Gagal Bersaing dan Rasakan Stres, Adik Toni Kroos Gantung Sepatu

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Karier Toni Kroos tetap melesat bersama Real Madrid. Dan sejauh ini ia sukses mempersembahkan gelar, baik bersama Madrid, Bayern Munich, serta timnas Jerman.

Apa yang diraih Toni Kroos rupanya tak sekali pun dirasakan Felix Kroos, adik sang gelandang. Sama-sama jebolan akademi Hansa Rostock, karier perjalanan Felix tidak sementereng Toni.

Setelah menjalani awal menjanjikan bersama Hansa Rostock, ia pindah ke Werder Bremen dan bertahan selama enam musim. Toni dan Felix juga sempat saling berhadapan di Bundesliga saat sang kakak masih berseragam Bayern Munich.

felix kroos sportwetten
sportwetten.de

Setelah itu pemain 30 tahun mengenyam jersey Union Berlin dengan catatan 116 penampilan. Namanya juga turut serta membawa Union Berlin promosi ke Bundesliga untuk pertama kalinya sepanjang sejarah klub.

Akan tetapi berbagai cedera membuat ia tersingkir dari tim utama hingga dilego ke Eintracht Braunschweig tahun lalu. Di sana Felix Kroos rupanya tak mampu bangkit dan hanya jadi penghangat bangku cadangan.

Tak kunjung mendapat tempat, adik Toni Kroos ini akhirnya memutuskan pensiun dini. Ia mengaku tidak mampu bermain di level tertinggi dan mengalami stres hebat dalam beberapa bulan terakhir.

“Selama 13 tahun saya habiskan karier sebagai pesepak bola profesional telah meninggalkan jejak di sebuah tempat. Tidak hanya secara fisik tapi juga mental. Saya selama ini berjuang melawan tekanan dan ini membuat stres,” kata Felix Kroos seperti dilansir Sport1, Selasa (20/7/2021).

“Saya sudah tidak yakin lagi bisa jadi pilihan utama di klub mana pun, pergi ke tempat baru, membiasakan diri dan bermain untuk klub yang saya sendiri tidak yakin,” sambung mantan penggawa timnas U-21 Jerman.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Atsuto Uchida, Jepang Pertama di Semifinal Liga Champions, Pensiun

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Mantan pemain Schalke 04, Atsuto Uchida, menyatakan gantung sepatu dari dunia sepak bola. Ia pensiun pada usia yang relatif cukup muda, 32 tahun.

Nama Atsuto Uchida mulai dikenal ketika memperkuat Schalke 04 pada 2010 silam. ketika itu ia didatangkan dari Kashima Antlers dengan banderol 1,3 juta euro.

Ia pun merasakan gelar pertama bersama The Royal Blues pada 2011-2012. Ketika itu ia membawa klubnya merengkuh trofi DFB Pokal.

Tapi sebelum membawa Schalke juara, ia lebih dulu membukukan sejarah pada tahun pertama bergabung. Bek kanan tersebut sukses membawa klubnya menembus semifinal Liga Champions. Ini sekaligus menjadikannya sebagai pemain asal Jepang pertama yang merasakannya.

Sayang, Uchida gagal menembus final. Schalke 04 kalah dari Manchester United di semifinal dengan agregat 6-1.

Klub yang bermarkas di Veltins Arena ketika itu memang diperkuat banyak pemain bintang. Di antaranya Raul Gonzalez, Christoph Metzelder, Jeferson Farfan, Julian Draxler, hingga Manuel Neuer.

Atsuto Uchida bertahan tujuh musim di Veltins Arena. Pemain yang dikenal akan kecepatan dan akurasi umpannya ini mencatatkan 153 penampilan dan menghasilkan dua gol dan 18 assist.

Setelah dari Schalke 04, pemain yang kerap berkutat dengan cedera ini hengkang ke Union Berlin 2017. Semusim di sana dia kembali ke Kashima Antlers hingga pensiun Agustus 2020.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Lionel Messi kepada Iker Casillas: Anda Kiper yang Fantastis

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Iker Casillas resmi gantung sepatu akhir musim ini. Keputusan ini pun mengundang perhatian banyak pihak. Termasuk kapten Barcelona, Lionel Messi.

Di lapangan Iker Casillas dan Lionel Messi adalah musuh. Ini tak lepas dari status keduanya yang penjaga gawang Real Madrid dan bomber Barcelona.

Tapi di luar lapangan mereka tetap menunjukkan rasa hormat. Seperti halnya La Pulga yang menyanjung tinggi kiper yang menutup kariernya dengan juara Liga Portugal bersama FC Porto.

Porto Juara Piala Portugal, Iker Casillas yang Angkat Trofi
Diario AS

“Iker pensiun hari ini. Tapi statusnya sebagai legenda telah disematnya sejak lama. Ini bukan hanya karena dia pemain terbaik di LaLiga, tapi juga karena dia sudah memenangkan semua gelar di level internasional,” kata Lionel Messi seperti dikutip Football5star dari AS, Rabu (5/8/2020).

Menurut bomber Barcelona itu, keberadaan Iker Casillas selama mengawal gawang Real Madrid telah membawa permain timnya mencapai level berbeda.

“Anda adalah penjaga gawang yang fantastis dan merupakan lawan yang sangat tangguh. Saya harus katakan itu. Jika melihat ke belakang saya pikir itu adalah persaingan yang sangat istimewa yang mendorong kami bisa mencapai level varu setiap kali kami berhadapan satu sama lain,” ia menambahkan.

Casillas memutuskan pensiun pada usia ke-39 tahun. Sebelumnya ia sempat mengalami masalah jantung dan sempat dirawat intensif di rumah sakit beberapa waktu lalu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Baru Setahun Pensiun, Wesley Sneijder Siap Turun Gunung?

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Wesley Sneijder sepertinya tidak tahan berlama-lama tanpa bermain sepak bola. Mantan kapten timnas Belanda dikabarkan ingin merumput lagi musim depan.

Tanda-tanda kembalinya Wesley Sneijder ke lapangan hijau terlihat saat dia ikut latihan bersama klub amatir Belanda, DOS Holland Stichtse Boys (DHSC) di Utrecht beberapa waktu lalu. Bergabungnya sang mantan gelandang bahkan disebutkan sebagai langkah awal dirinya bergabung dengan klub kota kelahirannya, FC Utrecht.

Apalagi Direktur Teknik FC Utrecht, Jordy Zuidam, telah membuka pintu untuk Sneijder bergabung. “Biarkan ini semua menjadi jelas bahwa dia adalah prospek yang sangat menarik bagi kami,” katanya seperti dikutip Football5star dari Sky Sports, Rabu (15/7/2020).

sneijder ditangkap polisi (@Josseroodriguez)
@Josseroodriguez

Hal senada juga diungkapkan Jeffrey Sneijder, kakak Wesley Sneijder. Ia mengatakan mantan bintang Inter Milan sudah gatal ingin bermain lagi kendati tujuan utamanya berlatih lagi adalah untuk menurunkan berat badan.

“Wesley ingin menurunkan berat badannya. Tapi dia juga mengatakan berlatih lagi membuatnya gatal ingin bermain lagi. Dia sudah keluar untuk sementara waktu dan ingin mengalami bagaimana rasanya kembali ke lapangan setelah beberapa waktu tanpa sepak bola,” ia menambahkan.

Bukan perkara mudah untuk pria 36 tahun bermain lagi dalam waktu dekat. Ia harus menurunkan berat badannya. Ya, sejak pensiun Agustus tahun lalu, Wesley Sneijder mengalami kenaikan berat badan yang cukup signifikan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Milan Baros, Miracle of Istanbul Terakhir yang Nyatakan Pensiun

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Lengkap sudah pemain Liverpool yang memenangi Liga Champions 2005 yang pensiun. Nama terakhir yang gantung sepatu adalah Milan Baros.

Milan Baros adalah mantan pemain Liverpool pada 2002 silam. ia adalah anggota miracle of Istanbul yang memenangkan Liga Champions.

Pada laga yang berlangsung di stadion Attaturk, Turki, dia main sebagai starter. Kendati tidak mencetak gol, bomber asal Republik Ceko turut andil atas kesuksesan The Reds mengangkat trofi Si Kuping Besar untuk kelima kalinya.

milan baros wikipedie
Wikipedie

Nama Baros mulai melejit pada Euro 2004 silam. Ketika itu ia sukses membawa Republik Ceko menembus semifinal dan terpilih sebagai top skorer turnamen.

Setelah menjalani karier sepak bola selama 22 tahun, pemain yang mengawali karier profesional di klub lokal, Banik Ostrava, akhirnya memutuskan pensiun. Menariknya, ia menutup karier di klub yang telah membesarkan namanya itu.

Ia menjelaskan bahwa tubuhnya sudah tidak sanggup bermain di level tertinggi. “Kepala saya ingin terus bermain, tapi tubuh sudah mengatakan untuk berhenti. Masalah kesehatan sudah lama saya alami dan tubuh saya tidak berfungsi seperti biasa lagi,” katanya seperti dilansir BBC, Sabtu (4/7/2020).

“Alasannya jelas. Usia sudah tidak memungkinkan lagi. Kedua, kesehatan juga jadi masalah,” ia menambahkan. Striker yang juga pernah berkostum Aston Villa dan Olympique Lyon pensiun pada usia 38 tahun.

Sepanjang karier profesionalnya, Milan Baros telah bermain dalam 493 laga dan mengoleksi 164 gol. Torehan tersebut pun membuahkan 10 trofi.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Social Distancing pada Perpisahan Aritz Aduriz Bersama Skuat Bilbao

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Aritz Aduriz akhirnya merasakan ucapan perisahan dari skuat Athletic Bilbao. Tapi perpisahan ini tampak berbeda karena menerapkan social distancing.

Seperti diketahui, Aritz Aduriz beberapa waktu lalu memutuskan pensiun sebagai pesepak bola. Banyak yang percaya jika dirinya takkan bisa merayakan acara perpisahan dengan Athletic Bilbao karena Spanyol sedang dilanda virus corona.

Tapi ternyata pihak klub masih bisa merayakan perpisahan dengan pemain seniornya tersebut. Dan tentu saja momen ini dilakukan sesuai dengan protokol kesehatan yang berlaku di sana.

aritz aduriz bilbao
athletic-club.eus

Bertempat di stadion San Mames, seluruh pemain Bilbao menunggu kedatangan Aduriz selayaknya melepas pemain pada pertandingan terakhir. Bedanya, para pemain harus menjaga jaraknya hingga membuat sambutan terasa sangat panjang.

Tidak cuma itu, Inaki Williams dkk juga memakai masker. Dan ketika striker 39 tahun masuk ke lapangan bersama istri dan kedua anaknya, para pemain menyambutnya dengan tepuk tangan.

Setelah itu, skuat dan tim pelatih klub asal Basque duduk di kursi yang telah disiapkan di tengah lapangan. Dan lagi-lagi kursi diposisikan sedemikian rupa demi jalannya anjuran social distancing. Mereka pun mendengar kata sambutan dari sang legenda.

“Saya tidak bisa membayangkan perpisahan ini atau segala seuatu yang terjadi pada saya karena ketika kecil saya bahkan tak pernah berpikir bisa memakai kostum Athletic Bilbao.  Saaya kewalahan dengan semua cinta yang saya terima hari ini. Ini bukan saat untuk bersedih, tapi untuk bahagia karena saya selalu melakukan apa yang saya suka dan saya menikatinya,” kata sang bomber seperti dilansir laman resmi klub, Sabtu (23/5/2020).

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

David Villa Ungkap Penyesalan Terbesarnya Sebagai Pemain

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Mantan striker timnas Spanyol, David Villa, menandai pensiunnya dengan sebuah penyesalan. Ia menyesal tidak pernah merumpur di Premier League sepanjang kariernya.

Selama ini karier David Villa lebih banyak dihabiskan di tanah kelahirannya, Spanyol. Di sana ia memperkuat beberapa klub seperti Sporting Gijon, Real Zaragoza, Valencia, Barcelona, dan Atletico Madrid.

Setelah itu ia pergi ke Amerika Serikat untuk berkostum New York City FC. Pemain yang sukses membawa Spanyol juara Piala Dunia 2010 lalu itu kemudian menutup kariernya di Jepang dengan memperkuat Vissel Kobe.

David Villa, Barcelona
FC Barcelona

Padahal ia sering mendapat penawaran untuk bermain di Premier League. Namun, tawaran yang datang dari Manchester City maupun Liverpool ditolak.

“Saya sangat ingin bermain di Premier League. Tapi saya membuat keputusan dan rasanya tidak adil untuk mengeluh bahwa saya melewatkan sesuatu ketika saya punya karier yang sangat lengkap. Namun tetap saja tidak bermain di Inggris jadi sebuah penyesalan,” kata Villa kepada Marca, Kamis (21/11/2019).

“Saya merasa sangat beruntung atas semua pengalaman yng saya punya selama ini. Saya tidak ingin mengubah apa pun,” sambung pemain berusia 37 tahun tersebut.

David Villa memutuskan gantung sepatu pada pekan ini. Namun, ia baru benar-benar berhenti bermain pada Januari nanti setelah kompetisi Liga Jepang berakhir.

Kendati tidak pernah bermain di Premier League, pemain berjuluk El Guaje pernah menyakiti klub asal Inggris, Manchester United. Pada musim 2010-2011 satu golnya membuat Barcelona menang 3-1 atas United di final Liga Champions.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Gagal Temukan Klub Baru, Riccardo Montolivo Putuskan Pensiun

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Mantan pemain AC Milan, Riccardo Montolivo, akhirnya memutuskan pensiun. Keputusan ini diambil setelah dirinya belum juga menemukan klub baru musim ini.

Riccardo Montolivo sudah tak memiliki klub lagi sejak Juni lalu. Kontraknya bersama AC Milan diputus setelah ia tersingkir dari skuat I Rossoneri.

Sang gelandang memastikan bahwa ia sudah berhenti menjadi pesepak bola. Selanjutnya, ia akan melanjutkan hidup bersama keluarganya di Milan. Namun, ia belum tahu apakah melanjutkan karier di dunia sepak bola atau tidak.

riccardo montolivo (@OfficialMonto)
@OfficialMonto

“Saya berhenti bermain sekarang. Saya akan melanjutkan hidup di Milan bersama keluarga. Apa yang akan saya lakukan sekarang, saya tidak tahu. Saya sedang memikirkan hal itu,” kata Montolivo seperti dikutip Football5star dari Corriere dello Sport, Rabu (13/11/2019).

“Anda bisa katakan Milan memaksa saya untuk berhenti bermain. Saya bahkan tidak mendapat kesempatan untuk mengucapkan selamat tinggal kepada para penggemar setelah tujuh tahun bermain di sana,” tambahnya.

Apa yang dikatakan pemain berusia 34 tahun memang ada benarnya. Pernah menjabat sebagai kapten I Rossoneri, dirinya justru dicampakkan saat klub dibesut Gennaro Gattuso. Bahkan di musim terakhirnya ia sama sekali tidak diturunkan.

Sepanjang kariernya, pemain jebolan akademi Atalanta itu sudah tampil 348 pertandingan dan mengoleksi 25 gol di Serie A. Sementara bersama timnas Italia, ia mengoleksi 66 caps dan membantu Gli Azzurri tembus ke final Euro 2012.

Samuel Eto’o Putuskan Gantung Sepatu

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Legenda sepak bola Kamerun, Samuel Eto’o, akhirnya resmi gantung sepatu. Ia memutuskan pensiun karena belum juga mendapat klub baru musim ini.

Samuel Eto’o terakhir kali memperkuat klub asal Qatar, Qatar SC 2018 lalu. di sana ia hanya bertahan semusim. Di musim terakhir sebagai pesepak bola, pemain yang sukses memenangi Liga Champions bersama Barcelona dan Inter Milan itu hanya bermain dalam 18 pertandingan dengan torehan enam gol.

Memasuki musim 2019-2020 pemain asal Kamerun melihat dirinya sudah tidak mampu lagi bermain di level tertinggi. Ia kemudian menyudahi 22 tahun karier sebagai pesepak bola.

Samuel Eto'o - Barcelona - Football5star.com - Goal
Goal

“Selesai. Terima kasih atas semua cinta yang kalian berikan,” demikian pernyataan pensiun sang bomber di akun Instagramnya, Sabtu (7/9/2019).

Pria berusia 38 tahun adalah legenda besar yang dimiliki Kamerun setelah eranya Roger Milla. Sumbangsih untuk negaranya juga tidak main-main. Eto’o dua kali membawa The Lions juara Piala Afrika tahun 2000 dan 2002. Dia juga sukses membawa negaranya meraih medali emas di Olimpiade 2000.

Kontribusinya di tingkat klub lebih hebat lagi. Ia tercatat dua kali meraih treble winner bersama dua tim berbeda. Treble pertama ia persembahkan untuk Barcelona musim 2008-2009. Semusim berselang, capaian serupa ia buat bersama Inter Milan.

Terkait perjalanan kariernya, Samuel Eto’o sudah bermain untuk 14 tim berbeda. Selain bersama Barcelona, Inter, dan Qatar SC, ia juga pernah berseragam Real Madrid, Leganes, Espanyol, Real Mallorca, Aznhi Makhachkala, Chelsea, Everton, Sampdoria, Antalyaspor, dan Konyaspor.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Persembahan Terakhir Andres Iniesta untuk Fernando Torres

Football5star.com, Indonesia – Fernando Torres akhirnya melakoni laga terakhirnya sebagai pesepak bola. Menariknya, di pertandingan terakhir itu ia menghadapi mantan rekannya di timnas Spanyol, Andres Iniesta.

Fernando Torres memang sudah memutuskan pensiun Juni lalu. Pertandingan terakhirnya tersaji di pekan terakhir Liga Jepang antara klubnya, Sagan Tosu, melawan klub Andres Iniesta, Vissel Kobe.

Keputusan pemain jebolan akademi Atletico Madrid mendapat sambutan hangat dari kompatriotnya itu. Melalui surat kecil, Iniesta memberi persembahan terakhir pada sang kolega dengan kata-kata perpisahan.

fernando torres
Daily Mail

“Perjalanan karier yang sangat indah. Aneh sekali, menurut saya ini sangat aneh. Di sini kami berdua akan memainkan laga terakhirmu sebagai pemain profesional. Saya masih memiliki beberapa kesempatan di laga-laga berikutnya,” kata sang gelandang seperti dilansir Daily Mail, Jumat (23/8/2019).

“Di sinilah kita berada, di sisi dunia yang lain. Hidup ini seakan aneh sepertimu, yang sudah membawa kami terbang jauh sampai Jepang untuk mengucapkan selamat tinggal. Sepak bola sudah menyatukan kita selama 20 tahun, saat kita masih kecil. Tapi, Anda akan selalu menjadi El Nino,” ia menambahkan.

“Kita berada di kota yang berbeda. Anda di Madrid dan saya Barcelona. Tapi kita tidak pernah menjadi musuh. Kita selalu menjadi teman dengan seragam yang selalu berbeda,” imbuhnya lagi.

Pada laga pamungkas itu, bukan hanya Andres Iniesta saja yang merupakan compatriot Fernando Torres. Ada pula David Villa dan Serge Semper yang juga berseragam Vissel Kobe seperti Iniesta.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Klopp akan Pensiun Saat Kontraknya di Liverpool Berakhir

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Juergen Klopp sepertinya mulai jenuh dengan kesibukannya sebagai pelatih. Bahkan pelatih Liverpool sudah mempersiapkan masa depannya dalam tiga tahun ke depan.

Karier Juergen Klopp saat ini sedang dalam masa puncak. Setelah berhasil membawa Liverpool juara Liga Champions musim lalu, ia sukses membawa klub raksasa Inggris memenangi Piala Super Eropa.

Tapi disaat seperti ini, pelatih asal Jerman justru mulai berpikir untuk pensiun sebagai pelatih. Ia membuka peluang untuk menyudahi karier luar biasanya sebagai pelatih pada 2022 mendatang ketika kontraknya bersama The Reds berakhir.

juergen klopp liga champions liverpool - twitter brfootball
@brfootball

“Saya berharap bisa melanjutkan karier seperti ini, tapi dua atau tiga tahun ke depan saya tidak tahu apa yang akan terjadi. Mungkin saya akan pensiun. Tentu saja itu sulit dilakukan, tapi jika pada akhirnya nanti saya benar-benar pensiun, Anda tidak akan terkejut,” ujar Klopp seperti dilansir Mirror, Selasa (20/8/2019).

Apa yang diucapkan mantan pelatih Borussia Dortmund tentu sangat mengejutkan. Sebagai pelatih, usianya terbilang masih cukup muda, yakni 52 tahun. Pelatih yang sudah mengantongi dua gelar Bundesliga ini masih punya karier yang sangat panjang sebagai pelatih.

Apalagi capaiannya bersama Liverpool sejauh ini dipercaya akan membuat dirinya menjadi rebutan tim-tim raksasa Eropa di masa depan. Bahkan tidak sedikit yang menggadang-gadang Klopp akan menjadi suksesor Joachim Loew sebagai nahkoda tim nasional Jerman.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Patrice Evra Akhiri 20 Tahun Kariernya Sebagai Pesepak Bola

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Lama tidak terdengar kabarnya, Patrice Evra muncul dengan berita mengejutkan. Ia memutuskan pensiun dari dunia sepak bola.

Keputusan ini sekaligus menyudahi karier fantastisnya sebagai pesepak bola selama 20 tahun terakhir. Ya, ia pertama kali mengenyam karier profesional pada 2000 silam dengan memperkuat klub Italia, Monza.

Kendati berasal dari akademi Paris Saint-Germain, pemain yang berposisi sebagai bek kiri ini tidak pernah bermain untuk PSG. Namanya justru menanjak ketika sukses membawa AS Monaco menembus final Liga Champions 2003 silam.

Patrice Evra kian dikenal sebagai salah satu bek kiri terbaik dunia ketika membela Manchester United dari 2006 hingga 2014. Di sini pula ia meraih banyak trofi. Total 14 gelar berhasil ia persembahkan untuk Setan Merah.

Capaian terbaiknya tentu terjadi pada musim 2007-2008 ketika sukses memenangkan Premier League dan Liga Champions bersama Manchester United. Pamornya yang sempat dianggap akan menurun jika meninggalkan Old Trafford pun terbukti salah.

Bersama Juventus ia kembali melanjutkan tradisi juara. Raihan tiga scudetto dan dua juara Coppa Italia adalah bukti sahih bahwa pemain asal Prancis ini selalu memberikan garansi juara untuk tim yang ia bela.

Performa pemain berusia 38 tahun baru menurun saat memperkuat Marseille. Bahkan di sini ia membuat onar dengan menendang salah satu fan klub Prancis tersebut.

Setelah itu Patrice Evra memilih kembali ke Inggris untuk memperkuat West Ham United tahun lalu. Tapi kariernya di sana hanya sampai akhir musim 2017-2018. Evra pun tidak memiliki klub lagi sepanjang musim lalu hingga akhirnya memutuskan pensiun.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Batal Perkuat Klub Lain, De Rossi Putuskan Pensiun

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Teka-teki masa depan Daniele De Rossi akhirnya terjawab. Sempat berencana untuk melanjutkan karier di luar Italia, ia akhirnya memutuskan pensiun sebagai pemain.

Sky Sport Italia melaporkan bahwa mantan kapten AS Roma tersebut memilih pensiun karena ingin fokus dengan keluarga kecilnya. Faktor keluarga pula yang membuatnya sampai sekarang belum memutuskan klub mana yang akan dibela setelah meninggalkan ibu kota Italia.

Sebelumnya De Rossi memang kerap dikaitkan dengan beberapa klub di luar Eropa. Dari Major League Soccer (MLS) ada Los Angeles FC dan New York City FC yang sudah jelas-jelas menginginkan jasanya. Sementara  di Argentina ada Boca Juniors yang sudah menghubunginya melalui direktur klub yang juga mantan rekan setimnya, Nicolas Burdisso.

daniele de rossi-inter miami
espn.com

Akan tetapi semua tawaran menggiurkan tersebut tidak diterima sang gelandang. Ia akhirnya memutuskan pensiun ketika bursa transfer musim panas baru saja dibuka.

Sementara itu, Il Tempo melaporkan bahwa pemain binaan Roma tersebut sedang mempersiapkan diri untuk menduduki peran baru. Ya, dia disebut-sebut mendapat tawaran sebagai pelatih tim akademi Il Lupi musim depan.

Semasa bermain, Daniele De Rossi sudah mencatatkan 733 penampilan dengan menorehakn 84 gol. Ia juga berhasil memenangkan lima trofi bergengsi, termasuk Piala Dunia 2006 bersama timnas Italia. Selain itu, pria 36 tahun tersebut juga terpilh sebagai pemain terbaik Serie A tahun 2009 lalu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Mantan Pemain AS Roma dan Liverpool Putuskan Pensiun

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Mantan pemain AS Roma dan Liverpool, Alberto Aquilani, resmi memutuskan pensiun di usia yang baru menginjak 34 tahun. Keputusan ini diambil setelah dirinya tidak juga mendapatkan klub sejak 2018 lalu.

Alberto Aquilani terakhir kali bermain untuk klub LaLiga, Las Palmas pada musim 2017-2018. Tapi klub Spanyol tersebut terdegradasi di akhir musim dan sang gelandang pun memilih untuk tidak memperpanjang kontraknya di sana.

Setelah itu pemain berusia 34 tahun itu menganggur selama semusim. Masalah cedera berkepanjangan disinyalir menjadi alasannya memilih pensiun dan menolak pinangan dari beberapa klub.

“Setelah menjalani periode panjang dan penyembuhan, saya pikir sudah saatnya untuk saya gantung sepatu. Saya membutuhkan waktu lama untuk membuat keputusan ini, meskipun banyak tawaran dari klub lain, saya rasa ini waktu yang tepat untuk berhenti,” ujar Aquilani seperti dilansir Football Italia, Jumat (28/6/2019).

“Saya ingin berterima kasih kepada semua orang yang sudah berkontribusi untuk perkembangan saya selama bertahun-tahun. Saya juga ingin berterima kasih kepada seluruh fan yang selalu ada mendukung di mana pun kalian berada,” ujarnya lagi.

Alberto Aquilani adalah pemain yang berasal dari produk akademi AS Roma. Lima musim memperkuat Il Lupi, ia kemudian memutuskan pindah ke Liverpool tahun 2009 lalu. Tapi rentetan cedera yang dialami menghambat kariernya di Premier League.

Akhirnya pemilik 38 caps bersama timnas Italia itu pulang ke Italia untuk memperkuat beberapa klub lainnya seperti AC Milan, Fiorentina, Pescara, hingga Sassuolo. Musim 2017-2018 menjadi terakhir kali ia mengolah si kulit bundar saat bermain untuk Las Palmas.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Melalui Instagram, Fernando Torres Umumkan Pensiun

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Berakhir sudah perjalanan panjang Fernando Torres di dunia sepak bola. Melalui Instagram, ia baru saja mengumumkan pensiun dari dunia yang telah membesarkan namanya itu.

Saat ini Fernando Torres bermain untuk klub asal Jepang, Sagan Tosu. Ia memperkuat klub yang bermain di J-League itu sejak musim lalu dan sudah mengemas empat gol serta lima assist dari 32 penampilan.

Tapi sepertinya waktu satu tahun sudah cukup baginya untuk bermain di Jepang. Ia pun akan memastikan gantung sepatu pada pekan depan dengan mengadakan konferensi pers di Tokyo, Jepang.

https://www.instagram.com/p/By9ZFE7Hm56/

“Hai semuanya, saya membuat video ini karena ada sesutau yang sangat penting untuk diumumkan. Setelah 18 tahun yang luar biasa tibalah saatnya untuk mengakhiri karier sepak bola saya. Pekan depan tanggal 23 saya akan mengadakan konferensi pers di Tokyo,” tulisnya di Instagram, Jumat (21/6/2019).

“Di sana saya akan menjelaskan semuanya secara detail dan saya akan menjawab pertanyaan anda. Sampai jumpa,” tulisnya lagi. Kendati begitu pemain jebolan akademi Atletico Madrid sepertinya masih akan menyelesaikan musim 2019 ini bersama Sagan Tosu, terlebih klub saat ini berada di posisi juru kunci J-League.

Selama 18 tahun berkiprah di sepak bola, pemain berjuluk El Nino ini sudah memperkuat beberapa klub besar seperti Atletico Madrid, Liverpool, Chelsea, dan AC Milan. Kariernya pun kian lengkap dengan keberhasilannya menyabet delapan trofi bergengsi, termasuk Liga Champions, Piala Dunia, dan Piala Eropa.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Abate Bangga Bisa Akhiri Karier Sepak Bola di Milan

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Pemain gaek AC Milan, Ignazio Abate, resmi mengumumkan pensiun dari dunia sepak bola akhir musim ini. Ia pun merasa bangga bisa menyudahi kariernya di klub yang dia idolakan sejak kecil tersebut.

Abate menghabiskan waktu 10 tahun bersama Milan. Kendati merupakan pemain jebolan akademi klub berjuluk I Rossoneri tersebut, kariernya di Milanello tidak berjalan mulus. Ia sempat berpindah-pindah klub seperti ke Piacenza, Empoli, Modena, hingga Torino, sebelum akhirnya kembali ke San Siro 2009 lalu.

Kini di usianya yang baru 32 tahun ia pun memutuskan pensiun dari dunia sepak bola. Walau begitu pemain berposisi sebagai bek kanan tersebut tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya menjadi bagian dari klub sehebat I Rossoneri.

https://www.instagram.com/p/ByDYk_aFCG4/

“Jika saya mengingat lagi saat pertama kali memakai kostum ini saya masih merasa emosional. Saya masih kecil dan berkat klub ini saya menjadi seorang pria seutuhnya. Milan bukan hanya klub tapi juga gaya hidup dan Anda bisa merasakannya hanya saat Anda mengalaminya sendiri. Ada kelas, sejarah, tradisi, dan keindahan di sini,” katanya seperti dilansir Football Italia, Rabu (29/5/2019).

“Semua orang tahu ini akan menjadi impian saya bisa mengakhiri karier sepak bola di Milan. Terima kasih untuk semua karyawan yang saya temui selama bertahun-tahun, orang-orang yang luar biasa yang membantu saya di klub sehebat ini. Terima kasih untuk semua pelatih, rekan setim, dan terutama para fan yang terus mendukung saya selama ini,” katanya lagi.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Resmi: Yaya Toure Pensiun Sebagai Pesepak Bola

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Selesai sudah perjalanan panjang Yaya Toure sebagai pesepak bola. Mantan pemain Manchester City ini resmi pensiun akhir musim nanti.

Kepastian pensiun Yaya Toure ini disampaikan oleh agennya, Dimitri Seluk. Ia mengatakan sudah waktunya bagi sang pemain untuk memulai tahapan baru dalam hidupnya.

“Yaya sudah mengambil keputusan untuk mengakhiri kariernya sebagai seorang juara. Pertandingan perpisahan yang diberikan Manchester City kepadanya pada prinsipnya adalah akhir dari karier sebagai pesepak bola. Tidak hanya untuk tim tapi juga secara umum,’ ujar Seluk seperti dilansir The Sun, Jumat (10/5/2019).

“Dia merupakan salah satu pemain terbaik di Afrika dan punya karier cemerlang dalam sejarah sepak bola Afrika dan kini dia meninggalkan sepak bola pada puncaknya. Kami sudah lama berbicara soal keputusan ini,” sambungnya.

Bersama Manchester City, pemain asal Pantai Gading ini sukses merengkuh banyak trofi. Gelar Liga Inggris (3), Piala FA (1), Piala Liga (2), serta Community Shield (1) berhasil ia genggam. Dia juga menjadi generasi pertama The Citizens saat klub diambil alih pengusaha Abu Dhabi, Syeikh Mansour.

Dimitri Seluk pun kembali mengingat awal mula kehadiran Toure sebagai pesepak bola profesional. “Kami sangat ingat bagaimana dia ketika berusia 18 tahun. Ketika dia tidak mengenal siapa pun, dia memulai perjalanan kariernya dari bawah. Dia tiba di Belgia dan kemudian terbang ke Ukraina,” imbuhnya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Masalah Jantung, Pemain Muda AS Roma Pensiun Dini

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Pemain muda AS Roma, Nura Abdullahi, harus mengakhiri karier sepak bolanya pada usia 21 tahun. Hal tersebut dikarenakan rekomendasi dari tim dokter terkait riwayat penyakit yang ia derita sejauh ini.

Pemain kelahiran Nigeria tersebut mengalami masalah pada jantung yang membuatnya harus beristirahat sejak Maret 2018. Sebelumnya, ia juga sempat dibekap sejumlah cedera seperti otot lengan dan lutut. Padahal kontraknya bersama AS Roma masih tersisa hingga Juni 2021 mendatang.

Sebagai apresiasi, Roma memutuskan untuk tetap mempertahankan kontrak yang masih berlaku hingga 2021. Rencananya,  pihak klub akan memberikan apresiasi terhadap Nura dengan mengutusnya sebagai duta klub.

Nura Abdullahi - AS Roma - Football5star
asroma.com

Mimpi Nura untuk menjuarai Liga Champions pun kandas. Beberapa waktu lalu, ia pernah mengutarakan mimpinya tersebut kepada situs resmi klub. “Menjuarai Liga Champions adalah target pribadi terbesarku,” ucapnya.

Nura menandatangani kontrak resmi bersama Roma pada Agustus 2016. Namun, dirinya lebih sering dipinjamkan ke sejumlah klub lain seperti Spezia dan Perugia. Kini, pihak peminjam sudah mengembalikannya ke klub pemilik.

Kariernya bersama tim muda Giallorossi terbilang cemerlang. Bersama AS Roma U-19, ia sempat meraih juara Serie A Primavera pada musim 2015/16 silam. Sebelumnya, ia tampil apik bersama Abuja Football College dan pindah ke Spezia U-19.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Cedera Sepanjang Karier, Abou Diaby Akhirnya Pensiun

Football5star.com, Indonesia – Lama tak terdengar kabarnya, mantan pemain Arsenal, Abou Diaby, akhirnya memutuskan pensiun dari dunia sepak bola. Keputusan ini diambil karena riwayat cedera berkepanjangan yang dialami sepanjang karier profesionalnya.

Diaby saat ini baru berusia 32 tahun, usia yang terbilang muda untuk pemain yang memutuskan gantung sepatu. Ia terakhir kali memperkuat raksasa Prancis, Marseille, pada 2015 lalu. Tapi sang gelandang sudah tidak bermain sejak 2017 lalu.

Hal tersebut tak lepas dari cedera yang dialami sejak awal musim 2017-2018 lalu. Dan tentu saja ini bukanlah cedera parah pertama yang dia alami.

Pemain 32 tahun itu sudah merasakan cedera di semua bagian tubuhnya, mulai dari kaki kiri, kaki kanan, punggung, tangan, hingga kepala. Jika ditotal ia sudah 41 kali menderita cedera sejak 2006.

Bahkan selama sembilan tahun memperkuat Arsenal, jumlah pertandingan yang ia lewati jauh lebih banyak daripada menit bermainnya di lapangan. Diaby hanya mengemas 180 pertandingan, berbanding dengan 250 penampilan yang ia lewati.

Pemain asal Prancis itu juga harus menepi 1937 hari selama memperkuat The Gunners karena cedera yang ia derita setiap musimnya. Walau begitu, pemain yang meninggalkan klub asal London Utara pada 2015 lalu itu sempat mempersembahkan gelar Community Shield.

Sementara di klub terakhirnya, Marseille, pemain Diaby hanya mencatatkan enam pertandingan. Walau terus diganggu cedera ia pernah membela timnas Prancis dalam 18 pertandingan dan menorehkan satu gol.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Robben Buka Peluang Pensiun Akhir Musim Ini

Football5star.com, Indonesia – Berakhirnya kontrak Arjen Robben bersama Bayern Munich membuat banyak pihak berspekulasi soal masa depannya. Setelah dikaitkan dengan beberapa klub, Robben kini justru mulai memikirkan rencana pensiun.

Kendati sudah berusia 33 tahun dan performanya kerap diganggu cedera, namanya tetap laris di bursa transfer. Inter Milan dan PSV Eindhoven menjadi dua klub yang santer diberitakan menginginkan jasanya.

Robben pun tersanjung dengan ketertarikan kedua klub tersebut. Tapi ia masih membuka semua kemungkinan, termasuk gantung sepatu Juni nanti.

Niko Kovac pastikan Robben tak lagi membela Bayern pada paruh pertama Bundesliga 1.
fcbayern.de

“Saya belum tahu apa yang akan saya lakukan. Saat ini pensiun menjadi salah satu opsi yang saya pertimbangkan. Tapi semua kemungkinan masih terbuka dan akan saya putuskan secepatnya,” kata Robben kepada Radio 538, Jumat (25/1/2019).

“Saya punya keluarga dan itu menjadi alasan kuat saya kenapa harus mengambil keputusan cepat. Bagi saya keluarga sangat penting dan saya ingin menghabiskan waktu bersama mereka,” ia menambahkan.

Seperti yang diketahui, pemain asal Belanda ini dipastikan meninggalkan Bayern akhir musim ini setelah kontraknya habis. Klub memilih untuk tidak memperpanjang kontraknya bersama Franck Ribery karena faktor usia sang pemain yang sudah di atas kepala tiga.

Sebelumnya Robben mengaku ingin kembali ke PSV, klub yang pernah membesarkan namanya. Dugaan ini makin kuat dengan pertemuan yang ia lakukan bersama pelatih PSV, Mark van Bommel, beberapa waktu lalu. Tapi ketika itu ia langsung membantah isu kepulangannya ke Belanda.

[better-ads type=’banner’ banner=’156435′ ]

Soal Kapan Pensiun, Ini Jawaban Ismed Sofyan

Banner Football Live StarFootball5star.com, Indonesia – Musim ini nampaknya bukan menjadi akhir karier dari Kapten Persija Jakarta, Ismed Sofyan. Usai mengantarkan Macan Kemayoran juara Liga 1 musim 2018, bek sayap berusia 39 tahun itu lempar kode masih akan terus bermain.

Ismed Sofyan menyerahkan keputusan tentang kariernya kepada Pelatih Persija, Stefano Cugurra Teco. Saat sesi jumpa awak media seusai pertandingan, Juru taktik asal Brasil itu meminta kepada pemain seniornya tersebut untuk tetap bertahan. “Nanti dulu saja Ismed pensiun,” kata Teco.

persija-juara-ismed
@Persija_Jkt

Sementara itu Ismed Sofyan mengaku Liga 1 musim ini menjadi puncak keemasan karier sepak bolanya. Selama 17 tahun memperkuat Macan Kemayoran, akhirnya ia mampu menyicipi manisnya juara di akhir musim.

“Saya pikir saya masih konsisten. Saya katakan itu karena saya masih punya motivasi untuk bermain sepak bola. Insya allah tahun depan masih bermain fokus di persija,” ucapnya.

Musim ini Ismed Sofyan tampil dalam 25 pertandingan di Liga 1 dan selalu menjadi starter. Pemain asal Naggroe Aceh Darussalam itu juga menyumbangkan satu gol untuk Persija saat mengalahkan Bhayangkara beberapa waktu lalu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

5 Momen Tak Terlupakan John Terry Bersama Chelsea

Football5star.com, Indonesia – Legenda Chelsea, John Terry, resmi pensiun dari sepak bola. Kepastian ini disampaikan langsung oleh sang pemain di Instagram pribadinya. Memiliki karier cemerlang selama bergelut di dunia si kulit bundar, sudah banyak momen indah tak terlupakan yang ia torehkan.

Terry memperkuat Chelsea sejak 1998 hingga 2017. Usia yang kian menua membuat dirinya tersingkir dari skuat The Blues dan memutuskan hengkang ke Astona Villa musim lalu.

Tidak ingin memperpanjang kontraknya di Villa Park, pemain yang akrab disapa JT ini sempat dikabarkan akan bereuni bersama Jose Mourinho di Manchester United. Namun, pada akhirnya ia memutuskan gantung sepatu, Minggu (7/10/2018).

Trofi juara, rekor, hingga kontroversi menyertai perjalanan karier pria 37 tahun tersebut. Dari sekian banyak cerita yang diukir pemain kelahiran London tersebut, Football5star.com sudah merangkum lima di antaranya:


  1. Debut di Tim Senior Chelsea

john terry debut
dailystar.co.uk

Sudah berada di Chelsea sejak remaja pada 1997 silam, Terry baru berhasil menembus skuat utama The Blues setahun kemudian. Debut pertamanya pun terjadi Piala Liga melawan Aston Villa.

Debut manisnya di Piala Liga nyatanya membuka jalan untuk sang kapten mencicipi Premier League pada tahun yang sama. 26 Desember 1998 menjadi hari yang takkan ia lupakan, pasalnya hari itu dirinya menjalani debut pertama ketika diturunkan di 17 menit terakhir pada laga yang dimenangkan Chelsea 2-0 tersebut.


  1. Gelar Premier League Pertama

john terry premier league
irishmirror.ie

Kehadiran Roman Abramovich sebagai pemilik baru Chelsea mampu mewujudkan mimpi Terry merengkuh gelar Premier League. Menyandang ban kapten, ia sukses merengkuh gelar prestisius di Inggris itu.

Catatan ini semakin manis dirasakan bek 37 tahun. Selain merupakan gelar pertamanya, ini juga menjadi gelar Premier League pertama Chelsea setelah puasa selama 44 tahun lamanya.


  1. Perselingkuhan Terry dengan kekasih Wayne Bridge

wayne bridge and vanessa perroncel image 1 167993954
mirror.co.uk

Pepatah yang mengatakan “semakin tinggi pohon semakin kencang angin yang menerpa” sepertinya dirasakan betul oleh pemain yang pernah dipinjamkan ke Nottingham Forest ini. Kian melejitnya performanya bersama The Blues membuat dirinya tak bisa mengindari kontroversi.

Januari 2010, Terry tersandung masalah perselingkuhan dengan wanita bernama Vanessa Perroncel. Sialnya, kekasih gelapnya itu tidak lain dan tidak bukan adalah pacar rekannya di Chelsea, Wayne Bridge. Akibat kasus ini, pertemanan Terry dan Bridge pun berakhir.


  1. Trofi Liga Champions Pertama untuk Chelsea

Terry Sky Sports
skysports.com

Liga Champions seakan menjadi syarat wajib para pesepak bola yang berkarier di Eropa. Anggapan ini juga berlaku untuk Terry. Sempat menjadi penyebab kegagalan Chelaea mengangkat Si Kuping Besar 2008 lalu saat eksekusi penaltinya meleset, JT berhasil membayar kesalahan tersebut empat tahun berselang.

John Terry menjadi kapten pertama Chelsea sepanjang sejarah yang mampu memenangkan Liga Champions. Walau harus melalui babak adu penalti, klub yang ketika itu masih dilatih Roberto Di Matteo sukses membungkam Bayern Munich di Allianz Arena.


  1. Meninggalkan Chelsea dengan Penuh Bangga

DDz3ZVwWsAApSXO
@AVFCOfficial

Tidak ada perpisahan yang lebih indah bagi pesepak bola selain mempersembahkan gelar di tahun terakhir pengabdiannya. Musim 2016-2017 Terry sukses menutup karier gemilangnya bersama The Roman Emperor dengan raihan trofi Premier League di akhir musim.

Laga terakhir di Stamford Bridge melawan Sunderland pun menjadi pertanda berakhirnya pengabdian sang kapten. Terry meminta kepada Antonio Conte, manajer Chelsea ketika itu, untuk memainkannya sejak awal dan menariknya keluar tepat di menit ke-26, seusai nomor punggungnya.

Momen Romantis Sneijder di Laga Terakhir Berseragam Belanda

Banner Footbal Live Star-Football5star

 

Football5star.com, Indonesia – Banyak cara melepas kepergian seorang legenda dari lapangan hijau. Terbaru, Timnas Belanda memberi kenangan istimewa pada pemainnya, Wesley Sneijder, pada laga terakhirnya melawan Peru di Johan Cruyff Arena, Jumat (7/9/2018).

Tepuk tangan, riuh penonton, serta spanduk raksasa yang terbentang di tribun penonton mungkin sudah biasa terjadi di setiap laga testimonial. Tapi bagaimana ceritanya jika sang pemain dipersilakan duduk di sebuah sofa hangat dengan meja dan TV di hadapannya?

Ya, momen romantis itu terjadi usai pertandingan yang berhasil dimenangkan Belanda dengan skor 2-1 tersebut. Pihak stadion dan federasi ternyata sudah menyiapkan sofa untuk diduduki Sneijder bersama sang istri, Yolanthe Cabau, dan kedua buah hati mereka.

sneijder
bbc.com

Selain sofa, meja, dan TV, ada pula pohon kecil yang berada di samping mereka. Dengan segala perlengkapan yang ada, Sneijder dan keluarga pun seakan sedang berada di rumah.

Momen itu kian terasa indah ketika pencahayaan stadion dikurangi dan pemain jebolan akademi Ajax Amsterdam itu mendapat pesan singkat dari mantan rekan setimnya, Arjen Robben, melalui TV di hadapannya.

sneijder van dijk
@OnsOranje

Perayaan pun berlanjut di ruang ganti pemain. Mulai dari rekan setim, staf pelatih, hingga pihak federasi menghampiri Sneijder. Virgil van Dijk selaku kapten tim mewakili para pemain untuk memberikan memorabilia gelandang 34 tahun tersebut.

Mantan penggawa Inter Milan itu mengawali debut bersama De Oranje pada April 2003 silam. Sejak saat itu, ia sudah mengemas 134 penampilan dan mengoleksi 31 gol. Sneijder pun tercatat sebagai pemain yang paling sering membela tim nasional. Dirinya mengungguli sang senior, Edwin van der Sar yang bermain sebanyak 130 kali.

Sneijder Akhiri Karier Internasionalnya dengan Kemenangan

Banner Footbal Live Star-Football5star

 

Football5star.com, Indonesia – Wesley Sneijder mengakhiri karier internasionalnya dengan kemenangan saat Belanda menjamu Peru di Johan Cruff Arena, Jumat (7/9/2018) dinihari WIB. Laga perpisahan sang kapten itu pun berhasil dimenangi De Oranje dengan skor 2-1.

Kendati bertindak sebagai tuan rumah, Belanda sempat berada di bawah tekanan pada awal-awal laga. Ini terlihat dengan leluasanya pemain Peru membombardir pertahanan mereka.

Negara Amerika Selatan ini bahkan berhasil unggul lebih dulu pada menit 12. Memanfaatkan tendangan sudut, Pedro Aquino berhasil memasukkan bola ke gawang Belanda yang dikawal Jasper Cillesen.

Tersentak dengan gol tersebut, Sneijder dkk langsung memeragakan permainan menyerang. Namun, kerja sama yang kurang baik di lini depan membuat mereka harus mengakhiri babak pertama dalam keadaan tertinggal satu gol.

MemphisDepayNetherlandsvsPeruInternationalvpjDKPJ6fxol
zimbio.com

Memasuki babak kedua, pertandingan praktis menjadi milik Belanda. Peluang pertama didapat melalui kaki Ruud Vormer pada menit 50, tapi tendangan kerasnya di dalam kotak penalti justru melambung tinggi.

Gol yang ditunggu tuan rumah pun akhirnya datang pada menit 60. Lolos dari jebakan offside, Memphis Depay sukses menyamakan kedudukan setelah sontekan kaki kirinya menembus jala Peru.

Berselang dua menit, publik Johan Cruyff Arena bergemuruh ketika kapten tim, Wesley Sneijder, menyudahi laga terakhirnya ketika ditarik keluar pelatih Ronald Koeman. Gelandang 34 tahun itu memutuskan pensiun dari timnas setelah melakoni 133 laga dan mengkreasikan 31 gol.

wesley sneijder @OnsOranje
@OnsOranje

Kendati gagal mempersembahkan gelar, keberadaan Sneijder di tubuh tim sangatlah vital. Prestasi terbaiknya bersama Belanda ia buat di Piala Dunia 2010 lalu ketika berhasil membawa negaranya menjadi finalis.

Sementara itu, masuknya Quincy Promes untuk menggantikan sang legenda memberikan warna baru pada permainan Belanda. Negeri Kincir Angin akhirnya memastikan kemenangan pada menit 83. Depay menutup cerita indah Sneijder bersama tim nasional setelah tendangannya yang memanfaatkan kemelut di depan gawang tak mampu dihalau kiper Pedro Gallese.

Kemenangan 2-1 berhasil dipertahankan anak asuh Ronald Koeman ini. Selanjutnya mereka akan menghadapi Prancis pada laga UEFA Nations League akhir pekan ini.

Susunan Pemain:

Belanda (4-3-3): 1-Jasper Cillessen; 5-Daley Blind, 4-Virgil van Dijk, 3-Matthijs de Ligt, 2-Kenny Tete (Daryl Janmaat 72’); 6-Giorginio Wijnaldum (Frenkie de Jong 46’), 8-Kevin Strootman (Davy Proepper 46’), 10-Wesley Sneijder (Quincy Promes 62’); 11-Ryan Babel (Tonny Vihena 86’), 9-Memphis Depay, 7-Ruud Vormer (Justin Kluivert 85’)
Pelatih: Ronald Koeman

Peru (4-2-3-1): 1-Pedro Gallese; 17-Luis Advincula, 15-Christian Ramos, 4-Anderson Santamaria (Luis Abram 75’), 6-Miguel Trauco (Ray Sandoval 59’); 19-Yoshimar Yotun (Wilder Cartagena 89’), 23-Pedro Aquino (Sergio Pena 79’); 22-Nilson Loyola, 8-Christian Cueva, 18-Andre Carillo (Horacio Calcaterra 68’); 10-Jeferson Farfan
Pelatih: Ricardo Gareca

Aksi Bela Oezil Mulai Menjamur di Jerman

Banner Footbal Live Star-Football5star

 

Football5star.com, Indonesia – Mesut Oezil sudah memutuskan pensiun dari timnas Jerman. Tapi dampak dari keputusannya itu masih menyisakan berbagai tanggapan dari banyak pihak. Salah satunya adalah aksi sekelompok fans yang membela dirinya.

Sebelumnya, Oezil mengumumkan pengunduran dirinya dari tim nasional melalui surat terbuka. Di dalamnya ia menulis keputusan mundur disebabkan oleh tindakan diskriminasi yang ia terima dari publik Jerman dan asosiasi sepak bolanya (DFB).

Atas dasar ketidakadilan itu pula ratusan orang turun ke jalan di kota Berlin. Menggunakan kaus bertuliskan ‘I am Oezil’para fans memenuhi pusat ibu kota Jerman itu.

Juergen Klopp, Ilkay Guendogan, Mesut Oezil
mirror.co.uk

Tidak hanya dipenuhi masa yang menggunakan jersey timnas Jerman, warga keturunan Turki juga ambil bagian dalam aksi ini. Mereka bahkan membawa bendera Turki sebagai tanda persaudaraan dua negara. Jika kritik terhadap pemain kesayangannya itu tidak mereda, mereka mengaku akan melanjutkan aksihnya di Gelsinkirchen, kota yang dihuni banyak imigran Turki.

Bukan tanpa alasan jika aksi tersebut dibanjiri warga keturunan Turki. Seperti yang diketahui, Oezil mendapat kritik keras sejak bertemu presiden Recep Tayyep Erdogan beberapa waktu lalu.

Pemain Arsenal itu pun mengakui bahwa fotonya bersama sang presiden menjadi salah satu alasannya memilih pensiun dini dari timnas. Apalagi DFB jadi salah satu yang paling keras mengecam pertemuan tersebut.

Di sisi lain, apa yang dialami Oezil ini kembali membuka tabir para pesepak bola keturunan yang ada di Jerman. Sebelum nya, Jerome Boateng, Ilkay Guendogan, serta Gerald Asamoah juga pernah menerima tindakan diskriminatif.

Terkait Diskriminasi, Bellerin Dukung Sikap Oezil

Banner Football Live Star Baru-Football5star

Football5star.com, Indonesia – Mesut Oezil resmi memutuskan pensiun dari Timnas Jerman setelah mendapat tindakan diskriminatif dari federasi sepak bola dan masyrakat Jerman. Sikap sang pemain pun didukung rekan setimnya di Arsenal, Hector Bellerin.

Oezil memilih mundur dari tim nasional setelah menerima banyak kecaman usai bertemu dengan presiden Turki, Reccep Tayyep Erdogan, beberapa waktu lalu. Lewat surat terbukanya, ia mengutarakan sudah tidak tahan lagi diperlakukan tidak adil oleh publik Jerman.

Mendengar rekannya itu pensiun, Bellerin pun angkat suara. Menurutnya, sikap Oezil itu sebagai bentuk perlawanan terhadap rasisme yang belakangan ia rasakan.

Mesut Oezil, Pensiun, Maher Zain
zimbio.com

“Sangat disayangkan bahwa seseorang yang telah melakukan banyak hal untuk negaranya di dalam dan luar lapangan diperlakukan dengan tidak hormat seperti itu. Selamat Oezil, teruslah berdiri dengan sikap seperti ini,” tulis Bellerin di Twitter-nya, Senin (23/7/2018).

Oezil mendapat kecaman luar biasa dari publik Jerman, termasuk Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) usai menemui Erdogan beberapa waktu lalu. Bahkan ketua DFB, Reinhard Grindel, sampai mengutuk pertemuan tersebut dan menyebut Oezil sebagai kotoran dari Turki.

Kecaman terhadap Oezil diperparah dengan kegagalan Der Panzer di Piala Dunia 2018. Mereka gagal total setelah tidak mampu lolos dari babak grup karena hanya mencatatkan sekali menang dan dua kali menelan kekalahan.

“Saya menjadi orang Jerman ketika kami menang, tapi saat kalah, saya hanya seorang imigran,” tulis Oezil dalam surat pernyataannya tersebut.

Simpati Maher Zain Untuk Oezil yang Pensiun dari Timnas Jerman

Banner Football Live Star Baru-Football5star

Football5star.com, Indonesia – Ungkapan simpati langsung menghampiri bintang asal Jerman, Mesut Oezil, yang memutuskan pensiun dari timnas. Salah satunya adalah penyanyi kenamaan asal Swedia, Maher Zain.

Seperti yang diketahui, Oezil secara mengejutkan memilih pensiun dari tim nasional setelah mendapat banyak kritikan dari berbagai kalangan di Jerman terkait fotonya bersama presiden Turki, Recep Tayyep Erdogan.

Dari sekian banyak yang mendukung keputusan Oezil itu, Maher Zain, yang merupakan penyanyi religi juga ikut memberikan dukungan. Ia merasa apa yang dialami Oezil selama gelaran Piala Dunia 2018 tidak adil.

https://twitter.com/MaherZain/status/1021163235125481472

“Saya Jerman ketika kami menang, tapi saya hanya imigran ketika kami kalah,” cuit Zain di Twitter, yang mengutip ungkapan hati Oezil di surat terbukanya terkait keputusan pensiun dari timnas.

Penyanyi keturunan Lebanon itu juga menggunakan tagar #IStandWithOzil dan #NoToRacism yang kemudian di tujukan ke akun Twitter Oezil, @MesutOzil1088. Bukan tanpa alasan memang Zain menggunakan tagar tersebut.

Tagar #IStandWithOzil saat ini menjadi trending topic di Twitter sebagai bentuk dukungan publik pada pemain berdarah Turki itu. Apalagi alasannya mundur dari timnas karena dilatar belakangi isu politik dan garis keturunannya.

Adapun Oezil menganggap Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) melakukan diskriminasi berlebihan padanya usai ia bertemu Erdogan. Ia mengungkapkan tidak bisa berseragam Jerman lagi jika masalah rasisme masih merajalela di sepak bola.

Rafael Marquez Putuskan Pensiun

Banner Football Live Star Baru-Football5starFootball5star.com, Indonesia — Setelah menghabiskan 22 tahun sebagai pesepak bola, Rafael Marquez mengumumkan masa pensiunnya.

Sabtu (21/7/2018) waktu setempat, Marquez menyatakan bahwa kariernya sebagai pesepak bola telah berakhir. Lewat akun Twitter miliknya, ia menjelaskan bahwa usia tak lagi bisa membuatnya bersaing.

DhGmVHYW4AAj1Mz“Saya menjelani 22 tahun karier di mana saya merasa telah melakukan banyak pengorbanan, upaya, kesalahan, kesuksesan dan yang lainnya. Meski kadang hasilnya tak sesuai dengan apa yang saya harapkan, saya merasa puas,” tulis Rafael Márquez.

“Saya tidak menyesali apa pun, karena kesalahan mengajarkan saya untuk menjadi lebih baik dari hari ke hari, tidak takut membuat kesalahan, dan memanfaatkan semua peluang sekecil mungkin,” imbuh pemain yang akrab disapa ‘Rafa’ ini.

Tak lupa, ia berterima kasih kepada seluruh dukungan yang diberikan oleh pendukungnya. “Saya berterima kasih kepada semua penggemar yang telah memberikan dukungan selama bertahun-tahun. Mereka akan terus menjadi motivasi saya,” terangnya.

Karier profesional Marquez dimulai saat ia bergabung klub masa kecilnya, Atlas, pada 1996. Dua tahun di sana, ia dibajak oleh AS Monaco. Empat tahun di Monaco, ia hengkang ke Barcelona.

Barcelona menjadi pelabuhan terbaik Marquez. Di Blaugrana, ia meraih empat gelar La Liga dan memenangi dua gelar Liga Champions. 2010, ia memutuskan untuk kembali ke benua Amerika untuk bermain di New York Red Bulls.

Pada 2016, Marquez memutuskan untuk kembali mengabdi ke Atlas. Di usia yang telah memasuki kepala tiga, ia tetap menjadi pilihan utama Atlas. Kemampuan bermain di segala posisi jadi alasan mengapa ia bermain secara reguler.

Rusia Tersingkir, Ignashevich Putuskan Pensiun

Football5star.com, Indonesia – Tersingkirnya Rusia di perempat final Piala Dunia membuat Sergej Ignashevich mengambil keputusan penting. Ia resmi pensiun dari dunia sepak bola.

Ignashevich adalah pemain dengan caps terbanyak Rusia sepanjang sejarah. Hingga laga melawan Kroasia, ia sudah 127 kali membela negara. Selain itu, bek tangguh ini juga telah mencetak sembilan gol.

Usai kalah dramatis lewat adu penalti dari Kroasia, pemain 38 tahun itu langsung mengumumkan pengunduran dirinya lewat Instagram pribadinya. Ia juga mengaku bisa saja pensiun sejak lama andai tidak ada Piala Dunia.

TeamRussia
@TeamRussia

“Ini adalah Piala Dunia terakhir saya, turnamen terakhir dan pertandingan terakhir saya di sepak bola. Jika bukan karena Piala Dunia, mungkin saya sudah pensiun beberapa waktu lalu,” kata Ignashevich seperti dilansir Reuters, Minggu (8/7/2018).

“Piala Dunia adalah motivasi terkuat saya selama ini. Saya merasa damai sekarang karena mengakhirinya dengan capaian tinggi. Saya bermain di perempat final bersama tim kuat dan pelatih hebat. Ini benar-benar luar biasa,” ia menambahkan.

Walau kalah dari Kroasia di perempat final, Piala Dunia 2018 bisa dibilang sebagai capaian terbaik Beruang Merah sejak berpisah dari Uni Soviet. Apalagi mereka kalah dengan kepala tegak setelah mampu mengejar ketinggalan dari tim lawan di extra time.

Bagi Ignashevich, kekalahan timnya merupakan hal yang biasa terjadi di sepak bola. Kendati demikian, ia mengaku tidak kecewa dengan hasil tersebut.

“Apa pun bisa terjadi di sepak bola. Tapi tidak ada kekecewaan di sini, kami bangga dengan capaian tim sekarang,” tutupnya.

Capello Ingin Akhiri Karier Kepelatihan di Cina

Football5star.com, Indonesia – Nama Fabio Capello sudah lama malang melintang di dunia kepelatihan internasional. Banyak klub dan negara yang sudah merasakan tangan dinginnya. Walau sudah memiliki nama besar, pria Italia ini mengaku ingin mengakhiri karier panjangnya itu di Cina.

Cita-cita Capello tersebut tampaknya berhasil diraih. Seperti yang diketahui, mantan pelatih AS Roma itu baru saja meletakkan jabatannya sebagai pelatih salah satu klub Liga Super Cina, Jiangsu Suning, Maret lalu.

Hingga saat ini, pria 72 tahun belum lagi terhubung dengan klub lain. Dengan kata lain, kabar pensiunnya dari dunia sepak bola bisa menjadi kenyataan pada tahun ini.

Fabio Capello Zimbio
zimbio.com

“Saya sudah lama ingin memutuskan pensiun di Cina. Ini adalah keputusan yang tepat, target saya ingin menyelamatkan sebuah tim yang tidak dilengkapi skuad dengan baik, dan itu sudah berhasil,” kata Capello seperti dikutip Football5star.com dari Corriere dello Sport, rabu (20/6/2018).

Seusai meletakkan jabatannya di Jiangsu, pelatih yang juga pernah menangani Inggris dan Rusia itu berhasrat pulang ke Italia. Ia mengaku ingin menikmati masa tuanya di kampung halaman bersama sang istri.

“Setelah empat pertandingan di musim depan, saya rindu kampung halaman dan sangat menginginkan waktu penuh bersama istri untuk mengembalikan waktu kami yang hilang karena kesibukan saya di sepak bola,” tegasnya.

Bersama Jiangsu, Capello melahap 23 pertandingan dengan mempersembahkan tujuh kemenangan, tujuh kali imbang, dan menelan sembilan kekalahan.

Jangan lupa ikutan kuis Football5star.com. Prediksi skor pertandingan Piala Dunia 2018 dengan kesempatan membawa pulang Mobil Honda Brio, Motor Honda Vario, Motor Honda Beat, dan banyak lagi hadiah menarik. Buruan daftar di kuis.www.old.football5star.com