Kalah Lagi, Massimiliano Allegri Ingin Juventus Ulangi Kisah Musim 2015-16

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Juventus masih belum menunjukkan tajinya di pentas Serie A 2021-21. Bertandang ke San Paolo, Sabtu (11/9/2021), tim asuhan Massimiliano Allegri ditekuk 1-2 oleh Napoli. Sempat unggul berkat gol Alvaro Morata, mereka harus gigit jari karena Matteo Politano dan Kalidou Koulibaly bergantian membobol gawang Wojciech Szczesny.

Kekalahan dari Napoli itu membuat I Bianconeri hanya memetik 1 poin setelah kompetisi berjalan 3 giornata. Untuk sementara, di classifica Serie A, Giorgio Chiellini dkk. terpaku di posisi ke-14. Posisi mereka masih bisa tergeser oleh 6 klub lain yang belum menjalani laga giornata ke-3.

Gol Kalidou Koulibaly membuat Juventus takluk 1-2 di kandang Napoli.
tuttosport.com

Menurut Opta, ini salah satu start terburuk Juventus di Serie A. Dalam 52 musim terakhir, ini adalah kali kedua I Bianconeri hanya mengemas 1 poin dari tiga laga awal. Mereka mengulangi kisah musim 2015-16. Kebetulan, Allegri pula yang kala itu berada di kursi pelatih.

Hanya mengantongi 1 poin dan terpuruk di papan bawah tentu mencemaskan bagi para pendukung I Bianconeri. Namun, optimisme bisa tetap dijaga dengan melihat pengalaman musim 2015-16. Kala itu, meskipun terseok-seok dengan meraup 6 poin dalam 6 pekan awal, mereka tetap merebut Scudetto pada akhir musim.

Massimiliano Allegri Tak Panik

Kesuksesan Juventus juara pada musim itu sungguh di luar perkiraan. Boleh dibilang, mereka melawan kemustahilan. Pasalnya, kala itu, Inter Milan menjalani start luar biasa dengan menyapu bersih kemenangan dalam 5 giornata awal. Toh, kegeniusan Massimiliano Allegri mampu mengubah situasi. Pada tengah musim, poin mereka sama dengan Inter dan hanya terpaut 2 poin dari Napoli yang memuncaki classifica.

Mungkin karena itu pula Allegri tak panik. Peraih 6 Scudetti itu tetap bersikap positif. Dia tak menunjuk kambing hitam meskipun kiper Wojciech Szczesny melakukan blunder-blunder fatal dan berkontribusi besar pada start buruk Juventus. Pelatih berumur 54 tahun itu yakin badai akan sgera berlalu dan kapal I Bianconeri akan melaju mulus.

Massimiliano Allegri mengantar Juventus meraih Scudetto musim 2015-16 meskipun hanya meraup 1 poin dalam 3 laga awal Serie A.
legaseriea.it

Secara tersirat, Allegri menginginkan deja vu, mengulang kisah 2015-16. “Di sepak bola, ketika tak menang, Anda sebaiknya diam dan bekerja. Hal terpenting adalah mencari kemenangan pertama. Tentu akan bagus bila itu dimulai di Liga Champions,” kata Massimiliano Allegri seperti dikutip Football5Star.com dari Tuttosport. “Akan ada saatnya segala sesuatu berjalan lebih baik bagi kami.”

Tengah pekan nanti, Juventus akan memulai kiprah pada fase grup Liga Champions dengan menyambangi markas Malmo FF. Setelah itu, I Bianconeri akan menjamu AC Milan pada giornata ke-4 Serie A. Menilik musim 2015-16, Allegri membangkitkan Juventus dengan kemenangan di kandang Manchester City dan Genoa. Akankah deja vu terjadi?

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Massimiliano Allegri: Wojciech Szczesny Masih Kiper Utama Juventus

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Juventus, Massimiliano Allegri membela performa Wojciech Szczesny dalam beberapa laga terakhir. Allegri menegaskan bahwa kiper timnas Polandia itu masih kiper utama tim.

Juventus baru saja kalah 2-1 melawan Napoli, (11/9/21). Szczesny dianggap sebagai penyebab Juve kebobolan gol pertama dari Matteo Politano. Sebelumnya eks kiper Arsenal itu juga melakukan blunder di laga pertama melawan Udinese.

Massimiliano Allegri Wojciech Szczesny Masih Kiper Utama Juventus (Calciomercato)
Calciomercato

Il Bianconeri sendiri memiliki Mattia Perin di bangku cadangan. Tapi Allegri menegaskan bahwa Szczesny merupakan kiper utama tim.

“Szczesny adalah kiper pilihan pertama di Juventus. Dia memiliki beberapa permainan bagus sebelum ini, bola lolos darinya saat gol penyama kedudukan,” ucap Allegri seperti dikutip Football5Star.com dari DAZN.

Massimiliano Allegri: Juventus Sering Kehilangan Bola

Massimiliano Allegri Wojciech Szczesny Masih Kiper Utama Juventus (Football Italia)
Football Italia

Allegri mengatakan bahwa alasan besar timnya kalah melawan Napoli adalah mereka sering sekali kehilangan bola terutama pada babak kedua.

“Saya tidak bisa mencela pemain saya untuk apa pun malam ini. Kami tampil lebih buruk melawan Empoli, tetapi hari ini sayangnya kami membayar harga untuk kesalahan,” kata Allegri.

“Kami tidak begitu tepat secara teknis dan kehilangan bola terlalu sering di babak kedua. Napoli bermain sangat baik, tetapi dalam sepak bola ketika Anda tidak menang, Anda hanya bisa diam dan bekerja keras.

“Semoga kami bisa memulai Liga Champions dengan cara yang lebih baik dari Serie A. Pada saat ini, kami membayar harga yang mahal untuk setiap kesalahan, tetapi momen-momen ini bisa terjadi dalam sepak bola. Kami seharusnya lebih tajam, mengejar gol kedua saat unggul 1-0.

Allegri: Lawan Napoli, Juventus Tanpa Pemain Amerika Selatan

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Juventus Massimiliano Allegri memberi kabar buruk jelang grande partita melawan Napoli, (11/9/21). Dia mengkonfirmasi bahwa Juventus tidak akan diperkuat satu pun pemain Amerika Selatan.

Il Bianconeri memiliki lima pemain asal Amerika Selatan dan semuanya merupakan pemain inti. Paulo Dybala, Danilo, Alex Sandro, Rodrigo Bentancur dan Juan Cuadrado. Semuanya tidak akan tersedia.

Massimiliano Allegri Juventus Tanpa Pemain Amerika Selatan Lawan Napoli (juventus.com)
juventus.com

“Pertandingan besok akan menjadi pertandingan yang bagus melawan tim yang kuat. Mereka memenangkan dua pertandingan pertama,” kata Allegri seperti dikutip Football5Star.com dari Football Italia.

Dia melanjutkan, “Saya memutuskan untuk meninggalkan pemain Amerika Selatan di Turin karena mereka akan terlambat kembali. Cuadrado adalah satu-satunya yang bisa bergabung dengan tim, tetapi dia menderita flu perut. Dia bahkan belum kembali ke Italia. Dia masih berada di Kolombia untuk menjalani beberapa pemeriksaan medis.”

Juventus sendiri juga sudah mengkonfirmasi bahwa Federico Chiesa tidak tersedia di laga lawan Napoli karena menderita cedera ringan bersama Italia.

Massimiliano Allegri: Saya Tak Mau Ambil Risiko

Massimiliano Allegri tak ambil pusing menyikapi kekalahan Juventus dari barcelona pada Trofeo Joan Gamper.
Getty Images

Para pemain dari Amerika Selaan tiba di Italia sebelum laga berjalan, tapi Allegri tak mau mengambil risiko untuk memainkan mereka dan membawa pemain-pemain muda.

“Untungnya, kami memiliki tiga pemain dari skuad U-23, De Winter, Sule dan Miretti, yang akan bepergian dengan tim senior, mungkin mereka bisa bermain jika kami membutuhkannya,” ujar Allegri.

“Inilah situasinya, saya tidak pernah mengeluh tentang jadwal pertandingan. Beberapa pemain menyelesaikan pertandingan internasional mereka pada pukul 3 pagi (waktu Italia) tadi malam dan akan kembali ke Turin pada pukul 11 pagi besok pagi.

“Kami tidak ingin mengambil risiko mereka mengalami cedera, jadi mereka akan tetap di Turin untuk bekerja, itu lebih masuk akal. Kami memiliki pertandingan Liga Champions yang penting minggu depan, yang pertama musim ini.”

Ronaldo Pergi, Allegri Minta Juventus Gaet Bomber Baru

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Juventus sudah kehilangan Cristiano Ronaldo. Hal ini membuat Massimiliano Allegri tidak banyak pilihan di lini depan.

Seperti diketahui, Cristiano Ronaldo hengkang ke Manchester United. Dengan kontraknya di Juventus yang menyisakan semusim lalu, ia dilepas senilai 30 juta euro.

allegri - Cristiano ronaldo - Axios
Axios

Tanpa Ronaldo, lini depan Juve hanya menyisakan Paulo Dybala dan Alvaro Morata. Kondisi ini pun membuat Massimiliano Allegri gusar. Ia berharap manajamen bisa menggaet setidaknya satu bomber baru.

“Klub bertanggung jawabh atas negosiasi yang ada. Masih ada tiga hari tersisa sebelum akhir jendela transfer. Jadi mari kita lihat apa yang terjadi,” ungkap sang nakhoda seperti dikutip Football5star dari DAZN, Senin (30/8/2021).

Allegri Akui Juventus Masih Punya Banyak Masalah
goal

“Saya berharap ada sesuatu yang terjadi karena kami masih butuh pemain. Kami tidak punya banyak waktu karena kompetisi sudah dimulai,” ia menambahkan.

Allegri Menunggu Moise Kean

Beberapa nama bomber sudah dikaitkan dengan Juve. Seperti Mauro Icardi dan Sergio Aguero. Namun, peluang keduanya untuk datang sangatlah kecil.

allegri- Moise Kean - Everton - AS Roma - Goal
Goal

Nama lain yang muncul adalah Moise Kean. Kean memang bukan nama asing di Juventus. Ia adalah produk akademi klub dan sempat tampil di beberapa laga saat Si Nyonya Tua masih ditangani Massimiliano Allegri.

Situasi Moise Kean di Everton juga sedang tidak baik. Ia gagal bersaing dan siap meninggalkan Goodison Park. Juve yang punya klausul Buy Back saat melepasnya 2019 lalu siap mengaktifkan klausul tersebut.

Gazzetta dello Sport bahkan melansir bahwa bomber asal Italia sudah tiba di Turin. Ia diyakini akan menjalani tes medis pada Senin siang waktu setempat.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Dikalahkan Empoli, Allegri Akui Juventus Masih Punya Banyak Masalah

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Juventus, Massimiliano Allegri, mengungkapkan permasalahan dimana timnya secara mengejutkan takluk dari tim promosi, Empoli di kandang sendiri. Seringnya membuat kesalahan dan kurang sabar dalam bermain menjadi alasan utama.

Il Bianconeri takluk dengan skor 1-0 lewat gol dari Leonardo Mancuso, (29/8/21). Allegri meminta para pemain belajar dari kekalahan ini. Pelatih asal Italia itu menjelaskan mengapa timnya bisa kalah pada laga itu, dari mulai permainan yang tidak terkontrol sampai terburu-buru dalam menyerang dan bertahan.

Juventus vs Empoli Tanpa Ronaldo, Il Bianconeri Dipermalukan Tim Promosi
@EmpoliClub

“Momen sulit membantu Anda untuk tumbuh, kami harus mencoba untuk menjaga hal-hal tetap sederhana, bersatu dan ada terlalu banyak pemain yang membuat kesalahan yang biasanya tidak mereka lakukan karena mereka tidak terkontrol,” ucap Allegri seperti dikutip Football5Star.com dari DAZN.

“Kami menyadari apa yang tidak boleh kami lakukan di Udine dan mendapat pelajaran berharga lainnya malam ini. Jelas, kami kehilangan lima poin, tetapi harus belajar dari pelajaran ini dan menggunakannya untuk maju.”

“Butuh waktu, kami tidak bisa melaju dari 0-10 dalam satu detik. Yang penting kami tidak boleh terburu-buru, kami harus bersabar saat menyerang dan bertahan, karena ketergesaan kami merebut bola bisa menciptakan ruang.”

Massimiliano Allegri: Juventus Harus Bermain Sebagai Tim

Massimiliano Allegri Akui Juventus Masih Punya Banyak Masalah
Goal

Juventus sendiri baru saja kehilangan Cristiano Ronaldo yang memutuskan kembali ke Manchester United. Allegri meminta para pemain tidak bermain secara individu atau mengandalkan satu pemain.

“Para pemain memulai dengan kuat, mereka kebobolan pada kesalahan pertama saat bermain, lalu menjadi terlalu tergesa-gesa. Kami harus memiliki kesabaran untuk menerimanya dengan tenang, bermain sebagai tim dan tidak mencoba menyelesaikan masalah sebagai individu,” kata Allegri.

“Cristiano menghabiskan tiga tahun di Juventus, dia mencetak gol, yang sangat dia kuasai, dia pemain yang luar biasa, tetapi kita tidak bisa memikirkan Ronaldo mulai sekarang.”

“Saya memiliki skuat yang bagus, kami hanya harus menyadari bahwa kami tidak bisa hanya mendominasi setiap pertandingan. Kita harus bersatu dan ini akan membantu kita untuk masa depan.”

Nama Cristiano Ronaldo Sudah Dicoret dari Skuat Juventus

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Massimiliano Allegri memastikan Cristiano Ronaldo akan meninggalkan Juventus sebelum bursa transfer musim panas 2021 ditutup. Allegri mengatakan bahwa Ronaldo tak berniat membela Bianconerri pada musim 2021-22.

Allegri juga memastikan bahwa Ronaldo tak akan membela Bianconerri pada partai pekan ketiga Liga Italia melawan Empoli, Minggu (29/8) dinihari WIB. Pemain berumur 36 tahun itu sudah tak lagi masuk rencana Allegri.

Cristiano Ronaldo - Juventus - Sports Illustrated
Sports Illustrated

“Saya sudah sempat bicara dengan Cristiano Ronaldo. Kemarin, dia mengatakan tak berniat menjalani musim 2021-22 bersama kami,” ujar Allegri dikutip Football5star dari laman Football Italia.

“Oleh karena itu, Ronaldo tak akan masuk skuat untuk pertandingan melawan Empoli. Dia sudah tak ikut berlatih semenjak kemarin,” sambung pelatih berumur 54 tahun itu.

MASSIMILIANO ALLEGRI ENGGAN LEPAS WESTON MCKENNIE

Allegri bukan cuma membahas masa depan Ronaldo. Ia juga memberi kepastian mengenai status gelandang asal Amerika Serikat, Weston McKennie.

Allegri mengatakan bahwa McKennie akan tetap membela panji Bianconerri musim ini. Allegri merasa cukup terkesan dengan kemampuan McKennie dan mengingatkan sang pemain agar selalu meningkatkan beberapa aspek permainannya.

Cristiano Ronaldo - Juventus - SB Nation
SB Nation

“McKennie tak harus hengkang untuk mencapai tujuannya. Dia bisa memenuhi tujuannya bersama kami musim ini,” tutur Allegri.

“Tak cuma itu, McKennie juga bisa mencetak gol meski tak bermain sebagai gelandang serang. Tapi, dia masih harus meningkatkan beberapa aspek permainannya. Kami memiliki stok gelandang yang sangat bagus.”

Allegri yang Minta Cristiano Ronaldo jadi Pemain Cadangan

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Cristiano Ronaldo menjadi pemain cadangan di pekan pertama Serie A Italia 2021-22. Melawan Udinese, Critiano Ronaldo baru masuk di babak kedua menggantikan Alvaro Morata. Kondisi ini membuat Ronaldo dirumorkan menginginkan untuk hengkang dari Juventus.

Cristiano Ronaldo tak masuk ke pemain utama di laga melawan Udinese sempat munculkan rumor bahwa pemain Portugal itu yang mengingikan dirinya untuk main sebagai pemain pengganti. Ronaldo bahkan disebut melakukan itu karena sudah tak betah di Juventus dan ingin hengkang.

Allegri yang Minta Cristiano Ronaldo jadi Pemain Cadangan

Menjawab rumor tersebut, pelatih Juventus, Massimiliano Allegri membantah kabar bahwa Ronaldo yang mengingikan untuk jadi pemain cadangan. Menurut Allegri, dirinya yang berkeinginan untuk Ronaldo berada di bangku cadangan sejak menit awal pertandingan.

“Ronaldo dalam kondisi baik. Saya berbicara dengan dia sebelum pertandingan, memberitahu kalau dia akan memulai dari bangku cadangan,” kata Allegri seperti dikutip Football5star.com dari DAZN, Senin (23/8/2021).

“Dia menyatakan siap bermain sejak awal pertandingan, dia bermain dengan baik ketika masuk lapangan. Dia juga mencetak gol, tapi akhirnya dianulir,” tambah Allegri.

Allegri yang Minta Cristiano Ronaldo jadi Pemain Cadangan

Meski masuk sebagai pemain cadangan, Ronaldo bermain cukup impresif. Ia bahkan mencetak gol pada laga ini namun sayang VAR menganulir aksinya tersebut.

Laga Udinese vs Juventus sendiri berakhir dengan hasil imbang 2-2. Dua gol Juventus dicetak oleh Paulo Dybala dan Juan Cuadrado. Sedangkan dua gol Udinese dicetak Deulofeu dan gol bunuh diri Roberto Pereyra.

Cristiano Ronaldo Bertahan di Juventus?

Rahasia Tubuh Kekar Cristiano Ronaldo, Salah Satunya Rajin Tidur Siang

Ronaldo diyakini mantan bek Cagliari dan Parma, Bruno Alves akan tetap bertahan di Juventus. Menurut Alves, Cristiano Ronaldo berada di klub yang hebat dan tak mungkin berpikir untuk pindah.

“Saya pikri dia akan bertahan di Juventus,” kata Bruno Alves.

“Kembalinya pelatih Massimilliano Allgeri sangat penting. Juventus menjadi kuat dan ketika Anda berada di tim yang hebat, Anda tidak ingin pergi,” tambah bek asal Portugal tersebut.

Ronaldo dalam beberapa pekan terakhir kembali dirumorkan akan hengkang dari Juventus. Rumor kepindahan Ronaldo dari Juventus semakin menguat setelah kepindahan Lionel Messi ke PSG.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Massimiliano Allegri: Wojciech Szczesny adalah Kiper Hebat!

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Juventus, Massimiliano Allegri tak mau terlalu memusingkan dua blunder Wojciech Szczesny pada partai di kandang Udinese, Senin (23/8) dinihari WIB. Allegri mengatakan bahwa dua blunder tersebut tak membuat Szczesny kehilangan statusnya sebagai kiper kelas dunia.

Blunder pertama Szczesny datang pada menit ke-50. Ia menjegal Tolgay Arslan di dalam kotak penalti dan membuat Udinese mendapat hadiah penalti yang dimanfaatkan dengan baik oleh Roberto Pereyra.

Wojciech Szczesny - Massimiliano Allegri - trivela. com
trivela.com

Kesalahan kedua Szczesny terjadi pada menit ke-83. Stefano Okaka berhasil mencuri bola dari kaki Szcesny. Lalu, bola jatuh ke kaki Gerard Deulofeu yang tanpa kesulitan berhasil menjebol gawang yang ditinggalkan Szczesny.

“Szczesny adalah penjaga gawang kelas dunia. Menurut pengamatan saya, dia tidak melakukan dua kesalahan teknis,” ujar Massimiliano Allegri dilansir Football5star dari laman Football Italia.

“Semua orang harus mengerti tekanan dan posisi Szczesny dalam kedua momen tersebut dan segera melupakannya,” sambung pelatih berumur 54 tahun itu.

Wojciech Szczesny - Massimiliano Allegri - L'Equipe
L’Equipe
ALLEGRI MASIH CANGGUNG GUNAKAN LIMA PERGANTIAN PEMAIN

Lebih lanjut, Allegri mengaku belum terbiasa melakukan lima pergantian pemain dalam satu pertandingan. Ia membutuhkan waktu beberapa pekan untuk membiasakan diri dan memantapkan taktik pergantian pemainnya.

“Saya masih harus memahami cara terbaik untuk menggunakan lima pergantian pemain. Ini adalah pertama kali saya menggunakan sistem itu dan saya masih belum tahu apakah sudah membuat keputusan tepat atau belum,” tutur Allegri.

Bianconerri tak bisa terlalu lama bersantai selepas pertandingan di markas Udinese. Mereka harus segera berlatih dan mempersiapkan diri karena bakal menjamu Empoli pada Minggu (29/8) dinihari WIB.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Misi Sulit Allegri pada Laga Perdana Serie A Bersama Juventus

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Massimiliano Allegri akan menandai kembalinya ke Juventus Minggu (22/8/2021). Laga pertamanya ini akan berlangsung di markas Udinese, Dacia Arena.

Setelah meninggalkan Juventus dua tahun lalu, Massimiliano Allegri belum melatih lagi. Maka dari itu ia menganggap pertandingan di markas Udinese akan sangat sulit.

Allegri siap untuk menghajar Udinese pada giornata pertama Serie A.
Getty Images

Menurut sang nakhoda, pertandingan pertama selalu menyulitkan. Terlebih tuan rumah memiliki fisik yang sangat kuat.

“Seperti yang selalu saya katakana, pertandingan pertama sangat sulit. Terutama karena Udinese adalah tim yang sangat fisik. Mereka tidak kebobolan dari sepak pojok musim lalu,” ujar eks nakhoda AC Milan seperti dikutip Football5star dari laman resmi klub, Minggu (22/8/2021).

Allegri dipercaya masih akan mengandalkan Cristiano Ronaldo di Juventus.
eurosport

“Mereka juga sangta bagus dalam serangan balik dan terorganisir dengan baik di lini belakang. Kami harus siap karena untuk menang kami membutuhkan penampilan yang solid dengan teknik yang baik. Kami juga harus lebih bersabar dalam membongkar pertahanan mereka,” ia menambahkan.

Allegri Tak Jamin Turunkan Locatelli

Giornata pertama Serie A musim 2021-2022 bisa jadi debut Manuel Locatelli. Ia baru didatangkan Si Nyonya Tua beberapa hari lalu.

Kendati demikian pelatih 55 tahun belum berani mengambil risiko mengingat sang gelandang baru bergabung. Ia mengaku eks Sassuolo masih butuh 10 hari lagi untuk tampil secara penuh.

allegri

Manuel Locatelli - Juventus - juventus. com 2
juventus.com

“Saya senang dengan kedatangan Locatelli, tapi dia masih membutuhkan 10 hari lagi untuk masuk ke skuat secara penuh,” imbuhnya.

“Jika kami benar-benar membutuhkannya nanti mungkin Manuel Locatelli baru bisa bermain pada 15 menit terakhr,” tutup Massimiliano Allegri.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Massimiliano Allegri akan Kembalikan Paulo Dybala ke Musim 2015-16

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Ekspektasi terhadap Juventus musim ini kembali meninggi setelah kembalinya Massimiliano Allegri. Salah satunya terkait performa Paulo Dybala.

Pada era pertama melatih Juventus, Allegri menjadikan Paulo Dybala sebagai sosok penting. Tapi belakangan pengaruhnya mulai berkurang seiring pergantian pelatih.

massimiliano allegri


Paulo Dybala disebut Massimiliano Allegri sebagai calon penerus Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo.

Kini dengan kembalinya sang allenatore, bintang Argentina diyakini akan bangkit. Allegri juga menegaskan hal serupa. Ia juga sesumbar performa pemainnya itu akan seperti saat dia pertama kali datang 2015 lalu.

“Paulo mengikuti pelatihan pramusim dengan baik seolah-olah ini seperti tahun pertamanya memperkuat Juventus. Dia juga tahu bahwa dua musim terakhir tidak pada level terbaiknya,” ungkap Massimiliano Allegri di laman resmi Juve, Minggu (22/8/2021).

Massimiliano Allegri pastikan paulo Dybala kembali jadi pemain inti saat Juventus hadapi Genoa di Coppa Italia.
lastampa

“Dia sangat berbakat, tapi Anda perlu berlatih dengan intensitas tertenu jika Anda ingin bermain sepak bola di level tertentu. Dia akan menjadi kapten pada laga pertama jika dimainkan,” sambung sang nakhoda.

Massimiliano Allegri Ingin Kembalikan Scudetto

Musim lalu Juventus gagal mempertahankan scudetto yang telah dimenangkan selama sembilan musim sebelumnya. Mereka kalah bersaing dengan Inter Milan yang tampil digdaya.

Musim ini mereka ingin scudetto kembali ke kota Turin. Untuk mencapai target tersebut Allegri meminta pengorbanan semua pemain.

Massimiliano Allegri dipercaya masih akan mengandalkan Cristiano Ronaldo di Juventus.
eurosport

“Kami harus menyadari bahwa untuk memenangkan scudetto kami butuh kerja keras. Mulai dari fisik, teknik, dan mental,” ujar mantan pelatih Cagliari.

“JIka kami masih dalam perebutan juara di bulan Maret itu berarti tim ini telah menemukan keseimbangannya,” tutup Massimiliano Allegri.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Allegri Kembali, Pemain Juventus Diminta Tak Jemawa

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Massimiliano Allegri akhirnya kembali melatih Juventus. Kembalinya sang nakhoda diyakini akan mengembalikan scudetto ke kota Turin.

Selama menukangi Juventus Massimiliano Allegri selalu sukses membawa scudetto. Ini pula yang membuat manajemen memanggilnya pulang setelah gagal juara musim lalu.

Kendati begitu hal ini diharapkan Fabio Capello tidak membuat para pemain jemawa. Ia tetap ingin semua pemain memberikan yang terbaik.

massimiliano allegri blackwhitereadllover
blackwhitereadllover.com

“Max harus menunjukkan kekuatan dan pukulan yang menentukan. Para peman tidak bisa menjadikan kembalinya ia sebagai alasan untuk melepas tanggung jawab di lapangan,” kata Capello seperti dikutip Football5star dari Gazzetta dello Sport, Senin (16/8/2021).

“Saya mengharapkan sesuatu yang istimewa dari para pemain, terutama Matthijs de Ligt dan Paulo Dybala. Pemain Argentina itu punya potensi nomor sau tapi dia selalu kekurangan sesuatu,” imbuhnya.

Jika Juventus dipercaya kembali berkuasa di Serie A musim ini, hal berbeda dialami Inter Milan. Mereka tidak hanya ditinggal Antonio Conte sebagai pelatih. Tapi juga melepas dua kunci kesuksesan scudetto musim lalu seperti Romelu Lukaku dan Achraf Hakimi.

Mendengar anggapan seperti itu Fabio Capello tidak setuju. Baginya Inter masih memiliki modal bagus untuk mempertahankan gelar.

“Saya tidak setuju dengan anggapan itu. Pelatih pergi, dua pemain juara pergi, tapi dasar mereka masih berkualitas. Dzeko sempurna untuk menggantikan seseorang seperti Romelu Lukaku,” imbuhnya.

“Calhangolu memiliki tendangan yang bagus. Simone Inzaghi, saya yakin dia bisa mengubah semua prediksi. Dia akan membuat Inter bukan hanya soal Lukaku dan Hakimi,” tutup Don Fabio.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Massimiliano Allegri: Atalanta Salah Satu Pesaing Scudetto

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Juventus, Massimiliano Allegri, menyebut Atalanta sebagai salah satu tim pesaing untuk meraih Scudetto musim ini. Allegri sangat menyukai kinerja pelatih Gian Piero Gasperini.

Juventus akan berhadapan dengan Atalanta di laga uji coba Minggu (15/8/21) jelang pekan pertama Serie A yang diadakan minggu depan.

La Dea yang selalu berada di 4 besar dalam tiga tahun terakhir diklaim menjadi pesaing Scudetto musim ini walaupun mereka sudah kehilangan banyak pemainnya seperti Cristian Romero, Pierluigi Gollini dan sang kapten Papu Gomez pada musim lalu.

Massimiliano Allegri tak ambil pusing menyikapi kekalahan Juventus dari barcelona pada Trofeo Joan Gamper.
Getty Images

“Atalanta adalah tim yang mapan dan Gian Piero Gasperini menunjukkan dirinya sebagai pelatih hebat. Mereka adalah tim fisik, mereka memainkan sepak bola yang bagus dan telah melakukannya dengan baik di Eropa juga, jadi mereka akan menjadi salah satu dari delapan tim yang menantang gelar,” ucap Allegri seperti dikutip Football5Star.com dari JTV.

Dia melanjutkan, “Ada 38 pertandingan dan Anda membutuhkan konsistensi untuk menang. Sangat penting untuk memulai dengan keinginan untuk menang dan tujuan menjadi salah satu penantang.”

Massimiliano Allegri: Paulo Dybala akan Kembali

paulo dybala-juventus-PauloDybala_JR
@PauloDybalaJR

Paulo Dybala harus absen karena cedera di semua laga pramusim Juventus musim panas ini. Tapi Allegri mengkonfirmasi bahwa Dybala sudah pulih dan bisa dimainkan lawan Atalanta.

“Dybala akan kembali besok, saya ingin melihat di mana tingkat kebugaran di seluruh tim. Ini adalah ujian besar bagi kami dan perlu latihan yang baik, kemudian mulai Selasa pagi kami harus mulai fokus pada musim itu sendiri dan siap, karena ada tiga poin yang dipertaruhkan melawan Udinese (laga pertama Juve),” kata Allegri.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Tak Lagi Jadi Wakil Kapten Juventus, Leonardo Bonucci Hanya Tertawa

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Beberapa waktu lalu, pelatih Massimiliano Allegri sudah menetapkan hierarki di tim Juventus. Secara mengejutkan, dia mencopot Leonardo Bonucci dari posisi wakil kapten. Posisi itu kini diisi Paulo Dybala. Mengenai hal itu, Bonucci tak ambil pusing. Dia bahkan menilai itu hanya lelucon dari sang allenatore.

“Aku menertawakan itu,” kata Leonardo Bonucci dalam acara penghargaan di Viterbo seperti dikutip Football5Star.com dari Tuttosport. “Soalnya, pelatih (Allegri) suka membuat lelucon seperti itu. Hal yang penting bagiku adalah fakta di lapangan. Lagi pula, Allegri sering berkata, biarkan saja gosip tertiup angin.”

Massimiliano Allegri disebut Leonardo Bonucci suka membuat candaan yang terlihat serius.
Getty Images

Soal hierarki di dalam tim, Bonucci menilai hal itu tak ditentukan oleh ban kapten. Secara pribadi, jikapun benar tak masuk jajaran pemain yang dipercaya sebagai pemimpin, dia akan tetap mengambil tanggung jawab sebagai pemain senior di tim.

“Aku tahu hal yang bisa kuberikan di lapangan dan di ruang ganti. Aku adalah salah satu pemimpin dan targetku hanya memikirkan soal permainan di lapangan. Pelatih tahu bisa selalu mengandalkanku, dengan ban kapten ataupun tidak. Aku sudah tahu hal yang harus kulakukan di ruang ganti dan lapangan,” kata Bonucci lagi.

Leonardo Bonucci Tetap Waspadai Inter

Selain bicara soal hierarki di skuat I Bianconeri musim ini, Leonardo Bonucci juga membahas peta persaingan di Serie A. Bagi bek timnas Italia itu, walaupun sudah ditinggal Achraf Hakimi dan Antonio Conte serta potensial kehilangan Romelu Lukaku, Inter Milan tetap favorit kuat.

“Inter tetaplah tim yang diburu semuanya. Namun, (AS) Roma, (AC) Milan, dan Lazio juga bisa mengganggu. Dalam pertarungan, sering kali pembedanya adalah hal-hal kecil, detail,” ujar Bonucci lagi. “Tentu saja, banyaknya pemain hebat yang berpindah tim akan mengubah peta persaingan juga.”

Leonardo Bonucci tak butuh ban kapten untuk jadi pemimpin di tim Juventus.
Getty Images

Terlepas dari hal itu, Bonucci menilai Juventus dalam kondisi bagus untuk kembali merebut Scudetto yang sempat sembilan kali secara beruntun dibawa pulang ke Stadion Allianz. Salah satu faktor yang membangkitkan keyakinannya adalah kedatangan kembali Allegri.

“Allegri sangat bersemangat dan kami siap mengambil kembali hal yang hilang dari kami. Kondisi saat ini sudah sangat bagus untuk membuat kami menjalani musim yang hebat,” ucap Bonucci penuh keyakinan meskipun dalam laga Trofeo Joan Gamper dihajar Barcelona tiga gol tanpa balas.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Massimiliano Allegri: Inter Milan Tetap Calon Juara

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Massimiliano Allegri, pelatih Juventus, tetap mewaspadai Inter Milan dalam perburuan Scudetto musim ini. Apa pun dinamika yang terjadi di skuat saat ini, I Nerazzurri diyakini akan tetap kuat dan berpeluang mempertahankan gelar juara Liga Italia.

Setelah juara pada musim lalu, dinamika luar biasa terjadi di Inter Milan. Mula-mula, allenatore Antonio Conte mundur. Lalu, ancaman eksodus melanda. Achraf Hakimi dilepas ke Paris Saint-Germain. Romelu Lukaku kian dekat dengan kepulangan ke Chelsea. Lautaro Martinez pun mulai dikaitkan dengan Tottenham Hotspur.

Massimiliano Allegri tak ambil pusing menyikapi kekalahan Juventus dari barcelona pada Trofeo Joan Gamper.
Getty Images

Dinamika itu membuat banyak pihak ragu Inter dapat mempertahankan Scudetto. Namun, hal itu tak berlaku bagi Allegri. Pelatih yang baru kembali ke Juventus itu tetap meyakini kemampuan tim yang kini diasuh Simone Inzaghi untuk merebut kembali gelar juara Serie A musim ini.

“Siapa pun yang menjadi juara biasanya selalu jadi favorit,” urai Massimiliano Allegri kepada Sky Sport Italia seperti dikutip Football5Star.com dari Tuttosport. “Pada 21 Agustus, kami sama-sama punya 0 poin. Anda harus coba meraih 90 poin untuk memenangi kompetisi.”

Inter Milan Tak Terkalahkan pada Pramusim

Kewaspadaan Massimiliano Allegri terhadap Inter Milan bukan basa-basi. Setidaknya, itu juga didukung fakta pada pramusim. Hingga saat ini, tim asuhan Simone Inzaghi belum terkalahkan. Setelah imbang 2-2 dengan Lugano, mereka menggasak Crotone 6-0 dan menaklukkan Parma 2-0.

Melihat deretan lawan yang dihadapi, hasil yang dituai Inter memang terbilang wajar. Namun, patut dicatat, Inzaghi belum bisa menurunkan susunan pemain terbaiknya. Tengok saja, di lini depan, Martin Satriano selalu tampil sebagai starter dalam tiga uji tanding. Adapun Lautaro Martinez baru turun saat lawan Parma.

Inter Milan menang 2-0 atas Parma pada laga pramusim.
Getty Images

Di samping itu, Inter juga terus menambal kekurangan yang ada di skuat. Guna mengantisipasi kepergian Romelu Lukaku, I Nerazzurri kian gencar melakukan pendekatan terhadap striker AS Roma, Edin Dzeko. Kabar yang beredar menyebutkan, pemain asal Bosnia & Herzegovina itu tinggal selangkah lagi gabung Inter.

Inter Milan dijadwalkan memulai langkah mempertahankan gelar juara Serie A pada Sabtu (21/8/2021) dengan menjamu Genoa. Sebelumnya, Samir Handanovic dkk. akan melakoni satu uji tanding. Sepekan sebelum laga giornata pertana, mereka akan menghadapi jagoan Ukraina, Dynamo Kyiv.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Juventus Dihajar Barcelona, Massimiliano Allegri Santai Saja

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Juventus menderita kekalahan telak 0-3 pada laga lawan Barcelona, Senin (9/8/2021) dini hari WIB. Dalam laga perebutan Trofeo Joan Gamper itu, gawang tim asuhan Massimiliano Allegri bahkan sudah dijebol Memphis Depay saat pertandingan baru berjalan 3 menit.

Meskipun demikian, kekalahan telak tersebut ternyata tak membuat Allegri gusar atau bahkan pesimistis menatap musim baru. Sebaliknya, dia justru menunjukkan optimisme. Menurut dia, kekalahan dari Barcelona sangatlah wajar. Kekalahan itu tak perlu didramatisasi karena hanya bagian dari pramusim.

Barcelona menang 3-0 atas Juventus pada Trofeo Joan Gamper.
Getty Images

“Saya kecewa soal hasil akhi, tapi sudah bermain bagus terutama pada babak pertama. Kami semua baru berkumpul lengkap selama tiga hari dan kami perlu mencapai kondisi terbaik,” urai Massimiliano Allegri soal kekalahan telak Juventus seperti dikutip Football5Star.com dari Tuttomercatoweb.

Lebih lanjut, Allegri mengungkapkan prioritasnya. “Kami kebobolan dua gol yang tak semestinya terjadi. Namun, hal terpenting adalah kami siap untuk merebut tiga poin pada tanggal 22 di Udine,” ujar pelatih yang sempat merebut lima Scudetti bersama I Bianconeri itu.

Juventus Sisakan Satu Uji Tanding

Laga lawan Barcelona pada ajang Trofeo Joan Gamper adalah laga ketiga yang dilakoni Juventus pada masa pramusim 2021-22. Sebelumnya, tim asuhan Allegri menghadapi Cesena dan Monza. I Bianconeri memenangi kedua laga pramusim itu dengan skor 3-1 dan 2-1.

Sebelum melakoni laga lawan Udinese pada giornata pertama Serie A 2021-22, I Bianconeri masih menyisakan satu uji tanding lagi. Mereka akan menghadapi Atalanta pada Minggu (15/8/2021) dini hari WIB. Pada uji tanding terakhir, skuat Allegri dipastikan lebih lengkap.

Juventus diharapkan Massimiliano Allegri siap untuk menghajar Udinese pada giornata pertama Serie A.
Getty Images

Allegri antara lain memastikan Paulo Dybala tak akan absen lagi. “Dia dalam keadaan baik dan akan kembali bergabung dengan tim pada Selasa. Dia akan siap untuk laga akhir pekan nanti dan saya pikir dia akan bermain,” kata Allegri.

Memasuki musim 2021-22, Allegri akan mendapat sorotan tajam. Pasalnya, dia datang setelah dua tahun lalu didepak Juventus. Kini, eks pelatih AC Milan tersebut diharapkan mampu mengembalikan kejayaan I Bianconeri yang gagal merebut Scudetto ke-10 secara beruntun pada musim lalu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Hindari Risiko, Dybala Tak Dibawa ke Barcelona

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Juventus akan menghadapi Barcelona pada ajang Joan Gamper Trophy di Camp Nou. Tapi tak ada nama Paulo Dybala dalam rombongan.

Massimiliano Allegri membenarkan bahwa Paulo Dybala sengaja tak dibawa ke Barcelona. Ia memutuskan sang bintang tetap di Turin untuk memulihkan kondisi fisik.

“Dybala tidak akan ada di sana, saya lebih suka memberinya dua hari latihan lagi karena dia baru saja bergabung dan membawanya akan menjadi risiko,” pungkas Allegri kepada Sky Sport Italia, Minggu (8/8/2021).

Massimiliano Allegri dipercaya masih akan mengandalkan Cristiano Ronaldo di Juventus.
eurosport

“Saya sudah berbicara dengan Paulo dan kami memutuskan bahwa yang ideal baginya adalah bertahan di Turin. Semua pemain yang lain akan ada di sana. Saya berharap mereka bermain sebagai sebuah tim,” ia menambahkan.

Joan Gamper Trophy memang ajang pramusim yang diselenggarakan tiap tahun oleh Barcelona. Walau begitu Allegri menilai pertandingan ini tetap spesial.

Ia punya alasan kuat menatap laga ini dengan serius. Sebab lawan yang dihadapi adalah Barcelona dan Serie A 2021-2022 segera bergulir.

“Tim berlatih dengan baik, antusiasme tinggi dan punya keinginan kuat. Ini akan menjadi pertandingan dua klub hebat dan kami harus menghadapinya dengan sangat serius,” imbuhnya.

“Ini akan berfungsi untuk melihat sejauh mana kondisi para pemain. Barcelona vs Juventus selalu menjadi laga spesial yang tingkat perhatiannya sangat tinggi,” tutup Massimiliano Allegri.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Max Allegri: Miralem Pjanic? Kami Sudah Punya Aaron Ramsey

gamespool
Max Allegri: Miralem Pjanic? Kami Sudah Punya Aaron Ramsey 70

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Juventus, Massimiliano Allegri, menjawab perntanyaan soal rumor yang menyebut Miralem Pjanic akan kembali ke Juventus. Allegri menyanggah rumor itu dan menyebut bahwa Juventus sudah punya Aaron Ramsey di posisi itu.

Pjanic digadang-gadang akan kembali ke Juventus setelah hanya satu musim saja di Barcelona karena jarang diberi kesempatan bermain. Tapi, Allegri membantah rumor itu dengan menyebut bahwa dirinya sudah punya Ramsey.

Massimiliano Allegri mampu mengeluarkan seluruh kemampuan Miralem Pjanic semasa di Juventus.
Marca

“Saya tidak tahu tentang itu (rumor Pjanic). Klub mengurus bursa transfer, kami berbicara setiap hari. Ramsey bermain sangat, sangat baik di depan pertahanan (lawan Monza) dan saya pikir dalam peran itu dia benar-benar bisa menjadi pemain penting,” ucap Allegri seperti dikutip Football5Star.com dari Sportmediaset.

Mantan pemain Arsenal itu juga kesulitan mendapatkan jam bermain layak pada musim lalu. Tapi nampaknya Allegri akan lebih sering memainkan Ramsey dan yakin Ramsey bisa bermain di depan pertahanan sama seperti Pjanic.

“Saya salut dengan Mire (Pjanic), karena kami menghabiskan empat tahun bersama dengan kemenangan besar. Dia adalah pemain Barcelona sekarang, kami memiliki pemain berbakat, dan saya pikir jika Ramsey dapat diyakinkan untuk bermain di depan pertahanan, dia benar-benar dapat melakukannya dengan baik di sana,” ujar Allegri.

Dia melanjutkan, “Dia sudah bisa melihat umpan yang lewat, memiliki pemahaman yang baik tentang geometri lapangan dan juga bisa lebih banyak menguasai bola daripada yang dia lakukan di depan.”

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Massimiliano Allegri Minta Lebih dari Cristiano Ronaldo

Gamespool new banner

Football5Star.com, Indonesia – Massimiliano Allegri, pelatih Juventus, masih akan mengandalkan Cristiano Ronaldo. Dia bahkan punya harapan lebih besar pada megabintang Portugal itu untuk memberikan kontribusi lebih besar, bukan sekadar mendulang gol demi gol.

Selama tiga musim membela Juventus bersama tiga pelatih berbeda, Ronaldo selalu jadi andalan dalam mencetak gol. Dalam tiga musim, dia mampu mengemas 100 gol. Musim lalu, dia bahkan merebut capocannoniere Serie A.

Musim ini, hal itu tak akan cukup. Pasalnya, Allegri terang-terangan meminta kontribusi lebih dari Ronaldo bagi Juventus di lapangan. Hal itu diungkapkan sang allenatore dalam konferensi pers pertamanya jelang musim 2021-22 dengan torehan 29 gol.

“Ronaldo adalah seorang juara, pemain luar biasa, dan sosok yang pandai. Kemarin, dia kembali dan saya berbicara dengan dia. Saya katakan kepada dia bahwa ini akan jadi tahun yang penting dan saya senang bertemu dia lagi,” urai Massimiliano Allegri seperti dikutip Football5Star.com dari Tuttosport.

Lebih lanjut, Allegri mengungkapkan, “Akan tetapi, saya juga katakan bahwa dia punya tanggung jawab lebih besar dari tahun-tahun sebelumnya karena kami adalah tim yang berbeda… Dia telah mencetak 130 gol bagi Juve, tapi saya mengharap lebih banyak dari dia. Salah satunya soal pengalaman.”

Massimiliano Allegri Tak Istimewakan Ronaldo

Massimiliano Allegri tak secara detail mengungkapkan hal-hal selain gol yang diharapkan dari Cristiano Ronaldo. Namun, dengan kata kunci pengalaman, sangat mungkin dia berharap CR7 mampu menjadi salah satu pemimpin di tim dan menjadi pengubah keadaan saat tim menemui kebuntuan.

Di samping itu, Allegri sepertinya mengharapkan Ronaldo jadi agen perubahan di Juventus. Musim ini, ada banyak pemain muda yang sepertinya akan diandalkan sang allenatore dan CR7 diharapkan mampu mendorong mereka untuk tampil bagus.

Meskipun punya harapan besar, Allegri memastikan tak ada keistimewaan yang diberikan kepada Ronaldo. Eks pemain Real Madrid dan Manchester United itu tetaplah salah satu bagian dari skuat yang harus mengikuti aturan dari sang pelatih.

“Dia datang dengan motivasi dan kondisi bagus. Akan ada peraturan bagi semua pemain dan itu juga akan berlaku bagi dirinya,” ujar Allegri menegaskan posisi Ronaldo di Juventus yang sama dengan pemain-pemain lainnya.

Cristiano Ronaldo sudah kembali ke markas Juventus setelah menghabiskan masa liburan bersama keluarganya. Dia disambut meriah para tifosi I Bianconeri. Sebelumnya beredar rumor sang megabintang akan hengkang. Salah satunya menyatakan dia akan ditukar Mauro Icardi dari PSG.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Massimiliano Allegri: Saya akan Bangkitkan Paulo Dybala

gamespool
Massimiliano Allegri: Saya akan Bangkitkan Paulo Dybala 76

Football5star.com, Indonesia – Pelatih anyar Juventus, Massimiliano Allegri, cukup sedih dengan kegagalan Paulo Dybala menunjukkan performa terbaiknya pada musim 2020-21 lalu. Ia berjanji akan membuat Dybala tampil lebih baik musim depan.

Semenjak kepergian Allegri pada 2019 lalu, Dybala memang kesulitan menunjukkan performa terbaiknya. Di bawah komando Maurizio Sarri dan Andrea Pirlo, Dybala hanya mampu menyumbang 22 gol dari 72 penampilan.

“Tahun lalu, Paulo Dybala gagal menunjukkan performa terbaiknya. Tapi, musim depan saya yakin dia akan bisa membuktikan kualitasnya,” ungkap Massimiliano Allegri dikutip Football5star dari laman Football Italia.

Paulo Dybala - massimiliano allegri - Kickest
Kickest

“Sekarang, Dybala sudah berusia 28 tahun dan saya yakin dia sudah menjadi sosok yang jauh lebih dewasa. Dybala memiliki insting mencetak gol yang sangat baik. Seperti biasa, saya memberi ekspektasi yang cukup tinggi kepadanya,” sambung pelatih berumur 53 tahun itu.

Lebih lanjut, Allegri tak segan-segan memberi jabatan wakil kapten kepada Dybala. Menurut Allegri, Dybala lebih pantas menjadi deputi Giorgio Chiellini ketimbang Leonardo Bonucci.

“Saya akan menunjuk kapten dan wakil kapten berdasarkan pengalaman para pemain. Giorgio Chiellini adalah pemain paling senior, diikuti oleh Dybala.”

“Leonardo Bonucci sempat pergi ke AC Milan. Jika dia benar-benar ingin menjadi kapten, maka saya akan menyarankannya membeli ban kapten di toko dan bermain di jalanan. Tentu saja Bonucci tahu akan kebijakan ini,” tuntas Allegri.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Massimiliano Allegri Cabut Status Leonardo Bonucci

gamespool
Massimiliano Allegri Cabut Status Leonardo Bonucci 80

Football5star.com, Indonesia – Massimiliano Allegri resmi mencopot status wakil kapten Juventus milik Leonardo Bonucci. Allegri lebih memilih menunjuk Paulo Dybala sebagai deputi Giorgio Chiellini.

Beberapa tahun lalu, Allegri dan Bonucci memang sempat terlibat perselisihan. Hal tersebut menjadi faktor utama di balik kepindahan Bonucci ke AC Milan pada musim panas 2017.

Kepindahan Bonucci ke AC Milan membuat Allegri sakit hati. Bahkan, keduanya tetap terlibat perselisihan ketika Bonucci kembali ke Juventus pada musim panas 2018.

Leonardo Bonucci - Juventus - Getty Images
Getty Images

“Saya akan menunjuk kapten dan wakil kapten berdasarkan pengalaman para pemain. Giorgio Chiellini adalah pemain paling senior, diikuti oleh Paulo Dybala,” ungkap Massimiliano Allegri dikutip Football5star dari laman Football Italia.

“Leonardo Bonucci sempat pergi ke AC Milan. Jika dia benar-benar ingin menjadi kapten, maka saya akan menyarankannya membeli ban kapten di toko dan bermain di jalanan. Tentu saja Bonucci tahu akan kebijakan ini.”

“Di musim terakhir saya bersama Juventus, Mario Mandzukic dan Sami Khedira sempat beberapa kali menggantikan posisi Chiellini. Saya membuat kebijakan tersebut karena Bonucci sudah tak lagi menjadi pemain senior kami,” imbuh Allegri.

Meski perselisihan keduanya masih belum usai, Bonucci diprediksi bakal menjadi bek andalan Bianconerri musim depan. Akan tetapi, ia musti bersaing dengan Merih Demiral, Matthijs de Ligt dan Daniele Rugani demi merebut satu tempat di starting XI pilihan Allegri.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Buffon Yakin Juventus Bisa Rebut Kembali Scudetto Bersama Allegri

gamespool
Buffon Yakin Juventus Bisa Rebut Kembali Scudetto Bersama Allegri 84

Football5Star.com, Indonesia – Kiper Parma, Gianluigi Buffon, percaya bahwa Massimiliano Allegri bisa kembali membawa Juventus meraih Scudetto. Buffon menyebut Juventus musim lalu mendapatkan musim yang mengecewakan.

Buffon hengkang dari Juventus setelah mendapatkan Coppa Italia dan pulang ke Parma. Musim ini, Max Allegri kembali ditunjuk menjadi pelatih setelah dua musim meninggalkan klub. Buffon yakin Allegri bisa membawa Bianconeri kembali ke jalur yang benar.

“Saya pikir Juve, sebagai sebuah tim, memiliki semua kepercayaan untuk memenangkan Scudetto lagi. Sering kali membicarakan kekecewaan tentang musim lalu, meski memenangkan Coppa Italia dan Piala Super Italia, ” ucap Buffon seperti dikutip Football5Star.com dari Sky Sports Italia.

Allegri y Buffon
uefa.com

Buffon melanjutkan, “Tetapi harapannya berbeda, dan perasaan kecewa ini tetap ada. Sekarang mereka akan meminta Allegri untuk memenangkan Scudetto dan tidak ada yang tahu apa yang dibutuhkan Juve untuk pulih selain dia.”

Kiper berusia 43 tahun itu juga berbicara soal timnas Italia yang berhasil menjadi juara Euro 2020. Dia memuji beberapa pemain seperti Giorgio Chiellini dan Leonardo Bonucci.

“Chiellini dan Bonucci bukanlah kejutan, mereka adalah referensi. Setiap tim nasional yang menghargai diri sendiri, membutuhkan pengalaman, soliditas, dan kepastian dari beberapa pemain,” kata Buffon.

Dia melanjutkan, “Karena itu, bagi saya, (Marco) Verratti adalah seorang juara dan Jorginho adalah pesepakbola kelas atas, kejutannya tidak diragukan lagi adalah (Federico) Chiesa dan (Gianluigi) Donnarumma.”

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Tolak Tawaran Sebagai Staf Allegri di Juventus, Barzagli Pilih Jadi Pundit

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Andrea Barzagli sepertinya tidak akan kembali lagi ke Juventus. Dilaporkan bahwa dirinya telah menolak tawaran sebagai staf Massimiliano Allegri.

Andrea Barzagli sebelumnya termasuk dalam staf Maurizio Sarri saat menukangi Juventus 2019 lalu. Tapi sejak pandemic covid-19 ia memutuskan mundur dan belum kembali lagi.

Keberadaannya sebagai salah satu asisten Maurizio Sarri tidak bertahan lama. Hanya lima bulan dia bertahan.

Andrea Barzagli - Maurizio Sarri - Juventus - @andreabarzagli15 2
@andreabarzagli15

Dan ketika mendapat tawaran lagi, mantan bek timnas Italia belum siap. Ia justru ingin mencoba profesi baru yang masih berhubungan dengan sepak bola.

Seperti dikutip Football5star dari Football Italia, pria berusia 40 tahun ingin mencoba berkarier sebagai pundit sepak bola di TV. Tugas barunya ini akan dimulai saat kompetisi musim 2021-2022 dimulai.

Kendati demikian, bukan berarti Andrea Barzagli tidak akan kembali ke dunia kepelatihan. Dia telah mengambil lisensi kepelatihan di Coverciano September tahun lalu dan diyakini akan menjadi pelatih pada masa depan.

Penolakan kembali ke Juventus sejatinya cukup mengejutkan. Di klub asal Turin lah mantan bek tangguh meraih semuanya. Apalagi dia punya hubungan harmonis dengan Massimiliano Allegri yang notabene mantan pelatihnya.

Datang dari Wolfsburg pada musim panas 2011 Barzagli sukses memenangkan 16 gelar bersama Juventus. Yang paling mentereng tentu saja raihan scudetto yang didapat selama delapan musim beruntun.

Dan pada 2019 pemain yang turut membawa Italia juara Piala Dunia 2006 memutuskan pensiun. Sekarang Barzagli siap dengan petualangan baru.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Massimiliano Allegri Kembali, Paulo Dybala Tak Jadi Pergi

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Sejak musim lalu Paulo Dybala selalu digoyang isu hengkang. Mulai tersingkir dari skuat utama Juventus sejak ditangani Maurizio Sarri dan Andrea Pirlo jadi latar belakang.

Belakangan isu kepindahan Paulo Dybala mulai menghilang. Hal ini tak lepas dari kembalinya Massimiliano Allegri sebagai nakhoda baru.

Pengaruh Allegri pada karier Dybala memang sangat kental. Dia lah orang yang membawa sang bomber ke Juventus 2015 lalu.

Paulo Dybala - Max Allegri - Juventus - Atletico - euprimefootball. com
Eu Prime Time Football

Sang nakhoda mampu meyakinkan manajemen Si Nyonya Tua untuk mengeluarkan dana 40 juta euro demi menggaet pemain dari Palermo.

Dan sekarang tangan dingin pelatih 53 tahun kembali jadi penentu masa depan sang bomber. Gazzetta dello Sport melaporkan Juve akan menemui agennya guna membicarakan kontrak baru.

Massimiliano Allegri disebut-sebut tak mau kehilangan salah satu pemain kesayangannya itu. Apalagi kontrak bintang Argentina di Turin tinggal satu tahun lagi.

Direktur olahraga Juventus, Cherubini, akan menemui Dybala dan agennya dalam waktu dekat untuk menegosiasikan kontrak baru.

Sejauh ini belum ada kesepakatan apa pun yang terjalin. Tapi diyakini negosiasi akan berjalan lancar sebab kedua belah pihak ingin melanjutkan kerja sama.

Gazzetta dello Sport juga menyebutkan dalam perjanjian baru nanti Paulo Dybala akan mendapat kenaikan gaji. Sejak memperpanjang kontrak 2017 lalu ia mendapat sekitar 7,3 juta euro permusim.

Dan jika kontrak baru sudah ditandatangani La Joya akan menerima 10 juta euro permusim. Angka ini belum termasuk bonus yang akan diterima.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Miralem Pjanic akan Moncer Lagi bersama Massimiliano Allegri

Gamespool new banner

Football5Star.com, Indonesia – Kiprah Miralem Pjanic bersama Barcelona pada musim ini tidaklah bagus. Dia tak mendapat kepercayaan besar dari sang pelatih baru, Ronald Koeman. Dari total 30 pertandingan di semua ajang yang dilakoninya, dia hanya tampil 1.295 menit atau rata-rata 43 menit per laga.

Kisah miris itu tak lepas dari perhatian eks rekan main Pjanic di Juventus, Medhi Benatia. Pemain belakang yang kini membela Al Duhail di Liga Qatar tersebut prihatin karena menilai pemain asal Bosnia-Herzegovina itu masihlah salah satu gelandang terbaik.

“Bagaimana bisa dia senang dengan penampilannya musim ini? Mire punya pengalaman, telah bermain di lebih dari 500 pertandingan dan Koeman justru lebih memilih pemain berumur 18 tahun (Pedri, Red.) ketimbang dia,” urai Medhi Benatia soal nasib Pjanic seperti dikutip Football5Star.com dari Tuttosport.

Miralem Pjanic bersahabat dengan Medhi Benatia.
Getty Images

Benatia menilai hal itu tidak adil bagi sang sahabat. “Jika punya Pjanic, Anda harus selalu memainkannya. Namun, itu ternyata bukanlah pilihan Koeman dan dia tak diberi kesempatan yang cukup,” kata bek Maroko itu lagi.

Benatia pun lantas menyarankan Pjanic pulang ke Juventus. Dia yakin eks pemain AS Roma tersebut akan kembali moncer karena I Bianconeri akan kembali ditangani Massimiliano Allegri. Faktanya, selama di Juventus, dia dimainkan 135 kali oleh sang allenatore dengan rata-rata tampil 76 menit.

Pjanic Anggap Allegri sebagai Ayah

Massimiliano Allegri mampu mengeluarkan seluruh kemampuan Miralem Pjanic semasa di Juventus.
marca.com

Bersama Massimiliano Allegri, Miralem Pjanic memang moncer. Dia mampu membuat 19 gol dan 33 assist dalam 135 pertandingan di berbagai ajang. Dia pun jadi andalan di lini tengah. Pada pentas Serie A, dia selalu tampil setidaknya 30 kali.

Selain itu, menurut Medhi Benatia, Pjanic memang punya hubungan baik dengan Allegri. “Pjanic sudah menganggap Allegri sebagai ayah. Kami kerap bicara. Beberapa hari lalu, saya bercanda dengan bilang, ‘Mire, apakah kamu dapat kabar dari ayahmu?'” kata dia.

Lebih lanjut, Benatia mengungkapkan, “Pjanic adalah fenomena bersama Allegri. Allegri merupakan pelatih yang paling mampu mengeluarkan semua kemampuan Mire.”

Soal kemungkinan Miralem Pjanic kembali ke Juventus, Medhi Benatia menilainya sangat terbuka. Terutama dari sisi sang pemain. “Dia mencintai Juventus dan Juventus juga mencintai dia. Jadi, aku berharap dia dapat kembali ke Juventus.”

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Rabiot Senang Orang yang Yakinkan Dia ke Juventus Kembali

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Adrien Rabiot senang Massimiliano Allegri kembali ke pangkuan Juventus. Ia mengaku sang nakhoda lah yang meyakinkan dirinya pindah ke Juve dua tahun lalu.

Seperti diketahui, Adrien Rabiot didatangkan Juventus dari Paris Saint-Germain 2019 lalu. Menurutnya, keputusannya menerima pinangan Si Nyonya Tua karena ia melihat sosok Allegri yang saat itu masih duduk di kursi pelatih.

“Dua tahun lalu saya mendatangani kontrak di Juve karena saya tahu dia pelatihnya. Juve memenangkan banyak trofi bersamanya, mencapai final Liga Champions dua kali,” ujar penggawa timnas Prancis kepada Gazzetta dello Sport, Minggu (30/5/2021).

Max Allegri - Inggris - Juventus - The42
The42

“Saya pikir dia menggunakan waktunya dua tahun terakhir untuk mengamati sepak bola dan bagaimana perkembangannya,” ia menambahkan.

Kendati bahagia dengan kembalinya Allegri, bukan berarti Rabiot tidak senang dengan kepemimpinan Andrea Pirlo. Dia menikmati bermain di bawah asuhan Pirlo.

Sang debutan juga dianggap berhasil di musim pertama sebagai pelatih. Terbukti trofi Coppa Italia dan Supercoppa Italia berhasil dimenangkan.

“Saya berhubungan baik dengan Pirlo. Saya mengikuti keinginannya tentang bagaimana meningkatkan posisi saya dan mempercepat serangan, lalu bermain hanya dengan dua setnuhan,” ujarnya lagi.

“Dia punya ide-ide yang jelas, tapi kadang kami tidak bisa mempraktikkannya. Saya melihat gelas hampir penuh setelah musim ini. kami memenangkan dua trofi dan lolos ke Liga Champions bersama Pirlo,” tutup Adrien Rabiot.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Digaransi Masuk Timnas Italia, Federico Bernardeschi Sindir Pirlo

Banner Gamespol Baru

Football5Star.com, Indonesia – Federico Bernardeschi, gelandang sayap Juventus, dipastikan Roberto Mancini akan masuk skuat timnas Italia untuk Piala Eropa 2020. Menanggapi hal tersebut, sang pemain melontarkan sindiran kepada eks pelatihnya di I Bianconeri, Andrea Pirlo.

Bernardeschi dipercaya menjadi kapten saat Italia menang 7-0 dalam uji tanding melawan San Marino, Sabtu (29/5/2021) dini hari WIB. Selepas pertandingan, dia digaransi masuk skuat Gli Azzurri meskipun tak jadi andalan di Juventus sepanjang musim 2020-21.

Eks pemain Fiorentina itu pun memberikan reaksinya atas pernyataan Mancini. Dia lantas membandingkan kepercayaan yang diberikan pelatih timnas Italia itu dengan yang diterimanya di Juventus.

Federico Bernardeschi merasa kurang dipercaya oleh Andrea Pirlo di Juventus.
sandiegouniontribune.com

“Aku berterima kasih kepada pelatih (Mancini). Dia selalu memberiku kepercayaan. Di sini, aku menikmati permainanku. Ketika hal itu terjadi, kualitasku bisa keluar semua dan itu sangat fundamental bagiku,” urai Federico Bernanrdeschi kepada Rai Sport seperti dikutip Football5Star.com dari Tuttomercatoweb.

Lebih lanjut, Bernardeschi melontarkan ucapan yang menyindir Andrea Pirlo. “Di timnas, aku bermain di posisi alamiku dan aku menikmatinya. Mereka mau mengambil risiko. Hal itu tak kudapatkan di Juventus.”

Sindiran itu lantas dikritik oleh eks striker timnas Italia, Luca Toni. Dia menilai tak sepantasnya Bernardeschi melontarkan hal tersebut dan menyudutkan Andrea Pirlo yang menanganinya selama musim 2020-21. Menurut dia, Pirlo tetap punya andil bagi sang pemain.

Bernardeschi Senang Allegri Kembali

Federico Bernardeschi lumayan bersinar saat Juventus ditangani Massimiliano Allegri.
zonasport.it

Sepanjang 2020-21, Federico Bernardeschi sebetulnya cukup sering dimainkan oleh Andrea Pirlo. Dia turun dalam 39 pertandingan si berbagai ajang. Namun, hanya 13 kali dia tampil sebagai starter. Lalu, dia pun menjalani 6 peran berbeda. Dia bahkan sempat dipasang sebagai gelandang tengah dan bek kiri.

Bernardeschi sepertinya tidak nyaman berada di bawah asuhan Pirlo di Juventus. Buktinya, dia gagal mencetak gol dan hanya membuat 3 assist dalam 39 laga yang dilakoninya. Sementara itu, saat timnas Italia menang 7-0 atas San Marino, dia membuat 1 gol dan 2 assist.

Tak heran pula jika Bernardeschi menyambut baik kembalinya Massimiliano Allegri ke Juventus. “Aku senang. Aku harap bisa menikmati kepercayaan pelatih lagi. Aku benar-benar menginginkan itu dan aku akan mencobanya. Aku senang atas kepulangannya. Dia selalu jadi pelatih hebat,” ujar dia.

Tak seperti dengan Andrea Pirlo, Federico Bernardeschi lebih bersinar saat ditangani Massimiliano Allegri. Dari 2017 hingga 2019, dia tampil dalam 70 pertandingan di semua ajang dengan torehan 8 gol dan 12 assist. Dia juga dipercaya turun sebagai starter dalam 31 pertandingan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Pirlo Pergi dan Allegri Kembali, Begini Kata Leonardo Bonucci

Gamespool new banner

Football5Star.com, Indonesia – Bek tengah Juventus, Leonardo Bonucci, angkat suara soal pergantian pelatih di klubnya. Dia menyambut baik kedatangan kembali Massimiliano Allegri dan memberi pujian kepada Andrea Pirlo.

Setelah menjalani musim dengan finis pada posisi ke-4 di classifica Serie A dan memastikan tiket Liga Champions pada giornata terakhir, manajemen Juventus akhirnya memberhentikan Pirlo. Padahal, dia awalnya dikontrak selama dua musim. Penggantinya adalah Allegri yang dua musim lalu didepak dari Stadion Allianz.

Menyikapi pergantian nakhoda di Juventus tersebut, Bonucci secara tersirat mengaku tak heran. Dia tahu hal itu secara langsung dari eks rekan masinnya tersebut. Namun, dia tak setuju bila Pirlo dianggap gagal. Setidaknya, I Bianconeri masih mampu meraih trofi Supercoppa Italiana dan Coppa Italia.

Leonardo Bonucci menilai Andrea Pirlo tak sepenuhnya gagal di Juventus.
beinsports.com

“Dia mengontak saya dan mengatakan untuk memanggilnya Andrea, bukan lagi mister karena dia tak lagi jadi pelatih,” urai Leonardo Bonucci seperti dikutip Football5Star.com dari Tuttosport. “Kukatakan kepada dia, dengan begitu banyak kesulitan, dia telah mencapai target luar biasa pada pengalaman pertamanya (sebagai pelatih).”

Soal kegagalan Juventus mempertahankan Scudetto, Bonucci mengungkapkan, “Dibanding tahun-tahun sebelumnya, dia gagal merebut Scudetto. Namun, situasinya memang sulit. Kondisi eksternal tidak bagus dan dia juga hanya punya sedikit waktu.”

Bonucci Yakin Juventus Bangkit

Leonardo Bonucci yakin Juventus akan kembali bangkit bersama Massimiliano Allegri.
espn.com

Sementara itu, soal kedatangan Massimiliano Allegri, Leonardo Bonucci menyambut baik. Dia optimistis Juventus akan kembali bangkit dan meraih kejayaan lagi. Kegagalan bersama Pirlo diyakini justru akan jadi tonik tersendiri untuk menjalani musim depan.

“Allegri akan memberi kami pertolongan luar biasa dalam mengatur tim dengan pengalamannya. Aku tak sabar untuk memulainya,” ujar Bonucci. “Melihat klub lain memenangkan Scudetto tidaklah enak. Namun, itu akan membuat kami lebih terlecut.”

Massimiliano Allegri pada 2019 dilengserkan manajemen Juventus setelah memberikan 5 scudetti secara beruntun. Dalihnya, dia gagal juara di Liga Champions dan I Bianconeri butuh gaya main baru. Namun, performa Leonardo Bonucci cs. di Liga Champions justru makin jeblok bersama Maurizio Sarri dan Andrea Pirlo. Mereka selalu terhenti di babak 16 besar.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Balik ke Juventus, Massimiliano Allegri Dibayangi Kutukan Periode kedua

Gamespool new banner

Football5Star.com, Indonesia – Massimiliano Allegri akhirnya kembali ke Juventus. Setelah memutus kontrak Andrea Pirlo yang masih tersisa satu musim, manajemen I Bianconeri mengumumkan kembalinya pelatih yang mempersembahkan 5 Scudetti tersebut. “Bentornato, Max!” cuit akun resmi klub itu.

Menurut Tuttosport, Allegri diikat kontrak berdurasi 4 musim dengan gaji bisa mencapai 9 juta euro pada musim terakhirnya nanti. Adapun tugasnya tentu saja mengembalikan kejayaan Juventus yang hanya meraih gelar juara Supercoppa Italiana dan Coppa Italia bersama Pirlo.

Sekilas, tugas itu tidaklah sulit. Pasalnya, Allegri punya jejak apik. Dari 2014-15 hingga 2018-19, dia merebut 5 Scudetti, 4 gelar juara Coppa Italia, dan 2 gelar juara Supercoppa Italiana. Belum lagi dua kali menembus final Liga Champions.

Akan tetapi, menilik jejak sejarah, Allegri dipastikan harus berusaha lebih keras. Itu karena para pelatih yang kembali ke Juventus tak ada yang bisa lebih sukses. Kutukan periode kedua selalu berlaku di klub raksasa Italia tersebut.

Sebelum Allegri, ada tiga pelatih yang menangani Juventus lebih dari satu kali. Mereka adalah Carlo Parola, Giovanni Trapattoni, dan Marcello Lippi. Ketiga pelatih itu sama-sama tak lebih lama bertugas dan tidak lebih sukses saat menjalani periode kedua.

Parola Tiga Kali Tangani Juventus

Carlo Parola jadi pelatih pertama yang memberikan double winners bagi Juventus.
goal.com

Parola ditunjuk menangani Juventus pada 1959 sebagai pengganti Teobaldo Depetrini. Sosok Depetrini sebenarnya pelatih pertama yang dua kali menangani I Bianconeri. Namun, dia hanya jadi pengganti sementara pada pengujung musim 1956-57.

Pada dua musim pertamanya, dia mempersembahkan empat trofi. I Bianconeri dua kali merebut Scudetto dan dua kali pula menjuarai Coppa Italia. Dialah pelatih pertama yang membawa klub ini merebut double pada 1959-60.

Kejadian menarik muncul pada 1961. Perbedaan pandangan dengan manajemen Juventus membuat Parola mundur. Namun, hanya empat bulan kemudian, dia dipanggil kembali dan bertahan hingga akhir musim 1961-62 tanpa sebuah trofi pun.

Parola kembali laga pada 1974 setelah Juventus memberhentikan Cestmir Vycpalek. Hasilnya tidak seperti periode sebelumnya. Dia hanya bertahan hingga 1976. Adapun prestasinya hanyalah merebut Scudetto musim 1974-75.

Trapattoni Paling Jomplang

Giovanni Trapattoni menangani I Bianconeri selama 10 musim pada periode pertamanya.
nexilia.it

Saat Parola hengkang, sosok penggantinya adalah Giovanni Trapattoni. pelatih yang satu ini bertahan sangat lama. Dia menangani Juventus selama satu dekade alias sepuluh musim. Sebanyak 14 gelar dipersembahkan eks pemain bertahan timnas Italia itu.

Dari 1976 hingga 1986, Trapattoni mempersembahkan semua trofi yang bisa diraih Juventus. Dia membawa I Bianconeri merebut 6 Scudetti, dua kali juara Coppa Italia, lalu masing-masing sekali juara Piala Champions, Piala Winners, Piala UEFA, Piala Super Eropa, dan Piala Interkontinental. Sekadar catatan saat itu belum ada Supercoppa Italiana.

Akan tetapi, jejak Trapattoni pada periode keduanya sangat jumplang. Datang pada 1991, dia hanya bertahan tiga musim. Dalam kurun waktu itu, dia hanya mampu membawa I Bianconeri juara Piala UEFA 1992-93 dengan mengalahkan Borussia Dortmund pada partai final.

Lippi Hampir Seimbang

Marcello Lippi membawa Juventus juara Liga Champions 1995-96.
super6sport.it

Pelatih ketiga yang lebih dari sekali menangani Juventus adalah Marcello Lippi. Dia datang menggantikan Trapattoni pada 1994 dan bertahan hingga Februari 1999. Pada periode pertamanya ini, dia terbilang sukses berat karena mampu mempersembahkan 9 trofi. Rinciannya, 3 Scudetti, 2 Supercoppa Italiana, lalu masing-masing 1 Liga Champions, Piala Super Eropa, dan Piala Interkontinental.

Dua musim berselang, antara lain setelah 15 bulan menangani Inter Milan, Lippi kembali ke Juventus. Hasilnya tidaklah buruk. Dia mampu mempersembahkan dua Scudetti dan dua trofi Supercoppa Italiana dalam tiga musim. Pada akhir musim 2003-04, dia mundur untuk kemudian menangani timnas Italia.

Jejak ketiga pelatih itu tentu harus jadi catatan bagi Massimiliano Allegri dan para fan Juventus. Intinya, jangan terlalu berharap mengulang sukses merebut 5 Scudetto beruntun. Sang allenatore butuh kerja lebih keras dan segudang keberuntungan pada periode keduanya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

BREAKING! Massimiliano Allegri Kembali ke Pangkuan Juventus

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Hanya beberapa jam setelah mendepak Andrea Pirlo, Juventus sudah menunjuk pelatih baru. tidak lain dan tidak bukan, orang itu adalah Massimiliano Allegri.

Kembalinya Massimiliano Allegri sedikit mengejutkan. Karena sebelumnya ia lebih condong menukangi Real Madrid.

Akan tetapi pada akhirnya Juventus berhasil meyakinkan sang allenatore. Pada era keduanya ini, Allegri akan dikontrak selama empat tahun ke depan.

Dia juga akan menerima gaji yang cukup fantastis. Yakni sebesar 9 juta euro permusimnya. Angka ini tiga kali lipat dari yang diperoleh Andrea Pirlo.

“Massimiliano Allegri adalah pelatih baru Juventus. Allegri mendapatkan kursi yang sangat dia kenal, klub yang dia cintai untuk memulai perjalanan baru bersama hari ini, menuju tujuan baru,” demikian pernyataan resmi klub.

Sebelumnya Juventus memberikan kode bahwa pelatih anyar adalah pria asal Sardinia. Itu terlihat dari peta Minessota dan jas sang nakhoda yang dilempar pada 2015 silam. Untuk diketahui, Minessota merupakan nama kuda kesayangan milik Allegri.

Sementara jas hitam merupakan jas yang dibuka sang nakhoda kala memastikan scudetto pertama bersama Juve 2015 lalu. Kala itu Juve menang 3-2 atas tuan rumah Carpi.

Pelatih 52 tahun sebelumnya menangani klub kota Turin dari 2014 hingga 2019. Dan selama itu ia selalu menyumbangkan scudetto.

Secara total, Allegri telah memenangkan 11 trofi untuk Juventus. Dengan torehan tersebut tak heran jika Si Nyonya Tua akan kembali juara Serie A musim depan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Allegri Lebih Condong ke Real Madrid daripada Inter Milan

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Massimiliano Allegri disebut-sebut akan gantikan Antonio Conte di Inter Milan. Sedangkan Conte difavoritkan sebagai suksesor Zinedine Zidane di Real Madrid.

Akan tetapi, belakangan muncul kabar berbeda. Massimiliano Allegri lebih condong menukangi Real Madrid daripada Inter Milan.

Sky Sport Italia melaporkan jika mantan pelatih Juventus dan AC Milan sudah lebih dulu bernegosiasi dengan Los Blancos. Besaran gaji yang ditawakan juga sudah disepakati sang nakhoda.

Tak Sepakat dengan Suning, Antonio Conte Siap Mengundurkan Diri
Internews24

Kabar ini juga dibenarkan media Spanyol, Diario AS. Dalam laporannya disebut kedua belah pihak tinggal membicarakan detail lain terkait kontrak dan strategi transfer.

lebih condongnya Allegri ke Real Madrid tentu bikin situasi Inter Milan kian terjepit. Setelah memutuskan berpisah dengan Antonio Conte, hanya eks Cagliari yang dianggap pantas menggantikannya.

Sedangkan nama lain seperti Simone Inzaghi sudah tidak mungkin dikejar. Inzaghi setuju memperpanjang kontrak dengan Lazio hingga 2024 mendatang.

Di sisi lain, Massimiliano Allegri diyakini akan diberi kebebasan dalam menentukan timnya jika menukangi Real Madrid. Hal ini pula yang sepertinya tidak akan didapat andai melatih I Nerazzurri.

Saat ini Inter sedang dalam masalah keuangan. Masalah inilah yang membuat mereka tidak bisa bekerja sama lagi dengan Antonio Conte.

Bahkan Steven Zhang kemungkinan besar akan melepas beberapa pemain bintang guna mendapatkan dana segar untuk mengurangi beban klub.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]