Prediksi: Liverpool vs Swansea City

Main Liverpool vs Swansea

Stadion Anfield, Rabu (27/12/2017) Pukul 00.30 WIB (RCTI/Bein Sports 1)

Football5Star.com, Indonesia – Salah satu laga dengan visi berbeda di Boxing Day kali ini adalah pertemuan antara Liverpool vs Swansea City, Rabu (27/12/2017) dinihari WIB. Bagaimana tidak, pertandingan yang akan berlangsung di Anfield itu akan mempertemukan dua tim yang terpaut jarak sangat jauh.

Liverpool kini berada di peringkat empat klasemen. Sedangkan Swansea terbenam di posisi paling buncit. Selain itu, nasib mereka di luar lapangan pun bertolak belakang. Kendati hanya meraih satu angka di markas Arsenal akhir pekan lalu, posisi Juergen Klopp masih sangat aman. Sementara The Swans baru saja memecat pelatih Paul Clement.

Walaupun baru kalah tiga kali musim ini, bukan berarti The Reds tanpa masalah. Mereka kerap gagal mempertahankan keunggulan akibat rapuhnya lini pertahanan. Hal ini pun berimbas pada kepercayaan diri pemain di belakang. Terlebih tiga laga kandang terakhir Mohamed Salah dkk hanya mampu bermain imbang.

Dengan catatan tersebut, tidak menutup kemungkinan Swansea akan mengejutkan tuan rumah. Apalagi Liverpool suka kesulitan menghadapi tim yang di atas kertas mampu mereka kalahkan. Tim tamu tentu punya motivasi berlipat untuk meraih angka demi keluar dari zona degradasi.

REKOR PERTEMUAN

head to head Liverpool vs Swansea

TREN PERFORMA

5 pertandingan terakhir Liverpool vs Swansea

STATISTIK MENARIK
  • Rekor kandang Liverpool: 7 menang, 6 imbang, 0 kalah.
  • Liverpool hanya bermain imbang di 3 laga kandang terakhir di Premier League.
  • Liverpool tidak pernah kalah di kandang saat laga Boxing Day sejak 1986 silam.
  • Rekor tandang Swansea City: 3 menang, 2 imbang, 6 kalah.
  • Swansea selalu kalah di 6 laga tandang terakhirnya.
  • Pada lawatan terakhir ke Anfield, The Swans berhasil menang 3-2.
  • Liverpool menang 5 kali dari 6 laga kandang menghadapi Swansea.
PELATIH
  • Ini adalah pertama kalinya Juergen Klopp menghadapi Leon Britton.
  • Rekor Juergen Klopp vs Swansea: 2 menang, 0 imbang, 2 kalah.
  • Klopp hanya meraih 1 kemenangan di Anfield melawan Swansea.
  • Britton belum pernah menghadapi Liverpool sebagai pelatih.
WASIT
  • Kevin Friend sudah memimpin 9 laga Premier League musim ini dan tuan rumah tidak pernah kalah.
  • Rekor Friend: 7 tuan rumah menang, 2 imbang, 0 kalah.
  • Musim ini Friend sudah pimpin 2 lga Liverpool dan keduanya The Reds menang.
  • Rekor Friend pimpin laga Liverpool: 12 menang, 5 imbang, 4 kalah.
  • Rekor friend pimpin laga Swansea: 9 menang, 5 imbang, 10 kalah.
PEMAIN KUNCI

LIVERPOOL:
Top Scorer: Mohamed Salah (15 gol)
Top Assist: Philippe Coutinho (5 assist)
Top Rating: Philippe Coutinho (7,94)

SWANSEA CITY:
Top Scorer: Tammy Abraham (4 gol)
Top Assist: Tom Carroll (3 assist)
Top Rating: Lukasz Fabianski (6,98)

BERITA KEDUA TIM
  • Liverpool tidak akan diperkuat Jordan Henderson, Alberto Moreno, dan Nathaniel Clyne karena cedera.
  • Kondisi Joel Matip masih diragukan.
  • Klopp akan merotasi pemain. Alex Oxlade-Chamberlain, Giorgino Wijnaldum, dan Trent Alexander Arnold kemungkinan starter.
  • Loris Karius akan menjadi kiper utama di laga kali ini.
  • Swansea tidak bisa menurunkan Wilfred Bony akibat cedera.
  • Leroy Fer dan Ki Sung-Yeung sudah pulih dari cedera. Namun, Leon Britton masih ragu dengan kebugaran mereka.
PRAKIRAAN FORMASI

man utd vs west bromline up Liverpool vs Swansea

PREDIKSI HASIL
WhoScored
Liverpool 3-0 Swansea City
ScorePredictor
Liverpool 3-0 Swansea City
Predictz
Liverpool 2-0 Swansea City
FOOTBALL5STAR
Liverpool 4-0 Swansea City

Swansea Inginkan Bergkamp Sebagai Manajer Baru

Football5Star.com, Indonesia – Swansea City sudah memcetat pelatih Paul Clement tengah pekan lalu. Hingga saat ini, mereka belum menentukan siapa sosok sukseskor. Namun, muncul kabar yang menyatakan klub asal wales itu menginginkan Dennis Bergkamp sebagai manajer baru.

Saat ini, The Swans untuk sementara akan ditangani kapten tim, Leon Britton, sebagai caretaker. Di sisi lain, ketertarikan mereka pada Bergkamp tak lepas dari nasibnya yang baru saja meninggalkan jabatan sebagai asisten pelatih Ajax Amsterdam.

Kendati belum pernah menangani sebuah tim profesional secara langsung, legenda Arsenal ini dipercaya mampu meningkatkan performa Swansea yang saat ini terbenam di dasar klasemen. Ia juga dikenal punya kedekatan emosional dengan para pemain.

PaulClementSwanseaCityvManchesterCity4EEcyO1DKLDl
zimbio.com

Namun, pria yang dikenal takut naik pesawat ini bukanlah satu-satunya orang Belanda yang dihubung-hubungkan dengan Swansea. Sebelumnya, nama Louis van Gaal, Frank de Boer, dan Ronald Koeman lebih dulu dikaitkan pada klub yang bermarkas di Liberty Stadium ini.

Selain itu, para manajer yang pernah berkiprah di Liga Inggris juga menjadi incaran Si Angsa. Mereka adalah Tony Pulis dan Slaven Bilic, yang beberapa waktu lalu baru dipecat oleh West Bromwich Albion dan West Ham United.

Sejak ditinggal Brendan Rodgers 2012 lalu, performa Swansea memang selalu naik turun. Mereka bahkan sudah mengganti pelatih sebanyak enam kali dalam tiga tahun terakhir.

Tuai Hasil Buruk, Swansea Pecat Clement

Football5Star.com, Indonesia – Klub Premier League, Swansea City, akhirnya memberhentikan Paul Clement dari jabatannya. Pemecatan ini tak lepas dari hasil buruk yang dituai The Swans sepanjang musim.

Hingga pekan ke-18, Swansea terjerembab di dasar klasemen. Hal tersebut tak lepas dari hasil minor yang diraih. Tamy Abraham dan kolega hanya meraih tiga kemenangan, tiga hasl imbang, dan sisanya berakhir dengan kekalahan.

Manajemen tak puas dengan pencapaian Clement sejauh ini dan tidak ingin hasil buruk terus terjadi. Terlebih klub telah mendatangkan banyak pemain baru, termasuk Renato Sanches dari Bayern Munich, Tamy Abraham dari Chelsea,  dan kembalinya Wilfred Bony dari Manchester City.

“Kami merasa situasi ini tidak bisa dibiarkan terus terjadi. Harus ada perubahan guna mendapatkan kesempatan terbaik untuk mengangkat semangat tim. Paul sudah 12 bulan Bersama klub dan pencapaiannya musim lalu sangat luar biasa,” ujar pemilik Swansea, Huw Jenkins, i situs resmi klub, Kamis (21/12/2017).

“Atas usaha dan komitmennya musim ini tak perlu dikatakan dan kami berterima kasih atas kinerjanya selama ini Bersama Nigel dan Karl,” sambungnya.

Performa Clement Bersama The Swans musim ini memang sangat bertolak belakang dengan musim lalu. Mengingat ia berhasil menyelamatkan klub asal Wales itu dari jurang degradasi.

Terkait pelatih baru, klub yang bermarkas di Liberty Stadium itu belum menentukan pilihan. Untuk sementara, tim akan diambil alih oleh Leon Britton sebagai caretaker.

Renato Sanches di Persimpangan Dilema

Football5Star.com, Indonesia – Sungguh malang Renato Sanches. Nasib pemain muda asal Portugal itu tetap saja tak menentu walau menjalani masa peminjaman di Swansea City. Performa Pemain Muda Terbaik Piala Eropa 2016 itu tak jua meningkat. Belakangan, malah beredar kabar The Swans ingin mengembalikan dia ke Bayern Munich pada Januari nanti, enam bulan lebih cepat dari kesepakatan awal.

Sejak dipinjamakan pada awal musim ini, Sanches tercatat baru sepuluh kali turun membela Swansea di berbagai ajang. Dari sepuluh penampilan itu, hanya dua kali dia turun penuh selama 90 menit. Dari semua laga itu, dia gagal menunjukkan performa impresif. Alih-alih menuai pujian, dia justru kerap menerima kritik dan cemoohan.

Renato Sanches dinilai tak memuaskan selama membela Swansea City.
zimbio.com

Menurut Laporan Mais Futebol, telah tercapai kesepakatan antara Swansea dan Bayern untuk mengakhiri masa peminjaman The Swans. Namun, kabar itu dibantah kedua belah pihak.

“Tak ada berita seperti itu. Dia memang kecewa karena tak berada di skuat dalam dua pertandingan terakhir,” kata Paul Clement, manajer Swansea, kepada BBC, Jumat (15/12/2017). “Saya tak mengadakan komunikasi khusus dengan Bayern terkait situasi Renato. Itu murni spekulasi. Sejauh pengetahuan saya, dia akan berada di sini selama semusim.”

Dari kubu Die Roten, pelatih Jupp Heynckes mengaku terkejut. “Tak ada pembicaraan mengenai rencana memulangkan dia. Itu sungguh mengejutkan saya. Saya tidak mau membuang-buang waktu memikirkan hal ini walaupun tentu saja harus mempertimbangkan, Apakah anak ini akan mendapat kesempatan di sini?” kata Don Jupp seperti dikutip Sport 1.

Meskipun demikian, Heynckes tahu betul hal yang harus dilakukan bila sang pemain ternyata kembali ke Saebener Strasse, markas Die Roten. Menurut dia, menangani orang Portugal bukan hal mudah. Mereka hanya akan mentas bila benar-benar dibimbing dan diberi arahan. Itulah yang sangat diperlukan Sanches. Apalagi umurnya masih sangat muda dan pengalamannya selama di Benfica pun sebenarnya tidaklah banyak.

Wilfried Bony Tak Sabar Hancurkan City

Football5Star.com, Indonesia – Manajer Swansea City, Paul Clement, mengungkapkan bahwa Wilfried Bony sudah tak sabar menghadapi mantan klubnya, Manchester City. Pemain asal Pantai Gading itu ingin menghancurkan The Citizens.

Bony gabung City pada Januari 2015, setelah melesakkan 35 gol dalam 70 pertandingan bersama Swansea. Namun, ia gagal mengulangi ketajamannya di Etihad Stadium.

Wilfried Bony, striker andalan Swansea City.
swanseacity.com

Setelah mencetak dua gol dalam dua pertandingan terakhir bersama Swansea, Bony siap mengulangi ketajamannya saat menghadapi City.

“Motivasi Bony untuk pertandingan nanti sangat tinggi. Ketika kami bermain di Stoke baru-baru ini, dia sangat ingin bermain dan melakukannya dengan baik. Ini adalah situasi yang sama untuknya melawan Manchester City,” kata Clement seperti dilansir Soccerway.

“Ketika dia meninggalkan Swansea pertama kali, dia bermain bagus dan pergi ke Manchester City, tapi tidak sampai ke level yang sama dengan yang dia inginkan. Jadi, sekarang dia benar-benar bisa membuktikan kemampauannya pada orang-orang. Bony semakin bugar dan tajam dan golnya mulai datang.”

“Gol Bony dalah hasil akhir yang fantastis di Stoke, gol yang sangat bagus dan sebuah momen besar untuk mencetak gol dalam pertandingan pada hari Sabtu,” Clement menambahkan.

Bony sendiri telah membela Swansea dalam 9 pertandingan Liga Inggris musim ini. Ia juga baru enam kali jadi starter.

Kendati Dikalahkan Arsenal, Paul Clement Puji Anak Asuhnya

Football5Star.com, Indonesia – Swansea City harus menelan pil pahit setelah dikalahkan Arsenal dengan skor 1-2 di Emirates Stadium, Sabtu (28/10/2017). Kendati begitu, manajer Paul Clement tetap memuji anak asuhnya tersebut. Menurutnya, penggawa The Swans sudah bermain baik sepanjang 90 menit.

Swansea bahkan sempat unggul lebih dulu pada pertengahan babak pertama lewat gol yang dicetak Sam Lucas. Namun, mereka gagal mempertahankan keunggulan di babak kedua. Klub asal Wales itu pun harus mengakui kemenangan 2-1 Arsenal lewat gol yang dicetak Aaron Ramsey dan Sead Kolasinac.

JordanAyewArsenalvSwanseaCityPremierr0VKaXWGr 2l
zimbio.com

“Kami selalu tahu laga di Emirates sangat sulit dan musim ini tim mengalami tekanan yang cukup hebat. Tapi saya melihat para pemain bermain bagus, terutama di babak pertama. Kami bisa menekan, mendapat peluang, dan berhasil unggul di paruh pertama,” ujar Clement kepada BBC Sport, Sabtu (28/10/2017).

Namun, mantan asisten Carlo Ancelotti ini juga menyayangkan timnya harus kebobolan dua gol dalam kurun waktu delapan menit. Menurutnya, gol pertama yang dicetak Kolasinac membuat pemain bertahan Swansea kehilangan konsentrasi.

SeadKolasinacArsenalvSwanseaCityPremiernwiHxUalwCql
zimbio.com

“Kami kehilangan konsentrasi ketika mereka mencetak gol pertama dan baru bisa kembali setelah Ramsey menyarangkan gol kedua. Harus diakui kami bermain lebih bagus di babak kedua,” sambungnya.

Clement percaya dengan peluang bertahan timnya musim ini. Ia pun berjanji akan terus menunjukkan performa terbaik sampai pertandingan terakhir. Menurutnya, bermain 100 persen tiap laga akan membuat timnya membuat peluang meraih kemenangan semakin besar.

Prediksi: Arsenal vs Swansea City

1 16

Football5Star.com, Indonesia – Arsenal akan menjamu Swansea City di Emirates Stadium, Sabtu (28/10/2017). Laga ini diprediksi akan berjalan mudah bagi tuan rumah setelah mereka tidak terkalahkan di dua laga sebelumnya. Selain itu, The Swans saat ini juga masih masih kesulitan mencari kemenangan.

Kendati demikian, tim tamu diyakini tidak akan menyerah begitu saja. Anak asuh Paul Clement siap bermain habis-habisan guna menjauhi dari papan bawah. Saat ini mereka masih tercecer di peringkat 15 klasemen sedangan Arsenal berada di posisi kelima.

Motivasi pemain Meriam London pun semakin meninggi setelah salah satu penggawanya, Olivier Giroud, baru saja menerima penghargaan FIFA Puskas Award 2017. Laga ini sekaligus akan dijadikan pemain asal Prancis itu untuk menunjukkan dirinya layak menjadi pilihan utama Arsene Wenger.

HEAD TO HEAD

2 24

TREN PERFORMA

3 23

REKOR KANDANG ARSENAL
  • Dari 12 laga kandang terakhirnya, Arsenal berhasil menyapu bersih seluruh laga dengan kemenangan. Bahkan mereka hanya kebobolan 5 gol dan mencatatkan 8 kali clean sheet.
  • Kekalahan terakhir Arsenal di Emirates Stadium terjadi pada Maret lalu. Ketika itu mereka dihajar 1-5 oleh Bayern Munich di Liga Champions.
  • Arsenal memiliki rekor yang berimbang saat menjamu Swansea. Dari 7 laga yang telah mereka lakoni, keduanya sama-sama meraih 3 kemenangan dan sekali imbang.
  • Laga di Emirates Stadium musim lalu menghasilkan satu kartu merah untuk pertama kalinya. Saat ini wasit mengeluarkan Granit Xhaka di tengah-tengah pertandingan
REKOR TANDANG SWANSEA CITY
  • Dari 6 laga tandang Swasea City musim ini, mereka berhasil meraih 3 kemenangan, 2 hasil imbang, dan hanya menelan sekali kekalahan. Itu terjadi pada laga akhir pekan lalu saat dikalahkan West Ham United 1-0.
  • Rekor gol tandang Swansea di Liga Inggris musim inicukup memprihatinkan. Hingga pekan kesembilan, mereka baru membobol gawang lawan 2 kali.
  • Kemenangan terakhir Swansea di Emirates Stadium terjadi pada musim 2015-2016. Ketika itu mereka berhasil mengalahkan Arsenal dengan skor 2-1.
STATISTIK MENARIK
  • Arsenal selalu menang di 9 laga kandang terakhirnya di Liga Inggris.
  • Rasio gol tandang Swansea City musim ini berada di bawah 2,5 gol perlaga di 9 pertandingan terakhir Liga Inggris.
  • Dari 9 laga kandang terakhir di Liga Inggris, Arsenal berhasil mencatatkan 7 kali clean sheet.
  • Arsenal selalu mencetak setidaknya 2 gol dari 7 laga terakhir melawan Swansea di semua kompetisi.
PELATIH
  • Arsene Wenger sudah 14 kali bertemu Swansea CIty. Dengan catatan 7 kemenangan, 5 kekalahan, dan sisanya berakhir imbang.
  • 2 pertemuan terkahir kedua tim Wenger berhasil meraih kemenangan.
  • Paul Clement baru sekali menghadapi Arsenal. Laga tersebut pun berakhir dengan kekalahan The Swans.
  • Wenger dan Clement baru bertemu sekali pada musim lalu. sang profesor berhasil mengungguli mantan asisten Carlo Ancelotti tersebut.
WASIT
  • Lee Mason baru memimpin 5 pertandingan Premier League musim ini dan sudah mengeluarkan 1 kartu merah.
  • Mason sudah memimpin 24 pertandingan Arsenal. Di 17 laga terakhirnya, klub London Utara itu tidak pernah kalah.
  • Wasit plontos ini sudah memimpin 20 laga Swansea. Ironisnya, dari 8 pertandingan terakhirnya, klub asal Wales itu tidak pernah meraih kemenangan.
  • Ini kali pertama Mason menjadi wasit pada laga Arsenal kontra Swansea.
PEMAIN KUNCI

ARSENAL:
Top Scorer: Alexandre Lacazette (5 gol)
Top Assist: Granit Xhaka (3 assist)
Top Rating: Alexis Sanchez (7,74)

SWANSEA CITY:
Top Scorer: Tammy Abraham (4 gol)
Top Assist: Jordan Ayew (2 assist)
Top Rating: Lukasz Fabianski (7,04)

BERITA ARSENAL
  • Arsene Wenger masih belum bisa menurunkan Shkodran Mustafi dan Danny welbeck yang masih cedera.
  • Wenger dipercaya akan mempertahankan komposisi pemainnya seperti saat mengalahkan Everton 5-2 akhir pekan lalu.
  • Pelatih asal Prancis ini diprediksi akan memasukkan nama Edward Nketiah di bangku cadangan setelah pemain 17 tahun itu mencetak gol di Carabao Cup tengah pekan.
BERITA SWANSEA CITY
  • Martin Olsson tidak bisa bermain di laga nanti. Ia menderita cedera hamstring saat Swansea dikalahkan Manchester United pada Piala Liga Inggris.
  • Paul Clement bisa bernapas lega setelah bek sayapnya, Angel Rangel, sudah bisa diturunkan bersama Kyle Naughton
  • Kondisi pemain pinjaman Bayern Munich, Renato Sanchez, masih diragukan. Namun, Clemen berharap pemain Portugal itu bisa pulih sebelum pertandingan melawan Arsenal.
PRAKIRAAN FORMASI

man utd vs west brom4 20

PREDIKSI HASIL
Bursa Taruhan
BWin
WillHill
Ladbrokes
1(1,19) X(6,50) 2(13,0)
1(1,22) X(6,00) 2(12,0)
1(1,22) X(6,75) 2(12,0)
Prediksi Skor
WhoScored Arsenal 3-1 Swansea City
Prediksi Football5Star
Arsenal 3-0 Swansea City

Sanches ke Swansea Supaya Lebih Sering Dilihat Santos

Football5Star.com, Indonesia – Setelah resmi berganti kostum pada akhir masa transfer dari Bayern Munich ke Swansea City, Renato Sanches buka suara. Usai memperkuat timnas U-21 Portugal dalam laga melawan Wales, dia mengatakan bahwa hanya ada satu tujuan. Itu adalah lebih sering dilihat pelatih timnas Portugal, Fernando Santos.

“Aku pergi ke Swansea untuk lebih sering bermain,” ungkap Sanches kepada A Bola, Rabu (6/9/2017). “Ketika kita sering bermain, tentu kita akan lebih sering dilihat (Santos) dan itu akan membuka peluang untuk kembali ke skuat utama timnas.”

Lebih jauh, gelandang yang musim lalu dibeli Bayern Munich dari Benfica seharga 35 juta euro itu menambahkan, “Aku berharap menjalani musim bagus. Aku sangat tenang dan berharap bermain untuk klub baruku. Aku hanya senang ketika bermain.”

Sejak pindah ke Bayern, karier Sanches memang menukik. Seiring ketidakmampuannya menembus tim utama, dia jadi jarang sekali bermain. Itu berimbas pada tempatnya di timnas Portugal. Belakangan ini, dia hanya dipercaya membela timnas U-21 Portugal.

Tak Sembarang Pilih

Gabung Swansea, harapan Sanches bisa terwujud. Pasalnya, sebelum melepas sang pemain dengan status pinjaman selama semusim, manajemen Bayern betul-betul selektif. Tujuan mereka juga memang agar Sanches mendapat lebih banyak kesempatan bermain. CEO Bayern, Karl-Heinz Rummenigge, lebih dulu berbicara secara khusus dengan manajer Swansea, Paul Clement, menyangkut hal itu.

Clement juga bukan orang baru bagi Sanches. Musim lalu, dia adalah asisten pelatih Carlo Ancelotti di Bayern. Pada awal tahun ini, dia memutuskan pergi dari Saebener Strasse karena mendapat tawaran dari The Swans. Menurut Clement, komunikasi dengan Rummenigge sudah berlangsung sejak awal musim panas.

“Mereka merasa Swansea sebagai tempat yang tepat bagi dia untuk berkembang dan tentu saja bermain secara reguler. Saya berterima kasih kepada Karl dan Carlo atas kepercayaan kepada klub ini, saya pribadi, dan jajaran pelatih dengan mengizinkan Sanches datang,” urai Clement saat mengomentari kepindahan sang pemain seperti dikutip Sky Sports.

Swansea Dihukum oleh Serangan Balik Mematikan Man. United

Football5star.com, Indonesia – Manajer Swansea City, Paul Clement, menyayangkan kegagalan timnya mengantisipasi serangan balik Manchester United dalam laga lanjutan Premier League pada Sabtu (19/8/2017). Mereka kalah 0-4.

Dalam pertandingan yang digelar di Stadion Liberty tersebut, pertahanan Swansea sebenarnya cukup merepotkan lini depan Man. United. Mereka hanya tertinggal 1-0 akibat gol Eric Bailly (45′) hingga menit ke-79, sebelum akhirnya Romelu Lukaku (80′), Paul Pogba (82′), dan Anthony Martial (84′) melengkapi pesta gol Setan Merah.

Gol Pogba dan Martial lahir serangan balik. Menurut Clement, Man. United memang memiliki serangan balik yang berbahaya.

“Saya melakukan beberapa pergantian dengan memasukan pemain-pemain bertipe menyerang, tetapi kami malah kurang baik dalam bertahan. Ketika skor 2-0, kami sangat kesulitan,” tutur Clement seperti yang dikutip BBC.

“Anda harus tetap percaya bahwa Anda masih belum kalah, tetapi kami membuang-buang bola terlalu sering dan terbawa permainan lawan. Mereka sangat berbahaya dalam serangan balik,” ucap dirinya.

Hasil ini mengakhiri rentetan enam laga liga tak terkalahan yang dicatatkan oleh Swansea. Kendati demikian, Clement optimistis timnya akan mampu bangkit ketika menghadapi MK Dons dalam laga putaran kedua Piala Liga Inggris di Stadion MK pada Rabu (23/8/2017).

“Saya akan berusaha memastikan para pemain tidak terpengaruhi oleh hasil seperti ini ketika melawan tim yang memang bersaing memperebutkan titel. Kami harus bangkit dan mempersiapkan diri untuk Piala Liga Inggris,” ujar pria berusia 45 tahun tersebut.

“Terdapat atmosfer yang menyenangkan di stadion dan kami memulai laga dengan baik. Secara umum, kami tampil memuaskan, tetapi memang mengakhiri laga dengan mengecewakan,” kata Clement.

Clement Yakin Swansea Tetap Kuat Meski Ditinggal Sigurdsson

Football5Star.com, Indonesia – Manajer Swansea City, Paul Clement yakin klub besutannya tetap kuat mengarungi Liga Inggris musim ini meski ditinggal bintangnya, Gylfi Sigurdsson. Pemain asal Islandia ini resmi dipinang Everton dengan nilai transfer 45 juta pounds. Clement pun siap melupakan pemainnya itu dan akan mendatangkan dua pemain baru.

“Tentu akan menjadi tantangan besar tanpa Sigurdsson. Tapi saya percaya kami bisa melewatinya. Klub punya dana melimpah untuk mendatangkan beberapa pemain. Dengan itu, kami bisa menjadi lebih baik,” ujar Clement, seperti dikutip Soccerway, Jumat (18/8/2017).

Mantan asisten Carlo Ancelotti ini pun berjanji akan membawa beberapa pemain yang sepadan dengan Sigurdsson. Namun, ia menolak menyebut pemain mana yang masuk dalam radarnya. Ia juga menambahkan tidak hanya akan membeli pemain tengah saja, tapi juga bek serta penyerang mematikan.

Musim lalu posisi Swansea sempat terancam degradasi di awal hingga akhir musim. Mereka pun melakukan tiga kali pergantian pelatih. Mulai dari Fransesco Guidolin, Bob Bradley, hingga Clement, yang akhirnya menyelamatkan The Swans dari jurang degradasi.

Memasuki musim 2017-2018, klub asal Wales tersebut memulai kompetisi Premier League tidak begitu buruk. Fernando Llorente dkk berhasil menahan imbang 0-0 tuan rumah Southampton pekan lalu.  Dan pekan ini, mereka akan bermain di kandangnya, Stadion Liberty, menghadapi Manchester United pada Sabtu (19/8/2017).

Swansea Ingin Saga Sigurdsson Segera Selesai

Football5star.com, Indonesia – Manajer Swansea, Paul Clement menyatakan akan lebih baik jika dirinya tidak memainkan Gylfi Sigurdsson selama pramusim. Meskipun sejauh ini belum ada perkembangan terbaru tentang kepindahan pemain asal Islandia tersebut dari Liberty Stadium.

Sigurdsson sempat diisukan akan pindah ke Everton mulai musim depan. Namun, hingga kini kabar tersebut belum menemui kejelasan. Swansea tidak akan melepas mantan pemain Tottenham Hotspur tersebut dengan harga di bawah 50 juta pounds.

Sigurdsson sudah absen membela Swansea sejak laga melawan Barnet awal Juli lalu. Saat itu, ia tidak ddikutsertakan ke Amerika Serikat dengan alasan momennya tidak tepat. Begitupun ketika The Swans menekuk Sampdoria 4-0 di kandang mereka. Sigurdsson sama sekali tidak terlihat batang hidungnya.

“Tidak ada perubahan situasi sejak terakhir kali bicara. Sebisa mungkin semuanya selesai dalam waktu dekat. Keputusanku untuk tidak memainkannya adalah yang terbaik untuk semua pihak. Gylfi masih berlatih bersama kami hingga kini. Jika ada perkembangan terbaru, kami siap,” tegas Clement dikutip DailyPost.

Clement tampaknya tidak tertarik membicarakan transfer Swansea selama musim panas. Selain tentang Sigurdsson, ia juga enggan membicarakan Wilfried Bony yang diisukan akan kembali ke Wales musim depan.

“Tidak ada gunanya membicarakan spekulasi tentang pemain manapun yang dihubungkan dengan kami.             Karena aku telah melihat banyak nama, tapi hingga sekarang tidak terjadi apa-apa di sini,” tambah Clement.

 

Sigurdsson Semakin Dekati Pintu Keluar Swansea

Football5star.com, Indonesia – Spekulasi kepindahan Gylfi Sigurdsson dari Swansea City sepertinya bakal segera menjadi kenyataan. Pemain timnas Islandia itu kian mendekati pintu keluar dengan tak mengikuti tur pramusim Swansea ke amerika Serikat. Dia meminta tak dibawa ke AS usai laga uji tanding melawan Barnet, Rabu (12/7/2017).

Situs resmi The Swans, Kamis (12/7/2017), menyebutkan, “Gylfi merasa tidak tepat jika ikut berangkat terkait ketidakjelasan masa depannya bersama Swansea.”

Sigurdsson belakangan ini sering dikaitkan dengan beberapa klub Premier League lain. Antara lain Everton, Leiceseter City, dan Tottenham Hotspur. Everton bahkan sudah melayangkan tawaran sebesar 40 juta pounds untuk pemain Islandia tersebut. Namun, pihak Swansea bergeming dengan banderol 50 juta pounds bagi pemain yang sempat membela Hoffenheim di Bundesliga 1 tersebut.

Nasib serupa juga dialami Leicester. Seperti dilansir BBCThe Foxes pun melayangkan tawaran 40 juta pounds untuk mendatangkan Sigurdsson ke King Power Stadium. Adapun Tottenham yang tertarik mendatangkan kembali gelandang berumur 27 tahun itu malah dikabarkan menyiapkan tawaran lebih rendah, 25 juta pounds.

Pelatih Swansea, Paul Clement, mengaku dilematis menghadapi rumor kepindahan pemainnya itu. Di satu sisi, Sigurdsson adalah andalan Swansea. Di Premier League musim lalu, dia sanggup menjaringkan sembilan gol dan membuat 13 assist.

Akan tetapi, di sisi lain, Clement tak bisa menghindari dari tuntutan ekonomi klub. Bagaimanapun, penjualan Sigurdsson akan mendatangkan banyak uang bagi The Swans.

“Saya menyatakan agar dia tetap bersama kami. Begitu juga dengan para fans dan pemilik klub. Namun, pada akhirnya, sepak bola punya sisi bisnis yang tidak bisa dimungkiri,” ungkap mantan asisten Carlo Ancelotti tersebut.

Momen Istimewa Clement bersama Ronaldo

Football5star.com, Indonesia – Manajer Swansea City, Paul Clement, mengungkapkan kenangan yang paling tak bisa dirinya lupakan bersama megabintang Real Madrid, Cristiano Ronaldo.

Memori indah Clement dengan Ronaldo terjadi pada final Liga Champions 2014 kontra Atletico Madrid. Saat itu, ia menjabat sebagai asisten pelatih Carlo Ancelotti di El Real.

Diakui Clement, jantungnya sudah berdebar kencang sebelum kick-off. Namun, tiba-tiba rasa itu sirna dan berubah menjadi kepercayaan diri berkat Ronaldo.

“Saya berada di belakang Ronaldo saat para pemain berbaris di lorong dan di luar terlihat trofi. Sungguh luar biasa,” kata Clement mengenang momen di Estadio da Luz, Lisabon.

“Saya mengambil napas panjang dan tiba-tiba Ronaldo menoleh sambil berkata, ‘Jangan khawatir, Paul’. Itulah kepercaya diri,” tutur Clement menambahkan.

Pada akhirnya, Madrid yang berhak mengangkat piala Si Kuping Besar. Ronaldo dkk keluar sebagai juara setelah menumbangkan Atletico 4-1 lewat drama perpanjangan waktu.

Clement sendiri bertahan di Madrid hingga 2015. Ia kemudian mencoba peruntungan dengan menukangi Derby County, jadi asisten di Bayern Muenchen, dan sekarang tiba di Swansea.

Liga Inggris: Conte Puji Kinerja Clement di Swansea

Football5star.com, Indonesia – Manajer Chelsea Antonio Conte memuji pelatih Swansea City, Paul Clement. Menurut Conte, Clemen melakukan tugas yang sangat baik bersama The Swans.

Clement baru bergabung dengan Swansea beberapa bulan lalu. Ia diberi target membawa The Swans lolos dari degradasi. Pria asal Inggris itu kemudian menyulap Swansea menjadi tim yang disegani.

The Swans kini naik ke peringkat 15 klasemen Liga Inggris. Tak hanya itu, Swansea juga tampil gemilang saat menghadapi tim besar seperti Liverpool dan Manchester City. Chelsea akan menghadapi Swansea nanti malam. Conte pun mengaku cemas melihat permainan lawannya.

“Clement memiliki dampak yang besar bagi tim dan juga dengan jendela transfer. Mereka memperkuat tim dan kami harus memberi perhatian besar karena itu pasti akan menjadi pertandingan yang sangat sulit,” kata Conte di Soccerway.

“Jika Anda menonton pertandingan mereka melawan Liverpool dan Manchester City, Anda memahami kesulitan permainan, tapi saya yakin pemain saya memahami hal ini.”

“Kami bekerja dengan baik untuk menghadapi mereka dengan cara yang benar sebelumnya, tapi Paul Clement , melakukan pekerjaan yang besar dengan Swansea.”

“Dia memiliki dampak yang besar. Swansea sangat kompak dalam bertahan dan berbahaya dalam situasi ofensif dan bola mati. Kami harus memberi perhatian besar,” Conte menambahkan.

Clement telah memimpin Swansea dalam enam pertandingan. Hasilnya, The Swans tiga kali menang dan tiga kali kalah.

Liga Inggris: Clement dan Alli Terbaik Premier League Bulan Januari

Football5star.com, Indonesia – Performa menanjak Swansea City beberapa laga belakangan membuat Paul Clement diganjar penghargaan Manajer Terbaik Premier League bulan Januari 2017. Sementara, gelandang Tottenham Horspur, Dele Alli, menjadi pemain terbaik pada bulan yang sama.

Berkat performa yang konsisten, Swansea memang berhasil keluar dari zona degradasi. Klub asal Wales ini mampu meraih tiga kemenangan dari empat pertandingan terakhir di Premier League. Alhasil, Clement berhasil meraih penghargaan Barclays Manager of The Month pada bulan pertamanya menangani The Swans.

Dari tiga kemenangan yang diraih selama periode tersebut, di antaranya adalah dengan skor 3-2 melawan Liverpool di Anfield. Kemenangan tersebut merupakan kemenangan pertama Swansea di kandang The Reds.

“Ini kejutan indah. Karena manajer lain juga meraih hasil yang baik. Saya percaya diri dengan kemampuan saya menjalankan pekerjaan ini. Tapi tugas saya belum selesai. Perjalanan masih panjang,” ucap Clement di laman resmi Premier League.

Sementara, penghargaan pemain terbaik diraih oleh gelandang muda Tottenham, Dele Alli, yang mampu mencetak lima gol dalam lima pertandingan Premier League selama bulan Januari.

Selain penghargaan manajer dan pemain terbaik, pihak Premier League juga mengumumkan gol terbaik. Penyerang West Ham United, Andy Carroll, sukses menyabet penghargaan itu berkat gol tendangan akrobatik dalam kemenangan 3-0 yang dicatat The Hammers atas Crystal Palace di London Stadium.

Berita Bola: Kalahkan Liverpool, Clement: Sepak Bola Adalah Permainan Aneh

Football5star.com, Indonesia – Manajer Swansea City, Paul Clement, menyambut gembira kemenangan 3-2 atas Liverpool pada akhir pekan kemarin.

Dalam laga lanjutan Premier League yang digelar di Stadion Anfield pada Sabtu (21/1), Swansea berhasil menciptakan kejutan. Kendati dua gol pembuka Fernando Llorente berhasi diimbangi oleh dua gol Roberto Firmino, mereka tetap pulang dengan poin penuh berkat gol Gylfi Sigurdsson.

Menurut Clement, kunci kemenangan timnya atas The Reds adalah reaksi mereka setelah Firmino mengimbangi skor. Mereka tetap pantang menyerah kendati momentum sebenarnya berpihak kepada tuan rumah.

“Para suporter bergemuruh dan momentum berada di tangan Liverpool, tetapi sepak bola adalah sebuah permainan yang aneh,” terang Clement seperti yang dikutip BBC.

“Kami mendapatkan sebuah peluang serangan balik ketika tertekan. Kami berada di bawah tekanan, tetapi kami tahu bahwa hal itu akan terjadi dan saya pikir kami pantas meraih kemenangan,” tambah dirinya.

Kemenangan ini membuat The Swans keluar dari zona degradasi. Mereka naik ke peringkat ke-17 klasemen sementara dengan total raihan 18 poin, unggul dua angka atas Crystal Palace yang turun ke posisi ke-18.

“Ini adalah hal yang sangat baik untuk kepercayaan diri kami, dan juga bagi saya ini membuktikan bahwa seluruh kerja keras kami dalam latihan telah terbayar,” tuturnya.

Liga Inggris: Eks Asisten Carlo Ancelotti Jadi Manajer Baru Swansea

Football5star, Indonesia – Swansea City punya manajer baru sepeninggal Bob Bradley. Dia adalah eks asisten Carlo Ancelotti di Bayern Munich Paul Clement.

Bradley ditunjuk pada 3 Oktober 2016 mengisi posisi Francesco Guidolin yang juga dipecat. Akan tetapi, kinerja Bradley tak sesuai harapan.

Saat tongkat pelatih beralih dari Guidolin ke Bradley, Swansea berada di peringkat ke-17. Bersama Bradley, Swansea malah tenggelam di dasar klasemen.

Dari 11 pertandingan yang sudah dijalani Bradley, hanya dua kemenangan didapat, dua imbang, dan tujuh kekalahan. Selain itu gawang Swansea juga kebobolan 29 gol atau rata-rata hampir tiga gol per laga.

Oleh karenanya manajemen Swansea pun memutuskan memberhentikan Bradley dari posisinya pada 28 Desember lalu setelah bekerja selama 85 hari.

Tak butuh waktu lama bagi Swansea mencari manajer baru setelah mereka menunjuk Paul Clement, pria yang selama ini dikenal sebagai asisten Ancelotti semasa di Chelsea, Paris-St Germain, Real Madrid, dan terakhir Bayern Munich.

Setelah mendapat izin dari Bayern untuk bernegosiasi, Clement setuju dengan kontrak 2,5 tahun yang diberikan manajemen Swansea. Ini adalah kali kedua Clement menangani klub setelah pertama kali di Derby County di Divisi Championship dengan rekor 13 kemenangan, 12 imbang, dan lima kekalahan.

Clement di Swansea akan dibantu Nigel Gibbs sebagai asisten dan Karl Halabi sebagai kepala departmen fisik.

Tugas pertama pria asal Inggris itu adalah duel di Piala FA akhir pekan ini dan rencananya Clement akan menonton dulu laga Swansea kontra Crystal Palace Rabu dinihari WIB.

Berita Bola: Asisten Ancelotti Tolak Tawaran Allardyce

Asisten pelatih Bayern Munchen, Paul Clement, mengonfirmasi tidak akan menerima tawaran menjadi staf pelatih Inggris demi fokus menjalankan tugasnya di Allianz Arena musim.

Clement kembali bereuni dengan Carlo Ancelotti yang ditunjuk sebagai pelatih Bayern pada musim panas ini. Sebelumnya, dia pernah menjadi tangan kanan Ancelotti ketika menangani Paris Saint-Germain dan Real Madrid.

Selepas meninggalkan Madrid seiring pemecatan Ancelotti, Clement sempat menjabat sebagai manajer Derby County pada musim lalu. Dia menolak tawaran untuk menjadi asisten Sam Allardyce bersama Inggris walaupun hanya bersifat paruh waktu.

“Terkait beberapa laporan di media belakangan ini, saya ingin mengklarifikasi situasi perihal kemungkinan menjadi staf di tim nasional Inggris,” tutur Clement melalui akun Twitter pribadinya.

“Setelah berkonsultasi dengan FC Bayern, FA dan diri sendiri, telah diputuskan bahwa itu adalah ketertarikan yang terbaik dari semua orang bagi saya untuk berkonsentrasi sepenuhnya dengan tugas saya di Munich,” lanjutnya.

“Saya ingin mengucapkan semoga sukses untuk Sam (panggilan Allardyce), FA dan tim Inggris,” tandas pria berumur 44 tahun tersebut.

Tugas yang diemban Ancelotti, Clement dan para staf Bayern lainnya cukup berat. Tidak hanya fokus ke Bundesliga dan DFB Pokal, Ancelotti diharapkan mempersembahkan trofi Liga Champions yang tidak mampu diraih bersama Josep Guardiola dalam tiga musim terakhir.

Asisten Pelatih Ancelotti Dukung Zidane Tangani Madrid

Mantan asisten pelatih Real Madrid, Paul Clement, meyakini Zinedine Zidane adalah sosok yang tepat untuk menangani tim.

Clement dan Zidane merupakan mantan asisten pelatih semasa Carlo Ancelotti masih menangani Madrid. Bersama-sama, mereka membawa klub menjuarai Liga Champions pada tahun 2014 silam.

Clement, yang saat ini menjadi manajer dari Derby County, merasa senang melihat Zidane mendapatkan jabatan sebagai pelatih utama Los Blancos.

“Saya menyukai dirinya dan saya senang ia menangani Madrid karena saya menyukai kepribadiannya dan ia adalah seseorang yang memahami sepak bola,” jelas pria berumur 43 tahun seperti yang dikutip oleh Marca.

“Ia mengambil langkah yang tepat. Bekerja sebagai asisten bagi Carlo dan kemudian melatih Castilla. Ia memang ingin melatih tim utama Madrid dan saya senang ia mendapatkan kesempatan itu,” tambah dirinya.

Dalam kesempatan yang sama, Clement juga membicarakan peluang juara Cristiano Ronaldo dkk. yang saat ini tengah berada di peringkat ketiga klasemen, tertinggal satu angka dari Barcelona yang berada di puncak klasemen.

“Madrid bermain dengan hebat di babak penting musim ini. Mereka penuh percaya diri dan berada dalam kondisi yang baik,” ujar Clement.

“Perebutan titel liga berjalan ketat karena sekalipun Barcelona memiliki jadwal yang lebih menguntungkan, tetapi Madrid dan Atletico Madrid bermain lebih baik dan lebih percaya diri,” lanjutnya.

Bale Diklaim Bisa Raih Ballon d’Or

Mantan asisten pelatih Real Madrid, Paul Clement, meyakini Gareth Bale memiliki kapasitas untuk menjuarai Ballon d’Or.

Demi mendatangkan Bale dari Tottenham Hotspur, Madrid mengeluarkan dana sekitar 100 juta Euro pada tahun 2013, memecahkan rekor transfer dunia.

Sayang, karier Bale di Spanyol kerap diganggu oleh cedera. Hal ini membuat dirinya kesulitan untuk menemukan performa terbaik.

Clement, yang pernah menjadi asisten dari Carlo Ancelotti semasa melatih di Santiago Bernabeu, menyakini jika sang winger terbebas dari cedera, maka ia bisa menjadi pemain terbaik di dunia.

“Saya yakin ia bisa meraih Ballon d’Or. Ia telah membuktikan seberapa baik dirinya di Spanyol ketika berada dalam kondisi bugar,” ujar manajer Derby County tersebut seperti yang dikutip oleh Marca.

“Ia hanya bisa berkembang jika ia memiliki kepercayaan diri yang dibutukan. Ia mengalami beberapa cedera yang sulit untuk dijelaskan karena metode pendekatannya dalam pertandingan dan sesi latihan.”

“Tidak perlu dipertanyakan lagi, ia kurang beruntung. Bale selalu ingin bermain dan membantu tim. Itu adalah sebuah fakta.”

Clement bahkan optimistis Bale bisa memegang ban kapten Los Blancos.

“Tidak mudah untuk datang dari Inggris dan menjadi pemimpin, karena bahasa dan kulturnya berbeda. Tetapi, ia masih muda, ia masih bisa mendapatkan sifat kepemimpinan seiring berjalannya waktu,” tambah dirinya.

Secara keseluruhan, pemain asal Wales tersebut telah mencetak 57 gol dan 44 assist dari 118 pertandingan bersama Madrid di seluruh kompetisi.

Demi Singkirkan MU, Manajer Derby Minta Bantuan Ancelotti

Manajer Derby County, Paul Clement mengungkapkan bakal meminta nasihat dari Carlo Ancelotti. Clement melakukan upaya itu agar Derby mampu mengalahkan Manchester United dalam babak keempat Piala FA musim ini.

Ancelotti merupakan mentor dan pernah bekerja sama dengan Clement di sejumlah klub. Clement menjadi asisten Ancelotti ketika menukangi Chelsea, Paris Saint-Germain dan Real Madrid.

Clement diangkat menjadi manajer Derby sejak awal musim, sedangkan Ancelotti masih menganggu sebelum menangani Bayern Muenchen musim depan. Dia menjadi suksesor Steve McClaren yang kini membesut Newcastle United.

Dari 30 pertandingan yang telah dilalui, Clement berhasil membawa Derby meraih 14 kemenangan, 10 seri dan enam kekalahan. Partai berat bakal dihadapi Derby saat menjamu Man. United di Pride Park Stadium, Jumat (29/1).

Kemenangan atas Man. United dianggap bakal menjadi sebuah pencapaian yang cukup bagus dalam catatan karier Clement. Oleh sebab itu, dia tak segan meminta saran dari Ancelotti demi memenangkan Derby.

“Saya sering berkomunikasi dengan Carlo (Ancelotti), dan jika saya benar-benar membutuhkan, dia akan membantu saya. Saya akan bicara dengan dia sebelum laga Jumat nanti (melawan Man. United),” kata Clement, seperti dilansir Soccerway.

“Anda harus meminta nasihat dengan orang terdekat dan mengesampingkan hal yang tidak penting. Dia pernah mengatakan akan datang ke tempat latihan kami dan menonton laga Man. United, tetapi kini dia tidak bisa melakukannya. Dia mendapatkan tawaran yang lebih baik saat ini,” ujarnya.

“Dia sangat tenang. Dia akan memberi tahu saya untuk berusaha dan dekat dengan para pemain serta mengesampingkan hal lain. Dia selalu mengatakan, “Kontrol apa yang seharusnya anda kontrol’.” tandas Clement.

Van Gaal Tetap Dipandang Sebagai Salah Satu Manajer Terbaik Dunia

Manajer Derby County, Paul Clement, mengungkapkan pujian untuk Louis van Gaal yang menangani Manchester United. Kedua tim akan bertemu di babak keempat Piala FA, Jumat (29/1).

Van Gaal memulai karier kepelatihannya di Ajax Amsterdam pada 1991. Sejak itu, dia pernah melatih berbagai klub besar, seperti Barcelona, Bayern Muenchen, dan sekarang Man. United. Tidak sekadar melatih, berbagai gelar telah dimenangkan Van Gaal untuk klub-klub itu, baik gelar domestik maupun internasional.

Kendati saat ini sedang disorot karena penampilan buruk Setan Merah, Van Gaal masih dianggap sebagai salah satu manajer terbaik di dunia oleh Clement. Menurut dia, pria asal Belanda itu masuk dalam daftar spesial bersama dengan Jose Mourinho, Carlo Ancelotti, Guus Hiddink, dan Josep Guardiola.

“Dia salah satu manajer yang melalui karier di semua klub besar. Van Gaal, Mourinho, Ancelotti, Hiddink, Guardiola, dia bagian dari grup itu. Melihat klub besar seperti Barcelona, Bayern, Madrid, dan Man. United, hanya sedikit orang yang bisa melatih di sana. Van Gaal ada di daftar itu,” kata Clement.

Clement juga membela Van Gaal yang menerapkan gaya bermain yang kurang disukai di Old Trafford. Gaya main Man. United di bawah asuhan Van Gaal dianggap defensif dan membosankan.

“Klub memilih dia. Dia punya hak untuk bermain dengan cara terbaik yang dia rasa. Itu bagian dari proses seleksi. Manajer butuh waktu untuk mengembangkan apa yang dia inginkan,” tambahnya.

Hiddink Bakal Jadi Sosok Nakhoda yang Baik

Manajer Derby County, Paul Clement, berbicara soal penunjukan Guus Hiddink sebagai caretaker Chelsea. Clement adalah asisten Hiddink pada periode pertamanya di Stamford Bridge, 2009 lalu.

Clement mengungkapkan bahwa Hiddink bakal menjadi sosok nakhoda yang baik bagi Chelsea. Ibarat sebuah kapal, saat ini The Blues seperti kapal pecah yang terombang-ambing tidak jelas di samudera. Bahkan, manajer sekaliber Jose Mourinho gagal mengemudikan kapal besar bernama Chelsea.

Hiddink kemudian datang dan diharapkan menjadi nakhoda yang baik, yang bisa mengembalikan John Terry dkk ke trek kemenangan. Syukur-syukur bisa membawa Chelsea kembali ke papan atas.

“Hiddink dan Mourinho pelatih yang fantastis. Sayangnya, kali ini tidak berhasil pada Mourinho. Namun, pada diri Hiddink mereka memiliki sosok yang baik untuk menjalankan kapal,” bilang Clement.

“Dia pelatih dengan pengalaman hebat. Saat saya bekerja dengannya di Chelsea, saya melihat sosok yang punya karisma, kemampuan berbahasa yang luar biasa, bisa melatih di lapangan, dan ahli taktik hebat. Dia punya aura. Dia selalu hadir dan akan hebat di ruang ganti Chelsea,” tambah dia.

Ujian pertama Hiddink di Chelsea tersaji pada laga Boxing Day, Sabtu (26/12) nanti. Chelsea akan menghadapi tantangan Watford, tim yang selalu menang dalam empat pertandingan terakhirnya. Terakhir, tim promosi itu sukses mengalahkan Liverpool dengan skor telak 3-0, akhir pekan lalu.