Nostalgia Hari Ini: Laga Perdana Persipura Jayapura di Perempat Final AFC Cup

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – 13 September 2013 mungkin menjadi salah satu hari tak terlupakan buat Persipura Jayapura. Sebab, kala itu mereka untuk kali pertama lolos ke perempat final AFC Cup meski hasilnya tak memuaskan.

Diketahui, tim berjuluk Mutiara Hitam itu memang jadi salah satu wakil Indonesia yang bermain baik pada level Asia. Mereka sempat lolos hingga fase grup Liga Champions Asia 2010. Lalu, pada 2011 untuk kali pertama mereka berhasil melaju ke perempat final.

Hal itu mereka raih usai menjadi runner-up Grup H yang diisi Chonburi, South China, dan East Bengal. Kala itu tim yang jua diasuh oleh Jacksen F Tiago berhasil meraih 11 poin hasil tiga menang, dua imbang dan satu kekalahan. Mereka pun cuma berselisih dua angka dari Chonburi di puncak klasemen.

Nostalgia Hari Ini: Laga Perdana Persipura Jayapura di Perempat Final AFC Cup
Dok. Vivanews

Usai melewati tantangan Song Lam Nghe An pada babak 16-besar, Persipura Jayapura bertemu wakil Irak, Arbil pada babak perempat final. Mereka lebih dahulu bertindak jadi tuan rumah pada 13 September 2011 di Stadion Mandala.

Jalannya Laga Persipura Jayapura vs Arbil

Dalam partai itu, Mutiara Hitam memang dikejutkan oleh gol tim tamu melalui Nabeel Sabah yang melepaskan tendangan voli menit ke-18. Mereka sempat bangkit setelah melakukan beberapa cobaan melalui Boaz Solossa.

Salah satu peluang terbaik Persipura lahir pada penghujung babak pertama. Mendapat umpan manis dari rekannya, sayang sontekan Boaz tipis saja.

Bahkan, pada awal-awal paruh kedua mereka mendapat sejumlah kesempatan emas, salah satunya via Titus Bonai. Menerima umpan terobosan Boaz, bola chip Tibo terlalu mudah dibaca kiper Mohammed Kassid.

Nostalgia Hari Ini: Laga Perdana Persipura Jayapura di Perempat Final AFC Cup
Dok. Skorid

Asyik menyerang, pasukan Jacksen F Tiago itu malah kebobolan lagi pada menit ke-70. Dari sebuah proses serangan balik, Luay Salah lolos dari jebakan offside dan tinggal berhadapan dengan Yoo Jae-Hoon. Dia lantas mengoper ke Muslim Mubarak yang mudah menceploskan bola.

Nostalgia Hari Ini: Laga Perdana Persipura Jayapura di Perempat Final AFC Cup
Dok. Getty

Delapan menit jelang waktu normal berakhir, Persipura Jayapura akhirnya memperkecil kedudukan via Zah Rahan. Tembkannya dari dalam kotak penalti tak mampu diadang kiper Arbil.

Meski terus menyerang, mereka akhirnya takluk 1-2 di Mandaala. Pada leg kedua, Mutiara Hitam pun harus 0-1 di Franso Hariri Stadium. Alhasil mereka harus gagal ke semifinal karena kalah 1-3 secara agregat dari Arbil.

Susunan pemain:
Persipura: Yoo Jae-Hoon, Ricardo Salampessy (Lukas Mandowen 75′), Bio Paulin, Victor Igbonefo, Ortizan Solossa, Imanuel Padwa (Tinus Pae 61′), Ian Kabes, Zah Rahan, Stevie Bonsapia (David Laly 80′), Titus Bonai, Boaz Solossa

Arbil SC: Mohammed Kassid, Aws Ibrahim, Ahmed Ibrahim, Saad Atiyah, Qusay Muneer, Mahdi Kareem, Saad Abdulameer (Haider Abdulameer 88′), Amjed Radhi (Mustafa Ahmed 64′), Luay Salah, Nabeel Sabah Zghair (Halkerd M. Mohammad Taher 84′), Muslim Mubarak Almas

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Persela vs Persipura: Perjuangan 10 Pemain Laskar Joko Tingkir Berbuah Manis

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Laga Persela vs Persipura Jayapura pada pekan kedua Liga 1 2021-22 di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Jumat (10/9/2021) dipenuhi drama. Persela Lamongan yang main 10 orang sejak menit ke-37 justru bisa menang 1-0 atas Persipura.

Sejak awal laga, Persipura sejatinya lebih dahulu ambil alih serangan. Menit kesepuluh, mereka mendapat peluang emas melalui Ginansar Mandowen. Tapi, tendangannya mampu diblok oleh Demerson.

Akan tetapi, dua menit berselang malah Persela Lamongan yang sukses membuka skor melalui Ivan Carlos. Mendapat umpan manis dari Akbar Hermawan, Ivan melepaskan tembakan mendatar yang tak mampu diadang Fitrul Dwi.

Persela nyaris saja menggandakan kedudukan menit ke-17. Hal itu setelah Ivan memenangkan duel udara melawan Doni Monim tapi sundulannya masih di atas mistar gawang.

Diserang terus, Persipura Jayapura mencoba keluar menyerang. Laga berusia setengah jam, Riky Kayame membuat peluang. Namun sayang tembakannya dari luar kotak penalti tak jelas.

Keuntungan buat Mutiara Hitam datang menit ke-37 usai Persela main 10 orang. Hal itu setelah Akbar mendapatkan kartu kuning kedua setelah mengangkat kaki terlalu tinggi.

Persela Lamongan vs Persipura Jayapura
@perselafc

Kendati unggul jumlah pemain, Persipura nyatanya tak mampu berbuat banyak. Skor 1-0 menghiasi laga Persela vs Persipura pada paruh pertama.

Persela vs Persipura di Babak Kedua

Paruh kedua, Mutiara Hitam coba ambil alih serangan. Yevhen Bokhashvili mendapat peluang matang menit ke-55. Namun sayang sekali, tembakannya masih tak jelas.

Demikian pula menit ke-63. Berawal dari kerja sama antarpemain, Ramai Rumakiek dapat ruang terbuka. Namun sayang, masih bisa diblok oleh Zaenuri. Skor Persela vs Persipura masih 1-0.

Persela Lamongan vs Persipura Jayapura

Lima menit berselang, Persipura tampaknya tak beruntung. Hal itu setelah umpan M Tahir yang terkena bek Persela membentur mistar gawang Dwi Kuswanto.

Persipura terus mengurung pertahanan Persela untuk mencari gol penyama kedudukan. Pada menit ke-85, Nelson Alom, mulai mencoba melepaskan tembakan dari luar kotak penalti. Tapi, tendangannya masih bisa diamankan dengan baik oleh Dwi Kuswanto.

Persela Lamongan vs Persipura Jayapura
@liga1match

Hingga peluit panjang laga Persela vs Persipura, tak ada lagi gol yang terjadi. Ini adalah kemenangan perdana bagi Persipura yang sebelumnya takluk dari PSIS Semarang

Sedang, ini adalah dua kekalahan beruntun buat Persipura Jayapura. Sebelumnya, mereka dikalahkan 1-2 oleh Persita Tangerang pada pekan perdana.

Susunan Pemain

Persela Lamongan: 33-Dwi Kuswanto; 11-Nasir, 3-Demerson, 2-Mochammad Zaenuri, 14-Birrul Walidan; 19-Ahmad Bustomi (7-Iman Budi Hernandi 52′); 22-Riyatno Abiyoso, 18-Gian Zola (44-Andri Muliadi 42′), 66-Akbar, 77-Malik Risaldi (28-Ibrahim Kosepa 87′); 10-Ivan Carlos (21-Risqki Putra 52′).

Pelatih: Iwan Setiawan.

Persipura Jayapura : 1-Fitrul Dwi Rustapa; 35-Irsan Lestaluhu, 4-Ricardo Salampessy, 3-Donni Monim, 28-Israel Wamiau (15-Theo Fillo 67′); 32-M Tahir, 46-Todd Rivaldo Ferre, 23-Ramai Rumakiek (17-Yohanes Pahabol 67′); 33-Gunansar Mandowen, 9-Riky Kayame (7-Elisa Basna 57′), 10-Yehven Bokhashvili

Pelatih: Jacksen F. Tiago.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Jacksen F Tiago Bicara Soal Hedipo Gustavo Gabung Persipura Jayapura

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Jacksen F Tiago buka suara soal kabar Hedipo Gustavo bakalan segera bergabung dengan Persipura Jayapura. Dia menyebut kalau belum mendapat kepastian soal pemain asing tambahan dari manajemen.

Seperti diketahui, saat ini tim berjuluk Mutiara Hitam itu baru memiliki tiga pemain asing. Mereka ialah Yevhen Bokashvili, Henrique Motta, dan Takuya Matsunaga.

Jacksen F Tiago Bicara Soal Hedipo Gustavo Gabung Persipura Jayapura

Nah, kini mereka tengah memburu satu pemain asing lagi untuk posisi gelandang. Nama Gustavo belakangan santer disebut-sebut akan melengkapi puzzle pasukan Jacksen F Tiago itu. Namun, Jacksen sendiri belum bisa memastikannya.

Persipura Jayapura Dapat Tambahan Tenaga Pemain Asing Lawan Persela
Instagram @persipurapapua1963

“Sementara ini belum ada arah ke sana. Manajemen belum bisa pastikan kepada saya kira-kira apakah dia bisa gabung,” ungkap Jacksen kepada awak media via virtual.

Hedipo Gustavo Bisa Hidupkan Lini Tengah Persipura

Nama Gustavo sendiri tak asing di sepak bola Indonesia. Dia pernah memperkuat Kalteng Putra pada 2019. Performanya di Kalteng Putra lumayan apik dengan mengemas lima gol serta satu assist.

Jacksen F Tiago Bicara Soal Hedipo Gustavo Gabung Persipura Jayapura

Apalagi, dia pernah berduet dengan Takuya Matsunaga di Kalteng Putra. Tentu Jacksen berharap pemain asal Brasil itu bisa didaftarkan sebelum jendela transfer Liga 1 ditutup Jumat (10/9/2021).

“Yang jelas kami berharap, kami punya waktu sampai besok. Semoga ada kabar gembira. Sehingga kami bisa menambah kekuatan pemain asing keempat. Untuk sementara belum ada yang pasti,” pungkas dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Persipura Jayapura Dapat Pemain Asing Lawan Persela

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Kabar baik buat pendukung Persipura Jayapura setelah timnya mendapat tambahan tenaga pemain asing untuk hadapi Persela Lamongan, Jumat (10/9/2021). Dua pemain import mereka, yakni Takuya Matsunaga dan Henrique Motta berpeluang tampil dalam laga nanti.

Seperti diketahui, tim berjuluk Mutiara Hitam itu memang harus tampil dengan skuat pincang saat takluk dari Persita Tangerang, pekan perdana lalu. Sebab, mereka cuma diperkuat satu penggawa asingnya saja, yakni Yevhen Bokhashvili.

Persipura Jayapura Dapat Tambahan Tenaga Pemain Asing Lawan Persela
https://www.instagram.com/taki_ya_matsunaga/

Nah melawan Persita, Matsunaga dan Motta punya peluang besar untuk dimainkan Persipura Jayapura. Jacksen pun membeberkan dua pemain itu sudah bergabung dalam latihan skuatnya.

Persipura Jayapura Dapat Tambahan Tenaga Pemain Asing Lawan Persela
Instagram @persipurapapua1963

“Ada dua yang sudah mulai gabung latihan. Kami akan lihat apakah mereka benar-benar dibutuhkan atau tidak. Tapi mereka sudah gabung latihan meski tidak latihan penuh seperti pemain lain. Mereka sudah menunjukkan peningkatan ketimbang sebelumnya,” beber Jacksen F Tiago.

Persipura Jayapura Waspadai Kebangkitan Persela

Jacksen menyebut laga Persipura melawan Persela jelas tak akan mudah. Dia mewaspadai kebangkitan sang calon lawan yang sebelumnya jua menelan kekalahan pada pekan pertama.

Guilherme Batata Dicoret Persela? Begini Kata Iwan Setiawan

Apalagi, Persela dipastikan bisa diperkuat dua pemain asingnya, yakni Ivan Carlos dan Demerson Bruno. Kedua pemain itu tentunya akan kian membuat tim besutan Iwan Setiawan itu berbahaya.

“Sekarang ada Demerson yang berpengalaman, ada Ivan Carlos yang punya power dan kemampuan naluri gol yang bagus. Pasti kekuatan mereka jauh berbeda ketimbang kemarin, kami harus waspada dan fokus dan lebih disiplin,” tutup Jacksen.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Persipura Jayapura Seret Suporternya ke Polisi?

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Persipura Jayapura belakangan jadi sorotan usai melaporkan supoternya sendiri ke polisi karena dikritik. Frangky Abuuryaan Griapon alias Angky, mengaku sudah dipanggil pihak kepolisian karena kritikannya itu.

Angky yang merupakan Capo BCN 1963 sendiri mengakui baru melancarkan kritik kepada dua pengurus tim berjuluk Mutiara Hitam. Dikutip dari Kabar Papua, dia ingin dua pengurus yang tak disebutkan namanya itu segera mundur dari tim karena kebijakannya yang tak sesuai.

Persipura Jayapura Seret Suporternya ke Polisi?
Dok. BCN 1963

Nah ternyata, kritikan itu ditanggapi serius oleh pihak manajemen. Angky bahkan sampai diseret ke polisi. Dia mengaku sudah didatangi oleh dua anggota Polda Papua terkait laporan manajemen.

Persipura Jayapura Seret Suporternya ke Polisi?
Dok. Kabar Papua

“Surat panggilan itu untuk mengklarifikasi soal kritikan saya yang saya buat di medsos waktu itu yang meminta agar dua pengurus out (keluar) dari Persipura Jayapura,” terang Angky dikutip Kabar Papua.

Kaget Dilaporkan Persipura Jayapura

Jelas, Angky kaget betul kritikannya berbuah laporan polisi dari manajemen. Padahal, kritikannya itu bersifat membangun agar Mutiara Hitam bisa bangkit lagi.

Makan Konate Bakal Merapat ke Persipura Jayapura?

“Saya rasa yang kita bicarakan itu tidak menyerang individu. Kita berbicara murni bagaimana Boas Salossa keluar dan pengelolaan tim Persipura dan hal itu bukan menjadi sorotan saya sendiri, tetapi masyarakat luas yang artinya manajemen ini tak sedang baik-baik saja dan ada hal yang perlu diperbaiki,” tutup dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Makan Konate Bakal Merapat ke Persipura Jayapura?

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Belakangan, Persipura Jayapura disebut-sebut bakalan merekrut satu gelandang asing, dan Makan Konate dikaitkan. Hal itu bikin pelatih tim, Jacksen F Tiago, buka suara.

Seperti diketahui, saat ini tim berjuluk Mutiara Hitam itu baru memiliki tiga pemain asing. Mereka ialah Yevhen Bokashvili, Henrique Motta, dan Takuya Matsunaga.

Makan Konate Bakal Merapat ke Persipura Jayapura?

Nah, kini mereka tengah memburu satu pemain asing lagi untuk posisi gelandang. Makan Konate disebut-sebut bakal datang ke tim kebanggaan masyarakat Jayapura dan sekitarnya.

Apalagi, pendaftaran pemain Liga 1 masih terbuka setidaknya sampai 10 September mendatang. Nah, mengenai hal itu, kubu Persipura pun buka suara.

Makan Konate Bakal Merapat ke Persipura Jayapura?

“Sesuai kebutuhan, kami butuh gelandang serang, sudah pasti. Namun, saya pastikan bukan Makan Konate, Zah Rahan, Ricardinho, maupun Robertino Pugliara,” ungkap Jacksen F Tiago dikutip dari Antara.

Persipura Jayapura Tak Tambah pemain Lokal

Kendati membutuhkan pemain import, tim Mutiara Hitam tampaknya tak mau merekrut lagi penggawa lokal. Jacksen menyebut saat ini skuat Persipura Jayapura sudah lebih dari cukup.

Makan Konate Bakal Merapat ke Persipura Jayapura?

“Saya tidak pernah minta tambahan lima pemain. Permintaan saya satu, penuhi kuota pemain (asing) keempat,” papar dia.

Ketika ditanya lebih lanjut soal sosok pemain asing tim, Jacksen mengaku itu kejutan. “Doakan ada kejutan, ya. Saya sudah tersenyum. Kalau ada kejutan, saya senyum lebih lebar,” tutup dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Wejangan Jacksen F Tiago untuk Pemain Muda Persipura

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Jacksen F Tiago memberikan wejangan kepada pemain muda Persipura, Ramai Melvin Rumakiek yang tampil impresif dan mencetak gol di laga pekan pertama Liga 1 2021 melawan Persita Tangerang.

Penampilan pemain yang akrab disapa Ramai ini menyita perhatian pecinta sepak bola nasional. Meski begitu, Jacksen F Tiago mengingatkan pemain mudanya itu tidak besar kepala dan tak cepat puas diri.

Persipura Jayapura Kehilangan Pemimpin Dalam Tim?

“Ramai itu pemain yang sangat luar biasa soal keyakinan, tinggal teman-teman lihat,”

“Semoga dia tidak besar kepala dan tetap sadar meskipun kemarin bisa cetak gol. Bisa berkontribusi ke tim masih banyak kekurangan pada diri sendiri,” kata Jacksen seperti dikutip Football5star.com dari dari ligaindonesiabaru, Selasa (31/8/2021).

Persipura Jayapura Kehilangan Pemimpin Dalam Tim? Jacksen F Tiago Merinding Lihat Persipura Meski Kalah dari Persita

“Dia masih bisa menjadi lebih baik dari yang kemarin, tapi yang jelas dia harus rendah hati. Sadar bahwa ini adalah pertama dalam hidup dia, tapi perjuangan terus menerus akan dibutuhkan kita semua,” sambungnya.

Jacksen F Tiago Soal Kekalahn Persipura

Sebelumnya, Jacksen F Tiago mengaku bahwa dirinya tak terlalu gusar dengan kekalahan Persipura atas Persita di pekan pertama Liga 1 2021. Menurut pelatih kelahiran Brasil tersebut, musim ini Persipura memiliki prospek ke depan.

Jacksen F Tiago Merinding Lihat Persipura Meski Kalah dari Persita

“Melihat kondisi tim saat ini dan beberapa persoalan jelang pertandingan tadi, mereka telah tampil melebihi ekpetasi kami tim pelatih,” ucap Jacksen.

“Kita ciptakan moment peluang dan berharap hasil akhir yang baik, namun yang terpenting saat ini tim saya punya prospek,”

“Kami sedang membangun sebuah kekuatan yang baru. Bukan hal yang mudah tapi anak-anak semua berani tampil mengeluarkan kemampuan terbaiknya,”

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Pelatih Arema FC Waspadai Tiga Tim Juara di Liga 1 2021-22

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Arema FC, Eduardo Almeida, mewaspadai tiga tim juara dalam usaha perebutan gelar di Liga 1 2021-22. Bali United, Persija, dan Bhayangkara FC yang disebutnya jadi tim yang paling patut diwaspadai anak asuhnya.

Musim ini, Almeida memang diberi beban berat untuk bisa mengangkat performa tim berjuluk Singo Edan itu. Dia diharapkan bisa membawa Arema FC juarai Liga 1. Manajemen pun sudah memberikan keleluasaan bagi Almeida untuk mendatangkan pemain, khususnya asing.

Pelatih Arema FC Waspadai Tiga Tim Juara di Liga 1 2021-22

Mantan nakhoda Semen Padang FC itu menyebut ada lima tim yang punya peluang besar menjegal langkah pasukannya ke tangga juara. Selain tiga tim juara di atas, ada Persib Bandung dan Persipura Jayapura yang sangat diwaspadainya.

Pelatih Arema FC Waspadai Tiga Tim Juara di Liga 1 2021-22

“Ya, ada lima klub pesaing Arema musim ini. Ada Bali United, Persija, Bhayangkara FC, Persib, dan Persipura. Kelimanya sama-sama punya kualitas, saya tidak bisa melupakannya, karena pernah menghadapi mereka bersama Semen Padang tahun 2019 lalu,” ungkap Eduardo Almeida dikutip dari Wearemania.

Langkah Arema FC Tak Mudah

Pelatih asal Portugal itu tak memungkiri perjuangan Singo Edan untuk menapaki tangga juara jelas tak mudah. Sejumlah tim, kata dia, mulai berbenah untuk menatap musim ini.

Pelatih Arema FC Waspadai Tiga Tim Juara di Liga 1 2021-22

“Selain Bali United, Persija, dan Bhayangkara yang berstatus pernah juara selama tiga musim terakhir, Persipura juga punya tim bagus, dan langganan finish si posisi lima besar,” papar dia.

Sedang Persib, kata Almeida jua terlihat jorjoran mendatangkan pemain berkualitas. “Seperti Marc Klok contohnya. Pastinya itu menjadi modal untuk berkompetisi demi memenangkan liga,” tandas dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Persipura Jayapura Kehilangan Pemimpin Dalam Tim?

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Jacksen F Tiago buka suara soal kabar kalau kini Persipura Jayapura kehilangan seorang pemimpin dalam tim. Ketika ditanya soal hal itu, Jacksen justru kembali bertanya kepada awak media.

Seperti diketahui, menyambut Liga 1 2021-22 Persipura Jayapura memang kehilangan dua pemain senior sekaligus, yakni Boaz Solossa dan Yustinus Pae. Kekalahan 1-2 mereka dari Persita Tangeran disebut-sebut karena tak ada sosok pemimpin dalam tim.

Jacksen Tiago pun akhirnya buka suara terkait hal itu. Dia menyebut kalau sebenarnya perbedaan ada atau tak ada pemimpin dalam tim belum tentu mengubah jalannya pertandingan.

Persipura Jayapura Kehilangan Pemimpin Dalam Tim?

“Sebenarnya perbedaan (ada) seorang pemimpin apa yang bisa terjadi? Selama ini ada seorang pemimpin di situ perbedaanya apa yang bisa terjadi? Apakah kita di luar lapangan itu sudah menjadi seorang pemimpin?” kata Jacksen F Tiago yang kembali bertanya kepada awak media.

Jacksen F Tiago Merinding Lihat Persipura Meski Kalah dari Persita Persipura Jayapura Kehilangan Pemimpin Dalam Tim?

“Pertanyaannya babak pertama begini, babak kedua begitu, apakah perbedan ini terjadi karena perubahan yang dilakukan seorang pemimpin dalam pertandingan? Kira-kira begitu, saya balik bertanya,” sambung dia.

Persipura Jayapura Ingin Bangun Kekuatan Baru

Jacksen menilai anak asuhnya sebetulnay tampil sangat baik. Terlebih salah satu pemain mudanya, Ramai Rumakiek sukses mencetak gol. Dia memilih untuk menghargai perjuangan anak asuhnya.

Persipura Jayapura Kehilangan Pemimpin Dalam Tim? Jacksen F Tiago Merinding Lihat Persipura Meski Kalah dari Persita

“Saya rasa banyak hal, Ramai sudah sebut satu, finishing. Terus organisasi pertahanan. Dua gol lawan saya rasa terlalu mudah. Satu hal yang ingin selalu saya sampaikan, sebaik apa pun kami malam ini (kemarin), kami masih bisa lebih baik. Dan seburuk apa pun kami malam ini kami bisa lebih baik,” tutup Jacksen.

Persita Memang Sudah Hafal Gaya Main Persipura Jayapura

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Persita Tangerang tak menampik sudah hafal dengan kelemahan Persipura Jayapura setelah menang 2-1 di Stadion Pakansari, Sabtu (28/8/2021). Bekal uji coba beberapa waktu lalu sangat berarti buat mereka.

Seperti diketahui, Pendekar Cisadane dalam laga itu unggul terlebih dahulu via Harisson Cardoso dan Irsyad Maulana. Tim berjuluk Mutiara Hitam itu sempat menunjukkan semangat usai membalas via Ramai Rumakiek. Namun, Persita lah yang sukses meraih tiga poin perdana.

Jacksen F Tiago Merinding Lihat Persipura Meski Kalah dari Persita

Kemenangan anak asuhnya itu jelas disambut gembira oleh pelatih Widodo C Putro. Pelatih yang semasa jadi pemain namanya melegenda itu menyebut timnya memang sudah hafal dengan gaya main lawannya,.

Diketahui, beberapa waktu lalu timnya memang sempat uji coba. Saat itu, Persita pun skses meraih kemenangan 3-1 atas tim besutan Jacksen F Tiago.

Persita Memang Sudah Hafal Kelemahan Persipura Jayapura

“Kami bisa menang atas kerja keras kita semua. Terima kasih juga atas doa dan suport yang diberikan. Pertandingan pertama (liga) memang berat. Tapi kita pernah uji coba sama mereka sehingga tahu titik lemah mereka. Alhamdulillah di laga besar ini bisa menang,” ungkap Widodo usai laga.

Widodo Bantah Persita Main Bertahan

Meski menang, Pendekar Cisadane dapat sorotan karena jarang menguasai bola. Mereka lebih sering mendapat tekanan dari lawan. Bahkan, banyak yang mengira kalau mereka sengaja main bertahan unutk mengamankan kemenangan pada paruh kedua.

Persita Memang Sudah Hafal Kelemahan Persipura Jayapura

Kendati begitu, hal tersebut langsung buru-buru dibantah Wododo. Dia menyebut kalau tak banyak mengubah strategi, cuma memang itu naluri pemain agar bisa mengamankan tiga poin perdana.

“Sebetulnya kami memainkan strategi seperti babak pertama. Tapi naluri pemain di lapangan, faktor kelelahan juga, jadi babak kedua anak-anak nalurinya bertahan,” pungkas dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Jacksen F Tiago Merinding Lihat Perjuangan Persipura Meski Kalah dari Persita

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Jacksen F Tiago mengaku merinding melihat perjuangan Persipura Jayapura meski takluk 1-2 dari Persita Tangerang, Sabtu (28/8/2021). Sebab, para pemain disebutnya tampil melebih ekspektasi staf pelatih.

Sepetti diketahui, Persita dalam laga itu unggul terlebih dahulu via Harisson Cardoso dan Irsyad Maulana. Namun, tim berjuluk Mutiara Hitam itu sempat menunjukkano semangat istimewa usai membalas via Ramai Rumakiek.

Persipura vs Persita - Liga 1 - bola. com
Dok. Bola.com

Sayang, mereka gagal mencari gol penyama kedudukan hingga takluk di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor. Meski kalah, Persipura tetap bikin Jacksen bangga. Dia mengaku agak merinding lihat perjuangan pasukannya.

“Jelas dari hasil kita memang kalah, tapi secara pribadi saya sampaikan ke anak-anak di ruang ganti, dengan melihat kondisi tim saat ini dan beberapa persoalan yang kita hadapi dalam masa persiapan menjelang pertandingan ini,” kata Jacksen F Tiago.

Jacksen F Tiago Merinding Lihat Persipura Meski Kalah dari Persita

“Mereka telah melebihi ekspektasi kami tim pelatih, baru kali ini mereka memberi sebuah perlawanan yang mewakili kita staf pelatih dan kita menciptakan beberapa momen. Kami berharap punya hasil lebih baik, tapi yang terpenting tim ini punya prospek,” sambung dia.

Jacksen F Tiago Ingin Bangun Kekuatan Baru

Jacksen tak menampik kalau semua yang dijalani timnya membutuhkan sebuah proses. Dia punya mimpi besar bersama Mutiara Hitam, yakni membangun kekuatan baru dalam skuat yang rata-rata diisi penggawa muda.

Jacksen F Tiago Merinding Lihat Persipura Meski Kalah dari Persita

“Kita sedang membangun sebuah kekuatan yang baru, bukan sebuah hal yang mudah tapi anak-anak semua berani tampil hingga mengeluarkan kemampuan terbaiknya. Saya cukup puas apa yang mereka berikan,” tutup Jacksen.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Persipura vs Persita: Start Sempurna Pendekar Cisadane

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Persita Tangerang berhasil mengawali petualangannya di Liga 1 2021-22 dengan kemenangan atas Persipura Jayapura. Laga Persipura vs Persita pada Sabtu (28/8) malam WIB berakhir dengan skor 2-1.

Persita tak butuh waktu lama untuk membuka keunggulan. Baru 15 menit babak berjalan, Pendekar Cisadane mendapat hadiah penalti setelah Donny Monim melanggar Ahmad Nur Hardianto. Harrison Cardoso yang maju sebagai algojo berhasil menjalankan tugasnya dengan baik.

Namun, skor 0-1 tak bertahan lama. Pada menit ke-16, Persipura berhasil menyamakan kedudukan melalui gol Ramai Rumakiek yang memanfaatkan umpan kiriman Yevhen Bokhashvili.

Persipura vs Persita - Liga 1 - bola. com
Bagaskara Lazuardi/bola.com

Enam menit berselang, Persita berhasil mengembalikan keunggulannya. Kali ini, giliran Irsyad Maulana yang menjebol gawang kawalan Geri Mandagi setelah menerima umpan kiriman Adi Al Cahya. Selepas gol Irsyad, kedua tim saling jual beli serangan. Namun, tak ada gol tambahan yang tercipta hingga turun minum.

Tertinggal satu gol, Persipura berusaha bangkit di menit-menit awal babak kedua. Mutiara Hitam berhasil mencetak gol melalui Bokhashvili yang memaksimalkan kesalahan Try Hamdani. Akan tetapi, gol ini dianulir karena Yevhen dianggap menggangu Try sebelum menceploskan bola ke dalam gawang.

Selepas dianulirnya gol Bokhashvili, Persipura semakin gencar menekan lini belakang Persita. Mereka pun sempat mendapat beberapa peluang emas yang gagal membuahkan hasil.

Skor 1-2 tak berubah hingga wasit membubarkan pertandingan. Kemenangan ini membawa Persita ke puncak klasemen Liga 1 dengan keunggulan agresifitas gol dari Bali United.

SUSUNAN PEMAIN PERSIPURA VS PERSITA:

Persipura: 47-Geri Mandagi; 18-David Rumakiek, 19-Imanuel Rumbiak (14-Brian Fatari 70′), 4-Ricardo Salampessy, 3-Donny Monim; 13-Ian Kabes (17-Yohanes Pahabol 74′), 32-Muhammad Tahir, 23-Ramai Rumakiek; 46-Todd Rivaldo Ferre (15-Theo Numberi 86′), 10-Yevhen Bokhashvili, 9-Ricky Kayame (25-Juscak Joshua Isir 70′)

Pelatih: Jacksen F. Tiago

Persita: 34-Try Hamdani; 11-Muhammad Toha, 6-Adam Mitter, 13-Agung Prasetyo, 97-Edo Febriansyah; 21-Aditia Gigis, 31-Harrison Cardoso, 8-Taufiq Febriyanto; 88-Irsyad Maulana (25-Billy Keraf 77′), 9-Ahmad Nur Hardianto (29-Sirvi Arfani 62′), 18-Adi Al Cahya (37-Altaraqir Ballah 77′)

Pelatih: Widodo C. Putro

Kartu Kuning: Donny 14′, Todd 26′ – Hardianto 24′, Gigis 49′

Ronny Wabia, Kenangan Manis Piala Asia 1996 dan Melegenda di Tanah Papua

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Ronny Wabia, nama itu tampaknya tak asih buat publik sepak bola Indonesia dan masyarakat Papua, khususnya. Dia seakan lahir dengan diberkati bakat hebat dengan kaki kiri yang menakutkan sebagai pesepak bola.

Nama Ronny sendiri mulai dikenal usai lulus dari PPLP Papua bersama Aples Tecuari, Chris Yarangga hingga Ritham Madubun. Bahkan, dia sukses membawa harum nama Papua di Indonesia usai membawa timnya juarai PON 1993 silam.

Bakat Ronny pun dicium oleh Persipura Jayapura setahun berselang. Dia lantas diikutsertakan dalam skuat yang berhasil promosi ke Divisi Utama saat itu. Ternyata, penampilan sosok kelahiran 23 Juni 1970 itu terus melesat. Ronny lantas menjadi tulang punggung Mutiara Hitam yang melaju hingga semifinal Liga Indonesia 1995-1996, pencapaian tertinggi bagi tim kala itu.

Sayangnya memang, di semifinal Persipura kala itu harus mengakui kemenangan PSM Makassar yang menang 4-3. Namun begitu, meski gagal mengantarkan Mutiara Hitam ke partai puncak, Ronny Wabia tetap bisa tersenyum sebab dirinya kala itu dinobatkan menjadi pemain terbaik Liga Indonesia edisi kedua.

“Waktu itu saya tak meyangka. Saya merasa banyak kekurangan, tapi semua itu anugerah dari Tuhan. Saat itu, saya ingin buktikan kepada masyarakat yang ragu,” ungkap Ronny Wabia saat diwawancarai ANTV.

Ronny Wabia, Kenangan Manis Piala Asia 1996 dan Melegenda di Tanah Papua
Papua Goal WordPress

Penampilan istimewanya itu jelas mengantarkan Ronny Wabia dipanggil ke timnas Indonesia. Dia kala itu dipanggil oleh pelatih Danurwindo ke skuat yang dipersiapkan ke Piala Asia 1996.

Ronny Wabia Bentuk Duet Maut

Tak dinyana, Ronny langsung nyetel bersama skuat Garuda kala itu. Dia bahkan berhasil membentuk duet maut bersama Widodo Cahyono Putro dalam keikutersertaan perdana Indonesia di Piala Asia.

Publik Indonesia jelas tak akan mengaitkan Piala Asia 1996 dengan aksi istimewa Widodo Cahyono Putro yang melakukan gol salto yang indah. Namun, mereka tampaknya sedikit lupa kalau ada sosok Ronny Wabia di balik itu.

Ronny Wabia, Kenangan Manis Piala Asia 1996 dan Melegenda di Tanah Papua
Tabloid BOLA

Saat gol WCP tercipta melawan Kuwait, legenda Persipura inilah yang jadi kreatornya. Dia dengan jeli melepaskan umpan silang dari sisi kiri pertahanan Kuwait setelah menggiring bola melewati beberapa pemain lawan.

Bahkan, menit ke-40 Ronny pun ikut mencatatkan skor dalam laga yang sama. Tak kalah indah, dia pun mencetak gol dengan tendangan voli first time sangat keras dari luar kotak penalti yang memanfaatkan bola muntah tepisan kiper Kuwait.

Meski cuma main imbang 2-2 melawan Kuwait, duet striker Indonesia itu mencuri perhatian. Usai laga, Widodo pun tak segan memuji tandemnya itu. “Ronny bisa menutupi kekurangan saya. Dia bisa cepat turun ke tengah,” kata Widodo dikutip dari Tabloid BOLA Edisi 664.

Sayangnya memang, duet maut itu gagal mempersembahkan kemenangan bagi Indonesia sepanjang laga. Ronny Wabia dan Widodo tetap mengisi lini depan Indonesia saat kalah 2-4 dari Korsel, dan 0-2 dari Arab Saudi. Kedua pemain itu sempat menambah pundi-pundi golnya saat takluk dari Korsel. Meski Indonesia tersingkir, nama Ronny dan Widodo tetap selalu diingat karena sejauh ini hanya mereka berdua yang mampu mencetak dua gol buat Indonesia dalam satu edisi Piala Asia.

Usai Piala Asia, Ronny pun lantas dipanggil lagi ke timnas dalam PraPiala Dunia 1998. Dia sempat mencetak dua gol lagi saat membantai Kamboja delapan gol tak berbalas.

Total, Ronny tercatat memiliki 15 caps bersama skuat Garuda. Dia pun menjadi salah satu pemain dengan sematan one man one club karena cuma membela Persipura Jayapura sepanjang karier sepak bola sejak 1995 hingga pensiun 2003.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Yevhen Bokhashvili Bongkar Kesenjangan Gaji Pemain di Liga Indonesia

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Pemain Persipura Jayapura, Yevhen Bokhashvili, baru-baru ini membeberkan soal kesenjangan gaji pemain di Liga Indonesia. Dia menyebut pemain asing di klub besar memiliki gaji yang lebih besar ketimbang yang perkuat tim papan tengah.

Seperti diketahui, pemain asal Ukraina itu memang sudah sejak 2019 lalu berkarier di Indonesia. Dia awalnya bergabung dengan PSS Sleman dari Minsk dan bertahan hingga 2021. Bersama PSS, dia sukses melesakkan 17 gol dalam 36 laga,

Yevhen Bokhashvili lantas menyeberang ke Malaysia untuk gabung Sri Pahang FC, sebelum direkrut Persipura Jayapura untuk musim ini. Jelas, dia tahu betul soal pasaran gaji pemain, terutama asing di kompetisi Indonesia.

Yevhen Bokhashvili Bongkar Kesenjangan Gaji Pemain di Liga Indonesia

Penyerang 28 tahun itu pun membeberkannya saat diwawancari media Ukraina, Sector Depo. Dia membeberkan gaji pemain asing di Indonesia sebenarnya tinggi sebelum pandemi Covid-19.

“Dua tahun lalu mereka cukup tinggi, tetapi sekarang mereka telah dipotong parah karena Covid-19. Di Indonesia, ada perbedaan gaji yang signifikan antara klub menengah dan besar,” beber Yevhen Bokhashvili.

Jacksen F Tiago Tak Terkesan dengan Latihan Perdana Yevhen Bokhashvili

“Pemain asing di klub besar bisa mendapatkan hingga 25-30 ribu dolar sebulan. Dan tim papan tengah ke bawah, maksimal 7-8 ribu,” sambung dia.

Pemain yang mencatat lima laga bersama timnas U-21 Ukraina itu sudah beberapa pekan terakhir digembleng oleh Jacksen F Tiago. Awalnya, dia dipersiapkan untuk mentas bersama Persipura di AFC Cup 2021. Namun, AFC mengabarkan kompetisi itu untuk zona ASEAN terpaksa dibatalkan akibat pandemi Covid-19.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Boaz Solossa Tak Bisa Lupakan Kenangan Bobol Gawang Arab Saudi

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Penyerang Borneo FC, Boaz Solossa, mengaku hingga saat ini belum bisa melupakan kenangan pernah menjebol gawang Arab Saudi bersama timnas Indonesia. Hal itu terjadi pada 2013 lalu dalam ajang Kualifikasi Piala Asia 2015 Grup C.

Dalam partai di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) itu, Indonesia memang tampil mengejutkan. Di atas kertas, Arab memang diunggulkan. Tapi Indonesia yang diperkuat Boaz, Firman Utina, Kurnia meiga, hingga Sergio van Dijk mampu memberikan perlawanan.

Skuat Garuda bahkan sukses unggul lebih dahulu lewat Boaz Solossa menit kelima. Dia sukses melesakkan gol buat timnas Indonesia usai menang duel lawan dua bek Arab dan melepaskan tendangan kaki kiri.

https://www.youtube.com/watch?v=Ns41iEIke4Y

Arab lantas membalas melalui Youssef Al Salem ke-13. Sempat menahan imbang 1-1 hingga turun minum, Indonesia sayangnya gagal mempertahankan kedudukan setelah Al Salem kembali bikin gol di paruh kedua.

Meski kalah, pertandingan tersebut ternyata membekas bagi Boaz Solossa. Dia menyebut itu salah satu pertandingan terbaiknya di timnas Indonesia.

Stefano Lilipaly, Boaz Solossa, Timnas Indonesia Boaz Solossa Tak Bisa Lupakan Kenangan Bobol Gawang Arab Saudi

“(Pertandingan terbaik di timnas) saat melawan Arab ya. Saat itu PraPiala Asia. Saat itu saya main suporter luar biasa, saat itu saya cetak gol tapi kami kalah. Tapi itu sangat berkesan,” ungkap Boaz Solossa dalam kanal YouTube Borneo FC.

Sedang, untuk laga yang paling dikenang di Liga Indonesia, yakni pada 2004. Hal itu saat dia menjadi salah satu pencetak gol Persipura Jayapura yang menang 3-2 atas Persija Jakarta di final.

 Boaz Solossa Tak Bisa Lupakan Kenangan Bobol Gawang Arab Saudi
instagram.com/boazsolossa

“Kalau pertandingan di liga, pertandingan pertama saat juara salah satunya pertandingan final itu ya. Saya juga cetak gol,” pungkas dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Ditawari Kendarai Motor Sendiri, Yevhen Bokhashvili Terkejut

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Pemain asing Persipura Jayapura, Yevhen Bokhashvili, baru-baru ini bercerita soal pengalamannya merumput di Indonesia. Dia mengaku sempat terkejut ketika ditawari mengendari sepeda motor sendiri sebagai alat transportasi.

Seperti diketahui, pemain asal Ukraina itu memang sudah sejak 2019 lalu berkarier di Indonesia. Dia awalnya bergabung dengan PSS Sleman dari Minsk dan bertahan hingga 2021. Bersama PSS, dia sukses melesakkan 17 gol dalam 36 laga,

Yevhen Bokhashvili lantas menyeberang ke Malaysia untuk gabung Sri Pahang FC, sebelum direkrut Persipura Jayapura untuk musim ini. Penyerang 28 tahun itu menceritakan soal pengalamannya bermain di Indonesia, terutama saat ditawari mengendarai motor.

PS Sleman Sebenarnya Ingin Pertahankan Yevhen Bokhashvili, Tapi Ditawari Kendarai Motor Sendiri, Yevhen Bokhasvili Terkejut

“Omong-omong, pesepakbola lokal mengendarai moped. Tetapi ketika saya tiba, saya langsung mengatakan bahwa saya tidak akan naik moped, karena di Eropa dilarang oleh kontrak untuk naik jenis transportasi ini,” ungkap Yevhen Bokashvili dikutip dari Sector Depo.

Yevhen Bokhashvili - PSS Sleman - Guilherme Batata - @jeka_baha_10 Ditawari Kendarai Motor Sendiri, Yevhen Bokhasvili Terkejut

Selama di Indonesia, Yevhen juga mengaku sama sekali tak terkendala bahasa. Banyak orang Indonesia yang disebutnya cukup baik berbahasa Inggris. Jadi, dia merasa cukup nyaman.

Menurutnya, ada dua orang tipe masyarakat Indonesia, yakni yang fasih berbahasa Inggris dan tak bisa sama sekali. Tapi, dia sama sekali tak mempermasalahkannya.

“Di sana, orang terbagi dalam dua kategori: mereka yang tidak tahu bahasa Inggris sama sekali, dan mereka yang bisa berbahasa Inggris dengan baik. Namun tak masalah menurut saya,” pungkas dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Boaz Solossa Kenang Rahmad Darmawan: Dia Tahu Karakter Pemain Papua

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Boaz Solossa buka suara soal pelatih yang membuatnya terkesan saat membela Persipura Jayapura. Boaz menyebut nama Rahmad Darmawan yang paling diingat olehnya.

Boaz jelas memiliki alasan menyebut nama Rahmad sebagai sosok pelatih yang paling favorit. Sebab, menurutnya, RD, sapaan karib pelatih Rahmad Darmawan disebut bisa mengerti para pemain Papua.

Hal itu terjadi saat RD berhasil mempersembahkan gelar Liga Indonesia kepada Persipura pada 2005. Momen itu terasa spesial karena itu merupakan gelar perdana buat Mutiara Hitam di kompetisi sepak bola Indonesia.

Boaz Solossa: Ayah Pasti Bangga Melihat dari Atas
Dok. Viva

“Ya buat saya coach RD ya. Saya lihat kedatangan dia 2004-2005, dia sangat memotivasi kami dia tahu karakter kami pemain Papua,” ungkap Boaz Solossa dikutip dari kanal YouTube Borneo FC.

“Saya ingat saat itu, langsung kami juara. Kala itu pertandingan final kami bisa mengalahkan Persija di final. Hasilnya 3-2,” sambung Boaz.

Boaz Solossa: Borneo FC akan Jadi Tim Besar! Boaz Solossa Kenang Rahmad Darmawan: Dia Tahu Karakter Pemain Papua

Ketika ditanya soal pertandingan favoritnya, jelas Boaz menyebut partai final 2004 lawan Persija. Sebab, dia kala itu juga menjadi salah satu pencetak gol ke gawang Macan Kemayoran.

“Setelah itu setelah 2004, kami juara 2008-2009 lalu 2010-2011, dan 2012-13. Itu memang tak akan pernah saya lupakan,” tutup Boaz.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Boaz Solossa: Ayah Pasti Bangga Melihat dari Atas

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Boaz Solossa mengaku sedih karena kesuksesannya di sepak bola tak bisa disaksikan langsung oleh sang ayah yang sudah lebih dahulu menghadap kepada-Nya. Namun, Boaz mengaku yakin ayahnya tetap melihat dan bangga dari atas sana.

Boaz mengakui peran orang tua menjadi yang sangat vital dalam perjalanan kariernya sebagai pesepak bola. Bahkan, sang ayah lah yang sangat berjasa membuatnya menjadi seperti saat ini.

Hal itu diakui oleh Boaz Solossa ketika bercerita di akun YouTube resmi Borneo FC. Dia menceritakan awal perjalanan kariernya yang didukung oleh orang tuanya.

Semringahnya Boaz Solossa di Borneo FC, Sempat Bercanda dengan Terens Puhiri Boaz Solossa: Ayah Pasti Bangga Melihat dari Atas

“Kedua orang tua dan almarhum ayah yang selalu beri motivasi serta dorongan saya sebagai pesepak bola. Sekarang beliau sudah meninggal saat kelas 1 SMP,” ungkap Boaz Solossa.

“Saya sedih kenapa setelah beliau yang dorong saya jadi pesepak bola dan berprestasi tapi orang tua tak melihat,” papar dia.

Kini, Boaz boleh dibilang sebagai salah satu legenda sepak bola Indonesia. agam penghargaan didapatkan oleh dia. Mulai dari lima kali membawa Persipura Jayapura juara Liga Indonesia (termasuk ISC A), hingga mengantarkan timnas Indonesia dua kali runner-up, yakni 2004 dan 2016.

Boaz Solossa: Ayah Pasti Bangga Melihat dari Atas
Dok. Viva

Prestasi individu pemain yang karib disapa Bochi itu pun mentereng. Dia tiga kali jadi top skorer Liga Indonesia, empat kali jadi pemain terbaik (termasuk ISC A), hingga didaulat jadi pemain Indonesia pertama yang masuk daftar 50 pemain Asia terbaik versi FourFourTwo 2017.

“Saya tahu dia bangga dan melihat saya dari atas, beliau juga senang. Sekarang, yang berperan penting adalah ibu yang selalu mendoakan sehingga saya bisa berkarier sampai saat ini,” tutup Bochi.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Boaz Solossa, Awalnya Gemari Basket hingga Menjadi Legenda Sepak Bola

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Boaz Solossa mengakui kalau sepak bola ternyata bukan pilihan olahraga pertamanya. Dia kali pertama justru gemar dengan basket, sebelum akhirnya terjun di dunia si kulit bundar. Kini namanya seakan melegenda di sepak bola.

Siapa tak tahu Boaz Solossa? Sosok yang kini berseragam Borneo FC itu sudah malang melintang di sepak bola Indonesia sejak memulai karier profesional pada 2004. Ragam penghargaan didapatkan oleh dia. Mulai dari lima kali membawa Persipura Jayapura juara Liga Indonesia (termasuk ISC A), hingga mengantarkan timnas Indonesia dua kali runner-up, yakni 2004 dan 2016.

Prestasi individu pemain yang karib disapa Bochi itu pun mentereng. Dia tiga kali jadi top skorer Liga Indonesia, empat kali jadi pemain terbaik (termasuk ISC A), hingga didaulat jadi pemain Indonesia pertama yang masuk daftar 50 pemain Asia terbaik versi FourFourTwo 2017.

Akan tetapi, ternyata Bochi awalnya tak menggemari sepak bola. Dia memulai kegemarannya pada dunia olahraga saat bermain basket ketika muda.

Boaz Solossa Sempat Minta Waktu Menenangkan Diri dengan Keluarga

“Awal karier kebetulan saya besar di Sorong. Orang tua memiliki panti asuhan, di situ kebanyakan anak yatim. Kebetulan kami di sebelah rumah ada lapangan basket. Awalnya saya main basket sih,” ungkap Boaz Solossa dikutip kanal YouTube Borneo FC.

“Tapi ada tiang, setiap sore kami main basket dan main bola. Nah di situ mainnya saling mengenai tiang jadi saya pikir itu sangat seru ya,” sambung Bochi.

Perjalanan Bochi di sepak bola sebenarnya tak semulus yang dibayangkan. Dia sempat mendapat cobaan ketika kakinya patah saat melawan Hong Kong, 2007 silam. Dia bahkan mengaku nyaris saja memutuskan pensiun dini kala itu.

“Saya sempat merasa akhir karier saya. Tapi yang bikin saya bertahan, saya diangkat dari lapangan keluar, suporter beri semangat, saya lalu pikir bisa main lagi,” pungkas dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Skuat Persipura Jayapura Belum Divaksin, Begini Kata PT LIB

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – PT Liga Indonesia Baru (LIB) akhirnya bersuara soal skuat Persipura Jayapura yang belum divaksinasi Covid-19. Mereka menyebut akan mendata mereka, mulai dari pemain, pelatih, hingga staf pendukungnya.

Seperti diketahui, PT LIB menyebut seluruh pemain yang tampil di Liga 1 2021-22 harus semuanya sudah divaksin. Nantinya setiap pemain harus memperlihatkan kartu vaksinasi agar bisa turun membela timnya masing-masing.

Nah, sebenarnya nyaris semua tim peserta, pemainnya sudah divaksin pada Piala Menpora 2021 lalu. Sedang, Persipura Jayapura yang tak ikut pastinya belum dapat vaksin. Hal ini jadi perhatian oleh PT LIB.

Soal Kabar Perubahan Format Liga 2 2021, Begini Kata PT LIB Skuat Persipura Jayapura Belum Divaksin, Begini Kata PT LIB

“Soal vaksin, memang kami lagi mendata ulang. Kebetulan di Piala Menpora, Persipura tidak ikut. Kami lagi mendatanya, jumlahnya berapa, termasuk semua klub,” ungkap Direktur Utama PT LIB, Akhmad Hadian Lukita, kepada awak media.

“Nanti, formulirnya kami kirimkan, pemain yang sudah divaksin siapa saja, yang belum siapa saja, atau vaksin baru sekali siapa saja,” sambung dia.

Mudah-mudahan, kata dia, dalam waktu dekat datanya sudah terkumpul. PT LIB, lanjut Lukita, sedang sebarkan formulirnya kepada klub termasuk Liga 2.

“Liga 2 akan kami korek-korek datanya dalam waktu dekat mudah-mudahan sudah ada. Yang belum, akan kami fasilitasi vaksinnya. Sebelum pertandingan, kickoff, itu wajib divaksin. Itulah kenapa akhirnya kami harus melakukan vaksinasi yang difasilitasi PSSI dan PT LIB,” pungkas dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Pengganti Boaz Solossa Sudah, Persipura Sulit Cari Suksesor Yustinus Pae

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Persipura Jayapura sudah mendapatkan pengganti Boaz Solossa tapi kesulitan cari suksesor Yustinus Pae. Terlebih saat ini tim besutan Jacksen F Tiago itu dipastikan tak akan mengambil pemain anyar lagi.

Seperti diketahui, tim berjuluk Mutiara Hitam itu harus kehilangan dua pemain sekaligus legenda hidupnya tersebut. Namun, perlahan-lahan mereka mulai melupakan keduanya. Terlebih untuk posisi Boaz Solossa, mereka sudah mendapatkan pengganti.

Hal itu setelah manajemen memulangkan Elisa Basna. Kehadiran Elisa Basna diharapkan setidaknya bisa mengisi posisi yang biasa diperani Boaz. Namun, untuk posisi Tipa, sapaan karib Yustinus Pae, sepertinya mereka agak kesulitan.

Jacksen Tiago yakin Persipura Jayapura mampu meraih poin di kandang Persebaya Surabaya pada lanjutan Liga 1 2020. Pengganti Boaz Solossa Sudah, Persipura Sulit Cari Suksesor Yustinus Pae

Terlebih, Jacksen menbyebut sampai saat ini Persipura belum memiliki rencana penambahan pemain baru di posisi mana pun. “Sampai saat ini belum ada penambahan pemain di dalam tim,” ungkap Jacksen F. Tiago, dikutip dari Cenderawasih Pos Online.

Padahal, posisi Tipa terbilang cukup vital. Dia acap menjadi tumpuan utama sebagai bek kanan siapapun pelatihnya. Meski memang, sejumlah pemain muda bisa bermain di posisi tersebut, seperti Imanuel Rumbiak, Irsan Lestaluhu, hingga Brian Fatari.

Sebenarnya kalau mau menurunkan ego, keduanya bisa saja rujuk. Sebab, sampai saat ini Tipa pun belum memiliki klub baru, tak seperti Boaz yang sudah diperkenalkan Boaz Solossa.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Yanto Basna: Manajemen Harus Kelola Persipura dari Hati

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Rudolof Yanto Basna kembali mengutarakan kekecewaannya dengan manajemen Persipura Jayapura soal Boaz Solossa dan Yustinus Pae. Dia menyebut harusnya manajemen bisa mengelola klub tak cuma sebatas profesionalitas saja, tapi jua pakai hati.

Seperti diketahui, Basna memang sebelumnya jadi salah satu sosok yang vokal ketika Boaz dan Tipa, sapaan karib Yustinus Pae, didepak dari klub berjuluk Mutiara Hitam itu. Dia bahkan mengunggah foto kedua sosok itu di Instagram pribadinya dan mengungkapkan kekecewaannya.

Kini, pemain PT Prachuap itu kembali melancarkan kritik kepada manajemen Persipura. Harusnya, kata Basna, manajemen klub bisa membuat keputusan tak cuma sebatas kata profesionalitas, tapi juga memakai hati.

Rudolof Yanto Basna Prachuap FC Liga Thailand - Instagram @ptprachuapfc Yanto Basna: Manajemen Harus Kelola Persipura dari Hati

“Saya sangat menyayangkan itu, kita sebagai anak Papua punya kebanggaan dengan tim ini (Persipura). Kita sebagai publik figur juga harus menyuarakan itu untuk kemajuan,” kata Yanto Basna dikutip dari Jubi.

Tak cuma soal Boaz dan Tipa, Basna juga menyebut manjemen Persipura Jayapura kurang begitu peka soal pemain muda. Sejatinya, Mutiara Hitam tak pernah kehabisan bakat-bakat muda. Tapi sayangnya, tak dibarengi dengan keseriusan manajemen dalam mengakomodir talenta-talenta itu.

“Kalau bicara sepak bola dengan bakat alam saja tak cukup, dalam artian hanya membanggakan sejarah dan selalu menyebut bintang empat. Kalau hanya begitu mau sampai kapan kita begini? Tim-tim lain saja sudah mendominasi dan benar-benar menjelma menjadi tim profesional. Kalau harus evaluasi kenapa tidak, demi tim kita Persipura,” tutup dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Jack Komboy Sebut Sosok Inilah ‘The Real’ Legenda Persipura

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Jack Komboy menilai hanya ada satu nama yang pantas disebut the real legend Persipura Jayapura selama ini. Dialah Johanes Auri yang disebutnya meninggalkan memori yang berbekas untuk klub yang bermarkas di Stadion Mandala, Jayapura itu.

Komboy jelas memiliki alasan dengan pernyataannya tersebut. Dia menyebut Johanes Auri meninggalkan jejak kesuksesan bagi Persipura. Dia sempat membawa tim berjuluk Mutiara Hitam finis di peringkat keempat Perserikatan 1975. Tak cuma itu, dia jua berhasil bawa tim juara Piala Soeharto 1976 silam.

“Ya kakak senior itu (Johanes Auri) benar-benar the real legend Persipura,” ungkap Jack Komboy, dikutip dari Jubi.

Jack Komboy Sebut Sosok Inilah 'The Real' Legenda Persipura
Majalah Buana

Komboy sendiri meneruskan tongkat estafet pemain Papua yang membawa nama Persipura Jayapura harum. Dia bergabung dengan Mutiara Hitam pada pentas Divisi Utama.

“Saya dari klub Cenderawasih dan lolos seleksi masuk Persipura gabung dengan legenda Persipura, Carolino Ivakdalam, Eduard Isir dan lain lain. Hingga akhirnya tinggal saya dan Eduard Ivakdalam,” sambung dia.

Saat masih aktif menjadi pemain, Komboy menilai ada satu sosok yang sangat berjasa bagi tim kebanggaan masyarakat Jayapura itu. “Bagi saya manajemen di bawah Ketua Umum MR Kambu sangat bagus saat itu,” tutup Jack Komboy.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Boaz Solossa Terpaksa Tak Bisa Penuhi Janjinya kepada Yustinus Pae

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Boaz Solossa dipastikan tak bisa memenuhi janjinya kepada rekan seperjuangannya di Persipura Jayapura, Yustinus Pae. Hal itu setelah Tipa, sapaan karib, Yustinus dipastikan tak akan susul Boaz ke Borneo FC.

Seperti diberitakan sebelumnya, Boaz memang akhirnya mendapatkan pelabuhan barunya usai pergi dari Persipura. Hal itu setelah dia diperkenalkan secara resmi oleh Borneo beberapa hari lalu,

Boaz sebenarnya sempat berjanji ingin kembali satu tim dengan Tipa saat memilih klub barunya. Namun, hal itu nyatanya tak bisa terwujud karena Borneo mengaku belum membutuhkan jasa Tipa.

Boaz Solossa Sempat Minta Waktu Menenangkan Diri dengan Keluarga Boaz Solossa Terpaksa Tak Bisa Penuhi Janjinya kepada Yustinus Pae

“Untuk saat ini, posisi bek sayap kanan Borneo FC sudah lengkap dan kami hanya merekrut Boaz Solossa. Kami sampaikan, yang mana untuk posisi bek sayap kanan Borneo, sudah ada Marckho dan Rifad,” kata Presiden Borneo FC, Nabil Husein, saat dihubungi oleh awak media.

Alhasil, Boaz pun sepertinya tak akan kembali bersua dengan Yustinus Pae untuk musim ini sebagai rekan setim. Tipa disebut oleh Nabil mungkin akan bergabung dengan klub Liga 1 lainnya. “Saya rasa, Yustinus Pae akan menuju klub lain di Liga 1,” pungkas Nabil.

Diketahui, kedua pemain itu memang secara bersamaan dicoret dari skuat Persipura beberapa waktu lalu. Pencoretan keduanya diduga karena masalah indisipliner. Kini, belum diketahui ke klub mana Tipa akan berlabuh.

Suporter Persipura Ingin Boaz Solossa Dihormati seperti Bepe Kala Pensiun

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Polemik yang terjadi antara Persipura Jayapura dengan Boaz Solossa dan Yustinus Pae akhirnya membuat suporternya buka suara. Mereka mengaku kecewa Boaz dan Tipa, sapaan karib Yustinus Pae, tak mendapatkan penghormatan yang layak, seperti ketika Bambang Pamungkas memutuskan pensiun beberapa waktu lalu.

Seperti diketahui, Boaz dan Tipa sapaan karib Yustinus Pae harus didepak oleh manajemen klub berjuluk Mutiara Hitam itu lantaran diduga kasus indisipliner. Kabar beredar kalau keluarnya dua pemain senior Mutiara Hitam itu karena sempat minum-minuman berakohol.

Kalau benar alasannya seperti itu, suporter Persipura sebenarnya maklum saja dengan keputusan manajemen kepada Boaz Solossa dan Tipa. Namun, cara manajemen klub saat mendepak kedua pemain senior itu mengecewakan. Apapun alasannya, Boaz dan Tipa merupakan legenda hidup Mutiara Hitam.

Yustinus Pae: Terserah coach Jacksen Mau Bermusuhan dengan Saya atau Tidak Suporter Persipura Ingin Boaz Solossa Dihormati seperti Bepe Kala Pensiun

“Kami juga paham bahwa mereka (manajemen) mengambil keputusan karena mungkin karena kebijakan. Tapi kalau memang dilepas harusnya ada pelepasan secara ceremony, mereka ini legenda dengan sederet prestasi dan itu harus diapresiasi,” ungkap Ketua The Karaka’s PTFI, Fredrik Magai, dikutipn dari Cepos Online.

“Boaz dan Tipa itu ‘roh’ Persipura, sementara pemain junior itu belum tampil pada performa terbaik, mereka kehilangan figur mereka,” sambung dia.

Hal inilah yang membuat suporter, kata Magai, kecewa. Boaz Solossa dan Tipa menurutnya bukan sosok sembarangan. Keduanya memiliki kontribusi besar di tim yang harusnya dilepas secara terhormat. Dia mengambil contoh Bambang Pamungkas yang diberi acara khusus oleh Persija Jakarta saat umumkan pensiun beberapa waktu lalu.

“Contohnya Bambang Pamungkas, dan kedua legenda ini berhak mendapatkan apresiasi itu. Harus ada ceremony, ada ucapan terimakasih dan cerita singkat perjalanan mereka selama ini,” tutup dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Boaz Solossa Usai Dituduh Bahayakan Nyawa: Saya Bukan Pembunuh!

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Boaz Solossa kembali angkat suara soal tuduhan yang dialamatkan kepadanya usai didepak dari Persipura Jayapura. Dia terkejut ketika mendengar dirinya dianggap membahayakan nyawa karena perbuatannya.

Seperti diketahui, Boaz dan Tipa sapaan karib Yustinus Pae harus didepak oleh Persipura lantaran diduga kasus indisipliner. Kabar beredar kalau keluarnya dua pemain senior Mutiara Hitam itu karena sempat minum-minuman berakohol.

Tak cuma itu, Boaz dan Tipa disebut-sebut menggunakan doping serta sempat membahayakan nyawa orang lain ketika melawan Persita Tangerang, 13 Juni lalu. Hal itu dengan tegas disanggah oleh Boaz. Dia justru kaget dengan tuduhan yang dialamatkan kepadanya.

Yustinus Pae: Terserah coach Jacksen Mau Bermusuhan dengan Saya atau Tidak Boaz Solossa Usai Dituduh Bahayakan Nyawa: Saya Bukan Pembunuh!

“Mengenai masalah kami dengan Tipa terkait ketidakdisiplinan, kami berdua siap menerima keputusan apa pun. Hanya saja kami sama-sama dituduh menggunakan doping oleh Jacksen F Tiago, saya rasa itu tidak benar,” kata Boaz Solossa dikutip kanal YouTube Panditfootball.

“Saya dan Tipa harus mengklarifikasi ini karena kami juga punya nama baik yang harus dijaga. Selain itu, Jacksen juga sempat mengatakan bahwa hal itu membahayakan nyawa orang. Terus terang, saya bersama Tipa, dia bukan pembunuh. Kami sama-sama manusia biasa,” sambung Boaz.

Boaz menyebut sudah mengklarifikasi bahwa berita yang disebut dirinya hampir membahayakan nyawa orang di ruang ganti sama sekali tak benar. Kalau tak percaya, kata dia, boleh ditanyakan kepada pemain Persipura lainnya yang ada di ruang ganti kala itu.

“Jadi, berita kejadian merenggut nyawa orang, kalau kita sama-sama menggunakan doping, saya kira tidak ada buktinya. Pasti teman-teman semua tahu. Saya 16 tahun di Persipura dan tidak tahu seperti apa bentuk dopingnya,” tutup Boaz Solossa.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Yustinus Pae Akui Tenggak Miras Tapi Kesal Dituduh Biang Keributan

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Yustinus Pae tak menampik soal dirinya yang menenggak minuman keras beberapa hari sebelum membela Persipura Jayapura melawan Persita Tangerang, 13 JUni lalu. Namun, dia kesal dengan tuduhan menjadi biang keributan yang terjadi pada partai tersebut.

Seperti diketahui, Tipa, sapaan karib Yustinus Pae dan Boaz Solossa harus didepak oleh Persipura lantaran diduga kasus indisipliner. Kabar beredar kalau keluarnya dua pemain senior Mutiara Hitam itu karena sempat minum-minuman berakohol. Hal itu nyatanya tak ditampik oleh Tipa.

“Kalau soal cerita tak jauh beda dengan Boaz. Mungkin saya tambahkan mengenai mungkin waktu pas uji coba. Kami minum Jumat pertandingan Minggu, saya pikir mungkin semua masyarakat tahu kalau pengaruh minuman satu hari sudah normal,” ungkap Yustinus Pae dikutip dari kanal Youtube Jurnal Tanah Papua.

Yustinus Pae: Terserah coach Jacksen Mau Bermusuhan dengan Saya atau Tidak

“Ketika kami meeting dalam ruang ganti, saya bilang sama coach. ‘Coach saya dengan Boaz kemarin minum, terserah memainkan atau tidak karena ini kan uji coba, coach mau pasang atau tidak terserah coach.’ Coach punya jawaban, sudah terlanjur jadi main saja,” sambung Tipa.

Akan tetapi, Tipa kesal karena dituduh menjadi biang keladi keributan dalam pertandingan melawan Persita kala itu. Diketahui, saat itu laga sempat ricuh hingga terpaksa berhenti di tengah jalan.

“Setelah kami main dalam pertandingan terjadi kekacauan itu, kami diganti lalu Boaz babak kedua. Saya ditarik baru ada insiden, jadi setelah insiden terjadi pertandingan dihentikan, masuk ke dalam ruang ganti coach bicara banyak ya, akhirnya semua dikaitkan,” beber Yustinus Pae.

Tipa menyebut banyak saksi yang melihat kejadian itu, termasuk manajemen. Mungkin saksi hidup ada manajemen ditambah pemain aktif, kalau mau dibilang saya dengan Boaz tanya saja langsung kepada mereka,” tutup Tipa.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Yustinus Pae Bereaksi Soal Tuduhan Jacksen F Tiago: Ini Menyangkut Nama Baik

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Yustinus Pae bereaksi keras usai mendapat tuduhan dari pelatih Persipura Jayapura, Jacksen F Tiago terkait doping. Dia bersumpah sama sekali tak pernah memakai hal tersebut dan meminta Jacksen tanggung jawab atas ucapannya.

Seperti diketahui, Tipa, sapaan akrab Yustinus Pae dan Boaz Solossa baru saja dicoret dari Persipura diduga akibat indisipliner. Jacksen sebelumnya sempat menyinggung masalah kesehatan serta doping terkait Tipa dan Boaz.

Jacksen menyebut Boaz dan Tipa bisa dihukum FIFA kalau bertanding pada kompetisi resmi karena hal itu. Hal inilah yang membuat Yustinus Pae bereaksi. Dia awalnya cuma mau diam saja karena sudah menerima keputusan dari Persipura mendepaknya.

Yustinus Pae: Terserah coach Jacksen Mau Bermusuhan dengan Saya atau Tidak
Abi Yazid/Goal

“Dari semua pernyataan coach, ada satu yang saya mau bilang. Tadinya saya tak mau bicara. Tapi ya sudah ini mungkin jalan Tuhan saya keluar dari Persipura,” ungkap Yustinus Pae dalam kanal YouTube Jurnal Tanah Papua.

“Tapi karena coach ada pernyataan tentang kekacauan di ruang ganti lalu soal doping sampai membahayakan nyawa saya pikir ini saya harus bicara. Kalau saya dan Boaz kami tak pakai barang itu ya. Mungkin teman-teman yang selalu main sama-sama, mereka tahu,” sambung Tipa.

Hal itulah yang membuat Tipa meminta Jacksen F Tiago mengklarifikasi atas ucapannya tersebut. Karena dia pun membantah ada kekacauan di ruang ganti usai melawan Persita Tangerang beberapa waktu lalu.

“Saya pikir coach harus pertangggungjawabkan ya, ini menyangkut nama baik. Kemarin tentang kekacuaun, saya pikir tak ada kekacauan,” pungkas Tipa.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Yustinus Pae: Terserah coach Jacksen Mau Bermusuhan dengan Saya atau Tidak

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Yustinus Pae akhirnya buka suara soal kabar dirinya berseteru dengan pelatih Persipura Jayapura, Jacksen F Tiago. Dia sama sekali tak mau bermusuhan dengan siapapun, termasuk Jacksen dan mantan timnya itu.

Seperti diketahui, tim berjuluk Mutiara Hitam tersebut baru saja resmi mendepak dua pemain seniornya, yakni Boaz Solossa dan Yustinus Pae. Kedua pemain itu disebut-sebut dicoret oleh Jacksen akibat kasus indisipliner.

Tipa, sapaan akrabnya, mengaku tak mau mencari musuh dalam kariernya sebagai pesepak bola. Dia pun merasa sama sekali tak punya masalah dengan Jacksen F Tiago. Namun, apabila sang nakhoda mau memusuhinya, dia pun tak bisa berbuat apa-apa.

Yustinus Pae: Terserah coach Jacksen Mau Bermusuhan dengan Saya atau Tidak
Instagram Yanto Basna

“Saya pikir tak suka bermusuhan, dari dahulu saya main bola saya selalu ingin tampil terbaik. Tapi semua pasti tahu, kemarin ada tanya-tanya saya. Jujur, saya bersyukur saja. Saya tak mau counter balik ya kepada coach,” ungkap Tipa dikutip kanal YouTube Jurnal Tanah Papua.

“Terserah coach mau bermusuhan dengan saya (atau tidak), saya jujur mungkin Tuhan kasih waktu sampai sini dengan Persipura. Saya cuma minta sama Coach, sudah lama kita sama-sama, keluarga nomor dua ya Persipura,” sambung Tipa.

Yustinus Pae pun berharap pendukung tim Mutiara Hitam jangan sampai berubah dan berpikir macam-macam. Kepergiannya bersama Boaz Solossa diharapkannya tak mengubah dukungan suporter kepada Persipura.

“Saya tak mau bermusuhan dengan coach dan manajemen. Saya pikir mungkin masyarakat dan Persipura Mania ya jangan sampai situasi panjang begitu. Mau saya Persipura harus terus eksis biarpun saya dengan Boaz tak ada,” tutup Tipa.

Boaz Solossa Bicara Soal Kemungkinan Bersua Persipura sebagai Musuh

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Boaz Solossa buka suara soal nantinya mungkin akan bersua dengan Persipura Jayapura sebagai musuh. Dia mengaku sebenarnya hal itu sangat berat, tapi tentu akan tetap profesional.

Seperti diberitakan sebelumnya, manajemen klub berjuluk Mutiara Hitam itu akhirnya mengambil keputusan tegas. Mereka mencoret dua pemain seniornya sekaligus, yakni Boaz dan Yustinus Pae atau yang biasa dipanggil Tipa. Keduanya dicoret karena disebut-sebut masalah indisipliner.

Tentu, hal itu membuka kemungkinan Boaz bisa bertemu dengan tim yang membesarkan namanya itu sebagai musuh andai gabung klub Liga 1 lain. Jelas, hal ini tak mudah bagi pemain yang karib disapa Bochi itu. Namun, dia akan berusaha tetap profesional.

Boaz Solossa dinilai Takuya Matsunaga sangat pantas dan akan sukses bila bermain di Eropa. Boaz Solossa Bicara Soal Kemungkinan Bersua Persipura sebagai Musuh

“Di manapun saya nyaman, saya dan Tipa bisa bermain di situ, bisa saja. Kalau Liga 1, kemungkinan besar ya apalagi nanti akan ketemu dengan Persipura, itu masalah yang besar. Tapi harus profesional,” ungkap Boaz Solossa dikutip dari kanal YouTube KFFSPORT.

Bochi pun merasa sama sekali tak menyimpan rasa dendam kepada Mutiara Hitam. Mau bagaimanapun, klub kebanggaan masyarakat Jayapura itu sangat berjasa dalam perjalanan kariernya sebagai pesepak bola.

“Pasti ada rasa sedih, senang, tapi untuk dendam tidak. Sportivitas harus dijunjung tinggi. Sebab persipura adalah tim yang membesarkan nama saya. Sampai kapanpun, sampai mati pun saya tidak pernah. Karena saya sukses dan terkenal berkat Persipura,” pungkas Bochi.

Saat ini, ada dua klub Liga 1 yang disebut-sebut sedang mendekati Bochi. Kedua klub itu kabarnya ialah Borneo FC dan Persija Jakarta. Bochi sendiri memiliki syarat, yakni Tipa harus jadi satu paket andai ada klub yang mau meminangnya.