5 Pemain Bintang yang Pecahkan Rekor Gerd Mueller

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Sepanjang kariernya sebagai pesepak bola, Gerd Mueller meraih begitu banyak prestasi bersama Bayern Munich dan timnas Jerman. Dia juga membuat begitu banyak rekor. Di antara deretan rekor Gerd Mueller itu, beberapa sudah pecah dalam beberapa tahun terakhir.

Jika ditelusuri, beberapa rekor Gerd Mueller ternyata dipecahkan oleh pemain berlabel bintang dan dianggap sebagai sosok istimewa. Berikut ini, Football5Star.com menyajikan 5 bintang yang mampu memecahkan rekor milik Der Bomber tersebut.

1. Lionel Messi Pecahkan Dua Rekor Gerd Mueller

Lionel Messi memecahkan rekor Gerd Mueller dengan mencetak 91 gol sepanjang 2012.
abc.net.au

Pada 2012, Lionel Messi secara luar biasa mencetak 91 gol dalam satu tahun. La Pulga melewati rekor Gerd Mueller yang mencetak 85 gol pada 1972. Megabintang asal Argentina itu secara resmi melewati rekor Der Bomber pada 9 Desember 2012 ketika Barcelona menang 2-1 atas Real Betis.

Tepat lima tahun kemudian, Messi menyamai rekor 525 gol bersama sebuah klub di lima liga elite Eropa. Hingga akhirnya hengkang dari Barcelona pada 2021, La Pulga jauh melewati torehan Mueller bersama Bayern Munich itu. Dia mengemas 672 gol bagi El Barca.

2. Ronaldo Lewati Rekor Gol di Piala Dunia

Ronaldo melampaui rekor gol Gerd Mueller di Piala Dunia saat lawan Ghana pada 2006.
Getty Images

Sepanjang kariernya, Gerd Mueller tampil pada dua edisi Piala Dunia, yaitu pada 1970 dan 1974. Dalam dua gelaran tersebut, dia mampu mengemas 14 gol dan melewati rekor 13 gol milik Just Fontaine yang dibuat pada 1958. Rinciannya, Der Bomber mencetak 10 gol pada Piala dunia 1970 dan 4 gol pada Piala dunia 1974.

Rekor Gerd Mueller di Piala Dunia ini bertahan selama 32 tahun. Rekor 14 golnya baru pecah pada gelaran Piala Dunia 2006. Kala itu, Ronaldo Luiz Nazario de Lima mencetak gol ke-15 saat melawan Ghana. Rekor itu pun lantas dipecahkan lagi oleh Miroslav Klose pada Piala Dunia 2014 dengan mencetak gol ke-16 saat lawan Brasil di semifinal.

3. Miroslav Klose Lampaui Gol di Timnas Jerman

Miroslav Klose melewati rekor Gerd Mueller di timnas Jerman dengan golnya saat lawan Armenia pada 2014.
the24.ie

Gerd Mueller membela timnas Jerman dari 1966 hingga 1974. Dalam kurun waktu 8 tahun itu, dia mencetak 68 gol dari 62 pertandingan. Saat meninggalkan Die Mannschaft, Der Bomber tercatat sebagai pemain dengan koelski gelar terbanyak.

Rekor Gerd Mueller itu bertahan selama 40 tahun. Rekor tersebut secara resmi dilewati Miroslav Klose saat mencetak gol ke-69 ketika timnas Jerman menghadapi Armenia pada laga persahabatan jelang Piala Dunia 2014. Klose bahkan lantas membuat 2 gol lagi saat Piala Dunia sehingga koleksi golnya menjadi 71 buah.

4. Thomas Mueller Patahkan Rekor di Liga Champions

Thomas Mueller jadi pemain Jerman tersubur di Liga Champions saat lawan BATE Borisov pada 2012.
Getty Images

Thomas Mueller termasuk deretan pemain bintang yang mampu mematahkan rekor Gerd Mueller. Hal itu dilakukan di Liga Champions 2012-13 ketika menghadapi BATE Borisov pada 5 Desember 2012. Ikut mencetak gol saat Bayern menang 4-1, dia menahbiskan diri sebagai pemain Jerman dengan koleksi gol terbanyak di ajang ini.

Itu adalah gol ke-35 Thomas Mueller di Liga Champions. Dia melampaui rekor 34 gol milik Gerd Mueller yang dibukukan dalam 35 laga dari 1969-70 hingga 1976-77. Keran gol Thomas Mueller tak lantas macet. Hingga musim 2020-21, dia sudah mencetak 48 gol dalam 124 pertandingan.

5. Robert Lewandowski Pecahkan Dua Rekor Sekaligus

Robert Lewandowski membuat mematahkan rekor Gerd Mueller secara sekaligus saat jadi top scorer Bundesliga pada 2020-21.
Getty Images

Tepat pada spieltag terakhir Bundesliga musim 2020-21, Robert Lewandowski mencetak satu gol. Gol itu bermaksa sangat besar karena secara sekaligus memecahkan dua gelar milik Gerd Mueller. Pertama, gol itu memastikan dia melewati torehan 40 gol dalam semusim yang dibuat Der Bomber pada 1971-72.

Adapun rekor lain yang dibuat Lewandowski adalah jadi pemain pertama yang merebut gelar top scorer Bundesliga dalam 4 musim beruntun. Dia melewati rekor Mueller yang hanya 3 kali secara beruntun jadi yang tersubur pada 1971-72 hingga 1973-74.

[better-ads type=’banner’ banner=’156435′ ]

Momen Bersejarah EURO: Gol Miroslav Klose Hilang dari Layar Kaca

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Sial benar Miroslav Klose. Saat timnas Jerman vs Turki pada semifinal EURO 2008, golnya tak tampil di layar kaca pemirsa di hampir seluruh dunia. Gara-garanya, terjadi gangguan satelit yang membuat transmisi audio dan video sempat blackout beberapa menit.

Laga antara Jerman vs Turki berlangsung di Stadion St. Jakob-Park pada 25 Juni 2008. Pada laga yang dipimpin oleh wasit asal Swiss, Massimo Busacca, penonton siaran televisi tak bisa menyaksikan selama kurang lebih 10 menit. Menurut Alexandre Fourtoy dari UEFA, ada beberapa faktor yang menjadi penyebab. Salah satunya adalah cuaca buruk.

Hari itu, badai aneh menerjang Vienna. Petir, hujan sangat deras, dan angin dengan kecepatan 87 meter per detik membuat suplai listrik sempat terputus tiga kali. “Ini murni masalah teknis yang sangat kami sesalkan karena perpaduan berbagai hal termasuk cuaca ini lumayan langka,” ujar Fourtoy seperti dikutip Football5Star.com dari BBC.

Gol kedua Jerman saat melawan Turki yang dicetak Miroslav Klose pada semifinal EURO 2008 tak muncul di layar kaca banyak pemirsa.
Getty Images

“Kami mengalami gangguan pada babak kedua Jerman vs Turki berupa tiga kali putus cepat, yakni berlangsung kurang dari satu milidetik. Namun, milidetik ini sudah cukup untuk membuat ruang kontrol utama kami mati total dan perlu beberapa menit untuk pulih kembali. Itu sebabnya sinyal pun terganggu,” urai Fourtoy lagi.

Gangguan itu hampir merata. Menurut Swiss Info, hanya dua stasiun penyiaran yang tak terdampak. Mereka adalah SCB yang berkedudukan di Zurich dan Al-Jazeera. Jadi, hanya penonton yang menyasiksan siaran dari merekalah yang mampu melihat dua gol, yakni gol Miroslav Klose pada menit ke-79 dan Smih Senturk hanya 4 menit jelang pertandingan usai.

Para penonton Euro 2008 di Inggris saat itu menurut laporan BBC terpaksa beralih ke Radio 5 Live yang juga menyiarkan jalannya pertandingan Jerman vs Turki. Gary Lineker yang memandu jalannya pertandingan juga harus meminta maaf karena gangguan tersebut.

“Seluruh dunia kehilangan gambar. Sudah cukup buruk di Inggris, tapi bayangkan para penggemar Turki dan Jerman” kata Lineker saat itu.

Saat itu, menurut Kepala Bagian Pemasaran dan Komunikasi BBC, Louisa Fyans, ada 9 juta orang yang menyaksikan tayangan dari stasiun televisi yang berbasis di Inggris tersebut. Namun, kekecewaan terhadap kendala teknis yang terjadi tidaklah besar. “Kami hanya menerima 168 keluhan. Orang-orang mengerti apa yang terjadi dan tahu hal tersebut di luar kuasa kami,” kata dia.

UEFA Nyaris Digugat

Dampak lebih besar dirasakan stasiun televisi Jerman, ZDF. Maklum saja, kendala terjadi justru saat pertandingan seru yang melibatkan timnas Jerman. “Rating kami hancur. Banyak penonton kecewa. Kami harus berbicara soal itu dengan UEFA,” ujar Pemimpin Redaksi ZDF, Nikolaus Brender dalam pernyataan resminya. Mereka bahkan mengancam akan mencari penyedia layanan lain.

Wacana gugatan hukum terhadap UEFA juga sempat mengemuka. Beberapa pihak sempat mempertimbangkan hal tersebut. ZDF jelas salah satunya. Hal itu diungkapkan Kepala Bagian Olahraga Dieter Gruschwitz. Namun, dia tak mau membahasnya lebih jauh.

ZDF dibuat kelabakan oleh kejadian yang tak terduga saat Jerman vs Turki itu. Memang hanya 6 menit tayangan hilang, tapi itu sangat menyesakkan. Bahkan, ketika mengambil tayangan dari SBC, gol Miroslav Klose sudah terdengar sebelum videonya muncul.

Akan tetapi, pada akhirnya, meskipun tak sedikit yang kecewa dan merasa dirugikan, tak ada aduan resmi yang diajukan ke meja hijau. Itu tak terlepas dari sikap legawa juga dari beberapa pihak lain. ESPN bahkan sejak awal tak mau bicara soal kemungkinan meminta ganti rugi material kepada UEFA. Terepas dari hal tersebut, insiden gol Miroslav Klose tak tayang di layar kaca tetaplah aib bagi UEFA.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Miroslav Klose Tak Tertarik Gabung Timnas Jerman

gamespool
Miroslav Klose Tak Tertarik Gabung Timnas Jerman 14

Football5star.com, Indonesia – Mantan asisten pelatih Bayern Munich, Miroslav Klose mengatakan bahwa ia tak akan mengikuti jejak Hansi Flick ke timnas Jerman. Klose mengaku sudah tak ingin menjadi asisten pelatih.

Klose merupakan tangan kanan Flick di Bayern pada musim 2020-21 lalu. Seperti Flick, Klose juga memutuskan hengkang dari Bayern selepas musim 2020-21 berakhir.

“Melanjutkan karier sebagai asisten pelatih nampaknya bukan langkah yang tepat buat saya. Walaupun saya merasa menjadi asisten Hansi Flick di timnas Jerman merupakan langkah yang masuk akal,” ujar Miroslav Klose kepada Kicker.

Miroslav Klose - Jerman - Hansi Flick - Bayern -- tz. de
tz.de

“Itu memang merupakan langkah yang sangat nyaman buat saya. Tapi, saya tidak tertarik mengambil langkah tersebut,” kata Klose menambahkan.

Lebih lanjut, Klose mengaku ingin terus mengasah kemampuannya sebagai pelatih. Ia pun mengutarakan keinginannya untuk menjadi pelatih kepala suatu hari nanti.

“Untuk saat ini, saya akan menggunakan waktu untuk terus mengasah kemampuan sebagai pelatih dan mencoba membangun filosofi permainan. Setelah itu, saya baru siap kembali bekerja.”

“Sejujurnya, saya sangat mendamba-dambakan pekerjaan sebagai pelatih kepala suatu hari nanti. Saya sudah tak sabat ingin menjalankan peran tersebut,” tandas Klose.

Klose memang langsung terjun ke dunia kepelatihan tak lama setelah mengakhiri kariernya sebagai pemain. Pria 42 tahun itu sempat menjadi pelatih akademi Bayern sebelum ditunjuk menjadi tangan kanan Flick di tim utama musim lalu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Ikuti Jejak Hansi Flick, Miroslav Klose Putuskan Cabut dari Bayern

gamespool
Ikuti Jejak Hansi Flick, Miroslav Klose Putuskan Cabut dari Bayern 18

Football5star.com, Indonesia – Miroslav Klose mengikuti jejak Hansi Flick yang meninggalkan Bayern Munich pada akhir musim 2020-21. Klose memutuskan hengkang untuk mencari tantangan baru bersama klub lain.

Rumor kepergian Klose memang sudah berhembus kencang dalam beberapa pekan terakhir. Mantan bomber timnas Jerman itu disebut-sebut sudah siap menjadi pelatih kepala dan ogah kembali menjadi asisten di Bayern musim depan.

“Saya menjalani masa-masa yang sangat menyenangkan selama setahun menjadi asisten Hansi Flick. Bekerja dengan tim pelatih di sini merupakan pengalaman yang tak akan saya lupakan,” ujar Miroslav Klose dikutip football5star dari laman resmi Bayern.

Miroslav Klose - Hansi Flick - Bayern - SB Nation 2
SB Nation

CEO Bayern, Karl-Heinz Rummenigge mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Klose. Menurut Rummenigge, Klose merupakan salah satu faktor di balik keberhasilan Robert Lewandowski mencetak 40 gol di Bundesliga musim ini.

“Klose mendapat pengalaman yang cukup berharga selama satu tahun menjadi asisten Hansi Flick. Sebagai pelatih striker, ia merupakan salah satu faktor keberhasilan Robert Lewandowski mencetak 40 gol musim ini,” tutur Rummenigge.

“Klose adalah salah satu sosok yang sangat berharga di dalam tim pelatih kami. Dia tak keberatan membagikan pengalaman berharganya kepada para pemain dan selalu siap mempelajari hal baru,” tandas Rummenigge.

Klose sendiri belum menentukan langkah yang ia ambil selepas kepergian dari Bayern. Akan tetapi, media-media Jerman menyebut pria 42 tahun itu bakal menangani tim divisi dua, Fortuna Duesseldorf pada musim 2021-22.

[better-ads type=’banner’ banner=’156435′ ]

Tandang ke Olimpico, Hansi Flick Minta Bantuan Eks Lazio

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Hansi Flick menatap laga Lazio vs Bayern Munich dengan percaya diri tinggi. Dia punya orang kepercayaan yang bisa membantunya menjinakkan stadion Olimpico.

Orang yang dimaksud adalah asistennya sendiri, Miroslav Klose. Bukan apa-apa, Klose merupakan mantan pemain Lazio. Selama empat musim dia meniti karier di klub ibu kota.

Pengalaman sang mantan bomber inilah yang akan dimanfaatkan Hansi Flick. Situasi kian menguntungkan karena Klose mengenal beberapa pemain dan pelatih Simone Inzaghi.

Miroslav Klose - Lazio - Bayern - Eurosport
Eurosport

“Kami masih memikirkan pertandingan mereka melawan Borussia Dortmund. Mereka bermain sangat bagus. Di sini kami memiliki Klose yang selalu bisa membantu kami,” ujar Flick seperti dilansir Football Italia, Senin (22/2/2021).

“Dia tidak hanya membantu kami saat melawan Lazio saja, tapi juga karena dia selalu punya ide yang bagus. Dia bermain dengan beberapa pemain mereka saat ini dan mengenal sosok Simone Inzaghi dengan baik,” ia menambahkan.

Terkait skuat, mantan asisten Joachim Loew membuka peluang untuk menurunkan Leon Goretzka sebagai starter di Olimpico. Tapi dia belum tahu apakah pemain yang baru pulih dari covid-19 mapmu bermain selama 90 menit.

“Goretzka sudah sembuh dari Covid-19 dan kami harus berhati-hati. Kami sudah merencanakan untuk memberikan dia bermain 30 menit di Frankfurt dan menjadi starter melawan Lazio. Kita akan lihat berapa lama dia bisa bermain,” tutup Hansi Flick.

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Sesal Miroslav Klose Jelang Lazio vs Bayern Munich di Olimpico

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Leg pertama 16 besar Liga Champions antara Lazio vs Bayern Munich akan berlangsung di stadion Olimpico, Rabu (24/2/2021) dinihari WIB. Pertemuan kedua klub disambut baik oleh asisten pelatih Bayern, Miroslav Klose.

Miroslav Klose sudah tidak sabar melihat jalannya pertandingan. Apalagi semasa bermain dia pernah lama berseragam Lazio.

Keberhasilan mantan klub kembali ke Liga Champions musim ini pun membuat asisten Hansi Flick itu senang. Tapi ada satu hal yang dia sesalkan. Yakni tidak adanya penonton yang memenuhi tribun Olimpico.

Miroslav Klose - Hansi Flick - Bayern Munich - Bayern Strikes
Bayern Strikes

“Saya senang melihat Lazio di Liga Champions, tapi saya juga menyayangkan para pemain yang harus berada di lapangan tidak bisa disaksikan para fan,” ungkap legenda Jerman kepada Gazzetta dello Sport, Senin (22/2/2021).

“Saya tidak bisa membayangkan sesuatu yang lebih baik dari laga Lazio bs Bayern Munich dengan stadion yang penuh sesak,” sambung pria yang memperkuat Elang Ibu Kota dari 2011 hingga 2016 lalu.

Di sisi lain, Klose menilai tuan rumah sebagai tim hebat. Ia juga menyebut empat pemain yang akan menjadi ancaman besar bagi Bayern Munich di Olimpico nanti.

“Lazio punya beberapa pemain bagus. Ada Immobile, Luis Alberto, Joaquin Correa, dan Sergej Milinkovic-Savic. Mereka senjata yang berbahaya. Tapi jika kami mampu mengambil alih lapangan dengan cara yang tepat kita akan melihat perbedaan kedua tim,” tutup Miroslav Klose.

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Immobile vs Lewandowski, Siapa yang Terhebat Menurut Klose?

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Laga Lazio vs Bayern Munich, Rabu (24/2/2021) dinihari WIB akan mempertemukan dua bomber hebat. Ada Ciro Immobile di kubu tuan rumah dan Robert Lewandowski di kubu tamu.

Musim lalu Ciro Immobile jadi top skorer di lima liga top Eropa. Ia mencetak 36 gol, lebih banyak dua gol dari yang dibukukan Robert Lewandowski.

Walau begitu, asisten pelatih Bayern Munich yang juga mantan bomber Lazio, Miroslav Klose, menganggap Lewy lebih baik. Baginya kapten timnas Polandia lebih komplet dibanding penggawa Italia.

Lazio vs Dortmund Die Borussen Tak Berdaya di Olimpico - Ciro Immobile
@OfficialSSLazio

“Saya pikir Lewy adalah pemain top. Saya tahu dia kuat dan sekarang saya melatihnya setiap hari. Saya bisa katakan dia hanya memiliki beberapa kelemahan. Dia punya dua kaki yang mematikan, dia cepat dan punya sundulan kuat,” kata Klose kepada Gazzetta dello Sport, Senin (22/2/2021).

“Immobile juga sangat bagus. Dia menciptakan peluang untuk mencetak gol dan melakukan tendangan hebat. Tapi Lewandowski memiliki sesuatu yang lebih dan saya bahkan tidak tahu apakah mereka termasuk yang terbaik,” sambung legenda Jerman.

Pada musim ini bomber Lazio dan Bayern Munich tetap menunjukkan konsistensi. Immobile sudah mengoleksi 19 gol di semua kompetisi, lima di antaranya ia bukukan di Liga Champions.

Adapun Lewandowski telah mencetak 31 gol di semua ajang, termasuk tiga gol di Liga Champions. Dengan torehan ini, tidak sedikit yang memprediksi kedua pemain akan mencetak gol pada leg pertama 16 besar Liga Champions di Olimpico.

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Legenda Jerman Yakin Pioli Raih Scudetto Bersama AC Milan

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Kehebatan AC Milan di bawah asuhan Stefano Pioli musim ini mengundang komentar legenda Jerman, Miroslav Klose. Menurutnya, dengan waktu yang sudah didapat dan pemain yang sudah dikenal, sang pelatih bisa membawa klubnya scudetto.

Miroslav Klose memang punya hubungan spesial dengan Stefano Pioli. Ketika masih memperkuat Lazio, pelatih kepala plontos inilah yang menanganinya.

Lebih lanjut, Klose mengutarakan AC Milan bisa terus meningkat bersama mantan pelatihnya itu. Apalagi jika dia dan para pemain sudah mengenal apa kemauan masing-masing.

stefano pioli miroslav klose getty
Getty Images

“Saya harus mengatakan bahwa Pioli pelatih yang sangat bagus. Dia sseorang yang jujur, seorang yang sangat lengkap. Dia bisa meningkatkan para pemain. Dia hanya butuh waktu,” kata Klose seperti dikutip Football5star dari Gazzetta dello Sport, Kamis (4/2/2021).

“Dia harus mengenal para pemain dan mereka juga harus mengenalnya. Apa yang diharapkan pelatih dalam latihan dan sama untuk para pemain. jika Milan memberinya kesempatan untuk bekerja dalam waktu yang lama mereka bisa memenangkan scudetto,” ia menambahkan.

Untuk diketahui, Miroslav Klose sudah memperkuat Lazio sejak 2011. Sedangkan Pioli masuk sebagai pelatih tiga tahun kemudian. Selama dua tahun mereka bekerja sama dan menjadikan klub ibu kota kembali di segani di Serie A.

Pengalaman yang dimiliki pelatih 55 tahun bersama Lazio, Inter Milan, dan Fiorentina, membuatnya kian matang kala menukangi AC Milan. Terbukti hingga giornata ke-20 musim ini mereka masih kokoh di puncak klasemen dengan 46 angka.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Akan Kembali ke Olimpico, Begini Perasaan Miroslav Klose

gamespool
Akan Kembali ke Olimpico, Begini Perasaan Miroslav Klose 34

Football5star.com, Indonesia – Asisten pelatih Bayern Munich, Miroslav Klose, merasa sangat senang karena timnya akan menghadapi Lazio pada babak 16 besar Liga Champions. Bagi Klose, laga tersebut merupakan hasil undian terbaik buat Die Roten.

Lazio bukanlah tim yang asing buat Klose. Mantan penggawa timnas Jerman itu sempat membela Gli Aquile pada periode 2011 hingga 2016 dan mampu mencetak 63 gol dari 171 penampilan di semua kompetisi.

Gli Aquile merupakan klub profesional terakhir yang dibela Klose sebelum ia gantung sepatu. Setelah tak lagi aktif bermain, Klose langsung banting setir menjadi pelatih. Ia sempat menjadi asisten pelatih timnas Jerman sebelum akhirnya menjadi tangan kanan Hansi Flick di Bayern.

Miroslav Klose - Lazio - Bayern - web. de
web.de

“Banyak orang dari Roma yang sudah menghubungi saya mengenai hal ini. Saya sangat senang karena Lazio adalah lawan pilihan saya pribadi. Saya memiliki hubungan yang baik dengan mereka dan kota Roma secara keseluruhan,” tutur Miroslav Klose dikutip dari laman resmi Bayern.

Lebih lanjut, Klose juga mengakui potensi kejutan milik Lazio. Menurut pelatih berusia 42 tahun itu, Gli Aquile memiliki gaya bermain yang cukup berbahaya dengan formasi 5-3-2 khas Simone Inzaghi.

“Lazio merupakan tim yang sangat berbahaya dengan formasi 5-3-2 milik Simone Inzaghi, Dia sempat melatih saya selama beberapa saat di sana.”

“Pertandingan nanti tak akan menjadi laga yang mudah buat kami semua. Kami akan benar-benar menganalisis permainan mereka dan membuat skema terbaik,” pungkas Klose.

[better-ads type=’banner’ banner=’156435′ ]

Setelah Miroslav Klose, Lazio Ingin Selamatkan Karier Julian Draxler

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Lazio kembali mengincar pemain bintang yang sedang gagal bersinar. Kali ini radar mereka tertuju pada gelandang Paris Saint-Germain, Julian Draxler.

Corriere dello Sport mengklaim Lazio telah melayangkan tawaran resmi kepada Paris Saint-Germain. Disebutkan pula harga 15 juta euro sebagai pemulus rencana tersebut.

Julian Draxler disebut-sebut akan hengkang musim panas ini. Kemungkinan tersebut tak lepas dari tidak masuknya ia dalam rencana Thomas Tuchel pada musim 2020-2021.

miroslav klose laziofifa
fifa.com

PSG pun ingin menjualnya secepat mungkin. Pasalnya kontrak gelandang asal Jerman akan berakhir tahun depan dan klub tidak ingin kehilangannya secara cuma-cuma.

Sementara itu, Draxler sepertinya harus rela gajinya turun drastis jika hengkang ke Lazio. Klub ibu kota dipastikan tidak mampu memenuhi gajinya saat ini yang mencapai tujuh juta euro permusim.

Mereka hanya bisa membayarnya sebesar lima juta euro semusim. Jika transfer ini terjadi, Julian Draxler akan jadi pemain timnas Jerman kedua yang kariernya diselamatkan Elang Ibu Kota.

Sebelumnya klub milik Claudio Lotito juga pernah menyelamatkan karier Miroslav Klose 2011 lalu. Ia yang mulai tersingkir dari tim utama Bayern Munich dan dianggap telah habis, berhasil bangkit kala berkostum Lazio.

Bahkan di Olimpico Miroslav Klose mampu bertahan selama lima musim. Di Lazio pula dia mencatatkan perolehan gol tertinggi di tingkat klub dengan catatan 63 gol dari 171 penampilan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Nostalgia Hari Ini: Rekor Gol Miroslav Klose di Tragedi Mineirazo

dinasti
Nostalgia Hari Ini: Rekor Gol Miroslav Klose di Tragedi Mineirazo 42

Football5Star.com, Indonesia – Hari ini, 6 tahun yang lalu, terjadi salah satu pertandingan yang paling memalukan untuk publik Brasil. Ya, laga semi-final Piala Dunia 2014 yang mempertemukan Brasil vs Jerman. Brasil yang bertindak sebagai tuan rumah dilumat habis oleh Jerman dengan skor 7-1. Laga ini akhirnya disebut sebagai Mineirazo yang berarti ‘Tamparan Mineirao’.

Untuk memperburuk keadaan, pada laga itu, penyerang Jerman, Miroslav Klose, mencetak golnya yang ke-16 di Piala Dunia. Yang mana itu adalah rekor baru di Piala Dunia, mengalahkan rekor sebelumnya yang dipegang oleh Legenda Brasil, Ronaldo Nazario dengan 15 golnya.

klose japantimes co jp
japantimes

Nama Mineirazo diambil dari nama stadion tempat laga itu bermain, Stadion Mineirao. Nama itu terinspirasi dari tragedi sebelumnya, Maracanazo, dimana pada saat itu, Brasil yang menjadi tuan rumah Piala Dunia 1950 kalah 2-1 di final melawan Uruguay dihadapan hampir 200 ribu penonton di Stadion Maracana.

Jalannya Pertandingan

Brasil yang harus bermain tanpa Neymar dan Thiago Silva, langsung kebobolan pada menit ke-11 lewat tendangan penjuru pertama Jerman. Umpan dari Toni Kroos berhasil ditendang masuk ke gawang Julio Cesar oleh Thomas Mueller.

Der Panzer kembali mencetak gol pada menit ke-23, berawal dari kerja sama apik Kroos dan Mueller, nama terakhir memberi umpan kepada Klose, tendangan pertamanya berhasil ditepis oleh Cesar, tapi bola rebound kembali berhasil diambil Klose dan dia mencetak gol bersejarah itu.

Timnas Brasil kalah 1-7 dari Jerman di Mineirao pada semifinal Piala Dunia 2014.
boxtoboxfootball.uk

Setelah gol kedua, hanya butuh enam menit saja untuk Jerman mencetak tiga gol. Yang pertama, Philip Lahm memberi umpan ke kotak penalti dan Mueller gagal menendangnya. Tapi bola jatuh ke kaki Kroos dan dia langsung menendang bola masuk ke gawang dengan kaki kirinya.

Kedua saat Fernandinho kehilangan bola di tengah lapangan, Kroos melakukan umpan satu dua dengan Sami Khedira dan membuat skor menjadi 4-0. Ketiga giliran Khedira yang masuk ke papan skor setelah melakukan kerja sama satu dua dengan Mesut Oezil. Skor 5-0 bertahan hingga turun minum

Pada babak kedua Jerman bermain lebih bertahan. Manuel Neuer melakukan beberapa penyelamatan dari tendangan Oscar, Paulinho, dan Fred. Tapi Jerman malah kembali mencetak gol, Lahm kembali membuat assist dari sisi kanan, kali ini untuk pemain pengganti Andre Schuerrle pada menit ke-69.

Sepuluh menit kemudian pemain yang sama kembali mencatatkan namanya di papan skor setelah menerima umpan dari Mueller. Oscar mencetak satu-satunya gol untuk Brasil diakhir babak setelah mendapatkan umpan panjang. Laga berakhir dengan siulan dari fans dan tangisan dari pemain Brasil.

Pasca Laga

Pelatih Brasil, Luiz Felipe Scolari mengatakan bahwa Brasil bermain baik secara keseluruhan turnamen. Jerman pun pasti tak menyangka mereka bisa menang sebesar ini.

“Perjalanan kami di turnamen tidak buruk. Kami mengalami kekalahan yang buruk. Dengan berbagai kesulitan, kami bisa mencapai semifinal. Sangat tidak normal bisa kebobolan empat gol dalam enam menit, namun itu bisa terjadi. Rasanya Jerman sekalipun tak percaya apa yang telah terjadi,” ucap Scolari.

Jerman akhirnya berhasil menjadi juara Piala Dunia 2014 setelah mengalahkan Argentina 1-0. Sedangkan Brasil harus kembali dipermalukan kali ini oleh Belanda di perebutan juara tiga dengan skor 3-0.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Hansi Flick Ungkap Harapan untuk Miroslav Klose Musim Depan

dinasti

Football5Star.com, Indonesia – Miroslav Klose per 1 Juli 2020 akan resmi menjalani fungsi baru di Bayern Munich. Dari pelatih tim U-17, dia akan menjadi tandem Hermann Gerland sebagai asisten pelatih tim senior, Hansi Flick.

Promosi yang diberikan kepada Miroslav Klose bukan tanpa tujuan. Hansi Flick mengakui hal tersebut. Dia secara khusus punya harapan terhadap asisten barunya itu bagi skuat Bayern Munich. Dia yakin Klose akan memberikan nilai tambah bagi Manuel Neuer cs.

“Saya berharap akan jadi tambahan motivasi bagi para pemain ketika seseorang seperti Miro Klose sebagai mantan striker berkelas dunia ada di tim kepelatihan,” ujar Hansi Flick jelang laga semifinal DFB Pokal seperti dikutip Football5Star.com dari Sport1.

Miroslav Klose akan menjadi asisten Hansi Flick di Bayern Munich pada musim depan.
fcbayern.com

Secara lebih spesifik, eks asisten Joachim Loew di timnas Jerman itu mengungkapkan, “Dia dapat mengajari para pemain muda dan tentu saja akan jadi sosok yang membantu para pemain yang telah berpengalaman macam Robert Lewandowski dan Thomas Mueller.”

Flick datang ke Bayern Munich pada awal musim ini sebagai salah satu asisten Niko Kovac di samping Hermann Gerland dan Robert Kovac. Ketika Niko Kovac dipecat, dia dipercaya sebagai pelatih sementara. Seiring performa Bayern Munich yang apik, dia pun lantas dipermanenkan sebagai pelatih.

Sejak mengambil alih tim dari Niko Kovac, Hansi Flick hanya didampingi Gerland. Itu karena Robert Kovac sebagai bagian dari tim kepelatihan Niko Kovac ikut hengkang. Memandang perlu adanya asisten tambahan, dia pun lantas meminta Miroslav Klose bergabung mulai musim 2020-21.

Di bawah asuhan Hansi Flick musim ini, Bayern Munich melaju kencang. Mereka berpeluang merebut treble winners. Di Bundesliga 1, mereka bahkan tinggal butuh dua kemenangan lagi untuk memastikan gelar juara.

[better-ads type=’banner’ banner=’156435′ ]

Miroslav Klose Diangkat Jadi Tangan Kanan Hansi Flick

Banner Gamespool Baru Football5Star

Footbaall5star.com, Indonesia – Legenda Jerman, Miroslav Klose, resmi mendapatkan jabatan anyar bersama Bayern Munich. Per 1 Juli 2020, Klose akan menjadi salah satu tangan kanan Hansi Flick.

Pada Kamis (7/5), Klose sudah resmi menandatangani kontrak berdurasi satu tahun sebagai asisten Flick. Sebelumnya, Klose sempat menjadi pelatih tim U-17 Bayern semenjak 2018. Selain itu, Klose juga sempat direncanakan akan melatih tim U-19 sebelum akhirnya ditunjuk sebagai pendamping Flick.

“Saya sudah tak sabar ingin segera menjalani tugas ini. Saya dan Hansi Flick sudah cukup lama saling mengenal satu sama lain. Kami saling mempercayai satu sama lain secara pribadi maupun profesional,” kata Miroslav Klose dikutip dari Goal.

Miroslav Klose - Hansi Flick - Bayern Munich - Zimbio
Zimbio

“Bagi saya pribadi, ini merupakan langkah penting dalam karier kepelatihan saya. Saya tentu berharap pengalaman yang saya miliki akan bisa membawa Bayern mencapai targetnya,” sambung Klose menambahkan.

Hal serupa juga diutarakan oleh Flick. Menurut pelatih berusia 55 tahun itu, Klose merupakan sosok sempurna untuk menjadi asistennya pada musim 2020-21 mendatang.

“Dengan pengalamannya sebagai pesepak bola di level tertinggi, saya tentu menganggap Klose sebagai sosok sempurna untuk ditambahkan ke dalam staf kepelatihan kami,” kata Flick.

“Kami sudah cukup lama saling mengenal. Selain itu, kami juga berhasil meraih banyak kesuksesan bersama timnas Jerman. Selain itu, kepastian (Danny) Rohl yang bertahan di sini juga menjadi berita bagus unsuk saya pribadi dan Bayern,” tandas Flick.

[better-ads type=’banner’ banner=’156435′ ]

Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Free Transfer Terbaik di Serie A

Banner LFS Baru

Football5Star.com, Indonesia – Free Transfer adalah salah satu cara untuk para klub-klub di dunia membeli pemain. Terutama jika klub itu tidak memiliki uang banyak untuk membeli pemain yang mereka inginkan.

Tetapi biasanya pemain yang didatangkan secara free transfer merupakan pemain-pemain ‘buangan’ yang memang kurang bersinar di klub sebelumnya. Atau bisa jadi karena pemain-pemain itu sudah berada pada penghujung karirnya, atau juga mungkin karena pemain itu masih muda dan tidak mendapat kesempatan bermain di klub sebelumnya.

Disini Football5Star akan memberi daftar 5 pemain free transfer terbaik di Serie A.

Andrea Pirlo (AC Milan ke Juventus)

Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Free Transfer Terbaik Serie A
Squad Numbers Blog

Pirlo didatangkan oleh Juventus secara gratis dari AC Milan pada tahun 2011. Gianluigi Buffon bahkan secara terang-terangan berkata bahwa ini adalah pembelian terbaik abad ini.

Di Juventus, Pirlo memang tidak sesukses saat dia berada di AC Milan. Tapi tetap saja Pirlo menjadi kunci lini tengah Juventus dan membawa Bianconerri mendapatkan Scudetto Serie A empat kali beruntun.

Paul Pogba (Manchester United ke Juventus)

Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Free Transfer Terbaik Serie A
juvefc.com

Setahun setelah Juventus mendatangkan Pirlo, mereka kembali mendatangkan pemain secara gratis, yaitu Paul Pogba dari Manchester United. Di MU Pogba jarang mendapatkan kesempatan bermain. Tapi bersama Juve, dia langsung menjadi andalan di lini tengah bersama Pirlo.

Pogba bersama Juventus meraih total 8 gelar major dan bermain selama 178 laga. Karena performanya itu, United akhirnya kembali merekrutnya dengan harga fantastis 105 juta euro.

Cafu (AS Roma ke AC Milan)

Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Free Transfer Terbaik Serie A
The AC Milan Offside

Entah apa yang ada dipikiran AS Roma saat mereka melepas bek kanan utamanya Cafu pada tahun 2003 secara gratis ke AC Milan. Bersama Rossonerri, Cafu malah menampilkan performa yang lebih baik ketimbang bersama AS Roma.

Terbukti dia masih mampu menjadi pemain utama Milan dan berhasil memenangkan gelar Liga Champions bersama Milan. Suatu hal yang dia tak bisa dapatkan di AS Roma

Miroslav Klose (Bayern Munich ke Lazio)

Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Free Transfer Terbaik Serie A
@Europa League

Klose datang ke Lazio dari Bayern Munich pada 2011 di usianya yang sudah menginjak 33 tahun. Tetapi pemain timnas Jerman itu masih sanggup menjadi penyerang utama Lazio selama 5 musim kedepan.

Total dia mencetak 63 gol dari 170 laga bersama Lazio dan berhasil menyumbangkan satu gelar Coppa Italia pada musim 2012-13. Karena performanya yang masih stabil di Lazio dia masih sempat dipanggil timnas Jerman ke Piala Dunia 2014 di usia 36 tahun dan menjadi juara.

Esteban Cambiasso (Real Madrid ke Inter)

Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Free Transfer Terbaik Serie A
The18

Esteban Cambiasso bermain di Real Madrid pada era yang salah. Pada saat itu Cambiasso hanya sering duduk dibangku cadangan Los Blancos. Maklum pada saat itu Madrid mempunyai lini tengah seperti Zinedine Zidane, Luis Figo, David Beckham, dan Guti. Wajar jika Madrid tidak memperpanjang kontraknya.

Dia bergabung ke Inter Milan pada tahun 2004 dan menjadi legenda di Inter. Dia tmemenangkan total 15 gelar major termasuk satu gelar Liga Champions bersama Nerrazurri. Selama 10 musimnya di Inter, dia bahkan selalu bermain hampir lebih dari 30 laga per musimnya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Pemain Bintang yang Pernah Berstatus Free Transfer

Football5star.com, Indonesia – Berstatus bintang tidak serta merta membuat perjalanan karier seorang pesepak bola tak menemui rintangan. Di satu situasi, ada pemain bintang yang akhirnya berstatus free transfer.

Berdasarkan namanya, klub merekrut pemain yang sudah tak lagi terikat kontrak dengan tim lainnya. Artinya, jika kontrak sang pemain habis, maka ia takkan memiliki nilai jual lagi. Sebutan untuk pemain yang tak lagi terikat kontrak disebut free transfer.

Transfer tipe ini tak perlu dilakukan saat periode transfer dan tim yang merekrut pemain tipe ini tak perlu membayar kepada klub sebelumnya. Namun, jika pemain dilepas saat jendela transfer ditutup, maka mereka tak bisa mencari kesebelasan baru sampai jendela transfer dibuka lagi.

Kira-kira siapa saja pemain bintang yang pernah berstatus bebas transfer? Berikut ulasannya:

Miroslav Klose

Miroslav Klose merupakan pesepakbola pertama yang masuk dalam daftar pemain gratisan terbaik di dunia. Pria berusia 39 tahun itu diketahui pernah berpindah klub dengan status bebas transfer sebanyak 3 kali.

Dikutip dari data transfermarkt Rabu (15/4/2020), pertama kali status itu disematkan pada dirinya ketika hengkang dari SG Blaubach-Diedelkopf ke FC Homburg II pada 1998 silam. Selanjutnya pada 1999, ia bergabung dengan FC Kaiserslautern dengan gratis pula.

hansi flick-miroslav klose
@quadzela

Sedangkan yang ketiga terjadi ketika bergabung dengan Lazio usai masa kontrak bersama Bayern Munchen sudah selesai. Selama 18 tahun meniti karier di sepak bola, pria asal Jerman itu telah mencetak 259 gol dari 667 laga yang telah dilakoninya bersama dengan 7 klub.

Ditambah lagi, Klose sempat catatkan rekor di usia 36. Saat itu, ia mengukir rekor dunia sebagai pemain dengan catatan gol terbanyak pada Piala Dunia 2014.

Gianluca Vialli

Mantan pesepak bola Italia, Gianluca Vialli juga pernah mendapatkan status bebas transfer saat bergabung dengan Chelsea pada 1996. Saat itu, masa kontraknya yang tak diperpanjang lagi oleh Juventus membuat ia dilepas secara cuma-cuma.

Gianluca Vialli jadi satu-satunya manajer Chelsea yang meriah hasil imbang pada debut di iga Champions.
@VialliChelseaFC

Keputusan Si Nyonya Tua untuk tidak mempertahankannya bisa dikatakan kekeliruan. Ketika memperkuat The Blues, ia mampu membawa timnya meraih cukup banyak gelar, seperti Piala FA 1996-97, Piala Liga Inggris 1997-98, Piala Super Eropa 1998, Piala Winners 1997-98.

Usai pensiun sebagai seorang pesepak bola, ia langsung beralih profesi menjadi pelatih dan langsung berbakti pada tim terakhir yang diperkuatnya. Lagi-lagi bersama The Blues, ia bisa mempersembahkan gelar juara.

Sami Khedira

Pemain milik Juventus, Sami Khedira pernah dilepas secara cuma-cuma oleh Real Madrid pada 2015 lalu usai membela El Real sejak 2010. Meski begitu, kenyataan pahit jadi keputusan tepat bagi Khedira.

Sami Khedira tak dapat memperkuat Juventus karena didiagnosis mengalami kelainan denyut jantung.
tuttomercatoweb.com

Sebab saat bersama Si Nyonya Tua, Khedira menjadi sosok sentral saat Massimiliano Allegri masih jadi pelatih. Namun untuk musim ini, status Khedira pun masih tanda tanya. Sudah mengabdi selama lima musim, Khedira dikabarkan sudah tak lagi dibutuhkan Juventus.

Laporan Calciomercato menyebutkan bahwa Khedira akan bergabung dengan Wolverhampton. Kubu Wolves sebenarnya sudah mencoba mendatangkan Khedira tahun lalu. Namun pada saat itu Juventus menolak untuk menjual sang gelandang.

Andrea Pirlo

Saat bergabung dengan Juventus ataupun New York City FC, Andrea Pirlo sama-sama berstatus free transfer. Pertama, pasca 10 tahun bersama dengan AC Milan, mantan pesepakbola dunia itu membela Si Nyonya Tua dengan status bebas transfer.

pirlo-conte-juventus
Daily Mail

Dan kedua, usai membela Juve selama empat tahun, ia kembali dilepas oleh pihak klub ke tim asal Amerika Serikat itu dengan status bebas transfer. Ketika melepas Pirlo dengan gratis, Milan mungkin bisa dikatakan melakukan kesalahan karena membuang pemain seperti Pirlo.

Terbukti, ia mampu mengukir catatan positif dengan 19 gol dan 38 assists dari 164 laga yang dilakoni bersama Juventus serta mempersembahkan 7 gelar. Di bawah kepelatihan Antonio Conte saat itu, ia mampu meningkatkan lini serang sehingga semakin tajam bagi pertahanan tim lawan.

Robert Lewandowski

Mengutip Footyjokes, Robert Lewandowski juga memasuki daftar pemain berlabel bintang yang harus menyandang status gratisan. Hal itu pernah dirasakan sang striker saat bergabung dengan Bayern Munich dari Borussia Dortmund.

Robert Lewandowski - Bayern Munich - Real Madrid - Yahoo Sports
Yahoo Sports

Pasca masa kontraknya di Westfalenstadion habis, pria berusia 29 tahun itu memutuskan untuk pergi dengan status bebas transfer ke Munich. Meski pindah tanpa adanya dana transfer, keputusan itu bisa dikatakan sebagai hal yang tepat bagi sang pemain sendiri.

Pasalnya bersama Die Roten, Lewandowski mampu menjadi pemain yang lebih bersinar lagi di lapangan hijau. Sejumlah gelar pun ia berikan untuk publik Allianz Arena.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Miroslav Klose Jadi Asisten Pelatih Bayern Munich Musim Depan?

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Bayern Munich, Hansi Flick, kemungkinan besar akan memiliki asisten baru musim depan. Dia adalah legenda Jerman, Miroslav Klose.

Miroslav Klose sebelumnya menangani tim U-17 Bayern Munich. Namun, sejak 14 April kemarin ia telah meletakkan jabatannya. Hal ini pula yang memunculkan isu bahwa dirinya akan menemani Hansi Flick musim depan.

Anggapan ini diperkuat dengan kontraknya di Bayern Munich yang diperpanjang hingga 2023 mendatang. Jadi, dengan mundurnya ia sebagai pelatih U-17, besar kemungkinan jika dirinya akan menjadi asisten Hansi Flick musim depan.

hansi flick-miroslav klose
@quadzela

Sementara itu, Kicker melaporkan bahwa sang pelatih juga sudah berbicara langsung dengan Klose. Dalam laporan tersebut, Flick telah memberi tugas khusus untuk pria berdarah Polandia.

Ia ingin mantan striker itu memberi pelatihan khusus pada para striker Bayern. Tugas ini tentu sangat cocok dengan karakter Miroslav Klose yang seorang striker.

Pria yang kini berusia 41 tahun memang dikenal sebagai striker mematikan pada zamannya. Bahkan ia adalah top skorer sepanjang masa Piala Dunia dengan torehan 16 gol.

Di sisi lain, setelah pensiun sebagai pemain pada 2016 lalu, Klose menerima pinangan Bayern Munich dua tahun berselang. Dan pada musim ini ia membawa Die Roten muda berada di peringkat ketiga klasemen kompetisi Junioren Bundesliga di bawah Mainz U-17 dan Hoffenheim U-17.

[better-ads type=’banner’ banner=’156435′ ]

Gila! Serge Gnabry Terbaik Setelah Gerd Mueller di Timnas Jerman

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Sungguh gila Serge Gnabry! Saat timnas Jerman membantai Irlandia Utara 6-1, Rabu (20/11/2019), dia membukukan hat-trick. Bukan hanya itu, torehan tiga gol pada laga tersebut membuat dia menyamai jejak sang legenda, Gerd Mueller, bersama Die Mannschaft.

Tambahan tiga gol ke gawang Irlandia Utara membuat Serge Gnabry mengemas 13 gol dalam 13 penampilan bersama timnas Jerman. Sebelumnya, hal serupa hanya dilakukan Gerd Mueller yang mengemas 16 gol pada 13 penampilan awalnya bersama Die Mannschaft.

Catatan Serge Gnabry lebih baik dari Klaus Fischer dan sang pencetak gol terbanyak sepanjang masa, Miroslav Klose. Fischer memang mampu mengemas 10 gol dalam delapan laga awalnya bersama Die Mannschaft. Namun, koleksi golnya tak bertambah hingga memasuki penampilan ke-13.

Klose pun tidak meyakinkan. Hanya 11 gol yang dibuat dalam 13 penampilan bersama timnas Jerman. Itu pun, hanya lima laga yang berhias gol karena 9 gol di antaranya berasal dari tiga hat-trick.

Mengenai kesuksesan mencetak tiga gol ke gawang Irlandia Utara, Serge Gnabry menilai hal itu tak terlepas dari penempatan posisinya oleh pelatih Joachim Loew. Pada laga melawan Irlandia Utara, dia dimainkan sebagai striker utama dengan diapit Leon Goretzka dan Julian Brandt.

“Aku harus coba memberikan yangterbaik dalam setiap pertandingan. Aku di sini bermain sebagai striker dan aku menikmatinya. Mencetak gol-gol sungguh mudah saat aku masih junior dan hal itu berlanjut juga pada pertandingan kali ini,” urai pemain Bayern Munich itu selepas pertandingan seperti dikutip Football5Star.com dari laman resmi UEFA.

Bagi Serge Gnabry, tiga gol ke gawang Irlandia Utara merupakan hat-trick keduanya bersama timnas Jerman. Hat-trick pertama dibuat pada debutnya saat Die Mannschaft menang 8-0 atas San Marino pada 11 November 2016 di kandang lawan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Di Timnas Jerman, Serge Gnabry Lebih Hebat dari Miroslav Klose

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Miroslav Klose adalah penyerang terbaik yang pernah dimiliki timnas Jerman. Dialah pencetak gol terbanyak sepanjang masa Die Mannschaft. Dia mengemas 71 gol dalam 137 penampilan, unggul tiga gol dari Gerd Mueller. Namun, soal mencetak 10 gol pertama, dia ternyata kalah dari Serge Gnabry.

Saat timnas Jerman ditahan 2-2 oleh timnas Argentina, Kamis (10/10/2019) dini hari WIB, Serge Gnabry melesakkan satu gol. Itu adalah gol ke-10 yang dijaringkan mantan pemain Arsenal tersebut bersama Die Mannschaft. Dia hanya perlu 11 pertandingan untuk melesakkan 10 gol tersebut.

Serge Gnabry lebih cepat dari Miroslav Klose dalam mencetak 10 gol bagi timnas Jerman.
dfb.de

Catatan tersebut lebih baik dari Miroslav Klose yang membutuhkan 13 pertandingan untuk mencetak 10 gol pertamanya bagi timnas Jerman. Gol ke-10 pemain yang pernah membela Bayern Munich dan Lazio itu dibukukan saat Die Mannschaft menang telak 8-0 pada fase grup Piala Dunia 2002 melawan Arab Saudi.

Keunggulan lain Serge Gnabry terletak pada konsistensi. Dalam 11 pertandingan yang telah dilakoni bersama timnas Jerman, hanya empat kali dia gagal mencetak gol. Sementara itu, Miroslav Klose tercatat tak membobol gawang lawan dalam delapan dari 13 pertandingan.

Meskipun demikian, Serge Gnabry bukanlah yang tercepat dalam urusan mencetak 10 gol bagi Die Mannschaft. Setidaknya, pemain Bayern Munich itu kalah dari Gerd Mueller dan Klaus Fischer. Mueller hanya butuh 10 laga untuk mengemas 10 gol. Fischer lebih hebat lagi karena menjejalkan 10 gol dalam delapan laga awalnya bersama Die Mannschaft.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Marta Ungkap Arti Penting Rekor Golnya di Piala Dunia

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Marta Vieira da Silva menorehkan catatan emas pada kancah Piala Dunia Wanita 2019. Rabu (19/6/2019) dini hari WIB, bintang timnas wanita Brasil itu menahbiskan diri sebagai pencetak gol terbanyak pada kancah Piala Dunia dengan torehan 17 gol.

Kepastian itu dibuat ketika Marta sukses mengeksekusi penalti yang menjadi satu-satunya gol pada laga timnya melawan timnas wanita Italia. Gol ke-17 itu membuat dia melewati Miroslav Klose yang mengemas 16 gol pada ajang Piala Dunia.

Marta mengaku sangat senang atas rekor itu. Dia menilai hal tersebut sebagai bukti kesetaraan pria dan wanita pada kancah sepak bola yang masih kerap dianggap maskulin tersebut.

Marta menahbiskan diri sebagai pemain tersubur pada ajang Piala Dunia saat timnas wanita Brasil mengalahkan Italia.
vg.no

“Memecahkan rekor adalah sesuatu yang terjadi secara alami ketika Anda melakukan sesuatu dengan cinta. Aku telah menantikan momen ini. Aku benar-benar bahagia,” kata Marta selepas pertandingan seperti dikutip Football5Star.com dari Globo Esporte.

Pemain berumur 33 tahun itu menambahkan, “Aku katakan, kami meruntuhkan banyak rintangan. Rekor ini mewakili banyak pemain. Bukan hanya Marta, melainkan para wanita di olahraga yang kerap dipandang maskulin. Ini bagi mereka semua.”

Bagi pemain Orlando Pride itu, rekor gol terbanyak pada ajang Piala Dunia adalah bukti para pemain sepak bola wanita tak bisa dipandang sebelah mata. Dalam perjuangan menuntut kesetaraan perlakuan di sepak bola, rekor itu pun memiliki makna sangat penting.

“Rekor ini milik kami bersama, milik semua wanita yang secara terus-menerus memperjuangkan peningkatan di semua sektor. Saya berbagi dengan semua orang yang terus berjuang dan masih harus membuktikan diri mampu melakukan aktivitas apa pun,” kata dia lagi.

Berkat gol semata wayang Marta ke gawang Italia, timnas wanita Brasil dipastikan lolos ke babak 16-besar Piala Dunia wanita 2019. Pada babak itu, mereka akan berhadapan dengan tuan rumah, Prancis, atau juara dua kali, Jerman.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Bintang Brasil Lewati Rekor Gol Miroslav Klose di Piala Dunia

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Pada ajang Piala Dunia, Miroslav Klose merupakan pemain tertajam. Di Brasil, lima tahun lalu, dia melewati Ronaldo Luiz Nazario de Lima dengan mencetak gol ke-16 ke gawang Tim Samba. Namun, rekor itu kini telah dilewati bintang Brasil lainnya, Marta Vieira da Silva.

Rabu (19/6/2019) dini hari WIB, Marta secara resmi melewati torehan 16 gol Miroslav Klose di Piala Dunia. Sebuah gol yang dijaringkan dari titik penalti ke gawang timnas wanita Italia pada laga pamungkas fase grup Piala Dunia Wanita 2019 membuat koleksinya kini berjumlah 17 gol.

Timnas wanita Brasil mendapatkan penalti pada menit ke-72 setelah Elena Dibari melanggar Debinha di kotak terlarang. Marta yang sebelumnya juga mencetak gol dari titik putih saat kalah dari timnas wanita Australia tak menyia-nyiakan kesempatan itu. Dia mampu memperdaya kiper Laura Giuliani.

Marta Vieira da Silva melewati koleksi gol Miroslav Klose saat Brasil menang atas Italia pada fase grup Piala Dunia Wanita.
Twitter @Squawka

Gol itu pun sangat berarti bagi timnas wanita Brasil. Gol tunggal Marta membawa mereka menang 1-0 dan memastikan lolos ke fase gugur sebagai salah satu peringkat ketiga terbaik. Mengenai hal tersebut, pemain berumur 33 tahun itu agak kecewa. Pasalnya, dia ingin timnya jadi juara grup.

“Kami sesungguhnya menargetkan posisi puncak di grup. Namun, ini adalah Piala Dunia,” ucap Marta selepas pertandingan seperti dikutip Football5Star.com dari CNN.

Pemain Orlando Pride itu lebih lanjut mengatakan, “Sekarang, kami tak peduli siapa yang akan menjadi sandungan. Kami tak dapat memilih. Satu hal yang pasti, kami telah menuntaskan misi lolos ke babak berikutnya. Sekarang, saatnya bersiap dan coba melangkah lebih jauh.”

Sebagai peringkat ke-3 Grup C, timnas wanita Brasil dipastikan bertemu lawan berat pada babak 16-besar. Marta dkk. akan bersua timnas wanita Prancis, sang tuan rumah yang menjadi juara Grup A atau timnas wanita Jerman yang menjuarai Grup B.

Daftar Pencetak Gol Terbanyak Piala Dunia*

17 gol – Marta Vieira da Silva (Brasil)
16 gol – Miroslav Klose (Jerman)
15 golRonaldo Luiz Nazario de Lima (Brasil)
14 gol – Gerd Mueller (Jerman), Birgit Prinz (Jerman), Abby Wambach (AS)

*Piala Dunia Pria dan Wanita

Marta Buat Catatan Sejarah Saat Brasil Dikalahkan Australia

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Timnas wanita Brasil menelan pil pahit pada lanjutan fase grup Piala Dunia Wanita 2019. Di Stade de la Mosson, mereka takluk 2-3 dari timnas wanita Australia. Meskipun demikian, sebuah catatan apik dibuat sang megabintang, Marta Vieira da Silva.

Torehan satu gol yang membuka skor pada laga Australia vs Brasil menjadikan Marta kini mencatat sebuah rekor. Dia menjadi pemain pertama yang membuat gol pada lima edisi Piala Dunia secara beruntun. Sebelumnya, dia mencetak tiga gol pada 2003, tujuh gol pada 2007, empat gol pada 2011, dan satu gol pada 2015.

Marta melewati catatan Birgit Prinz dan Miroslav Klose di Piala Dunia saat timnas wanita Brasil kalah dari timnas wanita Australia.
calcioweb.eu

Peraih enam kali predikat Pemain Wanita Terbaik FIFA itu melewati catatan yang dibuat duo Jerman, Birgit Prinz dan Miroslav Klose. Keduanya tercatat selalu mencetak gol pada empat edisi Piala Dunia. Birgit Prinz pada Piala Dunia Wanita 1995, 1999, 2003, dan 2007. Sementara itu, Miroslav Klose melakukannya di Piala Dunia 2002, 2006, 2010, dan 2014.

Di samping itu, Marta juga membuat catatan lain. Tambahan satu golnya kini membuat dia sejajar dengan Miroslav Klose yang mencetak 16 gol di Piala Dunia. Andai mampu menambah gol lagi pada sisa laga yang dilakoni timnas wanita Brasil, pemain berumur 33 tahun itu akan sah menjadi pemain tersubur pada kancah Piala Dunia.

Kendati menorehkan rekor, Marta tak lantas menepuk dada. Dia justru mengungkapkan hal yang dinilainya lebih penting. “Rekor baru? Ini untuk kesetaraan bagi semua wanita. Aku tak suka bicara, aku suka menunjukkan kerja keras,” ucap dia seperti dikutip Football5Star.com dari Globo Esporte.

Pada laga melawan timnas wanita Australia, Marta membuka skor bagi timnas wanita Brasil dari titik penalti saat pertandingan berjalan 27 menit. Mereka bahkan sempat unggul 2-0 pada menit ke-38. Namun, tiga gol balasan tim lawan membuat mereka harus gigit jari. Pedihnya, gol penentu kekalahan tercipta dari bunuh diri bek Monica Hickmann Alves pada menit ke-66.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Jerman Terbiasa Tampil Baik di Bawah Tekanan

Football5star.com, Indonesia – Jerman berada di bawah tekanan saat ini. Kekalahan menghadapi Meksiko di laga perdana Grup F menjadi penyebabnya. Peluang Jerman untuk lolos kian berat saja.

Ya, Jerome Boateng dan kolega harus menang di laga kedua untuk meringankan langkahnya lolos ke babak 16 besar. Dan lawan yang akan dihadapi oleh Jerman di laga kedua juga tak mudah yakni Swedia.

Emil Forsberg dan kolega baru saja memetik angka penuh kala menghadapi Korea Selatan. Kemenangan yang membuat posisi Swedia kini berada di atas Jerman.

Tapi, berada di bawah tekanan tak membuat Jerman takut. Justru Jerman akan menampilkan penampilan terbaiknya. Paling tidak itu yang dikatakan oleh legenda hidup Jerman, Miroslav Klose.

Miroslav Klose - www.old.football5star.com
Getty Images

“Kami bisa bermain sangat baik saat berada di bawah tekanan. Itu mengapa sejauh ini saya masih yakin dan sangat positif Jerman dapat meraih kemenangan,” tutur Klose dilansir Four Four Two.

Saat berhadapan dengan Meksiko, Jerman memang tampil sangat buruk. Khususnya di babak pertama yang mana Jerman tak mampu menahan gempuran-gempuran yang dilancarkan oleh Meksiko.

Kecepatan pemain-pemain Meksiko sulit sekali ditandingi oleh lini belakang Jerman. Alhasil, Jerman menderita kekalahan 0-1 lewat gol yang dicetak Hirving Lozano.

Nah, menghadapi Swedia, Jerman tak bisa tampil dengan kekuatan penuh. Matt Hummels akan absen lantaran cedera saat melakoni latihan.

Tapi, Jerman tetaplah Jerman dan apa yang Klose katakan bisa saja kejadian.


Jangan lupa ikutan kuis Football5star.com. Prediksi skor pertandingan Piala Dunia 2018 dengan kesempatan membawa pulang Mobil Honda Brio, Motor Honda Vario, Motor Honda Beat, dan banyak lagi hadiah menarik. Buruan daftar di kuis.www.old.football5star.com

Klose Paham Alasan Loew Tak Bawa Sane

Football Live StarFootball5star.com, Indonesia – Mantan bomber timnas Jerman, Miroslav Klose, mengaku ia paham mengapa Joachim Loew memutuskan untuk tidak membawa Leroy Sane ke Piala Dunia. Ia pun mendukung keputusan Loew yang lebih memilih untuk membawa Julian Brandt.

Walaupun tampil gemilang bersama Manchester City musim lalu, Loew menganggap Sane masih kurang cocok untuk bermain di level internasional. Keputusan ini tentunya cukup mengagetkan publik sepak bola Jerman menjelang Piala Dunia.

Leroy Sane - www.old.football5star.com
Getty Images

“Leroy paham bahwa ia memiliki bakat yang luar biasa. Ia memiliki kecepatan yang sangat baik. Tak banyak pemain yang dapat berlari sekencang Leroy di dunia ini. Dia berhasil tampil bagus di Premier League. Namun, jujur saya belum melihat ia memanfaatkan potensinya dengan maksimal untuk timnas,” kata Klose kepada Sport Bild.

“Saya juga sangat senang melihat reaksinya. Ia tidak mengeluh. Ia justru mengatakan ingin kembali berlaga di timnas selepas Piala Dunia. Ia mampu menerima keputusan ini dengan cara yang positif. Saya senang ia dapat mengerti keputusan yang kami buat,” lanjut mantan bomber Bayern Munich itu.

Dengan skuat finalnya, Jerman akan berlaga menghadap Arab Saudi dalam laga pemanasan terakhirnya menjelang Piala Dunia. Laga tersebut dijadwalkan akan berlangsung di BayArena, Leverkusen pada Jumat (8/9) waktu setempat.

Pensiun dari Timnas, Wagner Dikecam Legenda Jerman

Football5Star.com, Indonesia – Keputusan Sandro Wagner pensiun dari Timnas Jerman setelah dirinya tidak dibawa Joachim Loew ke Piala Dunia 2018 mendapat reaksi keras dari Miroslav Klose. Legenda jerman itu mengecam keputusan tersebut.

Kendati sudah berumur 30 tahun, Wagner baru mengenakan baju Der Panzer pada 2017 lalu. Sejauh ini ia sudah mencatatkan delapan pertandingan dengan koleksi lima gol.

Tidak memiliki caps terlalu banyak bersama timnas, Klose mengaku kecewa dengan sikap striker Bayern Munich itu. Ia pun mengatakan tidak akan mengambil langkah serupa jika dirinya berada di posisi Wagner.

“Memang sulit menerima keputusan seperti itu. Tapi saya hanya bisa bilang, saya tidak akan melakukan hal itu jika berada di posisinya. Wagner hanya sebentar masuk timnas, bukan lebih dari 10 tahun dan tidak selalu dimainkan pelatih selama ini,” kata Klose kepada Bild, Kamis (31/5/2018).

Miroslav Klose
Getty Images

Top skorer sepanjang masa Piala Dunia dengan 15 gol ini pun membandingkan kondisi mantan pemain Hoffenheim itu dengan Mario Gomez, yang sempat tidak dipanggil saat Jermain meraih trofi Piala Dunia pada 2014 lalu.

“Bagaimana sedihnya Mario Gomez karena tidak dipanggil pada Piala Dunia 2014 saat Jerman juara? Itu brutal sekali, tapi tetap saja dia tidak mengatakan apapun tentang keputusan pelatih. Situasinya sekarang sama dengan Wagner. Ia seharusnya bisa belajar,” tutupnya.

pelatih Joachim Loew meninggalkan Wagner karena lebih memilih Gomez, Timo Werner, Thomas Mueller, dan Niels Petersen, sebagai ujung tombak timnya.

Klose Prediksi Tak Ada Striker yang Tereliminasi

Football Live Star Football5Star.com, Indonesia – Miroslav Klose, asisten pelatih timnas Jerman, merasa yakin tiga striker yang sekarang berada di skuat tak akan terliminasi pada awal Juni nanti. Menurut dia, Mario Gomez, Timo Werner, dan Nils Petersen akan berangkat ke Rusia.

Keyakinan Klose didasarkan pada satu hal. Itu adalah perbedaan gaya main. Menurut dia, pengalaman di Piala Konfederasi membuktikan nilai penting keberadaan striker dengan gaya berbeda-beda di timnas Jerman.

Skuat timnas Jerman mendengarkan instruksi pelatih Joachim Loew.
dfb.de

“Kami punya tiga striker dengan tipe berbeda. Ini sama dengan saat di Piala Konfederasi lalu,” ungkap Klose, Senin (28/5/2018), seperti dikutip Football5Star.com dari Sport1. “Saya kira terbuka kemungkinan semuanya berangkat.”

Secara khusus, Klose menilai Petersen yang berstatus debutan tak kalah dari Werner dan Gomez. “Dalam hal kualitas, dia juga sangat bagus,” kata pencetak gol terbanyak dalam sejarah Piala Dunia itu tentang striker SC Freiburg tersebut.

Dalam simulasi Piala Dunia dengan menghadapi timnas U-20 Jerman, Petersen membuktikan itu. Dalam kemenangan 7-1 yang dibukukan Die Mannschaft, dia membuat satu gol. Itu sama dengan yang dicetak Gomez. Adapun Werner gagal menunjukkan ketajamannya.

Menurut rencana, timnas Jerman akan menjalani uji tanding melawan timnas Austria pada Sabtu (2/6/2018). Laga itu akan jadi penentuan akhir bagi para pemain yang saat ini berada di kamp pelatihan Die Mannschaft. Loew dijadwalkan mengumumkan 23 pemain untuk berangkat ke Piala Dunia 2018 pada 4 Juni.

Bayern Munich Pulangkan Klose

 

Football Live Star

Football5star.com, Indonesia – Striker legendaris Jerman, Miroslav Klose, kembali merapat ke mantan klubnya, Bayern Munich. Pria yang juga keturunan Polandia itu bakal melatih Tim U-17 Der Bavarians.

Klose yang gantung sepatu pada 2016 pernah memperkuat Die Roten pada 2007-11. Ia tampil dalam 150 pertandingan di berbagai ajang dengan torehan 53 gol.

Miroslav Klose Jerman
Getty Images

Ia juga sukses meraih dua gelar Bundesliga, sebelum akhirnya pindah ke Lazio, tempat dimana Klose mengakhiri kariernya. Sejak gantung sepatu, dia direkrut oleh Joachim Loew untuk menjadi salah satu asistennya di Timnas Jerman.

Di Bayern, Klose bakal mengisi posisi yang akan ditinggalkan oleh Holger Seitz yang telah bergabung sejak 2015-16. “Saya sangat menantikan peran ini di akademi Bayern,” kata Klose seperti dilansir Soccerway.

“Saya akan memberikan semua yang saya bisa untuk membalas kepercayaan yang diberikan kepada saya untuk memimpin perkembangan para pemain muda ini,” Klose menambahkan.

Pada musim panas 2017, Klose juga secara mengejutkan jadi bagian dari delegasi Bayern saat menjalani tur pramusim di Asia.

Dia antara lain tampil bersama beberapa legenda Die Roten lain dalam acara promosi yang dilakukan dalam rangkaian tur tersebut.

Klose jadi eks pemain kedua yang kembali ke Bayern musim ini. Sebelumnya, Hasan Salimhamidzic juga kembali ke Allianz Arena dan jadi Direktur Olahraga.

Klose Selangkah Lagi Kembali ke Bayern

Football Live StarFootball5Star.com, Indonesia – Bayern Munich berencana merekrut lagi Miroslav Klose pada musim depan. Tentu saja, Klose dirkrut bukan untuk memperkuat lini depan Die Roten, melainkan sebagai pelatih tim junior. Direktur Olahraga Hasan Salihamidzic, Selasa (17/4/2018), tak menampik rencana tersebut.

“Saya kira ini ide yang sangat bagus. Sangat jelas pada tur Asia, musim panas tahun lalu, dia menunjukkan keinginan kembali ke Bayern sebagai pelatih. Kami pun memang senang membawa pulang para mantan pemain yang sukses,” ungkap Salihamidzic usai laga Semifinal DFB Pokal di Leverkusen seperti dikutip Football5Star.com dari Sport1.

Miroslav Klose saat tur Asia yang dilakukan Bayern Munich pada tahun lalu.
zimbio.com

Salihamdzic lantas menegaskan, memberdayakan para mantan pemain merupakan bagian dari filosofi Bayern. Keberadaan dirinya sebagai direktur olahraga sejak awal musim ini adalah salah satu buktinya.

Seperti dilaporkan Sport Bild, Klose akan menjadi pelatih tim U-17 Bayern mulai musim depan. Dia diproyeksi mengisi posisi yang akan ditinggalkan oleh Holger Seitz yang telah bergabung sejak 2015-16.

Klose yang gantung sepatu pada 2016 pernah memperkuat Die Roten pada 2007-11. Dia tampil dalam 150 pertandingan di berbagai ajang dengan torehan 53 gol. Sejak gantung sepatu, dia direkrut oleh Joachim Loew untuk menjadi salah satu asistennya di timnas Jerman.

Pada musim panas 2017, Klose secara mengejutkan jadi bagian dari delegasi Bayern saat menjalani tur pramusim di Asia. Dia antara lain tampil bersama beberapa legenda Die Roten lain dalam acara promosi yang dilakukan dalam rangkaian tur tersebut.

Klose Ragu Jerman Bisa Pertahankan Piala Dunia

Football5star.com, Indonesia – Mantan penyerang tim nasional Jerman, Miroslav Klose, berbicara mengenai peluang negaranya di Piala Dunia tahun ini. Datang ke Rusia dengan status sebagai juara bertahan, pria kelahiran Polandia tersebut belum sepenuhnya yakin Thomas Mueller dkk. bisa mempertahankan gelar.

Meski begitu, Klose mengatakan jika Jerman masih menjadi salah satu kontestan favorit. Ia pun turut memberi masukan bagi para penerusnya di gelaran sepak bola terakbar sejagat tersebut.

Klose
footyheadlines.com

“Kami bisa saja melangkah jauh. Tapi, ada beberapa hal yang harus diingat jika ingin kembali berprestasi. Para pemain harus tetap mengutamakan kepentingan tim. Itulah yang selama ini menjadi kunci konsistensi kami,” paparnya.

“Jika ada satu orang pemain yang tampil baik, secara tidak langsung ia sudah berkontribusi maksimal untuk tim. Kualitas pemain muda yang selama ini jadi bahan pemberitaan, harus dibuktikan secara nyata di atas lapangan,” lanjutnya.

Dalam empat edisi terakhir, Jerman menjadi satu-satunya tim yang selalu berhasil lolos ke babak semifinal. Meski dari deretan pencapaian itu, hanya satu yang berakhir manis dengan gelar juara.

Komposisi tim yang cenderung merata di semua lini menjadi alasan mengapa anak asuh Joachim Loew begitu perkasa sepanjang turnamen. Belum lagi ditambah kombinasi pengalaman pemain senior dan kemampuan mumpuni para junior, yang membuat Jerman berpeluang juara secara beruntun.

 

Klose Yakin Rekor Gol Piala Dunia Akan Pecah Tahun Ini

Football5star.com, Indonesia – Legenda hidup sepak bola Jerman, Miroslav Klose, mengapresiasi perkembangan sepak bola yang semakin merata. Untuk Piala Dunia, ia menganggap persaingan menuju gelar juara lebih terbuka seiring banyaknya negara yang mulai unjuk gigi.

Atas dasar itu, Klose pun cukup yakin jika rekor gol Piala Dunia yang menjadi miliknya saat ini akan segera pecah. Pria yang lahir di Polandia tersebut ambil bagian dalam empat edisi dan mengemas 16 gol. Satu gol ke gawang Brasil di semifinal Piala Dunia 2014, membuatnya melampaui torehan 15 gol penyerang legendaris asal Brasil, Ronaldo Luiz.

Miroslav Klose
gettyimages

“Sekarang ada banyak pemain bagus. Jadi aku pikir, peluang untuk melewati rekor itu tetap ada. Kita tunggu saja siapa yang bisa melakukannya. Aku tidak akan merasa dengki atau apa pun soal ini. Aku bukan orang yang gila penghargaan,” ujar Klose.

Klose memulai debutnya untuk tim nasional Die Manschaft di era pelatih Rudi Voeller. Ia langsung mencetak gol pada pertandingan perdananya ketika menghadap Albania meski masuk sejak pertengahan babak kedua.

Pada Piala Dunia pertamanya di Korea dan Jepang, ia langsung mencatatkan lima gol. Saat itu, tabungan golnya masih kalah dari Ronaldo yang membukukan delapan gol. Barulah di edisi berikutnya ketika diselenggarakan di Jerman, Klose sukses menjadi top skorer dengan catatan gol sama.

Luis Nani Menolak Dijuluki “The New Miroslav Klose”

Football5star.com, Indonesia – Rekrutan anyar Lazio yang didatangkan jelang bursa transfer ditutup, Luis Nani, menolak dirinya disandingkan dengan eks penyerang Biancocelesti, Miroslav Klose. Sebelumnya, fans klub asal Ibu kota Italia itu menjuluki nani sebagai “The New Miroslav Klose”.

Bagi Nani, ia tak mau dibandingkan dengan pemain manapun. Mantan pemain Manchester United itu hanya ingin fokus berusaha keras untuk membantu tim memenangkan setiap pertandingan.

“The New Miroslav Klose? Saya tidak berada di sini untuk membandingkan diri saya dengan pemain lain. Saya di sini untuk melakukan pekerjaan saya dalam membantu tim dengan sebaik mungkin,” kata Nani dikutip dari Football Italia, Jumat (8/9/2017).

“Saya tahu bahwa ada begitu banyak pemain fantastis di sini sebelum saya. Saya harus menghargai dan menghormati sejarah klub. Tapi tujuan saya tidak datang ke sini dan melakukan yang lebih baik dari pada mereka. Saya ingin membantu klub menang,” lanjut pemain yang sebelumnya membela klub asal Spanyol, Valencia itu.

Klose memang menjadi sosok sentral bagi Lazio sebelumnya. Pencetak gol terbanyak di ajang Piala Dunia itu, bermain sebanyak 171 laga dan mencetak 63 gol, 35 assist, serta satu trofi Piala Super Italia, saat berseragam biru langit. Ia kemudian gantung sepatu dan mengakhiri kariernya sebagai pesepak bola pada 2016.

Di sisi lain, Nani kemungkinan besar akan menjalani debutnya berseragam Lazio saat melawan AC Milan, di Stadion Olimpico, Sabtu (10/9/2017).