Kembali Gagal Kunci Gelar Juara, Pep Guardiola Tetap Santai

gamespool
Kembali Gagal Kunci Gelar Juara, Pep Guardiola Tetap Santai 4

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, mengatakan bahwa dirinya suka dengan tekanan bahwa timnya harus segera meraih gelar. Guardiola meminta para pemainnya tetap tenang dan bisa meraih minimal 3 poin dari 3 laga sisa.

Manchester City gagal mengunci gelar juara Premier League setelah kalah dari Chelsea 2-1 akhir pekan lalu. Dengan begitu, City harus menang di laga selanjutnya melawan Newcastle, atau berharap Leicester City bisa mengalahkan Manchester United.

Raheem Sterling - Pep Guardiola - Man City - Chelsea - Sports Illustrated
Sports Illustrated

“Kami akan mencoba untuk menang di Newcastle dan, jika tidak, setelah itu kami akan mencoba untuk memenangkan pertandingan di Brighton. Ini masih belum berakhir, Anda harus memenangkan pertandingan, dan kami akan mencoba melakukannya di pertandingan berikutnya melawan Newcastle,” ucap Guardiola seperti dilansir Football5Star.com dari Mirror.

Guardiola melanjutkan, “Jika ini adalah tekanan untuk memenangkan gelar, maka inilah tekanan yang saya inginkan, dan kami membutuhkan tipe atau tekanan ini untuk menjadi tim teratas, skuad teratas. Kami melakukan yang terbaik untuk menang, kami memiliki peluang, sayangnya itu tidak mungkin karena alasan yang berbeda. Kami akan bersiap sekarang, secara mental, dengan satu atau dua hari libur dan setelah kami akan fokus, menganalisis Newcastle dan mencoba memenangkan pertandingan.”

Berbeda dengan Pep Guardiola yang cukup tenang, salah satu pemainnya, Raheem Sterling mengatakan bahwa dirinya frustasi karena kalah dari Chelsea.

“Ini mengecewakan, setelah memimpin dan memiliki peluang untuk unggul 2-0. Ini membuat frustasi, tapi kami masih memiliki permainan lain. Itu adalah hari untuk melewati batas dan sayangnya kami tidak bisa. Kami memiliki pertandingan dan kami yakin kami akan melewati batas (minimal poin). Seharusnya itu dilakukan, tapi tidak, tapi kami akan melawan Newcastle,” kata Seterling.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Man City Kalah, Pep Guardiola dan Raheem Sterling Salahkan Wasit

gamespool
Man City Kalah, Pep Guardiola dan Raheem Sterling Salahkan Wasit 8

Football5star.com, Indonesia – Pep Guardiola dan Raheem Sterling menyalahkan wasit Anthony Taylor atas kekelahan Man City ketika menjamu Chelsea, Sabtu (9/5) dinihari. Di mata keduanya, Taylor seharusnya memberi The Cityzens penalti di penghujung babak kedua.

Man City memang meminta penalti karena Sterling dijatuhkan Kurt Zouma di area terlarang pada menit ke-88. Namun, Taylor menilai Zouma tidak melanggar Sterling dan ogah memberi The Cityzens penalti keduanya.

“Saya tak bisa melepas tembakan karena lutut Kurt Zouma mengenai hamstring saya. Saya tak tahu mengapa wasit tidak memberikan penalti,” ujar Raheem Sterling kepada Sky Sports.

Raheem Sterling - Pep Guardiola - Man City - Chelsea - Sports Illustrated
Sports Illustrated

“Saya kira VAR ada untuk mencegah situasi seperti ini. Tapi kenyataannya VAR tidak mengubah apa pun. Wasit juga ikut mendukung keputusan VAR dan mengatakan Zouma tidak melakukan pelanggaran. Menurut saya pribadi, kami seharusnya mendapat penalti,” sambung Sterling.

Hal senada juga diungkapkan Guardiola. Ia tak mau memberi penjelasan panjang lebar karena atas insiden dijatuhkannya Sterling oleh Zouma pada menit ke-88.

“Seharusnya kami mendapat penalti. Hanya itu yang bisa saya katakan. Saya dan semua orang melihat dengan detail insiden tersebut. Seharusnya kami mendapat penalti,” tutur Pep Guardiola kepada Sky Sports.

Man City sebenarnya sudah mendapat satu penalti di laga dinihari tadi. akan tetapi, Sergio Aguero gagal menjalankan tugasnya dengan baik karena sepakan panenka yang ia lepaskan berhasil dibaca dengan mudah oleh Edouard Mendy.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Pep Guardiola: Saya Sangat Menghormati Thomas Tuchel

gamespool
Pep Guardiola: Saya Sangat Menghormati Thomas Tuchel 12

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, memuji Thomas Tuchel jelang laga melawan Chelsea di Premier League, Sabtu (8/5/21). Guardiola sangat menghormati Tuchel dengan apa yang dia sudah lakukan selama kariernya.

City akan berhadapan dengan Chelsea, Sabtu (8/5/21). Mereka juga akan bertemu nantinya di final Liga Champions. Menurut Guardiola, hasil di laga ini tidak akan berpengaruh pada laga final nanti.

“Pertama-tama, selamat kepada mereka karena telah mencapai final. Mereka membuat dua penampilan bagus melawan raja kompetisi itu di Real Madrid. Jika kami bermain final dalam satu minggu, enam hari, mungkin itu bisa (signifikan), tapi setelah besok ada 21 atau 22 hari,” ucap Guardiola seperti dilansir Football5Star.com, dari laman resmi klub.

Pep Guardiola - Man City - Liga Champions - Gladbach - ESPN
ESPN

Guardiola melanjutkan, “Banyak hal bisa terjadi. Kami hanya harus fokus. Sangat penting untuk memikirkan Premier League. Tentu saja, itu adalah lawan yang akan kami hadapi di final, tetapi kami akan mencoba bermain dengan para pemain yang cocok dengan cara mereka bermain.”

Thomas Tuchel berhasil membawa Chelsea ke final Liga Champions dan itu adalah kedua kalinya berturut-turut Tuchel berada di final setelah musim lalu bersama PSG. Tuchel juga bisa membawa The Blues kini berada di 4 besar setelah Chelsea terseok-seok bersama pelatih Frank Lampard.

“Saya sangat menghormati Thomas. Dia telah berada di Mainz, Dortmund, PSG dan sekarang di sini, di setiap tempat dia berada dia selalu melakukannya dengan sangat baik dan tim selalu menyenangkan untuk ditonton,” kata Guardiola.

Pep Guardiola melanjutkan, “Saya belum bekerja dengannya jadi saya tidak tahu (apa yang dia lakukan), tapi dia selalu melakukannya dengan sangat baik. Saya tidak terkejut dan pujian besar atas apa yang telah mereka lakukan selama ini.”

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Philipp Lahm: Skuat City Biasa Saja, tapi Mereka Punya Guardiola

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Legenda Bayern Munich, Philipp Lahm, ikut mengomentari keberhasilan Manchester City melaju ke final Liga Champions. Menurutnya keberhasilan ini berkat Pep Guardiola.

Seperti diketahui Manchester City mengalahkan Paris Saint-Germain 2-0, Rabu (5/5/2021) dinihari WIB. Hasil ini membuat mereka lolos ke final dengan agregat 4-1.

Bagi Philipp Lahm, apa yang dilakukan Pep Guardiola sangat luar biasa. Apalagi skuat The Cityzens tidak terlalu istimewa.

lahm komentator football5star twitter @philipplahm
@philipplahm

“Untuk memenangi Liga Champions Anda membutuhkan keberuntungan dalam undian dan babak sistem gugur. Di Barcelona Guardiola punya empat atau lima pemain yang akan berada di starting 11 dunia,” kata Lahm seperti dilansir Tribal Football, Rabu (5/5/2021).

“Di Manchester City dia tidak memiliki itu. Secara skuat mereka bukanlah favorit terutama karena pemain andalannya seperti Sergio Aguero tidak dalam performa bagus karena cedera. Tapi mereka punya Pep di sana,” ia menambahkan.

Satu keistimewaan Guardiola menurut mantan pemainnya itu adalah pemosisian pemain. Ia mampu menciptakan posisi baru untuk pemain. Hal ini setidaknya terlihat dari skema yang digunakan The Cityzens musim ini yang kerap main tanpa striker murni.

“Dia berhasil menciptakan posisi untuk pesepak bola luar biasa. Dia membeiarkan Messi menafsirkan kembali posisi penyerang tengah karena dia tahu bahwa permainan hebat ditentukan oleh pemain hebat,” ungkapnya.

“Kreativitas adalah hal terpenting karena sepak bola adalah perayaan individualitas,” tutup Philipp Lahm.

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Man. City ke Final, Pep Guardiola Samai Jejak 6 Pelatih Hebat

Banner Gamespol Baru

Football5Star.com, Indonesia – Manchester City sukses melangkah ke final Liga Champions. The Cityzens memastikan hal itu dengan kemenangan agregat 4-1 atas Paris Saint-Germain. Kesuksesan itu jadi catatan tersendiri bagi sang manajer, Pep Guardiola.

Lolos ke final Liga Champions memang bukan hal yang langka bagi Guardiola. Namun, kali ini punya makna tersendiri. Pasalnya, dia sudah satu dekade tak merasakan hal tersebut. Sudah begitu, Manchester City adalah klub kedua yang ditanganinya di final ajang ini.

Sebelum ini, Guardiola telah dua kali mencicipi final Liga Champions. Keduanya bersama Barcelona dan selalu berbuah juara, yakni pada 2008-09 dan 2010-11. Setelah itu, dia selalu gagal. Empat kali di antaranya dengan tersisih pada semifinal bersama Bayern Munich dan Man. City.

Sukses meloloskan Manchester City ke final musim ini membuat Guardiola masuk jajaran pelatih langka di ajang ini. Dia adalah pelatih ketujuh yang tampil di final bersama dua klub berbeda pada era Liga Champions. Enam pelatih lain yang lebih dulu melakukan hal itu adalah Carlo Ancelotti, Louis van Gaal, Jose Mourinho, Ottmar Hitzfeld, Jupp Heynckes, dan Juergen Klopp.

Andai nanti membawa Man. City berjaya, Guardiola akan menyamai Ancelotti, Mourinho, dan Hitzfeld yang juara Liga Champions bersama dua klub berbeda. Ancelotti bersama AC Milan dan Real Madrid, Mourinho dengan FC Porto dan Inter Milan, sedangkan Hitzfeld bersama Borussia Dortmund dan Bayern Munich.

Tuchel Bisa Susul Guardiola

Thomas Tuchel bisa menyusul Pep Guardiola sebagai pelatih yang tampil di final Liga Champions bersama dua kub berbeda.
independent.co.uk

Satu hal yang menarik, Pep Guardiola bisa menghadapi pelatih yang juga menangani dua tim berbeda di final. Itu terjadi andai Chelsea yang jadi lawan Manchester City pada final Liga Champions di Istanbul nanti.

Manajer Chelsea, Thomas Tuchel, adalah pelatih Paris Saint-Germain di final musim lalu. Pelatih berumur 47 tahun itu bahkan bisa menorehkan catatan tersendiri. Dia akan jadi pelatih pertama yang melakoni dua final secara beruntun bersama dua klub berbeda.

Akan tetapi, tak seperti Pep Guardiola, Thomas Tuchel tak punya modal bagus. Musim lalu, tim asuhannya gagal juara. Pada final musim lalu, PSG takluk 0-1 dari Bayern Munich lewat gol tunggal sundulan Kingsley Coman.

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

[KOLOM] Berikan Saja Pialanya kepada Pep Guardiola!

Banner Gamespol Baru

Football5Star.com, Indonesia – Manchester City akhirnya memastikan berlaga di final Liga Champions 2020-21. Kemenangan 2-0 pada leg II semifinal, Rabu (5/5/2021) dini hari WIB, membuat tim asuhan Pep Guardiola unggul agregat 4-1 atas Paris Saint-Germain.

Itu adalah torehan sejarah bagi Manchester City. Inilah kali pertama mereka berlaga di final Liga Champions. Persis seperti yang ditorehkan PSG pada musim lalu. Sheikh Mansour bin Zayed Al Nahyan, sang pemilik klub, tentu tersenyum lebar melihat hal ini. Setelah merajai Inggris, kini The Cityzens berpeluang merajai Eropa untuk kali pertama.

Bagi Pep Guardiola, kesuksesan Man. City lolos ke final adalah akhir penantian satu dekade. Kali terakhir dia berada di sana pada 2010-11 bersama Barcelona. Setelah itu, dia selalu gagal. Empat kali di antaranya, tim yang diasuhnya tersisih pada semifinal. Sungguh sebuah pembebasan.

Di final nanti, tak dapat dimungkiri, Guardiola akan jadi azimat tersendiri. Bukan apa-apa, dia sudah pernah dua kali melakoni final Liga Champions dan selalu berakhir dengan piala di tangan. Trofi Si Kuping Besar itu selalu jadi milik tim asuhannya.

Dan menilik rekor Guardiola di final semua ajang, tanpa meremehkan siapa pun lawan Man. City di final Liga Champions nanti, kiranya tidak berlebihan untuk berkata, “Berikan saja pialanya kepada Pep Guardiola!” Pasalnya, hanya sekali tim asuhannya gagal menjadi juara.

Hanya Satu Anomali

Sejak berkiprah di dunia kepelatihan, Pep Guardiola telah menjalani 15 final bersama Barcelona, Bayern Munich, dan Manchester City. Itu di luar ajang piala super, baik di kancah domestik maupun regional. Hasilnya, 14 piala mampu dibawa pulang.

Satu-satunya anomali dialami Guardiola pada final Copa del Rey 2010-11. Ketika itu, Barcelona takluk 0-1 dari sang musuh bebuyutan, Real Madrid. Di Estadio Mestalla, El Barca takluk oleh gol tunggal Cristiano Ronaldo saat babak pertama perpanjangan waktu bersisa dua menit.

Setelah itu, kekalahan tak lagi dialami Guardiola dalam sebelas final beruntun. Rinciannya, 4 kali final Carabao Cup, 2 kali final DFB Pokal, 2 kali final Piala Dunia Antarklub, 1 kali final Copa del Rey, 1 kali final Piala FA, dan 1 kali final Liga Champions.

Bersama Manchester City yang ditangani sejak 2016-17, Guardiola masih sempurna. Lima final sudah dilakoni dan selalu berbuah gelar juara. Empat kali di pentas Carabao Cup dan sekali di Piala FA. Dia juga tak gagal membawa timnya meraih trofi Community Shield pada dua kesempatan.

Jadi, setelah Man. City lolos ke final Liga Champions, sah-sah saja bila sedari sekarang ada yang bilang, “Berikan saja pialanya kepada Pep Guardiola!” Apalagi, The Cityzens jelas-jelas tim yang paling diunggulkan juara pada saat ini.

Man. City Selalu Punya Solusi

Ucapan “Berikan saja pialanya kepada Pep Guardiola!” kian sahih bila menilik sepak terjang Manchester City musim ini. Mereka sungguh luar biasa. Mereka selalu mampu melewati berbagai kendala. Kevin De Bruyne dkk. selalu punya cara untuk menang dan meraih piala.

Laga semifinal lawan Paris Saint-Germain kiranya paling pas untuk menggambarkan hal itu. The Cityzens menang 4-1 dengan tiga gol dibuat Riyad Mahrez dan satu gol dilesakkan De Bruyne. Mereka adalah simbol kesuksesan Guardiola mengatasi ketiadaan mesin gol ulung musim ini.

Sepanjang musim ini, para striker The Cityzens mejan. Sergio Aguero lama dibekap cedera, sementara Gabriel Jesus begitu-begitu saja. Namun, situasi itu mampu diatasi dengan membagi rata tanggung jawab ke pundak semua pemain. Hasilnya, gelandang Ilkay Guendogan begitu subur. Demikian pula bek tengah John Stones.

Kondisi yang tak ideal juga membuat Guardiola jadi lebih fleksibel. Bila sebelumnya dikenal hanya punya Rencana A dan Rencana A’, kini dia punya Rencana B dan C. Dia lebih adaptif terhadap lawan. Buktinya pada leg II semifinal. Tiba-tiba saja, The Cityzens menyengat lewat serangan balik.

Riyad Mahrez mengakui Man. City harus melakukan hal tersebut karena tahu PSG akan melakukan tekanan demi mendulang gol. The Cityzens harus bermain lebih dalam dan melakukan serang balik. Lewat skema itu pula dua gol akhirnya dibuat Mahrez.

Guardiola Dinanti Final Menarik

Bicara soal solusi, laga leg I di Parc des Princes adalah yang paling mengerikan. Saat itu, Paris Saint-Germain bermain lebih baik dan unggul terlebih dahulu. Namun, tiba-tiba saja ada dua “gol ajaib” dari De Bruyne dan Mahrez yang membuat tim asuhan Guardiola menang.

Dua gol itu sepertinya menyiratkan keberpihakan semesta kepada tim asuhan Guardiola. Jika sudah begini, wajar bila ada yang berkata, “Berikan saja pialanya kepada Pep Guardiola!”

Meskipun demikian, jangan khawatir final Liga Champions nanti tak akan seru. Baik Real Madrid maupun Chelsea punya modal tersendiri untuk membuat laga di Istanbul nanti akan menarik. Mereka akan memastikan Guardiola tak melenggang mulus ke podium juara.

Madrid punya dua modal. Pertama, seperti diuraikan sebelumnya, merekalah satu-satunya tim yang mampu mengalahkan Guardiola di final. Kedua, Los Blancos punya Zinedine Zidane yang tak kalah dalam 5 final, 3 di antaranya di Liga Champions.

Sementara itu, Chelsea bersama Thomas Tuchel adalah satu dari hanya lima tim yang mampu mengalahkan Manchester City pada musim ini. The Blues mengeliminasi armada pimpinan Guardiola pada semifinal Piala FA berkat gol tunggal Hakim Ziyech.

Di samping itu, pertemuan Tuchel dengan Guardiola juga akan menarik. Inilah pertemuan dua pelatih yang tampil di final Liga Champions dengan dua klub berbeda. Perlu diingat, Tuchel adalah pelatih yang menangani PSG di final musim lalu. Ini akan jadi bumbu tersendiri di tengah gumaman, “Berikan saja pialanya kepada Pep Guardiola!”

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Pep Guardiola: Kami akan Tetap Incar Kemenangan di Leg Kedua

gamespool
Pep Guardiola: Kami akan Tetap Incar Kemenangan di Leg Kedua 24

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, menekankan bahwa timnya tetap akan mengincar kemenangan di leg kedua semifinal Liga Champions melawan Paris Saint-Germain, (5/4/21). Guardiola mengatakan bahwa City berada dalam momen yang bagus.

City berhasil menang 2-1 di leg pertama tengah pekan lalu di Parc de Princes. Tapi Guardiola tak mau bermain aman dengan mengincar hasil imbang, atau hanya kalah 1-0.

“Bagi sebagian besar dari kami di klub ini, ini adalah pertama kalinya (mereka bermain di semifinal Liga Champions). Kami akan melakukan permainan yang bagus. Yang harus kami lakukan adalah menang besok dan setelah kami lihat apa yang terjadi,” ucap Guardiola seperti dikutip Football5Star.com dari laman resmi klub.

Marco Verratti menyebut Kevin De Bruyne harus dimatikan bila Paris Saint-Germain ingin mengalahkan Manchester City.
Getty Images

Guardiola melanjutkan, “Sekarang kami tiba di saat yang tepat. Saya berkata kepada orang-orang jangan terlalu banyak berpikir untuk memenangkan pertandingan. Pesan yang sama yang telah kami lakukan selama enam atau tujuh bulan terakhir adalah pesan yang sama untuk hari esok. Kami mendekati permainan dengan keunggulan kecil dan kami harus bermain untuk memenangkan pertandingan. Inilah yang akan kami lakukan.”

City bermain apik di leg pertama khususnya babak kedua. Namun, Guardiola tak akan berpikir performa City di babak kedua itu akan bisa diterapkan selama 90 menit besok.

“Emosi berarti Anda bisa memainkan permainan, tetapi permainan bisa sangat berbeda dari yang Anda harapkan. Anda tidak bisa bermain 90 menit seperti yang kami mainkan di babak kedua (di Paris). Saya ingin sekali, tetapi itu tidak akan terjadi,” kata Guardiola.

Pep Guardiola melanjutkan, “Anda harus mengerti bahwa ini akan menjadi pertempuran besar dan kami akan menderita. Mereka harus memvisualisasikan bahwa kami akan melakukannya. Apa yang harus kami lakukan tidak berbeda dengan apa yang telah kami lakukan selama tujuh bulan terakhir. Keluar dan mainkan permainan kami dan menang.

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Pep Guardiola: Gelar Liga Inggris Sudah di Tangan Kami!

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Manchester United sukses meraih kemenangan 2-0 atas Crystal Palace, Sabtu (1/5/2021). Kemenangan ini membuat anak asuh Pep Guardiola tinggal membutuhkan 3 poin lagi untuk jadi juara Liga Inggris musim ini. Atau jika Manchester United kalah dari Liverpool esok hari, City resmi menyandang status juara.

Usai pertandingan, Pep Guardiola mengaku bahwa kemenangan atas Palace membuatnya kini fokus ke Liga Champions. Menurut Guardiola, gelar juara Liga Inggris sudah digenggam oleh Manchester City.

Crystal Palace vs Manchester City_

“Kami akan fokus pada pertandingan berikutnya. Jadi Liga Inggris sudah ada di tangan kami. Kami tinggal membutuhkan satu kemenangan lagi atau dua poin. Kami akan memberikan segalanya untuk mencoba mencapai final Liga Champions,” kata Guardiola kepada BT Sport.

Guardiola pun mengatakan bahwa esok hari, dirinya akan menyempatkan diri untuk menonton pertandingan Manchester United vs Liverpool.

“Ya, saya akan menonton besok. Tapi tidak dengan kaki terangkat. Tidak karena kami akan fokus ke PSG sekarang. Jadi kita akan mulai melihat permainan yang kita akan mainkan di sana. Apa yang harus kami lakukan. Tapi saya akan menonton laga besok,” ungkap Pep Guardiola.

Dua gol kemenangan City atas Palace dicetak Sergio Aguero dan Ferran Torres. Sempat bermain imbang tanpa gol di babak pertama, dua gol kemenangan City tercipta di babak kedua.

Kemenangan ini membuat anak asuh Pep Guardiola tinggal menunggu hasil dari laga Manchester United vs Liverpool. Jika Red Devils kalah di Old Trafford pada Minggu (2/5), gelar juara Liga Inggris musim ini dipastikan milik Manchester City.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Pep Guardiola Tak akan Pernah Bisa Tangani Timnas Argentina

Gamespool new banner

Football5Star.com, Indonesia – Pep Guardiola sudah diakui sebagai salah satu pelatih terbaik dan terhebat di sepak bola. Namun, di mata Oscar Ruggeri, itu bukan berarti dia bisa menangani tim mana pun. Menurut El Cabezon, manajer Manchester City itu tak akan pernah bisa menangani timnas Argentina yang kini dikapteni Lionel Messi.

Ruggeri mendapatkan pertanyaan soal kemungkinan Guardiola menangani timnas Argentina dalam acara F90 di ESPN. Dia secara pribadi menutup kemungkinan itu. Setidaknya ada dua hal yang mendasari penolakan pemain seangkatan Diego Maradona tersebut.

Alasan pertama, menurut Ruggeri, Argentina tak kehabisan pelatih mumpuni. “Tentu saja saya akan katakan tidak. Dia tak perlu didatangkan untuk menangani timnas Argentina. Ada Marcelo Gallardo. El Cholo (Diego) Simeone juga opsi lainnya,” ujar dia seperti dikutip Football5Star.com dari Infobae.

Ruggeri bahkan siap melakukan gerilya jika memang dibutuhkan. Dia siap melakukan perjalanan sendiri untuk mengajukan proposal kepada Simeone tanpa persetujuan AFA sekalipun.

Guardiola Bukan Orang Argentina

Alasan kedua, Ruggeri menilai tak elok bila timnas Argentina dilatih bukan olah orang Argentina. Satu-satunya kemungkinan Pep Guardiola melatih Lionel Messi di Tim Tango adalah bila pelatih-pelatih lokal memang tak ada lagi yang mau menerima tugas itu.

“Hanya ada satu kemungkinan. Itu adalah jika Cholo mengatakan tidak kepada saya. Gallardo juga menolak. Demikian pula dengan (Maurio) Pochettino. Argentina tak bisa dilatih pelatih asing. Saya tanya sekarang, apakah pelatih asing menangani timnas Brasil?” urai Ruggeri berapi-api. “Jika mereka menolak, saya ingin itu dikatakan di hadapan saya!

Pep Guardiola dinilai Oscar Ruggeri tak bisa menjadi pelatih timnas Argentina andai Lionel Scaloni pergi.
argentina.as.com

Ucapan Oscar Ruggeri selaras dengan pandangan Guardiola. Pelatih yang pernah menangani Barcelona dan Bayern Munich itu mengungkapkan hal yang sama saat dihubung-hubungkan dengan timnas Brasil pada 2018.

“Timnas Brasil harus dilatih orang Brasil dan timnas Argentina harus ditangani pelatih Argentina. Orang berpikir karena saya sudah sukses di Barcelona dan saya sangat bagus, saya akan pergi ke Brasil,” ujar Pep Guardiola kala itu. “Brasil dan Argentina punya banyak pelatih yang sangat bagus. Kedua tim itu harus ditangani oleh mereka.”

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Perubahan Taktik Guardiola Awal Comeback City atas PSG

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Manchester City mengawali semifinal perdananya dalam sejarah Liga Champions dengan kemenangan. Tandang ke Paris Saint-Germain anak asuh Pep Guardiola menang 2-1.

Manchester City sempat tertinggal pada babak pertama oleh gol Marquinhos. Tapi mereka berhasil bangkit di babak kedua hingga melakukan comeback lewat gol Kevin De Bruyne dan Riyad Mahrez.

Usai pertandingan Pep Guardiola mengakui babak pertama berjalan sulit untuk timnya. sebab PSG tampil menekan.

psg vs manchester city-ChampionsLeague
@ChampionsLeague

“Kami memulai laga dengan sangat baik. Kami kebobolan satu gol dan setelah itu kami merasakan tekanan. Babak kedua luar biasa di setiap posisi, kami telah mencetak dua gol yang sangat penting,” kata sang nakhoda kepada BT Sport, Kamis (29/4/2021).

“Saat 0-1 kami tidak memiliki penguasaan bola yang bagus. Klub ini tidak memiliki banyak pengalaman di kompetisi pada tahap sekarang. Yang saya inginkan adalah agar kami menjadi diri sendiri di leg kedua,” ia menambahkan.

Terkait keberhasilan The Cityzens membalikkan keadaan, pelatih asal Spanyol mengungkapkan jika ada perubahan taktik permainan yang diterapkan. Selain itu dia juga meminta para pemain untuk tetap tenang pada interval kedua.

“Terkadang Anda membutuhkan waktu untuk tetap tenang dan terus menjadi diri sendiri. kami sedikit emngubah cara bermain kami, terutama saat menekan mereka. Tidak mudah melawan pemain seperti Neymar, Mbappe, dan Di Maria. Jadi saya sangat puas dengan penampilan ini,” tutup Guardiola.

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Neymar dan Mbappe Bikin Pep Guardiola Tak Bisa Mimpi Indah

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Pertandingan leg pertama babak semifinal Liga Champions antara PSG vs Manchester City, Kamis (29/4/2021), rupanya membuat pelatih Pep Guardiola sulit untuk mimpi indah.

Menurut Guardiola yang membuat dirinya sulit untuk mimpi indah ialah dua striker PSG, Neymar dan Kylian Mbappe. Menurut Guardiola, dua pemain itu sangat berbahaya bagi pertahanan Manchester City.

Pep Guardiola - Chelsea - Man City - Piala FA - Sky Sports

“Mereka terlalu bagus. Saya berusaha tidur nyenyak semalam dan saya malah memikirkan mereka,” kata Guardiola seperti dikutip Football5star.com dari Sky Sports, Rabu (28/4).

“Itu kenyataannya. Mereka para pemain hebat. Itulah mengapa mereka bermain di tim itu dengan kualitas yang mereka miliki. Kami siap untuk mencoba menghentikan mereka, bertahan sebagai sebuah tim, memainkan sepak bola yang bagus dan mencoba mencetak gol,” imbuh pelatih asal Spanyol itu.

Sementara itu, pelatih PSG, Mauricio Pochettino menyebut bahwa dirinya tak menganggap timnya lebih diuntungkan karena melakoni laga leg pertama dengan status tuan rumah.

“Memainkan pertandingan pertama di kandang tidak banyak berubah bagi kami. Kami hanya tahu bahwa ini akan menjadi pertandingan yang sulit, bermain di kandang atau tandang tidaklah penting,” kata Pochettino.

“Pemain PSG hanya perlu menjadi yang terbaik yang kami bisa, agar pantas mendapatkannya. untuk lolos ke final,” tambah pelatih asal Argentina tersebut.

Lebih lanjut, Pochettino pun tak mau menganggap pertemuan PSG vs Manchester City sebagai pertarugan antara dirinya dengan pelatih Pep Guardiola.

“Dalam pertandingan seperti ini, selalu satu tim melawan yang lain. Ini bukan urusan pribadi, dan bukan Pep melawan saya. Ini akan menjadi pertandingan antara dua tim hebat,”

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Guardiola: Barcelona Bisa Juara Liga Champions Lebih Banyak Jika Neymar Bertahan

gamespool
Guardiola: Barcelona Bisa Juara Liga Champions Lebih Banyak Jika Neymar Bertahan 40

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, percaya bahwa Barcelona akan memiliki gelar Liga Champions jika Neymar tak pindah ke Paris Saint-Germain. Namun dia tetap menghormati keputusan Neymar itu.

Neymar pindah ke Paris Saint-Germain pada 2017 dengan harga fantastis, 222 juta euro, yang membuat dia menjadi pemain termahal di dunia. Barcelona sendiri berhasil meraih treble pada 2015 dengan trio MSN, Lionel Messi, Luis Suarez, Neymar. Guardiola yakin jika pemain timnas Brasil itu bertahan, Barcelona paling tidak punya 2-3 gelar Liga Champions lagi.

Neymar PSG Barcelona Liga Champions Goal
Goal

“Saya ingat ketika saya melihat klip dia di Santos, saya ingat saya berkata, ‘Ini adalah raja Santos’, dan mulut para pemain terbuka dan berkata, ‘Ya Tuhan, pemain yang luar biasa’. Permainannya menyenangkan untuk ditonton, kepribadiannya, dia memiliki Brasil di pundaknya. Saya yakin jika Neymar bertahan lebih lama di Barcelona, mereka akan memenangkan dua atau tiga Liga Champions lebih banyak,” ucap Guardiola seperti dilansir Football5Star.com dari AS.

Guardiola melanjutkan, “Ketiganya (MSN) tak terbendung, trio terbaik yang pernah saya lihat di dalam hidup saya. Dia memutuskan untuk pergi ke Paris, bukan keputusan yang buruk, kota yang bagus dan klub yang bagus. Saya ingin dia memiliki stabilitas, tidak cedera. Saya pengagum berat karena dia membantu membuat sepakbola lebih baik.”

Manchester City akan berhadapan dengan PSG di semifinal Liga Champions, Kamis (29/4/21). Selain Neymar, Guardiola juga berkomentar soal Kylian Mbappe.

“Seorang pemain muda, dia akan memiliki dunia sepak bola di depannya. Sudah menjadi juara Prancis, Piala Dunia. Sangat mirip dengan Erling Haaland dalam hal, ‘Wow’, gol, kecepatan. Kelihatannya pria yang baik. Benjamin Mendy adalah temannya, katanya dia pria yang baik. Kami akan mencoba mengalahkan mereka semuanya.” ujar pelatih asal Spanyol itu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Pep Guardiola: Bermain Bertahan Lawan PSG Tak akan Berhasil

gamespool
Pep Guardiola: Bermain Bertahan Lawan PSG Tak akan Berhasil 44

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, percaya bahwa strategi bertahan tidak akan berhasil dipakai saat melawan Paris Saint-Germain. Menurut Guardiola, lini serang PSG terlalu berkualitas.

Manchester City akan berhadapan dengan PSG di semifinal Liga Champions leg pertama, Kamis (29/4/21). Guardiola nampaknya tidak akan bermain bertahan di laga itu karena dia terlalu takut dengan kualitas Neymar, Kylian Mbappe, Angel Di Maria dan pemain PSG lainnya.

Pep Guardiola - Erling Haaland - Sergio Aguero - Man City - Manchester Evening News
Manchester Evening News

“Selalu luar biasa, kualitas para pemain yang mereka miliki. Strategi bertahan tidak akan berhasil. Mereka terlalu bagus Mereka adalah pemain luar biasa, kualitas yang mereka miliki, cara mereka bermain. Kami akan mencoba dan menghentikan mereka dengan bertahan bersama sebagai satu tim dan bermain bagus sebagai tim,” ucap Guardiola seperti dilansir Football5Star.com dari AS.

Tapi, Guardiola mengakui mereka akan rentan terkena serangan balik jika City akan bermain menyerang.

“Kami akan menerima serangan balik, mereka memiliki banyak senjata. Kami harus menyesuaikan sesuatu tentunya ketika Anda bermain melawan para pemain ini seperti yang kami lakukan melawan Tottenham, seperti yang kami lakukan melawan Wilfried Zaha (Crystal Palace) di permainan selanjutnya. Tapi pada saat yang sama, tidak masuk akal untuk tidak menjadi diri kami saat kami tiba di laga ini (semifinal) untuk kedua kalinya dalam sejarah kita,” ujar Guardiola.

Pep Guardiola melanjutkan, “Saya cukup yakin kami akan mencoba menjadi diri kami sendiri dan mendapatkan hasil yang kami perlukan untuk leg kedua. Keseimbangan terbaik adalah memiliki bola. Jika Anda menguasai bola sepanjang waktu, keseimbangan ada di sana. Kami akan menerima serangan balik, tidak mungkin (tidak). Jika Anda bertahan begitu dalam, Neymar, Mbappé, Ángel Di María, Marco Verratti, Marquinhos, mereka memiliki banyak senjata.”

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Mauricio Pochettino Bicara Mengenai Rivalitasnya dengan Pep Guardiola

gamespool
Mauricio Pochettino Bicara Mengenai Rivalitasnya dengan Pep Guardiola 48

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Paris Saint-Germain (PSG), Mauricio Pochettino, merasa senang karena akan kembali menghadapi manajer Manchester City, Pep Guardiola. Akan tetapi, Pochettino tak mau menganggap laga nanti sebagai duel pribadinya dengan Guardiola.

Pochettino dan Guardiola bukanlah sosok yang asing. Total, keduanya sudah saling berhadapan dalam 18 kesempatan. Dalam 18 pertemuan tersebut, Pochettino hanya berhasil mengalahkan Guardiola dalam tiga kesempatan.

“Menurut saya, pertandingan nanti merupakan laga sengit antara dua tim, PSG dan Manchester City. Saya tak mau menganggap laga nanti sebagai duel antara saya dengan Pep Guardiola,” ujar Mauricio Pochettino pada sesi jumpa pers, Selasa (27/4) malam WIB.

Mauricio Pochettino - Pep Guardiola - PSG - Manchester City - psg. fr
psg.fr

Lebih lanjut, Pochettino tak malu-malu mengakui kekagumannya kepada Guardiola. Menurut Pochettino, Guardiola sudah meninggalkan warisan yang sangat berharga di dunia sepak bola.

“Guardiola adalah salah satu pelatih sepak bola terbaik sepanjang sejarah. Saya sangat mengagumi karier, gelar serta warisan besar yang ia tinggalkan untuk dunia sepak bola.”

“Seperti Guardiola, saya juga adalah pelatih yang sangat senang berkompetisi, mempelajari hal baru dan berusaha memenangkan semua pertandingan,” tandas Pochettino.

Ini bukanlah kali pertama Pochettino menghadapi Guardiola di babak gugur Liga Champions. Pada musim 2018-19 lalu, Pochettino berhasil menyingkirkan Guardiola di babak perempat final Liga Champions. Ketika itu, Pochettino berhasil mengantar Tottenham melaju hingga ke partai final Liga Champions.

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Mauricio Pochettino: Pep Guardiola Pelatih Terbaik di Dunia

gamespool
Mauricio Pochettino: Pep Guardiola Pelatih Terbaik di Dunia 52

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Paris Saint-Germain, Mauricio Pochettino beri pujian besar kepada Pep Guardiola jelang laga PSG vs Manchester City, Kamis (29/4/21). Pochettino menyebut Guardiola sebagai pelatih terbaik di dunia.

PSG akan berhadapan dengan Man City pada semifinal Liga Champions leg pertama, Kamis dini hari. Pochettino berhasil mengalahkan Guardiola saat melatih Tottenham di perempat final Liga Champions 2019. Namun, Pochettino tetap menyebut Guardiola sebagai yang terbaik.

“Bagi saya, dia yang terbaik. Saya mengaguminya. Saya pikir dia melakukan pekerjaan yang fantastis tidak hanya di Manchester City tetapi sebelumnya dengan Barcelona dan Bayern Munich. Dan saya pikir dia adalah pelatih yang luar biasa dengan staf pelatih yang luar biasa juga karena saya tahu semua orang yang bekerja dengannya,” ucap Pochettino seperti dilansir Football5Star.com dari Mirror.

guardiola pochettino standard co uk
standard.co.uk

Pochettino melanjutkan, “Bagi saya, dia adalah pelatih yang fantastis dan dia adalah seorang pelatih yang selalu berpikir untuk melakukan strategi yang berbeda dan rencana permainan yang berbeda. Dia adalah pelatih yang sangat cerdas. Yang bekerja sangat keras dengan semua staf pelatih. Klub seperti Manchester City yang benar-benar memberinya kepercayaan diri untuk mengambil semua keputusan dan menjadi pelatih sejati, itu juga yang paling penting.”

Pochettino juga menilai bahwa Manchester City adalah klub yang sangat ideal untuk membuat Guardiola menjadi yang terbaik.

“Bukan hanya pelatih terbaik, klub itu penting. Klub memberi Anda semua alat untuk menjadi sukses. Itu merupakan kombinasi Manchester City antara Pep, staf pelatih, klub, petinggi, semua orang,” kata pelatih asal Argentina itu.

Mauricio Pochettino melanjutkan, “Mereka menciptakan struktur yang luar biasa, sangat solid, dan ide yang sangat jelas tentang bagaimana mereka harus bertindak untuk mengambil keputusan dan itulah mengapa mereka berhasil.”

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Pep Guardiola Puji Penampilan Raheem Sterling di Final Piala Liga

gamespool
Pep Guardiola Puji Penampilan Raheem Sterling di Final Piala Liga 55

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, memuji penampilan pemainnya, Raheem Sterling di laga final Piala Liga melawan Tottenham, (25/4/21). Guardiola menyatakan bahwa timnya sangat pantas menang di laga itu.

City berhasil menang 1-0 lewat gol dari Aymeric Laporte dan membuat mereka juara Piala Liga untuk ke-4 kalinya secara beruntun. Selain sang pencetak gol, performa brilian Sterling di laga itu juga jadi sorotan.

“(Performa) yang luar biasa. Dia (Sterling) menunjukkan kepada lawan kami datang ke sini untuk memenangkan pertandingan di aksi pertama. Dia sangat agresif. (Serge) Aurier adalah bek yang cepat dan mereka sangat bagus dalam mempertahankan tembakan dan blok. (Hugo) Lloris melakukan beberapa penyelamatan luar biasa tapi dia brilian,” ucap Guardiola seperti dilansir Football5Star.com dari laman resmi klub.

Guardiola melanjutkan, “Kami tidak meragukan itu, mentalitasnya bagus, dia berlatih dengan baik dan dia membuat penampilan yang luar biasa. Dia pantas mendapatkannya, dia menciptakan banyak peluang dan membuat beberapa assist untuk Ilkay (Gundogan). Semua pemain brilian.”

The Cityzens menampilkan performa yang dominan walaupun hanya menang 1-0. Tottenham bahkan hanya mampu mencatatkan 2 tembakan saja ke gawang Zack Steffen.

“(Ini) kemenangan yang sangat pantas. Kami keluar untuk bermain dan bermain dengan level dan kualitas yang luar biasa. Saya sangat senang dengan para pemain dan memikirkan mereka yang tidak bisa bermain. Itu lebih dari pantas. Malam yang menyenangkan untuk berbagi dengan orang-orang kami,” kata Pep Guardiola.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Pep Guardiola: Kevin De Bruyne Kemungkinan Pulih Sebelum Lawan PSG

gamespool
Pep Guardiola: Kevin De Bruyne Kemungkinan Pulih Sebelum Lawan PSG 59

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, memberi perkembangan soal cedera yang dialami Kevin De Bruyne. Guardiola optimistis De Bruyne bisa pulih sebelum semifinal Liga Champions tengah pekan depan.

De Bruyne mengalami cedera pergelangan kaki kanan di laga Piala FA melawan Chelsea akhir pekan lalu dan membuatnya absen di laga melawan Aston Villa, Kamis dini hari (22/4/21). Guardiola tak yakin De Bruyne akan siap untuk laga final Piala Liga melawan Tottenham Minggu (25/4/21), namun kemungkinan bisa bermain melawan Paris Saint-Germain tengah pekan depan.

John Stones - Aston Villa vs Man City - Liga Inggris - Reuters 2
Reuters

“Itu kurang dari yang kami harapkan dan kemarin dia merasa jauh lebih baik. Hari ini saya tidak tahu karena saya tidak berbicara dengannya, tapi kami akan lihat latihan besok. Saya pikir jika ini tidak benar-benar untuk final ini mudah-mudahan, mungkin dia akan siap untuk semifinal Liga Champions,” ucap Guardiola seperti dilansir Football5Star.com dari laman resmi klub.

City berhasil menang dengan skor 2-1 lewat gol dari Phil Foden dan Rodri. Kemenangan ini lebih sempurna karena baik untuk mental pemain jelang final Piala Liga dan tetap menjaga jarak dengan Manchester United di posisi kedua.

“Ini cara terbaik karena tentu saja Carabao adalah final tetapi hari ini adalah pertandingan yang penting. Tentu saja, kami akan mencoba memenangkan Piala Carabao, final keempat kami berturut-turut tetapi pertandingan penting hari ini,” kata Guardiola.

Pep Guardiola melanjutkan, “Kalah hari ini pasti berbahaya karena United sedang dalam performa terbaiknya, memenangkan banyak pertandingan. Tapi kami pantas, untuk cara yang kami lakukan musim ini sejauh ini, untuk memiliki keunggulan ini di tangan kami. Ketika Anda tiba di lima pertandingan terakhir hanya bergantung pada diri Anda sendiri, itu adalah dorongan yang bagus, kredit bagus.”

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Guardiola Kecam European Super League dan Salahkan UEFA

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Satu persatu pelatih mulai bersuara terkait European Super League. Terbaru adalah nakhoda Manchester City, Pep Guardiola.

Pep Guardiola, yang timnya turut serta dalam 12 klub peserta European Super League mengecam kompetisi baru ini. Dengan semua yang ditawarkan, pelatih asal Spanyol menyebut ini bukanlah olahraga.

“Ini bukan olahraga di mana hubungan antara kerja keras dan kesuksesan tidak ada. Ini bukan olahrga di mana kesuksesan sudah dijamin dan tidak ada masalah jika tim menelan kekalahan,” ungkap sang pelatih seperti dilansir Daily Mail, Selasa (20/4/2021).

Pep Guardiola Manchester City Sedang Membangun Sejarah di Liga Champions
(The Guardian

“Tidak adil ketika satu tim bertarung, bertarung, dan bertarung di puncak dan tidak bisa memenuhi syarat karena itu hanya untuk beberapa tim saja. orang yang tepat untuk mengklarifikasi ini secepat mungkin pada seluruh dunia mengapa tim-tim ini bermain dan yang lain tidak,” ia menambahkamn

Yang bikin mantan pelatih Barcelona jengkel bukan hanya European Super League. tapi juga induk sepak bola Eropa (UEFA). Dan dengan adanya kisruh ini dia menyebut para pelatih merasa tidak nyaman.

“Setiap orang membuat keputusan untuk kepentingan mereka sendiri. Premier League mermpertahtikan kepentingannya, UEFA  memperhatikan kepentingannya. Untuk sampai pada titik itu UEFA telah gagal,” ungkapnya.

“Bagi kami semua para pelatih, ini tentu tidak nyaman. Presiden bisa berbicara lebih jelas tentang ide masa depan dan ke mana arah sepak bola,” tutup Pep Guardiola.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Thomas Tuchel Sudah Kalahkan Semua Pelatih Hebat di Liga Inggris

gamespool

Football5Star.com, Indonesia – Ada catatan penting yang dibuat Thomas Tuchel saat Chelsea mengeliminasi Manchester City pada semifinal Piala FA, Sabtu (17/4/2021). Kesuksesan menekuk Pep Guardiola membuat dia kini sudah menaklukkan semua pelatih hebat di Liga Inggris.

Sebelum menang atas Guardiola, Tuchel sudah terlebih dahulu menaklukkan Jose Mourinho, Juergen Klopp, dan Carlo Ancelotti. Seperti Guardiola, ketiga pelatih itu punya reputasi mentereng di dunia serta sama-sama pernah menjuarai Premier League dan Liga Champions.

Menang atas Guardiola, Mourinho, Klopp, dan Ancelotti memang terlihat biasa-biasa saja. Namun, itu jadi istimewa karena Tuchel melakukannya dalam kurun waktu 3 bulan pertamanya sebagai manajer Chelsea. Semuanya pada pertemuan pertama. Sudah begitu, timnya selalu clean sheet.

Pelatih top pertama yang merasakan tangan dingin Tuchel adalah Jose Mourinho. The Special One harus mengakui keunggulan pelatih asal Jerman itu saat Tottenham Hotspur takluk 0-1 pada 4 Februari 2021.

Setelah itu, tepat sebulan kemudian, giliran Juergen Klopp yang terjungkal. Liverpool yang ditangani Klopp takluk 0-1 pada laga yang berlangsung di Anfield pada 4 Maret 2021.

Hanya empat hari berselang, giliran Carlo Ancelotti yang dikalahkan Tuchel. Ancelotti yang pernah sukses di Inggris, Italia, Jerman, dan Prancis tak mampu membawa Everton menghindari kekalahan. The Toffees takluk 0-2 di Stamford Bridge.

Tuchel Dua Kali Taklukkan Simeone

Thomas Tuchel dua kali membawa Chelsea menang atas Atletico Madrid yang ditangani Diego Simeone.
Getty Images

Kehebatan Thomas Tuchel sejak menangani Chelsea bukan hanya terlihat di pentas Liga Inggris. Di Liga Champions pun demikian. Eks pelatih Paris Saint-Germain tersebut mampu menang atas Diego Simeone, salah satu pelatih hebat yang pernah membawa Atletico Madrid juara Liga Spanyol.

Simeone bahkan dua kali menelan kekalahan dari Tuchel. Itu terjadi saat Atletico Madrid berhadapan dengan Chelsea pada babak 16 besar Liga Champions. Di Wanda Metropolitano, Los Colchoneros takluk 0-1. Adapun di Stamford Bridge, Jan Oblak cs. kalah 0-2.

Hingga saat ini, hanya ada dua pelatih yang mampu menang Chelsea yang ditangani Thomas Tuchel. Keduanya melakukan itu di Stamford Bridge. Pertama, Sam Alladryce yang membawa West Bromwich Albion berpesta 5-2 pada 3 April 2021. Kedua, Sergio Conceicao saat FC Porto menang 1-0 pada leg II perempat final Liga Champions.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Pep Guardiola Kecewa dengan Performa Man City di Semifinal Piala FA

gamespool
Pep Guardiola Kecewa dengan Performa Man City di Semifinal Piala FA 69

Football5star.com, Indonesia – Manajer Man City, Pep Guardiola, merasa sangat kecewa dengan performa timnya pada partai semifinal Piala FA melawan Chelsea, Minggu (18/4) dinihari WIB. Di mata Guardiola, The Cityzens hanya bermain bagus selama 15 menit.

Man City memang kesulitan mendominasi jalannya tempo permainan pada partai melawan Chelsea. Tak cuma itu, The Cityzens juga tak mampu menembus lini pertahanan rapat The Blues sepanjang 90 menit.

“Kami bermain bagus pada 15 menit terakhir pertandingan. Kami kesulitan mencari celah di lini belakang Chelsea. Mereka pantas mendapat ucapan selamat atas performa baiknya,” ujar Pep Guardiola kepada BBC Sport.

Piala FA - Chelsea - Thomas Tuchel - Manchester City - chelseafc. com 2
chelseafc.com

“Terkadang, kami bisa mendapatkan celah kosong di lini belakang Chelsea. Akan tetapi, kami tak mampu menciptakan peluang berarti,” kata Guardiola menambahkan.

Kekalahan di semifinal Piala FA membuat Man City dipastikan gagal menyapu bersih gelar bergengsi musim ini. Akan tetapi, kekalahan ini tak membuat Guardiola berkecil hati.

The Cityzens masih memiliki peluang untuk meraih gelar Liga Inggris, Liga Champions serta Carabao Cup. Ia pun memastikan anak asuhnya akan tampil habis-habisan pada tiga kompetisi tersebut.

“Kami sudah melakoni cukup banyak pertandingan musim ini. Tapi, petualangan kami masih belum selesai. Sekarang, waktunya kami fokus di Liga Inggris dan Carabao Cup pekan depan. Kami hanya harus melakoni satu pertandingan Carabao Cup lagi,” tandas Guardiola.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Pep Guardiola: Cedera Kevin De Bruyne Mengkhawatirkan!

gamespool
Pep Guardiola: Cedera Kevin De Bruyne Mengkhawatirkan! 73

Football5star.com, Indonesia – Kevin De Bruyne alami cedera saat bertandingan melawan Chelsea di babak semifinal Piala FA, Minggu (18/4/2021). De Bruyne cedera saat tengah berduel dengan N’Golo Kante di babak kedua laga Manchester City vs Chelsea tersebut.

Pelatih City, Pep Guardiola pun terpaksa menarik keluar De Bruyne dan menggantinya dengan Phil Foden. Usai pertandingan, Guardiola mengakui bahwa cedera pemain Belgia itu cukup mengkhawatirkan.

Chelsea vs Man City - Piala FA - @chelseafc

“Dia kesakitan. Besok tim medis akan melakukan tes, tapi mereka bilang itu sangat tidak bagus,” ucap Guardiola seperti dikutip Football5star.com dari Goal.

De Bruyne beberapa waktu lalu baru memperpanjang kontraknya dengan City. De Bruyne sendiri mengaku sangat senang bisa terus bermain bersama Manchester City hingga 2025.

“Saya tidak bisa lebih bahagia, sejak bergabung dengan City pada 2015, saya merasa seperti di rumah sendiri,” kata De Bruyne setelah penandatanganan kontrak barunya.

“Saya mencintai fans, keluarga saya tinggal di sini, di Manchester dan permainan saya sendiri telah berkembang dengan sangat baik.”

Manchester City sendiri kalah 0-1 dari Chelsea lewat gol tunggal Hakim Ziyech. Kekalahan ini membuat peluang Manchester City untuk meraih empat gelar dalam satu musim pupus.

Anak asuh Pep Guardiola masih memiliki kans juara di Liga Inggris, Piala Liga Inggris dan Liga Champions. Di Piala Liga Inggris, City akan hadapi Tottenham Hotspur di partai final.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Jelang Chelsea vs Man. City, Tuchel Dihantui Rekor Buruk Lawan Guardiola

gamespool
Jelang Chelsea vs Man. City, Tuchel Dihantui Rekor Buruk Lawan Guardiola 77

Football5star.com, Indonesia – Babak semifinal Piala FA akan mempertemukan laga Chelsea vs Man. City di Stadion Wembley, Sabtu (17/4/2021). Pelatih Chelsea, Thomas Tuchel memiliki rekor buruk jika bertemu dengan Pep Guardiola.

Dari lima pertemuan, pelatih berusia 47 tahun tersebut belum pernah sekali pun meraih kemenangan. Hasil terbaik Tuchel melawan Guardiola ialah meraih satu kali hasil imbang dan sisanya kalah. Hasil imbang di dapat Tuchel saat masih melatih Borussia Dortmund.

Pep Guardiola - Thomas Tuchel - Chelsea - Manchester city - Metro
Metro

Pada 5 Maret 2016 pada pekan ke-25 Bundesliga 2015-16, Dortmund meraih hasil imbang 0-0 melawan Bayern Munich yang dilatih Pep Guardiola. Menanggapi rekor buruk tersebut, Tuchel merasa cukup terganggu dengan hal tersebut.

“Saya pikir kami memiliki dua hasil imbang dengan Dortmund dan kemudian final DFB Pokal tapi kalah adu penalti dan satu lagi hasil imbang di kandang. Kami nyari saja,”

‘Sudah waktunya kami mengalahkan mereka dan percobaan berikutnya tentu saja nanti di lapangan saat laga berlangsung,” tambah Tuchel.

Menurut Tuchel, menghadapi Manchester City yang tengah on fire, dirinya merasa hal tersebut tidak akan menganggu mental anak asuhnya.

“Saya tidak percaya pada sebesar klub itu, seberapa tangguh atau apakah kami setara atau tidak. Kami harus mengakui ada celah tetapi dalam 90 menit, kami sadar dan cukup percaya diri bahwa kami bisa menutup celah itu,” ucap Thomas Tuchel.

“Kami percaya bahwa target untuk laga nanti (Chelsea vs Man.City) ialah meraih kemenangan,” tutup pelatih asal Jerman tersebut.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Manchester City Berpeluang Raih Quadruple, Guardiola Ogah Sesumbar

gamespool
Manchester City Berpeluang Raih Quadruple, Guardiola Ogah Sesumbar 81

Football5star.com, Indonesia – Mancheter City akan hadapi Chelsea di babak semifinal Piala FA. Kedua tim akan bermain di Stadion Wembley, Sabtu (14/3/2021). Jelang melawan Chelsea, Pep Guardiola bereaksi saat disinggung peluang anak asuhnya meriah quadruple di musim ini.

Manchester City memailiki kans untuk meraih empat gelar di musim ini. City baru lolos ke babak semifinal Liga Champions setelah singkirkan Borussia Dortmund. Anak asuh Pep itu juga saat ini memimpin klasemenn Liga Inggris, terpaut 11 poin dari Manchester United di tempat kedua.

Borussia Dortmund vs Manchester City Akhirnya, Pep Guardiola ke Semi Final

City juga berpeluang meraih gelar juara Piala Liga Inggris. Di babak final, City akan melawan Tottenham Hotspur pada 25 April mendatang.

“Anda tahu jawaban saya untuk pertanyaan yang indah ini. Kami tidak dalam posisi untuk berbicara lebih jauh. Aku berkata dalam jawaban pertamaku,” kata Pep Guardiola seperti dikutip Football5star.com dari Manchester Evening News.

“Anda ingin berbicara tentang masa depan dan kenyataannya adalah latihan hari ini dan pertandingan besok. Selebihnya, saya tidak peduli. Saya tidak peduli,” tambah pelatih asal Catalan tersebut.

Guardiola pun mengaku cukup percaya diri untuk mengalahkan Chelsea di babak semifinal Piala FA. Menurutnya modal lolos ke babak semifinal Liga Champions jadi energi positif untuk anak asuhnya.

“Jauh lebih mudah. Bayangkan memainkan pertandingan ini andai misalnya kami tidak lolos ke babak semifinal Liga Champions. Itu akan jauh lebih sulit,”

“Saya ingin memiliki lebih banyak pada hari ini untuk membuat kami pulih lebih baik tapi sayangnya saat ini jadwal sangat padat. Orang-orang berlatih dengan baik dan besok mereka akan menghadapi salah satu tim terbaik di Eropa,” tutup Guardiola.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Pep Guardiola Minta Phil Foden Tampil Konsisten Setiap Laga

gamespool
Pep Guardiola Minta Phil Foden Tampil Konsisten Setiap Laga 85

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, meminta Phil Foden membuktikan dirinya di setiap pertandingan. Guardiola mengatakan bahwa hal itu adalah kunci untuk Foden berkembang menjadi pemain hebat.

Foden merupakan pemain jebolan akademi City yang memulai debut pada musim 2017-18. Dia baru mulai sering bermain pada musim lalu, dimana Foden mencatatkan 37 pertandingan di semua kompetisi. Musim ini, dia sudah mencatatkan 13 gol dari 41 laga di semua kompetisi. Tapi, Guardiola meminta Foden selalu tampil baik di setiap laganya supaya bisa mempertahankan posisinya di starting XI.

Pep Guardiola Manchester City Sedang Membangun Sejarah di Liga Champions
The Guardian

“Ini bukan tentang apa yang kita yakini di masa lalu, ini tentang apa yang mereka tunjukkan di lapangan. Jadi, pesepakbola harus tampil setiap hari. Saat ini tidak peduli apa yang telah kami lakukan, itu yang kami lakukan hari ini. Semua orang terlibat, berbicara dan berbicara. Para pemain harus berbicara di atas lapangan,” ucap Guardiola seperti dilansir Football5Star.com dari AS

Guardiola melanjutkan, “Itu satu-satunya cara mereka dapat melindungi posisi mereka dan menang di masa sekarang dan di masa depan. Sesederhana itu. Phil dalam hal itu, semua yang kami dapatkan saat ini ada di lapangan, bukan dalam situasi lain. Dia akan terus berada di sana tergantung pada penampilannya, bukan pada apa yang telah dia lakukan sejauh ini di usia muda. Anda harus melakukannya setiap saat. Anda harus memenangkan sesuatu laga untuk tetap di posisi dan bermain setiap hari.”

Di laga terakhir melawan Borussia Dortmund, Raheem Sterling hanya masuk menjadi pemain pengganti dan Phil Foden bermain dari awal. Guardiola mengatakan bahwa keduanya bisa bermain bersamaan.

“Tentu mereka bisa bermain bersama, mereka sudah sering bermain bersama. Phil bisa bermain di lima posisi, Sterling di tiga posisi. Setiap orang bisa bermain di beberapa posisi, jadi itu tergantung pada mereka,” kata Pep Guardiola.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Surat Permintaan Maaf Yaya Toure Belum Dibalas Pep Guardiola

gamespool
Surat Permintaan Maaf Yaya Toure Belum Dibalas Pep Guardiola 89

Football5star.com, Indonesia – Mantan pemain Manchester City, Yaya Toure mengaku telah mengirimkan surat permintaan maaf kepada Pep Guardiola. Toure melakukan itu karena ingin mengakhiri hubungan tak bagus dengan mantan pelatihnya tersebut.

Namun kata Yaya Toure seperti dikutip Football5star.com dari Daily Mail, Sabtu (17/4/2021), surat permintaan maaf dirinya belum mendapat respon dari Pep Guardiola ataupun pihak Manchester City.

Kenapa Yaya Toure Benci Setengah Mati dengan Guardiola

Yaya Toure mengatakan bahwa surat tersebut sudah ia kirim ke Manchester City pada tahun lalu. Inti dari surat itu kata Toure ialah dirinya meminta maaf kepada Pep Guardiola atas semua tindakannya.

Hubungan Yaya Toure dengan Guardiola retak pasca pemain asal Pantai Gading itu mengatakan kepada France Football bahwa ada perlakuan tak adil kepada pemain Afrika di City. Menurut Toure, isi dari wawancara itu telah dipelintir. Ia tidak bermaksud untuk menyudukan Pep Guardiola dan staf pelatih City.

“Wawancara itu adalah kesalahan besar saya. Ketika Anda memberikan kepercayaan Anda, suara Anda kepada seseorang, mereka dapat memelintirnya,” kata Toure.

“Saya sadar beberapa staf tidak senang. Saya mengirim surat melalui email untuk mencoba berkomunikasi dengan beberapa orang penting di sana. Untuk meminta maaf dan mengatakan saya menyesal mengatakan hal itu,” ucap Toure.

Terkait mengapa surat permintaan maafnya belum mendapat respon, Toure tak mau berspekulasi. Namun, ia ragu apakah suratnya tersebut sudah sampai ke Guardiola.

“Saya menginginkan kedamaian. Saya tidak ingin hal seperti ini dipertahankan. Ini demi kecintaan saya pada klub dan penggemar,” tutupnya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Thomas Tuchel Utarakan Kekagumannya kepada Pep Guardiola

gamespool
Thomas Tuchel Utarakan Kekagumannya kepada Pep Guardiola 93

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Chelsea, Thomas Tuchel, mengatakan bahwa manajer Manchester City, Pep Guardiola, merupakan salah satu idola terbesarnya. Tuchel mengaku selalu menyaksikan pertandingan Barcelona ketika masih ditangani Guardiola.

Tuchel akan beradu strategi dengan Guardiola pada partai semifinal Piala FA antara Chelsea vs Man City. Laga tersebut akan digelar di Stadion Wembley pada Sabtu (17/4) malam WIB.

“Pep Guardiola merupakan salah satu inspirasi terbesar saya di dunia sepak bola. Saya hampir selalu menyaksikan pertandingan Barcelona ketika masih ditangani Guardiola,” ujar Thomas Tuchel dikutip football5star dari Football London.

Pep Guardiola - Thomas Tuchel - Chelsea - Manchester city - Metro
Metro

“Saya sangat terkesan dengan cara mereka meraih kesuksesan. Mereka mengandalkan banyak pemain jebolan akademi, bermain cantik dan mendominasi penguasaan bola sepanjang pertandingan,” sambung Tuchel.

Lebih lanjut, Tuchel juga berjanji Chelsea akan bisa bersaing ketat dengan Manchester City pada musim 2021-22 mendatang. Tuchel berharap The Blues akan bisa menggantikan posisi The Cityzens sebagai tim yang sangat ditakuti di Eropa.

“Kami harus menerima adanya jarak yang cukup besar antara Chelsea dengan Manchester City jika melihat hasil pertandingan di Liga Inggris pada tahun lalu dan musim ini. Kami harus bisa menerima kenyataan ini tanpa harus berkecil hati.”

“Jadi, mulai hari pertama musim depan, kami akan berusaha menipiskan jarak kualitas dengan Manchester City. Itu adalah tujuan utama kami,” tandas Tuchel.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Guardiola: Manchester City Sedang Membangun Sejarah di Liga Champions

gamespool
Guardiola: Manchester City Sedang Membangun Sejarah di Liga Champions 97

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, mengungkapkan bahwa timnya saat ini sedang “membangun sejarah” di Liga Champions setelah berhasil lolos ke semifinal. Guardiola juga memuji pemain mudanya, Phil Foden yang menjadi kunci keberhasilan City untuk lolos.

City berhasil mengalahkan Borussia Dortmund dengan aggregat 4-2, (15/4/21). Ini merupakan pertama kalinya Guardiola berhasil mencapai semifinal bersama City dan kedua kalinya untuk City bermain di semifinal setelah sebelumnya bersama pelatih Manuel Pellegrini.

Phil Foden berhasil mencetak dua gol dalam dua leg melawan Dortmund dan Guardiola memuji pemain timnas Inggris itu.

Borussia Dortmund vs Manchester City Akhirnya, Pep Guardiola ke Semi Final
@Alfutb0l

“Dia selalu menciptakan sesuatu, dua gol penting dan dia telah membantu kami untuk melaju ke semifinal. Di perempat final ini dia adalah pemain terpenting. Ini kali kedua (bagi City) di semifinal jadi ini bukan sejarah di klub, tapi kami mulai membangunnya,” ucap Guardiola seperti dilansir Football5Star.com dari The Guardian.

Guardiola melanjutkan, “Kami brilian kecuali menit-menit pertama di mana mereka bagus. Saya sangat senang berada di semifinal, menjadi salah satu dari empat tim terbaik di Eropa. Melawan tim yang besar dan kuat dan kami akan berusaha menjadi yang terbaik. Kami mematahkan jembatan ini dari perempat final ke semifinal.”

Manchester City masih berpeluang besar untuk meraih quadruple. Saat ini mereka berada di puncak klasemen Premier League, semi final Piala FA, final Piala Liga, dan semi final Liga Champions. Tapi Guardiola belum mau memikirkan hal itu.

“Kami membutuhkan tiga kemenangan untuk Premier League, kami berada di semifinal Liga Champions, semifinal Piala FA dan final Piala Carabao. Kami tidak berbicara tentang memenangkan keempatnya, kami mengambil satu pertandingan pada satu waktu,” ujar Pep Guardiola.

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Pep Guardiola: Keunggulan Man City di Leg I Tak Ada Artinya

gamespool
Pep Guardiola: Keunggulan Man City di Leg I Tak Ada Artinya 101

Football5star.com, Indonesia – Manajer Man City, Pep Guardiola, tak mau timnya besar kepala karena memiliki keunggulan agregat atas Borussia Dortmund. Menurut Guardiola, keunggulan pada leg pertama tak memiliki arti penting di laga leg II nanti.

Man City berangkat ke Signal Iduna Park dengan keunggulan agregat 2-1. Untuk bisa meraih tiket berlaga ke babak semifinal, The Cityzens harus bisa mencatat clean sheet di laga nanti.

“Kami harus berusaha keras menjalankan rencana di pertandingan nanti. Tak peduli apa yang terjadi pada partai leg pertama, Dortmund tetap memiliki kesempatan di laga nanti,” kata Pep Guardiola dikutip football5star dari laman resmi UEFA.

Pep Guardiola - Dortmund - Man City - SportsMole
SportsMole

“Kami akan berusaha menunjukkan performa terbaik di markas Dortmund. Kami ingin membuat lawan merasa kalau kami tak datang hanya untuk mempertahankan keunggulan. Kami harus bisa mendominasi jalannya laga nanti,” sambung Guardiola.

Lebih lanjut, Guardiola merasa sangat bangga karena Man City sudah memastikan tiket berlaga di Liga Champions musim 2021-22. Menurutnya, ini merupakan pencapaian spesial karena tak ada tim Inggris yang berhasil lolos ke Liga Champions dalam 11 kesempatan secara beruntun.

“Kami adalah tim pertama yang berhasil memastikan tempat di Liga Champions musim depan. Jadi, kami akan bermain di Liga Champions untuk kali ke-11 secara beruntun.”

“Tak ada tim Liga Inggris yang berhasil melaju ke Liga Champions dalam 11 musim secara beruntun. Ini adalah pencapaian yang sangat luar biasa,” tandas Guardiola.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Cassano Ancam Guardiola jika Boyong Lukaku ke Manchester City

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Romelu Lukaku jadi salah satu striker mematikan di Eropa. Sejauh ini dia sudah mencetak 21 gol di Serie A dan membawa Inter Milan di puncak klasemen.

Performa menawan sang bomber memunculkan isu transfer musim panas mendatang. Salah satu klub yang disebutkan ingin memboyong Lukaku adalah Manchester City.

Mendengar ketertarikan Manchester City, Antonio Cassano langsung mengancam pada Pep Guardiola. Ia bersumpah tidak akan mendukung pelatih asal Spanyol itu lagi jika benar-benar memboyong penggawa Belgia.

Romelu Lukaku - Antonio Conte - Inter Milan - Roberto Martinez - Eurosport
Eurosport

“Jika Guardiola membawa Romelu ke City saya tidak akan mendukungnya lagi. Apa hubungan Romelu dengan idenya tentang permainan? Untuk menaikkan gajinya? Kemudian Inter akan memperbarui kontraknya,” ungkap Cassano seperti dilansir Tribal Football, Senin (12/4/2021).

Bukan tanpa alasan mantan pemain AS Roma berujar demikian. Menurutnya, karakter Lukaku tidak cocok dengan sistem permainan yang diterapkan Pep Guardiola di Manchester City.

Adapun The Cityzens dipastikan akan mencari striker baru musim depan. Ini tak lepas dari hengkangnya Sergio Aguero.

Mereka hanya memiliki Gabriel Jesus sebagai striker murni. Dengan kekuatan finansial yang dimiliki, hampir semua striker terbaik bisa didatangkan ke stadion Etihad.

Sementara Lukaku, dia masih terikat kontrak di Giuseppe Meazza hingga 2024 mendatang. Baik manajemen maupun Antonio Conte tak berminat melepasnya dalam waktu dekat.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Kalahkan Guardiola, Marcelo Bielsa Memang Pelatih Kelas Master

gamespool
Kalahkan Guardiola, Marcelo Bielsa Memang Pelatih Kelas Master 108

Football5star.com, Indonesia – Hanya dengan 10 pemain, Leeds United yang dilatih oleh Marcelo Bielsa sukses mengalahkan calon juara Liga Inggris musim ini, Manchester City di Etihad Stadium, Sabtu (10/4/2021). Leeds berhasil bungkam City dengan skor 2-1.

Leeds harus bermain dengan 10 orang setelah kapten mereka, Liam Cooper mendapat kartu merah pada menit injury time babak pertama. Unggul terlebih dahulu pada menit ke-42 lewat Stuart Dallas. Leeds sempat dibobol oleh Ferran Torres pada menit ke-76.

marcelo bielsa-leeds united vs chelsea-bbc

Namun gol Dallas di masa injury time babak keduas memastikan Leeds meraih tiga poin di markas Manchester City.

Menurut mantan pemain Arsenal, Ian Wright, kemenangan Leeds atas City ini jadi bukti bahwa sosok Marcelo Bielsa memang bukan pelatih biasa. Wright menyebut Bielsa adalah pelatih kelas master.

“Mereka menyerang dan bertahan dengan 10 pemain, tapi di luar itu hal tersebut bisa terjadi karena pelatih mereka kelas master,” kata Wright seperti dikutip Football5star.com dari Daily Mail, Minggu (11/4).

“Bagi saya, ini tentang sisi pertahanan mereka. Mereka ingin menghentikan City masuk ke area mereka. Pemain Leeds mampu membatasi ruang gerak pemain City. City memiliki 36 umpan crossing dan pemain Leeds menangani itu semua dengan sangat baik,” ungkapnya.

“Para pemain Leeds menekan bola dengan luar biasa. Hal sama mereka tunjukkan saat menghentikan laju bola City. Para pemain Leeds menunjukkan permainan yang menjanjikan seperti umpan luar biasa Raphhinha,” tambah Ian Wright.

“Manchester City memang punya peluang, tapi Leeds sangat brilian dengan startegi yang diterapkan Bielsa,”

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]