Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Pemain Tertua di Euro 2020

gamespool
Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Pemain Tertua di Euro 2020 8

Football5star.com, Indonesia – Euro 2020 akan menjadi ajang perpisahan bagi sejumlah pemain yang sudah memasuki akhir kariernya. Salah satu pemain tertua di Piala Eropa 2020, Goran Pandev, menjadi salah satu sosok yang sudah mengutarakan keinginannya untuk gantung sepatu selepas turnamen nanti.

Pandev merupakan salah satu pemain tertua di ajang Piala Eropa 2020. Akan tetapi, Pandev bukanlah pemain paling senior yang akan bermain di turnamen nanti. Berikut, www.old.football5star.com sudah merangkum lima nama dengan usia paling senior yang akan bermain di Euro 2020:

5 PEMAIN TERTUA DI EURO 2020:

1. MAARTEN STEKELENBURG (38 TAHUN, 9 BULAN)

iE870OmL 5 Pemain Tertua di Euro 2020 Maarten Stekelenburg Getty Images
Getty Images

Penjaga gawang kawakan timnas Belanda, Maarten Stekelenburg merupakan pemain tertua yang akan berlaga di Euro 2020. Saat ini, ia sudah berusia 38 tahun 262 hari.

Meski sudah tak lagi muda, Stekelenburg masih menjadi pilihan utama Ajax setelah Andre Onana terkena hukuman larangan bermain selama satu tahun. Selain itu, Stekelenburg juga masih dipercaya memperkuat De Oranje yang saat ini sedang kekurangan kiper muda berkualitas.

2. CRAIG GORDON (38 TAHUN, 6 BULAN)

5 Pemain Tertua di Euro 2020 - Craig Gordon - The Scotsman
The Scotsman

Sama seperti Stekelenburg, Craig Gorgon juga memiliki posisi sebagai penjaga gawang. Tak cuma menjadi pemain tertua di skuat timnas Skotlandia, Gordon juga menjadi sosok dengan perolehan caps terbanyak.

Sepanjang karier profesionalnya, Gordon berhasil meraih 57 caps bersama timnas Skotlandia. Mantan penjaga gawang Sunderland itu diyakini akan bisa menambah koleksi penampilannya di ajang Euro 2020 nanti.

3. PEPE (38 TAHUN, 4 BULAN)

5 Pemain Tertua di Euro 2020 Pepe Getty Images
Getty Images

Usia tidak menjadi halangan bagi Pepe untuk menunjukkan performa terbaik di level klub maupun internasional. Di usianya yang sudah menginjak angka 38 tahun, Pepe masih menjadi palang pintu andalan FC Porto dan timnas Portugal.

Pepe merupakan salah satu pemain berusia di atas 35 tahun yang masuk skuat timnas Portugal. Sepasang pemain senior lainnya yang masih dipercaya masuk skuat Fernando Santos adalah Jose Fonte (37 tahun) dan Cristiano Ronaldo (36 tahun).

4. GORAN PANDEV (37 TAHUN, 11 BULAN)

5 Pemain Tertua di Euro 2020 - Goran Pandev - FootBoom
FootBoom

Euro 2020 akan menjadi puncak penampilan Goran Pandev bersama timnas Makedonia Utara. Pasalnya, Euro 2020 merupakan turnamen bergengsi perdana yang diikuti oleh skuat besutan Igor Angelovski.

Pandev sudah menjadi anggota skuat timnas Makedonia Utara semenjak 2001 silam. Pandev juga menjadi pengoleksi penampilan dan caps terbanyak dalam sejarah timnas Makedonia Utara. Catatan tersebut membuat Pandev saat ini menyandang status sebagai pemain terbaik dalam sejarah sepak bola Makedonia Utara.

5. YURI ZHIRKOV (37 TAHUN, 10 BULAN)

5 Pemain Tertua di Euro 2020 - Yuri Zhirkov - Russia Today
Russia Today

Semenjak meninggalkan Chelsea pada 2011 lalu, nama Yuri Zhirkov memang sudah jarang terdengar. Pasalnya, ia tak pernah lagi bermain untuk klub-klub di luar Rusia.

Meski sudah jarang terdengar, Zhirkov masih menjadi salah satu sosok andalan timnas Rusia. Pemain Zenit St Petersburg itu memiliki koleksi 104 caps. Piala Eropa 2020 nanti diyakini akan menjadi akhir perjalanan karier Zhirkov bersama timnas Rusia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Dipimpin Tiga Veteran, Begini Skuat Portugal untuk Euro 2020

gamespool
Dipimpin Tiga Veteran, Begini Skuat Portugal untuk Euro 2020 11

Football5star.com, Indonesia – Cristiano Ronaldo, Jose Fonte dan Pepe akan memimpin skuat timnas Portugal mempertahankan gelar jawara Eropa di Euro 2020 bulan depan. Meski sudah tak lagi muda, ketiganya tetap mendapat kepercayaan penuh dari Fernando Santos.

Satu nama veteran yang absen dari skut Portugal adalah Andre Gomes. Pemain berusia 27 tahun itu harus merelakan tempatnya diambil oleh Renato Sanches yang tampil apik bersama Lille musim ini.

Selain Moutinho, dua nama besar lain yang tak masuk ke dalam skuat pilihan Fernando Santos adalah Pedro Neto dan Cedric Soares. Kedua pemain itu harus absen karena gagal tampil maksimal bersama klubnya masing-masing sepanjang musim 2020-21.

Nama-nama beken seperti Joao Cancelo, Bernardo Silva, Bruno Fernandes hingga Diogo Jota mendapat kepercayaan Santos untuk bermain di Euro 2020. Selain itu, pemain muda Sporting CP, Pedro Goncalves juga dipercaya masuk ke dalam skuat Selecao.

Portugal tergabung di grup F Euro 2020 bersama dengan Hungaria, Jerman dan Prancis. Mereka akan mengawali kiprahnya dengan laga melawan Hungaria di Puskas Arena, Budapest, pada 15 Juni 2021.

DAFTAR PEMAIN TIMNAS PORTUGAL UNTUK EURO 2020:

Kiper: Anthony Lopes (Olympique Lyon), Rui Patricio (Wolves), Rui Silva (Granada)

Belakang: Joao Cancelo (Manchester City), Nelson Semedo (Wolves), Jose Fonte (Lille), Pepe (FC Porto), Ruben Dias (Manchester City), Nuno Mendes (Sporting CP), Raphael Guerreiro (Borussia Dortmund)

Tengah: Danilo Pereira (PSG), Joao Pahinha (Sporting CP), Ruben Neves (Wolves), Bruno Fernandes (Manchester United), Renato Sanches (Lille), Sergio Oliveira (FC Porto), William Carvalho (Real Betis), Joao Moutinho (Wolves)

Depan: Pedro Goncalves (Sporting CP), Andre Silva (Eintracht Frankfurt), Bernardo Silva (Manchester City), Cristiano Ronaldo (Juventus), Diogo Jota (Liverpool), Goncalo Guedes (Valencia), Joao Felix (Atletico Madrid), Rafa Silva (Benfica)

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Pepe Yakin Cristiano Ronaldo Bahagia di Juventus

gamespool
Pepe Yakin Cristiano Ronaldo Bahagia di Juventus 15

Football5Star.com, Indonesia – Bek Porto, Pepe, yakin bahwa Cristiano Ronaldo bahagia di Juventus dan dia berharap Ronaldo bertahan di sana untuk waktu yang lama. Pepe tak habis pikir mengapa banyak sekali orang-orang yang mengkritisi Ronaldo akhir-akhir ini, padahal menurutnya, Ronaldo masih terus mencetak gol.

Masa depan Cristiano Ronaldo di Juventus dipertanyakan setelah Bianconeri tersingkir dari babak 16 besar Liga Champions oleh klub Pepe, Porto. Gajinya yang besar juga menjadi salah satu alasan, apalagi saat ini Bianconeri sangat terancam gagal mempertahankan gelar Serie A. Tapi Pepe yakin Ronaldo bahagia di Juventus.

Torino vs Juventus Cristiano Ronaldo Selamatkan I Bianconeri dari Kekalahan
@juventusfcen

“Sejujurnya, mengingat betapa saya mengenalnya, saya tidak tahu apakah dia akan mentolerir cara banyak orang berbicara tentang sepak bola di Portugal. Saya pikir dia bahagia di Turin. Dia pencetak gol terbanyak di Serie A. Mereka yang mengkritiknya tidak tahu betapa sulitnya mencetak lebih dari 30 gol setiap tahun,” ucap Pepe seperti dilansir Football5Star.com dari Football Italia.

Mantan pemain Real Madrid itu melanjutkan, “Apa yang bisa dilakukan Cristiano sungguh luar biasa. Dan saya berharap dia akan bertahan di sana selama bertahun-tahun, memberikan kegembiraan kepada pecinta sepak bola dan mewakili Portugal dengan sangat baik, seperti yang selalu dia lakukan.”

Cristiano Ronaldo sudah bermain 126 laga bersama Juventus di semua kompetisi dan mencetak 97 gol. Dia berhasil meraih 2 Scudetto dan 2 Piala Super Italia. Kontraknya akan berakhir pada akhir musim depan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

FC Porto Singkirkan Juventus, Pepe Kehabisan Kata-Kata

gamespool

Football5Star.com, Indonesia – Bek senior FC Porto, Pepe, sangat terharu oleh keberhasilan menyingkirkan Juventus pada babak 16 besar Liga Champions, Rabu (10/3/2021) dini hari WIB. Dia sampai kehabisan kata-kata menjelaskan suasana hatinya.

Hal yang membuat Pepe terharu, Porto menunjukkan performa luar biasa dalam dua laga melawan Juventus. Padahal, mereka terseok-seok di Liga Portugal. Menurut dia, itu menunjukkan mentalitas luar biasa tim asuhan Sergio Conceicao.

“Keberhasilan ini sangat penting bagi tim. Ini keberhasilan yang pantas kami dapatkan. Sungguh sulit menjelasakan perasaan kami lewat kata-kata,” urai Pepe selepas laga Juventus vs Porto seperti dikutip Football5Star.com dari Record.

Lebih lanjut, dengan penuh ketakjuban, bek senior Porto itu mengungkapkan, “Di liga, kami mengalami naik-turun, tapi hari ini kami menunjukkan karakter luar biasa. Para pemain fokus dan semuanya jadi lebih mudah.”

Karakter itu sangat teruji saat Porto harus kehilangan satu pemain setelah Mehdi Taremi mendapatkan kartu merah pada menit ke-54. “Komitmen rekan-rekan jadi pembeda. Kehilangan satu pemain, kami tetap yakin dan berjuang hingga akhir. Inilah semangat FC Porto,” ujar Pepe.

Pepe Akui Porto Sempat Kendur

Pepe mengakui FC Porto sempat tampil buruk pada awal-awal babak kedua laga lawan Juventus.
Getty Images

Meskipun demikian, Pepe mengakui FC Porto tidaklah sempurna sepanjang 90 menit melawan Juventus di Stadion Allianz pada leg II babak 16 besar Liga Champions. Namun, mereka mampu bangkit dengan menunjukkan sikap positif.

“Pada lima atau sepuluh menit awal babak kedua, kami tak begitu bagus. Namun, setelah kebobolan, kami menunjukkan reaksi tepat dan tahu kami dapat mencetak gol, Inilah Porto, tak pernah mudah menyerah. Kami terus berjuang hingga akhir,” ujar bek senior Porto itu.

Kekompakan dan mentalitas itu, menurut Pepe, akan terus dibawa pada babak selanjutnya. Kini, Porto bersiap menanti lawan pada perempat final. Sejauh ini, selain mereka, baru Borussia Dortmund yang telah memastikan lolos ke babak 8 besar.

Tentu saja, Pepe dkk. ingin meraih hasil lebih baik lagi. Sekadar lolos ke perempat final, mereka sudah melakukannya pada 2018-19. Namun, langkah FC Porto lantas dihentikan Liverpool. Dalam dua pertemuan, mereka takluk 0-2 dan 1-4 dari The Reds yang lantas juara.

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Gembiranya Pepe Bikin Cristiano Ronaldo Tak Berkutik

gamespool
Gembiranya Pepe Bikin Cristiano Ronaldo Tak Berkutik 22

Football5star.com, Indonesia – Juventus menelan kekalahan 1-2 saat hadapi FC Porto di leg pertama babak 16 besar Liga Champions, Kamis (18/2/2021). Kemenangan ini jadi kegembiraan tersendiri bagi bek Porto, Pepe. Eks Real Madrid itu pun senang bisa membuat Cristiano Ronaldo tak berkutik.

“Kami benar-benar memberikan pelajaran untuk Juventus” kata Pepe seperti dikutip Football5star.com dari Eleven Sports.

Juventus - Antonio Cassano - FC Porto - Cristiano Ronaldo - The National
The National

“Kami sebagai tim memahami apa yang diminta oleh pelatih. Kami tahu bahwa kami harus bekerja keras untuk mencegah Juventus mengembangkan permainan mereka,” tambah Pepe.

Sebelum pertandingan melawan Juventus, Pepe memang memiliki keinginan untuk bisa mematikan mantan rekannya, Cristiano Ronaldo.

“Menurut saya, mereka punya pemain terbaik di dunia di dalam diri Cristiano Ronaldo.” ucapnya sebelum pertandingan.

“Saya tidak pernah bermain melawan dia. Jadi, ini bakal jadi tantangan tersendiri bagi saya dan seluruh tim Porto,” tambah pemain kelahiran Brasil tersebut.

Sementara itu, pelatih Juventus, Andrea Pirlo mengaku gusar dengan hasil yang diraih tim asuhannya. Tak seharusnya Juventus kalah dalam situasi semacam ini.

“Kalau kamu langsung kebobolan satu menit setelah kickoff, dengan cara yang aneh seperti itu, wajar bila akhirnya rasa percaya diri para pemain menghilang. Apalagi lawannya jago bertahan,” kata Pirlo.

“Kami sudah mempersiapkan diri dengan baik untuk laga ini, tapi kebobolan di menit pertama dengan cara seolah-olah memberi hadiah kepada Porto jelas membuat segalanya jadi sulit,”

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Jelang Porto vs Juventus, Pepe Siap Matikan Cristiano Ronaldo

gamespool
Jelang Porto vs Juventus, Pepe Siap Matikan Cristiano Ronaldo 26

Football5star.com, Indonesia – Juventus akan bertandang ke markas FC Porto, Estádio do Dragão di leg pertama babak 16 besar Liga Champions, Kamis (18/2/2021). Pertemuan kedua tim akan hadirkan reuni eks pemain Real Madrid, Pepe dan Cristiano Ronaldo.

Cristiano Ronaldo memiliki rekor apik jika bertemu klub dari negaranya tersebut. Dari 12 pertandingan melawan tim asal Portugal, Ronaldo mampu mencetak empat gol. Catatan impresif ini yang akan dihentikan oleh Pepe.

Inter vs Juventus Brace Cristiano Ronaldo Bawa Bianconeri Unggul di Leg Pertama

“Saya berharap untuk menang tetapi kami tahu itu akan menjadi sangat sulit,” kata Pepe seperti dikutip Football5star.com dari laman resmi uefa, Selasa (16/2).

“Menurut saya, mereka punya pemain terbaik di dunia di dalam diri Cristiano Ronaldo.” tambah bek kelahiran Brasil tersebut.

“Saya tidak pernah bermain melawan dia. Jadi, ini bakal jadi tantangan tersendiri bagi saya dan seluruh tim Porto,”

“Ini akan menjadi pertandingan spesial, lebih antara Porto dan Juventus daripada antara Pepe dan Ronaldo,”

Sepanjang pertemuan kedua tim, Porto tak pernah sekalipun mampu menang dari Juventus. Karenanya Pepe pun berharap tiga poin mampu diambil Pepe untuk kali pertamanya.

“Porto belum pernah mengalahkan Juventus. Saya harap ini bisa menjadi yang pertama kali,” tutup Pepe.

Jelang pertandingan Porto vs Juventus, anak asuh Andrea Pirlo itu sempat terpeleset di Serie A Italia akhir pekan lalu. Juve takluk dari Napoli dengan skor tipis 0-1. Sebelum laga melawan Napoli, Juve juga hanya mampu meraih hasil imbang tanpa gol melawan Inter Milan di leg kedua semifinal Copa Italia.

Porto justru berada di kondisi kurang menguntungkan. Anak asuh Sérgio Conceição hanya mampu meraih 1 kemenangan dari 5 pertandingan. Empat laga lainnya hanya berakhir imbang.

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Insiden Mengerikan Bek Porto di Tengah Lapangan Bikin Eks Real Madrid Ciut

gamespool
Insiden Mengerikan Bek Porto di Tengah Lapangan Bikin Eks Real Madrid Ciut 29

Football5star.com, Indonesia – Insiden mengerikan kembali dialami pesepak bola. Jika beberapa waktu lalu, eks kiper PSG, Garissoe Innocent pingsan tak sadarkan diri saat laga FC Chambly vs SM Ceaen. Hal serupa juga dialami bek Porto, Eulânio Ângelo Chipela atau yang akrab disapa Nanu.

Dikutip Football5star.com dari talkSPORT, Jumat (5/2/2021), Nanu pingsan tak sadarkan diri karena bertabrakan dengan kiper Beleneses, Stanislav Kritsyuk di pertandingan lanjutan Liga Portugal.

Insiden mengerikan ini terjadi pada menit ke-87. Saat ini Nanu berusaha memanfaatkan umpan crossing yang dilepaskan rekan satu timnya. Di saat yang bersamaan, Stanislav Kritsyuk keluar dari sarangnya untuk memotong umpan tersebut.

Celaka bagi Nanu. Dari tayangan ulang terlihat Nanu bertabrakan dengan Kritsyuk dan jatuh dengan posisi kepala tak bagus. Seketika, Nanu langsung tak sadarkan diri. Melihat kondisi Nanu yang kolaps hingga tak sadarkan diri, pemain kedua tim langsung meminta petugas medis untuk segera masuk ke lapangan.

Menurut laporan dari Marca, selama 10 menit, bek berusia 26 tahun tersebut telengkup dalam posisi tak sadarkan diri. Petugas medis tak bisa berbuat banyak karena posisi jatuh Nanu yang sangat rentan.Untungnya, Nanu kemudian bisa mendapat pertolongan pertama setelah mobil ambulance masuk ke tengah lapangan.

Petugas medis menunggu datangnya mobil ambulance karena tak mau mengambil resiko memindahkan posisi Nanu. Hal ini lantaran posisi Nanu menurut petugas medis berpotensi mengalami cedera leher yang membahayakan nyawanya.

Sementara itu, rekan Nanu di FC Porto, Pepe tak kuasa menahan air mata menyaksikan insiden mengerikan tersebut. Eks Real Madrid itu berdoa agar rekannya itu cepat pulih seperti sediakala.

“Saya berharap rekan kami Nanu cepat sembuh. Para dokter di ambulans mengatakan kepada saya bahwa dia sudah sadar dan melakukannya dengan baik,” kata eks Real Madrid itu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Pepe Cerita Kesulitannya Saat Bergabung ke Real Madrid pada 2007

gamespool
Pepe Cerita Kesulitannya Saat Bergabung ke Real Madrid pada 2007 34

Football5Star.com, Indonesia – Pemain Porto, Pepe, menceritakan pengalamannya saat pertama kali datang ke Real Madrid pada 2007. Pepe menyebut bahwa saat itu Madrid sedang sangat membutuhkan bek tengah hebat sejak Fernando Hierro dan Pepe menerima tantangan itu.

Pepe dibeli dari Porto dengan harga 30 juta euro dan langsung diduetkan dengan Fabio Cannavaro pada 2007. Musim pertamanya dia berhasil membawa Madrid juara La Liga, tapi setelah itu, Los Blancos benar-benar berada di bawah bayang-bayang Barcelona sampai Jose Mourinho datang.

Pepe Cerita Kesulitannya Saat Bergabung ke Real Madrid pada 2007
Marca

“Saya benar-benar ingin pergi ke Real Madrid, meskipun banyak orang mengatakan kepada saya bahwa saya gila pergi ke sana karena itu sangat sulit dan karena itu kuburan bagi para bek tengah. Pada saat itu, Real Madrid Madrid memiliki lubang untuk diisi sejak Hierro pergi dan saya menginginkan tantangan itu,” ucap Pepe seperti dikutip Football5Star.com dari Marca.

Pemain timnas Portugal itu menceritakan pengalaman buruknya saat menjalani debutnya bersama Real Madrid dan bermain bersama Fabio Cannavaro.

“Pertandingan pertama saya melawan Atletico Madrid. Saya datang dari klub yang diatur secara taktis di mana, jika bola berada di kiri, Anda harus menekan di sana. Jika di kanan, Anda menekan di sana, hal-hal seperti itu, dasar-dasarnya. Dan saat saya datang ke Real Madrid terjadi kekacauan. Pada menit ke-30, serangan kami gagal dan mereka menyerang kami satu lawan satu dan kami berlari mundur,” kata Pepe.

pepe, real madrid

Mantan pemain Besiktas itu melanjutkan, “Saya melihat kembali ke Fabio dan berkata kepadanya: ‘Fabio! Fabio! Cover!’ Dan dia berkata kepada saya: ‘Tidak, tidak, kami tidak melakukan itu di sini. Setiap orang memiliki sisi mereka sendiri’. Dan saya berkata: ‘Seperti itu? Persetan’. Saya melihat sekeliling dan melihat fullback maju, gelandang bertahan maju … Dan saya berpikir: ‘Apa? Ada lima puluh meter di belakang saya dan saya di sini untuk bermain satu lawan satu?”

Penuh Tekanan

Pepe mengungkapkan bahwa tekanan di dalam ruang ganti sangat tinggi. Hal itu karena banyaknya pemain bintang yang berada di sana.

“Di dalam ruang ganti tidak mudah. Di sana, semua pemain adalah pemain internasional papan atas. Akibatnya, semua orang penting. Tapi ada tekanan yang brutal. Jika Anda menang, segalanya berjalan baik, Anda tetap di tim dan di klub. Jika Anda tidak menang, Anda keluar, pemain lain masuk dan siap. Jika Anda tidak tampil baik, Anda memiliki pemain lain menunggu yang ingin mendapatkan tempat Anda, jadi Anda harus selalu dalam kondisi terbaik.”

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Akan Berusia 39 Tahun, Pepe Masih Berhasrat Tampil di Piala Dunia

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Piala Dunia masih dua tahun lagi. Tapi bek veteran Portugal, Pepe, punya hasrat besar pada ajang yang nantinya akan berlangsung di Qatar.

Pepe masih berhasrat untuk tampil di Piala Dunia 2022 mendatang. Tentu saja keinginannya itu tidak akan terlaksana dengan mudah.

Jalan Portugal menuju ke Qatar masih sangat panjang. Mereka harus melalui babak kualifikasi. Dari sang bek, ia akan berusia 39 tahun pada 2022. Tentu saja itu usia yang sudah cukup tua untuk seorang pemain. Apalagi timnas Portugal sudah menelurkan generasi baru di jantung pertahanan.

pepe portugal getty
Getty Images

“Anda tidak pernah tahu. Saya hanya fokus pada pertandingan berikutnya yang mana itu juga sangat penting. Saya tahu berapa usia saya tapi juga saya tahu apa yang bisa saya berikan. Saya senang melihat pemain muda yang berkontribusi maksimal untuk timnas,” kata Pepe seperti dilansir AS, Sabtu (10/10/2020).

“Ada banyak kualitas dan kami semua harus melakukan yang terbaik di klub kami sehingga saat timnas memilih kami semua siap membantu. Yang jelas saya masih akan bermain selama saya bisa dan Piala Dunia selalu menjadi impian saya,” ia menambahkan.

Saat ini mantan pemain Real Madrid masih tampil di level tertinggi. Sejak 2017 lalu ia kembali ke Porto dan tetap diandalkan sebagai tembok pertahanan oleh Sergio Conceicao.

Sementara di tim nasional, pemilik 111 caps masih tetap dipanggil oleh Fernando Santos pada UEFA Nations League 2020. Tapi ia mulai kehilangan tempat utama seiring munculnya nama-nama baru seperti Ruben Dias maupun Ruben Semedo.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Pepe: Real Madrid Kuburan Bek Tengah

Football5star.com, Indonesia – Pemain Portugal, Pepe, menilai Real Madrid adalah kuburan bagi bek tengah sebelum kedatangannya di Santiago Bernabeu pada 2007 lalu.

Pepe gabung Madrid dari FC Porto dengan mahar 30 Juta Euro, yang pada saat itu merupakan harga yang sangat mahal untuk ukuran sang bek.

Ia menghabiskan 10 tahun kariernya di sana. Ia juga mencatatkan 300 penampilan bagi Madrid dan memenangkan banyak gelar prestisius, termasuk tiga gelar La Liga dan tiga trofi Liga Champions. Pepe merasa, kesuksesannya di Madrid tak lepas dari pengalaman yang ia dapatkan di Porto.

Kabar kurang menyenangkan datang dari Turki. Besiktas putus kontrak Pepe, pemain bertahan mereka karena mereka tengah dilanda krisis finansial
Getty Images

“Porto meningkatkan setiap pemain karena ini adalah klub yang sangat menuntut. Porto mempersiapkanku dengan sangat baik dan ini tidak luput dari perhatian di Spanyol, karena sebelum aku pergi ke Madrid, klub itu dikenal sebagai kuburan bagi bek tengah,” kata dia di Soccerway.

“Mereka memiliki banyak bek tengah yang gagal di sana. Aku berasal dari liga yang dipandang oleh banyak orang tidak kompetitif. Tetapi aku bermain selama 10 tahun dan memenangkan banyak trofi di Madrid,” ia menambahkan.

Kontrak Pepe bersama Madrid berakhir pada 30 Juni 2017. Sejatinya, manajemen ingin menambah masa kerja sang pemain selama semusim. Namun tawaran tersebut ditolak Pepe yang menginginkan tambahan kontrak selama dua musim.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Pepe Yakin Porto Bisa Kejutkan Liverpool di Liga Champions

Football5star.com, Indonesia – Raksasa Portugal, FC Porto, akan tandang ke Anfield untuk menghadapi Liverpool di leg pertama perempat final Liga Champions, Rabu (10/4/2019) dinihari WIB. Walau harus main di markas lawan, bek kawakan Porto, Pepe, yakin dengan peluang timnya.

Laga kedua tim ini merupakan ulangan 16 besar musim lalu. Ya, di Liga Champions musim lalu mereka juga bertemu. Ketika itu Liverpool sukses mempermalukan juara Portugal dengan agregat 5-0.

Kali ini, Porto datang dengan percaya diri tinggi. Pepe bahkan sesumbar hasil musim lalu tidak akan terulang di musim ini. Untuk itu, ia ingin timnya bermain lebih baik dan tidak melakukan kesalahan sedikit pun.

pepe vs liverpool
liverpoolecho.co.uk

“Kami tahu punya tugas yang sulit karena harus melawan tim kuat yang bermain dengan cara sangat menghibur. Tapi kami harus tetap bermain dengan cara sendiri, apalagi ini Liga Champions. Kami harus tunjukkan perjuangan keras dan mencetak gol di kandang lawan,” kata Pepe kepada UEFA, Senin (8/4/2019).

“Kami harus menghormati Liverpool karena mereka tim yang hebat. Tapi kami yakin bisa melakukan tugas dengan baik di lapangan nanti. Musim ini kami sudah melakukan pekerjaan luar biasa dan saya yakin kami mampu mengejutkan mereka,” ia menambahkan.

Pepe menjadi salah satu pemain tersukses di Liga Champions. Bagaimana tidak, ia sudah mengoleksi tiga trofi ketika masih memperkuat Real Madrid selama 10 tahun.

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

FC Porto Incar Satu Tempat di Babak Final Liga Champions

Football5star.com, Indonesia – Bek kawakan milik FC Porto, Pepe, mengaku ingin membawa Dragoes menyingkirkan AS Roma dan terus melaju hingga ke babak final Liga Champions musim ini. Ia pun mengatakan bahwa semangat juang yang besar menjadi modal FC Porto di Eropa.

FC Porto berhasil melaju ke babak 16 Liga Champions musim ini setelah finis sebagai pemuncak grup D. Musim lalu, perjuangan mereka harus kandas di babak 16 besar setelah dihancurkan oleh Liverpool yang berhasil menjadi runner up.

“Hal terpenting jelang pertandingan nanti adalah semangat kami yang tak pernah padam. Kami akan berusaha melakukan apapun untuk memastikan kemenangan. Kami semua akan bekerja keras dan berusaha membawa Porto melaju hingga ke babak final,” kata Pepe dikutip dari laman Football Italia.

Pepe - FC Porto - Liga Champions - O Jogo
O Jogo

Pepe memutuskan untuk kembali ke Dragoes di bursa transfer musim dingin lalu. Ia pun mengaku sangat senang bisa kembali berlaga di Liga Champions dengan klub yang sudah membesarkan namanya.

“Saya selalu senang ketika bermain di Liga Champions. Terutama ketika saya mengenakan seragam kebesaran tim ini. Berkat tim ini, saya bisa menjadi pemain yang dikenal oleh publik dunia. Saya sangat senang bisa kembali berlaga di Liga Champions bersama FC Porto,” kata pria 35 tahun itu.

Partai leg pertama antara FC Porto melawan AS Roma akan digelar di Stadio Olimpico pada Rabu dinihari nanti. Leg kedua akan digelar di Stadio do Dragao pada 7 Maret mendatang.

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Resmi: Pepe Pulang Kampung ke Porto

Football5star.com, Indonesia – 12 tahun melanglang buana, Pepe akhirnya kembali ke FC Porto. Ia resmi memperkuat klub yang telah membesarkan namanya itu setelah kontraknya bersama Besiktas diputus Desember lalu.

Melalui situs resmi Porto, mereka memperkenalkan Pepe sebagai rekrutan anyar pada bursa transfer musim dingin ini. Pada masa baktinya yang kedua ini ia dikontrak hingga 2021 mendatang.

Pemain 35 tahun ini menjadi salah satu simbol kehebatan Porto pada 2004 hingga 2007. Dalam kurun waktu tersebut banyak gelar yang berhasil ia persembahkan, diantaranya Piala Dunia Antarklub tahun, dua gelar Liga Portugal dan Piala Super Portugal, serta satu piala Portugal.

pepe, real madrid
as.com

Mengenyam banyak kesuksesan di kampung halaman, Pepe kemudian memutuskan hijrah ke klub yang lebih besar, Real Madrid. Bermain di Spanyol selama satu dekade, kariernya kian mentereng. Tiga gelar Liga Champions, LaLiga, Piala Super Spanyol, dan dua trofi Copa del Rey berhasil ia menangkan.

Pepe tidak hanya bergelimang trofi di tingkat klub. Bersama Timnas Portugal, ia berhasil merengkuh Piala Eropa 2016 dengan mengalahkan tuan rumah Prancis di partai final.

Walau begitu, kehebatannya di lapangan kerap diwarnai dengan sikap temperamental yang ia tunjukkan. Yang paling diingat tentu saja ketika dirinya dengan sengaja menendang pemain Getafe beberapa musim lalu.

Akan tetapi, bertambahnya usia membuat pemain jebolan akademi Maritimo semakin bijaksana. Ketika Besiktas dililit krisis finansial musim lalu, ia tanpa ragu membayar gaji seluruh karyawan klub Turki tersebut.

Dilanda Krisis Finansial, Besiktas Putus Kontrak Pepe

Banner Football Live Star

Football5star.com, Indonesia – Kabar kurang menyenangkan datang dari Turki. Besiktas putus kontrak Pepe, pemain bertahan mereka karena mereka tengah dilanda krisis finansial. Keputusan ini hasil dari kesepakatan bersama kedua belah pihak.

Kontrak mantan pemain Real Madrid itu sejatinya masih bertahan hingga Juni 2019. Namun keputusan untuk memutus kontrak Pepe sudah bulat lantaran Besiktas tak mampu membayar gaji dan bonus Pepe.

Besiktas mendatangkan bek berkebangsaan Portugal itu dari Real Madrid pada 2017 silam. Dengan status bebas transfer, Pepe diikat selama dua musim. Krisis finansial membuat mereka mengakhiri kerjasama yang sejatinya masih harus ditaati hingga tahun depan.

Dua tahun berada di klub yang bermarkas di Stadion Vodafone Park, Pepe memiliki kedekatan emosional dengan seluruh elemen tim. Ia secara sukarela menyumbangkan uang pribadinya untuk para staff Besiktas yang terkena imbas dari krisis finansial tim. Beberapa staff Besiktas belum mendapatkan gaji karena klub yang bermain di Super Lig Turki itu tengah kesulitan dana.

mazic monaco besiktas football5star dna fr
dna fr

Pepe bukanlah pemain bintang pertama yang meninggalkan Besiktas. Alvaro Negredo lebih dulu pindah dari Besiktas menuju Timur Tengah. Negredo diikat oleh klub asal Dubai, Qatar, Al-Nasr pada September 2018 setelah semusim bermain di Besiktas.

Setelah Pepe, Ryan Babel juga diisukan untuk pergi dari klub yang memiliki julikan The Black Eagles. Kontraknya tersisa enam bulan dan pihak klub telah memberitahunya untuk segera mencari klub baru karena mereka tak akan memperpanjang kontrak pemain berkebangsaan Belanda tersebut.

Pepe adalah bagian dari Besiktas saat menjadi juara grup G Liga Champions musim lalu sebelum akhirnya takluk dari Bayern Munich. Di Super Lig Turki musim ini, Besiktas duduk di peringkat ketiga, tertinggal delapan angka dari pemuncak klasemen, Istanbul Basaksehir.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Penampilan Para Pemain Muda Sukses buat Pepe Tersenyum

Banner Footbal Live Star-Football5star

Football5star.com, Indonesia – Bek kawakan timnas Portugal, Pepe, mengaku sangat senang melihat penampilan dari para pemain muda Selecao di partai Nations League melawan Italia, (11/9). Menurutnya, para pemain muda tersebut dapat membuat Portugal memiliki masa depan yang cerah.

Di partai melawan Italia, Fernando Santos menyertakan banyak pemain muda. Diantaranya adalah Andre Silva, Ruben Dias, Ruben Neves serta Renato Sanches yang masuk dari bangku cadangan.

“Italia adalah tim yang sangat kuat. Di pertandingan tadi, para pemain muda kami untungnya mampu tampil lebih baik dari tim Italia secara keseluruhan. Apabila mereka terus bermain gemilang, maka saya berani menjamin Portugal akan memiliki masa depan yang cerah,” ungkap Pepe dikutip dari laman resmi UEFA.

Selain memberikan komentarnya mengenai pemain-pemain muda, pemain 35 tahun itu juga mengaku bangga karena berhasil centurion dan telah mencetak 101 caps bersama timnas Portugal. Penggawa Besiktas itu menjadi pemain ke-6 dengan penampilan terbanyak untuk Selecao. Kini ia terpaut sembilan penampilan dari Fernando Couto yang berada di peringkat ke-5.

“Saya merasa sangat bangga karena telah mencetak 101 caps bersama timnas. Saya ingin berterimakasih kepada seluruh rakyat Portugal yang selalu memberikan dukungannya,” beber Pepe.

Pepe - Portugal - Nations League
UEFA

Meskipun sudah berusia 35 tahun, mantan penggawa Real Madrid itu masih menjadi pemain kunci di skuat asuhan Fernando Santos. Duetnya dengan Jose Fonte berhasil membawa Cristiano Ronaldo dkk membawa pulang trofi Piala Eropa di edisi 2016 lalu.

Pepe: Awas Serangan Balik Italia!

Banner Footbal Live Star-Football5star

Football5star.com, Indonesia – Usai ditahan imbang Kroasia dalam ajang Nations League di Stadion da Luz, Lisbon, Jumat (7/9/2018), Portugal akan menghadapi Italia. Pepe menyebutkan bahwa tim besutan Roberto Mancini itu punya kelebihan yang berbeda dari Kroasia.

Pepe
zimbio.com

Secara khusus Pepe mewaspadai Italia yang kerap mengusung gaya bermain bertahan. Ia berharap rekan-rekannya juga mampu mewaspadai serangan balik mematikan dari tim berjuluk Gli Azzurri tersebut.

“Kroasia suka menguasai bola. Sedangkan orang Italia lebih suka bertahan, mencuri bola dan melakukan serangan balik,” kata Pepe seperti dikutip Football5star dari Football Italia, Minggu (9/9/2018).

“Mereka sangat kuat dan memiliki pemain berkualitas. Ini akan menjadi pertandingan sulit bagi kami.  Tetapi kami akan melakukan yang terbaik dan berharap mendapat bantuan dari kerumunan yang ada di belakang kami,” sambungnya.

Jika melihat dari rekor pertemuan, Italia dan Portugal saling mengalahkan dalam empat pertemuan terakhir. Akan tetapi sejak 1993 hingga 2003 Gli Azzurri selalu sukses menang atas tim berjuluk Selecao tersebut di seluruh ajang kompetisi.

Di sisi lain Italia juga menelan hasil kurang baik pada pertandingan pertama mereka di Nations League. Menghadapi Polandia di kandang sendiri Stadion Renato dall’Ara Bologna, Gli Azzurri ditahan imbang dengan skor 1-1.

Hasil tersebut membuat tiga tim di grup 3 Nations League yaitu Polandia, Italia, dan Portugal sama-sama mengantongi poin satu.

Tak Perlu VAR untuk Menganulir Gol Diego Costa

Football5Star.com, Indonesia – Bek timnas Portugal, Pepe, masih tak terima dengan gol pertama yang dicetak Diego Costa ke gawang timnya pada partai pertama Grup B Piala Dunia 2018. Menurut Pepe, Costa telah lebih dulu melakukan pelanggaran kepadanya sebelum mencetak gol itu.

Timnas Portugal langsung berhadapan dengan Spanyol pada laga pertama di Grup B. Kedua tim bermain saling menyerang dan berakhir dengan skor imbang 3-3.

Menurut bek Portugal, Pepe, gol pertama Spanyol yang dicetak Diego Costa seharusnya tidak disahkan oleh wasit. Pepe menilai eks pemain Chelsea itu telah lebih dulu melakukan pelanggaran kepada dirinya.

“Ada insiden yang tak perlu ditinjau menggunakan VAR (Video Assistant Referee),” tutur Pepe dilansir Football5Star.com dari Football Espana.

pepe mundo deportivo
mundodeportivo

“Pada gol pertama Spanyol, kami bahkan tak perlu meninjau video untuk memutuskan itu sebuah pelanggaran,” ujar pemain Besiktas itu.

Pepe menambahkan, Diego Costa sadar bahwa dirinya melakukan pelanggaran. Namun, wasit tetap mengesahkan gol Costa yang membuat skor menjadi imbang 1-1.

Pepe juga membandingkan pelanggaran Costa itu dengan perlakuan yang diterima rekan setimnya, Cristiano Ronaldo. Pepe mengatakan Ronaldo seharusnya mendapat penalti pada laga melawan Maroko.

“Diego Costa sendiri tahu dia melanggar saya. Itu sama dengan yang terjadi kepada Ronaldo,  namun dia tak mendapatkan penalti saat melawan Maroko,” ucap Pepe.

“Kamera melihat dia didorong hingga terjatuh. Saya yakin jika dia bukan Ronaldo, itu akan menjadi penalti,” katanya.


Jangan lupa ikutan kuis Football5star.com. Prediksi skor pertandingan Piala Dunia 2018 dengan kesempatan membawa pulang Mobil Honda Brio, Motor Honda Vario, Motor Honda Beat, dan banyak lagi hadiah menarik. Buruan daftar di kuis.www.old.football5star.com

Legenda Timnas Inggris Sebut Pepe Idiot

Kuis Piala Dunia 2018

Football5star.com, Indonesia – Pepe kembali melakukan tindakan yang kontroversial saat Timnas Portugal mengalahkan Timnas Tunisia di Piala Dunia 2018, Rabu (21/6/2018). Bek Besiktas tersebut mengeluarkan reaksi berlebihan saat disentuh oleh Medhi Benatia di laga tersebut.

Jika dilihat dari tayangan ulang, Bek Tunisia tersebut menghampiri Pepe dan menepuk pundaknya. Aksi tersebut dibalas Pemain bertahan Portugal itu dengan menjatuhkan diri seolah-olah telah dikasari oleh Benatia.

Tindakan tersebut langsung mendapatkan komentar pedas dari legenda sepak bola Inggris, Gary Lineker. Melalui akun twitternya, @GaryLineker, ia menyebut bahwa tindakan Pepe adalah sesuatu yang idiot.

Postingan Lineker tersebut langsung menjadi viral di media sosial twitter. Kini pernyataan eks Striker Timnas inggris itu telah di retweet sebanyak 7.400 kali dan disukai sejumlah 46ribu akun.

Di sisi lain, tindakan Benatia tersebut kepada Pepe juga tak mendapatkan sorotan berlebihan dari wasit yang memimpin jalannya pertandingan, Mark Geiger. Andai saja aksi Pepe itu diterima wasit, mungkin Benatia bisa keluar dari lapangan lebih dini setelah pada menit ke-40 sudah mendapatkan kartu kuning.

Timnas Portugal berhasil menang di laga tersebut dengan skor tipis 1-0. Cristiano Ronaldo menjadi pahlawan kemenangan bagi Selecao melalui golnya pada menit keempat.


Jangan lupa ikutan kuis Football5star.com. Prediksi skor pertandingan Piala Dunia 2018 dengan kesempatan membawa pulang Mobil Honda Brio, Motor Honda Vario, Motor Honda Beat, dan banyak lagi hadiah menarik. Buruan daftar di kuis.www.old.football5star.com

Pepe Tak Terkejut dengan Hat-trick Cristiano Ronaldo

Football5Star.com, Indonesia – Megabintang Real Madrid, Cristiano Ronaldo, menjadi pemain kunci di timnas Portugal pada Piala Dunia 2018. Pada laga pertama, Ronaldo sukses membukukan hat-trick ke gawang Spanyol, Kamis (15/6/2018).

Cristiano Ronaldo menorehkan catatan gemilang pada pertandingan pertama Piala Dunia 2018. Ronaldo sukses menggetarkan jala gawang Spanyol tiga kali.

Akan tetapi, tiga gol Ronaldo itu tak mampu mengantarkan kemenangan bagi Portugal. Sebab, Spanyol juga mencetak tiga gol dan membuat skor akhir imbang 3-3.

cristiano ronaldo, portugal, spanyol, grup b piala dunia 2018
zimbio

Bek Portugal, Pepe, mengaku tak kaget dengan performa gemilang yang ditunjukkan mantan rekan setimnya di Real Madrid itu. Pepe menilai Ronaldo adalah sosok yang sangat penting dan bisa diandalkan.

“Bagi saya, hat-trick Ronaldo bukanlah hal yang baru. Dia sangat penting dan faktanya dia sangat rendah hati membantu tim meraih kemenangan,” ujar Pepe dilansir Football5Star.com dari Sportskeeda.

“Kami sangat bahagia dengan performa yang dia dan pemain lain tunjukkan di pertandingan itu. Kami akan selalu bekerja keras untuk mencetak gol, demi negara kami,” kata bek yang kini membela Besiktas itu.

“Timnas Portugal beruntung punya pemain seperti Cristiano Ronaldo,” ucapnya.

Selanjutnya, Portugal akan menghadapi Maroko pada laga kedua Grup B, Rabu (20/6/2018). Kemenangan akan membuat Cristiano Ronaldo dkk lebih dekat dengan tiket 16 Besar Piala Dunia 2018.


Jangan lupa ikutan kuis Football5star.com. Prediksi skor pertandingan Piala Dunia 2018 dengan kesempatan membawa pulang Mobil Honda Brio, Motor Honda Vario, Motor Honda Beat, dan banyak lagi hadiah menarik. Buruan daftar di kuis.www.old.football5star.com

Pepe Ingin Ronaldo Ikut Berseragam Besiktas

Football5star.com, Indonesia – Pepe, pemain bertahan Besiktas, menginginkan mantan rekannya yang juga bintang Real Madrid, Cristiano Ronaldo untuk merumput bersamanya di Liga Turki. Ia menyatakan hal tersebut kendati sulit untuk terlaksana.

Menurut Pepe, Liga Turki merupakan sesuatu yang unik karena publik di sana begitu bergairah dengan sepak bola. Hal itu tentunya yang membuat dirinya urung pindah ke berbagai klub besar di Eropa.

Pepe, Besiktas (zimbio.com)
zimbio.com

Selain itu, pemain asal Portugal tersebut juga merasa tersanjung dengan sambutan hangat dari para pendukung Besiktas akan kehadirannya. Pepe menilai hal tersebut merupakan bukti kecintaan mereka terhadap klub kesayangannya.

“Jika saya bisa memilih dan jika mungkin, saya pasti ingin Cristiano Ronaldo datang ke sini. Dia orang yang paling dihormati,” tutur Pepe dikutip dari ESPNFC, Selasa (21/11/2017).

“Ketika Besiktas mendatangi saya dengan tawaran dan proyek mereka, ini menarik perhatian saya. Banyak orang mengirimi saya pesan di media sosial, kepada istri saya juga dan orang-orang di sekitar saya,” ungkapnya.

“Saya tidak dapat mengalihkan pandangan saya pada semua kasih sayang ini. Saya menghabiskan banyak waktu di Spanyol dan Portugal juga. Tapi ini tidak seperti yang pernah saya alami sebelumnya. Mereka menunjukkannya dengan cinta dan kasih sayang untuk tim mereka.”

Pepe didatangkan oleh Besiktas pada bursa transfer musim panas lalu dengan status free transfer. Musim ini ia langsung menjadi andalan Kara Kartallar dengan tampil dalam 16 pertandingan di seluruh ajang kompetisi.

Mantan Bek Real Madrid Nyaris Jadi Sopir Taksi

Football5star.com, Indonesia – Mantan bek Real Madrid, Pepe, menuai banyak kesuksesan sebagai pebola. Namun, siapa sangka dirinya nyaris menjadi sopir taksi.

Pepe merupakan pemain Portugal yang lahir dan sempat tinggal di Brasil. Dia mengawali karier di level junior bersama Corinthians Alagoano.

Saat masih berusia 13 tahun, Pepe terlibat perkelahian dengan pemain lawan. Itu terjadi ketika dia memperkuat klubnya dalam ajang Sao Paolo Youth Cup.

Buntut dari insiden tersebut, Pepe menuai banyak kecaman dari publik sepak bola Brasil. Sang ayah, Anael, mengaku khawatir dengan karier anaknya.

Anael menyatakan pernah berniat menjadikan Pepe sebagai sopir taksi apabila gagal di sepak bola. Beruntung, karier pemain berusia 34 tahun itu akhirnya lambat laun menanjak.

“Orang yang berpengaruh di media Brasil meminta agar Pepe dilarang bermain sepak bola. Dia hanya bocah laki-laki berusia 13 atau 14 tahun,” ujar Anael, seperti dilansir Globo Esporte.

“Saya tidak ingin melihat dia mengakhiri karier pada usia tersebut. Namun, kemudian, saya memberi tahu kepada dia agar tidak khawatir jika gagal di sepak bola,” imbuhnya.

“Saya memiliki sebuah mobil yang bisa dijual untuk membelikan dia sebuah taksi untuk dikendarai. Setidaknya, dia memiliki pekerjaan,” tandas Anael.

Pada 2001, Pepe hijrah ke Portugal dan memperkuat Maritimo. Tiga tahun kemudian, dia bergabung dengan klub raksasa Portugal, FC Porto.

Karier Pepe terus berkembang ketika pindah ke Real Madrid pada 2007. Bersama El Real, dia merasakan tiga trofi Divisi Primera, dua Copa del Rey, dua Piala Super Spanyol, tiga Liga Champions, dua Piala Super Eropa dan dua Piala Dunia Antarklub.

Kini, Pepe memperkuat Besiktas setelah dilepas Real Madrid pada musim panas lalu. Dia pun pernah mengantar timnas Portugal menjuarai Euro 2016.

Madrid yang Mulai Merindukan Pepe

Football5star.com, Indonesia – Bek Real Madrid, Nacho Fernandez, mengungkapkan bahwa timnya merindukan pemain berpengalaman seperti Pepe di lini belakang Los Blancos.

“Aku belajar banyak dari Pepe dan kami merindukan pengalamannya. Pendapat jujurku adalah kami tidak perlu mendatangkan bek tengah lagi, karena Anda bisa melihat Vallejo dan Varane sama-sama sedang cedera,” kata Nacho kepada Cadena Ser.

NachoFernandezUDLasPalmasvRealMadridr19DUJt80xSl
Getty Images

Pepe membela Real Madrid pada 2007-2017. Dalam kurun waktu tersebut, Pepe tampil dalam 334 pertandingan dan mencetak 15 gol. Ia kemudian pindah ke Besiktas pada akhir musim lalu.

Setelah Pepe pergi, Madrid memanggil pulang Jesus Vallejo dari Eintracht Frankfurt. Selain itu masih ada Raphael Varane, Nacho dan Sergio Ramos yang bisa bermain sebagai bek tengah.

“Vallejo tampil mengesankan melawan Las Palmas dan pengalaman itu akan sangat berharga bagi perkembangannya. Kami memiliki beberapa pemain yang bisa bermain sebagai bek tengah di klub ini, jadi persaingan sangat ketat,” ucap Nacho.

Dari 11 laga musim ini di La Liga, Madrid sudah kebobolan sembilan gol. Adapun saingan Los Blancos seperti Barcelona baru kebobolan empat kali, sementara Atletico Madrid enam kali.

“Semua orang bisa melihat ada perubahan pada skuat dari musim lalu dan sekarang kami kurang berpengalaman, tapi kami belum bisa mengatakan apakah itu akan membuat situasi kami lebih baik atau lebih buruk,” Nacho mengakhiri.

Madrid sendiri kini beada di peringkat tiga klasemen La Liga. Los Blancos tertinggal delapan angka dari Barcelona di singgasana.

Pepe Ungkap Fakta Mengejutkan Soal Fans Real Madrid

Football5star.com, Indonesia – Bek tengah Besiktas, Pepe, mengungkapkan fakta mengejutkan soal para suporter mantan klubnya, Real Madrid. Menurut Pepe, fans Madrid kurang antusias dalam memberi dukungan kepada para pemainnya di lapangan.

Pepe mengakhiri 10 tahun pengabdian kepada Real Madrid pada Juli 2017. Bek timnas Portugal itu terpaksa angkat kaki dari Santiago Bernabeu karena tidak mendapat kontrak baru.

Besiktas menjadi pelabuhan mantan pemilik nomor punggung 3 di Real Madrid tersebut. Meski belum semusim, dia mengaku sangat terpukau dengan gairah sepak bola di sana.

“Suporter Real Madrid dan Anda mungkin bisa marah atas apa yang akan saya katakan. Orang mengatakan suporter Madrid menyalurkan antusiasmenya kepada tim, tetapi saya tidak memercayai itu. Kenyataannya tidak demikian,” ujar Pepe, seperti dilansir Daily Star.

“Atmosfer Besiktas dan Real Madrid sangat berbeda. Para suporter Besiktas sangat bergairah dan saya selalu terkejut dengan kebisingan mereka saat kami meninggalkan lapangan,” imbuhnya.

“Orang-orang di sini mencintai dan selalu memikirkan sepak bola. Setelah pertandingan, kebisingan masih terdengar hingga subuh,” tandas Pepe.

Cedera membuat Pepe jarang mendapat kesempatan bermain dari pelatih Madrid, Zinedine Zidane, pada musim lalu. Dia cuma tampil sebanyak 18 kali dalam berbagai ajang.

Pepe meninggalkan Madrid dengan sederet prestasi. Pemain yang kini berusia 34 tahun itu membantu Los Blancos meraih tiga trofi Divisi Primera, dua Copa del Rey, dua Piala Super Spanyol, tiga Liga Champions, dua Piala Super Eropa dan dua Piala Dunia Antarklub.

Pepe: Fans Real Madrid Kurang ‘Berisik’

Football5star.com, Indonesia – Mantan bek Real Madrid, Pepe, menilai fans Los Blancos kurang memiliki antusiasme tinggi dalam mendukung Gareth Bale dan kawan-kawan di lapangan. Ia bahkan mengklaim fans Besiktas lebih baik.

“Mungkin penggemar Real Madrid tidak akan menyukai aku mengatakan ini, tapi mereka mengatakan bahwa penggemar Madrid mengirimkan antusiasme, tapi aku rasa mereka tidak melakukannya. Itulah kenyataannya,” kata Pepe kepada BeIN Sports.

PepeRealMadridCFvCAOsasunaLaLiga7BLXVB1 3MHl
Getty Images

Pepe tahu betul fans Madrid seperti apa. Ia pernah membela Los Blancos pada 2007-2017. Dalam kurun waktu tersebut, Pepe tampil dalam 334 pertandingan dan mencetak 15 gol.

Setelah kontraknya berakhir dengan Los Blancos, Pepe memilih merapat ke Besiktas. Pemain asal Portugal itu mengaku kaget melihat gairah fans klub asal Turki tersebut.

“Penggemar Besiktas sangat bersemangat. Saat Anda pergi ke lapangan, suara yang datang dari tribun selalu menghantam Anda. Suasana di Besiktas sangat berbeda dengan di Real Madrid,” ucap Pepe.

“Di Turki orang sangat menyukai olahraga, mereka hanya memikirkan sepak bola. Setelah pertandingan, kita bisa mendengar suara para pendukung sampai dini hari,” ia mengakhiri.

Besiktas sendiri kini berada di peringkat tiga Liga Super Turki. Pepe dan kawan-kawan tertinggal lima poin dari Galatasaray di puncak klasemen.

Pepe: Besiktas Punya Potensi Seperti Real Madrid

Football5star.com, Indonesia – Pepe mengklaim bahwa Besiktas memiliki potensi untuk meraih kesuksesan seperti klub raksaksa Spanyol, Real Madrid. Itu menjadi salah satu alasannya memilih Besiktas sebagai pelabuhan setelah pergi dari Madrid.

Setelah membela Madrid selama satu dekade, akhirnya Pepe memutuskan untuk hengkang. Ia bergabung dengan Besiktas pada bursa transfer musim panas lalu.

Selama berkostum Los Blancos, Pepe total tampil sebanyak 334 kali di seluruh kompetisi, menyumbangkan 15 gol dan 19 assist. Ia turut menjuarai tiga titel Liga Champions, tiga La Liga, dan dua Copa del Rey.

“Real adalah salah satu klub sepak bola terbesar dalam sejarah. Mereka telah memenangi banyak titel penting. Tentu saja, Besiktas memang belum berada di level yang sama, tetapi klub ini memiliki potensi besar untuk meraih hal-hal hebat di (liga) Turki dan Eropa,” kata Pepe kepada FourFourTwo.

pepe, real madrid

“Kami punya skuat yang berisikan banyak pemain berkualitas. Seluruh fans kami ingi kami menjadi juara liga dan bermain dengan baik di Liga Champions. Kami memiliki dukungan luar biasa dari suporter, seperti Real,” tutur dirinya.

Soal proses adaptasinya, pemain asal Portugal tersebut mengaku nyaman dengan kehidupan di Turki. Ia merasa pindah ke Besiktas adalah keputusan yang tepat.

“Semuanya berjalan dengan sangat baik sejauh ini. Saya sangat senang bisa berada di sini. Saya telah mengambil keputusan tepat bagi diri saya dan keluarga. Orang-orang di sini menerima saya dan sangat ramah,” ucap Pepe.

Lebih lanjut, Pepe membeberkan bahwa keputusannya menerima pinangan Besiktas tidak terlepas dari peran rekan satu timnya di skuat Portugal, Ricardo Quaresma.

“Saya berbicara kepadanya ketika Piala Konfederasi di Rusia tentang tawaran Besiktas. Ia bercerita hal-hal hebat tentang Besiktas dan sepak bola Turki,” tutur sosok berusia 34 tahun itu.

“Ia meyakinkan saya untuk datang ke sini. Kami memiliki hubungan yang sangat dekat dan saya berterima kasih kepadanya atas petualangan baru saya,” ucap dirinya.

Berita Bola: Pepe Selamanya Cinta Real Madrid

Football5star.com, Indonesia – Bek asal Portugal Pepe berterima kasih kepada mantan klubnya Real Madrid yang telah memberikan banyak hal. Membela Los Blancos adalah pengalaman istimewa bagi pemain 34 tahun tersebut.

Pepe bergabung dengan Madrid dari FC Porto pada 2007 dengan harga 30 juta euro (sekitar Rp 455,235 miliar). Pada musim debutnya di Santiago Bernabeu, Pepe langsung merasakan gelar juara La Liga.

Kontraknya bersama Madrid habis pada bulan lalu dan klub raksasa Liga Spanyol ini tidak memperbaruinya, sehingga dia bebas memilih klub baru. Pada akhirnya Pepe, menjatuhkan pilihan kepada Besiktas.

“Aku menghabiskan 10 tahun indah di Real Madrid. Kedua putriku lahir di Madrid, Aku memenangkan tiga gelar Liga Champions dan juga tiga gelar La Liga. Aku mencintai Real Madrid dan fans mereka,” kata Pepe seperti dilansir Soccerway.

Selama di Spanyol, Pepe pernah menjalani hukuman berat, yang terjadi pada musim keduanya di sana. Akibat menendang pemain Getafe, Javier Casquero, dan meninju Juan Albin, pada pertandingan bulan April 2009, Pepe dihukum tak boleh bermain dalam 10 pertandingan.

“Sesuatu terjadi dalam pertandingan melawan Getafe dan aku dihukum karena itu. Sejak saat itu, aku telah dinilai dan diberi label sebagai pemain agresif. Aku selalu melakukan segalanya untuk mempertahankan timku,” Pepe menambahkan.

Pepe Tinggalkan Madrid dan Bergabung dengan Besiktas

Football5star.com, Indonesia – Pemain internasional Portugal, Pepe, bergabung dengan Besiktas, setelah membela Real Madrid selama 10 tahun. Juara Liga Turki itu mengumumkan kesepakatan tersebut pada Selasa (4/7/2017).

Pemain 34 tahun kelahiran Brasil ini bergabung dengan Madrid dari FC Porto pada 2007 dengan harga 30 juta euro (sekitar Rp 455,235 miliar). Pada musim debutnya di Santiago Bernabeu, Pepe langsung merasakan gelar juara La Liga.

Kontraknya bersama Madrid habis pada bulan lalu dan klub raksasa Liga Spanyol ini tidak memperbaruinya, sehingga dia bebas memilih klub baru. Menurut laporan media Turki, Pepe akan menandatangani kontrak berdurasi dua tahun dengan Besiktas.

Pepe meninggalkan Madrid setelah memenangi tiga gelar La Liga, dua trofi Copa del Rey serta tiga titel Liga Champions, meskipun dia absen dalam pertandingan final Liga Champions tahun ini melawan Juventus. Pepe tak bisa terlibat dalam kemenangan Madrid karena mengalami cedera.

Selama di Spanyol, Pepe pernah menjalani hukuman berat, yang terjadi pada musim keduanya di sana. Akibat menendang pemain Getafe, Javier Casquero, dan meninju Juan Albin, pada pertandingan bulan April 2009, Pepe dihukum tak boleh bermain dalam 10 pertandingan dan dia kemudian mengatakan kehilangan kontrol sehingga melakukan tindakan tak terpuji itu.

Dia juga pernah diusir sebanyak empat kali selama berkostum Madrid, termasuk kartu merah karena menyerang pemain Barcelona, Dani Alves, pada leg pertama semifinal Liga Champions 2011. Meskipun demikian, Madridistas akan tetap mengenangnya sebagai pemain yang tampil konsisten dan penuh gairah bersama tandemnya di sektor tengah pertahanan, Sergio Ramos.

Di level internasional, Pepe 86 kali tampil membela timnas Portugal dan pernah menyabet penghargaan Man of the Match pada final Piala Eropa 2016 saat mereka mengalahkan Prancis.

Dalam penampilan terakhir bersama timnas, dia mencetak gol untuk memaksa hasil imbang sehingga duel melawan Meksiko dilanjutkan dengan perpanjangan waktu pada perebutan tempat ketiga Piala Konfederasi, Minggu (2/7/2017). Portugal selaku juara Eropa, akhirnya menjadi pemenang dengan skor 2-1.

Berita Bola: Pepe Selangkah Lagi Gabung Besiktas

Football5star.com, Indonesia – Bek Tim Nasional Portugal Pepe selangkah lagi akan gabung Besiktas. Pemain yang musim lalu membela Real Madrid itu memang belum punya klub baru untuk musim depan.

Ahmet Bulut, yang merupakan agen Arda Turan (Barcelona) jadi perantara Besiktas dengan agen Pepe, Jorge Mendes, selama proses negosiasi. “Ya, saya saat ini berada di Lisbon untuk Pepe,” kata Bulut kepada AS.

“Ada klub-klub besar yang mengejarnya, tapi transfernya ke Besiktas sangat dekat,” Bulut menambahkan.

Menurut AS, Pepe meminta kontrak dua tahun kepada Besiktas senilai 10 juta euro. Ia juga meminta bonus 2,5 juta euro.

Untuk mendatangkan Pepe, Besiktas sebenarnya terhalang dengan Financial Fair Play. Oleh karena itu, mereka akan menjual beberapa pemain sebelum resmi mendatangkan pemain 34 tahun tersebut.

Kontrak Pepe bersama Madrid akan habis pada 30 Juni mendatang. Los Blancos tak menawarkan perpanjangan kontrak baru kepada mantan pemain Porto tersebut. Pepe membela Madrid selama sepuluh tahun dengan rincian tampil dalam 334 pertandingan dan mencetak 15 gol.

Sebelum Besiktas, Pepe juga dihubungkan dengan Paris Saint-Germain dan Inter Milan. Pepe sendiri saat ini sedang membela Portugal di Piala Konfederasi. Ia fokus bersama Selecao dan belum memikirkan masa depannya.

Jawaban Pepe Soal Rayu Ronaldo ke PSG

Football5star.com, Indonesia – Bek Tim Nasional Portugal menghindari pertanyaan seputar dirinya mengajak Cristiano Ronaldo pindah ke Paris Saint-Germain (PSG). Pepe mengatakan, saat ini ia dan Ronaldo fokus ke Piala Konfederasi.

Rumor kepergian Ronaldo dari Real Madrid semakin berhembus kencang dalam beberapa hari terakhir. Ia dikabarkan siap untuk angkat kaki dari Stadion Santiago Bernabeu setelah terkena kasus penggelapan pajak.

PSG diyakini menjadi salah satu klub yang paling bernafsu untuk mendapatkan jasa pemain berjuluk CR7 tersebut. Mereka bahkan telah menyiapkan dana tak kurang dari 100 juta Euro untuk membelinya.

Kebetulan, Les Parisien dirumorkan akan segera merampungkan kedatangan Pepe, yang akan hengkang dari Madrid setelah kontraknya habis. Berdasarkan laporan Marca, Pepe berusaha meyakinkan Ronaldo untuk bermain bersama dirinya di PSG. Ketika ditanya wartawan soal ini, Pepe langsung menghindar.

“Kami profesional dan kami hanya berpikir untuk melakukan yang terbaik di Piala Konfederasi, untuk melangkah sejauh mungkin di turnamen ini. Ini adalah pertama kalinya Portugal bermain di turnamen ini jadi ini merupakan kesempatan istimewa bagi kami semua. Cristiano merupakan salah satu pemain yang selalu termotivasi,” kata Pepe seperti dilansir Soccerway.

Kontrak Pepe di Madrid habis bulan ini. Sang pemain digosipkan akan segera merapat ke PSG. Namun, mantan pemain Porto tersebut mengaku belum memikirkan hal tersebut.

“Masa depanku adalah timnas. Aku tidak memiliki kontrak untuk musim depan dan aku tidak memiliki kesepakatan dengan klub manapun. Aku hanya fokus pada tim nasional dan melangkah sejauh mungkin di sini,” Pepe menambahkan.

Pepe Belum Bikin Keputusan soal Masa Depan

Football5star.com, Indonesia – Pemain belakang asal Portugal, Pepe, mengaku belum membuat rencana soal musim depan. Padahal, laporan yang beredar menyebutkan bahwa pemain 34 tahun tersebut sudah sepakat bergabung dengan Paris Saint-Germain.

Kontrak Pepe bersama Real Madrid habis pada akhir bulan ini dan dia akan meninggalkan Santiago Bernabeu dengan status bebas transfer. Mantan pemain FC Porto ini dikabarkan bakal berlabuh di Parc des Princes, markas PSG.

“Masa depanku adalah tim nasional,” ujar Pepe kepada wartawan dalam jumpa pers di Rusia.

“Saya tidak memiliki kontrak saat ini, tetapi saya hanya ingin fokus bersama tim nasional dan meraih kesempatan untuk sukses di Piala Konfederasi.”

“Kami bekerja menuju tujuan ini untuk membawa kebahagiaan bagi negara kami. Semua orang berkomitmen membawa nama Portugal sejauh yang kami bisa.”

Pepe bergabung dengan Madrid dari Porto pada 2007. Selama kariernya di Bernabeu, Pepe tampil lebih dari 300 pertandingan.