Menyesalnya Bagas Adi Saat Diusir Keluar di Final Piala AFF

Banner LFS Baru

Football5Star.com – Pemain Arema FC, Bagas Adi Nugroho, baru-baru ini bercerita soal perasaannya dikartumerah oleh wasit pada final Piala AFF U-22 2019 lalu. Dia mengaku sangat menyesal kala itu dan masih kepikiran sampai saat ini.

Saat laga melawan Thailand di Stadion Olimpic, Phnom Penh, Februari 2019 lalu Bagas dipercaya mengawal jantung pertahanan tim bersama Asnawi Mangkualam, Nurhidayat, dan Firza Andhika.

Akan tetapi, menit ke-88 Bagas harus mandi lebih cepat karena melakukan tekel keras ke pemain Thailand. Beruntung, Indonesia tetap bisa mempertahankan keunggulan 2-1 atas Thailand hingga berhasil merengkuh gelar juara.

Menyesalnya Bagas Adi Saat Diusir Keluar di Final Piala AFF
PSSI

“Waduh.. Yang pertama saya rasain kaget terus nyesel mas. Saya ada di dalam pintu masuk lapangan sama Coach Nur (pelatih fisik) & Bang Ali (Kitman). Yang bikin paling nyesel lagi saya enggak boleh keluar sampai penyerahan medali,” kata Bagas Adi dalam tanya-jawab di akun resmi PSSI.

Bagas sendiri sebelumnya sempat meminta maaf karena kartu merahnya itu. Dia sadar kartu merah tersebut sempat membuat timnas dan suporter khawatir dikejar Thailand.

“Saya juga sangat meminta maaf atas kejadian tadi (kartu merah), soalnya saya terlalu bersemangat. Insya Allah ke depannya saya akan lebih baik lagi. Pasti sempat khawatir. Apalagi pada menit-menit akhir saya tidak langsung masuk ke dalam ruang ganti, saya tunggu di pinggir lapangan tonton sampai selesai,” papar Bagas Adi saat itu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Kaleidoskop 2019: 5 Momen Dramatis Sepak Bola Indonesia

Banner LFS Baru

Football5Star.com, Indonesia – Kompetisi Liga 1 dan Piala Indonesia 2019 telah berakhir. Namun, berakhirnya dua kompetisi tersebut bukan berarti tak menyisakan cerita menarik di dalamnya.

Dari banyaknya cerita menarik tersebut, terdapat beberapa momen dramatis yang terjadi di kompetisi sepakbola nasional. Meski demikian, tak hanya dari level kompetisi, pada level tim nasional pun terjadi momen dramatis.

Momen-momen tersebut pun Football5Star.com rangkum dalam daftar di bawah ini.

INDONESIA JUARA PIALA AFF U-22
timnas indonesia piala aff u 22 reno Kompas
Kompas

Sukses membungkam Thailand dengan skor 2-1 pada laga final menjadikan Timnas Indonesia menjuarai Piala AFF U-22 di Stadion Nasional, Phnom Penh, Kamboja pada 26 Februari 2019.

Beberapa drama terjadi di pertandingan ini. Momen yang paling berkesan tentunya adalah ketika Skuat Garuda Muda berhasil membalikkan keadaan. Tertinggal satu gol justru membuat anak asuh Indra Sjafri terlecut hingga akhirnya mengakhiri pertandingan dengan kemenangan 2-1.

Lebih lagi, Timnas Indonesia menyabet gelar juara dengan tanpa terkalahkan di semua laga Piala AFF U-22 2019.

POLEMIK FINAL PIALA INDONESIA
psm juara piala indonesia 2018 darije pegang piala
PSSI

Banyak drama yang terjadi pada sebelum hingga saat Final Piala Indonesia 2018/19 ini berlangsung. Mulai dari tensi tinggi di lapangan, hingga sebuah insiden yang terjadi di luar lapangan.

Sehari jelang laga leg kedua final Piala Indonesia dimulai tepatnya pada 28 Juli 2019, Persija Jakarta mengalami hal yang tidak mengenakkan ketika bus yang mereka tumpangi mendapat teror dari oknum suporter usai mereka menjalani uji coba lapangan Stadion Mattoangin, Makassar.

Akibat insiden tersebut, laga final leg kedua itu pun harus ditunda. Final leg kedua Piala Indonesia pun baru digelar pada 6 Agustus 2019 di Stadion Mattoangin. Hasilnya, PSM berhasil menang dengan skor 2-0.

Kemenangan 2-0 tersebut cukup untuk membuat Juku Eja mengangkat trofi Piala Indonesia setelah sebelumnya di leg pertama yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, PSM hanya kalah dari Persija dengan skor 1-0.

ROLLER-COASTER BERNAMA TIRA-PERSIKABO
PS TIRA Persikabo tampil aneh pada Liga 1 2019.
liga-indonesia.id

Performa Tira-Persikabo di Liga 1 2019 bak roller coaster. Mereka pernah merasakan berada di puncak klasemen selama beberapa pekan, hingga bahkan juga tak terkalahkan dalam 13 pertandingan berturut-turut di putaran pertama.

Akan tetapi, semuanya berubah ketika Laskar Padjadjaran memasuki putaran kedua. Tercatat, skuat asuhan Rahmad Darmawan tersebut tak pernah menang dalam 17 pertandingan berturut-turut. Suatu hal yang mungkin jarang terjadi di kancah sepakbola di manapun.

DERBI JAWA TIMUR DI FINAL PIALA PRESIDEN

Derbi Jawa Timur tersaji dalam final Piala Presiden 2019. Persebaya Surabaya bertemu dengan rivalnya, Arema FC. Akan tetapi, bermain di kandang lebih dulu di Stadion Gelora Bung Tomo pada leg pertama tak membuat Bajol Ijo memanfaatkan momentum. Mereka justru hanya bermain imbang dengan skor 2-2.

Arema FC pun memanfaatkan momentum di leg kedua. Singo Edan sukses menang dengan skor 2-0 yang menjadikan mereka juara Piala Presiden 2019 dengan skor agregat 4-2.

DUA TIM PROMOSI KEMBALI TERDEGRADASI
Semen Padang dan Perseru Badak Lampung FC sama-sama terdegradasi dari Liga 1.
liga-indonesia.id

Kompetisi Liga 1 dan Liga 2 2019 berjalan menarik saat memasuki pekan-pekan terakhir. Akan tetapi, petaka datang kepada tiga tim Liga 1 2019 yakni Kalteng Putra, Semen Padang dan Badak Lampung FC. Ketiga tim tersebut dipastikan harus terdegradasi ke Liga 2 setelah perolehan poin mereka tak mampu mengejar Tira-Persikabo yang berada di posisi 15 dengan 42 poin.

Sementara itu, secara dramatis tiga tim Liga 2 dipastikan promosi ke Liga 1 musim 2020 mendatang. Mereka adalah Persiraja Banda Aceh, Persita Tangerang dan juga Persik Kediri. Persik Kediri menjadi juara Liga 2 2019 setelah mengalahkan Persita Tangerang di laga final.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Radovic Harap Semakin Banyak Pemain Persib Masuk Timnas

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Persib Bandung, Miljan Radovic, mengucapkan selamat kepada timnas U-22 Indonesia usai menjuarai Piala AFF U-22 2019. Pria asal Serbia tersebut berharap prestasi ini bisa menjadi inspirasi bagi para pemain lain di tanah air untuk meraih pencapaian tertinggi.

Timnas U-22 Indonesia yang diturunkan di PIala AFF U-22 2019 punya dua pemain Persib Bandung yakni Gian Zola dan Billy Keraf. Radovic pun berharap di masa depan semakin banyak pemain Pangeran Biru yang membela tim nasional usia muda.

“Saya senang kalau Timnas menang. Saya berikan selamat untuk pelatih dan semua pemain di sana. Tidak hanya selamat untuk Zola dan Billy, saya senang kalau Indonesia menang. Itu bagus untuk sepakbola Indonesia. Tapi masih ada tantangan lain yang menanti,” katanya seperti dikutip dari situs resmi klub.

“Saya berharap ada pemain Timnas dari sini (PERSIB). Tapi kita akan lihat, saya pikir ada beberapa pemain kita yang bisa bermain di sana,” katanya melanjutkan.

Persib Bandung memang memiliki stok pemain muda masa depan melimpah. Dua tim junior mereka yakni U-16 dan U-19 berhasil menyabet gelar juara Liga 1 di masing-masing kategori musim lalu.

Ada beberapa pemain muda yang mencuri penampilan sepanjang musim lalu. Beberapa di antaranya adalah Beckham Putra Nugraha,  Ilham Qolba, Aria Nugraha, dan Rizki Hidayat.

Sani Rizky Langsung Fokus Tatap Kualifikasi Piala Asia U-23

Football5star.com, Indonesia – Salah satu pemain timnas U-22 Indonesia, Sani Rizky, langsung fokus mempersiapkan diri untuk kualifikasi Piala Asia U-23 2020 mendatang. Oleh karena itu, pemain Bhayangkara FC tersebut tidak ingin terlalu lama larut dalam euphoria juara Piala AFF U-22 2019.

Sani merupakan salah satu pencetak gol ke gawang Thailand pada partai final yang berlangsung Selasa (26/2) kemarin. Golnya berhasil membuat kedudukan imbang 1-1 dan menjadi penyemangat Garuda Muda mencetak satu gol tambahan untuk pastikan gelar.

Ditemui pada sesi jumpa pers di Terminal 3 Ultimate, Bandara Soekarno-Hatta, Sani mengaku siap mengemban tugas membela nama negara. Menurutnya, tidak ada jalan lain selain memberikan kemampuan maksimal untuk Indonesia lolos Piala Asia U-23 tahun depan.

Sani Rizky - Timnas U22 Indonesia - Football5star
kapanlagi.com

“Setelah ini kami langsung fokus mempersiapkan diri untuk kualifikasi Piala AFC 2019. Minta doanya semoga kami bisa memberikan yang terbaik untuk bangsa Indonesia. Pelatih sudah bilang bahwa kami harus tetap berjuang demi nama baik negara,” ujar Sani.

Pelatih timnas U-22 Indonesia, Indra Sjafri, mengatakan tidak akan membubarkan tim yang sudah ada. Justru, ia berniat langsung melakukan latihan pada 2 Maret mendatang kepada Sani dkk.

“Selesai pertandingan kemarin, saya bicara dengan kapten bahwa tim ini langsung latihan. Jadi tidak akan menemui keluarga dahulu,” demikian keterangan dari pelatih timnas U-22 Indonesia, Indra Sjafri.

Indra Sjafri Tatap Olimpiade 2020 di Tokyo

Football5star.com, Indonesia – Pelatih tim nasional U-22 Indonesia, Indra Sjafri tidak ingin larut dalam euforia usai menjuarai Piala AFF U-22 2019. Ia menegaskan masih ada sejumlah target besar yang harus dipenuhi Firza Andhika dkk beberapa bulan mendatang, termasuk lolos Olimpiade.

Setelah ini, timnas U-22 Indonesia akan langsung dipersiapkan untuk kualifikasi Piala Asia U-23 2020. Mulai 2 Maret 2019, pemain akan kembali berlatih untuk turun di  kualifikasi pada 22 hingga 26 Maret mendatang.

“AFF bukan target utama, tapi lolos kualifikasi AFC dan medali emas SEA Games. Oleh sebab itu kita jadikan ini motivasi untuk berjuang di kualifikasi yang lawannya sama seperti AFF ini. Kalau lolos dan tembus empat besar, kita akan ikut Olimpiade untuk pertama kalinya,” katanya pada jumpa pers di Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno-Hatta pada Rabu (28/2) malam.

Timnas U-22 Indonesia - PSSI - Football5star - Andy Setyo
yohanes/f5s

Ini adalah kali kedua Indra Sjafri membawa tim nasional junior Indonesia berprestasi di ajang Piala AFF. Pada 2013, silam ia berhasil membimbing Evan Dimas dkk untuk jadi yang terbaik pada turnamen yang berlangsung di Sidoarjo. Olimpiade patut masuk daftar target selanjutnya karena sepanjang sejarah, Indonesia belum pernah ambil bagian di cabang sepak bola.

Meski demikian, ia tidak ingin dianggap sebagai sosok yang paling penting dalam keberhasilan ini. Menurutnya, kemampuannya melatih akan sia-sia jika tidak ada kerja keras dari para pemain selama latihan dan pertandingan .

“Saya bukan sosok penting di sini, yang penting adalah para pemain ini. Merekalah yang berjuang di lapangan, saya hanya bertanggung jawab mengumpulkan mereka. Untuk para supporter juga terima kasih, tetap jaga perdamaian,” kata Indra Sjafri melanjutkan.

Kembali Bawa Timnas Juara, Indra Sjafri Teringat Era 2013

Football5star.com, Indonesia – Pelatih timnas U-22 Indonesia, Indra Sjafri, mengaku teringat momen ketika membawa timnas U-19 juara Piala AFF 2013. Menurutnya, ada sejumlah kemiripan yang terjadi seperti ketika Evan Dimas dkk juara pada 2013 silam.

“Ini persis ketika 2013 kami juara Piala AFF. Ketika itu, kami baru juara dan tak lama setelahnya, ada kualifikasi. Tahun ini juga demikian, dalam waktu dekat akan ada kualifikasi serupa,” kata Indra Sjafri pada jumpa pers di Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno-Hatta.

“Pada saat itu, kami lolos ke putaran final Piala Asia U-23. Tahun ini, saya yakin akan terulang kembali. SEA Games masih lama, soal bagaimana teknis di pemusatan latihan nanti akan kami komunikasikan lagi,” katanya menambahkan.

Timnas U-22 Indonesia - PSSI - Football5star - Andy Setyo
yohanes/f5s

Kala itu, Evan Dimas dkk memang berhasil memastikan diri lolos ke putaran final usai mengalahkan Korea Selatan. Namun, selama putara final, timnas tak mampu berbuat banyak dan gagal lolos ke partai selanjutnya.

Soal pemanggilan pemain untuk pemusatan latihan, Indra mengatakan akan menambah tujuh orang untuk diseleksi. Beberapa pemain yang tengah berlaga di luar negeri juga kemungkinan akan dipanggil.

“Semua anak di Indonesia punya hak untuk membela tim nasional. Selaih itu juga ada kewajiban memenuhi panggilan negara. Kalau pemain dipanggil tidak datang, tentu saya tidak pakai. Nanti akan ada tujuh pemain baru supaya ada atmosfer kompetisi di dalam tim,” kata Indra Sjafri menutup wawancara.

Kapten Timnas U-22 Indonesia Tegaskan Timnya Tidak Besar Kepala

Football5star.com, Indonesia – Kapten timnas U-22 Indonesia, Andy Setyo Nugroho, menegaskan timnya akan tetap membumi usai menjuarai Piala AFF U-22 2019. Penegasan tersebut ia sampaikan pada jumpa pers di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Rabu (28/2) sore.

Andy mengatakan, ia bersyukur bisa mengukir prestasi bersejarah bersama tim nasional Indonesia. Menurutnya, masih banyak pekerjaan yang harus dibenahi oleh ia dan rekan-rekannya dalam sejumlah turnamen ke depan.

Ini merupakan pertama kalinya timnas Indonesia berpartisipasi dalam Piala AFF U-22 2019. Hebatnya, Garuda Muda langsung keluar sebagai juara usai mengalahkan Thailand di partai puncak.

indonesia juara (@AFFPresse
@AFFPresse

“Saya bersyukur akhirnya kami keluar sebagai juara. Tim ini semakin kompak, semakin mengenal sifat satu sama lain. Tapi, kami tidak boleh terlalu lama bahagia karena masih banyak yang harus diselesaikan,” katanya.

“Target kami ke depannya masih ada beberapa turnamen penting seperti kualifikasi Piala Asia U-23, hingga SEA Games di akhir tahun. Jadi, kebahagiaan ini jangan dibiarkan terlalu lama,” kata pemain PS Tira Persikabo tersebut melanjutkan.

Timnas U-22 Indonesia akan melakoni kualifikasi Piala Asia U-23 2020 pada 22 hingga 26 Maret mendatang. Setelah ini, tim akan langsung dikumpulkan untuk kembali melakukan pemusatan latihan.

“Selesai pertandingan kemarin, saya bicara dengan kapten bahwa tim ini langsung latihan. Jadi tidak akan menemui keluarga dahulu,” demikian keterangan dari pelatih timnas U-22 Indonesia, Indra Sjafri.

Pada kualifikasi nanti, Andy Setyo dkk akan kembali menghadapi mayoritas lawan yang sama seperti Piala AFF U-22. Dari tiga tim, hanya Brunei Darussalam yang akan jadi lawan baru timnas. Sementara sisanya ada Vietnam dan Thailand yang menjadi dua lawan terakhir di Piaal AFF U-22 2019.

Suporter Harap Timnas Tidak Besar Kepala

Football5star.com, Indonesia – Keberhasilan timnas U-22 Indonesia menjadi juara di ajang Piala AFF U-22 2019 tentu jadi kebanggaan nasional. Tidak terkecuali para suporter timnas yang ikut berdatangan dari berbagai penjuru untuk menjemput Witan Sulaiman dkk. di Bandara Soekarno-Hatta, Rabu (27/2/2019).

Salah satu suporter yang hadi ke bandara adalah Reza Ali yang tergabung ke dalam komunitas La Grande Indonesia. Ia sengaja datang ke bandara untuk menyambut langsung pahlawan olahraga nasional pulang dari medan laga.

Reza menganggap sudah banyak perubahan yang dilakukan oleh tim nasional dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu pemain yang paling menonjol menurutnya adalah penyerang asal Papua, Marinus Wanewar.

timnas indonesia u 22 2
PSSI

“Dalam beberapa tahun belakangan, dia sudah bisa mengontrol emosinya kalau dibandingkan sebelumnya. Memang itu bagus supaya bisa lebih fokus di lapangan untuk membantu permainan,” katanya ketika ditemui Rabu (27/2) sore.

Pemuda asal Tangerang Selatan tersebut berharap para pemain timnas U-22 Indonesia bisa tetap fokus mengejar prestasi lain. Ia juga menambahkan, ke depannya para pemain tidak berpuas diri.

“Semoga mereka jangan cepat sombong karena masih banyak prestasi yang belum diraih. Pokoknya selamat untuk tim nasional, terima kasih juga sudah berjuang untuk mengharumkan nama Indonesia,” tutup Reza.

Timnas U-22 Indonesia memastikan diri sebagai juara di Piala AFF U-22. Pada partai final, Selasa (26/2/2019), anak-anak asuh Indra Sjafri menang 2-1 atas Thailand.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Menpora: Kesuksesan Timnas U-22 Indonesia Tonggak Kebangkitan Sepak Bola Nasional

Football5star.com, Indonesia – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, menganggap kesuksesan timnas U-22 Indonesia juara di Piala AFF U-22 2019 adalah sejarah. Pada laga final, Witan Sulaiman dkk berhasil membalikkan ketertinggalan 0-1 menjadi 2-1 atas Thailand.

Dua gol timnas U-22 Indonesia dicetak oleh Sani Rizky dan Osvaldo Haay. Ini juga merupakan pertama kalinya tim nasional generasi mereka berhasil menjuarai Piala AFF. Kali terakhir Indonesia berjaya di kelompok junior adalah ketika Rendy Juliansyah dkk menjadi juara pada Piala AFF U-16 2018 di Sidoarjo.

Imam Nahrawi menganggap, keberhasilan ini menjadi tonggak bersejarah bagi bangsa Indonesia. Ia berharap hasil ini memunculkan harapan bahwa sepak bola nasional bisa kembali berjaya di kancah internasional.

Timnas U-22 Indonesia - PSSI - Football5star - Imam Nahrowi
abdillaaaah/f5s

“Ini adalah pertanda bahwa sepak bola kita sudah betul-betul bangkit dan memberikan sejarah untuk bangsa kita. Hari ini kita sambut mereka di bandara, malam ini kita kasih kesempatan untuk beristirahat,” kata Imam Nahrawi ketika ditemui di Terimal 3 Ultimate, Bandara Soekarno-Hatta, Rabu (27/2) sore.

“Besok (Kamis),konvoi bisa kita mulai dari GBK, kemudian ke Jalan Sudirman, dan berlanjut ke Istana (Negara). Soal ke istana sebenaranya saya belum konfirmasi lagi karena saya juga baru sampai dan belum sempat pegang handphone,” katanya melanjutkan.

Bagi Indra Sjafri, ini adalah gelar kedua dalam turnamen Piala AFF. Sebelumnya, ia sukses mengantarkan tim nasional U-19 angkatan Evan Dimas, menjadi yang terbaik pada 2013 setelah mengalahkan Vietnam di partai final.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

.

Menpora Apresiasi Perjuangan Timnas U-22 Indonesia

Football5star.com, Indonesia – Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, mengapresiasi kerja keras skuat timnas U-22 Indonesia. Ia berharap, prestasi ini menjadi pelecut semangat jenjang tim nasional yang lain, termasuk senior.

Ditemui di Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno-Hatta, Imam Nahrawi memaparkan beberapa hal. Intinya, ia berterima kasih kepada Witan Sulaiman dkk. yang sudah menorehkan prestasi tertinggi di luar negeri.

“Saya mengapresiasi perjuangan teman-teman di timnas U-22 untuk mengharumkan nama bangsa. Seharursnya prestasi ini menjadi motivasi untuk timnas senior agar bisa lebih berprestasi lagi,” katanya.

“Saya salut para pemain timnas U-22 tidak terpengaruh isu yang saat ini sedang ramai di sepak bola dalam negeri. Justru, mereka menjadikan ini sebagai motivasi untuk meraih prestasi terbaik,” kata Imam Nahrawi lagi.

presiden joko widodo bangga timnas u-22 indonesia juara
AFFPresse

Turnamen AFF U-22 ini merupakan kesempatan pertama yang diikuti Indonesia. Hebatnya, anak-anak asuh Indra Sjafri langsung menjawabnya dengan prestasi. Mereka mengalahkan tim kuat Thailand pada partai final yang berkesudahan dengan kedudukan 2-1.

“Ini adalah kesempatan perdana mereka ikut turnamen ini dan lansung bisa juara. Saya berterima kasih kepada para pemain sudah berjuang sungguh-sungguh membongkar pertahanan Thailand di babak final,” jelas Imam Nahrawi.

Sebelumnya, Menpora Imam Nahrawi menjanjikan bonus bagi Witan cs. sebagai bentuk apresiasi nyata atas keberhasilan mereka. Kesuksesan juara di Kamboja adalah keberhasilan kedua timnas junior Indonesia di ajang Piala AFF dalam enam tahun terakhir. Sebelumnya, Indonesia menjuarai Piala AFF U-19 pada 2013.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Eks JKT48 Gembira Timnas U-22 Jadi Juara Piala AFF U-22

Football5star.com, Indonesia – Timnas U-22 Indonesia sukses menjadi juara Piala AFF U-22 2019. Keberhasilan tersebut disambut gembira oleh banyak pihak. Salah satunya oleh Dwi Putri Bonita, eks JKT48 yang gembira Timnas U-22 menjadi juara Piala AFF U-22 2019.

“Sebagai orang yang mengikuti Timnas tiap bermain, pasti senang. Baru kali ini lihat susunan pemain Timnas U-22 – yang isinya campuran dari Timnas U-19 dan U-23, saya kira bakalan beda dan sulit untuk menyatu, ternyata malah makin bagus,” ujar wanita yang kerap dipanggil Uty ketika dihubungi oleh Football5star, Rabu (27/2).

Permainan Timnas U-22 Indonesia memang telat panas. Anak asuh Indra Sjafri baru memetik kemenangan di pertandingan ketiga babak grup, yakni saat mengalahkan Kamboja. Menurut Uty, kondisi telat panas pasukan Garuda Muda itu adalah hal biasa dan ia sama sekali tidak khawatir.

indonesia juara (@AFFPresse
Twitter @AFFPress

“Cemas sih enggak. Biasa saja, mungkin karena mereka masih mempelajari cara bermain. Juga karena kondisi lapangan yang kurang bagus, jadi mereka masih perlu adaptasi,” beber wanita kelahiran Palembang 17 November 1997 ini.

Kegagalan meraih poin penuh di dua pertandingan awal membuat banyak publik yang ragu dengan penampilan Garuda Muda. Keberhasilan Timnas U-22 Indonesia menjadi juara menjadi bukti bahwa mereka bisa menunjukkan permainan yang terbaik.

“Bangga banget. Karena, kan banyak yang ngomong negatif tentang Timnas, tapi mereka bisa menunjukkan yang terbaik dan menjadi juara. Meskipun, pertandingan ini tak masuk kalender FIFA, tapi mereka masih tetap memberikan yang terbaik.”

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Kalah dari Indonesia, Pelatih Vietnam Salahkan Wasit

Football5star.com, Indonesia – Pelatih timnas U-22 Vietnam, Nguyen Quoc Tuan tak bisa menerima kenyataan kandas di babak semifinal. Ia menyalahkan wasit yang memimpin pertandingan, Thant Zin Oo sebagai biang kekalahan dari Timnas U-22 Indonesia.

Quoc Tan merasa keputusan wasit asal Myanmar tersebut banyak yang merugikan anak asuhnya. Beberapa keputusan wasit yang tak memberikan penalti dalam berbagai kesempatan membuat ia kesal.

“Yang pertama wasit selalu membela Indonesia. Kami punya banyak situasi di dalam kotak penalti, tapi wasit tidak melakukan apa-apa atas hal itu. Tidak ada pelanggaran bagi Indonesia di dalam kotak penalti mereka,” ujar Quoc Tan dilansir Football5star dari Antara.

Para Pemain Timnas U-22 Indonesia Optimis Kalahkan Thailand - Football5star - PSSI
PSSI

Dalam pertandingan yang berakhir dengan skor 1-0 untuk kemenangan Bagas Adi dan kolega itu, wasit Zin Oo memberikan enam kartu kuning untuk para pemain Indonesia. Quoc Tan juga mengecam penampilan anak asuh Indra Sjafri yang dirasa terlalu kasar.

“Indonesia seperti tidak bermain sepak bola, terlalu banyak kontak fisik,” beber Quoc Tan.

Pelatih Indonesia, Indra Sajfri merasa keputusan wasit sudah tepat. Tak perlu diperdebatkan lagi lantaran sudah ada pihak yang bertugas menilai keputusan wasit.

“Saya kalau wasit tak paham, ada komisioner yang menilai dia (wasit). Saya pikir dalam pertandingan seketat ini wasit bisa saja melakukan kesalahan. Tapi saya pikir cincai lah,” beber Indra.

Kemenangan atas Vietnam membuat Timnas U-22 Indonesia lolos ke partai final Piala AFF U-22 2019. Mereka akan melawan timnas U-22 Thailand yang mengalahkan tim tuan rumah, Kamboja di babak semifinal.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Para Pemain Timnas U-22 Optimistis Kalahkan Thailand

Football5star.com, Indonesia – Timnas U-22 Indonesia sukses mengalahkan Vietnam dengan skor 1-0. Hasil itu membuat anak asuh Indra Sjafri tersebut lolos ke babak final dan akan menghadapi Thailand. Firza Andika optimistis mereka bisa mengalahkan timnas Thailand di partai puncak.

Kemenangan atas Vietnam disyukuri oleh para pemain Timnas U-22 Indonesia. Pasalnya, mereka mengalahkan salah satu tim kuat di turnamen ini.

“Alhamdulillah kita lolos ke final. Pertandingan yang luar biasa, saling serang dan ketat. Kami hari ini berjuang dengan maksimal dan mengikuti semua intruksi pelatih,” kata Firza dikutip Football5star dari laman resmi PSSI.

Lolos ke Final Piala AFF U-22 2019, Ini Komentar Indra Sjafri - Football5star - Antara
Antara

Partai puncak melawan Thailand akan digelar pada Selasa (25/2) pada pukul 18.30 WIB. Menurut pemain klub Belgia, AFC Tubize tersebut, mereka telah siap melawan Thailand dan yakin bisa meraih gelar juara.

“Vietnam tim yang bagus, namun hari ini kami lebih beruntung dan keluar sebagai pemenang. Selanjutnya kami fokus untuk laga final. Thailand tim kuat, namun kita tetap punya peluang untuk menang,” ujar Firza menambahkan.

Komentar senada diutarakan oleh Luthfi Kamal Baharsyah. Pencetak satu-satunya gol Timnas U-22 Indonesia ke gawang Vietnam tersebut optimistis bisa mengalahkan Thailand. Ia juga semringah setelah mencetak gol yang membawa Garuda Muda lolos ke partai puncak.

“Kami sudah bekerja keras dan pantas menang. Semoga di final nanti, kami bisa menjadi juara. Gol tadi untuk masyarakat Indonesia dan secara spesial buat orang tua saya,” ujar Luthfi.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Lolos ke Final Piala AFF U-22 2019, Ini Komentar Indra Sjafri

Football5star.com, Indonesia – Sepakan tendangan bebas Luthfi Kamal gagal dibendung penjaga gawang Vietnam. Satu gol tersebut cukup membawa Timnas U-22 Indonesia untuk lolos ke babak final Piala AFF U-22 2019. Pelatih Indonesia, Indra Sjafri tak bisa menutupi rasa bahagianya.

Secara kondisi fisik, timnas Vietnam sejatinya lebih diuntungkan dengan waktu istirahat yang lebih banyak. Namun Indonesia bisa mencuri satu gol yang membuat mereka akan berhadapan dengan Thailand di babak final Piala AFF U-22 2019.

“Saya pikir pertandingan menarik yang diperagakan oleh kedua tim. Kami tahu Vietnam istirahat dua hari tapi tadi kita merespon mereka dengan cepat,” kata Indra dikutip Football5star dari laman resmi PSSI.

Vennard Hutabarat - Timnas U-22 Indonesia - Piala AFF U-22 - @PSSI

@PSSI

Kemenangan tersebut membuat Timnas U-22 Indonesia lolos ke partai puncak. Hasil itu disambut baik oleh mantan juru latih Bali United. Menurut Coach Indra, target mereka untuk lolos ke partai puncak telah terpenuhi. Target selanjutnya adalah membawa trofi Piala AFF U-22 2019 ke Indonesia.

“Secara keselutuhan kami bermain kurang maksimal, tapi Alhamdulillah satu gol sangat berharga. Target pertama lolos grup. Semua tahu grup B merupakan grup ketat, lalu target kedua kami kemarin lolos ke final, dan terakhir kami ingin bawa pulang Piala AFF U-22 2019,” ujar Indra.

Di partai puncak, Bagas Adi Nugraha dan kolega akan berhadapan dengan timnas Thailand yang mengalahkan tuan rumah Kamboja lewat drama adu penalti. Laga final sendiri akan digelar pada Selasa, 26 Februari 2019 pukul 18.30 WIB.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Menentukan, Laga Terakhir Piala AFF U-22 2019 Digelar Bersamaan

Football5star.com, Indonesia – Federasi sepak bola ASEAN, AFF, memutuskan untuk memulai pertandingan terakhir Grup B Piala AFF U-22 2019 secara bersamaan. Keputusan ini diambil lantaran dua pertandingan pamungkas sama-sama menentukan.

Awalnya, pertandingan Timnas U-22 Indonesia kontra Kamboja digelar pada pukul 18.30 WIB. Pertandingan ini digelar setelah laga Malaysia versus Myanmar yang digelar pada pukul 15.30 WIB. Demi menghindari adanya main mata, pihak AFF memutuskan untuk memulai pertandingan secara bersamaan.

Lewat akun Twitter resmi mereka, AFF Press, laga Indonesia vs Kamboja akan digelar di Stadion Nasional, Pnom Penh. Sementara laga yang lain, Malaysia versus Myanmar digelar di Stadion RSN pada pukul 18.30 WIB.

Ketiga kesebelasan memang memiliki peluang yang sama untuk lolos dari Grup B Piala AFF U-22 2019 dan mendampingi Kamboja. Indonesia saat ini berada di peringkat kedua dengan memperoleh dua poin, hasil dari dua kali imbang. Sementara Malaysia dan Myanmar mendapatkan satu poin hasil dari sekali imbang melawan Malaysia dan takluk dari Kamboja.

https://www.instagram.com/p/BuJFEZwAyG1/

Tak hanya unggul poin, Indonesia juga unggul dalam hal selisih gol. Selisih gol anak asuh Indra Sjafri adalah kosong berbanding minus dua untuk Myanmar dan minus satu untuk Malaysia.

Indonesia sejatinya hanya butuh kemenangan dengan skor berapa pun melawan Kamboja. Hasil seri bisa membuat Andy Setyo dan kolega lolos jika di pertandingan lain, Malaysia dan Myanmar bermain imbang.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Dua Modal Apik Indonesia Jelang Lawan Malaysia

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Timnas U-22 Indonesia, Indra Sjafri menilai Indonesia memiliki dua modal apik jelang menjamu Malaysia dalam lanjutan Piala AFF U-22 2019. Timnas U-22 Indonesia sendiri di pertandingan pertama hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Myanmar.

“Pertama, posisi kami sekarang punya satu poin setelah kemarin kami bermain imbang. Sedangkan mereka (Malaysia) kalah,” ujar Indra dikutip Football5star dari Antara.

Keuntungan kedua yang akan menguntungkan Indonesia adalah mengenai waktu recovery. Indonesia yang main lebih awal saat melawan Myanmar dianggap memiliki keuntungan tersendiri dalam lanjutan Piala AFF U-22 2019.

https://www.instagram.com/p/BuC9S7kghBx/

“(Keuntungan) kedua, kemarin kami main sore dan mereka main malam. Keberungan-keberuntungan itu kami hitung,” beber Indra.

Pendeknya waktu rehat Malaysia disinyalir akan membuat stamina mereka kedodoran. Pasalnya, ketika melawan Indonesia nanti, anak asuh Ong Kim Swee akan bermain pada pukul 15.30 WIB. Karena di pertandingan kedua, ada Kamboja yang melawan Myanmar.

Sementara itu, Coach Indra juga memberikan kode akan melakukan rotasi. Meskipun begitu, ia enggan melakukan rotasi besar-besaran lantaran ini turnamen besar yang jarak mainnya mepet.

“Tidak ada alasan bagi saya untuk lakukan rotasi besar-besaran dalam sebuah turnamen. Itu tidak mungkin. Tapi, ada rotasi, pergantian pemain di beberapa posisi yang menurut kami cocok untuk menghadapi Malaysia, mungkin dilakukan,” beber Indra.

Dua pemain yang ditarik pada babak kedua saat melawan Myanmar, Witan Sulaeman dan Samuel Christianson, dipastikan tak mengalami cedera serius. Mereka hanya mengalami kram dan siap untuk bermain dalam lanjutan Piala AFF U-22 2019.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Pelatih Malaysia Targetkan Poin Lawan Indonesia

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Malaysia, Ong Kim Swee menargetkan bisa mencuri poin lawan Indonesia. Kekalahan Malaysia dari Kamboja membuat langkah Harimau Malaya untuk lolos ke babak semifinal Piala AFF U-22 2019 semakin sulit.

Secara mengejutkan, timnas U-22 Malaysia takluk dengan skor 1-0 dari Kamboja. Kekalahan ini membuat anak asuh Ong Kim Swee terpuruk di dasar klasemen.

“Pada pertandingan kedua (melawan Indonesia) kita harus bisa mendapatkan poin. Entah satu atau tiga poin agar bisa lolos ke babak selanjutnya,” ujar Ong Kim Swee dikutip Football5star dari Berita Harian.

https://www.instagram.com/p/BuC9S7kghBx/

Target mencuri poin melawan Indonesia akan semakin sulit lantaran mereka tak akan diperkuat oleh dua pemain kunci mereka, Kogileswaran Raj Mohana Raj dan Danial Haqim Draman. Kogileswran mengalami cedera dan Danial absen karena terkena akumulasi kartu.

Kondisi ini membuat Ong Kim Swee harus memutar otak demi mencari komposisi terbaik. Meskipun begitu, ia yakin pemain lainnya bisa menggantikan posisi yang ditinggalkan.

“Tentu akan ada perombakan pemain. Karena kami ada masalah setelah Kogileswaran dan Danial tak bisa bermain nanti. Namun, kami masih memiliki pemain lain yang bisa mengisi slot yang kosong. Saya percaya mereka mampu menjalankan tugas dengan baik,” ujar Ong Kim Swee.

Satu-satunya gol di pertandingan itu dicetak oleh Sath Rosib pada menit ke-62. Satu gol tersebut cukup untuk memastikan tuan rumah Kamboja memboyong tiga poin penting di laga perdana. Kamboja sendiri akan melawan Myanmar yang di pertandingan pertama menahan imbang Indonesia dnegan skor 1-1.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Pelatih Malaysia Jagokan Indonesia

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Malaysia, Ong Kim Swee menjagokan Indonesia untuk lolos dari babak grup Piala AFF U-22 2019 yang digelar di Kamboja. Ada beberapa faktor yang membuat pelatih kawakan ini memfavoritkan Indonesia ketimbang tim yang ia latih.

Sebenarnya, Indonesia dan Malaysia berada dalam situasi sulit. Kedua tim tak bisa menurunkan pemain terbaiknya lantaran beberapa pemain tak mendapatkan izin untuk turun di turnamen ini.

“Kamboja tidak bisa dipandang remeh, karena mereka merupakan tuan rumah. Myanmar dan Indonesia telah latihan lebih lama dibandingkan kami. Bahkan Myanmar menghentikan liga mereka selama satu bulan,” ungkap Ong Kim Swee dikutip Football5star dari Goal.

https://www.instagram.com/p/Bt7yFAtAeB3/

Indra Sjafri tidak bisa memainkan para pemain yang bermain di luar Indonesia. Mereka adalah Egy Maulana Vikri, Ezra Walian, dan Saddil Ramdani. Kondisi ini juga dimiliki oleh Harimau Malaya, julukan timnas Malaysia.

Meskipun begitu, Ong Kim Swee meraa persiapan Indonesia jauh lebih maksimal bila dibandingkan timnya. Ia pun tak segan menyebut tim yang ia latih sebagai underdog.

“Indonesia sudah berlatih selama tiga pekan, sehingga mereka menjadi favorit. Kami menganggap diri sendiri sebagai underdog,” beber pelatih timnas Malaysia U-22 tersebut.

Berbagai kekurangan tersebut membuat ia tak memasang target besar. Baginya, turnamen di Kamboja hanyalah sebuah pemanasan dan yang terpenting adalah kualifikasi Piala Asia U-22 yang berlangsung sebulan setelahnya.

“Hal paling penting bagi kami adalah datang ke sana (Kamboja) untuk mengetahui kekurangan. Tidak ada target secara spesifik, tapi kami tentu saja berusaha mendapatkan hasil bagus. Tujuan kami juga adalah meningkatkan performa tim sebelum kualifikasi Piala Asia.”

Jadwal Siaran Langsung Timnas U-22 di Piala AFF U-22 2019

Football5star.com, Indonesia – Timnas U-22 Indonesia tengah bersiap menghadapi Piala AFF U-22 2019 yang digelar di Phnom Penh, Kamboja. Piala AFF U-22 2019 yang akan digelar pada 17-26 Februari telah mengalami tiga kali perubahan jadwal lantaran mundurnya beberapa peserta. Seluruh pertandingan Timnas U-22 Indonesia akan disiarkan secara langsung oleh RCTI.

Anak asuh Indra Sjafrie ini akan berada di dalam Grup B bersama Malaysia, Myanmar, dan tuan rumah Kamboja. Pertandingan perdana Garuda Muda akan berlangsung pada 18 Februari 2018 melawan Myanmar di Cambodia National Stadium.

timnas indonesia u 22
instagram/timnas indonesia

Menurut rilis jadwal terbaru yang dikeluarkan oleh AFF, Timnas U-22 Indonesia akan bertanding setiap dua hari sekali. Pada 20 Februari, Indonesia akan bertemu Kamboja dan pada 22 Februari akan melawan Malaysia.

Timnas U-22 Indonesia dalam dua kesempatan akan bertanding pada Pukul 15.30 WIB, yakni saat melawan Myanmar dan Malaysia. Sedangkan saat melawan tim tuan rumah Kamboja, Timnas U-22 Indonesia akan bermain pada pukul 18.30 WIB.

Jadwal Timnas U-22 Indonesia

Senin, 18 Februari: Indonesia vs Myanmar Pukul 15.30 WIB

Rabu, 20 Februari: Indonesia vs Malaysia Pukul 15:30 WIB

Jumat, 22 Februari: Kamboja vs Indonesia Pukul 18:30 WIB

Semifinal: Minggu, 24 Februari

Juara Grup A bertemu runner up Grup B pukul 15.30 WIB
Juara Grup B berhadapan dengan runner up Grup A pukul 18.30 WIB

Final: Selasa, 26 Februari pukul 18:30 WIB

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Imbang Lagi, Timnas Indonesia U-22 Siap Bersaing di Piala AFF 2019?

Football5star.com, Indonesia – Tim Nasional (timnas) Indonesia U-22 kembali bermain imbang di pertandingan uji coba terakhir. Skuat asuhan Indra Sjafri menyudahi laga kontra Madura United dengan skor 1-1 di Stadion Gelora Bangkalan, Selasa (12/2/2019).

Di pertandingan ini, Madura United unggul lebih dulu lewat gol sundulan Slamet Nurcahyo memanfaatkan umpan silang Andik Vermansah pada menit ke-39. Timnas Indonesia U-22 baru bisa membuat gol balasan pada masa tambahan waktu sesaat sebelum pertandingan babak kedua berakhir.

Gol tersebut diciptakan Marinus Manewar pada menit ke-90’+1. Hasil tersebut menjadi kali ketiga buat Timnas Indonesia U-22 hanya bermain imbang dalam laga uji coba.

Sebelumnya, Timnas Indonesia U-22 bermain seri 2-2 melawan Bhayangkara FC pada 6 Februari 2019. Padahal, mereka unggul dua gol lebih dulu.

Di partai uji coba kedua, pasukan Garuda Muda juga ditahan imbang 1-1 melawan Arema FC, Minggu (10/2/2019). Di laga ini, Timnas Indonesia U-22 juga sempat unggul lebih dulu.

Pertandingan uji coba kontra Madura United merupakan ketiga atau yang terakhir dalam persiapan menghadapi Piala AFF 2019 U-22. Ajang tingkat Asia Tenggara tersebut akan berlangsung di Kamboja pada 17-26 Februari 2019.

Tiga kali hanya menuai hasil imbang pun memunculkan pertanyaan apakah anak asuh Indra Sjafri sudah siap bersaing di Piala AFF 2019?

timnas u22
Bhayangkarafc

Coret empat pemain

Pelatih Indra Sjafri juga akan memberi kepastian 23 pemain yang akan dibawanya ke Kamboja setelah laga melawan Madura United. Saat ini, skuatnya masih berisikan 27 pemain.

Sebelumnya, Indra Sjafri telah mencoret penyerang Persik Kediri, Septian Satria Bagaskara, karena masalah cedera. Situasi itu, membuat dua penyerang lain, yakni Marinus Wanewar dan Dimas Drajad kemungkinan akan berangkat ke Kamboja.

Ia kemungkinan akan mencoret empat nama di posisi gelandang, bek, dan kiper. Stok kiper Timnas U-22 saat ini masih berisi empat pemain, yakni M. Riyandi, Awan Setho, Satria Tama, dan Nadeo Argawinata. Salah satu dari mereka kemungkinan akan dicoret.

Susunan pemain:

Madura United: Muhammad Ridho; Marckho Meraudje, Jaimerson Xavier, Fachrudin Aryanto, Andik Rendika; Zulfiandi, Zah Rahan, Slamet Nurcahyo; Andik Vermansah, Aleksandar Rakic, Greg Nwokolo

Pelatih: Dejan Antonic

Timnas Indonesia U-22: Nadeo Argawinata; Freddyan Wahyu, Andi Setyo, Bagas Adi, Firza Andika; Luthfi Kamal, M Rafli, Hanif Sjahbandi; Rifal Lastori, Dimas Drajad, Beni Oktaviansyah

Pelatih: Indra Sjafri

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Tanpa Egy dan Ezra, Coach Indra Tak Masalah

Football5star.com, Indonesia – Timnas U-22 Indonesia dipastikan tak akan diperkuat Egy Maulana Vikri dan Ezra Walian dalam gelaran Piala AFF U-22 2019. Hal ini dikarenakan klub tempat mereka bermain tidak memberikan izin. Bagi Indra Sjafri, absennya kedua pemain tersebut tidak masalah.

Sejatinya. Coach Indra memanggil tiga pemain yang berkompetisi di luar Indonesia. Berdasarkan Statuta FIFA, klub tidak wajib melepas pemain, jika tidak bertanding di pertanding resmi FIFA. Maka, keputusan RKC Waalwijk dan Lechia Gdansk adalah sah dari sisi hukum sepak bola.

“Sesuai dengan penjelasan dari Bu Sekjen (Ratu Tisha), sudah ada surat resmi dari klub mereka, mereka tidak bisa karena ini kita harus patuh juga, karena ini bukan kalendar FIFA,” ucap Indra dikutip Football5star dari Goal.

Ketidak hadiran Egy dan Ezra diyakini oleh Coach Indra tak akan mereduksi kekuatan Timnas U-22 Indonesia. Baginya, masih ada pemain lain. Meskipun begitu, ia menyebut tak akan memanggil pemain lain.

“Untuk saya tidak ada masalah, jadi kesempatan untuk pemain lain. Tidak ada kecewa. Saya bahagia malahan, karena mereka tidak hanya memikirkan timnas saja, tapi perkembangan mereka di klub juga harus kita berikan peluang. Kecuali nanti di Piala Asia (kualifikasi), mereka harus hadir.”

Indonesia sendiri berada di Grup B dalam gelaran Piala AFF U-22 bersama Malaysia, Myanmar, dan tuan rumah Kamboja. Dalam gelaran kali ini, tiga tim memutuskan mundur (Singapura, Laos, dan Brunei) dan hanya akan diikuti delapan peserta.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Laos Mundur, Jadwal Piala AFF U-22 2019 Kembali Berubah

Football5star.com, Indonesia – Kabar mengejutkan datang dari Laos. Mereka memutuskan untuk mundur dari gelaran Piala AFF U-22 2019. Mundurnya Laos membuat jadwal Piala AFF U-22 2019 kembali berubah.

Laos bukan negara pertama yang mundur dari turnamen yang tahun ini digelar di Kamboja tersebut. Sebelumnya, Singapura dan Brunei Darussalam juga mundur dari turnamen yang sebelumnya dimenangkan oleh Thailand pada 2005 tersebut.

Berdasarkan rilis resmi yang dikeluarkan akun Twitter resmi AFF, mundurnya Laos membuat jumlah peserta kembali menyusut menjadi delapan peserta. Delapan peserta tersebut dibagi dalam dua grup.

Secara langsung, mundurnya Laos tak berpengaruh terhadap Indonesia. Hal itu disebabkan oleh Laos yang sebelumnya tergabung di Grup A bersama Vietnam, Thailand, dan Timor Leste. Indonesia sendiri berada di Grup B bersama tuan rumah Kamboja, Myanmar, dan musuh bebuyutan, Malaysia.

Mundurnya Laos membuat jadwal babak semifinal dan final berubah. Sebelum kabar ini datang, jadwal semifinal dan final plus perebutan tempat ketiga digelar pada 27 Februari dan 1 Maret 2019. Maka, setelah Laos menyatakan mundur, jadwal semakin maju menjadi 24 dan 26 Februari 2019.

Kabar mundurnya Laos merupakan sebuah kejutan. Pasalnya, Timnas U-22 Laos saat ini tengah menjalani latihan intens. Dilansir dari Bola.com, Rabu (23/1) mereka baru saja melakoni laga uji coba melawan Master 7 FC.

Jadwal Indonesia di Piala AFF U-22 2019

18 Februari 2019: Myanmar vs Indonesia

20 Februari 2019: Indonesia vs Malaysia

22 Februari 2019: Indonesia vs Kamboja

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Firza Ingin Beri Hadiah Sebelum Pindah ke Belgia

Football5star.com, Indonesia – Bek muda Indonesia, Firza Andika telah resmi mendapatkan kontrak profesional dengan klub Belgia, AFC Tubize. Namun sebelum pindah ke Belgia, ia ingin beri hadiah untuk masyarakat Indonesia.

Mantan bek kiri PSMS Medan ini akan dikontrak semalam dua tahun oleh klub yang bermain di kasta kedua Liga Belgia. Firza baru akan bergabung dengan AFC Tubize setelah ia menyelesaikan tugasnya bersama Timnas U-22 Indonesia yang akan bermain di Piala AFC U-22 di Kamboja.

“Saya ucapkan terima kasih kepada masyarakat Indonesia yang telah memberikan dukungan dalam beberapa bulan terakhir. Saya menerima banyak dukungan dan doa, dan itu sangat membantu saat saya merasakan sepi di Eropa,” ungkap Firza dikutip Football5star dari FOX Sport Asia.

Firza Andika bergabung dengan klub Belgia, A.F.C. Tubize. Sebelumnya, pemain berusia 19 tahun ini bermain di klub Liga 1, PSMS Medan - Football5star - Instagram @FirzaAndika11
Instagram @FirzaAndika11

Target bek kelahiran Medan ini sebelum terbang ke Belgia adalah bisa memberikan gelar Internasional untuk Indonesia. Gelar itu nantinya akan membuat jebolan akademi Semen Padang ini semakin percaya diri.

“Target awal saya sebelum ke Belgia adalah memberikan trofi Piala AFF U-22, karena saya belum pernah merasakan gelar intrernasional. Saya ingin memberikan hadiah juara untuk masyarakat Indonesia sebelum memulai langkah di klub,” tambahnya.

Pindah ke Belgia membuat Firza Andika menjadi pemain muda Indonesia lainnya yang berani merantau ke Eropa. Sebelumnya ada Egy Maulana Vikri yang bermain di Polandia. Bermain di Eropa membuat ia sadar bahwa akan ada banyak sorot mata yang melihat dirinya.

“Saya sadar semua mata sekarang tertuju kepada saya, dan bagaimana situasi saya selama berada di sana. Tapi tantangan terbesar adalah beradaptasi dengan cuaca, dan bahasa setempat. Setelah saya kembali ke Belgia, saya akan langsung kursus bahasa supaya lebih mudah menyatu dengan rekan satu tim,” tutupnya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Coach Indra Enggan Persiapan Timnas U-22 Dibilang Mepet

Football5star.com, Indonesia – Padatnya jadwal Timnas U-22 membuat tim pelatih tancap gas membangun tim. Padatnya jadwal tak membuat Indra Sjafri mengeluh. Coach Indra enggan persiapan Timnas U-22 dibilang mepet.

Para pemain pilihan pun telah berkumpul pada 7 Januari lalu. Bertempat di Lapangan ABC Senayan, mereka berlatih tiap hari demi meyakinkan pelatih. Awalnya, 38 pemain dipersiapkan oleh tim pelatih yang nantinya akan mengerucut. Namun, pada sesi latihan hari ini, 10 Januari 2019, telah datang empat pemain tambahan.

Ketika disinggung mengenai mepetnya persiapan Timnas U-22, Coach Indra menolaknya. Baginya, persiapan mereka telah sesuai dengan jadwal yang ditentukan.

“Saya pikir tidak mepet, jangan juga dibilang mepet. Sebenarnya tim nasional itu tidak ada seleksi atau TC yang jangka panjang, yang terpenting kompetisi sedang berjalan,” ungkapnya kepada rekan-rekan media.

indra sjafri ingin pemain pahami permainannya
@PSSI

Liburnya kompetisi lokal diakui memang sempat membuat persiapan mereka bermasalah. Ketika kompetisi berjalan, kebugaran pemain terjaga. Ketika kompetisi sedang libur, mereka harus mengembalikan performa dan kebugaran di tim nasional

“Problem untuk kami sekarang adalah kompetisi sedang off season dan mereka harus persiapan di tim nasional. Jadi terbalik,” tambah mantan pelatih Bali United ini.

“Memang lain dengan pemain kita yang ada di luar negeri, itu mereka preseason di klub, silakan mereka pre season di klub, tapi ketika kami perlukan mereka untuk game plan, maka harus hadir,” pungkas Indra.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Sekjen PSSI Pertimbangkan Uji Coba di Luar Negeri

Football5star.com, Indonesia – Sekjen PSSI, Ratu Tisha Destria, mempertimbangkan beberapa agenda uji coba untuk tim nasional U-22 Indonesia jelang Piala AFF. Rencananya, akan ada beberapa negara yang berpeluang menjadi lawan tanding anak asuh Indra Sjafri untuk turnamen regional tersebut.

Hingga kini, Indra Sjafri masih menyeleksi 35 dari 38 pemain yang diagendakan mengikuti pemusatan latihan di Lapangan ABC. Masih ada lima pemain lagi yang belum ikut gabung seperti Egy Maulana VIkri, Osvaldo Haay, Firza Andika, Ezra Walian, dan Saddil Ramdani.

“Ada beberapa lawan yang akan jadi lawan kita. Namun, karena padatnya agenda mereka di negara masing-masing, jadi ada opsi untuk kita yang ke luar negeri. Salah satunya China yang juga kemungkinan melawan kita di Australia,” kata Sekjen PSSI.

latihan perdana timnas u-22 diikuti 33 pemain
@PSSI

Pemusatan latihan yang diadakan PSSI, hingga kini sedang berlangsung masih bersifat seleksi. Jumlah 38 pemain itu akan dikurangi dan pelatih akan memberlakukan sistem promosi-degradasi. Hal ini dilakukan untuk mencari skuat terbaik untuk menghadapi Piala AFF U-22 yang akan berlangsung 17 Februari mendatang di Kamboja.

Nama-nama yang dipanggil ke pemusatan latihan tersebut didominasi oleh jebolan timnas U-19 era sebelumnya. Beberapa pemain seperti Witan Sulaiman, Marinus Wanewar, dan Todd Rivaldo Ferre.

Ada satu nama kejutan yang dipanggil yakni Septian Satria Bagaskara. Penyerang Persik Kediri tersebut menjadi satu-satunya pemain asal Liga 3 yang dipanggil ke pemusatan latihan kali ini. Torehan 21 gol jadi modal pemain 20 tahun tersebut untuk membuat Indra Sjafri tertarik menjajal kemampuannya di Jakarta.