Dukungan Neymar untuk Richarlison Raih Medali Emas Olimpiade 2020

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Striker timnas Brasil di Olimpiade 2020, Richarlison mengungkapkan bahwa dirinya mendapat dukungan dari bintang PSG, Neymmar Jr. Richarlison mengatakan bahwa Neymar Jr percaya bahwa timnas Brasil akan mampu meraih gelar medali emas Olimpiade 2020.

Timnas Brasil akan menghadapi timnas Spanyol di perebutan medali emas Olimpiade 2020. Laga kedua tim akan berlangsung di Nissan Stadium pada 7 Agustus 2021.

Neymar dinilai overrated oleh Luiz Antonio Correa da Costa Muller.

“Saya berbicara dengannya sebelum pertandingan melawan Meksiko dan dia mengucapkan semoga sukses. Itu saja. Menerima dukungan dari pemain idola saya adalah hal yang paling istimewa,” ucap Richarlison seperti dikutip Football5star.com dari ESPN, Jumat (6/8/2021).

“Sejak awal kompetisi dia sangat mendukung saya. Bahkan saat kami gagal di final Copa America, dia mengatakan bahwa saya akan bisa sampai di sini dan meraih gelar. Saya ialah pria yang beruntung mendapat dukungan darinya,” tambah pemain Everton tersebut.

“Saya ingin berterima kasih atas kasih sayang yang dia miliki untuk saya dan kelurga saya, yang telah bangun pagi untuk menonton pertandingan kami dan semua penggemar yang mendukung kami,”

“Ini akan terus berlanjut, hanya ada satu langkah untuk bisa mencapainya dan itu menjadi tujuan kami,” kata Richarlison.

Richarlison menjadi pemain andalan Brasil di Olimpiade 2020. Striker berusia 24 tahun itu selain berpeluang mempersembahkan medali emas juga bisa menjadi penyandang gelar top scorer Olimpiade 2020. Hingga saat ini, Richarlison telah mengemas lima gol di Jepang 2020.

Jepang Gagal Raih Medali

Sementara itu, di pertandingan perebutan medali perunggu Olimpiade 2020, tuan rumah Jepang harus telan pil pahit. Melawan Meksiko, Takefusa Kubo dkk harus menyerah dengan skor 1-3.

Bermain di Saitama Stadium 2002, Jepang tertinggal terlebih dahulu lewat gol penalti yang dicetak oleh Francisco Cordova pada menit ke-13. Jepang semakin terpuruk setelah pada menit ke-22, Johan Vásquez cetak gol kedua untuk El Tri.

Meksiko vs Jepang - Olimpiade 2020 - @miseleccionmxen

Di babak kedua, Meksiko memperbesar keunggulan pada menit ke-52 lewat gol Alexis Vega pada menit ke-58. Jepang baru bisa memperkecil ketertinggalan pada menit ke-78 lewat gol Kaoru Mitoma. Sayangnya itu menjadi satu-satunya gol yang dicetak Jepang pada laga ini.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Olimpiade 2020: Meksiko Hancurkan Hati Tuan Rumah

gamespool
Olimpiade 2020: Meksiko Hancurkan Hati Tuan Rumah 8

Football5star.com, Indonesia – Meksiko berhasil membawa pulang medali perunggu Olimpiade 2020 setelah mengalahkan Jepang pada Jumat (6/8) sore WIB. Laga Meksiko vs Jepang yang digelar di Stadion Saitama berakhir dengan skor 3-1 untuk El Tri.

Meksiko langsung mengambil inisiatif serangan di menit-menit awal pertandingan. Intensitas serangan El Tri berbuah manis setelah Sebastian Cordova membuka keunggulan melalui eksekusi penalti di menit ke-13.

Unggul satu gol, Meksiko tetap menggempur lini pertahanan Jepang. Pada menit ke-22, Johan Vasquez berhasil menanduk umpan kiriman Cordova dan membawa El Tri unggul dua gol.

Dua gol Meksiko membakar semangat Jepang. Di 20 menit terakhir babak pertama, The Samurai Blue mulai keluar menyerang dan mampu beberapa kali merepotkan lini pertahanan Meksiko. Akan tetapi, mereka gagal memperkecil ketertinggalan dan skor 2-0 bertahan hingga turun minum,

Meksiko vs Jepang - Olimpiade 2020 - @miseleccionmxen 2
twitter.com/miseleccionmxen

Jepang mengawali babak kedua dengan intensitas serangan tinggi. Pada menit ke-50, tim tuan rumah nyaris memperkecil ketertinggalannya. Akan tetapi, upaya Jepang masih mampu digagalkan Guillermo Ochoa dengan baik.

Selepas peluang tersebut, giliran Meksiko yang balik menyerang. Pada menit ke-53 dan 55, El Tri mendapat peluang emas lewat Cordova dan Henry Martin. Namun, upaya keduanya masih belum membuahkan hasil maksimal.

Pada menit ke-57, Meksiko berhasil mencetak gol ketiganya. Kali ini, giliran Ernesto Vega yang menjebol gawang Kosei Tani setelah menerima umpan matang kiriman Cordova.

Selepas gol ketiga Meksiko, Jepang kembali meningkatkan intensitas serangannya. Dimotori Takefusa Kubo, The Samurai Blue berhasil membuat lini belakang Meksiko kerepotan di pertengahan paruh kedua.

Usaha Jepang akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-78 lewat pemain pengganti, Kaoru Mitoma. Di sisa waktu pertandingan, Jepang terus menggempur lini belakang Meksiko demi memperkecil ketertinggalan. Namun, mereka gagal mencetak gol keduanya dan skor 3-1 bertahan hingga laga usai.

SUSUNAN PEMAIN MEKSIKO VS JEPANG:

Meksiko: 1-Guillermo Ochoa; 2-Jorge Sanchez, 3-Cesar Jasib Montes, 5-Johan Vasquez, 4-Jesus Angulo; 7-Luis Romo; 8-Carlos Rodriguez (Jose Esquivel 86′), 17-Sebastian Cordova (Roberto Alvarado 78′); 10-Diego Lainez (Carlos Antuna 58′), 9-Henry Martin (Eduardo Aguirre 86′), 11-Ernesto Vega (Fernando Beltran 78′)

Pelatih: Jaime Lozano

Jepang: 12-Kosei Tani; 2-Hiroki Sakai, 5-Maya Yoshida, 14-Takehiro Tomiyasu, 3-Yuta Nakayama (Kaoru Mitoma 63′); 6-Wataru Endo (Koji Miyoshi 80′), 17-Ao Tanaka (Ko Itakura 71′); 10-Ritsu Doan, 7-Takefusa Kubo, 16-Yuki Soma (Reo Hatate 46′); 19-Daichi Hayashi (Ayase Ueda 63′)

Pelatih: Hajime Moriyasu

Kartu Kuning: Vasquez 27′, Sanchez 42′, Ochoa 90′ – Endo 19′, Ueda 80′

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Semoga Suatu Saat, Timnas Indonesia Bisa Mentas di Olimpiade

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Gegap gempita Olimpiade 2020 ternyata bikin pesepak bola merasa iri dan berdoa agar timnas Indonesia bisa tampil suatu saat nanti. Hal itu disuarakan oleh pemain Persija Jakarta, Riko Simanjuntak.

Memang, belakangan olahraga Indonesia tengah bergelora setelah mendengar kabar baik dari Tokyo. Pebulu tangkis Indonesia, Greysia Polii dan Apriyani Rahayu sukses mempersembahkan emas buat Indonesia.

Kondisi itu berbanding terbalik dengan timnas Indonesia. Satu-satunya penampilan Indonesia pada cabang sepak bola di Olimpiade tercatat saat edisi 1956. Kala itu, timnas yang berisi antara lain Maulwi Saelan, Endang Witarsa, Tan Liong Houw, dan Ramang mampu menahan imbang tanpa gol Uni Soviet yang notabene salah satu tim kuat di dunia.

Lantaran belum ada ketentuan adu penalti, laga diulang beberapa hari setelahnya. Namun dalam pertandingan ulang, Indonesia kalah 0-4 dari Uni Soviet yang diperkuat Lev Yashin, salah satu kiper terbaik sepanjang sejarah sepak bola dunia.

Andik Vermansyah Berikan Pujian Setinggi Langit untuk Riko Simanjuntak

Namun demikian, semenjak saat itu tak ada lagi timnas Indonesia cabang sepak bola yang bermain pada ajang Olimpiade. Riko Simanjuntak berharap sepak bola suatu saat akan bisa kembali main pada ajang multievent bergengsi dunia tersebut..

“Kita tidak boleh pesimistis. Semoga suatu saat nanti kita bisa ada di sana (Olimpiade). Kalau kita terus bekerja keras dan menjaga optimisme, kita bisa menjadi lebih baik,” ungkap Riko Simanjuntak dalam laman resmi Persija.

Riko sendiri mengaku cukup mengikuti kiprah atlet Indonesia di Olimpiade Tokyo. Selain menyaksikan badminton, dia juga menonton cabang olahraga lain.

“Kemarin saya menyaksikan Lalu Muhammad Zohri di atletik, meski masih belum beruntung. Secara umum, semua atlet Indonesia saya lihat sudah berupaya maksimal tapi beberapa belum berezeki mendapatkan medali,” tutup dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Olimpiade 2020: Mimpi Jepang Diakhiri Marco Asensio

gamespool
Olimpiade 2020: Mimpi Jepang Diakhiri Marco Asensio 15

Football5star.com, Indonesia – Jepang dipastikan gagal meraih medali emas Olimpiade 2020 setelah menelan kekalahan atas Spanyol di babak semifinal. La Furia Roja melenggang ke final berkat gol Marco Asensio di babak tambahan.

Tampil sebagai tim unggulan, Spanyol langsung menekan lini belakang Jepang di awal-awal pertandingan. Dalam 20 menit pertama, Spanyol mendapat dua peluang lewat Dani Olmo dan Rafa Mir yang belum berbuah hasil.

Pada menit ke-30, Spanyol nyaris membuka keunggulan. Namun, sepakan voli Mikel Oyarzabal yang memanfaatkan umpan silang Oscar Gil masih melambung di atas gawang kawalan Kosei Tani.

Delapan menit berselang, giliran Rafa Mir yang mengancam. Akan tetapi, sepakan keras Mir bisa diamankan dengan baik oleh Tani. Skor 0-0 bertahan hingga babak pertama usai.

Jepang - Olimpiade 2020 - @sefutbol
twitter.com/sefutbol

Selepas turun minum, Spanyol semakin gencar menggempur lini belakang Jepang. Pada menit ke-55, Spanyol mendapat hadiah penalti setelah Mikel Merino dijatuhkan Maya Yoshida di area terlarang. Akan tetapi, wasit menganulir keputusan tersebut setelah berkonsultasi dengan operator VAR.

Selepas insiden tersebut, Spanyol makin bernafsu mencetak gol pertamanya di laga ini. Demi melancarkan misi tersebut, Luis de la Fuente memasukkan Marco Asensio dan menarik keluar Pedri pada menit ke-84.

Masuknya Asensio memberikan angin segar untuk Spanyol. Akan tetapi, ia belum mampu memberikan dampak berarti di waktu normal dan laga harus dilanjutkan ke babak tambahan.

Spanyol terus menekan lini belakang Jepang di babak tambahan. Pada menit ke-100, Rafa Mir kembali mendapat peluang emas. Akan tetapi, kali ini usaha Mir digagalkan oleh Ko Itakura di muka gawang Tani.

Upaya keras Spanyol akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-115 setelah sepakan melengkung Asensio tak mampu dijangkau Tani. Di sisa babak tambahan, Jepang coba balik menyerang. Namun, upaya The Samurai Blue gagal membuahkan hasil dan skor 0-1 bertahan hingga laga usai.

Kemenangan ini membuat Spanyol berhak menantang Brasil di laga final Olimpiade 2020. Sementara, skuat besutan Hajime Moriyasu harus puas menghadapi Meksiko di laga perebutan tempat ketiga.

SUSUNAN PEMAIN JEPANG VS SPANYOL:

Jepang: 12-Kosei Tani; 2-Hiroki Sakai, 5-Maya Yoshida, 4-Ko Itakura, 3-Yuta Nakayama; 6-Wataru Endo, 17-Ao Tanaka (Daiki Hashioka 118′); 10-Ritsu Doan (Daisen Maeda 91′), 7-Takefusa Kubo (Koji Miyoshi 91′), 13-Reo Hatate (Yuki Soma 65′); 19-Daichi Hayashi (Ayase Ueda 65′)

Pelatih: Hajime Moriyasu

Spanyol: 1-Unai Simon; 18-Oscar Gil (Jesus Vallejo 46′), 12-Eric Garcia, 4-Pau Torres, 3-Marc Cucurella (Juan Miranda 106′); 6-Martin Zubimendi (Jon Moncayola 97′); 8-Mikel Merino (Carlos Soler 59′), 16-Pedri (Marco Asensio 84′); 11-Mikel Oyarzabal, 9-Rafa Mir, 19-Dani Olmo (Javier Puado 59′)

Pelatih: Luis de la Fuente

Kartu Kuning: Sakai 99′ – O. Gil 13′, Merino 51′, Zubimendi 90′, Vallejo 110′, Asensio 116′, Mir 117′

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Dramatis! Brasil Lolos ke Final Olimpiade 2020

gamespool
Dramatis! Brasil Lolos ke Final Olimpiade 2020 19

Football5star.com, Indonesia – Brasil sukses mengamankan tiket berlaga di partai final Olimpiade 2020. Mereka berhak meraih tiket ke babak final setelah menyudahi perlawanan Meksiko melalui drama adu penalti.

Tampil sebagai tim unggulan. Brasil langsung mengambil inisiatif serangan semenjak menit-menit awal. Akan tetapi, Selecao kesulitan menciptakan peluang berarti karena rapatnya lini belakang Meksiko.

Di babak kedua, Selecao kembali mengambil inisitif serangan. Pada menit ke-80, Richarlison nyaris membuka keunggulan Brasil. Akan tetapi, sundulan terukurnya digagalkan tiang gawang Guillermo Ochoa. Skor 0-0 tak berubah hingga waktu normal berakhir.

Olimpiade 2020 - Brasil - @miseleccionmxEN
twitter.com/miseleccionmxEN

Di babak tambahan, Selecao dan Meksiko sama-sama saling jual beli serangan. Akan tetapi, kedua tim tetap gagal membuka keunggulan dan laga harus ditentukan lewat babak adu penalti.

Di babak adu penalti, Brasil berhasil mencetak empat gol lewat Dani Alves, Gabriel Martinelli, Bruno Guimaraes dan Reinier Jesus. Sementara, Meksiko hanya mampu mencetak gol melalui Carlos Rodriguez.

Babak final Olimpiade 2020 rencananya akan digelar di Stadion Nissan, Yokohama, pada 7 Agustus mendatang. Selecao akan menghadapi pemenang laga Jepang vs Spanyol.

SUSUNAN PEMAIN MEKSIKO VS BRASIL:

Meksiko: 13-Guillermo Ochoa; 6-Vladimir Lorona, 3-Cesar Montes, 5-Johan Vasquez, 4-Jesus Angulo; 7-Luis Romo; 16-Jose Jaoquin Esquivel (Carlos Rodriguez 46′), 17-Sebastian Cordova (Jesus Angulo 78′, Eduardo Aguirre 98′); 15-Ariel Antuna (Diego Lainez 62′), 9-Henry Martin (Adrian Mora 98′), 11-Alexis Vega (Roberto Alvarado 90′)

Pelatih: Jaime Lozano

Brazil: 1-Santos; 13-Dani Alves, 15-Nino, 3-Diego Carlos, 6-Guilherme Arana; 5-Douglas Luiz (Mattheus Henrique 115′), 8-Bruno Guimaraes; 7-Paulinho (Gabriel Martinelli 67′), 20-Claudinho (Reinier Jesus 73′), 10-Richarlison; 11-Antony (Malcom 91′)

Pelatih: Andre Jardine

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Bintang PSV Ingin Ukir Sejarah di Olimpiade 2020

gamespool
Bintang PSV Ingin Ukir Sejarah di Olimpiade 2020 23

Foothall5star.com, Indonesia – Gelandang serang PSV Eindhoven, Ritsu Doan, berambisi membawa Jepang meraih medali emas di Olimpiade 2020. Doan memiliki mimpi untuk mencatatkan namanya di dalam buku sejarah The Samurai Blue.

Sepanjang sejarah Olimpiade, Jepang memang belum berhasil meraih emas dari cabang olah raga sepak bola. Kini, The Samurai Blue memiliki peluang emas untuk meraih medali emas pertamanya karena memiliki pemain-pemain muda berbakat dan tampil sebagai tuan rumah.

“Meraih medali emas di olah raga individual merupakan prestasi yang sangat membanggakan. Tapi, kami juga ingin membawa Jepang meraih medali emas pertamanya di cabang olah raga sepak bola,” ujar Ritsu Doan dikutip Football5star dari laman resmi FIFA.

Ritsu Doan - Olimpiade 2020 - Associated Press
Associated Press

“Saya tak mau membandingkan prestasi kami dengan atlet-atlet di cabang olah raga lain. Saya ingin mencatat pencapaian spesial dan mencatat sejarah baru bersama timnas Jepang,” sambung pemain berumur 23 tahun itu.

The Samurai Blue merupakan salah satu tim terbaik di babak grup Olimpiade 2020. Mereka berhasil melaju ke babak perempat final dengan rekor tiga kemenangan dari tiga pertandingan.

Catatan gemilang tersebut tidak membuat skuat The Samurai Blue besar kepala. Pelatih kepala, Hajime Moriyasu memastikan bahwa anak asuhnya belum memastikan tempat di babak semifinal meski tampil menawan di fase grup.

“Tiga kemenangan di babak grup tidak membuat kami sudah mendapatkan satu tempat di babak semifinal. Kami akan tetap tampil dengan kerendahan hati, melakukan beberapa penyesuaian serta berusaha menunjukkan performa terbaik,” tutur Moriyasu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Gignac Masih Bernafsu Main di Olimpiade 2024

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Andre-Pierre Gignac gagal memberikan prestasi untuk timnas Prancis di Olimpiade Tokyo. Les Blues tersingkir dari fase grup.

Pada laga terakhir fase grup, Prancis dibantai tuan rumah Jepang empat gol tanpa balas. Usai pertandingan Andre-Pierre Gignac mengaku hasil ini sangat menyakitkan.

Bomber Tigres mengatakan kegagalan negaranya tak lepas dari persiapan yang minim. Berbanding terbalik dengan Jepang yang punya persiapan panjang.

Prancis Menang Tipis, Andre-Pierre Gignac Jadi Bintang

“Kami seharusnya tidak mencari-cari alasan. Jepang bermain di kandang, mereka sudah sangat siap, mereka memutuskan untuk membawa pemain papan atas,” kata bomber 36 tahun seperti dikutip Football5star dari RMC Sport, Kamis (29/7/2021).

“Secara kolektif mereka sangat kuat. Mereka sudah bermain bersama sejak Juni dan memainkan tujuh pertandingan ujicoba. Tidak ada rahasia dalam sepak bola, mereka sudah bermain bersama untuk waktu yang lama, berbeda dengan kami,” ia menambahkan.

Gagal total di Olimpiade Tokyo, mantan striker Marseille ingin balas dendam pada Olimpiade 2024 yang akan berlangsung di Paris. Ia berharap pada umurnya yang akan menginjak 39 tahun nanti masih bisa membela negaranya di olahraga multi event itu.

“Saya hanya berharap pada Olimpiade 2024 saya masih bisa bermain dan klub lebih lunak dengan pertandingan Olimpiade. Saya datang untuk memberikan segalanya, untuk melewati putaran pertama dan membawa medali untuk Prancis,” tutup Andre-Pierre Gignac.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Hasil Grup A dan C Olimpiade 2020: Prancis dan Argentina Ikuti Jejak Jerman

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Babak fase grup cabang sepak bola Olimpiade 2020 telah merampungkan pertandingan akhir. Dua tim besar tersingkir di laga terakhir dari grup A dan C Olimpiade 2020. Prancis dan Argentina mengikuti jejak Jerman dari grup D yang tersingkir dari babak fase grup.

Di grup A Olimpiade 2020 pada pertandingan terakhir tercipta banyak gol. Pada laga tuan rumah Jepang melawan Prancis, skor akhir ialah 4-0. Di luar dugaan, Prancis harus bertekuk lutut dari Jepang dan pulang dari ajang Olimpiade 2020.

Hasil Grup A dan C Olimpiade 2020: Prancis dan Argentina Ikuti Jejak Jerman

Membutuhkan kemenangan di partai terakhir, Prancis hancur lebur oleh Jepang. Empat gol kemenangan Jepang dicetak oleh Takefusa Kubo, Hiroki Sakai, Koji Miyoshi dan Daizen Maeda. Hasil ini membuat Jepang keluar sebagai juara grup A.

Jepang ke babak perempat final didamping oleh Meksiko yang dipartai terkahir mengalahkan Afrika Selatan dengan skor telak 3-0. Di babak perempat final, Jepang akan bersua Selandia Baru sedangkan Meksiko melawan Korea Selatan.

Sedangkan di grup C Olimpiade 2020, Spanyol yang melawan Argentina di Saitama Stadium 2002 meraih hasil imbang 1-1. Bagi tim Matador, hasil ini sudah cukup untuk mereka melaju ke babak perempat final. Namun tidak bagi Argentina.

Karena hasil imbang ini membuat anak asuh Fernando Batista tersebut harus pulang lebih awal. Hal itu lantaran pesaing terdekat mereka, Mesir mampu meraih kemenangan 2-0 atas Australia. Meski Argentina dan Mesir memiliki poin sama, tapi Mohamed El Shenawy dkk lolos ke perempat final karena unggul agresifitas gol.

Pada babak perempat final, Mesir akan ditantang oleh Brasil pada 31 Juli mendatang. Sedangkan Spanyol menghadapi Pantai Gading di Miyagi Stadium.

Hasil pertandingan terakhir grup A dan C Olimpiade 2020:

Grup A:

Prancis 0-4 Jepang: (Kubo 27′, Sakai 34′, Miyoshi 70′, Maeda 90+1′)

Afrika Selatan 0-4 Meksiko 0-3: (Vega 18′, Luis Francisco Romo 45+1′,
MHenry Martín 60′)

Grup C:

Australia 0-2 Mesir (Rayyan 44′, Hamdy 85′)

Spanyol 1-1 Argentina (Mikel Merino 66′) (Tomás Belmonte 87′)

Klasemen akhir grup A Olimpiade 2020:

Hasil Grup A dan C Olimpiade 2020: Prancis dan Argentina Ikuti Jejak Jerman

Klasemen akhir grup C Olimpiade 2020:

Hasil Grup A dan C Olimpiade 2020: Prancis dan Argentina Ikuti Jejak Jerman

Hasil Grup B dan D Olimpiade 2020: Korsel dan Brasil Melaju, Jerman Angkat Koper

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Babak fase grup cabang sepak bola Olimpiade 2020 telah merampungkan pertandingan akhir. Dari grup B, Korea Selatan dan Selandia Baru melaju ke babak perempat final.

Kejutan terjadi dari grup D, peraih medali perak Olimpiade Rio 2016, Jerman harus tersingkir. Dari grup D, Brasil ditemani Pantai Gading yang melaju ke babak perempat final.

Hasil Grup B dan D Olimpiade 2020

Dari grup B, Korsel di pertandingan terakhir meladeni Hondrus di International Stadium Yokohama, Rabu (28/7/2021). Anak asuh Kim Hak-bum tersebut berhasil meraih kemenangan telak 6-0 atas Honduras.

Enam gol kemenangan Korsel dicetak oleh hat-trick striker Bordeaux, Hwang Ui-jo pada menit ke-12, 45 dan 52. Tiga gol Korsel lainnya dicetak oleh Won Du-jae, Kim Jin-ya dan pemain Valencia, Lee Kang-in pada menit ke-82.

Skor 6-0 sejauh ini menjadi kemenangan terbesar di babak fase grup sepak bola Olimpiade 2020. Korsel melaju ke perempat final ditemani Selandia Baru yang di partai terakhir bermain imbang tanpa gol melawan Rumania.

Sementara dari grup D, kejutan terjadi di partai terakhir. Jerman yang membutuhkan kemenangan atas Pantai Gading justru hanya mampu bermain imbang 1-1. Hasil ini membuat Jerman berada di posisi ketiga di bawah negara asal Afrika itu, terpaut 1 poin.

Sementara Brasil pada partai terakhir melawan Arab Saudi mampu meraih kemenangan 3-1. Tiga gol kemenangan tim Samba dicetak oleh Richarlison dengan dua gol dan striker Hertha Berlin, Cunha. Sedangkan satu-satunya gol Arab Saudi dicetak oleh Abdulelah Al-Amri.

Hasil pertandingan terakhir grup B dan D Olimpiade 2020:

Grup B:

Rumania 0-0 Selandia Baru

Korsel 6-0 Honduras: (Hwang Ui-jo Goal 12′ (penalti), 45+5′, 52′ (penalti), Won Du-jae Goal 19′ (penalti), Kim Jin-ya Goal 64′ dan Lee Kang-in Goal 82′)

Grup D:

Arab Saudi 1-3 Brasil: (Al-Amri 12′) (Cunha 14′, Richarlison 76, 90+1)

Jerman 1-1 Pantai Gading (Eduard Löwen 73′) (Benjamin Henrichs OG 69′)

Klasemen akhir Grup B:

Klasemen grup B Olimpiae 2020

Klasemen akhir grup D:

Klasemen grup D Olimpiade 2020

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Andre Pierre-Gignac Ingin Terus Buktikan Bahwa Dirinya Belum Habis

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Andre Pierre-Gignac mencetak catatan apik di ajang Olimpiade 2020 yang berlangsung di Tokyo, Jepang. Andre Pierre-Gignac ukir 4 gol di dua laga Prancis di babak fase grup A.

Pada pertandingan melawan Afrika Selatan pada Minggu (25/7/2021), Andre Pierre-Gignac cetak hat-trick dan memberi satu assist untuk gol kemenangan Prancis yang diukir oleh Teji Savanier. Sebelum di laga pertama saat Prancis kalah 1-4 dari Meksiko, Gignac juga mencetak satu gol lewat eksekusi penalti.

Prancis Menang Tipis, Andre-Pierre Gignac Jadi Bintang
sky sport

Mampu menjadi top scorer sementara di Olimpiade 2020 membuat pemain berusia 35 tahun itu menegaskan bahwa karier dirinya di sepak bola belum berakhir.

“Siapa bilang saya sudah selesai? Saya belum selesai. Pada hari saya memburuk, kaki saya tidak merespons dan saya tidak memiliki gairah untuk sepak bola. Saya akan berhenti, tetapi sampai akhir karier, saya akan terus mencetak gol,” ucap mantan pemain Marseille itu seperti dikutip Football5star.com dari AS, Senin (26/7).

Soal tiga gol yang dicetaknya ke gawang Afrika Selatan, Andre Pierre-Gignac menyebut bahwa pertandingan memang berlangsung sangat sulit.

“Babak pertama memang berlangsung cukup rumit di mana tidak banyak permainan yang membahayakan. Namun di babak kedua tercipta 7 gol. Setiap kali mereka mencetak gol, kami akan berusaha untuk membalas,” ucapnya.

Di pertandingan terakhir grup A Olimpiade 2020, Prancis akan hadapi tuan rumah Jepang. Kemenangan wajib diraih oleh anak asuh Sylvain Ripoll jika ingin lolos dari babak fase grup.

“Kami ingin meraih kemenangan pada partai itu. Semoga Meksiko akan melakukan tugasnya seperti yang mereka lakukan saat melawan kami,” tutup pemain yang saat ini bermain untuk klub Meksiko, Tigres UANL.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Cara Unik Max Kruse Rayakan Kemenangan Pertama Jerman di Olimpiade 2020

gamespool
Cara Unik Max Kruse Rayakan Kemenangan Pertama Jerman di Olimpiade 2020 42

Football5star.com, Indonesia – Max Kruse tidak bisa menyembunyikan kegembiraannya setelah berhasil membawa Jerman memetik kemenangan perdananya di Olimpiade 2020. Kruse merayakan kemenangan pertama Die Mannschaft dengan cara melamar kekasihnya.

Kruse melamar belahan jiwanya ketika sedang melakukan wawancara pasca pertandingan bersama Sportschau. Ia langsung berlutut dan mengutarakan niatnya untuk menikahi sang kekasih.

“Sebenarnya, aku ingin melakukan hal ini setelah mencetak gol pertama. Tapi, aku tak tahu kapan momen itu akan datang,” ujar Max Kruse.

“Aku memilki pesan untuk kekasihku yang berada di rumah. Kita sudah menjalin hubungan selama satu tahun terakhir. Aku memang sedang tak berada bersamamu dan aku ingin mengatakan sebuah hal. Maukah kamu menjadi istriku?” sambung Kruse.

Aksi tersebut langsung mendapat tanggapan dari kekasih Kruse. Tak lama setelah sesi wawancara tersebut usai, Sportschau memberitakan bahwa kekasih Kruse menerima lamarannya.

Kruse merupakan salah satu dari tiga pemain senior yang dipercaya masuk skuat Stefan Kuntz untuk Olimpiade 2020. Kruse masuk skuat Die Mannschaft berkat torehan 11 gol dan lima assist dari 22 laga bersama Union Berlin pada musim 2020-21 lalu.

Catatan tersebut merupakan salah satu alasan di balik performa apik Union Berlin musim lalu. Mereka finis di posisi ketujuh dan akan menjadi wakil Jerman di ajang UEFA Conference League.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Olimpiade 2020: Tiga Tim Kuat Petik Kemenangan Pertama

gamespool
Olimpiade 2020: Tiga Tim Kuat Petik Kemenangan Pertama 46

Football5star.com, Indonesia – Hujan gol mewarnai pekan kedua cabor sepak bola di Olimpiade 2020. Tak cuma banyak gol, pekan kedua Olimpiade juga diwarnai oleh kemenangan perdana Spanyol, Jerman serta Prancis.

Spanyol berhasil mengalahkan Australia berkat gol semata wayang Mikel Oyarzabal di menit ke-81. Sementara, Jerman harus susah payah mengalahkan Arab Saudi dengan skor 3-2. Tiga gol Die Mannschaft dicetak oleh Nadiem Amiri (11′), Ragnar Ache (43′) serta Felix Uduokhai (75′).

Prancis juga harus bekerja ekstra keras untuk memetik kemenangan pertamanya. Andre-Pierre Gignac berhasil mencetak hat-trick dan membawa Les Bleus mengalahkan Afrika Selatan dengan skor 4-3.

Jepang menjadi satu-satunya tim yang berhasil meraih dua kemenangan. The Samurai Blue berhasil mengalahkan Meksiko dengan skor 2-1 berkat gol Takefusa Kubo dan Ritsu Doan. Kemenangan tersebut semakin mengukuhkan posisi Jepang di puncak klasemen grup A dengan perolehan enam poin.

Jerman - Olimpiade 2020 - @fifacom
twitter.com/fifacom
HASIL LENGKAP PEKAN KEDUA OLIMPIADE 2020:

Grup A:

  • Prancis 4-3 Afrika Selatan (Andre-Pierre Gignac 57′, 78′, 88′, [p], Teji Savernier 90+2′ – Kobamelo Kodisang 53′, Evidence Makgopa 72′, Teboho Mokoena 81′)
  • Jepang 2-1 Meksiko (Takefusa Kubo, 6′, Ritsu Doan 11′ [p] – Roberto Alvarado 85′)

Grup B:

  • Selandia Baru 2-3 Honduras (Liberato Cacace 10′, Chris Wood 49′ – Luis Palma 45+1′, Juan Obregon 78′, Rigoberto Rivas 87′)
  • Rumania 0-4 Korea Selatan (Marius Marin 27′ [bd], Lee Dong-keyong 59′, Lee Kang-in 84′, 90′)

Grup C:

  • Mesir 0-1 Argentina (Facundo Medina 52′)
  • Australia 0-1 Spanyol (Mikel Oyarzabal 81′)

Grup D:

  • Brasil 0-0 Pantai Gading
  • Arab Saudi 2-3 Jerman (Sami Al-Najei 30′, 50′ – Nadiem Amiri 11′, Ragnar Ache 43′, Felix Uduokhai 75′)
KLASEMEN BABAK GRUP:

Grup A:

Posisi Tim Selisih Gol Poin
1 Jepang 2 6
2 Meksiko 2 3
3 Prancis -2 3
4 Afrika Selatan -2 0

Grup B:

Posisi Tim Selisih Gol Poin
1 Korea Selatan 3 3
2 Honduras 0 3
3 Selandia Baru 0 3
4 Rumania -3 3

Grup C:

Posisi Tim Selisih Gol Poin
1 Spanyol 1 4
2 Australia 1 3
3 Argentina -1 3
4 Mesir -1 1

Grup D:

Posisi Tim Selisih Gol Poin
1 Brasil 2 4
2 Pantai Gading 1 4
3 Jerman -1 3
4 Arab Saudi -2 0

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Pemain Incaran Manchester United Bawa Argentina Raih Kemenangan Pertama

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Pemain incaran Manchester United, Facundo Medina menjadi satu-satunya pencetak gol di pertandingan kedua babak fase grup C Olimpiade 2020 antara Mesir vs Argentina, Minggu (25/7/2021).

Bermain di Sapporo Dome, Argentina yang di pertandingan pertama melawan kalah dua gol tanpa balas berusaha untuk bisa meraih hasil positif melawan Mesir.

Pemain Incaran Manchester United Bawa Argentina Raih Kemenangan Pertama

Pelatih Fernando Batista menurunkan susunan pemain tak jauh berbeda saat melawan Australia. Di lini depan, Batista memainkan tiga penyerang, Pedro de la Vega di sayap kanan, Ezequiel Barco di sisi kiri dan Adolfo Gaich sebagai ujung tombak.

Sementara di kubu Mesir, anak asuh Shawky Gharieb cukup percaya diri melawan Argentina. Berbekal hasil imbang 0-0 melawan Spanyol, Ramadan Sobhi dkk tampil cukup agresif di laga melawan Argentina.

Pada menit ke-13 misalnya, Sobhi hampir membuat Mesir unggul. Sayang sepakannya masih bisa diantisipasi oleh kiper Jeremías Ledesma. Lima menit kemudian, Mesir kembali mengancam gawang Argentina.

Full back, Karim El Eraki yang mendapatkan peluang emas. Sayang pemain Al Masry itu tak tenang meski tinggal berhadapan dengan Ledesma. Di babak pertama, Argentina berusaha keras untuk bisa mengimbangi permainan cepat Mesir.

Pada babak kedua, petaka untuk Mesir tercipta pada menit ke-51. Pemain incaran Manchester United, Facundo Medina memanfaatkan bola sepak pojok untuk menaklukkan kiper Mohamed El Shenawy. Ini menjadi satu-satunya gol yang tecipta pada laga ini.

Pada awal Januari lalu, Manchester United sempat dirumorkan ingin mendatangkan Medina. Dikutip dari Manchester Evening News, United cukup tertarik pada bek milik Lens tersebut. Selain bisa menjadi bek tengah, Medina juga mampu ditempatkan sebagai seorang full back.

Di partai terakhir grup C Olimpiade 2020, Argentina akan ditantang oleh Spanyol pada 28 Juli 2021. Hasil imbang melawan Spanyol sudah cukup untuk membuat tim Tango U-23 lolos ke babak perempat final.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Alami Cedera Horor, Begini Kata Dani Ceballos

gamespool
Alami Cedera Horor, Begini Kata Dani Ceballos 53

Football5star.com, Indonesia – Dani Ceballos akhirnya buka suara mengenai kondisinya pasca mengalami cedera horor pada partai Mesir vs Spanyol di Olimpiade 2020. Ceballos merasa cukup optimistis dengan peluangnya untuk bermain dalan dua laga tersisa di babak grup.

Ceballos mengalami cedera setelah pergelangan kakinya diinjak oleh pemain Mesir, Taher Mohamed. Inside tersebut membuat Ceballos langsung ditarik keluar karena tak sanggup melanjutkan pertandingan.

“Ya, saya masih sakit. Tapi, saya masih memiliki harapan dan determinasi tinggi untuk melakukan segalanya agar bisa kembali bermain dan membantu rekan-rekan di Olimpiade 2020,” tulis Ceballos di laman Twitter pribadinya.

Dani Ceballos - Olimpiade 2020 - Pledge Times
Pledge Times

Sementara itu, pelatih Spanyol, Luis de la Fuente, tak mau terlalu optimistis dengan peluang Ceballos kembali bermain di babak grup Olimpiade 2020. De la Fuente mengatakan bahwa tim medis La Furia Roja akan mengevaluasi kondisi Ceballos selama 48 jam ke depan.

“Sepertinya, Ceballos mengalami cedera yang cukup parah. Tapi, kami masih akan mengevaluiasi kondisinya,” tutur De la Fuente dikutip Football5star dari laman Diario AS.

Ceballos bukanlah satu-satunya pemain kunci La Furia Roja yang mengalami cedera pada partai melawan Mesir. Bek asal Barcelona, Oscar Mingueza, juga mengalami cedera dan harus ditarik keluar pada menit ke-22.

Spanyol akan menjalani laga keduanya di Olimpiade 2020 pada Minggu, 25 Juli mendatang. Mereka rencananya akan menantang tim kuda hitam, Australia, di Sapporo Dome.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Pelatih Jerman: Untung Brasil Hanya Cetak Empat Gol

gamespool
Pelatih Jerman: Untung Brasil Hanya Cetak Empat Gol 57

Football5star.com, Indonesia – Pelatih timnas U-23 Jerman, Stefan Kuntz, merasa geram dengan performa anak asuhnya pada partai Olimpiade 2020 melawan Brasil, Kamis (22/7) malam WIB. Menurut Kuntz, Brasil bisa mencetak lebih dari empat gol.

Die Mannschaft mengawali kiprahnya di Olimpiade 2020 dengan kekalahan 4-2 dari Brasil. Empat gol Selecao diciptakan oleh Richarlison (7′, 22′, 30′) dan Paulinho 90+4′. Sementara, sepasang gol Jerman dicetak oleh Nadiem Amiri (57′) serta Ragnar Ache (83′)

“Kami tidak bisa membangun serangan dengan baik dan sering sekali kehilangan bola. Menurut saya, ketangguhan Brasil tak ada hubungannya dengan performa kami,” ungkap Stefan Kuntz kepada ARD.

Jerman - Olimpiade 2020 - @dfb_team_en
twitter.com/dfb_team_en

“Kami tak bermain dengan berani dan membiarkan Brasil mengontrol jalannya tempo permainan dengan leluasa. Kami sama sekali tak bisa mengontrol jalannya pertandingan. Untungnya, Brasil hanya mampu mencetak empat gol. Menurut saya, mereka bisa saja mencetak tujuh gol,” sambung Kuntz.

Kuntz dan anak asuhnya tak bisa terlalu lama meratapi kekalahan atas Brasil. Pasalnya, mereka akan menantang tim kuda hitam, Arab Saudi, pada Minggu (25/7) mendatang.

Jika ingin meraih tiket melaju ke babak perempat final, Die Mannschaft wajib memetik kemenangan atas Arab Saudi. Andai kembali gagal memetik kemenangan, peluang Jerman melaju ke babak perempat final akan semakin menipis.

Die Mannschaft akan mengakhiri petualangannya di babak grup Olimpiade 2020 dengan laga melawan tim tangguh, Pantai GAding. Laga tersebut akan digelar di Stadion Miyagi pada Rabu (28/7) mendatang.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Olimpiade 2020: Brasil Berpesta, Tiga Tim Unggulan Merana

gamespool
Olimpiade 2020: Brasil Berpesta, Tiga Tim Unggulan Merana 60

Football5star.com, Indonesia – Brasil sukses mengawali kiprahnya di Olimpiade 2020 dengan gemilang. Pada Kamis (22/7) malam WIB, Selecao memetik kemenangan 4-2 atas tim tangguh, Jerman.

Empat gol Selecao diciptakan oleh Richarlison (7′, 22′, 30′) dan Paulinho 90+4′. Sementara, sepasang gol Jerman dicetak oleh Nadiem Amiri (57′) serta Ragnar Ache (83′)

Nasib serupa tak dialami oleh tiga tim unggulan lainnya. Spanyol, Prancis dan Argentina. Spanyol hanya mampu memetik satu poin karena ditahan tanpa gol oleh Mesir. Sementara, Prancis dan Argentina menelan kekalahan mengejutkan atas lawannya masing-masing.

Pertandingan pekan kedua rencananya akan digelar pada Minggu (25/7) mendatang. Seluruh pertandingan bisa disaksikan lewat kanal televisi Indosiar maupun secara daring di laman serta aplikasi vidio.com.

HASIL PEKAN PERTAMA OLIMPIADE 2020:

Grup A:

  • Meksiko 4-1 Prancis (Ernesto Vega 47′, Francisco Cordova 55′, Carlos Antuna 80′, Eduardo Aguirre 90+1′ – Andre-Pierre Gignac 69′ [p])
  • Jepang 1-0 Afrika Selatan (Takefusa Kubo 71′)

Grup B:

  • Selandia Baru 1-0 Korea Selatan (Chris Wood 70′)
  • Honduras 0-1 Rumania (Elvin Oliva 45+1′ [bd])

Grup C:

  • Mesir 0-0 Spanyol
  • Argentina 0-2 Australia (Lachlan Wales 14′, Marco Tilio 80′)

Grup D: 

  • Pantai Gading 2-1 Arab Saudi (Abdulelah Al Amri 39′ [bd], Franck Kessie 66′ – Salem Al-Dawsari 44′)
  • Brasil 4-2 Jerman (Richarlison 7′, 22′, 30′, Paulinho 90+4′ – Nadiem Amiri 57′, Ragnar Ache 83′)
KLASEMEN FASE GRUP OLIMPIADE 2020:
Grup A:
Posisi Tim Selisih Gol Poin
1 Meksiko 3 3
2 Jepang 1 3
3 Afrika Selatan -1 0
4 Prancis -3 0

Grup B:

Posisi Tim Selisih Gol Poin
1 Selandia Baru 1 3
2 Rumania 1 3
3 Honduras -1 0
4 Korea Selatan -1 0

Grup C:

Posisi Tim Selisih Gol Poin
1 Australia 2 3
2 Mesir 0 1
3 Spanyol 0 1
4 Argentina -2 0

Grup D:

Posisi Tim Selisih Gol Poin
1 Brasil 2 3
2 Pantai Gading 2 3
3 Arab Saudi -1 0
4 Jerman -2 0

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Spanyol Kehilangan Sepasang Pemain Kunci

gamespool
Spanyol Kehilangan Sepasang Pemain Kunci 64

Football5star.com, Indonesia -Status tak membuat Spanyol bisa dengan mudah mengawali Olimpiade 2020. Skuat besutan Luis de la Fuente harus puas bermain imbang melawan Mesir pada partai pembuka, Kamis (22/7) sore WIB.

Laga Spanyol vs Mesir berakhir dengan skor kaca mata, 0-0. Bukan cuma gagal memetik kemenangan, La Furia Roja juga langsung kehilangan dua pemain kunci karena cedera.

Bek tengah, Oscar Mingueza, harus ditarik keluar pada menit ke-22 karena mengalami cedera pergelangan kaki setelah diterjang Ahmed El Fotouh. Beberapa saat jelang turun minum, giliran Dani Ceballos yang ditarik keluar setelah menerima tekel Taher Mohamed.

Olimpiade 2020 - Spanyol - The Sun
The Sun

Meski melakukan pelanggaran keras wasit tidak memberikan kartu merah kepada Mohamed. Pemain berusia 24 tahun itu hanya diganjar kartu kuning.

Belum diketahui seberapa parah cedera yang dialami Mingueza dan Ceballos. Akan tetapi, keduanya diragukan bisa tampil pada partai melawan Australia, Minggu (25/7) mendatang.

La Furia Roja bukanlah satu-satunya tim unggulan yang gagal meraih hasil maksimal di laga pembuka Olimpiade 2020. Di grup A, tim unggulan lainnya, Prancis, menelan kekalahan telak, 4-1, ketika menghadapi Meksiko.

Empat gol Meksiko diciptakan oleh Ernesto Vega (47′), Francisco Cordova (55′), Carlos Antuna (80′) dan Eduardo Aguirre (90+1′). Sementara, gol tunggal Les Bleus diciptakan Andre-Pierre Gignac melalui titik penalti pada menit ke-69.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Debut di Olimpiade 2020, Dani Alves Mengaku Grogi

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Dani Alves menjadi salah satu pemain veteran yang bermain di Olimpiade 2021. Dani Alves akan membela Brasil di ajang olahraga yang berlangsung di Tokyo tersebut.

Meski berstatus sebagai pemain senior, Dani Alves mengakui bahwa ia merasakan sedikit tegang dan grogi untuk bermain di ajang Olimpiade 2021.

Gembira Bisa Hengkang, Dani Alves Mengaku Tak Merindukan Barcelona

“Mereka yang mengenal saya tahu saya memiliki semangat muda dan karena ini pertama kalinya saya akan memiliki pengalaman yang sama dengan para pemain muda,” kata Alves seperti dikutip Football5star.com dari Eurosport, Kamis (22/7/2021).

“Meskipun saya menikmati beberapa momen besar dalam karier saya, mengingat ini pertama kali saya main di Olimpiade, saya merasakan sedikit cemas dan sedikit sakit perut karena tegang,” tambahnya.

“Berada di sini benar-benar perasaan khusus. Saya terima kasih mendapat kesempatan ini. Saya harap bisa memenuhi harapan kompetisi dan juga tim nasional kami,” ucap eks pemain Barcelona tersebut.

Di timnas U-23 Brasil yang bermain di Olimpiade 2021, Dani Alves menjadi kapten tim. Ia akan memimpin rekan-rekan muda Brasil untuk melewati babak fase grup Olimpiade 2021.

Di babak fase grup Olimpiade 2021, Brasil satu grup dengan Jerman, negara yang mereka kalahkan di babak final Olimpiade 2016. Di pertandingan pertama, Brasil akan melawan Jerman di Nissan Stadium.

Setelah itu Selecao akan menghadapi Pantai Gading pada 25 Juli mendatang dan di partai terakhir babak fase grup, Brasil akan melawan tim lemah, Arab Saudi pada 28 Juli 2021.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Kapten Jepang Pertanyakan Keputusan Panitia Olimpiade 2020

gamespool
Kapten Jepang Pertanyakan Keputusan Panitia Olimpiade 2020 71

Football5star.com, Indonesia – Kapten timnas Jepang, Maya Yoshida, dibuat geram dengan keputusan panitia Olimpiade 2020 yang memutuskan untuk menggelar turnamen tersebut secara tertutup. Menurut Yoshida, Olimpiade seharusnya bisa dihadiri penonton karena biaya pelaksanaan diambil dari pajak masyarakat Negeri Sakura.

Olimpiade 2020 terpaksa digelar secara tertutup karena belum redanya pandemi Covid-19 di Negeri Sakura. Meski pandemi Covid-19 belum mereda, panitia tetap tak ingin kembali menunda gelaran empat tahunan tersebut.

“Olimpiade ini dibiayai oleh pajak masyarakat Jepang. Tapi, entah mengapa orang-orang tidak bisa datang ke stadion dan menonton pertandingan,” ujar Maya Yoshida dikutip Football5star dari Diario AS.

Jepang - Olimpiade 2020 - The National
The National

“Jadi, saya sebenarnya mempertanyakan apa tujuan panitia menyelenggarakan Olimpiade tahun ini. Karena, seluruh atlet pasti ingin tampil di hadapan para suporter,” sambung pria berumur 32 tahun itu.

Yoshida merupakan salah satu dari tiga pemain senior yang dipanggil untuk memperkuat Jepang di Olimpiade. Selain Yoshida, dua nama senior lain yang juga masuk skuat besutan Hajime Moriyasu adalah Hiroki Sakai dan Wataru Endo.

Meski menyandang status tuan rumah, The Samurai Blue dipastikan harus bekerja ekstra keras untuk menembus babak perempat final. Pasalnya, mereka tergabung bersama Prancis, Meksiko dan Afrika Selatan di grup A.

Yoshida dkk akan memulai petualangannya pada partai melawan Afrika Selatan pada Kamis (22/7) malam WIB. Sehari setelah laga tersebut, Olimpiade 2020 akan resmi dibuka di Stadion Nasional Tokyo.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Alasan Gelandang Bayern Ogah Perkuat Spanyol

gamespool
Alasan Gelandang Bayern Ogah Perkuat Spanyol 75

Football5star.com, Indonesia – Gelandang Bayern Munich, Marc Roca, memiliki hasrat yang besar untuk memperkuat tim Spanyol di Olipiade 2020. Akan tetapi, Roca menolak panggilan La Furia Roja karena ingin fokus menjalani latihan pramusim bersama Julian Nagelsmann.

Roca menjadi salah satu pemain yang ingin mencuri hati Nagelsmann di sesi latihan pramusim. Pasalnya, Roca tak mendapat menit bermain reguler musim lalu dan cuma mengoleksi 11 penampilan di semua kompetisi.

“Saya sebenarnya ingin berangkat ke Tokyo dan memperkuat Spanyol. Tapi, setelah berdiskusi dengan Hasan Salihamidzic (Direktur olah raga Bayern Munich), saya memutuskan untuk tak menerima panggilan tersebut,” ujar Marc Roca kepada SportBild.

Spanyol - Bayern Munich - BayernStrikes
BayernStrikes

“Kami berdua sepakat bahwa hal terpenting saat ini adalah fokus menjalani latihan bersama Bayern. Karena, kami memiliki pelatih baru. Saya tak masalah dengan keputusan ini. Karena, saya ingin memfokuskan energi bersama Bayern,” sambung pemain 24 tahun itu.

Lebih lanjut, Roca mengaku ingin mendapatkan menit bermain reguler bersama Nagelsmann musim depan. Ia merasa sudah menyelesaikan masa adaptasinya dan sudah siap menerima tanggung jawab yang lebih besar.

“Masa adaptasi saya bersama Bayern sudah selesai. Sekarang, saya merasa jauh lebih kuat dan sudah siap menghadapi tantangan besar musim depan.”

“Saya sudah tak lagi menjadi pemain baru yang belum memahami banyak hal di sini. Sekarang, saya sudah siap menerima tanggung jawab yang lebih besar bersama tim utama,” tutup Roca.

[better-ads type=’banner’ banner=’156435′ ]

Usia 38 Tahun, Dani Alves Masuk Skuat Brasil untuk Olimpiade

gamespool
Usia 38 Tahun, Dani Alves Masuk Skuat Brasil untuk Olimpiade 79

Football5Star.com, Indonesia – Federasi Sepak Bola Brasil (CBF), resmi mengumumkan skuat timnas Brasil untuk Olimpiade Tokyo 2020 nanti. Salah satu nama pemain senior yang dipanggil adalah Dani Alves.

Cabang olahraga Sepak Bola di Olimpiade biasanya memakai tim U-23 dengan maksimal bisa membawa tiga pemain senior. Namun karena Olimpiade ditunda satu tahun, FIFA mengubahnya menjadi tim U-24 dengan tetap bisa membawa tiga pemain senior.

Brasil menjadi juara pada Olimpiade 2016 dengan membawa Neymar sebagai salah satu pemain senior. Namun, kali ini megabintang Paris Saint-Germain itu tidak dipanggil.

Dani Alves merengkuh gelar juara ke-40 berkat keberhasilan timnas Brasil juara Copa America 2019.
tn.com,ar

Pada Olimpiade Tokyo 2020, Brasil memanggil legenda Barcelona yang kini bermain di Sao Paolo, Dani Alves, untuk mengisi satu dari tiga slot pemain senior. Alves sendiri saat ini berusia 38 tahun. Dua pemain lainnya adalah, kiper Athletico Paranaense, Santos, yang berusia 31 tahun. Dan bek Sevilla, Diego Carlos yang berusia 28 tahun.

Olimpiade Tokyo 2020 cabang olahraga Sepak Bola direncakan akan diadakan pada 22 Juli sampai 7 Agustus 2021.

Skuat Timnas Brasil U-24 untuk Olimpiade Tokyo 2020

Kiper: Santos (Athletico Paranaense), Brenno (Gremio)
Bek: Dani Alves (Sao Paulo), Gabriel Menino (Palmeiras), Guilherme Arana (Atlético Mineiro), Nino (Fluminense), Gabriel Magalhães (Arsenal), Diego Carlos (Sevilla);
Gelandang: Douglas Luiz (Aston Villa), Bruno. Guimarães (Olympique Lyon), Matheus Henrique (Gremio), Gerson (Flamengo), Claudinho (Red Bull Bragantino)
Penyerang: Malcom (FC Zenit), Antony (Ajax), Paulinho (Bayer Leverkusen), Matheus Cunha (Hertha BSC), Pedro (Flamengo)

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

RESMI! Olimpiade 2020 Ditunda Akibat COVID-19

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Perdana mentri Jepang, Shinzo Abe, memastikan bahwa Olimpiade 2020 yang akan digelar di Tokyo akan ditunda hingga tahun 2021 mendatang. Penundaan ini dilakukan akibat wabah COVID-19 yang sedang menyerang Jepang dan seluruh dunia.

Penundaan ini dilakukan setelah Abe menghubungi Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC), Thomas Bach. Menurut Abe, Bach sangat mendukung keputusan untuk menunda gelaran Olimpiade edisi tahun 2020.

Awalnya, Olimpiade tahun ini akan digelar mulai tanggal 24 Juli 2020. Abe pun enggan mengungkapkan kapan Olimpiade di Tokyo akan digelar pada tahun 2021 mendatang.

Olimpiade 2020 - COVID-19 - Jepang - Bleacher Report
Bleacher Report

“Saya menawarkan untuk menunda Olimpiade selama satu tahun dan Presiden Bach sangat setuju dengan usulan tersebut,” ujar Shinzo Abe seperti dikutip www.old.football5star.com dari laman Football Italia.

Tak lama berselang, IOC juga mengeluarkan pernyataan resminya terkait dengan penundaan Olimpiade 2020 akibat serangan COVID-19. Dalam pernyataannya, IOC memastikan kalau Olimpiade akan digelar sebelum musim panas 2021 usai.

“Terkait dengan situasi saat ini dan informasi yang kami dapatkan dari WHO, hari ini, Presiden IOC dan Perdana Mentri Jepang, memutuskan untuk menunda ajang Olimpiade tahun ini. Turnamen akan digelar sebelum musim panas 2021 selesai demi keselamatan semua pihak,” tulis pernyataan tersebut.

Ditundanya Olimpiade membuat takkan ada ajang olah raga bergengsi yang akan berlangsung musim panas mendatang. Sebelumnya, kompetisi Piala Eropa 2020 serta Copa America 2020 sudah terlebih dahulu ditunda dan akan digelar tahun 2021 mendatang.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Gerard Pique Mungkin Kembali Bela Timnas Spanyol

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Bek asal Catalan berusia 32 tahun Gerard Pique mengatakan bahwa dirinya berkesempatan untuk kembali memperkuat timnas Spanyol di ajang Olimpiade 2020. Meski Pique sendiri belum bisa menjamin 100 persen hal itu akan terwujud.

“Anda tidak pernah tahu. Anda tidak akan pernah tahu. Dalam hidup Anda tidak perlu menutup peluang yang ada di depan Anda,” kata Pique seperti dikutip Football5star.com dari Marca, Jumat (1/10/2019).

Gerard Pique
barcablaugranes.com

“Saya tidak mau dan tidak akan pernah menyingkirkan apapun dalam hidup dan karier saya. Itu dapat saja terjadi, jadi mengapa tidak?” tambahnya.

Gerard Pique sendiri pada tahun lalu sudah mengumumkan ke publik bahwa dirinya sudah pensiun dari timnas Spanyol. Pengumuman tersebut disampaikannya setelah perhelatan Piala Dunia 2018 di Rusia.

Pique mundur dari timnas Spanyol kala itu tak lepas dari cemooh yang ia terima karena pendirian politiknya soal kemerdekaan Catalan. Hal sama juga diutarakan oleh mantan rekan Pique, Sergio Ramos.

Sergio Ramos sempat mengatakan bahwa dirinya tak akan menolak jika ada panggilan dari timnas Spanyol di ajang Olimpiade 2020 yang bakal berlangsung di Tokyo, Jepang.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Kylian Mbappe Ingin Cicipi Atmoster Olimpiade 2020

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Keberhasilan timnas U-21 Prancis menembus babak semifinal Piala Eropa U-21 membuat Kylian Mbappe merasa sangat senang. Pasalnya, keberhasilan tersebut membuat Prancis akan berlaga di Olimpiade 2020.

Kylian Mbappe yang tak pernah bermain bersama timnas U-21 Prancis tentunya ingin menjadi bagian dari Olimpiade 2020. Hal tersebut ia buktikan dengan sebuah unggahan melalui akun twitter pribadinya yang merayakan keberhasilan Les Bleus berlaga di Tokyo paad tahun 2020 mendatang.

“Saya masih ingin memenangkan Piala Eropa bersama timnas Prancis. Tapi, saya juga ingin berlaga di Olimpiade. Jadi, mengapa tak bermain di Olimpiade saja tahun depan? Hal itu merupakan salah satu impian terbesar saya. Tapi, saya tak bisa mengambil keputusan tersebut sendirian,” kata Mbappe dikuti pdari ESPN.

Kylian Mbappe - Prancis - Olimpiade - Bleacher Report
Bleacher Report

Satu hal yang menjadi masalah bagi Mbappe untuk bermain di Olimpiade adalah waktu pelaksanannya. Pasalnya, ajang bergengsi tersebut akan digelar 10 hari setelah Piala Eropa 2020 usai. Hal ini pun membuat Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) mengubur impian besar Mbappe.

Saat ini, Mbappe masih berusia 20 tahun. Hal itu membuatnya bisa menjadi salah satu bagian dari timnas u-21 Prancis. Namun, bakat besarnya membuat bintang Paris Saint-Germain itu langsung masuk ke dalam skuat senior Les Bleus.

Bersama skuat senior Les Bleus,Mbappe berhasil mengumpulkan 13 gol dari 13 caps. Ia menjadi bagian penting dari pasukan Didier Deschamps yang menjadi juara Piala Dunia pada tahun 2018 lalu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]