Pemain Keturunan Indonesia Menggila di Denmark, Kembali Cetak Gol dan Assist

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Pemain keturunan Indonesia, Kevin Diks, tampaknya sedang on fire bersama klub Denmark, FC Copenhagen. Baru-baru ini, dia menjadi sosok kunci saat Copenhagen menang 2-0 atas Odense BK dalam pekan ketiga Superliga Denmark, Minggu (1/8/2021).

Dalam partai di Stadion Nature Energy Park, Diks tampil menggila. Dia awalnya menjadi kreator gol perdana Copenhagen yang dicetak oleh Jonas older Wind. Umpan silangnya mampu disundul dengan brilian oleh Wind.

Paruh kedua, gantian Kevin Diks yang mencatatkan namanya di papan skor. Pemain keturunan Indonesia itu sukses memaksimalkan umpan manis dari rekannya, Victor Bernth Kristansen.

Pemain Keturunan Indonesia Menggila di Denmark, Kembali Cetak Gol dan Assist

Diks pun tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya usai jadi penentu kemenangan Copenhagen. “Langkah besar ke arah yang benar. +3,” tulis Diks di akun Instagram pribadinya.

Pemain blasteran Indonesia-Belanda itu memang belakangan tengah tampil impresif dengan klub barunya tersebut. Beberapa hari sebelumnya, dia juga turut menunjukkan kelasnya.

Sang pemain mencatatkan gol dan assist saat Copenhagen menang 9-1 secara agregat atas Torpedo-BelAZ pada ajang UEFA Conference League. Berkat hasil itu, Kopenhagen sukses melaju ke babak ketiga kualifikasi UEFA Conference League.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Jairo Riedewald: Saya Memang Punya Darah Indonesia!

Jairo Riedewald: Saya Memang Punya Darah Indonesia! 6

Football5Star.com, Indonesia – Gelandang Crystal Palace, Jairo Riedewald, mengaku memang memiliki darah Indonesia dari sang ibu. Bahkan, Riedewald mengaku suka dengan masakan khas Indonesia.

Seperti diketahui, Riedewald memiliki tiga keturunan sekaligus, yakni Indonesia, Suriname, dan Belanda. Darah Indonesianya mengalir berkat sang nenek yang berasal dari Maluku. Beberapa tahun lalu, ketika Ajax ke Indonesia dia sempat bersua dengan pria yang merupakan sepupu Riedewald, yakni Ronny Markus.

Nah baru-baru ini, pemain berusia 24 tahun tersebut kembali menegaskan darah Indonesia dari tubuhnya. Riedewald bahkan bercerita selalu gemar dan antusias ketika bertemu dengan makanan khas Indonesia.

“Nenek saya berasal dari Indonesia, ibu saya separuh Indonesia, dan saya memang punya darah Indonesia, seperempat Indonesia. Setiap kali saya mengunjungi nenek saya, dia selalu memasak banyak makanan yang sedap dan menyenangkan. Dia memberitahu sedikit kebudayaan tentang Indonesia,” kata Jairo Riedewald diukutip dari Dugout.

“Soal makanan favorit, saya tidak bisa menyebutkan apa saja makanan favorit saya. Nasi menjadi makanan utama, dan di sekitarnya ada lauk. Ada tambahan ikan pedas, ayam pedas, atau daging pedas. Nasi goreng saya juga suka. Jika ibu atau nenek memasak saat ada pesta, itu menjadi momen yang menyenangkan,” sambung Riedewald.

Musim ini, Jairo Riedewald jadi andalan buat Crystal Palace. Total dia sudah bermain dalam 25 pertandingan. Dari dua laga itu, Riedewald punya statistik istimewa, yakni mencetak dua gol, melakukan rata-ata sekali tekel, 0,9 interceptions, 0,8 sapuan bola, dan 86,5 persen umpan akuran per pertandingan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Sandy Walsh Kembali Tampil Memukau untuk Klub Belgia

Sandy Walsh Kembali Tampil Memukau untuk Klub Belgia 9

Football5Star.com, Indonesia – Pemain keturunan Indonesia, Sandy Walsh, kembali menunjukkan aksi impresifnya saat tampil untuk klub Belgia, KV Mechelen. Dia berhasil mencetak satu gol saat tinya menang 2-1 di markas Beerschot, Olympisch Stadion, Senin (15/2/2021) dini hari WIB.

Gol itu jelas sangat spesial buat Walsh. Sebab, awalnya KV Mechelen tertinggal lebih dahulu dari tuan rumah lewat gol penalti Raphael Holzhauser menit ke-52. Bahkan, tuan rumah nyaris mengunci kemenangan dalam partai itu.

Akan tetapi, Walsh sukses membuat Mechelen menyamakan kedudukan menit ke-90 usai memanfaatkan umpan Nikola Strom. Malah, mereka berbalik unggul sekaligus menang berkat gol Ferdy Druijf menit ke-90+4.

“Senang bisa kembali dengan kemenangan dan tiga gol. Gas terus,” tulis Walsh dalam Instagram pribadinya.

Satu golnya itu, membuat Sandy Walsh mempertegas penampilan impresifnya bersama Mechelen. Berposisi sebagai bek kanan, kini Walsh sukses melesakkan tiga gol plus dua assist dalam 17 penampilan di Jupiler Pro League bersama KV Mechelen.

Sepanjang musim ini, Walsh juga nyaris selalu main sebagai starter dan tampil penuh. Sebanyak 13 dari 17 pertandingan, pemain keturunan Indonesia itu dipercaya starter dan main penuh oleh KV Mechelen.

Gol Walsh membawa Mechelen kini naik ke posisi delapan klasemen sementara. Mereka meraih 39 poin dari 27 laga sekaligus masuk ke zona play-off Liga Europa.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

PSSI Masih Negosiasi Soal Tiga Pemain Eropa buat Timnas U-19

PSSI Masih Negosiasi Soal Tiga Pemain Eropa buat Timnas U-19 13

Football5Star.com, Indonesia – PSSI mengaku masih berusaha mendatangkan tiga pemain klub Eropa yang akan gabung Timnas U-19 Indonesia. Saat ini mereka masih menegosiasikan kepada para klub tersebut.

Seperti diketahui, dalam pemanggilan pemain Timnas U-19 ke Spanyol, terdapat pula yang dari luar negeri. Mereka adalah Witan Sulaiman, Elkan Baggott, dan Kelana Mahessa. Witan bermain untuk FK Radnik Surdulica, Elkan di Ipswich Town, sedang Kelana bersama Bonner SC.

Dalam rilisnya, PSSI sudah menyiapkan tiket buat ketiga pemain tersebut ke Spanyol. Namun, mereka sampai saat ini masih belum bisa memastikan apakah Witan, Elkan dan Kelana bisa ke Spanyol atau tidak.

PSSI Masih Negosiasi Soal Tiga Pemain Eropa buat Timnas U-19 Shin Tae-yong Beberkan Calon Pemain Keturunan Timnas U-19, Siapa Saja? Elkan Baggott Timnas U-19 Indonesia - pssi

“Kami saat ini masih melobi klub ketiga pemain itu. Semoga saja mereka mau melepas pemainnya ke Timnas U-19,” ungkap Plt Sekjen PSSI, Yunus Nusi, saat dihubungi awak media.

Khusus Elkan Baggott, tampaknya akan sulit masuk ke Spanyol karena kebijakan pemerintahnya. Sebab, saat ini banyak negara yang membatasi penerbangan dari Inggris karena temuan kasus virus corona jenis baru.

Selain ketiga pemain itu, PSSI bisa juga memanggil beberapa nama keturunan Indonesia. Namun Yunus Nusi kembali belum bisa memastikannya. “Kami masih tunggu arahan dari coach Shin Tae-yong,” tutup dia.

Timnas U-19 Indonesia memang tetap berangkat ke Spanyol meski Piala Dunia U-20 2021 batal. TC tersebut jua tetap berguna karena mereka bakalan menatap Piala Asia U-19 yang digelar sesuai rencana, tahun depan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

PSSI Gerilya Cari Pemain Keturunan, Begini Kata Budi Sudarsono

PSSI Gerilya Cari Pemain Keturunan, Begini Kata Budi Sudarsono 17

Football5Star.com, Indonesia – PSSI yang tengah mencari pemain keturunan buat Timnas U-19 Indonesia bikin Budi Sudarsono buka suara. Dia menyebut kalau hal itu sah-sah saja, tapi jangan melupakan soal pembinaannya.

Seperti diketahui, PSSI memang belakangan mulai menginventarisir para pemain blasteran buat Timnas U-19. Dari sekitar 40 pemain yang punya darah Indonesia di luar negeri, kini tersisa tinggal 9 nama, tapi salah satunya sudah resmi menolak.

Kini, tinggal delapan pemain yang bersedia untuk membela Indonesia. Budi Sudarsono sendiri memiliki pendapat soal hal ini. Dia menyebut kalau sebenarnya pemain keturunan tak masalah. Tapi, PSSI juga harus memikirkan soal pembinaan usia dini.

pemain keturunan Budi Sudarsono Tak Salahkan Shin Tae-yong

“Kalau faktor itu kan kita membinalah, potensi kita banyak. Tapi balik lagi ya faktor membinanya,” ungkap Budi Sudarsono kepada awak media.

Menurutnya, pemain keturunan memang bisa dijadikan salah satu keputusan buat prestasi Timnas Indonesia. Tapi hal itu juga harus dibarengi dengan pembinaan usia muda.

“Kalau ditanya setuju atau tidak setuju ya kita ikuti federasi saja. Tapi menurut saya kita punya pemain yang potensi tinggal bagaimana cara kita membina,” tutup Budi Sudarsono.

Semasa jadi pemain, Budi Sudarsono sendiri merupakan salah satu striker berkelas yang pernah dimiliki oleh Indonesia. Dia total telah mengemas 16 gol dalam 46 caps bersama skuat Garuda.

Penampilannya yang paling apik saat membela Persik Kediri. Dia tercatat mengoleksi 21 gol dalam 69 penampilan. Dia juga sempat mencetak 11 gol hanya dalam 21 pertandingan saja bersama Sriwijaya FC musim 2010-2011.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Shin Tae-yong Tak Mau Tertipu Soal Pemain keturunan Indonesia

Shin Tae-yong Tak Mau Tertipu Soal Pemain keturunan Indonesia 21

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Timnas U-19 Indonesia, Shin Tae-yong, tak mau tertipu soal kualitas pemain keturunan di luar negeri. Makanya, dia berharap bisa menyaksikan langsung calon pemain keturunan di Timnas U-19 Indonesia.

Seperti diketahui, PSSI memang belakangan mulai menginventarisir para pemain blasteran buat Timnas U-19. Dari sekitar 40 pemain yang punya darah Indonesia di luar negeri, kini tersisa tinggal 9 nama, tapi salah satunya sudah resmi menolak.

Kini, tinggal delapan pemain yang bersedia untuk membela Indonesia. Namun, PSSI sendiri belum mengungkapkan siapa-siapa saja pemain keturunan tersebut. Tapi yang jelas, Shin Tae-yong tak mau tertipu soal kualitas pemain keturunan Indonesia sebelum lihat langsung.

Shin Tae-yong Tak Mau Ketipu Soal Pemain keturunan Indonesia Persija Temani Bali United Wakili Indonesia di Kompetisi Asia? Soal ke Spanyol, Timnas U-19 Indonesia Tunggu Shin Tae-yong Dahulu
IES

“Saat ini soal pemain keturunan Indonesia sedang dalam proses inventarisir. Tentu kami serahkan semuanya kepada Shin Tae-yong untuk melihat,” ungkap Plt Sekjen PSSI, Yunus Nusi, kepada wartawan.

Yunus menyebut kalau memang Shin ingin melihat secara langsung para pemain keturunan Indonesia. Makanya, mungkin nantinya para pemain itu akan diundang datang saat Timnas U-19 Indonesia menggelar pemusatan latihan di Spanyol.

“Kan sejauh ini melihatnya hanya dalam video saja. Shin Tae-yong berharap langsung melihat tatap muka. Mungkin dalam sesi-sesi latihan,” papar dia.

Ketika disenggol soal nama Anthony Cheshire masuk ke daftar 8 pemain keturunan Indonesia, PSSI membantah. “Belum. Belum masuk,” pungkas Yunus Nusi.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Pemain Keturunan Bukan Hal Haram, Tapi Pembinaan Juga Butuh Perhatian

Pemain Keturunan Bukan Hal Haram, Tapi Pembinaan Juga Butuh Perhatian 25

Football5Star.com, Indonesia – Legenda Timnas Indonesia, Bambang Nurdiansyah, sedikit mengkritisi PSSI yang belakangan gemar cari pemain keturunan. Dia menyebut kalau hal ini sebenarnya bukan hal haram, tapi PSSI jua harus memperhatikan pembinaan.

Seperti diketahui, sejauh ini sudah ada empat pemain keturunan yang memperkuat Timnas U-19. Mereka ialah Jack Brown, Elkan Baggott, Kelana Noah, hingga Luah Fynn Jeremy Mahesa. Mereka tampil apik sampai mencuri perhatian Shin Tae-yong saat melakoni pemusatan latihan di Kroasia beberapa waktu lalu.

Perburuan PSSI untuk mencari pemain keturunan Indonesia di luar negeri buat Timnas U-19 tak berhenti. Hal ini sebenarnya hal yang sah-sah saja, karena target Timnas U-19 agar main bagus di Piala Dunia U-20 2021. Tapi, Bambang Nurdiansyah ingin kalau hal ini jangan jadi kebiasaan.

Pemain Keturunan Bukan Hal Haram, Tapi Pembinaan Juga Butuh Perhatian Live di TV Nasional, Ini Jadwal Timnas U-19 Indonesia vs Bulgaria Shin Tae-yong Senang Sikap Timnas U-19 Meski Latihan Pagi, Siang, dan Malam Ada Beberapa Pemain Keturunan, Ini 30 Pemain Timnas U-19 Indonesia yang Ke Kroasia

“Menurut saya sih, kalau buat Piala Dunia saja bisa dimaklumi. Tapi kalau seterusnya kaya gini, pembinaan pemain muda akan percuma,” ungkap Bambang Nurdiansyah kepada Football5star.

“Kalau (untuk) Piala Dunia enggak masalah karena targetnya Timnas U-19 Indonesia paling tidak tak memalukan, itu pun sebenarnya ada jalan lain yang bisa diusahakan,” sambung dia.

Bambang Nurdiansyah menyebut kalau seharusnya pencarian pemain keturunan juga sejalan dengan pembinaan usia dini yang terstruktur. Karena sebenarnya, Indonesia memiliki banyak talenta istimewa.

“Ke depan jangan lagi lah, cukup untuk Piala Dunia saja,” tutup sosok yang kini melatih Muba Babel United itu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Timnas U-19 Sudah Dapat 40 Pemain Keturunan Indonesia

Timnas U-19 Sudah Dapat 40 Pemain Keturunan Indonesia 29

Football5Star.com, Indonesia – Timnas U-19 Indonesia sudah mendapatkan 40 pemain yang memiliki keturunan untuk direkrut masuk ke dalam skuat. Hanya saja memang, dari daftar tersebut sudah dikerucutkan menjadi beberapa nama saja yang dianggap pantas membela Merah Putih.

Seperti diketahui, sejauh ini sudah ada empat pemain keturunan yang memperkuat Timnas U-19. Mereka ialah Jack Brown, Elkan Baggott, Kelana Noah, hingga Luah Fynn Jeremy Mahesa. Mereka tampil apik sampai mencuri perhatian Shin Tae-yong saat melakoni pemusatan latihan di Kroasia beberapa waktu lalu.

Perburuan PSSI untuk mencari pemain keturunan di luar negeri buat Timnas U-19 Indonesia tak berhenti. Direktur Teknik (Dirtek) PSSI, Indra Sjafri, menyebut sudah ada 40 nama pemain keturunan untuk Timnas U-19 Indonesia.

Timnas U-19 Sudah Dapat 40 Pemain Keturunan Indonesia Indra Sjafri Jadikan Egy Maulana Contoh Pemain yang Bisa Adaptasi di Eropa Timnas U-19 Indonesia Batal Lawan Hajduk Split? Indra Sjafri Kenang Momen Bersama Luis Suarez di Barcelona Indra Sjafri Soal Invasi Pemain Muda Brasil: Tak Ada Kaitannya dengan PSSI

“Pemain itu yang diinformasikan oleh media, oleh netizen, oleh semua informasi lebih kurang 40 (pemain keturunan. Dari 40 ini kami verifikasi lewat cv dia, Jadi 30,” ungkap Indra Sjafri.

“Setelah itu kami masukkan ke legal. Mana yang paling memungkinkan memenuhi persyaratan FIFA dan UU no 12 (soal status kewarganegaraan Indonesia),” sambung Indra.

Tak sampai di situ, setelah para pemain keturunan ini melewati persyaratan FIFA dan undang-undang, masih ada beberapa tahapan lagi. Lalu, tersisa sembilan nama yang rencananya akan dijajal.

“Setelah itu kami lihat videonya, kami dapat 9. Dari itu kami sudah coba dua yang dari Jerman(Kelana dan Luah Mahesa). Yang tujuh lagi nanti akan tes. Makanya kemarin kita minta TC di Belanda, supaya cepat anak-anak itu bergabung,” pungkas Indra Sjafri.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Timnas U-19 Indonesia Akan Diinvasi Pemain Keturunan Belanda

Timnas U-19 Indonesia Akan Diinvasi Pemain Keturunan Belanda 33

Football5Star.com, Indonesia – Timnas U-19 Indonesia bakal diinvasi oleh para pemain keturunan Belanda yang akan segera hadir dalam skuat. Hal itu dikonfirmasi langsung oleh Direktur Teknik (Dirtek) PSSI, Indra Sjafri.

Seperti diketahui, saat ini Timnas U-19 memang terus mencari para pemain keturunan untuk ikut main di Piala Dunia U-20 2021. Sejauh ini sudah ada empat pemain blasteran yang sudah dijajal, yakni Elkan Baggott, Jack Brown, Kelana dan Luah Mahesa.

Nah, tampaknya perburuan skuat Garuda Muda untuk mencari pemain yang memiliki darah Indonesia di luar negeri. Indra Sjafri mengonfirmasi kalau nantinya akan banyak pemain keturunan dari Belanda yang akan dijajal Shin Tae-yong buat Timnas U-19 Indonesia.

Kelana Mahesa menambah jumlah pemain keturunan di timnas U-19 Indonesia.

“Pemain keturunannya paling banyak dari Belanda, dong. Kan kita dijajah Belanda dulu. Makanya kemarin kita minta TC di Belanda, supaya cepat anak-anak itu bergabung,” ungkap Indra Sjafri kepada awak media.

Tadinya, memang Timnas U-19 rencananya akan menggelar pemusatan latihan di Belanda. Mereka bermaksud untuk berlatih sekalian mencari para pemain keturunan yang berada di sana. Namun, rencana tersebut terpaksa batal karena Belanda sedang ketat untuk didatangi akibat kasus COVID-19 yang tengah menanjak di sana.

Saat ini ada dua negara yang sedang dijajaki PSSI untuk tempat berguru Timnas U-19 Indonesia, yakni Korea Selatan dan Spanyol. Namun memang, PSSI masih mempertimbangkan segalanya, dari mulai calon lawan hingga suhu. Sebab di Korsel kabarnya sedang dingin dengan suhu di bawah nol derajat.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Shin Tae-yong Ingin Pantau Pemain Keturunan Langsung di Korsel

Shin Tae-yong Ingin Pantau Pemain Keturunan Langsung di Korsel 37

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Timnas U-19 Indonesia, Shin Tae-yong, ingin memantau pemain keturunan secara langsung di Korea Selatan. Makanya, dia ingin ada pemain blasteran nantinya yang hadir saat Timnas U-19 ke sana.

Tampaknya memang, Timnas U-19 akan melanjutkan TC di luar negeri dengan negara tujuannya, Korsel. Sebab, kandidat negara lain, seperti Jepang, hingga Belanda batal akibat pandemi COVID-19 di masing-masing negara itu.

Nah dalam TC tersebut, diharapkan akan ada pemain keturunan Indonesia baru yang datang. Sebab nantinya, Shin Tae-yong ingin melihat dan memantaunya secara langsung seperti empat nama sebelumnya, yakni Elkan Baggot, Jack Brown, Kelana Mahesa, hingga Luah Fynn Mahesa.

Kelana Mahesa menambah jumlah pemain keturunan di timnas U-19 Indonesia.

“Kalau mereka mau ke Korsel, kami lagi proses sama mereka. Karena Shin Tae-yong juga ingin melihat secara langsung,” sebut Plt Sekjen PSSI, Yunus Nusi, saat dihubungi Football5Star.

Dalam waktu dekat, rencananya Timnas U-19 Indonesia akan kembali memulai TC secara langsung di Jakarta. Namun, dalam TC tersebut tampaknya belum ada pemain blasteran yang akan bergabung dalam skuat.

“Belum, rencananya waktu itu kalau jadi ke Belanda, kami suruh (pemain keturunan itu) ke Belanda. dilihat sama Shin Tae-yong,” tutup Yunus Nusi.

Dalam TC di Jakarta sendiri, Shin jua tak akan memimpin secara langsung Timnas U-19. Rencananya skuat Garuda Muda akan dinahkodai sementara oleh Nova Arianto dengan arahan langsung Shin secara virtual dari Korsel.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Lamaran PSSI Ditolak Pemain Keturunan Ini karena Lebih Pilih Belanda

Lamaran PSSI Ditolak Pemain Keturunan Ini karena Lebih Pilih Belanda 41

Football5Star.com, Indonesia – PSSI mengaku sempat ditolak saat melamar salah satu pemain keturunan di Belanda untuk Timnas U-19 Indonesia. Si pemain yang tak disebutkan namanya itu memilih untuk membela Timnas Belanda ketimbang Indonesia.

Seperti diketahui, sejauh ini sudah ada empat pemain keturunan yang memperkuat Timnas U-19. Mereka ialah Jack Brown, Elkan Baggott, Kelana Noah, hingga Luah Fynn Jeremy Mahesa. Mereka tampil apik sampai mencuri perhatian Shin Tae-yong saat melakoni pemusatan latihan di Kroasia beberapa waktu lalu.

Perburuan PSSI untuk mencari pemain keturunan Indonesia di luar negeri buat Timnas U-19 tak berhenti. Beberapa waktu lalu, Shin Tae-yong juga sempat menyebut kalau ada tujuh sampai sembilan pemain blasteran yang tengah dipantau oleh Timnas U-19 Indonesia.

PSSI gencar merekrut para pemain keturunan untuk timnas U-19 Indonesia yang akan berlaga di Piala Dunia U-20.

“Kalau ambil angka salah. Ini naik-turun (daftar calon pemain keturunan untuk Timnas U-19). Ada yang diinformasikan, jadi enggak lah (kalau soal angka 7 atau 9 pemain). Ada oke kita coba pendekatan. Nanti tiba-tiba enggak mau,” ungkap Plt Sekjen PSSI, Yunus Nusi, saat dihubungi awak media.

PSSI jelas tak mau gegabah. Apalagi, Yunus Nusi, membeberkan ada salah satu pemain keturunan yang ogah main untuk Timnas U-19 Indonesia. Si pemain yang tak disebutkan namanya itu memilih untuk berkostum Belanda.

“Kemarin juga ada satu pemain enggak mau sama sekali saat kita dekati. Karena dia mau diambil Timnas U-23 Belanda. Ya sudah. Jadi, kita enggak bisa bicara angka. Nanti beda-beda,” papar dia.

Per 13 November ini, Timnas U-19 akan menggelar TC secara langsung setelah beberapa hari belakangan via virtual. Tapi dalam TC kali ini memang belum ada daftar pemain keturunan Indonesia baru yang bergabung.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

PSSI Bujuk Orang Tua Calon Pemain Keturunan di Timnas U-19

PSSI Bujuk Orang Tua Calon Pemain Keturunan di Timnas U-19 45

Football5Star.com, Indonesia – PSSI saat ini masih menghubungi dan membujuk orang tua calon pemain keturunan di Timnas u-19 Indonesia. Tapi, dalam waktu dekat, calon pemain blasteran itu tampaknya belum bisa gabung dengan skuat.

Seperti diketahui, sejauh ini sudah ada empat pemain keturunan yang memperkuat Timnas U-19. Mereka ialah Jack Brown, Elkan Baggott, Kelana Noah, hingga Luah Fynn Jeremy Mahesa. Mereka tampil apik sampai mencuri perhatian Shin Tae-yong saat melakoni pemusatan latihan di Kroasia beberapa waktu lalu.

Dalam waktu dekat, rencananya Timnas U-19 Indonesia akan kembali memulai TC secara langsung di Jakarta. Namun, dalam TC tersebut tampaknya belum ada pemain blasteran yang akan bergabung dalam skuat.

PSSI gencar merekrut para pemain keturunan untuk timnas U-19 Indonesia yang akan berlaga di Piala Dunia U-20.

“Belum, rencananya waktu itu kalau jadi ke Belanda, kami suruh (pemain keturunan itu) ke Belanda. dilihat sama Shin Tae-yong,” ungkap Plt Sekjen PSSI, Yunus Nusi, saat dihubungi Football5Star.

Akan tetapi, Timnas U-19 batal melakoni TC di Belanda karena pandemi COVID-19. PSSI sendiri masih terus berkomunikasi dengan orang tua sang calon pemain.

“Karena Belanda enggak jadi, jadi ya belum. Masih proses komunikasi dengan orang tua dan anaknya,” papar dia.

Korea Selatan bakal menjadi opsi selanjutnya Timnas U-19 Indonesia. Andai jadi, maka nantinya pemain keturunan akan terbang ke sana.

“Kalau mereka mau ke Korsel, kami lagi proses sama mereka. Karena Shin Tae-yong juga ingin melihat secara langsung,” tutup Yunus Nusi.

Pemain Keturunan Indonesia di Belanda Akui Pantau Persija dan PSM

Pemain Keturunan Indonesia di Belanda Akui Pantau Persija dan PSM 48

Football5Star.com, Indonesia – Pemain keturunan Indonesia di Belanda, Ragnar Oratmangoen, mengaku sempat memantau Persija Jakarta dan PSM Makassar. Meski memang dia mengaku tak terlalu mengikuti perkembangan sepak bola di Indonesia.

Ragnar Oratmangoen saat ini membela klub Belanda, SC Cambuur. Total, dia sudah membela Cambuur dalam 31 pertandingan dengan mengemas lima gol serta empat assist.

Meski main di Belanda, tapi pemain keturunan Indonesia berusia 22 tahun itu jua memantau perkembangan sepak bola di tanah air. Dia mengaku sempat memantau laga Persija dan PSM Makassar beberapa waktu lalu. Oratmangoen merasa kalau atmosfer sepak bola di Indonesia cukup gegap gempita.

“Terus terang, saya tidak mengikuti perkembangan kompetisi Indonesia. Saya hanya sempat melihat cuplikan rekaman pertandingan Persija vs PSM di televisi Belanda,” ungkap Ragnar Oratmangoen dalam YouTube Yussa Nugraha.

“Ternyata atmosfer kompetisi Indonesia juga bagus. Saya melihat antusiasme suporter sangat tinggi. Hal itu baik buat sepak bola,” sambung Oratmangoen.

Pemain berposisi striker ini memiliki keturunan Indonesia dari sang ayah. Ayahnya berasal dari Tanimbar, Maluku. Tentu, Ragnar Oratmangoen sempat ditanya soal peluangnya memperkuat Timnas Indonesia di masa depan.

“Iya, ayah saya, tetapi dia lahir di sini, tetapi kakek dan nenekku lahir di Indonesia. Ya, aku pernah ditanya orang dan waktu itu aku juga bilang akan senang (memperkuat timnas Indonesia),” tutup Ragnar Oratmangoen.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

[KOLOM] Buru Pemain Keturunan, Indonesia Tiru Italia atau Irlandia?

Football5Star.com, Indonesia – Akhir bulan lalu, ada sebuah pernyataan menarik dari Shin Tae-yong, pelatih timnas Indonesia. Dia mengatakan sempat mengobservasi 30 pemain keturunan yang berkiprah di luar negeri untuk timnas U-19 yang diproyeksikan berlaga di Piala Dunia U-20 2021.

Dari jumlah itu, menurut Shin Tae-yong, ada 9 nama yang akhirnya masuk rekomendasi. Empat di antaranya bergabung pada pemusatan latihan di Kroasia. Mereka adalah Elkan Baggott, Jack Brown, Kelana Noah Mahesa, dan Luah Fynn Jeremy Mahesa. Publik sepak bola Indonesia kini tengah meraba-raba siapa kiranya lima nama lain yang ada di kantong sang pelatih.

Tak bisa dimungkiri, peran pemain keturunan di timnas U-19 Indonesia terbilang besar. Saat menjalani rangkaian uji tanding di Kroasia, kualitas Elkan Baggott terbukti membuat pertahanan lebih solid. Sementara itu, Jack Brown jadi salah satu mesin gol meskipun sempat tak dimainkan oleh Shin Tae-yong pada beberapa laga awal.

Kelana Mahesa menambah jumlah pemain keturunan di timnas U-19 Indonesia.
pssi.org

Perekrutan pemain keturunan untuk timnas U-19 tidak terlepas dari kebijakan Ketum PSSI Mochamad Iriawan alias Iwan Bule. Salah satunya terkait pemain naturalisasi. Dia sempat mengungkapkan tak akan lagi menaturalisasi pemain tua, tapi membuka kemungkinan untuk pemain muda. Kontroversi sempat muncul ketika sejumlah pemain muda Brasil merapat ke klub-klub Indonesia beberapa waktu lalu.

Langkah PSSI dan timnas Indonesia juga bukan sesuatu yang istimewa. Bertahun-tahun lalu, beberapa negara sudah melakukan itu. Memantau dan coba merekrut pemain keturunan di luar negeri adalah hal lumrah. Turki sampai menaruh scout khusus di Jerman. Makedonia Utara yang dihadapi David Maulana cs. pada bulan lalu juga pernah melakukan pendekatan kepada Dejan Kulusevski saat masih berumur 15 tahun.

Sesuai Statuta FIFA

Berbicara soal perekrutan pemain keturunan, kita tentu tak bisa mengabaikan keabsahan mereka. Mengenai hal ini, Direktur Teknik Indra Sjafri sempat mengungkapkan, pihaknya tak sembarangan. Nama-nama yang masuk rekomendasi akan ditelaah oleh bagian legal PSSI. “Apakah secara undang-undang itu oke atau secara statuta FIFA memungkinkan,” kata Indra.

Jack Brown, pemain keturunan Indonesia-Inggris yang lahir di Jakarta.
pssi.org

Sebelumnya, saat mengakui adanya kebijakan merekrut pemain keturunan untuk timnas U-19, dia memastikan para pemain tersebut harus sudah memiliki paspor Indonesia.

Memegang paspor negara bersangkutan memang jadi syarat mutlak dan mendasar bagi seorang pemain membela negara tertentu di pentas internasional. Selain itu, berlaku pula asas ius soli dan ius sanguinis. Seorang pemain bisa membela sebuah negara apabila lahir di negara tersebut atau memiliki garis keturunan dari negara tersebut. Hal itu jelas tertuang dalam Pasal 5 dan 6 Bab Eligibility to play for representative teams pada Statuta FIFA.

Artinya, dari kacamata FIFA, status Elkan Baggott dkk. sudah legal. Mereka punya orang tua yang berasal dari Indonesia. Bahkan, Jack Brown lahir di Jakarta meskipun lantas ikut orang tuanya untuk menetap di Inggris.

Status Pemain Keturunan di UU

Lalu, bagaimana status kewarganegaraan mereka menurut undang-undang? Untuk menjawabnya, kita perlu menengok UU No. 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan atau kerap disebut UU Kewarganegaraan. Secara khusus, kita harus menelaah aturan soal status kewarganegaraan anak dari hasil perkawinan WNI dengan WNA.

Pada Pasal 6 UU Kewarganegaraan dinyatakan, anak dari perkawinan campuran akan memiliki kewarganegaraan ganda. Status tersebut hanya berlaku sampai dengan umur anak 18 tahun. Setelah anak berusia 18 tahun atau sudah menikah, anak tersebut harus memilih salah satu kewarganegaraan, sebagai WNI atau WNA.

Meskipun demikian, dalam penerapannya, aturan ini memiliki kelonggaran. Seorang anak hasil perkawinan campuran antara WNI dan WNA memiliki waktu tambahan 3 tahun setelah berumur 18 tahun atau menikah untuk menyerahkan pernyataan secara tertulis. Bila tak mengajukan jadi WNI, dia otomatis jadi WNA.

Menilik hal itu, status Elkan Baggott, Jack Brown, dkk. terbilang aman dari sisi perundang-undangan yang berlaku. Andai Pasal 6 UU Kewarganegaraan berlaku saklek, tentu seharusnya mereka menempuh jalur naturalisasi biasa untuk jadi WNI andai tak memilih opsi itu saat berumur 18 tahun.

Pemain Keturunan Demi Piala Dunia U-20?

Luis Monti jadi salah satu oriundi yang membawa timnas Italia juara Piala Dunia 1934.
sportswallah.com

Pertanyaannya kemudian, apa sesungguhnya yang menjadi alasan perekrutan pemain keturunan ini ke timnas U-19? Apakah semata-mata demi meyukseskan event Piala Dunia U-20 2021 yang akan berlangsung di negeri ini?

Indra Sjafri tak menampik hal itu. “Kita punya target tinggi. Itu dibebankan pemerintah, PSSI,” urai Indra. “Oleh sebab itu lakukan terobosan-terobosan untuk bisa lebih baik. Apa itu? Mencari pemain keturunan yang sudah punya paspor Indonesia. Kenapa? Karena di dunia mana pun yang boleh ke timnas, hanya yang punya paspor Indonesia.”

Sebagai tuan rumah, Indonesia tentu ingin sukses. Awalnya, Garuda Muda dituntut masuk semifinal. Namun, atas arahan Presiden Joko Widodo, target itu diturunkan jadi menembus 16-besar. Lalu, Indonesia pun tentu ingin sukses dalam penyelenggaraan, terutama soal animo penonton. Nah, pemain keturunan bisa menjadi katalisatornya.

Andai demikian, Indonesia boleh dikatakan meniru jejak Italia hampir 9 dekade silam. Saat itu, demi juara Piala Dunia 1934, Benito Mussolini memerintahkan perekrutan pemain-pemain berdarah Italia yang ada di luar negeri, terutama di Argentina dan Brasil.

Hasilnya, Luis Monti, Raimundo Orsi, Enrique Guaita, dan Anfilogino Guarisi jadi jajaran oriundi di skuat Gli Azzurri asuhan Vittorio Posso. Patut dicatat, Monti adalah penggawa timnas Argentina saat kalah dari Uruguay pada final Piala Dunia 1930. Berbekal para oriundi itu, Gli Azzurri akhirnya juara.

Indonesia Kekurangan Talenta Muda?

Jika bukan itu, apakah Indonesia kekurangan talenta bagus untuk mengisi timnas? Bila iya, apakah kondisi saat ini sudah separah Irlandia era kepelatihan mendiang Jack Charlton yang mengekploitasi granny rules? Kala itu, Charlton terang-terangan angkat tangan bila diminta membawa Irlandia bicara di dunia dengan hanya mengandalkan talenta-talenta lokal.

“Jika Anda ingin saya bersaing dengan tim-tim terbaik dunia, saya harus punya pemain-pemain terbaik di dunia. Mereka tidak dapat saya temukan di sini, di Irlandia. Saya harus pergi ke Inggris untuk menemukannya, atau ke Skotkandia untuk mendapatkan kualitas yang akan membuat tim saya dapat bersaing dengan jajaran terbaik di dunia,” urai Charlton kala itu.

Ray Houghton jadi salah satu pemain Anglo-irish yang direkrut Jack Charlton ke timnas Irlandia.
thesun.ie

Bahkan, kakak kandung Sir Bobby Charlton itu melontarkan ancaman. “Sekarang, jika Anda tak mau melakukan itu, katakan kepada saya dan saya akan fokus di Liga Irlandia dan kita tak akan memenangkan apa pun. Beri saya kebebasan untuk meraih hasil terbaik,” kata dia dengan tegas.

Dari kebijakan Charlton itulah Irlandia lantas mendapatkan John Aldridge, Ray Houghton, Andy Townsend, Phil Babb, Mick McCarthy, dan Jason McAteer. Saat Irlandia menang 1-0 atas Inggris di Piala Eropa 1988, hanya ada tiga pemain asli. Mereka adalah Pat Bonner, Steve Staunton, dan Kevin Moran. Lalu, ketika mereka menang 1-0 atas Italia di Piala Dunia 1994 hanya Bonner, Staunton, Roy Keane, dan Dennis Irwin yang bukan Anglo-Irish.

Benahi Kompetisi Usia Muda

Terlepas dari hal itu, kita tentu berharap kebijakan merekrut pemain keturunan ke timnas U-19, juga kemungkinan untuk timnas senior, bukan langkah potong kompas. Sebaliknya, justru hal ini seharusnya makin membukakan mata kita tentang pentingnya perbaikan sepak bola usia muda di negeri ini.

Perekrutan pemain keturunan, diakui atau tidak, menunjukkan PSSI tak terlalu percaya terhadap talenta-talenta lokal. Entah itu karena memang tak ada yang benar-benar punya aura kebintangan atau mereka tak tertempa kompetisi ketat. Bagaimanapun, kita tak dapat memungkiri bahwa Baggott cs. lebih tertempa di negara mereka saat ini karena sistem yang lebih baik. Ada kompetisi usia muda yang baik di sana.

Hal ini pun sudah diingatkan oleh eks striker timnas Indonesia, Bambang Nurdiansyah. “Saya pikir (be)gini, karena mungkin Piala Dunia mungkin agar (Timnas U-19) main bagus. Tapi kalau selalu naturalisasi, keturunan, buat apa ada pembinaan?” kata dia.

Lebih lanjut, Banur menyinggung program pembinaan milik PSSI yang bisa rusak oleh perburuan pemain keturunan di luar negeri. “Okelah Piala Dunia sudah terlanjur, tapi sisi lain pembinaan harus ditingkatkan. Jangan sedikit-sedikit pemain naturalisasi. Buat apa elite pro? Buat apa pembinaan?” ujar dia lagi.

Kita selalu terbuka kepada para pemain keturunan untuk membela timnas Indonesia. Bagaimanapun, itu adalah hak mereka. Namun, kita tentu juga berharap perekrutan mereka bukan semata-mata dilakukan demi mengejar trofi atau malas membenahi sektor pembinaan pemain muda di negeri ini.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Pemain Keturunan Indonesia Selalu Mengesankan di Crystal Palace

Pemain Keturunan Indonesia Selalu Mengesankan di Crystal Palace 58

Football5Star.com, Indonesia – Pemain keturunan Indonesia, Jairo Riedewald, selalu tampil mengesankan bersama Crystal Palace musim ini. Bahkan dia beberapa kali mendapatkan pujian dari manajer Crystal Palace, Rod Hodgson.

Pemain berusia 24 tahun itu memang menjadi salah satu sosok penting bersama Palace sejak didatangkan dari Ajax 2017 silam. Musim ini saja, pemain berposisi gelandang itu sudah mengemas satu gol dalam lima kali penampilan. Golnya dilesakkan saat membawa Palace menang 2-1 di markas Fulham, 24 Oktober lalu.

Situs penyedia data statistik, Whoscored mencatat kalau Jairo Riedewald masuk ke dalam 10 pemain paling berpengaruh di Crystal Palace musim ini. Dia menempati posisi kesembilan dengan meraih rating 6.63, lebih baik dari pemain pinjaman Chelsea, Michy Batshuayi 6.54.

Saat Palace takluk 0-2 dari Wolverhampton Wanderers, pemain keturunan Indonesia ini jua tampil baik. Dia melakukan empat tekel, satu intersep, satu blok tembakan, dan satu umpan kunci. Bahkan Whoscored mencatat kalau Riedewald melakukan 91.7 persen akurasi umpan dalam laga itu.

jairo riedewald pemain keturunan Indonesia Crystal Palace Aaron Wan-Bissaka Manchester United - standardcouk

Football London bahkan memberinya penilaian 7 karena mampu melakukan beberapa umpan bagus, terutama babak kedua. “Secara keseluruhan, kami menjaga kontrol dengan baik dan dalam penguasaan bola kami sabar. Ketika kami memiliki kesempatan untuk mencetak gol atau menjadi berbahaya, kami sangat berbahaya. Saya pikir secara keseluruhan itu adalah penampilan yang bagus untuk tim,” kata Jairo Riedewald usai laga.

Pernah Dipuji Roy Hodgson

Penampilan apiknya bersama Palace pernah mendapatkan pujian dari Roy Hodgson. Persaingan ketat di lini tengah membuat Hodgson mengubah posisinya dari gelandang ke bek kiri. Adaptasinya sangat baik.

“Kami tak pernah tak berkesan dengan Jairo Riedewald dalam dua tahun terakhir. Sebelumnya, dia bersaing di lini tengah. Tapi kami punya komposisi terkuat. Sekarang dia di bek kiri dan menunjukkan skill baik. Kami harap bisa mengembangkannya,” kata Roy Hodgson.

Pemain ini memiliki tiga keturunan sekaligus, yakni Indonesia, Suriname, dan Belanda. Darah Indonesianya mengalir berkat sang nenek yang berasal dari Maluku. Beberapa tahun lalu, ketika Ajax ke Indonesia dia sempat bersua dengan pria yang merupakan sepupu Riedewald, yakni Ronny Markus.

“Dia cucu saya yang baik. Saya harap Jairo (Riedewald) akan menjadi pemain sepak bola yang bagus seperti Ruud Gullit atau Marco van Basten,” kata Ronny dalam Ajax TV.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Tak Masalah Ada Pemain Keturunan di Timnas U-19, Asal Berkualitas

Tak Masalah Ada Pemain Keturunan di Timnas U-19, Asal Berkualitas 62

Football5Star.com, Indonesia – Kehadiran pemain keturunan di Timnas U-19 Indonesia sama sekali tak dimasalahkan oleh Bagas Kaffa. Bagas menyebut kalau kedatangan pemain blasteran itu akan sangat baik, tapi harus yang berkualitas.

Sejauh ini memang sudah ada empat pemain berdarah Indonesia yang memperkuat Timnas U-19. Mereka ialah Jack Brown, Elkan Baggott, Kelana Noah, hingga Luah Fynn Jeremy Mahesa. Mereka tampil apik sampai mencuri perhatian Shin Tae-yong.

Pelatih asal Korea Selatan itu jua mengaku tak berhenti mencari pemain keturunan. Hal itu jelas bisa membuat pemain lokal tersingkirkan dalam skuat Timnas U-19. Namun, Bagas Kaffa punya pendapat lain.

Tak Masalah Ada Pemain Keturunan di Timnas U-19, Asal Berkualitas Begini Kondisi Supriadi dan Bagas Kaffa Usai Dicederai Pemain Dugopolje Bagas Kaffa: Ini Pelajaran yang Tak Biasa! Football5Star.com, Indonesia - Pemain Timnas U-19 Indonesia, Bagas Kaffa, mengaku mendapatkan pelajaran tak biasa selama di Kroasia bersama Shin Tae-yong. Dia menyebut kalau dengan menghadapi tim-tim besar, sangat penting buat pengalaman bertanding rekan-rekannya. Seperti diketahui, sudah sejak awal September lalu pasukan Garuda Muda menggelar pemusatan di Kroasia. Mereka jua sudah menjalani sebuah turnamen meski hasilnya kurang memuaskan. Mereka takluk 0-3 dari Bulgaria, lalu dihantam 1-7 oleh Kroasia, terakhir ditahan imbang 3-3 Arab Saudi. Meski demikian, perlahan tapi pasti memang terlihat perkembangan pasukan Shin Tae-yong. Hal itulah yang disuarakan oleh Bagas Kaffa. "Jujur, menghadapi lawan-lawan tersebut menjadi pengalaman baru yang tidak bisa saya lupakan selama bertanding di sini. Ini jadi pelajaran tak biasa, yang belum pernah saya dapat sebelumnya. Tapi, saya memetik banyak ilmu," kata Bagas Kaffa. "Mereka punya tim yang kuat dengan postur para pemainnya di atas rata-rata. Tapi, intinya kami banyak belajar di sini," sambung dia. Usai mengikuti International U-19 Friendly Tournament 2020, timnas U-19 kembali kembali akan melakukan pertandingan laga uji coba di Kroasia. Ada tiga lawan yang akan dihadapi, yakni Qatar, Bosnia dan Herzegovina, serta Dinamo Zagreb. "Selama sampai di sini saya tidak menemukan kendala yang berarti. Saya lihat teman-teman juga merasakan hal yang seperti itu. Jadi, sekarang nikmati saja proses yang ada setiap harinya," tutup Bagas Kaffa. Golnya Bikin Kiper Kroasia Cuma Melongo, Ini Kata Bagas Kaffa

“Saya tidak masalah ada pemain keturunan di timnas U-19 Indonesia. Tetapi yang paling penting menurut saya pemain keturunan itu harus memiliki kualitas yang bagus,” kata Bagas Kaffa kepada wartawan.

Menurut jebolan Garuda Select itu, pemain blasteran justru menurutnya memberikan tambahan motivasi buat penggawa Indonesia. “Jadi mereka bisa membantu tim dalam setiap pertandingan dengan bagus,” sambung dia.

Rapor pemain blasteran yang sudah dijajal Shin Tae-yong sendiri cukup baik, terutama Jack Brown dan Elkan Baggott. Jack bahkan sukses mencetak tiga gol selama di Kroasia. Sedang Baggott membuat pertahanan Indonesia kokoh. Lalu duo Mahesa juga sudah debut meski baru beberapa hari bergabung.

“Kalau dua pemain baru yang datang menurut saya mereka bagus tapi mungkin kurang beradaptasi saja dengan pemain lainnya,” papar dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Pemain Timnas U-19 Justru Terlecut oleh Kehadiran Pemain Keturunan

Pemain Timnas U-19 Justru Terlecut oleh Kehadiran Pemain Keturunan 66

Football5Star.com, Indonesia – Pemain Timnas U-19 Indonesia, David Maulana, malah justru terlecut dengan hadirnya penggawa keturunan. Dia justru ingin membuktikan kualitasnya tak kalah dengan pemain keturunan.

Sejauh ini memang sudah ada empat pemain keturunan yang memperkuat Timnas U-19. Mereka ialah Jack Brown, Elkan Baggott, Kelana Noah, hingga Luah Fynn Jeremy Mahesa. Mereka tampil apik sampai mencuri perhatian Shin Tae-yong.

Pelatih asal Korea Selatan itu jua mengaku tak berhenti mencari pemain keturunan. Hal itu jelas bisa membuat pemain lokal tersingkirkan dalam skuat Timnas U-19. Namun, David Maulana justru menyatakan hal sebaliknya.

Pemain Timnas U-19 Justru Terlecut Hadirnya Keturunan

“Soal pemain keturunan, ini bagus. Bagus buat saya dan teman-teman. Teman-teman pasti tidak mau kalah. Ini bagus buat tim sama-sama ingin menunjukkan yang terbaik,” ungkap David Maulana kepada wartawan di Jakarta.

David Maulana mengaku tak gentar bersaing dengan siapapun demi mengunci posisi inti di Timnas U-19 Indonesia. Tapi, menurutnya persaingan itu harus berjalan secara sportif.

“Tapi, dengan cara persaingan yang sportif. Karena hadirnya pemain keturunan ini juga bagus untuk perkembangan tim,” tutup dia.

Rapor pemain keturunan yang sudah dijajal Shin Tae-yong sendiri cukup baik, terutama Jack Brown dan Elkan Baggott. Jack bahkan sukses mencetak tiga gol selama di Kroasia. Sedang Baggott membuat pertahanan Indonesia kokoh.

Shin Tae-yong sendiri mengaku akan terus mencari pemain blasteran. Tercatat ada 30 nama pemain keturunan yang sudah dipantau untuk Timnas U-19 Indonesia. Shin Tae-yong lantas melakukan sejumlah seleksi, mulai dilihat dari CV sampai memantau video permainannya. Kini daftar itu sudah menyusut menjadi sembilan pemain.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Shin Tae-yong: Belum Tentu Pemain Keturunan Mau Bela Indonesia

Shin Tae-yong: Belum Tentu Pemain Keturunan Mau Bela Indonesia 70

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Shin Tae-yong mengaku kalau pemain keturunan belum tentu mau membela Timnas U-19 Indonesia. Tapi, dia akan tetap melakukan pemantauan beberapa nama blasteran Indonesia yang berada di Eropa.

Sejauh ini memang sudah ada empat pemain keturunan yang memperkuat Timnas U-19. Mereka ialah Jack Brown, Elkan Baggott, Kelana Noah, hingga Luah Fynn Jeremy Mahesa. Mereka tampil apik sampai mencuri perhatian Shin Tae-yong.

Rapor pemain keturunan yang sudah dijajal sang nahkoda sendiri cukup baik, terutama Jack Brown dan Elkan Baggott. Jack bahkan sukses mencetak tiga gol selama di Kroasia. Sedang Baggott membuat pertahanan Indonesia kokoh.

Jack Brown

Semenjak debut malawan Makedonia Utara, dia membuat Timnas u-19 Indonesia hanya kejebolan satu gol saja dari tiga laga. Shin sendiri masih mencari pemain keturunan Indonesia.

“Kami terus mencari pemain keturunan untuk semua posisi. Jadi walaupun mencari pemain keturunan, mereka belum tentu mau jadi pemain Indonesia,” kata Shin Tae-yong di Jakarta usai kembali dari Kroasia, Selasa (27/10/2020) malam WIB.

Tercatat ada 30 nama pemain blasteran yang sudah dipantau. Shin lantas melakukan sejumlah seleksi, mulai dilihat dari CV sampai memantau video permainannya. Kini daftar itu sudah menyusut menjadi sembilan pemain.

“Sebenarnya ada 9 pemain, sudah dibicarakan ke PSSI. Dari 9 pemain, 2 pemain sudah dicek di Kroasia (Kelana dan Luah Mahesa). Sisanya akan dicoba tapi belum ada jadwal yang jelas TC akan ke mana,” tutup Shin Tae-yong.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Shin Tae-yong Beberkan Calon Pemain Keturunan Timnas U-19, Siapa Saja?

Shin Tae-yong Beberkan Calon Pemain Keturunan Timnas U-19, Siapa Saja? 74

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Timnas U-19 Indonesia, Shin Tae-yong, mulai membeberkan sosok calon pemain keturunan yang akan direkrut. Dia menyebut kalau mencari hampir di semua posisi buat Timnas U-19.

Sejauh ini memang sudah ada empat pemain keturunan yang memperkuat Timnas U-19. Mereka ialah Jack Brown, Elkan Baggott, Kelana Noah, hingga Luah Fynn Jeremy Mahesa. Mereka tampil apik sampai mencuri perhatian Shin Tae-yong.

Pelatih asal Korea Selatan itu jua mengaku tak berhenti mencari pemain keturunan. Dia pun membeberkan syarat-syarat buat pemain keturunan Indonesia main di Timnas U-19.

Shin Tae-yong Beberkan Calon Pemain Keturunan Timnas U-19, Siapa Saja? Elkan Baggott Timnas U-19 Indonesia - pssi

“Untuk syarat mencari pemain keturunan, ada darah Indonesia. Posisi mana yang dicari, posisi tidak bisa disebut. Tetapi jujur yang dicari untuk semua posisi,” ungkap Shin Tae-yong kepada wartawan usai tiba di Jakarta, Selasa (27/10/2020) malam.

“Jadi walaupun mencari pemain keturunan, mereka belum tentu mau. Jadi saya minta maaf tidak bisa menjelaskan lebih detail mengenai pemain keturunan,” sambung dia.

Rapor pemain keturunan yang sudah dijajal Shin Tae-yong sendiri cukup baik, terutama Jack Brown dan Elkan Baggott. Jack bahkan sukses mencetak tiga gol selama di Kroasia. Sedang Baggott membuat pertahanan Indonesia kokoh.

Semenjak debut malawan Makedonia Utara, dia membuat Timnas u-19 Indonesia hanya kejebolan satu gol saja dari tiga laga. Belum lagi Kelana Noah dan Luah Fynn Jeremey Mahesa yang jua sudah dijajal.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

PSSI Buka Peluang Pemain Naturalisasi buat Timnas U-19

PSSI Buka Peluang Pemain Naturalisasi buat Timnas U-19 78

Football5Star.com, Indonesia – Ketum PSSI, Mochamad Iriawan, membuka peluang untuk pemain naturalisasi buat Timnas U-19 Indonesia. Tapi, dia menyebut kalau semua itu merupakan kewenangan pelatih Shin Tae-yong.

Seperti diketahui, selain pemain keturunan, PSSI juga sempat menyebut sebelumnya kalau bisa saja menaturalisasi penggawa-penggawa muda dari negara lain. Hal itu jelas demi membuat Timnas U-19 tampil sesuai ekspektasi saat berlaga di Piala Dunia U-20 2021 mendatang.

Akan tetapi, Mochamad Iriawan sendiri menyerahkan sepenuhnya kepada Shin Tae-yong soal pemain termasuk naturalisasi buat Timnas U-19. Dia sama sekali tak ikut campur dalam setiap pemilihan pemain.

Ketum PSSI Mochamad Iriawan & Direktur Teknik Indra Sjafri - indra eka

“Kembali, kemungkinan itu ada. Tapi saya tidak ikut campur itu. Itu diserahkan ke Shin Tae-yong dan dirtek. Sehari saya selalu dua kali komunikasi. Kalau kurang jelas saya telepon ketika di Kroasia,” kata Iriawan kepada wartawan.

“Bahkan saya minta video. Kadang video call untuk memberikan semangat kepada anak-anak. Alhamdulillah anak-anak mulai kelihatan kerja sama, komunikasi terbangun. Butuh waktu sebulan. Mereka percaya diri bertempur melawan tim kuat,” sambung Iriawan.

Shin Tae-yong sendiri sebelumnya mengaku sudah mengerucutkan sembilan pemain keturunan buat Timnas U-19 Indonesia. Tapi kalaupun nanti ada peluang pemain naturalisasi, PSSI jelas menyerahkannya kepada sang pelatih.

“Naturalisasi bisa saja jika diminta pelatih. Sekali lagi, saya sampaikan, silakan pemain di-hire Anda. Saya tidak bisa intervensi pemain,” tutup Iriawan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Pemain Keturunan Bukan Ancaman, Penggawa Timnas U-19 Harus Berani Bersaing

Pemain Keturunan Bukan Ancaman, Penggawa Timnas U-19 Harus Berani Bersaing 82

Football5Star.com, Indonesia – Hadirnya pemain keturunan di Timnas U-19 Indonesia jangan bikin penggawa lokal justru ciut nyali. Legenda Timnas Indonesia, Bambang Nurdiansyah, menyebut kedatangan pemain blasteran itu harusnya dijadikan pemantik semangat penggawa lokal untuk bisa bersaing.

Sejauh ini memang sudah ada empat pemain keturunan yang memperkuat Timnas U-19. Mereka ialah Jack Brown, Elkan Baggott, Kelana Noah, hingga Luah Fynn Jeremy Mahesa. Mereka tampil apik sampai mencuri perhatian Shin Tae-yong, bahkan Jack Brown sukses menyarangkan tiga gol di Kroasia.

Pelatih asal Korea Selatan itu jua mengaku tak berhenti mencari pemain keturunan. Hal itu jelas bisa membuat pemain lokal tersingkirkan. Tapi, Bambang Nurdiansyah berpendapat lain. Menurutnya, ini harusnya dijadikan pelecut buatpara pemain muda Indonesia untuk mengukur kualitasnya.

Pemain Keturunan Bukan Ancaman, Penggawa Timnas U-19 Harus Berani Bersaing Catat! Syarat Ketat Shin Tae-yong untuk Pemain Keturunan Indonesia Kelana dan Luah Mahesa Butuh Waktu untuk Unjuk Gigi di Timnas U-19

“Saya pikir bukan ancaman, silakan mereka bersaing. Mereka (pemain Timnas U-19) ini kan masih mudah. Harus sudah terbiasa bersaing,” ungkap Bambang Nurdiansyah kepada Football5Star.

Kondisi ini, kata dia, bisa menciptakan persaingan yang sehat dalam skuat Timnas U-19. Penggawa asli Indonesia, menurutnya, tak boleh takut hanya karena Timnas U-19 mendatangkan pemain keturunan. Dia juga yakin kalau Shin Tae-yong pasti memilih pemain dari kualitas, bukan statusnya.

“Mereka harus menunjukkan dengan prestasi. Kalau mau jadi starter, pemain Timnas U-19 yang semua harus menunjukkan kalau kalian pantas,” pungkas peraih empat gelar top skorer di era Galatama itu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Bakal Ada Beberapa Pemain Keturunan Gabung Timnas U-19 Indonesia

Bakal Ada Beberapa Pemain Keturunan Gabung Timnas U-19 Indonesia 87

Football5Star.com, Indonesia – Bakal ada beberapa pemain keturunan Indonesia yang bergabung dengan Timnas U-19. Nantinya mereka mungkin bakal datang dalam pemusatan latihan (TC) Timnas U-19 di Prancis, Desember mendatang.

Shin Tae-yong memang mengakui kalau sampai saat ini masih memburu sejumlah pemain keturunan lagi. Meski, dia sudah menjajal empat pemain blasteran, yakni Jack Brown, Elkan Baggott, Kelana Noah, hingga Luah Fynn Jeremy Mahesa.

Dalam TC di Prancis Desember mendatang, Shin sendiri mengaku akan menjajal beberapa nama lagi. Hanya saja sebelum memanggil pemain blasteran, dia akan melakukan pengamatan terlebih dahulu.

Timnas U-19 Indonesia diharapkan Shin Tae-yong bermain dengan lebih terorganisasi lagi.

“Pada TC selanjutnya mungkin saja kami mendatangkan pemain keturunan sambil melihat perkembangan,” ungkap Shin Tae-yong dalam laman resmi PSSI.

Sebenarnya, masih ada beberapa nama pemain blasteran Indonesia yang bisa saja dipanggil ke Timnas U-19. Dari mulai Jay Idzes, Joseph Simatupang Ferguson, Gyani Joao Manuel, hingga Jim Croque.

Apalagi, nama-nama tersebut sebelumnya sudah mengaku berminat membela Indonesia andai dapat undangan dari PSSI. Gyani Joao Manuel contohnya. Pemain yang kini membela FC Volendam itu mengaku siap saja membela Timnas U-19 Indonesia menuju Piala Dunia U-20 2021.

Bakal Ada Beberapa Pemain Keturunan Gabung Timnas U-19 Indonesia Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Pemain Keturunan Indonesia yang Bisa Dipanggil Shin Tae-yong Gyani Joao Manuel, Pemain Keturunan Indonesia yang Idolai Irfan Bachdim

“Saya tentu senang kalau mendapat panggilan Timnas U-19. Apalagi bisa bermain di Piala Dunia U-20 2021. Mama tentu mendukung,” kata Gyani Joao Manuel dalam YouTube Yussa Nugraha beberapa waktu lalu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Catat! Syarat Ketat Shin Tae-yong untuk Pemain Keturunan Indonesia

Catat! Syarat Ketat Shin Tae-yong untuk Pemain Keturunan Indonesia 91

Football5Star.com, Indonesia – Shin Tae-yong tak menampik tengah mencari pemain keturunan Indonesia lagi, tapi dengan syarat ketat. Dia tak akan asal comot tanpa tahu latar belakang sang pemain yang akan diajaknya ke Timnas U-19 Indonesia.

Sebenarnya, Shin Tae-yong sudah memanggil empat pemain keturunan ke Timnas U-19 Indonesia. Setelah Elkan Baggott dan Jack Brown, dia baru saja memanggil pemain blasteran Jerman-Indonesia, Kelana Noah Mahesa dan Luah Fynn Jeremy Mahessa.

Bahkan, Kelana Noah dan Luah Fynn Mahessa sudah langsung diturunkan oleh sang nahkoda saat Timnas U-19 menang empat gol tanpa balas atas Hajduk Splitt. Shin Tae-yong mengaku perburuan terhadap pemain keturunan Indonesia tak cukup sampai di duo Mahesa.

Catat! Syarat Ketat Shin Tae-yong untuk Pemain Keturunan Indonesia Kelana dan Luah Mahesa Butuh Waktu untuk Unjuk Gigi di Timnas U-19

“Dalam pencarian pemain keturunan kami dibantu PSSI, tim pelatih dan ofisial timnas U-19. Kami sudah mempunyai data beberapa nama pemain dan sudah melakukan pembicaraan ke sejumlah pemain keturunan,” ungkap Shin Tae-yong dalam laman resmi PSSI.

Sebenarnya, masih ada beberapa nama pemain blasteran Indonesia yang bisa saja dipanggil ke Timnas U-19. Dari mulai Jay Idzes, Joseph Simatupang Ferguson, Gyani Joao Manuel, hingga Jim Croque.

“Pemain kami lihat dari curriculum vitae (CV), administrasi, analisa video. Baru setelah itu kami datangkan saat menjalani pemusatan latihan (TC) untuk melihat kualitasnya secara langsung. Pada TC selanjutnya mungkin saja kami mendatangkan pemain keturunan sambil melihat perkembangan,” tutup Shin Tae-yong.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Jajal 4 Pemain Keturunan Indonesia, Shin Tae-yong Terus Berburu

Jajal 4 Pemain Keturunan Indonesia, Shin Tae-yong Terus Berburu 96

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Timnas U-19 Indonesia, Shin Tae-yong, mengaku akan terus berburu pemain keturunan untuk masuk ke dalam skuatnya. Dia masih mencari tahu beberapa pemain lain yang kemungkinan bakal mentas dalam Piala Asia U-19 dan Piala Dunia U-20 2021.

Sebenarnya, Shin Tae-yong sudah memanggil empat pemain keturunan. Setelah Elkan Baggott dan Jack Brown, dia baru saja memanggil pemain blasteran Jerman-Indonesia, Kelana Noah Mahesa dan Luah Fynn Jeremy Mahessa.

Bahkan, Kelana Noah dan Luah Fynn Mahessa sudah langsung diturunkan oleh sang nahkoda saat Timnas U-19 menang empat gol tanpa balas atas Hajduk Splitt. Dia mengaku memang ingin melihat kualitas Kelana dan Luah.

Timnas U-19 Indonesia vs Hajduk Split - pssi

“Saya ingin melihat langsung kualitas mereka. Pertimbangan mendatangkan dua pemain ini ke Kroasia karena jarak dari tempat mereka (Jerman) tidak terlalu jauh ke sini,” kata Shin Tae-yong dalam laman resmi PSSI.

Bahkan, pelatih asal Korea Selatan itu mengaku tak berhenti memanggil pemain blasteran setelah Mahessa bersaudara. Dia mengaku sudah memantau beberapa nama yang mungkin akan dipanggil dalam pemusatan latihan Timnas U-19 selanjutnya.

Timnas U-19 Indonesia diharapkan Shin Tae-yong bermain dengan lebih terorganisasi lagi.

“Ada sejumlah pemain keturunan yang saya ingin lihat langsung kemampuannya, namun baru dua pemain ini yang bisa ke Kroasia. Mungkin saja kami akan panggil saat pemusatan latihan (TC) selanjutnya sambil menunggu perkembangan,” tutup Shin.

Beberapa pemain keturunan memang sangat berandil buat Timnas U-19. Elkan Baggott sangat tangguh di lini belakang, sedang Jack Brown kini sudah mengemas tiga gol buat Garuda Muda.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Pemain Keturunan Indonesia yang Bisa Dipanggil Shin Tae-yong

Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Pemain Keturunan Indonesia yang Bisa Dipanggil Shin Tae-yong 102

Football5Star.com, Indonesia – Shin Tae-yong sudah mencoba dua pemain keturunan untuk masuk ke Timnas U-19 Indonesia. Namun, dia tak menutup kemungkinan untuk kembali memanggil beberapa nama blasteran ke dalam skuatnya.

Sejauh ini baru Jack Brown dan Elkan Baggott yang dijajal pelatih asal Korea Selatan itu di Timnas U-19. Jack Brown bahkan masih bertahan sampai kini dan ikut dalam pemusatan latihan di Kroasia bersama pemain lain. Sedang Elkan Baggott tampaknya akan menyusul karena masih menunggu jawaban dari Ipswich Town.

Ketimbang naturalisasi, Shin Tae-yong bisa mencoba lima pemain keturunan Indonesia lainnya di Timnas U-19. Berikut nama-nama yang bisa saja dijajal sang pelatih versi Football5Star.com:

Jay Idzes

Saat ini, Jay Idzes sendiri tengah bermain di klub Belanda, Go Ahead Eagles. Dia bermain untuk klub kasta kedua Belanda itu dan mendapatkan kontrak selama tiga musim ke depan.

Pemain Keturunan Indonesia di Eropa, Jay Idzes Tertarik Gabung Persija

Jay Idzes sebagai pemain keturunan Indonesia tentu bisa saja memperkuat Timnas. Tapi dia menyebut untuk saat ini belum kepikiran untuk mentas bersama Timnas Indonesia karena itu harus dipikirkan secara masak-masak.

“Aku belum berani mengatakannya, kalau itu terjadi itu akan jadi keputusan yang sulit. Karena aku juga tidak tahu apakah aku juga harus punya paspor Indonesia,” papar Jay.

Joseph Simatupang Ferguson

Joseph Simatupang Ferguson musim lalu berhasil memainkan enam pertandingan di Premier League U-18 bersama Blackburn Rovers. Dia tercatat telah menciptakan satu assist.

Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Pemain Keturunan Indonesia yang Bisa Dipanggil Shin Tae-yong Joseph Simatupang Ferguson: Jadi Hal Hebat Bila Main di Timnas Indonesia pemain keturunan Indonesia

Dia memiliki darah Indonesia dari sang ibu yang keturunan Batak tapi dibesarkan di Pontianak. Bahkan, tiap dua tahun sekali pemain yang berposisi sebagai bek kanan itu selalu menyempatkan pulang kampung.

Gyani Joao Manuel

Gyani Joao Manuel memang memiliki darah Indonesia dari kakek dan nenek sang ibu. Kakek dan neneknya pindah dari Surabaya ke Belanda usai Perang Dunia kedua dahulu kala.

Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Pemain Keturunan Indonesia yang Bisa Dipanggil Shin Tae-yong Gyani Joao Manuel, Pemain Keturunan Indonesia yang Idolai Irfan Bachdim

Nama Gyani sendiri disebut-sebut jua masuk dalam pantauan Shin Tae-yong untuk Timnas U-19 Indonesia. Dia jelas akan sangat senang bila nantinya ada tawaran memperkuat Indonesia di Piala Dunia U-20 2021.

“Saya tentu senang kalau mendapat panggilan timnas U-19. Apalagi bisa bermain di Piala Dunia U-20 tahun depan. Mama tentu mendukung,” papar Gyani Joao Manuel.

Jim Croque

Tak seperti pemain lain, Jim Croque, berposisi sebagai striker. Dia saat ini bermain untuk Vitesse U-17. Dia memiliki garis Indonesia dari sang ayah yang merupakan keturunan Jawa.

https://www.instagram.com/p/CCh7NLzh2zQ/

Meski memang, saat diwawancarai salah satu media, Croque masih belum bisa menjawab apakah akan menerima atau tidak bila tawaran Shin Tae-yong datang. Dia mengaku hanya ingin fokus dengan kariernya.

Tristan Gooijer

Pemain keturunan Indonesia lain yang bisa dipanggil Shin Tae-yong ialah Tristan Gooijer. Dia kini memperkuat salah satu klub besar Belanda, AFC Ajax sejak U-14 dan kini naik ke tim U-17.

Gooijer dikutip dari Transfermarkt, bisa memainkan beberapa posisi di lini tengah, dan bek sayap kanan. Dia bahkan sempat mencuroi perhatian saat mencetak gol ke gawang FC Utrecht U-14, Februari 2018. Golnya itu terpilih sebagai gol terbaik di akademi Ajax.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Pemain Keturunan Indonesia Resmi Diperkenalkan Klub Spanyol

Pemain Keturunan Indonesia Resmi Diperkenalkan Klub Spanyol 105

Football5Star.com, Indonesia – Pemain keturunan Indonesia, Darren Sidoel, resmi diperkenalkan salah satu klub Spanyol, Cordoba CF. Dia mendapatkan durasi kontrak selama semusim, dengan opsi perpanjangan bila tampil memuaskan.

Musim lalu, Darren Sidoel baru saja memperkuat klub Bulgaira, Arda Kardzhali. Di sana, pemain keturunan Indonesia berposisi bek itu jadi salah satu andalan tim dengan turun sebanyak 15 laga atau 984 menit.

Kali ini, bek jebolan akademi Ajax itu resmi diperkenalkan oleh Cordoba CF. Tim yang bermain di Segunda B itu resmi memperkenalkan Darren Sidoel melalui akun Instagram resminya.

“Córdoba CF telah mencapai kesepakatan dengan pemain Darren Sidoel (@darren.sidoel) untuk kedatangannya dengan tim utama Cordoba. Dia menandatangani kontrakhingga akhir musim, dengan satu tahun lagi opsional,” tulis Cordoba CF.

https://www.instagram.com/p/CCvTbs2KHlO/?utm_source=ig_web_copy_link

Klub Spanyol itu jua menjelaskan kalau Darren Sidoel merupakan lulusan akademi Ajax. Dia gambarkan memiliki visi yang bagus dan kemampuan bertahan istimewa.

“Dia pemain serbabisa dan memiliki kualitas teknis yang hebat. Dia jua bisa bermain sebagai gelandang. Dia sesekali main sebagai bek kanan dan berpartisipasi dalam semua kompetisi U-18 di Belandang,” sambung mereka.

Pemain keturunan Indonesia itu memang memperkuat Ajax sejak U-16, U-19, hingga U-21. Penampilan terbaiknya saat dia membela Ajax U-19 dengan mencetak dua gol dari 24 laga, sebelum akhirnya direkrut Reading dan kini didatangkan Cordoba CF.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Pemain Keturunan Indonesia Ini Diprediksi Marc Overmars Jadi Bintang

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5Star.com – Pemain keturunan Indonesia, Pascal Struijk, sempat diprediksi oleh Marc Overmars menjadi pemain bintang masa depan. Sayang, dia sempat gagal menggapai mimpi itu meski saat ini masih bermain di Eropa untuk Leeds United.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pascal Struijk, merupakan pemain keturunan Indonesia usai mengaku memiliki darah tanah air dari kakek serta neneknya. Cuma memang, dia belum memikirkan untuk membela Timnas Indonesia. Prioritasnya di Belanda.

Pada 2016 lalu, legenda Arsenal, Marc Overmars, sempat memprediksinya jadi pemain besar. Saat itu, Struijk masih membela Jong Ajax dipercaya Overmars bakal menembus skuat utama di tim senior.

“Ternyata kenyataannya berbeda. Pada musim kedua, saya sudah lebih baik. Kesadaran diri dan kesombongan saya lebih berkembang saat itu. Saya sudah berusaha keras sayangnya sudah terlambat,” ungkap Struijk dikutip media Belanda, Kbe.

Pemain Keturunan Indonesia Ini, Pascal Struijk Diprediksi Marc Overmars Jadi Bintang
The72.co.uk

“Saya tidak berani mengatakan bahwa saya telah berhasil di Ajax, tetapi saya memiliki potensi untuk berakhir di sepak bola profesional melalui rute yang berbeda,” sambung dia.

Pascal Struijk pindah dari Ajax U-19 ke Leeds United U-23 pada Januari 2018 silam. Bersama Ajax, dia menjalani 21 pertandingan dengan mengemas dua gol dan satu assist, catatan apik untuk seorang bek tengah.

“Entah bagaimana saya menyesal bahwa saya tidak pernah bermain sepak bola di Eredivisie. Tapi inilah jalan saya sekarang,” pungkas pemain keturunan Indonesia yang lahir di Belgia itu.

Jejak Riki dan Riku Matsuda, Si Kembar Keturunan Indonesia di Liga Jepang

Banner LFS Baru

Football5Star.com – Ternyata ada pemain kembar keturunan Indonesia yang kini tengah berkarier di Jepang, yakni Riki dan Riku Matsuda. Keduanya saat ini punya nasib berbeda di Liga Jepang.

Baru-baru ini, Riki dan Riku terungkap memiliki darah Indonesia setelah mengunggah foto masa kecilnya. Keduanya memiliki darah Indonesia dari ayahnya tapi lahir di Osaka, Jepang, 24 Juli 1991 silam.

https://www.instagram.com/p/B-d7NL7DIKo/

Riki, sang kakak berposisi sebagai penyerang dan kini memperkuat eks klub Irfan Bachdim, Ventforet Kofu. Meski berkompetisi di kasta kedua, sayangnya Riki Matsuda baru memainkan satu laga saja musim ini, yajni saat Ventforet bermain imbang tanpa gol melawa Machida Zelvia, 23 Februari lalu.

Semasa kariernya, Riki pernah memperkuat sejumlah klub. Selain Ventforet Kofu, dia pernah bermain untuk Oita Trinita, JEF United Chiba, Nagoya Grampus, hingga Avispa Fukuoka. Penampilan terbaiknya saat memperkuat Avispa Fukuoka sejak 2017.

Jejak Riki dan Riku Matsuda, Si Kembar dari Jepang Keturunan Indonesia
https://www.instagram.com/riki_matsuda_official/

Di sana, dia bermain dalam 110 penampilan dan terlibat dalam 31 gol. Dia mencetak 18 gol dan menorehkan 13 assist di sana dalam 7.615 menit.

Nasib berbeda dijalani oleh Riku Matsuda. Dia saat ini bermain untuk klub kasta teratas Jepang, Cerezo Osaka sebagai fullback. Musim ini, dia jua baru bermain dua pertandingan, satu di J-League 1 satunya di J-League Cup.

Berbeda dengan sang kakak, Riku baru memperkuat dua klub semasa kariernya, yakni FC Tokyo dan Cerezo Osaka. Dia memperkuat Cerezo Osaka sejak 2016. Penampilannya lumayan baik dengan 160 laga dan mencetak lima gol serta 15 assist di sana.

Jejak Riki dan Riku Matsuda, Si Kembar dari Jepang Keturunan Indonesia
https://www.instagram.com/riku_matsuda_02_official/

Meski keduanya sudah menginjak usia 28 tahun, tapi Riki dan Riku Matsuda belum sekalipun memperkuat Timnas Jepang. Ini bisa menjadi jalan andai PSSI mau meminangnya sebagai WNI. Keduanya bisa saja membela Timnas Indonesia andai dinaturalisasi.

Berikut Catatan Karier Riki dan Riku Matsuda:

Riki Matsuda

2013 Oita Trinita 10 laga, 4 gol, 2 assist
2014–2016 Nagoya Grampus 70 laga, 8 gol, 4 assist
2015 → JEF United Chiba (loan) 17 laga, 5 gol, 1 assist
2017– Avispa Fukuoka 110 laga, 18 gol, 13 assist
2020- Ventforet Kofu 1 laga

Riku Matsuda

2014–2015 FC Tokyo 25 laga, 1 gol, 1 assist
2016– Cerezo Osaka 160 laga, 5 gol, 15 assist

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]