Gol Patrik Schick Lawan Skotlandia Jadi yang Terbaik di Euro 2020

gamespool
Gol Patrik Schick Lawan Skotlandia Jadi yang Terbaik di Euro 2020 3

Football5Star.com, Indonesia – UEFA resmi mengumumkan pemenang Goal of the Tournament di Euro 2020, Rabu (14/7/21). Dan pemenang jatuh kepada gol dari penyerang Republik Cheska, Patrik Schick ke gawang Skotlandia.

Pemenang dihasilkan lewat hasil voting di situs resmi UEFA dan hampir 800 ribu orang melakukan voting dari beberapa nominasi. Gol Patrik Schick ke gawang Skotlandia di pada laga pertama Grup D dinobatkan sebagai pemenang. Gol ini bahkan digadang-gadang juga akan masuk ke nominasi FIFA Puskas Awards 2021.

Pemain Bayer Leverkusen itu melepaskan tembakan fantastis dari tengah lapangan dan gagal diantisipasi oleh kiper David Marshall. Schick sendiri akhirnya menyelesaikan kompetisi dengan mencetak 5 gol.

Gol Paul Pogba ke gawang Swiss di babak 16 besar menduduki posisi kedua. Pemain Manchester United itu berhasil melepaskan tembakan melengkung tepat di pojok kiri atas gawang Yann Sommer. Sedangkan tendangan trivela Luka Modric ke gawang Skotlandia di laga ketiga babak grup D menduduki posisi ketiga.

Berikut daftar 10 besar Gol Terbaik di Euro 2020:

  1. Patrik Schick (Republik Cheska vs Skotlandia)
  2. Paul Pogba (Prancis vs Swiss)
  3. Luka Modric (Kroasia vs Skotlandia)
  4. Lorenzo Insigne (Italia vs Belgia)
  5. Kevin De Bruyne (Belgia vs Denmark)
  6. Cristiano Ronaldo (Portugal vs Hungaria)
  7. Alvaro Morata (Spanyol vs Italia)
  8. Mikkel Damsgaard (Denmark vs Inggris)
  9. Andriy Yarmolenko (Ukraina vs Belanda)
  10. Federico Chiesa (Italia vs Spanyol)

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Langkah Republik Cheska Terhenti, Patrik Schick Salahkan Rekan Satu Tim

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Langkah Republik Cheska di kompetisi EURO 2020 terhenti. Patrik Schick dkk dikalahkan Denmark dengan skor 1-2 di Baku Olympic Stadium, Minggu (4/7/2021). Gol Patrik Schick masih belum cukup untuk mengejar dua gol Denmark yang dicetak oleh Thomas Delaney dan Kasper Dolberg.

Gagalnya Republik Cheska melangkah ke babak semifinal membuat Patrik Schick cukup kesal. Usai pertandingan, pemain yang cetak 5 gol di EURO 2020 itu menyebut bahwa ia seperti bermain sendirian di lini depan untuk mencetak gol.

Langkah Republik Cheska Terhenti, Patrik Schick Salahkan Rekan Sendiri
aktualne.cz

“Kami membela tim yang sama. Yang lain dibiarkan sendirian untuk mencetak gol. Itu jelas adalah kesalahan komunikasi di tim kami,” ucap Patrik Schick seperti dikutip Football5star.com dari Sport.cz

“Saya sangat kecewa. Kami melakukan yang terbaik. Pada akhirnya kami tidak lagi memiliki kekuatan untuk bisa membalikka keadaan. Di babak kedua kami diperkuat oleh satu penyerang, kami mencoba mempercepat tempo permainan,”

“Itu tampak menjanjikan. Tapi kami tidak dapat menemukan solusi akhir untuk bisa mencetak gol. Dibanding laga-laga sebelumnya, ini membuat kami kehilangan segalanya,” tambah Patrik Schick.

Sementara itu, rekan Schick, Vladimír Darida menyebut bahwa Denmark adalah tim yang luar biasa dan pemiliki penampilan yang hebat. Denmark kata Darida memiliki pertahanan yang sangat displin dan tangguh.

“Denmark adalah tim yang luar biasa dengan penampilan hebat. Mereka bertahan dengan baik. Sulit untuk membongkar pertahanan mereka. Kami mencoba membalikkan keadaan, namun kami tidak bisa melakukannya,” ucap Vladimir Darida.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Patrik Schick Berpeluang Samai Pencapaian Milan Baros

gamespool
Patrik Schick Berpeluang Samai Pencapaian Milan Baros 9

Football5Star.com, Indonesia – Penyerang Republik Cheska, Patrik Schick, punya peluang untuk menyamai pencapaian Milan Baros di Euro 2004. Tapi Schick tak peduli soal rekor itu.

Republik Cheska berhasil lolos ke perempat final Euro 2020 dan akan berhadapan dengan Denmark (3/7/21). Schick sudah mencetak 4 gol, hanya berjarak satu gol dari Cristiano Ronaldo di klasemen topskorer dan Ronaldo sendiri sudah tersingkir.

Pemain Bayer Leverkusen itu punya peluang menyamai rekor legenda Cheska, Milan Baros. Mantan pemain Liverpool itu berhasil meraih Golden Boot di Euro 2004 dengan mencetak 5 gol dan membawa Rep. Cheska sampai ke semifinal dengan mengalahkan Denmark 3-0 di perempat final. Sebuah situasi yang sangat mirip dengan keadaan saat ini. Tapi, Schick tak terlalu peduli.

“Ini bukan topik besar bagi saya, yang utama adalah kesuksesan tim. Tujuan saya bukan untuk memenangkan Golden Boot tetapi untuk membantu tim saya melaju sejauh mungkin. Saya tidak begitu tertarik dengan berapa banyak gol yang akan saya cetak pada akhirnya,” kata Schick seperti dikutip Football5Star.com dari laman resmi UEFA.

Asisten pelatih Republik Cheska, Tomas Galasek, yang bermain bersama Baros di Euro 2004 memberi perbandingan soal Schick dan Baros. Galasek mengatakan bahwa Schick lebih mirip seperti rekan duet Baros di lini depan, Jan Koller.

“‘Bari (Baros) bermain sebagai striker utama jadi saya lebih melihat Patrik seperti Jan Koller, tetapi mereka adalah pemain yang berbeda. Baros bermain di sekitar Koller, yang mengatur beberapa gol untuknya. Patrik menciptakannya sendiri dan memiliki kaki kiri yang kuat,” kata Galasek.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Petarung UFC, Nate Diaz, Jadi Idola Top Scorer Sementara EURO 2020

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Petarung UFC, Nate Diaz, rupanya menjadi idola dan inspirasi bagi top scorer sementara EURO 2020, Patrik Schick. Pada laga melawan Kroasia, Schick mencetak gol dari penalti dan selebrasi dengan menunjukkan otot bisepnya.

“Saya ingin terlihat seperti Nate Diaz, yang biasanya berlumuran darah setelah pertarungannya. Saya hanya mencoba untuk meniru dia,” ucap top scorer sementara EURO 2020 itu seperti dikutip Football5star.com dari Sky Sport, Minggu (20/6/2021).

Petarung UFC, Nate Diaz Jadi Idola Top Scorer Sementara EURO 2020
Petarung UFC, Nate Diaz, Jadi Idola Top Scorer Sementara EURO 2020 13

Di laga melawan Kroasia itu, Peter Schick memang sempat terluka di bagian hidungnya akibat berbenturan dengan bek Kroasia, Dejan Lovren. Akibat benturan itu, Republik Ceska mendapat hadiah penalti.

“Itu adalah penalti 100 persen. Dia (Lovren) tidak melihat saya dan kemudian wasit melihatnya dan memberikan hukuman penalti kepada kami,” tambah Schick.

“Soal hidung saya, tidak patah. Tidak apa-apa. Agak bengkak dan agak sulit bernafas buat syaa. Saya mengalami pendarahan cukup banyak tapi itu tidak terlalu dramatis,” ungkapnya.

Striker 25 tahun itu kini menjadi top scorer sementara EURO 2020 bersama Cristiano Ronaldo denga koleksi 3 gol.

Republik Ceska saat ini berada d peringkat pertama grup D dengan mengemas 4 poin, sama dengan Inggris di peringkat kedua. Di match terakhir grup D EURO 2020, kedua tim akan saling mengalahkan di Stadion Wembley pada 22 Juni 2021 demi tiket ke babak 16 besar EURO 2020. Peluang Patrik Schick untuk menambah pundi golnya terbuka lebar pada laga ini.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Penyebab Patrik Schick Melempem di AS Roma

gamespool
Penyebab Patrik Schick Melempem di AS Roma 17

Football5star.com, Indonesia – Patrik Schick mulai menyadari alasan utama di balik penampilan buruknya bersama AS Roma pada musim 2017-18 dan 2018-19 lalu. Ia mengaku tak memiliki mental yang cukup kuat ketika meninggalkan Sampdoria dan merapat ke Giallorossi.

Schick didatangkan Roma dari Sampdoria pada musim panas 2017-18 lal dengan status pinjaman. Semusim berselang, status Schick dipermanenkan Giallorossi dengan banderol 42 juta Euro.

Ia gagal menunjukkan performa terbaiknya karena cuma mampu menyumbang delapan gol dari 58 penampilan. Selepas kegagalan bersama Roma, Schick mencoba peruntungannya di Jerman bersama RB Leipzig dan Bayer Leverkusen. ia menunjukkan performa yang lebih baik dengan catatan 23 gol dari 64 penampilan pada musim 2019-20 dan 2020-21.

Patrik Schick - AS roma - SB Nation
Nova Sport

“Saya baru berusia 20 tahun ketika tiba di italia. Musim pertama saya bersama Sampdoria berjalan lancar. Lalu, saya pindah ke Roma, salah satu klub terbesar di Italia,” ujar Patrik Schick dikutip football5star dari laman Football Italia.

“Saya yang masih sangat muda dibebani ekspektasi yang sangat tinggi. Mungkin, saya belum benar-benar siap pindah ke klub sebesar Roma. Hingga saat ini, saya masih belum mengetahui pasti penyebab penampilan buruk di Roma. Mungkin, mentalitas saya belum benar-benar terbentuk,” sambung Schick.

Bermain di Jerman selama dua musim berhasil membangkitkan kepercayaan diri Schick. Ia kini menjadi pemuncak daftar top skorer Euro 2020 dengan perolehan tiga gol.

Performa gemilang Schick menjadi alasan utama di balik performa apik Rep Cheska. Mereka saat ini duduk di puncak klasemen grup D dengan perolehan empat poin, Unggul selisih gol atas Inggris yang ada di posisi kedua.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Gol Patrik Schick Tidak Terjadi Secara Kebetulan

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Patrik Schick, striker Republik Cheska mengaku bahwa gol kedua yang ia cetak dari jarak 54 yard ke gawang Skotlandia, sebenarnya sudah direncanakannya sejak babak pertama. Hal itu lantaran Patrik Schick memperhatikan kiper David Marshall selalu berdiri jauh dari gawangnya.

“Saya sudah memperhatikan di babak pertama, saya menduga situasi seperti itu akan datang. Saya tahu dia selalu berdiri jauh dari garisnya. Jadi ketika bola datang, saya melihat dengan cepat di mana dia berdiri. Saya melihatnya ia terlalu jauh, jadi saya mencoba menendang bola itu,” ucap Schick seperti dikutip Football5star.com dari ESPN, Selasa (15/6/2021).

Patrik Schick, Anak Penjual Permen yang Cetak Gol Sensasional di EURO 2020

“Itu adalah gol yang bagus,” tambah Schick. Pelatih Republik Cheska, Jaroslva Silhavy pun menyebut bahwa gol itu menjadi bukti bahwa Schick ialah pemain yang jenius.

“Anda bisa melihat kejeniusannya. Saya senang dia mencetak gol seperti itu. Kami tahu dia jenius. Dia tahu bagaimana menyelesaikan dan itulah mengapa dia ada di sana,”

“Gol pertama adalah umpan silang dan sundulan darinya. Sedangkan gol kedua adalah sesuatu yang luar biasa,” ungkap Silhavy.

Gol Patrik Schick menjadi yang terjauh sepanjang sejarah perhelatan EURO. Gol dari pemain Bayer Leverkusen ini mengalahkan catatan sebelum David Villa di Piala Dunia 2010 dengan jarak 46,5 yard.

Menariknya, sebagai seorang striker, Schick mengaku mengidolakan tiga pemain yang pernah mencetak gol dari jarak jauh, David Beckham, Zlatan Ibrahimovic dan Cristiano Ronaldo.

“Jadi pada awalnya saya memiliki poster David Beckham di atas tempat tidur saya,”

“Tetapi saat saya melihat EURO 2004, saya melihat Cristiano Ronaldo dan dia menjadi idola nomor dua saya. Lalu yang terakhir, Zlatan Ibrahimovic, jadi mereka seperti trinitas suci bagi saya,” ucap Patrik Schick.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Patrik Schick, Anak Penjual Permen yang Cetak Gol Sensasional

Banner Gamespool Football5Star

Football5tar.com, Indonesia – Striker Republik Cheska, Patrik Schick mencetak gol sensasional di laga melawan Skotlandia dalam lanjutan grup D EURO 2020. Gol keduanya pada menit ke-52 dicetak pemain Bayern Leverkusen itu dari tengah lapangan.

Gol kedua Patrik Schick dianggap banyak pihak layak menjadi calon gol terbaik di EURO 2020. Gol kedua Schick ini juga tercatat menjadi gol jarak terjauh di turnamen EURO. Terakhir gol jarak jauh di kompetisi empat tahunan ini terjadi pada EURO 1980.

Patrik Schick, Anak Penjual Permen yang Cetak Gol Sensasional di EURO 2020_

Patrik Schick lahir di Praha pada 24 Januari 1996. Ia tak memiliki darah olahragawan. Orang tua Schick adalah penjual permen dan manisan di Praha. Namun sejak kecil seperti dikatakan ibunya, Schick tidak terlalu tertarik kepada permen atau kue.

“Saya suka mengambil kue dan permen yang dijual orang tua saya. Tapi saya tidak terlalu suka kue. Saya hanya tertarik pada sepak bola,” ucap Schick seperti dikutip Football5star.com dari Reportermagazin, Rabu (15/6/2021).

Bahkan pada usia 8 tahun, Schick mengatakan kepada orang tuanya bahwa ia akan mencari uang dengan menjadi sepak bola. Menurut Schick, sejak saat itu ia tidak pernah terpikir untuk hidup di luar sepak bola.

Skillnya bermain sepak bola lambat laun membuat Schick yang beranjak dewasa menemukan keasyikan lain dengan menjadi pesepak bola. Ia mulai digandrungi para wanita di sekolahnya.

“Saya ingat bagaimana gadis-gadis kelas dua kami membelikan saya sepatu sepak bola baru. Itu pengalaman yang mengasyikan dan menyenangkan,” kenang Patrik Schick.

Tak hanya sepatu sepak bola, saat ia berulang tahun, hadiah yang didapatnya juga berkaitan dengan sepak bola. Diceritakan oleh Schick, bahwa ia meminta orang tuanya membelikan jersey bertuliskan David Beckham.

“Mereka bertanya saya mau kado apa di hari ulang tahun dan saya langsung menjawab, jersey David Beckham. Jadi pada awalnya saya memiliki poster David Beckham di atas tempat tidur saya,”

“Tetapi saat saya melihat EURO 2004, saya melihat Cristiano Ronaldo dan dia menjadi idola nomor dua saya. Lalu yang terakhir, Zlatan Ibrahimovic, jadi mereka seperti trinitas suci bagi saya,”

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Skotlandia vs Rep Cheska: Patrik Schick Berpesta di Glasgow

gamespool
Skotlandia vs Rep Cheska: Patrik Schick Berpesta di Glasgow 27

Football5star.com, Indonesia – Patrik Schick menjadi bintang kemenangan Rep Cheska di markas Skotlandia pada Senin (14/5) malam WIB. Dua gol Schick membuat laga Euro 2020 antara Skotlandia vs Rep Cheska berakhir dengan skor 0-2.

Tampil sebagai tim tuan rumah, Skotlandia langsung mengambil inisiatif serangan. Pada menit ke-22, Skotlandia mendapat peluang pertama lewat Lyndon Dykes yang menyambar umpan Andrew Robertson. Namun, upaya Dykes melenceng tipis dari gawang Rep Cheska.

Pada menit ke-31, Skotlandia kembali mendapat peluang emas. Tapi, kali ini sepakan keras Robertson yang menerima umpan silang Ryan Christie berhasil diselamatkan Tomas Vaclik.

Asyik menyerang, Skotlandia malah kecolongan. Pada menit ke-42, Rep Cheska berhasil mencuri keunggulan melalui sundulan Patrik Schick yang memanfaatkan umpan kiriman Vladimir Coufal. Skor 0-1 tak berubah hingga babak pertama usai.

patrik schick - euro 2020 - Skotlandia vs Rep Cheska - Reuters
Reuters

Skotlandia mengawali babak kedua dengan intensitas serangan yang cukup tinggi. Namun, mereka malah kembali kecolongan. Pada menit ke-52, Schick berhasil mencetak gol keduanya melalui sepakan spekulasi dari garis tengah lapangan.

Gol kedua Schick membuat Skotlandia semakin gencar menekan lini belakang Rep Cheska. Pada menit ke-65, Dykes yang tidak terkawal melepaskan sepakan terukur. Namun, upaya Dykes masih gagal menembus gawang Vaclik.

Memasuki 15 menit terakhir pertandingan, Skotlandia semakin meningkatkan intensitas serangannya. Tim tuan rumah sempat mendapat peluang melalui pemain pengganti, Kevin Nisbet dan James Forrest. Namun, upaya keduanya gagal membuahkan hasil dan skor 0-2 bertahan hingga wasit membubarkan pertandingan.

Kemenangan ini membawa Rep Cheska menggusur Inggris dari puncak klasemen grup D. Sementara itu, Skotlandia harus puas menyandang status tim juru kunci.

SUSUNAN PEMAIN SKOTLANDIA VS REP CHESKA:

Skotlandia: 1-David Marshall; 24-Jack Hendry (8-Callum McGregor 67′), 5-Grant Hanley, 16-Liam Cooper; 2-Stephen O’Donnell (25-James Forrest 79′), 7-John McGinn, 4-Scott McTominay, 17-Stuart Armstrong (20-Ryan Fraser 67′), 3-Andrew Robertson; 11-Ryan Christie (10-Che Adams 46′), 9-Lyndon Dykes (19-Kevin Nisbet 79′)

Pelatih: Steve Clarke

Rep Cheska: 1-Tomas Vaclik; 5-Vladimir Coufal, 3-Ondrej Celustka, 6-Tomas Kalas, 18-Jan Boril; 15-Tomas Soucek, 21-Alex Kral (9-Tomas Holes 67′); 12-Lukas Masopust (20-Matej Vydra 72′), 8-Vladimir Darida (13-Petr Sevcik 87′), 14-Jakub Jankto (19-Adam Hlozek 72′); 10-Patrik Schick (11-Michael Krmencik 87′)

Pelatih: Jaroslav Silhavy

 

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Alasan Patrik Schick Pilih Gabung Bayer Leverkusen

gamespool
Alasan Patrik Schick Pilih Gabung Bayer Leverkusen 31

Football5star.com, Indonesia – Penyerang anyar Bayer Leverkusen, Patrik Schick, mengaku kerasan bermain di Liga Jerman dan belum ingin mencicipi petualangan baru di negara lain. Hal itu menjadi alasan utama Schick bergabung bersama Die Werkself.

Schick mendarat di BayArena setelah ditebus dari AS Roma dengan banderol 27 juta Euro. Pemain 24 tahun itu pun diganjar dengan kontrak jangka panjang berdurasi lima tahun.

“Saya masih ingin bermain di Liga Jerman. Hal itu menjadi alasan utama saya bergabung ke Bayer Leverkusen,” ujar Patrik Schick di sesi jumpa pers pada Kamis (10/9) dinihari WIB.

Liga Jerman - Patrik Schick - Bayer Leverkusen - @bayer04fussball
instagram.com/bayer04fussball

“Musim lalu, saya memiliki pengalaman yang baik di Liga Jerman bersama RB Leipzig. Tapi, kami gagal mencari solusi dan kesepatakan bersama Leipzig,” kata Schick menambahkan.

Lebih lanjut, Schick mengatakan bahwa Bayer Leverkusen memiliki level yang sama dengan RB Leipzig. Selain itu, ia juga memuji gaya bermain ofensif Die Werkself hasil racikan Peter Bosz.

“Bayer Leverkusen memiliki level kualitas yang serupa dengan Leipzig. Selain itu, saya juga sangat menyukai besarnya ambisi yang dimiliki klub ini.”

“Saya juga sangat menyukai gaya bermain Leverkusen musim lalu. Saya rasa, musim ini kami akan tetap memiliki gaya bermain yang tak jauh berbeda,” tutup Schick.

Di BayArena, Schick akan menempati pos yang ditinggalkan Kevin Volland. Seperti yang diketahui, Volland resmi bergabung ke AS Monaco pekan lalu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156435′ ]

SAH! Patrik Schick Jadi Pemain Anyar Bayer Leverkusen

gamespool
SAH! Patrik Schick Jadi Pemain Anyar Bayer Leverkusen 34

Football5star.com, Indonesia – Penyerang timnas Republik Cheska, Patrik Schick resmi diperkenalkan sebagai pemain anyar Bayer Leverkusen pada Rabu (9/9) dinihari WIB. Schick didatangkan dari AS Roma dengan banderol 27 juta Euro.

Bayer Leverkusen mengikat Schick dengan kontrak jangka panjang berdurasi lima tahun. Di BayArena, pemain berumur 24 tahun itu akan mengenakan seragam bernomor punggung 14.

Schick sendiri merasa sangat senang karena akhirnya bisa menyelesaikan proses kepindahannya ke Bayer Leverkusen. Ia mengaku sangat terkesan dengan gaya bermain ofensif Die Werkself dan sudah tak sabar ingin berlatih di bawah Peter Bosz.

“Ketika masih memperkuat RB Leipzig, saya cukup memperhatikan kiprah Bayer Leverkusen. Ini adalah tim hebat yang memiliki gaya bermain ofensif,” ujar Patrik Schick seperti dikutip www.old.football5star.com dari laman resmi klub.

“Gaya bermain klub ini sangatlah cocok buat saya. Karena klub ini juga memiliki pemahaman serta pendekatan yang serupa dengan saya dalam urusan sepak bola,” sambung Schick.

Sementara itu, direktur Die Werkself, Rudi Voeller, mengatakan bahwa Schick akan meraih kesuksesan di BayArena. Menurut Voeller, Schick sudah berhasil menunjukkan kualitas terbaiknya di level internasional bersama timnas Republik Cheska, Serie A, dan Bundesliga.

“Patrik Schick merupakan pemain kelas dunia. Dia sudah berhasil menunjukkan naluri mencetak golnya di Serie A,” ujar Voeller.

“Di Bundesliga, ia juga berhasil menunjukkan kualitasnya dan mampu memperlihatkan performa yang konsisten musim lalu,” tutup pria berumur 60 tahun itu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156435′ ]

Tak Lanjut di RB Leipzig, Patrik Schick Mendekat ke Bayer Leverkusen

gamespool
Tak Lanjut di RB Leipzig, Patrik Schick Mendekat ke Bayer Leverkusen 38

Football5star.com, Indonesia – Penyerang timnas Ceska, Patrik Schick, dikabarkan selangkah lagi akan meresmikan kepindahannya ke Bayer Leverkusen. Schick siap merapat ke BayArena setelah RB Leipzig ogah mempermanenkan jasanya dari AS Roma.

Menurut laporan Sport1, Bayer Leverkusen dan AS Roma akan mencapai kesepakatan transfer Schick dalam waktu dekat. Dalam laporan tersebut, Die Werkself dikabarkan harus mengucurkan dana 22 juta Euro untuk mengamankan tanda tangan Schick.

Di Bayer Leverkusen, Schick akan menggantikan peran Kevin Volland. Pasalnya, Volland selangkah lagi akan meresmikan kepindahannya ke klub Liga Prancis, AS Monaco.

Patrik Schick - Bayer Leverkusen - RB Leipzig - AS Roma - Fussball Transfer
Bulinews

Pada musim 2019-20 lalu, Patrik Schick berhasil menunjukkan penampilan gemilang bersama RB Leipzig. Tampil dengan status pinjaman, pemain berusia 24 tahun itu berhasil menyumbang 10 gol dari 22 penampilannya di ajang Bundesliga.

Sejatinya, RB Leipzig ingin mempermanenkan jasa Schick dari AS Roma. Akan tetapi, niatan Die Roten Bullen terhalang mahalnya harga yang dipatok Giallorossi.

Berbagai usaha RB Leipzig untuk menurunkan harga Schick pun gagal membuahkan hasil. Hal ini membuat Schick sudah kembali ke AS Roma setelah petualangan Die Roten Bullen di Liga Champions usai.

AS Rorna sendiri siap melepas Schick secara permanen karena tak puas dengan kontribusi sang pemain dalam beberapa musim terakhir. Selama dua musim membela panji Gialllorossi, Schick hanya mampu menyumbang delapan gol dari 58 penampilannya di semua kompetisi.

[better-ads type=’banner’ banner=’156435′ ]

Patrik Schick Belum Tahu Musim Depan Main di Mana

dinasti

Football5Star.com, Indonesia – Striker RB Leipzig, Patrik Schick, mengaku masih belum tahu klub yang akan dibelanya musim depan. Pemain asal Rep. Cheska itu mengatakan, putusan mengenai hal itu belum diambil meskipun secara pribadi dia sudah punya preferensi.

Musim ini, Patrik Schick membela RB Leipzig dengan status pemain pinjaman dari AS Roma. Dalam kontrak peminjamannya tercantum opsi pembelian secara permanen sebesar 29 juta euro andai Die Roten Bullen lolos ke Liga Champions.

Syarat pembelian secara permanen sudah terpenuhi. RB Leipzig lolos ke Liga Champions berkat finis di posisi ketiga Bundesliga 1 2019-20. Namun, belum ada indikasi kuat dari manajemen Die Roten Bullen untuk mengambil opsi tersebut.

Patrik Schick ingin bertahan di RB Leipzig dan enggan kembali ke AS Roma.
bulinews.com

“Sebetulnya aku bukannya tak tahu apa yang akan terjadi setelah Liga Champions nanti. Pada dasarnya, aku masih punya kontrak dua tahun lagi dengan Roma,” ungkap Patrik Schick seperti dikutip Football5Star.com dari Tuttomercatoweb.

Lebih lanjut, Schick mengatakan, “Jika Leipzig mampu menemukan solusi, aku dapat tetap tinggal di sini. Tentu saja, bukan aku yang memutuskan. Tahun ini akan rumit karena jendela transfer yang aneh, tapi aku belum mengosongkan apartemenku.”

Hanya Kalah Tajam dari Timo Werner

Jika harus memilih, Schick sudah punya preferensi. Itu adalah bertahan di Leipzig. Sejak beberapa waktu lalu, dia memang mengindikasikan keengganan kembali ke AS Roma. Itu tak terlepas dari performanya yang kembali meningkat bersama tim asuhan Julian Nagelsmann.

Koleksi gol Patrik Schick untuk RB Leipzig di Bundesliga 1 musim ini hanya kalah dari Timo Werner.
transfermarkt.com

“Aku ingin tetap tinggal di sini! Kami menjalani musim luar biasa. Aku percaya kepada tim dan filosofi pelatih. Aku menyukai gaya sepak bolanya. Kupikir kami punya kemampuan untuk bersaing memperebutkan gelar juara,” urai Schick lagi.

Sepanjang musim 2019-20, Patrick Schick melesakkan 10 gol pada pentas Bundesliga 1. Setiap kali dia mencetak gol, Die Roten Bullen tak kalah. Lima golnya berbuah kemenangan dan lima lainnya berbuah hasil imbang. Padahal, musim sebelumnya, dia hanya mengemas 3 gol bagi AS Roma dalam 24 laga Serie A.

Pada pentas Bundesliga 1 2019-20, Patrik Schick adalah pemain tertajam kedua bagi RB Leipzig. Dia hanya kalah dari Timo Werner yang mengemas 28 gol. Seiring kepergian Werner ke Chelsea, logikanya Leipzig harus membeli Schick secara permanen. Namun, maukah mereka menyerahkan uang 29 juta euro kepada AS Roma tanpa negosiasi ulang?

[better-ads type=’banner’ banner=’156435′ ]

Patrik Schick Minta Statusnya Segera Dipermanenkan

dinasti
Patrik Schick Minta Statusnya Segera Dipermanenkan 46

Football5star.com, Indonesia – Bomber asal Republik Cheska, Patrik Schick, mengaku tak ingin kembali ke AS Roma dan berharap bisa bertahan di RB Leipzig. Oleh karena itu, Schick berharap negosiasi antara Die Roten Bullen dan AS Roma berjalan lancar.

Saat ini, Schick memang bermain di RB Leipzig dengan status pinjaman hingga akhir musim 2019-20. Die Roten Bullen pun diwajibkan membayar 29 juta Euro apabila ingin mempermanenkan jasa Schick.

“Saya bukanlah orang yang tepat untuk membicarakan hal ini. Karena, kedua klub masih berusaha mencari kata sepakat hingga sekarang,” ungkap Patrik Schick seperti dikutip dari laman SportBuzzer.

Patrick Schick - RB Leipzig - AS Roma - Goal
Goal

“Saya sudah berkali-kali mengatakannya. Saya ingin terus bertahan di RB Leipzig. Klub, cara kami bermain serta kota Leipzig membuat saya nyaman dan mampu beradaptasi dengan sangat cepat,” kata Schick menambahkan.

Bersama Die Roten Bullen, Schick berhasil menunjukkan penampilan yang menjanjikan dengan rekor sembilan gol dari 18 partai Bundesliga. Ia pun mengaku puas meski merasa seharusnya bisa tampil lebih baik lagi.

“Saya merasa cukup puas dengan penampilan musim ini. Akan tetapi, saya juga sadar kalau seharusnya bisa tampil lebih baik lagi. Mungkin, penampilan saya sedikit terganggu karena cedera pergelangan kaki.”

“Cedera itu membuat para suporter RB Leipzig belum bisa melihat penampilan terbaik saya. Akan tetapi, saya terus berusaha keras untuk bisa tampil lebih baik lagi di sini,” tandas Schick.

[better-ads type=’banner’ banner=’156435′ ]

Julian Nagelsmann Ogah Permanenkan Patrik Schick

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Pelatih RB Leipzig, Julian Nagelsmann mengatakan bahwa dirinya tak memiliki minta untuk merekrut striker Patrik Schick secara permanen.

Dikutip Football5star.com dari Bild, Kamis (4/6/2020) Shick memiliki opsi untuk dipermanenkan oleh RB Leipzig. Klub Die Bullen tersebut hanya mengeluarkan uang 29 juta euro untuk membeli Shick dari AS Roma.

“Saya pikir kami akan berhasil finis di empat besar musim dan menjalani laga kualifikasi Liga Champions. Bahkan jika itu terjadi, aku tidak yakin kami akan membeli Schick dan Angelino,” ucap Nagelsmann.

patrik-schick-rb leipzig

“Kami memiliki rencana yang ketat dan anggaran yang harus dijalani. Jika kami tidak menjual pemain, kecil kemungkinan kami akan dapat pemain baru,” tambahnya.

Sebelumnya pihak Roma menyebut tidak akan menurunkan harga Schick jika RB Leipzig tertarik untuk membelinya secara permanen.

Roma selaku klub pemilik Schick tak mau menerima tawaran Leipzig yang ‘hanya’ berani menawar sang striker di bawah angka 25 juta Euro.

Meski sepertinya peluang Schick untuk terus berkarier di RB Leipzig tak jelas. Pemain Ceko ini sempat dikaitkan dengan Tottenham Hotspur.

Tottenham Hotspur dilaporkan siap mengejar tanda tangan striker AS Roma yaitu Patrik Schick, setelah klub peminjam sang striker yakni RB Leipzig merasa keberatan dengan harga jual yang ditetapkan oleh Giallorossi.

[better-ads type=’banner’ banner=’156435′ ]

Julian Nagelsmann: Pertandingan Aneh, Tapi RB Leipzig Layak Menang

dinasti
Julian Nagelsmann: Pertandingan Aneh, Tapi RB Leipzig Layak Menang 52

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih RB Leipzig, Julian Nagelsmann, mengatakan bahwa timnya layak menang pada laga melawan FC Koeln, Selasa (2/6/20). Walaupun begitu, Nagelsmann menyoroti pertahanan Leipzig yang masih belum sempurna.

Leipzig menang dengan skor 4-2 melawan Koeln lewat gol dari Patrik Schick, Christopher Nkunku, Timo Werner, dan Dani Olmo. Tapi, Koeln sempat unggul lebih dulu lewat Jhon Cordoba. Nagelsmann mengatakan bahwa itu adalah laga yang aneh.

“Itu laga yang aneh dengan banyak pasang surut. Kami sedikit mengantuk sebelum mereka cetak skor. Kami tidak bertahan sebagus yang kami bisa,” ucap Nagelsmann pasca laga seperti dilansir Football5Star.com dari Yahoo Sport .

Nagelsmann merasa Die Roten Bullen bisa bermain lebih baik lagi. Tapi mereka pantas menang.

“Keseluruhan, saya pikir kami bisa bermain lebih baik. Sulit untuk menyimpulkan sesuatu saat ini. Kemenangan ini sangat penting untuk klasemen. Menang setelah tertinggal lebih dulu juga penting. Itu tidak mudah, tapi kami pantas menang,” kata Nagelsmann.

Pencetak gol pertama Leipzig, Patrik Schick juga puas akan kemenangan timnya di laga ini.

“Ini adalah laga yang sulit. Bukan awalan yang bagus dari kami. Setelah itu, kami berkembang dan berjuang. Pada akhirnya, kami sangat senang dengan tiga poin ini,” ujar pemain timnas Ceko ini.

RB Leipzig saat ini berada pada posisi ketiga dengan perolehan 58 poin.

[better-ads type=’banner’ banner=’156435′ ]

AS Roma Disebut Akan Diskon Harga Patrik Schick

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Raksasa Italia, AS Roma, dikabarkan siap memberikan diskon kepada RB Leipzig untuk mempermanenkan jasa Patrik Schick. Hal ini disampaikan oleh agen Schick, Pavel Paska.

Schick bermain di RB Leipzig dengan status pinjaman dari AS Roma. Die Roten Bullen wajib mempermanenkan jasa Schick andai lolos ke Liga Champions musim 2020-21 dengan banderol 29 juta Euro.

Bersama RB Leipzig, Patrik Schick berhasil kembali menemukan ketajamannya. Pemain 24 tahun itu sukses menyumbang tujuh gol dari 19 penampilannya di semua kompetisi.

Patrick Schick - RB Leipzig - AS Roma - ESPN
ESPN

“Kami sedang tak terburu-buru untuk melakukan negosiasi. Saya pun yakin keputusan akan dibuat pada pertengahan atau akhir Juni mendatang,” ungkap Pavel Paska kepada iSport.

“Untuk saat ini, kedua klub sudah menjalin pembicaraan yang cukup intensif. Semua orang pun tahu kalau Schick akan dipermanenkan dengan harga di bawah kesepakatan kedua tim dalam kontraknya.”

“Akan tetapi, kontrak pinjaman Schick baru akan habis pada 30 Juni mendatang. Jadi, kami tak perlu terburu-buru dalam mengambil keputusan,” sambung Paska menambahkan.

Lebih lanjut, Paska juga mengatakan bahwa ada klub lain yang siap mengangkut Schick. Akan tetapi, ia berjanji akan tetap memprioritaskan Die Roten Bullen.

“Menurut saya, proses negosiasi antar kedua klub akan berjalan dengan cukup lama. Schick sendiri juga diminati oleh beberapa klub lain. Tapi, RB Leipzig tetap menjadi prioritas kami,” tandas Paska.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Patrik Schick Lebih Pilih RB Leipzig daripada AS Roma

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Patrik Schick kemungkinan besar takkan kembali ke AS Roma musim depan. Hal tersebut tak lepas dari keinginannya bertahan bersama RB Leipzig.

Musim ini Patrik Schick menjadi pemain pinjaman di RB Leipzig. Dan dalam peminjaman tersebut dicantumkan klausul penebusan di akhir musim.

Klausul itu pula yang sepertinya akan diambil pemain asal Republik Ceko. Ia sudah merasa nyaman bersama klub Bundesliga itu dan ingin melanjutkan kariernya di sana dengan status permanen.

satu gol yang bermakna ganda bagi schick
@ASRomaEN

“Saya benar-benar bisa melihat diri saya tetap di sini musim depan. Klub harus menemukan solusi sekarang dan saya akan senang jika mereka bisa mencapai kesepakatan,” kata Schick seperti dikutip Football5star dari Kicker, Senin (27/4/2020).

Kemungkinan bertahannya pemain 24 tahun juga disuarakan sang agen, Pavel Pavka. Ia melihat sang bomber nyaman bermain di Bundesliga dan ingin melihat pemainnya itu berkembang di sana.

“Mereka sangat senang dengannya. Semuanya terlihat jelas. Tapi saya belum bisa memastikan apa pun karena kedua klub belum berbicara lebih lanjut soal situasi Patrik,” ujar Pavel Paska.

RB Leipzig sejatinya mengalami dilema dalam situasi ini. pasalnya mereka hanya mampu menebus Patrik Schick seharga 15 juta euro. Sedangkan AS Roma meminta 25 juta euro.

Mantan pemain Sampdoria itu memang tak masuk dalam rencana pelatih Il Lupi, Paulo Fonseca. Ini pula yang membuat pihak klub akhirnya meminjamkannya ke RB Leipzig. Dan bersama klub Jerman  ia sudah mengemas tujuh gol dan dua assist dalam 15 laga Bundesliga.

[better-ads type=’banner’ banner=’156435′ ]

Bangkit Bersama RB Leipzig, Patrik Schick Impikan Premier League

Banner LFS Baru

Football5Star.com, Indonesia – Patrick Schick seolah terlahir kembali setelah bergabung dengan RB Leipzig. Datang sebagai pemain pinjaman dari AS Roma, dia telah mengemas 7 gol dan 2 assist dalam 15 laga yang dilakoni Die Roten Bullen pada pentas Bundesliga 1 musim ini.

Patrik Schick mengakui pilihan hijrah dari AS Roma ke RB Leipzig musim ini sangatlah tepat. Tak percuma dia mengabaikan tawaran dari beberapa klub lain yang berdatangan pada musim panas 2019.

“Leipzig adalah pilihan tepat. Aku juga sempat didekati (Borussia) Dortmund, (Bayer) leverkusen, dan Schalke,” urai Patrik Schick seperti dikutip Football5Star.com dari iSport.cz. “Namun, aku merasa Leipzig paling menginginkanku. Aku juga menyukai gaya main dan pelatih (Julian) Nagelsmann.”

Patrik Schick merasa puas atas pilihannya merapat ke RB Leipzig pada awal musim 2019-20.
bulinews.com

Meskipun demikian, Patrik Schick mengisyaratkan tak akan berlama-lama di Bundesliga 1. Menurut dia, ada impian yang masih harus dikejarnya pada masa yang akan datang. Itu adalah berlaga di Premier League.

“Sejak kecil, impianku adalah bermain di Italia. Itu sudah terwujud. Kini, aku tertarik merantau di Inggris. Tak tak bisa berbohong soal ini,” kata Schick yang kini berumur 24 tahun itu.

Patrik Schick sepertinya tak mau asal bermain di Premier League. Dia menyiratkan keinginan membela klub-klub besar Inggris. pasalnya, sebelum menerima tawaran RB Leipzig, dia juga sempat didekati klub-klub Inggris. “Dari Inggris, ada Everton, Crystal Palace. Lalu, dari Spanyol ada Valencia,” ujar dia lagi.

Patut dinantikan apakah impian itu akan mempengaruhi putusan yang akan diambil Patrik Schick pada akhir musim nanti. Akhir Juni nanti, RB Leipzig punya kesempatan membeli sang penyerang secara permanen dari AS Roma.

[better-ads type=’banner’ banner=’156435′ ]

Ranieri Bawa Aura Positif Bagi Roma

Football5star.com, Indonesia – Striker AS Roma, Patrik Schick, mengungkapkan dampak kedatangan Claudio Ranieri bagi timnya.

Ranieri menjadi pelatih I Giallorossi pada 9 Maret lalu. Pria berumur 67 tahun tersebut menjadi suksesor Eusebio Di Francesco yang dipecat setelah tersingkir dari Liga Champions.

Tugas Claudio Ranieri bersama AS Roma tidak mudah. Pasalnya, mental Daniele De Rossi anjlok menyusul tren negatif dalam beberapa waktu terakhir.

“Ranieri mencoba menanamkan hal-hal positif kepada kami, memulai sesuatu yang baru dan berhasil melakukannya. Dia adalah pelatih yang jujur meski saya baru mengenalnya beberapa waktu lalu,” ujar Patrik Schick, seperti dilansir Football Italia.

Ranieri menjalani debut dengan positif. I Giallorossi menang 2-1 saat menjamu Empoli pada pekan ke-27 Serie A di Stadion Olimpico, Senin (11/3/2019).

“Tugas pertama dia adalah memperbaiki beberapa hal dan kembali menyatukan tim. Dia bicara kepada saya sebelum laga melawan Empoli. Tentu saja saya senang dengan apa yang dia katakan tentang saya. Saya mencetak gol dan kami menang,” tutur Patrik Schick.

satu gol yang bermakna ganda bagi schick
Patrik Schick (Foto: Twitter @ASRomaEN)

Laga kedua Claudio Ranieri bersama Roma berujung hasil negatif. Klub ibu kota Italia tersebut menyerah 1-2 saat melawan SPAL pada pekan ke-28 Serie A di Stadion Paolo Mazza, Sabtu (16/3/2019).

AS Roma harus berjuang keras untuk meraih tiket Liga Champions musim depan. I Giallorossi menempati posisi kelima klasemen sementara Serie A dengan 47 poin atau tertinggal empat angka dari Inter Milan di 4-Besar.

Unggah Foto Topless, Kakak Striker AS Roma Bikin Mata Melotot

Football5star.com, Indonesia – Kristyna Schickova kembali mengunggah foto topless. Kakak bintang AS Roma, Patrik Schick, itu membuat mata pengikutinya di akun instagram jadi melotot.

Kristyna Schickova mengunggah foto seksi tanpa menggunakan baju. Dalam foto tersebut, Kristyna hanya menggunakan celana pendek. Ia juga berpose dengan duduk di sebuah teras dan ada latar belakang salju.

“Anda lebih suka musim panas atau dingin?” tulis Kristyna di akun instagram-nya seperti dikutip Football5star.com.

https://www.instagram.com/p/BtWgz6kBMJT/
Kristyna Schickova
medium portrait


Kristyna Schickova yang berusia 24 tahun ini merupakan seorang model terkenal. Dia bernaung di bawah NEXT Model Management, salah satu agensi model terbesar dunia.

Dengan tinggi sekitar 180 cm, wanita asal Republik Ceko ini juga memiliki rambut cokelat, paras cantik, dan juga tubuh yang aduhai. Pria bakal betah berlama-lama memandanginya.

Dia juga cukup terkenal di media sosial dengan memiliki 103 ribu pengikut di Instagram. Selain itu, Kristyna juga sering memamerkan kehidupan sehari-harinya dan sang adik, Patrik Schick.

Schick sendiri merapat ke AS Roma pada musim 2017/2018. Karier pemain 22 tahun itu sempat terhambat gara-gara faktor cedera. Ia juga kalah bersaing dengan Edin Dzeko.

Hingga kini, Schick baru membela AS Roma dalam 49 pertandingan di semua kompetisi. Mantan pemain Sampdoria itu juga menyumbangkan tujuh gol.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

AS Roma Hadapi FC Porto Dengan Skuat Pincang

Football5star.com, Indonesia – AS Roma dipastikan tak akan diperkuat oleh Robin Olsen dan Patrik Schick pada partai leg pertama babak 16 besar Liga Champions melawan FC Porto pekan depan. Keduanya masih harus menepi karena sama-sama menderita cedera.

Di partai Serie A melawan Chievo Verona, Giallorossi menurunkan kiper keduanya, Antonio Mirante. Robin Olsen tak dapat dimainkan karena menderita cedera betis. Penjaga gawang asal Swedia masih harus menjalani perawatan setidaknya selama beberapa hari ke depan.

Musim ini, Mirante sudah mengoleksi satu penampilan di ajang Liga Champions. Pria 35 tahun itu diturunkan pada partai Viktoria Plzen di pertandingan terakhir babak grup. Namun, ia gagal menjaga clean sheet setelah tim Serigala Ibukota harus mengakui keunggulan Viktoria Plzen dengan skor 2-1.

Robin Olsen - Patrik Schick - AS Roma - FC Porto - Liga Champions
LaPresse

Sementara itu, Patrik Schick hanya mampu bermain selama 59 menit. Ia terlihat kesakitan dan berjalan pincang ketika meninggalkan lapangan pertandingan. Eusebio di Francesco pun memasukkan Alessandro Florenzi untuk menggantikan posisi Patrik Schick.

Cedera yang dialami oleh Schick membuat AS Romahampir dipastikan akan mengandalkan Edin Dzeko di lini depan. Penyerang asal Bosnia-Herzegovina itu mampu menunjukkan performa yang cukup baik di Liga Champions musim ini. Catatan lima gol dari empat partai menjadi bukti ketajaman pria 32 tahun itu di kancah Eropa musim ini.

Kostas Manolas yang sempat mengalami cedera diprediksi sudah akan memperkuat AS Roma di partai melawan FC Porto. Ia sempat menepi selama beberapa hari karena mengalami masalah di otot perutnya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Agen Pastikan Patrik Schick Bertahan di Roma

Football5star.com, Indonesia – Striker Republik Ceko, Patrik Schick, bakal bertahan di AS Roma hingga kontraknya habis. Hal itu diungkapkan oleh agen Schick, Pavel Paska.

Patrik Schick gabung Roma sejak musim lalu dari Sampdoria dengan transfer 42 juta euro. Di musim perdananya, pemain 23 tahun itu itu kurang tajam.

Ia hanya mencetak tiga gol dalam 26 penampilan. Sang bomber juga kalah bersaing dengan Edin Dzeko.

Musim ini, Patrik Schick tak menunjukkan tanda-tanda peningkatan. Ia baru melesakkan empat gol dalam 19 penampilan.

Hal ini menimbulkan spekulasi Patrik Schick bakal meninggalkan Roma. Ada beberapa klub Liga Inggris yang tertarik, salah satunya Cardiff City. Meski demikian, Paska memastikan kliennya takkan meninggalkan Roma.

DbUEWafWkAADZlX
Getty Images

“Saya bisa menutup peluang Patrik meninggalkan Roma sebelum kontraknya berakhir,” kata Paska kepada isport.blesk.cz.

“Saya berbicara dengan dua klub Liga Premier kemarin, meskipun Cardiff bukan salah satu dari mereka, tetapi saya harus menolak semua tawaran mereka,” Paska menambahkan.

Roma sendiri kini berada di peringkat lima klasemen Liga Serie A Italia. Giallorossi tertinggal satu poin dari AC Milan di posisi empat (batas akhir Liga Champions).

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Di Francesco Bingung Tentukan Pilihan di Lini Depan

Football5star.com, Indonesia – Pelatih AS Roma, Eusebio di Francesco, mengaku cukup pusing untuk menentukan penyerang yang akan bermain melawan Torino pada Sabtu (19/1). Ia mengatakan bahwa Edin Dzeko dan Patrik Schick tidak berada dalam kondisi yang prima.

Musim ini, Schick mampu menunjukkan peningkatan penampilan bersama Giallorossi. Ia pun mulai mendapat kepercayaan untuk menggeser posisi Dzeko yang selalu menjadi pilihan utama dalam beberapa musim terakhir. Bahkan, Schick mampu mencetak brace ketika memperkuat Roma melawan Entella di ajang Coppa Italia.

“Saat ini, keduanya sedang berada di dalam kondisi yang kurang prima. Pekan ini, Dzeko mengalami sedikit masalah. Tapi, saya rasa kondisinya masih lebih baik dibanding dengan Schick,” ujar Di Francesco di sesi jumpa pers jelang pertandingan.

Eusebio di Francesco - AS Roma - Serie A - @CalcioASRoma
@CalcioASRoma

“Saya senang karena memiliki dua pemain yang sangat bagus di sektor striker. Terutama jika melihat performa gemilang yang ditunjukkan oleh Schick di beberapa pertandingan terakhir,” imbuh Di Francesco.

Di Francesco mengatakan bahwa Schick berhasil menunjukkan peningkatan latihan yang cukup pesat musim ini. Ia pun senang dengan kerja keras yang ditunjukkan oleh penyerang timnas Republik Cheska itu di setiap sesi latihan.

“Saya rasa, ia sudah mengalami peningkatan yang jauh lebih baik dibanding musim lalu. Dia terus bekerja keras dan berusaha untuk meningkatkan kualitasnya di setiap sesi latihan. Dia harus terus mempertahankan performa gemilangnya dan mencetak banyak gol untuk kami.”

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Terlalu Seksi, Kakak Bintang AS Roma Ini Bikin Gagal Fokus

Football5star.com, Indonesia – Bomber AS Roma, Patrik Schick, diam-diam ternyata memiliki kakak perempuan yang sangat seksi. Wanita itu bernama Kristyna Schickova.

Schick merapat ke Roma pada musim 2017/2018. Karier pemain 22 tahun itu sempat terhambat gara-gara faktor cedera. Ia juga kalah bersaing dengan Edin Dzeko.

Hingga kini, Schick sudah membela Roma dalam 45 pertandingan di semua kompetisi. Mantan pemain Sampdoria itu juga menyumbangkan tujuh gol.

Meski tak terlalu tajam, namun fans Roma sepertinya mau memaafkan Schick. Sebab, sang bomber sering mengunggah foto kakak perempuannya yang sangat seksi.

Kristyna Schickova

Elbalonrosa

Kristyna merupakan seorang model terkenal. Wanita 24 tahun itu bernaung di bawah NEXT Model Management, salah satu agensi model terbesar dunia.

Dengan tinggi sekitar 180 cm, wanita asal Republik Ceko ini juga memiliki rambut cokelat, paras cantik, dan juga tubuh yang aduhai. Pria bakal betah berlama-lama memandanginya.

Dia juga cukup terkenal di media sosial dengan memiliki 102 ribu pengikut di Instagram. Selain itu, sama seperti Schick, Kristyna juga sering memamerkan kehidupan sehari-harinya dan tak jarang mengunggah kebersamaan dengan sang adik.

medium portrait
Elbalonrosa

Giallorossi sendiri kini berada di peringkat enam klasemen Liga Italia Serie A dengan poin. Rossoneri tertinggal dua angka dari Lazio di posisi empat, yang merupakan batas akhir Liga Champions.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Di Francesco Tuntut Schick Terus Tunjukkan Ketajaman

Football5Star.com, Indonesia – Patrik Schick menjadi bintang saat AS Roma menang 4-0 atas Virtus Entella pada babak perdelapan final Coppa Italia, Selasa (15/1/2019) dini hari WIB. Dia membuat allenatore Eusebio Di Francesco senang dengan mencetak brace ‘dua gol’.

Selepas pertandingan, Di Francesco berharap itu menjadi titik balik kiprah Schick di Roma. Secara khusus, dia menuntut sang striker untuk mempertahankan performa dan terus menunjukkan ketajaman pada laga-laga berikutnya bersama I Giallorossi.

Patrik Schick dituntut Eusebio Di Francesco lebih tajam lagi bagi Roma.
tuttomercatoweb.com

“Dia pada dasarnya selalu memuaskan saya. Namun, kali ini dia tampil bagus. Dia bisa saja mencetak lebih banyak gol. Dia mesti terus mengasah ketajaman di depan gawang, termasuk saat latihan. Dia tak boleh cepat puas,” tegas Di Francesco seperti dikutip Football5Star.com dari Football Italia.

Pelatih berumur 49 tahun itu menilai Schick sudah mulai bangkit dari masa-masa awal yang berat di Roma. Menurut dia, sang pemain sudah mulai bisa mengatasi tekanan bermain di klub besar dan nilai transfer yang besar.

“Saat ini, dia telah membalik halaman lama. Dia bermain secara reguler dan menunjukkan performa yang tepat. Dia terus berkembang. Beberapa pemain berkembang dengan cara berbeda,” tambah Di Francesco. “Sekarang, dia harus terus berkembang dan mencetak lebih banyak gol.”

Tuntutan itu sangat berdasar. Musim ini, Schick telah 19 kali turun membela Roma di berbagai ajang. Namun, sejauh ini, baru empat gol yang dibuat striker berumur 22 tahun tersebut. Dua gol di Serie A dan dua gol di Coppa Italia. Adapun di Liga Champions, dia belum berhasil menjebol gawang lawan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Schick Tak Anggap Dzeko Sebagai Saingan

Banner Football Live StarFootball5star.com, Indonesia – Penyerang muda AS Roma, Patrik Schick, mengaku sama sekali tak menganggap Edin Dzeko sebagai saingannya di lini depan Giallorossi. Ia pun mengaku mendapatkan ilmu yang berharga dari Dzeko musim ini.

Musim ini, penyerang asal Republik Cheska itu baru mampu mencetak satu gol dari sembilan penampilan di ajang Liga Champions dan Serie A. Namun, ia bertekad untuk memperbaiki catatan tersebut dan tampil menggila di mulut gawang lawan.

“Saya sama sekali tak menganggapnya sebagai saingan. Saat ini, saya mampu berlatih dengan maksimal dan mendapatkan banyak ilmu dari Edin. Saya merasa jauh lebih baik dibanding musim lalu,” ujar Schick dikutip dari Football Italia.

Patrik Schick - AS Roma - Edin Dzeko - forzaroma
forzaroma

 

“Kami berdua tentunya ingin selalu bermain. Hal tersebut membuat kami selalu menunjukkan performa yang maksimal di setiap pertandingan. Karena, pelatih hanya akan memainkan satu striker di setiap pertandingannya,” imbuhnya menambahkan.

Musim ini, Schick beberapa kali sempat dimainkan sebagai striker. Ia pun sempat mengaku tak menyukai posisi barunya sebagai penyerang tunggal. Namun, kini ia siap dimainkan sebagai penyerang tunggal.

“Awalnya, saya tak terlalu menikmati peran sebagai penyerang tunggal. Saya merasa jauh lebih nyaman apabila dimainkan sebagai penyerang lubang. Tapi, semua itu berubah di partai melawan Barcelona musim lalu. Kini, saya siap tampil sebagai penyerang tunggal di setiap pertandingan.”

Satu Gol yang Bermakna Ganda Bagi Patrik Schick

Banner Football Live StarFootball5star.com, Indonesia – AS Roma menang mudah 4-1 atas Sampdoria dalam lanjutan Serie A, Minggu (11/11/2018). Satu dari empat gol Roma pada laga ini dicetak oleh Patrik Schick pada babak pertama.

Bagi Schick ini adalah gol pertamanya di semua ajang musim ini. Tak ayal ia menyambut golnya tersebut dengan suka cita. Penyerang asal Republik Ceko ini mengaku golnya kali ini bermakna ganda.

Selain bisa membantu tim meraih kemenangan besar, golnya di menit ke-19 ini sukses meningkatkan mentalitas sang bomber yang sebelumnya sempat jatuh karena jarang mendapat kesempatan bermain dari Eusebio Di Francesco.

schick-roma-sampdoria
@ASRomaEN

“Saya membutuhkan gol ini. Sangat luar biasa bisa mencetak satu gol dan saya senang bisa membantu rekan setim meraih kemenangan. Gol ini juga membantu mental saya yang sempat jatuh,” kata Schick seperti dilansir dari laman resmi Roma, Minggu (11/11/2018).

Kendati lega dengan gol perdananya musim ini, pemain yang didatangkan dari Sampdoria musim lalu itu enggan jemawa. Ia ingin terus bekerja keras agar bisa mencetak lebih banyak gol di laga-laga selanjutnya.

“Saya harus tetap bekerja keras karena musim ini masih sangat panjang. Saya tahu bisa mencetak gol lebih banyak lagi ke depannya,” ia menambahkan.

Tiga gol Roma lainnya dicetak oleh Juan Jesus dan brace Stephan El Shaarawy di babak kedua. Adapun gol hiburan Sampdoria dicetak mantan penggawa Roma, Gregoire Defrel di penghujung laga.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Dzeko Siap Bantu Schick Kembalikan Kepercayaan Diri

Banner Football Live StarFootball5star.com, Indonesia – Penyerang AS Roma, Edin Dzeko, mengaku siap membantu Patrik Schick untuk kembali ke performa maksimalnya dan kembali mencetak gol. Menurutnya, saat ini Schick sangat membutuhkan bantuan untuk dapat memulihkan kepercayaan dirinya.

Selama dua musim bermain di Roma, Schick baru mampu mencetak tiga gol dari 27 penampilannya di semua kompetisi. Musim ini, penyerang asal Republik Cheska tersebut belum mampu mencetak satu pun gol atau assist dari delapan penampilannya di semua kompetisi.

Patrik Schick - AS Roma - Edin Dzeko - Kicker
Kicker

“Ketika masih bermain di Sampdoria, kami semua mengetahui sangat mengetahui kemampuannya. Saat ini, ia harus mulai berlatih lebih keras dan berusaha untuk menunjukkan performa yang maksimal di setiap pertandingan,” ungkap Dzeko dikutip dari Football Italia.

“Saya sebagai salah satu pemain senior di Roma siap membantunya untuk kembali ke penampilan maksimalnya. Bagi seorang penyerang, satu gol sangat berarti untuk memulihkan kepercayaan diri yang sedang jatuh,” sambung mantan penggawa Manchester City tersebut.

Dzeko sendiri musim ini telah mampu mencetak tujuh gol dari 13 penampilannya di semua kompetisi. Namun, lima dari tujuh gol yang sudah ia ciptakan lahir di ajang Liga Champions. Ia pun mengaku dapat bermain lebih nyaman di Liga Champions karena sering gagal memanfaatkan kesempatan di Serie A.

“Saya mencetak lebih banyak gol di Liga Champions karena kesalahan-kesalahan yang saya buat di Serie A. Saat ini, saya harus mulai meningkatkan performa di Serie A.”

Banyaknya Pemain yang Datang Bikin Roma Kebingungan

Banner Footbal Live Star-Football5star

 

Football5star.com, Indonesia – AS Roma mengalami start yang kurang istimewa musim ini. Dari tiga laga yang sudah dilalui, mereka hanya meraih satu kemenangan, sekali imbang, serta satu kekalahan. Bagi salah satu penggawa mereka, Patrik Schick, itu disebabkan oleh banyaknya pemain yang didatangkan.

Roma sempat meraih kemenangan pada pekan perdana Serie A. Mereka mengalahkan Torino dengan skor 1-0. Tapi di laga selanjutnya performa anak asuh Eusebio Di Francesco malah menurun. Ditahan imbang 3-3 ketika menjamu Atalanta, mereka kemudian takluk 1-2 dari tuan rumah AC Milan.

Dl9DHY6XoAABrAd
@OfficialASRoma

Bagi Schick, performa timnya kali ini disebabkan oleh banyaknya pemain yang datang. Selain itu, kepergian tiga pemain kunci musim lalu seperti Alisson Becker, Radja Nainggolan, dan Kevin Strootman, juga menjadi faktor tambahan.

“Sangat banyak pemain baru yang datang, mungkin ada 11, mungkin juga lebih, yang pasti ada banyak, termasuk para pemain muda. Penyebab lainnya mungkin karena Alisson, Nainggolan dan Strootman sudah hengkang. Mereka bertiga adalah kekuatan di tim ini,” kata Schick kepada media Republik Ceko, Moravskoslezsky, Rabu (5/9/2018).

“Kami menjadi bingung dalam bermain dan di kompetisi. Namun, tim ini tetap bagus. Kami harus segera bersatu lagi dan kembali ke performa yang diharapkan selama ini,” ia menambahkan.

Beberapa pemain anyar Il Lupi sejauh ini memang belum menunjukkan kapasitasnya. Salah satunya adalah Justin Kluivert yang masih belum diberi kesempatan Di Francesco untuk menjadi starter pada tiga laga Serie A.

Schick: Ronaldo Akhirnya Sadar Sulitnya Serie A

Banner Footbal Live Star-Football5star

Football5star.com, Indonesia – Hingga pekan ketiga Serie A, bintang sepak bola dunia Cristiano Ronaldo belum mampu menjaringkan satu bola pun ke gawang lawan. Hal tersebut mendapatan sorotan dari Penyerang muda AS Roma, Patrick Schick.

schick torino roma serie a football5star zimbio com
zimbio

Ronaldo selalu tampil selama 90 menit pada tiga pertandingan Juventus di Serie A musim ini. Dari seluruh laga tersebut peraih lima gelar Ballon d’Or itu hanya mampu menyumbangkan satu assist kala Bianconeri melumat Lazio dengan skor 2-0.

“Akhirnya dia mengetahui bahwa liga Italia tidaklah mudah!” ucap Schick sambil tertawa seperti dikutip Football5star dari Football Italia, Selasa (4/9/2018).

“Saya tidak tahu apa yang dia harapkan. Tapi saya tahu sendiri betapa sulitnya bermain liga Italia. Dia melakukan banyak hal di lapangan, hanya masalah waktu hingga dia mendapat gol,” imbuhnya.

Lebih lanjut Schick menganggap bahwa Ronaldo memberikan banyak dampak positif bagi persepakbolaan di Italia. “Saya berterima kasih kepadanya yang telah membuat Serie A semakin diminati banyak orang,” tukasnya.

Schick menjalani debut di Serie A pada musim 2016-2017 lalu kala masih memperkuat Sampdoria. Ia baru mencetak gol debutnya pada kasta tertinggi sepak bola Italia tersebut pada pekan ke-10 saat Il Samp kalah di kandang Juventus dengan skor 4-1.

Sejatinya Ronaldo telah mencetak gol untuk Juventus kala menjalani laga uji tanding melawan tim junior klub tersebut. Di sisi lain Bianconeri selanjutnya akan menghadapi Sassuolo pada pekan keempat Serie A, Minggu (16/9/2018).