Nostalgia Hari Ini: Sundulan Magis ‘Lord’ Bendtner di Derbi London Utara

gamespool
Nostalgia Hari Ini: Sundulan Magis 'Lord' Bendtner di Derbi London Utara 5

Football5Star.com, Indonesia – Tepat hari ini, 22 Desember, 13 tahun lalu, Nicklas ‘Lord’ Bendtner mencatatkan sejarah sebagai pemain pengganti tercepat yang bisa mencetak gol di Premier League. Gol itu semakin spesial karena diciptakan di Derbi London Utara melawan Tottenham.

Bendtner masuk menjadi pemain pengganti menggantikan Manuel Eboue pada menit ke-74 dan langsung mencetak gol 1,8 detik sejak bola dimainkan! Gol itu bahkan masuk ke Guiness Book of World Records

Jalannya Pertandingan

Nostalgia Hari Ini Sundulan Magis 'Lord' Bendtner di Derbi London Utara
PressReader

Bermain di stadion baru, Stadion Emirates, dihadapan 60 ribu penonton, laga tentu saja berjalan panas. Tapi babak pertama berakhir dengan skor 0-0.

Babak kedua hanya berjalan 3 menit, Arsenal unggul terlebih dahulu. Cesc Fabregas melakukan umpan backheel cantik kepada Emanuel Adebayor yang langsung menendang bola ke gawang Paul Robinson.

Spurs membalas pada menit ke-66. Robbie Keane memberi umpan ke Dimitar Berbatov yang berhasil mencetak gol ke tiang dekat Manuel Almunia

Petaka kembali untuk Arsenal terjadi 4 menit kemudian. Berawal dari umpan bola mati, kemelut terjadi di kotak penalti Arsenal. Sampai akhirnya, Kolo Toure melalukan tekel kepada Dimitar Berbatov dan wasit menunjuk titik putih. Tapi, Almunia berhasil menepis tendangan penalti dari Robbie Keane.

Nostalgia Hari Ini Sundulan Magis 'Lord' Bendtner di Derbi London Utara
Squawka

Setelah momen itu, pelatih Arsene Wenger langsung memasukkan amunisi serangan tambahan dalam diri Bendtner yang masuk menggantikan Eboue saat Arsenal mendapatkan tendangan penjuru. Benar saja, Bendtner langsung berhasil melakukan lompatan tinggi dan menyambar bola umpan dari Fabregas masuk ke gawang Robinson.

Gol itu berhasil mengunci kemenangan Arsenal 2-1 dan sampai saat ini, belum ada yang bisa mengalahkan catatan gol tercepat itu. Gol itu juga merupakan gol pertama Lord Bendtner di Premier League dan gol itu memperkenalkan Bendtner kepada dunia.

Gol itu juga membuat pelatih Wenger menjadikannya starter di laga melawan Everton seminggu kemudian, tapi dia malah terkena kartu merah di laga itu. Ada-ada saja Lord Bendtner ini.

Pemain asal Denmark itu akhirnya mengakhiri musim 2007-08 dengan 9 gol dari 40 pertandingan di semua kompetisi.

https://twitter.com/goonerbeau/status/1208662231287828480

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Nicklas Bendtner: Saat Saya di Juventus Ada 12 Pemain Merokok di Toilet

gamespool
Nicklas Bendtner: Saat Saya di Juventus Ada 12 Pemain Merokok di Toilet 9

Football5Star.com, Indonesia – Mantan pemain Arsenal, Nicklas Bendtner, mengungkapkan cerita menarik saat dirinya bermain untuk Juventus. Pemain asal Denmark itu melihat para pemain merokok di toilet pada hari pertama dia latihan di Turin.

Awalnya, Bendtner mengkritisi para media Inggris yang menurutnya terlalu “lebay” dalam memberi headline soal pemain yang merokok. Padahal, di Italia ini sudah biasa.

“Itu lucu karena karena jika Anda ingat saat Mario Balotelli datang ke Inggris dan semuanya mengatakan dia merokok di dalam toilet, dan itu menjadi cerita besar di koran, seorang pemain yang merokok. Di setiap klub tempat saya bermain, para pemain merokok,” ucap Bendtner seperti dilansir Football5Star.com dari 5 Live Sports.

Nicklas Bendtner Saat Saya di Juventus Ada 12 Pemain Merokok di Toilet
eurosport

Bentner melanjutkan, “Itu lebih dari sesuatu di Italia, jauh lebih normal daripada di Inggris. Itu ada di toilet, saya tidak dapat menemukan orang-orang dan itu agak aneh. Itu hari pertama saya. Kemudian saya menemukan 10 atau 12 dari mereka di toilet, hanya minum kopi, mengobrol, menikmati kebersamaan satu sama lain dan merokok. Itu adalah pemandangan yang menakjubkan dan membuatku merasa ini adalah sesuatu yang akan aku nikmati.”

Saat ditanya soal Andrea Pirlo dan Gigi Buffon, Bendtner memberi tahu bahwa mereka berdua juga merokok. Tapi dia menegaskan mereka tidak bisa disalahkan atas profesionalisme mereka.

“Jika Anda melihat karier mereka dan betapa profesionalnya mereka, itu benar-benar membuka mata saya tentang keduanya. Karena profesionalisme yang mereka tunjukkan di lapangan dan persahabatan berada pada level yang berbeda, jadi tidak ada yang memikirkan apapun tentang (merokok),” kata pemain asal Denmark itu.

Nicklas Bendtner bermain bersama Juventus pada musim 2012-13 dengan masa pinjaman dari Arsenal dan hanya bermain 11 kali tanpa mencetak gol. Performanya itu membuat Bianconeri tak mau mempermanenkannya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Nicklas Bendtner Sesali Karier Sepak Bolanya

gamespool
Nicklas Bendtner Sesali Karier Sepak Bolanya 13

Football5Star.com, Indonesia – Mantan penyerang Arsenal, Nicklas Bendtner akui dirinya menyesal atas kariernya sepanjang menjadi pesepak bola profesional. Dia mengakui bahwa kebiasaan minum alkohol dan berjudi menjadi kebiasaan buruknya saat di Arsenal.

Pemain yang akrab disapa Lord Bendtner itu direkrut oleh Arsene Wenger pada usia 16 tahun dan bermain di sana selama 9 tahun. Tapi dia tak mampu mencapai potensi terbaiknya.

Cerita Nicklas Bendtner: Judi, Wanita dan Diacukan Arsene Wenger
The Sun

“Saya menjadi terlalu menyukai gaya hidup yang datang dengan uang. Saya ingin kembali ke masa lalu dan memukul kepala anak muda itu dengan palu. Buat dia mengerti apa itu kesempatan. Bahwa dia memiliki sesuatu yang istimewa, sesuatu yang harus dia jaga,” tulis Bendtner pada buku autobiografinya seperti dikutip Football5Star.com dari The Guardian.

Bendtner melanjutkan, “Pasti ada penyesalan karena saya tidak membawa karier saya ke arah yang lebih positif. Melihat ke belakang pasti membuatku kesal karena ada saat-saat yang sangat menyakitkan dan sulit untuk dibicarakan.”

Bendtner mencetak 45 gol dalam 171 laga bersama Arsenal. Dalam 9 tahun kariernya di sana, dia sempat dipinjamkan ke Birmingham, Sunderland dan Juventus, sebelum pindah ke Wolfsburg pada 2014. Dia sempat kembali ke Inggris untuk memperkuat Nottingham Forest pada 2016 sebelum pindah ke klub Norwegia, Rosenborg, pada 2017.

Saat ini dia bermain bersama klub divisi empat Denmark, Tarnby FF, setelah sebelumnya didepak dari klub raksasa Denmark Kobenhavn setelah hanya bermain 6 kali saja. Walaupun kariernya yang kurang begitu sukses, Nicklas Bendtner masih bisa berhasil meraih 81 caps untuk timnas Denmark dan mencetak 30 gol.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Cerita Nicklas Bendtner: Judi, Wanita dan Diabaikan Arsene Wenger

gamespool
Cerita Nicklas Bendtner: Judi, Wanita dan Diabaikan Arsene Wenger 17

Football5star.com, Indonesia – Nama Nicklas Bendtner tentu tak asing bagi penggemar Arsenal. Pemain yang mendapat panggilan Lord Bendtner ini berkarier di tim Meriam London sejak 2005 hingga 2014. Meski pun sejak 2006 hingga 2013, Bendtner lebih banyak berstatus sebagai pemain pinjaman.

Karier Bendtner di Arsenal memang suram. Ia selalu menjadi bahan olok-olokan para penggemar Liga Inggris dan juga media di sana. Tiap ia mencetak gol, bukan pujian yang diterima namun justru hinaan dan nyinyiran dari media dan pengguna sosial media.

nicklas bendtner arsenal zimbio

Beberapa waktu lalu, pemain kelahiran 16 Januari 1988 tersebut kepada Sportsmail, Sabtu (3/10/2020) menceritakan kesialan dan kondisi mirisnya saat jalani karier di Arsenal. Menurut Bendtner, judi dan perempuan jadi penyebab dirinya alami kegagalan di sepak bola.

Bendtner mengakui bahwa dirinya jadi pecandu judi. Hal ini yang membuat dirinya jadi tidak realisits. “Saya kehilangan banyak uang, jumlahnya sangat besar dan membuat saya jadi tidak realisits,” ucapnya.

Ia pun mengatakan bahwa kedatangannya ke Arsenal pada usia 16 tahun terlalu cepat. Apalagi saat tiba di Arsenal, Bendtner mengalami cedera pangkal paha. Diceritakan olehnya bahwa pelatih Arsenal, Arsene Wenger saat itu cukup kecewa dengan kondisinya.

Bendtner ingat betul bahwa ada satu momen yang membuat Wenger sangat kecewa kepadanya. Yakni saat dirinya mengabaikan saran Wenger untuk tidak membela Denmark di Piala Dunia 2010. Wenger meminta hal itu karena Bendtner masih belum pulih dari cedera.

Semenjak saat itu, ia merasa Wenger tak lagi mempedulikannya. Parahnya lagi, Bendtner pun mengakui sempat tersandung masalah dengan perempuan.

“Mungkin. Tetapi itu tergantung bagaimana Anda melihat kondisinya. Anda membutuhkan seseorang untuk mendukung Anda. Saya berada di pinggiran jadi saya jatuh begitu saja. Dan bukan tugas Wenger juga untuk terus mengasuhku,” ucapnya.

Justru saat ia jadi pemain pinjaman di Birmingham City, dirinya bertemu Steve Bruce yang begitu mempedulikannya. Bendtner ingat betul bagaimana Bruce mengingatkan dirinya untuk tidak lagi bersentuhan dengan judi dan hal negatif lainnya.

“Jauhi semua itu, nak. Itu menghancurkan orang. Tidak ada yang selamat,” ucap Bendtner menirukan saran dari Steve Bruce.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Nicklas Bendtner Akui Kecanduan Judi dan Merugi Hampir Rp100 Miliar

terassd
Nicklas Bendtner Akui Kecanduan Judi dan Merugi Hampir Rp100 Miliar 21

Football5Star.com, Indonesia – Mantan pemain Arsenal, Nicklas Bendtner, mengungkapkan bahwa dirinya menghabiskan 6 juta euro atau sekitar Rp97 Miliar demi bermain judi. Dia kecanduan bermain Texas Hold’EM sejak usia 19 tahun.

‘Lord’ Bendtner menyebut bahwa dia sebenarnya hanya bermain untuk nominal kecil saja. Tapi terkadang dia kehilangan kendali.

“Saya telah kehilangan banyak uang dan jumlahnya sama sekali tidak realistis. Saya telah banyak bermain poker. Saya telah melawan pemain poker profesional sejak usia 19 tahun,” ucap Bendtner seperti dilansir Football5Star.com dari Give Me Sport.

Nicklas Bendtner - Penjara - Taksi
Daily Mirror

Bendtner melanjutkan, “saya memperkirakan hampir 50 juta Korona (hampir 7 juta euro). Terkadang pada saat saya di London, saya kehilangan kontrol dan malam itu bisa berakhir dengan buruk.”

Penyerang asal Denmark tersebut akui telah belajar dari pengalamannya dan sekarang dia benar-benar hanya bermain dengan nominal kecil.

“Sekarang saya bermain dengan nominal kecil, 100 Korona (kira-kira 15 euro),” ujar Bendtner.

Nicklas Bendtner saat ini tidak memiliki klub. Terakhir kali dia bermain bersama tim ibukota Denmark, FC Copenhagen, pada akhir 2019. Kariernya hancur semenjak dia terkena kasus penyerangan supir taksi di Denmark pada 2018. Padahal pada saat itu dia menjadi andalan dari klub raksasa Norwegia, FC Rosenborg.

Saat ini Bendtner dan kekasihnya Philine Roepstorff memiliki sebuah acara reality show berjudul Bendtner and Philine yang saat ini tayang di Dplay, Discovery Network.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Transfer Terburuk Antonio Conte

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Antonio Conte dikenal sebagai salah satu pelatih terbaik di dunia sepak bola. Ia pun sempat menunjukkan kebolehannya ketika melatih Juventus, Chelsea, timnas Italia, dan kini Inter Milan

Selain itu, Antonio Conte juga dikenal sebagai salah satu sosok yang jeli di bursa transfer. Nama-nama seperti N’Golo Kante, Romelu Lukaku, hingga Andrea Pirlo dan Paul Pogba menjadi sejumlah transfer terbaik Conte.

Namun, ada juga sejumlah nama yang mencoreng reputasi Conte di bursa transfer. Berikut, www.old.football5star.com sudah merangkum 5 transfer terburuk Antonio Conte:

1. NICOLAS ANELKA
5 Transfer Terburuk Antonio Conte Nicolas Anelka The Sun
The Sun

Nicolas Anelka didatangkan Antonio Conte ke Juventus pada musim 2012-13. Ketika itu, Anelka didatangkan dengan kontrak pinjaman selama lima bulan dari klub Cina, Shanghai Shenhua.

Selama lima bulan bermain di Turin, Anelka hanya mampu mengoleksi tiga penampilan di semua kompetisi dan gagal mencetak gol. Namun, Anelka tetap berhasil mendapatkan medali juara Liga Italia.

2. NICKLAS BENDTNER
5 Transfer Terburuk Antonio Conte Nicklas Bendtner Bleacher Report
Bleacher Report

Sama seperti Anelka, Nicklas Bendtner juga didatangkan Conte ke Juventus pada musim 2012-13. Ketika itu, Bendtner mendarat di Turin dengan kontrak pinjaman dari Arsenal selama satu musim.

Di Turin, Bendtner gagal menunjukkan penampilan terbaiknya dan lebih sering menjadi penghangat bangku cadangan. Total, pemain asal Denmark itu hanya mampu mengoleksi 11 penampilan dan gagal mencetak gol. Meski tak mampu memberikan kontribusi berarti, Bendtner tetap berhak mendapatkan medali juara Liga Italia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Bendtner Masuk Penjara Setelah Aniaya Sopir Taksi

Banner Football Live StarFootball5star.com, Indonesia – Mantan penggawa Arsenal, Nicklas Bendtner, harus menelan pil pahit setelah dinyatakan bersalah dalam kasus penganiayaan yang ia lakukan September lalu. Pengadilan Denmark memutuskan untuk menjebloskan Bendtner ke penjara selama 50 hari.

Insiden penganiayaan tersebut ia lakukan kepada seorang sopir taksi di Copenhagen, Demnark. Kasus tersebut berawal dari keengganan pria 30 tahun itu untuk membayar ongkos taksi yang baru saja ia tumpangi. Sang sopir pun langsung mengejar Bendtner dan meminta ongkosnya.

Mantan penggawa timnas Denmark itu pun langsung memukul sang sopir di rahangnya. Akibat perbuatannya, sang sopir mengalami cedera patah rahang dan langsung mengadu ke pihak kepolisian setempat

Nicklas Bendtner - Penjara - Taksi
Daily Mirror

.

Tiga hari setelah insiden tersebut, Bendtner yang kini memperkuat klub asal Norwegia, Rosenborg, langsung menggelar konferensi pers dan meminta maaf atas perbuatanya. Beruntung, Rosenborg memutuskan untuk tak memecatnya.

“Saya baru saja terlibat di satu insiden yang sangat memalukan. Saya sangat sedih karena harus mengahadapi konsekuensi dari hasil perbuatan tak terpuji yang saya lakukan. Kepada seluruh suporter Rosenborg, saya meminta maaf karena telah melakukan suatu hal yang sangat memalukan,” ungkap Bendtner kala itu.

“Kepada seluruh rekan-rekan, saya meminta maaf karena hal ini telah membuat kami semua kehilangan fokus di saat-saat yang sangat genting. Saya juga ingin mengucapkan terima kasih atas pengertiannya,” pungkasnya mantan penggawa Juventus tersebut.

Hantam Sopir Taksi, Bendtner Akhirnya Minta Maaf

Banner Footbal Live Star-Football5star

 

Football5star.com, Indonesia – Setelah sempat bungkam, pemain asal Denmark, Nicklas Bendtner, akhirnya angkat suara soal pemukulan yang dilakukan pada sopir taksi. Dengan penuh penyesalan, pria yang kini bermain untuk klub Norwegia, Rosenborg, meminta maaf.

Kasus pemukulan itu terjadi di kampung halamannya, Dantaxa, Denmark, minggu lalu. Ketika itu ia baru saja keluar dari tempat hiburan malam bersama kekasihnya, Philine Roepstorff. Tapi tanpa alasan yang jelas, pemain berjuluk Lord itu melayangkan pukulan ke seorang sopir taksi.

Akibatnya, ia sempat ditangkap kepolisian. Namun, Bendtner akhirnya keluar setelah mendapat jaminan dari Rosenborg. Sadar dengan kekacauan yang telah dibuat, pemain 30 tahun itu mengaku menyesal. Menurutnya, apa yang dilakukan ketika itu di luar keinginannya.

eks arsenal nicklas bendtner ditangkap polisi sky it
sky.it

“Saya tidak membayangkan dalam imajinasi saya bahwa itu harus terjadi. Saya sangat sedih karena banyak orang yang dirugikan atas kejadian tersebut. Untuk penggemar Rosenborg dan semua pihak, saya minta maaf,” kata Bendtner seperti dilansir Daily Mail, Selasa (11/9/2018).

“Saya sangat menyesal tidak bisa menghindari situasi tersebut. Dengan segenap hati saya meminta maaf. Rosenborg lebih dari sekadar klub bagi saya. Di sini, saya seperti di rumah dengan keluarga baru. Saya mengulang semuanya di sini,” ia melanjutkan.

Selama kariernya, mantan penggawa Arsenal ini memang lebih sering berkutat dengan kontroversi. Akan tetapi, bersama Rosenborg, ia seperti terlahir kembali. Memperkuat juara Liga Norwegia sejak musim lalu, ia sukses mencetak 32 gol dari 71 laga. Bahkan di musim perdananya, Bendtner ditasbihkan sebagai top skorer kompetisi dengan raihan 19 gol.

Jotos Sopir Taksi, Mantan Pemain Arsenal Ditangkap Polisi

Football5star.com, Indonesia – Mantan striker Arsenal, Nicklas Bendtner, tersandung masalah hukum setelah memukul sopir perusahaan Dantaxa di Denmark, Minggu (9/9/2018).

Menurut laporan Sky Sports, pihak kepolisian telah menangkap Bendtner. Namun, beberapa kabar lain menyebutkan bahwa pemain 30 tahun itu bebas dari hukuman.

Dia kini berstatus pemain klub Norwegia, Rosenborg. Pemain berusia 30 tahun itu tidak masuk skuat Norwegia yang sedang berlaga di UEFA Nations League.

Nicklas Bendtner, Rosenborg
Nicklas Bendtner kini berseragam Rosenborg. Foto: sky.it

Hingga kini, pihak Rosenborg dan Federasi Sepak Bola Denmark (DBU) enggan memberi komentar perihal insiden yang melibatkan Bendtner.

Ketika masih menjadi pemain Arsenal, Bendtner pernah dipinjamkan ke Birmingham City, Sunderland dan Juventus. Dia meninggalkan Emirates Stadium pada 2014.

Bomber Rosenborg itu memang lebih terkenal karena kontroversi dibanding prestasi. Ini bukan pertama kalinya dia berurusan dengan pihak berwajib.

Berikut ini adalah 5 kontroversi yang pernah dilakukan Nicklas Bendtner:

nicklas bendtner-arsenal-denmark-reuters

  • Mei 2009 – Bendtner mengunjungi kelab malam di London hanya beberapa jam setelah Manchester United menghentikan langkah Arsenal menuju final Liga Champions. Dia sempat terlihat menurunkan celana jin hingga mata kaki.
  • September 2009 – Nyaris kehilangan nyawa setelah mengalami kecelakaan yang membuat mobil Aston Martin seharga 160 ribu pounds miliknya rusak parah. Dia menanggalkan celana dan hanya menggunakan celana dalam setelah insiden tersebut.
  • Juni 2012 – Melakukan selebrasi dengan memamerkan celana dalam bermerek perusahaan judi, Paddy Power, ketika Denmark berlaga di Euro 2012. Dia disanksi 80 ribu pounds dan larangan tampil satu laga.
  • Maret 2013 – Disanksi 100 ribu pounds dan larangan mengemudi selama tiga tahun karena mengendarai mobil dalam pengaruh alkohol yang berlebihan. Selain itu, dia dilarang memperkuat Denmark selama enam bulan.
  • November 2013 – Ditangkap pihak kepolisian yang dicurigai melakukan perusakan kriminal di blok apartemen mewahnya.

 

Sungguh bukan aksi yang terpuji. So, jangan ditiru ya, Guys!

Denmark Tanpa Bendtner di Piala Dunia 2018

Football Live Star Football5Star.com, Indonesia – Timnas Denmark dipastikan tampil di Piala Dunia 2018 tanpa striker Nicklas Bendtner. Dia termasuk pemain yang dicoret dari skuat oleh pelatih Age Hareide pada Minggu (3/6/2018).

Hareide terpaksa harus mencoret pemain berumur 30 tahun itu karena kondisinya yang tak fit. Bendtner belum pulih dari cedera pangkal paha yang didapatkan saat membela klubnya, Rosenborg.

Nicklas Bendtner tak bisa pulih saat menjalani pemusatan latihan timnas Denmark.
b.dk

Bendtner bukan satu-satunya figur penting yang terpaksa tak dibawa ke Piala Dunia 2018. Hareide juga harus menepikan bek Andreas Bjelland dengan alasan yang sama, yakni cedera.

“Kami tak yakin mereka akan fit tepat waktu untuk melakoni laga pertama melawan Peru. Waktu yang ada sangat sempit, sementara laga itu sangat penting,” ungkap Hareide seperti dikutip Football5Star.com dari akun Twitter resmi DBU.

Hareide tak mau mengambil risiko. Dia hanya mau membawa pemain-pemain yang fit. Itu karena dia menilai perjuangan di Piala Dunia 2018 nanti akan sangat berat.

“Sangat mungkin kami akan bertarung dengan Peru dan Australia untuk memperebutkan posisi kedua. Itu sebabnya, sangat penting untuk mengawali dengan baik dan memiliki pemain-pemain yang fit,” tambah pelatih berumur 64 tahun itu.

Kehilangan Bendtner sebenarnya tidaklah berpengaruh besar. Di kualifikasi, dia hanya turun dalam 5 laga. Itu pun hanya sekali dia turun sebagai starter.

Beda halnya dengan Bjelland yang turun sebagai starter dalam 6 laga yang dilakoni timnas Denmark, termasuk dua laga play-off melawan Rep. Irlandia.

Eriksen dan Schmeichel, Kunci Denmark Menuju Piala Dunia 2018

Football5star.com, Indonesia – Thomas Sorensen mengklaim bahwa Christian Eriksen dan Kasper Schmeichel adalah kunci bagi Denmark untuk bisa lolos ke putaran final Piala Dunia. Mereka dijadwalkan menghadapi Republik Irlandia dalam laga leg pertama play-off Piala Dunia pada Minggu (12/11/2017).

Eriksen memang merupakan andalan lini tengah Tim Dinamit sepanjang babak kualifikasi. Ia total menyumbangkan delapan gol. Sedangkan, Schmeichel adalah palang pintu yang tangguh di bawah mistar gawang.

Sorensen berharap kedua pemain tersebut dapat kembali menunjukkan kualitasnya ketika melawan Irlandia.

kasper schmeichel, denmark

“Laga melawan Irlandia tidak akan mudah. Anda pasti tahu bahwa mereka adalah tim dengan banyak pemain berpengalaman di Premier League. Saya pikir pertandingan akan berjalan sangat ketat, tetapi saya berharap Eriksen dan Schmeichel bisa jadi pembeda,” kata Sorensen kepada Sky Sports.

“Menurut saya, Irlandia tidak memiliki pemain yang memiliki kemampuan individu untuk menciptakan hal spesial. Semoga saja, Denmark memiliknya dalam diri dua pemain tersebut dan bisa mengambil keuntungan,” tutur pria berusia 41 tahun itu.

Dalam kesempatan yang sama, Sorensen juga mengatakan bahwa penyerang Nicklas Bendtner patut mendapatkan perhatian.

Untuk diketahui, sejak direkrut oleh Rosenborg dari Nottingham Forest pada Maret 2017, mantan pemain Arsenal tersebut total telah mencetak 21 gol dalam 41 pertandingan di seluruh kompetisi.

“Ia memang mengalami kesulitan dalam beberapa tahun terakhir, tetapi ia telah kembali menemukan sentuhan terbaik dan tentu bisa memegang peranan penting,” ucap Sorensen.

Cara Unik Nicklas Bendtner Rayakan Gol

Football5star.com, Indonesia – Penyerang Rosenborg BK, Nicklas Bendtner melakukan selebrasi gol yang tidak biasa. Pada pertandingan Liga Norwegia saat menjamu Kristiansund di Stadion Lerkendal pekan lalu, mantan pemain Arsenal tersebut berteriak kepada rekan setimnya, Milan Jevtovic, usai membawa timnya unggul 3-1.

Semuanya berawal dari serangan balik Rosenborg di depan kotak penalti Kristiansund. Jovetic, yang saat itu menguasai bola, lebih memilih menembak bola. Padahal, Bendtner sedang kosong dan memintanya untuk mengoper.

Alhasil, bola tendangan Jevtovic membentur barisan pertahanan tim tamu. Bola liar mengarah ke Bendtner yang langsung menyambarnya. Bukan melakukan selebrasi layaknya pemain lain. Bendtner justru protes ke Jevtovic karena tidak mengopernya dari awal. Reaksi tersebut langsung mengundang tawa dari rekan setimnya yang ikut merayakan gol tersebut. Pertandingan pun mereka tutup dengan kemenangan 4-1 setelah Jevtovic akhirnya mencetak gol semenit berselang.

Bukan kali ini saja Bendtner melakukan hal absurd usai mencetak gol. Ia pernah melakukannya pada gelaran Euro 2012 lima tahun lalu di Polandia dan Ukraina.

Setelah mencetak gol ke gawang Portugal, ia menarik celananya dan memperlihatkan celana dalam bertuliskan Paddy Power, sebuah agen judi asal Skotlandia.

UEFA langsung bertindak tegas dengan menjatuhkan sanksi denda kepada striker timnas Denmark tersebut sebesar 80 ribu pounds. Otoritas tertinggi sepak bola Eropa tersebut menganggap, Bendtner telah melanggar aturan larangan iklan non sponsor pada pakaian pemain.

Berita Bola: Dukungan Wenger untuk Nicklas Bendtner

Manajer Arsenal Arsene Wenger mendukung Nicklas Bendtner untuk bersinar di Nottingham Forest. Ia yakin Bendtner masih memiliki kesempatan untuk memperbaiki kariernya.

The Gunners menang 4-0 atas Nottingham Forest pada putaran ketiga Piala FA di The City Ground, Rabu (21/9/2016) dinihari WIB. Gol The Gunners dicetak Xhaka, Alex Oxlade-Chamberlain dan Perez (dua gol).

Dalam laga itu, Bendtner bermain selama 90 menit. Ia memang gagal mencetak gol, namun Wenger percaya Bendtner akan bangkit bersama Nottingham musim ini.

“Nottingham kerja keras dan mempersulit kami. Nottingham adalah tim yang bagus dan mereka memberi segalanya malam ini,” kata Wenger di Goal.

“Saya pikir jika Bendtner fit, punya tekad besar dan agresif, seperti malam ini, maka itulah apa yang Anda inginkan darinya. Dia baru 28 tahun, jadi jika dia bisa tetap fit, ia bisa kembali ke level atas. Nicklas Bendtner yang lapar bisa mencetak gol melawan siapa pun.”

“Dia cerdas dan dia jujur. Dia tahu bahwa dia telah membuat beberapa kesalahan dalam kariernya, tetapi ia memiliki kualitas untuk mendapatkan karier yang pantas ia dapatkan,” Wenger menambahkan.

Berita Bola: Bendtner Siap Rayakan Gol ke Gawang Arsenal

Striker Nottingham Forest Nicklas Bendtner mengatakan dirinya bakal merayakan gol ke gawang mantan klubnya Arsenal. Namun, ia mengaku takkan melakukannya secara berlebihan.

Arsenal akan menghadapi Nottingham Forest di Piala Liga, Selasa (20/9/2016). Bendtner yang telah menandatangani kontrak selama dua tahun dengan Nottingham, bakal jadi starter di laga nanti.

“Aku benar-benar sangat menantikan pertandingan besar di stadion yang tiketnya terjual habis. Aku yakin akan ada menjadi atmosfer yang hebat,” kata Bendtner di Goal.

“Ini akan menjadi pertandingan sulit melawan Arsenal yang kuat, tapi kami sangat yakin. Aku akan merayakan jika mencetak gol, tapi aku tidak akan gila. Aku memiliki banyak cinta dan menghormati Arsenal sebagai klub.”

“Kami underdog dan kami harus mengeluarkan kemampuan terbaik untuk mendapatkan kesempatan. Tapi, kami siap dan kami tahu apapun bisa terjadi.”

“Kami telah melihat bahwa kami bisa bermain sepak bola yang baik, tapi kami harus kuat. Kami telah kebobolan terlalu banyak gol dalam beberapa pertandingan terakhir,” Bendtner menambahkan.

Arsenal: Wenger Terkejut Bendtner Gabung Nottingham Forest

Manajer Arsenal, Arsene Wenger, mengaku terkejut ketika mengetahui Nicklas Bendtner bergabung dengan klub Championship, Nottingham Forest.

Bendtner pernah sembilan tahun bermain bersama Arsenal. Namun, karena performanya terus menurun, ia dipinjamkan ke berbagai klub, seperti Birmingham City, Sunderland, dan Juventus. Ia kemudian memutuskan untuk hengkang secara permanen ke Wolfsburg pada 2014.

Setelah kontraknya bersama Wolfsburg diputus April silam, penyerang asal Denmark tersebut bergabung dengan Forest pada bulan ini.

Menjelang laga Piala Liga Inggris antara Arsenal melawan Forest, Rabu (21/9), Wenger mendukung keputusan Bendtner untuk membangun kembali kariernya dari awal.

“Tentu saja ia memiliki hal untuk dibuktikan. Ia bermain di level yang di mana ia tidak terbiasa,” ujar Wenger seperti yang dikutip oleh Guardian.

“Tetapi, ia memulai kariernya dengan sangat baik di level ini bersama Birmingham City dan (manajer) Steve Bruce. Nicklas cukup berkonsentrasi untuk menunjukkan bahwa ia bisa kembali berjuang.”

“Mengejutkan bagi saya bahwa Nicklas bergabung dengan Nottingham Forest. Tetapi, pada satu tahap, Nicklas memang harus memulai ulang kariernya.”

“Anda harus beradapatasi. Kami berada di sebuah pekerjaan di mana kami harus menunjukkan bahwa kami mampu berjuang dan bersaing di manapun. Terkadang, jika anda adalah seorang pemain dengan kualitas sepertinya, anda hanya membutuhkan kesempatan. Kami mengetahui kualitasnya. Ia adalah pemain berkualitas top, tetapi ia butuh menit bermain,” tambah dirinya.

Eksperimen Gagal Wolfsburg Bernama Nicklas Bendtner

Sebuah eksperimen pasti ada yang sukses dan ada juga yang gagal. Begitu pula dengan dengan hasil coba-coba Wolfsburg saat merekrut Nicklas Bendtner yang berujung pahit.

Bendtner didatangkan Wolfsburg pada Agustus 2014 dengan harapan mampu menunjang lini depan tim asuhan Dieter Hecking tersebut. Namun, 1,5 tahun lebih berjalan, kenyataan tak sesuai harapan.

Pemain asal Denmark itu justru lebih sering menghiasi surat kabar dengan tindak-tanduk kontroversialnya di luar lapangan ketimbang aksinya di atas rumput hijau lewat gol-golnya.

Banyak aksi tak profesional yang dilakukan Bendtner seperti telat datang latihan karena ketiduran. Bahkan, dia pernah berpose dengan mobil Mercedes Benz meski Wolfsburg disponsori Volkswagen yang merupakan pesaing utamanya.

Wolfsburg pun lantas menjatuhkan beberapa hukuman untuk Bendtner, seperti denda dalam jumlah besar dan bahkan tidak diperbolehkan latihan bersama tim utama.

Sampai akhirnya pihak klub kehabisan kesabaran dan memutuskan untuk menghentikan kontrak Bendtner per pekan ini, dari awalnya sampai Juni 2017.

“Merekrut Bendtner merupakan sebuah eksperimen dan itu bukanlah eksperimen yang sukses,” ucap CEO Wolfsburg Klaus Allofs seperti dilansir Soccerway.

“Bendtner adalah sebuah perjudian yang saat itu layak diambil. Bakatnya luar biasa. Kami iri pada Arsenal ketika Nicklas masih jadi pemain muda. Tapi bakat saja tak cukup, sambungnya.

“Nicklas adalah sosok berantakan, ia melukai kariernya sendiri. Tentu saja kami tak senang dan kecewa ia tidak bisa memenuhi potensinya di Wolfsburg,” sebutnya.

Selama membela Wolfsburg, pemain 28 tahun itu tampil 47 kali di seluruh kompetisi dengan torehan sembilan gol.

Wolfsburg Dan Bendtner Segera Berpisah Jalan

Wolfsburg dikabarkan siap untuk memutuskan kontrak penyerang Nicklas Bendtner dalam waktu dekat.

Bendtner bergabung dengan Woflsburg dengan status bebas transfer dari Arsenal pada tahun 2014, tetapi ia gagal menampilkan performa yang memuaskan.

Pemain asal Denmark tersebut juga beberapa kali sempat diberikan sanksi oleh pihak klub karena kasus indisipliner, salah satunya adalah terlambat datang ke sesi latihan.

Dalam dua pekan terakhir, Bendtner telah berlatih sendiri dan direktur olahraga klub, Klaus Allofs, menyatakan bahwa pihak klub berharap dapat menemukan jalan keluar secepat mungkin.

“Kami telah berbicara beberapa kali dengan agennya dan berusaha mencari solusi. Saya pikir kami akan mengambil keputusan dalam waktu dekat,” ujar Allofs seperti yang dikutip oleh Guardian.

“Untuk sementara, kami telah memutuskan bahwa ia tidak akan berlatih bersama skuat. Fakta bahwa belakangan ia berlatih sendiri adalah sesuatu yang kami tidak ingin terus berjalan,” tambah dirinya.

Sepanjang kariernya di Volkswagen Arena, pemain berusia 28 tahun tersebut baru mencetak tiga gol dari 31 pertandingan di ajang Bundesliga.

Sebagai informasi tambahan, kontrak Bendtner bersama Wolfsburg sejatinya masih tersisa hingga Juni 2017 mendatang.

Bendtner Didenda Karena Ketiduran

Ada-ada saja ulah Nicklas Bendtner. Striker VfL Wolfsburg itu didenda klubnya karena ketiduran dan telat datang latihan. Tidak kurang dari 2.250 euro harus disetor Bendtner.

Pemain asal Denmark itu terlambat datang ke sesi latihan klub pada hari Senin (14/3) lalu. Bendtner telat selama 45 menit. Manajemen Wolfsburg berang dan langsung menjatuhkan denda.

Bendtner dijatuhi denda sebesar 50 euro per menit waktu keterlambatannya. Mantan pemain Arsenal itu tak menampik kesalahannya. Dia mengaku ketiduran sehingga telat latihan.

“Ini salah saya. Saya ketiduran dan tak mendengar alarm berbunyi,” bilang Bendtner.

Kejadian ini melengkapi hari-hari buruk yang tengah dilalui Bendtner. Oleh pelatih Dieter Hecking, striker 28 tahun itu tidak dimasukkan ke dalam skuat Wolfsburg dalam enam laga beruntun.

Bukan kali ini saja Bendtner berulah dan dijatuhi denda oleh Wolfsburg. Februari lalu, dia pun didenda oleh klubnya karena hal sepele. Ceritanya, Bendtner berfoto bersama mobil Mercedes dan mengunggah ke akun media sosial. Masalahnya, Mercedes adalah rival bisnis sponsor utama Wolfsburg, Volkswagen.

Soal denda, tak hanya di level klub saja Bendtner mendapatkannya. Timnas Denmark juga pernah menghukumnya dengan denda sebesar 80 ribu poundsterling. Penyebabnya juga hal sepele.

Bendtner tampil dengan underwear yang tertera nama seorang bandar judi. Kejadian itu terjadi empat tahun lalu jelang laga antara Denmark dan Portugal di Piala Eropa 2012.

Tackle Kepada Bendtner Mengubah Nasib Mascherano di Barcelona

Javier Mascherano kini mantap menjadi andalan Barcelona di lini belakang. Namun, jika tidak melakukan tackle terhadap Nicklas Bendter, Mascherano mengaku kisahnya di El Barca bisa saja berbeda.

Mascherano mengungkap kisah di atas lapangan pada musim 2010-11 yang merupakan musim perdananya di Camp Nou. Saat itu, dia ikut berlaga melawan Arsenal di leg kedua babak 16-besar Liga Champions.

Kala itu, Barcelona tengah memimpin 3-1 di Camp Nou. Mereka akan lolos kalau bisa mempertahankan hasil karena pada pertemuan pertama menyerah kalah 1-2 dari The Gunners. Namun, pada menit ke-90, Arsenal mendapatkan peluang mencetak gol melalui Bendtner.

Jack Wilshere memberi umpan yang membuat Bendtner tinggal berhadapan dengan kiper Barcelona, Victor Valdes. Kalau Bendtner mencetak gol, El Barca bakal tersingkir karena kalah agresivitas gol tandang. Sadar atas bahaya itu, Mascherano memutuskan melakukan tackle kepada Bendtner. Tindakan itu dinilai Mascherano sebagai kejadian yang mengubah kariernya di Barcelona.

“Sejujurnya, setelah lima, enam bulan, saya berpikir tidak akan bisa bertahan lama di sini. Karakteristikku berbeda dengan yang diusung Barcelona. Momen itu mencatatkan diri saya. Jika Bendtner bisa mengontrol bola dan bergerak ke arah sebaliknya, dia akan lolos dari saya, dan saya tidak tahu apa yang akan terjadi,” kisah Mascherano.

Akan tetapi, Mascherano bisa menggagalkan upaya Bendter. Skor 3-1 terus bertahan sehingga Barcelona menyingkirkan Arsenal. “Tapi, itu terjadi seperti yang sudah tercipta dan kami berakhir dengan memenangi Liga Champions. Semuanya berjalan baik,” kata Mascherano.

Pamer Mobil Baru, Bendtner Didenda Wolfsburg

Maksud hati ingin memamerkan mobil baru, striker VfL Wolfsburg, Nicklas Bendtner justru kena batunya.

Lewat akun Instagram pribadinya, Bendtner mengunggah foto dengan mobil bermerek Mercedez-Benz yang notabene pesaing Volkswagen selaku pemilik Wolfsburg. Pemain timnas Denmark itu akhirnya dijatuhi denda oleh Wolfsburg.

nicklas bendtner

Tindakan indisipliner Bendtner mendapat kritik tajam dari Direktur Olahraga Wolfsburg, Klaus Allofs. “Itu tindakan yang ceroboh,” rutuknya, seperti dilansir Soccerway.

Bendtner absen dari skuat Wolfsburg saat menang 3-2 dalam leg pertama babak 16-Besar Liga Champions kontra Gent tengah pekan ini. Dia digosipkan tengah dilirik sejumlah klub Cina yang belakangan banyak memboyong pemain-pemain top Eropa.

“Saya bisa memastikan ada beberapa tawaran dari Cina untuk Nicklas Bendtner pada jeda musim dingin,” terang Allofs.

“Akan tetapi, tidak ada satu pun tawaran resmi yang membuat kami sangat mempertimbangkan untuk melepas dia,” imbuhnya.

Bukan pertama kalinya Bendtner membuat ulah. Mantan striker Arsenal itu pernah dituduh mengancam sopir taksi dan diduga mabuk di Copenhagen, Denmark, pada Maret 2014. Beberapa bulan kemudian, dia mengunggah foto bugilnya lewat Twitter.

Sayangnya, ulah Bendtner tidak bisa ditutupi dengan performa di lapangan. Dia baru tampil 19 kali di berbagai ajang dan mencetak empat gol bagi Wolfsburg musim ini.

Bendtner Berminat Balik Ke Premier League

Penyerang Wolfsburg, Nicklas Bendtner, dikabarkan tengah mempertimbangkan tawaran untuk kembali bermain di Premier League bersama Newcastle United.

Sejak bergabung dengan Wolfsburg pada bursa transfer musim panas 2014-15 dengan status bebas transfer, Bendtner memang tidak pernah benar-benar menjadi pilihan utama. Namun, di musim ini, ia semakin jarang mendapatkan kesempatan bermain.

Hingga pekan ke-17 Bundesliga 1, pemain asal Denmark tersebut baru bermain dalam 10 pertandingan, yang tujuh kali di antaranya adalah sebagai pemain pengganti.

Metro melansir bahwa Bendtner berpeluang untuk kembali merumput di Liga Inggris. Ia tengah menjadi salah satu incaran utama Newcastle pada bursa transfer Januari ini. Sang penyerang sendiri dikabarkan tidak menutup peluang untuk hengkang dari Volkswagen Arena meski kontraknya masih tersisa hingga tahun 2017.

Kehadiran Bendtner, yang pernah bermain di Premier League bersama Sunderland dan Arsenal pada tahun 2007 hingga 2012, diharapkan dapat membantu The Toon Army untuk lolos dari jeratan zona degradasi. Mereka saat ini berada di peringkat ke-19 klasemen sementara dengan total raihan 18 poin, hasil dari empat kali menang dan enam kali imbang.

Jika benar Newcastle memboyong pemain berusia 27 tahun tersebut, ia akan menjadi pemain ketiga yang datang ke St. James Park pada bursa transfer musim dingin ini setelah Jonjo Shelvey dan Henri Saivet.

Dapat Gelar Sindiran ‘Lord’, Ini Reaksi Bendtner

Striker Wolfsburg, Nicklas Bendtner, merasa kecewa dengan persepsi publik yang menganggap dirinya sebagai seorang pemain “badut”. Dia merasa publik tidak memberikan penilaian yang adil kepada dirinya.

Seperti diketahui, Bendtner adalah pemain yang sering mengeluarkan kata-kata unik ketika berhadapan dengan media. Tak heran Bendtner mendapatkan gelar ‘Lord’ yang sesungguhnya merupakan sebuah sindiran terhadap tingkah polahnya.

“Aku tidak lagi mengabulkan semua permintaan wawancara. Aku lelah digambarkan sebagai seorang idiot,” ujar Bendtner, dilansir The Guardian.

Ketidakpercayaan Bendtner pada media juga berlanjut soal hambatannya di musim ini yaitu jarang mendapatkan waktu bermain. Eks ujung tombak Arsenal ini hanya diturunkan sebagai pemain inti di tiga pertandingan musim ini dan lebih sering masuk ke lapangan dengan status sebagai pemain cadangan.

“Jurnalis yang aku percayai sekalipun tidak bisa menggambarkan kekecewaan saya ketika tidak bermain,” sambungnya.

Terlepas dari kekecewaannya dengan media dan juga kegelisahannya karena tidak bermain, Bendtner masih yakin ia bisa menjadi penyerang di klub papan atas Eropa. Ia juga siap membuktikan kata-katanya dengan usaha keras.

“Anda bisa bertanya kepada siapapun di Wolfsburg: Apakah Nicklas ada di pusat kebugaran sebelum berlatih? Apakah Nicklas ada di pusat kebugaran setelah berlatih? Dan semua orang akan mengonfirmasi bahwa aku melakukan hal-hal itu.”

Bendtner menyiratkan bahwa ia sedang membangun fisiknya terutama karena ia sering dikritik malas berlari untuk membantu pertahanan. Menurutnya, hal ini baru ia ketahui.

“Aku selalu memiliki gairah yang besar, namun terkadang tidak diimbangi dengan sudut pandang yang benar. Aku selalu berpikir bahwa kewajiban penyerang hanya untuk mencetak gol,” tuntas dia.