Mauricio Pochettino: Lionel Messi Membawa Ketenangan di Debutnya

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Paris Saint-Germain, Mauricio Pochettino, mengomentari Lionel Messi yang menjalani debutnya di laga lawan Reims. Pochettino menyebut bahwa kehadiran Messi memberi ketenangan terhadap tim.

PSG berhasil menang dengan skor 2-0 lewat brace Kylian Mbappe, (30/8/21). Messi menjalani debutnya pada menit ke-66 menggantikan Neymar. La Pulga memang tak mencetak gol, tapi Pochettino tetap puas dengan debutnya.

Lionel Messi Belum Bisa Debut Lawan Brest - Mauricio Pochettino
en.psg.fr

“Saya merasakannya begitu dia masuk ke lapangan dan sentuhan pertamanya pada bola. Dia membawa ketenangan bagi tim. Sangat penting untuk memulai dengan baik, bahkan untuknya,” ucap Pochettino seperti dilansir Football5Star.com, dari L’Equipe.

Pelatih asal Argentina itu melanjutkan, “Dia senang dan dia terintegrasi dengan baik ke dalam grup. Itu adalah pertanyaan yang masuk akal untuk memberinya debut.”

“Sambutan itu adalah sesuatu yang indah untuk dilihat dan didengar dari pendukung kami, tetapi juga dari fans Reims. Messi sangat senang tentang itu. Motivasi kompetisi ada untuk semua orang, tetapi kehadirannya membawa optimisme. Semua orang merasakannya. Itu memiliki pengaruh pada pemain lain.”

Selain Lionel Messi, Pochettino Juga Komentari Kylian Mbappe

Reims vs Paris Saint-Germain Lionel Messi Debut, Kylian Mbappe Gemilang
@IF2is

Rumor kepergian Mbappe ke Real Madrid nampaknya tidak berpengaruh terhadap performanya. Pochettino tetap menjadikannya starter dan Mbappe berhasil mencetak dua gol.

“Kylian adalah pemain kami. Anda tahu di sepak bola ada rumor, tapi saya pikir presiden kami dan direktur olahraga kami sangat jelas, dia ada di sini,” kata Pochettino.

Dia melanjutkan, “Kami sangat senang memiliki dia di sini. Dia adalah salah satu pemain terbaik di dunia. Merupakan hadiah untuk memilikinya.”

Miliki Rekor Buruk Lawan Man City, Mauricio Pochettino Tak Gentar

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Mauricio Pochettino, pelatih Paris Saint Germain (PSG) mengaku tak gentar meski anak asuhnya berada satu grup dengan juara Liga Inggris 2020-21, Manchester City di Liga Champions. Menurut Mauricio Pochettino, laga melawan Manchester City selalu istimewa bagi dirinya.

“Pertandingan ini akan istimewa karena mereka adalah salah satu tim tebraik di Eropa,” kata Mauricio Pochettino seperti dikutip Football5star.com dari laman resmi PSG, Jumat (27/8/2021).

Mauricio Pochettino Tak Gentar Hadapi Manchester City

“Manchester City selalu berada di tahap akhir kompetisi ini, sama seperti kami. Tapi kami juga tahu bahwa RB Leipzig dan Brugge ingin melakukan yang terbaik, kami tahu itu. Dan pertandingan di grup ini akan sulit,” tambah pelatih asal Argentina itu.

Menurut Pochettino, target PSG di babak fase grup ialah menjadi juara dan memenangkan semua pertandingan. Target ini menurut Pochettino sangat mungkin bisa diwujudkan oleh Lionel Messi dkk.

Mauricio Pochettino Tak Gentar Hadapi Manchester City

“Penting untuk finis pertama di grup ini. Kami ingin memenangkan semua pertandingan. Itu adalah tujuan utama kami sekarang. Kami ingin mencapai tujuan ini, itu akan sulit, tetapi itulah yang harus kami lakukan,”

Mauricio Pochettino vs Manchester City

Sebelum menjadi pelatih PSG, Mauricio Pochettino berkarier di Liga Inggris selama 9 tahun. Dua klub yang dilatih Pochettino di Liga Inggris, Southampton dan Tottenham Hotspur.

Dikutip dari data Transfermarkt, Mauricio Pochettino telah 18 kali bersua Manchester City. Dari 18 pertemuan tersebut, pelatih 49 tahun itu memiliki rekor cukup buruk.

Mauricio Pochettino Tak Gentar Hadapi Manchester City

Pochettino hanya mampu meraih 5 kemenangan atas City, sisanya 3 kali imbang dan 10 kali ia merasakan kekalahan. Manchester City jadi klub terbanyak yang dihadapi Pochettino selama kariernya di Eropa.

Menariknya, di laga pertamanya melawan City, Pochettino justru meraih kemenangan. Pada 9 Februari 2013 saat masih melatih Soton, ia mampu meraih kemenangan 3-1 atas City.

Data juga mengungakpkan bahwa selalu tercipta lebih dari 2 gol di pertemuan Pochettino melawan Manchester City. Tiga kali misalnya anak asuh Pochettino kalah 1-4 dari City dan hanya satu kali Pochettino berhasi membawa anak asuhnya menang 4-1 dari City.

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Mourinho: Pelatih yang Benar-benar Puas dengan Skuatnya Hanya Pochettino

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih AS Roma, Jose Mourinho, memberi lelucon saat dia ditanya apakah dia puas dengan skuat yang dimilikinya. Mou menjawab, satu-satunya pelatih di dunia yang benar-benar puas dengan skuat yang dimilikinya adalah Mauricio Pochettino.

Jose Mourinho datang ke AS Roma musim panas ini dan sang pemilik klub, Dan Friedkin nampaknya memberi banyak pemain yang Mourinho minta.

Terbukti, Giallorossi musim panas ini mengeluarkan uang lebih dari 80 juta euro untuk merekrut Tammy Abraham, Matias Vina, Eldor Shomurodov dan Rui Patricio. Itu pun belum termasuk pemain yang sebelumnya dipinjam lalu dipermanenkan musim ini, seperti Roger Ibanez dan Bryan Reynolds.

jose mourinho-as roma-ASRomaEN
@ASRomaEN

Tapi saat ditanya apakah dia puas dengan skuat yang dimilikinya, Mourinho menyebut bahwa hanya pelatih Paris Saint-Germain, Mauricio Pochettino yang bisa puas dengan skuatnya.

“Ketika saya mengatakan apa pun bisa terjadi di bursa transfer, maksud saya pintunya bisa berayun baik untuk masuk dan keluar, meskipun lebih mungkin menjadi pintu keluar pada saat ini,” kata Mourinho seperti dikutip Football5Star.com dari Sky Sport Italia.

Dia melanjutkan, “Apakah Anda tahu ada pelatih yang benar-benar puas dengan skuatnya? Mungkin Pochettino, tapi tidak ada orang lain!”

Jose Mourinho Lebih Banyak Berbelanja daripada Pochettino

Jose Mourinho Pelatih yang Benar-benar Puas dengan Skuatnya Hanya Pochettino
Football365

Fakta uniknya adalah, sejauh ini, Mourinho sebenarnya mengeluarkan uang lebih banyak untuk merekrut pemain musim panas ini daripada Pochettino.

Mou merekrut 4 pemain dengan harga sekitar 82 juta euro dengan Tammy Abraham yang paling mahal, dia direkrut dari Chelsea dengan harga 40 juta euro.

Sementara itu, Pochettino merekrut 5 pemain, Gini Wijnaldum, Sergio Ramos, Achraf Hakimi, Gigio Donnarumma, dan Lionel Messi, dengan harga 60 juta euro. Harga itu didapatkan dari Hakimi yang direkrut dari Inter, sisa pemain lainnya didatangkan secara gratis.

Mauricio Pochettino Kecewa PSG Hanya Menang 4-2 atas Brest

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Mauricio Pochettino tetap kecewa meskipun Paris Saint-Germain menang 4-2 di kandang Stade Brest pada pekan ke-2 Ligue 1, Sabtu (21/8/2021) dini hari WIB. Kemenangan itu, menurut dia, tak menunjukkan dominasi PSG dalam permainan. Baik dalam menyerang maupun bertahan, dia menilai timnya tak memuaskan.

Ada beberapa hal yang menjadi sorotan Pochettino setelah laga Brest vs PSG. Secara implisit, pelatih asal Argentina itu menilai anak-anak asuhnya agak menganggap enteng lawan setelah unggul 2-0. Pada akhirnya, pertandingan berjalan ketat dan skor 4-2 baru terjadi pada menit ke-90.

PSG dinilai Mauricio Pochettino tak tampil meyakinkan meskipun menang 4-2 atas Stade Brest.
leparisien.fr

“Itu pertandingan yang sangat ketat. Kami memulai dengan baik, unggul 2-0 dengan mendominasi permainan. Realistis saja, kami seharusnya mencetak satu gol lagi,” urai Mauricio Pochettino seperti dikutip Football5Star.com dari Le Figaro. “Permainan sangat terbuka sehingga lawan mampu mendapatkan beberapa peluang.”

Lebih lanjut, Pochettino mengungkapkan, “Kami mengalami kesulitan pada 10 menit terakhir (sehingga lawan sempat menjadikan kedudukan 3-2). Saya sangat senang kami dapat meraih tiga poin di lapangan yang sulit dan menghadapi tim yang mengawali musim dengan baik.”

Mauricio Pochettino Kecewa PSG Tak Clean Sheet

Secara khusus, Pochettino menyoroti dua gol yang bersarang di gawang Keylor Navas. Dia terang-terangan lebih suka PSG menang 2-0 ketimbang 4-2. “Saya memilih menang. Namun, jika harus memilih skor akhir, saya lebih senang bila tak kebobolan,” ucap eks manajer Tottenham Hotspur tersebut.

Soal pertahanan, Pochettino menyebut transisi yang dilakukan Ander Herrera cs. belum bagus sehingga lawan mampu memanfaatkan situasi dan memperoleh peluang mencetak gol. “Di pertahanan, kami harus mencegah transisi yang tak mulus dalam permainan karena justru dapat menyakiti kami,” ujar dia lagi.

Mauricio Pochettino kecewa gawang Keylor Navas dua kali dijebol pemain Stade Brest.
Getty Images

Sementara itu, untuk lini serang, Pochettino menyebut Kylian Mbappe dkk. belum menemukan otomatisasi dalam membuka ruang saat menghadapi lawan yang bermain sangat defensif. Menurut dia, itu akan jadi pekerjaan rumahnya untuk laga-laga ke depan. Terutama ketika semua pemain sudah bisa diturunkan.

Pada laga lawan Brest, Paris Saint-Germain belum tampil dengan kekuatan terbaik. Lionel Messi dan Neymar belum masuk skuat. Sementara itu, Angel Di Maria, Gianluigi Donnarumma, dan Marquinhos hanya jadi pemain cadangan. Dari ketiganya, cuma Di Maria yang akhirnya tampil sebagai pemain pengganti.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Pochettino Tegaskan Kylian Mbappe Tak Akan Pindah

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Kylian Mbappe ditegaskan oleh pelatih PSG, Mauricio Pochettino tidak akan pindah pada bursa transfer musim panas ini. Menurut Pochettino, Kylian Mbappe saat ini fokus berlatih bersama PSG.

“Saya melihat dia (Mbappe) termotivasi, bekerja keras untuk menjadikan musim ini menjadi hebat,” kata Pochettino seperti dikutip Football5star.com dari Marca, Jumat (20/8/2021).

Kylian Mbappe ke Real Madrid, Cristiano Ronaldo Menuju PSG

“Dia adalah pemain kami dan saya tidak melihat dia tidak berada di sini musim ini,”

“Dia memiliki satu tahun tersisa di kontraknya, bahkan jika dia tidak memperbaruinya, dia telah menujukkan kepada saya bahwa dia senang dengan kami di sini,” tambah pelatih asal Argentina tersebut.

“Kylian Mbappe berada di kondisi tenang dan klub tahu apa yang mereka lakukan. Kami tahu dia adalah pemain kami dan dia sedang mempersiapkan pertandingan besok melawan Brest,”

Pochettino Tegaskan Kylian Mbappe Tak Akan Pindah

“Selama bursa transfer terbuka, akan banyak rumor yang beredar. Klub seperti PSG akan terbuka untuk apapun. Karena kami ingin terus meningkatkan tim kami”

Kylian Mbappe Makin Dikaitkan dengan Real Madrid

Kylian Mbappe jelang penutupan bursa transfer musim panas 2021-22 semakin dikaitkan dengan klub Liga Spanyol, Real Madrid. Menariknya, jika Kylian Mbappe hengkang dari PSG, maka klub Prancis itu disebut ingin gaet Cristiano Ronaldo.

Desas desus Mbappe pindah ke Real Madrid dilatarbelakangi kontrak pemain 22 tahun itu yang hanya tersisa satu tahun di PSG.

Pochettino Tegaskan Kylian Mbappe Tak Akan Pindah

“Jika Mbappe fokus untuk bergabung ke Real Madrid dan PSG tidak mentransfernya musim panas ini, klub berisiko untuk kehilangan dia secara gratis tahun depan setelah kontraknya berakhir pada Juni 2022,” tulis media Spanyol tersebut.

“Klub mungkin berpikir bahwa pemain 22 tahun itu bisa membantu Messi dan Neymar untuk membawa PSG meraih trofi Liga Champions kali pertama. Tapi PSG juga bisa menggunakan uang penjualan Mbappe untuk membeli pemain seperti Cristiano Ronaldo,”

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Rumor Mauro Icardi Hengkang dari PSG, Ini Jawaban Pochettino

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Mauro Icardi dirumorkan akan hengkang dari PSG. Rumor hengkangnya Mauro Icardi dari PSG sebenarnya sudah ada sebelum kedatangan Lionel Messi. Namun makin menguat pasca kedatangan Messi ke PSG.

Menyikapi rumor tersebut, pelatih PSG, Mauricio Pochettino menyebut bahwa untuk saat ini, Mauro Icardi masih berstatus pemain Les Parisiens. Pochettino pun tak mau berspekulasi lebih jauh soal rumor Mauro Icardi.

Mauro Icardi mengalami penurunan ketajaman sejak bergabung dengan Paris Saint-Germain.

“Dia adalah pemain tim dan meskipun dalam sepak bola apa pun bisa terjadi. Tidak ada yang mengundang kami untuk berpikir bahwa dia memiliki masa depan yang jauh dari PSG,” kata Pochettino seperti dikutip Football5star.com dari Marca, Sabtu (14/8/2021).

Selain soal masa depan, Icardi, Pochettino juga mengomentari soal rumor bahwa Kylian Mbappe akan hengkang setelah kedatangan Lionel Messi. Menurut pelatih asal Argentina itu, Mbappe masih akan bertahan di PSG sesuai dengan kontraknya.

Mauro Icardi - Cedera - PSG - RMC Sport
RMC Sport

“Akankah Mbappe masih bersama kami dalam waktu tiga minggu ke depan? Saya tidak apa-apa untuk dikatakan tentang apa yang dikatakan oleh presiden Al-Khelaifi. Kylian adalah pemain kami dan akan tetap begitu,” ucapnya.

Mauro Icardi Ditukar Cristiano Ronaldo

Beberapa waktu PSG dikabarkan berencana ingin menukar Maurco Icardi dengan Cristiano Ronaldo. Menurut laporan media Prancis, L’Equipe kubu PSG cukup serius untuk bisa mendapatkan Cristiano Ronaldo di bursa transfer musim panas ini. Icardi dianggap pemain yang cocok untuk bisa mewujudkan transfer tersebut.

Ini bukan kali pertama Icardi dikaitkan dengan Juventus. Beberapa waktu lalu, Icardi juga sempat dirumorkan tengah diincar oleh Juventus. Namun jika ingin mewujudukan proses tukar guling tersebut, klub berjuluk Les Parisiens harus membayar uang denda kepada Inter Milan.

Mauro Icardi - Cedera - PSG - Le10Sport

Di dalam kesepakatan transfer saat Icardi dilepas ke PSG, uang 15 juta euro harus diberikan jika pemain Argentina itu djual ke klub Serie A Italia lainnya.

Istri dari Icardi yang juga merangkap agennya, Wanda Nara di media sosial miliknya sempat memberikan petunjuk soal masa depannya suaminya di Paris. “Apa yang akan datang di tahun ini dan untuk Anda,” tulis Wanda Nara dengan mengenakan pakaian bermotif Zebra.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Mauricio Pochettino Latih Messi, Beruntung atau Buntung?

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Mauricio Pochettino bikin pelatih lain jadi iri. Baru seumur jagung melatih di PSG, Mauricio Pochettino mendapat kesempatan melatih pemain terbaik dunia, Lionel Messi.

Kedatangan Lionel Messi ke PSG menjadilkan tim berjuluk Les Parisiens menjelma jadi tim terkuat di dunia. Di posisi penjaga gawang, ada kiper peraih gelar EURO 2020, Gianluigi Donnarumma. Di jantung pertahanan, ada pemain berpengalaman, Sergio Ramos.

Di sektor tengah ada pemain peraih titel Liga Champions bersama Liverpool, Georginio Wijnaldum. Di depan sudah jaminan mutu, ada Neymar, Kylian Mbappe, di tambah Lionel Messi menjadikan PSG bak Goliath di antara tim-tim Liga Prancis musim ini.

Nasser Al-Khelaifi - Paris Saint-Germain - Lionel Messi - @psg

Bahkan bisa dibilang PSG musim ini memiliki kekuataan lebih besar dibanding Real Madrid era Los Galaticos pada era 2000-an. Dengan kekuataan merata di semua lini, harusnya PSG bisa sampu gelar musim ini, termasuk gelar Liga Champions yang jadi dambaan sang pemilik klub, Nasser Al-Khelaifi.

Pertanyaannya kemudian, apakah Mauricio Pochettino mampu untuk bisa mengemban misi yang berat tersebut? Sebagi klub yang berambisi besar sejak dimilik Al-Khelaifi, PSG tak segan untuk memecat pelatih yang dianggap tak bisa memenuhi ambisi pemilik klub.

Carlo Ancelotti, Laurent Blanc, Unai Emery hingga Thomas Tuchel harus terdepak dari posisinya meski sudah memberikan gelar lokal. Dibanding pelatih seperti Ancelotti, Mauricio Pochettino adalah anak kemarin sore.

Sebelum melatih di PSG, prestasi terbaik Pochettino hanyalah membawa Tottenham Hotspur menjadi runner up Piala Liga Inggris dan Liga Champions 2018-19, capaian yang gagal jika melihat dari kacamata Al-Khelaifi.

Apa Pochettino sama sekali tak memiliki kemampuan untuk melatih pemain seperti Messi? Menurut jurnalis Spanyol, Axel Torres, pelatih asal Argentina itu termasuk sosok cerdas yang bisa mengatasi tekanan dengan baik.

“Pochettino adalah pelatih yang cerdas. Jika dia berada di kondisi tertekan, dia bisa mengatasinya dengan baik. Itu adalah kemampuan luar biasa untuk menghadapi keadaan,” ucap Torres seperti dikutip Football5star.com dari Cadena Ser, Rabu (11/8/2021).

“Terkadang dia selalu mengambil inisiatif, di sisi lain dia akan menunggu situasi. Adaptasi adalah ciri dari gaya melatihnya. Saya pikir dia akan membangum tim yang seimbang, di luar bakat ofensifnya,” tambah Torres.

Sisi Ofensif Pochettino

Saat masih melatih di Spurs dan Southampton, Pochettino dikenal sebagai pelatih dengan gaya menyerang. Seperti Pep Guardiola, Pochettino sangat senang jika anak asuhnya mampu menguasai bola lebih banyak. Hal positif yang sangat menguntungkan dirinya dan Messi.

Menilik dari gaya permainannya di Spurs, Pochettino pun sama dengan Guardiola yang selalu membangun serangan dari kaki ke kaki dari lini pertahanan. Mirip gaya tiki taka.

Mauricio Pochettino Latih Messi, Beruntung atau Buntung?
Marca

Jika di Spurs, Pochettino mengandalkan Toby Alderweireld untuk membanyn serangan. Maka di PSG, Sergio Ramos menjadi pemain kuncinya. Pochettino akan selalu bersandar pada possession, operan-operan pendek, dan pressing tinggi.

Yang harus diperhatikan saat Pochetino menerapkan ofensif ialah resiko untuk pemainnya kehilangan bola. Dan biasanya ia akan menerapkan taktik counterpressing. Pada kondisi inilah peran dari full back anyar Achraf Hakimi menjadi penting.

Hakimi harus segera berlari turun menutup ruang kosong saat pemain lain kehilangan bola. Yang menjadi sedikit berbeda dari gaya melatih Pocchetino ialah dirinya tak suka pemainnya bermain melebar. Baginya, menjaga jarak sekecil mungkin akan membuat lapangan menjadi sempit.

Dengan gaya seperti itu, sosok Messi akan sangat diperlukan Pochetino. Karena pelatih Argentina ini lebih suka menyebut sayapnya tersebut sebagai penyerang yang melebar.

Koneksi Newell’s Old Boys

Salah satu keunggulan Pochettino melatih Messi ialah koneksi Newell’s Old Boys. Keduanya sama-sama pernah bermain di klub Argentina tersebut. Selain itu, keduanya pun sama-sama mengawali kariernya di kota Barcelona. Poche mengawali karier sepak bolanya di Eropa di Espanyol, klub tetangga Barcelona.

Mauricio Pochettino Latih Messi, Beruntung atau Buntung__
@thespursweb

Sama-sama pernah dan sampai sekarang mengagumi Newell’s Old Boys jadi nilai plus tersendiri untuk Poche melatih Messi. Beberapa waktu lalu, Mauricio Pochettino juga sempat mengungkap bahwa dirinya akan sangat tertantang jika bisa melatih La Pulga.

“Tantangan terbaik yang dimiliki oleh seorang pelatih adalah melatih Messi. Leo memenuhi syarat untuk menjadi nomor satu di liga mana pun di dunia,” ucap Poche pada September 2020.

“Ke mana pun dia pergi, dia akan menjadi yang terbaik,” tegas Mauricio Pochettino.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

PSG Susah Payah Kalahkan Tim Promosi, Pochettino Tetap Puas

gamespool
PSG Susah Payah Kalahkan Tim Promosi, Pochettino Tetap Puas 37

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Paris Saint-Germain, Mauricio Pochettino tetap puas dengan performa timnya melawan tim promosi, Troyes, walaupun harus menang dengan susah payah. Pochettino menyebut yang terpenting adalah meraih kemenangan untuk laga pertama.

PSG menang dengan skor 2-1 di laga pertama Ligue 1 melawan tim promosi, Troyes, (8/8/21). Mereka sempat kebobolan terlebih dahulu sebelum Achraf Hakimi dan Mauro Icardi memutar balikkan keadaan.

Keylor Navas bahkan harus melakukan dua penyelamatan gemilang di penghujung laga untuk bisa menjaga skor tetap 2-1. Pochettino mengakui bahwa timnya bermain kurang baik, tapi yang penting adalah meraih kemenangan.

PSG Susah Payah Kalahkan Tim Promosi, Mauricio Pochettino Tetap Puas
en.psg.fr

“Sangat penting untuk mendapatkan tiga poin dan memulai musim dengan cara ini. Mungkin kami tidak bermain 90 menit penuh seperti yang kami inginkan. Ada periode yang bagus dan tidak terlalu bagus dalam permainan, tetapi secara keseluruhan saya senang,” ucap Pochettino seperti dikutip Football5Star.com, dari laman resmi klub.

Dia melanjutkan, “Troyes pantas mendapatkan banyak pujian. Saya pikir mereka bermain sangat baik. Itu benar-benar sulit, tetapi kami tahu awal musim selalu sulit. Lawan kami selalu sangat termotivasi untuk bermain melawan kami dan kami melihatnya di hasil lainnya kemarin dan sebelumnya hari ini.”

“Tidak pernah mudah untuk memenangkan pertandingan. Semua tim dipersiapkan dengan sangat baik dan tentu saja hari ini sulit. Tetapi yang paling penting adalah memenangkan tiga poin.”

Troyes vs Paris Saint-Germain Hakimi dan Icardi Jadi Pembeda - Achraf Hakimi
@IntChampionsCup

Pemain baru PSG, Gini Wijnaldum yang melakukan debutnya di Ligue 1 juga mengakui Les Parisiens tidak bermain baik. Tapi dia memuji usaha timnya terutama setelah kebobolan lebih dahulu.

“Saya sangat senang bisa menang. Tapi saya harus mengatakan itu adalah pertandingan yang sangat sulit, seperti yang Anda lihat, karena Troyes tidak menyerah,” kata Wijnaldum.

Dia melanjutkan, “Mereka mencetak gol pertama yang bagus dan kami kembali dengan sangat baik, tetapi mereka terus berjuang untuk mencoba dan memenangkan pertandingan sehingga sulit.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Mauricio Pochettino Angkat Bicara Soal Rumor Lionel Messi ke PSG

Banner Gamespol Baru

Football5Star.com, Indonesia – Setelah dipastikan tak lagi membela Barcelona, Lionel Messi ramai dirumorkan akan bergabung dengan Paris Saint-Germain. La Pulga dipercaya akan merapat ke klub asuhan Mauricio Pochettino itu sebagai bagian dari rencana pembentukan tim impian untuk merebut gelar juara Liga Champions musim ini.

Jelang laga pekan pertama Ligue 1, rumor soal Messi jadi salah satu hal yang ditanyakan kepada Pochettino. Eks manajer Tottenham Hotspur itu mengaku tertarik menangani La Pulga. Namun, dia tak mau memberikan kejelasan soal rumor yang beredar saat ini.

Mauricio Pochettino mengakui tertarik menangani Lionel Messi.
rmcsport.bfmtv.com

“Kami fokus pada start musim ini. Klub saat ini bekerja keras dan hati-hati di bursa transfer untuk meningkatkan kekuatan skuat. Kami tahu apa yang terjadi kemarin (Messi meninggalkan Barcelona). Namun, perhatian maksimal kami adalah menang atas Troyes,” ujar Pochettino seperti dikutip Football5Star.com dari Le Parisien.

Pelatih asal Argentina itu menambahkan, “Lebih dari posisinya, pemain dengan kaliber seperti ini tentu saja sangat menarik bagi siapa pun. Klub saat ini mengeavaluasi banyak opsi dan solusi. Adapun kami sepenuhnya fokus pada pertandingan melawan Troyes.”

Mauricio Pochettino Bantah Klaim Media Inggris

Pada kesempatan yang sama, Mauricio Pochettino menegaskan tak pernah memberikan pernyataan apa pun mengenai Lionel Messi. Terutama kepada media-media Inggris yang mencatut namanya begitu La Pulga dinyatakan resmi dilepas Barcelona.

Menyusul pernyataan Barcelona, media-media Inggris mengklaim Pochettino dan Messi sudah berbicara soal kemungkinan transfer ke PSG. Namun, hal itu dibantah Pochettino. “Saya tak berbicara dengan media Inggris. Saya hanya fokus pada pertandingan Sabtu nanti,” ucap dia dengan tegas.

Mauricio Pochettino membantah kabar telah berkomunikasi dengan Lionel Messi.
marketresearchtelecast.com

Terkait aktivitas transfer PSG musim ini, Pochettino sudah puas. Kedatangan Achraf Hakimi, Georginio Wijnaldum, Gianluigi Donnarumma, dan Sergio Ramos sudah sesuai dengan target besar yang ingin dicapai Les Parisiens. Apalagi, hal itu dilakukan dengan komunikasi yang baik di dalam klub.

“Saya sangat senang dengan kerja klub dalam meningkatkan kualitas skuat. Para rekrutan baru adalah hasil putusan bersama seluruh komponen di klub. Saya betul-betul menikmati kerja kolektif ini. Hal itu sangat penting untuk ditekankan,” ujar Mauricio Pochettino.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Kekesalan Mauricio Pochettino karena Kekalahan PSG

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Mauricio Pochettino mengaku sangat kesal karena kekalahan yang didapat PSG dari Lille di perebutan Piala Super Prancis, Senin (2/8/2021) dinihari WIB. PSG harus menyerah 0-1 dari Lille pada laga yang berlangsung di Israel tersebut.

“Ini adalah final yang mengecewakan. Secara keseluruhan pada pertandingan ini, kami bermain bagus. Tetapi pada akhirnya meskipun mendominasi, kami tidak mampu menang,” ucap Mauricio Pochettino seperti dikutip Football5star.com dari Footmercato.

lille vs psg-gwfootball_

“Saya rasa kami tim yang tampil lebih baik di lapangan. Namun, kami gagal memanfaatkan peluang. Dan untuk menang dalam sepakbola, kami harus mencetak gol,”

“Selamat untuk Lille, Ini baru awal musim dan kami memiliki hal-hal yang lebih penting untuk dicari,” tambah pelatih asal Argentina tersebut.

Gol tunggal kemenangan Lille diceploskan Xeka di menit 45. Ini menjadi gelar perdana bagi Lille di Piala Super Prancis. Sedangkan dominasi PSG harus terhenti usai juara dalam delapan musim beruntun.

Jelang musim 2021-22, PSG juga tengah dihadapkan pada rumor masa depan pemain andalannya. Kylian Mbappe. Pada laga melawan Nice, Mbappe menjadi salah satu pemain bintang PSG yang absen.

“Yang jelas adalah bahwa Kylian masih memiliki satu tahun tersisa di dalam kontraknya.”

“Ia adalah pemain di dalam skuad dan kami akan memperlakukan dia dengan cara yang sama seperti kami memperlakukan seseorang yang memiliki sisa lima tahun lagi.” ucap mantan pelatih Tottenham Hotspur itu beberapa waktu lalu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Paul Pogba Dirumorkan ke PSG, Ini Tanggapan Mauricio Pochettino

gamespool
Paul Pogba Dirumorkan ke PSG, Ini Tanggapan Mauricio Pochettino 48

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Paris Saint-Germain, Mauricio Pochettino, buka suara soal spekulasi yang menyebut klubnya akan merekrut Paul Pogba dari Manchester United. Pochettino hanya meminta orang-orang untuk bersabar dan menunggu sampai bursa transfer berakhir.

PSG sudah merekrut banyak pemain musim panas ini, seperti Achraf Hakimi, Sergio Ramos, Gini Wijnaldum dan Gigio Donnarumma. Tapi bursa transfer mereka belum berakhir. Les Parisiens dikabarkan menyiapkan uang 50 juta pounds untuk merekrut Paul Pogba yang memilik kontrak satu musim lagi bersama United.

Paul Pogba dikabarkan siap menjajal petualangan baru dan meninggalkan Manchester United.
Getty Images

Saat ditanya hal itu, Pochettino enggan berkomentar soal rumor itu dan hanya meminta para fans menunggu sampai akhir bursa transfer.

“Saya tidak akan menyebut nama. Saya tidak suka berbicara tentang pemain-pemain yang menjadi milik klub-klub lain. Klub bekerja dengan tenang, mencapai beberapa hal yang bagus. Di akhir bursa transfer, kita akan lihat siapa pemain-pemain barunya  dan siapa pemain-pemain yang meninggalkan skuat,” ucap Pochettino seperti dikutip Football5Star.com dari Les Parisiens.

Dia melanjutkan, “Anda selalu memiliki kejutan. Keseimbangan perlu ditemukan antara kedatangan dan kepergian. Seperti semua klub, akan ada beberapa penyesuaian yang dilakukan pada musim panas. Kami harus tetap memperhatikan setiap peluang.”

Walaupun lahir di pinggiran kota Paris, Prancis, Pogba sama sekali belum pernah bermain di Ligue 1. Dia merupakan kapten tim U-16 Le Havre pada 2009 dan langsung direkrut oleh Manchester United untuk masuk ke akademi dan melakoni debut profesionalnya bersama Setan Merah pada 2011.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Kata Mauricio Pochettino Mengenai Situasi Kontrak Kylian Mbappe

gamespool
Kata Mauricio Pochettino Mengenai Situasi Kontrak Kylian Mbappe 52

Football5star.com, Indonesia – Alotnya negosiasi perpanjangan kontrak Kylian Mbappe tidak membuat pelatih Paris Saint-Germain (PSG), Mauricio Pochettino, pusing. Ia menyerahkan permasalahan tersebut kepada para petinggi PSG.

Kontrak Mbappe bersama PSG akan bereakhir pada musim panas 2022 mendatang. Manajemen PSG sudah berkali-kali membujuk Mbappe agar menandatangani kontrak anyar. Akan tetapi, hingga saat ini Mbappe masih enggan membubuhkan tanda tangannya.

“Kontrak Kylian Mbappe memang hanya menyisakan satu tahun lagi. Tapi, kami tidak akan memberi perlakuan berbeda kepadanya. Kami tetap memberinya perlakuan seperti pemain lain yang masih terikat kontrak hingga lima tahun ke depan,” tegas Mauricio Pochettino kepada Le Parisien.

Mauricio Pochettino - Kylian Mbappe
CBS Sports

“Situasi ini bisa berkembang atau tak berubah. Tapi, ini bukan urusan utama saya dan ada orang-orang di klub ini yang memiliki tugas untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Untuk saya pribadi, durasi kontrak Mbappe tidak menjadi masalah,” imbuh Pochettino.

Beberapa waktu lalu, sejumlah media Prancis sempat melaporkan bahwa Mbappe sudah memberi tahu Pochettino mengenai niatnya untuk tak menandatangani kontrak anyar. Pemberitaan tersebut membuat Pochettino berang dan menepis rumor tersebut.

“Pembicaraan saya dan Mbappe tidak seharusnya menjadi konsumsi publik. Mbappe juga tidak pernah mengatakan hal itu kepada saya,” tuntas Pochettino.

Satu klub yang terus memantau situasi kontrak Mbappe bersama PSG saat ini adalah Real Madrid. Andai Mbappe tak kunjung menandatangani kontrak, Los Blancos disebut bakal memberi penawaran resmi kepada sang pemain pada Januari 2022 mendatang.

Mauricio Pochettino Resmi Perpanjang Kontrak

gamespool
Mauricio Pochettino Resmi Perpanjang Kontrak 55

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Paris Saint-Germain, Mauricio Pochettino, resmi memperpanjang kontraknya bersama Les Parisiens. Pelatih asal Argentina itu mendapatkan kontrak sampai 2023.

Pochettino baru melatih PSG pada Januari 2021 untuk menggantikan Thomas Tuchel yang dipecat. Kariernya di PSG tidak berjalan mulus setelah dia gagal mempertahankan gelar Ligue 1 dan gugur di semifinal Liga Champions. Tapi, dia masih bisa mendapatkan trofi Trophees des Champions dan Coupe de France.

Hasil itu tetap membuat Presiden PSG, Nasser Al-Khelaifi mempercayai Pochettino dengan memberinya kontrak baru 18 bulan dengan opsi perpanjang satu tahun lagi.

“Saya benar-benar sangat senang, untuk diri saya sendiri dan juga untuk staf saya. Sangat penting bagi kami untuk merasakan kepercayaan dari klub dan kami akan memberikan yang maksimal agar para fans bangga dengan PSG,” ucap Pochettino seperti dikutip Football5Star.com dari Sky Sports.

Mantan pelatih Southampton itu melanjutkan, “Itulah mengapa kami akan mencoba dan mencapai tujuan kami bersama-sama, sebagai satu kesatuan. Dua puluh tahun yang lalu saya adalah kapten klub ini dan hari ini saya adalah pelatihnya. Ini adalah mimpi yang menjadi kenyataan.”

Sebelumnya Mauricio Pochettino sempat dirumorkan akan kembali ke Tottenham dan juga ada rumor yang menyebut dia akan ditunjuk oleh Real Madrid untuk menggantikan posisi Zinedine Zidane. Namun itu hanya rumor belaka, Tottenham akhirnya menunjuk Nuno Esprito Santo dan Madrid memulangkan Carlo Ancelotti.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Donnarumma Yakin Bisa Lebih Hebat Bersama Pochettino

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Gianluigi Donnarumma sudah resmi jadi milik Paris Saint-Germain. Ia mengaku senang bisa memperkuat raksasa Prancis.

Dalam wawancara yang dilakukan saat diresmikan sebagai pemain baru PSG, Donnarumma mengungkapkan banyak hal. Salah satunya terkait performanya di bawah kendali Mauricio Pochettino.

Selain itu, kiper 22 tahun juga membenarkan bahwa dia dan Pochettino sudah terlibat komunikasi sebelum dirinya pindah ke Paris Saint-Germain. Tak pelak, terciptanya transfer ini membuat mereka merasa senang.

gianluigi donnarumma-PSG_inside
@PSG_inside

“Saya sudah berbicara dengan pelatih sebelum saya datang ke sini. Kami berbicara tidak terlalu banyak, dia senang saya akhirnya datang. Dia pelatih hebat dan orang hebat jadi saya sangat senang berada di sini bersamanya,” ungkap Donnarumma di laman resmi klub, Kamis (15/7/2021).

“Kami ingin melakukan hal-hal besar bersama. Saya akan berlatih dengan yang terbaik di dunia, jadi saya pasti akan meningkat. Saya siap berlatih dan bermain dengan para juara hebat ini,” sambung eks kiper AC Milan.

Pindah ke PSG jadi pengalaman baru untuk penggawa timnas Italia. Ini pertama kali dia pindah setelah selama ini memperkuat AC Milan.

Walau begitu, ia siap menjalani tantangan baru. “Saya telah mengumpulkan beberapa pengalaman di level teratas selama ini,” ungkpanya lagi.

“Saya merasa siap untuk menghadapi tantangan baru. saya ingin meraih gelar sebanyak mungkin dan membuat fan di sini gembira,” tutup Donnarumma.

Diisukan Balik ke Tottenham, Pochettino Beri Sinyal Tetap di PSG

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Isu kembalinya Mauricio Pochettino ke Tottenham Hotspur sepertinya tidak benar. Hal ini bisa dilihat dari wawancara yang baru dilakukan bersama Paris Saint-Germain.

Dalam beberapa jam terakhir Mauricio Pochettino santer diberitakan kembali ke Tottenham. Bahkan pakar bursa transfer seperti Fabrizio Romano dan Gianluca Di Marzio mengklaim kedua belah pihak telah menjalin negosiasi.

Akan tetapi, pelatih asal Argentina justru menunjukkan keharmonisan dengan PSG. Alih-alih memikirkan isu kepindahan, dia justru asyik membicarakan pengalamannya di ibu kota Prancis.

Mauricio Pochettino - Pep Guardiola - PSG - Manchester City - psg. fr
psg.fr

“Hal pertama yang harus saya lakukan adalah menciptakan hubungan yang baik, diterima di klub di pertengahan musim untuk melompat dan bergerak. Itu selalu menjadi tantangan besar,” kata sang nakhoda di laman resmi klub, Rabu (27/5/2021).

“Itu hal pertama yang harus dilakukan. Dari sana kami mengenal satu sama lain dengan cara alami, cara yang paling spontan. Dan menurut saya pendekatan pertama berjalan dengan baik dan saya pikir kami menciptakan suasana kerja dan engeri yang baik di antara semua staf,” ia menambahkan.

Kendati gagal mempertahankan trofi Ligue 1, Pochettino mengklaim telah menaruh fondasi kuat dalam tim. Dan dia yakin pada musim penuhnya nanti PSG akan kembali ke jalur juara.

“Fondasi yang telah kami tanamkan sudah tepat. Dalam waktu singkat Anda bisa menciptakan hubungan yang sangat kuat. Jelas bahwa kami sebagai tim pelatih datang dan menerima kasih sayang dari semua orang di sini,” tutup Pochettino.

Harry Kane Jelaskan Alasan Jose Mourinho Gagal di Tottenham

gamespool
Harry Kane Jelaskan Alasan Jose Mourinho Gagal di Tottenham 65

Football5Star.com, Indonesia – Pemain Tottenham, Harry Kane, menjelaskan alasan mantan pelatihnya, Jose Mourinho, gagal bersama The Lilywhites. Kane juga menjelaskan perbedaan antara Mourinho dan Mauricio Pochettino.

Jose Mourinho dipecat setelah hanya melatih kurang dari dua tahun di Tottenham. Menurut Kane, gagalnya Mourinho di Tottenham itu karena kurangnya kepemimpinan yang ada di dalam skuat. Kane sendiri sukses secara performa individu bersama Mourinho. Kini dia sudah mencetak 22 gol dan 13 assist di Premier League.

“Sejujurnya, mungkin di situlah Jose tidak berhasil, kami tidak memiliki cukup kepemimpinan yang kami butuhkan saat itu. Klub berada dalam tahap yang sulit, dengan Mauricio dipecat, tidak pernah mudah bagi pelatih baru untuk masuk,” ucap Kane kepada Gary Neville dalam program The Overlapp seperti dikutip Football5Star.com dari Sky Sports.

Carlos Vinicius - Harry Kane - Tottenham - LASK - Jose Mourinho - ESPN
ESPN

Kane melanjutkan, “Saya pikir dengan Jose saya punya hubungan baik. Saya pikir kami memahami satu sama lain, kami memiliki mentalitas yang sama dan bagaimana kami melihat hal-hal di lapangan, di luar lapangan dan mentalitas dalam latihan jadi kami membangun hubungan itu.”

Mourinho menggantikan Mauricio Pochettino pada November 2019. Kane menyebut bahwa cara melatih Pochettino dan Mourinho sangat jauh berbeda.

“Ini sangat berbeda jika saya jujur. Dalam gaya permainan, cara mereka mengatur, pelatihan taktis yang akan kami lakukan. Jelas Mauricio, kami akan melakukan banyak pekerjaan gym, itu berbasis gym sedangkan Jose tidak terlalu menyukainya, tetapi Jose jelas mengharapkan kami menjadi pria dan bertindak seperti pria di lapangan, memiliki pemimpin di lapangan,” kata mantan pemain Leicester itu.

Harry Kane melanjutkan, “Itu (bersama Mourinho) lebih banyak di lapangan, inilah yang perlu kami lakukan, inilah cara yang perlu kami lakukan. Berlatih di lapangan, lalu dia hampir meninggalkan Anda untuk menjadi profesional di luar lapangan. Kami masih memiliki sesi gym yang diatur oleh para sport science, tetapi dia tidak melakukannya.”

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Kylian Mbappe: Trofi Coupe de France Ini untuk Para Fans

gamespool
Kylian Mbappe: Trofi Coupe de France Ini untuk Para Fans 69

Football5Star.com, Indonesia – Megabintang Paris Saint-Germain, Kylian Mbappe, semringah setelah membawa timnya meraih gelar Coupe de France yang ke-14. Mbappe juga berbicara soal masa depannya di PSG.

PSG berhasil menang dengan skor 2-0 melawan AS Monaco di final Coupe de France lewat gol Mauro Icardi hasil assist dari Kylian Mbappe dan Mbappe sendiri.

“Itu tidak mudah. Mereka tim yang sulit untuk dilawan, tetapi kami berhasil menang. Kami sangat senang dan trofi itu penting. Itu untuk semua fans,” ucap Mbappe seperti dilansir Football5Star.com dari laman resmi klub.

Kylian Mbappe Trofi Coupe de France Ini untuk Para Fans 2 - Paris Saint-Germain
@iF2is

Kylian Mbappe melanjutkan, “Kami adalah pemenang Coupe de France! Di Ligue 1? Kami harus melakukan tugas kami dan kemudian kami akan melihat apa yang terjadi di pertandingan lain. Masa depan saya? Saya pikir yang terpenting adalah menikmati momen ini dulu.”

Untuk pelatih Mauricio Pochettino, ini adalah gelar keduanya bersama Les Parisiens setelah sebelumnya mendapatkan Trophee des Champions. Pochettino senang akan hal itu, namun dia meminta timnya kembali fokus untuk menjalani pekan terakhir Ligue 1 yang sangat menentukan untuk PSG.

“Menang di final selalu menjadi hal terpenting di klub seperti Paris Saint-Germain. Saya sangat senang untuk para fans, untuk para pemain dan untuk semua staf di klub menambahkan trofi lain selalu penting. Itu cara terbaik untuk mempersiapkan pertandingan di hari Minggu (lawan Brest),” ucap Pochettino.

Mauricio Pochettino melanjutkan, “Tentu saja kami harus profesional dan memenangkan pertandingan melawan Brest dan menunggu dan melihat apakah Lille tidak mengalahkan Angers. Kami harus percaya bahwa itu mungkin. Tentu ini akan sulit karena Lille adalah tim yang sangat bagus tetapi kami perlu percaya bahwa kami dapat melakukan pekerjaan kami dan kemudian menunggu hasil yang dapat memberi kami gelar.”

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Mauricio Pochettino: PSG Tak akan Kibarkan Bendera Putih

gamespool
Mauricio Pochettino: PSG Tak akan Kibarkan Bendera Putih 73

Football5star.com, Indonesia – Kegagalan Paris Saint-Germain (PSG) membawa pulang poin penuh dari markas Rennes tidak membuat Mauricio Pochettino patah arang. Ia masih merasa sangat yakin Les Parisiens bakal keluar sebagai juara Liga Prancis musim ini.

PSG hanya mampu meraih satu poin dari markas Rennes dinihari tadi. Kegagalan tersebut membuat Les Parisiens kini berjarak tiga poin dari Lille yang menduduki posisi puncak klasemen Liga Prancis.

“Kami masih menjadi salah satu calon juara. Ada banyak hal tak terduga yang bisa terjadi di dunia sepak bola,” ujar Mauricio Pochettino dikutip football5star dari laman Le Parisien.

Rennes - PSG - Mauricio Pochettino - The Indian Paper
The Indian Paper

Meski belum ingin menyerah, Pochettino tetap merasa kecewa dengan kegagalan PSG mengalahkan Rennes. Ia pun melempar pujian kepada Eduardo Camavinga cs yang berhasil merepotkan Les Parisiens.

“Tentu saja kegagalan ini membuat kami merasa sangat kesal dan kecewa. Tapi, kami juga harus memberi pujian tinggi kepada Rennes yang tampil luar biasa,” tutur pelatih asal Argentina itu.

“Sepanjang 90 menit, kami tidak bisa menunjukkan kualitas yang lebih baik ketimbang Rennes. Sejujurnya saya merasa kami memang tak pantas meraih poin penuh,” tandas Pochettino.

Akhir pekan nanti, PSG akan berusaha kembali ke jalur kemenangan ketika menghadapi tim papan tengah, Reims di Parc des Princes. Namun, mereka harus terlebih dahulu menghadapi Montpellier dalam partai semifinal Coupe de France pada Kamis (13/5) dinihari WIB.

Andai Lille Juara, PSG Bisa Saja Pecat Mauricio Pochettino

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Masa depan dari pelatih asal Argentina, Mauricio Pochettino di PSG dirumorkan akan berakhir usai musim 2020-21. Menurut mantan pemain Marseille, Tony Cascarino, Pochettino bisa saja dipecat oleh manajemen PSG.

Dikatakan oleh Tony Cascarino, jika di akhir musim ini PSG gagal menjadi juara Ligue 1 kalah dari Lille, masa depan Pochettino semakin mengakhawatirkan.

Lille - PSG - Burak Yilmaz - GiveMeSport

“Jika mereka tidak memenangkan liga dan mereka tersingkir dari Liga Champions dengan cara seperti kemarin, PSG sangat mungkin untuk memecat Pochettino,” kata Cascarino seperti dikutip Football5star.com dari talkSPORT, Sabtu (9/5/2021).

“Mereka akan melakukan apa yang dilakukan Roman Abramovich dan Chelsea. Anda pikir mereka tidak melakukannya, sepertinya mungkin keputusan yang konyol. Tetapi kemudian, mereka akan tetap mengambil keputusan itu,” tambahnya.

“Ada manajer lain di PSG yang telah memenangkan banyak hal dan dipecat, jadi jangan heran jika Poch dipecat oleh PSG. Terutama jika Lille memenangkan liga,”

“Lille memenangkan Ligue 1 lebih buruk daripada Leicester memenangkan Liga Inggris. Itu adalah tim yang jauh lebih rendah. Lille adalah tim terbesar kedua di wilayahnya, RC adalah klub yang jauh lebih besar di Timur Laut Prancis,” papar Cascarino.

Tony Cascarino menegaskan dengan komposisi pemain yang dimiliki oleh PSG namun di akhir musim tidak juara, dikalahkan tim seperti Lille, tentu saja itu satu kemunduran.

“Ini seperti Sunderland memenangkan Liga Inggris mengalahkan Manchester City. Maaf penggemar Sunderland jika saya membuat Anda kesal, tapi itu perbandingan terbaik,”

“Ini akan menjadi kejutan besar bagi divisi pertama Prancis jika Lille memenangkan gelar. Klub lain telah melakukannya, tentu saja Montpellier melakukannya beberapa waktu lalu, tapi anggarannya tidak sebanding PSG,”

“Pochettino hanya ada sejak Januari tetapi PSG telah kalah tujuh pertandingan dalam waktu itu,” tutup pemain Irlandia tersebut.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Mauricio Pochettino: Neymar adalah Masa Depan PSG

gamespool
Mauricio Pochettino: Neymar adalah Masa Depan PSG 80

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Paris Saint-Germain, Mauricio Pochettino, semringah setelah megabintangnya, Neymar, memperpanjang kontraknya bersama klub. Pochettino menyebut Neymar sebagai masa kini dan masa depan untuk PSG.

Neymar memperbaharui kontraknya sampai 30 Juni 2025. Menurut pakar transfer Fabrizio Romano, Neymar akan mendapatkan gaji 30 juta euro plus bonus per musim dan memiliki opsi perpanjangan kontrak satu tahun lagi. Pochettino senang akan hal ini.

“Seluruh keluarga PSG senang dengan perpanjangan kontrak Neymar Jr. Tantangannya, bagi semua pemain, adalah terus berkembang sebagai tim dan menggunakan bakat individu ini untuk yang terbaik dari tim,” ucap Pochettino seperti dilansir Football5Star.com dari laman resmi klub.

Neymar - Mauricio Pochettino - Barcelona - PSG - UOL
UOL

Pochettino melanjutkan, “Kami ingin terus membangun sebuah tim. Ini tantangan besar untuk masa depan. Ambisi Paris Saint-Germain ada di sana. Perpanjangan kontrak Neymar adalah bukti untuk saat ini dan untuk masa depan klub. Klub bekerja dengan ambisi untuk terus maju dan menang.”

Paris Saint-Germain akan berhadapan dengan Rennes, Senin (10/5/21). PSG harus menang jika ingin terus menempel Lille yang berada di puncak klasemen.

“Tentu saja, kemenangan Lille memberi tekanan tambahan pada kami untuk menang besok untuk mengurangi keunggulan mereka,” kata Pochettino.

Mauricio Pochettino melanjutkan, “Kemenangan ini tergantung pada kami, hanya ada tiga pertandingan tersisa dan kami akan melihat apakah satu tim kehilangan poin. Jelas tidak banyak pertandingan tersisa. Kami harus menang besok, itu penting untuk tetap dalam perburuan gelar.”

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Mauricio Pochettino: Absennya Kylian Mbappe Tak Jadi Alasan Kami Kalah

gamespool
Mauricio Pochettino: Absennya Kylian Mbappe Tak Jadi Alasan Kami Kalah 84

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Paris Saint-Germain, Mauricio Pochettino, tak mau beralasan bahwa timnya kalah melawan Manchester City karena Kylian Mbappe tidak bermain. Pochettino memberi ucapan selamat dan memuji City yang berhasil masuk ke final.

PSG tersingkir dari Liga Champions setelah kalah 2-0 di leg kedua semifinal Liga Champions melawan Manchester City, (5/5/21). Pochettino memuji kinerja City yang berhasil mengalahkan timnya di kedua leg.

Angel Di Maria - Riyad Mahrez - PSG - Manchester City - uefa. com
uefa.com

“Kami memainkan permainan yang kami rencanakan. Kami memulai dengan sangat baik, menciptakan peluang dan mendominasi Manchester City. Itu tidak mudah. Tidak banyak tim yang bisa mendominasi tim seperti Manchester City. Kadang-kadang dalam sepak bola Anda membutuhkan persentase keberuntungan dalam beberapa periode permainan. Pada akhirnya, semuanya klinis,” ucap Pochettino seperti dilansir Football5Star.com dari Sky Sports Italia.

Pochettino melanjutkan, “Mereka mencetak gol dari situasi di mana kami menekan tinggi, dengan bola panjang. Saya perlu memberi selamat kepada Manchester City karena mereka mengalami musim yang fantastis. Setelah enam atau tujuh musim bekerja, Pep baik-baik saja. Pada saat yang sama, kami merasa bangga dengan para pemain dan tim kami.”

Kylian Mbappe tidak bisa bermain di leg kedua karena menderita cedera walaupun berada di bangku cadangan. Tapi Pochettino tak mau beralasan.

“Itu tidak bisa dijadikan alasan. Kami adalah tim. Tentu, sayang dia belum siap membantu tim, tapi itu bukan alasan. Kami tidak bisa menggunakan alasan itu karena performa tim bagus,” kata Mauricio Pochettino.

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

PSG Berpesta di Markas Manchester City Bukanlah Kemustahilan

Banner Gamespol Baru

Football5Star.com, Indonesia – Paris Saint-Germain memikul misi berat pada leg II semifinal Liga Champions, Rabu (5/5/2021) dini hari WIB. PSG harus membalikkan keadaan karena kalah 1-2 dari Manchester City pada leg I. Berdasarkan hasil itu, Gracenote Live menyatakan kans Les Parisiens lolos ke final hanya tinggal 6 persen.

Membalikkan keadaan memang bukan hal mudah. Apalagi di kandang Manchester City. Namun, peluang selalu tetap ada. Meskipun menurut Gracenote Live hanya tinggal 6 persen, itu tetap peluang. Artinya, tak ada yang mustahil bagi PSG di Stadion Etihad nanti.

Gelandang Marco Verratti tegas-tegas menyatakan hal itu. Dia mengingatkan, PSG sebetulnya telah tampil apik pada leg I dan tak sepantasnya kalah. Lalu, Les Parisiens pun hanya kalah 1-2, bukan 0-4, sehingga tak perlu berharap keajaiban pada leg II nanti.

PSG merasa tak seharusnya kalah dari Manchester City pada leg I semifinal di kandang sendiri.
news.com.au

Salah satu modal utama PSG adalah performa apik saat menjalani laga tandang. Pada pentas Liga Champions Musim ini, mereka memenangi 3 laga tandang terakhir di markas klub-klub teras Eropa. Mereka menang 3-1 di markas Manchester United, 4-1 di kandang Barcelona, dan 3-2 di kandang Bayern Munich.

Andai tampil dengan mentalitas dan permainan yang sama, Les Parisiens dipercaya dapat mengulangi hal tersebut di markas Manchester City. Apalagi, tiga dari lima kekalahan yang dialami The Cityzens musim ini justru dialami di kandang sendiri. Mereka takluk 2-5 dari Leicester City, 0-2 saat menjamu Manchester United, dan 1-2 kala melawan Leeds United.

PSG Didukung Pengalaman Pochettino

Lalu, apakah mungkin Paris Saint-Germain mencetak 2 gol di Stadion Etihad? Bila melihat ketajaman mereka dalam dua laga terakhir, tentu ada keraguan karena hanya 1 gol yang mampu dicetak Les Parisiens. Namun, menilik kiprah mereka di Liga Champions musim ini, kemungkinan terbuka lebar.

Dalam 11 laga yang telah dilakoni sejak fase grup lalu, PSG telah mencetak 22 gol. Artinya, rerata gol mereka tepat 2 gol per laga. Nah, di kandang lawan, mereka sudah mencetak 15 gol dalam 5 laga alias 3 gol per laga. Hanya RB Leipzig yang gagal dibobol lebih dari 1 kali.

Mauricio Pochettino pernah membawa Tottenham Hotspur membalikkan keadaan di semifinal Liga Champions 2018-19.
football.london

Di samping itu, soal membalikkan keadaan, PSG punya Mauricio Pochettino. Sang pelatih sudah berpengalaman membuat keajaiban pada leg II laga fase gugur. Tepatnya pada perempat final dan semifinal Liga Champions 2018-19 bersama Tottenham Hotspur.

Pada perempat final Liga Champions musim itu, Tottenham kalah 0-1 di kandang sendiri pada leg I dari Manchester City. Namun, Pochettino membalik keadaan dengan kemenangan 4-3 di Etihad. Lalu, pada semifinal, giliran AFC Ajax yang dijungkalkan. Kalah 0-1 di kandang, Spurs melaju ke final berkat kemenangan 3-2 di Johan Cruyff ArenA.

Jadi, terlalu dini untuk menganggap Paris Saint-Germain sudah pasti tersisih. Apalagi, dengan sakit hati karena merasa tak seharusnya kalah pada leg I, tim asuhan Pochettino tentu akan tampil dengan semangat berlipat di markas Manchester City nanti.

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Mauricio Pochettino Tunggu Keajaiban untuk Kylian Mbappe

Banner Gamespol Baru

Football5Star.com, Indonesia – Mauricio Pochettino, pelatih Paris Saint-Germain. terus diliputi kecemasan jelang laga leg II semifinal Liga Champions, Rabu (5/5/2021) dini hari WIB. Melawat ke markas Manchester City, dia terus memantau kondisi Kylian Mbappe yang masih belum pulih dari cedera.

Mbappe mengalami masalah pada otot betis kanannya. Gara-gara hal itu, dia diistirahatkan saat PSG menghadapi RC Lens pada lanjuta Liga Prancis, akhir pekan lalu. Namun, kondisinya jelang leg II semifinal Liga Champions ternyata belum benar-benar pulih.

Saat skuat PSG hendak bertolak ke Inggris, Mbappe terlihat masih bermasalah dengan otot betisnya itu. Dia bahkan tak tampak pada sesi latihan terakhir Les Parisiens yang digelar di Stadion Etihad. Tak pelak, eks pemain AS Monaco itu diragukan turun pada laga lawan Manchester City nanti.

Meskipun demikian, pelatih Mauricio Pochettino belum sepenuhnya menutup kemungkinan Mbappe bermain. “Kami masih punya waktu satu hari. Kami akan terus memantau dan belum membuat putusan,” kata pelatih asal Argentina itu seperti dikutip Football5Star.com dari Le Parisiens.

Lebih lanjut, Pochettino mengungkapkan, pihaknya masih terus berusaha membuat Mbappe pulih dan siap bermain. “Kami akan lihat setelah tes yang dijalaninya nanti. Kami akan membuat putusan pada esok hari,” ujar eks manajer Tottenham Hotspur tersebut.

Mbappe Jago Tandang

Bukan tanpa sebab Mauricio Pochettino terus berharap Kylian Mbappe pulih. Sang striker adalah pemain tertajam di skuatnya saat ini. Di Liga Champions, pemain timnas Prancis itu sudah mengemas 8 gol. Dia hanya kalah dari Erling Haaland dengan 10 gol di daftar pemain tersubur.

Sudah begitu, Mbappe terbukti selalu jadi kartu as PSG dalam dua laga tandang terakhir pada fase gugur Liga Champions. Saat melawat ke Camp Nou, dia membuat hat-trick yang membawa Les Parisiens menang 4-1 atas Barcelona pada babak 16 besar.

Kylian Mbappe mencetak 2 gol pada laga tandang terakhir PSG di Liga Champions.
football24.news

Berikutnya, Mbappe kembali jadi motor utama saat PSG menang 3-2 di Allianz Arena atas Bayern Munich pada leg I perempat final. Pemain berumur 22 tahun itu membuat 2 gol pada laga yang sekaligus menjadi kekalahan pertama Hansi Flick di Liga Champions tersebut.

Peran vital Kylian Mbappe bagi Paris Saint-Germain diakui gelandang Marco Verratti. Menurut dia, meskipun kolektivitas sangat penting bagi PSG untuk mengalahkan Manchester City, sentuhan ajaib dari Mbappe dan Neymar tetap sangat dibutuhkan timnya dan bisa jadi kunci dalam pertandingan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

PSG vs Manchester City: Hasil yang Tak Bisa Diterima Pochettino

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Mauricio Pochettino tampak kesal dengan kekalahan 1-2 Paris Saint-Germain dari Manchester City, Kamis (29/4/2021) dinihari WIB. Ia mengatakan sulit menerima jenis kekalahan seperti ini.

Bukan apa-apa, Paris Saint-Germain kena comeback oleh Manchester City. Mereka gagal mempertahankan keunggulan hingga akhirnya dikalahkan pada babak kedua.

“Kami sangat kecewa dengan dua gol tersebut. Sulit untuk menerima bahwa ini bisa terjadi di semifinal. Benar-benar menyakitkan. Di babak kedua mereka lebih konsisten. Sulit bagi kami kami untuk mengatasinya. Secara fisik mereka lebih agresif,” ungka Pochettino kepada BT Sport, Kamis (29/4/2021).

Riyad Mahrez Akui Manchester City Dapat Dua Gol Beruntung
@brfootball

Lebih lanjut, pelatih asal Argentina menyebut laga di dua babak berjalan sangat berbeda. Ia mengakui Manchester City tampil lebih baik dari PSG.

“Ada dua babak yang berbeda. Di babak pertama kami melakukannya dengan baik. kami menciptakan peluang dan pantas memimpin,” ia menambahkan.

“Tapi di babak kedua mereka lebih baik dari kami. Dua gol itu adalah kecelakaan, tapi mereka menciptakan lebih banyak peluang dari kami,” ungkapnya.

Kalah 1-2, PSG pun mengusung misi sulit pada leg kedua di stadion Etihad pekan depan. Mereka dituntut membalikkan keadaan demi menembus final kedua secara beruntun.

“Dalam sepak bola Anda harus percaya. Kami pergi ke sana dalam enam hari dan akan mencoba untuk menang dan mencetak gol. Tentu saja kami berada di bawah tekanan, tapi dalam sepak bola Anda harus mencoba,” tutup Pochettino.

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Lawan Man. City di Markas Sendiri, Pochettino Anggap Bukan Keuntungan

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Paris Saint Germain (PSG), Mauricio Pochettino menganggap melakoni leg pertama babak semifinal Liga Champions melawan Manchester City di Parc des Princes bukan jadi keuntungan. Menurutnya baik laga kandang atau tandang melawan tim seperti City, PSG harus tunjukkan penampilan terbaik.

“Memainkan pertandingan pertama di kandang tidak banyak berubah bagi kami. Kami hanya tahu bahwa ini akan menjadi pertandingan yang sulit, bermain di kandang atau tandang tidaklah penting,” kata Pochettino seperti dikutip Football5star.com dari laman resmi klub, Rabu (28/4/2021).

Paris Saint-Germain bermodal kemenangan atas Barcelona dan Bayern Munich saat melawan Manchester City pada semifinal Liga Champions.

“Pemain PSG hanya perlu menjadi yang terbaik yang kami bisa, agar pantas mendapatkannya. untuk lolos ke final,” tambah pelatih asal Argentina tersebut.

Lebih lanjut, Pochettino pun tak mau menganggap pertemuan PSG vs Manchester City sebagai pertarugan antara dirinya dengan pelatih Pep Guardiola.

“Dalam pertandingan seperti ini, selalu satu tim melawan yang lain. Ini bukan urusan pribadi, dan bukan Pep melawan saya. Ini akan menjadi pertandingan antara dua tim hebat,”

Eks pelatih Tottenham itu pun melontarkan pujian Guardiola sebagai pelatih terbaik dunia.

“Guardiola adalah salah satu pelatih terbaik di dunia. Saya sangat mengagumi apa yang telah dia capai sebagai pelatih dan sebagai pemain,”

“Saya seseorang yang mencintai sepak bola, dan yang masih belajar, sementara selalu kompetitif, dan tujuan kami jelas: untuk menang,” tutup Pochettino.

Dari 3 kali pertemuan, PSG cetak 2 gol sedangkan Manchester City 3 gol. PSG meraih 6 kemenangan dari 10 pertandingan di Liga Champions musim ini. Sedangkan Manchester City tak terkalahkan di Liga Champions musim ini.

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Mauricio Pochettino Bicara Mengenai Rivalitasnya dengan Pep Guardiola

gamespool
Mauricio Pochettino Bicara Mengenai Rivalitasnya dengan Pep Guardiola 101

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Paris Saint-Germain (PSG), Mauricio Pochettino, merasa senang karena akan kembali menghadapi manajer Manchester City, Pep Guardiola. Akan tetapi, Pochettino tak mau menganggap laga nanti sebagai duel pribadinya dengan Guardiola.

Pochettino dan Guardiola bukanlah sosok yang asing. Total, keduanya sudah saling berhadapan dalam 18 kesempatan. Dalam 18 pertemuan tersebut, Pochettino hanya berhasil mengalahkan Guardiola dalam tiga kesempatan.

“Menurut saya, pertandingan nanti merupakan laga sengit antara dua tim, PSG dan Manchester City. Saya tak mau menganggap laga nanti sebagai duel antara saya dengan Pep Guardiola,” ujar Mauricio Pochettino pada sesi jumpa pers, Selasa (27/4) malam WIB.

Mauricio Pochettino - Pep Guardiola - PSG - Manchester City - psg. fr
psg.fr

Lebih lanjut, Pochettino tak malu-malu mengakui kekagumannya kepada Guardiola. Menurut Pochettino, Guardiola sudah meninggalkan warisan yang sangat berharga di dunia sepak bola.

“Guardiola adalah salah satu pelatih sepak bola terbaik sepanjang sejarah. Saya sangat mengagumi karier, gelar serta warisan besar yang ia tinggalkan untuk dunia sepak bola.”

“Seperti Guardiola, saya juga adalah pelatih yang sangat senang berkompetisi, mempelajari hal baru dan berusaha memenangkan semua pertandingan,” tandas Pochettino.

Ini bukanlah kali pertama Pochettino menghadapi Guardiola di babak gugur Liga Champions. Pada musim 2018-19 lalu, Pochettino berhasil menyingkirkan Guardiola di babak perempat final Liga Champions. Ketika itu, Pochettino berhasil mengantar Tottenham melaju hingga ke partai final Liga Champions.

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Mauricio Pochettino: Mudah untuk Melatih Neymar

gamespool
Mauricio Pochettino: Mudah untuk Melatih Neymar 105

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Paris Saint-Germain, Mauricio Pochettino, menceritakan pengalamannya saat ini menjadi pelatih seorang superstar seperti Neymar. Pochettino mengatakan bahwa mudah melatih pemain timnas Brasil itu.

Pochettino sudah menjadi pelatih PSG sekitar 3-4 bulan. Neymar adalah salah satu megabintang yang dimiliki PSG. Pelatih asal Argentina itu senang bisa melatihnya dan dia membandingkannya dengan mantan rekan timnya di PSG, Ronaldinho.

“Sangat mudah (melatih) Neymar karena Anda tidak perlu melakukan terlalu banyak. Sejak hari pertama, dia sangat terbuka untuk bekerja. Dia sangat rendah hati, dia mendengarkan dan selalu menerima semua instruksi dengan cara yang sangat baik,” ucap Pochettino seperti dilansir Football5Star.com dari The Guardian.

Neymar - Mauricio Pochettino - Barcelona - PSG - UOL
UOL

Pochettino melanjutkan, “Para pemain Brasil memiliki sesuatu yang istimewa. Mereka suka bermain sepak bola karena itu seperti tarian bagi mereka. Mereka bermain seperti mereka menari. Ronaldinho adalah rekan satu tim saya ketika saya masih menjadi pemain PSG dan sekarang Neymar. Mereka perlu merasa baik, untuk merasa senang tampil dengan cara terbaik.”

Les Parisiens akan berhadapan dengan Manchester City, Kamis (29/4/21), di semifinal Liga Champions. Pochettino menegaskan bahwa timnya mengincar gelar itu.

“Target dalam 10 tahun terakhir adalah memenangkan Liga Champions dan klub bekerja sangat keras untuk mencoba berada di sana dan menang. Ini adalah langkah terakhir, yang selalu paling sulit,” kata Pochettino.

Mauricio Pochettino melanjutkan, “Jika Anda ingat di Tottenham, itu selalu tentang langkah terakhir menjadi hal yang paling sulit. Tapi Paris Saint-Germain ada di sana dan sekarang tentang kemenangan. Saya senang merasakan ini. Saya senang merasa bahwa Anda perlu menang setiap saat.”

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Mauricio Pochettino: Pep Guardiola Pelatih Terbaik di Dunia

gamespool
Mauricio Pochettino: Pep Guardiola Pelatih Terbaik di Dunia 109

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Paris Saint-Germain, Mauricio Pochettino beri pujian besar kepada Pep Guardiola jelang laga PSG vs Manchester City, Kamis (29/4/21). Pochettino menyebut Guardiola sebagai pelatih terbaik di dunia.

PSG akan berhadapan dengan Man City pada semifinal Liga Champions leg pertama, Kamis dini hari. Pochettino berhasil mengalahkan Guardiola saat melatih Tottenham di perempat final Liga Champions 2019. Namun, Pochettino tetap menyebut Guardiola sebagai yang terbaik.

“Bagi saya, dia yang terbaik. Saya mengaguminya. Saya pikir dia melakukan pekerjaan yang fantastis tidak hanya di Manchester City tetapi sebelumnya dengan Barcelona dan Bayern Munich. Dan saya pikir dia adalah pelatih yang luar biasa dengan staf pelatih yang luar biasa juga karena saya tahu semua orang yang bekerja dengannya,” ucap Pochettino seperti dilansir Football5Star.com dari Mirror.

guardiola pochettino standard co uk
standard.co.uk

Pochettino melanjutkan, “Bagi saya, dia adalah pelatih yang fantastis dan dia adalah seorang pelatih yang selalu berpikir untuk melakukan strategi yang berbeda dan rencana permainan yang berbeda. Dia adalah pelatih yang sangat cerdas. Yang bekerja sangat keras dengan semua staf pelatih. Klub seperti Manchester City yang benar-benar memberinya kepercayaan diri untuk mengambil semua keputusan dan menjadi pelatih sejati, itu juga yang paling penting.”

Pochettino juga menilai bahwa Manchester City adalah klub yang sangat ideal untuk membuat Guardiola menjadi yang terbaik.

“Bukan hanya pelatih terbaik, klub itu penting. Klub memberi Anda semua alat untuk menjadi sukses. Itu merupakan kombinasi Manchester City antara Pep, staf pelatih, klub, petinggi, semua orang,” kata pelatih asal Argentina itu.

Mauricio Pochettino melanjutkan, “Mereka menciptakan struktur yang luar biasa, sangat solid, dan ide yang sangat jelas tentang bagaimana mereka harus bertindak untuk mengambil keputusan dan itulah mengapa mereka berhasil.”

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Pochettino: Neymar dan Mbappe Bertahan di PSG Musim Depan

gamespool
Pochettino: Neymar dan Mbappe Bertahan di PSG Musim Depan 113

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Paris Saint-Germain, Mauricio Pochettino, percaya diri dua megabintangnya Neymar dan Kylian Mbappe tetap akan bermain untuk timnya musim depan. Apalagi jika PSG berhasil menjadi juara Liga Champions.

Neymar dan Mbappe memiliki kontrak yang akan habis pada 2022. Sampai saat ini mereka belum memperpanjang kontraknya, namun Pochettino optimistis hal itu akan terjadi karena dia sudah berhubungan baik dengan keduanya.

Neymar - Kylian Mbappe - PSG - Leonardo - ligue1. fr
ligue1.fr

“Tujuannya adalah mempertahankan pemain terbaik. Klub ingin memenangi Liga Champions dan tujuan klub ini adalah mempertahankan Neymar dan Mbappe agar mereka bertahan selama bertahun-tahun. (Saya) sama optimisnya dengan keduanya. Dalam tiga bulan, kami telah (mengembangkan) hubungan yang sangat baik,” ucap Pochettino seperti dikutip Football5Star.com dari Marca.

Pochettino melanjutkan, “Kedua pemain sangat berkomitmen pada klub. Tim mana pun ingin memiliki mereka di skuatnya. Saya optimis mereka akan bertahan.”

Khusus untuk Mbappe, pemain timnas Prancis itu dirumorkan akan pergi ke Real Madrid. Namun Pochettino akan melakukan segala cara untuk menahannya.

“Saya pikir dia akan bermain di PSG (musim depan). Selama dia di PSG, saya ingin dia bersama saya. Saya akan berjuang sekuat tenaga agar dia tetap bersama kami. Setelah berbagi ruang ganti dengan Kylian selama tiga bulan, saya akan berjuang sekuat tenaga agar dia tetap bersama kami,” kata Mauricio Pochettino.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Mauricio Pochettino: Berikan Pujian kepada Pemain PSG!

gamespool
Mauricio Pochettino: Berikan Pujian kepada Pemain PSG! 117

Football5star.com, Indonesia – Pelatih PSG, Mauricio Pochettino menyebut anak asuhnya layak mendapat pujian meski kalah 0-1 oleh Bayern Munich di leg kedua babak perempat final Liga Champions, Rabu (14/4/2021). Menurut Pochettino, pemain PSG menunjukkan sangat fokus jalani laga sulit.

“Kami sangat fokus. Itu adalah pertandingan yang sangat silit. Saya sangat senang karena para pemain pantas mendapatkan pujian tinggi. Menang dan lolos ke semifinal adalah momen yang luar biasa bagi kami,” ungkap Pochettino seperti dikutip Football5star.com dari laman resmi UEFA.

Statistik Menarik Semifinalis Liga Champions, PSG dan Chelsea

“Kami bekerja keras untuk memperbaiki posisi kami selama pertandingan dan melakukan hal-hal yang lebih baik, terutama di sayap. Kami membiarkan mereka membuka lebih sedikit. Sayang sekali kami tidak mencetak gol, tapi kami sangat senang,” tambahnya.

Menurut Pochettino, Bayern Munich sepanjang laga menampilkan permainan yang membuat anak asuhnya cukup kerepotan. Meski begitu ditegaskan oleh pelatih asal Argentina itu, PSG lebih layak lolos ke babak semifinal.

“Itu normal bahwa pemain seperti Kimmich dan Mueller, pemain hebat, memiliki kepercayaan diri. Mereka telah memenangkan segalanya. Tetapi sepak bola adalah olahraga yang indah, Anda harus berjuang dan tidak pernah menyerah. Selain itu, kami juga memiliki kualitas jadi kami membuktikan kalau kami lebih layak,”

Senada dengan Pochettino, pemain PSG, Angel Di Maria juga mengatakan bahwa ia dan rekan-rekannya sangat berusaha tampil bagus dan mengimbangi permainan Bayern Munich. Meski kalah kata Di Maria, PSG memang pantas untuk berada di babak semifinal.

Kami tampil bagus dan tim mencoba banyak hal. Kami telah mengalahkan tim terbaik musim lalu dan kami berada di semifinal. Saya pikir kami semua pantas mendapatkannya,”

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]