Persiraja vs PSS: Brace Paulo Henrique Pastikan 3 Poin Pertama Laskar Rencong

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Persiraja Banda Aceh akhirnya meraup poin penuh pertama. Pada laga kedua Liga 1 2021 melawan PSS Sleman, Sabtu (11/9/2021) mereka menang dramatis 3-2

Persiraja mengawali laga dengan impresif. Terbukti anak asuh Hendri Susilo sukses membuka keunggulan pada awal babak pertama.

Memanfaatkan tendangan pojok, sundulan terarah Leonardo Lelis menembus jala Ega Rizki. Gol ini membuat tensi pertandingan naik.

persiraja
@Liga1Match

Laga berjalan setengah jam PSS mampu menyamakan kedudukan lewat sontekan keras Irfan Bachdim. Gol sempat menimbulkan drama karena sontekan keras sang bomber belum sempurna masuk ke dalam gawang.

Hakim garis sempat tidak menganggap bola telah masuk ke gawang Persiraja. Tapi setelah berdiskusi gol itu pun disahkan wasit.

Dari tayangan ulang memang terlihat bola telah melewati garis gawang sepenuhnya. Disahkannya gol Irfan Bachdim memunculkan protes keras dari tim Lantak Laju.

Beruntung laga masih terus berlanjut. Tak ada gol tambahan yang tercipta pada babak pertama. Memasuki interval kedua giliran Super Elja yang menggebrak.

Hanya satu menit setelah kick off babak kedua, Irkham Mila membalikkan keadaan. Akselerasi Irfan Jaya dari sisi kanan dengan mudah dituntaskan pemain muda tersebut.

Tak mau kalah lagi di Liga 1 2021, Mukhlis Nakata dan kolega meningkatkan tempo permainan. Upaya keras mereka pun membuahkan hasil pada menit ke-67.

Wasit menunjuk titik putih untuk Persiraja setelah bek PSS Sleman, Maslac, menyentuh bola dengan tangan. Paulo Henrique yang maju sebagai eksekutor menuntaskan tugasnya dengan baik.

Skor 2-2 sedikit mengubah jalannya laga. Lantak Laju beralih menguasai jalannya laga. Gol kemenangan yang ditunggu-tunggu akhirnya tercipta enam menit sebelum laga berakhir.

Umpan matang Vanja Markovic dikonversi menjadi gol oleh Paulo Henrique lewat sontekan keras kaki kiri dari jarak dekat. Menang dramatis 3-2, Persiraja Banda Aceh sukses ke posisi ke-10 dengan torehan tiga poin. Sedangkan bagi PSS Sleman kekalahan ini membuat posisi mereka di peringkat ke-12 tidak beranjak.

Susunan Pemain:

Persiraja Banda Aceh: 31-Fahrurrazi Kuba; 24, Zamzani, 16-Muhammad Roby, 4-Leonardo Lelis, 15-Subhan, 8-Rifaldi, 14-Shori Murata, 6-Vanja Markovic, 77-Defri Riski, 11-Isa, 9-Paulo Henrique

Pelatih: Hendri Susilo

PSS Sleman: 21-Ega Riski; 8-Arthur Irawan, 2-Chris Evans, 5-Gufron, -5-Maslac, 3-Nirwanto, 23-Kim Jefri Kruniawan, 11-Arsyad, 27-Arkham Mila, 17-Irfan Bachdim, 41-Irfan Jaya

Pelatih: Dejan Antonic

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Media Spanyol Soroti Syaiful Indra Cahya: Tendangan Mematikan!

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Aksi Syaiful Indra Cahya yang menendang wajah Muhammad Nadhiif ternyata sampai ke media-media Eropa. Media besar Spanyol, Marca, contohnya yang bahkan menyebut tendangan Syaiful Indra mematikan.

Seperti diketahui, nama Syaiful Indra Cahya dua hari terakhir jadi sorotan usai uji coba antara Persiraja vs AHHA PS Pati FC, Senin (6/9/2021). Hal itu selepas dia melancarkan tendangan kung fu ke arah wajah Muhammad Nadhiif.

Tendang Wajah Pemain Persiraja, Syaiful Indra Cahya Minta Maaf

Bahkan, tendangan Syaiful Indra Cahya itu sempat membuat Nadhiif terkapar. Meski sudah ada kesepakatan damai antara kedua pemain, tetap saja berita tersebut terus disorot.

Marca pun kaget si pemain bisa melancarkan tendangan kung fu ke wajah lawanya. “Pertandingan persahabatan di Indonesia tak selalu bersahabat. Tendangan paling mematikan tahun ini?” tulis judul Marca.

Media Spanyol Soroti Syaiful Indra Cahya: Tendangan Mematikan!

“Pemain Persiraja Banda Aceh tak sempat menghindar ketika ada pemain lawan dar AHHA PS Pati menendangnya. Ini yang terjadi di sana,” sambung mereka.

Tendangan Syaiful Indra Cahya Bikin Gigi Nadhiif Patah

Gigi Muhammad Nadhiif, disebut sampai patah usai ditendang Syaiful Indra. Hal itu dibeberkan oleh bos Persiraja, Nazaruddin Dek Gam, yang geram dengan aksi Syaiful.

Kasih Keras! Syaiful Indra Cahya dan Zulham Zamrun Dipulangkan AHHA PS Pati FC

“Tadi malam saya perintahkan bawa ke rumah sakit terus. 2-3 hari ini kemungkinan MRI. Giginya patah kok yang ditendang Syaiful patah giginya. Itu harus ada sanksi dari PSSI terhadap pemain timnas, malu-maluin negara,” ujar Nazaruddin Dek Gam.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

PT LIB Soroti Persiraja Banda Aceh yang Uji Coba di Tengah Liga 1

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Tak cuma soal insiden Syaiful Indra Cahya, PT Liga Indonesia Baru (LIB) juga menyoroti Persiraja Banda Aceh yang beruji coba di tengah Liga 1 2021-22. Padahal, sebelumnya PT LIB mengingatkan akan pentingnya protokol kesehatan dan menyuruh pemain tetap di hotel.

Seperti diberitakan sebelumnya, tim berjuluk Laskar Rencong itu memang disorot usai melakoni uji coba melawan AHHA PS Pati FC, awal pekan lalu. Hal itu setelah adanya tendangan kung fu pemain AHHA PS Pati, Syaiful Indra ke arah penggawa Persiraja, Nadhiif.

Tendang Wajah Pemain Persiraja, Syaiful Indra Cahya Minta Maaf

Namun demikian, banyak pula suporter bertanya-tanya soal penerapan protokol kesehatan yang ditekankan oleh PT LIB sebelumnya. Hal itu bahwa seluruh klub wajib menjaga prokes saat kmpetisi digulirkan. Nah, tim Laskar Rencong justru melakoni uji coba di luar agenda Liga 1.

PT LIB Soroti Persiraja Banda Aceh yang Uji Coba di Tengah Liga 1

“Begini, mereka itu baru akan main dua minggu kemudian. Mau pulang atau bagaimana, karena kami mau main lagi yang tertunda,” ungkap Direktur Utama PT LIB, Akhmad Hadian Lukita.

“Uji coba bukan di bawah LIB, kalau dapat izin polisi buat uji coba ya monggo,” sambung dia.

Persiraja Banda Aceh yang Rugi

Menurut Lukita, andai ada yang abai soal prokes, tentu klub sendiri yang rugi. Sebab nanti tak menutup kemungkinan ada pemain yang terpapar lantaran menggelar uji coba tak resmi.

Bali United vs Persik, Para Pemain Jalani Semi Karantina PT LIB Soroti Persiraja Banda Aceh yang Uji Coba di Tengah Liga 1

“Jangan sampai prokes diabaikan. Nanti klubnya sendiri yang rugi kalau ada yang positif, jangan mengabaikan prokes. Dalam situasi itu kan kami gak ikut periksa (mengawasi),” tutup dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Reaksi PSSI Lihat Tendangan Kung Fu Syaiful Indra Cahya ke Wajah Nadhiif

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – PSSI akhirnya bereaksi soal tendangan kung fu Syaiful Indra Cahya ke arah wajah pemain Persiraja Banda Aceh, Muhammad Nadhiif. Mereka menyebut harusnya semua klub menghubungi PSSI saat melakoni pertandingan persahabatan.

Seperti diketahui, nama Syaiful Indra Cahya dua hari terakhir jadi sorotan usai uji coba antara Persiraja vs AHHA PS Pati FC, Senin (6/9/2021). Hal itu selepas dia melancarkan tendangan kung fu ke arah wajah Muhammad Nadhiif. Bahkan, kondisi itu sempat membuat Nadhiif terkapar.

Tendang Wajah Pemain Persiraja, Syaiful Indra Cahya Minta Maaf

PSSI pun angkat suara. Sekjen PSSI, Yunus Nusi, menyayangkan kepada kedua kesebelasan yang menggelar laga uji coba tak resmi. Sebab, nantinya yang terjadi jelas di luar kendali PSSI.

“PSSI akan menegaskan kembali bagi klub anggota (PSSI) yang mengadakan uji coba atau dengan tajuk latihan bersama diwajibkan menyampaikan surat pemberitahuan atau izin ke PSSI, Asprov, atau Askot (Asosiasi Kota kabupaten),” kata Yunus Nusi saat dihubungi awak media.

Kasih Keras! Syaiful Indra Cahya dan Zulham Zamrun Dipulangkan AHHA PS Pati FC

“Hal ini agar pertandingan tersebut dapat rekomendasi, dan kami bisa memberikan wasit yang memimpin pertandingan tersebut,” sambung dia.

Syaiful Indra Cahya Sudah Dipulangkan

Manajemen AHHA PS Pati FC akhirnya bersikap keras dengan memulangkan Syaiful Indra Cahya dan Zulham Zamrun. Mereka pun meminta maaf kepada pihak Persiraja Banda Aceh karena kejadian tak mengenakkan sebelumnya.

Kasih Keras! Syaiful Indra Cahya dan Zulham Zamrun Dipulangkan AHHA PS Pati FC

“Untuk nama-nama pemain tersebut (Syaiful Indra Cahya dan Zulham Zamrun) kami pulangkan dari pemusatan latihan di Jakarta, karena melakukan hal yang tak pantas dicontoh pada pertandingan persahabatan melawan Persiraja,” kata COO AHHA PS Pati, Divo Sashendra, Selasa (7/9/2021).

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Aksi Syaiful Indra Cahya Bisa Rusak Euforia Sepak Bola Indonesia

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Aksi pemain AHHA PS Pati FC, Syaiful Indra Cahya, turut disorot oleh Asosiasi Pesepak Bola Profesional Indonesia (APPI). Mereka bahkan menyebut aksi itu bisa merusak euforia sepak bola Indonesia yang tengah merayakan kembalinya kompetisi.

Seperti diketahui, nmama Syaiful Indra dua hari terakhir jadi sorotan usai uji coba antara Persiraja vs AHHA PS Pati FC, Senin (6/9/2021). Hal itu selepas dia melancarkan tendangan kung fu ke arah wajah Muhammad Nadhiif. Bahkan, kondisi itu sempat membuat Nadhiif terkapar.

Tendang Wajah Pemain Persiraja, Syaiful Indra Cahya Minta Maaf

APPI pun menyayangkan insiden tersebut. Bahkan, mereka mengaku sudah berkomunikasi secara virtual, bukan cuma dengan Syaiful Indra Cahya, jua Zulham Zamrun yang disorot. Mereka jua mengundang perwakilan Persiraja, yakni sang kapten, Mukhlis Nakata, Nadhif, dan Defri Rizky.

Kasih Keras! Syaiful Indra Cahya dan Zulham Zamrun Dipulangkan AHHA PS Pati FC

“Kami menjembatani pertemuan antara pesepak bola dari kedua tim tersebut sehingga perselisihan tidak semakin meluas. APPI juga meminta untuk para pesepak bola yang terlibat dapat menjunjung sportifitas, bersikap profesional dan menjunjung solidaritas terhadap profesinya serta mengambil pembelajaran di kemudian hari,” tulis rilis resmi APPI.

Aksi Syaiful Indra Cahya Bisa Rusak Euforia

APPI yang dalam rapat itu diwakili Firman Utina, Andritany Ardhiyasa, Bima Sakti, dan Kurniawan Dwi Yulianto, menyampaikan kegelisahaannya. Hal itu karena kecerobohan Syaiful Indra bisa merusak euforia sepak bola Indonesia yang tengah merayakan kembalinya kompetisi.

Aksi Syaiful Indra Cahya Bisa Rusak Euforia Sepak Bola Indonesia

“APPI menyampaikan kegelisahan akibat insiden tersebut serta memberikan arahan kepada para pemain yang terlibat. Hal itu agar menjaga sepak bola dari tindakan-tindakan yang negatif,” sambung APPI.

“Terlebih, sepak bola Indonesia baru saja hidup kembali sejak penundaan lebih dari 500 (Lima Ratus) hari sejak pandemi Covid-19. Tindakan-tindakan negatif tersebut dapat merusak euforia dari hidupnya kompetisi yang sudah lama dinanti,” tutup APPI.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Gigi Pemain Persiraja Patah Gara-Gara Terjangan Syaiful Indra Cahya

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Gigi pemain Persiraja Banda Aceh, Muhammad Nadhiif, disebut sampai patah usai ditendang Syaiful Indra Cahya. Hal itu dibeberkan oleh bos Persiraja, Nazaruddin Dek Gam, yang geram dengan aksi Syaiful.

Seperti diketahui, nmama Syaiful Indra dua hari terakhir jadi sorotan usai uji coba antara Persiraja vs AHHA PS Pati FC, Senin (6/9/2021). Hal itu selepas dia melancarkan tendangan kung fu ke arah wajah Muhammad Nadhiif. Bahkan, kondisi itu sempat membuat Nadhiif terkapar.

Tendang Wajah Pemain Persiraja, Syaiful Indra Cahya Minta Maaf

Kondisi itu, kata Nazaruddin, bikin Nadhiif mengalami cedera parah. Dia geram betul karena Nadhiif merupakan salah satu andalan tim mengarungi Liga 1 2021-22.

Bos Persiraja Geram dengan Syaiful Indra Cahya: Malu-Maluin!

“Parah, pemain kami (cedera) parah. Siapa yang tanggung jawab kemungkinan besar tak bisa tampil lawan PSS Sleman? Kami ke htel langsung bawa ke klinik. Setelah pertandingan mereka belum merasa sakit, malamnya baru kesakitan,” ungkap Nazaruddin Dek Gam saat dihubungi awak media.

Gigi Nadhiif Patah Ditendang Syaiful Indra Cahya

Bahkan, Nazaruddin menyebutkan gigi Muhammad Nadhiif sampai patah akibat tendangan Syaiful Indra dalam pertandingan itu. Dia berharap, Indra mendapatkan sanksi yang tegas dari PSSI.

Kasih Keras! Syaiful Indra Cahya dan Zulham Zamrun Dipulangkan AHHA PS Pati FC

“Tadi malam saya perintahkan bawa ke rumah sakit terus. 2-3 hari ini kemungkinan MRI. Giginya patah kok yang ditendang Syaiful patah giginya. Itu harus ada sanksi dari PSSI terhadap pemain timnas, malu-maluin negara,” tutup dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Bos Persiraja Geram dengan Syaiful Indra Cahya: Malu-Maluin!

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Bos Persiraja Banda Aceh, Nazaruddin Dek Gam, mengaku geram dengan kelakukan Syaiful Indra Cahya kepada pemainnya, Muhammad Nadhiif. Dia bahkan menyebut kelakukan Syaiful Indra memalukan.

Seperti diketahui, nama Syaiful Indra dua hari terakhir jadi sorotan usai uji coba antara Persiraja vs AHHA PS Pati FC, Senin (6/9/2021). Hal itu selepas dia melancarkan tendangan kung fu ke arah wajah Muhammad Nadhiif. Bahkan, kondisi itu sempat membuat Nadhiif terkapar.

Tendang Wajah Pemain Persiraja, Syaiful Indra Cahya Minta Maaf

Menanggapi hal itu, Nazaruddin tampaknya geregetan dengan ulah Syaiful Indra. Apalagi, yang dilakukan oleh Indra terjadi dalam laga persahabatan, bukan kompetisi resmi.

Kasih Keras! Syaiful Indra Cahya dan Zulham Zamrun Dipulangkan AHHA PS Pati FC

“Itu malu-maluin saja. Saya sangat kecewa. Itu bukan kompetisi namanya tapi ajang perkelahian. Uji coba itu persahabatan,” ungkap Nazaruddin saat dihubungi oleh awak media.

Tak Cuma Syaiful Indra Cahya, Nazaruddin Geram kepada Zulham

Bukan cuma kesal kepada Syaiful Indra Cahya, Nazaruddin Dek Gam jua geram dengan aksi Zulham Zamrun. Zulham sendiri dalam laga itu disorot karena memicu keributan antarpemain.

Tendang Wajah Pemain Persiraja, Syaiful Indra Cahya Minta Maaf

Situasinya pun tak jauh berbeda, yakni diawali dengan perebutan bola. Dalam tayangan yang beredar di media sosial, Zulham tampak agresif mengambil bola hingga menekel dua pemain Persiraja sekaligus. Keributan pun tak terelakkan karena pemain sama-sama tersulut emosi.

“Yang saya sayangkan itu dua-duanya timnas. Yang saya minta pelatih timnas untuk evaluasi buat dua pemain itu. Seleksi pemain timnas harus lebih ketat, moralnya harus dijaga,” tutup dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Syaiful Indra Cahya dan Zulham Zamrun Dipulangkan AHHA PS Pati FC

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Manajemen AHHA PS Pati FC akhirnya bersikap keras dengan memulangkan Syaiful Indra Cahya dan Zulham Zamrun. Mereka pun meminta maaf kepada pihak Persiraja Banda Aceh karena kejadian tak mengenakkan sebelumnya.

Seperti diketahui, nama dua pemain itu memang menjadi sorotan dalam dua hari terakhir ini. Pertama Syaiful Indra yang dicorot karena kelakuannya melancarkan tendangan kung fu ke arah wajah pemain Persiraja Banda Aceh, Muhammad Nadhiif.

Tendang Wajah Pemain Persiraja, Syaiful Indra Cahya Minta Maaf

Lalu nama Zulham pun ikut terbawa karena memicu keributan antarpemain. Dua kejadian dari dua pemain berbeda itu jelas sangat disayangkan. Terlebih kedua tim cuma melakukan pertandingan persahabatan saja.

“Untuk nama-nama pemain tersebut (Syaiful Indra Cahya dan Zulham Zamrun) kami pulangkan dari pemusatan latihan di Jakarta, karena melakukan hal yang tak pantas dicontoh pada pertandingan persahabatan melawan Persiraja,” kata COO AHHA PS Pati, Divo Sashendra, Selasa (7/9/2021).

Kasih Keras! Syaiful Indra Cahya dan Zulham Zamrun Dipulangkan AHHA PS Pati FC

Dia menjelaskan, ini menjadi bukti tindakan tegas manajemen agar tidak terulang lagi di kemudian hari. “Benar-benar jadi pelajaran untuk pemain agar lebih dapat menjunjung tinggi nilai respek,” sambung dia.

AHHA PS PATI FC Minta Maaf atas Kelakuan Zulham Zamrun dan Syaiful Indra Cahya

Sebagai bentuk tanggung jawab atas insiden itu, manajer AHHA PS Pati, Doni Setiabudi bersama Syaiful Indra menemui manajemen dan pemain Persiraja. Manajemen AHHA PS Pati diterima oleh Sekretaris tim Persiraja, Rahmat Djailani dan pemain M Nadhif di sebuah hotel di kawasan Tangerang.

“Chairman, official dan manajemen tim AHHA PS Pati dari hati terdalam dengan ini memohon maaf kepada pemain, manajemen Persiraja dan tentunya pada masyarakat Indonesia,” ucap Doni Setiabudi atau akrab disapa Jalu.

Kasih Keras! Syaiful Indra Cahya dan Zulham Zamrun Dipulangkan AHHA PS Pati FC

Diakuinya, apa yang diperlihatkan adalah harus diakui memang tidak patut untuk dicontoh yang dilakukan pemannya. Dia menambahkan, Uji coba lawan Persiraja ini memberikan pengalaman dan pelajaran penting untuk timnya.

“Bahwa respek kepada lawan adalah jauh lebih penting nilainya dibandingkan dengan sebuah kemenangan,” tegas Jalu. Dia berharap, semoga pengalaman ini dapat membuat AHHA PS Pati lebih dewasa dan dapat makin lebih menjunjung tinggi apa yang disebut dengan respek,” tutup dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Lancarkan Tendangan Kung Fu ke Wajah Pemain Persiraja, Syaiful Indra Cahya Minta Maaf

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Pertandingan uji coba antara Persiraja Banda Aceh vs AHHA PS Pati FC, Senin (6/9/2021) diwarnai sejumlah kejadian. Salah satu yang disorot ialah tendangan Syaiful Indra Cahya ke arah wajah pemain Persiraja, Muhammad Nadhiif.

Nama mantan pemain Arema FC itu memang belakangan disorot oleh suporter di media sosial. Sebab, video aksinya melancarkan tendangan keras ke arah wajah Nadhiif jadi sorotan.

Dalam tayangan ulang, kedua pemain awalnya terlibat dalam momen perebutan bola. Namun ketika berebut, Syaiful tampak mengangkat kakinya terlalu tinggi sehingga menghantam wajah Nadhiif.

Tendang Wajah Pemain Persiraja, Syaiful Indra Cahya Minta Maaf

Usai laga, Syaiful Indra Cahya pun meminta maaf kepada Nadhiff atas kejadian tersebut. Dia pun menanyakan soal kondisi pemain Persiraja itu.

“Assalamualaikum Nadhiff, maaf ya kejadian tadi. Gapapa kan? Satu kali atas nama pribadi, abang minta maaf yaa. Sukses selalu di Persiraja,” tulis Syaiful dalam unggahan Instagram story-nya.

Tendang Wajah Pemain Persiraja, Syaiful Indra Cahya Minta Maaf

“Walaikumsalam bang Indra. Iyaa bang gapapap udah mendingan. Aamiin ya Allah, sukses jugabuat bang Indra di tim AHHAnya,” jawab Nadhiff.

Bukan Cuma Insiden Syaiful Indra Cahya

Pertandingan uji coba itu sejatinya bukan cuma disorot karena aksi Syaiful Indra. Sebab, ada jua keributan yang terjadi antara Zulham Zamrun dengan salah satu pemain Persiraja.

Tendang Wajah Pemain Persiraja, Syaiful Indra Cahya Minta Maaf

Situasinya pun tak jauh berbeda, yakni diawali dengan perebutan bola. Dalam tayangan yang beredar di media sosial, awalnya Zulham melancarkan tekel berniat mengambil bola tapi terkena kaki pemain Persiraja. Keributan pun tak terelakkan karena kedua pemain sama-sama tersulut emosi.

Pertandingan uji coba itu sendiri dimenangkan oleh AHHA PS Pati FC dengan skor 3-0 atas Persiraja. Gol diciptakan oleh Rikza Syahwali, M Iqbal, dan Ari Hermawan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Bhayangkara FC vs Persiraja: Brace King Eze Kalahkan Laskar Rencong

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Bhayangkara FC vs Persiraja di pekan pertama Liga 1 2021 yang berlangsung di Indomilk Arena, Tangerang, Minggu (29/8/2021) berakhir dengan skor 2-1 . Pada laga ini, striker Bhayangkara, Ezechiel N’Douassel cetak dua gol alias brace.

Pada babak pertama, Bhayangkara FC langsungg menekan lini belakang Persiraja. Hasilnya pada menit ke-8, King Eze mencetak gol pertama The Guardians. Gol Eze memanfaatkan umpan sundulan Renan Silva.

Bhayangkara FC vs Persiraja

Tertinggal satu gol, Laskar Rencong berupaya untuk bisa menyamakan kedudukan. Setelah beberapa kali mencoba, menit ke-32, Persiraja mampu menyamakan kedudukan lewat sundulan Paulo Henrique.

Namun skor imbang tak bertahan lama setelah King Eze mencetak gol keduanya lewat eksekusi penalti pada masa injury time babak pertama. Babak pertama Bhayangkara FC vs Persiraja pun berakhir dengan skor 2-1.

Bhayangkara FC vs Persiraja Babak Kedua

Bhayangkara FC vs Persiraja
ligaindonesiabaru.com

Pada babak kedua, anak asuh Hendri Susilo terus berupaya untuk bisa menyamakan kedudukan namun sejumlah peluang yang tercipta tak mampu untuk membobol gawang Awan Setho.

Hingga akhir babak kedua, skor 2-1 tak berubah. Pertandingan pekan pertama Liga 1 2021 antara Bhayangkara FC vs Persiraja berakhir dengan skor 2-1.

Bhayangkara FC vs Persiraja

Susunan pemain kedua tim:

Bhayangkara FC: Awan Setho Raharjo, Wahyu Subo Seto, Jajang Mulyana, Hansamu Yama, Muhammad Rochman, Muhammad Hargianto, Lee Yoo-joon, Renan da Silva, Sani Rizki, Ezechiel N’Douassel, Dendy Sulistyawan

Kartu kuning: Jajang Mulyana, Hansamu Yama, Muhammad Rochman, Muhammad Hargianto

Pelatih: Paul Munster

Persiraja: Fakhrurrazi Quba, Defri Rizki, Hamdan Zamzani, Léo Lelis, Muhammad Rifaldi, Vanja Marković, Ramadhan, Mukhlis Nakata, Eeng Supriyadi, Paulo Henrique, Muhammad Isa

Kartu kuning: Paulo Henrique

Pelatih: Hendri Susilo

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Bos Persiraja: Terima Kasih Banyak, PSSI dan PT LIB!

gamespool
Bos Persiraja: Terima Kasih Banyak, PSSI dan PT LIB! 51

Football5star.com, Indonesia – Presiden Persiraja Banda Aceh, Nazaruddin Dek Gam, tidak bisa menyembunyikan kegembiraannya setelah PSSI dan PT LIB memastikan nasib Liga 1. Ia pun menjamin Laskar Rencong bakal memulai persiapannya pada Jumat (6/8) mendatang.

PT LIB dan PSSI awalnya merencanakan kompetisi bisa digulirkan akhir Juli setelah penundaan 9 Juli. Namun, mereka merevisi pernyataannya dan menyebut liga akan berputar pada pertengahan tengah Agustus mendatang.

Kini, setelah ada penurunan angka covid-19, terutama di Pulau Jawa dan Bali, PSSI dan PT LIB melihat saatnya kompetisi musim 2021-2022 untuk dilakasanakan. Keduanya memastikan Liga 1 bakal dijalankan pada 20 Agustus 2021.

“Terima kasih saya ucapkan kepada kepolisian, Satgas Covid, PSSI dan PT LIB yang sudah berusaha untuk segera menggulirkan Liga 1 ini.,” ujar Nazaruddin Dek Gam dikutip Football5star dari laman resmi klub.

“Persiraja sendiri sudah siap dan insya Allah kita akan mulai latihan dan persiapan Jumat lusa,” sambung pria berumur 42 tahun itu.

Lebih lanjut, Nazaruddin mengatakan bahwa manajemen Persiraja sudah memanggil seluruh pemain agar dapat mengikuti persiapan di Banda Aceh. Ia pun membuka peluang untuk membawa Laskar Rencong ke Jakarta beberapa hari sebelum kompetisi digelar.

“Semua pemain dan pelatih yang sedang di luar Aceh, besok kita sudah panggil kembali ke Banda Aceh. Kita akan latihan di sini. Jelang pertandingan perdana nanti, kita ke Jakarta dan mungkin ujicoba di sana sebelum laga resmi,” tuntasnya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Ogah Mudik ke Jepang, Shori Murata Kagum dengan Kenyamanan Aceh

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Pemain anyar Persiraja Banda Aceh, Shori Murata, mengaku ogah mudik ke Jepang dan memilih bertahan bersama klubnya. Dia bahkan mengaku mulai kagum dengan kehangatan dan kenyamanan Aceh.

Seperti diketahui, belakangan pemerintah Jepang memang mengimbau warga negaranya untuk meninggalkan Indonesia akibat tingginya kasus Covid-19. Sejumlah pemain asal Negeri Matahari Terbit yang berkompetisi di Indonesia pun diminta kembali ke negaranya.

Akan tetapi, pemain asing Persiraja itu mengaku saat ini lebih memilih bertahan di Aceh. Terlebih, sampai saat ini kondisi Aceh dan sekitarnya masih tak terlalu parah terdampak Covid-19.

Profil 3 Pemain Asing yang Baru Diresmikan Persiraja Banda Aceh Ogah Mudik ke Jepang, Shori Murata Kagum dengan Kenyamanan Aceh

“Saya tidak punya alasan untuk kembali ke Jepang saat ini. Karena di Aceh mungkin berbeda dengan di Jakarta atau Bali saat ini, di sini (Aceh) tidak terlalu berpengaruh dengan virus,” kata Shori Murata dalam laman resmi Liga Indonesia Baru.

“Saya mau menikmati Aceh dulu, dan juga latihan ringan sementara waktu karena tim belum memulai latihan kembali, masih libur Idul Adha,” sambung Shori.

Menurutnya, kenyamanan juga menjadi alasan buat Shori Murata bertahan di Aceh. Menurutnya kota itu sagat aman dan nyaman sejauh ini baginya.

“Aceh sangat aman dan nyaman. Saya juga tidak mau keluar dari Aceh, karena masih sangat berbahaya dengan virus di luar sana. Itu alasan saya tidak pulang meski sudah libur,” tutup dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Persiraja vs PSMS, Ricuh Antarpemain Hingga Dihentikan Paksa

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Partai Persiraja Banda Aceh vs PSMS Medan yang sejatinya merupakan laga uji coba dipenuhi dengan sejumlah peristiwa. Dalam pertandingan di Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, Minggu (28/6/2021) sempat ada kericuhan antarpemain bahkan laga sampai dihentikan paksa.

Sebenarnya, pertandingan uji coba Persiraja vs PSMS itu awal-awal berjalan sesuai rencana. Namun tepat menit ke-32, ketegangan antara pemain Persiraja dan PSMS mulai terjadi. Berawal dari aksi pemain Persiraja, Defri Rizky mencoba merebut bola dari kaki gelandang PSMS, Rachmat Hidayat.

Namun demikian, Defri terlihat mengambil bola dengan cara yang lumayan keras. Hal itu tak diterima oleh Rachmat yang langsung menyulut perselisihan di dalam lapangan. Wasit pun mengeluarkan kartu merah kepada kedua pemain tersebut.

Persiraja vs PSMS, Ricuh Antarpemain Hingga Dihentikan Paksa

Bahkan, salah satu pemain PSMS Medan, Ilham Fathoni sampai harus dilarikan ke rumah sakit. Dia terjatuh akibat berbenturan dengan Redi Rismawan dan sempat diberi bantuan oksigen.

Pertandingan Persiraja vs PSMS tak cuma disorot karena pertikaian antarpemain. Sebab, penonton yang hadir di dalam stadion ternyata membludak. Sekum Persiraja, Rahmat Djailani, menjelaskan pertandingan dihentikan bukan karena keributan antarpemain, tapi akibat membludaknya suporter.

“Pertandingan harus kami hentikan pada babak kedua mengingat tiba-tiba membludaknya penonton. Sebenarnya, kami tetap patuhi peraturan pemerintan dengan tanpa penonton. Akhirnya pertandingan Persiraja vs PSMS dihentikan daripada kami bermasalah,” ujar Rahmat Djailani dikutip Antara.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Persiraja Banda Aceh Keberatan dengan Syarat Pelatih di Liga 1 2021-22

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Persiraja Banda Aceh mengaku keberatan dengan syarat minimal lisensi pelatih yang menangani klub di Liga 1 2021-22. Mereka saat ini sudah mengirim surat kepada PT Liga Indonesia Baru (LIB) terkait hal tersebut.

Seperti diketahui, sebelumnya PT LIB memang mengonfirmasi kalau syarat minimal pelatih yang menakhodai tim di Liga 1 2021-22 harus punya lisensi AFC A Pro. Sebenarnya, regulasi tersebut sudah ingin diterapkan oleh PT LIB dan PSSI sedari Liga 1 2020.

Nah, hal itulah yang bikin Persiraja Banda Aceh keberatan. Sebab, pelatihnya saat ini, Hendri Susilo, cuma memiliki lisensi A AFC. Mau tak mau, kalau aturan itu tetap diterapkan, Persiraja harus cari pelatih. Namun, manajemen tim berjuluk Laskar Rencong itu memiliki alasan.

Pelatih Persiraja Banda Aceh Hendri Susilo - ligaindonesiabaru.com

Terlebih, Hendri Susilo juga sudah berusaha menaikkan level lisensi kepelatihannya menjadi AFC A Pro. Namun akibat pandemi Covid-19, program tersebut terpaksa ditunda. Maka dari itu, Persiraja meminta ada keringanan dari PT LIB.

“Menurut kami itu (penerapan lisensi pelatih) tidak ideal kalau tahun ini langsung diberlakukan A Pro. Jadi, kami akan menyurati PT LI untuk melakukan pertimbangan soal itu,” ungkap sekretaris Persiraja Banda Aceh, Rahmad Djailani, saat dihubungi oleh awak media.

Saat ini, Persiraja sendiri terus menggelar persiapan menatap Liga 1 2021-22. Mereka dijadwalkan akan menghadapi Bhayangkara FC pada pekan pembuka yang dihelat di Stadion Patriot, Minggu (11/7/2021).

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Pemain Asing Sudah Lengkap, Persiraja Siap Tempur di Liga 1

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Persiraja Banda Aceh akan kembali kedatangan pemain asing. Kali ini penggawa asing yang didatangkan berasal dari Brasil, yakni Paulo Henrique.

Saat ini Paulo Henrique sudah tiba di Banda Aceh. Dia akan diperkenalkan dalam beberapa hari ke depan oleh Persiraja.

Dengan datangnya pemain asal Brasil, kuota penggawa asing di klub berjuluk Lantak Laju sudah lengkap. Hal ini pun membuat presiden klub, Nazaruddin Dek Gam, puas dan siap tempur untuk mengarungi Liga 1 Juli mendatang.

Persiraja Banda Aceh - pemain asing - @persiraja_official 2
instagram.com/persiraja_official

“Tiga pemain asing sudah tiba, hari ini Henrique juga sudah berada di Banda Aceh. Artinya semua pemain asing kami sudah lengkap. Kami sudah siap untuk bertarung di Liga 1 musim ini,” ucap Nazaruddin Dek Gam di laman resmi klub, Selasa (15/6/2021).

Dengan waktu persiapan kurang lebih sebulan lagi, pria yang juga berstatus Anggota DPR RI ini berharap sang striker bisa cepat beradaptasi. Apalagi dia diplot sebagai juru gedor utama.

“Semoga Paulo Henrique cepat beradaptasi dengan Persiraja dan tampil tajam di kompetisi ini. kontribusinya sangat kami harapkan untuk lini depan tim,” ia menambahkan.

Sebelumnya klub asal Banda Aceh telah meresmikan tiga penggawa asing. Mereka adalah Shori Murata dari Jepang, Leonardo Lelis asal Brasil, dan gelandang Serbia, Vanja Markovic.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Profil Mengilap 3 Pemain Asing yang Baru Diresmikan Persiraja Banda Aceh

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Persiraja Banda Aceh baru saja resmi mengumumkan sudah mengikat kontrak tiga pemain asingnya untuk mengarungi kompetisi Liga 1 musim 2021-2022. Ketiga pemain itu ialah Shori Murata (27 tahun), Leonardo Lelis (27 tahun) dan Vanja Markovic.

Menarik memang menantikan aksi ketiga pemain rekrutan Persiraja itu. Sebab, ketiganya belum pernah sekalipun merumput di Indonesia. Murata, Lelis, dan Markovic, disebut sudah bergabung dengan latihan tim Persiraja.

Presiden Persiraja Banda Aceh, Nazaruddin Dek Gam mengatakan, kehadiran ketiga pemain asing tersebut merupakan komitmen tim. Dia ingin mengembalikan marwah sepak bola Aceh.

“Kehadiran tiga pemain asing ini dan sudah tandatangan kontrak, merupakan komitmen manajemen, dalam rangka menjaga kualitas tim dan marwah sepak bola Aceh,” kata Dek Gam, Selasa (8/6).

“Insyaallah Persiraja, akan tampil sebaik mungkin di kompetisi musim ini dan menyelesaikan musim kompetisi dengan baik,” sambung dia.

Sepak Terjang 3 Rekrutan Persiraja Banda Aceh

Tentu, para pendukung Persiraja Banda Aceh penasaran soal sepak terjang 3 rekrutan anyar timnya itu. Seperti apa? Football5Star.com coba merangkumnya singkat:

Profil 3 Pemain Asing yang Baru Diresmikan Persiraja Banda Aceh

Nama pertama ialah Shori Morata. Sebelum gabung Persiraja, gelandang asal Jepang itu melanglangbuana di berbagai klub Asia. Ini memang kali pertamanya gabung klub Indonesia. Namun, Asia Tenggara bukan tempat asing baginya.

Pemain 27 tahun itu pernah membela Yangon United dan Lao Toyota. Dia sempat membela Yangon United pada ajang AFC Cup dengan tampil tiga pertandingan. Total, dia mencetak dua gol dalam 10 laga bersama klub Myanmar itu.

Lalu Leonardo Silva Lelis, seorang bek setinggi 189 centimeter. Dia juga berpengalaman di berbagai klub Brasil, dari mulai Fluminense, Paulista, hingga Coimbra-MG. Sebelum memutuskan ke Persiraja Banda Aceh, bek 27 tahun itu memperkuat klub Latvia, Valmiera.

Profil 3 Pemain Asing yang Baru Diresmikan Persiraja Banda Aceh

Bersama Valmiera, Lelis terbilang tampil cukup mengesankan. Dia tampil dalam 28 pertandingan dan sukses mencetak tiga gol. Dia pun disiplin lantaran belum pernah sekalipun dikartumerah di Latvia.

Profil 3 Pemain Asing yang Baru Diresmikan Persiraja Banda Aceh

Terakhir ialah Vanja Markovic. Markovic berposisi sebagai gelandang dan sempat tercatat sebagai pemain klub Serbia, Sloboda Tuzla sebelum bergabung Persiraja Banda Aceh.

Penampilan terbaiknya saat membela klub Polandia, Korona Kielce. Dia tampil selama 70 pertandingan dan mengemas tiga gol serta dua assist. Markovic pernah mentas dalam laga Kualifikasi Liga Europa bersama Varda Skopje, pada 2017 lalu. Dia pernah dua kali melawan Real Sociedad hingga Zenit St Petersburg.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Persiraja Sebut Masyarakat Aceh Tenang Soal Banyak Pemain Utama Cabut

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Persiraja Banda Aceh menyebut suporternya sama sekali tak khawatir soal banyak pemain utama yang cabut. Sebab, hal ini bukan pertama kali menimpa mereka ditinggal banyak pemain utama.

Seperti diketahui, Persiraja Banda Aceh memang ditinggal banyak pilar utamanya menjelang musim 2021. Bahkan setidaknya ada tujuh nama sekaligus yang angkat kaki dari tim berjuluk Laskar Rencong tersebut, seperti Assanur Rijal, Ganjar Mukti, hingga Fery Komul.

Banyak yang menyebut suporter tim berjuluk Laskar Rencong itu sempat khawatir soal banyaknya pemain utama yang pergi. Apalagi Assanur Rijal yang menjadi top skorer pada Piala Menpora 2021.

nazaruddin dek gam-persiraja Persiraja Sebut Masyarakat Aceh Tenang Soal Banyak Pemain Utama Cabut

“Oh tidak ada. Pengalaman gini pernah kami rasakan di Liga 2 2018 dan saat itu gencar gencarnya ke Aceh United. Hampir 60 persen mereka ke sana. Ternyata mereka tidak mampu bertahan,” kata bos Persiraja, Nazaruddin Dek Gam, kepada awak media.

“Tsunami seperti ini biasa buat kami. Jadi kami tidak khawatir. Banyak talenta lokal yang mumpuni dan Insyaallah mereka siap bersama kami,” sambung dia.

Nazaruddin juga membantah manajemen Persiraja panik karena kepergian banyak pemain utama dan Liga 1 tetap menerapkan degradasi. Bahkan, mereka tetap menargetkan finis di urutan kelima.

“Panik sih enggak tapi kebetulan sesuai dengan keputusan. Ya kami sudah menyiapkan rencana-rencana lainnya pasti. Saya ingin mendatangkan pemain pemain berkualitas. Hal itu untuk memenuhi target kita finis di lima besar” tutup Nazaruddin Dek Gam.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Disebut Panik Liga 1 Ada Degradasi, Bos Persiraja Merespons

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Bos Persiraja Banda Aceh, Nazaruddin Dek Gam, buka suara usai disebut panik Liga 1 2021-2022 tetap menerapkan degradasi. Dia mengaku memang sudah memiliki banyak opsi menatap musim baru.

Seperti diketahui, Persiraja Banda Aceh memang ditinggal banyak pilar utamanya menjelang Liga 1 2021-2022. Bahkan setidaknya ada tujuh nama sekaligus yang angkat kaki dari tim berjuluk Laskar Rencong tersebut, seperti Assanur Rijal, Ganjar Mukti, hingga Fery Komul.

Tadinya, manajemen klub berjuluk Laskar Rencong itu santai. Hal itu karena Liga 1 2021-2022 sempat diklaim tak akan ada degradasi. Namun, setelah PSSI memastikan kompetisi tetap menerapkan promosi dan degradasi, mereka langsung bergegas.

Wajah Baru Persiraja Banda Aceh, 70 Persen Penggawa Anyar Disebut Panik Liga 1 Ada Degradasi, Bos Persiraja Merespons
Dok. Antara

“Sesuai dengan keputusan pssi kemarin bahwa kompetisi tetap ada degradasi, maka saya sebagai presiden Persiraja ingin mendatangkan pemain pemain berkualitas. Hal itu untuk memenuhi target kita finish di lima besar,” ungkap Nazaruddin kepada awak media di Jakarta.

“Kalau kemarin PSSI memutuskan tidak ada degradasi, saya santai saja. Tapi sekarang sudah tegas dan saya harus menyiapkan tim sebaik mungkin,” sambung dia.

Nazaruddin membantah ketegasannya itu merupakan sebuah kepanikan. Apalagi, Persiraja Banda Aceh ditinggal sejumlah pilar utamanya menjelang musim baru dimulai.

“Panik sih enggak tapi kebetulan sesuai dengan keputusan. Ya kami sudah menyiapkan rencana-rencana lainnya pasti,” tutup Nazaruddin Dek Gam.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Nostalgia Hari Ini: Kiper PSAP Dihukum Berat Akibat Kematian Akli Fairuz

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Komdis PSSI bertindak tegas dan mengeluarkan hukuman berat pada kiper PSAP Sigli, Agus Rochman, 31 Mei 2014. Agus dijatuhi hukuman larangan bermain sepak bola selama setahun akibat kematian pemain Persiraja Banda Aceh, Akli Fairuz.

Ketua Komdis PSSI kala itu, Hinca Pandjaitan, menyebut hukuman yang diterima oleh Agus sudah dalam proses penyidikan. Pihaknya juga sudah memanggil sejumlah pihak, termasuk pengawas pertandingan terkait kejadian tabrakan Agus dengan Akli.

“Komdis putuskan Agus Rochman larangan bermain bola setahun penuh. Bahwa dia tidak boleh membahayakan orang lain. Kami rasa hukuman satu tahun cukup buat dia,” ujar Hinca, usai sidang Komdis PSSI, 31 Mei.

Dalam sidang pertama terkait insiden kiper PSAP dengan Agus Rochman sudah dijelaskan terkait fakta-fakta yang ada. Kejadiannya, kata Hinca, bermula dari bola muntah. Kedua pemain itu sama-sama mengejar.

Nostalgia Hari Ini: Kiper PSAP Dihukum Berat Akibat Kematian Akli Fairuz
Dok. Tribunnews.com

“Pada saat lompatan kedua, wasit sudah memutuskan offside, tapi pemain tetap berlari. Itu sudah jelas bahwa Agus melakukan tingkah laku buruk. Kiper bukan angkat kaki tinggi, tapi jatuhkan badan dan tangan blok bola. Technical foul jelas itu, tingkah laku buruk tercederainya pemain lawan (Akli Fairuz). Ini harus dihukum,” papar dia.

Tak cuma itu, Komdis PSSI juga menghukum PT Liga Indonesia. Sebab, sebagai operator, PT LI dinilai lalai dalam menegakkan regulasi kompetisi.

“Kami juga menghukum PT LI untuk segera menegakkan menindaklanjuti regulasi tentang liga, khususnya medis. Termasuk semua klub ISL dan DU, mematuhi regulasi dari dokter dan itu tugas liga,” ujar Hinca.

Akli Fairuz Menderita Robek Usus

Insiden yang melibatkan Akli Fairuz dengan kiper PSAP sendiri terjadi pada 10 Mei 2014. Dalam partai di Stadion H Dimurthala, Lampineung, Banda Aceh, itu Persiraja menang tipis 1-0 atas PSAP Sigli.

Namun demikian, kemenangan Persiraja harus dibayar sangat mahal setelah cedera parahnya Akli. Dalam satu momen perebutan bola, Akli berusaha memenangkan duel. Namun, Agus Rochman mengangkat kakinya terlalu tinggi.

Akibat insiden itu, usus Akli dinyatakan robek dan mengalami kebocoran. Ironisnya, Akli tak langsung dibawa ke rumah sakit dan sempat menahan rasa sakitnya di bangku cadangan.

Pada malam harinya, Akli baru dilarikan ke Rumah Sakit Umum Zainal Abidin, Banda Aceh. Dia sempat dirawat selama enam hari, sebelum menghembuskan napas terakhirnya 16 Mei 2014.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Wajah Baru Persiraja Banda Aceh, 70 Persen Penggawa Anyar

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Persiraja Banda Aceh akhirnya kembali berlatih untuk mempersiapkan Liga 1 2021. Namun, skuat mereka mengalami banyak perubahan, bahkan 70 persennya diisi penggawa anyar.

Seperti diketahui, Persiraja memang ditinggal banyak pilar utamanya menjelang musim 2021. Bahkan setidaknya ada tujuh nama sekaligus yang angkat kaki dari tim berjuluk Laskar Rencong tersebut, seperti Assanur Rijal, Ganjar Mukti, hingga Fery Komul.

Hal inilah yang bikin manajemen Persiraja tampaknya harus mempersiapkan timnya lagi dari awal. Dalam latihan di Stadion Dimurthala Banda Aceh, sudah ada 20 pemain yang berlatih bersama Persiraja. Namun, 70 persen di antaranya ialah muka baru.

Wajah Baru Persiraja Banda Aceh, 70 Persen Penggawa Anyar
Dok. Antara

“Untuk musim ini, hanya ada sembilan pemain lama yang dipertahankan. Sedangkan yang lain, mereka muka baru. Ada yang dari klub Liga 1 dan beberapa pemain muda lokal,” kata sekretaris umum Persiraja Banda Aceh, Rahmat Djailani, dikutip dari Antara.

Meski begitu, Persiraja jelas tak mau membeli kucing dalam karung. Mereka akan tetap melakukan seleksi kepada pemain yang sudah latihan itu, sebelum mengganjarnyua dengan kontrak.

Hal itu, kata Rahmat, sudah dikoordinasikan oleh pelatih Hendri Susilo. Nantinya, akan ada juga pemain dari Persiraja U-20 yang akan dilihat kemampuannya.

“Tim pelatih meminta waktu seminggu untuk menentukan siapa saja dari pemain-pemain muda tersebut yang akan masuk skuat Persiraja untuk Liga 1 2021 yang rencananya digelar sebulan ke depan,” tutup dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Miftahul Hamdi, Pemain Ketujuh Persiraja yang Pindah ke Persis

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Persis Solo kian beraroma Persiraja Banda Aceh. Bagaimana tidak, klub Liga 2 itu kini telah mendatangkan tujuh pemain dari klub Liga 1 tersebut.

Paling baru, Persis Solo meresmikan pemain berposisi winger, Miftahul Hamdi. Ia dikontrak untuk mengarungi Liga 2 musim 2021-2022.

Bergabung ke klub berjuluk Laskar Sambernyawa, Hamdi akan bereuni dengan pelatihnya di Bali United, Eko Purdjianto, yang beberapa waktu lalu ditunjuk sebagai nakhoda baru.

Sang winger memang sudah didekati klub asal Solo itu sejak sepekan terakhir. Dia pun mantap memilih bergabung setelah ditelepon langsung oleh Eko Purdjianto.

Miftahul Hamdi sekaligus jadi pemain ketujuh Persiraja yang direkrut Persis. Bintang Lantak Laju pertama yang digaet klub milik Kaesang Pangarep itu adalah top skorer Piala Menpora, Achsanul Rijal.

Setelah itu menyusul nama-nama lain seperti Ganjar Mukti, Asep Budi Santoso, Eriyanto, Zamrony, hingga kapten Persiraja, Fery Komul. Para pemain ini meninggalkan klub asal Banda Aceh setelah kontraknya habis usai Piala Menpora lalu.

Adapun Persis, sejak diambil alih Kaesang Pangarep langsung berbenah untuk menyambut Liga 2. Selain tujuh pemain asal Persiraja, mereka juga mendatangkan nama-nama beken lainnya.

Ada Zikri Akbar, Agus Nova, serta Delvin Rumbino. Sedangkan untuk lini depan mereka kedatangan dua bomber top yang kenyang pengalaman seperti Beto Goncalves dan Marinus Manewar.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Lepas 7 Pemain Utama, Begini Alasan Presiden Persiraja

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Satu persatu pemain meninggalkan Persiraja Banda Aceh. Celakanya, tujuh pemain itu merupakan andalan Hendri Susilo di starting 11.

Tujuh pemain yang dipastikan pergi adalah Achsanul Rijal, Zamrony, Miftahul Hamdi, Tri Rahmad Priadi, Ganjar Mukti, Eriyanto, serta kapten tim, Fery Komul. Kepergian mereka rupanya sudah tertuang dalam kontrak yang diajukan sebelumnya.

Presiden Persiraja, Nazaruddin Dek Gam, mengungkapkan bahwa pemain-pemain tersebut memang dikontrak hanya untuk Piala Menpora 2021. Dia belum berani menyodorkan kontrak jangka panjang karena tidak pastinya nasib Liga 1 2021.

Persiraja Banda Aceh - PSSI - Liga 1 2020 - Nazaruddin dek Gam - @persiraja_official 2
@persiraja_official

“Masalahnya kami memang sengaja belum mengikat kontrak pemain karena PT LIB belum memutuskan tanggal berapa liga dimulai,” ujar Nazaruddin Dek Gam seperti dikutip Football5star dari laman resmi klub.

“Jika jadwal liga sudah keluar dan izin sudah pasti didapat, maka besoknya kami akan urus kontrak para pemain,” sambung politis PAN ini.

Kick off Liga 1 2021 memang belum ditetapkan. Ketum PSSI, Mochamad Iriawan, sebelumnya sempat memprediksi liga akan bergulir 3 Juli mendatang. Akan tetapi, itu pun belum bisa dipastikan karena kepolisian dan pihak terkait lainnya masih akan mengevaluasi pelaksaan Piala Menpora.

Ketidakpastian ini pula yang membuat Persiraja enggan gegabah. Apalagi dengan pembatalan Liga 1 September lalu, tim sudah mengalami kerugian besar ketika membiayai kepulangan legiun asingnya seperti Vanderlei Francisco, Bruno Dybal, Adam Mitter, dan Samir Ayass.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Persiraja Sebenarnya Sudah Tawarkan Gaji Menggiurkan buat Assanur Rijal Torres

Persiraja Sebenarnya Sudah Tawarkan Gaji Menggiurkan buat Assanur Rijal Torres 89

Football5Star.com, Indonesia – Persiraja Banda Aceh mengaku sebenarnya sudah memberikan penawaran gaji menggiurkan buat Assanur Rijal Torres. Namun, mereka tak bisa menahan keinginan Rijal Torres untuk hijrah ke Persis Solo.

Seperti diketahui, top skorer sementara Piala Menpora 2021 itu memang dikonfirmasi bakalan hijrah ke Persis. Padahal, Rijal Torres menjadi salah satu pemain lokal mengilap di Piala Menpora buat Persiraja. Dia sukses melesakkan total mencetak empat gol hanya dalam tiga pertandingan di Grup D saja.

Bahkan, seluruh gol Persiraja Banda Aceh di Piala Menpora dikemas oleh Assanur Rijal Torres. Untuk menahan kepergian Rijal Torres, manajemen klub berjuluk Laskar Rencong itu sempat memberikan tawaran gaji menggiurkan.

Assanur Rijal Torres Persiraja Banda Aceh - Ligaindonesiabarucom

“Kami sebenarnya sudah beri tawaran baru dan bisa dibilang terbaik buat Assanur Rijal Torres. Ya tapi apa boleh buat, dia lebih memilih Persis,” kata Sekretaris Umum (Sekum) Persiraja Banda Aceh, Rahmat Djailani, saat dihubungi Football5Star.com.

Ketika disinggung soal nominal gaji dalam kontrak baru Rijal Torres, Rahmat enggan membeberkannya. Intinya, kata dia, gaji striker berusia 25 tahun itu naik dengan nilai yang lumayan.

“Ya pasti kami memberikan gaji lebih tinggi buat Rijal dari sebelumnya. Sudah kami naikkan dari kontrak sebelumnya. Namun ya dia memilih Persis,” pungkas Rahmat.

Kepergian Rijal ke Persis sebelumnya dikonfirmasi oleh CEO Persiraja, Nazaruddin Dek Gam. Dia bilang kalau Rijal Torres memang sudah datang langsung minta izin pergi ke Persis.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Top Skorer Piala Menpora, Assanur Rijal, Dibajak Persis Solo

Top Skorer Piala Menpora, Assanur Rijal, Dibajak Persis Solo 93

Football5Star.com, Indonesia – Top skorer sementara Piala Menpora 2021, Assanur Rijal Torres, dikonfirmasi dibajak oleh Persis Solo dari Persiraja Banda Aceh. Hal itu diakui sendiri oleh CEO Persiraja, Nazaruddin Dek Gam.

Sebenarnya, Rijal menjadi salah satu pemain lokal mengilap di Piala Menpora buat Persiraja. Dia sukses melesakkan total mencetak empat gol hanya dalam tiga pertandingan di Grup D saja.

Bahkan, seluruh gol Persiraja Banda Aceh di Piala Menpora dikemas oleh Assanur Rijal. Namun, Persiraja justru secara mengejutkan rela kehilangan Rijal. Sang pemain dikonfirmasi tengah menuju Persis Solo. Kepergiannya ke Persis pun sudah mendapatkan restu Nazaruddin.

Assanur Rijal - Persiraja - Bali United - Teco - bola. com 2

“Benar, manajemen Persiraja melepas Rijal ke Persis Solo dan dia telah meminta izin kepada saya. Saya pun mengizinkannya,” ungkap Nazaruddin Dek Gam dikutip dari Serambi News.

“Saya selaku Presiden Persiraja mendoakan agar Assanur Rijal semakin sukses, semakin berjaya dalam dunia sepak bola. Semoga dia selalu membanggakan masyarakat Aceh umumnya, dengan prestasi-prestasi yang diperoleh,” sambung dia.

Sebenarnya, Persiraja Banda Aceh sangat berat kehilangan Rijal. Namun apa boleh buat, Rijal sendiri yang meminta untuk hijrah ke Persis Solo. Manajemen pun tak bisa menahan kepergian striker yang sudah memperkuat Persiraja sejak 2019 itu ke Persis. “Kami tidak bisa menahan pemain untuk tetap bersama Persiraja karena Liga belum ada kejelasan,” pungkas dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Pelatih Persiraja Minta Torres Jangan Sombong

Pelatih Persiraja Minta Torres Jangan Sombong 98

Football5star.com IndonesiaAssanur Rijal, atau yangg karib pula disapa Rijal Torres, mencetak 4 gol untuk Persiraja Banda Aceh di Piala Menpora 2021. Pelatih Persiraja, Hendri Susilo, meminta Torres untuk jangan sombong dan tetap rendah hati meski namanya mulai dikenal berkat prestasi itu.

Sebelumnya, nama Rijal Torres memang jauh dari sorotan sebelum Piala Menpora 2021 bergulir. Namun, dia mendadak mencuat sejak mencetak tiga gol ke gawang Persita Tangerang yang membantu timnya menang 3-1 pada laga pembuka Grup D.

Assanur Rijal Torres Persiraja Banda Aceh - Ligaindonesiabarucom 1
Ligaindonesiabaru.com

Satu gol lainnya dia catatkan ke gawang Persib Bandung (2/4). Akan tetapi, langkah Persiraja harus terhenti dan gagal melaju ke babak perempat final. Alhasil, perolehan gol Rijal Torres pun dipastikan tak akan bertambah.

Hendri Susilo mengaku terpukau dengan penampilan pemain berusia 25 tahun itu. Sundulan jadi keunggulannya, tiga dari empat gol yang dilesakkan berasal dari kepalanya. Padahal, tingginya hanya sekitar 165 cm.

“Ya, saya pikir saya kenal Torres dari Liga 2, anak ini memang luar biasa, mudah-mudahan dia bisa berkembang,” kata Hendri dikutip Football5star.com dari laman Liga Indonesia Baru.

Assanur Rijal Torres Persiraja Banda Aceh - Ligaindonesiabarucom
Ligaindonesiabaru.com

Rijal Torres direkrut Persiraja pada 2019 dari Aceh United. Lahir di Lambeugak, Kabupaten Aceh Besar, 2 Maret 1996. Julukan Torres sudah tersemat sejak dia masih bermain sepak bola di SSB oleh para pelatihnya di sana merujuk kepada nama “Torres” di atas nomor punggungnya, .

Rijal Torres menjadi pemain terbaik Liga 3 2017 kala masih memperkuat Aceh United. Dia juga berjasa atas promosinya Persiraja ke Liga 1 mulai 2020. Dalam laga penentuan perebutan peringkat ketiga Liga 2 2019, dia mencetak gol semata wayang ke gawang Sriwijaya FC.

“Saya minta sama dia tetap rendah hati dan jangan sombong, harus bekerja terus lagi, mudah-mudahan anak ini bisa kita sumbangkan untuk timnas kalau dia berkembang lebih baik, itu harapan saya,” kata Hendri Susilo memungkasi.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Persiraja Ditaklukkan Persib, Hendri Susilo Minta Didengar Manajemen

Persiraja Ditaklukkan Persib, Hendri Susilo Minta Didengar Manajemen 102

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Persiraja Banda Aceh, Hendri Susilo ingin didengar manajemen usai anak asuhnya takluk 1-2 dari Persib Bandung. Dia minta, usai laga di Stadion Maguwoharjo, Sleman itu, timnya tak dibubarkan.

Seperti diketahui, mimpi tim berjuluk Laskar Rencong itu lolos ke perempat final harus dikandaskan Persib. Kekalahan 1-2 dari Persib membuat mereka harus rela pulang kampung ke Banda Aceh.

Meski tersingkir, Persiraja Banda Aceh sebenarnya tampil lumayan bagus di Piala Menpora 2021. Mereka bahkan sempat menggulung 3-1 Persita Tangerang, sebelum akhirnya dikalahkan Bali United dan Persib.

Persiraja Ditaklukkan Persib, Hendri Susilo Minta Didengar Manajemen

Usai turnamen ini, Persiraja diharapkan oleh Hendri Susilo bisa terus berlatih. Sang pelatih ingin pemainnya tak kehilangan momentum andai manajemen memilih membubarkan skuat.

“Saya ingin secepatnya menggelar TC (training centre) dan manajemen secepatnya mencari beberapa pemain baru. Saya pikir saat ini kondisi kebugaran anak-anak sudah lebih bagus,” ungkap Hendri Susilo usai laga.

“Ini kalau manajemen tidak menindaklanjuti susah ya, karena (persiapan) harus mulai lagi dari awal. Mudah-mudahan manajemen mendengar suara saya dan langsung menindaklanjutinya. Itu yang saya harapkan sebagai pelatih,” sambung dia.

Hendri sendiri sudah ancang-ancang mencari pemain anyar buat Persiraja, terutama asing. “Saya pikir yang masuk dalam penilaian saya baru satu, Ousmane Fane, itu juga masih 50:50. Ya dia lah yang masuk dalam rencana jangka panjang saya,” tutup Hendri.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Persib Bandung Harusnya Bisa Cetak Lebih dari Dua Gol Lawan Persiraja

Persib Bandung Harusnya Bisa Cetak Lebih dari Dua Gol Lawan Persiraja 106

Football5Star.com, Indonesia – Persib Bandung diklaim harusnya bisa mencetak lebih dari dua gol saat melawan Persiraja Banda Aceh di Stadion Maguwoharjo, Jumat (2/4/2021). Hal itu diutarakan oleh pelatihnya, Robert Alberts, setelah melihat banyaknya peluang yang berakhir sia-sia.

Persib memang tampak susah payah menaklukkan Persiraja di Sleman. Mereka sempat unggul terlebih dahulu via Wander Luiz pada babak pertama dan sempat disamakan Persiraja melalui Assanur Rijal Torres. Gol Ferdinand Sinaga pada penghujung pertandingan akhirnya menutup aksi Persib di Grup D Piala Menpora 2021 dengan sempurna.

Robert Alberts menyebut Persib Bandung sebenarnya memiliki banyak peluang matang di depan gawang Persiraja. Salah satunya Ferdinand Sinaga menit ke-81. Ferdinand sempat melewati kiper Persiraja tapi gagal menceploskan bola ke gawang. Tembakannya melebar di sisi kiri gawang Persiraja.

Hasil Persib Bandung vs Persiraja Banda Aceh

“Saya pikir kami seharusnya menang dengan jumlah gol yang lebih banyak, tiga atau empat gol,” ungkap Robert Alberts kepada wartawan usai pertandingan.

Sejatinya, Maung Bandung memang sudah dipastikan lolos andai cuma meraih hasil imbang melawan Persiraja. Namun, kemenangan tersebut membuat Persib melangkah ke babak delapan besar Piala Menpora 2021 dengan status juara grup setelah meraih 7 poin dari tiga pertandingan.

“Ya, tapi itulah pertandingan. Itu menjadi satu tahap yang kami jalani setelah tidak bermain selama satu tahun,” pungkas nakhoda asal Belanda itu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Hasil Persib vs Persiraja: Selamat Datang di Delapan Besar, Maung Bandung!

Hasil Persib vs Persiraja: Selamat Datang di Delapan Besar, Maung Bandung! 109

Football5Star.com, Indonesia – Hasil Persib Bandung vs Persiraja Banda Aceh di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Jumat (2/4/2021) dimenangkan Maung Bandung. Kemenangan 2-1 atas Persiraja membawa Persib ke perempat final Piala Menpora 2021 dengan status juara Grup D.

Sejak awal laga, Persib memang sudah mengancam. Laga baru berjalan sepuluh menit, Wander Luiz nyaris membuka peluang. Umpan manis dari sisi kanan mampu digapai Luiz tapi sudah terperangkap offside.

Tiga menit berselang, Persib kembali mendapat kesempata melalui tendangan bebas Febri Hariyadi. Mengirim umpan ke sektor kiri, Zalnando menyambutnya. Dia lantas mengirim bola ke kotak penalti sayang tak bisa disambut pemain Persib lainnya.

Maung Bandung akhirnya bisa membuka gol menti ke-25 melalui Wander Luiz. Menerima umpan matang Febri, Luiz sukses menanduk bola yang tak bisa diadang Fakhrurrazi Quba.

Persib hampir saja menggandakan skor pada menit ke-45. Fenri sukses menggocek kiper Persiraja. Namun tembakannya malah melebar. Hasil Persib Bandung vs Persiraja Banda Aceh ditutup dengan kemenangan 1-0 buat Maung Bandung.

Babak Kedua

Babak kedua baru berjalan dua menit, Persib langsung mendapat peluang matang melalui Wander Luiz. Mendapat umpan dari Vizcarra, dia melepaskan tembakan voli, tapi arahnya masih melambung.

Persiraja mendapat peluang matang melalui tendangan bebas lima menit berselang. Berawal dari eksekusi salah seorang pemain, Gabriel do Carmo sukses menyundul bola tapi arahnya tak jelas.

Menit ke-56, Persiraja nyaris menyamakan kedudukan melalui Silvio Escobar. Namun, tendangan pemain naturalisasi itu masih bisa ditangkap dengan mudah oleh Teja Paku Alam.

Wander Luiz kembali menebar ancaman menit ke-65. Bekerja sama dengan Dado, dia mencoba melakukan tembakan ke gawang. Beruntung bagi Persiraja beknya sigap dengan memblok bola.

Persib sebenarnya mendapatkan peluang matang untuk menambah gol menit ke-81. Ferdinand Sinaga yang sukses melewati kiper Persiraja, justru gagal menceploskan bola ke gawang. Tembakannya melebar di sisi kiri gawang Persiraja.

Persiraja sukses menyamakan kedudukan menti ke-89 melalui Assanur Rijal Torres. Mendapatkan umpan manis dari rekannya, Torres sukses menanduk bola ke pojok kanan gawang Teja Paku Alam.

Persib akhirnya memastikan kemenangan lewat gol Ferdinand Sinaga menit ke-90+3. Seakan membayar kesalahan sebelumnya, dia mampu memperdaya kiper Persiraja usai menerima umpan dari Beckham Putra.

Hasil Persib Bandung vs Persiraja Banda Aceh akhirnya bertahan dengan skor 2-1 buat pasukan Robert Alberts. Hasil ini membuat Persib melaju ke babak delapan besar dengan juara grup mendampingi Bali United.

Susunan Pemain

Persib: 14-Teja Paku Alam; 12-Henhen Herdiana, 2-Nick Kuipers, 32-Victor Igbonefo, 27-Zalnando; , 11-Dedi Kusnandar, 5-Farshad Noor, 13-Febri Hariyadi, 30-Ezra Walian, 21-Frets Butuan, 9-Wander Luiz.

Pelatih: Robert Alberts

Persiraja Banda Aceh: 32-Fakhrurrazi Quba; 2-Kasim Slamat,89- Tri Rahmad, 4-Asep Budi, 16-Rendy Saputra, 50-Osmane fane, 77-Defri Rizki, 23-Assanur Rijal, 52-Gabriel do Carmo 11-Miftahul Hamdi, 51-Silvio Escobar.

Pelatih: Hendri Susilo

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Robert Alberts Ganti Kiper Lagi Saat Persib Lawan Persiraja

Robert Alberts Ganti Kiper Lagi Saat Persib Lawan Persiraja 113

Football5Star.com, Indonesia – Robert Alberts mengakui akan mengganti kiper lagi saat Persib Bandung melawan Persiraja Banda Aceh, di Stadion Maguwoharjo, Jumat (2/4/2021). Dia tampaknya ingin memberi kesempatan buat semua kiper untuk unjuk gigi.

Seperti diketahui, Persib memang acap mengganti kiper dalam dua partai di Piala Menpora 2021. Saat melawan Bali United, I Made Wirawan dipercaya tampil, lalu Dhika Bhayangkara ditugaskan saat Persib menghadapi Persita Tangerang.

Nah saat Persib Bandung melawan Persiraja, Robert Alberts tampaknya akan memberikan kesempatan buat Teja Paku Alam. Lantas, apa alasan Robert merotasi penjaga gawangnya?

Robert Alberts menilai Bali United sebagai trendsetter di sepak bola Indonesia pada saat ini.

“Kami berencana menurunkan seluruh kiper. Besok kami akan menurunkan kiper terakhir (yang dibawa ke Sleman). Ada tiga kiper yang Persib bawa dari total empat yang didaftarkan untuk turnamen ini. Saya harap ke depannya akan ada rotasi lainnya,” ungkap Robert sebelum laga.

Robert mengaku ingin melakukan rotasi besar-besaran dalam skuat Persib di Piala Menpora. Karena memang seyogyanya turnamen pramusim merupakan kesempatan buat pelatih mencoba seluruh pemainnya.

“Pemain tahu ada kesempatan bagi mereka untuk main, ketika ada satu pemain yang cedera, pemain lain punya kesempatan untuk bermain. Jadi itu adalah tujuan kami, semuanya bisa bermain, semua bisa merasakan antusiasme bermain sepak bola lagi,” papar dia.

“Prioritas kami adalah memberi kesempatan bermain dan bagaimana caranya agar pemain tidak mengalami cedera yang sejauh ini sudah bisa kami capai. Jadi saya harap besok menjadi pertandingan yang positif,” tutup Robert Alberts.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Lawan Persib, Laskar Rencong Pantang Kibarkan Bendera Putih

gamespool
Lawan Persib, Laskar Rencong Pantang Kibarkan Bendera Putih 117

Football5star.com, Indonesia – Persiraja hanya menyerah dengan skor 0-2 saat melawan Bali United di laga lanjutan Piala Menpora 2021, Senin (29/3/2021). Hasil ini membuat tim berjuluk Laskar Rencong itu harus meraih kemenangan saat laga terakhir melawan Persib Bandung.

Meski memiliki kans cukup kecil untuk lolos dari fase grup, pelatih Persiraja, Hendro Susilo mengaku bahwa penggawa Persiraja belum menyerah dan akan tampil habis-habisan saat melawan Persib.

Laskar Rencong Pantang Kibarkan Bendera Putih
Instagram.com/persiraja_official

“Saya pikir Persiraja masih memiliki kans,” kata Hendro Susilo seperti dikutip Football5star.com dari Antara News, Selasa (30/3).

Keyakinan sama juga sempat diutarakan oleh kiper Persiraja Fakhrurrazi Quba saat undian Piala Menpora 2021 beberapa waktu lalu. Menurutnya, Persiraja memang berada di grup neraka, namun ia masih cukup yakin dengan kemampuan perjuangan Laskar Rencong.

“Bagi saya ini grup neraka. Apalagi kami tim promosi dari Liga 2. Di atas kertas, Persib dan Bali United adalah tim unggulan di grup ini. Jadi kami harus kerja keras jika ingin lolos dari grup ini,”

“Bagaimana pun kondisinya, saya siap mengawal gawang Persiraja. Saya tetap optimis kami tak akan memalukan publik Aceh di ajang ini,” ucap Fakhrurrazi.

Pada laga melawan Bali United sendiri, Fakhrurrazi harus memungut bola dari dalam gawangnya sendiri sebanyak dua kali. Meski begitu, Hendro Susilo tetap memuji perjuangan Fakhrurrazi dkk saat lawan Bali United.

“Saya lihat anak-anak agak kaget pada babak pertama, agak kacau tetapi semakin lama semakin membaik. Saya pikir saya tetap respect karena mereka sudah bekerja keras,” tutur Hendri.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]