Zinchenko Sebut Inggris Tidak Sempurna dan Punya Kelemahan

gamespool
Zinchenko Sebut Inggris Tidak Sempurna dan Punya Kelemahan 4

Football5Star.com, Indonesia – Bintang Ukraina, Oleksandr Zinchenko, percaya Ukraina bisa mengejutkan Inggris walaupun tentu saja timnya bukan yang diunggulkan. Zinchenko menyebut bahwa semua tim tidak sempurna dan punya kelemahan, termasuk Inggris.

Ukraina berhasil lolos ke perempat final Euro 2020 dan akan bertemu Inggris, Minggu (4/7/21). The Three Lions datang ke laga itu dengan rekor tak pernah kebobolan sepanjang turnamen. Tapi Zinchenko percaya mereka punya kelemahan.

Ruslan Malinovskyi - Inggris - Associated Press
Associated Press

“Angka berbicara sendiri, dan fakta bahwa Inggris belum kebobolan gol sejauh ini menunjukkan bahwa mereka bermain sangat baik di pertahanan. Tapi tidak ada tim yang sempurna. Setiap tim memiliki kelemahan,” ucap Zinchenko seperti dikutip Football5Star.com dari The Sun.

Pemain Manchester City itu melanjutkan, “Selama beberapa tahun terakhir saya telah bermain dengan Kyle Walker dan John Stones, dan mereka bermain di level yang sangat tinggi. Dan musim lalu mereka bermain luar biasa. Itu tidak akan mudah, kami tahu. Tetapi pada tahap turnamen ini, semuanya mungkin.”

Zinchenko menyadari bahwa jika Ukraina ingin mengalahkan Inggris, para pemain harus mengerahkan lebih dari 100 persen kemampuan mereka.

“Tim pelatih akan memberi tahu kami bagaimana cara mencetak gol dan kami akan melakukan yang terbaik, kami akan mencoba mengejutkan mereka. Tetapi kami menyadari bahwa untuk lolos, semua pemain dan seluruh tim, mereka mungkin harus memainkan permainan terbaik dalam hidup mereka.” kata Zinchenko.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Lawan Inggris, Zinchenko Waspadai Raheem Sterling

gamespool
Lawan Inggris, Zinchenko Waspadai Raheem Sterling 8

Football5Star.com, Indonesia – Bintang timnas Ukraina, Oleksandr Zinchenko, mewaspadai satu pemain saat Ukraina akan berhadapan dengan Inggris di perempat final Euro 2020 nanti. Pemain itu adalah rekan timnya di Manchester City, Raheem Sterling.

Ukraina berhasil mengalahkan Swedia di babak 16 besar Euro 2020 dengan skor 2-1, (30/6/21). Zinchenko berhasil mencetak satu gol dan satu assist di laga itu dan dia dinobatkan menjadi Man of the Match.

Andriy Shevchenko Tegaskan Ukraina Tak Takut Lawan Inggris 2
@Euro2020

“Sulit bagi saya untuk menyesuaikan diri karena banyak kritik dicurahkan kepada seluruh tim dan khususnya kepada saya. Hari ini, kami telah membuktikan kepada seluruh Eropa bahwa kami dapat mencapai tujuan kami,” ucap Oleksandr Zinchenko seperti dikutip Football5Star.com dari Daily Mail.

Zinchenko melanjutkan, “Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada para fans, semua orang yang berhasil datang ke stadion. Ini adalah pencapaian bersejarah dan mereka harus bersukacita karena momen seperti ini jarang terjadi.

Hasil ini membuat Ukraina akan bertemu Inggris yang mengalahkan Jerman di babak 16 besar. Zinchenko mewaspadai rekan setimnya, Raheem Sterling yang sudah mencetak tiga gol di kompetisi ini.

“Sterling adalah salah satu pemain sayap terbaik di dunia dan saat ini dia membuat semua perbedaan untuk Inggris. Kami harus berada di pertahanan terbaik kami untuk menghentikannya, tetapi itu akan sulit karena dia sedang dalam performa bagus,” kata Oleksandr Zinchenko.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Pasang Target Tinggi, Oleksandr Zinchenko Malah Dimarahi Pep Guardiola

gamespool
Pasang Target Tinggi, Oleksandr Zinchenko Malah Dimarahi Pep Guardiola 11

Football5star.com, Indonesia – Oleksandr Zinchenko merasa sangat yakin Manchester City akan bisa mengulangi capaian Bayern Munich yang menyapu bersih semua gelar. Namun, target tinggi Zinchenko direstui manajer The Cityzens, Pep Guardiola.

Manchester City memang masih memiliki peluang besar untuk menyapu bersih semua gelar musim ini. Mereka memuncaki klasemen Liga Inggris, akan berlaga di final Carabao Cup serta masih menjadi peserta Piala FA serta Liga Champions.

“Musim lalu, Bayern berhasil memenangkan semua gelar. Selain itu, Barcelona juga pernah mencatat prestasi serupa ketika dilatih Pep Guardiola,” ujar Oleksandr Zinchenko dikutip football5star dari laman resmi UEFA.

“Kami masih memiliki peluang untuk meraih semua gelar yang ada. Selain itu, kami juga memiliki skuat luar biasa yang dihuni pemain-pemain hebat. Jadi, kenapa tidak?” sambung Zinchenko.

Pernyataan tersebut langsung membuat Guardiola gusar. Ia mengingatkan Zinchenko agar tetap fokus menatap partai leg II babak 16 besar Liga Champions melawan Gladbach dan tidak memikirkan gelar.

“Saya lebih tua dari Zinchenko dan punya lebih banyak pengalaman. Saya tidak setuju dengan apa yang ia katakan. Zinchenko harusnya hanya fokus memikirkan pertandingan melawan Gladbach,” ucap Guardiola.

“Sebelumnya, tak ada klub Inggris yang berhasil meraih empat gelar dalam satu musim. Saya rasa, kami bukanlah klub Inggris pertama yang bakal mencatat prestasi tersebut,” tandas Guardiola.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Zinchenko Tanda Tangan Kontrak Baru dengan Manchester City

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, IndonesiaOleksandr Zinchenko telah menandatangani perpanjangan kontrak selama tiga tahun bersama Manchester City. Kesepakatan baru itu membuat bek berusia 22 tahun menetap di Stadion Etihad sampai musim panas 2024.

Oleksandr Zinchenko asal Ukraina bermain 29 pertandingan di semua kompetisi dan mencetak satu gol sepanjang musim 2018-19. Berkat performa meyakinkan tersebut, Kamis (20/6/2019), Manchester City dan Zinchenko mencapai kesepakatan kontrak baru.

Zinchenko kerap bermain sebagai bek kiri menggantikan Benjamin Mendy yang mengalami kendala cedera lutut. Ia turut andil mengantarkan Man City Liga Inggris, Piala FA dan Piala Liga.

“Sulit untuk menyatakan betapa bahagianya saya menandatangani perjanjian ini. Klub ini menawarkan segala yang dibutuhkan pemain untuk ditingkatkan dan dikembangkan, jadi berada di sini selama lima tahun lagi adalah suatu kehormatan,” kata Zinchenko.

“Musim ini menunjukkan kami dibangun untuk sukses. Sungguh luar biasa terlibat dalam kampanye bersejarah semacam ini dan saya tidak akan pernah melupakannya,” tambah Zinchenko memberikan pernyataan mengenai penandatanganan kontrak baru.

Sementara, Txiki Begiristain selaku direktur sepakbola Manchester City menilai Zinchenko sebagai pemain berbakat dan masuk dalam program jangka panjang The Citizens. Sebab itu, klub memberinya kontrak baru.

“Zinchenko telah menunjukkan dalam dua musim terakhir betapa berbakatnya dia. Muda, lapar, dan sudah menjadi pemain internasional yang mapan, ia sangat cocok dengan strategi jangka panjang kami. Kami senang dia ingin tinggal di sini,” kata Txiki Begiristain.

Oleksandr Zinchenko didatangkan Manchester City dari FC Ufa pada musim panas tahun 2016 dan sempat dipinjamkan ke PSV sebelum menembus skuat utama The Citizens.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Nakal! Oleksandr Zinchenko Cium Reporter yang Mewawancarainya

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Ada-ada saja ulah tengil pesepak bola. Terbaru, tengok saja ulah Oleksandr Zinchenko selepas timnas Ukraina menang 5-0 atas Serbia, Sabtu (8/6/2019) dini hari WIB. Dia tak ragu mencium reporter yang mewawancarainya selepas laga lanjutan Kualifikasi Piala Eropa 2020 itu.

Seperti biasa, setelah pertandingan, beberapa pemain dicegat reporter televisi untuk dimintai komentar dan disiarkan secara langsung. Selepas partai Ukraina vs Serbia, reporter Vlada Shcheglova memilih Oleksandr Zinchenko untuk diwawancara.

Tak dinyana, respons pemain Manchester City itu sungguh mengejutkan. Belum tuntas Vlada mengajukan pertanyaan, dia mendaratkan ciuman ke leher sang reporter cantik. Dia lantas berjalan ke depan kamera sambil melemparkan senyum nakal.

Kontan saja, hal itu menjadi candaan host dan komentator di studio. Merespons hal itu, Vlada Shcheglova tersipu-sipu, lalu menutup mukanya dengan papan jalan yang dipegangnya.

Belakangan diketahui, Oleksandr Zinchenko dan Vlada Shcheglova ternyata berkawan akrab. Mereka kerap berfoto bersama. Pada perhelatan Piala Eropa 2016, sang reporter dikenal sebagai fan fanatik timnas Ukraina. Dia selalu hadir dalam setiap pertandingan yang dilakoni tim pecahan Uni Soviet itu.

Dalam sebuah kesempatan, Vlada Shcheglova tertangkap kamera tengah berada di stadion dengan memakai kostum timnas Ukraina. Nama yang tertera di bagian belakang kostum itu adalah Oleksandr Zinchenko. Mengingat hubungan dekat itu, Russia Today memperkirakan ciuman sang pemain tak akan berbuah sanksi dari pihak terkait.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Bek Man. City Dambakan Kontrak Baru

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Bek kiri Manchester City, Oleksandr Zinchenko, mengungkapkan harapannya untuk bisa bertahan lebih lama di Stadion Etihad.

Zinchenko menjadi salah satu alternatif manajer Pep Guardiola untuk mengisi pos bek kiri saat Benjamin Mendy absen karena cedera pada musim 2018-19.

Pemain berkebangsaan Ukraina tersebut mencatatkan 29 penampilan dengan satu gol dan lima assist bersama Manchester City di berbagai ajang. Dia masih memiki kontrak hingga Juni 2020.

“Itu catatan yang bagus dan saya berharap diri saya membawa keberuntungan bagi tim. Saya berharap hal tersebut terus berlanjut pada musim depan,” kata Oleksandr Zinchenko, seperti dilansir Sport360.

“Saya ingin mengembangkan permainan lebih jauh dan merasa siap. Itu alasan saya bergabung dengan klub ini. Saya ingin membela klub ini pada masa yang akan datang,” tutur pemain berusia 22 tahun tersebut.

“Saya sangat menikmati waktu saya di tim ini dan saat bermain. Saya sangat bahagia menjadi bagian dari klub ini. Kita lihat saja apa yang akan terjadi dengan kontrak saya. Saya berharap menjadi lebih baik dan tetap menjadi bagian dari tim ini,” ujarnya.

Oleksandr Zinchenko mencatatkan satu gol dan lima assist dari 29 penampilan bersama Manchester City musim ini. Dia juga turut berjasa membantu The Citizens meraih trofi Premier League, Piala FA dan Piala Liga Inggris.

Pep Guardiola gusar karena Oleksandr Zinchenko kemungkinan absen membela Manchester City pada semifinal Piala FA.
Oleksandra Zinchenko (Foto: standard.co.uk)

“Ini musim yang luar biasa. Saya tidak bisa menggambarkan momen ini dan kami membuat sejarah, tidak ada yang bisa mengambil trofi dari kami, tetapi saya juga melihat gairah tim ini untuk mencapai yang lebih,” tutur Zinchenko.

“Kami hanya perlu menunjukkan kualitas dalam setiap laga ke depannya. Kami ingin menjadi klub terbesar di Inggris. Itu target dan kami hanya perlu meningkatkan kemampuan. Terutama saya, karena saya tahu bisa menjadi lebih baik,” ujarnya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Pep Guardiola Tak Yakin Zinchenko Siap untuk Semifinal Piala FA

Football5Star.com, Indonesia – Di balik kemenangan 2-0 yang diraih Manchester City atas Cardiff City, Kamis (4/4/2019) dini hari WIB, ada kecemasan yang dirasakan Pep Guardiola. Dalam pertandingan itu, Oleksandr Zinchenko yang diandalkan di sektor bek kiri mengalami cedera.

Selepas pertandingan, Pep Guardiola mengungkapkan dirinya tak yakin Zinchenko dapat bermain pada semifinal Piala FA, akhir pekan nanti. Dia pun belum dapat memanstikan pemain yang akan mengisi slot bek kiri pada laga itu.

“Sepertinya tidak bagus. Saat ini, saya tak tahu persisnya, tapi sepertinya tak bagus untuk pertandingan berikut,” ujar Pep Guardiola setelah pertandingan seperti dikutip Football5Star.com dari Manchester Evening News.

Oleksandr Zinchenko membuat Pep Guardiola gusar jelang Manchester City jalani semifinal Piala FA.
standard.co.uk

Hal tersebut membuat mantan pelatih Barcelona itu gusar. pasalnya, dia merasa opsi di sektor bek kiri sangat terbatas di skuat Manchester City. Fabian Delph masih dibekap cedera, sedangkan Benjamin Mendy baru kembali menjalani latihan setelah lama terpuruk karena cedera.

Soal pemain yang akan mengisi pos di sisi kiri pertahanan Manchester City pada akhir pekan nanti, Pep Guardiola berkata, “Kami akan lihat besok bagaimana dia berlatih dan bagaimana perasaannya. Namun, yang pasti, kami tak punya banyak opsi.”

Menilik opsi yang ada, satu-satunya pemain yang biasa bermain sebagai bek kiri di Manchester City musim ini adalah Danilo. Pemain yang aslinya berposisi bek kanan itu tercatat telah lima kali turun sebagai bek kiri. Itu termasuk pergeseran posisinya dari bek kanan ke bek kiri saat Zinchenko harus keluar dari lapangan pada laga melawan Cardiff.

Manchester City akan menghadapi Brighton & Hove Albion pada semifinal Piala FA, Sabtu (6/4/2019). Anak-anak asuh Pep Guardiola akan bertindak sebagai tuan rumah pada laga itu dan difavoritkan melaju ke final.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Bocah Difabel Ramaikan Latihan Timnas Ukraina

Football5Star.com, Indonesia – Ada hal berbeda dalam sesi latihan timnas Ukraina yang dipimpin pelatih Andriy Shevchenko, Selasa (19/3/2019). Seorang bocah difabel bernama Ali Turganbekov menjadi tamu istimewa. Dia pun sempat oper-operan sundulan dengan sang legenda.

Ali Turganbekov yang terlahir tanpa kedua kaki sudah menunggu di tepi lapangan ketika Andriy Shevchenko dan anak-anak asuhnya keluar dari lorong stadion. Dia lantas berbincang-bincang dan berlatih sepak bola dengan eks pemain AC Milan tersebut.

https://www.instagram.com/p/BvLih8lFIRb/

“Impianku yang terbaru sudah jadi kenyataan bersama pemenang Ballon d’Or dan Liga Champions bersama AC Milan, Andriy Shevchenko. Sungguh super! Aku tak bisa menahan luapan emosi,” tutur Ali Turganbekov di akun Instagram ali_amir_happy seperti dikutip Football5Star.com dari Russia Today.

Bocah berumur 11 tahun dari Kazakstan itu menambahkan, “Terima kasih banyak sudah memenuhi impianku untuk saat penuh kebahagiaan ini, bisa bermain dengan salah satu pemain favorit.”

Kehadiran Ali Turganbekov juga membuat Andriy Shevchenko senang. Hal itu diutarakan lewat akun Twitter-nya. “Hari pertama latihan dimulai dengan pertemuan luar biasa dengan Ali. Seorang anak yang terlahir tanpa kaki dan menempuh 4.000 km dari Almaty untuk bermain bersama kami,” ungkap pria yang sempat membela Chelsea tersebut.

Bukan hanya dengan Andriy Shevchenko, Ali Turganbekov juga sempat berlatih dengan Oleksandr Zinchenko. Dengan pemain Manchester City itu, sang bocah difabel juga beradu operan. Zinchenko melepaskan bola dengan kakinya, lalu disambut sundulan Turganbekov. Begitu selesai, pemain yang sekilas mirip Kevin De Bruyne itu memeluk dan mencium kepala sang bocah.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Pep Guardiola Sebut Oleksandr Zinchenko Sebagai Figur Teladan

Football5Star.com, Indonesia – Oleksandr Zinchenko memang bukan pemain inti di Manchester City. Namun, itu bukan berarti dia adalah sampah di mata manajer Pep Guardiola. Sebaliknya, sang manajer menilai dia sebagai figur yang patut diteladani oleh siapa pun.

Pujian untuk Oleksandr Zinchenko tersebut didasarkan pada sikapnya yang selalu profesional dalam menyikapi putusan manajer. Dimainkan atau hanya dicadangkan, pemain asal Ukraina itu tak marah apalagi dendam.

“Dia itu luar biasa. Saya kira Aleks membuktikan pikiran saya sebelumnya tentang arti penting menjadi orang yang baik, pemain yang baik. Pada awal musim, dia dapat pergi, tapi dia bertahan. Pada delapan laga awal, dia bahkan tak bermain semenit pun,” urai Pep Guardiola, Selasa (27/2/2019), seperti dikutip Football5Star.com dari Manchester Evening News.

Oleksandr Zinchenko disanjung tinggi oleh Pep Guardiola di Manchester City.
rte.ie

Manajer asal Katalonia itu menambahkan, “Saya tak pernah sekali pun melihat raut muka buruk ataupun satu sesi latihan yang buruk dari dia. Setelah pertandingan, sulit bagi mereka yang tak bermain dan mereka biasanya ingin menunjukkan kekecewaan mereka. Lalu, sebelum laga, mereka berbaik-baik lagi kepada saya. Dia tidak seperti itu. Dia selalu menunjukkan perilaku dan suasana hati yang bagus. Selalu positif dan tersenyum.”

Pep Guardiola mengaku sangat menghormati sikap Oleksandr Zinchenko tersebut. Lebih jauh, mantan pelatih Barcelona itu menyebut para pemain lain seharusnya mengambil teladan dari Zinchenko.

“Semua orang harus belajar dari Aleks. Semua orang! Teladan itu bukan hanya kata-kata dan dia pantas untuk berada di tempatnya saat ini,” ungkap pria yang juga sempat menangani Bayern Munich tersebut.

Sikap yang sangat terpuji itu, menurut Pep Guardiola, dapat menjadi modal berharga bagi Oleksandr Zinchenko dalam menjalani kariernya. Sang menajer yakin pemainnya itu dapat bertahan lama di sepak bola, entah di Manchester City ataupun di klub lain.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Guardiola Puji Performa Gemilang Zinchenko

Banner Football Live StarFootball5star.com, Indonesia – Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, mengaku sangat senang dengan kontribusi maksimal dari Oleksandr Zinchenko di partai melawan Southampton, (30/12). Menurutnya, Zinchenko bermain dengan penuh keberanian dan sangat percaya diri.

Kartu merah yang diterima Fabian Delph di partai boxing day membuat pria asal Ukraina itu dipasang sebagai bek kiri di laga melawan Southampton. Ia pun berhasil memanfaatkan kesempatan itu dengan menunjukkan penampilan terbaiknya musim ini.

“Saya rasa, ZInchenko adalah pemain terbaik kami di atas lapangan hari ini. Meskipun dia sempat membuat kesalahan, dia tak sembunyi dan tetap bermain dengan berani sepanjang pertandingan,” ujar Guardiola dikutip dari Diario AS.

Oleksandr Zinchenko - Manchester City - Pep Guardiola - Diario AS
Diario AS

“Saya berharap para peain lainnya bisa mencontoh ZInchenko. Saya senang dengan reaksi yang ia tunjukkan setelah melakukan sebuah kesalahan fatal,” imbuh manajer asal Spanyol itu.

Belum pulihnya Benjamin Mendy dan skorsing Delph membuat Zinchenko memiliki kesempatan besar untuk bermain melawan Liverpool pada 4 Januari mendatang. Satu pemain yang kemungkinan akan absen adalah Kevin de Bruyne.

“Saya belum tahu kondisi Kevin saat ini. Saya tahu ia tak mengalami cedera yang para. Tapi, saya belum tahu apakah dia akan fit untuk bermain melawan Liverpool,” ujar Guardiola.

Musim ini, De Bruyne memang kerap kali menderita cedera. Untungnya, Manchester City memiliki Bernardo Silva yang mampu menjalankan tugasnya sebagai deputi De Bruyne dengan baik.

Bek City: Kami Kurang Beruntung

Banner Footbal Live Star-Football5star

Football5star.com, Indonesia – Bek muda Manchester City, Oleksandr Zinchenko, menyayangkan kegagalan meraih kemenangan atas Liverpool. Di ajang International Champions Cup (26/7), The Reds berhasil menaklukkan City melalui gol penalti Sadio Mane di penghujung pertandingan.

Di partai tersebut, The Citizens sempat unggul melalui gol Leroy Sane. Namun, anak asuh Juergen Klopp berhasil membalas melalui gol Mohammed Salah dan Sadio Mane untuk memastikan kemenangan pertamanya di ajang International Champions Cup 2018.

manchester city vs liverpool twitter @lfc
twitter.com/LFC

“Kami bermain dengan banyak pemain muda di partai tadi. Kebanyakan dari mereka belum pernah merumput bersama tim utama. Tapi, saya dibuat terkesan dengan permainan dari para pemain muda kami. Saya rasa, kami hanya kurang beruntung,” ujar Zinchenko dilansir laman resmi City.

Walaupun belum mampu meraih kemenangan di International Champions Cup, Zinchenko tak berkecil hati. Ia mengatakan bahwa pengalaman ini tetap menjadi salah satu yang terbaik untuknya.

“Kami berusaha bermain dengan cara seperti biasa. Terkadang, kami mampu melakukannya. Namun, kami juga beberapa kali gagal. Tentu saja kami tak begitu kecewa. Karena hal ini merupakan bagian dari masa pra-musim,” kata pemain asal Ukraina tersebut.

“Di partai seperti ini, kami harus mampu bermain tanpa merasakan adanya tekanan. Tanpa adanya tekanan, kami beberapa kali mampu memperlihatkan penampilan yang bagus. Tapi, masih banyak hal yang harus diperbaiki dari performa kami secara keseluruhan.”

Cetak Hat-trick, Pemain Muda City Sebut Aguero Legenda

Football5Star.com, Indonesia – Kemenangan 3-1 Manchester City atas Newcastle United tidak terlepas dari kontribusi Sergio Aguero yang mencetak hat-trick. Bagi pemain muda The Citizen, Oleksandr Zinchenko, sosok pemain Argentina itu sudah menjadi legenda bagi klub yang bermarkas di Etihad Stadium tersebut.

Zinchenko yang melakoni debut sebagai starter di Premier League ini pun mengaku bangga bisa membantu tim kesayangannya meraih kemenangan. Ia juga tidak menyangka bisa berada satu lapangan dengan pemain senior seperti Aguero, David Silva, dan Kevin De Bruyne.

“Saya sangat bangga bisa bermain debut di Premier League sebagai starter. Ini adalah kesempatan langka yang tak bisa dilewati. Tapi yang paling penting adalah kami berhasil meraih tiga poin. Pemain terus menunjukkan level permainan tinggi setelah dikalahkan Liverpool,” ujar Zinchenko pada BT Sport, Minggu (21/1/2018).

OleksandrZinchenkoManchesterCityvWolverhampton5jNmklLxcGUl
zimbio.com

“Saya sangat senang kepada Aguero, dia pemain luar biasa dan menjadi legenda hidup City. Sebuah kebanggaan besar bisa mengawali laga dengan seorang legenda sepertinya,” ia menambahkan.

Newcastle yang sempat tertinggal dua gol berhasil memperkecil ketinggalan melalui gol yang dicetak Jacob Murphy. Gol tersebut diakui Zinchenko sempat membuatnya panik. Namun, Aguero kembali menunjukkan kelasnya setelah mengunci kemenangan City menjadi 3-1 di menit 83.

“ketika kedudukan 2-1, laga menjadi sangat berbahaya dan itu membuat saya sedikit panik. Tapi kami beruntung punya Aguero yang menjauhkan keunggulan,” tuturnya.

Para Penggawa Man. City Berambisi Raih Quadruple

Football5Star.com, Indonesia – Manchester City sulit untuk meraih quadruple. Begitulah penegasan manajer Pep Guardiola. Namun, di kalangan para pemain Man. City, quadruple justru jadi topik utama. Mereka sangat bersemangat mengejar empat gelar sekaligus pada musim ini. Hal itu diakui Oleksandr Zinchenko. Menurut dia, semua pemain berbicara soal quadruple di ruang ganti.

Para pemain Man. City, kata Zinchenko, mengincar quadruple karena satu alasan. Mereka ingin melampaui treble yang dibuat klub tetangga, Manchester United, pada 1999. Karena ingin lebih baik dari sang rival sekota, The Citizens harus meraih empat gelar dalam semusim, bukan cuma tiga trofi.

Olekander Zinchenko merayakan gol sergio Aguero ke gawang Burnley di Piala FA.
reuters.com

“Kami memikirkan hal itu setiap hari dan setiap kali berlatih. Kami bisa memenangi semuanya. Itulah alasan kami berada di sini,” kata Zinchenko kepada Manchester Evening News, Minggu (7/1/2018).

Empat trofi yang bisa diraih The Citizens musim ini adalah Premier League, Liga Champions, Piala FA, dan Piala Liga (Carabao Cup). Di keempat ajang itu, Man. City belum terbendung. Jadwal padat juga sejauh ini tak mampu membuat mereka terjegal.

Di Premier League, Kevin De Bruyne dkk. saat ini unggul 15 angka atas pesaing terdekat, Man. United. Di Liga Champions, mereka sudah berada di babak 16-besar dan hanya akan menghadapi FC Basel. Di Piala FA, The Citizens memastikan berada di Babak IV setelah menggulung Burnley 4-1, Sabtu (6/1/2018). Adapun di Piala Liga, mereka hanya akan menghadapi Bristol City di semifinal.

Ambisi meraih empat gelar dalam semusim akan kian mendekati kenyataan andai anak-anak asuh Guardiola berhasil menang telak saat menjamu Bristol pada leg I semifinal, 9 Januari 2018.

Gelandang Muda Manchester City Kagum dengan Claudio Bravo

Football5star.com, Indonesia – Gelandang muda Manchester City, Oleksandr Zinchenko, mengaku kagum dengan ketenangan Claudio Bravo. Nama terakhir menjadi pahlawan Manchester City dalam laga perempat final Piala Liga Inggris melawan Leicester City pada Rabu (20/12/2017).

Manchester City lolos ke semifinal Piala Liga Inggris setelah menang adu penalti atas Leicester di Stadion King Power. Bravo menjadi pahlawan karena menggagalkan tendangan Riyad Mahrez.

oleksandr zinchenko, riyad mahrez, leicester city, manchester city

Ini adalah kali kedua kiper asal Cile tersebut menjadi penyelamat Manchester City. Dalam laga 16 besar melawan Wolverhampton, ia juga tampil gemilang dalam babak adu penalti.

“Saya seharusnya mengambil tendangan penalti kelima, tetapi saya sangat senang karena Claudio kembali menjadi pahlawan. Ini adalah hasil yang menggembirakan baginya dan tim,” kata Zinchenko seperti yang dikutip laman resmi klub.

The Citizens sebenarnya unggul terlebih dahulu melalui gol Bernardo Silva pada menit ke-26. Namun, di masa injury time babak kedua, penalti Jamie Vardy memaksakan laga berlanjut ke babak perpanjangan waktu dan akhirnya adu penalti.

Zinchenko, yang tampil sejak menit pertama, mengakui bahwa Leicester memberikan perlawanan sengit. Ia pun sangat senang karena Manchester City berhasil lolos.

“Ini adalah laga yang sangat sulit. Leicester adalah juara (Liga Inggris) dua tahun lalu, jadi kami senang bisa meraih kemenangan. Kami tidak bermain dengan buruk dan memegang penuh kendali pertandingan,’ tutur dirinya.