Tinggalkan Al Duhail, Medhi Benatia Siap Kembali Main di Liga Italia

gamespool
Tinggalkan Al Duhail, Medhi Benatia Siap Kembali Main di Liga Italia 4

Football5star.com, Indonesia -Mantan bek Juventus, Medhi Benatia mengutarakan keinginannya untuk kembali bermain di Liga Italia. Benatia saat ini menyandang status free agent setelah kontraknya tak diperpanjang klub Qatar, Al Duhail.

Benatia merapat ke Al Duhail pada Januari 2019 lalu. Selama dua tahun bermain di Qatar, Benatia berhasil mengoleksi 60 penampilan di semua kompetisi. Benatia juga berhasil membawa Al Duhail menyabet gelar Liga Qatar pada musim 2019-20.

“Saya sangat merindukan intensitas sepak bola Italia. Keluarga saya juga merasa nyaman dan ingin kembali ke Italia secepat mungkin,” tutur Medhi Benatia dikutip football5star dari laman Football Italia.

Medhi Benatia - Juventus - Sports Mole
Sports Mole

Lebih lanjut, Benatia juga mengaku sempat didekati oleh Juventus dan AC Milan beberapa waktu lalu. Akan tetapi, Benatia tak mau menutup peluang untuk memperkuat tim lain yang bisa memberikan motivasi besar musim depan.

“AC Milan dan Juve sempat menghubungi saya. Tapi, hal itu terjadi beberapa bulan yang lalu. Saya hanya ingin bergabung ke tim yang bisa memberikan motivasi besar musim depan.”

“Saya masih memiliki gairah dan rasa lapar yang begitu besar. Selain itu, saya juga masih bisa tampil di level tertinggi. Kita lihat saja ke mana saya akan berlabuh musim depan. Saat ini, saya hanya ingin menikmati masa liburan bersama keluarga,” tandas Benatia.

Sebelum pindah ke Qatar, Benatia memang sempat memperkuat sejumlah tim Italia. Beberapa diantaranya adalah Udinese, AS Roma dan Juventus. Pemain berusia 34 tahun itu juga sempat bermain di Bayern Munich pada musim 2015-16.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Miralem Pjanic akan Moncer Lagi bersama Massimiliano Allegri

Gamespool new banner

Football5Star.com, Indonesia – Kiprah Miralem Pjanic bersama Barcelona pada musim ini tidaklah bagus. Dia tak mendapat kepercayaan besar dari sang pelatih baru, Ronald Koeman. Dari total 30 pertandingan di semua ajang yang dilakoninya, dia hanya tampil 1.295 menit atau rata-rata 43 menit per laga.

Kisah miris itu tak lepas dari perhatian eks rekan main Pjanic di Juventus, Medhi Benatia. Pemain belakang yang kini membela Al Duhail di Liga Qatar tersebut prihatin karena menilai pemain asal Bosnia-Herzegovina itu masihlah salah satu gelandang terbaik.

“Bagaimana bisa dia senang dengan penampilannya musim ini? Mire punya pengalaman, telah bermain di lebih dari 500 pertandingan dan Koeman justru lebih memilih pemain berumur 18 tahun (Pedri, Red.) ketimbang dia,” urai Medhi Benatia soal nasib Pjanic seperti dikutip Football5Star.com dari Tuttosport.

Miralem Pjanic bersahabat dengan Medhi Benatia.
Getty Images

Benatia menilai hal itu tidak adil bagi sang sahabat. “Jika punya Pjanic, Anda harus selalu memainkannya. Namun, itu ternyata bukanlah pilihan Koeman dan dia tak diberi kesempatan yang cukup,” kata bek Maroko itu lagi.

Benatia pun lantas menyarankan Pjanic pulang ke Juventus. Dia yakin eks pemain AS Roma tersebut akan kembali moncer karena I Bianconeri akan kembali ditangani Massimiliano Allegri. Faktanya, selama di Juventus, dia dimainkan 135 kali oleh sang allenatore dengan rata-rata tampil 76 menit.

Pjanic Anggap Allegri sebagai Ayah

Massimiliano Allegri mampu mengeluarkan seluruh kemampuan Miralem Pjanic semasa di Juventus.
marca.com

Bersama Massimiliano Allegri, Miralem Pjanic memang moncer. Dia mampu membuat 19 gol dan 33 assist dalam 135 pertandingan di berbagai ajang. Dia pun jadi andalan di lini tengah. Pada pentas Serie A, dia selalu tampil setidaknya 30 kali.

Selain itu, menurut Medhi Benatia, Pjanic memang punya hubungan baik dengan Allegri. “Pjanic sudah menganggap Allegri sebagai ayah. Kami kerap bicara. Beberapa hari lalu, saya bercanda dengan bilang, ‘Mire, apakah kamu dapat kabar dari ayahmu?'” kata dia.

Lebih lanjut, Benatia mengungkapkan, “Pjanic adalah fenomena bersama Allegri. Allegri merupakan pelatih yang paling mampu mengeluarkan semua kemampuan Mire.”

Soal kemungkinan Miralem Pjanic kembali ke Juventus, Medhi Benatia menilainya sangat terbuka. Terutama dari sisi sang pemain. “Dia mencintai Juventus dan Juventus juga mencintai dia. Jadi, aku berharap dia dapat kembali ke Juventus.”

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Pep Guardiola Miliki Profil Tepat untuk Melatih Juventus

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Mantan bintang Juventus, Medhi Benatia, mengatakan kalau Pep Guardiola merupakan sosok yang sangat tepat untuk menggantikan melatih Bianconerri. Benatia pun menganggap Guardiola sebagai pelatih terbaik di dunia.

Rumor ketertarikan Juventus untuk mendatangkan Guardiola memang bukan isapan jempol belaka. Nama Guardiola sempat dipertimbangkan manajemen Bianconerri sebelum akhirnya menunjuk Maurizio Sarri pada musim panas 2019 lalu.

Kini, nama Guardiola kembali diapungkan setelah Bianconerri dikabarkan tak puas dengan kinerja Sarri. Media-media Italia sempat melaporkan bahwa Sarri akan dipecat pada akhir musim 2019-20.

Medhi Benatia - Juventus - Pep Guardiola - Bleacher Report
Goal

“Secara taktik, Pep Guardiola adalah pelatih terbaik di dunia. Tak ada satu pun pelatih yang lebih baik darinya. Tapi, saya tak menyukai caranya menjaga hubungan dengan para pemain,” ujar Medhi Benatia dikutip dari laman Football Italia.

“Dalam pandangan saya, Guardiola memiliki profil yang sangat cocok untuk menjadi pelatih Juventus. Akan tetapi, saya juga sangat menyukai gaya bermain khas Sarri,” sambung Benatia menambahkan.

Lebih lanjut, Benatia juga mengomentari penampilan Juventus yang sempat inkonsisten musim ini. Ia mengaku tak terlalu heran dengan penampilan Bianconerri yang masih beradaptasi dengan gaya bermain Sarri.

“Tahun ini nampaknya segala hal menjadi sedikit lebih rumit untuk Juventus. Tapi, setiap perubahan memang membutuhkan kesabaran yang lebih. Selain itu, saat ini Juve juga masih menjadi tim unggulan yang selalu bisa meraih kemenangan,” tandas Benatia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Medhi Benatia Tinggalkan Juventus Gara-gara Massimiliano Allegri

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Bek asal Maroko, Medhi Benatia, mengatakan bahwa Massimiliano Allegri menjadi alasan terbesar di balik kepergiannya dari Juventus tahun 2019 lalu. Benatia mengaku sakit hati dengan Allegri yang gagal menepati janji.

Pada musim 2018-19 lalu, Benatia memang kesulitan untuk menembus tim utama Juventus. Ia pun hanya mampu mengoleksi lima penampilan bersama Bianconerri sebelum akhirnya hengkang ke Qatar untuk membela Al Duhail pada bursa transfer musim dingin tahun 2019.

“Ketika menjalami tur pramusim di Amerika Serikat, Massimiliano Allegri mengatakan kalau saya dan Giorgio Chiellini merupakan pemain belakang pilihan utama dan Leonardo Bonucci akan menjadi pelapis,” ujar Medhi Benatia kepada Goal.

Medhi Benatia - Juventus - Massimiliano Allegri - IC Photo
IC Photo

“Ketika itu, saya baru saja mencetak dua gol di final Coppa Italia dan sedang melakukan negosiasi perpanjangan kontrak. Tapi, tiba-tiba saya tak dimainkan dalam empat pertandingan beruntun.”

“Saya merasa sakit hati dan tak ingin bermain untuk Juventus selama Allegri masih menjadi pelatih di sana,” sambung pemain 33 tahun itu menambahkan.

Kini, Benatia sudah melupakan masalah pribadinya dengan Allegri. Ia pun mengaku memiliki hubungan yang cukup baik dengan para petinggi Bianconerri. Ia pun mengaku masih cukup sering bertukar pesan dengan manajemen Juventus.

“Saya memiliki hubungan yang sangat baik dengan para petinggi Juventus dan pihak klub secara keseluruhan. Kami masih cukup sering bertukar pesan,” tandas Benatia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Miralem Pjanic Diuntungkan oleh Penghentian Kompetisi

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Dihentikannya kompetisi musim 2019-2020 untuk sementara waktu diyakini mantan pemain Juventus, Medhi Benatia, bisa menguntungkan Miralem Pjanic. Ia mengatakan mantan rekannya itu memang butuh waktu istirahat yang lama untuk mengembalikan kondisi fisik.

Medhi Benatia percaya sejak pergantian tahun Miralem Pjanic mengalami kelelahan. Pasalnya ia selalu diandalkan Maurizio Sarri untuk mengawal lini tengah Juventus.

“Sejak sebelum melawan Inter Miralem sudah merasa tidak baik. Dia sudah terlibat dalam banyak pertandingan dan musim ini jadi salah satu pemain yang paling banyak diturunkan. Saat dirinya mengalami kelelahan, dia juga harus beradaptasi dengan skema pelatih baru,” ujar Benatia kepada Tuttosport, Kamis (2/4/2020).

Benatia menganggap dua gol di final Coppa Italia sebagai penebusan kesalahan saat Juventus melawan Napoli. (www.old.football5star.com/tuttomercatoweb.com)
tuttomercatoweb

“Dia pernah bilang pada saya merasa sangat lelah. Mungkin dia lebih sedikit memegang bola, tapi dia terus berlari di lapangan. Dengan diliburkannya Serie A ini sangat bermanfaat untuknya mengembalikan kekuatan fisiknya agar seperti dulu lagi,” ia menambahkan.

Lebih lanjut, pemain yang memperkuat Juventus selama tiga musim itu percaya jika sang gelandang akan bertahan di Stadion Allianz musim depan. Menurutnya, pemain asal Bosnia akan menghormati kontrak bersama Si Nyonya Tua yang masih menyisakan tiga tahun lagi.

“Dia masih mempunyai sisa kontrak hingga tiga tahun lagi dan dia masih menjadi sosok penting di Juventus. Memang benar bahwa dia selalu diburu saat bursa transfer tiba. Paris Saint-German dan Real Madrid adalah klub yang ingin memboyongnya. Namun, pada akhirnya dia akan memperpanjang kontrak di Turin,” tutup Benatia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Alasan Benatia Tolak Tawaran Manchester United

Football5star.com, Indonesia – Medhi Benatia mengungkap alasan menolak tawaran Manchester United. Mantan bek Juventus itu mengaku lebih suka melanjutkan kariernya di lingkungan religius.

“Aku mendapat kritik dari para kritikus olahraga Maroko setelah pindah ke Doha, tetapi aku ingin semua orang menghormati keputusanku karena itu yang terbaik bagiku dan keluarga,” kata Benatia di Soccerway.

Benatia gabung Juventus pada 2016/2017. Ia sudah turun dalam 59 pertandingan yang dihiasi lima gol. Pemain 31 tahun itu juga berhasil merebut dua Scudetto dan mencicipi satu final Liga Champions.

Musim ini, seiring putusan Bianconeri memboyong kembali Leonardo Bonucci, maka Benatia tak lagi menjadi pemain utama. Dia tercatat hanya lima kali turun di Serie A dan sekali tampil di Liga Champions.

Sang pemain pun meminta pindah di bulan Januari lalu. Ada tawaran dari Manchester United dan klub Qatar, Al Duhail. Benatia lebih memilih klub terakhir.

Medhi Benatia resmi pindah dari Juventus ke klub juara Liga Qatar, Al Duhail.
Getty Images

“Aku ingin anak-anakku tumbuh dalam suasana Islam, dan aku bisa pergi ke klub di UEA atau Arab Saudi, tetapi aku lebih suka bersama Al Duhail, dan ada banyak pemain Maroko yang bermain di tim nasional dan dengan klub-klub dari sini.”

“Pelatih Maroko, Herve Renard, mengenalku dengan baik dan jika dia melihat bahwa aku tidak pantas bersama tim nasional, aku akan menghormati keputusan ini,” ucap Benatia.

Benatia: Awalnya Saya Kira Akan Pensiun di Juventus

Football5star.com, Indonesia – Penggawa timnas Maroko, Medhi Benatia, mengaku sangat sedih karena harus pergi dari Juventus di bursa transfer musim dingin kali ini. Ia mengatakan bahwa dirinya sempat berpikir bahwa dirinya akan mengakhiri kariernya di Juventus.

Kedatangan Leonardo Bonucci di bursa transfer musim panas lalu berhasil menggeser posisi Benatia di tim utama Bianconerri. Musim ini, pria 31 tahun itu hanya bermain di lima partai Serie A. Selain kehadiran Bonucci, Max Allegri juga lebih memilih untuk memainkan Daniele Rugani untuk menemani Giorgio Chiellini di sektor bek tengah.

“Setelah dua hari yang cukup sibuk, saya ingin menggunakan kesempatan ini untuk mengucapkan salam perpisahan kepada keluarga saya di Juventus. Saya akan merindukan mereka semua,” tulis Medhi Benatia melalui akun Instagram pribadinya.

Medhi Benatia - Juventus - Getty Images
Getty Images

“Saya sangat menikmati karier di Juventus dan berhasil meraih kesuksesan. Di bulan Juli, saya sempat berpikir bahwa saya akan mengakhiri karier di Juventus. Tapi, ada beberapa kejutan yang terjadi dan saya harus mengubah rencana. Tapi, saya masih memiliki keinginan untuk menjadi juara yang sangat besar dan saya juga harus membuat keputusan terbaik untuk keluarga saya.”

Medhi Benatia memutuskan untuk datang ke Liga Qatar dan bergabung dengan Al-Duhail. Saat ini, Al-Duhail duduk di peringkat ke-2 Liga Qatar dengan koleksi 36 poin dari 15 partai. Tertinggal dua angka dari Al-Sadd yang ada di puncak klasemen Liga Qatar.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Juventus Lepas Medhi Benatia ke Juara Liga Qatar

Football5Star.com, Indonesia – Kiprah Medhi Benatia di Juventus berakhir. Bek tengah asal Maroko itu dipastikan hengkang ke juara Liga Qatar, Al Duhail SC. Hal itu diumumkan secara resmi oleh manajemen I Bianconeri, Senin (28/1/2019).

“Juventus FC S.p.A mengumumkan bahwa kesepakatan telah dicapai dengan Al Duhail SC untuk pelepasan pemain Medhi Amine El Moutaqui Benatia dengan dana 8 juta euro. Pembayaran akan dilakukan dua tahap hingga Oktober 2019,” jelas keterangan resmi Juventus seperti dikutip Football5Star.com.

Lebih lanjut dinyatakan, “Biaya transfer kemungkinan bertambah hingga maksimal 2 juta euro. Itu tergantung syarat dan ketentuan yang tertera di dalam kontrak.”

Medhi Benatia bergabung dengan Juventus dari Bayern Munich pada musim 2016-17 sebagai pemain pinjaman. Musim berikutnya, dia dibeli secara permanen dengan dana 17 juta euro.

Selama berkostum I Bianconeri, Medhi Benatia turun dalam 59 pertandingan yang dihiasi lima buah gol. Dia berhasil merebut dua Scudetti dan mencicipi satu final Liga Champions.

Musim ini, seiring putusan I Bianconeri memboyong kembali Leonardo Bonucci, bek berumur 31 tahun itu tak lagi menjadi pemain andalan. Dia tercatat hanya lima kali turun di Serie A dan sekali tampil di Liga Champions.

Sebelum memastikan transfer Medhi Benatia ke Al Duhail, Juventus telah terlebih dahulu memboyong kembali Martin Caceres dari Lazio. Dia bukan muka baru karena pernah membela I Bianconeri pada 2009-10 dan 2012-16.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Benatia Buka Peluang Hengkang dari Juventus

Banner Football Live Star

Football5star.com, Indonesia – Bek Juventus, Medhi Benatia, buka peluang meninggalkan Bianconeri pada Januari mendatang. Ia mengaku bosan duduk di bangku cadangan.

“Jika Juventus membutuhkanku di Liga Champions, aku akan mempersiapkan diri,” kata Benatia kepada La Stampa.

“Tapi aku tidak terlalu sering bermain. Tahun lalu aku melakukannya dengan baik karena aku memiliki lebih banyak kontinuitas. Sayangnya, sekarang aku tidak memilikinya. Bagian dari pekerjaanku adalah bahwa aku harus selalu bekerja untuk membuat diriku siap, tetapi ini bukan situasi yang menyenangkan.”

Medhi Benatia - Juventus - allegri
@Juventusfcen

Benatia baru empat kali bermain di Serie A dan sekali di Liga Champions musim ini. Hal ini membuat Benatia yang jadi pilihan utama musim lalu kecewa berat.

Persaingan di lini belakang Juventus memang berat. Selain Benatia, ada Giorgio Chiellini, Leonardo Bonucci, Daniele Rugani dan Andrea Barzagli.

“Aku tersedia untuk tim, selama aku tinggal di sini, aku akan memberikan yang terbaik. Tapi, rasanya keadaan ini tidak baik untukku. Aku 31 tahun dan harus mencoba bermain sebanyak mungkin. Mari kita lihat di Januari apa yang akan terjadi,” ucap Benatia.

Juventus sendiri kini berada di puncak klasemen Serie A. Bianconeri unggul enam poin atas Inter Milan dan Napoli yang berada di bawahnya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

3 Poin Penting Bagi Juventus

Banner Football Live Star

Football5star.com, Indonesia – Bek Juventus, Medhi Benatia, mengaku bahagia dengan kemenangan timnya atas Cagliari. Bagi Benatia, kemenangan tersebut sangat penting.

La Vecchia Signora menang 3-1 atas Cagliari pada lanjutan pertandingan Liga Serie A Italia di Juventus Stadium, Sabtu (3/11/2018). Bianconeri unggul cepat lewat gol Paulo Dybala. Cagliari kemudian mencetak gol balasan melalui Joao Pedro.

Gol bunuh diri Filip Bradaric membawa tuan rumah kembali unggul, sekaligus menyudahi babak pertama dengan keunggulan 2-1. Di babak kedua, pemain pengganti Juan Cuadrado membobol gawang Cagliari guna memastikan kemenangan 3-1 tuan rumah.

Juventus
Twitter Juventus

“Sangat penting untuk menang dan kembali ke jalur kemenangan di kandang. Tim-tim di belakang kami – Napoli, Inter, dan AC Milan – tidak melambat sama sekali sehingga kami tidak bisa melepaskan diri,” kata Benatia di situs resmi klub.

“Sekarang kami memiliki dua hari untuk beristirahat dan bersiap untuk pertandingan Rabu melawan Manchester United. Kami bisa mencetak gol lebih awal, tetapi Cagliari adalah tim yang bagus dan setiap tim tampil habis-habisan ketika mereka datang ke tempat kami. Kami senang dengan tiga poin, itulah yang kami inginkan,” Benatia menambahkan.

Dengan hasil ini, Benatia dan kawan-kawan kokoh di puncak klasemen Serie A dengan 31 poin. Bianconeri unggul enam poin atas Inter Milan di posisi kedua.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Benatia: Juventus Mililki Kedalaman Skuat yang Bagus

Banner Footbal Live Star-Football5star

Football5star.com, Indonesia – Bek JuventusMedhi Benatia mengaku sedikit kecewa karena mulai jarang dimainkan oleh Max Allegri di musim 2018-19. Menurutnya, Juventus memiliki kedalaman skuat yang sangat bagus dan paham alasan Allegri mulai jarang memainkannya musim ini,

Di bursa transfer musim panas lalu, Juventus berhasil memulangkan Leonardo Bonucci dari AC Milan. Keharidan Bonucci sebagai tandem dari Giorgio Chiellini membuat Benatia hanya dimainkan di dua partai Serie A musim ini. Selain itu, ia masih harus bersaing dengan nama-nama lain seperti Andrea Barzagli dan Daniele Rugani untuk satu tempat di tim utama Bianconerri.

mehdi benatia
@juventusfcen

“Musim ini, saya mendapatkan lebih sedikit kesempatan untuk bermain di tim utama. Namun, saya selalu berlatih keras dan berusaha untuk terus siap apabila pelatih memutuskan untuk memainkan saya,” kata Benatia dikutip dari Football Italia.

“Tentunya saya merasa sedikit kecewa karena tak mendapatkan banyak kesempatan bermain. Tapi itulah resiko yang harus saya tanggung di Juventus. Kami memiliki kedalaman skuat yang sangat baik. Rasanya, kami memiliki dua tim yang berbeda dengan kualitas yang sama,” sambung pemain 31 tahun itu.

Banyaknya pemain yang ada di sektor bek tengah membuat Benatia sebenarnya sempat mempertimbangkan keinginan untuk hengkang dari Juventus. Terlebih, Olympique Marseille dikabarkan berminat untuk mendatangkan pemain berpaspor Maroko itu. Namun, hingag bursa transfer musim panas ditutup, kepindahan tersebut tak terjadi.

Benatia: Strootman Menuju Marseille

Banner Footbal Live Star-Football5star

Football5star.com, Indonesia – Medhi Benatia mengatakan bahwa Kevin Strootman kini sudah selangkah lagi akan merampungkan kepindahannya dari AS Roma ke Marseille. Menurut Benatia, Strootman sudah tak sabar ingin segera bermain di bawah asuhan Rudi Garcia.

Setelah mendatangkan banyak pemain di bursa transfer musim panas 2018, Roma harus melepaskan beberapa pemain. Strootman menjadi salah satu pemain yang akan di lepas Roma di bursa transfer musim panas ini.

“Beberapa hari ini, saya sering berbicara dengan Kevin. Ia sudah tak sabar ingin segera merumput di Velodrome. Dia ingin kembali bermain di bawah asuhan Rudi Garcia,” kata Benatia dikutip dari Calciomercato.

“Mereka berdua sangat mengenal karakter masing-masing. Kevin adalah pemain hebat dan Garcia adalah pelatih yang bagus. Kevin merupakan pemimpin di atas lapangan dan pesepakbola kelas dunia,” lanjut Benatia menambahkan.

AS Roma, Kevin Strootmann-Marseille
twitter.com/OfficialASRoma

Benatia dan Strootman pernah bermain bersama di bawah asuhan Garcia pada periode 2013-2014. Kala itu, kombinasi ketiganya mampu membawa Roma finis di peringkat runner up Serie A dibawah Juventus.

Setelah semusim bermain di Stadio Olimpico, Benatia memutuskan untuk hengkang ke Bayern Munich. Sementara, kombinasi antara Strootman dan Garcia masih berlanjut hingga musim 2015/2016. Setelah kepergian Garcia, pemain asal Belanda tersebut sempat bermain di bawah naungan Luciano Spalletti di musim 2016/2017 dan Eusebio Di Francesco di musim 2017/2018 sebelum memutuskan untuk hijrah ke Marseille.

Merapat ke Juventus, Ronaldo Langsung Puji Benatia

Football Live Star

Football5star.com, Indonesia – Bintang anyar Juventus, Cristiano Ronaldo, langsung memuji rekan barunya, Medhi Benatia. Di mata Ronaldo, pemain asal Maroko itu adalah bek yang tangguh.

Juventus menebus Ronaldo dengan mahar 100 juta euro (sekitar Rp 1,7 triliun) dari Real Madrid dan ia sudah resmi diperkenalkan kepada publik pada Senin (16/7/2018).

Medhi Benatia, Juventus
Getty Images

Ronaldo diikat dengan kontrak berdurasi empat tahun. Klub berjulukan Bianconeri tersebut akan membayar biaya transfer pemain 33 tahun itu dalam kurun waktu dua tahun.

Di Piala Dunia lalu, Ronaldo yang membela seragam Portugal berduel dengan Benatia. Pertarungan keduanya cukup sengit.

Musim lalu Ronaldo juga bentrok dengan Benatia di babak perempat final Liga Champions. Meski demikian, kini sang pemain sudah melupakan itu semua dan siap main bareng Benatia.

“Kami bertarung keras dan Benatia adalah bek yang hebat. Kami mengalami beberapa bentrokan selama Piala Dunia, tetapi itu bagian dari permainan,” kata Ronaldo seperti dikutip oleh BBC.

“Akan menarik untuk bermain di klub yang sama dan menjadikannya sebagai rekan satu tim. Dia pemain luar biasa,” Ronaldo menambahkan.

Ronaldo sendiri tak disertakan Juventus dalam tur pramusim ke Amerika Serikat. Sang pemain baru akan mengikuti latihan pramusim pada 30 Juli mendatang.

Benatia Tak Tutup Kemungkinan Hengkang

Football Live StarFootball5star.com, Indonesia – Bek Juventus, Medhi Benatia, mengaku tak menutup kemungkinan dirinya kembali bermain dibawah asuhan Rudi Garcia di Marseille. Keduanya pernah bekerja sama di AS Roma pada tahun 2013 silam.

Benatia pun mengatakan bahwa Garcia adalah salah satu pelatih favoritnya. Namun, ia belum ingin membicarakan masa depannya. Benatia mengatakan bahwa masa depannya akan diputuskan selepas gelaran Piala Dunia.

Benatia &; Garcia - www.old.football5star.com
Eurosport

“Saya menyukai Rudi Garcia. Namun, saya masih memiliki sisa 2 tahun di kontrak saya bersama Juventus. Saat ini, saya sedang sibuk mempersiapkan diri untuk berlaga di Piala Dunia. Selepas Piala Dunia, barulah saya akan membicarakan masa depan saya dengan Juventus,” ujar Benatia kepada RMC Sport.

Dalam kesempatan yang sama, kapten timnas Maroko itu juga mengaku akan merindukan kehadiran sosok Gianluigi Buffon di ruang ganti La Vecchia Signora. Ia mengatkan bahwa Buffon masih memiliki rasa haus akan kemenangan. Ia pun tak heran apabila Buffon akhirnya memutuskan untuk melanjutkan kariernya bersama Paris Saint-Germain.

“Saya sedih melihat Gigi pergi. Akan sulit membayangkan Juventus musim depan tanpa kehadiran Gigi. Kepergiannya membuat Juventus kini memiliki sebuah lubang besar. Ia tak seperti para pemain lainnya. Ia merupakan sosok pemimpin dan seperti kakak sendiri bagi saya. Saya juga tak heran apabila ia bergabung bersama PSG. Karena Gigi masih memiliki rasa haus untuk meraih kemenangan,” pungkasnya.

Jadi Pahlawan Juventus, Benatia Ungkit Laga Lawan Napoli

Football Live Star Football5Star.com, Indonesia – Medhi Benatia menjadi bintang Juventus saat menang 4-0 atas AC Milan di final Coppa Italia, Kamis (10/5/2018) dinihari WIB. Bek asal Maoroko itu membuat dua gol dalam rentang waktu 8 menit. Meski demikian, dia tak besar kepala. Secara khusus, dia malah mengungkit laga lawan Napoli.

Bagi Benatia, dua gol ke gawang Gianluigi Donnarumma adalah pembuktian diri setelah menuai kritik usai laga lawan Napoli. Kala itu, dia disudutkan banyak pihak karena dinilai lalai dalam mengawal Kalidou Koulibaly yang mencetak gol tunggal I Partenopei.

Medhi Benatia diburu Paulo Dybala usai jebol gawang AC Milan.
tuttomercatoweb.com

“Setelah kesalahanku menjaga Kalidou Koulibaly, semua orang mengatakan aku tak berguna. Semua jurnalis menulis aku sangat buruk. Hari ini, aku ingin memberikan jawaban bagi tim dan teman-temanku,” kata dia seperti dikutip Football5Star.com dari Tuttosport.

Mantan penggawa AS Roma dan Bayern Munich tersebut mengaku terpukul oleh kritik yang menderanya kala itu. Pasalnya, kekalahan 0-1 dari Napoli membuat Juventus berada dalam situasi sulit dalam perburuan gelar juara Serie A.

“Setelah kesalahan dalam kekalahan dari Napoli itu, aku merasa tak enak selama beberapa hari. Untunglah, teman-temanku mampu menuntaskan tugas dan aku berterima kasih karena mereka selalu dekat denganku,” urai Benatia.

Soal dua golnya yang mengantar I Bianconeri mempertahankan trofi Coppa Italia, dia tak menilainya secara berlebihan. “Ini hanyalah kontribusiku. Tak lebih dari itu. Aku tidak menjadi fantastis pada saat ini dan saat (lawan Napoli) itu pun tidaklah tak berguna,” pungkas dia.

Jalan Juventus Menuju Scudetto Masih Panjang

Football5star.com, Indonesia – Bek Juventus, Medhi Benatia, tak ingin timnya besar kepala usai menang atas AC Milan dan mempelebar jarak dengan Juventus. Pemain asal Maroko itu menuntut Bianconeri untuk tetap fokus.

Juventus menang 3-1 atas Milan, akhir pekan lalu. Gol-gol dari Paulo Dybala, Juan Cuadrado dan Sami Khedira cukup bagi I Bianconeri menaklukkan tim Gennaro Gattuso, yang mendapat konsolasi dari Leonardo Bonucci.

Medhi Benatia menilai kemenangan Juventus atas AS Roma tak terlepas dari performa apik Wojciech Szczesny.
Getty Images

Kemenangan tersebut memberikan keunggulan empat poin atas Napoli dalam pacuan gelar Serie A musim ini. Dengan laga krusial melawan I Partenopei pada 22 April, Benatia memperingatkan rekan setimnya untuk tetap fokus.

“Unggul empat poin atas Napoli tidak berarti apa-apa. Kami masih memiliki jalan panjang. Anggap saja kami merebut kembali poin-poin yang kami buang saat melawan SPAL,” kata Benatia kepada BeIN Sports.

“Yang paling penting adalah mengamankan kemenangan melawan Milan. Kami melakukannya dengan baik, terutama ketika kami harus menggali lebih dalam. Itulah yang penting. Milan menunjukkan diri mereka menjadi tim yang sangat seimbang, yang bermain bagus secara teknis.”

“Kami akan tetap bertujuan untuk melakukan yang lebih baik. Sayang kami kebobolan, tapi seperti yang aku katakan, kuncinya adalah mendapatkan hasil akhir,” Benatia menambahkan.

Pada laga berikutnya, Juventus bakal menjamu Real Madrid pada leg pertama babak perempat final Liga Champions di Allianz Stadium, Selasa (3/4/3018).

Benatia Ingin Sapu Bersih Gelar Bersama Juventus

Football5star.com, Indonesia – Bek Juventus asal Maroko, Medhi Benatia, mengungkap targetnya di sisa musim ini. Ia ingin menyapur bersih gelar bersama La Beneamata.

Setelah sempat tak stabil di awal musim, Juventus berhasil kembali ke jalur yang benar. Bianconeri kini memuncaki Serie A, lolos ke final Coppa Italia dan berada di perempat final Liga Champions.

medhi benatia, juventus (zimbio.com)
Getty Images

Di Serie A, Juventus bersaing ketat dengan Napoli. Sementara di final Coppa Italia, La Vecchia Signora bakal bentrok dengan AC Milan. Adapun di Liga Champions, Benatia dan kawan-kawan bakal meladeni permainan sang juara bertahan, Real Madrid.

Bagi Benatia, tak ada yang mustahil, termasuk timnya meraih treble musim ini. Ia percaya Juventus memiliki apa yang dibutuhkan untuk mencapai target tersebut.

“Pada awalnya, semuanya tampak kesulitan karena ada banyak pengorbanan dan Anda harus memberi 110 persen setiap hari, tetapi sekarang aku merasa baik. Memenangkan segalanya adalah stimulus, kami akan mencoba mewujudkannya dan kemudian kami akan memikirkan tentang Piala Dunia,” kata Benatia kepada TuttoSport.

“Untuk saat ini, aku fokus pada klubku karena jika ingin memiliki Piala Dunia yang baik, semuanya berjalan melalui Juventus. Prioritasnya tetap Scudetto dan kemudian Liga Champions, yang merupakan impian kami dan semua penggemar kami,” Benatia menambahkan.

Benatia sendiri sudah membela Juventus dalam 26 pertandingan di semua kompetisi musim ini. Mantan pemain Bayern Munich itu juga menyumbangkan dua gol.

Benatia Puji Wonderkid Real Madrid

Football5star.com, Indonesia – Juventus bakal bersua dengan Real Madrid pada babak perempat final Liga Champions. Bek Juventus, Medhi Benatia, memuji pemain muda El Real, Achraf Hakimi.

Laga Juventus kontra Real Madrid merupakan ulangan partai final Liga Champions musim lalu. Kala itu, Los Blancos menang dengan skor 4-1 atas Juventus. Tetapi, musim ini berbeda dari musim lalu bagi Medhi Benatia. Menurut Benatia, Juventus musim ini lebih kuat ketimbang musim sebelumnya.

Medhi juga melayangkan pujian kepada kompatriotnya di timnas Maroko, Achraf Hakimi. Hakimi berhasil menembus tim utama Real Madrid di usia 20 tahun. Hakimi menjadi pelapis Dani Carvajal di posisi fullback kanan Los Galacticos.

“Ini adalah kali pertama saya ke Santiago Bernabeu (markas Real Madrid). Saya akan memberi tahu Hakimi bahwa kami berbeda dengan musim lalu,” kata Benatia dilansir dari Football Italia.

“Hakimi adalah bintang baru. Anda tak akan bisa menembus Real Madrid di usia 20 tahun jika tak memiliki talenta luar biasa,” tutur kapten timnas Maroko itu.

Sebelum berjuang bersama Hakimi di Piala Dunia 2018, Benatia menganggap dirinya akan berusaha mengalahkan Hakimi dkk untuk meraih gelar Liga Champions.

Selain Liga Champions, Juventus juga berpeluang menggondol gelar scudetto musim ini. Bianconeri untuk sementara memimpin klasemen Serie A dengan 75 poin dari 29 laga, unggul dua angka dari Napoli di posisi kedua.

Benatia Beri Jawaban Menohok Kepada Fans Fiorentina

Football5Star.com, Indonesia – Medhi Benatia, bek tengah Juventus, memberikan jawaban menohok saat seorang fans Fiorentina menyerangnya di Twitter. Hal itu terjadi Jumat (12/1/2018) dinihari WIB, tepatnya hanya beberapa menit setelah pergantian hari. Dia merespons serangan terkait insiden yang terjadi antara dia dan seorang pemain Cagliari, 6 Januari silam.

Dalam pertandingan tersebut, Benatia diduga menyikut Leonardo Pavoletti. Namun, dia tak dihukum karena insiden itu luput dari penglihatan wasit Gianpaolo Calvarese.

Dengan me-reply salah satu tweet Benatia, fans Fiorentina bernama Niccolo Battagli dengan akun @Nicco_D612 menulis, “Menggunakan sikut memang bagus. Andai bermain di klub lain, kami akan terkena hukuman 10 pertandingan.”

Tak dinyana, tweet itu ditanggapi oleh Benatia. Hanya 34 menit berselang, bek asal Maroko itu memberikan jawaban menohok. “Kamu benar… (emoji tepuk tangan) Tolong lihat berapa kali aku diusir dari lapangan. Silakan lihat dan pahami apakah aku seseorang yang mencoba menyakiti (lawan),” reply mantan pemain Bayern Munich dan AS Roma tersebut.

Faktanya, sepanjang kiprah profesionalnya, Benatia baru sekali diusir wasit dari lapangan. Itu terjadi di Liga Champions 2014-15 saat dia membela Bayern Munich dalam laga melawan Manchester City. Saat itu, dia dikartu merah wasit Pavel Kralovec karena menjegal Sergio Aguero dari belakang di kotak penalti Bayern.

Battaglia pun lantas mengakui statistik itu. Namun, dia berkeras bahwa sang bek mendapat perlindungan dari wasit karena membela Juventus. “Memang jarang. Namun, kupikir jika ada di tim lain, kamu akan dikartu merah,” tulis dia.

Benatia tak membalas lagi. Namun, salah seorang pengguna Twitter mengingatkan bahwa bek berumur 30 tahun itu juga pernah membela klub-klub lain dan tak mendapatkan kartu merah. “Faktanya, dia pernah membela Udinese, AS Roma, dan Bayern,” ujar seorang fans Juventus pemilik akun @gobboveroefiero.

Benatia Lebih Waspadai Roma Ketimbang Inter

Football5Star.com, Indonesia – Medhi Benatia, bek tengah Juventus, lebih mewaspadai mantan klubnya, AS Roma, ketimbang Inter Milan dalam perburuan juara Serie A musim ini. Hal itu diungkapkan setelah I Bianconeri dibuat kesulitan oleh I Giallorossi pada laga giornata ke-18.

“Napoli akan terus bersaing dengan kami hingga akhir. Namun, aku juga memperhitungkan Roma. Aku pikir, mereka bahkan lebih berpeluang ketimbang Inter,” terang Benatia seperti dikutip Tuttosport, Kamis (28/12/2017).

Inter Milan sedang berada dalam fase buruk.
tuttomercatoweb.com

Kewaspadaan Benatia bisa dimaklumi. Pasalnya, anak-anak asuh Eusebio Di Francesco belakangan ini menunjukkan grafik lebih baik dari I Nerazzurri. Sebelum kalah dari Juventus, I Giallorossi tak terkalahkan dalam sembilan laga beruntun di Serie A. Sementara itu, Inter justru tak menang dalam tiga laga terakhirnya.

Di klasemen sementara Serie A saat ini, posisi Roma sebetulnya berada satu tingkat di bawah Inter. I Giallorossi berada di posisi ke-4 dengan 38 poin, sedangkan I Nerazzuri mengemas 40 angka dan berada di posisi ke-3. Namun, I Giallorossi masih memiliki tabungan satu pertandingan.

Sementara itu, Juventus saat ini berada di posisi ke-2 dengan mengemas 44 poin. Anak-anak asuh Massimiliano Allegri terpaut satu poin dari Napoli yang memuncaki classifica. Perbedaan poin yang tipis di antara tim-tim papan atas membuat Benatia yakin persaingan merebut Scudetto akan berlangsung lebih seru.

“Kami akan bersaing dengan tiga atau empat tim untuk memperebutkan Scudetto. Namun, aku yakin pada Maret atau April nanti, Juventus akan berada di atas,” ucap bek asal Maroko tersebut.

Jadi Pahlawan Juventus, Benatia Malah Sanjung Szczesny

Football5Star.com, Indonesia – Medhi Benatia menjadi pahlawan Juventus saat menjamu AS Roma, Minggu (24/12/2017) dinihari WIB. Berkat gol tunggalnya pada menit ke-18, I Bianconeri meraup poin penuh dan kian memepet Napoli yang berada di puncak klasemen Serie A. Meskipun begitu, bek asal Maroko itu justru menyanjung kiper Wojciech Szczesny.

Menurut Benatia, kemenangan atas I Giallorossi juga tak terlepas dari kecemerlangan Szczesny dalam mementahkan peluang-peluang lawan. Salah satunya pada injury time yang berawal dari blunder yang dilakukannya.

Wojciceh Szczesny saat menggagalkan peluang emas Patrick Schick.
tuttomercatoweb.com

“Aku senang kami menang. Pasalnya, Roma adalah pesaing dalam perebutan Scudetto,” ungkap Benatia kepada Premium Sport usai pertandingan. “Menang berkat golku menambah kegembiraan. Namun, kami juga membuat beberapa kesalahan. Untung saja Szczesny sungguh fenomenal. Andai tidak, itu akan jadi harga yang sangat mahal bagi kami.”

Sepanjang pertandingan yang berlangsung di Stadion Allianz, Szczesny memang tak mengeluarkan banyak keringat karena tak banyak tembakan lawan yang mengarah ke gawangnya. Meskipun demikian, dua tembakan tepat yang dilepaskan anak-anak asuh Eusebio Di Francesco justru sangat membahayakan gawang Juventus.

Lebih jauh, pemain yang pernah membela Bayern Munich itu juga menandaskan, kemenangan atas Roma merupakan sinyal bahwa Juventus masihlah kandidat kuat juara. “Kami tetaplah tim yang jadi sasaran untuk dikalahkan. Target kami adalah terus menang di Serie A. Dengan sikap yang ditunjukkan, aku yakin kami bisa mewujudkan itu,” tandas dia.

Benatia Dekatkan Juventus ke Capolista

Football5Star.com, Indonesia – Juventus patut berterima kasih kepada bek Medhi Benatia. Berkat gol tunggal pemain asal Maroko itu pada menit ke-18, I Bianconeri meraup angka penuh dari salah satu tim papan atas, AS Roma. Tambahan tiga poin itu pun membawa Juventus kian dekat dengan sang capolista, Napoli. Kedua tim kini hanya berjarak satu poin.

Seperti dugaan awal, meskipun bermain di kandang sendiri, Juventus mendapat perlawanan keras dari Roma. Bahkan, dalam lima menit awal, justru sang tamu yang memiliki penguasaan bola lebih banyak, yakni 58 persen. Namun begitu, I Bianconeri yang lebih dulu mendapatkan peluang emas pada menit ke-6. Sayang, Sami Khedira tak bisa menyelesaikannya dengan baik.

Wojciech Szczesny menahan gempuran AS Roma.
tuttomercatoweb.com

Gol akhirnya datang pada menit ke-18. Berawal dari sepak pojok Miralem Pjanic, sundulan Giorgio Chiellini berhasil ditahan kiper I Giallorossi, Alisson. Bola muntah disambar Benatia, tapi menghantam mistar. Dasar beruntung, Benatia berhasil menyambar lagi bola, kali ini sukses bersarang di gawang lawan.

Ketinggalan, Roma meningkatkan intensitas serangan. Mereka pun terus menjaga penguasaan bola. Namun, performa apik pertahanan I Bianconeri membuat anak-anak asuh Eusebio Di Francesco tak bisa mencetak gol. Mereka bahkan hampir kebobolan lagi lewat dua aksi Gonzalo Higuain pada menit ke-55 dan 68. Juga sepakan Pjanic pada menit ke-2 injury time yang menerpa tiang gawang.

I Giallorossi pun sebenarnya tak sepi peluang emas. Pada menit ke-80, tendangan Alessandro Florenzi menghantam mistar gawang Wojciech Szczesny. Lalu, empat menit memasuki injury time, memanfaatkan blunder Benatia, Patrick Schick tinggal berhadapan dengan Szczesny. Namun, kiper asal Polandia itu sanggup melakukan penyelamatan gemilang.

https://www.youtube.com/watch?v=jn4DJzMmSjI

Susunan Pemain:

Juventus (4-3-3): 23-Wojciech Szczesny, 15-Andrea Barzagli, 4-Medhi Benatia, 3-Giorgio Chiellini, 12-Alex Sandro, 6-Sami Khedira, 5-Miralem Pjanic, 14-Blaise Matuidi (8-Claudio Marchisio 79), 7-Juan Cuadrado (33-Federico Bernardeschi 77), 9-Gonzalo Higuain, 17-Mario Mandzukic
Pelatih: Massimiliano Allegri

AS Roma (4-3-3): 1-Alisson Becker, 24-Alessandro Florenzi, 44-Kostas Manolas, 20-Federico Fazio, 11-Aleksandar Kolarov, 4-Radja Nainggolan, 16-Danielle De Rossi (17-Cengiz Under 85), 6-Kevin Strootman (7-Lorenzo Pellegrini 71), 92-Stephan El Shaarawy (14-Patrick Schick 67), 9-Edin Dzeko, 8-Diego Perotti
Pelatih: Eusebio Di Francesco

K. Kuning: Cuadrado 52, Alex Sandro 82 – De Rossi 18, Pellegrini 87, Kolarov 90
K. Merah:

Benatia Bikin Juventus Lupakan Bonucci

Football5star.com, Indonesia – Andrea Barzagli, pemain bertahan Juventus menilai rekan anyarnya di lini belakang, Medhi Benatia, telah mempertunjukkan kualitas yang menyamai eks Bek La Vecchia Signora, Leonardo Bonucci. Hal itu membuat Benatia dianggap menjadi pemain penting dalam klub.

Setelah kehilangan Bonucci pada bursa transfer musim panas lalu, banyak yang mempertanyakan siapa pengganti yang layak. Juventus lantas mendatangkan Benatia dari Bayern Munich seharga 17 juta euro dengan durasi kontrak selama tiga tahun.

barzagli (zimbio.com)
zimbio.com

Benatia nampak tak meyakinkan di awal musim, ia jarang tampil dan sering menepi karena cedera pergelangan kaki. Namun, pemain asal Maroko itu menunjukkan kualitasnya dalam tiga laga terahir yang dilakoni Juventus di Serie A.

Benatia mampu tampil solid bersama rekan-rekannya di lini belakang. Juventus juga tidak kebobolan dalam tiga pertandingan tersebut bahkan dua diantaranya menghadapi lawan kuat, Napoli dan Inter Milan.

“Saya berpikir dia sadar adalah pemain penting dalam tim.  Dia adalah pemain kunci tahun ini karena dulu itu milik Bonucci. Menurut saya Benatia adalah pemain dengan tingkat yang sama dengan Bonucci,” puji Barzagli dikutip dari Football Italia, Jumat (15/12/2017).

“Medhi adalah kapten Timnas Maroko. Dia pernah bermain untuk Bayern Munich dan dia menunjukkan siapa dirinya sebenarnya. Dia pemain penting bagi kami sekarang,” imbuhnya.

Saat ini Juventus berada di peringkat ketiga klasemen sementara Liga Italia dengan raihan 38 poin. Selanjutnya Bianconeri akan bertandang ke markas Bologna, Minggu (17/12/2017).

Juventus Manfaatkan Kelemahan Khas Crotone

Football5Star.com, Indonesia – Juventus kembali ke jalur kemenangan dengan menangguk kemenangan 3-0 atas Crotone dalam kanjutan Liga Italia, Senin (27/11/2017) dinihari WIB. Bermain di kandang sendiri, mereka mencetak gol melalui Mario Mandzukic, Mattia De Sciglio, dan Medhi Benatia. Menurut sang pencetak gol terakhir, kemenangan itu berkat kemampuan I Bianconeri manfaatkan kelemahan khas lawan.

“Biasanya, Crotone kelelahan pada babak kedua. Itulah yang kami manfaatkan dengan baik,” terang pemain Maroko itu kepada Mediaset Premium. “Sepanjang paruh pertama, kami hanya menghadapi sedikit ancaman. Namun, Crotone juga sangat terorganisasi baik. Mereka selalu berada di posisi yang bagus dalam bertahan sehingga kami harus terus mengalirkan bola.

Medhi Benatia mencetak gol ketiga Juventus ke gawang Crotone.
tuttomercatoweb.com

Lebih jauh, menurut mantan pemain AS Roma tersebut, torehan tiga gol ke gawang Alex Cordaz dalam laga tersebut sangat berarti bagi timnya. Maklum, mereka baru saja menjalani pekan sulit. Pekan lalu, I Bianconeri kalah 1-3 di kandang Sampdoria. Lalu, pada tengah pekan, hanya hasil imbang tanpa gol yang bisa dituai saat menjamu Barcelona di Liga Champions.

“Ini gol-gol yang sangat penting karena kami berada dalam masa sulit. Namun, kami tahu, jika berhasil bertahan dengan baik, lini depan kami pun akan mampu memproduksi gol,” tutur Benatia.

Kemenangan atas Crotone pun dinilai Benatia sangat penting dalam menyongsong laga versus sang Capolista, Napoli, pada pekan depan. Laga di Stadion San Paolo itu bisa sangat menentukan nasib Juventus selaku petahana Serie A Liga Italia. “Napoli menjalani musim yang sangat baik saat ini. Mereka memainkan sepak bola yang sangat bagus. Namun, semua orang tahu bahwa target kami selalu menang,” tandas dia.

Juventus saat ini berada di posisi ke-3 classifica Serie A dengan koleksi 34 poin. Anak-anak asuh Massimiliano Allegri tertinggal empat poin dari Napoli dan dua angka dari Inter Milan.

Benatia Ingatkan Bonucci Jangan Lupakan Juventus

Football5star.com, Indonesia – Pemain bertahan Juventus, Medhi Benatia, mengingatkan kepada mantan rekannya, Leonardo Bonucci, untuk berterimakasih dan tidak lupa kepada La Vecchia Signora. Ia juga menolak bahwa dua gol yang sejauh ini bersarang di timnya, bukan karena mereka kehilangan Bonucci.

Sebelumnya, Pemain yang kini membela AC Milan itu menjadi pilar utama lini pertahanan Juve. Bersama Andrea Barzagli dan Girgio Chiellini, mereka dijuluki Trio BBC dan sangat disegani lawan-lawannya kala itu.

“Saya tidak berpikir kepergian Bonucci ada kaitannya dengan jumlah gol yang telah kami kebobolan sejauh musim ini,” kata Benatia kepada Mediaset Premium, Sabtu (9/9/2017).

“Saya sangat menghormati Leonardo, dia adalah pemain yang hebat, tapi dia berhasil dengan baik di Juve. Ia patut berterima kasih kepada Andrea Barzagli, Giorgio Chiellini, Gigi Buffon, Stephan Lichtsteiner dan selebihnya,” lanjut pemain berkebangsaan Maroko itu.

“Kami selalu berusaha memberikan yang terbaik dan Dani Alves juga termasuk, tapi perubahan yang terjadi saat ini adalah normal dengan masa penyesuaian. Kami masih memulai musim ini dengan tiga kemenangan Serie A.”

Benatia sejauh ini digadang menjadi sosok pengganti Bonucci di Juve. Pemain yang musim lalu berstatus pemain pinjaman dari Bayern Munich itu, baru bermain dalam satu pertandingan musim ini.

Ia bermain 90 menit saat Juve mengalahkan Chievo dengan skor 3-0 di kandang sendiri, Stadion Allianz, Sabtu(9/9/2017). Sebelumnya dalam dua pertandingan terakhir, ia hanya duduk di bangku cadangan.

Liga Italia: Kemungkinan Duet Lini Depan Juventus Saat Lawan AC Milan

Footballl5star.com, Indonesia – Pelatih Juventus, Massimiliano Allegri, mengalami krisis opsi lini belakang menjelang lawan AC Milan pada partai lanjutan Serie A di Stadion Juventus, Jumat (10/3/2017).

Untuk pertandingan tersebut, Giorgio Chiellini tidak bisa diturunkan akibat cedera.

“Pastinya, Chiellini tidak akan bermain besok. Kita lihat saja bagaimana melawan Porto, meskipun sangat kecil peluangnya,” tutur Allegri.

Alhasil, Allegri hanya memiliki Leonardo Bonucci sebagai langganan starter di lini belakang. Lantas, siapa pendamping Bonucci?

“Bonucci akan bermain. Ada pula Daniele Rugani, Medhi Benatia, atau Andrea Barzagli. Peluang Benatia sedikit lebih besar daripada dua pemain lainnya,” ucap Allegri.

Laga nanti bermakna penting buat kedua tim. Juventus tengah berusaha bertahan di puncak dan sudah mengoleksi 67 poin dari 27 laga liga.

Adapun Milan mengincar zona Eropa. Mereka masih tertahan di peringkat ketujuh dengan raihan 50 angka atau memiliki selisih dua poin dengan Atalanta di peringkat kelima.

Juventus: Benatia Tidak Mau Remehkan Porto

Football5star.com, Indonesia – Pemain belakang Juventus, Medhi Benatia, tidak mau meremehkan Porto pada duel babak 16 besar Liga Champions.

Partai pertama bakal berlangsung di markas Porto Stadion do Dragao, Rabu (22/2/2017).

Juventus belum pernah menang di stadion tersebut. Satu-satunya kunjungan mereka yakni pada fase grup Liga Champions 2001-2002. Laga berakhir imbang tanpa gol saat itu.

Diyakini Benatia, laga bakal berlangsung ketat karena Porto sudah terbiasa bermain di Liga Champions, termasuk ketika menjadi juara pada 2004.

“Tidak ada pertandingan mudah di Liga Champions. Porto juga sudah tak asing dengan level dan turnamen ini,” kata Benatia.

“Jadi, kami benar-benar menyadari bahwa tugas tidak mudah. Meskipun, kami tetap memiliki amisi dan melaju jauh di turnamen ini.

“Kami akan menjalani fase sangat penting musim ini,” ucap eks pemain Bayern Munich itu.

Menjelang partai kontra Porto, Juventus tengah berada dalam tren positif. Mereka memenangi lima partai Serie A secara beruntun.

Liga Italia: Benatia Cuma Pikirkan Piala Afrika dan Bertahan di Juventus

Football5star.com, Indonesia – Medhi Benatia, tak memikirkan peluang hengkang dari Juventus. Saat ini fokusnya adalah membela Maroko di Piala Afrika 2017 dan bertahan di Turin.

Benatia memang santer dikabarkan akan pergi dari klub pada bulan Januari. Pasalnya, dia kesempatan bermainnya terbatas sejak hengkang dari Bayern Muenchen pada musim panas lalu dengan status pinjaman.

Dia acap dirotasi oleh pelatih Massimiliano Allegri, yang masih memercayai lini belakang kepada trio BBC, yakni Leonardo Bonucci, Andrea Barzagli, dan Giorgio Chiellini. Meski begitu, Benatia akan bersabar.

“Pertama-tama, saya sedang fokus untuk bisa tampil baik dalam perhelatan Piala Afrika, yang adalah target besar bagi saya. Lalu saya akan mendapatkan kembali ambisi untuk siap tampil untuk Juventus,” ungkap Benatia.

“Setiap kali saya beraksi, saya selalu berusaha untuk melakukan yang terbaik. Pelatih Allegri sekarang masih memilih yang lain, dan saya hargai itu – saya selalu menghormati semua keputusan pelatih,” sambungnya.

Benatia berharap peruntungannya akan segera membaik di skuat I Bianconeri. Apalagi, pemain seperti Barzagli hingga Chiellini sudah cukup uzur untuk terus bermain reguler di tim utama.

“Saya akan selalu siap kapanpun panggilan datang. Kami punya satu tim yang luar biasa, tapi saya sangat ingin bertahan di Juventus pada bursa transfer musim dingin,” pungkas mantan pemain Udinese dan AS Roma itu.

Berita Bola: Benatia Ungkap Hubungan Guardiola dengan Para Pemainnya

Football5star.com, Indonesia – Bek Juventus yang musim lalu masih bermain di Bayern Muenchen, Medhi Benatia, mengungkapkan tentang hubungan personal mantan pelatihnya, Josep Guardiola, dengan para pemain.

Dari pengakuan Benatia, ternyata Guardiola tak selalu memiliki kedekatan dengan para pemainnya. Selama ini, Guardiola lebih sering fokus dengan pekerjaan sebagai pelatih dan tak mementingkan hubungan personal.

“Dia menjelaskan tentang hal ini kepada saya sekali. Dia kecewa akan hubungannya dengan beberapa pemainnya di Barcelona,” tuturnya kepada Squawka.

“Karena itu dia mengatakan hanya melakukan pekerjaan dia yaitu sebagai pelatih,” tambah Benatia.

Guardiola punya peran penting dalam pengembangan potensi seperti Lionel Messi, Pedro Rodriguez, hingga Sergio Busquets.

Tapi, dia juga acap memiliki masalah individual dengan pemain seperti Yaya Toure, hingga Franck Ribery yang mengaku sangat tidak menyukai gaya latihan Guardiola.

Berita Bola: 2 Target Juventus Musim Ini

Bek Juventus Medhi Benatia membeberkan dua target besar Bianconeri musim ini. Benatia mengatakan, target klubnya adalah mempertahankan Scudetto dan menjuarai Liga Champions.

“Kami senang musim baru akan dimulai. Ada harapan besar pada Juve di Serie A, karena sekarang tampak jelas kami akan juara, tapi tidak seperti itu. Ini akan sulit, tapi kami sudah siap,” kata Benatia di Sky Sports.

“Ketika Anda datang ke Juve, Anda harus tahu apa yang dibutuhkan untuk menang dan aku tahu itu, jadi itu sebabnya aku bergabung. Kami benar-benar ingin memenangkan Scudetto, itulah tujuan utama kami dan kami akan melakukan segalanya untuk meraihnya.”

Juve telah memenangkan Scudetto lima kali secara beruntun. Namun, Gianluigi Buffon dan kawan-kawan belum mampu menaklukkan Eropa.

“Hal yang sangat indah untuk memenangkan Liga Champions, tapi itu tidak terjadi setiap tahun. Ini mungkin tampak seperti sesuatu yang mustahil, tapi aku pikir skuat dan klub ini melakukan segalanya untuk mengangkat trofi itu,” Benatia mengakhiri.