Perkenalkan Chandra Kurniawan, Borneo FC Pe-de Melesat ke Asia

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Liga 1 yang belum pasti tak membuat Borneo FC kehilangan daya tarik setelah resmi memperkenalkan Mochamad Chandra Kurniawan sebagai stakeholder anyar. Bahkan, kedatangan Chandra bikin Borneo kini yakin melesat ke pentas Asia.

“Hari ini saya perkenalkan Mas Chandra Kurniawan sebagai stakeholder baru di tim. Semoga dengan bergabungnya di keluarga besar Borneo FC, dapat turut mendukung ambisi besar untuk membawa Pesut Etam menjadi klub lebih profesional dan meraih kejayaan,” ujar presiden klub Borneo, Nabil Husein, dalam rilis resminya.

Datangnya Chandra jelas menjadi suntikan semangat tersendiri bagi klub berjuluk Pesut Etam itu. Nabil menyebut hadirnya Chandra Kurniawan akan membuat Borneo melakukan sejumlah terobosan. Salah satunya, mereka akan merilis Borneo FC Jakarta Camp dalam waktu dekat.

“Yang paling menarik adalah adanya official Borneo Store yang dilengkapi, lounge area cafe hingga mini Museum dengan memorabilia dan koleksi asli Borneo FC yang dikemas secara interaktif, hal ini sebagai komitmen saya dan mas Chandra khususnya untuk mengakomodir para fans kami yg berdomisili di Jakarta yang akan kami mulai di Samarinda,” sebut dia.

Chandra Kurniawan sendiri bukanlah orang baru dalam dunia olahraga. Dia merupakan pengusaha muda pemilik CRK Corporation, yang yang fokus dan bergerak di bidang entertainment dan sport industry di Indonesia. CRK Corporation sendiri kini juga menjadi salah satu sponsor utama dari Borneo yang merupakan salah satu klub papan atas di Liga 1.

“Chandra Kurniawan memiliki sederet pengalaman di berbagai event olahraga berskala nasional dan internasional, sehingga dengan semangat dan dukungannya, saya yakin Borneo FC akan selalu siap mengejar prestasi, bahkan hingga ke pentas Asia,” puji Nabil.

Pada kesempatan yang sama, Chandra Kurniawan menyatakan siap untuk berkontribusi penuh untuk memajukan tim kebanggaan masyarakat Kalimantan Timur tersebut. Bahkan, dia akan langsung bekerja dengan melihat sejumlah fasilitas klub yang harus ditingkatkan.

“Saat ini saya dan mas Nabil Husein bukan hanya fokus membangun tim di laangan hijau saja, namun kita akan lebih memperhatikan fasilitas pemain seperti bus Borneo FC yang akan segera datang ke Samarinda, serta mempersiapkan desain-desain baru item fashion dan lifestyle yang bisa digunakan fans di luar lapangan selain jersey,” tutup dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Diego Michiels Akhirnya Akui Sempat Berselisih dengan Nabil Husein

Banner Gamespol Baru
Diego Michiels Akhirnya Akui Sempat Berselisih dengan Nabil Husein 6

Football5Star.com, Indonesia – Diego Michiels akhirnya buka suara terkait alasan mundur dari Borneo FC usai Piala Menpora 2021. Dia tak menampik sempat berselisih dengan bos Borneo, Nabil Husein Said Amin.

Seperti diketahui, Diego secara mengejutkan mengucapkan salam perpisahan dengan Borneo. Padahal, dia merupakan salah satu pemain paling senior dalam skuat berjuluk Pesut Etam itu. Bahkan, dia juga memiliki kedekatan dengan Nabil secara personal.

Nabil Husein sempat menyebut kalau Diego Michiels mundur dari Borneo FC karena tak mau mengikuti program tim. Sebab, Borneo sedang jalani pelatihan mental usai tersingkir dari Piala Menpora 2021.

Diego Michiels - Borneo FC - Goal
Goal

Akan tetapi, Diego menyebut komentar yang sebaliknya. Dia mengaku sempat beradu argumen dengan Nabil Husein karena Borneo FC gagal memuaskan pada Piala Menpora. Padahal, itu merupakan turnamen pramusim saja.

“Musim baru mau dimulai dan klub ingin meremajakan tim. Kami menelan kekalahan di pertandingan pertama di masa persiapan. (Buat saya) Itu sangat logis,” ungkap Diego Michiels dikutip dari Goal.

“Tapi klub tiba-tiba mengancam pemain muda. Mereka memberi ancaman melakukan kegiatan (mirip) wajib militer jika tidak ada perkembangan,” sambung Diego.

Hal inilah yang dikeluhkan Diego kepada Nabil Husein. Namun, Nabil menurut Diego tampaknya tak terima dengan protesnya itu.

“Ini hanya pertandingan uji coba (pramusim)! Saya lalu menemui pemilik klub, seorang pria berusia 26 tahun dengan orrang tua kaya raya. Dia sangat marah karena saya berani menentang dia,” tutup Diego.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Terungkap! Ini yang Bikin Diego Michiels Mundur dari Borneo FC

Terungkap! Ini yang Bikin Diego Michiels Mundur dari Borneo FC 10

Football5Star.com, Indonesia – Bos Borneo FC, Nabil Husein, akhirnya bicara soal keputusan Diego Michiels yang mundur dari timnya. Dia menyebut kalau Diego mundur karena tidak mengikuti program tim.

Seperti diketahui, Diego secara mengejutkan mengucapkan salam perpisahan dengan Borneo. Padahal, dia merupakan salah satu pemain paling senior dalam skuat berjuluk Pesut Etam itu. Bahkan, dia juga memiliki kedekatan dengan Nabil secara personal.

Kepergian Diego sendiri diumumkannya melalui media sosial pribadinya. Dia mengaku sangat berterima kasih kepada semua pihak, terutama Nabil yang membantunya bisa berkarier bersama Borneo FC.

Borneo FC - Diego Michiels - PT LIB - @borneofc.id 2
instagram.com/borneofc.id

“Ada waktu untuk datang dan ada waktu untuk pergi. Saya mau bilang terimakasih banyak my bossku, my sodaraku @nabilhusien99 untuk semuanya,” tulis Diego Michiels.

“Spapun yang terjadi di sepak bola tetap di sepak bola. Dan di luar sepak bola Anda selalu menjadi saudara saya seumur hidup. Sukses terus untuk Borneo FC dan kawan-kawan,” sambung Diego.

Terpisah, Nabil pun bicara soal alasan Diego memilih pergi. Padahal, Diego merupakan sosok sentral di dalam maupun luar lapangan bagi tim asal Samarinda tersebut.

“Betul, Diego Michiels mundur dari Borneo FC. Dia mundur karena tidak mengikuti program tim. Saat ini, tim sedang menjalani pelatihan mental. Diego Michiels tidak mau mengikuti program pelatihan tersebut. Soal alasannya, saya kurang tahu. Dia yang lebih tahu,” ujar Nabil Husein memungkasi.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Semua Klub Liga 1 “Megap-megap” Cari Duit Demi Hidupi Tim

Semua Klub Liga 1 "Megap-megap" Cari Duit Demi Hidupi Tim 15

Football5star.com Indonesia – Ketidakpastian kompetisi sepak bola di Indonesia membuat seluruh klub, baik Liga 1 atau Liga 2, semakin gerah. Apalagi, sebagian besar klub kesulitan mencari dana untuk bisa terus menghidupi timnya.

Seperti halnya yang dialami Borneo FC. Rencananya, klub beralias Pesut Etam tersebut hendak mengumpulkan tim dan melakukan persiapan pada pertengahan Januari ini. Namun, niat itu terpaksa diurungkan karena kelanjutan Liga 1 2020 masih belum jelas.

Bos Borneo FC, Nabil Husein Said Amin - Borneofc.id
borneofc.id

Presiden Klub Borneo FC, Nabil Husien Said Amin, berharap agar keputusan terkait nasib kompetisi bisa segera terjawab. “Yang jelas semua butuh persiapan dan tak bisa dilakukan mendadak. Kami tak bisa melakukan persiapan secara mendadak, semua harus terprogram,” ucap Nabil dikutip Football5star.com dari laman Borneo FC.

Terhentinya kompetisi, khususnya Liga 1 2020, selama hampir 10 bulan, menurut Nabil Husein Said Amin sangat merugikan klub. Situasi itu membuat klub sama sekali tak mendapatkan pemasukan.

Di sisi lain, klub tetap harus membayar gaji para pemain, pelatih, dan ofisial, meski hanya 25 persen. Hal ini membuat Nabil Husein Said Amin harus memutar otak untuk tetap bisa memenuhi kewajiban untuk menghidupi tim.

Klarifikasi PSSI Soal Bursa Transfer Liga 1, Ternyata Ini Sebenarnya Mayoritas Klub Sebenarnya Tak Setuju Bursa Transfer Liga 1 2020 Dibuka PSSI Resmi Buka Bursa Transfer Liga 1 2020 Tapi Tak Terdaftar di FIFA Satgas Anti Mafia bola Liga 1 2020 Dilanjutkan, Klub Mulai Jadwalkan Berkumpulnya Pemain. Protokol Kesehatan Liga 1 2020
Liga-Indonesiaid

“Semua klub sekarang ‘megap-megap’ mencari dana untuk menghidupi tim. Sementara, kompetisinya tak berputar sama sekali. Kami sebenarnya ingin menggelar latihan pada tengah Januari ini. Namun, semuanya harus kami ubah, karena tak ada kejelasan sama sekali,” bilang dia lagi.

Menurut Nabil Husein Said Amin, lanjut atau tidak bukanlah masalah utama. Bagi dia, terpenting adalah kejelasan status kompetisi. Sebab, kepastian itu yang terus ditunggu Borneo FC dan seluruh klub peserta Liga 1 atau Liga 2.

“Mau lanjut atau tidak, itu saja yang kami tunggu. Semoga saja ada kejelasan dalam waktu dekat,” kata Nabil memungkasi.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Borneo FC Bakal Datangkan Mantan Pemain Atletico Madrid?

Borneo FC Bakal Datangkan Mantan Pemain Atletico Madrid? 19

Football5Star.com, Indonesia – Borneo FC disebut-sebut bakal merekrut mantan pemain Atletico Madrid, Rufino Segovia. Hal itu setelah bosnya, Nabil Husein Said Amin, seakan memberikan kode bakal mendatangkan salah satu pemain asal Spanyol ke dalam skuat.

Saat ini, nyaris semua tim termasuk Borneo memang masih belum jelas kuota pemain importnya. Sebab, banyak legiun-legiun asing antre untuk pulang ke negaranya bahkan tak sedikit yang sudah berpamitan.

Nah, Borneo FC sendiri tampaknya sudah mulai ancang-ancang mempersiapkan timnya. Nama Rufino Segovia belakangan muncul menjadi kandidat pemain baru tim berjuluk Pesut Etam tersebut.

Borneo FC Bakal Datangkan Mantan Pemain Atletico Madrid?

Terlebih, saat ini Rufino sedang dalam status bebas transfer usai tak diperpanjang oleh Selangor FA. Pemain yang pernah membela Atletico Madrid musim 2006 dan 2007 itu disebut-sebut bisa gabung Pesut Etam.

Hal itu diperkuat kala bos Borneo, Nabil Husein mengunggah bendera Spanyol di Twitter pribadinya. Nabil Husein akhirnya buka suara terkait hal itu. Dia bilang kalau cuma berteman dengan pemain asal Spanyol itu.

“Soal Rufino Segovia, kami hanya berteman. Belum ada pembicaraan dengan dia,” kata Nabil saat dihubungi awak media.

Rufino sendiri sempat tiga kali tampil buat Atletico Madrid di LaLiga, yakni saat lawan Alaves, Valencia, dan Real Betis. Dia terbilang lumayan apik bersama Selangor FA dengan mencatatkan 17 gol dan 4 assist dalam 29 pertandingan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Ambisi Nabil Husein Samai Bos JDT Disorot Media Malaysia

Ambisi Nabil Husein Samai Bos JDT Disorot Media Malaysia 23

Football5Star.com, Indonesia – Ambisi Nabil Husein di Borneo FC untuk mencontoh Bos Johor Darul Takzim (JDT), Tunku Ismail Ibni Sultan Ibrahim mendapat sorotan media Malaysia. Mereka menyebut kalau Borneo FC menjadikan JDT sebagai contoh untuk dikejar.

Dalam laman resminya, Borneo FC memang terang-terangan ingin menyontek JDT dalam hal pengembangan kualitas. Dalam beberapa kesempatan, Nabil Husein pun saling bertukar pikiran dengan Tunku Ismail Idris bahkan rencananya akan berkunjung langsung ke markas JDT.

“Kita sepakat jika JDT mengilhami Borneo FC untuk membangun sebuah tim yang sukses. Tidak ada perjalanan yang lancar tapi kita harus yakin bisa melakukan yang terbaik,” kata Nabil Husein dalam laman resmi Borneo FC.

Ambisi Nabil Husein Samai Bos JDT Disorot Media Malaysia JDT Pamer Jadi Klub Pertama yang Kumpulkan 12 Pemain Kelas Dunia Disuruh Berkaca ke Liga 1, Pemain Malaysia Super League Sentil AFC

“Kami akan bekerja keras untuk mencapai target itu, tidak ada yang tak mungkin,” sambung Nabil.

Hal ini turut menjadi sorotan media Malaysia, Semuanya Bola. Mereka menyebut kalau memang JDT memiliki infrastruktur berkelas dunia yang bisa dicontoh oleh Borneo FC.

“Melihat pencapaian hebat diraih JDT, seperti meraih juara tujuh musim berturut-turut di Liga Malaysia. Lalu pernah juara Piala AFC 2015 serta kini beraksi dalam Liga Champions Asia, Nabil beranggapan klubnya harus mencontoh,” tulis media tersebut.

“Selain itu, kejayaan JDT dalam mewujudkan infrastruktur berkelas dunia. Mulai dari aspek pusat latihan hingga ke stadion juga begitu mencuri perhatian Nabil Husein,” sambung media tersebut.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Disebut Serobot Tibo dari Borneo, Begini Reaksi Bambang Nurdiansyah

Disebut Serobot Tibo dari Borneo, Begini Reaksi Bambang Nurdiansyah 27

Football5Star.com, Indonesia – Bambang Nurdiansyah buka suara soal tuduhan menyerobot Titus Bonai alias Tibo dari Borneo FC. Pelatih Muba Babel United itu menyebut kalau sebenarnya kedatangan sang pemain atas rekomendasi manajemen.

Seperti diberitakan sebelumnya, Tibo sempat bikin bos Borneo FC, Nabil Husein kesal dan kecewa. Nabil menyebut kalau awalnya eks pemain Sriwijaya FC itu pamit dari klub untuk mengikuti tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tapi malah gabung Muba Babel United.

Nama Bambang Nurdiansyah jua sempat disebut sebagai aktor di balik kedatangan Titus Bonai ke Muba Babel United. Namun, sang pelatih mengaku sama sekali tak tahu. Dia menyebut kalau nama sang pemain disodorkan oleh manajemen.

Titus Bonai Rindu Bermain Lagi di Liga 1

“Saya kan pelatih. Ketika disodorin pemain bagus ya mau lah. Ketika buntutnya seperti itu, jangan tanya saya, tanya manajemen. Kalau jadi masalah kan gak bisa main juga. Akhirnya manajemen berkomunikasi dengan mereka,” ungkap Bambang Nurdiansyah saat dihubungi Football5Star.

“Saya dengar kata Nabil menyerobot, saya kan gak ada wewenang. Itu bisa juga wartawannya kutipannya salah. Saya bukan nyerobot, kalau manajemen gak mau bayar kan susah,” sambung dia.

Kata Bambang, Tibo jelas tak bisa bermain di Muba Babel United kalau ada permasalahan seperti ini. Kasus tersebut jua sudah diselesaikan secara baik-baik oleh manajemen kedua kesebelasan.

“Intinya gini, Tibo mau bergabug ya saya silakan. Sejauh mana administrasinya, saya gak tahu. Itu manajemen. Manajemen akhirnya diberesin,” tutup Bambang Nurdiansyah.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Nabil Husein Naik Pitam Setelah Dikelabui oleh Titus Bonai

Nabil Husein Naik Pitam Setelah Dikelabui oleh Titus Bonai 31

Football5Star.com, Indonesia – Bos Borneo FC, Nabil Husein, tampak geram setelah dikelabui oleh Titus Bonai yang kini memperkuat Muba Babel United. Sebab, sang pemain sebelumnya hanya izin pergi untuk mendaftar tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

Sejatinya, Titus Bonai sempat berlatih dengan Borneo FC menyambut lanjutan Liga 1 2020 yang dimulai per Oktober. Namun Tibo tampaknya memilih untuk izin pergi dari klub asal Samarinda tersebut.

Tibo akhirnya diumumkan secara resmi memperkuat klub Liga 2 2020, Muba Babel United FC. “Selamat datang Titus Bonai, Teja Ridwan & Akbar Zakaria,” tulis akun resmi @mubababelunitedfc.

https://www.instagram.com/p/CFiZOVyhEDI/

“Ketiganya akan menjadi tambahan #LaskarRanggonang saat mengarungi kompetisi Liga 2 Indonesia 2020,” sambung pernyataan Muba Babel United.

Akan tetapi, Nabil Husein mengaku awalnya tak tahu soal kepindahan Tibo ke sana. Sebab, mantan pemain Persipura Jayapura itu sebelumnya hanya izin pergi dengan alasan mau tes CPNS di kampung halamannya, Jayapura.

Bos Borneo FC, Nabil Husein mengeluarkan pernyataan setelah PSSI dan PT. LIB menghentikan sementara Liga 1 2018 - Football5star - Borneofc.id

“Kami juga meminta APPI menindak tegas pemain yang seperti ini. Harapan saya APPI bisa tegas dengan pemain yang tidak profesional seperti ini. Jangan hanya klub saja yang diminta profesional ke pemain,” ungkap Nabil Husein saat dihubungi wartawan.

Nabil jua curiga kalau memang Muba Babel United lah yang menghasut Titus Bonai untuk pergi. Padahal, pihak Borneo pun sama sekali tak akan menghalangi Tibo kalau ingin ke sana asalkan izin dengan jujur. Kini Borneo FC jua tak akan menghalangi Tibo ke Muba Babel United dengan status pinjaman.

“Sudah jelas, sikap dari Titus Bonai itu tidak baik. Soal sikap Borneo FC atas tindakannya, masih dalam pembahasan manajemen. Belum tentu juga kami mau menerima Titus Bonai kembali saat masa peminjamannya habis nanti. Masih dalam pembahasan,” tutup Nabil Husein.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Bos Borneo FC kepada Titus Bonai: Namamu Akan Selalu Kuingat!

Bos Borneo FC kepada Titus Bonai: Namamu Akan Selalu Kuingat! 36

Football5Star.com, Indonesia – Bos Borneo FC, Nabil Husein Said Amin, tampaknya kesal dengan Titus Bonai setelah diumumkan jadi pemain MUBA Babel United. Bahkan Nabil mengaku akan selalu mengingat nama sang pemain.

Sejatinya, Titus Bonai sempat berlatih dengan Borneo FC menyambut lanjutan Liga 1 2020 yang dimulai per Oktober. Namun Tibo tampaknya memilih untuk izin pergi dari klub asal Samarinda tersebut.

Tibo akhirnya diumumkan secara resmi memperkuat klub Liga 2 2020, Muba Babel United FC. “Selamat datang Titus Bonai, Teja Ridwan & Akbar Zakaria,” tulis akun resmi @mubababelunitedfc.

https://www.instagram.com/p/CFiZOVyhEDI/

“Ketiganya akan menjadi tambahan #LaskarRanggonang saat mengarungi kompetisi Liga 2 Indonesia 2020,” sambung pernyataan Muba Babel United.

Nah dalam Instagram pribadinya, Nabil Husein tampaknya geram usai Tibo diumumkan jadi pemain Muba Babel United. “Titus Bonai, Namamu akan selalu kuingat. PNS FC,” tulis Nabil.

Bos Borneo FC ke Titus Bonai: Namamu Akan Selalu Kuingat!

Pada unggahan berikutnya, dia jua sempat mengunggah ulang pengumuman resmi Muba Babel United di Instagram. Dengan emotikon tutup mulut, dia sepertinya menyindir klub Liga 2 itu.

Bos Borneo FC ke Titus Bonai: Namamu Akan Selalu Kuingat!

“Emot andalan FC. #Diamlebihbaik terlalu suci,” sambung Nabil.

Tibo sendiri baru bergabung dengan Borneo FC musim ini, meski sempat datang pada 2018 lalu. Dalam 46 menit di lapangan bersama Pesut Etam pada Liga 1 2020, dia sukses mencetak satu gol. Gol itu membantu Borneo FC menang 2-1 atas Persela Lamongan, 13 Maret lalu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Kata Luis Milla Soal Isu Bakal Segera Melatih Borneo FC

Kata Luis Milla Soal Isu Bakal Segera Melatih Borneo FC 40

Football5Star.com, Indonesia – Mantan pelatih Timnas Indonesia, Luis Milla, akhirnya buka suara soal isu segera menahkodai Borneo FC. Dengan tegas, dia membantah kabar kalau akan kembali ke Indonesia.

Seperti diketahui, Borneo FC belakangan memang tengah mencari pelatih anyar setelah memecat Edson Tavares. Beberapa nama diisukan, mulai dari Fakhri Husaini, Edward Tjong, Mario Gomez, hingga pelatih yang membawa Timnas Indonesia raih medali perunggu SEA Games 2017, Luis Milla.

Khusus Milla, Borneo FC meramaikannya di Twitter. Entah sengaja atau tidak, akun Twitter resmi mereka sempat mengunggah ulang tweet Luis Milla. Bahkan hal itu jua dilakukan oleh bos Pesut Etam, Nabil Husein Said Amin.

“Ketimbang ngomongin masa lalu, mending kita memikirkan pelatih masa depan. Sip aja klo?,” tulis akun Twitter Borneo FC sambil mengunggah foto seperti kode dilatih Milla.

Akan tetapi, pelatih asal Spanyol itu ternyata membantah didekati oleh Pesut Etam. Luis Milla tak menampik kalau sudah mendengar kalau dirinya disebut-sebut bakal menjadi suksesor Edson Tavares di Borneo FC. Tapi membantah akan bergabung.

“Saya tidak tahu apa-apa soal topik itu. Saya telah melihat beberapa berita, tetapi saya tidak tahu apa-apa,” kata Milla dikutip dari CNN.

Luis Milla Tak Janjikan Indonesia Bisa Juara Piala AFF 2022, Shin Tae-yong Berani Jamin - PSSI

Semenjak selesaikan kontrak bersama Timnas Indonesia, Milla memang sampai saat ini masih menganggur. Dia sempat menjadi salah satu kandidat dan diwawancarai PSSI. Tapi, PSSI lebih memilih Shin Tae-yong untuk menahkodai Indonesia empat tahun ke depan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Sempat Serang PT LIB di Twitter Resmi, Ini Kata Borneo FC

Sempat Serang PT LIB di Twitter Resmi, Ini Kata Borneo FC 44

Football5Star.com, Indonesia – Bos Borneo FC, Nabil Husein Said Amin, buka suara usai Twitter ofisial menyerang akun Liga 1. Dia menyebut kalau sudah kehabisan cara menagih uang subsidi yang belum dibayarkan.

Nabil mengungkapkan kalau sampai saat ini klub-klub Liga 1, terutama Borneo FC baru mendaatkan Subsidi sejak Maret lalu. Hal ini jelas sangat berat bagi klub, karena jua diwajibkan bayar gaji ke pelatih dan pemain di tengah pandemi COVID-19.

Maka dari itu, akun resmi Borneo FC sedikit menyindir LIB. Karena memang, klub Liga 1 menurutnya baru mendapatkan dua kali dana subsidi, yakni Februari dan Maret.

“Karena belum ada jawaban sampai saat ini untuk subsidi April, Mei, dan Juni, itu Borneo terus bertanya. Baru Februari dan Maret. Di surat edaran PSSI kan klub harus menggaji sampai Juni, maka subsidi seharusnya juga dibayar sampai Juni, seharusnya sudah ada juga. Cuma kan beberapa bulan ini memang tidak ada tanggapan, ya begitu lah,” ungkap Nabil Husein saat dihubungi wartawan.

PT LIB - Borneo FC - Nabil Husien - @borneofc.id

Nabil menyebut PT LIB harus segera membayarkan dana subsidi ke Borneo FC dan klub-klub Liga 1 lainnya sebelum kompetisi diputar lagi Oktober nanti. Hal itu untuk membantu meringankan beban klub-klub di tengah pandemi COVID-19.

“Oh iya, ini kan sudah masuk juli, sudah terlambat banyak banget dari April, Mei, Juni. Juni seharusnya sudah selesai, sekarang sudah masuk Juli, sudah ganti bulan. Itu kan bisa menutupi biaya klub di Juli dan Agustus ini kan,” papar dia.

Borneo FC sama saja dengan klub lain kondisinya, kami coba atasi keadaan makanya kami minta subsidi itu. Karena saya yakin semua klub berharap subsidi cair,” tutup dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Borneo FC Mengaku Iri dengan Persib Bandung yang Diistimewakan

Borneo FC Mengaku Iri dengan Persib Bandung yang Diistimewakan 48

Football5Star.com, Indonesia – Bos Borneo FC, Nabil Husein Said Amin, mengaku iri dengan Persib Bandung yang diistimewakan. Hal itu saat Persib mendapat dukungan penuh dari pemerintah setempat.

Hal ini saat Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, bahkan mendampingi langsung skuat Persib Bandung yang melakukan Swab Test. Menurut Nabil hal itu sangat istimewa. Karena klub sebenarnya tak perlu bantuan tapi perhatian.

Sedangkan, menurutnya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur sama sekali tak ada perhatiannya kepada Borneo FC. Makanya, dia sangat iri dengan Persib yang diistimewakan oleh pemerintah setempat.

Alasan Persib Main Bertahan untuk Menang dari Borneo FC

“Perhatian pemerintah Kaltim kurang, kalau bantuan gak ada. Bukan bantuan yang kami harapkan, tapi perhatian. Seperti apa yang dilakukan Pak Ridwan, itu sebuah perhatian yang baik,” ungkap Nabil Husein saat dihubungi wartawan.

“Bantuan rapid test dari federasi atau LIB itu kalau liga sudah berjalan. Kami rencananya pada saat kumpul nanti, bukan menggelar rapid, tapi swab test biar lebih akurat,”  sambung dia.

Nabil jua menyebut sampai saat ini keuangan Borneo FC jua mulai keropos imbas pandemi COVID-19 yang menunda Liga 1 2020. Dia bahkan sampai harus mengeluarkan kocek dari kantong sendiri agar masih bisa menghidupkan Pesut Etam.

“Alhamdulillah sampai saat ini kami masih berjuang, ada simpanan pribadi. Di tengah tak adanya pemasukan, makanya kami harapkan subsidi. Itu juga kan tak akan mendukung Makanya kami lihat ke depannya bagaimana,” tutup bos muda Borneo FC itu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

H-1 Lebaran, Bos Borneo FC Semringah

H-1 Lebaran, Bos Borneo FC Semringah 52

Football5star.com, Indonesia – H-1 sebelum hari raya Idul Fitri atau hari lebaran, bos Borneo FC, Nabil Husien Said Amin gembira. Bagaimana tidak, dana subsidi kedua dari PT Liga Indonesia Baru (LIB) sudh cair.

“Terus terang apa yang diberikan PT LIB sangat membantu di situasi sulit seperti ini. Bukan hanya Borneo FC yang mengalami, tetapi semua klub. Makanya kami sangat gembira PT LIB memenuhi janji,” kata Nabil seperti dikutip Football5star.com dari halaman resmi klub, Sabtu (23/5/2020).

Nabil Husien - Borneo FC - COVID-19 - @nabilhusien99

Tidak hanya itu yang membuat Nabil semringah, dana subsidi yang awalnya akan dipangkas 33 persen ternyata diterima sesuai dengan rencana awal. Dikatakan Nabil, subdisi yang diterima Borneo adalah Rp520 juta.

“Pembayaran subsidi termin kedua ini bisa menutupi kebutuhan tim seperti gaji dan operasional yang sangat besar di tengah tak adanya pemasukan bagi klub. Seharusnya subsidi ini kita terima Maret,” kata Nabil.

“Tapi syukurlah pemotongan tak dilakukan. Saya sih juga berharap, semoga ke depan PT LIB bisa lebih profesional dalam menunaikan tanggung jawabnya. Jangan hanya klub diminta profesional dari segala aspek, tapi operator kompetisinya justru tak memberi contoh baik,” tambahnya.

Dana subsidi dari PT LIB juga sudah diterima klub Liga 2, Kutai Kartanegara. Menurut CEO Kutai, Endri Erawan, klubya menerima Rp245 juta.

“Ini subsidi tahap pertama ada potongan pajak dua persen. Jadi kami menerima dari PT LIB Rp245 juta per klub,” ujar Endri.

Sebelumnya, PT LIB berencana memangkas uang subsidi untuk klub Liga 2 dariRp250 juta menjadi Rp100 juta akibat terhentinya kompetisi untuk sementara waktu akibat pandemi Covid-19. Namun, rencana tersebut tidak disetujui oleh PSSI.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Minim Sponsor, Presiden Borneo FC Bayar Sendiri Gaji Pemain

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Presiden Borneo FC, Nabil Husein, mengatakan, dirinya menggunakan uang pribadi untuk membayar gaji pemain saat Liga 1 musim 2020 terhenti sementara akibat pandemi COVID-19.

“Menggunakan uang pribadi. Selama ini Borneo FC memang minim sponsor, kan,” ujar Nabil ketika dihubungi Antara.

Hasil Borneo FC vs Persela: Joko Tingkir Belum Raih 1 Poin-pun

Menurut Nabil, saat ini sudah memasuki bulan ketiga mereka harus membayar penghasilan pemain Borneo FC tanpa adanya pemasukan.

PT Liga Indonesia Baru (LIB) baru saja melunasi termin kedua subsidi klub-klub peserta pada Rabu dari jadwal seharusnya Maret, di tengah situasi ketidakpastian kelanjutan musim 2020 Liga 1 dan 2 Indonesia yang sudah tertangguhkan sejak akhir Maret.

PSSI menegaskan kelanjutan kompetisi masih menanti kebijakan pemerintah pemerintah Indonesia terkait status darurat pandemi COVID-19 yang berlaku 29 Februari-29 Mei.

Jika status diperpanjang, otomatis Liga 1 dan 2 berhenti total, sebaliknya jika tidak maka kompetisi kembali bergulir mulai 1 Juli, dan sementara menanti kepastian PSSI masih menetapkan sepak bola nasional dalam situasi kahar (force majeure).

Keadaan kahar ini diputuskan pada bulan Maret, April, Mei dan Juni 2020. Selama empat bulan itu, setiap klub wajib melaksanakan tanggung jawabnya tetapi dipersilakan membayar gaji pemain, pelatih dan ofisial maksimal 25 persen dari kesepakatan.

Kondisi tersebut membuat klub-klub baik Liga 1 maupun 2 harus “memutar otak” untuk terus beroperasi dan menunaikan kewajiban.

Inilah yang membuat Nabil menyebut bahwa pembayaran subsidi termin kedua sebesar Rp520 juta dari LIB pada Rabu (20/5) sebenarnya belum cukup untuk membiayai klub. Apalagi, pencairan subsidi dari LIB untuk termin kedua juga terlambat.

“Keterlambatan cukup merepotkan. Akan tetapi, paling tidak itu dapat membantu mengurangi beban tim,” tutur Nabil yang enggan membeberkan jumlah pengeluarannya setiap bulan untuk Borneo FC.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Pandemi COVID-19 Bikin Presiden Borneo FC Rajin Olah Raga

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Presiden Borneo FC, Nabil Husien, mengaku menjadi lebih sering berolah raga karena pembatasan kegiatan akibat pandemi COVID-19. Sebelum adanya pandemi, Nabil mengaku cukup jarang berolah raga.

“Selama ini kegiatan ya memang cukup berbeda dari biasanya. Di mana kita menghabiskan waktu dalam rumah. Selain kita jaga kesehatan di rumah butuh olahraga,” ungkap Nabil Husien seperti dikutip www.old.football5star.com dari laman resmi Borneo FC.

“Saya dulu jarang olahraga, tapi kali ini saya harus olahraga. Keluarga dan sahabat yang tinggal di rumah juga olahraga. Semua kita lakukan bersama sehingga tidak ada kebosanan di sini. Istirahat yang cukup dan kita bisa lebih fokus beribadah sekarang,” katanya menambahkan.

https://www.instagram.com/p/B-N5rtDjHQE/

Lebih lanjut, Nabil juga menyesali dihentikannya Liga 1 2020 yang berbarengan dengan peningkatan performa Borneo FC di atas lapangan. Ia pun berharap pandemi COVID-19 akan bisa segera selesai dan kompetisi kembali dilanjutkan.

“Mengenai sepakbola, kita masih pantau terus. Karena bisa dibilang Borneo lagi bagus-bagusnya. Cuma karena situasi yang kita tidak pernah tau jadi kita coba menerima semuanya,” kata Nabil.

“Mudah-mudahan musibah yang terjadi di dunia, khususnya di Indonesia ini cepat berakhir biar kita bisa kembali normal lagi Insya Allah,” tandas pria berumur 25 tahun itu.

PSSI sendiri memang menghentikan Liga 1 dengan alasan Force Majeure. Rencananya, penghentian akan mengikuti status darurat COVID-19 yang ditetapkan pemerintah Indonesia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Borneo FC Dituntut Konsisten Sampai Akhir Musim

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Terhentinya seluruh kompetisi di Tanah Air menempatkan Borneo FC Samarinda sementara di peringkat ketiga Liga 1 2020. Hasil ini dianggap positif dan diharapkan bisa konsisten hingga akhir musim.

Presiden Borneo FC Nabil Husein menyambut positif performa tim saat ini. Namun hal yang lebih penting ialah wajib konsisten. “Selalu bersyukur dengan hasil yang sudah dicapai. Tapi saya pikir semua sadar untuk tidak lekas puas,” kata Nabil di situs Liga Indonesia.

Wajar jika Nabil enggan Borneo FC puas. Sebab dari tiga laga yang dilakoni, dua kemenangan berhasil didapat saat bermain di kandang. Sementara pekan perdana di markas Persija Jakarta, mereka takluk 2-3. “Tantangan terberat kami ada di laga berikutnya bertandang ke Arema FC. Kalau bisa dapat poin apalagi menang baru bisa disebut capaian terbaik,” imbuhnya.

Edson Tavares - Borneo FC - Persela Lamongan - @borneofc.id
instagram.com/borneofc.id

Ditambahkan Nabil, kemenangan beruntun di dua laga terakhir tak boleh ternoda. Sebab dengan konsisten meraih poin, finis di peringkat atas bisa tercapai. “Insya Allah dengan usaha bersama target tim musim ini bisa tercapai. Borneo FC optimistis masuk zona Asia,” pungkasnya.

Kompetisi Liga 1 2020 sendiri sedang ditangguhkan oleh PSSI menyusul pandemi virus corona. Belum jelas kapan kompetisi ini bakal digelar lagi.

Ketum PSSI M. Iriawan sudah meminta kepda PT Liga Indonesia Baru untuk menyusun kembali jadwal pertandingan dan hal yang bersifat teknis serta administratif agar dikoordinasikan dengan manajer Liga 1 dan Liga 2.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Bahaya Bila Borneo FC Memaksakan Bertanding Lawan Tim Malaysia

Banner LFS Baru

Football5Star.com – Borneo FC memutuskan untuk membatalkan rencana uji coba melawan salah satu tim Malaysia. Presiden Borneo FC, Nabil Husein menyebut akan bahaya bila timnya memaksakan uji coba lawan tim Malaysia karena sedang dalam proses peningkatan stamina.

Seperti diketahui, tim berjuluk Pesut Etam itu sebenarnya mengagendakan uji coba internasional melawan salah satu tim Negeri Jiran yang tak disebutkan namanya. Rencananya tim itu akan datang ke Samarinda.

Akan tetapi, rencana itu sengaja dibatalkan setelah dia berdiskusi dengan staf pelatih. Mereka tak ingin masa persiapan tim terganggu dengan uji coba yang berat.

Bahaya Bila Borneo FC Memaksakan Bertanding Lawan Tim Malaysia
Instagram Borneo fc

“Memang kami ingin mendatangkan tim asal Malaysia bermain di Samarinda. Tapi saya minta maaf agenda ini harus batal,” ucap Nabil dalam laman resmi Liga 1.

Namun demikian, kegagalan agenda uji coba ini tak patut disesali. Nabil menilai mempersiapkan tim secara maksimal lebih penting ketimbang uji coba.

“Kalau kami memaksakan uji coba dengan kondisi tim belum siap justru berbahaya. Jadi kami membatalkan agenda uji coba dan persiapan tim terus jalan,” jelas dia.

Mengingat kompetisi sebentar lagi bergulir, Borneo FC tak memaksakan uji coba dengan lawan tangguh. “Setelah lawan Sulut United rencana ada uji coba lagi. Tapi bukan dengan lawan yang sepadan. Bisa dari klub lokal Kaltim saja,” tutup dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Presiden Borneo FC Ungkap Target yang Harus Dicapai Edson Tavares

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Presiden Borneo FC, Nabil Husein, mengatakan bahwa Edson Tavares harus bisa membawa Pesut Etam bersaing di papan atas Liga 1 musim depan. Ia pun yakin Tavares adalah sosok yang tepat untuk mencapai hal itu.

Tavares diganjar dengan kontrak selama satu tahun oleh manajemen Borneo FC. PRia 63 tahun itu didatangkan Pesut Etam untuk menggantikan posisi Mario Gomez yang memutuskan untuk hengkang ke Arema FC.

“Coach Tavares adalah sosok yang tepat untuk menggantikan Coach Gomez yang merupakan pelatih dengan filosofi yang serupa dengan Borneo FC. Saya yakin Borneo FC akan mampu berbicara pada kompetisi mendatang,” ungkap Nabil Husein di sesi perkenalan Edson Tavares.

Borneo FC - Edson Tavares - Nabil Husein - @borneofc.id
instagram.com/borneofc.id

“Semoga di tangannya, pemain muda kami bisa lebih berkembang. Apalagi, kami juga menggunakan jasa pelatih fisik asal Brasil, Humberto, yang menjadi rekomendasi dari Tavares untuk meningkatkan fisik para pemain,” sambungnya menambahkan.

Musim lalu, Gomez berhasil membawa Diego Michiels cs bersaing di papan atas klasemen Liga 1. Hal yang sama juga menjadi harapan Nabil bersama Tavares di kompetisi musim 2020 mendatang.

“Saya ingin tim ini menjadi tim yang solid. Tim yang dipandang di kancah sepak bola tanah air. Kemarin kita sudah bersaing di papan atas dan kita mau tetap menjadi tim papan atas di kancah sepak bola Indonesia,” kata Nabil.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Cara Manajemen Borneo FC Berikan Motivasi Tambahan

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Presiden Borneo FC, Nabil Husein, mengaku sangat senang dengan prestasi yang diraih timnya di Liga 1 musim 2019. Ia pun mengaku sudah menyiapkan bonus yang cukup besar sebagai bentuk apresiasinya kepada para pemain serta pelatih Borneo FC.

Pesut Etam memang menjadi salah satu tim kejutan di Liga 1 musim ini. Di bawah arahan Mario Gomez, mereka sukses menduduki posisi runner up klasemen dengan koleksi 45 poin dari 28 partai. Terpaut 12 angka dar Bali United yang ada di puncak.

“Kalau saya lihat saat ini, target realistis kami finish di posisi dua, tiga atau empat. Tapi saya pikir sekarang kami bisa diperingkat dua dan itu harus bisa dipertahankan,” terang Nabil Husein seperti dikutip www.old.football5star.com dari laman resmi Pesut Etam.

Nabil Husein - Borneo FC - Liga 1 - borneofc. id
borneofc.id

“Saya dan manajemen juga menyuntik motivasi pemain di sisa kompetisi ini dari sisi bonus. Ya, bonus saya berikan lebih dari sebelumnya di sisa pertandingan, agar pemain tambah semangat memberikan hasil terbaik bagi Borneo FC,”  katanya menambahkan.

Lebih lanjut, Nabil juga melemparkan pujian tinggi kepada Mario Gomez. Menurutnya, Gomez merupakan pelatih dengan kemampuan luar biasa dan bisa membuat para pemain mengeluarkan kemampuan terbaiknya di atas lapangan.

“Saya pikir Mario Gomez punya kemampuan untuk mengubah pemain biasa saja menjadi luar biasa. Dia adalah motivator. Dan berkat kesabarannya, Borneo FC bisa di posisi sekarang,” tandas Nabil.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Mario Gomez Semakin Dekat ke Borneo FC

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Presiden klub Borneo FC, Nabil Husein membenarkan kabar yang beredar bahwa Pesut Etam segera memiliki pelatih baru. Nama yang berhembus adalah Mario Gomez, mantan pelatih Persib Bandung.

Sebelumnya, klub yang bermarkas di Stadion Segiri, Samarinda itu baru saja menghentikan kerjasama mereka degan Fabio Lopez. Pelatih asal Italia itu diputus kontraknya lantaran Borneo FC meraih hasil minor di Piala Presiden 2019.

“Untuk pelatih sudah hampir dipastikan dengan Mario Gomez. Mungkin belum berjodoh dengan Robert Rene Alberts. Sebenarnya selain dua nama itu masih banyak nama lain juga. Hanya saja yang pas dengan kami mungkin coach Gomez,” ujar Nabil Husein dilansir Football5star dari Jawa Pos.

Kalahkan Borneo, Madura United Lolos ke Babak 8 Besar Piala Presiden - Football5star - Twitter @PusamanieBorneo
Twitter @PusamanieBorneo

Beberapa nama pelatih memang sempat dikaitkan dengan Borneo FC. Salah satunya adalah Robert Rene. Mario Gomez sendiri dijadwalkan akan diresmikan pada Selasa, 16 April besok. Sehari setelahnya ia akan memimpin latihan.

Mengenai pemilihan pemain, Nabil mengaku menyerahkan semuanya kepada pelatih. Ia tak mau ikut campur terlalu dalam mengenai teknik dan taktik. Baginya, itu adalah wewenang pelatih.

“Saya tidak mau ikut campur urusan teknik. Itu biar pelatih saja. Karena yang tahu strategi ataupun cara bermain di lapangan kan pelatih,” jelasnya.

Di sisi lain, Mario Gomez bukanlah pelatih baru di Indonesia. Ia sempat menjadi pelatih Persib Bandung pada musim lalu. Ia sempat membawa Maung Bandung bertengger di puncak klasemen sebelum badai hukuman datang dan meruntuhkan mimpi Bobotoh menjadi juara Liga 1 2018.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Gagal di Pramusim, Borneo FC Pecat Pelatih

Football5star.com, Indonesia – Turnamen pramusim Piala Presiden 2019 mulai menunjukkan keganasannya. Borneo FC yang gagal total di turnamen pramusim memutuskan untuk memecat pelatih mereka, Fabio Lopez.

Pemilik klub Borneo FC, Nabil Husein mengonfirmasi kabar tersebut. Ia menyebut bahwa keputusan untuk memberhentikan pelatih asal Italia itu adalah hasil evaluasi dan telah diputuskan bersama.

“Terhitung sejak hari ini (kemarin), kami sepakat untuk mengakhiri kerjasama. Keputusan ini diambil untuk membuat Borneo FC lebih baik lagi ke depannya,” ujar Nabil Husein dilansir Football5star dari laman resmi klub.

PSS Sleman vs Borneo FC - Piala Presiden 2019 - @PusamaniaBorneo
@PusamaniaBorneo

Sebagai gantinya, klub yang bermarkas di Stadion Segiri, Samarinda itu telah mengontak beberapa nama. Namun, sejauh ini mereka belum membeberkan siapa saja nama yang kemungkinan akan membesut tim Pesut Etam.

“Yang jelas adalah ya (pelatih penggati). Nanti kalau oke dan semuanya beres saya kasih kabar secepatnya,” ujar pengusaha asal Kalimantan tersebut.

Di sisi lain, tim Borneo FC kini tengah manjalani pemusatan latihan di Bontang. Diego Michiels dan kolega diharuskan untuk memperbaiki kondisi fisiknya menjelang bergulirnya Liga 1 2019 pada Mei mendatang.

“Alhamdulillah progresnya sudah lebih baik saat ini. Untuk fisik ya sudah lumayan, tapi masih perlu peningkatan lagi. Makanya hari in (kemarin) masih peningkatan dari segi fisik, dan kita kombinasikan dengan game juga karena besok (hari ini) ada friendly match malam,” ujar Asisten Pelatih Borneo FC, Ahmad Amiruddin.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Bek Asing Baru Borneo FC Berharap Bantuan Diego Michiels

Football5Star.com, Indonesia – Bek asing baru Borneo FC, Jan Lammers, mengutarakan tekadnya untuk memberikan kontribusi terbaik. Demi mewujudkan hal itu, dia akan total dalam menjalani proses adaptasi. Di antaranya dengan segera belajar bahasa Indonesia.

Jan Lammers yang baru diboyong dari RKC Waalwijk secara resmi diperkenalkan sebagai pemain baru Borneo FC pada Sabtu (2/2/2019). dalam acara tersebut, bek bertinggi 191 cm tersebut mengungkapkan tekadnya belajar bahasa Indonesia.

Untuk itu, secara khusus Jan Lammers sangat berharap kepada kapten Diego Michiels. “Pasti, saya pasti akan segera belajar bahasa Indonesia, nanti saya belajar dengan Diego (Michiels), agar saya mudah berkomunikasi dengan teman di sini,” ujar sang bek asing baru seperti dikutip Football5Star.com dari situs resmi Borneo FC.

Jan Lammers resmi diperkenalkan sebagai penggawa anyar Borneo FC.
borneofc.id

Itu tak terlepas dari latar belakang Diego Michiels yang lahir dan besar di Belanda. Sebagai orang berdarah Belanda-Indonesia, dia diyakini Jan Lammers sebagai sosok yang tepat untuk menjadi jembatan dalam komunikasi sekaligus guru untuk belajar bahasa Indonesia.

Pihak manajemen Borneo FC dipastikan sangat berharap proses adaptasi bek berumur 23 tahun berjalan lancar. Pasalnya, seperti diutarakan sang presiden klub, Nabil Husein, dia adalah pemain yang sudah lama diincar.

“Terus terang kami sudah cukup lama melihat perkembangan Jan Lammers di klub asalnya, yakni RKC Waaljik. Dan bisa dikatakan kedatangan Lammers adalah keberhasilan kami,” jelas Nabil Husein.

Terkait harapan besar manajemen dan suporter Borneo FC yang ditaruh di pundaknya, Jan Lammers berujar, “Saya akan lihat nanti bagaimana tim ini. Saya perlu mengenal tim ini, terutama rekan-rekan bermain. Tapi percayalah, saya akan berikan yang terbaik untuk klub.”

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Diego Michiels Batalkan Rencana Liburan Demi Borneo FC

Football5star.com, Indonesia – Pemilik klub Borneo FC, Nabil Husein, mengatakan bahwa Diego Michiels harus membatalkan rencananya pulang kampung karena harus berkumpul bersama skuat Pesut Etam. Borneo FC akan menggelar latihan perdananya pada Senin (14/1) mendatang.

Awalnya, Pesut Etam akan menjalani latihan perdananya pada 22 Januari mendatang. Tapi, ajang Piala Indonesia membuat skuat Fabio Lopez memutuskan untuk memajukan jadwal latihan.

Diego Michiels awalnya akan pulang kampung ke Belanda untuk bercengkrama dengan keluarga besarnya. Namun, ajang Piala Indonesia membuatnya harus mengurungkan niat untuk pulang ke kampung halamannya.

Diego Michiels - Borneo FC - Nabil Husein - borneofc.id
borneofc.id

“Diego batalkan semua agenda liburnya setelah tahu tim kumpul lebih cepat. Dia hubungi saya, dia bilang kalau tim kumpul dia mau kumpul juga, lalu saya tanya gimana soal liburan, dia jawab batal saja karena tim lebih penting,” kata Nabil Husein dikutip dari laman resmi Borneo FC.

Sekretatis tim, Hariansyah, juga mengatakan bahwa para penggawa PEsut Etam sudah mulai kembali ke Samarinda pada Sabtu (12/1). Ia pun yakin Fabio Lopez akan menggelar latihan perdananya di Samarinda dengan skuat yang lengkap.

“Kita sudah data semua pemain perihal kedatangannya, hari ini sudah ada yang datang dan terakhir ada yang hari Senin siang, karena latihan kita mulai Senin sore,” ujar Harianyah.

Pada ajang Piala Indonesia, Titus Bonai dkk berhasil mengalahkan Martapura FC di babak 64 besar. Mereka akan menantang PS Mojokerto Putera di babak 32 besar pada akhir Januari mendatang.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Borneo FC Dapatkan Pengganti Dejan Antonic

Football5Star.com, Indonesia – Borneo FC tak perlu berlama-lama mencari pengganti pelatih Dejan Antonic. Kurang dari 24 setelah menyatakan secara resmi berpisah dengan pelatih asal Serbia itu, manajemen mengumumkan pelatih baru. Dia adalah Fabio Lopez yang berasal dari Italia.

Nabil Husein, Presiden Borneo FC, mengaku ada cukup banyak lamaran yang masuk ke mejanya untuk menjadi pengganti Dejan Antonic. Namun, pada akhirnya, dia menetapkan Fabio Lopez sebagai sosok terpilih.

Dia menilai ada dua hal yang menjadi sandaran. Pertama, pelatih berumur 47 tahun itu sudah berpengalaman di sepak bola Asia. Pada 2016 hingga 2018, Fabio Lopez adalah pelatih Al Ahli di Arab Saudi. Bahkan, pada 2011-12, dia sempat menangani PSMS Medan.

Nabil menilai hal itu bisa jadi keuntungan tersendiri. “Lopez punya pengalaman melatih di Asia, termasuk Indonesia. Kami pikir ini modal bagus untuk meneruskan filosofi permainan Borneo FC ke depan ,” jelas dia seperti dikutip Football5Star.com dari Tribun Kaltim.

Adapun hal kedua yang menjadi pertimbangan mendapuk Fabio Lopez sebagai nakhoda Pesut Etam adalah kesesuaian filosofi. Nabil mengungkapkan, Borneo FC memang berorientasi ke Eropa. Oleh karena itu, mendatangkan pelatih asal Benua Biru selalu prioritas utama.

Sebelum Fabio Lopez dan Dejan Antonic, ada dua pelatih Eropa lain yang pernah didatangkan Borneo FC. Mereka adalah Dragan Dukanovic dari Montenegro pada 2016-17 dan Arcan Iurie dari Moldova pada 2014-15.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Bos Borneo FC Tanggapi Penghentian Liga 1 2018

Banner Footbal Live Star-Football5star

Football5star.com, Indonesia – Bos Borneo FC, Nabil Husein mengeluarkan pernyataan setelah PSSI dan PT. LIB menghentikan sementara Liga 1 2018. Keputusan PSSI dan PT. LIB keluar menyusul meninggalnya pendukung Persija Jakarta, Haringga Sirilia di Bandung pekan lalu.

“Kejadian ini harus benar-benar diselesaikan agar tidak terjadi lagi di kemudian hari. Terus terang, apa yang dialami korban dalam kasus ini sangat mengerikan,” ujar pemilik Borneo FC dikutip Football5star dari laman resmi Borneo FC.

Nabil meminta PSSI serius mengusut kasus meninggalnya Haringga. Baginya, sanksi tegas harus dikeluarkan oleh PSSI agar di kemudian hari tak terjadi kejadian serupa.

“Dan ini harus ada kerja nyata dari PSSI untuk penyelesaian kasusnya. Jangan sampai masalah ini justru membuat persepakbolaan kita semakin terpuruk. Sepak bola kita harus terus maju lebih baik dan damai,” ujarnya.

persib-persija-wartakota-football5star
wartakota

Ia pun menyoroti empat basis suporter besar yang selama ini tak akur. Bonek, Aremania, the Jakmania, dan Viking menurut dia harus duduk bersama dengan diakomodasi oleh klub. Baginya, klub-klub harus aktif memberikan bimbingan dan pembinaan bagi para pendukungnya.

“Selama ini keempat kelompok suporter tersebut yang terus menjadi perhatian masyarakat. Sebab mereka memang tak bisa duduk berdampingan saat menyaksikan timnya bertanding.”

Pusamania dan Balistik (suporter Persiba Balikpapan) dulu juga sempat terlibat perselisihan. Namun kini kedua kelompok suporter tersebut telah berdamai.


TOPIK TERKAIT

Ketum PSSI Ungkap Alasan Hentikan Kompetisi

Bos Borneo FC Sebut Para Pemainnya Pecundang

Banner Footbal Live Star-Football5star

Football5star.com, Indonesia – Kekalahan Borneo FC dari Persib Bandung pada pekan ke-22 Liga 1 di Stadion Batakan, Senin (17/9/2018) ternyata membuat pemilik dari klub tersebut, Nabil Husein meradang. Ia bahkan tak segan-segan untuk menyebutkan bahwa para pemainnya mata duitan.

Borneo
twitter/persib

Bermain di kandang sendiri Pasukan Dejan Antonic justru kalah dengan skor tipis 0-1 di pertandingan tersebut. Padahal tamu mereka Persib tak menurunkan beberapa pemain inti.

Kekesalan Nabil tersebut diucapkannya lewat fitur instagram live pada akunnya, @nabilhusein99. Ia nampak benar-benar kesal kepada para pemain dan melontarkannya di muka umum.

“Semoga sadar diri saja pemain Borneo dan tim pelatih, kalian tidak punya hati. Pecundang. Bukan manusia ini kalian. Semoga kalian lihat ini baik-baik, jangan berpikir cuma uang saja,” kata Nabil.

“Tim Borneo tahun ini tidak punya hati, kalian pecundang. Sangat memalukan. Tidak pantas kalian bermain di sini. Seharusnya kalian tidak bermain di sini, karena yang main di Borneo pemain yang punya hati,” sambungnya.

Wajar saja jika pengusaha asal Kalimantan tersebut meradang. Pasalnya Borneo hanya mampu bertengger di papan tengah yaitu pada posisi kesepuluh klasemen sementara Liga 1 dengan mengantongi 29 angka dari 22 pertandingan.

Catatan minor lainnya adalah klub berjuluk Pesut Etam tersebut selalu kalah dalam dua laga kandang terakhir. Bahkan di tiga pertandingan terakhir, Lerby Eliandry dkk hanya mampu merebut satu poin.

Presiden Borneo Sindir Ide PT LIB Soal Larangan Striker Asing

Banner Footbal Live Star-Football5star

Football5star.com, Indonesia – PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) selaku operator Liga 1 mengeluarkan wacana pelarangan penggunaan striker asing untuk musim depan. Ide tersebut langsung mendapatkan tanggapan dari Presiden Borneo FC, Nabil Husein.

Tigorshalom Boboy selaku CEO PT LIB menyebutkan bahwa gagasanlarangan bermain untuk penyerang asing akan diagendakan untuk Liga 1 2019. Meski ide tersebut masih bersifat rencana dan akan dibahas bersama seluruh klub di Liga 1.

Reaksi langsung muncul dari Nabil yang menyindir gagasan dari PT LIB tersebut. Ia menilai bahwa rencana tersebut bisa berpotensi terhadap makin banyaknya striker asing yang dinaturalisasi menjadi warga negara Indonesia.

“Akhirnya nanti momen naturalisasi striker asing akan dilakukan dr skg  demi kelancaran musim depan,” tulis Nabil lewat akun twitter pribadinya, @nabilhusein17, Selasa (14/8/2018).

Lebih lanjut, Nabil menyebutkan bahwa rencana tersebut bisa merugikan berbagai klub di Liga 1. Pasalnya, dia berpendapat ada beberapa klub di kasta tertinggi sepak bola Indonesia yang sudah mengontrak striker asing lebih dari semusim.

“kasian klub yang sudah terlanjur kontrak pemain asing nya lebih dr 1 musim akan bermasalah. Gimana kita mau melakukan jual beli pemain kedepan nya?”

Jika merujuk pada daftar pencetak gol terbanyak di Liga 1 musim ini, di tiga nama teratas tak ada penyerang lokal yang masuk. Saat ini top skorer sementara dipimpin oleh Striker Mitra Kukar asal Brasil, Fernando Rodriguez dengan 14 gol.

Tersingkir dari Piala Presiden, Borneo FC Siap Tendang Pemain

Football5star.com, Indonesia – Presiden Borneo FC, Nabil Husein, mengakui bahwa timnya akan melakukan evaluasi, termasuk menendang sejumlah pemain, seiring kegagalan pada Piala Presiden 2018.

Borneo FC dipastikan gagal melangkah ke babak delapan besar setelah kalah 0-2 dari Persija Jakarta pada partai Grup D di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Rabu (24/1/2018). Hasil tersebut membuat Borneo FC tertahan di posisi ketiga dengan koleksi nirpoin atau terpaut enam angka dari Persija Jakarta dan Bali United.

Untuk Piala Presiden 2018, Borneo FC menurunkan skuat lapis kedua, termasuk pemain yang tengah diseleksi. Ada pula tiga pemain Persipura Jayapura, yaitu Boaz Solossa, Ricardo Salampessy, dan Prisca Womsiwor.

“Dengan hasil ini di Piala Presiden ini, kami akan lakukan evaluasi pemain. Siapa yang akan bertahan dan pergi. Selanjutnya kami serahkan ke tim pelatih Borneo FC,” kata Nabil Husein

Borneo FC masih memiliki satu pertandingan sisa, yaitu melawan PSPS Riau di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Senin (29/1/2018). Laga itu tidak berpengaruh lagi karena kedua tim sudah dipastikan masuk kotak.

Kegagalan kali ini membuat Borneo FC gagal mengulangi capaian pada Piala Presiden 2017, ketika menembus babak final juga dengan skuat lapis kedua.

Namanya Dicatut Umuh Muchtar, Begini Reaksi Nabil Husein

Football5star.com, Indonesia – Umuh Muchtar belum selesai beraksi. Setelah mengintervensi para pemain Persib Bandung saat menghadapi Persija Jakarta, kini ia membuka perang dengan Presiden Borneo FC, Nabil Husein. Beberapa hari lalu, Komisi Disiplin (Komdis) PSSI menjatuhkan hukuman kepadanya berupa larangan beraktivitas dari dunia sepak bola selama enam bulan. Itu belum termasuk denda sebesar 50 juta rupiah karena dianggap melakukan provokasi terhadap tim.

Tidak terima dengan hukuman itu, Umum marah. Ia lantas membandingkan dengan apa yang pernah menimpa Nabil pada putaran pertama lalu.

Nabil Husein-Borneo FC
twitter.com/nabilhusein17

“Aneh tapi nyata. Nabil saja yang terang-terangan melakukan masalah lebih berat dari saya, hanya mendapat hukuman sebentar. Sekarang dia sudah bisa kembali duduk di bench,” ketusnya.

“Lantas sekarang mereka (komdis) menjatuhkan kepada saya hukuman enam bulan, dari mana dasarnya? Sampai sekarang saya juga belum menerima surat apa pun dari mereka. Saya malah tahu dari media” lanjutnya.

Ucapannya sampai ke Nabil. Tidak terima namanya terseret, pengusaha muda tersebut pun balas menyerang melalu Twitter. Menurutnya, ia tidak pernah melakukan hal seperti yang dituduhkan Umuh.

Pada putaran pertama lalu, Nabil memang sempat dijatuhi hukuman karena melakukan intervensi terhadap perangkat pertandingan. Namun, ia mengaku tidak pernah mengulangi kesalahannya lagi sejak saat itu.

Nabil Husein Bantah Intimidasi Wasit

Football5Star.com, Indonesia – Pemilik Borneo FC, Nabil Husein, membantah telah melakukan intimidasi kepada wasit saat klubnya menghadapi Bali United. Dirinya justru balik menuding Komisi Disiplin (Komdis) PSSI tidak bekerja dengan benar.

“Bagaimana dibilang mengintimidasi, saya tidak memukul atau menyumpahi wasit. Anehnya sanksi diberikan tanpa memberikan kesempatan kami melakukan pembelaan dan klarifikasi. Komdis ini cara kerjanya tidak benar,” ungkap Nabil seperti dilansir situs resmi klub, Jumat (15/9/2017).

Dalam salinan surat keputusan Komdis PSSI nomor 088/L1/SK/KD-PSSI/IX/2017, Nabil disebut melakukan ancaman kepada wasit dengan kata-kata “Saya bisa bayar dan sogok kamu”. Menanggapi tuduhan itu, ia dengan tegas menampik. Menurutnya, tidak ada kata-kata seperti yang dimaksudkan pada surat tersebut.

“Tidak benar itu. Sebenarnya saya hanya bilang ‘siapa yang bayar kamu? Saya juga bisa bayar’. Kalau dibaca secara lengkap, itu maknanya berbeda,” lanjutnya.

Nabil mengaku saat itu hanya mempertanyakan kinerja wasit asal Kyrgystan, Rysbek Shekerbekov, yang dianggap tidak adil saat memimpin pertandingan. Ia pun merasakan ada yang tidak senang dengan Borneo FC, sehingga dirinya dituduh demikian.

Pengusaha muda tersebut merasa pernyataannya diubah secara sepihak dalam salinan Komdis, sehingga memunculkan opini yang merugikan pribadinya dan juga Borneo FC. Alhasil, tim berjuluk Pesut Etam menerima sanksi berat. Mereka dilarang bermain di Segiri selama empat laga kandang. Buntut dari hukuman ini ialah ditundanya laga kandang melawan Persib Bandung.