Rans Cilegon FC Yakin Patrich Wanggai Tak Berulah

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Rans Cilegon FC yakin Patrich Wanggai tak akan berulah dan justru bakal menggila di Liga 2 musim ini. Hal itu karena dalam skuat Rans Cilegon banyak pemain-pemain senior yang bisa membimbing Wanggai.

Seperti diketahui, Rans Cilegon akhirnya mendatangkan striker anyar. Wanggai diharapkan menjadi jawaban dari keraguan banyak pencinta sepak bola akan lini depan tim besutan Bambang Nurdiansyah itu.

Kendati demikian, Patrich Wanggai selama ini dikenal acap bandel. Namun, manajemen Rans Cilegon FC yakin, Wanggai bisa berubah. Mereka juga menaruh kepercayaan yang besar kepada Wanggai agar jadi striker berbahaya di Liga 2.

Liga 2 Bakal Sulit, Rans Cilegon FC Justru Terlecut Rans Cilegon FC Yakin Patrich Wanggai Tak Berulah

“Jadi tantangan pasti ya tapi kan kita punya pelatih yang cukup senior, kebapakan juga. Mudah-mudahan bisa tangani sisi yang kurang baik,” ungkap Chief Operating Officer (COO) Rans Cilegon FC, Darius Sinathrya, kepada awak media.

Tentu, kata Darius, Wanggai juga pastinya akan berbenah menjadi striker yang berbahaya. Terlebih, pada Piala Menpora lalu dia sempat membuktikan kualitasnya dengan membawa PSM Makassar menembus semifinal. Hal itulah yang diharapkan oleh Rans Cilegon.

“Sebagai pemain mungkin Wanggai ada introspeksi untuk perbaiki diri tapi prestasi di lapangannya juga bagus. kebetulan Rans Cilegon kan juga butuh. Terlebih, di dalam ada pemain-pemain senior, ada Cristian El Loco Gonzales, Hamka Hamzah juga pasti jadi mentor,” tutup Darius.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Resmi! Rans Cilegon FC Rekrut Patrich Wanggai buat Liga 2 2021

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Rans Cilegon FC akhirnya menambah kekuatannya di lini depan setelah meresmikan kedatangan Patrich Wanggai. Kedatangan Wanggai sendiri diumumkan oleh Rans Cilegon melalui Instagram resminya.

Memang, sebelumnya banyak yang meragukan lini depan Rans Cilegon untuk mengarungi Liga 2 2021. Sebab, mereka cuma memiliki tiga nama, yakni Cristian Gonzales, Syamsir Alam, dan Jujun Junaedi. Gonzales sudah memasuki usia senja, sedang Syamsir tak lama merasakan atmosfer kompetisi sepak bola nasional. Sedang Jujun masih muda dan butuh dipoles lagi.

Patrich Wanggai tampaknya menjadi jawaban bagi Rans Cilegon. Kedatangan pemain yang pada Piala Menpora 2021 membela PSM Makassar itu memang sudah tercium beberapa hari terakhir. Namun, Rans Cilegon akhirnya baru mengumumkan kedatangan Wanggai pada Senin (24/5/2021).

Patrich Wanggai Jadi Korban Rasialisme, Marc Klok Geram Resmi! Rans Cilegon FC Rekrut Patrich Wanggai buat Liga 2 2021

“Selamat datang dan selamat bergabung di RANS Cilegon FC, Patrich Wanggai. Semoga dapat berlaga dan membangun chemisty yang baik dalam keluarga besar RANS Cilegon FC,” tulis Rans Cilegon dalam Instagram resminya.

“Perjalanan ribuan kilometer dimulai hanya dengan satu langkah. Ini hanyalah satu langkah awal dari kesuksesanmu yang selanjutnya. Tetap kerja keras seperti biasanya. Semangat selalu ya!” sambung Rans Cilegon.

Wanggai sendiri cukup berpengalaman di kancah kompetisi Indonesia. Dia pernah membela sejumlah klub besar, dari Persipura Jayapura, Madura United, Sriwijaya FC, Persib Bandung, Persebaya Surabaya, dan PSM Makassar. Pengalaman Wanggai jelas akan bermanfaat bagi Rans Cilegon.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Pelatih PSM Jelaskan Kondisi Patrich Wanggai Usai Kasus Rasialisme

Pelatih PSM Jelaskan Kondisi Patrich Wanggai Usai Kasus Rasialisme 10

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih PSM Makassar, Syamsudin Batolla, menjelaskan kondisi terkini Patrich Wanggai usai menerima kata-kata rasialisme di akun media sosialnya. Dia menyebut kalau Wanggai bersikap profesional dan siap bermain melawan Bhayangkara Solo FC, Sabtu (27/3/2021).

Seperti diketahui usai mencetak gol ke gawang Persija Jakarta, Wanggai memang mendapatkan perlakuan tak mengenakkan di akun media sosial pribadinya. Wanggai diserang oleh oknum suporter bahkan dengan kata-kata bernada rasialisme.

Perlakuan oknum suporter kepada Wanggai memicu reaksi keras dari berbagai pihak. Nyaris semua klub-klub peserta Piala Menpora 2021 menyerukan untuk membuang jauh-jauh isu rasialisme. Lantas, bagaimana kondisi Patrich Wanggai saat ini?

Patrich Wanggai Jadi Korban Rasialisme, Marc Klok Geram

“Ya saya kira kasus Wanggai kemarin memang biasa dalam sepak bola. Sebagai pemain profesional memang itu resikonya. Tapi sekali lagi, saya sangat menyayangkan sikap-sikap itu,” ungkap Syamsudin Batolla sebelum melawan Bhayangkara Solo FC.

“Sebenarnya dalam sepak bola, pasti tak ada yang mau kalah. Semuanya pasti ingin memberikan penampilan terbaik, tapi harusnya tak seperti ini,” sambung dia.

PSM Makassar sendiri akan meladeni Bhayangkara Solo FC yang juga menang atas Borneo FC di pekan perdana. Mereka akan berusaha semaksimal mungkin demi tiket ke babak delapan besar.

“Bhayangkara ini punya kualitas, tapi kami akan berusaha memaksimal mungkin meladeni mereka. Setiap pertandingan harus main maksimal,” tutup Syamsudin Batolla.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

PSSI Bereaksi Keras Soal Ejekan Rasial kepada Patrich Wanggai

PSSI Bereaksi Keras Soal Ejekan Rasial kepada Patrich Wanggai 14

Football5Star.com, Indonesia – Tindakan rasialisme yang menimpa striker PSM Makassar, Patrich Wanggai akhirnya bikin PSSI bereaksi. Plt Sekjen PSSI, Yunus Nusi, mengutuk hal itu dan berharap suporter bisa lebih dewasa.

Seperti diketahui usai mencetak gol ke gawang Persija Jakarta, Wanggai memang mendapatkan perlakuan tak mengenakkan di akun media sosial pribadinya. Dia diserang oleh oknum suporter bahkan dengan kata-kata bernada rasialisme.

Hal itu memicu reaksi keras dari berbagai pihak. Nyaris semua klub-klub peserta Piala Menpora 2021 menyerukan untuk membuang jauh-jauh isu tersebut. PSSI pun mengutuk keras tindakan rasialisme kepada Wanggai.

Patrich Wanggai Jadi Korban Rasialisme, Marc Klok Geram

“Tentu kami menyesalkan tindakan oknum netizen yang mengatakan rasisme kepada saudara Patrich Wanggai. PSSI sangat menentang dan meminta semua suporter dan netizen di Indonesia untuk meninggalkan rasisme,” kata Yunus Nusi dalam laman resmi PSSI.

“Jangan sampai kejadian ini terulang kembali. PSSI akan terus memberikan edukasi serta butuh dukungan semua pihak untuk memerangi rasisme di sepak bola Indonesia,” sambung dia.

Kasus rasialisme kepada Wanggai sendiri turut membuat pemerintah melalui Kemenpora buka suara. Mereka menyesalkan hal itu terjadi, terutama pada Piala Menpora 2021.

“Kami sangat menyesalkan adanya kejadian itu kepada Patrich Wanggai. Tentu, ini tak boleh ditolerir. FIFA tak mentolerir, rasialisme itu sangat tak elok,” ungkap Sekretaris Menpora, Gatot S Dewa Broto kepada wartawan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Hati-Hati! Lontarkan Ejekan Rasial kepada Pemain di Medsos Bisa Diciduk Polisi

Hati-Hati! Lontarkan Ejekan Rasial kepada Pemain di Medsos Bisa Diciduk Polisi 19

Football5Star.com, Indonesia – Suporter Indonesia dituntut lebih bijak dalam berselancar di media sosial (medsos) terutama soal ujaran kebencian dan rasialisme. Sebab, mereka bisa saja diciduk oleh kepolisian.

Kejadian yang menimpa striker PSM Makassar, Patrich Wanggai, jadi pelajaran berharga. Sebab, dia baru-baru ini menerima kata-kata tak pantas di akun medsos pribadinya usai melawan Persija Jakarta.

Hati-Hati, Lontarkan Rasialisme kepada Pemain di Medsos Bisa Diciduk
Instagram @wanggaipatrich

Sesmenpora, Gatot S Dewa Broto, menyebut suporter ke depannya harus bijak menggunakan media sosial. Kekesalan terhadap pemain lawan tak boleh dilampiaskan dengan cara yang buruk. Apalagi, hal itu bisa memicu perselisihan antarsuporter.

“Itu kan muncul di medsos, hati-hati. Apalagi ini kaitannya ada seseorang yang mengunggah di akun tertentu, seperti kemarin ada yang ancam BWF. Saya pernah bekerja di lingkungan IT, itu tak sulit untuk melacak, siapa yang unggah meski anonim. Unggahannya di mana jam berapa, ip address, gampang diketahui,” ungkap Gatot kepada awak media.

Patrich Wanggai Diserang Isu Rasialisme, Kemenpora BereaksiPatrich Wanggai Diserang Isu Rasialisme, Kemenpora Bereaksi

Kasus yang menimpa Patrich Wanggai tentunya sangat disesali oleh Kemenpora. Menurutnya, di mana pun ujaran rasialisme tak memiliki tempat pada sepak bola, maupun olahraga lainnya.

“Kami sangat menyesalkan adanya kejadian itu kepada Wanggai. Tentu, ini tak boleh ditolerir. FIFA tak mentolerir, rasialisme itu sangat tak elok. FIFA selalu memberikan denda tinggi soal isu rasialisme. Di Indonesia hal yang sifatnya rasialisme juga sensitif,” pungkas dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

PSM Bawa Kasus Rasialisme yang Timpa Patrich Wanggai ke Polisi?

PSM Bawa Kasus Rasialisme yang Timpa Patrich Wanggai ke Polisi? 23

Football5Star.com, Indonesia – PSM Makassar buka suara soal kemungkinan membawa kasus rasialisme yang menimpa Patrich Wanggai ke polisi. Mereka mengaku sampai saat ini masih belum berniat membawa kasus tersebut ke meja hijau.

Seperti diketahui usai mencetak gol ke gawang Persija Jakarta, Wanggai memang mendapatkan perlakuan tak mengenakkan di akun media sosial pribadinya. Dia diserang oleh oknum suporter bahkan dengan kata-kata bernada rasialisme.

Belakangan, ada kabar kalau PSM ingin membawa kasus rasialisme kepada Wanggai itu ke kepolisian. Namun, hal itu dibantah oleh Media Officer PSM, Sulaiman Karim.

Patrich Wanggai Jadi Korban Rasialisme, Marc Klok Geram

“Sampai saat ini belum ada upaya ke sana,” kata pria yang karib disapa Sule itu dikutip dari Antara.

Meski demikian, manajemen Juku Eja sudah mengirim surat resmi kepada PSSI soal kasus Patrich Wanggai. Surat bernomor 010/PSM-ADM/III/2021 itu ditandatangani oleh CEO PSM Munafri Arifuddin pada 22 Maret 2021. “Bola sekarang ada di federasi, mereka mau apakan kejadian ini,” sambung Sule.

Kasus rasialisme kepada Wanggai sendiri turut membuat Kemenpora buka suara. Mereka menyesalkan hal itu terjadi, terutama pada Piala Menpora.

“Kami sangat menyesalkan adanya kejadian itu kepada Wanggai. Tentu, ini tak boleh ditolerir. FIFA tak mentolerir, rasialisme itu sangat tak elok,” ungkap Sekretaris Menpora, Gatot S Dewa Broto kepada wartawan.

“FIFA selalu memberikan denda tinggi soal isu rasialisme. Di Indonesia hal yang sifatnya rasialisme juga sensitif,” sambung Gatot.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Patrich Wanggai Diserang Isu Rasialisme, Kemenpora Bereaksi

Patrich Wanggai Diserang Isu Rasialisme, Kemenpora Bereaksi 27

Football5Star.com, Indonesia – Pemain PSM Makassar, Patrich Wanggai, yang diserang isu rasialisme akhirnya bikin Kemenpora turut buka suara. Mereka menyesalkan hal itu terjadi, terutama pada Piala Menpora.

Seperti diketahui usai mencetak gol ke gawang Persija Jakarta, Wanggai memang mendapatkan perlakuan tak mengenakkan di akun media sosial pribadinya. Dia diserang oleh oknum suporter bahkan dengan kata-kata bernada rasialisme.

Hal itu memicu reaksi keras dari berbagai pihak. Nyaris semua klub-klub peserta Piala Menpora 2021 menyerukan untuk membuang jauh-jauh isu tersebut. Hal ini ternyata juga turut membuat Kemenpora bereaksi.

Patrich Wanggai Diserang Isu Rasialisme, Kemenpora BereaksiPatrich Wanggai Diserang Isu Rasialisme, Kemenpora Bereaksi

“Kami sangat menyesalkan adanya kejadian itu kepada Patrich Wanggai. Tentu, ini tak boleh ditolerir. FIFA tak mentolerir. Ujaran rasialisme itu sangat tak elok,” ungkap Sekretaris Menpora, Gatot S Dewa Broto kepada wartawan.

“FIFA selalu memberikan denda tinggi soal isu rasialisme. Apalagi di Eropa. UEFA itu selalu memberikan denda yang tinggi kepada klub yang suporternya rasialisme. Di Indonesia hal yang sifatnya rasialisme juga sensitif,” sambung Gatot.

Gatot menyebut kalau semua pihak, terutama suporter harusnya bisa lebih menghargai satu sama lain. Karena, rasialisme merupakan salah satu bumbu dari permusuhan yang terjadi. Dia berharap, kejadian yang menimpa Wanggai menjadi yang terakhir.

“Kadang secara sosial, saya tak sebut masalahnya, jangan ada lah yang bersifat rasialisme, termasuk melalui media sosial,” pungkas Gatot.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Patrich Wanggai Jadi Korban Rasialisme, Marc Klok Geram

Patrich Wanggai Jadi Korban Rasialisme, Marc Klok Geram 30

Football5Star.com, Indonesia – Pemain PSM Makassar, Patrich Wanggai mendapatkan perilaku rasialisme setelah mengantarkan timnya menang melawan Persija di Piala Menpora 2021. Gelandang Persija, Marc Klok mengecam aksi itu.

Wanggai berhasil mencetak gol pertama dalam kemenangan PSM melawan Persija, 2-0, Senin (23/3/21). Pemain asal Papua itu berhasil mencetak gol pada menit ke-45+2′.

Kemenangan itu membuat Juku Eja memuncaki klasemen Grup B dengan raihan 3 poin. Unggul selisih gol dari Bhayangkara Solo FC yang hanya menang 1-0 melawan Borneo FC. Namun selepas laga, kolom komentar akun Instagram Wanggai diserang dengan komentar-komentar rasis.

Karena hal itu, gelandang Persija, Marc Klok turut bersimpati kepada Wanggai. Klok kecewa ada beberapa oknum yang berani menyerang Wanggai dengan kalimat rasis.

“Menjijikkan dengan apa yang dialami Patrich Wanggai di media sosial. Saya menentang rasisme. Tidak masalah jika Anda pemain PSM atau Persija. Siapa pun itu tidak boleh menjadi bagian dalam permainan ini. Sesuatu perlu diubah dan perlu diubah sekarang!” kicau Klok seperti dilansir Football5Star.com dari akun Twitternya.

Pihak Persija Jakarta sendiri sudah merespon apa yang terjadi dengan Patrich Wanggai lewat akun media sosialnya dan mengutuk segala tindakan rasialisme dan diskriminasi.

“Apapun alasannya, segala bentuk rasisme dan diskriminasi tidak punya tempat dalam sepak bola,” tulis Macan Kemayoran di akun Twitternya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Irfan Jaya Siap Jadi Pelayan Mahmoud Eid dan Patrich Wanggai

Irfan Jaya Siap Jadi Pelayan Mahmoud Eid dan Patrich Wanggai 34

Football5star.com, Indonesia – Winger Persebaya Surabaya, Irfan Jaya, mengaku sudah semakin pede dengan kombinasinya dengan Patrich Wanggai dan Mahmoud Eid. Ia mengaku siap melayani keduanya ketika Liga 1 2020 kembali bergulir bulan depan.

Trio Irfan, Patrich Wanggai, dan Mahmoud Eid memang berhail menunjukkan kinerja yang sangat baik di dua pertandingan uji coba Persebaya. Kerja keras ketiga pemain itu membuat Bajol Ijo berhasil mencetak 16 gol.

“Kita di depan saling kombinasi, dari belakang ke depan. Terus bisa saling memberikan assist untuk mencetak gol, chemistry kita di depan sudah lumayan. Tapi kita berusaha untuk lebih baik lagi,” ucap Irfan Jaya dikutip dari laman resmi Bajol Ijo.

Irfan Jaya - Persebaya Surabaya - Mahmoud Eid - Patrich Wanggai - @officialpersebaya
instagram.com/officialpersebaya

“Kita juga sudah dekat, sudah saling tahu bagaimana maunya Mahmoud dan kakak Patrich. Pokoknya sama-sama sudah tahu lah,” kata Irfan menambahkan.

Kombinasi gemilang antara Irfan, Wanggai, dan Mahmoud juga mendapat pujian dari Aji Santoso. Akan tetapi, Aji juga meminta para pemain belakang serta gelandang Persebaya untuk terus memantapkan chemistry sebelum Liga 1 2020 kembali bergulir.

“Itu seharusnya terjadi tidak hanya untuk Irfan Jaya, tapi seluruh pemain harus bisa, chemistry-nya harus selalu ketemu. Semuanya seharusnya, mulai dari kiper sampai pemain depan chemistry harus selalu memahami.”

“Itu (chemistry) memang salah satu syarat untuk menjadikan permainan sepak bola ini bisa berkembang. Jika tanpa chemistry sangat susah,” ujar Aji.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Patrich Wanggai Memilih Tidak Mudik ke Papua untuk Fokus Latihan

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Mendekati perayaan Hari Raya Idul Fitri, sejumlah pesepak bola sudah meninggalkan klubnya masing-masing, tak terkecuali para pemain Persebaya Surabaya. Namun rupanya masih ada yang tinggal di mes Persebaya yakni Oktafianus Fernando dan Patrich Wanggai.

Tidak pulang ke kampung halaman di momen hari libur lebaran ternyata tak membuat Patrich resah. Menurut pemai asli Papua tersebut, ia tidak pulang ke kampung halaman bisa membuatnya fokus untuk latihan.

“Saya tetap di Surabaya bersama keluarga. Karena di sini saya bisa terus latihan, ada fasilitas seperti gym dan kolam renang,” kata Patrich seperti dikutip laman Persebaya, Kamis (21/5/2020).

Patrich Wanggai Persebaya id

Dengan tinggal di apartemen pemain, Patrich menyatakan bisa lebih fokus menjaga kondisi. Seandainya tiba-tiba ada pengumuman kompetisi dilanjutkan, kondisinya sudah siap.

Selain fokus latihan, Patrich mengaku juga memiliki cara lain untuk mengisi hari liburnya. Patrich menambahkan, selama di Surabaya banyak menghabiskan waktu bersama keluarga.

Hampir tidak keluar kemana-mana karena Kota Pahlawan juga memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). ”Di rumah saja, nonton, main Play Station, lalu latihan,” papar Patrich.

Soal budaya mudik, Patrich menyatakan memang tidak terbiasa mudik bersamaan lebaran. ”Tahun kemarin saya juga tidak pulang waktu lebaran, cuma Natal saja saya mudik,” ucapnya.

Pelatih Persebaya Surabaya, Aji Santoso beberapa waktu lalu menjelaskan alasan mengapa dirinya merekrut penyerang Patrich Wanggai. Menurut dia, di antar striker lokal, pemain 31 tahun tersebut masih sangat layak untuk bermain sebagai ujung tombak.

“Beberapa hari yang lalu kami mendata striker lokal yang ada, dari data itu, saya memilih Patrich Wanggai karena saya lihat dia masih sangat layak,” kata Aji pada Januari 2020 lalu.

Patrich Wanggai datang ke Persebaya dari Kalteng Putra. Pada musim lalu, eks pemain Persib Bandung itu telah mencatatkan 27 penampilan dengan mencetak 7 gol dan 4 umpan akurat.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Patrich Wanggai Ternyata Seorang Pencinta Kopi

terassd
Patrich Wanggai Ternyata Seorang Pencinta Kopi 40

Football5Star.com, Indonesia – Pemain Persebaya, Patrich Wanggai, ternyata mengakui dirinya sebagai seorang pencinta kopi. Wanggai akui sering menjadikan kopi sebagai mood boster kala dirinya menjalani rutinitas seharian.

“Bisa dibilang saya ini salah satu pencinta kopi, saya bisa minum satu sampai dua gelas kopi per hari. Minum kopi biasanya pas sore atau malam, kalau kata anak sekarang saya jadi anak indie, yang suka kopi dan menikmati senja,” kelakar Wanggai seperti dilansir Football5Star.com dari laman resmi klub.

Wanggai sebut dirinya suka kopi hitam asli dari Indonesia. Tapi dia juga suka Caramel Macchiato yang biasa dibuat di kafe-kafe.

https://www.instagram.com/p/B_xlFM-hAm9/

“Saya suka kopi hitam, biasanya yang enak dari Indonesia sendiri, seperti kopi Gayo, ada juga kopi dari Papua, saya juga suka kopi campuran seperti Caramel Macchiato buatan salah satu kedai kopi,” ujar Wanggai.

Di masa pandemi seperti sekarang hobi ngopi Wanggai juga ikut terdampak. Hampir tiga bulan pemain Persebaya membatasi diri beraktifitas di luar rumah. Wanggai juga merindukan ngopi bersama teman-temannya.

“Minum kopi sendiri memang nikmat, tapi kopi memang paling mantap kalau diminum bersama teman-teman,” kata mantan pemain timnas U-23 itu.

Tapi walaupun begitu, Patrich Wanggai masih belum kepikiran untuk membuat kedai kopi sendiri.

“Saat ini sih tidak kepikiran (buka kedai), karena pengetahuan saya tentang kopi masih belum banyak, tapi gak tau lagi nanti kalau ada yang mengajak,” tutup Wanggai.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Harapan Pemain Persebaya yang Rayakan Paskah di Tengah Pandemi Covid-19

Banner LFS Baru

Football5Star.com, Indonesia – Beberapa pemain Persebaya ikut merayakan Hari Paskah. Saat ini, di tengah pandemi virus Covid-19. Tentu saja, hari besar umat Kristiani tersebut dirayakan secara terbatas.

Penjaga gawang Persebaya Rivky Mokodompit mengakui perayaan Hari Paskah tahun ini terasa berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya.

“Tahun ini saya merayakan paskah bersama keluarga dirumah saja. Mengikuti himbauan pemerintah yang telah dikeluarkan. Karena kondisi pandemi sekarang ini terlihat sekali perbedaan dengan perayaan tahun-tahun sebelumnya,” ucap kiper Persebaya itu seperti dikutip Football5Star.com dari laman resmi klub

Sementara itu, Rivky berharap perayaan Paskah di tengah pandemi virus corona bisa menguatkan iman dan terus berharap kondisi akan lebih baik.

Harapan Pemain Persebaya yang Rayakan Paskah di Tengah Pandemi Covid-19
liga-indonesia.id

“Semoga iman kami terus dikuatkan dan tidak putus asa dalam menghadapi kondisi dunia sekarang ini. Tentu sambil terus berharap kondisi akan lebih cepat membaik. Serta pemerintah dan masyarakat bisa bekerja sama dengan baik demi keselamatan bersama,” ujar Rivky.

Pemain Persebaya lainnya Patrich Wanggai menilai wabah ini sebagai ujian dari Tuhan.

“Semua pasti ada maksud dan makna dari Tuhan Yesus. Harapan pada Paskah tahun ini agar saya pribadi lebih mengerti dan bersyukur atas pengorbanan Tuhan Yesus buat saya dan buat umat manusia. Terus menguatkan iman kepercayaan saya kepada Tuhan Yesus,” kata Patrich.

Pemain asing Persebaya, Aryn Williams, akhirnya bisa bernafas lega setelah keluar dari hotel tempat ia menjalani karantina selepas meninggalkan Indonesia. Ia bersyukur dapat merayakan Paskah dengan keluarga besarnya di Perth, Australia.

“Dengan adanya pandemi virus corona memang membuat situasi sulit. Namun semoga semua keluarga di dunia dapat merayakan Paskah dengan bahagia. Semoga semua diberkahi kesehatan dan keselamatan,” kata Aryn.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Pelatih Persebaya Sempat Larang Patrich Wanggai Latihan

Banner LFS Baru

Football5star.com – Pelatih Persebaya Surabaya, Aji Santoso, sempat melarang Patrich Wanggai untuk latihan perdana karena kelelahan. Tapi, nyatanya Wanggai memaksa untuk langsung menjajal latihan perdana di Persebaya.

Seperti diketahui, Wanggai memang baru saja diperkenalkan oleh Persebaya sebagai rekrutan anyar. Dia diperkenalkan bersama pemain berpaspor Palestina, Mahmoud Eid.

Tentu sangat dinantikan penampilan Wanggai musim depan. Sebab, kala memperkuat Kalteng Putra yang terdegradasi, Patrich Wanggai mampu mencetak tujuh gol dan tiga assist dari 27 pertandingan bersama Kalteng Putra.

Patrich Wanggai Persebaya id

Patrich Wanggai sendiri langsung menhikuti latihan di bawah arahan Aji Santoso. Padahal, Aji sendiri maklum kalau Wanggai butuh istirahat.

“Patrich sempat saya larang tadi untuk latihan, tapi dia mengaku kondisinya baik jadi saya perbolehkan. Untuk Mahmoud tadi mengaku masih kelelahan jadi saya ijinkan,” ungkap Aji Santoso dalam laman resmi klub.

Wanggai memangharus bekerja keras sedari awal lantaran ketatnya persaingan di lini depan. Selain David Da Silva, dia jua harus bersaing dengan Bayu Nugroho, Irfan Jaya, Oktafianus Fernando, hingga rising star Moch. Supriadi.

“Saya tahu Persebaya banyak dihuni tim muda. Dan saya rasa itu cukup bagus. Persaingan memperebutkan posisi jadi lebih seru. Karena pemain-pemain muda akan lebih memiliki motivasi berlipat. Saya siap bersaing secara sehat,” bilang Patrich Wanggai.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Menanti Duet Patrich Wanggai-David Da Silva di Persebaya

Banner LFS Baru

Football5Star.com – Kedatangan Patrich Wanggai di Persebaya Surabaya jelas akan sangat dinantikan. Apalagi, dia direncanakan bakal diduetkan dengan penyerang tajam Persebaya, David Da Silva.

Seperti diketahui, Wanggai memang baru saja diperkenalkan oleh Persebaya sebagai rekrutan anyar. Dia diperkenalkan bersama pemain berpaspor Palestina, Mahmoud Eid.

Tentu sangat dinantikan penampilan Wanggai musim depan. Sebab, kala memperkuat Kalteng Putra yang terdegradasi, Patrich Wanggai mampu mencetak tujuh gol dan tiga assist dari 27 pertandingan bersama Kalteng Putra.

Patrich Wanggai Persebaya

“Kita akan bermain di empat kompetisi, tentu saja sangat riskan kalau hanya David seorang di posisi striker. Patrich saya plot untuk menjadi opsi di posisi striker,” ungkap pelatih Aji Santoso dalam laman resmi klub.

Wanggaoi sendiri mengaku tak mau mengusung target pribadi. Dia hanya ingin membawa tim berjuluk Bajul Ijo itu kembali finis di papan atas, bahkan juara.

“Secara pribadi, saya tidak target khusus bersama Persebaya. Saya pikir pertama dulu tim. Yang terpenting tim menang. Mudah-mudahan kehadiran saya bisa memberikan yang terbaik untuk Persebaya,” pungkas dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Persebaya Secara Resmi Perkenalkan Patrich Wanggai dan Mahmoud Eid

Banner LFS Baru

Football5Star.com – Persebaya Surabaya secara resmi memperkenalkan dua pemain anyar jelang Liga 1 2020. Mereka adalah Patrich Wanggai dan pemain berpaspor Palestina, Mahmoud Eid secara bersamaan.

Seperti diketahui, klub berjuluk Bajul Ijo itu memang sudah mulai gerak cepat untuk menyiapkan skuat musim depan Mahmoud Eid sendiri bahkan sudah ikut dalam latihan Persebaya yang digelat pada Senin (6/1).

Mahmoud sendiri merupakan pemain berpengalaman. Dia musim lalu memperkuat klub di kasta tertinggi Swedia, Kalmar. Belum diketahui durasi kontrak sang pemain, tetapi kabarnya Persebaya mengikatnya selama semusim.

Tak berselang lama, Persebaya jua kedatangan pemain baru, yakni Wanggai. Wanggai memang berstatus bebas kontrak usai masa baktinya habis bersama Kalteng Putra musim lalu.

“Selamat datang kakak Patrich. Persebaya resmi merekrut striker,Patrich Wanggai,” tulis Twitter resmi Persebaya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Kaleidoskop 2019: 5 Momen Lucu di Sepak Bola Indonesia

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Tahun 2019 sudah resmi berakhir. Sebelum tahun 2019 usai, kompetisi domestik di Indonesia sudah terlebih dahulu menutup buku.

Di tahun 2019, para pecinta sepak bola Indonesia mendapatkan suguhan yang cukup banyak. Mulai dari Liga 1, Piala Indonesia, hingga Piala Presiden dan Liga 1 Putri. Banyaknya kompetisi tersebut tentu menghasilkan sejumlah momen lucu yang akan terus dikenang para pecinta sepak bola Indonesia.

Berikut www.old.football5star.com sudah merangkum 5 momen lucu yang terekam kamera di sepak bola Indonesia selama tahun 2019.

LOMPAT KODOK IRFAN JAYA

Kejadian menggelikan ini terjadi di partai antara Persebaya Surabaya vs Persela Lamongan di ajang Liga 1 pada bulan Juli lalu. Ketika itu, Amido Balde sukses membawa Persebaya unggul setelah mencetak gol di menit ke-66.

Sontak, Balde pun langsung dikelilingi oleh beberapa penggawa Bajol Ijo. Salah satu pemain yang turut menghampiri Balde adalah Irfan Jaya. Nahas, lompatan Irfan Jaya ke arah Balde tak berakhir manis. Pasalnya, Balde langsung berlutut ketika Irfan menghampirinya. Irfan pun langsung terpelanting ke lantai seraya tertawa.

PATRICH WANGGAI KENA PRANK

Kejadian menggelitik yang satu ini terjadi di partai antara Persija Jakarta vs Kalteng Putra pada bulan Agustus lalu. Di laga ini, Kalteng Putra harus menelan kekalahan dengan skor telak, 3-0.Ketika masih tertinggal 2-0, penyerang Kalteng Putra, Patrich Wanggai, terlihat frustrasi dan melanggar Tony Sucipto.

Wasit pun langsung menghampiri Wanggai dan memberikannya hadiah kartu merah. Kaget, Wanggai langsung melakukan protes. Namun, wasit segera menganulir keputusannya dan hanya memberikan karti kuning. Wanggai pun terlihat lega sembari tertawa lepas.

RIKO SIMANJUNTAK & NUR ISKANDAR TUKAR CELANA
https://www.instagram.com/p/B0-usPjjTx4/

Pertukaran jersey selepas pertandingan merupakan sebuah hal yang lazim di dunia sepak bola. Akan tetapi, penggawa Bhayangkara FC, Nur Iskandar, dan pemain Persija Jakarta, Riko Simanjuntak, nampaknya tak puas hanya sekedar bertukar jersey.

Selepas partai antara Persija Jakarta vs Bhayangkara FC bulan Agustus lalu, keduanya langsung bersalaman dan bertukar jersey. Akan tetapi, keduanya juga langsung melepas celananya masing-masing dan menukarkannya. Kejadian ini pun sempat mengundak gelak tawa para penonton yang hadir di stadion.

VAR ALA INDONESIA
https://www.instagram.com/p/B2jRhMAhQXr/

Kejadian menggelitik yang satu ini terjadi di partai antara Borneo FC vs Madura United pada bulan September lalu. Di partai ini, Borneo FC mendapatkan hadiah penalti di penghujung pertandingan. Keputusan ini langsung diprotes oleh kubu Madura United.

Ketika sedang melakukan protes keras, salah seorang penggawa Madura United nampak memberikan handphone miliknya kepada wasit pertandingan. Hal ini pun sontak menjadi sorotan dari publik sepak bola Indonesia karena dianggap mirip dengan VAR yang digunakan di Eropa.

AKSI LEBAY JAFRI SASTRA DAN NILMAIZAR
https://www.instagram.com/p/Bzz2DhRBKgA/

Aksi lebay dari Jafri Sastra terjadi pada partai antara PSIS Semarang vs Persela Lamongan pada bulan Juli lalu. Jafri Sastra memutuskan untuk melakukan selebrasi yang cukup liar ketika PSIS sukses mencetak gol keduanya di pertandingan ini.

https://www.instagram.com/p/BzznwTYBnCH/?utm_source=ig_web_copy_link

Aksi ini nampaknya menjadi sebuah inspirasi untuk pelatih Persela, Nilmaizar. Pasalnya, pria asal Sumatera Barat itu juga tertangkap kamera melakukan hal yang mirip dengan Jafri Sastra di partai Persela vs Kalteng Putra, bulan Juli lalu. Di laga ini, Nilmaizar memperlihatkan ekpresi kecewanya setelah Alex dos Santos gagal memanfaatkan peluang emas.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Pelatih Persib Komentari Kartu Merah dan Intimidasi Patrich Wanggai

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts mengomentari terkait kartu merah yang diterima oleh pemain Kalteng Putra, Patrich Wanggai.

Kartu merah Patrich Wanggai tersebut diterima pada saat Kalteng Putra menjamu Persib Bandung di Stadion Tuah Pahoe, Palangka Raya, Jum’at (1/11/2019).

Wanggai dikartu merah oleh wasit lantaran melakukan tindakan brutal dengan menendang bagian perut dari Achmad Jufriyanto setelah mereka berduel. Mantan pemain Persipura itu pun dikartu merah langsung pada menit ke-30.

Menurut Robert Alberts, keputusan wasit untuk dengan tegas mengeluarkan Patrich Wanggai memang sudah benar. Disisi lain ia pun berkata bahwa kartu merah tersebut membuat Kalteng Putra tak berkembang dalam permainan mereka.

“Fakta mengenai kartu merah memang tidak mudah bagi Kalteng. Tapi jika kami lihat lagi apa yang diputuskan wasit sudah benar,” kata Robert Alberts usai pertandingan.

https://www.instagram.com/p/B4UnQdSjrgd/

Terlebih, Wanggai sendiri melakukan intimidasi kepada para pemain lainnya. Hal yang sama juga ia lakukan ketika sudah keluar dari lapangan. Ia justru memicu keributan yang membuat pertandingan sempat terhenti beberapa menit.

“Setelahnya dia (Patrich Wanggai) mengintimidasi beberapa orang di Kalteng dan Achmad Jufriyanto juga dapat kartu kuning. Tetapi free kick justru diberikan pada Kalteng Putra, itu cukup membingungkan kami,” ujar Robert.

Pertandingan antara Kalteng Putra kontra Persib sendiri berakhir dengan skor 2-0 untuk kemenangan Maung Bandung. Dua gol Persib dicetak oleh Kevin van Kippersluis di menit 45+4 dan Ezechiel N’Douassel di menit ke-61.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Patrich Wanggai: Orang Papua Sangat Menghargai Indonesia

Banner live dan podcast baru

Football5star.com – Patrich Wanggai buka suara isu rasialis yang menimpa masyarakat Papua. Pemain asal Kalteng Putra tersebut menyebut kalau intinya saling menghargai. Sebab, orang Papua-pun sangat menghargai Indonesia.

Seperti diketahui, Papua belakangan memanas akibat isu rasialis. Masyarakat Papua melakukan aksi protes di berbagai kota, termasuk Manokwari, ibu kota Papua Barat.

Protes itu dilakukan buntut dari insiden yang terjadi kepada mahasiswa asal Papua di Surabaya yang dituduh melakukan perusakan bendera. Patrich Wanggai ikut berkomentar soal hal ini.

Tertimpa Kasus Hukum, Patrich Wanggai Masih Ikut Latihan - Football5star - Timlo.net
Timlo.net

“Saya rasa harus saling menghargai. Karena kami orang Papua juga sangat menghargai (Indonesia),” ungkap Wanggai saat ditemui usai laga.

Pemain asal Kabupaten Nabire itu berharap isu-isu rasialis harus segera diberantas tuntas. Karena hal itu bisa merusak persatuan dan kesatuan Republik Indonesia.

“Saya harap jangan ada hal-hal itu lagi biar tidak memecah belah. kan kita juga sama-sama orang Indonesia,” tutup dia.

Sepak bola Indonesia juga belakangan mengampanyekan aksi anti-rasialis. Bahkan, pemain Persebaya Surabaya, Osvaldo Haay merayakan golnya ke gawang Perseru Badak Lampung FC, Selasa (20/8/2019) malam dengan membentangkan tulisan stop rasialis.

Nasib Mantan Bomber Timnas Indonesia Setelah Resmi Jadi Tersangka

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Patrich Wanggai, mantan bomber timnas Indonesia, sudah resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus penganiayaan. Saat ini statusnya di klub Kalteng Putra pun masih tanda tanya.

Patrich Wanggai sejatinya telah ditetapkan sebagai tersangka sejak 2 Juli. Dia dijerat atas kasus penganiayaan terhadap korban bernama Lalu Dhimas. Pemain asal Papua ini memukul korban di sebuah kelab malam di kawasan Demangan, Sleman, 11 April 2019.

Dilansir dari Liputan6.com, mantan bomber timnas Indonesia yang pernah membela Persib Bandung ini terbukti sebagai tersangka setelah kepolisian DIY menerbitkan Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP). Namun, polisi tak menahan Patrich Wanggai dan hanya dikenai wajib lapor.

“Dengan terbitnya SPDP, yang berarti sudah ada tersangka, dalam hal ini PSW. Tidak kami lakukan penahanan, hanya dikenakan wajib lapor,” ungkap Direktur Reserse Kriminal Umum Polda DIY Kombes Pol Hadi Utomo di Mapolda DIY, seperti dikutip Footbal5star.com dari Liputan6.com.

Meski tengah dijerat kasus pidana, Patrich Wanggai tetap bisa bermain membela Kateng Putra. Dia tampil saat Kalteng Putra melawan tuan rumah Persib Bandung, Selasa (16/7/2019).

Meski begitu, pelatih Kalteng Putra, Gomes de Oliveira mengaku kasus itu secara tak langsung sudah membebani pikiran sang pemain. Akan tetapi, menurut dia Wanggai tetaplah salah satu sosok penting bagi timnya. Gomes menegaskan para pemainnya berkomitmen besar kepada tim.

“Kami terus mendukung Patrich untuk segera bisa keluar dari masalah ini. Semua ingin membawa tim bisa maksimal. Memang kami belum mendapat kemenangan dalam beberapa laga. Tapi lemain tetap berjuang. Dia (Patrich Wanggai) punya hati besar untuk berjuang membantu tim ini,” ujar Gomes De Oliveira, dikutip Football5star.com dari Medcom.id.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Tertimpa Kasus Hukum, Patrich Masih Ikut Latihan

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Nasib sial menimpa Patrich Wanggai. Penyerang Kalteng Putra itu tertimpa masalah hukum saat mereka menjalani pemusatan latihan di Yogyakarta. Meskipun begitu, ia masih tetap mengikuti latihan.

Patrich dilaporkan oleh Lalu Dhimas Ajie Dwiatmaja karena melakukan pemukulan. Lewat kuasa hukumnya, Alam Dikorama, Dhimas mengaku dianiayaa oleh Patrich pada Kamis (14/4) dini hari di sebuah bar. Dhimas bahkan sempat dilarikan ke RS Bestheda akibat pingsan.

“Saya tetap boleh mengikuti latihan, tanpa harus menunggu penyelesaian masalah ini,” ujar Patrich Wanggai dikutip Football5stardari Tribun Jogja.

patrich wanggai korankabar
Korankabar

Mantan pemain Persipura Jayapura ini berdalih sampai saat ini dirinya belum mendapatkan panggilan dari pihak kepolisian. Atas dasar itulah ia masih memiliki tanggung jawab untuk menjalani latihan. Patrich juga meminta klubnya untuk menunggu kabar.

“Lagi pula, sampai sekarang pun saya belum mendapat panggilan dari Polda DIY. Saya meminta ke klub, agar menunggu kabar saja,” beber Patrich.

Sementara itu, Patrich tak terima dirinya dilaporkan ke pihak kepolisian terkait kasush penganiayaan ini. Ia justru mengancam pihak Dhimas lantaran dianggap membuat laporan sepihak dan tidak jelas.

“Siapa yang membuat laporan itu? Mereka punya bukti kuat tidak? Saya juga mau lapor ke Polda. Mereka membuat laporan sepihak dan tak jelas. Saya mau melaporkan mereka soal berita itu,” ujar Patrich Wanggai dilansir Football5star dari Goal.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Patrich Wanggai Jadi Rekrutan Anyar Kalteng Putra

Football5star.com, Indonesia – Tim promosi Liga 1 musim 2019, Kalteng Putra, kembali kedatangan pemain anyar. Kali ini giliran Patrich Wanggai yang mereka gaet untuk mengisi kekosongan lini depan. Ia dikontrak selama satu musim kompetisi.

Keberhasilan Kalteng Putra mendatangkan Wanggai menjadikan mereka kini sudah memiliki lima pemain baru. Sebelumnya manajemen sudah lebih dulu mendatangkan Wasyiat Hasbullah, Ferinando Pahabol, I Gede Sukadan, dan O.K John.

Keputusan klub asuhan Gomes de Oliviera menggaet mantan pemain Timnas Indonesia itu tak lepas dari keunggulannya yang mampu bermain di berbagai posisi. Kendati posisi aslinya sebagai striker, ia juga bisa berperan sebagai winger atau striker lubang.

Pada paruh kedua Liga 1 2018 lalu Wanggai memperkuat Persib. Bersama Pangeran Biru performanya sempat berkembang dengan mencetak enam gol dari 23 penampilan. Tapi cedera mengganggu performanya di lapangan hingga membuatnya harus menepi beberapa pekan.

Kepastian pemain asal Papua ini memperkuat Kalteng Putra sekaligus menjadi klub Kalimantan ini sebagai klub ketujuhnya. Ia memulai karier profesionalnya pada tahun 2009 dengan memperkuat Persidafon Sorong.

Setelah itu ia hijrah ke Persipura Jayapura dan bermain selama dua musim. Wanggai sempat mencicipi kompetisi Malaysia dengan memperkuat Terengganu FC. Tapi kariernya di negara tetangga tidak berlangsung lama.

Pemain 30 tahun itu kembali ke Indonesia pada 2015 dan memperkuat beberapa klub seperti Sriwijaya FC, Madura United, Borneo FC, dan yang terakhir Persib Bandung.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Wanggai Selalu Senang Ketika Berada di Papua

Banner Football Live StarFootball5star.com, Indonesia – Penyerang Persib Bandung, Patrich Wanggai, mengaku sangat senang ketika sedang berada di kampung halamannya, Jayapura, Papua, Ia pun mengaku selalu menyiapkan waktu untuk pulang ke Jayapura di sela-sela kesibukannya sebagai pesepak bola profesional.

Wanggai sudah tak lagi memperkuat tim-tim Papua semenjak tahun 2013 silam. Klub Papua terakhir yang dibelanya adalah, Persipura Jayapura pada musim 2012-13. Setelah itu, ia sempat memperkuat klub Malaysia, T-Team, Sriwijaya FC, Madura United, Borneo FC dan kini Persib Bandung.

“Beginilah kalau di Papua. Saya senang dan tenang sekali. Apalagi kalau lihat pemandangan alam dan pantai-pantainya. Itu yang selalu bikin saya rindu dengan rumah,” kata pemain yang akrab disapa Patty tersebut, dikutip dari laman resmi Persib.

Patrich Wanggai - Persib - Papua - Tribun
Tribun

Di kampung halamannya, Wanggai mengaku memiliki satu kebiasaan khusus. Ia mengaku selalu meyantap makanan khas Papua, Papeda. Hal tersebut pun ia lakukan ketika datang ke Jayapura untuk memperkuat Persib di partai melawan Persipura, Oktober lalu. Bahkan, ia sempat mengundang seluruh penggawa Persib untuk datang ke rumahnya dan sama-sama menyantap makanan khas Papua.

“Di Papua, tentu kita harus makan papeda. Ini makanan wajib kalau saya pulang,” kata mantan penggawa Persidafon Dafonsoro tersebut.

Musim ini, pria 31 tahun itu datang ke Bandung setelah sempat memperkuat Sriwijaya FC selama setengah musim. Buruknya manajemen Sriwijaya membuat Wanggai menerima tawaran dari Maung Bandung di tengah musim 2018 lalu.

Harapan Patrich Wanggai untuk Timnas Indonesia

 

Banner Football Live Star

Football5star.com, Indonesia – Meski tak lagi memperkuat Timnas Indonesia, Penyerang Persib Bandung masih memberikan perhatiannya. Terbaru ia mendoakan agar Skuat Merah Putih mampu meraih hasil terbaik di Piala AFF 2018.

Patrich Wanggai menilai bahwa di tubuh Timnas Indonesia saat ini sudah ada kekompakan. Meski demikian bekas Penyerang Timnas U-23 Indonesia itu menyebutkan bahwa persaingan sepak bola di Asia  Tenggara kini kian sulit.

“Harapanya buat timnas bisa berikan hasil terbaik. Mungkin juara karena kita sudah lama tidak juara,” kata Patrich Wanggai seperti dikutip Football5star dari AyoBandung.com, Kamis (15/9/2018).

“(Memang) ganti pelatih tapi pemainnya kan semua yang Luis Milla pilih. Saya rasa sudah ada kekompakkan. Kita semua berharap ada hasil yang terbaik,” sambungnya.

“Sekarang di Asean sudah mulai berat. Malaysia, Thailand juga berat. Yang lain juga kita harus waspadai, semua lawan berat. Terpenting fokus buat pertandingan (ke depan) saja. Mudah-mudahan hasilnya bagus,” tutup pemain yang sebelumnya memperkuat Sriwijaya FC tersebut.

Timnas Indonesia selanjutnya akan menghadapi sang juara bertahan Piala AFF, Timnas Thailand. Laga tersebut bakal berlangsung di Stadion Rajamangala Bangkok, Sabtu (17/11/2018).

Timnas Indonesia sejauh ini sudah melakoni dua laga di Piala AFF 2018. Pertama Pasukan Bima Sakti dikalahkan Singapura di Stadion Nasional dan kedua saat melibas Timor Leste di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

RD: Patrich Wanggai Gabung Persib Di Saat Yang Tepat

Banner Footbal Live Star-Football5star

Football5star.com, Indonesia – Rachmad Darmawan, Pelatih anyar Mitra Kukar menilai Persib Bandung beruntung mendapatkan Patrich Wanggai. Ia menilai bahwa Eks Striker Timnas Indonesia tersebut gabung dengan klub berjuluk Maung Bandung itu di momen yang tepat.

Persib berhasil mendapatkan Patrich setelah polemik yang terjadi di internal Sriwijaya FC. Sebelumnya, penyerang asal Papua tersebut juga pernah ditangani oleh Rachmad kala keduanya masih memperkuat klub asal Palembang itu.

“Patrich memang dalam beberapa pertandingan terakhir bersama tim yang pernah sama-sama bekerja, dia menunjukan progres yang bagus,” kata Rachmad seperti dikutip Football5star dari Vikingpersib.co.id, Jumat (10/8/2018).

“Seingat saya beberapa pertandingan terakhir dia sebagai starter. Kemudian pas dia pindah ke Persib momentumnya memang tepat dan dia mendapat peluang itu,” sambungnya.

Lebih lanjut, Rachmad memuji kualitas yang dimiliki oleh Patrich. Menurutnya, skill yang dimiliki oleh bekas anak asuhnya tersebut semakin memperkuat lini depan Persib.

Kendati demikian, kala Mitra Kukar dan Persib bertemu pada pekan ke-20 Liga 1 di Stadion Aji Imbut, Tenggarong, Jumat (10/8/2018) Patrich tak mampu mencetak gol.

Di laga tersebut, Naga Mekes (julukan Mitra Kukar) juga keluar sebagai pemenang dengan skor 1-0. Satu-satunya gol di laga tersebut dibuat oleh Bayu Pradana pada menit ke-87.

Wanggai Senang Jebol Gawang Sriwijaya FC

Banner Footbal Live Star-Football5star

Football5Star.com, Indonesia – Patrich Wanggai terus menunjukkan performa apik bagi Persib Bandung. Setelah membuat brace ke gawang PS TIRA, dia menceploskan satu gol ke gawang mantan klubnya, Sriwijaya FC, dan mengantar Maung Bandung menang 2-0, Sabtu (4/8/2018) dalam lanjutan Liga 1 2018.

Pemain asal Papua itu mengaku sangat senang bisa menjebol gawang Sriwijaya FC. Itu, menurut dia, membuktikan profesionalisme dan komitmennya untuk Persib.

Patrich Wanggai cetak satu gol ke gawang Sriwijaya FC.
persib.co.id

“Perasaannya senang karena bisa mengembalikan kepercayaan dari pelatih dan memberikan yang terbaik buat tim. Profesional saja, saya kerja di tim ini,” terang Wanggai soal torehan golnya ke gawang mantan klub seperti dikutip Football5Star.com dari situs resmi Persib.

Tambahan satu gol membuat striker berumur 30 tahun itu kini mengoleksi tiga gol. Sebuah catatan positif karena dia baru turun dalam dua laga. Jumlah gol itu pun sudah melewati koleksinya saat memperkuat Laskar Wong Kito pada paruh pertama.

Meskipun demikian, Wanggai tak mau terlena. Dia pun mengingatkan Persib untuk tak jemawa meski masih kokoh berada di puncak klasemen Liga 1 2018 dengan raihan 35 poin. Menurut dia, perjalanan ke depan akan snagat sulit karena semua tim pasti ingin mengalahkan Maung Bandung.

“Yang pasti, kami mengucap syukur karena bisa menang dan masih berada di puncak. Kita harus bekerja lebih keras lagi, karena mempertahankan lebih sulit,” ucap dia.

Wanggai dipastikan kembali jadi andalan pelatih Mario Gomez saat Persib melawat ke kandang Mitra Kukar, Jumat (19/8/2018). Itu karena Ezechiel N’Douassel masih harus menjalani skors yang dijatuhkan Komdis PSSI atas tuduhan memukul Hansamu Yama Pranata dalam laga melawan Borneo FC.


Tahukah Anda?

Patrich Wanggai adalah pencetak gol terbanyak Liga Futebol Amadora 2016. Dia mencetak 10 gol bagi Karketu Dili di kompetisi kasta tertinggi di Timor Leste tersebut. 

Atasi Sriwijaya FC, Persib Kian Mantap di Puncak Klasemen

Banner Footbal Live Star-Football5star

Football5Star.com, Indonesia – Persib Bandung sukses meraih tiga angka berkat kemenangan 2-0 atas Sriwijaya FC dalam lanjutan Liga 1 2018 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Sabtu (4/8/2018). Berkat hasil itu, Maung Bandung kian kokoh di puncak klasemen sementara.

Persib Bandung meraih poin penuh saat menjamu Sriwijaya FC di Stadion Gelora Bandung Lautan Api. Bermain tanpa juru gedor Ezechiel N’Douassel, Persib masih lebih perkasa dari tamunya. Terbukti dengan dua gol yang bersarang ke gawang Sriwijaya FC yang semuanya dicetak pada babak pertama melalui Jonathan Bauman (15′) dan Patrich Wanggai (28).

Gol pertama Persib dicetak oleh Jonathan Bauman pada menit ke-15. Penyerang asal Argentina itu mampu menceploskan bola ke gawang Sriwijaya memanfaatkan bola rebound hasil sepakan Agung Mulyadi yang membentur mistar. Bola yang mendarat ke kaki Yoo Hyun-koo dicuri oleh Bauman dan langsung disarangkan ke gawang yang dikawal Teja Paku Alam.

Tak berselang lama, Persib memperlebar keunggulan melalui gol mantan pemain Sriwijaya FC, Patrich Wanggai, pada menit ke-28. Bauman menjadi aktor dalam gol ini lewat assist yang dia berikan. Skor 2-0 untuk keunggulan Persib bertahan hingga babak pertama berakhir.

Memasuki babak kedua,kedua tim masih saling menyerang. Sriwijaya FC yang tertinggal sempat mendapat peluang memperkecil ketinggalan melalui Manuchekhr Dzalilov dan Esteban Vizcarra, namun masih gagal berbuah gol. Persib juga punya peluang untuk mencetak gol tambahan, tetapi peluang Bauman masih gagal bersarang ke gawang.

Kemenangan ini menjadikan Persib semakin mantap di posisi puncak klasemen sementara Liga 1. Tim arahan Mario Gomez ini mengoleksi 35 poin dari 19 pertandingan. Pesaing terdekat Persib, Madura United, berjarak lima poin di posisi kedua. Sementara bagi Sriwijaya FC, kekalahan ini membuat Laskar Wong Kito tertahan di posisi ke-10 dengan 26 poin dari 19 laga.

Susunan Pemain

Persib (4-4-2): Deden Natshir; Ardi Idrus, Victor Igbonefo, Indra Mustafa, Supardi Nasir; Oh In-Kyun, Dedi Kusnandar, Ghozali Siregar, Agung Mulyadi (Muchlis Hadi Ning 70’); Jonathan Bauman, Patrich Wanggai (Eka Ramdani 84’).

Pelatih: Mario Gomez

Sriwijaya FC (4-3-3): Teja Paku Alam; Zalnando, Goran Ganchev, Alan Henrique, Markho Sandy Merauje; Yoo Hyun-koo, Esteban Vizcarra, Syahrian Abimanyu; Yogi Rahadian (Samuel Christianson 69’), Manuchekhr Dzhalilov, Muhammad Nur Iskandar.

Pelatih: Subangkit

Wanggai Tak Anggap Spesial Laga Persib vs Sriwijaya FC

Banner Footbal Live Star-Football5star

Football5Star.com, Indonesia – Laga emosional akan dijalani Patrich Wanggai pada Sabtu (4/8/2018). Hari itu, dia akan menghadapi klub yang dibelanya pada paruh pertama, Sriwijaya FC. Meskipun begitu, penyerang asal Papua itu tak menilai laga Persib vs Sriwijaya FC nanti istimewa.

Jikapun ada hal yang membuat laga Persib vs Sriwijaya FC terasa lebih berat, kata Wanggai, bukan terkait emosinya menghadapi mantan klub. Itu lebih disebabkan oleh tekanan yang semakin berat seiring prestasi Persib saat ini.

“Tak ada persiapan khusus. Sama saja persiapan sama seperti pertandingan sebelumnya,” kata Wanggai, Rabu (1/8/2018), seperti dikutip Football5star.com dari situs resmi Persib.

Lebih jauh, dia mengatakan, “Mungkin agak lebih susah dari pertandingan-pertandingan sebelumnya, karena kita sudah ada di posisi pertama. Mempertahankan lebih susah. Kita semua pasti berusaha.”

Terlepas dari hal itu, penyerang berumur 30 tahun itu mengaku siap tempur. Dia siap memberikan kontribusi terbaik seperti saat mencetak dua gol ke gawang PS TIRA. Dia pun siap dipasangkan dengan siapa saja di lini depan oleh pelatih Mario Gomez.

“Mau dengan siapa saja kalau kita semua berjuang untuk tim, ya. Saya rasa semua mau kasih yang terbaik buat tim,” ujar dia.

Wanggai tampil ciamik saat diturunkan di laga melawan PS TIRA. Tampil mengisi posisi Ezechiel N’Douassel yang tak bisa bermain karena akumulasi kartu kuning, dia mampu mencetak dua dari tiga gol Persib.

Dalam laga itu, dia mampu berkolaborasi apik dengan Jonathan Bauman. Dua golnya berasal dari assist pemain asal Argentina tersebut.


Tahukah Anda?

Di laga melawan PS TIRA, Patrich Wanggai mengakhiri penantian lima tahun. Selama kurun waktu itu, dia tak pernah mencetak lebih dari satu gol dalam satu pertandingan. Kali terakhir hal itu dilakukannya saat mencetak hat-trick yang membawa Persipura menang 3-0 atas Persiram pada 7 Juli 2013.

Wanggai Cetak Brace, Gomez Semringah

Banner Footbal Live Star-Football5star

Football5Star.com, Indonesia – Mario Gomez, pelatih Persib Bandung, tak bisa menutupi kegembirannya usai kemenangan 3-2 atas PS TIRA di Stadion Sultan Agung, Bantul, Senin (30/7/2018). Secara khusus, dia lega karena Patrich Wanggai mampu mencetak brace ‘dua gol’ dalam laga itu.

Bagi Gomez, kesuburan Wanggai jelas sangat melegakan. Pasalnya, ini meneruskan tren apik para pemain lokal dalam mendulang gol. Sebelumnya, Supardi Nasir dan Ghozali Siregar juga melakukan hal serupa kala menghadapi Persebaya Surabaya.

Patruch Wanggai berebut bola dengan pemain PS TIRA.
liga-indonesia.id

“Semua pemain saya pikir bisa mencetak gol. Di pertandingan sebelumnya ada Supardi dan Ghozali, lalu sekarang Wanggai bisa mencetak gol. Mungkin di pertandingan lainnya pemain lain,” ucap Gomez usai laga seperti dikutip Football5Star.com dari Pikiran Rakyat.

Kemunculan Supardi, Ghozali, dan Wanggai dalam memutus kebuntuan di lini penyerangan sekaligus melepaskan ketergantungan kepada trio asing Ezechiel N’Douassel, Jonathan Bauman, dan Oh In-kyun. “Jadi tidak hanya Ezechiel atau Bauman saja yang bisa mencetak gol dan ini sangat bagus ketika pemain lain bisa mencetak gol,” lanjut dia.

Sebelum laga melawan Persebaya, Persib tercatat sebagai tim dengan jumlah pencetak gol terminim. Sebanyak 22 gol yang didulang dalam 16 laga berasal dari trio asing itu. Namun, dari 7 gol dalam dua laga terakhir, hanya satu yang dihasilkan trio tersebut, yakni penalti penentu kemenangan atas PS TIRA yang dilesakkan Bauman.


Tahukah Anda?

Torehan brace ke gawang PS TIRA membuat Patrich Wanggai menyamai koleksi golnya sepanjang putaran pertama. Bersama Sriwijaya FC, pemain asal Papua itu mencetak 2 gol dalam 10 penampilan yang sebagian besar sebagai pemain pengganti.

Patrich Wanggai Tak Khawatir dengan Penolakan Bobotoh

Football5star.com – Bergabungnya Patrich wanggai ke Persib Bandung mendatangkan sejumlah pro dan kontra. Namun hal itu tak membuat risau mantan penyerang Sriwijaya FC tersebut.

Wanggai memang beberapa kali membuat Bobotoh kesal pada masa lalu. Dia pernah disorot usai mengacungkan jari tengah kepada suporter Persib. Tak hanya itu, Wanggai juga pernah kabur kala melakukan seleksi pada awal musim lalu.

Kini, setelah cabut dari Sriwijaya FC striker 30 tahun tersebut kembali dipinang Persib tanpa melalui proses seleksi. Banyk nada-nada minor yang menghampirinya. Beberapa Bobotoh menyayangkan keputusan Persib merekrut Wanggai karena banyak pilihan lainnya.

patric wanggai

“Itu hak mereka untuk menilai apapun, yang penting saya dan tim tahu, kalau saya ada masalah sama tim ini tidak mungkin tim mau saya kembali. Harus siap membuktikan, itu tes mental,” kata Wanggai dikutip dari Simamaung.

Menurut Wanggai, soal penolakan dirinya tak cuma terjadi di Persib. Pada klub sebelunya, dia juga merasakan hal serupa, tapi tak pernah membuatnya pusing.

“Saya mah tidak meladeninya. Biasa, di media sosial itu hak mereka. . Banyak pernah mengalami, sudah biasa, harus siap mental, di sana kuat di sini harus lebih kuat lagi,” tandas Wanggai.

Wanggai sendiri masuk ke dalam daftar sembilan nama yang dicoret oleh Sriwijaya FC karena hal non-teknis. Bergabungnya dia ke Persib atas permintaan langsung Roberto Carlos Mario Gomez.


Jangan lupa ikutan kuis Football5star.com. Prediksi skor pertandingan Piala Dunia 2018 dengan kesempatan membawa pulang Mobil Honda Brio, Motor Honda Vario, Motor Honda Beat, dan banyak lagi hadiah menarik. Buruan daftar di kuis.www.old.football5star.com

Wanggai Berlatih bersama Persib

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Persib Bandung, Roberto Carlos Mario Gomez, angkat bicara soal kehadiran Patrich Wanggai dalam latihan tim di Lapangan Sesko AD, Kota Bandung, Senin (18/12/2017).

Gomez menuturkan bahwa timnya membutuhkan sosok striker untuk mengarungi musim kompetisi 2018. Ini membuat pihaknya memberikan kesempatan kepada Wanggai untuk berlatih dan menunjukkan kualitasnya.

“Kami masih cari striker karena itu dia datang ke sini. Bukan untuk seleksi tetapi kami mau tahu sejauh mana kualitas dia,” ujar Gomez di Lapangan Sesko AD, Kota Bandung.

Selain itu, asisten pelatih Persib Fernando Soler mengaku sudah mengenal Wanggai. Dia pun telah menyampaikan informasi kepada Gomez terkait Wanggai.

Meski begitu, Soler dan Gomez ingin melihat kembali performa Wanggai dan memberikan waktu kepada pemain berusia 29 tahun untuk berlatih di tim Maung Bandung.

“Kami sebagai pelatih bekerja sama-sama dan ini dari saya. Saya kenal dia dan kami pernah ada komunikasi. Dia datang. Saya sudah dua tahun tidak di sini. Jadi kami ingin lihat kondisi dia bagimana dan Mario suka dia jadi ikut ke pemusatan latihan di Yogya,” kata Soler.

Sementara itu, Wanggai mengaku datang atas panggilan pelatih Mario Gomez.

“Saya disuruh latihan, saya enggak tahu gimana, cuma saya datang saja latihan. Kata pelatih, katanya saya disuruh datang,” ucap Wanggai seusai latihan.

Bomber kelahiran Nabire, Papua, tersebut mengatakan, hingga saat ini ia belum mengetahui soal statusnya bersama Persib.

Namun, ia berharap jasanya bisa digunakan Persib untuk musim depan.

“Status enggak tahu, saya hanya disuruh datang, ya saya datang saja. Pasti berharap (dikontrak). Kalau saya pasti mau, tetapi tergantung pelatihnya, pasti (mau bergabung) karena tim besar,” tuturnya.

Persib, kata Wanggai, bukan tim pertama yang berencana memakai tenaganya.

Namun, sambung dia, baru Persib yang sudah menunjukkan iktikad serius untuk memakai jasanya.

“Sudah ada (yang menghubungi), cuma mungkin yang serius ini (Persib),” ucap pemain berusia 29 tahun itu.

Wanggai pun menegaskan bahwa kontraknya bersama Pusamania Borneo FC telah tuntas.

“Sudah (kontrak selesai) karena hanya setahun di sana, Desember habis,” ucapnya.

Wanggai mengaku senang bisa bergabung bersama Persib. Ia pun mendapat sambutan hangat dari para penggawa Persib lainnya.

“Bagus, senang, semua welcome buat saya, pelatih juga bagus. Dengan pelatih sama saja, cuma dia lebih dekat dengan pemain,” ucapnya.