Arsenal Lepas Matteo Guendouzi ke Marseille

gamespool
Arsenal Lepas Matteo Guendouzi ke Marseille 3

Football5star.com, Indonesia – Raksasa Inggris, Arsenal, resmi melepas Matteo Guendouzi ke Marseille. Les Olympiens mengumumkan kedatangan Guendouzi pada Selasa (6/7) petang WIB.

Guendouzi dilepas ke Marseille dengan status pinjaman hingga akhir musim 2021-22. Les Olympiens memiliki opsi untuk mempermanenkan status pemain berusia 22 tahun itu ketika kontrak pinjamannya berakhir.

“Matteo Guendouzi merapat ke Olympique Marseille dengan status pinjaman selama satu tahun plus opsi pembelian di akhir masa pinjamannya,” tulis pernyataan Les Olympiens dikutip Football5star dari laman resmi klub.

Marseille merupakan klub kedua yang dibela Guendouzi dalam dua musim terakhir. Pria berpaspor Prancis itu sempat memperkuat klub Jerman, Hertha Berlin, pada musim 2020-21 lalu.

Di Jerman, Guendouzi menunjukkan performa konsisten. Ia berhasil menyumbang dua gol dan tiga assist dari 24 penampilan di semua kompetisi. Akan tetapi, status Guendouzi tak dipermanenkan karena Hertha tak menyanggupi harga yang dipatok Arsenal.

Di Marseille, Guendouzi akan menggantikan posisi gelandang asal Belanda, Kevin Strootman. Pemain berusia 31 tahun itu resmi dilepas Les Olympiens ke Cagliari dengan status pinjaman hingga akhir musim 2021-22.

Guendouzi merupakan pemain kellima yang didatangkan Les Olympiens tahun ini. Sebelumnya, mereka sudah resmi mendatangkan Leonardo Balerdi, Gerson, Konrad de la Fuente dan Cengiz Under.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Matteo Guendouzi Tak Bersedia Dipermanenkan Hertha Berlin?

gamespool
Matteo Guendouzi Tak Bersedia Dipermanenkan Hertha Berlin? 7

Football5star.com, Indonesia – Gelandang Hertha Berlin, Matteo Guendouzi, mengaku masih memiliki hasrat besar untuk membela Arsenal pada musim 2021-22 mendatang. Ia memastikan masa depannya akan ditentukan pada bursa transfer mendatang.

Guendouzi dipinjamkan Arsneal ke Hertha Berlin pada bursa transfer musim panas lalu. Pemain asal Prancis itu dilepas The Gunners karena terlibat perselisihan dengan pemain Brighton pada akhir musim 2019-20 lalu.

“Untuk saat ini, saya masih fokus memberikan performa terbaik untuk Hertha Berlin hingga musim 2020-21 berakhir,” ujar Matteo Guendouzi dikutip football5star dari laman London Evening Standard.

Matteo Guendouzi - Hertha Berlin - Arsenal - Sport.fr
sport.fr

“Selanjutnya, saya akan melakukan pembicaraan dengan pihak klub. Saat ini, saya masih menyandang status sebagai pemain Arsenal. Musim panas nanti masa depan saya akan ditentukan,” kata Guendouzi menambahkan.

Lebih lanjut, Guendouzi juga mengatakan bahwa ia bergabung dengan Hertha Berling agar bisa terus meningkatkan kemampuan. Ia memastikan bakal bekerja ekstra keras apabila kembali diberi kesempatan membela Arsenal musim depan.

“Saya masih menjadi pemain Arsenal karena terikat kontrak hingga 2022. Saya datang ke Hertha untuk mempelajari banyak hal dan meningkatkan kemampuan di atas lapangan.”

“Semenjak pertama kali bergabung dengan Arsenal, saya sudah berjanji akan tampil habis-habisan untuk membayar kepercayaan mereka, serta para suporter dan staf klub. Saya akan tetap bekerja keras apabila kembali ke sana musim dapan,” tandas Guendouzi.

[better-ads type=’banner’ banner=’156435′ ]

Mesut Oezil Yakinkan Matteo Guendouzi untuk Pindah ke Bundesliga

gamespool
Mesut Oezil Yakinkan Matteo Guendouzi untuk Pindah ke Bundesliga 11

Football5Star.com, Indonesia – Pemain Hertha Berlin, Matteo Guendouzi mengungkapkan bahwa Mesut Oezil-lah orang yang meyakinkan dia untuk pindah ke Jerman. Guendouzi pergi ke Jerman setelah dirinya tersingkir dari skuad Arsenal, seperti Oezil saat ini.

Guendouzi pindah ke Hertha Berlin dengan peminjaman sepanjang musim 2020-21. Oezil dan juga Bernd Leno yang meyakinkan pemain asal Prancis itu untuk bermain di Bundesliga.

“Saya punya hubungan yang sangat baik dengan Mesut Oezil dan Bernd Leno. Keduanya mengatakan kepada saya banyak hal baik tentang Bundesliga,” ucap Guendouzi seperti dilansir Football5Star.com dari Kicker.

Matteo Guendouzi - Hertha Berlin - Prancis - @matteoguendouzi
@matteoguendouzi

Seperti yang diketahui, Oezil bermain di Bundesliga selama 4 tahun bersama dua klub Schalke 04, dan Werder Bremen. Sedangkan Leno bermain selama 9 tahun bersama Stuttgart dan Bayer Leverkusen.

Guendouzi mengatakan bahwa dia memiliki pengalaman yang bagus selama dua tahun berkostum Arsenal.

“Saya bermain lebih dari 80 pertandingan di sana (Arsenal) dan miliki pengalaman yang baik. Saya belajar banyak di sana dalah hal olahraga dan berkembang di sana. Itu dua tahun yang bagus untuk saya,” kata Guendouzi.

Matteo Guendouzi bergabung dengan The Gunners dengan harga 7 juta pounds dari Lorient pada 2018 dengan kontrak empat tahun. Tetapi dia memiliki serangkaian perselisihan dengan pelatih Mikel Arteta musim lalu. Tepatnya setelah dia berkelahi dengan pemain Brighton, Neal Maupay, Juni lalu. Dia tidak pernah bermain lagi setelah itu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156435′ ]

Hertha Berlin Akan Bikin Matteo Guendouzi Kembali Bahagia

gamespool
Hertha Berlin Akan Bikin Matteo Guendouzi Kembali Bahagia 15

Football5star.com, Indonesia – Gelandang asal Prancis, Matteo Guendouzi, yakin akan menjalani musim 2020-21 dengan gemilang di Jerman bersama Hertha Berlin. Menurut Guendouzi, Hertha akan membuatnya kembali bahagia.

Hertha resmi mendaratkan Guendouzi dari Arsenal pada hari terakhir bursa transfer musim panas 2020. Pemain 21 tahun ini akan bermain di Olympiastadion dengan status pinjaman hingga akhir musim 2020-21.

“Hertha Berlin adalah klub besar dengan ambisi setinggi langit. Saya akan bermain di sana dengan status pinjaman dan berusaha memberikan penampilan terbaik,” ujar Matteo Guendouzi di sesi jumpa pers, Jumat (9/10).

Matteo Guendouzi - Hertha Berlin - Prancis - @matteoguendouzi 2
instagram.com/matteoguendouzi

“Saya butuh menit bermain. Selain itu, saya juga harus kembali merasa bahagia di atas lapangan. Itu menjadi tujuan utama saya bersama Hertha musim ini,” kata Guendouzi menambahkan.

Lebih lanjut, Guendouzi masih berharap bisa kembali ke Arsenal ketika kontrak pinjamannya selesai. Guandouzi mengatakan bahwa menit bermain menjadi satu-satunya alasannya pindah ke Hertha.

“Saya masih ingin bermain untuk Arsenal. Tapi, tahun ini saya hanya ingin bermain dan mendapatkan tantangan baru. Saya masih berusia 21 tahun. Jadi, menit bermain menjadi prioritas saya saat ini.”

“Bersama Hertha Berlin, saya akan mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan terbaik di liga yang sangat menantang,” tutup Guendouzi.

Guendouzi diprediksi bakal melakoni debutnya bersama Hertha pada partai kandang melawan Stuttgart, 17 Oktober mendatang. Saat ini, Guendouzi sedang fokus memperkuat timnas U-21 Prancis.

[better-ads type=’banner’ banner=’156435′ ]

Matteo Guendouzi Dilepas Arsenal, Oezil Kirim Pesan Menyentuh

gamespool
Matteo Guendouzi Dilepas Arsenal, Oezil Kirim Pesan Menyentuh 18

Football5star.com, Indonesia – Gelandang asal Prancis, Mattéo Guendouzi melanjutkan kariernya di sisa musim ini Bundesliga. Mattéo Guendouzi resmi dipinjamkan Arsenal ke klub Hertha Berlin.

Dikutip Football5star.com dari halaman resmi Hertha Berlin, Selasa (6/10/2020) Guendouzi akan bermain di Stadion Olimpiade Berlin selama satu musim. Keputusan Guendouzi untuk melanjutkan karierdi Hertha sangat tepat.

Pasalnya ia memang sudah tak mendapatkan tempat utama di strategi Mikel Arteta di Arsenal. Guendouzi terakhir dimainkan oleh Mikel Arteta saat Arsenal menelan kekalahan 2-1 melawan Brighton di kompetisi Liga Inggris musim lalu.

Pada laga ini. Guendouzi terlibat keributan dengan pemain The Foxes, Neal Maupay. Akibat dari aksinya ini, Mikel Arteta sangat kesal dan semenjak itu ia sudah tak lagi masuk ke skuat utama tim Meriam London.

Bahkan menurut laporan sejumlah media Inggri saat itu, pemain Arsenal lain juga ikut-ikutan mengasikan Mattéo Guendouzi. Kelakuan minus Guendouzi bukan kali pertama. Di Lorient, ia juga sempat bersitegang di ruang ganti, yang membuatnya ditepikan selama tiga bulan.

Kepergian Guendouzi dari Arsenal mendorong Mesut Oezil sampaikan pesan cukup mengharukan.

“Tunjukkan kepada mereka bahwa Anda adalah pemain sepak bola yang hebat. Saya akan selalu merindukanmu, bro,” tulis Oezil di akun media sosial miliknya.

Guendouzi pertama kali datang ke London Utara pada 2018 silam. Dalam waktu yang relatif singkat, ia menjadi salah satu pemain reguler di lini tengah Arsenal.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Arteta Beri Guendouzi “Kesempatan Kedua” di Arsenal

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Manajer Arsenal, Mikel Arteta, akan memberi Matteo Guendouzi kesempatan kedua musim depan untuk memperbaiki kariernya di Emirates Stadium.

Sejak Arteta mengambil kursi kepelatihan, Matteo Guendouzi perlahan tergeser dari skuat. Pemain yang berposisi sebagai gelandang itu tak pernah lagi terlihat di lapangan sejak melawan Brighton bulan Juni lalu.

Dari sinilah, keraguan akan masa depan pemain berumur 21 tahun tersebut muncul. Sehingga tak heran kalau dirinya diklaim sebagai satu dari sekian pemain Arsenal yang akan angkat kaki dari Emirates Stadium.

Namun Arteta ternyata tidak sekejam itu. Kendati Guendouzi tidak terlihat bisa bermain di dalam skemanya, mantan asisten pelatih Manchester City tersebut tidak menutup peluang buat Guendouzi bertahan.

Ini yang Dikatakan Matteo Guendouzi kepada Para Pemain Brighton
Metro

“Saya sudah sangat jelas bahwa semua orang mulai dari nol. Apa yang Anda lakukan dua minggu lalu atau dua tahun lalu, tidak terlalu penting. Yang penting apa yang dapat Anda kontribusikan ke tim sekarang,” kata Arteta di Goal.

“Semua orang akan memiliki kesempatan yang sama. Mereka harus menunjukkan dengan performa mereka, sikap mereka bahwa mereka lebih baik dari rekan satu tim mereka atau entah bagaimana berkontribusi dengan apa yang ingin kami capai musim ini.”

“Untuk memberitahu Guendouzi dengan tepat bahwa dia akan menjadi bagian dari tim, dan saat ini, dia seperti pemain lain di skuat kami. Dia layak pertama-tama diperlakukan sama dan saya akan melakukannya dengan kemampuan terbaik saya,” ia menambahkan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Legenda Arsenal: Pertahankan Ceballos, Jual Guendouzi

Football5star.com, Indonesia – Legenda Arsenal, Alan Smith, menyarankan The Gunners untuk mempertahankan Dani Ceballos semusim lagi dan melepas Matteo Guendouzi.

Ceballos membentuk kemitraan yang solid bersama Granit Xhaka di lini tengah Arsenal. Ia juga sukses menjalani pertandingan terakhirnya musim lalu dengan mengalahkan Chelsea di final Piala FA.

Arsenal ingin meminjam Ceballos semusim lagi dan The Gunners yakin mereka akan mencapai kesepakatan dengan Real Madrid. Namun menurut laporan Onda Cero, Arsenal dan Real Madrid telah mengadakan pembicaraan pekan lalu tetapi belum menemui kesepakatan.

Menurut Smith, Ceballos layak dipertahankan. Apalagi performanya sangat memuaskan pada akhir musim lalu.

Arsenal Inginkan Nabil Fekir untuk Gantikan Dani Ceballos
SportSport

“Banyak pertanyaan di lini tengah, karena masa depan Dani Ceballos terlihat jauh dari pasti,” kata Smith kepada Sky Sports.

“Saya yakin Mikel Arteta akan senang mempertahankan pemain bola pintar ini dengan etos kerja luar biasa yang menjalin pemahaman yang berguna dengan Granit Xhaka. Real Madrid, tentu saja, mungkin punya ide lain.”

Smith juga menyarankan Arsenal untuk melepas Matteo Guendouzi. Nama terakhir diasingkan Arteta pada akhir musim lalu karena masalah indisipliner.

“Lini tengah akan lebih diuntungkan jika Matteo Guendouzi dapat digunakan dalam kesepakatan untuk merekrut seseorang seperti Thomas Partey, pemain yang sangat dikagumi dari Atletico Madrid,” ia menambahkan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Jadi Cadangan di Arsenal, Guendouzi Justru Dinilai Pantas Perkuat Liverpool

Football5star.com, Indonesia – Mantan striker Liverpool, Stan Collymore, menilai Matteo Guendouzi punya potensi besar. Ia bahkan menyebut gelandang Arsenal itu pantas memperkuat The Reds.

Matteo Guendouzi sedang ‘dibekukan’ dari skuat Arsenal. Pemain asal Prancis itu tidak lagi nampak berada di tim utama sejak laga melawan Brighton (20/6/2020) lalu. Di laga itu, dia membuat tindakan tak disiplin.

Guendouzi mencekik leher Neal Maupay. Manajer Mikel Arteta marah dengan aksi sang gelandang. Jangankan bermain, ikut pada latihan tim utama saja dilarang. Kini, masa depan Guendouzi berada di ujung tanduk.

Guendouzi dilaporkan sudah minta maaf pada Arteta. Namun, hal itu tidak digubris sang manajer. Pasalnya, ini adalah kali kedua Guendouzi melanggar disiplin klub setelah pada sesi pemusatan latihan di awal Februari.

Sejumlah sumber menyebut Arsenal akan melepas Guendouzi karena tidak lagi dipakai Mikel Arteta. Hal ini direspon Collymore. Dia menilai sosok Guendouzi adalah pemain yang berkualitas.

Mantan Pelatih Bongkar Kelakuan Busuk Matteo Guendouzi
Getty Images

“Pep Guardiola dan Jurgen Klopp mungkin merasa Guendouzi tidak cukup baik untuk Manchester City atau Liverpool, tetapi saya cenderung tidak setuju, karena berada di dekat pemain bagus, dia bisa berkembang,” kata Collymore kepada The Mirror.

“Saya tidak bilang dia akan masuk ke starting XI sekarang. Tapi dia bisa bermain untuk klub mana pun, bakatnya begitu jelas,” ia menambahkan.

Guendouzi sendiri sudah memperkuat Arsenal dalam 34 pertandingan musim ini dengan sumbangan tiga assist.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Mantan Pelatih Bongkar Kelakuan Busuk Matteo Guendouzi

Mantan Pelatih Bongkar Kelakuan Busuk Matteo Guendouzi 29

Football5star.com, Indonesia – Gelandang muda Arsenal, Matteo Guendouzi dalam beberapa pekan terakhir jadi sorotan publik sepak bola Inggris. Pemain Prancis itu kedapatan pemain Brighton, Neal Maupay. Akibat kelakukannya, ia sempat mendapat hukuman dari Mikel Arteta.

Kelakukan Guendouzi membuatnya dirinya dikecam dari banyak pihak. Terkait kelakukan buruk pemain berambut keribo tersebut. Mantan pelatihnya di FC Lorient, Bernard Casoni mengaku sudah tak heran dengan kelakukan minus Guendouzi.

Casoni seperti dikutip Football5star.com dari Talksport, Jumat (10/7/2020) menyebut bahwa sifat buruk Guendouzi sudah terlihat sejak masih bermain di Lorient. Casoni bahkan menyebut bahwa sifat tersebut yang bisa menghalangi Guendouzi jadi pemain besar.

Aksi Matteo Guendouzi Cekik Neal Maupay Lolos dari Hukuman

“Masalah Guendouzi bukan fisik ataupun teknik. Masalah yang dimiliki Guendouzi adalah sikapnya, itu tidak baik untuk tim atau pelatih. Jujur saja, saya tidak pernah memiliki hubungan yang baik dengannya semasa di Lorient,” ucap Casoni.

Lebih lanjut, Casoni menyebut bahwa ia bahkan tak pernah bersalaman dengan Guendouzi. Hal itu yang membuat Casoni kemudian menyebut hal seperti itu bisa menggagalkan karier Guendouzi di sepak bola.

“Dia sebenarnya selalu serius dalam urusan sepakbola, dan memiliki ambisi besar untuk bisa terus membawa timnya meraih kemenangan. Untuk urusan bakat, tidak perlu diragukan lagi dia adalah pemain terbaik yang pernah saya latih,” tambahnya.

“Saya sendiri hingga kini masih menaruh kepercayaan besar bahwa Guendouzi bisa menjadi salah satu pemain besar bersama klubnya sekarang (Arsenal). Namun sikapnya terkadang sangat sulit untuk bisa dikontrol, dan kini terserah dia apakah ingin merubahnya atau tidak,” ungkap Casoni.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Ini yang Dikatakan Matteo Guendouzi kepada Para Pemain Brighton

gamespool
Ini yang Dikatakan Matteo Guendouzi kepada Para Pemain Brighton 33

Football5Star.com, Indonesia – Gelandang Arsenal, Matteo Guendouzi, melakukan hal yang tak pantas pada laga Arsenal vs Brighton yang berakhir dengan kekalahan The Gunners 2-1. Pemain asal Prancis diketahui mencekik pemain Brighton, Neal Maupay. Selain itu, dia juga dikabarkan mengeluarkan kalimat yang tak pantas.

Menurut Football5Star.com dari Daily Mail, Guendouzi mengolok gaji para pemain Brighton yang jauh lebih kecil dari para pemain Arsenal.

“Dia berkata bahwa pemain Brighton seperti kotoran dan dia beserta rekan timnya mendapat gaji lebih besar dari mereka. Dia juga melakukannya di pertandingan lain. Arsenal adalah klub yang bagus dan benci perilaku seperti itu,” seorang narasumber mengatakan kepada Daily Mail.

Neal Maupay jadi sasaran kemarahan para pemain Arsenal, terutama Matteo Guendouzi.
standard.co.uk

Guendouzi saat ini digaji 40 ribu pounds per minggu, gaji pemain Arsenal terbesar, Mesut Oezil, sebesar 350 ribu pounds per minggu. Sedangkan rata-rata gaji pemain Brighton 50 ribu pounds per minggu.

Sebelumnya, Neal Maupay sendiri mengatakan bahwa pemain Arsenal harus belajar rendah hati.

“Banyak pemain Arsenal yang harus belajar rendah hati. Karena, mereka terlalu banyak bicara di babak pertama dan ketika unggul 1-0. Mereka pantas menelan kekalahan,” ujar Maupay.

Matteo Guendouzi sendiri sudah lolos dari hukuman FA atas perilakunya itu. “Perilaku Matteo Guendouzi selama insiden ini tidak terlihat oleh petugas pertandingan pada saat itu, tetapi kemudian ditanjau oleh VAR, sehingga dia tidak akan menghadapi tindakan lebih lanjut,” tulis pernyataan FA.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Aksi Matteo Guendouzi Cekik Neal Maupay Lolos dari Hukuman

dinasti
Aksi Matteo Guendouzi Cekik Neal Maupay Lolos dari Hukuman 37

Football5star.com, Indonesia – Gelandang Arsenal, Matteo Guendouzi lolos dari sanksi federasi sepak bola Inggris, FA atas aksinya yang mencekik pemain pemain Brighton Neal Maupay saat kedua tim bertemu akhir pekan lalu.

Dikutip Football5star.com dari Sky Sports, Selasa (23/6/2020) FA menyebut bahwa pihaknya tidak akan memberikan teguran kepada Guendouzi atas tindakannya tersebut.

“Perilaku Matteo Guendouzi selama insiden ini tidak terlihat oleh petugas pertandingan pada saat itu, tetapi kemudian ditinjau oleh VAR, sehingga ia tidak akan menghadapi tindakan lebih lanjut,” tulis pernyataan resmi FA.

Neal Maupay jadi sasaran kemarahan para pemain Arsenal, terutama Matteo Guendouzi.

Sebelumnya di laga Brighton vs Arsenal, pemain asal Prancis tersebut sempat terlibat perselisihan dengan Maupay. Guendouzi tak terima dengan aksi Maupay yang dianggap melakukan pelanggaran keras kepada Berd Leno.

Pemain 21 tahun tersebut mencekik Maupay setelah ia mencoba meminta maaf kepada Leno, tetapi insiden itu tidak terlihat oleh wasit Martin Atkinson.

Kedua pemain kembali bentrok setelah peluit akhir ditiup, dengan Guendouzi terlihat jelas memegang leher Maupay dalam tayangan ulang. Terkait aksi ini, pelatih Arsenal, Mikel Arteta sempat mengatakan untuk anak asuhnya bisa menjaga emosi.

“Ketika kami menunjukkan rasa frustasi, maka tunjukkan dengan cara yang benar. Saya belum melihat foto Guendouzi setelah itu terjadi. Pada prinsipnya, kami harus mengendalikan situasi lebih baik,” kata Arteta.

“Saya pikir semua permainan jadi berbeda. Ketika saya berbicara tentang persaingan, berarti kami harus mengatur strategi dengan baik,” tambahnya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Legenda Arsenal Ultimatum Matteo Guendouzi

Football5star.com, Indonesia – Legenda Arsenal, Jeremie Aliadiere, memperingatkan gelandang muda Prancis, Matteo Guendouzi, untuk bersikap lebih dewasa di dalam dan luar lapangan.

Sebelumnya, keduanya pernah bekerja sama di FC Lorient sebagai pemain. Bahkan kepindahannya Guendouzi ke Arsenal pada tahun 2018 lalu setelah mendapatkan saran dari pria berusia 37 tahun tersebut.

Aliadiere menyebut Guendouzi punya potensi bagus. Sayangnya, pemain 21 tahun itu belum sepenuhnya tumbuh sebagai manusia.

matteo guendouzi
Daily Mail

“Saya penggemar berat Guendouzi. Dia seperti adik lelaki saya dan saya selalu mengatakan kepadanya bahwa Arsenal akan menjadi tim yang sangat baik untuk perkembangannya sebagai pemain dan sebagai manusia,” kata Aliadiere kepada Goal.

“Dia menerima saran saya dan datang ke klub, tapi saya merasa dua belum tumbuh sebagai manusia. Dia tumbuh sebagai pemain, dia menjadi dewasa secara besar-besaran sebagai pemain dan setiap tahun dia menjadi lebih baik.”

“Tetapi sayangnya sebagai seorang pria, dia belum tumbuh dan menjadi dewasa seperti yang saya kira ketika bergabung dengan Arsenal. Saya pikir itulah yang dia lewatkan dan itulah mengapa dia tidak bermain banyak di bawah Mikel Arteta.”

“Dia ingin para pemain yang akan melakukan pekerjaan untuk tim dan melakukan apa yang mereka minta. Jika mereka tidak senang melakukannya, maka dia akan meminta orang lain melakukannya untuknya,” ia menambahkan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Sead Kolasinac Umbar Sisi Jenaka Matteo Guendouzi

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Sead Kolasinac punya kesan tersendiri pada gelandang muda Arsenal, Matteo Guendouzi. Ia mengatakan bahwa Guendouzi adalah pemain paling lucu di tim saat ini.

Kendati masih berusia muda, Matteo Guendouzi dianggap mampu membangkitkan semangat pemain Arsenal di ruang ganti. Sosoknya yang periang dan kerap menghibur menjadi alasan.

Hal ini juga diakui Sead Kolasinac. Bahkan baginya, pemain asal Prancis kerap mengeluarkan candaan yang mengundang gelak tawa pemain lain, sekali pun dalam situasi serius.

matteo guendouzi
Daily Mail

“Dia muda, dia suka bercanda. Setiap pagi dia selalu tertawa. Jadi buat saya Matteo adalah pemain paling lucu di tim. Dia melakukan banyak hal buruk, saya tidak mengatakan ini untuk televisi,” kata Kolasinac kepada Sky Sports, Jumat (6/3/2020).

“Jika saya bermain kartu dan saya kehilangan dia datang dari belakang saya dan berteriak ‘ahh kamu kalah!’. Seperti itu,” tambah pemain berdarah Bosnia tersebut.

Apa yang dikatakan Kolasinac sejatinya tidak terlihat jika melihat permainan Guendouzi di lapangan. Sebagai gelandang, ia tampil lugas dan tak sungkan menjatuhkan lawan lewat tekel-tekelnya.

Namun, anggapan tersebut tidak berlaku jika dia sedang melakoni latihan. Dalam sela-sela latihan Arsenal ia kerap menghibur rekan setim lainnya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Guendouzi: Banyak Orang Meremehkan Saya

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Gelandang Prancis, Matteo Guendouzi, merasa dirinya diremehkan oleh banyak pihak ketika pertama kali merapat ke Arsenal pada 2018 lalu.

Pemain berusia 20 tahun itu bergabung dengan Arsenal dari klub kasta kedua Prancis, Lorient, pada tahun 2018 ketika usianya yang baru 18 tahun. Perlahan tapi pasti, Guendouzi membuat kesan positif di klub raksasa London Utara dan mendapat kepercayaan dari para penggemar.

Penampilan impresif Matteo Guendouzi terus berlanjut pada musim ini, terlepas dari performa buruk tim secara keseluruhan. Ia telah membuat 29 penampilan di semua kompetisi.

Guendouzi 1
Twitter.com/MatteoGuendouzi

“Para penggemar pasti mengharapkan hal yang berbeda dari saya sekarang. Tepat di awal tahun lalu, saya tiba sebagai pemain baru. Pemain muda yang baru saja tiba dan tidak dikenal,” kata Matteo Guendouzi di Soccerway.
 
“Kemudian, mau tidak mau, saya bermain baik dari awal tahun lalu adalah sesuatu yang baru. Tapi saya masih dilihat sebagai pemain muda dan pemain baru yang mereka tidak kenal. Sekarang, saya telah menunjukkan kepada mereka apa yang bisa saya lakukan,” ucap Guendouzi.

“Saya telah menunjukkan kepada mereka bahwa saya dapat banyak membantu tim. Jadi, normal bahwa mereka sekarang mengharapkan lebih banyak dari saya, terutama karena saya telah memainkan banyak pertandingan musim lalu,” ujar Guendouzi.

“Lalu, sejak awal musim, saya telah memulai dalam banyak pertandingan, sehingga wajar jika mereka berharap banyak dari saya. Dalam hal apa pun, saya akan selalu berusaha memenuhi harapan-harapan itu di lapangan,” Matteo Guendouzi menambahkan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Guendouzi: Arsenal Beri Terlalu Banyak Ruang kepada Palace

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Gelandang Arsenal, Matteo Guendouzi, menilai timnya terlalu banyak memberi ruang kepada Crystal Palace. Hal inilah yang membuat The Gunners kecolongan dua gol.

“Kami benar-benar ingin memenangkan pertandingan, jadi kami banyak menyerang menjelang akhir untuk mendapatkan gol ketiga. Kami mengizinkan ruang untuk Palace saat istirahat, tetapi itu karena kami benar-benar ingin menang,” kata Guendouzi di situs resmi klub.

Matteo Guendouzi tatap laga Liverpool vs Arsenal dengan optimisme tinggi.
Getty Images

Sempat unggul dua gol, Arsenal harus puas bermain imbang 2-2 dengan Crystal Palace pada lanjutan pertandingan Liga Inggris di Emirates Stadium, Sabtu (27/10/2019) malam WIB.

Asenal unggul cepat di babak pertama lewat gol Sokratis Papastahopoulos di menit ke-7 dan David Luiz di menit ke-9. Namun kemenangan yang sudah nyaris digenggam akhirnya lepas setelah Palace membalas lewat gol Luka Milivojevic di menit ke-32 dan Jordan Ayew di menit ke-52.

“Ini bukan masalah mental Arsenal. Kami tidak berhasil mempertahankan keunggulan kami. Kami tahu mereka adalah tim yang bagus, dengan kualitas individu, dan Palace bermain bagus untuk gol mereka.”

Momen keterpurukan Arsenal dimulai dari pelanggaran Calum Chambers kepada Wilfried Zaha yang berujung penalti di babak pertama.

“Zaha melakukannya dengan baik untuk mendapatkan penalti. Terserah kami untuk bekerja, sehingga kami memenangkan pertandingan semacam ini setelah memimpin,” ucap Guendouzi.

Dengan hasil imbang itu, Arsenal berada di posisi lima klasemen Liga Inggris. The Gunners mengoleksi 16 poin dari 10 pertandingan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Matteo Guendouzi Diprediksi akan Jadi Gelandang Terbaik Dunia

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Performa Matteo Guendouzi bersama Arsenal musim ini mendapat pujian dari rekan setimnya, Alexandre Lacazette. Ia memprediksi sang pemain akan jadi gelandang terbaik dunia.

Ketika lini tengah Arsenal mendapat sorotan tajam musim ini, Matteo Guendouzi justru dipuji oleh banyak pihak. Ia dianggap mampu menjadi penyeimbang tim dan membuat permainan The Gunners lebih mengalir.

Kelebihan ini pula yang membuat Alexandre Lacazette yakin dengan kemampuannya. Sang bomber percaya, ambisi besar Guendouzi akan membantunya menjadi gelandang terbaik di masa depan.

lacazette guendouzi aubameyang
Shoot

“Saya sangat senang Matteo terpilih sebagai pemain terbaik bulan September. Dia bermain sangat bagus, dia membantu tim ketika kami membutuhkannya. Dia benar-benar berkembang tiap musimnya,” kata Lacazette seperti dilansir situs resmi klub, Rabu (16/10/2019).

“Kami bisa melihat semua gelandang top di dunia selalu bermain sepertinya. Mereka semua bermain dengan bola. Matteo punya ambisi besar dan dengan ambisinya itu dia bisa jadi pemain terbaik dunia di posisinya,” sambung pemain Prancis.

Tidak ketinggalan, pemain yang saat ini masih mengalami cedera mengungkapkan persahabatannya dengan Matteo Guendouzi dan Pierre-Emerick Aubameyang.

“Dia seperti adik bagi saya, begitu pula dengan Aubameyang. Kami punya hubungan yang sangat dekat. Kami bekerja keras bersama dan tertawa bersama karena pertemanan kami bukan sekadar rekan satu tim saja,” tutup Lacazette.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Guendouzi Berkembang Pesat di Arsenal

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Striker Arsenal, Alexandre Lacazette, memuji rekannya, Matteo Guendouzi. Menurut dia, pemain asal Prancis itu berkembang pesat di Emirates Stadium.

Guendouzi gabung Arsenal musim 2018-19. Ini adalah musim keduanya di Emirates Stadium dan musim ketiganya bermain di level senior.

Ia adalah pemain produk akademi Lorient dan menunjukkan performa yang gemilang meski masih berusia 20 tahun. Penampilan apiknya di Arsenal berbuah manis. Ia pun dipanggil gabung Timnas Prancis senior asuhan Didier Deschamps.

Guendouzi
Getty Images

“Guendouzi seperti adik laki-laki dalam kelompok pertemanan dengan saya dan Pierre-Emerick Aubameyang. Kami semua benar-benar memiliki hubungan yang baik, kami suka bekerja dan tertawa bersama sehingga itu sangat bagus,” kata Lacazette di Soccerway.

“Saya benar-benar bahagia untuk Guendouzi karena terpilih sebagai Pemain Bulan September. Dia bermain sangat baik dan membantu tim ketika kami membutuhkannya. Dia benar-benar berkembang setiap musim sehingga kami semua benar-benar bahagia dengan penampilannya bulan ini.”

“Kita bisa melihat bahwa setiap gelandang top di dunia seperti ini dalam hal menuntut bola dan tampil berani. Mereka semua ingin mengambil bola. Guendouzi memiliki ambisi yang baik, dia ingin menjadi salah satu pemain terbaik di posisinya sehingga setiap hari dia berusaha menjadi yang terbaik dan bulan ini dia menunjukkan bahwa dia bisa melakukannya,” Lacazette menambahkan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Sosok Ini yang Buat Penampilan Matteo Guendouzi Cemerlang

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Salah satu pemain Arsenal yang bermain cemerlang pada musim ini ialah gelandang muda asal Prancis Matteo Guendouzi. Menurut pemain berusia 20 tahun tersebut, penampilan bagusnya tak lepas dari tangan dingin Unai Emery.

“Emery selalu memberi kami nasehat mengenai apa yang harus dilakukan saat bermain. Selain itu ia juga memberikan nasihat soal kehidupan pribadi,” ucap Guendouzi seperti dikutip Football5star.com dari Sky Sports, Sabtu (12/10/2019).

Ditambahkan oleh Guendouzi, Emery selalu mendampingi dirinya untuk terus berkembang di tiap pertandingan. Yang membuat Guendouzi sangat berkesan terhadap Emery karena eks pelatih PSG itu selalu percaya pada dirinya.

Guendouzi Emery
Sky Sports

“Emery adalah pelatih yang mengajari banyak hal baik kepada saya di dalam dan di luar lapangan. Jadi semua tergantung saya bagaimana saya membalas kepecayaan yang ia berikan untuk saya,” ucapnya.

Meski mendapat kepercayaan dari Unai Emery, Guendouzi mengaku dirinya belum puas dengan penampilannya saat ini. Ia masih ingin terus berkembang dan memberikan hasil terbaik untuk Arsenal.

“Selain pelatih ada rekan lain yang jadi bagian penting di permainan saya. Tapi saya masih ingin memberikan penampilan terbaik untuk Arsenal di laga-laga selanjutnya,” tutup Matteo Guendouzi.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Guendouzi Tak Sabar Buktikan Kualitasnya di Timnas Prancis

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Gelandang Arsenal, Matteo Guendouzi, tak sabar melakoni debut dan membuktikan kualitasnya bersama tim nasional Prancis.

“Itu selalu menjadi mimpi dipanggil satu hari untuk tim nasional. Saya telah bermain di semua tim junior sejak berusia 16 tahun. Saya telah bekerja sangat keras untuk sampai di sini, dengan tim senior Prancis,” kata Guendouzi kepada ESPN FC.

“Mungkin sedikit mengejutkan bahwa itu telah tiba begitu cepat, tetapi saya tahu bahwa jika saya tampil bersama Arsenal, salah satu klub terbesar di Eropa, maka saya akan memiliki kesempatan. Kesempatan saya datang sekarang dan saya ingin mengambilnya,” ucap Guendouzi.

Matteo Guendouzi - Timnas Maroko - Timnas Prancis - Daily Mirror
Daily Mirror

Guendouzi tampil impresif bersama Arsenal pada awal musim ini. Ia selalu tampil sebagai starter di empat laga pertama The Gunners di Liga Inggris. Alhasil, sang pemain pun dipanggil oleh Prancis.

Pemanggilan itu juga menjadi kesempatan pertama gelandang berusia 20 tahun ini berseragam timnas senior Prancis. Sebelumnya, ia sudah tampil sebanyak 9 kali bersama timnas Prancis U-21.

“Saya memiliki temperamen yang kuat dengan banyak tekad. Saya percaya pada diri dan kualitas saya. Saya tidak menerima apa pun karena saya tahu hanya kerja keras yang membuahkan hasil. Itu sebabnya saya di sini.”

“Saya benar-benar merasa telah berkembang secara besar-besaran dalam setahun terakhir ini. Secara taktik, saya lebih dewasa, secara teknis dan fisik, saya telah membawa permainan saya ke tingkat berikutnya,” ucap Guendouzi.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Guendouzi Kaget Dipanggil Timnas Prancis

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Gelandang Arsenal, Matteo Guendouzi, mengaku kaget saat mengetahui dirinya dipanggil oleh tim nasional Prancis. Bagi dia, ini adalah mimpi yang jadi kenyataan.

Guendouzi tampil impresif bersama Arsenal pada awal musim ini. Ia selalu tampil sebagai starter di empat laga pertama tim berjulukan The Gunners. Termasuk saat bermain imbang 2-2 di partai derbi London Utara melawan Tottenham Hotspur akhir pekan lalu.

Pemanggilan itu juga menjadi kesempatan pertama gelandang berusia 20 tahun ini berseragam timnas senior Prancis. Sebelumnya, ia sudah tampil sebanyak 9 kali bersama timnas Prancis U-21.

matteo guendouzi gettyimages
Getty Images

“Saya sedang tidur siang, seseorang mengetuk pintu saya, tetapi saya tidak mendengarnya, karena saya tertidur. Kemudian pelatih U-21 (Sylvain Ripoll) menelepon saya, dia mengatakan saya yang mengetuk, jadi saya pergi menemuinya secara langsung,” kata Guendouzi di Soccerway.

“Dia berkata: ‘Kita perlu bicara, saya sangat menyukai Anda, tetapi Anda harus pergi.’ Saya bingung dan saya seperti, kemana? Dia berkata: ‘Tim A’. Di kepala saya, saya seperti wow, saya tidak percaya pada awalnya karena 10 menit sebelumnya saya sedang tidur. Saya pikir saya masih dalam mimpi.”

“Ini adalah kejutan besar bagi saya hari ini. Ini adalah impian saya sejak masih kecil. Ini luar biasa, saya pikir setiap pemain Prancis ingin berada di tim ini. Tidak ada kata-kata yang cukup untuk menggambarkan bagaimana rasanya,” Guendouzi menambahkan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Pogba Cedera, Guendouzi Perkuat Timnas Prancis

Football5star.com, Indonesia – Gelandang Arsenal, Matteo Guendouzi, mendapat panggilan untuk memperkuat timnas Prancis di ajang kualifikasi Piala Eropa. Pemanggilan itu tidak terlepas dari cedera yang dialami gelandang Manchester United, Paul Pogba.

Matteo Guendouzi mampu tampil impresif bersama Arsenal pada awal musim ini. Ia selalu tampil sebagai starter di empat laga pertama tim berjulukan The Gunners. Termasuk saat bermain imbang 2-2 di partai derbi London Utara melawan Tottenham Hotspur akhir pekan lalu.

Pemanggilan itu juga menjadi kesempatan pertama gelandang berusia 20 tahun ini berseragam timnas senior Prancis. Sebelumnya, ia sudah tampil sebanyak 9 kali bersama timnas Prancis U-21.

Matteo Guendouzi tatap laga Liverpool vs Arsenal dengan optimisme tinggi.
metro.co.uk

Pogba merupakan pemain yang mampu tampil 90 menit di pertandingan terakhir Manchester United di Liga Inggris. Tepatnya saat ditahan imbang 1-1 Southampton pekan lalu. Namun, sejatinya juga mengalami cedera pergelangan kaki di laga itu sehingga tidak memungkinkan memperkuat skuat besutan Didier Deschamps.

Meski cedera, Pogba diharapkan sudah dapat kembali pulih setelah jeda laga-laga internasional. Sehingga bisa memperkuat lagi skuat besutan Ole Gunnar Solskjaer.

Kepastian Pogba mengalami cedera pergelangan kaki diketahui setelah menjalani pemeriksaan medis, Senin (2/9/2019). Namun, belum diketahui secara pasti tingkat cedera yang dialaminya.

Timnas Prancis dijadwalkan akan memainkan dua pertandingan kualifikasi Piala Eropa 2020 melawan Albania dan Andorra. Kedua laga itu akan berlangsung di Stade de France pada 8 dan 11 September 2019.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Matteo Guendouzi Sesumbar Tatap Laga Liverpool vs Arsenal

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Jelang laga Liverpool vs Arsenal, Matteo Guendouzi, cukup berani untuk sesumbar. Ia menyatakan bahwa timnya memiliki kemampuan mengalahkan tim mana pun di Liga Inggris, termasuk skuat beralias The Reds.

Partai besar Liga Inggris pekan ketiga musim 2019-20 akan mempertemukan Liverpool vs Arsenal. Kedua tim akan saling bentrok di Stadion Anfield, Sabtu (24/8/2019).

Meski Matteo Guendouzi mengumbar kepercayaan diri jelang laga Liverpool vs Arsenal, tetapi catatan pertemuan kedua tim tidak menguntungkan timnya.

Ya, tim berjulukan The Gunners memiliki catatan minor setiap bermain melawan Liverpool di Anfield. Dalam enam kunjungan terakhir, mereka tidak pernah berhasil pulang dengan raihan tiga poin.

Termasuk hasil negatif yang dialami Arsenal musim lalu saat menyambangi markas The Reds. Saat itu, skuat besutan Unai Emery menelan kekalahan telak 1-5.

“Secara keseluruhan, kami memiliki tim yang lebih baik musim ini. Kami juga begitu percaya diri,” ujar Guendouzi seperti dikutip Football5star.com dari Sky Sports.

“Saya tahu bahwa kami bisa tampil sangat bagus. Kami akan pergi ke Anfield untuk menang dan saya yakin kami juga mampu mengalahkan tim Premier League mana pun,” ucapnya.

Liverpool dan Arsenal adalah dua tim yang mampu menuai hasil positif pada dua pekan pertama Liga Inggris musim ini. The Reds menang atas Norwich City dan Southampton, sedangkan The Gunners mengalahkan Newcastle United dan Burnley.

https://www.instagram.com/p/B1f2vlCgrHu/

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Emery Nilai Talenta Guendouzi Masih Perlu Ditingkatkan

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Unai Emery optimistis Matteo Guendouzi bisa memberikan kontribusi agar Arsenal memungkinkan menampilkan performa terbaik. Namun, pelatih berusia 47 tahun itu menilai masih ada dua faktor yang perlu ditingkatkannya.

Matteo Guendouzi adalah pemain yang didatangkan Arsenal dari Lorient pada musim panas 2018. Dengan cepat gelandang berusia 20 tahun menjadi salah satu pemain penting dalam skuat Unai Emery.

Menurut Emery, Guendouzi adalah pemain yang penuh tenaga, percaya diri, dan tingkat kecermatan tinggi. Meski sudah cukup puas dengan kemampuan Guendouzi, Emery yakin pemain itu masih dapat terus mengembangkan talenta yang dimiliki.

Unai Emery menyebut Mohamed Elneny dan Shkodran Mustafi tak lagi punya masa depan di Arsenal.
Standard.co.uk

“Kami punya banyak pemain muda yang bisa sangat berkembang. Matteo masih sangat muda tetapi juga memiliki talenta untuk beradaptasi dengan kebutuhan kami,” kata Guardiola seperti dikutip Football5star.com dari Metro.

“Musim lalu proses perkembangannya sangat bagus tetapi kami belum mendapat apa yang dibutuhkan darinya guna mencapai momen besar. Saya sangat optimistis karena ia memiliki talenta ini. Kami juga masih bisa meningkatkan kemampuan fisik dan mentalnya. Ia punya potensi membantu kami menampilkan performa terbaik,” tuturnya.

Arsenal pekan ini akan melakoni pertandingan sulit melawan Liverpool. Kedua tim dijadwalkan akan saling bentrok di Stadion Anfield, Sabtu (24/8/2019).

https://www.instagram.com/p/B1f2vlCgrHu/

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Guendouzi Kaget Bisa Langsung Nyetel di Arsenal

Football5star.com, Indonesia – Penggawa Arsenal, Matteo Guendouzi, mengaku kaget karena tak membutuhkan waktu beradaptasi yang panjang di London Utara. Ia mengatakan bahwa penampilan di masa pra-musim membuat Unai Emery memberikan kepercayaan besar kepadanya untuk tampil di partai kompetitif.

Matteo Guendouzi mampu menjadi salah satu pemain muda Arsenal yang cukup bersinar musim ini. Pemain 19 tahun itu kerap kali dipasang untuk menemani Lucas Torreira atau Granit Xhaka di lini tengah The Gunners.

“Sebenarnya, saya cukup kaget karena bisa langsung tampil maksimal di Arsenal musim ini. Saya memiliki kesempatan untuk tampil di masa pra-musim. Saya memanfaatkannya dan mampu menjadi bagian dari tim ini,” ungkap Matteo Guendouzi dikutip dari Reuters.

Matteo Guendouzi - Arsenal - @MatteoGuendouzi
@MatteoGuendouzi

Keberhasilannya bersinar di Premier League musim ini tak lepas dari tangan dingin Unai Emery. Ia pun bersyukur karena diberikan kesempatan besar untuk tampil memperkuat The Gunners musim ini.

“Sebelum saya datang ke Arsenal, mungkin hanya ada beberapa orang di Prancis yang mengetahui nama saya. Saya berhutang banyak kepadanya karena kepercayaannya. Karena tak banyak remaja 19 tahun yang mendapatkan menit bermain di Arsenal.”

Sepanjang musim 2018-19, Matteo Guendouzi berhasil mengoleksi 33 penampilan di semua kompetisi. Di ajang Premier League, ia bahkan mampu tampil sebagai starter dalam enam partai terakhir. Kontribusi maksimalnya berhasil membawa The Gunners duduk di peringkat ke-5 Premier League dengan koleksi 50 poin dari 26 penampilan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Mia Khalifa Hina Guendouzi yang Tampil Buruk Lawan West Ham

Football5star.com, Indonesia – Kemenangan West Ham United atas Arsenal ternyata belum membuat mantan bintang film dewasa, Mia Khalifa, merasa puas sepenuhnya. Ia justru menghina penggawa Arsenal, Matteo Guendouzi, yang dianggap tampil buruk sepanjang laga.

Mia Khalifa merupakan fans berat West Ham sejak 2005 silam. Pada laga malam tadi pun, ia turut hadir di Stadion London untuk mendukung tim kesayangannya bertanding.

Sementara di sisi lapangan, Guendouzi gagal menunjukkan permainan terbaiknya. Alih-alih menjadi jangkar permainan, ia justru lebih sering terjatuh karena kalah berduel dengan penggawa West Ham.  Ini pula yang membuat Mia Khalifa menyerang sang pemain di Twitter.

“Melihat Anda terjatuh pada pertandingan ini lebih banyak dari yang saya lakukan selama 2014,” tulis perempuan berdarah Lebanon itu sembari menandai akun Twitter Guendouzi, Sabtu (12/1/2019).

Adapun pemain 19 tahun tersebut dimainkan Emery hingga 90 menit. Tapi ia gagal membawa Arsenal meraih kemenangan setelah penggawa West Ham, Declan Rice, mencetak gol semata wayang pada babak kedua.

Tak ayal kemenangan ini membuat klub London Timur bertengger di peringkat kesembilan Premier League dengan koleksi 31 poin.

Di sisi lain, kecintaan Mia Khalifa pada West Ham bermula ketika dirinya menyaksikan sebuah film berjudul The Green Street Hooligan. Film ini beriksah tentang persaingan sengit antarsuporter di Liga Inggris, terutama suporter The Hammers dan Milwall, yang memiliki sejarah permusuhan panjang.

Pires Puji Tiga Pemain Muda Arsenal

Banner Football Live Star

Football5star.com, Indonesia – Robert Pires memuji tiga pemain muda Arsenal. Ia merasa Reiss Nelson, Emile Smith Rowe, dan Matteo Guendouzi adalah masa depan Arsenal. Lebih khusus lagi, ia memuji penampilan Nelson yang tengah menjalani masa pinjaman di klub Bundesliga, Hoffenheim.

“Saya pikir dia melakukan sesuatu yang bagus. Saya mengikutinya di Hoffenheim,” kata Pires dilansir Football5star dari iNews.

Menurut Pires, keputusan untuk meminjamkan pemain yang mencetak enam gol di Hoffenheim adalah keputusan yang tepat. Ia juga memberikan saran untuk pemain berusia 19 tahun itu.

“Dia pemain yang sangat bagus, dia dipinjamkan dan saya pikir dia perlu bermain, dia harus membuktikan (kemampuannya). Tentu saja dia akan kembali ke Arsenal karena dia pemain hebat, karena dia memiliki banyak potensi dan (memiliki) masa depan yang baik. Tapi saya ulangi: baginya, hal yang paling penting adalah bermain di setiap pertandingan.

“Dia pemain yang sangat berbakat. Anda tahu jika Anda ingin bermain untuk Arsenal, Anda harus sangat, sangat baik. Reiss masih muda, dia perlu belajar, dia tahu itu sebabnya dia dipinjamkan ke liga Jerman. Dia harus bermain di setiap pertandingan, tetapi saya pikir dia berada di jalan yang benar,” ungkapnya mengenai Nelson.

guendouzi hazard arsenal chelsea football5star standard co uk
standard.co.uk

Legenda The Gunners itu juga memberikan apresiasi kepada Smith Rowe. Baginya, pemain berusia 18 tahun itu adalah pemain muda terbaik Arsenal saat ini.

“Smith Rowe adalah salah satu pemain muda terbaik yang dimiliki Arsenal,. Dia bisa bermain di kanan, di sisi kiri, memiliki teknik dan visi bagus. Pertandingan terakhir di Liga Europa dia cetak gol. Jadi saya pikir Emile adalah salah satu yang terbaik. Dia sangat santai ketika dia bermain dan itu bagus untuknya,” pujinya untuk Smith Rowe.

Pires juga melontarkan pujian setinggi-tingginya untuk Guendouzi. Pemain yang memiliki rambut kribo itu dirasa oleh Pires adalah masa depan Arsenal.

“Bagi Arsenal, sangat penting untuk memiliki pemain seperti Matteo Guendouzi. Dia pemain yang bagus dan saya pikir dia bisa sukses dengan Arsenal. Saya berharap begitu. Dia pemain hebat, dia sangat berbakat dan dia sangat percaya diri,” pungkasnya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Kisah Guendouzi Nyaris Gabung PSG

Banner Football Live Star

Football5star.com, Indonesia – Gelandang Arsenal, Matteo Guendouzi, mengaku nyaris bergabung dengan Paris Saint-Germain (PSG). Namun, hal ini batal terjadi setelah The Gunners mengajukan tawaran kepadanya.

“Benar bahwa PSG menunjukkan minat musim panas ini, seperti klub-klub lain,” kata Guendouzi kepada Canal.

“Ada banyak diskusi. Tapi bagiku, pilihan terbaik adalah bergabung dengan Arsenal. Begitu mereka mendekatiku, aku tidak ragu-ragu sedetik pun dan aku konsentrasi hanya pada tawaran mereka,” dia menambahkan.

guendouzi hazard arsenal chelsea football5star standard co uk
Getty Images

Guendouzi merupakan jebolan akademi PSG. Namun, ia hengkang ke Lorient pada 2014. Ia mulai masuk tim utama Lorient pada 2016-2017.

Musim lalu, ia tampil sebanyak 20 kali bersama Lorient dan mencuri banyak perhatian klub Eropa, termasuk Arsenal. The Gunners pun jatuh cinta dan meminang pemain 19 tahun itu.

Sebelum merapat ke Arsenal, PSG diam-diam ternyata sempat mendekati Guendouzi. Namun, proposal mereka ditolak oleh sang pemain.

Guendouzi sendiri sudah membela Arsenal dalam 20 pertandingan musim ini. Ia juga menyumbangkan satu gol dan dua assist.

Adapun The Gunners kini berada di peringkat lima klasemen Liga Inggris dengan 34 poin. Nilai ini sama dengan yang dimiliki Chelsea di atas mereka. Namun, Meriam London kalah selisih gol.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Guendouzi Jadi Bukti Arsenal Percaya Pemain Muda

Banner Football Live Star

Football5Star.com, Indonesia – Direktur Arsenal, Sven Mislintat, mengungkapkan bahwa transfer Matteo Guendouzi pada Juli lalu jadi bukti The Gunners masih percaya pemain muda.

Guendouzi merupakan jebolan akademi PSG sebelum hengkang ke Lorient pada 2014. Ia mulai masuk tim utama Lorient pada 2016-2017.

Pada musim lalu, Guendouzi tampil sebanyak 20 kali dan mencuri banyak perhatian klub Eropa. The Gunners pun jatuh cinta dan meminangnya pada awal musim ini.

Guendouzi
Getty Images

“Saya melihat Guendouzi bermain di Lorient ketika klub masih di Ligue 1. Saya suka klub itu, Anda selalu menemukan pemain yang menarik di sana,” kata Mislintat kepada Die Zeit.

“Guendouzi menarik perhatian dengan rambutnya yang panjang dan kepribadiannya, tetapi saya juga mencari kelemahannya. Bisakah Anda menghentikannya? Dia berlari tidak menentu di seluruh lapangan, tetapi bagi saya satu hal sudah jelas: Hanya masalah waktu bagi dia untuk berhenti dari kebiasaan itu.”

“Bagi kami, transfer anak 18 tahun ini adalah sinyal penting untuk menunjukkan kepada dunia: Kami adalah Arsenal yang lama lagi, yang memberi pemain muda kesempatan nyata,” Mislintat menambahkan.

Arsenal sendiri kini berada di peringkat lima Liga Inggris. The Gunners hanya kalah selisih gol dari Chelsea yang berada di atasnya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Emery Minta Guendouzi Tiru Langkah Fellaini

Banner Football Live Star

Football5star.com, Indonesia – Ada insiden menarik saat pertandingan antara Manchester United menghadapi Arsenal di Stadion Old Trafford pada pekan ke-15 Premier League, Kamis (6/12/2018). Rambut dari Gelandang muda The Gunners, Matteo Guendouzi dijambak oleh Pemain Red Devils, Marouane Fellaini.

Unai Emery Minta Matteo Guendouzi Tiru Langkah Marouane Fellaini
zimbio.com

Aksi tersebut tentu menjadi sesuatu yang viral usai pertandingan tersebut. Apalagi, Matteo Guendouzi memiliki gaya rambut yang sama dengan Marouane Fellaini sebelum dicukur.

Manajer Arsenal, Unai Emery turut menyoroti insiden lucu itu. Ia memberi saran kepada Matteo Guendouzi untuk mengikuti langkah Marouane Fellaini yang memangkas rambutnya.

“Ketika saya menjadi pemain, sama seperti itu. Sekarang, dengan banyak kamera, semua situasi yang terjadi dalam 90 menit dapat dilihat,” kata Unai Emery seperti dikutip Football5star dari Sky Sports, Jumat (7/12/2018).

“Beberapa pertanyaan untuk saya di antara para pemain di lapangan. Jika bukan tindakan bagus mereka dapat menerima kartu. Di lapangan, situasinya terjadi dan itu antara pemain,” sambungnya.

“Saya pikir hal terbaik untuk pertandingan berikutnya adalah Matteo memotong rambut, dan masalah ini selesai! Seperti Fellaini!”

Akibat insiden itu, tak ada kartu yang keluar dari kantong wasit kepada Marouane Fellaini. Di sisi lain laga tersebut juga berakhir imbang dengan skor 2-2.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Punya Start Mulus di Arsenal, Guendouzi Berbunga-bunga

Banner Football Live Star

Football5star.com, Indonesia – Gelandang Prancis, Matteo Guendouzi, bangga dengan awal musimnya bersama Arsenal. Sang pemain makin bahagia karena The Gunners juga meraih hasil yang cukup bagus.

“Aku sangat senang dengan awal musimku di Arsenal. Yang paling penting bagiku adalah tim, kami menjalankan 15 atau 16 pertandingan tanpa kekalahan, yang merupakan sesuatu yang perlu kami teruskan,” kata Guendouzi di Soccerway.

Guendouzi gabung Arsenal pada awal musim ini. The Gunners sempat tumbang di dua laga awal melawan Manchester City dan Chelsea. Namun kemudian, Guendouzi dan Meriam London bangkit. Mereka tak pernah kalah dalam 16 laga beruntun di semua kompetisi.

“Kami telah imbang dalam tiga pertandingan terakhir di liga, tetapi kami adalah tim yang sangat solid, dan aku berharap kami dapat melakukan hal-hal hebat.”

“Ada kebersamaan yang sangat baik di grup, dan itulah mengapa kami memulai awal musim dengan baik. Semua pemain bersatu. Tidak ada grup khusus, dan itu terlihat di lapangan,” ucap Guendouzi.

Matteo Guendouzi - Timnas Maroko - Timnas Prancis - Daily Mirror
Daily Mirror

Guendouzi sendiri sudah membela Arsenal dalam 15 pertandingan di semua kompetisi musim ini. Ia juga menyumbangkan satu gol dan dua assist.

Arsenal kini berada di peringkat lima Liga Inggris. The Gunners tertinggal delapan poin dari Manchester City di singgasana.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]