Claudio Ranieri: Pep Guardiola Bakal Latih Tim Italia Suatu Saat Nanti

gamespool
Claudio Ranieri: Pep Guardiola Bakal Latih Tim Italia Suatu Saat Nanti 4

Football5Star.com, Indonesia – Eks pelatih Leicester dan Chelsea, Claudio Ranieri, percaya bahwa cepat atau lambat Pep Guardiola akan melatih klub Serie A. Ranieri yakin karena Guardiola akan selalu mencari tantangan baru setelah sebelumnya melatih di Premier League, La Liga dan Bundesliga.

Pep Guardiola masih memiliki kontrak sampai 2023 bersama Manchester City. Tapi Ranieri percaya bahwa mantan pelatih Barcelona itu pasti akan melatih klub Serie A suatu saat nanti. Ranieri juga sangat senang melihat beberapa pelatih top akan melatih klub Serie A musim depan. Namun kecewa Antonio Conte meninggalkan Inter.

Bermain Tanpa Gelandang Bertahan, Ini Alasan Pep Guardiola
Marca

“Kami akan bangkit, karena saya melihat tanda-tanda pertumbuhan yang tidak bisa disamarkan dengan tersingkirnya tim-tim Italia secara dini (di Liga Champions). Melihat kembalinya (Jose) Mourinho, (Massimiliano) Allegri dan mungkin juga (Maurizio) Sarri, pasti akan meningkatkan visibilitas seluruh pergerakan kami,” ucap Ranieri seperti dilansir Football5Star.com dari La Gazetta dello Sport.

Ranieri melanjutkan, “Sayang sekali untuk (Antonio) Conte meninggalkan Inter, tetapi saya yakin Guardiola cepat atau lambat akan datang untuk melatih di Italia juga. Namun, ada satu hal yang harus kami lakukan secepat mungkin. Kami harus meningkatkan kecepatan permainan. Jika kami tidak melakukannya, sulit untuk menjadi kompetitif.”

Pep Guardiola sendiri tak asing dengan sepak bola Italia. Dia pernah tiga musim bersama Brescia dan AS Roma pada 2001-2003 saat menjadi pemain dan fasih berbicara bahasa Italia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Manchester City Harus Berani Pecat Pep Guardiola

gamespool
Manchester City Harus Berani Pecat Pep Guardiola 8

Football5star.com, Indonesia – Mantan penggawa timnas Jerman, Lothar Matthaeus, meminta Manchester City untuk segera mempertimbangkan nasib Pep Guardiola. Matthaeus menyalahkan Guardiola atas kegagalan The Cityzens menyabet gelar Liga Champions musim 2020-21.

Menurut Matthaeus, Manchester City gagal menjadi juara Eropa karena kesalahan taktik Guardiola di partai final. Ia sama sekali tak terkesan dengan keputusan Guardiola yang tak menurunkan gelandang bertahan dari menit awal.

“Kesalahan taktik Pep Guardiola membuat para suporter Manchester City gagal merayakan keberhasilan menjadi juara Liga Champions. Saya rasa, dia harus bisa mendengar kritik dari berbagai pihak,” tutur Lothar Matthaeus kepada Sky Germany.

Manchester City - Lothar Matthaeus - Pep Guardiola - The Telegraph
The Telegraph

“Saya yakin masa depan Guardiola saat ini sedang dipertimbangkan oleh para petinggi Manchester City. Selain itu, para pemain juga akan mulai meragukan kemampuannya,” sambung Matthaeus.

Lebih lanjut, Matthaeus juga melempar kritik pedas karena Guardiola baru menurunkan Fernandinho di pertengahan babak kedua. Menurutnya, kehadiran gelandang bertahan akan membuat Chelsea tak bisa mencetak gol ke gawang Ederson.

“Guardiola kembali mencoba sesuatu yang baru di momen yang tidak tepat. Dia pantas kalah karena perjudiannya. Bagaimana bisa Guardiola tak menurunkan gelandang bertahan terbaik City yang tampil gemilang dan memberikan jaminan kepada para pemain belakangnya?”

“Guardiola melakukan kesalahan fatal karena tak menurunkan Fernandinho ataupun Rodri, memainkan enam gelandang menyerang dan tidak mengawali pertandingan dengan seorang striker,” tandas Matthaeus.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Adik Sergio Aguero Ungkap Kelakuan Buruk Pep Guardiola

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Adik Sergio Aguero, Mauricio Del Castillo mengungkap rasa tidak sukanya terhadap Pep Guardiola pasca kekalahan Manchester City dari Chelsea di final Liga Champions 2020-21.

Lewat akun Twitter pribadinya, Castillo mengatakan bahwa Pep Guardiola sebenarnya tidak pernah menginginkan kakaknya, Sergio Aguero. Namun kicauan dari Castillo itu kemudian dihapus.

Semua Tahu, Hancurnya Hati Sergio Aguero di Estadio do Dragao

Castillo kemudian menjelaskan mengapa ia menghapus tweet soal Pep Guardiola. “Banyak orang beracun, terlalu banyak. Sempurna. Saya senang orang telah melihatnya. Dan saya akan menulisnya lagi jika saya mau,” tulis Castillo, Senin (31/5/2021).

Ungkap kekecewaan Castillo tentu saja karena Sergio Aguero hanya bermain kurang dari 30 menit di final Liga Champions. Striker Argentina itu masuk di menit ke-77 gantikan Raheem Sterling.

Pernyataan Castillo bahwa Guardiola tak suka dengan Aguero sendiri berbanding terbalik dengan ungkapan sang pelatih. Pria Catalan itu usai City meraih gelar Liga Inggris menegaskan bahwa sosok Aguero tak tergantikan di Manchester City.

“Dia orang yang spesial. Dia sangat baik. Dia banyak membantuku. Kita tidak bisa menggantikannya. Kami memiliki warisannya. Dia menunjukkan kualitasnya dalam 30 menit,”

“Sergio tidak akan tergantikan. Saya bisa bilang dari segi angka dia bisa diganti tapi itu tidak mudah,” ucap Pep Guardiola.

Sergio Aguero sendiri sudah resmi meninggalkan City di akhir musim ini. Santer terdengar ia akan melanjutkan karier di Barcelona.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Eks Manchester United Pertanyakan Taktik Guardiola Lawan Chelsea

gamespool
Eks Manchester United Pertanyakan Taktik Guardiola Lawan Chelsea 15

Football5Star.com, Indonesia – Legenda Manchester United, Rio Ferdinand, mempertanyakan keputusan Pep Guardiola yang tak memainkan gelandang bertahan di final Liga Champions lawan Chelsea, (30/5/21). Ferdinand menyebut Guardiola merubah cara bermain yang biasanya dia mainkan sepanjang musim.

Manchester City harus kalah 1-0 lewat gol dari Kai Havertz. Mereka bahkan hanya mencatatkan satu tendangan ke arah gawang. Guardiola dikritisi karena tidak memainkan gelandang bertahan demi memainkan Raheem Sterling yang hanya bermain 30 menit dalam 5 laga Liga Champions terakhir. Dengan begitu, Ilkay Guendogan yang merupakan top skorer City musim ini harus bermain lebih ke dalam.

Bermain Tanpa Gelandang Bertahan, Ini Alasan Pep Guardiola
Marca

“Guardiola mengubah cara dia bermain sepanjang musim. Dia selalu memiliki Rodri di sana, atau Fernandinho, dan dia tidak melakukannya hari ini dan dia mengubahnya. Dia pasti melihat sesuatu karena saya berbicara dengannya di awal minggu ini dan dia tampak sangat percaya diri,” ucap Ferdinand seperti dikutip Football5Star.com, dari BT Sport.

Ferdinand melanjutkan, “Kita semua tahu secara taktik, dia mengotak-atik timnya. Dia mungkin melihat kelemahan di suatu tempat tetapi hari ini, Thomas Tuchel, cara dia mengatur timnya hari ini benar-benar meniadakan ancaman yang dimiliki CIty.”

Selain mengkritisi lini tengah, Ferdinand juga mempertanyakan keputusan Pep Guardiola memainkan Riyad Mahrez dan Raheem Sterling bersamaan.

“Hari ini, mereka bermain dengan dua pemain sayap, sangat melebar. Mahrez dan Sterling, dan mereka jarang melakukannya tahun ini. Itu mungkin salah satu area yang mungkin Guardiola salah,” ujar Ferdinand.

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Bermain Tanpa Gelandang Bertahan, Ini Alasan Pep Guardiola

gamespool
Bermain Tanpa Gelandang Bertahan, Ini Alasan Pep Guardiola 19

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, menjelaskan alasannya mengapa dia tak memainkan Fernandinho atau Rodri sejak awal pada final Liga Champions. Guardiola menekankan bahwa dirinya memainkan starter terbaiknya.

City harus kalah 1-0 melawan Chelsea lewat gol dari Kai Havertz, (30/5/21). Guardiola dikritisi karena tidak memainkan gelandang bertahan demi memainkan Raheem Sterling yang hanya bermain 30 menit dalam 5 laga Liga Champions terakhir. Dengan begitu, Ilkay Guendogan yang merupakan top skorer City musim ini harus bermain lebih ke dalam. Guardiola membeberkan alasannya.

Pep Guardiola - Man City - Liga Champions - uefa. com
uefa.com

“Saya melakukan yang terbaik dalam seleksi pemain. Saya membuat pilihan terbaik untuk memenangkan permainan, para pemain tahu itu. Saya pikir Guendogan bermain bagus. Kami sedikit ketinggalan di babak pertama, tetapi di babak kedua itu jauh lebih baik. Itu adalah pertandingan yang ketat tetapi kami memiliki peluang yang sangat besar,” ucap Guardiola seperti dilansir Football5Star.com dari BT Sport.

Guardiola melanjutkan, “Saya ingin mengatakan ini adalah musim yang luar biasa bagi kami. Mimpi besar berada di sini, tapi sayangnya kami tidak bisa menang. Kami mencoba, kami tidak dapat melakukannya, dan kami akan bekerja untuk kembali suatu hari nanti.”

Kevin De Bruyne harus ditarik keluar pada laga itu setelah bertabrakan dengan Antonio Ruediger. Guardiola berharap cedera pemain timnas Belgia itu tak terlalu parah.

“Saya tidak tahu tentang rasa sakit yang dia alami di wajahnya, saya tidak menemui dia atau berbicara dengan dokter. Tapi semoga tidak menjadi masalah besar,” kata Pep Guardiola.

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Pep Guardiola: Man City akan Jadi Klub Terhebat di Dunia

gamespool
Pep Guardiola: Man City akan Jadi Klub Terhebat di Dunia 23

Football5star.com, Indonesia – Manajer Man City, Pep Guardiola, tak bisa menutupi kekecewannya karena gagal mengalahkan Chelsea di partai final Liga Champions dinihari tadi. Akan tetapi, kekalahan ini sama sekali tak membuat Guardiola patah arang.

Guardiola mengaku bakal berlibur selama beberapa pekan bersama keluarganya. Ia akan kembali ke Man City setelah menjalani liburan dan bakal berusaha membuat The Cityzens menjadi klub terhebat di dunia.

“Saat ini, saya hanya ingin pulang dan menemui keluarga besar. Saya sudah cukup lama tak menemui mereka,” tutur Pep Guardiola dikutip football5star dari laman resmi UEFA.

Pep Guardiola - Man City - Liga Champions - uefa. com
uefa.com

“Setelah itu, saya akan kembali bekerja di sini. Saya akan membuat Man City menjadi klub terhebat di dunia dalam beberapa tahun ke depan,” kata Guardiola menambahkan.

Lebih lanjut, Guardiola mengatakan bahwa Man City sudah menjalani musim yang fenomenal. Ia pun berjanji akan bekerja lebih keras lagi agar bisa membawa The Cityzens merengkuh gelar kontinental di masa depan.

“Menurut saya, kami menjalani musim yang cukup fenomenal. Sayangnya, kami gagal menjadi juara Liga Champions. Kami sudah berusaha keras. Namun, kami tetap gagal. Kegagalan ini akan membuat kami bekerja lebih keras lagi,” tandas Guardiola.

Semenjak meninggalkan Barcelona pada 2012 lalu. Guardiola memang belum berhasil menambah koleksi gelar Liga Champions miliknya. MembawaCity melaju ke final merupakan prestasi terbaik Guardiola di Eropa dalam sembilan tahun terakhir.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Man City vs Chelsea: Kai Havertz Hancurkan Ambisi Pep Guardiola

gamespool
Man City vs Chelsea: Kai Havertz Hancurkan Ambisi Pep Guardiola 27

Football5star.com, Indonesia – Kai Havertz mengagalkam ambisi Pep Guardiola untuk mempersembahkan gelar Liga Champions kepada Man City. Gol Havertz pada menit ke-42 membuat laga final Liga Champions antara Man City vs Chelsea berakhir dengan skor 0-1.

Man City dan Chelsea mengambil inisiatf serangan di awal-awal pertandingan. Pada menit ke-15, Chelsea mendapat peluang besar pertamanya lewat Timo Werner. Namun, sepakan Werner masih mengarah ke pelukan Ederson Moraes.

Pada menit ke-27, giliran The Cityzens yang mendapat peluang emas lewat Phil Foden. Namun, Foden gagal memanfaatkan umpan tarik Kevin De Bruyne karena sepakannya diblok Antonio Ruediger dengan mudah.

Pada menit ke-42, Chelsea berhasil memecah kebuntuan. Berawal dari umpan terobosan Mason Mount, Kai Havertz berhasil lolos dari perangkap off-side. Ia lalu melewati hadangan Ederson dan mampu menjebol gawang Man City tanpa kesulitan berarti. Paruh pertama berakhir dengan skor 0-1.

Kai Havertz - Pep Guardiola - Man City vs Chelsea - Final Liga Champions - uefa. com
uefa.com

Selepas turun minum, Man City kembali melanjutkan intensitas serangannya. Namun, mereka masih kesulitan membongkar pertahanan rapat Chelsea.

The Cityzens menerima pukulan telak pada menit ke-57. Mereka kehilangan Kevin De Bruyne karena mengalami cedera kepala. De Bruyne menderita cedera setelah bertabrakan dengan Antonio Ruediger. De Bruyne sempat mendapat perawatan sebelum ditarik keluar dan digantikan oleh Gabriel Jesus.

Terus menyerang, Man City nyaris kembali kecolongan. Pada menit ke-72, Chelsea berhasil keluar dari tekanan Man City dan melancarkan serangan balik. Namun, Christian Pulisic yang hanya tinggal menaklukkan Ederson gagal memaksimalkan umpan terobosan Havertz dengan maksimal.

Di sisa waktu pertandingan, Man City terus menggempur lini belakang Chelsea. Akan tetapi, mereka tetap kesulitan menciptakan peluang berarti dan skor 0-1 tak berubah hingga wasit membubarkan pertandingan.

Kemenangan ini membuat Chelsea berhak membawa pulang trofi Liga Champions. Ini merupakan kali kedua Chelsea berhasil menjadi jawara Eropa.

SUSUNAN PEMAIN MAN CITY VS CHELSEA:

Man City: 31-Ederson Moraes; 2-Kyle Walker, 5-John Stones, 3-Ruben Dias, 11-Oleksandr Zinchenko; 17-Kevin De Bruyne (9-Gabriel Jesus 60′), 8-Ilkay Guendogan, 20-Bernardo Silva (25-Fernandinho 64′); 26-Riyad Mahrez, 7-Raheem Sterling (10-Sergio Aguero 77′), 47-Phil Foden

Pelatih: Pep Guardiola

Chelsea: 16-Edouard Mendy; 24-Reece James, 6-Thiago Silva (4-Andreas Christensen 39′), 2-Antonio Ruediger; 28-Cesar Azpilicueta, 7-N’Golo Kante, 5-Jorginho, 21-Ben Chilwell; 19-Mason Mount (17-Mateo Kovacic 80′), 29-Kai Havertz; 11-Timo Werner (10-Christian Pulisic 66′)

Pelatih: Thomas Tuchel

Kartu Kuning: Guendogan 34′, Jesus 88′ – Ruediger 57′

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Susunan Pemain Man City vs Chelsea: The Cityzens Pasang Skema Ultra Ofensif

gamespool
Susunan Pemain Man City vs Chelsea: The Cityzens Pasang Skema Ultra Ofensif 30

Football5star.com, Indonesia – Pep Guardiola memasang formasi ultra ofensif pada partai final Liga Champions antara Man City vs Chelsea dinihari ini. Ia menurunkan formasi 4-3-3 dan tidak memainkan satu pun gelandang bertahan.

Tiga pemain yang bakal mengisi lini tengah The Cityzens di laga nanti adalah Kevin De Bruyne, Ilkay Guendogan dan Bernardo Silva. Ketiganya akan bekerja sama dengan Riyad Mahrez, Raheem Sterling dan Phil Foden untuk membongkar lini pertahanan Chelsea.

Guendogan menjadi kejutan terbesar di starting XI Man City. Pasalnya, pemain asal Jerman itu sempat mengalami cedera paha ketika menjalani sesi latihan, Jumat (28/5) lalu.

Sementara itu, pelatih Chelsea, Thomas Tuchel tetap mengandalkan formasi 3-4-2-1. Namun, ia menjadikan Reece James sebagai bek tengah dan memasang Cesar Azpilicueta sebagai wing back kanan.

Di lini depan, Tuchel memberi kepercayaan lebih kepada Mason Mount, Kai Havertz dan Timo Werner. Ia memutuskan untuk menyimpan Christian Pulisic dan Hakim Ziyech di bangku cadangan.

Partai final Liga Champions antara Man City vs Chelsea akan digelar pada pukul 02.00 WIB. Laga ini disiarkan langsung oleh SCTV dan bisa disaksikan secara daring melalui laman maupun aplikasi vidio.com.

SUSUNAN PEMAIN MAN CITY VS CHELSEA:

Man City: 31-Ederson Moraes; 2-Kyle Walker, 5-John Stones, 3-Ruben Dias, 11-Oleksandr Zinchenko; 17-Kevin De Bruyne, 8-Ilkay Guendogan, 20-Bernardo Silva; 26-Riyad Mahrez, 7-Raheem Sterling, 47-Phil Foden

Pelatih: Pep Guardiola

Chelsea: 16-Edouard Mendy; 24-Reece James, 6-Thiago Silva, 2-Antonio Ruediger; 28-Cesar Azpilicueta, 7-N’Golo Kante, 5-Jorginho, 21-Ben Chilwell; 19-Mason Mount, 29-Kai Havertz; 11-Timo Werner

Pelatih: Thomas Tuchel

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

5 Catatan Menarik bila Manchester City Juara Liga Champions

Banner Gamespol Baru

Football5Star.com, Indonesia – Manchester City akan berjibaku melawan Chelsea pada final Liga Champions di Estadio Do Dragao, Minggu (30/5/2021) dini hari WIB. Laga all English finals ini adalah yang ketiga dalam sejarah ajang ini.

Ada beberapa catatan menarik yang akan ditorehkan bila Manchester City nanti mampu mengalahkan Chelsea dan merebut trofi Si Kuping Besar. Berikut ini, Football5Star.com menyajikan 5 di antara catatan-catatan menarik tersebut.

The Cityzens Juara Baru Setelah Chelsea

Chelsea jadi juara baru terakhir di Liga Champions saat jadi yang terbaik pada musim 2011-12.
irishmirror.ie

Bila mampu mengalahkan Chelsea pada final nanti, Manchester City akan merebut gelar pertama sekaligus jadi juara baru di Liga Champions. Menariknya, klub terakhir yang jadi juara baru di ajang ini adalah Chelsea pada 2011-12.

Setelah Chelsea, ada dua klub yang sempat berpeluang menjadi juara baru tapi gagal. Mereka adalah Tottenham Hotspur dan Paris Saint-Germain. Tottenham kalah 0-2 dari Liverpool pada final musim 2018-19, sedangkan PSG takluk 0-1 dari Bayern Munich pada final musim berikutnya.

Manchester City Samai Dortmund

Borussia Dortmund jadi tim debutan final terakhir yang juara Liga Champions.
uefa.com

Selain jadi juara baru, Manchester City juga akan membuat catatan lain. The Cityzens akan jadi tim debutan final Liga Champions yang langsung juara. Klub terakhir yang seperti itu adalah Borussia Dortmund yang mengalahkan Juventus 3-1 pada final musim 1996-97.

Setelah Dortmund, ada tujuh debutan di final dan gagal meraih gelar juara. Mereka adalah Valencia pada 1999-00, Bayer Leverkusen (2001-02), AS Monaco (2003-04), Arsenal (2005-06), Chelsea (2007-08), Tottenham Hotspur (2018-19), dan Paris Saint-Germain (2019-20).

Guardiola Masuk Deretan Pelatih Tersukses

Pep Guardiola sudah merebut dua gelar juara LIga Champions bersama Barcelona.
dailymail.co.uk

Andai Manchester City nanti juara, prestasi tersendiri akan ditorehkan manajer Pep Guardiola. Dia akan masuk deretan pelatih tersukses di Liga Champions dengan tiga gelar juara. Sebelumnya, dia mengantar Barcelona jadi kampiun pada 2008-09 dan 2010-11.

Guardiola akan sejajar dengan Bob Paisley, Carlo Ancelotti dan Zinedine Zidane. Paisley tiga kali juara bersama Liverpool pada 1976-77, 1977-78, dan 1980-81. Sementara itu, Ancelotti juara bersama AC Milan pada 2002-03 dan 2006-07, lalu bersama Real Madrid pada 2013-14. Adapun Zidane membawa Madrid juara tiga kali beruntun dari 2015-16 hingga 2017-18.

Guardiola Juara bersama Dua Klub

Pep Guardiola akan juara bersama dua klub bila mampu mengantar Manchester City mengalahkan Chelsea.
marca.com

Selain masuk jajaran pelatih dengan jumlah gelar terbanyak, Pep Guardiola juga akan menorehkan catatan penting lain jika Manchester City juara Liga Champions musim ini. Dia akan menjadi pelatih ke-6 yang juara bersama dua klub. Seperti diketahui, Guardiola sudah juara bersama Barcelona pada 2008-09 dan 2010-11.

Pelatih pertama yang melakukan hal tersebut adalah Ernst Happel yang juara bersama Feyenoord pada 1969-70 dan Hamburger SV pada 1982-83. Berikutnya ada Ottmar Hitzfeld bersama Borussia Dortmund (1996-97) dan Bayern Munich (2000-21), Jose Mourinho bersama FC Porto (2003-04) dan Inter Milan (2009-10), Jupp Heynckes bersama Real Madrid (1997-98) dan Bayern (2012-13), serta Carlo Ancelotti bersama AC Milan (2002-03, 2006-07) dan Madrid (2013-14).

Klub Inggris ke-6 yang Juara Liga Champions

Tottenham Hotspur jadi wakil Inggris terakhir di final sebelum Manchester City musim ini.
independent.co.uk

Manchester City tercatat sebagai klub Inggris ke-9 yang lolos ke final Liga Champions. Sebelumnya, ada Manchester United, Leeds United, Liverpool, Nottingham Forest, Aston Villa, Arsenal, Chelsea, dan Tottenham Hotspur. Di antara mereka, Liverpool adalah yang tersering dengan 9 kali menembus partai puncak.

Dari semua klub itu tentu saja tak semuanya juara. The Cityzens akan jadi klub Inggris ke-6 yang mampu menjadi yang terbaik. Di antara 8 pendahulu The Cityzens, ada 3 klub yang gagal juara. Mereka adalah Leeds United serta dua London Utara, yakni Arsenal dan Tottenham Hotspur.

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Ingin Juara Liga Champions, Manchester City Harus Siap Menderita

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Manchester City memburu gelar pertamanya di Liga Champions. Tampil di partai final melawan Chelsea, Sabtu (29/5/2021), pelatih City, Pep Guardiola menegaskan anak asuhnya harus siap menderita untuk bisa meraih gelar juara.

“Saya cukup yakin kami harus menderita untuk bisa memenangkan partai final. Saya selalu memberi tahu para pemain untuk bisa bersenang-senang tapi terkadang itu tidak mungkin dilakukan,” kata Guardiola seperti dikutip Football5star.com dari Sky Sport.

Manchester City dihantui rekor buruk tim-tim muka baru yang menjalani final Liga Champions dengan rival senegara.

“Anda harus menderita, bertahan dan beradaptasi dengan momen buruk di partai final karena itu pasti akan terjadi. Namun pada akhirnya, kita harus tetap menjadi diri sendiri dan tampilkan permainan bagus,” tambahnya.

“Merupakan hak istimewa yang luar biasa bisa tampil di partai final. Kami ingin mengekspersikan diri kami sebaik mungkin. Jika ada pemain yang cemas dan gugup, hal itu normal dialami,”

“Mencapai partai final Liga Champions adalah menyelesaikan bagian dari proses yang kami mulai empat atau lima tahun lalu. Saya pikir ini akan menjadi pertandingan yang bagus dan tim yang pantas akan menang,”

Sementara itu, pemain City, Kevin de Bruyne menegaskan bahwa tidak ada tim yang ingin kalah di partai final.

“Jika Anda menang, Anda adalah pahlawan. Jika Anda kalah, Anda gagal. Datang ke tahap ini dilakukan dengan sangat baika oleh tim tetapi jika Anda tidak menang. Itu adalah sesuatu yang mungkin Anda alami, tetapi tidak ingin Anda rasakan,” kata De Bruyne

“Itu menjadi salah satu tujuan klub dan pemain. Bisa berada di partai final dan tampil di panggung tertinggi di dunia adalah sesuatu yang istimewa,” tambah pemain asal Belgia tersebut.

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Guardiola: Petinggi Klub Tak Pernah Menekan Saya untuk Bisa Juara Liga Champions

gamespool
Guardiola: Petinggi Klub Tak Pernah Menekan Saya untuk Bisa Juara Liga Champions 44

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, menegaskan bahwa dirinya tak pernah ditekan oleh petinggi klub untuk memenangkan Liga Champions. Guardiola mengatakan bahwa tekanan hanya berasal dari pihak eksternal saja.

Manchester City akan berhadapan dengan Chelsea di final Liga Champions, Minggu (30/5/21). Ini merupakan laga debut City di final Liga Champions dan mereka berkesempatan besar untuk memenangkannya untuk pertama kalinya. Namun, Guardiola mengatakan dirinya tak mendapatkan tekanan dari petinggi klub karena fakta itu.

pep guardiola-sheikh mansour-thenational
The National

“Tentu saja (tekanan hanya ada dari luar). Tidak ada dari Chairman, tidak ada dari CEO, tekanan yang saya rasakan ketika saya tiba di sini hanyalah untuk memainkan tim seperti yang saya lakukan sebelum saya mengambil alih. Anda mengambil alih untuk bermain dengan cara tertentu, Anda harus melakukannya dengan cara ini,” ucap Guardiola kepada Rio Ferdinand seperti dilansir Football5Star.com dari Mirror.

Pada dua laga terakhir melawan Chelsea, Manchester City harus takluk dengan skor 1-0 di Piala FA dan 2-1 di Premier League. Tapi Guardiola yakin dua laga itu tak akan berpengaruh kepada laga Liga Champions nanti.

“Tentu saja tidak. Saya tahu bagaimana kami mempersiapkan diri untuk final ini dan alasannya, kami datang hanya dua hari setelah kualifikasi melalui pertandingan lawan Dortmund dan setelah semifinal. Anda tahu pada saat itu mereka memang pantas menang, selamat kepada Chelsea, tetapi ini adalah pertandingan baru. Kami akan menghadapi mereka dan melihat apa yang terjadi,” kata Guardiola.

Pep Guardiola melanjutkan, “Bahkan jika kami memenangkan dua pertandingan itu, posisi saya tetap akan sama sekarang karena saya tahu apa itu Liga Champions. Ini satu pertandingan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Guardiola Punya Momen Buruk dengan Wasit yang akan Pimpin Final Liga Champions

gamespool
Guardiola Punya Momen Buruk dengan Wasit yang akan Pimpin Final Liga Champions 48

Football5Star.com, Indonesia – UEFA resmi menunjuk wasit asal Spanyol, Antonio Mateu Lahoz, untuk memimpin final Liga Champions antara Manchester City vs Chelsea. Dan pelatih City, Pep Guardiola punya kenangan buruk dengan Lahoz.

Guardiola pernah diusir dari lapangan oleh Lahoz saat City bertemu Liverpool pada leg kedua perempat final Liga Champions pada 2018. Saat itu Guardiola disuir pada pergantian babak dan terpaksa menyaksikan 45 menit laga di bangku penonton. Setelah laga, mantan pelatih asal Catalan itu menyebut Lahoz sebagai “wasit yang suka merasa berbeda, dan wasit spesial.”

Lahoz ditunjuk sebagai wasit final Liga Champions yang diadakan pada Minggu dini hari, (30/5/21). Tapi, Guardiola menyebut bahwa dia tak ada masalah dengan itu.

Pep Guardiola Punya Momen Buruk dengan Wasit yang akan Pimpin Final Liga Champions
Bein Sports

“Tidak (masalah). Saya tidak peduli. Saya sangat percaya diri dengan tim saya. Anda tidak dapat membayangkan betapa yakinnya saya di tim saya dan apa yang harus kami lakukan.” ujar Guardiola itu seperti dilansir Football5Star.com dari Evening Standard.

Lahoz sudah menjadi wasit di Liga Champions sejak 2012, namun ini pertama kalinya dia memimpin partai final. Tapi dia merupakan wasit ke-4 di final Liga Champions 2019 antara Tottenham vs Liverpool. Musim ini dia sudah lima kali memimpin laga Liga Champions dengan catatan 25 kartu kuning.

Mateu Lahoz pernah memimpin laga Chelsea dua kali dengan hasil satu menang dan satu imbang. Sedangkan City empat kali dengan hasil tiga menang dan satu kalah.

Pep Guardiola tentu saja sering bertemu Lahoz saat dia melatih Barcelona. Total Lahoz mewasiti lima laga Barcelona era Guardiola, dengan catatan empat menang dan satu imbang.

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Pep Guardiola Raih Penghargaan LMA Manager of the Year

gamespool
Pep Guardiola Raih Penghargaan LMA Manager of the Year 51

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, mendapatkan penghargaan League Managers Association Manager of the Year musim 2020-21. Penghargaan itu tentu saja dia dapatkan karena membawa City meraih gelar Premier League dan Piala Liga musim ini.

LMA Manager of the Year adalah penghargaan tahunan yang diberikan kepada manajer terbaik dan dipilih Asosiasi Manajer Inggris. Ini kedua kalinya Guardiola mendapatkan penghargaan ini setelah pada 2018 lalu dia mendapatkannya.

“Saya senang memenangkan penghargaan LMA Manager of the Year untuk kedua kalinya. Bagi saya, ini trofi istimewa untuk dimenangkan karena dipilih oleh sesama manajer saya. Penghargaan seperti ini hanya mungkin jika seorang manajer dikelilingi oleh para profesional top,” ucap Guardiola seperti dilansir Football5Star.com dari Goal.

Guardiola melanjutkan, “Para pemain saya luar biasa, dedikasi dan profesionalisme mereka tidak pernah goyah, bahkan di musim yang paling menantang yang pernah kami hadapi. Dan staf saya juga pantas mendapatkan pujian tertinggi.”

Penghargaan ini membuat Pep Guardiola menyamai perolehan Arsene Wenger dan Steve Coppel. Hanya David Moyes (3 kali) dan Sir Alex Fergusen (5 kali) yang mendapatkan lebih banyak darinya.

“Saya sangat beruntung memiliki tim yang terdiri dari orang-orang yang memberikan semua yang mereka miliki setiap hari untuk memastikan Manchester City menjadi yang terbaik yang kami bisa. Penghargaan ini didedikasikan untuk dan dibagikan dengan mereka,” ujar Guardiola.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Nostalgia Hari Ini: Laga Terakhir Pep Guardiola Bersama Barcelona

gamespool
Nostalgia Hari Ini: Laga Terakhir Pep Guardiola Bersama Barcelona 56

Football5Star.com, Indonesia – Tepat hari ini, 25 Mei, 9 tahun yang lalu, Pep Guardiola melakoni partai terakhirnya sebagai pelatih Barcelona setelah 4 tahun melatih. Laga terakhirnya sangat dikenang, karena itu terjadi di partai final Copa del Rey.

Pep Guardiola pertama kali memulai karier sebagai pelatih pada tahun 2007 dimana dia melatih Barcelona B. Hanya satu musim, presiden Joan Laporta langsung menaikkannya ke tim utama untuk menggantikan Frank Rijkaard, dan itu adalah keputusan yang sangat tepat.

Pada musim pertamanya dia langsung meraih Treble dan trofi selalu mengalir setelah itu. Total, Guardiola meraih 3 gelar La Liga, 2 Copa del Rey, 3 Piala Super Spanyol, 2 Liga Champions, 2 Piala Super Eropa, dan 2 Piala Dunia Antarklub bersama Blaugrana.

pep guardiola lionel messi
Daily Mail

Guardiola memutuskan untuk mengundurkan diri dari kursi pelatih Barcelona beberapa pekan sebelum laga final itu dan dia memutuskan untuk pindah ke Bayern Munich setelah satu musim beristirahat.

Jalannya laga

Barcelona berhadapan dengan Athletic Bilbao di babak final Copa del Rey, 25 Mei 2012, di Stadion Vicente Calderon. Laga baru 20 detik, Lionel Messi sudah punya peluang, tapi tendangannya menyamping dari gawang Gorka Iraizoz.

Dan gol datang pada menit ke-2. Lewat tendangan penjuru, kemelut terjadi di depan gawang dan bola bisa ditendang oleh Pedro masuk ke gawang.

Bilbao terus dibombardir. Pada menit ke-15, Messi melepaskan tembakan melengkung cantik dari sisi kanan, tapi Iraizoz melakukan penyelamatan gemilang.

Nostalgia Hari Ini Laga Terakhir Pep Guardiola Bersama Barcelona
Pinterest

Tapi pada menit ke-20 Messi berhasil mencetak gol dari sudut sempit setelah menerima umpan terobosan dari Andres Iniesta.

Pada menit ke-24, Bilbao kembali kebobolan. Pedro berhasil mencetak gol keduanya pada laga itu setelah mendapat umpan dari Xavi Hernandez.

Barulah setelah kebobolan 3 gol, Bilbao baru bisa beberapa kali membuat peluang lewat Fernando Llorente dan Iker Muniain, tapi Jose Pinto berhasil melakukan beberapa penyelamatan. Babak pertama tetap berakhir 3-0 dan tak berubah sampai akhir laga. Barcelona mengangkat trofi Copa del Rey ke-26 nya dan trofi terakhir bagi Pep Guardiola di Barcelona.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Rahasia di Balik Performa Gemilang Phil Foden

gamespool
Rahasia di Balik Performa Gemilang Phil Foden 60

Football5star.com, Indonesia – Gelandang Man City, Phil Foden, akhirnya membeberkan resep di balik performa gemilangnya dalam beberapa musim terakhir. Foden mengaku bisa tampil apik berkat tangan dingin Pep Guardiola.

Dalam beberapa tahun terakhir, Foden memang menjadi salah satu pemain muda Inggris yang berhasil mencuri perhatian. Pemain berusia 20 tahun itu berhasil mencetak 31 gol dan 22 assist dari 123 penampilannya semenjak musim 2017-18.

“Pep Guardiola memiliki peran yang sangat penting di balik performa saya dalam beberapa tahun terakhir. Selain itu, didikan para pemain senior Man City juga berperan penting dalam perkembangan saya,” ujar Phil Foden dikutip football5star dari London Evening Standard.

Phil Foden - Pep Guardiola - Man City - Football FanCast
Football FanCast

“Mereka berhasil membantu saya menjadi pemain yang lebih baik. Jadi, Guardiola dan para pemain Man City memiliki arti yang sangat penting di balik performa saya,” sambung Foden.

Foden merupakan sosok yang dipercaya Man City untuk menggantikan peran David Silva yang hengkang di akhir musim 2019-20 lalu. Ia merasa sangat bersyukur karena mampu memanfaatkan kesempatan tersebut dengan baik.

“Dahulu, saya harus bersaing dengan nama-nama besar untuk mendapatkan menit bermain. Saya tak akan pernah mendapat kesempatan tampil apabila tak ada pemain hebat yang pergi.”

“Sekarang, saya berhasil menunjukkan performa yang cukup baik setelah diberi kepercayaan bermain. Tentu saja saya ingin melanjutkan performa baik saya pada musim-musim selanjutnya,” tandas Foden.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Guardiola Pastikan Aguero Main dengan Messi di Barcelona

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Manchester City, Pep Guardiola mengatakan bahwa Sergio Aguero dipastikan akan bermain bersama Lionel Messi di Barcelona pada musim depan.

“Mungkin saya mengungkapkan rahasia. Mungkin dia hampir menyetujui kesepakatan untuk klub hatiku, untuk Barcelona,” kata Guardiola seperti dikutip Football5star.com dari bbc, Selasa (25/5/2021).

Lionel Messi Putuskan Bertahan, Aguero Hampir Pasti ke Barcelona

“Dia akan bermain bersama pemain terbaik sepanjang masa, Messi. Saya cukup yakin dia akan menikmati dan mungkin Barcelona lebih kuat dengan dia di lapangan,” tambah Guardiola.

Pada laga pekan terakhir Liga Inggris 2020-21 melawan Everton, Guardiola sempat mengucapkan kalimat perpisahan kepada pemain asal Argentina tersebut.

“Kami sangat mencintainya. Dia orang yang sangat spesial bagi kami semua,” ucap Guardiola.

“Kami tidak bisa menggantikannya. Dia selalu menunjukkan kualitasnya di sini,”

Menurut Football Espana, Sergio guero akan terbang ke Barcelona usai final Liga Champions untuk menyelesaikan kepindahan ke klub Catalan tersebut.

Beberapa waktu lalu, Lionel Messi pun dikabarkan menyepakati untuk tetap bertahan di Barcelona. Menurut jurnalis beIN Sport, Achraf Ben Ayad, Messi memutuskan bertahan disebabkan sejumlah faktor. Salah satunya soal pemain muda dari akademi La Masia yang diberi banyak kesempatan bermain pada musim ini.

Kontrak Messi di Barcelona habis di akhir musim ini. Sejauh ini belum ada pernyataan resmi dari Messi maupun Barcelona terkait masa depan megabintang asal Argentina tersebut.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Jelang Final Liga Champions: Kepercayaan Diri Guardiola Memuncak

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Final Liga Champions antara Manchester City vs Chelsea tinggal menghitung hari. Menjelang laga akbar ini Pep Guardiola merasakan kepercayaan diri tinggi.

Banyak alasan yang membuat Pep Guardiola percaya diri. Terutama soal skuat yang dimiliki dan permainan yang dia terapkan.

“Mereka siap. Saya tahu betapa bagusnya mereka semua. Saya tidak akan berubah karena satu atau dua sesi. Saya sudah mengetahui banyak hal selama bertahun-tahun. Tapi starting 11 belum diputuskan,” ujar sang nakhoda seperti dilansir dari laman resmi klub, Senin (24/5/2021).

Pep Guardiola Manchester City Sedang Membangun Sejarah di Liga Champions
The Guardian

“Saya sangat percaya diri sekarang dengan tim yang saya miliki. Anda tidak bisa membayangkan betapa percaya dirinya saya pada tim ini dan apa yang harus kami lakukan,” sambung pelatih asal Spanyol.

Kendati demikian, Pep Guardiola sadar dengan ancaman yang siap dihadirkan Chelsea. Menurutnya klub besutan Thomas Tuchel elalu menimbulkan banyak masalah untuk tim lawan/.

Apalagi Manchester City punya catatan buruk menghadapi The Blues musim ini. Tiga kali bertemu mereka menelan dua kekalahan. Dan dua kekalahan itu diderita saat Timo Werner dkk ditangani Thomas Tuchel.

“Chelsea memberikan banyak masalah pada semua tim. Sulit untuk menghentikan mereka karena kualitas yang mereka miliki dan gaya permainannya. Selamat atas dua pertandingan yang mereka menangkan,” ungkapnya.

“Tapi ini kompetisi lain, mari kita lihat apakah kami bisa mengalahkan mereka di final Liga Champions,” tutup Pep Guardiola.

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Janji Pep Guardiola Saat Latih Klub Serie A pada Masa Depan

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Semasa bermain Pep Guardiola pernah memperkuat Brescia dan AS Roma di Serie A. Tapi ketika jadi pelatih dia belum sekali pun kembali ke Italia.

Walau begitu, pelatih Manchester City mengisyaratkan akan menangani klub Serie A pada masa depan. Dia juga sudah mempersiapkan jenis permainan yang akan ditampilkan.

“Awalnya saya kesulitan di Manchester City dan Bayern Munich. Di Barcelona saya tidak pernah memberikan umpan silang ke dalam kotak,” ujar Guardiola seperti dikutip Football5star dari Football Italia, Minggu (23/5/2021).

Pep Guardiola jadi pelatih ketujuh yang menangani dua klub berbeda di final Liga Champions.
thetimes.co.uk

“Tapi di Bayern Muich saya memiliki Franck Ribery, Arjen Robben, Robert Lewandowski, dan Thomas Mueller. Saya harus menggunakan umpan silang karena mereka. Dan cara itu akan saya lakukan ketika saya datang ke Italia,” ia menambahkan.

Pep Guardiola memperkuat Brescia dan AS Roma pada 2001 dan 2003. Kendati waktunya singkat, ia punya kenangan manis di sana.

Terutama kala berseragam Brescia. Di sana ia dilatih sosok kharismatik seperti Carlo Mazzone dan memiliki rekan sekaliber Roberto Baggio.

“Ketika saya tiba di Brescia, saya menginap di hotel yang mengerikan, tapi saya merasa seperti bintang. Saya bertemu Mazzone dan dia memberi tahu saya ‘Lihat Pep, saya tidak ingin Anda di sini. kami membeli Federico Giunti dan kami harus memutuskan bagaimana kami bisa bermain’,” kenangnya.

“Dia seperti seorang ayah bagi saya. Sayang sekali kami tidak bisa mencapai lebih banyak hal dengan Roberto Baggio di tim. dia sangat pintar, selalu berada di tempat yang tepat,” tutup Pep Guardiola.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Andai Masih Bermain, Roberto Baggio Bisa Cetak 50 Gol per Musim

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Manchester City, Pep Guardiola mengaku sangat menghormati dan kagum dengan sosok Roberto Baggio. Pep meyakini bahwa mantan rekannya di Brescia itu bakal jadi mesin gol jika saat ini masih bermain.

“Jika Roberto Baggio masih bermain pada hari ini, dia akan mencetak 50 gol per musim. Tidak diragukan lagi,” kata Guardiola seperti dikutip Football5star.com dari Corriere dello Sport, Sabtu (22/5/2021).

Roberto Baggio Akui Miliki Hubungan Tak Baik dengan Sang Ayah_

“Maksud saya bukan hanya bermain untuk Manchester City, tapi dengan pelatih dan tim manapun. Roby adalah fenomena ketika bermain hanya dengan satu kaki bagus. Dalam sepak bola Italia pada saat itu sangat sulit untuk seorang striker bisa bertahan,” tambah Guardiola.

“Saat itu, hanya ada sedikit ruang dan paling banyak empat atau lima peluang per pertandingan. Tapi dia selalu berhasil mencetak gol,”

Pep Guardiola pun tak ragu untuk menyamakan mantan striker Fiorentina dan Juventus itu dengan legenda sepak bola lainnya seperti Diego Maradona dan Marco van Basten.

“Roby ada di sana bersama Diego Maradona, Marco van Basten, Francesco Totti dan Alessandro Del Piero,”

Pep Guardiola yang pernah berkarier di Serie A bersama AS Roma dan Brescia menganggap saat ini kompetisi di Negeri Pizza itu semakin berkembang. Serie A Italia menurutnya tak lagi melulu menerapkan catenaccio.

“Saat ini di Serie A, Anda melihat para penyerang mendapatkan layanan yang jaug lebih baik dan berada di area yang lebih nyaman. Sepak bola Italia akan selalu memiliki elemen bertahan dan melawan, karena itu aspek yang dikagumi oleh negara lain,”

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Guardiola: Aguero Seorang Legenda, Dia Juga Seperti Romario

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Sergio Aguero akan melakoni laga terakhirnya di Premier League dengan seragam Manchester City kala menjamu Everton, Minggu (22/5/2021).

Sudah menjadi rahasia umum Sergio Aguero akan hengkang akhir musim ini. Bagi Pep Guardiola, sang bomber adalah legenda Manchester City.

Ia mengakui keganasan pemain Argentina selama berseragam The Cityzens. Dia pun tidak bisa membayangkan berapa gol yang akan dibuat andai pemainnya itu tidak menderita cedera.

Sergio Aguero - Chelsea - Thomas Tuchel - Man City - DAZN
DAZN

“Dia luar biasa. Dia rendah hati, seorang legenda hebat. Saya tidak bisa membayangkan berapa banyak lagi gol yang akan dia cetak jika dia lebih bugar di beberapa musim terakhir,.” Ungkap Guardiola di laman resmi klub, Sabtu (22/5/2021).

“Dia sangat dicintai para staf karena dia orang yang sangat baik dan pemain berkualitas. Jumlahnya luar biasa dan saya yakin para fan akan memberikan penghormatan padanya besok atas apa yang telah dilakukan untuk klub ini,” ia menambahkan.

Lebih lanjut, eks nakhoda Barcelona menyamakan bomber 34 tahun seperti legenda Brasil, Romario. Baginya, kedua pemain bagaikan singa buas di hutan saat memegang bola di depan gawang lawan.

“Ketika dia fit dan memiliki kontinuitas, dia seperti Romario di Brasil. Dalam jarak yang ada dia seperti singa di hutan. Dia sangat cepat dan berkualitas untuk mencetak gol. Selama dia bermain dia akan mencetak gol,” tutup Pep Guardiola.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Sheikh Mansour Biayai Perjalanan Fan, Begini Reaksi Guardiola

gamespool
Sheikh Mansour Biayai Perjalanan Fan, Begini Reaksi Guardiola 79

Football5star.com, Indonesia – Betapa beruntungnya fan Manchester City memiliki Sheikh Mansour sebagai pemilik klub. Dia tidak hanya mendatangkan banyak pemain bintang dan mempersembahkan gelar.

Lebih dari itu, Sheikh Mansour juga membiayai perjalanan fan ke stadion Do Dragao untuk menyaksikan final Liga Champions. Keputusannya ini pun membuat Pep Guardiola takjub.

Menurut Guardiola, taipan asal Uni Emirates Arab itu melakukan aksi berkelas. Ia juga menyampaikan terima kasih tak terhingga.

sheikh mansour - pep guardiola - manchester city
goal

“Selamat kepada Sheikh Mansour atas sikap luara biasa dan berkelasnya atas keputusannya ini. Melakukan ini semua atas nama seluruh fan kami sungguh luar biasa,” kata Guardiola kepada Sky Sports, Kamis (20/5/2021).

“Saya berterima kasih banyak atas nama semua tim. Ini benar-benar sangat berharga untuk kami semua,” sambung nakhoda asal Spanyol.

Beberapa waktu lalu, pemilik Etihad Airways itu mengeluarkan pernyataan yang melegakan seluruh fan. Ia akan membiayai seluruh akomodasi fan ke Portugal.

Ini semua dilakukan agar para penggemar Manchester City bisa menjadi saksi sejarah klub kesayangannya. Maklum saja ini merupakan final Liga Champions perdana mereka.

Apalagi UEFA telah memastikan final Liga Champions musim ini akan disaksikan fan. Stadion Do Dragao akan dibuka untuk 20 ribu penggemar.

Dengan biaya yang tidak murah dan persyaratan yang harus dipenuhi demi bisa terbang ke Portugal, banyak penggemar City yang mengalami kesulitan. Tapi kesulitan tersebut tidak akan dirasakan lagi setelah Syeikh Mansour turun tangan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Mario Kempes: Lionel Messi Harus Kembali Dilatih Guardiola

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Legenda Argentina, Mario Kempes berpendapat bahwa bintang Barcelona, Lionel Messi harus kembali dilatih oleh mantan pelatihnya, Pep Guardiola. Menurut Kempes, jika dilatih kembali oleh Guardiola, Messi akan kembali menemukan penampilan terbaik.

“Messi harus bergabung kembali dengan Guardiola, pergi ke PSG atau Bayern Munich,” kata Kempes seperti dikutip Football5star.com dari Bild, Kamis (20/5/2021).

Barcelona vs Celta Vigo Kalah, El Barca Dipastikan Gagal Juara

“Mereka adalah klub yang memiliki uang atau pemain untuk mencapai kesuksesan,” tambah Kempes.

Mario Kempes pun mengaku cukup sedih melihat apa yang dialami oleh Lionel Messi dalam beberapa musim terakhir di Liga Champions.

“Messi terkoyak. Dia sangat nyaman di Barcelona, tetapi menyadari bahwa peluang untuk memenangkan Liga Champions bersama Barcelona sangat kecil,”

“Dalam beberapa tahun terakhir dia selalu tersingkir dan klub mengalami kesulitan besar untuk membangun tim pemenang baru karena situasi keuangan,” tambah Mario Kempes.

Barcelona beberapa waktu lalu alami kelalahan 1-2 dari Celta Vigo. Hasil yang membuat Blaugrana tak lagi berpeluang meraih gelar juara Liga Spanyol musim ini. Hasil ini munculkan rumor Messi akan hengkang akhir musim ini.

“Kami berharap ini bukan pertandingan terakhir Messi di Nou Camp, tetapi itu adalah keputusan yang harus diambilnya,” kata rekan La Pulga, Jordi Alba.

Sementara itu, pelatih Barca, Ronald Koeman menegaskan bahwa sangat mustahil tim asal Catalan itu tanpa diperkuat Messi di musim depan.

“Messi sekarang telah mencetak 30 gol yang memberi tim ini banyak poin. Ini pertanyaan untuknya.” ucap Koeman.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Pep Guardiola Ogah Komentari Rumor Harry Kane

gamespool
Pep Guardiola Ogah Komentari Rumor Harry Kane 86

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, tak mau memberi komentar soal rumor Harry Kane yang dikabarkan meminta dijual musim panas ini. Guardiola juga berbicara soal kekalahan timnya melawan Brighton.

Menurut beberapa sumber, Kane sudah meminta Tottenham untuk menjualnya pada musim panas, dan Talksport menyebut bahwa Manchester City yang paling berpeluang untuk mendapatkannya. Namun Guardiola tak mau membahas soal itu.

“Tolong pertanyaan selanjutnya. Harry Kane adalah pemain Tottenham Hotspur,” ucap Guardiola seperti dilansir Football5Star.com dari Goal.

Ryan Mason Ogah Bicara Masa Depan Harry Kane - manchester city
The Irish Sun

City secara mengejutkan kalah 3-2 dari Brighton, (19/5/21). Mereka harus bermain dengan 10 orang setelah Joao Cancelo terkena kartu merah. Guardiola juga sempat terlibat cekcok dengan pelatih Brighton, Graham Potter pasca laga.

“Saya bukan wasit, saya tak bisa berkomentar (soal kartu merah Cancelo). Apa yang saya katakan kepada Potter bersifat pribadi. Tidak di sini,” ujar Guardiola.

The Cityzens akan bermain di final Liga Champions pada akhir bulan ini melawan Chelsea. Guardiola sedikit khawatir performa City di laga ini akan mempengaruhi penampilan di laga final nanti.

“Kami adalah juaranya. Dalam empat atau lima hari kami akan mengangkat trofi dan kemudian mempersiapkan final (Liga Champions). Saya khawatir karena ini final Liga Champions dan lawannya sangat tangguh, tetapi saya melihat hal-hal luar biasa hari ini di lapangan dengan 11 lawan 10, kata Pep Guardiola.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Guardiola: Dua Laga Terakhir Jadi Momentum untuk Final Liga Champions

gamespool
Guardiola: Dua Laga Terakhir Jadi Momentum untuk Final Liga Champions 90

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, tetap akan serius memainkan dua laga sisa Premier League melawan Brighton dan Everton. Guardiola menyebut bahwa dua laga itu bisa jadi momentum untuk final Liga Champions melawan Chelsea akhir bulan nanti.

City punya waktu 12 hari untuk menyiapkan diri sebelum final Liga Champions melawan Chelsea di Porto nanti. Di Premier League, City sudah berhasil mengunci gelar juara dan masih menyisakan dua laga lagi. Guardiola menyebut dua laga itu bagus untuk persiapan jelang final.

Pep Guardiola - Liga Inggris - Manchester City - Daily Mail 2
Daily Mail

“Kami akan memiliki enam hari untuk mempersiapkan final setelah pertandingan Everton, jadi kami akan membahas detailnya, sekarang kami mempersiapkan pertandingan melawan Brighton seperti yang telah kami lakukan sepanjang musim,” ucap Guardiola seperti dilansir Football5Star.com dari Sky Sports.

Guardiola melanjutkan, “Dengan mempersiapkan cara terbaik yang kami bisa untuk Brighton, kami bersiap dengan cara terbaik untuk final. Jadi saya cukup yakin kami tidak akan siap untuk final Liga Champions jika kami tidak mempersiapkan diri dengan baik lawan Brighton dan Everton. Ini hanya tentang fokus. Saya tidak berpikir sedetik pun tentang Chelsea. Kami harus fokus pada Brighton dan memenangkan pertandingan itu. Itulah cara terbaik untuk mencapai final.”

Kevin De Bruyne tak dimainkan di dua laga City sebelumnya karena cedera. Guardiola memberi perkembang soal peluang De Bruyne bermain di dua laga ke depan.

“Kevin penting seperti semua pemain penting dan semua orang tahu ini. Kami akan melihat levelnya dalam dua pertandingan berikutnya dan membuat keputusan tentang apakah dia siap bermain di final Liga Champions,” kata Pep Guardiola.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Pep Guardiola Tak Direstui Latih Tim Nasional Spanyol

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Ayah Pep Guardiola, Valenti Guardiola mengatakan bahwa dirinya tak ingin anaknya itu melatih tim nasional Spanyol. Valenti tak menjelaskan secara detail mengapa ia tak menyetujui anaknya latih Spanyol.

“Tidak. Saya bukan orang yang mengatakan apa yang harus dia lakukan, karena dia akan berusia 50 tahun dan tahu apa yang baik untuknya,” kata Valenti seperti dikutip Football5star.com dari Marca, Senin (17/5/2021).

Pep Guardiola: Gelar Liga Inggris Sudah di Tangan Kami!

“Tapi ya, saya dapat memberi tahu Anda bahwa saya tidak ingin dia memimpin tim nasional Spanyol. Saya rasa tidak mungkin,” tambahnya.

Usai mengantarkan Manchester City juara Liga Inggris musim ini, masa depan Guardiola memang jadi rumor tersendiri. Bagi sang ayah, andai Pep hengkang dari City, mungkin saja ia kembali ke Barcelona. Jika itu keputusan yang diambil Pep, Valenti lebih menyetujui.

“Untuk kembali ke Barcelona sebagai pelatih atau orang dalam posisi penaihat, saya tidak mengesampingkan, tetapi tidak untuk melatih Spanyol,” tegas Valenti.

Ketidaksetujuan Valenti andai Pep Guardiola melatih Spanyol disinyalir karena latar belakang mereka sebagai orang asli Catalan. Dalam beberapa waktu terakhir, Pep secara terbuka mendukung untuk wilayah Catalan untuk merdeka dari Spanyol.

“Kami tak ingin mereka (orang-orang di luar Spanyol) berpikir bahwa kami (orang-orang Catalan) membenci Spanyol. Spanyol adalah negara mengagumkan, dengan kesusastraan, olahraga, dan kota-kotanya,” ujar Guardiola.

“Namun, ada kebutuhan yang harus juga dipahami, ada populasi yang mencoba memutuskan untuk menentukan masa depan mereka sendiri.”

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Pep Guardiola Siap Bertahan Lama di Manchester City

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Manchester City, Pep Guardiola mengaku bahwa dirinya dalam beberapa tahun ke depan masih bersedia untuk melatih di Etihad Stadium. Guardiola pun menegaskan bahwa dirinya siap untuk membicarakan kontrak baru dengan manajemen klub.

“Memang benar ketika semua orang tahu manajer akan bertahan dua tiga tahun akan membuat stabilitas di klub. Tapi mengatakan itu di kondisi tim tengah terpuruk, tentu saja bisa membuat Anda dipecat,” ucap Guardiola seperti dikutip Football5star.com dari Manchester Evening News, Jumat (14/5/2021).

Pep Guardiola diyakini Oscar Ruggeri tak akan bisa menangani timnas Argentina.

“Bagi saya tidak masalah dua tiga tahun ke depan. Tentu saja para pemain mempercayai Anda, jika Anda tidak menang bahkan sepanjang satu bulan, mereka baru melihat kelemahan Anda,”

“Apa yang telah kami lakukan sejauh ini adalah dengan terus meraih kemenangan. Jika Anda mulai kalah, akan timbul keraguan. Cara terbaik adalah memenangkan pertandingan dan gelar,”

Kontrak eks pelatih Barcelona itu sendiri di City akan berakhir pada 30 Juni 2023. Dikatakan Guardiola bahwa dirinya sudah bertemu dan banyak membicarakan sejumlah rencana jangka panjang. ‘

“Secara pribadi, ini adalah rasa terima kasih yang istimewa untuk Txiki Ferran terutama Khaldoon, tanpa mereka hal ini semua akan terasa sulit,”

“Saya pergi menemui mereka di November, kami berdiskusi panjang, dia meyakinkan saya bahwa kami masih memiliki pekerjaan yang harus dilakukan. Saya sangat percaya kepadanya, dia berkata kami akan mencoba lagi di tahun-tahun mendatang,” tutupnya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Alasan Guardiola Belum Mau Balas Ucapan Selamat dari Juergen Klopp

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Manchester City, Pep Guardiola baru mempersembahkan gelar ketiga Liga Inggris sepanjang kariernya di Etihad Stadion. Manchester City meraih gelar Liga Inggris musim ini meski masih menyisakan tiga pekan lagi.

Pep Guardiola pun mengaku mendapat ucapan selamat dari dua pelatih klub Liga Inggris lainnya yakni dari pelatih Everton, Carlo Ancelotti dan pelatih Liverpool, Juergen Klopp. Menariknya, Guardiola mengaku ia belum sempat membalas dua ucapan selamat itu.

Pep Guardiola: Gelar Liga Inggris Sudah di Tangan Kami!

“Saya sangat menghargai ucapan selamat dari dia (Klopp) dan Carlo Ancelotti. Saya belum menjawab pesan mereka, tapi saya akan menjawabnya hari ini. Saya menghargai, saya mengagumi mereka,” ucap Guardiola seperti dikutip Football5star.com dari Manchester Evening News, Jumat (14/5/2021).

“Mereka adalah inspirasi bagi saya, dia (Klopp) membuat saya melalui timnya di Dortmund dan Liverpoo. Ia manajer terbaik, untuk banyak memikirkan lawan dan pertandingan. Saya mengucapkan terima kasih banyak dan mengharga dia dan Carlo,” tambah pelatih asal Spanyol tersebut.

Meski mengaku sudah meraih gelar Liga Inggris musim ini, Pep Guardiola menegaskan bahwa para pemainnya akan tetap menatap serius tiga laga ke depan.

“Sangat menyenangkan memenangkan gelar, tidak peduli kapan. Kami tetap mempersiapkan pertandingan berikutnya. Newcastle, Brighton, dan Everton,”

“Kemudian pertandingan terakhir melawan Chelsea di final Liga Champions. Cara terbaik untuk mempersiapkan final adalah berlatih dengan baik setiap hari dan bermain bagus dalam pertandingan tersebut,” tutup Pep Guardiola.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Begini Cara Pemain Manchester City Rayakan Gelar Liga Inggris

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Manchester City mengunci gelar Liga Inggris 2020-21 setelah pesaing terdekatnya, Manchester United mengalami kekalahan dari Leicester City pada 12 Mei 2021. Kekalahan Red Devils pun langsung dirayakan oleh pemain City.

Dikatakan oleh pelatih Pep Guardiola, setelah pertandingan tersebut, sejumlah pemain Manchester City berkumpul bersama. Tentunya kata Guardiola dengan memperhatikan protokol kesehatan.

Manchester City Samai Jumlah Gelar Piala Liga Inggris Liverpool

“Itu sangat bagus, biasanya pesta yang tidak terduga adalah yang paling menyenangkan. Bersama-sama kami datang ke sini, semua orang aman dan sehat. Kami minum sedikit, menari dan berpelukan,” kata Guardiola.

Pelatih asal Spanyol itu kemudian mengatakan bahwa, para pemainnya kemudian memesan pizza dan makan bersama.

“Pukul 11:30, pizza tiba dan itu adalah momen terbaik malam itu. Saya tidak dalam kondisi sempurna untuk memilih pizza mana yang terbiak. Kami membentuk lingkaran. Di Inggris, pestanya hanya alkohol bukan makanan. Aku tidak mengerti kenapa, jadi saat pizza tiba itu menjadi momen terbaik,” ungkap Pep.

Pep Guardiola mengatakan bahwa ia selama lima tahun terakhir mengalami momen terbaik dengan melatih di City.

“Saya merasa sangat baik, orang-orang bekerja dengan kami selama lima tahun ini. Gelar itu penting tapi kami membuat gambaran besar di Manchester City dalam sepuluh tahun terakhir, kami menang lima kali,”

“Delapan tahun terakhir kami menang empat. Itu luar biasa. Itu lebih penting dari sekedar judul pemberitaan ini. Kami telah berada di Liga Champions selama banyak musim,” tutup Guardiola.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Julian Nagelsmann Ingatkan Leroy Sane kepada Pep Guardiola

gamespool
Julian Nagelsmann Ingatkan Leroy Sane kepada Pep Guardiola 106

Football5star.com, Indonesia – Penggawa Bayern Munich, Leroy Sane, mengaku sudah tak sabar ingin merasakan tangan dingin Julian Nagelsmann. Menurut Sane, Nagelsmann memiliki sejumlah karakteristik yang mirip dengan Pep Guardiola.

Guardiola merupakan salah satu pelaih yang cukup berpengaruh dalam karier Sane. Pemain berusia 25 tahun itu bermain di bawah komando Guardiola pada periode 2016 hingga 2020.

Bersama Guardiola, Sane berhasil menasbihkan diri sebagai salah satu winger terbaik di Eropa. Ia berhasil mencetak 39 gol dan 45 assist dari 135 penampilan di bawah komando Guardiola.

Leroy Sane - Pep Guardiola - Bayern - Julian Nagelsmann - The Telegraph
The Telegraph

“Julian Nagelsmann dan Pep Guardiola memiliki pendekatan yang cukup mirip. Setahu saya, Nagelsmann memang salah satu penggemar terbesar Guardiola,” ujar Leroy Sane kepada Xinhuanet.

“Saya sudah tak sabar ingin merasakan sensasi dilatih Nagelsmann musim depan. Kehadiran Nagelsmann akan menjadi babak baru yang sangat menarik bagi Bayern,” sambung Sane.

Lebih lanjut, Sane juga mendukung wacana Flick untuk menangani timnas Jerman dalam waktu dekat. Ia yakin Flick akan memberi angin segar bagi skuat Die Mannschaft yang bakal ditinggal Joachim Loew pada Juli nanti.

“Hansi Flick menunjukkan kinerja yang luar biasa bersama Bayern. Kehadirannya tentu akan menjadi dorongan tersendiri bagi timnas Jerman di masa depan.”

“Tapi, sejauh ini saya sendiri masih belum mengetahui rencana pasti Flick setelah meninggalkan Bayern. Sejauh ini, ketertarikan timnas Jerman masih sebatas rumor belaka,” tandas Sane.

[better-ads type=’banner’ banner=’156435′ ]

Pep Guardiola Layak Disebut Pelatih Terbaik Dunia

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Pep Guardiola sukses mengantarkan Manchester City menjadi juara Liga Inggris musim ini. Gelar juara resmi direngkuh City setelah Manchester United dikalahkan Leicester City 1-2.

Ini menjadi gelar ketujuh sepanjang sejarah berdirinya Manchester City atau gelar ketiga yang diberikan oleh Guardiola.

Manchester City vs PSG: Riyad Mahrez Bawa The Cityzens ke Final Perdana

Menurut pelatih Liverpool, Juergen Klopp, City bisa meraih gelar juara di musim ini tentu tak bisa lepas dari kehebatan Guardiola. Bagi Klopp, Guardiola layak disebut sebagai pelatih terbaik dunia.

“City memiliki komposisi pemajn yang luar biasa dan pelatih yang juga luar biasa. Itu adalah kombinasi yang hebat,” ucap Klopp seperti dikutip Football5star.com dari Sky Sports, Kamis (13/5/2021).

Ditambahkan pelatih asal Jerman itu, anak asuhnya sangat tertantang tiap menghadapi Sergio Aguero dkk.

“Selalu menyenangkan menghadapi mereka karena dari sisi sepakbola, itu adalah tantangan luar biasa. Anda harus tampil dalam bentuk terbaik jika ingin mengalahkan mereka. Memang itu kerap terjadi, tapi tidak untuk musim ini,” kata Juergen Klopp.

“Prestasi bagus, selamat. Saya mengirim pesan kepada Pep tadi malam, jelas sudah mengirim SMS ke Ilkay Gundogan. Sungguh, bagus sekali,” ujarnya pada situs resmi Liverpool.

“Tahun yang sangat sulit bagi seluruh dunia, untuk semua tim sepak bola juga; apa yang mereka capai sejauh ini di tahun ini luar biasa. Setelah memenangkan gelar di masa lalu, lima dalam 10 tahun,” tambahnya.

Manchester City memastikan diri menjadi juara Premier League pada pekan ke-35. Mereka menyisakan tiga pertandingan tersisa di liga.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]