Guardiola Pastikan Bayern Takkan “Main Mata” Lawan Olympiakos

Peluang Arsenal lolos ke babak 16 besar Liga Champions sangat tergantung laga Matchday V antara Bayern Munich dan Olympiakos. Pep Guardiola memastikan Bayern tak akan “main mata” dan tetap serius untuk menang.

Arsenal kalah telak 1-5 saat bertandang ke Allianz Arena, Kamis (5/11/2015) dinihari WIB tadi yang lantas membuat peluang melaju dari Grup F kian menyempit.

The Gunners kini duduk di posisi buncit dengan tiga angka dari empat pertandingan. Mereka juga berselisih enam angka dari Bayern dan Olympiakos di posisi satu-dua, serta kalah head to head dari Dinamo Zagreb yang punya poin sama di tangga ketiga.

Dengan masih tersisa dua laga, maka Arsenal wajib memenangi seluruh laga tersebut sambil berharap Olympiakos gagal meraih angka. Kebetulan Arsenal akan menghadapi klub Yunani itu di laga terakhirnya.

Tapi, sebelum itu Olympiakos akan lebih dulu menghadapi Bayern dan di laga itulah nasib Arsenal ditentukan. Sebab hasil selain kekalahan untuk Olympiakos, otomatis akan menutup peluang Arsenal lolos.

Sementara itu, Arsenal tentunya berharap Bayern menang untuk kemudian memenangi laga di markas Olympiakos di matchday terakhir dengan selisih minimal dua gol untuk merebut tiket lolos ke babak gugur.

Meski demikian, dugaan Bayern dan Olympiakos bakal main mata di matchday kelima tetap ada. Menyikapi kemungkinan tersebut, Guardiola membantahnya dan menegaskan Die Roten akan tampil serius untuk mengalahkan Olympiakos.

“Untuk membuat pertanyaan ini (bagaimana pendekatan Bayern saat melawan Olympiakos), Anda harus tahu bahwa mustahil untuk tidak mencoba memenangi laga. Arsenal harus tenang. Tenang saja dan yakin bahwa pelatih dan para pemain akan mencoba menang,” ujar Guardiola dikutip Telegraph.

“Mungkin kami tidak menang, tapi yakinlah kami akan berjuang untuk itu. Kami ingin memuncaki grup dan Olympiakos punya poin yang sama dengan kami. Kami hampir lolos, yang kami raih (atas Arsenal) ini adalah sebuah langkah besar,” sambungnya.

Guardiola Pernah Ingin Dilatih Wenger

Arsene Wenger membeberkan bahwa Pep Guardiola pernah ingin bermain bagi Arsenal semasa manajer Bayern tersebut masih berkarier sebagai pemain sepak bola.

Menjelang laga antara Bayern vs Arsenal di Allianz Arena pada hari Kamis (5/11) dalam laga lanjutan fase penyisihan grup Liga Champions, muncul berita menarik tentang Guardiola.

Wenger mengaku bahwa ketika masih berkostum Barcelona, Guardiola pernah mengutarakan keinginannya tentang bermain di bawah arahan manajer asal Prancis tersebut.

“Ya, Guardiola ingin bermain di bawah kepelatihan saya. Saya bertemu dengannya dan Ia ingin bermain untuk Arsenal. Saya pikir ketika itu Ia sudah berumur 30 atau 31 tahun,” jelas Wenger seperti yang dilansir oleh uefa.com.

“Saya tidak ingat kenapa hal tersebut tidak terjadi. Tak lama setelah itu, Ia pindah ke Italia,” tambah dirinya.

Lebih lanjut, Wenger memuji karakter Guardiola yang dirasanya pantas untuk menjadi manajer papan atas dunia.

“Ia memiliki mentalitas dan pendekatan terhadap sepak bola yang sangat baik. Saya pikir itulah mengapa Ia cocok di Bayern. Ia telah menjadi manajer yang sangat hebat,” pungkasnya.

Saat ini, Arsenal menempati peringkat ketiga klasemen sementara grup F dengan total raihan tiga poin. Sementara, Bayern berada di puncak dengan keunggulan empat poin atas The Gunners.

Pada pertemuan pertama di Emirates Stadium, Die Roten harus mengakui keunggulan tuan rumah 2-0 berkat gol yang dicetak oleh Olivier Giroud dan Mesut Oezil.

Schmeichel Tak Ingin Guardiola Latih Man. United

Legenda Manchester United, Peter Schmeichel, mengaku tidak ingin melihat mantan timnya dilatih oleh Pep Guardiola karena takut akan merusak filosofi klub.

Schmeichel pernah bermain bagi Man. United dari musim 1991-99. Di bawah arahan manajer Sir Alex Ferguson, Ia dilabeli sebagai salah satu kiper terbaik di dunia. Ia turut menyumbangkan lima titel Premier League, tiga Piala FA, satu Piala Liga, dan satu trofi Liga Champions.

Sejak Ferguson memutuskan untuk mundur sebagai manajer Setan Merah, rumor tentang kedatangan Guardiola ke Old Trafford memang sempat terdengar. Dalam cermat pria yang pernah menjuarai Piala Eropa pada tahun 1992 bersama tim nasional Denmark tersebut, Guardiola dapat membuat Man. United kehilangan identitas.

“Ketakutan terbesarku adalah apabila seseorang seperti Guardiola menjadi manajer Man. United yang berikutnya,” terang Schmeichel seperti yang dikutip oleh Sky Sport.

Sebagai perbandingan, Schmeichel mencoba menjelaskan apa yang terjadi setelah Guardiola mengambil alih jabatan pelatih Bayern dari Jupp Henyckes pada tahun 2013 silam.

“Guardiola memiliki cara bermain sendiri. Ia memiliki sistem dan harus mengikutinya. Ia telah mengubah tim Bayern yang tampil luar biasa ketika meraih treble bersama Heynckes,” jelas Schmeichel.

“Mereka dulu memainkan sepak bola yang cepat melalui bagian tengah lapangan, memaksimalkan lebar lapangan, namun mereka juga mampu mengoper bola dan mengalahkan semua lawan,” tambah dirinya.

“Lalu, Guardiola membuat mereka selalu mengoper bola ke sisi lapangan dan aku pikir Bayern tidak bermain semenarik yang dulu,” pungkasnya.

Guardiola Disarankan Semusim Lagi di Bayern

Sampai saat ini belum ada tanda-tanda Pep Guardiola bakal memperpanjang kontraknya bersama Bayern Munich. Ada yang menyarankan agar Guardiola setidaknya bertahan semusim dulu di sana.

Kontrak Guardiola dengan Bayern akan selesai akhir musim ini. Dia belum menandatangani karena merasa musim masih panjang dan banyak hal yang lebih penting dipikirkan, ketimbang kontrak barunya.

Guardiola sendiri dikabarkan sedang menjadi incaran beberapa klub. Manchester City merupakan salah satu peminatnya. Bahkan, beredar kabar bahwa pelatih asal Spanyol itu sudah melakukan prakontrak dengan The Citizens untuk mempersiapkan tim di musim depan.

Eks pelatih Bayern, Otmar Hitzfeld, meminta agar Guardiola bertahan setidaknya semusim dulu agar dia bisa membentuk tim yang tangguh dan tak memberatkan penerusnya, saat dia memang benar-benar pergi dari sana.

“Satu tahun tambahan kontrak akan menjadi solusi yang bagus untuk Bayern dan Guardiola,” kata Hitzfeld di Bild.

“Kesepakatan satu tahun tak bekerja saat seorang pelatih baru datang ke klub, tapi itu akan masuk akal setelah tiga tahun,” sambung pelatih yang mempersembahkan trofi Liga Champions tahun 2001 itu.

“Guardiola sudah membangun kembali Bayern dan dia hampir selesai. Bayern memperagakan permainan sepakbola yang luar biasa. Penting sekarang untuk terus berada di jalan yang sama,” tutupnya.

Selama 2,5 musim menangani Bayern, Guardiola mempersembahkan dua trofi Bundesliga dan satu trofi DFB-Pokal.

Guardiola: Tiket Murah Bagi Fans Arsenal di Allianz Arena

Dua pekan mendatang, Arsenal gantian akan melawat ke markas Bayern Munich di Allianz Arena. Pelatih Die Roten, Pep Guardiola, memastikan fans The Gunners tak harus membayar mahal untuk menonton di stadion.

Arsenal memenangi pertemuan pertama di Emirates Stadium, Rabu (22/10/2015) dinihari WIB, dengan skor 2-0, lewat gol-gol Olivier Giroud dan Mesut Oezil. Pada tanggal 4 November mendatang, giliran Bayern yang menjamu Arsenal di kandang sendiri.

Nah, sebelum laga matchday 3 itu sempat muncul protes dari sebagian fans Bayern yang menganggap harga tiket untuk masuk Emirates Stadium yang dipatok Arsenal terlalu mahal, yakni 64 poundsterling atau sekitar 1,35 juta. Itu pun belum termasuk pajak dan biaya lain, yang totalnya mencapai 1,5 juta.

Sebagai bentuk protes, fans Bayern memasuki stadion Emirates selepas pertandingan berjalan lima menit. Selama lima menit, ada sebagian kursi suporter Bayern yang kosong dan ada spanduk bertuliskan “£64 a ticket but without fans football is not worth a penny.”

Usai laga, Guardiola selaku pelatih Bayern pun ditanya perihal apakah pihak klubnya akan melakukan “balasan” dengan menaikkan harga tiket tribun tandang untuk para fans Arsenal saat timnya menjadi tuan rumah.

Guardiola memastikan Bayern akan memberikan harga semurah mungkin untuk tiket para pendukung Arsenal.

“Saya akan berbicara kepada (Arsene) Wenger agar di pertemuan selanjutnya, harga tiket untuk fans kami agar dimurahkan,” ujar Guardiola seperti dikutip Talksport.

“Kami akan memberi harga bagus untuk para fans Arsenal di Munich. Mereka bisa datang ke sini,” sambungnya.

Guardiola Tak Mau Remehkan Arsenal

Arsenal memang tengah tampil buruk di fase grup Liga Champions musim ini. Tapi itu tak serta merta bikin kubu Bayern Munich jemawa karena The Gunners tetap berpotensi mengejutkan.

Arsenal harusnya jadi salah satu tim unggulan di Grup F bareng Bayern. Sebab, di atas kertas, kualitas dua tim lain, Dinamo Zagreb dan Olympiakos, masih berada jauh di bawah klub The Gunners.

Namun, begitu fase grup dimulai yang ada malah Arsenal terpuruk di posisi juru kunci grup usai dua kekalahan beruntun dari Dinamo dengan skor 1-2 dan 2-3 dari Olympiakos di kandang sendiri.

Dua hasil buruk itu membuat posisi Arsenal kian sulit mengingat mereka harus melakoni double header kontra Bayern dalam kurun waktu dua pekan. Arsenal pertama kali menjamu Bayern di Emirates Stadium, Rabu (21/10/2015) dinihari WIB besok.

Sementara itu, Bayern sendiri punya rekor oke melawan Arsenal dalam delapan pertemuan di ajang ini, yakni empat kemenangan, dua kekalahan, dan dua imbang.

Selain itu, Die Roten pun on fire usai merengkuh sembilan kemenangan beruntun di Bundesliga plus kini menduduki puncak Grup F dengan poin sempurna, hasil kemenangan 3-0 atas Olympiakos dan 5-0 atas Dinamo.

Wajar jika Bayern sangat diunggulkan untuk bisa memenangi duel di kandang Arsenal nanti. Meski demikian, Pep Guardiola selaku pelatih tak mau anak asuhnya “lupa diri” karena bagaimanapun Arsenal tetap tim yang bagus meski duduk di posisi terbawah.

“Ketika sedang menganalisis tim, aku tidak pernah melihat klasemen. Aku tidak peduli soal itu,” ujar Guardiola di situs resmi UEFA.

Bayern Optimistis Guardiola Bertahan Musim Depan

Masa depan Pep Guardiola di Bayern Munich masih jadi teka-teki hingga saat ini. Meski demikian, klub Bavaria itu yakin 100 persen sang pelatih tetap akan bersama mereka musim depan.

Kontrak Guardiola yang berdurasi tiga tahun akan habis musim panas tahun depan. Kondisi ini membuat Guardiola dikabarkan tengah diincar oleh Manchester City untuk jadi manajer mereka musim depan.

Bahkan kabar yang kencang beredar menyebut Guardiola sudah sepakat untuk menggantikan Manuel Pellegrini musim depan. Padahal, kontrak manajer asal Cile itu sebenarnya baru diperpanjang oleh The Citizens.

Bayern sendiri mengaku masih puas dengan kinerja Guardiola, meski sejak kehadirannya pada 2013 lalu, pria 45 tahun itu belum sekalipun membawa Die Roten berjaya di kompetisi Eropa.

Maka dari itu, Bayern pun yakin kalau Guardiola akan memilih bertahan di Bayern dan memperpanjang kontraknya, ketimbang harus pergi ke klub lain.

“Saya sudah katakan bahwa di paruh kedua tahun ini, bakal ada pembicaraan soal kontrak baru dan setelah itu baru ada kejelasan,” tutur CEO Bayern, Karl-Heinz Rummenigge, seperti dikutip Soccerway.

“Masih ada pembicaraan yang tertunda tapi akan segera tuntas sebelum akhir tahun,” sambungnya.

“Banyak hal-hal yang begitu mendukung Bayern. Tentu saja banyak klub-klub besar yang lebih menarik di luar sana ketimbang Bayern.”

“Tapi pada akhirnya, kami sangat optimistis bahwa Pep Guardiola akan bertahan di Bayern,” tuntas Rummenigge.

Bermain Tanpa Winger, Bayern Kelabakan

Bayern Muenchen meraih kemenangan penting kala bertandang ke markas Werder Bremen, Sabtu (17/10). Pelatih Bayern, Pep Guardiola, menyadari betul krusialnya kemenangan ini.

Laga yang berlangsung di Weserstadion ini berlangsung cukup alot. Bayern butuh 23 menit untuk membuka keunggulan mereka di laga ini setelah sontekan Thomas Muller berhasil mengoyak jala Bremen.

Akan tetapi, setelah gol tersebut pertahanan Bremen justru semakin solid. Bukan hanya itu, serangan balik Bremen pun beberapa kali merepotkan kuartet bek Bayern. Alhasil, skor 1-0 bagi keunggulan Bayern bertahan hingga akhir.

“Kami memenangi laga sulit. Bremen bertahan sangat dalam. Tidak mudah untuk menemukan celah, apalagi sekarang kami memiliki winger,” beber Guardiola dalam situs resmi klub.

“Kami mengontrol jalannya permainan dengan baik, tetapi kami tahu laga ini akhirnya berakhir dengan sulit apabila hanya unggul 1-0. Saya ingin mengucapkan selamat kepada para pemain. Kemenangan ini sangat berarti bagiku,” tegas Guardiola.

Senada dengan Guardiola, striker Robert Lewandowski juga merasa cukup puas dengan raihan tiga poin dari laga ini. Diakuinya, pertahanan Bremen yang cukup dalam membuatnya kesulitan untuk mencetak gol.

“Anda tak bisa bermain sempurna setiap waktu. Bremen tampil sangat defensif, bermain dengan lima bek di kotak penalti sendiri. Tak mudah bagi seorang striker untuk mencetak gol dalam situasi seperti itu,” tutur Lewandowski.

Pasukan Bavaria ini tengah menjalani start gemilang musim ini. Usai kekalahan di Piala Super Jerman lalu, Bayern menyapu bersih 12 kemenangan, baik di ajang Bundesliga, DFP Pokal, maupun Liga Champions.

Menotti: Guardiola Lebih Baik Daripada Enrique

Mantan pelatih Barcelona, Cesar Luis Menotti, menyatakan bahwa Pep Guardiola adalah pelatih terbaik dalam 30 tahun terakhir.

Menotti, yang pernah menangani Barcelona pada musim 1983-84, tidak melihat bahwa Barcelona di tangan pelatih Luis Enrique adalah tim yang menyeramkan.

Kendati di musim lalu Enrique berhasil membawa Blaugrana meraih treble dengan menjuarai Liga Spanyol, Copa del Rey, dan Liga Champions, hal tersebut tak membuat Menotti menaruh rasa kagum terhadap pria berusia 45 tahun tersebut.

Bahkan, Menotti meyakini Barcelona akan kesulitan ketika berhadapan dengan juara Copa Libertadores, River Plate, di ajang Piala Dunia klub yang akan digelar pada bulan Desember.

“Itu adalah sebuah pertandingan dan Anda harus memainkannya, namun Barcelona di bawah kendali Enrique dapat dikalahkan oleh siapapun,” tegas Menotti seperti yang dilansir oleh La Capital.

“Tetapi, jika melawan Barcelona ketika dilatih Guardiola, maka River tidak memiliki kesempatan untuk menang. Pep adalah pelatih terbaik dunia dalam 30 tahun terakhir,” tambah dirinya.

Pelatih yang pernah membawa tim nasional Argentina menjuara Piala Dunia pada tahun 1978 tersebut juga mengatakan absennya Lionel Messi akan menjadi salah satu faktor yang menguntungkan bagi tim lawan.

Seperti yang kita ketahui, Messi saat ini tengah menderita cedera lutut dan diragukan dapat berpartisipasi dalam Piala Dunia Klub.

“Jika Messi tidak bermain, maka River memiliki peluang bagus mengalahkan Barcelona di Jepang. Tetapi, jika Ia bermain maka tentu hal tersebut akan lebih sulit dan tergantung dengan performa tim secara keseluruhan,” pungkasnya.

Pada tanggal 17 Oktober besok, Blaugrana akan menghadapi Rayo Vallecano di Nou Camp dalam pertandingan lanjutan Liga Spanyol.

Tiga Calon Pelatih PSG Musim Depan

Paris Saint-Germain tampaknya mulai menyiapkan rencana khusus apabila gagal mencapai babak semifinal Liga Champions musim ini. Dari rumor yang beredar, pelatih Laurent Blanc bakal kena depak jika target tersebut tak terpenuhi.

Menurut laporan Goal, PSG sudah menyiapkan daftar pelatih yang akan didekati apabila Blanc jadi dipecat, antara lain Jose Mourinho, Arsene Wenger, dan Pep Guardiola.

Tiga nama tersebut memang pelatih-pelatih yang punya reputasi besar di Eropa. Ketiganya pernah membawa klubnya masing-masing mencapai babak final Liga Champions.

Mourinho misalnya. Pria asal Portugal ini sukses meraih gelar Liga Champions bersama Porto dan Chelsea. Meski saat ini kondisi timnya sedang terseok-seok, Mourinho menegaskan komitmennya untuk menghormati kontraknya dengan The Blues.

Sementara itu, Wenger dikabarkan sempat tiga kali didekati PSG beberapa musim lalu. Tetapi Wenger lebih memilih untuk bertahan di Arsenal.

Pilihan paling realistis mungkin Pep Guardiola. Pasalnya, pria asal Spanyol ini memang santer diberitakan akan segera meninggalkan Bayern Munchen pada akhir musim.

Bagi PSG, kesuksesan di kancah Eropa memang jauh lebih penting ketimbang liga domestik. Pasalnya, Les Parisiens telah menggelontorkan dana yang cukup besar untuk mendatangkan pemain-pemain kelas dunia seperti Zlatan Ibrahimovic, Thiago Silva, dan Angel Di Maria.

Ironis memang, dalam tiga musim terakhir, langkah PSG mentok di babak perempat final. Dan uniknya, PSG selalu tersingkir setelah kalah agregat gol tandang 3-3.