Mateo Kovacic Yakin Chelsea Juara Piala Super Eropa

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Mateo Kovacic, pemain Chelsea optimis gelar Piala Super Eropa akan diraih ia dan rekan-rekannya. Chelsea akan menghadapi Villarreal di Piala Super Eropa yang bakal berlangsung di National Football Stadium, Irlandia Utara, Kamis (12/8/2021).

Menurut Mateo Kovacic, saat ini skuat Chelsea fokus untuk bisa meraih kemenangan di Piala Super Eropa sebagai jalan pembuka di Liga Inggris musim 2021-22.

“Saat ini yang dipikirkan klub adalah kemenangan. Tentang bagaimana memenangkan gelar,” ucap Mateo Kovacic seperti dikutip Football5star.com dari laman resmi klub, Rabu (11/8).

Mateo Kovacic Yakin Chelsea Juara Piala Super Eropa
chelseafc.com

“Kami di sini untuk melakukan itu dan besok kami memiliki kesempatan untuk mendapatkan gelar juara. Kami akan melakukan segalanya untuk berada di level tertinggi, untuk bersaing dengan lawan yang hebat. Dan memenangkan pertandingan pertama kami musim ini,” tambah Kovacic.

Menurut Mateo Kovacic, Chelsea bukan klub yang puas dengan gelar yang diraih pada musim lalu. The Blues tidak akan berhenti untuk bisa mendapatkan gelar pada musim 2021-22.

“Chelsea adalah klub yang terbiasa meraih trofi, dan setiap tahun bersaing untuk beberapa trofi. Tim muda ini telah menunjukkan bahwa pada tahun lalu kami dapat mencapai hal-hal hebat, dan saya yakin kami tidak berhenti disana,” ungkapnya.

“Kami adalah tim muda yang haus gelar, yang ingin memenangkan gelar, dan kami perlu berkonsentrasi untuk besok untuk mengangkat yang pertama kami musim ini.”

Kovacic memiliki modal tersendiri untuk pertandingan Piala Super Eropa tahun ini. Ia tercatat telah dua kali meraih gelar serupa saat masih membela Real Madrid.

Gelar pertama Piala Super Eropa diraih Kovacic pada 2016. Setahun kemudian, ia kembali mempersembahkan gelar yang sama kepada Real Madrid.

Mateo Kovacic dan Tuchel Senada

Rasa optimis tak hanya dimiliki oleh Mateo Kovacic, pelatih The Blues, Thomas Tuchel juga memiliki perasaan sama. Meski Tuchel mengaku tak bisa memandang sebelah mata lawannya, Villarreal yang dilatih Unai Emery.

“Saya sangat menghormati Villarreal, dan Unai Emery. Maksud saya, mereka bisa segera menamai kompetisi Europa League dengan sebutan trofi Unai Emery,” ucap Tuchel seperti dikutip dari laman resmi UEFA.

“Unai Emery luar biasa. Dia memainkan lima final dan memenangi sebanyak empat kali, itu gila,” tambah pelatih asal Jerman tersebut.

Mateo Kovacic Yakin Chelsea Juara Piala Super Eropa__
chelseafc.com

Thomas Tuchel pun memperingkatkan anak asuhnya untuk bermain lebih hati-hati saat menghadapi Villarreal. Bagi Tuchel, tim asal Spanyol selalu memiliki kejutan yang bisa merugikan tim lawan.

“Bermain dengan tim Spanyol, anda harus sangat berhati-hati. Mereka menyukai permainan ini dan biasa memainkan pertandingan untuk menguasai bola, serta mereka berlaga dengan sangat-sangat berani.”

“Jadi, saya pikir mereka akan melakukan pendekatan pada pertandingan ini tanpa beban. Namun, apa yang lebih baik dibandingkan memulai musim dengan final di kompetisi Eropa. Kami akan sangat-sangat serius menghadapinya untuk membawa pulang trofi,”

Liga Super Eropa 2021 berlangsung di Belfast, Irlandia Utara. Laga ini mempertemukan juara Liga Champions, Chelsea melawan juara Liga Europa, Villarreal.

UEFA Resmi Mengizinkan Adanya Penonton di Laga Piala Super Eropa

Sebelumnya, UEFA mempertimbangkan akan menggelar pertandingan di Istanbul Turki sebagai kompensasi batalnya kota tersebut menjadi tuan rumah Final Liga Champions musim 2020-2021 lalu.

Namun, Asosiasi Sepak Bola Irlandia Utara menyatakan UEFA telah menyatakan Stadion Windsor Park, Belfast yang akan menjadi tempat pertandingan.

“Kami puas UEFA telah memastikan pertanidngan akan berlangsung di Belfast. Kami akan terus melakukan kontak dengan UEFA terkait hal ini,” jelas Ketua Asosiasi Sepak Bola Irlandia, Patrick Nelson beberapa waktu lalu.

Stadion Windsor Park memiliki kapasitas 18.434 penonton. Saat final Liga Champions 2020-2021 antara Chelsea dan Manchester City beberapa waktu lalu di Stadion Do Dragao, Portugal jumlah penonton yang hadir hanya sekitar 14 ribu orang. Stadion Do Dragao sendiri mampu menampung 65.647 penonton.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Dua Pemain Kunci Chelsea Absen Lawan Manchester City

gamespool
Dua Pemain Kunci Chelsea Absen Lawan Manchester City 9

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Chelsea, Thomas Tuchel, memastikan Mateo Kovacic dan Andreas Christensen tak bisa bermain pada partai Piala FA melawan Manchester City. Keduanya harus absen karena dinyatakan belum pulih dari cederanya masing-masing.

Kovacic dan Christensen sudah absen membela Chelsea pada partai Liga Champions melawan FC Porto beberapa waktu lalu. Absennya kedua pemain tersebut ditengarai menjadi salah satu penyebab kekalahan The Blues di laga tersebut.

“Mateo Kovacic sayangnya tak bisa bermain di laga nanti. Dia sudah merasa lebih baik tapi belum cukup fit untuk masuk ke dalam skuat,” ujar Thomas Tuchel dikutip football5star dari laman Football London.

Mateo Kovacic - Andreas Christensen - Chelsea - Manchester City - Sports Illustrated - thomas tuchel
Sports Illustrated

“Andreas Christensen juga masih mengalami cedera dan belum bisa masuk ke dalam skuat. Itu adalah dua pemain kami yang tak bisa bermain melawan Manchester City,” sambung Tuchel.

Meski kehilangan Kovacic dan Christensen, Tuchel tetap merasa bersyukur. Pasalnya, ia bisa menurunkan N’Golo Kante selama 90 menit pada laga melawan Manchester City.

“Kami mendapat izin untuk menurunkan N’Golo Kante. Adanya jeda tiga hari jelang pertandingan melawan Manchester City menjadi penyebab utama kami bisa menurunkannya,” tutur Tuchel.

Tuchel memiliki beberapa opsi pemain untuk menemani Kante di lini tengah Chelsea. Ia bisa menurunkan Jorginho yang tampil gemilang pada partai melawan FC Porto. Selain itu, Tuchel juga bisa memberi menit bermain kepada pemain muda asal Skotlandia, Billy Gilmour.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Jorginho: Kante dan Kovacic Bikin Tugas Saya Lebih Mudah

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Jorginho kian nyaman bermain untuk Chelsea. Selain karena kehadiran Thomas Tuchel, kerja samanya dengan N’Golo Kante dan Mateo Kovacic di lini tengah juga kian padu.

Jorginho benar-benar terbantu dengan kehadiran N’Golo Kante dan Mateo Kovacic. Menurutnya mereka berdua membuat tugasnya di lini tengah semakin mudah.

Gelandang asal Italia mengungkapkan bahwa mereka kini berbagi tugas dalam mengantisipasi serangan lawan dan mulai membangun serangan. Cara ini dipercaya membuat ketiganya bisa sama-sama fokus sepanjang laga.

jorginho kante standard
standard.co.uk

“Saya merasa sangat nyaman dengan peran ini dan ketika Anda memiliki pemain di sekitar Anda seperti Kova dan Kante yang memiliki kualitas yang sangat baik, itu membuat segalanya menjadi mudah bagi Anda untuk melakukan pekerjaan,” kata sang gelandang di laman resmi klub, Jumat (16/4/2021).

“Saya sangat menikmati perannya. Saya pikir Anda perlu melakukan banyak pengaturan, memastikan kami tahu kapan harus menekan dan bagaimana menghindari serangan lawan dan fokus pada apa yang kami lakukan,” ia menambahkan.

Sejak Chelsea diambil alih Thomas Tuchel, posisi Jorginho, N’Golo Kante, dan Matteo Kovacic tidak tergantikan di lini tengah. Permainan lugas mereka pun berimbas pada performa menawan dengan hanya menelan satu kekalahan.

Chelsea yang sempat terpental ke papan tengah, kini sudah kembali ke papan atas. Mereka pun cukup konsisten berada di empat besar.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Mateo Kovacic Ingin Tambah Koleksi Gelar Liga Champions bersama Chelsea

gamespool
Mateo Kovacic Ingin Tambah Koleksi Gelar Liga Champions bersama Chelsea 16

Football5star.com, Indonesia – Gelandang timnas Kroasia, Mateo Kovacic, memiliki ambisi besar membawa Chelsea melangkah ke final Liga Champions musim ini. Ia merasa kurang puas meski sudah memiliki koleksi tiga gelar juara Liga Champions.

Kovacic berhasil meraih tiga gelar juara Liga Champions ketika memperkuat Real Madrid pada periode 2015 hingga 2019. Namun, Kovacic tidak menjadi pemain kunci di balik keberhasilan Los Blancos.

“Tentu rasanya akan luar biasa apabila saya bisa bermain di partai final Liga Champoions musim ini bersama Chelsea. Tapi, saat ini kami masih berada di babak perempat final dan tidak ingin melihat terlalu jauh ke depan,” ujar Mateo Kovacic dikutip football5star dari Football London.

Mateo Kovacic - Chelsea - Liga Champions - Football London
Football London

“Dengan skuat yang ada, saya yakin Chelsea bisa bicara banyak di Eropa musim ini. Kemampuan serta kepercayaan diri kami kami semakin meningkat di setiap pertandingan,” sambung Kovacic.

Kovacic dan Chelsea akan menghadapi FC Porto pada babak perempat final Liga Champions dinihari nanti. Laga tersebut bakal menjadi ajang reuni bagi Kovacic dengan mantan rekannya di Real Madrid, Pepe.

“Pepe adalah rekan setim yang luar biasa. Saya sangat menghargai setiap momen yang saya habiskan bersamanya di Real Madrid. Dia memperlakukan saya secara spesial. Saya sangat mencintainya.”

“Kita semua tahu apa yang bisa diberikan Pepe kepada tim yang ia bela. Yakni, segudang pengalaman serta pemain yang kerap membakar semangat rekan-rekan setimnya,” tandas Kovacic.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Pemain yang Diusir Wasit di Final Piala FA

gamespool
Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Pemain yang Diusir Wasit di Final Piala FA 21

Football5star.com, Indonesia – Gelandang Chelsea, Mateo Kovacic, harus menelan pil pahit karena diusir wasit Anthony Taylor di final Piala FA dinihari tadi. Kovacic diusur Taylor setelah mendapat kartu kuning kedua di menit ke-73.

Dua kartu kuning yang diterima Kovacic ternyata turut berkontribusi terhadap hasil akhir pertandingan. Pasalnya, Chelsea harus mengakui keunggulan Arsenal dengan skor 2-1.

Kovacic bukanlah satu-satunya pemain yang diusur wasit di final Piala FA. Berikut, www.old.football5star.com sudah merangkum 5 pemain yang diusir wasit di final Piala FA.

1. JOSE ANTONIO REYES (2005)
Kamu Pasti Gak Tahu 5 Pemain yang Diusir Wasit di Final Piala FA Jose Antonio Reyes Yahoo News
Yahoo Sport

Partai final Piala FA edisi 2004-05 mempertemukan Arsenal vs Manchester United. Laga ini harus ditentukan melalui babak adu penalti karena kedua tim gagal mencetak gol di waktu normal dan babak tambahan.

Sebelum pertandingan memasuki babak adu penalti, Arsenal harus kehilangan satu orang pemainnya, Jose Antonio Reyes mendapat kartu kuning kedua di penghujung babak tambahan setelah melanggar Cristiano Ronaldo.

Diusirnya Reyes tak memberikan dampak berarti untuk Arsenal. Pasalnya, mereka mampu membawa pulang trofi Piala FA setelah memenangkan babak adu penalti dengan skor 5-4.

2. PABLO ZABALETA (2013)
Kamu Pasti Gak Tahu 5 Pemain yang Diusir Wasit di Final Piala FA Pablo Zabaleta Wigan Today
Wigan Today

Legenda Manchester City, Pablo Zabaleta harus menelan pil pahit ketika menghadapi Wigan Athletic di partai final Piala FA musim 2012-13. Pasalnya, ia harus diusir wasit setelah mendapat kartu kuning kedua di menit ke-84.

Kartu merah yang didapat Zabaleta membuat Manchester City gagal memetik kemenangan. Pasalnya, Wigan mampu mencuri keunggulan melalui sundulan Ben Watson di masa injury time babak kedua.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Mateo Kovacic: Chelsea Wajib Juara Piala FA

gamespool
Mateo Kovacic: Chelsea Wajib Juara Piala FA 25

Football5star.com, Indonesia – Gelandang Chelsea, Mateo Kovacic, mengatakan bahwa Piala FA merupakan gelar yang wajib dimenangkan The Blues musim ini. Menurut Kovacic, musim The Blues bisa dianggap gagal apabila tak berhasil membawa pulang trofi Piala FA.

Chelsea berhasil lolos ke final Piala FA setelah menyingkirkan Manchester United di babak empat besar. Di partai final, mereka akan menghadapi tim kuat, Arsenal, pada Sabtu (1/8) malam WIB.

“Kami harus menjadi juara. Karena, mengakhiri musim tanpa gelar juara bukanlah cara yang bagus,” ujar Mateo Kovacic seperti dikutip www.old.football5star.com dari laman resmi The Blues.

Mateo Kovacic - Chelsea - Piala FA - Football London
Football London

“Musim ini, Chelsea berhasil menunjukkan penampilan yang baik dan mampu mendatangkan pemain hebat. Kami pun sangat percaya akan kemampuan Frank Lampard. Gelar ini akan sangat berarti baginya,” sambung Kovacic.

Meski masih berusia 26 tahun, Kovacic sudah memiliki cukup banyak gelar juara. Pemain berpaspor Kroasia itu memiliki koleksi tiga gelar Liga Kroasia, satu Liga Spanyol, satu Copa del Rey, dua Piala Dunia Antarklub, satu Liga Europa serta tiga Liga Champions.

Kovacic pun berniat menambah gelar Piala FA ke dalam koleksi trofi pribadinya. Oleh karena itu, ia siap menunjukkan penampilan terbaiknya di partai melawan Arsenal.

“Saya sangat senang karena akan kembali bermain di partai final. Bermain di final dan menjadi juara merupakan sesuatu yang sangat indah. Chelsea sudah terbiasa menjadi juara dan kami akan berusaha keras untuk menjuarai Piala FA,” tandas Kovacic.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Pemain Ini Merupakan Jebolan Akademi Dinamo Zagreb

Banner LFS Baru

Football5Star.com, Indonesia – Dinamo Zagreb merupakan klub terbesar dan tersukses di Kroasia. Dalam 14 tahun terakhir, mereka hanya gagal menjuarai Liga Kroasia satu kali. Total mereka sudah menjuarai Liga Kroasia sebanyak 20 kali.

Tetapi di kancah Eropa mereka tidak bisa bicara banyak. Satu-satunya gelar Eropa yang mereka dapatkan adalah Inter-Cities Fairs Cup pada musim 1966-67. Tetapi itu adalah gelar Eropa satu-satunya tim Yugoslavia sebelum Red Star Belgrade juara Liga Champions di tahun 1991, satu tahun sebelum Yugoslavia pecah.

Tapi walaupun begitu, Akademi Dinamo Zagreb merupakan salah satu yang terbaik di Eropa, banyak pemain-pemain besar yang merupakan jebolan dari akademi itu. Berikut Football5star.com sajikan daftarnya.

Zvonimir Boban

Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Pemain Ini Merupakan Jebolan Akademi Dinamo Zagreb
twitter

Zvonimir Boban bermain di akademi Dinamo pada tahun 1983-85. Dia berhasil masuk ke tim senior Dinamo pada usia 16 tahun, dan sudah menjadi kapten pada usia 19 tahun. Salah satu kejadian yang paling diingat pada saat Boban menggenakan seragam Dinamo adalah pada saat dia menendang polisi di kerusuhan laga Dinamo vs Red Star di tahun 1990.

Boban meninggalkan Dinamo pada tahun 1991 dan pergi ke AC Milan. Bersama Rossonerri dia membawa 9 gelar major termasuk gelar Liga Champions di tahun 1994. Dia juga merupakan bagian dari generasi emas Kroasia yang membawa Kroasia meraih juara ketiga pada Piala Dunia 1998.

Dario Simic

Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Pemain Ini Merupakan Jebolan Akademi Dinamo Zagreb
worldfootball.net

Dario Simic bergabung ke akademi Dinamo pada saat usia 12 tahun di tahun 1987, dan berhasil masuk tim utama pada usia 16 di tahun 1992. Dia bermain bersama Dinamo sampai tahun 1999 sebelum bergabung ke Inter.

Bersama Dinamo dia meraih 5 gelar liga Kroasia dan 4 Kroasia cup. Puncak karirnya adalah saat bersama AC Milan ketika dia memenangkan gelar Liga Champions di tahun 2007.

Simic sempat kembali ke Dinamo pada tahun 2010. Tetapi dia hanya bermain selama tiga bulan sebelum memutuskan pensiun. Walaupun begitu dia bermain pada saat laga Supercup Kroasia melawan Hadjuk Split dan memenangkan laga itu dengan skor 1-0.

Luka Modric

Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Pemain Ini Merupakan Jebolan Akademi Dinamo Zagreb
Bleacher Report

Luka Modric bisa dibilang merupakan pemain jebolan akademi Dinamo Zagreb yang paling sukses. Wajar saja, dia berhasil memenangkan 4 gelar Liga Champions bersama Real Madrid dan memimpin negaranya menjadi runner-up Piala Dunia 2018. Dia juga menjadi pemain Balkan pertama yang memenangkan Ballon d’or.

Modric masuk akademi Dinamo pada saat berusia 16 tahun setelah pindah dari klub kampung halamannya NK Zadar pada tahun 2000. Dia sempat dipinjam terlebih dahulu dua musim 2003-2005 sebelum masuk ke tim utama Dinamo.

Mateo Kovacic

Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Pemain Ini Merupakan Jebolan Akademi Dinamo Zagreb
Sports Mole

Mateo Kovacic sebenarnya merupakan pemain kelahiran Linz, Austria. Tetapi orang tuanya adalah orang Bosnia-Croatia. Dia bermain di akademi LASK Linz saat masih belia sebelum pindah ke Akademi Dinamo Zagreb pada saat berusia 13 pada tahun 2007. Dia berhasil masuk tim utama pada saat usia 16 tahun. Dia juga mencetak gol pada debutnya dan menjadikan dia pencetak gol termuda dalam sejarah liga Kroasia dengan usia 16 tahun 198 hari.

Kovacic pindah ke Inter pada tahun 2012 lalu dibeli Real Madrid pada tahun 2015. Saat ini dia bermain bersama raksasa London, Chelsea. Selama karirnya, Kovacic sudah mendapat 15 gelar termasuk 3 gelar Liga Champions bersama Real Madrid dan 1 gelar Liga Europa bersama Chelsea.

Marko Simic

Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Pemain Ini Merupakan Jebolan Akademi Dinamo Zagreb
@markosimic_77

Penyerang Persija, Marko Simic, juga merupakan jebolan akademi Dinamo Zagreb. Simic bermain disana pada tahun 2003-2007. Tapi sayang karir Simic tidaklah mulus. Dia sering kali berpindah-pindah negara satu musim sekali, dia bahkan sempat memperkuat klub Serie C, Pordenone, sebelum bergabung bersama klub raksasa Vietnam, Becamex Bing Duong.

Simic baru menemukan performa terbaiknya bersama Persija Jakarta Liga 1 2018. Dia membawa Macan Kemayoran meraih gelar juara Liga Indonesia untuk pertama kalinya sejak 2001. Pada musim berikutnya, dia berhasil menjadi top skor Liga 1 dengan torehan 28 gol.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Optimisme Tinggi Mateo Kovacic Jelang Partai Chelsea vs Bayern

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Mateo Kovacic merasa sangat optimistis jelang partai Liga Champions antara Chelsea vs Bayern, Rabu (26/2) dinihari nanti. Menurut Kovacic, The Blues memiliki kemampuan untuk bisa menyakiti Bayern.

Di laga nanti, Chelsea memiliki status sebagai tim underdog. Namun, mereka memiliki modal yang cukup bagus karena sukses mengalahkan tim tangguh, Tottenham Hotspur, akhir pekan lalu. Sementara, Bayern memiliki waktu persiapan yang lebih panjang karena mereka bermain pada Jumat (21/2) lalu.

“Kami sudah mengetahui kekuatan serta kelemahan dari Bayern. Saya yakin kami bisa menyakiti Bayern meski mereka memiliki waktu istirahat yang lebih panjang,” ungkap Mateo Kovacic dilansir dari laman resmi UEFA.

Mateo Kovacic - Chelsea vs Bayern - Liga Champions - uefa. com
uefa.com

“Kami memang tak mendapatkan hasil terbaik dari partai melawan Manchester United. Tapi, kini kami sudah bangkit dan berambisi untuk meneruskan tren kemenangan ini. Kami memiliki kemampuan yang mumpuni untuk menyakiti tim manapun,” kata Kovacic menambahkan.

Optimisme dari Kovacic ternyata juga dimiliki oleh Frank Lampard. Di mata Lampard, anak asuhnya harus terus menjaga konsentrasi apabila ingin meraih kemenangan pada partai Chelsea vs Bayern nanti dan melaju ke babak perempat final Liga Champions.

“Konsentrasi dan fokus menjadi dua hal yang harus kami miliki di partai Chelsea vs Bayern. Saya berharap kami bisa mengambil resiko yang lebih besar ketika menyerang dan tetap memiliki insting bertahan yang kuat,” ujar Lampard.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Kovacic Ledek Metode Latihan Sarri di Chelsea

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Gelandang Chelsea, Mateo Kovacic, menilai metode latihan Maurizio Sarri sangat membosankan di Stamford Bridge. Menurut dia, hal ini sangat berbeda jauh dengan Manajer The Blues sekarang, Frank Lampard.

Mateo Kovacic mendarat di Stamford Bridge pada musim panas 2018 dengan status pinjaman dari Real Madrid. Bersama Sarri, Kovacic membuat 51 penampilan dan turut membantu Chelsea finis ketiga di Liga Inggris dan menjuarai Liga Europa.

Kerjasama Kovacic dengan Sarri cuma berlangsung semusim saja karena sang pelatih kemudian menerima pinangan bergabung Juventus. Kursi manajer Chelsea yang ditinggalkan Sarri lantas diisi oleh Lampard.

Di era Lampard, Kovacic sukses mempertahankan tempatnya di tim inti The Blues. Pemain berusia 25 tahun itu telah dimainkan 32 kali termasuk menjadi starter di 15 dari 22 penampilannya di liga.

Mateo Kovacic - Chelsea - chelseafc. com
chelseafc. com

“Saya datang ke Chelsea di bawah Sarri, tetapi saya harus mengatakan bahwa Lampard adalah manajer yang luar biasa. Dia telah menjaga karakter yang dia miliki sebagai pemain dalam kepribadiannya sebagai pelatih, yang telah menginspirasi kami semua,” kata Mateo Kovacic di Soccerway.

“Lampard berkomitmen pada dirinya sendiri dengan semua yang dia dapatkan. Latihan selalu menantang dan berbeda dari musim lalu. Itu mungkin perbedaan utama antara Lampard dan Sarri, yang membuat konsep latihan sangat monoton.”

“Dengan Lampard, ada banyak sesi latihan serupa dengan fokus pada persiapan taktis. Zinedine Zidane mirip dengan cara Lampard menjadi pelatih, dan pendekatan mereka sangat cocok dengan tim,” Mateo Kovacic menambahkan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Mateo Kovacic Meringis Kesakitan Setelah Jabat Tangan John Terry

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Kedatangan John Terry ke Stamford Bridge menyisakan rasa sakit bagi Mateo Kovacic. Hal ini tak lepas dari momen jabat tangan keduanya sesaat setelah laga Chelsea vs Aston Villa berakhir.

John Terry dan Mateo Kovacic yang sama-sama hendak menuju lorong ganti berjabat tangan sebelum meninggalkan lapangan. Tapi niat baik keduanya ini justru membuat sang pemain meringis kesakitan.

Genggaman kuat asisten pelatih Aston Villa kepada pemain Chelsea itu membuat Kovacic tak kuat menahan sakit. Jika dilihat dari foto yang beredar di media sosial memang terlihat jika Terry salah mengapit jari pemain tuan rumah.

Gelandang asal Kroasia seketika meringis kesakitan. Sadar dengan apa yang telah diperbuat, Terry mencoba memanggil sang pemain untuk meminta maaf. Beruntung masalah ini tidak berlangsung panjang mengingat memang tidak ada unsur kesengajaan dari legenda The Blues itu.

Sementara itu, ini pertama kalinya John Terry kembali menginjakkan kakinya di Stamford Bridge setelah memutuskan pensiun beberapa musim lalu. Tapi pada momen ini ia gagal membawa Aston Villa meraih poin.

Klub yang ia bawa promosi ke Premier League musim ini harus menerima kekalahan 1-2. Dua gol Chelsea dicetak lewat dua pemain muda potensialnya, Tammy Abraham dan Mason Mount. Sementara gol semata wayang tim tamu dicetak oleh Mahmoud Hassan empat menit jelang babak pertama berakhir.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Mateo Kovacic Tak Berambisi Cetak Banyak Gol

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Gelandang Chelsea, Mateo Kovacic, mengaku tak terlalu memikirkan raihan gol yang bisa ia dapatkan musim ini. Menurutnya, mencetak gol bukanlah prioritas utamanya ketika diturunkan oleh Frank Lampard.

Kovacic sendiri memang sudah cukup lama tak mencetak gol. Pemain 25 tahun itu terakhir mencetak gol pada bulan Januari 2017 lalu. Namun, ia sempat memperlihatkan kebolehannya mencetak gol ketika membela Inter Milan pada musim 2014-15 lalu. Ketika itu, ia sukses mencetak lima gol dari 35 penampilannya bersama Nerazzurri.

“Ada alasan kenapa saya bisa mencetak cukup banyak gol untuk Inter ketika itu. Saya mengawali musim dengan mencetak beberapa gol. Lalu, performa itu terus berlanjut hingga ke akhir musim,” ujar Mateo Kovacic dikutip dari laman resmi Chelsea.

Mateo Kovacic - Chelsea - chelseafc. com
Getty Images

“Saya tak pernah terobsesi untuk mencetak banyak gol. Karena, mencetak gol bukanlah prioritas saya di atas lapangan. Tapi, saya tentunya juga ingin bisa memperbaiki penampilan dan meningkatkan kemampuan serta kembali mencetak gol,” kata Kovacic menambahkan.

Di bawah asuhan Frank Lampard musim ini, Kovacic memang sudah mulai berlatih keras agar bisa mencetak gol untuk Chelsea. Menurutnya, Lampard selalu memberikan tips agar ia bisa mengakhiri puasa golnya dalam waktu dekat.

“Saya diasuh oleh gelandang yang mencetak sangat banyak gol dalam kariernya. Dia pun sering mengatakan kepada saya untuk menembak bola. Saat ini, saya sudah lebih sering menembak,” tandas Kovacic.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Mateo Kovacic Bersyukur Bisa Keluar dari Real Madrid

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Gelandang Chelsea, Mateo Kovacic, mengatakan bahwa ia tak memiliki pengalaman yang begitu menyenangkan ketika memperkuat Real Madrid. Ia pun bersyukur karena bisa keluar dari Real Madrid.

Bersama Los Blancos, Kovacic memang lebih sering menjadi penghangat bangku cadangan dan memiliki status sebagai pemain pelapis. Selama tiga tahun bermain di Spanyol, ia hanya berhasil mencatatkan 73 penampilan. Sebagian besar penampilan itu ia dapatkan sebagai pemain pengganti.

“Saya memiliki tiga tahun yang begitu sulit di Real Madrid. Saya bisa bermain dan kemudian tidak bermain. Saya gagal mendapatkan konsistensi yang sangat saya butuhkan di sana,” ujar Mateo Kovacic dikutip dari laman resmi Chelsea.

Mateo Kovacic - Real Madrid - Chelsea - Diario AS
Diario AS

“Tapi, saya tetap senang karena berhasil meraih tiga gelar Liga Champions. Lalu, Chelsea datang dengan tawaran terbaik di dalam karier saya. Pindah ke sini merupakan keputusan terbaik yang pernah saya ambil,” ujar Kovacic menambahkan.

Di Chelsea, Kovacic memang masih cukup sering dimainkan sebagai pemain pengganti. Namun, musim ini ia mulai menunjukkan kebolehannya dan sudah menjadi salah satu nama yang seringkali dimainkan dari menit pertama.

Total, ia sudah berhasil mengoleksi 69 penampilan bersama Chelsea dalam dua musim terakhir. Di musim ini, ia sudah sukses mendapatkan 18 penampilan di semua kompetisi. Ia pun sukses mengantarkan The Blues merengkuh gelar Liga Europa para musim 2018-19 lalu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Mateo Kovacic Senang Bisa Berlatih di Bawah Arahan Frank Lampard

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Gelandang Chelsea, Mateo Kovacic, mengatakan bahwa seluruh penggawa Chelsea senang dengan kehadiran Frank Lampard sebagai pelatih anyar. Pemain asal Kroasia itu pun mengatakan bahwa seluruh penggawa The Blues menikmati sesi latihan bersama Lampard.

Saat ini, Frank Lampard dan Chelsea sedang berada di Tokyo, Jepang untuk melanjutkan masa latihan pramusim. Di Jepang, mereka akan menjalani laga persahabatan melawan Kawasaki Frontale dan Barcelona dalam waktu beberapa hari ke depan.

“Rasanya luar biasa karena memiliki seorang legenda klub yang datang sebagai pelatih. Hal ini membuat para pemain sejauh ini sangat menikmati masa-masa pramusim,” kata Mateo Kovacic dikutip dari laman resmi The Blues.

“Kami memang menjalani sesi latihan yang cukup tangguh. Tapi, para pemain sangat menikmatinya. Salah satu faktor yang membuat kami sangat menikmati sesi latihan kali ini adalah, cukup sering melibatkan bola.”

“Kami merasa sangat senang bisa berlatih di bawah arahannya. Kami tentunya berharap akan bisa mendapatkan banyak ilmu darinya dan membuat Chelsea dan para suporter merasa sangat bangga,”
katanya menambahkan.

Di Stamford Bridge musim depan, Mateo Kovacic memiliki cukup banyak saingan di sektor tengah. Ia harus bersaing dengan Ruben Loftus-Cheek, Mason Mount, Ross Barkley, Danny Drinkwater Tiemoue Bakayoko, N’Golo Kante, dan Jorginho.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Chelsea Permanenkan Status Mateo Kovacic

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Masa depan Mateo Kovacic akhirnya terjawab setelah Chelsea memutuskan untuk mempermanenkan statusnya dari Real Madrid untuk musim 2019-20 mendatang. Untuk menebus Kovacic, Chelsea dikabarkan harus merogoh kocek sebesar 40 juta Poundsterling.

Mateo Kovacic juga sudah menandatangani kontrak jangka panjang yang akan habis pada tahun 2024 mendatang. Pria asal Kroasia itu merupakan salah satu pemain kunci di lini tengah dari pasukan Maurizio Sarri dan berhasil tampil maksimal sepanjang musim 2018-19.

“Saya sangat menikmati musim 2018-19 bersama Chelsea. Saya merasa sangat nyaman di London dan cocok bermain di Premier League. Saya sangat senang karena akhirnya bisa mempermanenkan status di sini,” kata Kovacic dikutip dari laman resmi The Blues.

Mateo Kovacic - Chelsea - SuperSport
SuperSport

“Kami mampu meraih kesuksesan pada musim lalu. Kami berhasil meraih gelar Liga Europa. Saya tentunya ingin memberikan kontribusi lebih untuk Chelsea di musim-musim selanjutnya,” imbuhnya menambahkan.

Keputusan untuk mempermanenkan status Kovacic ini merupakan salah satu buah dari kerja keras Marina Granovskaia. Ia paham bahwa Kovacic sudah terdaftar sebagai pemain The Blues musim lalu dan tetap bisa bermain di Stamford Bridge musim depan meski Chelsea sedang dikenai hukuman embargo transfer.

Hal itu bisa terjadi karena permanennnya status Kovacic dianggap sebagai sebuah perpanjangan kontrak. Hal tersebut membuat Chelsea bisa mempermanenkan statusnya secara legal dan mendaftarkannya sebagai pemain untuk musim 2019-20 mendatang.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Chelsea Dikabarkan Sepakat Beli Mateo Kovacic Secara Permanen

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Teka-teki masa depan Mateo Kovacic mulai terkuak. Menurut laporan beberapa media, gelandang asal Kroasia itu akan dibeli secara permanen oleh Chelsea. Artinya, dia tidak akan kembali ke Real Madrid untuk menjalani musim depan.

Mateo Kovacic pada musim 2018-19 membela Chelsea dengan status pemain pinjaman dari Real Madrid. Dalam kontrak peminjaman itu tercantum dua klausul. Pertama, klausul perpanjangan masa pinjaman selama semusim. Kedua, klausul opsi pembelian dengan harga 50 juta euro.

Mateo Kovacic yang berstatus pinjaman dari Real Madrid tampil 51 kali untuk Chelsea pada musim 2018-19.
managingmadrid.com

Marca melaporkan, Chelsea bersedia menebus sang gelandang seharga 50 juta euro. Sementara itu, menurut Gianluca Di Marzio, penandatanganan kontrak akan dilakukan pada Sabtu nanti. Pasalnya, saat ini belum tercapai kesepatan mengenai detail terkait gaji yang akan diterima mantan pemain Inter Milan tersebut.

Manajemen The Blues tak punya banyak waktu untuk menyelesaikan proses pembelian Mateo Kovacic. Mereka terbentur tenggat 30 Juni 2019. Sesuai sanksi yang dijatuhkan FIFA, klub milik Roman Abramovich itu tak bisa membeli pemain untuk dua periode transfer terhitung mulai 1 Juli 2019. Saat ini, kubu Real Madrid masih menunggu finalisasi transfer sang pemain oleh The Blues.

Musim lalu, Mateo Kovacic turun dalam 51 laga yang dilakoni Chelsea pada berbagai kompetisi. Dari jumlah itu, 36 kali dia diturunkan sebagai starter oleh manajer Maurizio Sarri. Meskipun gagal mencetak gol, dia sempat menorehkan dua assist dan dinilai mampu menggerakkan lini tengah dengan baik.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Sarri: Kovacic Layak Dipertahankan Chelsea

Football5star.com, Indonesia – Manajer Chelsea, Maurizio Sarri, menilai Mateo Kovacic layak dipertahankan. Ia pun berharap The Blues mempermanenkan status gelandang Kroasia itu.

“Ya, Kovacic hanya pemain pinjaman. Tapi, saya sangat ingin Kovacic tetap bersama kami. Anda tahu betul bahwa, dalam posisi gelandang bertahan, kami memiliki beberapa masalah karena kami hanya memiliki Jorginho,” kata Sarri di Soccerway.

Kovacic gabung Chelsea dari Real Madrid pada awal musim ini. Sang pemain telah mencatatkan 42 penampilan di semua kompetisi dengan sumbangan dua assist.

Sarri puas dengan kinerja sang gelandang dan ingin Chelsea mempermanenkan statusnya di akhir musim nanti.

Mateo Kovacic - Chelsea - Real Madrid - The Sun
The Sun

“Menurut saya, Kovacic bisa menjadi gelandang tengah yang sangat bagus. Tentu saja, dia bukan gelandang bertahan, tetapi seperti yang Anda tahu, di posisi itu saya lebih suka pemain yang sangat teknis. Dalam pertandingan terakhir, Jorginho menyentuh 161 bola.”

“Jadi, bagi kami, sangat penting bagi kami untuk memiliki kualitas besar di posisi itu. Kualitas besar bukan untuk umpan terakhir, tetapi kualitas besar dalam hal menggerakkan bola. Aaya tidak ingin membeli gelandang lain, saya ingin mencoba dengan Kovacic,” ucap Sarri.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Sarri Yakin Kovacic Bisa Gantikan Peran Jorginho

Football5star.com, Indonesia – Maurizio Sarri tengah mencari pemain yang bisa menjadi pelapis Jorginho. Sialnya, mereka tak bisa mendatangkan pemain lagi lantaran bursa transfer musim dingin 2018/2019 sudah ditutup. Meskipun begitu, Sarri merasa Mateo Kovacic bisa mengisi peran Jorginho.

Jorginho menjadi pemain pertama yang didatangkan oleh Sarri di awal musim. Keberadaan Jorginho menjadi amat penting dalam skema yang dibangung oleh mantan pelatih Napoli ini.

“Saya tidak tahu (apakah kami akan menderita karena tidak mendatangkan pemain tengah) tetapi saya harus mencoba dengan pemain kami sendiri. Jadi, saya pikir Kovacic bisa menjadi pilihan yang sangat bagus. Opsi yang sangat bagus,” ungkap Sarri dikutip Football5star dari Goal.

Mateo Kovacic - Chelsea - Real Madrid - The Sun
The Sun

Sarri memang tengah mencari alternatif lain kala Jorginho harus menepi untuk beristirahat. Sejauh ini, ia tengah menyiapkan dua nama untuk mengisi pos regista.

“Kami kadang-kadang bisa bermain dengan Kovacic sebagai gelandang tengah dan kemudian Jorginho akan dapat beristirahat. Kami sedang berusaha berlatih dengan dua pemain; yang pertama adalah Ampadu dan yang kedua adalah Kovacic. Mungkin untuk karakteristiknya, Kovacic lebih cocok.”

Menurut pemain yang memiliki hobi merokok ini, ada satu perbedaan mencolok yang membuat Kovacic lebih cocok menggantikan Jorginho ketimbang Ethan Ampadu.

“Seperti yang Anda tahu, Ampadu lebih defensif. Kovacic mendekati Jorginho dalam menggerakkan bola dengan satu sentuhan. Di masa depan, saya pikir dia akan mampu melakukan posisi ini dengan baik.”

Kovacic Ingin Permanenkan Statusnya di Chelsea

Banner Football Live StarFootball5star.com, Indonesia –  Penggawa Timnas Kroasia, Mateo Kovacic, mengaku sangat ingin mempermanenkan statusnya di Chelsea musim depan. Ia mengaku sangat bahagia bisa mendapatkan kesempatan bermain di Chelsea musim ini.

Kovacic didatangkan ke Stamford Bridge dengan status pinjaman dari Real Madrid. Pria 24 tahun itu berhasil menjadi salah satu andalan Maurizio Sarri di lini tengah dan mampu mengoleksi 22 penampilan di semua kompetisi musim ini bersama The Blues.

“Saya sangat ingin datang ke sini. Saya sangat ingin berterima kasih kepada klub saya sebelumnya. Saya sangat menikmatinya dan ingin terus bertahan di sini,” ujar Kovacic dikutip dari Sky Sports.

Mateo Kovacic - Chelsea - @Kovacicstuff
@Kovacicstuff

“Saya harus menghargai kontrak saya di Real Madrid. Mereka masih memiliki kontrak dengan saya. Saat ini, yang harus saya lakukan adalah menghargai kontrak saya bersama Real Madrid hingga akhir musim nanti,” ujar mantan penggawa Inter Milan itu.

Di musim panas 2019 mendatang, Real Madrid dikabarkan siap menggelontorkan dana besar untuk memboyong Eden Hazard. Menurut Kovacic, Hazard sempat beberapa kali menanyakan bagaimana kehidupan di Real Madrid.

“Dia sempat beberapa kali menanyakan mengenai kehidupan di Real Madrid. Tapi, saat ini ia sangat fokus untuk membela Chelsea musim ini. Menurut saya, dia adalah salah satu dari dua pemain terbaik di dunia. Saya sangat menikmati musim ini bersamanya di sini,” pungkas Kovacic.

Kovacic Sedih Tak Rayakan Natal di Kampung Halaman

Banner Football Live StarFootball5star.com, Indonesia – Penggawa Chelsea, Mateo Kovacic, mengaku merasa sedih karena tahun ini ia tak bisa merayakan natal bersama keluarganya di Kroasia. Sebelum membela Chelsea, ia mengaku selalu pulang ke Kroasia untuk merayakan hari kelahiran Kristus bersama keluarganya.

Musim ini, pria 24 tahun itu dipastikan tak akan mudik ke Kroasia karena harus memperkuat Chelsea di periode sibuk Premier League. Pada 26 Desember nanti, The Blues akan menghadapi Watford. Empat hari setelahnya, Eden Hazard dkk akan menjamu Crystal Palace.

“Tahun ini terasa sedikit aneh untuk saya. Karena, saya biasanya mendapatkan libur di akhir tahun dan selalu menyempatkan pulang ke Kroasia untuk menghabiskan waktu bersama keluarga,” ujar Kovacic dikutip dari laman resmi The Blues.

Mateo Kovacic - Chelsea - Natal - @Mateo_Kova23
@Mateo_Kova23

“Bagi saya, natal adalah perayaan yang harus dihabiskan bersama keluarga . Saya sangat ingin merayakan hari yang sangat spesial ini bersama keluarga di Kroasia,” imbuh Kovacic menambahkan,

Dalam kesempatan yang sama, mantan penggawa Inter Milan itu juga mengaku memiliki satu hadiah natal yang akan selalu ia kenang. Hadiah terbaik yang ia miliki adalah sebuah bola sepak yang diberikan oleh kedua orang tuanya.

“”Hadiah natal terbaik saya adalah sebuah bola yang diberikan oleh kedua orang tua saya. Saya masih memilikinya hingga sekarang. Bahkan, saya masih sering memainkan bola itu. Meskipun sudah usang, bola itu akan selalu memiliki tempat yang spesial di dalam hati saya,” pungkas pria kelahiran Austria itu.

Madrid Bersedia Lepas Kovacic Secara Permanen

Banner Football Live StarFootball5star.com, Indonesia – Chelsea diberitakan ingin mempermanenkan status Mateo Kovacic di akhir musim. Rencana ini pun mendapat lampu hijau dari Real Madrid yang bersedia menjual sang gelandang.

Seperti yang diketahui, keberadaan Kovacic di Chelsea musim ini masih berstatus sebagai pemain pinjaman dari Madrid. Walau begitu ia mampu menunjukkan performa apik dan sudah melakoni 17 pertandingan di semua ajang.

Untuk itu, Chelsea tidak ingin buang-buang waktu untuk memiliki gelandang asal Kroasia ini secara utuh. Gayung pun bersambut karena Madrid siap mendengarkan tawaran yang akan diajukan klub London Barat itu.

varane kovacic modric real madrid football5star republicworld com
republicworld.com

Diario AS melaporkan bahwa Los Blancos mematok harga sang pemain senilai 30 juta euro. Angka ini sama dengan yang mereka keluarkan ketika mendatangkannya dari Inter Milan 2015 lalu.

Klub milik Florentino Perez ini punya pertimbangan matang ingin menjual Kovacic. Sejak berlabuh di Santiago Bernabeu, ia gagal menampilkan performa terbaiknya. Total sang gelandang hanya 37 kali menjadi starter bersama El Real selama tiga musim berkiprah.

Sementara itu, Chelsea bukan satu-satunya klub yang menginginkan pemain jebolan akademi Dinamo Zagreb tersebut. Ada Tottenham Hotspur yang siap mengambil keuntungan andai The Blues dan Los Blancos tidak mencapai kata sepakat.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Kovacic Hanya Ingin Bahagia

Banner Football Live StarFootball5star.com, Indonesia – Mateo Kovacic, mengaku sangat bahagia karena berhasil mendapatkan kesempatan bermain di Chelsea musim ini. Ia pun tak menutup kemungkinan untuk mempermanenkan statusnya di Stamford Bridge pada musim panas 2019 mendatang.

Di bursa transfer musim panas lalu, Kovacic sempat mengutarakan niatnya untuk hengkang dari Real Madrid. Selama tiga musim di Real Madrid, ia tak merasa mendapatkan menit bermain yang cukup karena ketatnya persaingan di lini tengan Real Madrid.

“Saya hanya ingin merasa bahagia. Di Chelsea, saya berhasil mendapatkan hal tersebut. Saya merasa Maurizio Sarri telah memberikan saya tanggung jawab untuk tampil di setiap pertandingannya. Hal tersebut tak saya dapatkan di Real Madrid,” ungkap Kovacic kepada Marca.

Mateo Kovacic - Chelsea - Real Madrid - Zimbio
Zimbio

“Saya tak menutup kemungkinan untuk mempermanenkan status di Chelsea. Namun, saya belum mau memikirkan hal tersebut. Saat ini, saya hanya ingin terus bermain di setiap pertandingannya dan merasa bahagia,” imbuh pria asal Kroasia tersebut.

Bersama The Blues musim ini, Kovacic menjadi salah satu pemain kesayangan dari Maurizio Sarri. Trio Kovacic, Jorginho dan N’Golo Kante menjadi salah satu yang terkuat di Premier League musim ini.

Namun, kegemilangan yang ditunjukkan oleh Ross Barkley di beberapa pertandingan terakhir dapat mengancam tempatnya di starting XI The Blues. Sarri pun nampaknya mulai memberikan kepercayaan kepada Barkley untuk tampil sebagai starter di Premier League.

Kovacic: Liverpool Takkan Juara Selama Ada Lovren

Football5star.com, Indonesia – Setiap rekan satu tim tentu akan saling mendukung. Namun, tidak demikian yang terjadi antara dua penggawa Kroasia, Mateo Kovacic dan Dejan Lovren. Kovacic bahkan tanpa ragu mengatakan Liverpool tidak akan pernah juara selama masih diperkuat bek tengah tersebut.

Tentu saja ungkapan Kovacic ini hanya sebatas candaan saja. Ia tidak benar-benar mengatakan bahwa Lovren menjadi biang keladi Liverpool gagal meraih trofi yang sudah di depan mata dalam beberapa tahun terakhir.

lovren-liverpool
dailymail.co.uk

“Liverpool tidak akan juara Liga Inggris. Karena apa? Karena ada Dejan Lovren dalam tim mereka,” gurau Kovacic seperti yang dikutip Football5star.com dari Daily Mail, Rabu (14/11/2018).

Kovacic dan Lovren saat ini sama-sama berada di Kroasia untuk persiapan dua laga UEFA Nations League menghadapi Spanyol dan Inggris. Keduanya memang dikenal memiliki hubungan dekat baik di dalam maupun luar lapangan.

Baik Kovacic maupun Lovren merupakan jebolan akademi Dinamo Zagreb pada tahun yang sama. Mereka kemudian memutuskan masa depannya masing-masing. Jika sang gelandang memilih Inter Milan, sang bek justru hijrah ke Inggris untuk memperkuat Southampton.

Kini keduanya kembali dipertemukan dalam satu kompetisi Premier League. Lovren sudah tiga musim bermukim di Liverpool, sedangkan Kovacic baru saja merasakan kerasnya Liga Inggris di Chelsea. Mereka pun sudah saling berhadapan musim ini saat The Reds bertemu The Blues di Premier League dan Carabao Cup beberapa waktu lalu.

Kovacic Jamin Chelsea Tak Bernasib Seperti Liverpool

Football5star.com, Indonesia – Gelandang Chelsea, Mateo Kovacic, menyatakan bahwa mereka telah siap sepenuhnya untuk menghadapi BATE Borisov dalam laga lanjutan penyisihan grup Liga Europa pada Jumat (9/11). Ia juga yakin mereka tidak akan terpeleset seperti Liverpool di Liga Champions.

Seperti yang kita ketahui, Liverpool meraih hasil mengecewakan dalam laga Liga Champions terakhir. Mereka takluk 0-2 dari FC Crvena Zvezda di Stadion Red Star akibat brace yang diciptakan Milan Pavkov.

kovacic-chelsea-getty-football5star
Getty Images

Hasil tersebut membuat Chelsea harus ekstra waspada. Jika tidak, mereka bisa menelan hasil yang sama seperti Liverpool.

“Saya menyaksikan laga kemarin. Mereka sangat kesulitan karena atmosfer di Belgrade sangat berat. Sulit bermain di sana,” ucap Kovacic seperti yang dikutip laman resmi klub.

“Dalam laga-laga seperti ini, anda harus ekstra konsentrasi karena jika tidak maka anda akan kalah. Jadi, kami mempersiapkan diri sebaik mungkin agar hal kemarin tidak terjadi kepada kami,” tutur dirinya.

Pria asal Kroasia itu menilai bahwa kepercayaan diri tinggi yang dimiliki skuat The Blues merupakan salah satu kunci bagi mereka untuk memenangi laga melawan BATE.

Maklum, sejak ditangani oleh pelatih Maurizio Sarri pada awal musim ini, Chelsea masih belum terkalahkan dalam 16 laga di seluruh kompetisi. Dari jumlah tersebut, mereka memenangi 13 di antaranya.

“Kami mencatatkan hasil yang baik di liga dan di seluruh kompetisi. Tim ini ingin memainkan permainannya, menikmatinya, dan menunjukkan yang terbaik di setiap pertandingan,” tegas Kovacic.

“Kami baru bersama pelatih selama tiga bulan. Tentu saja, butuh waktu untuk memahami keinginannya secara penuh. Saya pikir kami melakukan pekerjaan yang baik sejauh ini dan kami akan semakin baik di setiap sesi latihan dan pertandingan,” pungkas Kovacic.

Kovacic Ternyata Mengidolai Legenda Man. United

Banner Footbal Live Star-Football5star

Football5star.com, Indonesia – Gelandang anyar Chelsea, Mateo Kovacic, mengatakan bahwa dirinya merupakan salah seorang penggemar dari Paul Scholes. Ia mengaku cukup sering menonton video-video Scholes di YouTube ketika sedang menikmati waktu senggang.

Menurut Kovacic, Scholes adalah sosok gelandang yang sangat sempurna. Bahkan, ia ingin ingin menjadi pemain yang lebih baik lagi dengan menonton permainan dari legenda Manchester United itu di atas lapangan.

paul scholes, mateo kovacic, chelsea
zimbio

“Setiap pemain harus dapat menemukan bentuk permainannya sendiri. Namun, saya ingin dapat menjadi seperti Paul Scholes. Dia memiliki kemampuan yang luar biasa. Saya sering menonton videonya di YouTube dan mempelajari hal-hal baru,” ungkap Kovacic kepada The Sun.

“Dia mampu melakukan segalanya, Mencetak gol, melepaskan tekel sempurna, serta mampu mengoper bola dengan sangat baik. Saya tak ingin meniru Scholes. Namun, saya ingin menjadi pemain yang lebih baik dengan mempelajari cara bermainnya,” sambung gelandang asal Kroasia itu.

Salah satu hal yang menjadi kekurangan Kovacic adalah kemampuannya untuk mencetak gol. Ia pun menyadari masalah itu dan akan berjanji akan meningkatkan kemampuannya di mulut gawang lawan.

Dalam tiga musim terakhir, ia hanya mampu mencetak delapan gol di level klub dan timnas. Bersama Real Madrid musim lalu, ia bahkan tak mampu mencetak gol dari 36 penampilannya di semua kompetisi.

“Itu menjadi masalah dalam karier saya. Saya tak mampu mencetak banyak gol. Hal tersebut menjadi PR sendiri untuk saya,” pungkasnya.

 

Hazard Tak Ikut Chelsea ke Yunani

Banner Footbal Live Star-Football5star

Football5star.com, Indonesia – Bintang Chelsea, Eden Hazard, mendapatkan waktu istirahat. Ia tidak dibawa oleh manajer Maurizio Sarri ke dalam skuat untuk menghadapi PAOK Thessaloniki pada Kamis (20/9).

Hazard tampil impresif dalam lima laga Premier League yang telah dijalani oleh Chelsea sejauh ini. Ia berhasil mencatatkan lima gol dan dua assist.

Berkat performa pemain asal Belgia itulah Chelsea bisa menempati puncak klasemen sementara Premier League dengan total raihan 15 poin. Mereka unggul selisih gol atas Liverpool yang berada di peringkat kedua.

Menjelang laga penyisihan grup Liga Europa melawan PAOK di Stadion Toumbas, Sarri memilih untuk meninggalkan Hazard di London. Ia menjelaskan bahwa keputusan ini murni diambil untuk memberikan kesempatan kepada sang winger beristirahat.

“Ia memberi tahu saya setelah laga melawan Cardiff City bahwa ia merasa sedikit lelah, terutama karena ia juga bermain membela tim nasional Belgia. Jadi, saya berpikir lebih baik jika ia tetap berada di Cobham,” tutur Sarri seperti yang dikutip laman resmi klub.

Selain Hazard, nama lain yang tidak dibawa oleh Sarri ke Yunani adalah gelandang Mateo Kovacic. Ia menderita cedera ringan ketika menghadapi Cardiff. Oleh sebab itu, Sarri tidak ingin mengambil risiko.

Bek David Luiz juga dipastikan tidak akan bermain. Sarri menilai bek asal Brasil tersebut harus beradaptasi terlebih dahulu dan mengembalikan tingkat kebugaran sebelum bisa bermain secara rutin.

Sebagai pengingat, Luiz menghabiskan hampir seluruh musim 2017/18 lalu di meja perawatan akibat cedera lutut. Ia total hanya tampil sebanyak 17 kali di seluruh kompetisi sepanjang musim.

luiz-hazard-chelsea-zimbio-getty-football5star
Getty Images

“David berada di Cobham. Ia bermain sangat sering setelah menepi selama lebih dari enam bulan. Jadi, saya berpikir akan lebih baik untuknya jika bisa berlatih dan beristirahat,” pungkas Sarri.

Chelsea dan PAOK tergabung di Grup L bersama BATE Borisov dan MOL Vidi.

SKUAT LENGKAP CHELSEA VS PAOK

Kepa Arrizabalaga, Willy Caballero, Marcin Bulka, Toni Rudiger, Marcos Alonso, Cesc Fabregas, Jorginho, N’Golo Kante, Ross Barkley, Pedro, Ruben Loftus-Cheek, Victor Moses, Olivier Giroud, Callum Hudson-Odoi, Davide Zappacosta, Willian, Gary Cahill, Andreas Christensen, Cesar Azpilicueta, Alvaro Morata, Ethan Ampadu.

Kovacic: Sarri Percaya Kemampuanku

Banner Footbal Live Star-Football5star

Football5star.com, Indonesia – Gelandang Chelsea, Mateo Kovacic, mengaku bahagia bergabung dengan The Blues. Sebab, ia bisa bekerja sama dengan Maurizio Sarri yang percaya pada kemampuannya.

Kovacic merapat ke Chelsea pada bursa transfer ini. The Blues meminjamnya dari Real Madrid selama semusim.

Maurizio Sarri, Chelsea vs Arsenal, Football5Star.com
@ChelseaFC

Kovacic sudah melakoni debutnya saat Chelsea mengalahkan Arsenal 3-2. Masuk di babak kedua, pemain asal Kroasia itu tampil apik dan mengontrol lini tengah permainan.

“Aku senang dengan kemenangan, karena yang paling penting adalah tim ini bermain bagus. Aku merasa baik-baik saja, aku kekurangan ritme, tetapi aku baru saja bergabung dengan tim. Aku bekerja dengan baik dan berkembang,” kata Kovacic kepada Sport Klub TV.

“Itu penting bagiku setelah tiga tahun tanpa kontinuitas di Madrid, untuk menemukan tim dan pelatih yang menginginkanku, dan itu terjadi di Chelsea. Klub yang menginginkanku dan pelatih yang percaya padaku. Itu yang aku butuhkan.”

“Sarri mengenalku sejak lama dan aku menonton banyak pertandingannya. Dia suka bermain, timnya hebat, dengan banyak pemain besar. Tidak akan sulit bagiku untuk adaptasi,” Kovacic menambahkan.

Pada laga berikutnya, Chelsea akan tandang ke St James’ Park, markas Newcastle United.

Maurizio Sarri Tak Mau Buru-buru Mainkan Kovacic

Banner Footbal Live Star-Football5star

Football5Star.com, Indonesia – Manajer Chelsea Maurizio Sarri enggan terburu-buru memainkan gelandang baru Mateo Kovacic pada laga kontra Arsenal.

Derbi London antara Chelsea dan Arsenal akan tersaji pada pekan ke-2 Liga Inggris 2017-2018, Sabtu (18/8/2018). Arsenal yang kalah dari Manchester City pada pekan pertama berambisi meraup tiga poin perdana. Sementara Chelsea yang sebelumnya membekuk Huddersfield Town, bakal mendapat dukungan penuh dari publik Stamford Bridge.

Manajer Chelsea, Maurizio Sarri, tak menjamin rekrutan anyar, Mateo Kovacic, akan dimainkan sebagai starter pada big match melawan Chelsea. Sarri beranggapan, Kovacic masih harus berlatih agar memahami instruksi yang dia terapkan di The Blues.

“Saat ini, dia masih harus terus berlatih. Saya tak yakin dia telah siap bermain selama 90 menit. Mungkin saat melawan Arsenal, dia bisa bermain pada 30 menit terakhir,” kata Sarri dilansir Football5Star.com dari Football London.

Mateo Kovacic, Chelsea, Maurizio Sarri, Marina Granovskaia
@ChelseaFC

“Saya berharap lebih dari dia karena menurut saya dia adalah pemain hebat. Dia masih bisa berkembang,” ujar eks pelatih Napoli itu.

Meski tak mau menjamin Kovacic akan tampil menghadapi Arsenal, Sarri menilai kehadiran pemain asal Kroasia itu akan banyak membantu tim. Gelandang yang didatangkan dengan status pinjaman dari Real Madrid itu disebut Sarri memiliki kemampuan hebat.

“Saya rasa Mateo akan akan sangat membantu kami. Dia sangat hebat dalam hal teknis,” tutur dia.

“Dia bisa bermain di tiga posisi di lapangan tengah. Dia hebat dalam hal menyerang dan telah meningkatkan kemampuan bertahan selama dua tahun di Real Madrid,” ujar Sarri.

Pada laga kontra Arsenal, Sarri diprediksi akan memainkan skema 4-3-3 sama seperti saat menghadapi Huddersfield. Winger Chelsea, Eden Hazard, diyakini akan diturunkan sebagai starter mengisi pos sayap kiri.

Alvaro Morata Sebut Kovacic Salah Satu Gelandang Terbaik Dunia

Banner Footbal Live Star-Football5star

Football5Star.com, Indonesia – Alvaro Morata menyambut baik kedatangan Mateo Kovacic dari Real Madrid dan menyebut sang pemain sebagai salah satu gelandang terbaik dunia.

Mateo Kovacic resmi hijrah ke Chelsea musim pada bursa transfer musim panas lalu. Real Madrid sepakat meminjamkan Kovacic ke Chelsea setelah sang pemain mengeluhkan menit bermain yang kurang.

Kedatangan Kovacic disambut gembira oleh penyerang Chelsea, Alvaro Morata. Kovacic dan Morata pernah bermain setim di Real Madrid. Menurut Morata, Kovacic adalah gelandang muda berbakat yang memiliki skill di atas rata-rata.

“Dia memberi saya banyak assist di Madrid. Kami menikmati saat-saat bermain bersama dan saya senang dia datang ke Chelsea,” ujar Morata dilansir Football5Star.com dar laman resmi Chelsea.

morata chelsea football5star thenational ae
thenational.ae

“Dia adalah pemain hebat yang bisa menjadi sangat penting karena kami membutuhkan pemain besar. Dengan kehadiran Kovacic, kami bisa memiliki lebih banyak penguasaan bola dan mengalirkan bola ke lini depan dengan lebih lancar,” kata pemain 25 tahun itu.

Tak hanya itu, Morata juga melabeli Kovacic sebagai salah satu gelandang terbaik dunia saat ini. Morata juga mau membantu Kovacic agar bisa cepat beradaptasi dengan kehidupan di London terutama dalam menghadapi Liga Inggris.

“Saya rasa dia adalah salah satu pemain tengah terbaik di dunia. Saya akan membantu dia untuk beradaptasi. Saya ingat ketika pertama datang ke sini musim lalu, rekan-rekan banyak membantu saya dan kini saatnya saya melakukan hal yang sama,” ucap Morata.

Pada laga pertama Liga Inggris 2018-2019, Morata tampil sebagai starter saat menghadapi Huddersfield Town, Sabtu (11/8/2018). Namun, nama Kovacic tak ada dalam daftar pemain Chelsea pada laga tersebut.

Gaya Main Kovacic Sempurna untuk Sarri

Banner Footbal Live Star-Football5star

 

Football5star.com, Indonesia – Chelsea berhasil mendatangkan Mateo Kovacic dengan status pinjaman dari Real Madrid. Bagi Direktur klub, Marina Granovskaia, permainan sang gelandang sesuai dengan keinginan pelatih Maurizio Sarri.

Kovacic didatangkan Chelsea sebagai bentuk kesepakatan klub usai melepas Thibaut Courtois ke Madrid. Kehadirannya di Stamford Bridge pun diharapkan mampu menambah kreativitas lini tengah yang sudah lebih dulu dihuni Cesc Fabregas, Willian, Jorginho, serta N’Golo Kante.

“Kami sangat senang dengan kedatangan Mateo di keluar Chelsea. Dia pemain yang sempurna buat kami musim ini. Gayanya sangat bagus dan sesuai kebutuhan Maurizio. Kami yakin dia bisa meningkatkan ketajaman klub,” ujar Granovskaia seperti dilansir situs resmi klub, Kamis (9/8/2018).

Maurizio Sarri Zimbio.jpg 2
zimbio.com

Tidak hanya pihak The Blues yang merasa senang dengan transfer ini. Kovacic juga mengaku bangga bisa bergabung dengan klub sebesar Chelsea. Ia berharap performanya bisa membantu klub London itu meraih prestasi tertinggi musim ini.

“Saya sangat senang dan bergairah berada di Chelsea. Ini perasaan yang luar biasa. Saya akan memberikan yang terbaik untuk klub. Ini kompetisi yang baru buat saya, tapi saya yakin pelatih dan rekan setim akan membantu saya melalui musim yang luar biasa,” katanya.

Sebelumnya, Kovacic sempat dikabarkan mangkir pada sesi latihan Madrid. Banyak yang beranggapan bahwa ini adalah ungkapannya yang sudah tidak betah berada di Santiago Bernabeu karena selalu menjadi pilihan kedua pelatih Zinedine Zidane ketika itu.

Lopetegui: Madrid Siap Cari Pengganti Kovacic

Banner Footbal Live Star-Football5star

Football5star.com, Indonesia – Real Madrid nampaknya tak akan menahan pemainnya, Mateo Kovacic untuk pindah. Gelandang asal Kroasia tersebut kini kabarnya telah bergabung dengan klub asal London, Chelsea.

Julen Lopetegui menilai kepergian Cristiano Ronaldo membuat dia hadapi tantangan menarik di Madrid. (www.old.football5star.com / europapress.es)
europapress.es

Julen Lopetegui selaku Pelatih Real Madrid mengakui bahwa Kovacic punya keinginan untuk pergi. Meski, dirinya ingin eks Pemain Inter Milan tersebut tetap bertahan di Santiago Bernabeu.

“Benar, Kovacic sudah mengutarakan keinginannya untuk hengkang. Saya ingin dia bertahan karena dia penting buat kami tapi benar saat ini tak ada yang 100 persen,” kata Lopetegui seperti dikutip Football5star dari Marca, Kamis (9/8/2018).

Chelsea mendatangkan Kovacic sekaligus sebagai barter kiper mereka, Thibaut Courtouis ke Real Madrid.. Dengan demikian, Lopetegui nampaknya bakal segera mencari pengganti dari pemain berusia 24 tahun tersebut.

“Jika dia pergi, kami harus mencari pemain lain yang selevel dengan dia. Kami akan cari solusi,” bebernya.

Kovacic didatangkan oleh Real Madrid pada Agustus 2015 lalu dari Inter Milan seharga 31 juta euro. Kontraknya bersama klub berjuluk Los Merengues tersebut juga sejatinya baru habis pada Agustus ini.

Selama tiga tahun berseragam Real Madrid, Kovacic turun sebanyak 109 pertandingan di seluruh ajang kompetisi. Musim lalu, saat Los Merengues masih ditangani oleh Zinedine Zidane, ia tampil sebanyak 36 pertandingan.