Susah Senang Jadi Pelatih di Indonesia, Ada Manajer Intervensi Tim

Susah Senang Jadi Pelatih di Indonesia, Ada Manajer Intervensi Tim 4

Football5Star.com, Indonesia – Menjadi pelatih di Indonesia disebut-sebut harus memiliki sikap dan prinsip yang jelas. Lemah-lemah, sang pelatih bisa saja diintervensi oleh manajemen tim untuk urusan taktik.

Hal itu disuarakan oleh pelatih Muba Babel United, Bambang Nurdiansyah. Bambang merupakan salah satu pelatih lokal yang sudah banyak merasakan asam garam di sepak bola Indonesia.

Sejumlah klub besar pernah dinahodainya. Dari mulai Pelita Krakatau Steel, Arema Malang, PSIS Semarang, hingga Persija Jakarta pernah dibesutnya. Baru-baru ini, Bambang Nurdiansyah menceritakan pengalamannya selama melatih di klub Indonesia.

Susah Senang Jadi Pelatih di Indonesia, Ada Manajer Intervensi Tim
Iwan Setiawan/Bola.com

“Jadi pelatih di Indonesia senang sama sedihnya seimbang. Kalau ditanya ada manajemen intervensi, saya pikir semua pelatih mengalami itu, tinggal bagaimana menyikapinya,” cerita Bambang Nurdiansyah kepada Football5Star.com

“Ada yang menerima, ada yang punya prinsip, ada yang luwes mana yang dituruti mana yang tidak. Ya lika-liku ini kita nikmati saja,” sambung Bambang.

Bambang Nurdiansyah sendiri mengaku merupakan tipe pelatih yang tak mau diintervensi. Tapi, kata dia, jangan juga menolaknya secara arogan kalau memiliki prinsip seperti itu. Karena mau bagaimanapun, pelatih dan manajer harus saling bersinergi.

“Saya komitmen tapi jangan arogan juga. Saya sampaikan dengan alasan-alasan. Saya buka wawasan beliau-beliau kalau teknis urusan pelatih, tapi jangan arogan juga. Duduk semeja. Saya pikir manajemen sekarang juga sudah pintar,” tutup dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Pelatih Ini Ternyata Perokok Berat

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Kesehatan bagi seorang atlet adalah kunci kesuksesan mereka. Begitu pula bagi pelatih yang tiada henti menempa pemainnya baik dalam sesi latihan maupun ketika pertandingan.

Kendati demikian, hal tersebut tidak membuat mereka meninggalkan kebiasaannya di luar lapangan, yakni merokok. Bukan perkara mudah membuat seseorang untuk berhenti merokok, tak terkecuali seorang pesepak bola atau pelatih yang sepatutnya menjadi contoh.

Memang, pelatih-pelatih ini tidak melulu menunjukkan kebiasaannya tersebut di pinggir lapangan. Namun, bisa dipastikan bahwa mereka ini adalah seorang perokok berat. Football5star telah merangkum lima pelatih yang kerap mengebulkan asap dari mulutnya dalam berbagai kesempatan.

  • Maurizio Sarri
Maurizio Sarri, Chelsea, Roman Abramovich
mirror.co.uk

Setelah lama tidak melihat seorang juru taktik menghisap rokok di pinggir lapangan, Maurizio Sarri kembali mengingatkan kita pada pelatih-pelatih zaman dulu. Ya, dia tidak segan-segan mempertontonkan setiap hisapan rokok dari mulutnya.

Baik saat masih menangani Empoli, Napoli, Chelsea, hingga Juventus sekarang, rokok masih akrab di mulut Sarri. Bahkan kejadian menarik terjadi saat ia masih menangani Napoli. Tandang ke RB Leipzig di Liga Europa, tuan rumah sengaja menyiapkan ruangan khusus merokok untuk Sarri.

Kebiasaan merokok sang allenatore sempat ia kurangi ketika menangani Chelsea karena peraturan ketat di sana. Namun, disaat ia mengakhiri karier manis di sana dengan meraih trofi Liga Europa musim lalu, Sarri dengan bangga mengeluarkan cerutu kesayangan dari sakunya. Momen ini pun membuat anak asuhnya yang berada didekat sang pelatih tertawa.

  • Joachim Loew
joachim loew-bild
Bild

Tidak banyak yang tahu jika Joachim Loew juga seorang perokok berat. Maklum saja, momen ia merokok jarang terlihat saat dirinya memimpin timnas Jerman bertanding. Tapi ada satu momen yang menunjukkan bahwa Loew juga pecinta rokok sejatinya.

Tepat ketika Jerman menghadapi Portugal di perempat final Euro 2008 silam, ia terlihat menghisap rokok. Kejadian tersebut lantas mengguncang publik Jerman mengingat tidak banyak yang tahu sebelumnya soal itu.

Tak pelak, aksi sang pelatih menuai kritik dari banyak pihak. Namun, bukannya meminta maaf, Loew justru membalas kritik tersebut dan menyebut bahwa kebiasaan merokoknya merupakan sesuatu yang manusiawi.

  • Marcelo Lippi
Marcelo Lippi - Juventus - Maurizio Sarri - Mauricio Pochettino - Massimiliano Allegri - Vice
Vice

Italia memang kerap memunculkan pelatih-pelatih yang gemar merokok. Selain Maurizio Sarri, ada pula pelatih kawakan, Marcelo Lippi. Di mana pun ia melatih, Lippi memang tak bisa lepas dari kegemarannya tersebut.

Sedikit berbeda dari Maurizio Sarri, Marcelo Lippi selalu memilih cerutu untuk “memanjakan” mulutnya. Bahkan kebiasaan pelatih yang membawa Italia juara Piala Dunia 2006 membuat koleganya yang juga pelatih legendaris Manchester United, Sir Alex ferguson, terkesima.

“Saya ingat saat kami bertanding di Turin. Saya melihat Marcelo di bench memakai jaket kulit dan mengisap cerutu. Isapannya terlihat sangat lembut dan tenang. Dia menunjukkannya dengan elegan,” kenang Ferguson seperti dilansir The Guardian.

  • Arsene Wenger
arsene wenger-youtube
Youtube

Mungkin kita hampir tak pernah melihat Arsene Wenger menghisap rokok selama melatih Arsenal. Tapi percayalah, dia juga seorang perokok berat. Kebiasaan merokok tersebut bahkan sudah dilakukan ketika ia remaja.

Di Prancis, menjadi suatu yang lumrah jika banyak remaja perokok. Bahkan banyak yang percaya jika tujuan Wenger merokok sejak remaja agar dia bisa menyatu dengan lingkungan sekitarnya saat itu.

Menariknya, sekali pun perokok berat, Wenger ternyata tak sudi melihat anak asuhnya merokok. Anggapan tersebut tampak jelas saat ia menghukum dua pemainnya, Jack Wilshere dan Wojciech Szczesny, yang ketahuan merokok di sebuah cafe di London. Tidak tanggung-tanggung, ia menghukum keduanya dengan denda sebesar 20 ribu pounds.

  • Slaven Bilic
slaven bilic-bbc
BBC

Tanda-tanda perokok dari seorang Slaven Bilic sudah terlihat, bahkan saat dia tidak merokok sekali pun. Maklum saja, ia adalah salah satu pelatih paling nyentrik di dunia. Perawakan seram, rajahan tato yang ada di tubuhnya, ditambah fakta yang mengatakan bahwa dia memiliki band metal sudah membuktikan semuanya.

Mantan pelatih timnas Kroasia diketahui menjadi perokok aktif sejak masih remaja. Bahkan beberapa media di Kroasia menyebutkan jika dia bisa menghabiskan dua bungkus rokok perhari saat masih aktif bermain.

Kebiasaan Bilic masih dibawa sampai sekarang. Namun, dia ternyata punya pengalaman buruk gara-gara merokok. Ketika menukangi klub Turki, Besiktas, legenda Kroasia sempat dihukum federasi Turki karena kedapatan merokok di pinggir lapangan.

Ronaldo Tak Pernah Punya Niat Jadi Pelatih

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Legenda Brasil, Ronaldo, sudah lama berhenti jadi pemain sepak bola. Tapi sampai sekarang ia belum juga melanjutkan kariernya sebagai pelatih.

Ronaldo gantung sepatu sejak 2011 lalu. Sejak saat itu dia memang tidak menunjukkan tanda-tanda akan menekuni dunia kepelatihan. Mantan pemain Real Madrid itu mengaku tidak tertarik menjadi pelatih sepak bola.

Menurutnya, rutinitas padat seorang pelatih tiap harinya membuat pria berjuluk Il Phenomeno ogah menjadi pelatih. “Saya tidak pernah mempertimbangkan jadi pelatih karena rutinitas yang harus diikuti seorang pelatih,” katanya seperti dikutip Football5star.com dari AS, Jumat (31/5/2019).

zidane ronaldo raul madrid
goal.com

“Rutinitas pelatih bahkan lebih buruk daripada yang dirasakan seorang pemain selama ini. Dan kemudian Anda harus memasang 25 pemain yang mana mereka semua hanya memikirkan dirinya sendiri. Sedangkan Anda selalu dikritik,” tegasnya.

Keputusan pria yang membawa Brasil juara Piala Dunia 2002 itu memang berbeda dari beberapa rekannya. Salah satunya tentu saja Zinedine Zidane yang sejauh ini sudah berhasil membawa Real Madrid memenangi tiga trofi Liga Champions. Begitu juga dengan Rau Gonzalez yang akan melatih tim Castilla Madrid musim depan.

“Saya bisa melihat Raul akan cocok sebagai pelatih. Dia punya karakter yang mumpuni dan saya yakin dia bisa bekerja dengan sangat baik,” imbuh pria 42 tahun tersebut.

Kendati demikian, Ronaldo tidak pernah keluar seutuhnya dari dunia sepak bola. Sejak 2018 lalu dia sudah menjabat sebagai presiden klub LaLiga, Real Valladolid, setelah mengakuisisi klub tersebut.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Berat Bagi Gennaro Gattuso untuk Tinggalkan AC Milan

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Gennaro Gattuso resmi meletakkan jabatannya sebagai pelatih AC Milan. Keputusan ini pun membuat dirinya merasa berat karena harus meninggalkan klub yang telah membesarkan namanya itu.

Masa depan Gattuso memang terancam jika gagal membawa AC Milan menembus Liga Champions musim depan. Kini dua hari berlalu setelah I Rossoneri gagal ke Liga Champions mereka akhirnya memutus kontrak pelatih 46 tahun tersebut.

Gattuso mengaku keputusan ini sudah dipikirkan sejak lama. Dengan situasi klub yang tak kunjung membaik di atas lapangan membuat dirinya tidak punya alasan lain selain meninggalkan Milanello.

Ignazio Abate - Gennaro Gattuso - Tiemoue Bakayoko - Republicca. it
@republicca

“Memutuskan untuk meninggalkan Milan bukanlah yang mudah. Ini keputusan terberat yang harus saya ambil dan ini adalah keputusan yang harus saya buat. Tidak ada saat yang tepat ketika saya mengambil keputusan ini,” kata Gattuso kepada La Repubblica, Selasa (28/5/2019).

“Berbulan-bulan saya lalui waktu bersama pemain dengan penuh semangat, bulan-bulan yang tidak akan terlupakan. Ini adalah pilihan menyakitkan tetapi memang harus dipertimbangkan sebaik mungkin,” ia menambahkan.

Sementara itu pria yang pernah melatih Palermo mengatakan bahwa selama melatih klub berjuluk I Rossoneri itu ia mengalami masa-masa sulit, bahkan hampir membuatnya menyerah.

“Waktu ini sangat berat dan saya menyerah dua tahun terakhir pada kontrak saya karena cerita saya dengan Milan tidak pernah membicarakan soal uang,” tutupnya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Xabi Alonso Raih Gelar Pertama Sebagai Pelatih

Football5star.com, Indoensia – Tahun pertamanya sebagai pelatih, Xabi Alonso langsung mencatatkan torehan impresif. Ia berhasil meraih gelar perdana saat memimpin Real Madrid U-13.

Ya, Xabi Alonso baru saja ditunjuk sebagai pelatih Madrid U-13 beberapa bulan lalu. Tapi tidak butuh waktu lama baginya untuk memenangkan trofi.

Dalam sebuah kompetisi resmi kelompok umur 13 tahun yang bernama Division de Honor Juvenil, ia berhasil membawa anak asuhnya meraih juara. Kepastian tersebut didapat setelah timnya menang atas Adarve di laga final yang berlangsung Rabu kemarin.

Keberhasilan ini lantas membuat pria yang mengakhiri karier bermainnya di Bayern Munich bangga. “Ini adalah tahun pertama saya sebagai pelatih. Hasil ini tentu sangat positif,” ujar Xabi Alonso seperti dilansir BBC, Kamis (28/3/2019).

“Bintang-bintangnya adalah mereka semua. Mereka pantas mendapat trofi ini. Para pemain masih berusia 13 tahun tapi sudah melakukan hal-hal yang biasa dilakukan pemain yang lebih tua,” sambungnya.

“Mereka adalah anak-anak yang terus bertarung di lapangan, bermain, dan tahu bagaimana menderita. Tapi itu semua membuahkan hasil dan membuat kami bangga,” tambah pria yang sukses membawa Madrid juara Liga Champions itu.

Trofi ini sekaligus menjadi awal gemilang bagi pria 37 tahun dalam meniti karier sebagai pelatih. Bukan tidak mungkin pula jika pada musim depan ia dipercaya melatih tim kelompok usia yang lebih matang di Madrid.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Mimpi yang Jadi Kenyataan Bagi Solskjaer di Manchester United

Football5star.com, Indonesia – Manchester United akhirnya mempermanenkan status Ole Gunnar Solskjaer sebagai pelatih kepala. Kepastian ini pun membuat sang pelatih bangga karena bisa mengabulkan impiannya sejak lama.

Setelah menunggu waktu yang cukup lama untuk menentukan nasib Solskjaer, Manchester United akhirnya memberi kontrak jangka panjang hingga tiga tahun ke depan, terhitung sejak Juli 2019 mendatang.

Kepastian ini membuat pelatih asal Norwegia itu tidak bisa menutupi rasa bahagianya. Apalagi sebelum melatih klub yang bermarkas di Old Trafford tersebut, ia juga pernah bermain di sana untuk waktu yang lama.

Hasil 0-2 dari PSG jadi kekalahan pertama Manchester United sejak ditangani Ole Gunnar Solskjaer.
standard.co.uk

“Ini adalah pekerjaan yang saya impikan dan saya sangat senang punya kesempatan untuk memimpin klub dalam jangka waktu yang panjang. Sejak hari pertama tiba di sini, saya langsung merasa betah di klub spesial ini,” ujar Solskjaer seperti dilansir BBC, Kamis (28/3/2019).

“Merupakan suatu kehormatan menjadi pemain Manchester United dan sekarang memulai karier kepelatihan saya di sini. Beberapa bulan terakhir adalah pengalaman fantastis yang takkan saya lupakan,” tambah mantan pelatih Cardiff City tersebut.

Penunjukan pria 46 tahun ini memang tak lepas dari capaian apiknya sejauh ini. Bayangkan saja, ia baru menelan satu kekalahan di ajang Premier League. Sementara di Liga Champions dia sukses membawa klub berjuluk Setan Merah melaju ke perempat final usai menyingkirkan Paris Saint-Germain secara dramatis.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Tingkatkan Kualitas Pelatih Lokal, PSSI Gandeng Federasi Jerman

Football5star.com, Indonesia – PSSI terus melakukan berbagai cara untuk meningkatkan kualitas pelatih lokal di masa depan. Paling anyar, mereka menggandeng Federasi Sepak bola Jerman (DFB) untuk bekerja sama dalam mengembangkan kemampuan pelatih muda.

Kepastian kerja sama ini diungkapkan langsung oleh Sekjen PSSI, Ratu Tisha Destria. Ia menegaskan bahwa pengembangan pelatih merupakan prioritas organisasi saat ini.

“Kerja sama dengan DFB ini bentuk komitmen kita dan ini menjadi kepercayaan besar yang didapat PSSI dari mitra internasional,” kata Ratu Tisha seperti dikutip Football5star.com dari laman resmi PSSI, Rabu (27/3/2019).

Ratu Tisha Destria - PSSI - Liga Indonesia - Football5star - ybs -f5s
football5star.yohanes

Kerja sama baru ini pun sudah dimulai pada Rabu (27/3/2019) yang berlangsung di Sawangan, Depok. Dalam peresmian ini dihadiri oleh dua instruktur dari DFB. Sejatinya federasi sepak bola Jerman itu bukan satu-satunya pihak yang digandeng PSSI.

Mereka juga bekerja sama dengan Federasi Sepak bola Australia (FFA). Melihat kerja sama baru ini, Direktur Teknik timnas Indonesia, Danurwindo sangat optimistis dengan masa depan pelatih tanah air.

Ia mengatakan bahwa kerja sama ini akan menambah wawasan baru bagi pelatih-pelatih muda Indonesia dalam menerapkan sepak bola modern.

“Program ini sangat bagus, penyegaran kali ini akan memberi wawasan baru pada seluruh pelatih muda bagaimana melatih sepak bola yang modern. Apa yang kita pelajari hari ini tidak hanya berguna untuk pelatih di lisensi D saja, tapi juga jenjang paling tinggi,” tuturnya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Resmi: Paul Scholes Latih Klub Divisi Empat Inggris

Football5star.com, Indonesia – Satu lagi mantan pemain Timnas Inggris yang merambah dunia kepelatihan adalah Paul Scholes. Legenda Manchester United baru saja menerima tawaran melatih klub divisi empat Inggris, Oldham Athletic.

Scholes menandatangani kontrak selama satu setengah tahun di Oldham. Bukan tanpa alasan dirinya menerima pinangan klub yang kini berlaga di League Two tersebut. Usut punya usut, Oldham adalah klub idola masa kecilnya.

Ini sekaligus menjadi tugas pertama pria 44 tahun itu sebagai pelatih. Usai menyatakan pensiun sebagai pemain pada 2013 lalu, ia lebih sering menjadi pundit di berbagai media Inggris.

paul scholes-oldham
mirror.co.uk

Walau belum punya pengalaman, pemilik Oldham, Abdallah Lemsagam, percaya kehadiran Scholes mampu membawa warna baru untuk klub berjuluk The Latics tersebut.

“Bukan rahasia lagi bagaimana dia sangat menginginkan pekerjaan ini dan bagaimana besarnya cinta Scholes pada Oldham. Jadi saya sangat senang bisa membawanya ke sini bergabung dengan keluarga kami di Oldham Athletic,” ujar Lemsagam seperti dilansir BBC, Senin (11/2/2019).

“Scholes selalu mendapat dukungan klub 100 persen dan berharap kami bisa bekerja sama untuk membawa kesuksesan untuk klub ini,” ia menuturkan.

Saat ini, Oldham berada di peringkat ke-14 dan terpaut sembilan angka dari zona play off ke League One. Namun, posisi mereka juga belum aman karena selisih 14 poin dari zona degradasi.

Di sisi lain, penunjukan legenda Setan Merah ini semakin meramaikan pemain seangkatannya yang menjadi pelatih. Sebelumnya sudah ada Ryan Giggs (Timnas Wales), Frank Lampard (Derby County), dan Steven Gerrard (Rangers FC).

PSM Tunjuk Pelatih Asal Bosnia untuk Gantikan Rene Alberts

Football5star.com, Indonesia – Selesai sudah pencarian pelatih baru PSM Makassar sepeninggal Robert Rene Alberts. Manajemen baru saja menunjuk pelatih berkebangsaan Bosnia, Darije Kalezic, Sabtu (2/2/2019).

Kalezic akan dikontrak PSM selama satu musim. Tapi manajemen tidak menutup kemungkinan memperpanjang kontrak sang pelatih jika kinerjanya memuaskan.

Pelatih berusia 49 tahun itu pun dijadwalkan akan menyaksikan laga PSM melawan kalteng Putra di ajang Piala Indoensia, Minggu (3/2/2019) di Stadion Mattoangin, Makassar.

Kemungkinan besar dirinya baru akan memimpin latihan Ferdinand Sinaga dkk pada Senin lusa. Nama Kalezic tentu masih asing untuk pecinta sepak bola Indonesia. Maklum saja ini adalah kali pertama ia berkiprah di Indonesia.

Bahkan di kancah sepak bola Asia saja, ia tercatat hanya sekali melatih klub asal Asia, yaitu Al-Taawon, Arab Saudi, pada 2016 lalu. Mengenai kariernya, pelatih kelahiran Swiss ini lebih sering menangani tim-tim Belanda. Tercatat nama-nama seperti Roda JC, PSV U-21, dan De Graafschap pernah ia besut.

Sementara klub terakhir yang ia latih adalah Welington Phoenix asal Selandia Baru. Namun, di klub yang berkompetisi di Liga Australia ini ia hanya mencatatkan empat kemenangan dari 21 pertandingan.

Melihat catatan tersebut, menarik dinantikan apakah Kalezic mampu membawa PSM tetap berada di papan atas Liga 1 2019 dan berbicara banyak di kompetisi Asia musim depan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Syarat Mutlak Solskjaer agar Jadi Pelatih Tetap MU

Football5star.com, Indonesia – Bersama Ole Gunnar Solskjaer, Manchester United kembali menjadi tim yang ditakuti seperti biasanya. Walau begitu, hal tersebut belum memastikan status sang pelatih pada musim depan.

Status Solskjaer hingga saat ini masih pelatih sementara hingga akhir musim. Walaupun sudah mencatatkan delapan kemenangan beruntun di awal kedatangannya, manajemen nyatanya belum menyodorkan kontrak permanen untuknya.

Salah seorang sumber di United menyebutkan ada satu cara untuk memastikan posisi pelatih asal Norwegia itu aman pada musim depan. Ia mengatakan bahwa kemenangan atas Paris Saint-Germain di Liga Champions akan berdampak besar pada masa depan sang pelatih.

Solskjaer tepis ada andil besar Sir Alex Ferguson pada kebangkitan Manchester United saat ini.
manchesterunitedlatestnews.com

“Woodward sudah menyiapkan kontrak untuk Ole tapi dia masih menunggu keputusan Glazers. Namun, keadaan akan berubah jika dia bisa mengalahkan PSG di Liga Champions. Dia bisa mendapat pekerjaan ini untuk jangka panjang,” kata seorang sumber di Carrington seperti dilansir The Sun, Jumat (1/2/2018).

“Saat ini Ole sudah berhasil mengembalikan performa tim dan kelebihan para pemainnya. Tapi tidak ada garansi apa pun jika dia tidak membuat klub ini melaju lebih jauh di kompetisi Eropa,” ia menambahkan.

Sejak menggantikan Jose Mourinho Desember lalu, Solskjaer melahap sembilan pertandingan tanpa menelan kekalahan. Bahkan delapan di antaranya berujung dengan kemenangan.

Bahkan klub-klub besar seperti Arsenal dan Tottenham Hotspur berhasil ia kalahkan. Walau begitu, ujian sesungguhnya bagi legenda Setan Merah ini adalah 16 besar Liga Champions melawan PSG pertengahan Februari nanti.

Simeone Tambah Durasi Kontrak di Atletico Madrid

Football5star.com, Indonesia – Diego Simeone sepertinya masih sangat betah di Atletico Madrid. Ini dibuktikan dengan penandatanganan kontrak baru hingga 2021 mendatang.

Sebelumnya kontrak Simeone di Wanda Metropolitano akan berakhir pada 2020. Tapi ia dan pihak klub setuju untuk menambah durasi kontraknya selama setahun.

Sejatinya pihak klub baru akan mengumumkan perpanjangan kontrak ini pada Februari mendatang.  Tapi AS melaporkan bahwa Presiden klub, Miguel Angel Gil Marin dan agen Simeone yang juga adiknya, Natalia Simeone, sudah menyetujui klausul yang ditawarkan.

Diego Simeone - Atletico Madrid - Liga Europa - Football5star - uefacom
uefa.com

Kepastian pelatih asal Argentina ini bertahan sekaligus melegakan direksi dan fans Atletico. Pasalnya ia selama ini kerap dihubung-hubungkan dengan Inter Milan untuk menggantikan Luciano Spalletti.

Tapi pada akhirnya ayah dari striker Fiorentina, Giovanni Simeone, memutuskan untuk bertahan lebih lama. Kehadiran mantan pemain Inter Milan dan Lazio ini di ibu kota Spanyol mampu membangkitkan kekuatan mereka.

Ia mulai menukangi Los Rojiblancos sejak 2011 lalu. Klub sekota Real Madrid itu pun disulap menjadi pengganggu kedigdayaan Madrid dan Barcelona di LaLiga. Puncaknya pun terjadi pada musim 2013-2014 ketika mereka sukses mengunci gelar LaLiga di Camp Nou.

Trofi ini sekaligus menjadi trofi pertama sejak 18 tahun terakhir. Setelah sukses meraih gelar ke-10 LaLiga, klub yang sebelumnya bermarkas di Stadion Vicente Calderon ini stabil berada di tiga besar. Bahkan di kompetisi Eropa Koke dkk dua kali menembus final Liga Champions dan memenangi Liga Europa musim lalu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Wagner Jadi Korban Keempat Kerasnya Persaingan Premier League

Football5star.com, Indonesia – Baru menjalani separuh musim Premier League 2018-2019, klub-klub Inggris sudah memecat beberapa pelatihnya. Terbaru, manajer Huddersfield Town, David Wagner, yang menjadi korbannya.

Wagner mengundurkan diri dari jabatannya sebagai pelatih Huddersfield pada Senin (14/1/2019) setelah gagal membawa klubnya keluar dari posisi juru kunci Premier League.

Bahkan dari 22 penampilan ia hanya mampu membawa timnya mengoleksi 11 poin berkat catatan dua kemenangan, lima hasil imbang, dan 15 kali menelan kekalahan. Tidak hanya poinnya saja, produktivitas gol Huddersfield pun sangat memprihatinkan.

13 gol yang mereka cetak musim ini bahkan lebih sedikit dari torehan gol Pierre Emerick Aubameyang, Harry Kane, dan Mohamed Salah yang masing-masing mencetak 14 gol.

Penurunan performa Huddersfield di bawah kendali Wagner ini cukup mengagetkan. Pasalnya ia adalah orang yang berjasa mengantar klub tersebut promosi ke Premier League pada musim 2016-2017. Keberhasilan ini sekaligus menjadi yang pertama kali dirasakan klub sejak 1972 silam.

Pada musim lalu pun, ia sukses membuat klub berjuluk The Terries ini bertahan di Premier League setelah mencuri poin di laga terakhir liga melawan Chelsea di Stamford Bridge. Adapun posisinya untuk sementara akan digantikan sang asisten, Mike Marsh.

Di sisi lain, mundurnya pria asal Jerman ini kian menambah deretan pelatih yang kehilangan pekerjaannya pada musim ini. Sebelumnya ada manajer Fulham, Slavisa Jokanovic, manajer Southampton, Mark Hughes, serta manajer Manchester United, Jose Mourinho.

Diminta Mundur oleh Fans Leicester, Puel Tutup Kuping

Football5star.com, Indonesia – Performa cukup menjanjikan yang diperlihatkan Leicester City musim ini nyatanya tidak membuat fans puas dengan kinerja Claude Puel. Mereka bahkan meminta sang pelatih untuk segera meletakkan jabatannya.

Pada laga yang mempertemukan Liecester City dengan Southampton di Stadion King Power, Sabtu (12/1/2019), beberapa fans tim tuan rumah membawa kertas bertuliskan “Puel Out”. Ini dimaksudkan agar sang pelatih meninggalkan klub kesayangan mereka.

leicester fans @PLQuality
@PLQuality_

Mendapat sambutan tak mengenakkan seperti itu, Puel pun angkat bicara. Ia pun memilih untuk tetap menutup kupingnya agar bisa berkonsentrasi pada pemain dan performa tim di lapangan.

“Itu bukan urusan saya, saya tidak akan menanggapi apa pun soal itu. Saat ini saya hanya ingin fokus dan berkonsentrasi penuh pada tim ini,” ujar Puel seperti dikutip Football5star.com dari BBC, Sabtu (12/1/2019).

“Saya ingin bekerja dengan pemain yang kami punya, inilah sepak bola. Fans seperti halnya kami juga, merasakan kekecewaan dan frustasi, tapi kami harus bangkit dan terus berjuang,” ia menambahkan.

Pada laga pekan ke-22 Premier League, The Foxes harus menerima pil pahit setelah dikalahkan tim papan bawah, Southampton, dengan skor 1-2. Hasil ini disinyalir akan membuat gelombak penolakan fans terhadap Puel semakin tinggi.

Akan tetapi, performa Jamie Vardy dkk musim ini tidaklah mengecewakan. Ini dibuktikan dengan keberhasilan mereka menempati peringkat kedelapan klasemen. Bahkan tim-tim raksasa seperti Chelsea dan Manchester City sukses dikalahkan.

Dejan Antonic Jadi Pelatih Anyar Madura United

Football5star.com, Indonesia – Selesai sudah teka-teki siapa yang akan menahkodai Madura United di Liga 1 2019. Manajemen baru saja menunjuk pelatih berkebangsaan Serbia, Dejan Antonic, pada Minggu (13/1/2019).

Penunjukan Antonic ini tak lepas dari kosongnya kursi pelatih Madura yang ditinggal Gomez de Oliviera beberapa waktu lalu. Setelah menimbang beberapa nama, pilihan pun jatuh kepada pelatih yang musim lalu menangani Borneo FC ini.

Tak lama usai ditunjuk, Dejan Antonic optimistis bisa membawa Tim berjuluk Sapi Kerap tampil lebih baik pada musim depan. “Saya beberapa hari lalu ada di Hongkong dan beberapa tempat. Diskusi yang saya lakukan dengan manajemen soal pemain kami lakukan secara intens,” katanya seperti dilansir laman resmi klub, Minggu (13/1/2019).

“Saya datang ke klub ini karena punya optimistis tinggi bisa membawa tim tampil lebih baik dari sebelumnya,” ia menambahkan. Tugas pertama mantan pelatih Persib Bandung dan Pelita Bandung Raya ini akan dimulai pada Selasa (15/1/2019) saat memimpin latihan perdana anak asuhnya.

Di sisi lain, penunjukan pelatih baru ini semakin membuktikan bahwa Madura United sebagai tim yang paling siap mengarungi Liga 1 2019. Bisa dikatakan mereka sebagai satu-satunya klub yang sudah memiliki skuat yang utuh.

Dari segi pemain, klub yang dimanajeri Haruna Soemitro ini sudah mendatangkan nama-nama beken seperti Jaimerson Xavier, Dane Milovanovic, Marco Sandy Meraudje, Zulfiandi, Muhammad Ridho, Fandi Imbiri, serta Andik Vermansyah.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Resmi: Eks Pelatih Barcelona Tangani Timnas Meksiko

Football5star.com, Indonesia – Sempat menganggur beberapa tahun, Gerardo Martino akhirnya kembali ke dunia kepelatihan. Eks pelatih Barcelona ini baru saja ditunjuk sebagai pelatih baru Timnas Meksiko.

Martino dikontrak Meksiko selama tiga tahun. Ia ditargetkan untuk meloloskan negara Amerika Tengah itu lolos ke putaran final Piala Dunia 2022 di Qatar.

Penunjukan pelatih asal Argentina ini pun disambut baik presiden federasi sepak bola Meksiko, Yon de Luisa. Ia menyebutkan bahwa sosok Martino yang mempunyai segudang pengalaman sangat dibutuhkan negaranya.

Gerardo Martino saat mendampingi Atlanta United di pinggir lapangan.
mlsmultiplex.com

“Pengalamannya di klub dan tim nasional menjadi garansi bagi kami untuk mempercayakan posisi pelatih padanya. Tentu saja kami ingin dia membawa negara ini ke Qatar 2022,” ujar De Luisa seperti dikutip Football5star.com dari Daily Mail, Selasa (8/1/2019).

Sosok pelatih 56 tahun itu memang sudah malang melintang di dunia sepak bola, terutama kawasan Amerika Latin. Berkat tangan dinginnya pula Paraguay sukses mencapai perempat final Piala Dunia untuk pertama kalinya pada 2010 silam.

Setelah itu ia juga berhasil membawa Argentina melaju ke final Copa Amerika pada 2015 lalu. Sedangkan di tingkat klub ia sukses mengantarkan Barcelona juara Piala Super Spanyol untuk Barcelona. Terbaru, Martino membawa Atlanta United menjadi kampiun MLS untuk pertama kalinya pada musim lalu.

Adapun laga pertama Martino bersama Meksiko akan dimulai Maret mendatang saat menghadapi Cile dalam laga persahabatan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Jajaran Pelatih Timnas U-22 untuk Piala AFF 2019

Banner Football Live Star

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Timnas U-22 Indonesia, Indra Sjafri, sudah mempersiapkan para staf kepelatihan yang akan membantu dirinya pada ajang Piala AFF U-22 2019.

Kepastian ini diungkapkan Indra Sjafri saat melakukan konferensi pers di Hotel Sultan, Jakarta, Jumat (4/1/2019). Ada dua nama baru yang ditunjuk, yaitu Yunan Helmi dan Nova Arianto.

indra sjafri-aff-timnas
www.old.football5star.com/wanda syafii

“Pelatih yang kami pilih adalah yang terbaik karena sesuai standar dari AFC. Asisten satu nanti akan dibantu oleh Yunan Helmi dari Barito Putera,” kata Indra Sjafri kepada awak media, Jumat (4/1/2019).

“Asisten dua ada Nova Arianto dari Lampung Sakti, kebetulan dia sekarang dalam posisi tidak terikat kontrak dengan tim mana pun. Seluruh pelatih itu sesuai kriteria AFC,” ia menambahkan.

Untuk diketahui, Yunan selama ini menjadi asisten pelatih Barito, Jakcson F Thiago dalam dua tahun terakhir. Adapun Nova merupakan mantan penggawa Timnas Indonesia yang dalam tiga tahun terakhir sudah merintis karier di dunia kepelatihan.

Terkait persiapan Timnas U-22 yang akan bertarung di AFF pada 17 Februari mendatang di Kamboja, pelatih berusia 55 tahun itu menegaskan para pemain akan dikumpulkan pada 7 Januari untuk memulai latihan di lapangan ABC Senayan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Resmi: Rahmad Darmawan Latih PS Tira

Banner Football Live Star

Football5star.com, Indonesia – Rahmad Darmawan tidak perlu lama-lama menganggur usai meletakkan jabatannya sebagai pelatih Mitra Kukar akhir musim ini. Ia baru saja dikukuhkan sebagai pelatih baru PS Tira untuk mengarungi Liga 1 2019.

Keputusan Rahmad Darmawan ini terbilang mengejutkan. Pasalnya ia selama ini kerap diberitakan akan menangani Timnas U-19 Indonesia. Tapi pada akhirnya PS Tira lah yang menjadi tujuan berikutnya sang pelatih kenamaan ini.

Kepastian penujukan pelatih yang akrab disapa coach RD ini terlihat jelas dalam unggahan terbaru PS Tira di Instagram mereka. Dalam foto yang diunggah tersebut terlihat jelas sang pelatih memegang jersey klub dan didampingi Presiden klub, Bimo Wibowo.

https://www.instagram.com/p/BsIIFnyBEaD/?utm_source=ig_twitter_share&igshid=vzdesjaef2dp

“Wilujeng sumping di Bogor Coach Rahmad Darmawan. Selamat datang di keluarga besar PS Tira. Disaksikan langusng presiden klub, Bimo, Coach RD menandatangani kontrak sebagai pelatih kepala untuk musim 2019. Bismillah membawa klub berprestasi musim ini. Amin,” tulis klub berjuluk The Warrior itu di Instagram.

Pada paruh pertama Liga 1 2018, pelatih asal Jakarta ini menukangi Sriwijaya FC. Tapi beberapa masalah yang terjadi di tubuh klub membuatnya hengkang hingga akhirnya menerima pinangan Mitra Kukar yang baru saja memberhentikan Rafael Berges.

Akan tetapi pelatih yang mempunyai latar belakang TNI ini gagal menyelamatkan Mitra dari degradasi. Kekalahan yang mereka derita dari Persija Jakarta pada laga terakhir membuat klub asal Kutai Kartanegara ini harus berlaga di Liga 2 musim depan.

Adapun PS Tira yang sebelumnya juga terancam degradasi bisa selamat dari ancaman tersebut usai meraih kemenangan 3-1 atas Borneo FC pada laga terakhir.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Iniesta Impikan Jadi Pelatih Barcelona di Masa Depan

Banner Football Live StarFootball5star.com, Indonesia – Nama Andres Iniesta memang tidak bisa dipisahkan dari Barcelona. Terbaru, ia mengatakan ingin menjadi pelatih klub Katalonia itu di masa depan.

Seperti yang diketahui, Iniesta mengawali karier sepak bolanya bersama Barcelona. Setelah bertahan selama 22 tahun, ia akhirnya memutuskan pindah ke klub asal Jepang, VIssel Kobe, awal musim ini.

Walau baru meninggalkan klub kampung halamannya beberapa bulan, pemain asli Katalonia ini sudah memikirkan pulang ke Barcelona. Tapi ia tidak ingin kembali sebagai pemain, melainkan pelatih.

andres iniesta angkat piala copa del rey (zimbio.com)
zimbio.com

“Saya tidak tahu apa yang ada di masa depan. Saya tidak akan mengatakan bahwa saya tidak ingin melatih Barcelona suatu hari nanti. Tapi saya juga tidak bisa mengatakan itu sesuatu yang saya pikirkan. Memang benar bahwa suatu hari nanti saya melihat diri saya sebagai pelatih dan kembali ke Barca,” ujar Iniesta kepada Mundo Deportivo, Sabtu (22/12/2018).

“Saya merasa seperti di rumah dan saya harap bisa menyampaikan apa yang sudah saya pelajari selama ini. Apa yang saya rasakan ingin saya lakukan di masa depan,” ia menambahkan.

Kendati ingin menjadi pelatih, gelandang elegan ini belum memastikan kapan akan pensiun sebagai pemain. Tapi melihat performanya bersama Kobe masih cukup apik, besar kemungkinan pemain berusia 34 tahun ini masih akan bermain hingga beberapa musim lagi.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Wenger Bangga Henry dan Vieira Sudah Jadi Pelatih

Banner Football Live StarFootball5star.com, Indonesia – Mantan manajer Arsenal, Arsene Wenger, mengaku bangga dengan keberhasilan dua anak asuhnya, Thierry Henry dan Patrick Vieira yang saat ini sudah menjadi pelatih. Dia pun berharap keduanya memiliki karier cemerlang seperti ketika masih bermain.

Seperti yang diketahui, Henry ditunjuk menjadi pelatih AS Monaco untuk menggantikan Leonardo Jardim Oktober lalu. Sementara Vieira sudah sejak awal musim ini menangani Nice.

“Mereka berdua adalah orang-orang yang akan meneruskan apa yang telah mereka pelajari dalam karier sebagai pemain dan mereka akan mempengaruhi kehidupa para pemain yang ada dalam timnya. Setidaknya saya tidak menyingkirkan mereka dalam pekerjaannya dan itu tidak buruk,” kata Wenger kepada Les Etoiles Du Sport, Rabu (28/11/2018).

Henry - Wenger - Football5star
sportbilble.com

Perjalanan Henry dan Vieira di klubnya masing-masing bisa dibilang tidak sejalan. Seperti yang diketahui, Henry masih kesulitan mengembalikan kekuatan Monaco. Bahkan dia baru sekali meraih kemenangan dengan tim masa kecilnya itu.

Hasil minor ini pun membuat Monaco masih tertahan di peringkat ke-19 Ligue 1 dengan mengoleksi 10 poin. Nasib berbeda justru dialami Vieira bersama Nice. Mantan kapten Arsenal itu berhasil membawa Mario Balotelli dkk nangkring di peringkat ketujuh dengan 23 angka.

Tidak mengherankan memang Vieira lebih matang dibanding mantan rekannya tersebut. Ia sebelumnya sudah berpengalaman menangani New York City FC di MLS selama dua musim. Sedangkan Henry sebelumnya hanya menjabat sebagai asisten pelatih Roberto Martinez di Timnas Belgia.

Bima Sakti Siap Mundur dari Jabatan Pelatih Timnas Indonesia

Banner Football Live StarFootball5star.com, Indonesia – Pelatihtimnas Indonesia, Bima Sakti siap menerima konsekuensi terburuk atas kegagalan mengantarkan timnya lolos ke babak selanjutnyaPiala AFF 2018. Meski demikian ia tetap bertanggung jawab untuk mendampingi anak asuhnya hingga laga terakhir.

Timnas Indonesia dipastikan gagal lolos ke semifinal Piala AFF 2018 setelah Filipina dan Thailand bermain imbang pada Rabu (21/11/2018) malam dengan skor 1-1 di Manila. Di pertandingan lain Singapura juga menang telak atas Timor Leste dengan skor 6-1.

Evaluasi dari PSSI kini tengah menanti Bima Sakti. Eks Kapten Persema Malang tersebut mengaku pasrah dengan keputusan yang akan diambil oleh induk organisasi sepak bola di Indonesia tersebut. Andai dicopot pun dia sudah siap.

walau kalah dari thailand, bepe minta publik tetap dukung indonesia
foxsportasia.com

“Kalau memang PSSI memutuskan kami mundur, kami siap. Harapannya ke depan siapa pun pelatihnya, asing atau lokal, kita harus dukung semaksimal mungkin,” kata Bima Sakti saat ditemui Football5star.com di Stadion Madya Senayan, Jakarta, Kamis (22/11/2018).

“Tim pelatih tak mudah. Saya harap media, terutama masyarakat, mengerti bahwa ini proses yang tak mudah. Kita lihat Thailand dan Vietnam dari usia dini mereka dibentuk, jadi (mereka) memiliki dasar yang bagus,” sambung mantana sisten Luis Milla tersebut.

Timnas Indonesia saat ini berada di peringkat keempat klasemen sementara grup B Piala AFF 2018. Pada pertandingan terakhir, Evan Dimas dkk. akan menghadapi Filipina di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta, Minggu (25/11/2018).

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Martin O’Neill dan Roy Keane Tinggalkan Timnas Irlandia

Banner Football Live StarFootball5star.com, Indonesia – Selesai sudah perjalanan Martin O’Neill dan Roy Keane di Timnas Irlandia. Pelatih dan asisten pelatih ini baru saja memutuskan mundur usai Irlandia terdegradasi di UEFA Nations League.

Keputusan O,Neill dan Keane ini diambil satu hari usai Irlandia bermain imbang tanpa gol dengan Denmark. Hasil ini sekaligus menempatkan mereka di posisi buncit UEFA Nations League B Grup 4 dengan hanya meraih dua poin.

Kegagalan ini sekaligus menambah catatan buruk Irlandia dalam setahun terakhir. Sebelumnya, mimpi mereka tembus ke Piala DUnia 2018 juga harus terkubur. Menariknya, lawan mereka d babak play off ketika itu adalah Denmark.

Mundurnya dua sosok yang sudah bekerja sama sejak lima tahun terakhir ini juga sudah dipastikan oleh Presiden FAI, Donal Conway. “Atas nama dewan FAI saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Martin, Roy, dan tim manajemen lainnya untuk pekerjaan mereka dengan Irlandia selama lima tahun terakhir,” katanya seperti dilansir Mirror, Rabu (21/11/2018).

“Martin memastikan bahwa kami menikmati beberapa malam yang luar biasa di Aviva Stadium dan di jalan di Lille, Vienna, dan Cardiff yang merupakan poin tinggi yang fantastis untuk sepak bola Irlandia,” ia menambahkan.

Sepanjang tahun 2018, Irlandia hanya meraih satu kemenangan dari 11 pertandingan yang mereka jalani. Untuk sementara, negara tetangga Inggris ini akan ditangani oleh dua caretaker Steve Guppy dan Seamus McDonagh.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Resmi: Ranieri Gantikan Jokanovic di Fulham

Banner Football Live StarFootball5star.com, Indonesia – Performa buruk Fulham di Premier League musim ini membuat manajemen mengambil langkah tegas. Pelatih Slavisa Jokanovic dipecat dan digantikan oleh pelatih kawakan Claudio Ranieri.

Hingga pekan ke-12 Premier League, Fulham menempati peringkat paling buncit. Ini tak lepas dari hasil buruk yang mereka raih. Jean Michel Serri dkk hanya meraih satu kemenangan dan dua kali imbang, sedangkan sisanya berujung dengan kekalahan.

Ini pula yang membuat klub London Barat itu akhirnya memecat Jokanovic. Tapi pihak klub tak membutuhkan waktu lama untuk mencari penggantinya. Ranieri yang menganggur musim ini pun berhasil digaet.

“Ini sebuah kebanggan menerima tawaran Shahid Khan untuk melatih Fulham. Tujuan Fulham tidak boleh hanya bertahan di Premier League. Kita harus selalu menjadi lawan yang sulit dan harus berhasil,” ujar Ranieri seperti dilansir situs resmi klub, Rabu (14/11/2018).

“Skuat Fulham ini memiliki bakat luar biasa yang kontras dengan posisi mereka di klasemen. Saya tahu tim ini sangat mampu menunjukkan performa yang lebih baik, ini yang akan kami kerjakan saat menghadapi Southampton nanti,” ia menambahkan.

Kompetisi Liga Inggris bukanlah tempat baru untuk Ranieri. Pelatih asal Italia ini pernah lama menukangi Chelsea. Tapi puncak kariernya terjadi saat melatih Leicester City, yang mana ia sukses meraih trofi Premier League pertama untuk The Foxes musim 2015-2016.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Valdano Percaya Solari akan Jadi Pelatih Tetap Madrid

Banner Football Live StarFootball5star.com, Indonesia – Kemungkinan Santiago Solari menjabat sebagai pelatih tetap Real Madrid semakin gencar disuarakan. Salah satu sosok yang mendukung itu adalah legenda Madrid, Jorge Valdano.

Sejak mengambil alih tampuk kepemimpinan dari Julen Lopetegui, Solari sukses mengembalikan performa terbaiknya Madrid. Ini dibuktikan dengan keberhasilannya menyapu bersih empat laga yang sudah dilakoni dengan kemenangan.

Bagi Valdano, torehan Solari saat ini menjadi modal berharga dirinya untuk diangkat sebagai pelatih tetap. Apalagi selain hasil apik di lapangan, ia mampu memperbaiki performa beberapa pemain yang sebelumnya meredup di bawah kendali Lopetegui.

Santiago Solari - Real Madrid - Sky Sports - Luis Figo
skysports.com

“Di Real Madrid, hasil bagus yang didapat dari permulaan dengan status pelatih sementara akan mendapat kesempatan dalam jangka panjang. Dia sudah melakukan banyak perbaikan sejak menangani tim. Solari punya otoritas kuat sebagai pelatih, bukan hanya pekerja klub biasa,” kata Valdano seperti dilansir AS, Senin (12/11/2018).

Dengan statusnya yang sejauh ini masih menjadi pelatih sementara, banyak yang mendesak Madrid agar segera mengangkatnya sebagai pelatih tetap. Apalagi kompetisi LaLiga menganut peraturan yang mengharuskan setiap tim harus menunjuk pelatih tetap setelah dua minggu ditangani seorang caretaker.

Artinya, ini adalah minggu terakhir bagi Los Blancos untuk menentukan nasib Solari. Banyak yang meyakini bahwa manajemen klub sudah setuju dengan status permanen Solari yang akan menjabat sebagai pelatih tetap setidaknya hingga akhir musim.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Bonucci Dambakan Kursi Pelatih Juventus Pada Masa Depan

Football5star.com, Indonesia – Leonardo Bonucci sepertinya tidak ingin jauh-jauh lagi dari Juventus usai pensiun sebagai pemain. Ia pun sudah mendambakan kursi pelatih SI Nyonya Tua di masa depan.

Bonucci dikenal sebagai palang pintu tangguh bersama Giorgio Chiellini dan Andrea Barzagli. Berkat kerja sama ketiganya pula klub asal Turin ini selalu mencatatkan kemenangan musim ini.

Kendati belum tahu kapan akan pensiun dari dunia sepak bola, pemain yang sempat membelot ke AC Milan pada musim lalu itu berhasrat menjadi pelatih Juve. “Mimpi saya selanjutnya adalah menjadi pelatih klub besar seperti Juventus,” katanya kepada Corriere dello Sport, Rabu (10/10/2018).

Leonardo Bonucci merasa kartu merah Ronaldo akan membuat Juventus lebih kuat lagi. Juventus tak terpengaruh dengan insiden tersebut - Football5star - Leo Bonucci
@juventusfcen

“Inilah kenapa saya selalu mengamati dan mengambil rahasia dari berbagai pelatih yang sudah mengeluarkan kemampuan terbaik dalam diri saya. Anugerah seorang pelatih adalah kecerdasan mereka dan yang memungkinan mereka untuk mengelola ruang ganti tim sebesar Juventus,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, jebolan akademi Inter Milan itu menegaskan bahwa dirinya menyesal meninggalkan Allianz Stadium musim lalu. Namun, ia merasa beruntung Juve masih mau menerimanya kembali lagi musim ini.

“Saya menyadari meninggalkan Juventus bukanlah keputusan tepat karena hanya di sini dan dengan baju ini saya bisa mengekspresikan potensi saya di dalam dan luar lapangan. Bersama Presiden Agenlli dan agen, saya cukup beruntung bisa kembali dan menyadari bahwa itulah satu-satunya hal yang saya inginkan,” tutupnya.

Madrid Siapkan Conte untuk Gantikan Lopetegui

Football5star.com, Indonesia – Kursi pelatih Real Madrid kembali memanas awal musim ini. Itu tak terlepas dari performa buruk anak asuh Julen Lopetegui dalam empat laga terakhir. Tak ayal keterpurukan ini mencuatkan nama Antonio Conte andai Lopetegui benar-benar dicepat.

Madrid belum meraih kemenangan di empat laga terakhir. Bahkan tiga pertandingan di antaranya berujung dengan kekalahan. Catatan tersebut semakin buruk dengan kegagalan mereka mencetak gol di empat laga tersebut.

Dilansir Diario AS, Los Blancos sedang mengambil ancang-ancang untuk mendatangkan pelatih baru berpengalaman. Satu nama yang menjadi favorit adalah Conte, yang merupakan mantan manajer Chelsea.

Julen Lopetegui
zimbio.com

Keputusan manajemen menyasar pelatih asal Italia ini bukan tanpa alasan. Saat ini hanya dia pelatih top yang masih menganggur.

Peluang Conte menangani klub yang bermarkas di Santiago Bernabeu ini cukup terbuka. Apalagi agennya beberapa waktu lalu mengatakan sang klien siap kembali melatih.

Jika dilihat dari capaian trofi, legenda Juventus ini berhak jemawa karena sudah mengoleksi enam trofi dari dua kompetisi berbeda. Sementara Lopetegui belum memenangkan gelar apa pun di level senior.

Pelatih 52 tahun itu sejauh ini baru berhasil di level junior. Ia dua kali mengangkat gelar Piala Eropa U-19 dan U-21 bersama tim Spanyol muda. Selebihnya, catatan terbaiknya hanyalah menjadikan klub Portugal, FC Porto, sebagai runner up Liga Portugal di musim 2014-2015.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Maradona Latih Klub yang Pernah Dibela Guardiola

Banner Footbal Live Star-Football5star

 

Football5star.com, Indonesia – Kabar mengejutkan datang dari Argentina. Legenda hidup mereka, Diego Maradona, baru saja ditunjuk sebagai pelatih klub asal Meksiko, Dorados, de Sinaloa. Menariknya, klub tersebut sebelumnya pernah dibela manajer Manchester City, Pep Guardiola.

Melalui laman resmi klub, Dorados mengumumkan bahwa pria yang membawa Argentina juara Piala Dunia 1986 itu sudah menyetujui kontrak yang disodorkan pihak klub. Mereka kemudian memperkenalkan Maradona sebagai pelatih anyar di akun Twitter-nya.

“Diego merupakan pemain sepak bola terbaik sepanjang masa. Ia dicirikan sebagai pemain yang memimpin tim dan berjuang untuk meraih kesuksesan,” demikian pernyataan resmi Dorados di laman resmi mereka, Kamis (6/9/2018).

Untuk diketahui, Dorados saat ini berlaga di divisi dua Liga Meksiko. Kendati begitu, bukan berarti klub yang terletak di kawasan Culiacan ini tidak mampu mendatangkan pemain handal. 2006 lalu Dorados menjadi klub terakhir Guardiola sebelum gantung sepatu. Selain itu, legenda Meksiko, Cuauhtemoc Blanco juga pernah memperkuat klub yang bermarkas di Estadio Banorte.

Di sisi lain, terpilihnya Maradona sebagai pelatih baru tentu menimbulkan tanda tanya besar. Pasalnya, Juni lalu dirinya juga baru saja ditunjuk sebagai pemilik klub asal Belarus, Dynamo Brest.

Sementara itu, karier kepelatihan pria yang terkenal dengan gol tangan tuhan nya itu tidaklah cemerlang. Setelah meninggalkan Argentina usai gagal di Piala Dunia 2010 lalu, ia memutuskan hijrah ke Timur Tengah untuk melatih Al Wasl dan Al Fujairah. Namun, kariernya di sana pun hanya bertahan selama satu tahun.

Prandelli Siap Melatih Lagi Dalam Waktu Dekat

Banner Footbal Live Star-Football5star

 

Football5star.com, Indonesia – Mantan arsitek Italia, Cesare Prandelli, sepertinya akan segera kembali ke dunia kepelatihan. Ini tak lepas dari pengakuannya yang sudah siap melatih lagi dalam waktu dekat.

Prandelli sudah menganggur sejak Januari 2018. Tim terakhir yang ia tangani adalah klub asal Uni Emirates Arab, Al Nasr. Kariernya di Negeri Teluk pun tak berlangsung lama karena ia hanya bertahan selama enam bulan.

prandelli getty 3795858
Getty Images

Walau begitu, Prandelli memiliki syarat khusus untuk klub yang ingin meminangnya. Ia hanya ingin melatih klub yang punya ambisi besar. Selain itu, kompetisi Serie A juga menjadi tujuan utamanya.

“Saya siap memulainya lagi. Itu akan tergantung pada banyak faktor, tapi saya ingin mencari klub yang memiliki proyek serius dalam kompetisi. Apalagi saya sudah punya pengalaman di luar negeri,” kata Prandelli kepada Sky Sport seperti dilansir Football5star.com dari Calcio Mercato, Rabu (5/9/2018).

“Saya ingin kembali ke Serie A karena itu adalah rumah saya. Tapi kita lihat saja nanti, saya masih memiliki banyak pilihan dan semua kemungkinan masih terbuka,” ia menuturkan.

Pelatih berusia 61 tahun itu memang sudah mengeyam asam garam dunia kepelatihan. Selain Fiorentina, Al Nasr, dan Italia, ia juga pernah menangani beberapa tim lain di Serie A. Sedangkan di luar Italia, ia sempat menangani raksasa Turki, Galatasaray, serta klub Spanyol, Valencia.

Menganggur Setahun, Scolari Akhirnya Pulang ke Palmeiras

Banner Footbal Live Star-Football5star

 

Football5star.com, Indonesia -Pelatih kenamaan asal Brasil, Luis Felipe Scolari, resmi kembali melatih klub yang pernah membesarkan namanya, Palmeiras. Ini adalah pekerjaan pertamanya sejak memutuskan mundur dari Guangzhou Evergrande November 2017 lalu.

Palmeiras tentu bukan klub asing bagi Scolari. Klub raksasa Brasil itu pernah ia latih pada 1997 hingga 2000 silam. Keberhasilannya menjuarai Copa Libertadores akhirnya membawa Scolari ke kursi pelatih Timnas Brasil setahun kemudian dan membawa negaranya merengkuh gelar Piala Dunia kelima pada 2002.

Walau memiliki memori indah di Palmeiras, mantan pelatih Chelsea itu sudah ditunggu pekerjaan rumah cukup banyak. Manajemen menginginkan klub dengan warna kebesaraan hijau itu kembali merengkuh gelar Liga Brasil setelah terakhir kali diraih pada 2016 lalu.

Scolari, Pualinho, Barcelona
zimbio.com

Capaian klub yang bermarkas di Allianz Parque musim lalu sejatinya tidak terlalu buruk. Tim yang ketika itu dilatih Cuca ini berhasil menempati peringkat dua klasemen.

Manajemen berharap pengalaman segudang Scolari bisa membuat Palmeiras kembali mengangkat gelar musim ini. Namun, upaya tersebut terbilang berat karena mereka saat ini masih berkutat di peringkat tujuh klasemen dan meraih 23 poin, terpaut delapan angka dari Flamengo di posisi puncak.

Sementara itu, Scolari selama ini dikenal sebagai salah satu pelatih tersukses di kompetisi domestik Brasil. Total ia sudah mengemas satu trofi Serie A Brasil serta empat kali juara Campeonato Brasilero.

Gagal di Piala Dunia, Brasil Tetap Perpanjang Kontrak Tite

Banner Footbal Live Star-Football5star

 

Football5star.com, Indonesia – Brasil baru saja memperpanjang kontrak pelatihnya, Tite, hingga empat tahun ke depan. Keputusan ini cukup mengejutkan karena sang pelatih dicap gagal karena tidak mampu membawa Neymar dkk berprestasi di Piala Dunia 2018.

Tim Samba hanya melaju hingga babak perempat final saja setelah kalah dari Belgia dengan skor 1-2. Bermaterikan pemain bintang seperti Neymar, Philippe Coutinho, hingga Willian, performa Brasil dianggap tidak terlalu istimewa selama di Rusia.

Akan tetapi, hal tersebut tidak mempengaruhi keputusan Asosiasi Sepak Bola Brasil (CBF) untuk mengikat Tite lebih lama. Mantan pelatih Corinthians ini pun kembali ditugaskan memimpin Neymar dkk, setidaknya hingga Piala Dunia 2022 mendatang di Qatar.

Tite-Brasil
theguardian.com

CBF mengaku keputusan ini merupakan bagian proyek jangka panjang yang telah disusun bersama Tite. Mereka berharap kebersamaan pelatih dan pemain bisa menciptakan skuat hebat.

“Ini investasi jangka panjang kami bersama pelatih,” tulis CBF di situs resmi mereka, Kamis (26/7/2018). Selain Tite, federasi Brasil juga memperpanjang kontrak asistennya, Sylvinho, yang merupakan mantan pemain Barcelona, serta manajer tim, Edu, yang pernah berkostum Arsenal.

Sementara itu, usai Piala Dunia 2018, para pemain Brasil masih menjalani masa rehat di kampung halamannya. Bahkan bintang-bintang ternama seperti Roberto Firmino, Willian, Neymar, Coutinho, serta Marcelo belum kembali ke klubnya masing-masing untuk mempersiapkan diri menuju musim kompetisi 2018-2019.

Tersingkir di Bawah Conte, Terry Tetap Ucapkan Terima Kasih

Football5star.com, Indonesia – Antonio Conte resmi dipecat sebagai pelatih Chelsea. Keputusan ini membuat mantan kapten klub, John Terry, ikut berkomentar. Kendati posisinya sebagai pemain utama tersingkir di bawah pelatih asal Italia itu, ia tetap mengucapkan terima kasih.

Conte harus merelakan posisinya lengser setelah melewati musim yang buruk bersama The Blues. Berstatus sebagai juara musim 2016-2017, Cesc Fabregas dkk justru tampil melempem semusim kemudian hingga menempati peringkat lima klasemen akhir.

Sementara itu, Terry tetap menunjukkan respek tinggi terhadap Conte. Ia mengaku sangat suka bekerja sama dengan mantan pelatih Juventus itu.

John Terry, Aston Villa,
@AVFCOfficial

“Cinta lelaki ini. Saya memang menjalani musim yang sulit ketika bersama Antonio, tapi dia orang yang sagat jujur, menghormati semua orang, dan bagi saya ia adalah sosok yang saya butuhkan,” tulis Terry di akun Instagram pribadinya, Jumat (13/7/2018).

“Saya sangat suka bisa bekerja sama dengannya dan selalu mendengar instruksinya. Terima kasih atas semuanya bos,” lanjut pemain yang musim lalu memutuskan hijrah ke Aston Villa itu.

Manajemen The Blues memecat Conte setelah dirinya kembali memimpin Marcos Alonso dkk latihan perdana untuk mempersiapkan musim depan. Santer diberitakan bila mantan pelatih Napoli, Maurizio Sarri akan menjadi suksesor kompatriotnya itu.

Di sisi lain, performa Terry sejak Chelsea diasuh Conte memang menurun. Hal tersebut berimbas pada menit bermainnya yang berkurang drastis pada musim 2016-2017.

Jangan lupa ikutan kuis Football5star.com. Prediksi skor pertandingan Piala Dunia 2018 dengan kesempatan membawa pulang Mobil Honda Brio, Motor Honda Vario, Motor Honda Beat, dan banyak lagi hadiah menarik. Buruan daftar di kuis.www.old.football5star.com