah langsung dipinjamkan kembali ke Red Star selama enam bulan.

Performa Grujic bersama Liverpool belum bersinar. Pasalnya, gelandang berusia 20 tahun itu beberapa kali didera cedera dan baru tampil lima kali dalam semua kompetisi sepanjang musim ini.

Situasi Grujic di Liverpool coba dimanfaatkan Dinamo. Mamic mengisyaratkan bakal melakukan pendekatan dengan The Reds untuk meminjamkan Grujic pada musim panas 2017 mendatang.

“Saya ingin membeli Andrija Zivkovic dari Benfica dengan banderol lima juta euro, tetapi saya gagal,” tutur Mamic, seperti dikutip dari media Serbia, Blic.

“Sekarang, saya ingin mendapatkan Marko Grujic dari Liverpool dengan status pinjaman,” sambung Mamic.

Jika tak kunjung menunjukkan kualitasnya, bukan mustahil Grujic bakal dilepas ke Dinamo. Dia bisa dijadikan alat tukar untuk gelandang Dinamo, Ante Coric, yang kabarnya dilirik Juergen Klopp.

Liga Inggris: Marko Grujic Pilih Liverpool Berkat Saran dari Pemain Chelsea

Sebagai pemain Chelsea, cukup aneh rasanya jika Nemanja Matic menyarankan teman dekatnya untuk bergabung dengan Liverpool yang notabene klub rival. Namun, hal itu yang dilakukan Matic kepada Marko Grujic.

Siapa sangka, Grujic ternyata memutuskan bergabung dengan The Reds berkat saran dari Matic. Menurut Grujic, Matic-lah yang menjelaskan betapa menggairahkan permainan Liverpool.

Pemain berusia 20 tahun ini didatangkan oleh The Reds dari Red Star Belgrade. Dia diikat oleh Liverpool selama lima musim. Sebelumnya, ada keraguan ketika Grujic mendapat tawaran Liverpool. Pada usia muda, dia khawatir pindah klub malah akan menurunkan performanya.

Akan tetapi, hal itu berubah setelah dia berbicara dengan Matic. Rekan setimnya di timnas Serbia itu meyakinkannya untuk bergabung bersama The Reds.

“Nemanja (Matic) adalah teman baik saya. Dia mulai di klub yang sama seperti saya dan merupakan salah satu pemain kunci untuk tim nasional,” kata Grujic dikutip Four Four Two.

“Dia bermain di posisi yang sama seperti saya dan saya ingin bermain sebagai pasangannya di tengah lapangan untuk Serbia bersama dia. Saya bisa belajar banyak dari dia,” sambungnya.

Saat di pelatihan timnas Serbia, Grujic sempat bimbang menentukan pilihan mengenai tawaran Liverpool. Seketika, dia berbicara dengan Matic yang memang sudah cukup mengenal sepak bola Inggris bersama Chelsea.

“Kami berbicara banyak selama di pelatihan tentang sepak bola Inggris, pemain lain di Premier League dan dia mengatakan kepada saya hal yang sangat positif,” urai Grujic.

“Kata dia, saya harus beradaptasi dan saya harus menunggu beberapa bulan sebelum saya mendapatkan kesempatan saya. Dia mengatakan ketika saya mendapatkannya, saya akan menjadi pemain besar,” paparnya lagi

Selain Matic, ternyata Grunjic juga meminta masukan dari kolega lain seperti Alexandar Kolarov dan Lazar Markovic.

“Ketika saya pertama kali mendengar Liverpool menginginkan saya, saya menelepon Nemanja, Lazar dan Aleksandar Kolarov dan mereka semua mengatakan kepada saya, ‘Anda harus masuk untuk bermain di sana’. Jadi sekarang saya sangat bersemangat,” tandasnya.

Berita Bola: Grujic Sempat Hilang Ingatan Usai Berbenturan Kepala dengan Traore

Insiden pada laga Chelsea melawan Liverpool di International Champions Cup (ICC) 2016 tak hanya tackle keras Cesc Fabregas kepada Ragnar Klavan. Gelandang Liverpool Marko Gujic, pun sempat hilang ingatan sejenak akibat mengalami benturan.

Grujic harus dilarikan ke rumah sakit setelah laga melawan Chelsea dimana The Reds takluk 0-1. Pada akhir babak pertama, Grujic berbenturan kepala dengan Bertrand Traore dan disinyalir mengalami gegar otak ringan.

Manajer Liverpool, Juergen Klopp, terlihat sangat khawatir dengan kondisi Grujic. Hal itu disampaikan dalam keterangan pers seusai laga.

“Masalah terbesar saya pada laga tadi adalah Grujic yang harus ke rumah sakit. Dia tak mengingat apa-apa. Hal tersebut jelas kurang baik baik seorang pemuda seperti dia,” jelas Klopp.

“Cedera terjadi di pramusim, itu bukan hal yang tak normal. Dia sedikit tidak beruntung tapi jelas tak baik untuk tim secara keseluruhan,” tambah dia.

Klopp juga mengungkapkan mengapa timnya bisa kalah pada laga itu. Padahal secara penguasaan bola, Liverpool berhasil dominan. Akan tetapi, gol tunggal bek Chelsea, Gary Cahill, melalui sundulan kepala menyambut bola sepak pojok, memaksa The Reds kalah tipis 0-1.

“Ketika tim dengan kualitas seperti Chelsea bertahan dengan sangat dalam, semua tim di dunia akan mendapat masalah.Kami memang menguasai penguasaan bola, tapi harus menerima kenyataan bahwa kalah pada laga ini,” pungkas dia.

Grujic Awalnya untuk Menambal Skuat Liverpool Yang “Bocor”

Skuat Liverpool sedang “bocor” saat ini menyusul banyaknya pemain yang bertumbangan. Sayang ketika pemain barunya, Marko Grujic, tidak bisa datang lebih awal mengingat dia sebenarnya diproyeksikan untuk itu.

Liverpool sedang mengalami krisis pemain usai banyaknya pemain yang berada di ruang perawatan. Seperti dikutip Physio Room, ada 11 pemain sedang dalam masa pemulihan yang sebagian besar menderita cedera hamstring.

Kondisi ini mau tak mau membuat manajer Liverpool, Juergen Klopp, harus memutar otak karena dia mesti mengatur skuat yang minim dengan pintar mengingat padatnya jadwal di bulan Januari ini.

Maka dari itu, Klopp pun mendatangkan Marko Grujic dari Red Star Belgrade pada bursa transfer Januari ini dengan banderol 5 juta poundsterling. Harapannya adalah pemain 19 tahun itu bisa menambal dulu kebocoran di skuat The Reds.

Namun, Grujic tak mau terburu-buru dan memilih fokus mengembangkan kariernya bersama Red Star, sebelum nantinya berkompetisi di level seketat Premier League.

“Klopp ingin saya bergabung dengan Liverpool secepatnya karena mereka mengalami krisis cedera, tapi saya tidak ingin meninggalkan Red Star sebelum kami memenangi titel,” ujar Grujic seperti dikutip Soccerway.

“Saya rasa mereka memahami saya, mereka mendukung saya, dan setelah mengantarkan klub tercinta meraih titel juara liga, saya akan penuh percaya diri untuk meraih sukses di Liverpool,” sambungnya.

“Klopp juga bilang pada saya untuk tetap fokus pada sepakbola selama enam bulan ke depan, menjaga pola makan dan tidak beristirahat selama lebih dari 2-3 pekan usai musim. Lalu kami akan mengadakan pramusim di Amerika sana,” tutup pemain internasional Serbia itu.

Lovren Bantu Grujic Pilih Liverpool

Rekrutan anyar Liverpool, Marko Grujic, mengatakan bahwa keputusannya untuk bergabung dengan Liverpool tak terlepas dari saran yang diberikan oleh Dejan Lovren.

Liverpool resmi mendatangkan pemain baru pertamanya di bursa transfer musim dingin ini. Grujic diboyong dari Red Star Belgrade dengan nilai transfer sekitar lima juta Poundsterling.

Grujic membeberkan bahwa ia sempat berbicara dengan Lovren sebelum mengambil keputusan untuk menerima pinangan The Reds.

“Ia berasal dari Kroasia, yang dekat dengan negaraku. Jadi, kami berbicara dengan bahasa yang sama,” jelas pemain berumur 19 tahun tersebut seperti yang ditulis oleh situs resmi klub.

“Ia bercerita kepadaku tentang klub dan seberapa besar klub ini. Ia juga mengatakan bahwa mereka memiliki salah satu kelompok suporter terbaik di Eropa. Ia tak sabar untuk bertemu denganku di sini,” tambah dirinya.

Pemain yang turut membawa tim nasional U-20 Serbia menjuarai Piala Eropa U-20 pada tahun 2015 tersebut diikat kontrak selama lima tahun. Namun, sebagai bagian dari kesepakatan transfer, ia langsung kembali dipinjamkan ke Red Star hingga musim 2015-16 berakhir.

Grujic yakin ketika di awal musim depan ia datang ke Anfield, Lovren dapat membantunya untuk beradaptasi.

“Aku pikir akan membutuhkan bantuan tersebut. Aku yakin ia akan bertahan musim depan dan aku akan bertemu dengannya untuk mempersiapkan diri dalam rangka menyambut musim yang baru,” ujar Grujic.

Liverpool Resmi Dapatkan Marko Grujic

Liverpool mengumumkan pembelian pertamanya di bursa transfer musim dingin ini. Mereka resmi mendatangkan Marko Grujic dari Red Star Belgrade dengan nilai transfer sekitar lima juta Poundsterling.

Grujic, yang turut membawa Serbia menjuarai Piala Dunia U-20 di tahun 2015, menandatangani kontrak selama lima tahun bersama Liverpool. Namun, sesuai dengan kesepakatan transfer, ia akan kembali dipinjamkan ke Red Star hingga akhir musim.

Pemain berumur 19 tahun tersebut mengaku sangat bangga bisa bergabung dengan Liverpool.

“Aku sangat senang dan bangga bisa berada di sini dan menjadi bagian dari klub sepak bola Liverpool. Aku tidak sabar untuk bermain di Anfield dan berlatih di Melwood,” terang Grujic seperti yang dikutip oleh situs resmi klub.

“Aku sempat memikirkan tentang perkembanganku untuk periode selanjutnya. Aku akhirnya memutuskan bahwa pindah kesini adalah hal yang baik untuk diriku dan aku akan mencoba melakukan yang terbaik,” tambah dirinya.

Lebih lanjut, Grujic mengatakan bahwa keberadaan para suporter Liverpool menjadi salah satu alasan dirinya menerima pinangan The Reds.

“Aku ingin bermain di Anfield, di hadapan salah satu fans paling berisik di Eropa. Aku juga suka atmosfer di stadion-stadion lain, para penontonnya sangat luar biasa. Aku suka bermain di bawah tekanan dan itulah mengapa aku datang kesini. Hal tersebut membuatku dapat mengeluarkan kemampuan terbaik,” ujar Grujic.

Di musim ini, gelandang asal Serbia tersebut telah bermain sebanyak 21 kali bagi Red Star. Ia mampu turut menyumbangkan lima gol.

Alasan Klopp Membeli Grujic

Manajer Liverpool, Juergen Klopp, membeberkan bahwa ia membeli Marko Grujic setelah menonton rekaman pertandingan yang diberikan oleh tim pencari bakat klub.

Liverpool baru saja meresmikan transfer Grujic dari Red Star Belgrade dengan harga sekitar lima juta Poundsterling. Ini merupakan pembelian pertama Klopp sejak menggantikan posisi Brendan Rodgers pada bulan Oktober silam.

Mantan pelatih Borussia Dortmund tersebut mengatakan bahwa ia pertama kali mengetahui talenta Grujic ketika diberitahu oleh tim pencari bakat Liverpool.

“Kami sangat senang karena Marko adalah pemain yang memiliki talenta besar dan kami telah menyaksikannya bermain berkali-kali. Ketika saya datang kesini, tim pemandu bakat kami menunjukkan sebuah rekaman pemain yang sangat bertalenta dari Red Star Belgrade. Kami menontonnya, kami berbicara dengannya, dan kami telah saling bertemu,” terang Klopp seperti yang dikutip oleh situs resmi klub.

“Ia adalah anak yang baik. Ia masih muda, tetapi saat ini ia telah memainkan peranan penting di Red Star, yang tak lain adalah tim terbaik di Serbia,” tambah dirinya.

“Untuk mendeskripsikannya, menurut saya ia adalah pemain yang berpostur tinggi, tetapi mampu bergerak cepat dan memiliki teknik yang bagus. Ia bisa mengoper dan juga menggiring bola. Ia masih muda, jadi ia harus berkembang. Jika ia dapat melakukannya, maka semuanya akan berjalan lancar,” lanjutnya.

Pemain berumur 19 tahun dikontrak selama lima tahun oleh The Reds. Namun, ia kini langsung kembali dipinjamkan ke Red Star hingga akhir musim sebagai bagian dari kesepakatan transfer.

Transfer Grujic Ke Liverpool Direcoki Ayahnya

Proses transfer pemain Red Star Belgrade, Marko Grujic, ke Liverpool bisa jadi tidak akan mulus. Ayah sang pemain, Goran Grujic, menentang proses kepindahan anaknya ke Inggris dengan alasan ada unsur pemaksaan.

M. Grujic seharusnya akan menjadi perekrutan pertama manajer Juergen Klopp sejak menangani Liverpool. The Reds membayar 5 juta pounds kepada Red Star untuk mendapatkan pemain berumur 19 tahun ini. Namun, M. Grujic akan dipinjamkan lagi oleh Liverpool ke klub lamanya sampai akhir musim, sehingga baru akan ke Inggris pada awal musim depan.

Direncanakan proses penandatangan transfer M. Grujic bakal dilakukan pada Rabu (23/12) waktu Inggris. Namun, hal itu bisa jadi gagal karena ayah M. Grujic, G. Grujic, menentang terjadinya kesepakatan tersebut.

G. Grujic beralasan anaknya menjadi korban pemaksaan transfer oleh manajemen klub. G. Grujic menyatakan bahwa saat ini Red Star tengah kesulitan keuangan. Alhasil, mereka disebut G. Grujic menjadikan transfer M. Grujic sebagai solusi. Akibatnya, G. Grujic mengaku anaknya ditekan dengan cara terus dihubungi agar mau pindah serta selalu diingatkan bahwa gaji rekan-rekan setimnya hanya bisa dibayar jika dia pergi ke Liverpool.

Hal itu membuat G. Grujic geram. Sebab, dia tidak mau karier anaknya bakal hancur di Liverpool. Ini membuatnya bertekad untuk menghalangi proses transfer.

“Hal yang bisa saya katakan adalah paspornya ada di tangan saya. Saya jamin Marko tidak akan pergi, dia tidak bakal ke mana-mana,” ujar G. Grujic kepada Blic.

Belum diketahui dampak tindakan ayah M. Grujic terhadap perkembangan transfer anaknya sesudah ini. Namun, Red Star sudah mengumumkan kepindahan pemainnya itu ke Liverpool melalui situs resminya beberapa waktu lalu.

Rekrutan Pertama Klopp Segera Warisi Nomor Peninggalan Gerrard

Gelandang berbakat Red Star Belgrade, Marko Grujic selangkah lagi akan bergabung dengan Liverpool. Grujic bakal menjadi rekrutan perdana Juergen Klopp sejak menjabat sebagai manajer The Reds.

Pemain berusia 19 tahun itu akan dikontrak Liverpool selama lima musim dengan gaji sebesar 1.2 juta euro per musim. Grujic dikabarkan bakal diberi nomor punggung 8 peninggalan mantan kapten The Reds, Steven Gerrard.

Nilai transfer Grujic diperkirakan mencapai satu juta euro. Dia akan dipinjamkan kembali ke Red Star dan baru bergabung dengan skuat Liverpool pada musim panas mendatang.

“Kami akan melakukan tanda tangan kontrak dengan Liverpool dalam tiga hari ke depan,” ujar Presiden Red Star, Zvezdan Terzic, seperti dilansir Serbian TV.

“Itu adalah rekor transfer. Marko Grujic akan akan mendatangani kontrak dengan Liverpool di mana dia menerima gaji bersih sebesar 1.2 juta per musim. Itu berarti dia akan menerima enam juta euro dari Liverpool. Dia akan memakai nomor punggung 8,” tandasnya.

Sejak awal Desember, Grujic menjadi daftar incaran Paris Saint-Germain dan AS Roma. Namun, Liverpool memenangi perburuan pemain muda asal Serbia itu karena paling serius menunjukkan ketertarikan.

Klopp dikabarkan berbicara langsung dengan agen Grujic mengenai komitmen Liverpool mengembangkan pemain muda berbakat. Liverpool juga setuju dengan struktur pembayaran transfer Grujic dan 10 persen akan masuk ke kas Red Star.

Wonderkid Serbia Pendam Keinginan Gabung Inter

Gelandang potensial Red Star Belgrade, Marko Grujic, memberikan isyarat khusus kepada Inter Milan. Dia terang-terangan ingin membela Inter suatu hari nanti.

Beberapa pekan terakhir, nama Grujic memang terus dihubung-hubungkan dengan Inter.

Salah satu hal yang membuat Grujic tertarik untuk bergabung dengan Inter adalah banyaknya pemain-pemain asal Balkan di dalam skuat I Nerazzurri, seperti Adem Ljajic, Stevan Jovetic, Marcelo Brozovic, Ivan Perisic, dan beberapa pemain lainnya.

“Inter adalah salah satu klub top dengan berisikan banyak pemain-pemain yang berasal dari Balkan,” sebut Grujic kepada FCInterNews.

Meski demikian, Grujic mengaku belum tertarik untuk hengkang dari Red Star dalam waktu dekat ini. Bagi Grujic, prioritas utamanya adalah membawa Red Star menjadi juara liga.

“Aku ingin mengenakan kostum Nerazzurri suatu saat nanti. Untuk saat ini aku memilih untuk bertahan di Red Star, mengakhiri musim di sini dan meraih gelar liga,” lanjutnya.

“Serie A? Ini adalah liga yang sangat hebat, dengan stadion yang selalu dipenuhi fans. Banyak sekali kompatriotku di sana, jadi aku bisa beradaptasi dengan mudah di Italia,”

Sebagai seorang pemain potensial, Grujic dianggap memiliki kemiripan gaya bermain dengan Andrea Pirlo. Akan tetapi dia justru lebih menggemari gelandang Juventus, Paul Pogba.

“Jujur saja aku memiliki gaya bermain yang mirip dengan Paul Pogba. Pirlo dan Dejan Stankovic aku rasa memiliki karakteristik yang berbeda,” tutup dia