Gantikan Kurniawan Dwi Yulianto, Ong Kim Swee Letak Jabatan Dirtek FAM

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com Indonesia – Setelah memecat Kurniawan Dwi Yulianto, Sabah FC segera memiliki pelatih kepala baru. Dia adalah mantan pelatih timnas Malaysia, Ong Kim Swee, yang baru saja menanggalkan jabatan direktur teknik FAM demi menerima pinangan Sabah.

Pada Jumat (10/9), FAM selaku induk organisasi sepak bola Malaysia, mengumumkan pengunduran diri Kim Swee dari posisi dirtek. Surat mundur disampaikan Kim Swee kepada Sekretraris Jenderal FAM, Mohd Saifuddin Abu Bakar, dan langsung dikabulkan oleh seluruh pengurus.

Presiden SAFA Datuk Seri Bung Moktar Radin, Ong Kim Swee, Kurniawan Dwi Yulianto, Sabah FC - Facebook Sabah FC
Facebook Sabah FC

“FAM mengucapkan terima kasih kepada Kim Swee atas pengorbanan dan jasanya serta mendoakan dia sukses dalam karier barunya bersama Sabah FC,” bilang Mohd Saifuddin Abu Bakar, dikutip Football5star dari laman resmi FAM.

Melalui surat pengunduran diri tersebut, Kim Swee mengakhiri masa baktinya bersama FAM yang sudah diemban sejak 2007. Selama 14 tahun, dia sudah menjabat berbagai peran di FAM, termasuk pelatih timnas Malaysia sejak level U-16 hingga senior.

Sehari setelah surat pengunduran diri itu, Kim Swee langsung didaulat sebagai pelatih kepala baru Sabah FC. Dia akan menggantikan pelatih asal Indonesia, Kurniawan, yang didepak dari posisinya beberapa waktu lalu.

Ong Kim Swee Tak Langsung Gantikan Tugas Kurniawan Dwi Yulianto

Kurniawan Dwi Yulianto Sabah FC - Facebook Sabah Football CLub
Facebook Sabah Football CLub

Namun, Kim Swee tak akan langsung mengisi posisi tersebut dalam waktu dekat. Sampai tugasnya dimulai pada 1 Oktober, Sabah masih akan ditangani duet karteker pelatih Burhan Ajui dan Julius Ating.

Keputusan Sabah meminang Kim Swee juga mendapat dukungan penuh dari Presiden Persatuan Sepak Bola Sabah (SAFA), Datuk Seri Bung Moktar Radin. Dia yakin, Kim Swee yang pernah bermain untuk Sabah pada era 1990-an, bisa mengangkat prestasi Saddil Ramdani dan kawan-kawan.

“SAFA selalu mengharapkan kehadiran Kim Swee dan kami yakin dia bisa membangun Sabah FC menjadi tim yang tangguh dan bisa bersaing di pentas sepak bola negeri ini,” ucap Bung Moktar, seperti dikutip dari BH Online.

Ong Kim Swee Pernah Bungkam Timnas U-23 Indonesia di SUGBK

Nama Ong Kim Swee terbilang cukup harum di Malaysia, bahkan hingga Asia Tenggara. Dia dikenal sebagai pelatih yang banyak memunculkan talenta-talenta muda melalui Sekolah Sukan Bukit Jalil (SSBJ).

Kariernya menapak naik sejak didaulat menangani timnas U-23 Malaysia hingga merebut medali emas cabang sepak bola SEA Games 2011. Medali emas itu diraih anak asuh Kim Swee di atas rumput Stadion Utama Gelora Bung Karno setelah mempermalukan timnas U-23 Indonesia pada partai final (21/11/2011).

Timnas-Indonesia-vs-Malaysia-SEA-Games-2011-final-IRAWAN
Irawan/Football5star

Keberhasilan pria yang karib disapa OKS itu sekaligus mencoreng harga diri Indonesia. Bagaimana tidak, anak asuh Rahmad Darmawan melangkah ke final usai menaklukkan Vietnam pada semifinal. Selain itu, Andik Vermansah dan kawan-kawan juga bertekad membalas kekalahan dari Malaysia pada fase grup.

Apa lacur. Timnas U-23 Indonesia yang unggul lebih dahulu melalui gol Gunawan Dwi Cahyo, dipaksa takluk melalui drama adu penalti. Tim besutan OKS merengkuh medali emas berkat kemenangan 4-3 pada adu penalti tersebut, di hadapan puluhan ribu suporter Indonesia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Pria yang Permalukan Indonesia di SUGBK Dapat Jabatan Penting di Malaysia

gamespool
Pria yang Permalukan Indonesia di SUGBK Dapat Jabatan Penting di Malaysia 10

Football5star.com Indonesia – Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM), memberi peran baru kepada Ong Kim Swee. Pria yang pernah mempermalukan timnas Indonesia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada 2011 itu ditunjuk sebagai direktur teknik FAM.

Ong Kim Swee menjabat tugas baru itu menggantikan Peter de Roo. Sebelum dibebani tugas baru, pria berumur 50 tahun tersebut menjabat sebagai asisten direktur teknik merangkap ketua unit belia FAM.

ONG KIM SWEE Direktur teknik FAM = FAM
FAM

Nama Ong Kim Swee terbilang cukup harum di Malaysia, bahkan hingga Asia Tenggara. Dia dikenal sebagai pelatih yang banyak memunculkan talenta-talenta muda melalui Sekolah Sukan Bukit Jalil (SSBJ).

Kariernya menapak naik sejak didaulat menangani timnas U-23 Malaysia hingga merebut medali emas cabang sepak bola SEA Games 2011. Medali emas itu diraih anak asuh Ong di atas rumput SUGBK setelah mempermalukan timnas U-23 Indonesia pada partai final (21/11/2011).

Keberhasilan pria yang karib disapa OKS itu sekaligus mencoreng harga diri Indonesia. Bagaimana tidak, anak asuh Rahmad Darmawan melangkah ke final usai menaklukkan Vietnam pada semifinal. Selain itu, Andik Vermansah dan kawan-kawan juga bertekad membalas kekalahan dari Malaysia pada fase grup.

Andik Vermansah Timnas Indonesia vs Malaysia SEA Games 2011 final - IRAWAN
Irawan/Football5star

Apa lacur. Timnas U-23 Indonesia yang unggul lebih dahulu melalui gol Gunawan Dwi Cahyo, dipaksa takluk melalui drama adu penalti. Tim besutan OKS merengkuh medali emas berkat kemenangan 4-3 pada adu penalti tersebut, di hadapan puluhan ribu suporter Indonesia.

Kini, Ong Kim Swee hadir kembali dengan jabatan sebagai direktur teknik FAM. Pria berkacamata tersebut bisa kembali menjadi ancaman bagi Indonesia dalam upaya merebut medali emas SEA Games di Vietnam pada 21 November-2 Desember 2021.

“Jujur, bertemu Indonesia selalu menyenangkan. Indonesia dan Malaysia punya rivalitas yang panjang dan panas, dan itu bagus bagi sepak bola,” ucap Ong kepada Football5star.com pada 2018 silam.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Malaysia Babak Belur, Ong Kim Swee Dipastikan Menganggur

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Hasil buruk yang dituai timnas U-23 Malaysia pada SEA Games 2019 berimbas buruk pada posisi pelatih Ong Kim Swee. Dia dipastikan terdepak dari kursi pelatih saat kontraknya selesai pada akhir Desember nanti.

Kepastian nasib Ong Kim Swee diungkapkan Sekjen FAM Stuart Ramalingam. Dia mengaku sangat kecewa melihat hasil dan permainan timnas U-23 Malaysia yang gagal lolos dari faser grup.

“Kontrak Datuk Ong sebagai pelatih kepada timnas U-22/23 akan selesai pada akhir 2019 ini dan tak akan diperbarui lagi,” kata Stuart Ramalingam soal sang pelatih, Kamis (5/12/2019), seperti dikutip Football5Star.com dari Bernama.

Hasil buruk timnas U-23 Malaysia di SEA Games 2019 membuat Ong Kim Swee terdepak dari kursi pelatih.
zing.vn

Dalam pandangan Stuart Ramalingam, hasil yang diraih Harimau Malaya bersama pelatih berumur 48 tahun sangat mengecewakan. Dia berharap, hal itu tak akan terulang lagi pada masa yang akan datang.

“Putusan ini sesungguhnya sangat disesalkan. Kami akan melakukan analisis terhadap apa yang telah terjadi dan berharap performa buruk ini tak akan terulang pada lain waktu. Kami berharap tim ini akan berubah jadi lebih baik,” urai Stuart Ramalingam lagi.

Sementara itu, Ong Kim Swee berdalih keterpurukan timnas U-23 Malaysia pada SEA Games 2019 tak terlepas dari persiapan yang buruk. Salah satunya, datuk Ong menunjuk para pemain senior baru bergabung beberapa hari sebelum laga pertama.

“Masa persiapan lebih panjang akan membantu para pemain yang tak bermain secara reguler di klub dan timnas. Tahun lalu, saya punya waktu sebulan penuh dengan para pemain dan mereka mampu mencapau 8-besar Piala AFC U-23,” ucap Ong Kim Swee setelah Malaysia kalah 1-3 dari timnas U-23 Kamboja, Rabu (4/12/2019).

Banner Emagz SEA Games

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Disingkirkan Kamboja, Begini Komentar Pelatih Malaysia

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Kegagalan timnas U-23 Malaysia lolos ke semifinal SEA Games 2019 karena kalah dari Kamboja, Rabu (4/12/2019), disikapi secara jantan oleh Ong Kim Swee. Pelatih timnas Malaysia itu mengakui keunggulan lawan dan keteledoran anak-anak asuhnya.

“Selamat kepada Kamboja. Kami telah berusaha, tapi gagal meraih kemenangan. Malaysia tak dapat memanfaatkan peluang-peluang yang didapat dan harus membayar mahal. Para pemain saya tak belajar dari kesalahan yang dibuat pada pertandingan-pertandingan sebelumnya,” kata Ong Kim Swee seperti dikutip Football5Star.com dari Zing.vn.

Timnas U-23 Malaysia gagal lolos ke semifinal SEA Games 2019 karena kalah 1-3 dari timnas U-23 Kamboja.
zing.vn

Lebih jauh, pelatih berumur 48 tahun itu menyampaikan satu hal. Menurut dia, geliat Kamboja menunjukkan tak ada lagi tim favorit di Asia Tenggara. Kekuatan sepak bola semua negara ASEAN sudah merata.

“Dapat dilihat bahwa level tim-tim di Asia Tenggara tak lagi berbeda saat ini,” urai Ong Kim Swee. “Lihat saja laga-laga Kamboja sejak awal turnamen (SEA Games 2019). Sekarang ini, tidak mudah mengalahkan tim-tim seperti mereka (yang dulu dianggap remeh).”

Bagi timnas U-23 Malaysia, kegagalan lolos ke semifinal SEA Games 2019 adalah pukulan tersendiri. Dua tahun lalu, musuh bebuyutan timnas U-23 Indonesia itu adalah peraih medali perak. Sementara itu, bagi timnas U-23 Kamboja, ini merupakan kesuksesan pertama lolos dari fase grup.

Mengenai hal tersebut, Ong Kim Swee berharap anak-anak asuhnya mampu memetik pelajaran. “Seperti saya katakan dalam konferensi pers, hal terpenting bagi kami adalah mampu bangkit setelah terjatuh. Saya berharap para pemain lebih kuat lagi pada masa yang akan datang,” ujar dia lagi.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Pengoyak Gawang Timnas Indonesia Tak Diajak ke SEA Games 2019

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Pelatih timnas U-22 Malaysia, Ong Kim Swee, membuat keputusan mengejutkan dalam pemilihan skuat untuk ajang SEA Games 2019. Pemain yang dua kali mengoyak gawang timnas Indonesia dalam kualifikasi Piala Dunia 2022, Safawi Rasid, justru tak diajak ke SEA Games 2019.

Semula, para penyokong timnas Malaysia mengira nama Safawi Rasid akan otomatis dibawa Ong ke Filipina. Apalagi, pemain berusia 22 tahun itu baru saja menyabet sederet penghargaan di Malaysia.

Salah satunya adalah penghargaan Most Valuabale Player alias pemain terbaik berkat performa impresifnya bersama Harimau Malaya -julukan timnas Malaysia-, serta klubnya Johor Darul Ta’zim.

Kenyataannya, sang pelatih justru tak menyertakan Safawi Rasid ke dalam skuat yang berangkat ke SEA Games 2019. Alasan Ong Kim Swee karena Safawi Rasid butuh istirahat setelah melalui banyak pertandingan selama 2019.

“Ini keputusan sulit dan saya melakukannya demi kebaikan Safawi. Dia sudah menjalani terlalu banyak permainan bersama klub dan tim nasional, termasuk bersama tim U-22 pada awal tahun,” urai Ong Kim Swee seperti dikutip Football5star.com dari Bernama.com, Rabu (20/11).

Ong Kim Swee malaysia-u23-asian-games-football5star-bharian-com-my
bharian.com.my

Ong Kim Swee menambahkan, “jadi, demi kebaikan semua, saya ingin mengistirahatkan karena kami memiliki agenda penting bersamanya pada tahun depan. Saya harap semua memahami alasan ini”.

Pernyataan Ong cukup beralasan. Tengok saja 11 hari terakhir. Safawi Rasid bermain tiga kali bersama tim nasional. Termasuk saat mencetak dua gol ke gawang timnas Indonesia di Stadion Bukit Jalil, Selasa (19/11).

Akan tetapi, standar berbeda diberlakukan sang juru racik kepada 7 pemain lain. Adam Nor Azlin, Muhammad Syahmi Safari, Dominic Tan, Syamer Kutty Abba, Muhammad Akhyar Rashid, Muhammad Daniel Amier Norhisham, dan Muhammad Haziq Nadzli, langsung bergabung dengan timnas U-22 Malaysia selepas membela tim senior.

Ong Kim Swee masih harus mengeliminasi 12 nama sebelum berangkat ke Manila pad Sabtu (23/11).

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Pelatih Malaysia Targetkan Poin Lawan Indonesia

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Malaysia, Ong Kim Swee menargetkan bisa mencuri poin lawan Indonesia. Kekalahan Malaysia dari Kamboja membuat langkah Harimau Malaya untuk lolos ke babak semifinal Piala AFF U-22 2019 semakin sulit.

Secara mengejutkan, timnas U-22 Malaysia takluk dengan skor 1-0 dari Kamboja. Kekalahan ini membuat anak asuh Ong Kim Swee terpuruk di dasar klasemen.

“Pada pertandingan kedua (melawan Indonesia) kita harus bisa mendapatkan poin. Entah satu atau tiga poin agar bisa lolos ke babak selanjutnya,” ujar Ong Kim Swee dikutip Football5star dari Berita Harian.

https://www.instagram.com/p/BuC9S7kghBx/

Target mencuri poin melawan Indonesia akan semakin sulit lantaran mereka tak akan diperkuat oleh dua pemain kunci mereka, Kogileswaran Raj Mohana Raj dan Danial Haqim Draman. Kogileswran mengalami cedera dan Danial absen karena terkena akumulasi kartu.

Kondisi ini membuat Ong Kim Swee harus memutar otak demi mencari komposisi terbaik. Meskipun begitu, ia yakin pemain lainnya bisa menggantikan posisi yang ditinggalkan.

“Tentu akan ada perombakan pemain. Karena kami ada masalah setelah Kogileswaran dan Danial tak bisa bermain nanti. Namun, kami masih memiliki pemain lain yang bisa mengisi slot yang kosong. Saya percaya mereka mampu menjalankan tugas dengan baik,” ujar Ong Kim Swee.

Satu-satunya gol di pertandingan itu dicetak oleh Sath Rosib pada menit ke-62. Satu gol tersebut cukup untuk memastikan tuan rumah Kamboja memboyong tiga poin penting di laga perdana. Kamboja sendiri akan melawan Myanmar yang di pertandingan pertama menahan imbang Indonesia dnegan skor 1-1.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Pelatih Malaysia Jagokan Indonesia

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Malaysia, Ong Kim Swee menjagokan Indonesia untuk lolos dari babak grup Piala AFF U-22 2019 yang digelar di Kamboja. Ada beberapa faktor yang membuat pelatih kawakan ini memfavoritkan Indonesia ketimbang tim yang ia latih.

Sebenarnya, Indonesia dan Malaysia berada dalam situasi sulit. Kedua tim tak bisa menurunkan pemain terbaiknya lantaran beberapa pemain tak mendapatkan izin untuk turun di turnamen ini.

“Kamboja tidak bisa dipandang remeh, karena mereka merupakan tuan rumah. Myanmar dan Indonesia telah latihan lebih lama dibandingkan kami. Bahkan Myanmar menghentikan liga mereka selama satu bulan,” ungkap Ong Kim Swee dikutip Football5star dari Goal.

https://www.instagram.com/p/Bt7yFAtAeB3/

Indra Sjafri tidak bisa memainkan para pemain yang bermain di luar Indonesia. Mereka adalah Egy Maulana Vikri, Ezra Walian, dan Saddil Ramdani. Kondisi ini juga dimiliki oleh Harimau Malaya, julukan timnas Malaysia.

Meskipun begitu, Ong Kim Swee meraa persiapan Indonesia jauh lebih maksimal bila dibandingkan timnya. Ia pun tak segan menyebut tim yang ia latih sebagai underdog.

“Indonesia sudah berlatih selama tiga pekan, sehingga mereka menjadi favorit. Kami menganggap diri sendiri sebagai underdog,” beber pelatih timnas Malaysia U-22 tersebut.

Berbagai kekurangan tersebut membuat ia tak memasang target besar. Baginya, turnamen di Kamboja hanyalah sebuah pemanasan dan yang terpenting adalah kualifikasi Piala Asia U-22 yang berlangsung sebulan setelahnya.

“Hal paling penting bagi kami adalah datang ke sana (Kamboja) untuk mengetahui kekurangan. Tidak ada target secara spesifik, tapi kami tentu saja berusaha mendapatkan hasil bagus. Tujuan kami juga adalah meningkatkan performa tim sebelum kualifikasi Piala Asia.”

Ong Kim Swee: Indonesia Berpeluang Besar Kalahkan UEA

Banner Footbal Live Star-Football5star

Football5star.com, Indonesia – Timnas Indonesia U-23 akan menghadapi Uni Emirat Arab (UEA) dalam babak 16 besar Asian Games 2018 yang digelar di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Jumat (24/8) sore. Ong Kim Swee, pelatih Malaysia menyebut Indonesia lebih berpeluang kalahkan UEA dan lolos ke babak selanjutnya.

Ong Kim Swee bukan sembarangan berbicara. Ia pernah melawan kedua kesebelasan. Saat SEA Games 2017 yang lalu, Malaysia mengalahkan Indonesia dengan skor tipis, 1-0.

Beberapa saat sebelum Asian Games 2018 dimulai, Malaysia juga sempat beruji coba dengan UEA. Hasilnya, anak asuh pelatih yang kerap dipanggil OKS ini sukses mengalahkan UEA dengan skor 2-0. Laga memang tak berlangsung sampai akhir karena terjadi keributan antarpemain.

OKS membandingkan kedua kesebelasan dan merasa yakin bahwa anak asuh Luis Milla bisa mengatasi UEA.

“Indonesia lebih baik dari UEA. Apalagi mereka didukung oleh suporter fanatik yang juga ingin mengalahkan UEA,” ujarnya dikutip Football5star.com dari Bola.com

Berkaca dengan laga uji coba melawan UEA, OKS menitipkan pesan kepada seluruh para pemain Indonesia yang akan melawan UEA. Para pemain UEA sering memancing provokasi dan para pemain Indonesia diminta tidak terponcing provokasi.

“Bicara soal karakter, Indonesia perlu untuk bisa menahan emosi. Kebiasaan tim untuk mencoba memprovokasi adalah hal yang biasa dilakukan. Yang penting adalah semangat, dengan begitu pasti bisa menang,” tutupnya.

Wawancara Eksklusif Football5star dengan Pelatih Malaysia U-23, Ong Kim Swee

Banner Footbal Live Star-Football5star

Football5star.com, Indonesia – Setelah kemenangan bersejarah atas Korea Selatan (Korsel), kami berkesempatan mewawancarai pelatih Malaysia U-23, Ong Kim Swee (OKS).

Coach OKS adalah salah satu pelatih terbaik di Malaysia. Pengalamannya bersama timnas usia muda Harimau Malaya begitu panjang sejak 2011. Di SEA Games 2011 Jakarta, dia dan timnas Malaysia asuhannya secara heroik sukses mengalahkan Indonesia untuk meraih medali emas.

Baru berusia 47 tahun, coach OKS sudah menorehkan banyak tinta emas di sejarah sepak bola Malaysia. Sebelum kemenangan historis atas Korsel, timnas U-23 Malaysia yang dibesutnya juga lolos ke perempat-final Piala Asia U-23 di bulan Januari 2018 lalu.

Pagi ini (20/8), kami berbicara panjang-lebar dengan Coach OKS tentang Malaysia U-23, Asian Games, dan banyak hal lainnya.

Ong Kim Swee, pelatih timnas U-23 Malaysia di Asian Games 2018.
bharian.com.my

Selamat pagi, coach OKS. Senang akhirnya bisa berbincang dengan Anda…

Ya, selamat pagi. Senang bisa mengobrol lagi dengan Anda pagi ini setelah sekian lama.

Setelah kemenangan atas Korsel, bagaimana hal itu berdampak bagi anak asuh Anda?

Well, tentu saja itu kemenangan besar bagi kami. Setelah 44 tahun kami tidak pernah mengalahkan Korsel di Asian Games, kini kami melakukannya lagi. Ini kemenangan besar dan sangat menaikkan moral anak-anak di dalam tim. Ini juga menyakinkan masyarakat Malaysia bahwa tim ini bisa melakukan banyak hal hebat bersama.

 

Tentang Safawi Rasid dan Egy Maulana Vikry

Safawi Rasid menjadi bintang dengan dua golnya melawan Korsel. Ia juga sudah mencetak total tiga gol di Asian Games 2018. Bagaimana Anda melihat potensi pemain 21 tahun ini?

Safawi adalah pemain dengan potensi besar. Dia terbukti konsisten bersama klubnya (Johor Darul Ta’zim) dan bersama timnas. Dia juga sudah beberapa kali tampil bersama timnas senior kami. Kekuatan terbesar Safawi adalah konsistensi dan fokus bermainnya yang luar biasa. Dengan sikap dan bimbingan yang benar, dia bisa berkarier hingga ke Eropa.

Apakah potensi Safawi Rasid sama dengan Egy Maulana Vikry, wonderkid asal Indonesia?

Ya, tentu. Tapi bakat bukan sesuatu yang perlu dibandingkan. Safawi dan Egy adalah dua pemain berbeda. Tapi dengan arahan dan sikap yang tepat, ia (Safawi) bisa menyusul jejak Egy menembus Eropa dan membanggakan Malaysia.

 

Tentang Rotasi dan Potensi Jepang di Babak 16 Besar

Malaysia sudah memastikan lolos kendati masih akan melawan Bahrain malam ini. Ada persiapan khusus seperti rotasi mungkin?

Tentu saya mempertimbangkan hal itu. Tim ini berisi pemain-pemain terbaik yang saya yakin punya kualitas yang sama hebatnya. Tapi, ini turnamen. Anda harus mempertimbangkan hukuman akumulasi kartu dan potensi cedera. Tapi, saya yakin siapa yang diturunkan adalah pemain yang paling siap.

Malaysia dipastikan akan bertemu Jepang di babak 16 besar. Walau tak membawa pemain terbaiknya, ada sosok Hajime Moriyasu di sana. Moriyasu juga sudah diangkat menjadi pelatih tim senior. Apa pendapat Anda?

Dengan atau tanpa pemain terbaiknya, Jepang tetaplah Jepang. Mereka sangat fokus dan disiplin. Kami tidak pernah meremehkan lawan, kendati mereka baru saja kalah dari Vietnam kemarin (19/8) malam.

 

Tentang Skuat Malaysia, Indonesia, dan Pemanggilan Baddrol Bakhtiar

Coach OKS, empat bulan lalu ketika saya bertanya bayangan skuat Anda untuk Asian Games 2018, Anda terlihat ragu. Kini, Anda punya skuat yang bisa dibilang terbaik. Bagaimana pandangan Anda tentang skuat Malaysia U-23 saat ini?

Tim yang saya pilih ini 80% berasal dari skuat saat Piala AFC U-23 lalu. Bahkan, kami tidak bisa membawa dua pemain terbaik kami, Matthew Davies dan Nor Azam Abdul Azih, yang tidak dilepas klubnya (Pahang FA). Tapi dengan pemain yang dibawa ini, kami terlihat lebih solid dan kuat.

Di skuat ini ada sosok yang sangat dikenal publik Indonesia, Baddrol Bakhtiar. Kenapa Anda akhirnya memanggil Baddrol dan memilihnya sebagai kapten? Kenapa bukan Safiq Rahim atau Safee Sali, misalnya?

Anda tahu sendiri, Baddrol adalah kapten saya saat kami memenangi SEA Games 2011 di sini (Indonesia). Bagi saya, Baddrol punya yang saya butuhkan di dalam tim. Ia punya karisma, mampu menjadi contoh bagi pemain muda, dan bisa menyatu dengan tim ini. Baik di dalam atau luar lapangan, Baddrol adalah sosok yang paling pas. Bukan berarti Safiq atau Safee tidak baik, namun untuk kebutuhan taktik dan non-teknis, Baddrol adalah yang paling pas.

Terakhir coach, karena saya dari Indonesia, saya akan menanyakan ini. Seberapa ingin Anda bertemu dengan Indonesia di turnamen ini?

Jujur saja, bertemu Indonesia selalu menyenangkan. Indonesia dan Malaysia punya rivalitas yang panjang dan hangat, di mana itu bagus bagi sepak bola. Tapi, bertemu Indonesia saat mereka menjadi tuan rumah sangat sulit. Sementara itu, kami akan berfokus memikirkan Bahrain dan Jepang, sebelum berpikir tentang lawan selanjutnya.

Gagal Raih Emas, Pelatih Malaysia Tak Mau Salahkan Kipernya

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Timnas U-22 Malaysia, Ong Kim Swee, menolak untuk menyalahkan kipernya, Muhammad Haziq Nadzli. Kiper muda Malaysia itu meninju bola, namun malah masuk ke gawang sendiri. Kejadian itu berlangsung di laga final SEA Games 2017saat Harimau Malaya melawan Timnas U-22 Thailand, menit ke-39, Selasa (29/8/2017). Akibatnya, mereka gagal meraih emas dalam ajang ini.

“Itu adalah situasi yang sulit buat Haziq, dan kesalahan itu bisa berlaku ke seluruh pemain. Kita tak boleh menyalahkan dia, dia masih muda dan masih terus untuk belajar lagi,” ungkap Ong Kim Swee dikutip dari Berita Harian, Rabu (30/8/2017).

Baginya, Thailand meruapakan lawan yang berat di final. Namun, para anak asuhannya sudah melakukan yang terbaik. Kegagalan ini mengingatkan mereka pada final SEA Games 2001 di Kuala Lumpur. Saat itu mereka juga kalah dengan skor 1-0 dari Thailand.

“Kita beri perlawanan hebat kepada Thailand, tapi kita justru memberikan mereka gol yang di waktu yang tidak tepat. kita mencoba untuk bangkit dan tetap gagal meraih gol,” ujar pelatih yang pernah bawa Malaysia raih emas pada SEA Games 2011 di Jakarta itu.

“Saya tidak bisa gembira karena gagal mendapatkan emas. Tapi secara keseluruhan saya berpuas hati dengan prestasi pemain dengan permainan mereka dalam ajang ini. Kita membuktikan bahwa kita mampu bersaing dengan tim lainnya.”

Pelatih Malaysia Sindir Gaya Permainan Indonesia

Football5star.com, Indonesia – Pelatih timnas U-22 Malaysia, Ong Kim Swee, menyindir gaya permainan Indonesia kala berjumpa di babak semifinal SEA Games 2017, Sabtu (26/8/2017). Garuda Muda yang bermain cantik kala itu harus kalah 0-1 dari Malaysia pada menit-menit akhir melalui sundulan Thanabalan Nadarajah.

Ong Kim swee menyatakan bahwa percuma apabila sebuah tim bermain cantik, namun tak meraih kemenangan. Ia juga menyatakan bahwa yang penting dari sebuah pertandingan adalah hasilnya.

“Tak guna kita bermain cantik, tapi tak menang. Dalam sebuah pertandingan, hasil akhir yang lebih penting,” ujar Ong Kim Swee dikutip dari media Malaysia, Berita Harian, Selasa (29/8/2017).

Akan tetapi, pelatih yang pernah membawa Malaysia meraih emas pada SEA Games 2011 di Jakarta itu, mengakui timya di bawah performa kala menghadapi Indonesia. Padahal, di fase grup A, Malaysia tidak bertemu dengan lawan yang sulit, berbeda di grup B yang dihuni Indonesia, Thailand, dan Vietnam.

“Memang saya akui permainan Malaysia ketika bertemu Indonesia agak menurun dan kita tidak menunjukkan permainan sebenarnya. Tapi kami lebih layak mendapatkan hasil kemenangan,” tuturnya.

Harimau Malaya Muda akan bertemu Thailand pada babak final, di Stadion Shah Alam, Selangor, Selasa (29/8/2017). Meski bermain di hadapan pendukungnya sendiri, Tim Gajah Putih bukan lawan yang mudah bagi Malaysia. Hal itu juga diutarakan oleh Ong Kim Swee.

“Di atas kertas saya akui Thailand adalah tim yang lebih baik. Tapi, pada final, semuanya punya peluang yang sama. Kita bermain di tempat sendiri sudah pasti kita mau mengakhiri pertandingan dengan kebahagiaan.”

 

Pelatih Malaysia Minta Pemainnya Fokus Hadapi Thailand

Football5star.com, Indonesia – Setelah mengalahkan Timnas Indonesia U-22, di babak semifinal SEA Games 2017, pelatih Timnas Malaysia U-22, Ong Kim Swee, minta pemainnya fokus hadapi Timnas Thailand U-22. Ia berharap anak asuhnya bisa lebih disiplin dan meneruskan performa terbaik di laga final nanti.

“Kami harus tetap disiplin dan fokus. Seperti yang saya katakan sebelumnya, kami tidak keberatan bermain di mana saja. Jika kami bermain di Stadion Shah Alam, kami akan terus berjuang,” ujar Ong Kim Swee dikutip dari media Malaysia, Berita Harian, Minggu (27/8/2017).

“Bagaimanapun, saya harap kita bisa melanjutkan momentum dan kegembiraan. Saya yakin kita bisa membuat hasil positif jika skuat kami bermain sesuai taktik kala hadapi Thailand,” lanjutnya.

Sementara itu, pihak panitia memindahkan lokasi final yang tadinya di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, ke Stadion Shah Alam, Selangor. Ong Kim Swee mengatakan tak keberatan dengan perubahan itu. karena baginya pendukung Malaysia pasti akan tetap memenuhi stadion.

“Kami tidak keberatan final akan bermain di Stadion Nasional Bukit Jalil atau Stadion Shah Alam, kami tahu para pendukung kami akan sentiasa membanjiri stadion untuk memberikan dukungan penuh kepada kami,” kata pelatih berusia 46 tahun itu.

Pertandingan final akan digelar pada Selasa (29/8/2017). Jika Malaysia berhasil mengalahkan Thailand, mereka akan meraih emas keenam kalinya sejak SEA Games dihelat pada 1977.

Kalahkan Indonesia, Pelatih Malaysia Tak Mau Merayakannya

Football5star.com, Indonesia – Meski mengalahkan lawan kuat di semifinal SEA Games 2017, pelatih Timnas Malaysia U-22, Ong Kim Swee, tak mau bergembira terlebih dahulu. Pasalnya, ia masih punya satu tugas lagi yaitu bertemu Timnas Thailand U-22, di babak final.

Mereka berhasil melaju ke babak final setelah menang atas Timnas Indonesia U-22, 1-0, di Stadion Shah Alam, Selangor, Malaysia, Sabtu (26/8/2017). Satu-satunya gol dalam laga itu diciptakan oleh Thanabalan Nadarajah pada menit ke-86.

“Saya masih ada tiga hari lagi untuk benar-benar gembira (final). Bagus untuk kita layak ke final tapi kita tak boleh terlalu merayakannya. Sebaliknya, semua pemain harus fokus menghadapi Thailand,” ungkap Ong Kim Swee saat konferensi pers setelah pertandingan, Sabtu (26/8/2017).

Indonesia sebenarnya bermain solid dan baik dalam laga tersebut. Sayangnya, kelengahan di menit akhir membuyarkan impian mereka lolos ke final. Ong Kim Swee juga berkata demikian, ia memuji penampilan Indonesia dan timnya yang terlalu berhati-hati di awal laga.

“Indonesia bermain baik pada babak pertama dan kita terlalu berhati-hati. Tapi, pemain kami bangkit pada babak kedua, mendominasi permainan dan menunjukkan karakter terbaik untuk menang,” kata ong kim swee.

Menatap laga final, pelatih yang pernah membawa Malaysia meraih medali emas pada SEA Games 2011 di Jakarta itu tak gentar hadapi Thailand. Bermain dibawah dukungan pendukungnya sendiri membuat mereka tak takut hadapi nama besar Timnas Gajah Putih.

“Kita bermain di kandang sendiri, tiada sebab untuk kita merasa takut dengan Thailand. Memang kita kalah 0-3 dengan mereka di Bangkok, tapi final adalah laga yang berbeda dan kita sudah siap,” tuturnya.

Pelatih Malaysia Berharap Para Pendukung Jaga Sportivitas

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Timnas Malaysia U-22, Ong Kim Swee, meminta agar para pendukung dapat menjaga sportivitas dalam laga Indonesia melawan Harimau Malaya. Kedua tim ini bertemu di babak semifinal SEA Games 2017, Sabtu (26/8/2017), di Stadion Shah Alam, Selangor, Malaysia.

Hal itu tidak bisa dipungkiri. Pasalnya, pertemuan antara kedua negara ini di lapangan hijau selalu menjadi pembicaraan hangat. Faktor politik dan budaya antara kedua negara yang kerap berseteru itu jadi faktor pemanas kedua kubu pendukung.

“Kita harus tahu ini adalah pertandingan sepak bola. Segala isu selain bola sepak harus dikesampingkan, kerana yang penting adalah besok ada pertandingan yang menarik untuk disaksikan,” harap Ong Kim Swee dikutip dari media Malaysia, Bernama.com, Jumat (25/8/2017).

“Kita tidak mau ada perkara-perkara yang tidak seharusnya terjadi sebelum maupun setelah pertandingan,” lanjutnya.

Sedangkan menurut asisten pelatih Timnas Indonesia, Bima Sakti, sepak bola seharusnya menjadi perekat hubungan antara kedua negara. Ia berharap para pendukung dapat menjaga sportivitas dalam olahraga.

“Esok hanyalah satu pertandingan sepak bola dan kami (pasukan Indonesia) akan berjuang demi semangat olahraga itu. Saya berharap pendukung Indonesia dapat menjaga kerukunan dan persaudaraan baik kedua-dua negara,” ujar Bima Sakti.

Indonesia dalam keyakinan tinggi menghadapi tuan rumah. Meski demikian, beberapa pilar utama mereka harus absen dalam laga ini. Hansamu Yama, Muhammad Hargiyanto, dan Marinus Wanewar sedang dalam masa hukuman bermain karena akumulasi kartu pada babak penyisihan.